indonesian-proverbs / data /train.jsonl
LorthGyu's picture
Upload data/train.jsonl
28c0991 verified
Raw
History Blame Contribute Delete
58.8 kB
{"id": 67, "proverb": "Buang yang keruh, ambil yang jernih", "meaning": "Meninggalkan hal-hal yang buruk dan memilih yang baik dalam mengambil keputusan atau menjalani hidup.", "usage_example": "Setelah kegagalan itu, ia memutuskan buang yang keruh, ambil yang jernih, dan mulai fokus pada peluang baru.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 136, "proverb": "Memayu hayuning bawana", "meaning": "Memayu hayuning bawana berarti menjaga dan memperindah dunia atau alam semesta dengan tindakan baik demi kesejahteraan bersama. Intinya, manusia bertanggung jawab merawat kehidupan yang harmonis.", "usage_example": "Dengan menanam pohon di lingkungan rumah, kita telah ikut memayu hayuning bawana.", "origin": "Jawa", "type": "pameo"}
{"id": 101, "proverb": "Nasi sudah menjadi bubur", "meaning": "Sesuatu yang sudah terlanjur terjadi tidak bisa diubah lagi, jadi menyesali hanya membuang waktu. Maknanya mengajak kita menerima keadaan dan melanjutkan hidup.", "usage_example": "Dia terus meratapi keputusan yang sudah diambilnya, padahal nasi sudah menjadi bubur.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 119, "proverb": "Tak ada rotan, akar pun jadi", "meaning": "Jika barang atau hal yang diinginkan tidak tersedia, barang lain yang ada bisa dipakai sebagai pengganti; yang penting tujuan tercapai.", "usage_example": "Tidak ada gula, tak apa pakai gula kelapa — tak ada rotan, akar pun jadi.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 75, "proverb": "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama", "meaning": "Orang yang semasa hidupnya berbuat baik akan dikenang nama dan jasanya setelah meninggal dunia.", "usage_example": "Pak Lurah itu sangat dermawan, maka wajar jika kini ia dikenang warga; gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 39, "proverb": "Bagai kucing dibawakan lidi", "meaning": "Seseorang yang terlihat sangat ketakutan atau ketakutan luar biasa, biasanya karena merasa bersalah atau takut dihukum, sehingga sikapnya menjadi cemas dan penuh waspada seperti kucing yang takut dipukul lidi.", "usage_example": "Sejak ketahuan meminjam uang tanpa izin, ia bagai kucing dibawakan lidi setiap kali bertemu ibunya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 19, "proverb": "Air pun ada pasang surutnya", "meaning": "Kehidupan selalu berubah-ubah; tidak selamanya berada dalam keadaan baik atau buruk. Kita harus siap menghadapi naik turunnya keadaan.", "usage_example": "Jangan terlalu bersedih dengan kegagalan ini, ingatlah bahwa air pun ada pasang surutnya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 31, "proverb": "Bagai belut pulang ke lumpur", "meaning": "Kembali ke tempat atau keadaan asal yang sudah biasa dan terasa nyaman, meskipun sebelumnya sempat berada di tempat yang lebih baik atau terhormat.", "usage_example": "Sudah dua tahun bekerja di Jakarta, akhirnya dia pulang kampung dan bagai belut pulang ke lumpur saja hidupnya di desa.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 79, "proverb": "Hemat pangkal kaya", "meaning": "Orang yang hidup hemat dan tidak boros akan mampu menabung sehingga menjadi kaya.", "usage_example": "Sejak mulai disiplin mencatat pengeluaran, ia percaya bahwa hemat pangkal kaya dan uangnya pun semakin bertambah.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 62, "proverb": "Besar kapal besar gelombang", "meaning": "Semakin besar tanggung jawab atau kedudukan seseorang, semakin besar pula cobaan dan tantangan yang harus dihadapinya.", "usage_example": "Sebagai pimpinam perusahaan, ia sadar besar kapal besar gelombang, jadi ia tak gentar menghadapi tekanan bisnis yang datang silih berganti.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 103, "proverb": "Patah tumbuh, hilang berganti", "meaning": "Ketika sesuatu hilang atau rusak, akan selalu ada penggantinya; setiap kekalahan atau kehilangan membuka jalan bagi hal baru untuk tumbuh.", "usage_example": "Jangan bersedih terlalu lama, karena patah tumbuh, hilang berganti; akan ada pemimpin baru yang lebih baik.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 90, "proverb": "Kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu", "meaning": "Orang yang berpura-pura tidak tahu atau tidak melihat sesuatu padahal sebenarnya ia mengetahuinya dengan jelas, biasanya untuk menghindari tanggung jawab atau keterlibatan.", "usage_example": "Semua saksi melihat kejadian itu, tetapi ia kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu saat ditanya polisi.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 1, "proverb": "Bagai air di daun talas", "meaning": "Sifat seseorang yang mudah berubah-ubah atau tidak dapat dipercaya pendiriannya, seperti air yang mengalir di permukaan daun talas. Maknanya menggambarkan ketidakteguhan hati atau mudah terpengaruh.", "usage_example": "Jangan terlalu percaya pada janjinya, orang itu bagai air di daun talas; kemarin setuju, hari ini sudah berubah pikiran.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 144, "proverb": "Witing tresna jalaran saka kulina", "meaning": "Cinta dapat tumbuh karena kebiasaan dan keakraban; semakin sering berinteraksi, semakin besar kemungkinan timbul rasa sayang.", "usage_example": "Witing tresna jalaran saka kulina, makanya dia bisa jatuh cinta dengan teman sekantornya sendiri.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 114, "proverb": "Siapa menabur angin, akan menuai badai", "meaning": "Setiap perbuatan buruk yang dilakukan akan berbuah akibat buruk pula, sebanding dengan apa yang telah ditaburkan.", "usage_example": "Dulu dia suka menipu banyak orang, sekarang usahanya bangkrut—siapa menabur angin, akan menuai badai.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 43, "proverb": "Bagai menegakkan benang basah", "meaning": "Melakukan usaha yang sia-sia karena mustahil berhasil, seperti usaha menegakkan benang yang basah dan lemas.", "usage_example": "Meyakinkan dia untuk berhenti berjudi itu bagai menegakkan benang basah, percuma saja.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 50, "proverb": "Bagai pelita kehabisan minyak", "meaning": "Keadaan yang kehilangan sumber kekuatan atau daya hidupnya, sehingga tinggal menunggu waktu berakhir atau padam.", "usage_example": "Setelah suaminya jatuh sakit, usaha warung itu bagai pelita kehabisan minyak, pelan-pelan mulai meredup.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 121, "proverb": "Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan", "meaning": "Sesuatu yang tetap bertahan dan tidak berubah meskipun diuji oleh waktu dan berbagai keadaan; bersifat abadi dan tidak lekang oleh perkembangan zaman.", "usage_example": "Nilai gotong royong itu tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan, tetap dijunjung masyarakat hingga kini.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 148, "proverb": "Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah", "meaning": "Adat istiadat harus berlandaskan hukum agama, dan hukum agama berlandaskan Al-Qur'an. Peribahasa ini menegaskan bahwa tradisi tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam.", "usage_example": "Dalam musyawarah itu, kami selalu ingat adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah agar setiap keputusan adat tidak melanggar ajaran agama.", "origin": "Minang", "type": "bidalan"}
{"id": 88, "proverb": "Kalau tak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagonya", "meaning": "Segala sesuatu tidak akan didapat tanpa usaha dan kerja keras; untuk memperoleh hasil, kita harus berani melewati kesulitan dan pengorbanan.", "usage_example": "Kalau kau ingin lulus ujian, kau harus belajar giat—kalau tak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagonya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 3, "proverb": "Ada gula ada semut", "meaning": "Di mana ada keuntungan atau kesenangan, di situ banyak orang datang mengerubung demi kepentingan masing-masing.", "usage_example": "Begitu kabar proyek besar menyebar, banyak kontraktor berdatangan — ada gula ada semut.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 125, "proverb": "Udang tak tahu akan bongkoknya", "meaning": "Seseorang yang berbuat salah atau memiliki kekurangan tetapi tidak menyadarinya, bahkan cenderung menyalahkan orang lain. Mengingatkan agar introspeksi diri sebelum menilai orang lain.", "usage_example": "Dia terus mengejek temannya yang salah kostum, padahal udang tak tahu akan bongkoknya, bajunya sendiri juga tidak kalah aneh.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 54, "proverb": "Bagai telur di ujung tanduk", "meaning": "Keadaan yang sangat genting dan nyaris berbahaya, seperti telur yang akan pecah sewaktu-waktu jika tanduknya bergerak.", "usage_example": "Kondisi keuangan perusahaan itu sekarang bagai telur di ujung tanduk, satu kesalahan kecil saja bisa membuat bangkrut.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 76, "proverb": "Genggam bara api, biar sampai jadi arang", "meaning": "Bersabar dan bertahan dalam menghadapi kesulitan atau penderitaan sampai tujuannya tercapai, walau harus menahan sakit dan ujian berat.", "usage_example": "Walaupun bisnisnya sempat nyaris bangkrut, ia tetap genggam bara api biar sampai jadi arang, dan akhirnya usahanya berhasil bangkit.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 112, "proverb": "Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga", "meaning": "Siapa pun, betapapun pandai atau berpengalamannya, tetap bisa berbuat salah atau mengalami kegagalan suatu saat.", "usage_example": "Jangan sombong dengan kemampuanmu, sebab sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 55, "proverb": "Bagai tikus jatuh ke beras", "meaning": "Mendapat keadaan yang sangat menyenangkan dan menguntungkan, sehingga merasa betah dan senang sekali.", "usage_example": "Setelah diterima kerja di perusahaan besar, ia bagai tikus jatuh ke beras.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 61, "proverb": "Bertepuk sebelah tangan, tak akan berbunyi", "meaning": "Suatu hal tidak akan berhasil atau berjalan baik jika hanya satu pihak yang menginginkan atau berusaha; diperlukan kerja sama dan hubungan timbal balik dari kedua belah pihak.", "usage_example": "Sudah kucoba berbagai cara mendekatinya, tetapi dia tak pernah memberi respons—bertepuk sebelah tangan, tak akan berbunyi.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 4, "proverb": "Bagai pungguk merindukan bulan", "meaning": "Menginginkan atau mengharapkan sesuatu yang mustahil atau tidak mungkin tercapai, seperti burung pungguk yang merindukan bulan.", "usage_example": "Dia tahu gadis itu sudah bertunangan, tapi dia tetap mengejarnya—bagai pungguk merindukan bulan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 40, "proverb": "Bagai kuku dengan daging", "meaning": "Hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan, seperti kuku yang melekat pada daging.", "usage_example": "Persahabatan mereka bagai kuku dengan daging, sulit diceraikan oleh siapa pun.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 137, "proverb": "Mikul dhuwur, mendhem jero", "meaning": "Menjunjung tinggi nama baik dan martabat orang tua, serta menyembunyikan keburukan atau kesalahan mereka agar tidak menjadi aib keluarga.", "usage_example": "Sebagai anak, kita harus mikul dhuwur, mendhem jero supaya kehormatan orang tua tetap terjaga.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 97, "proverb": "Masuk kandang kambing mengembek, masuk kandang kerbau menguak", "meaning": "Kita harus menyesuaikan diri dengan keadaan atau lingkungan tempat kita berada, mengikuti kebiasaan dan cara masyarakat setempat.", "usage_example": "Waktu dinas di kampung, jangan bawa gaya kota terus — masuk kandang kambing mengembek, masuk kandang kerbau menguak.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 132, "proverb": "Alon-alon asal kelakon", "meaning": "Pelan-pelan asal sampai, lebih baik bekerja dengan hati-hati dan tekun meski lambat daripada terburu-buru tetapi gagal.", "usage_example": "Dia mengerjakan skripsinya alon-alon asal kelakon, setiap hari menulis beberapa paragraf sampai akhirnya selesai.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 52, "proverb": "Bagai piring retak", "meaning": "Hubungan atau keadaan yang tampak utuh dari luar, tetapi sebenarnya sudah rusak atau retak di dalamnya, misalnya rumah tangga yang sudah tidak harmonis.", "usage_example": "Rumah tangga mereka bagai piring retak, tetap bersama hanya demi anak-anak.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 33, "proverb": "Bagai burung dalam sangkar", "meaning": "Seseorang yang hidupnya tercukupi dan terawat, tetapi kehilangan kebebasan untuk bertindak atau menentukan nasib sendiri.", "usage_example": "Meskipun hidupnya serba berkecukupan, ia bagai burung dalam sangkar karena setiap langkahnya diatur oleh keluarganya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 139, "proverb": "Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah", "meaning": "Kerukunan dan persatuan akan membawa kekuatan serta ketenteraman, sedangkan perselisihan hanya akan mendatangkan kehancuran. Karena itu, menjaga kebersamaan lebih utama daripada bertengkar.", "usage_example": "Warga desa itu selalu mengingat pepatah rukun agawe santosa, crah agawe bubrah agar tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan pendapat.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 15, "proverb": "Ada nyawa ada rezeki", "meaning": "Selama kita masih hidup, selalu ada jalan atau kesempatan untuk memperoleh rezeki dan penghidupan.", "usage_example": "Meski baru saja dipecat, ia tetap tenang karena percaya ada nyawa ada rezeki.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 145, "proverb": "Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok", "meaning": "Sesuatu yang dilakukan terus-menerus meski sedikit demi sedikit, lama-kelamaan akan membuahkan hasil yang nyata. Kesabaran dan ketekunan pada akhirnya mengalahkan rintangan yang tampak keras.", "usage_example": "Belajar bahasa asing sepuluh menit setiap hari itu seperti cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok — lama-lama lancar juga.", "origin": "Sunda", "type": "bidalan"}
{"id": 135, "proverb": "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti", "meaning": "Manusia hanya akan menuai hasil dari perbuatannya sendiri; segala yang terjadi pada diri seseorang merupakan akibat dari tindakannya dahulu.", "usage_example": "Jangan menyalahkan nasib, sebab manungsa mung ngunduh wohing pakarti — apa yang kamu alami sekarang adalah buah dari perbuatanmu sendiri.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 64, "proverb": "Biar lambat asal selamat", "meaning": "Lebih baik melakukan sesuatu dengan pelan tetapi aman daripada cepat tetapi berisiko celaka atau gagal. Menekankan keselamatan dan kehati-hatian di atas kecepatan.", "usage_example": "Meski harus menempuh jalan yang jauh, Biar lambat asal selamat, kami memilih naik bus daripada naik motor di tengah hujan deras.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 124, "proverb": "Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi", "meaning": "Sindiran untuk orang tua yang bertingkah tidak sesuai umur, seperti genit, nakal, atau berbuat seperti anak muda.", "usage_example": "Meski sudah berusia tujuh puluh tahun, kakek itu masih suka menggoda tetangga — tua-tua keladi, makin tua makin menjadi.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 96, "proverb": "Malu bertanya, sesat di jalan", "meaning": "Orang yang enggan bertanya akan kesulitan atau membuat kesalahan karena tidak mendapat petunjuk yang benar.", "usage_example": "Jangan malu bertanya kepada kakak kelas; malu bertanya, sesat di jalan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 83, "proverb": "Ingat sebelum kena, hemat sebelum habis", "meaning": "Nasihat agar bersikap waspada dan berhemat sejak awal, jangan menunggu sampai masalah atau kekurangan terjadi baru bertindak.", "usage_example": "Mulai sekarang ingat sebelum kena, hemat sebelum habis, supaya gajian bulan depan kita tidak kebingungan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 70, "proverb": "Diberi hati, minta jantung", "meaning": "Diberi sesuatu yang berharga, tetapi masih tidak merasa puas dan meminta yang lebih besar atau berlebihan; menggambarkan orang yang tidak tahu berterima kasih.", "usage_example": "Sudah diberi gaji naik, dia minta tunjangan lagi—diberi hati, minta jantung.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 86, "proverb": "Jauh panggang dari api", "meaning": "Sangat jauh dari kebenaran atau tidak sesuai sama sekali dengan kenyataan yang diharapkan, biasanya digunakan untuk menggambarkan dugaan atau ramalan yang meleset.", "usage_example": "Dugaan saya tentang jawabannya ternyata jauh panggang dari api, karena kenyataannya justru sebaliknya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 106, "proverb": "Rambut sama hitam, hati lain-lain", "meaning": "Penampilan orang boleh sama atau mirip, tetapi isi hati dan pikiran setiap orang berbeda-beda, sehingga kita tidak boleh menilai orang hanya dari luarnya.", "usage_example": "Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal—rambut sama hitam, hati lain-lain.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 95, "proverb": "Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih", "meaning": "Nasib buruk atau keberuntungan datang di luar kendali manusia, sehingga orang harus menerima apa pun yang terjadi.", "usage_example": "Meski sudah berusaha keras, ia akhirnya pasrah karena memang malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 17, "proverb": "Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga", "meaning": "Sifat atau perilaku anak cenderung menurun dari orang tuanya; apa yang dilakukan orang tua biasanya diikuti oleh anaknya.", "usage_example": "Anak petani itu sejak kecil sudah pandai menggarap sawah, air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga.", "origin": "Minang", "type": "bidalan"}
{"id": 77, "proverb": "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari", "meaning": "Perbuatan atau contoh dari seorang pemimpin, guru, atau orang tua akan ditiru oleh orang yang berada di bawahnya, bahkan sering kali dilakukan secara lebih berlebihan.", "usage_example": "Sejak kepala sekolahnya sering datang terlambat, para siswanya makin sering membolos—guru kencing berdiri, murid kencing berlari.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 66, "proverb": "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya", "meaning": "Sifat, perilaku, atau kebiasaan anak biasanya meniru orang tuanya, seperti buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya.", "usage_example": "Dia memang pemalu seperti ayahnya, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 53, "proverb": "Bagai sayur tanpa garam", "meaning": "Sesuatu yang terasa hambar, kurang semangat, atau tidak menarik karena kehilangan unsur yang membuatnya hidup.", "usage_example": "Pesta itu bagai sayur tanpa garam karena tidak ada hiburan musiknya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 149, "proverb": "Alam takambang jadi guru", "meaning": "Alam beserta segala isinya dapat dijadikan sumber pembelajaran dan teladan bagi manusia dalam menjalani kehidupan.", "usage_example": "Sebagai orang Minang, ayah selalu mengajarkan bahwa alam takambang jadi guru, jadi kami belajar dari lingkungan sekitar.", "origin": "Minang", "type": "bidalan"}
{"id": 122, "proverb": "Takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah ia", "meaning": "Sesuatu yang sudah pasti menjadi milik atau takdir kita tidak akan hilang, jadi tidak perlu khawatir atau terburu-buru mengejarnya. Sabar menanti, pada waktunya hal itu akan tampak juga.", "usage_example": "Jangan khawatir kalau jawabannya belum datang, takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah ia—kalau memang jodoh pasti akan bertemu.", "origin": "Minang", "type": "bidalan"}
{"id": 68, "proverb": "Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah", "meaning": "Lebih baik mati dengan terhormat daripada hidup dalam keadaan hina dan penuh kehinaan. Peribahasa ini menekankan harga diri dan kehormatan di atas segalanya.", "usage_example": "Sang panglima memilih mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai, menyerah kalah kepada musuh.", "origin": "Minang", "type": "bidalan"}
{"id": 131, "proverb": "Aja dumeh", "meaning": "Jangan mentang-mentang atau jangan merasa lebih dari yang sebenarnya; nasihat agar tidak sombong dan tidak memanfaatkan kekuasaan atau keadaan untuk seenaknya.", "usage_example": "Aja dumeh, kamu masih muda dan sehat, tetap jaga sopan santun kepada orang yang lebih tua.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 73, "proverb": "Esa hilang dua terbilang", "meaning": "Kehilangan satu hal tidak akan membuat seseorang putus asa karena masih ada pengganti atau alternatif lain yang dapat diandalkan.", "usage_example": "Walaupun satu usahanya gagal, esa hilang dua terbilang, masih banyak peluang lain yang bisa dicoba.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 100, "proverb": "Mulut manis mematahkan tulang", "meaning": "Kata-kata manis atau bujukan halus mampu meluluhkan hati seseorang yang keras kepala, sehingga ia mau menurut atau mengalah.", "usage_example": "Walau awalnya menolak, akhirnya kepala desa setuju juga menandatangani izin itu; benar kata orang, mulut manis mematahkan tulang.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 133, "proverb": "Becik ketitik, ala ketara", "meaning": "Perbuatan baik maupun buruk pasti akan terlihat atau diketahui hasilnya pada akhirnya, tidak ada yang bisa disembunyikan selamanya.", "usage_example": "Jangan berbuat curang, sebab becik ketitik, ala ketara — cepat atau lambat perbuatanmu akan ketahuan juga.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 37, "proverb": "Bagai itik pulang petang", "meaning": "Orang yang bergegas pulang atau kembali ke tempat asalnya karena sudah tiba waktunya atau karena ada kepentingan di rumah, sehingga tidak lagi berlama-lama di luar. Biasanya menggambarkan keinginan kuat untuk segera sampai di rumah.", "usage_example": "Begitu jam kantor selesai, Doni langsung pamit dan melaju cepat, bagai itik pulang petang, karena istrinya sudah menunggu di rumah.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 93, "proverb": "Lidah tak bertulang", "meaning": "Perkataan memang mudah diucapkan, tetapi sulit ditarik kembali. Karena itu, orang yang bicara seenaknya tanpa berpikir bisa melukai orang lain dan menyesal kemudian.", "usage_example": "Ibu selalu mengingatkan, lidah tak bertulang, jadi pikir dulu sebelum bicara.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 120, "proverb": "Tak kenal maka tak sayang", "meaning": "Seseorang baru bisa menyukai atau mencintai sesuatu setelah mengenalnya lebih dekat; keakraban menumbuhkan rasa sayang.", "usage_example": "Awalnya saya tidak suka tinggal di kota kecil, tapi tak kenal maka tak sayang—sekarang kota ini terasa seperti rumah.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 65, "proverb": "Biar putih tulang, jangan putih mata", "meaning": "Lebih baik mati daripada menanggung malu atau kehinaan; harga diri dan kehormatan dijaga sampai titik darah penghabisan.", "usage_example": "Ketika ditawari menyerah, sang kapten menjawab dengan lantang, biar putih tulang, jangan putih mata.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 18, "proverb": "Air diminum terasa duri, nasi dimakan terasa sekam", "meaning": "Ketika hati sedang susah atau sedih, segala sesuatu yang seharusnya nikmat terasa tidak enak dan serba salah.", "usage_example": "Sejak usahanya bangkrut, air diminum terasa duri, nasi dimakan terasa sekam; semua yang ia lakukan tak lagi terasa menyenangkan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 26, "proverb": "Bagai anjing dengan kucing", "meaning": "Tidak pernah rukun, selalu bertengkar atau berselisih ketika bertemu; menggambarkan dua pihak yang tidak bisa akur.", "usage_example": "Kakak beradik itu bagai anjing dengan kucing, setiap bertemu selalu cekcok.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 129, "proverb": "Zaman beralih, musim bertukar", "meaning": "Segala sesuatu pasti berubah seiring waktu; keadaan yang berlaku sekarang belum tentu berlaku di masa depan. Mengingatkan agar kita tidak terpaku pada cara lama dan mau menyesuaikan diri.", "usage_example": "Zaman beralih, musim bertukar, cara berdagang yang dulu jitu belum tentu berhasil sekarang.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 5, "proverb": "Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing", "meaning": "Segala suka dan duka ditanggung bersama-sama; kebersamaan dalam menjalani hidup, baik saat senang maupun susah.", "usage_example": "Selama ini mereka menjalani rumah tangga dengan berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, sehingga masalah sepaham apa pun selalu bisa diselesaikan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 89, "proverb": "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga", "meaning": "Satu kesalahan atau cacat kecil dapat merusak keseluruhan hal yang sudah baik, seperti setitik nila yang mengotori susu sebelanga. Karena itu, tindakan buruk sekecil apa pun bisa mencoreng nama baik.", "usage_example": "Ibu selalu berpesan, 'Karena nila setitik, rusak susu sebelanga,' jadi jangan sekali-sekali berbuat curang.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 141, "proverb": "Sepi ing pamrih, rame ing gawe", "meaning": "Bekerja dengan giat dan sungguh-sungguh tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih pribadi; lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan sendiri.", "usage_example": "Seorang pemimpin sejati harus sepi ing pamrih, rame ing gawe, bekerja keras untuk rakyat tanpa mengharapkan balasan.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 42, "proverb": "Bagai makan buah simalakama", "meaning": "Situasi sulit ketika setiap pilihan yang diambil sama-sama membawa kerugian atau risiko, sehingga tidak ada pilihan yang menguntungkan.", "usage_example": "Dia bagai makan buah simalakama: mau jujur kehilangan kepercayaan teman, mau diam hatinya tidak tenang.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 152, "proverb": "Sipakatau, sipakainge, sipakalebbi", "meaning": "Sipakatau, sipakainge, sipakalebbi adalah pameo Bugis tentang saling memanusiakan, saling mengingatkan, dan saling menghargai/memuliakan sesama. Prinsip ini mengajarkan agar manusia hidup rukun dengan menjunjung martabat dan saling menasihati dalam kebaikan.", "usage_example": "Dalam pergaulan sehari-hari, mari kita terapkan sipakatau, sipakainge, sipakalebbi agar tetap rukun dan saling menghargai.", "origin": "Bugis", "type": "pameo"}
{"id": 113, "proverb": "Setali tiga uang", "meaning": "Sama saja, tidak ada bedanya; dua hal atau pilihan yang nilainya sama.", "usage_example": "Bagi dia, bekerja di kantor atau berjualan di pasar setali tiga uang, yang penting halal.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 87, "proverb": "Kalah jadi abu, menang jadi arang", "meaning": "Dalam suatu pertengkaran atau perselisihan, tidak ada pihak yang benar-benar menang; kedua belah pihak sama-sama menderita rugi.", "usage_example": "Percuma saja mereka berseteru memperebutkan tanah itu, kalah jadi abu, menang jadi arang.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 138, "proverb": "Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake", "meaning": "Memperjuangkan sesuatu tanpa mengerahkan banyak kekuatan atau pengikut, dan meraih kemenangan tanpa merendahkan atau mempermalukan pihak lawan. Artinya: menang secara terhormat dengan cara yang santun dan tidak meremehkan orang lain.", "usage_example": "Dalam musyawarah itu ia menerapkan nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake sehingga semua pihak menerima hasilnya tanpa merasa dikalahkan.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 84, "proverb": "Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa", "meaning": "Semakin banyak pengalaman hidup yang dijalani, semakin banyak pula pengetahuan dan pelajaran berharga yang diperoleh.", "usage_example": "Setelah lima tahun merantau ke kota, ia semakin bijak—jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 32, "proverb": "Bagai bumi dengan langit", "meaning": "Sangat jauh perbedaannya atau bertolak belakang, tidak ada persamaannya sama sekali. Biasanya dipakai untuk membandingkan dua hal yang tingkatannya tidak seimbang.", "usage_example": "Kemampuan menulisnya bagai bumi dengan langit jika dibandingkan dengan penulis senior itu.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 107, "proverb": "Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya", "meaning": "Sekali saja seseorang berbuat curang, kepercayaan orang terhadapnya akan hilang untuk waktu yang lama, bahkan seumur hidup.", "usage_example": "Setelah ketahuan mencontek waktu ujian, ia pun merasakan bahwa sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 22, "proverb": "Alah bisa karena biasa", "meaning": "Segala kesulitan akan terasa mudah jika sudah terbiasa mengerjakannya, karena kebiasaan menjadikan kemampuan.", "usage_example": "Jangan menyerah dulu, alah bisa karena biasa—lama-lama kamu pasti mahir juga.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 10, "proverb": "Seperti katak dalam tempurung", "meaning": "Orang yang wawasan atau pengetahuannya sangat sempit sehingga menganggap hanya dunianya sendiri yang benar dan luas.", "usage_example": "Jangan hidup seperti katak dalam tempurung, banyak belajar dan bertualanglah supaya wawasanmu terbuka.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 35, "proverb": "Bagai dakwat dengan kertas", "meaning": "Sangat cocok dan serasi sehingga sulit dipisahkan, seperti tinta yang melekat pada kertas.", "usage_example": "Pasangan itu bagai dakwat dengan kertas, ke mana pun pergi selalu bersama.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 146, "proverb": "Sacangreud pageuh, sacolek pangkek", "meaning": "Pegang erat apa yang sudah dipegang dan ikat kuat apa yang sudah diikat; artinya setiap janji atau keputusan harus dipegang teguh dan dilaksanakan dengan konsisten.", "usage_example": "Kalau sudah berjanji, kita harus sacangreud pageuh, sacolek pangkek supaya tidak mudah goyah.", "origin": "Sunda", "type": "bidalan"}
{"id": 116, "proverb": "Sikit-sikit lama-lama jadi bukit", "meaning": "Usaha kecil yang dilakukan terus-menerus lama-kelamaan akan membuahkan hasil yang besar. Mengajarkan agar tidak meremehkan kemajuan kecil karena akumulasinya bisa menjadi sesuatu yang besar.", "usage_example": "Daripada langsung menabung besar, sikit-sikit lama-lama jadi bukit, asal kamu rutin setiap bulan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 48, "proverb": "Bagai pagar makan tanaman", "meaning": "Menggambarkan orang yang dipercaya untuk menjaga atau melindungi sesuatu, tetapi justru merusak atau mengambil keuntungan dari apa yang seharusnya ia jaga.", "usage_example": "Ketua karang taruna yang menggelapkan dana kas itu bagai pagar makan tanaman, bukannya melindungi warganya malah merugikan mereka.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 21, "proverb": "Air tenang menghanyutkan", "meaning": "Orang yang tampak tenang atau pendiam belum tentu tidak berbahaya; bisa saja menyimpan kemampuan, niat, atau tindakan besar yang tak terduga.", "usage_example": "Dia jarang bicara di rapat, tapi ingat, air tenang menghanyutkan — usulannya paling tajam.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 99, "proverb": "Menggali lubang, menutup lubang", "meaning": "Berutang untuk membayar utang lain, sehingga masalah keuangan tidak selesai dan terus berlanjut.", "usage_example": "Daripada menggali lubang menutup lubang, lebih baik ia menabung sedikit demi sedikit.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 82, "proverb": "Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri", "meaning": "Sebagaimana hebatnya kehidupan di negeri orang, tetap lebih baik tinggal di negeri sendiri karena tidak ada yang mengalahkan rasa nyaman dan tentram di tanah air.", "usage_example": "Meski ditawari kerja dengan gaji besar di luar negeri, ia menolak karena baginya hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 134, "proverb": "Jer basuki mawa beya", "meaning": "Untuk mencapai keberhasilan atau kemakmuran, diperlukan usaha, biaya, dan pengorbanan. Tidak ada hasil yang diperoleh tanpa mengeluarkan sesuatu.", "usage_example": "Jer basuki mawa beya, jadi kalau ingin usaha maju ya harus berani mengeluarkan modal, tenaga, dan pikiran.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 126, "proverb": "Ular menyusur akar, tidak akan hilang bisanya", "meaning": "Orang yang sudah ahli atau berwatak mulia tidak akan kehilangan keahlian atau sifat baiknya meskipun berada dalam keadaan yang sederhana atau sulit.", "usage_example": "Meskipun sudah pensiun dan tinggal di desa, ia masih sering dimintai pendapat—ular menyusur akar, tidak akan hilang bisanya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 105, "proverb": "Rajin pangkal pandai", "meaning": "Kerajinan merupakan pangkal atau dasar untuk menjadi pandai; orang yang tekun berlatih dan belajar akan memperoleh kepandaian.", "usage_example": "Kamu tidak perlu khawatir jika belum pintar, karena rajin pangkal pandai asal kamu mau terus berusaha.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 117, "proverb": "Sudah jatuh tertimpa tangga", "meaning": "Seseorang yang sedang kesusahan, lalu mendapat kesusahan lagi; nasib buruk yang datang berturut-turut.", "usage_example": "Baru saja Dompetnya hilang, motornya rusak lagi — sudah jatuh tertimpa tangga.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 92, "proverb": "Lepas dari mulut harimau, jatuh ke mulut buaya", "meaning": "Terlepas dari satu bahaya besar, lalu langsung menghadapi bahaya besar lainnya yang sama besarnya.", "usage_example": "Baru saja kabur dari perusahaan yang bangkrut, dia malah ditipu perusahaan baru—benar-benar lepas dari mulut harimau, jatuh ke mulut buaya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 111, "proverb": "Sepandai-pandai bangkai dibuang, baunya tercium juga", "meaning": "Keburukan atau kesalahan yang ditutup-tutupi sebaik apa pun pada akhirnya akan tetap ketahuan oleh orang lain.", "usage_example": "Sepandai-pandai bangkai dibuang, baunya tercium juga—meski rapat menyembunyikan kecurangannya, rekan kantor tetap mengetahuinya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 102, "proverb": "Panas setahun dihapuskan hujan sehari", "meaning": "Kebaikan atau perbuatan baik yang dilakukan di akhir dapat menghapus kesalahan-kesalahan sebelumnya, meskipun kesalahan itu sudah berlangsung lama. Maknanya, satu perbuatan baik bisa melupakan banyak keburukan yang pernah terjadi.", "usage_example": "Walaupun sudah bertahun-tahun bermusuhan, pertolongannya tadi terasa seperti panas setahun dihapuskan hujan sehari.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 30, "proverb": "Bagai batu jatuh ke lubuk", "meaning": "Seseorang yang pergi atau menghilang tanpa meninggalkan kabar sama sekali, seperti batu yang jatuh ke lubuk yang dalam lalu tenggelam dan tidak terdengar lagi.", "usage_example": "Sejak pindah ke luar negeri sepuluh tahun lalu, ia bagai batu jatuh ke lubuk, tak pernah sekalipun memberi kabar.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 85, "proverb": "Jauh di mata, dekat di hati", "meaning": "Meskipun terpisah jarak dan jarang bertemu, rasa sayang atau hubungan batin tetap erat dan tidak berubah.", "usage_example": "Walau sudah dua tahun merantau, jauh di mata dekat di hati, aku selalu merasakan kehangatan keluarga di kampung.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 110, "proverb": "Selama hayat masih dikandung badan", "meaning": "Selama seseorang masih hidup, ia hendaknya terus berusaha atau berbakti; sepanjang hayat masih dikandung badan, kesempatan untuk berbuat masih ada.", "usage_example": "Selama hayat masih dikandung badan, saya akan terus berjuang untuk keluarga.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 142, "proverb": "Suro diro joyo diningrat, lebur dening pangastuti", "meaning": "Segala kekuatan, kekuasaan, dan kejayaan duniawi dapat dikalahkan oleh kebaikan hati dan kasih sayang.", "usage_example": "Meski ia orang paling berpengaruh di kota itu, ia belajar bahwa suro diro joyo diningrat, lebur dening pangastuti ketika melihat kebaikan sederhana seorang ibu mengalahkan permusuhan.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 91, "proverb": "Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya", "meaning": "Setiap tempat atau daerah memiliki adat, kebiasaan, dan keadaan yang berbeda-beda sehingga tidak bisa disamakan begitu saja. Maknanya mengajak kita untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat.", "usage_example": "Kalau mau tinggal di kampung orang, ingatlah bahwa lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, jadi jangan memaksakan kebiasaanmu.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 25, "proverb": "Bagai anak ayam kehilangan induknya", "meaning": "Keadaan seseorang atau sekelompok orang yang kebingungan, panik, dan tidak berdaya karena kehilangan pemimpin, pelindung, atau orang yang selama ini menjadi tempat bergantung.", "usage_example": "Sejak atasan lama mereka dipindahkan, tim itu bagai anak ayam kehilangan induknya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 74, "proverb": "Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, kuman di seberang lautan kelihatan", "meaning": "Orang cenderung mudah melihat kesalahan orang lain sampai yang sekecil apa pun, tetapi tidak menyadari kesalahan besar pada dirinya sendiri.", "usage_example": "Dia sibuk mengomeli rekannya yang terlambat lima menit, padahal dia sendiri sering bolos; gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, kuman di seberang lautan kelihatan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 47, "proverb": "Bagai orang mengantuk disorongkan bantal", "meaning": "Mendapat pertolongan atau sesuatu yang sangat dibutuhkan tepat pada saat yang paling memerlukannya, sehingga terasa sangat pas dan melegakan.", "usage_example": "Saat saya sedang kebingungan mencari modal, tawaran kerja sama itu datang — bagai orang mengantuk disorongkan bantal.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 80, "proverb": "Hidup segan, mati tak mau", "meaning": "Keadaan hidup yang sangat menderita atau tertekan sehingga merasa tidak bersemangat menjalani hidup, tetapi tidak juga berani atau rela untuk mati.", "usage_example": "Sejak gagal usahanya, ia hidup segan, mati tak mau, hanya berdiam diri tanpa tahu arah.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 81, "proverb": "Hitam di atas putih", "meaning": "sesuatu yang tertulis secara resmi, biasanya merujuk pada bukti atau kesepakatan yang dituangkan dalam dokumen tertulis, bukan sekadar ucapan lisan.", "usage_example": "Supaya tidak ada yang mengingkari, kesepakatan kerja sama itu harus dituangkan hitam di atas putih.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 38, "proverb": "Bagai kera mendapat bunga", "meaning": "Seseorang yang tidak menghargai sesuatu yang berharga atau indah karena tidak memahami nilainya.", "usage_example": "Ia diberi beasiswa ke luar negeri, tetapi hanya membuang waktu—bagai kera mendapat bunga.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 150, "proverb": "Sakali aia gadang, sakali tapian pindah", "meaning": "Setiap kali terjadi perubahan keadaan atau pergantian zaman, kedudukan atau tempat seseorang bisa ikut berubah. Artinya, jangan terlalu terpaku pada satu posisi karena segala sesuatu bisa bergeser seiring waktu.", "usage_example": "Sakali aia gadang, sakali tapian pindah, jadi jangan heran kalau jabatan itu bisa berpindah ke orang lain.", "origin": "Minang", "type": "bidalan"}
{"id": 11, "proverb": "Habis manis sepah dibuang", "meaning": "Setelah manfaat atau kenikmatan dari seseorang atau sesuatu habis, orang itu atau hal itu dibuang atau tidak dihiraukan lagi.", "usage_example": "Dia hanya memanfaatkan koneksimu; begitu tidak ada untungnya lagi, habis manis sepah dibuang.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 118, "proverb": "Tak ada gading yang tak retak", "meaning": "Tidak ada sesuatu atau seseorang yang sempurna; setiap hal pasti memiliki kekurangan.", "usage_example": "Jangan kecewa berlebihan mendengar kritik itu, sebab tak ada gading yang tak retak.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 16, "proverb": "Ada ubi ada talas, ada budi ada balas", "meaning": "Setiap kebaikan yang dilakukan akan mendapat balasan yang setimpal, sebagaimana ubi dan talas selalu ada bersama.", "usage_example": "Jangan lelah berbuat baik, ingatlah ada ubi ada talas, ada budi ada balas.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 69, "proverb": "Diam-diam ubi berisi, diam-diam besi berkarat", "meaning": "Orang yang pendiam bisa sedang mengembangkan potensi secara diam-diam, atau justru mengalami kemunduran tanpa disadari. Diam bukan berarti kosong atau aman.", "usage_example": "Jangan meremehkan teman yang jarang bicara; diam-diam ubi berisi, diam-diam besi berkarat, bisa jadi ia sedang menimba ilmu.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 59, "proverb": "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh", "meaning": "Persatuan dan kerja sama membuat kita kuat dan sulit dikalahkan, sedangkan perpecahan hanya akan melemahkan dan menghancurkan kita.", "usage_example": "Warga bergotong royong membangun jembatan desa karena mereka percaya bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.", "origin": "umum Indonesia", "type": "pameo"}
{"id": 94, "proverb": "Makan hati berulam jantung", "meaning": "Mengalami kekecewaan atau kesedihan yang dalam karena perlakuan orang lain, tetapi dipendam sendiri tanpa diungkapkan.", "usage_example": "Sudah dua tahun ia makan hati berulam jantung tinggal serumah dengan mertua yang tak pernah menerimanya, tapi ia tetap diam.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 6, "proverb": "Kecil-kecil cabai rawit", "meaning": "Walaupun bertubuh kecil atau tampak sepele, orang itu memiliki keberanian, ketajaman, atau ketangguhan yang luar biasa. Ukuran tidak menentukan kualitas seseorang.", "usage_example": "Jangan remehkan dia hanya karena badannya mungil—kecil-kecil cabai rawit, berani melawan tiga orang sekaligus.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 104, "proverb": "Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna", "meaning": "Kita harus mempertimbangkan segala sesuatunya dengan matang sebelum bertindak, karena penyesalan yang muncul setelahnya sudah tidak dapat mengubah apa pun.", "usage_example": "Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna, jadi pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan berhenti kerja.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 34, "proverb": "Bagai cacing kepanasan", "meaning": "Sangat gelisah dan tidak bisa diam, seperti cacing yang kepanasan dan meronta-ronta mencari tempat teduh.", "usage_example": "Sejak mendengar kabar itu, ia mondar-mandir terus bagai cacing kepanasan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 78, "proverb": "Hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah", "meaning": "Setiap orang mendapat bagian yang adil sesuai dengan kapasitas atau kedudukannya masing-masing, tanpa ada yang merasa dirugikan atau dianaktirikan.", "usage_example": "Dalam pembagian warisan itu, keluarga sepakat bahwa hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah, sehingga semua pihak merasa puas.", "origin": "Minang", "type": "bidalan"}
{"id": 45, "proverb": "Bagai musang berbulu ayam", "meaning": "Orang yang berwatak jahat tetapi berpura-pura baik, atau penjahat yang menyamar agar dipercaya orang lain. Kemunafikan itu pada akhirnya akan terbongkar karena tabiat aslinya tetap tampak.", "usage_example": "Dia ramah dan sopan di depan kita, tapi sebenarnya bagai musang berbulu ayam; hati-hati saja jangan mudah percaya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 128, "proverb": "Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati", "meaning": "Kebaikan atau budi baik seseorang tidak akan pernah bisa terbalas sepenuhnya, bahkan sampai akhir hayat sekalipun, sehingga harus selalu dikenang dan dibalas semampu kita.", "usage_example": "Saat pamanku mengenang jasa gurunya, dia berkata, \"Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati,\" karena sampai sekarang dia tak pernah melupakan nasihat sang guru.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 46, "proverb": "Bagai orang buta kehilangan tongkat", "meaning": "Kehilangan satu-satunya sandaran atau penuntun, sehingga menjadi sangat bingung dan tidak berdaya.", "usage_example": "Setelah sekretaris lamanya pindah kerja, Pak Dirman bagai orang buta kehilangan tongkat dalam mengurus surat-surat pentingnya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 13, "proverb": "Tong kosong nyaring bunyinya", "meaning": "Orang yang banyak bicara atau sombong biasanya justru tidak memiliki ilmu atau kemampuan yang sepadan.", "usage_example": "Dia paling vokal di grup chat itu, padahal tong kosong nyaring bunyinya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 49, "proverb": "Bagai pahat dengan penukul", "meaning": "Ungkapan untuk dua hal atau orang yang saling melengkapi dan tidak terpisahkan, seperti pahat yang selalu bekerja bersama penukul.", "usage_example": "Mereka berdua bagai pahat dengan penukul, ke mana pun salah satu pergi yang lain pasti menyusul.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 12, "proverb": "Sambil menyelam minum air", "meaning": "Mengerjakan dua hal sekaligus dalam satu kesempatan sehingga mendapat dua manfaat sekaligus.", "usage_example": "Dia kerja sambil kuliah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui — sambil menyelam minum air.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 14, "proverb": "Ada asap ada api", "meaning": "Setiap tanda atau kabar yang muncul biasanya memang berasal dari suatu kejadian atau sebab yang nyata, jadi gosip umumnya tidak sepenuhnya tanpa dasar.", "usage_example": "Kalau sudah ramai dibicarakan orang, percayalah ada asap ada api—pasti ada sesuatu yang sebenarnya terjadi.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 127, "proverb": "Untung sabut timbul, untung batu tenggelam", "meaning": "Setiap orang membawa nasibnya sendiri; ada yang beruntung seperti sabut yang timbul, ada yang sial seperti batu yang tenggelam.", "usage_example": "Dalam setiap pertandingan, untung sabut timbul, untung batu tenggelam, jadi jangan terlalu kecewa kalau belum menang.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 98, "proverb": "Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri", "meaning": "Perbuatan buruk atau niat menjatuhkan orang lain akan berbalik merugikan diri sendiri, karena akibatnya justru menimpa pelakunya.", "usage_example": "Hati-hati kalau membuka aib orang, menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.", "origin": "Minang", "type": "bidalan"}
{"id": 123, "proverb": "Tangan mencencang, bahu memikul", "meaning": "Orang yang berbuat salah harus bertanggung jawab atas akibat perbuatannya sendiri.", "usage_example": "Kamu yang memulai masalah itu, sekarang tangan mencencang, bahu memikul, jangan menyeret orang lain.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 28, "proverb": "Bagai aur dengan tebing", "meaning": "Hubungan yang saling memberi manfaat dan saling menolong, seperti akar aur yang menahan tebing agar tidak longsor dan tebing yang menopang hidup aur.", "usage_example": "Dalam kerja bakti itu, warga saling bahu-membahu bagai aur dengan tebing sehingga semua pekerjaan cepat selesai.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 20, "proverb": "Air susu dibalas dengan air tuba", "meaning": "Kebaikan atau budi yang pernah diberikan dibalas dengan kejahatan atau perlakuan buruk. Menggambarkan orang yang tidak tahu membalas budi.", "usage_example": "Sudah dibantu biaya sekolah, dia malah memfitnah — air susu dibalas dengan air tuba.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 147, "proverb": "Silih asih, silih asah, silih asuh", "meaning": "Sikap saling menyayangi, saling mencerdaskan atau mengasah kemampuan, dan saling membimbing agar kehidupan bersama menjadi harmonis.", "usage_example": "Dalam kehidupan bermasyarakat, kita perlu menerapkan silih asih, silih asah, silih asuh agar tercipta kerukunan.", "origin": "Sunda", "type": "pameo"}
{"id": 44, "proverb": "Bagai mentimun dengan durian", "meaning": "Menggambarkan dua hal atau dua orang yang sangat timpang, yang satu lemah atau penakut dan yang lain kuat atau garang, sehingga tidak sebanding.", "usage_example": "Dalam perdebatan itu, suaranya bagai mentimun dengan durian saat melawan ketua yang keras kepala.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 143, "proverb": "Urip iku urup", "meaning": "Hidup itu harus memberi manfaat bagi sesama; tujuan hidup adalah menjadi berguna bagi orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri.", "usage_example": "Kakek selalu mengajarkan 'urip iku urup', maka dari itu ia gemar berbagi hasil panennya ke tetangga.", "origin": "Jawa", "type": "pameo"}
{"id": 41, "proverb": "Bagai lilin yang membakar diri", "meaning": "Seseorang yang berkorban demi kebaikan atau kepentingan orang lain, tanpa mengharapkan imbalan, bahkan sampai merugikan atau mengorbankan dirinya sendiri.", "usage_example": "Dia bekerja siang malam menghidupi adik-adiknya, bagai lilin yang membakar diri demi menerangi orang lain.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 2, "proverb": "Sedia payung sebelum hujan", "meaning": "Kita harus bersiap-siap atau mengantisipasi hal buruk sebelum hal itu benar-benar terjadi, agar tidak kerepotan di kemudian hari.", "usage_example": "Kamu harus menabung dari sekarang, sedia payung sebelum hujan, jangan sampai baru mencari uang saat sudah ditimpa musibah.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 72, "proverb": "Dunia tak selebar daun kelor", "meaning": "Jangan mengira dunia ini sempit; masih banyak peluang, tempat, dan pilihan lain di luar yang kita ketahui atau alami sekarang.", "usage_example": "Setelah gagal di perantauan, ia teringat bahwa dunia tak selebar daun kelor, lalu mencoba peruntungan di kota lain.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 115, "proverb": "Siapa menanam, dialah yang menuai", "meaning": "Setiap perbuatan akan mendatangkan akibatnya sendiri; siapa yang berbuat baik akan menuai kebaikan, siapa berbuat buruk akan menuai keburukan.", "usage_example": "Jangan iri pada keberhasilannya, ingatlah siapa menanam, dialah yang menuai — ia dulu bekerja keras.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 57, "proverb": "Berani karena benar, takut karena salah", "meaning": "Keberanian muncul ketika hati yakin berada di pihak yang benar, sedangkan rasa takut timbul karena sadar telah berbuat salah. Menekankan bahwa kebenaran memberi kekuatan, kesalahan membuat gentar.", "usage_example": "Dia berani karena benar, takut karena salah, makanya tenang saja saat diperiksa atas tuduhan itu.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 108, "proverb": "Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui", "meaning": "Satu usaha atau tindakan dapat menghasilkan beberapa manfaat sekaligus dalam satu waktu.", "usage_example": "Dengan mengambil rute yang sama untuk mengantar barang dan mengunjungi pelanggan, ia sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 51, "proverb": "Bagai pinang dibelah dua", "meaning": "Dua orang atau dua hal yang sangat mirip satu sama lain, seperti dua belahan buah pinang yang bentuknya sama persis.", "usage_example": "Kedua anak kembar itu bagai pinang dibelah dua, sulit untuk dibedakan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 151, "proverb": "Resopa temmangingngi, namalomo naletei pammase Dewata", "meaning": "Orang yang bekerja keras tanpa kenal lelah akan lebih mudah mendapat pertolongan dan rezeki dari Tuhan.", "usage_example": "Ia terus berusaha dagang dari pagi hingga malam, percaya bahwa resopa temmangingngi, namalomo naletei pammase Dewata.", "origin": "Bugis", "type": "pameo"}
{"id": 130, "proverb": "Adigang, adigung, adiguna", "meaning": "Sikap yang mengandalkan kelebihan diri sendiri, yaitu kekuatan, kedudukan, dan kepandaian, hingga menjadi sombong dan meremehkan orang lain.", "usage_example": "Jangan adigang, adigung, adiguna, nanti kamu dijauhi banyak orang.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 60, "proverb": "Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian", "meaning": "Hidup perlu pengorbanan dan kerja keras lebih dulu sebelum menikmati hasilnya; kesenangan yang didapat setelah melalui susah payah akan terasa lebih bermakna.", "usage_example": "Kamu harus bersabar belajar dulu, ingatlah bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 56, "proverb": "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian", "meaning": "Hidup perlu bersusah payah dahulu sebelum menikmati hasilnya; kerja keras akan menghantar pada kesuksesan.", "usage_example": "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, jadi jangan malas belajar sekarang supaya sukses nanti.", "origin": "Minang", "type": "bidalan"}
{"id": 24, "proverb": "Bagai air dengan minyak", "meaning": "Tidak dapat bersatu atau rukun karena memiliki perbedaan sifat yang bertolak belakang, seperti dua pihak yang selalu bertengkar atau tidak cocok.", "usage_example": "Mereka berdua bagai air dengan minyak, setiap kali bertemu pasti ribut.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 8, "proverb": "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung", "meaning": "Kita harus menyesuaikan diri dengan adat, budaya, dan kebiasaan setempat saat berada di lingkungan baru atau daerah orang lain.", "usage_example": "Setelah pindah ke Yogyakarta, ia belajar basa krama dan ikut tradisi setempat, ingat pepatah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 9, "proverb": "Bagai kacang lupa kulitnya", "meaning": "Seseorang yang melupakan asal-usul atau orang yang pernah membantunya setelah mencapai kesuksesan atau kedudukan lebih tinggi.", "usage_example": "Setelah sukses di ibu kota, ia bagai kacang lupa kulitnya, jarang pulang menjenguk orang tuanya.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 109, "proverb": "Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain", "meaning": "Pekerjaan atau usaha yang dilakukan sedikit demi sedikit secara konsisten akan membuahkan hasil yang besar jika terus dilanjutkan.", "usage_example": "Belajarnya cuma satu halaman setiap hari, tapi ingat pepatah sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 23, "proverb": "Anjing menggonggong, kafilah berlalu", "meaning": "Jangan hiraukan celaan, kritik, atau fitnah orang yang berusaha menghalangi kita; tetap lanjutkan perjalanan mencapai tujuan.", "usage_example": "Meski banyak kritik pedas di media sosial, kita harus berpegang pada prinsip: anjing menggonggong, kafilah berlalu.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 140, "proverb": "Sadumuk bathuk, sanyari bumi", "meaning": "Sesuatu yang menjadi hak atau milik kita, sekecil apa pun, harus tetap dipertahankan.", "usage_example": "Biarpun hanya sadumuk bathuk, sanyari bumi, tanah warisan itu tetap kami pertahankan.", "origin": "Jawa", "type": "bidalan"}
{"id": 27, "proverb": "Bagai api dalam sekam", "meaning": "Keadaan berbahaya yang tersembunyi di balik sesuatu yang tampak tenang; masalah atau kekuatan yang terpendam dan bisa meledak sewaktu-waktu.", "usage_example": "Hubungan mereka tampak baik, tapi sebenarnya bagai api dalam sekam—sedikit saja salah paham, pertengkaran besar bisa meletus.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 36, "proverb": "Bagai duri dalam daging", "meaning": "Sesuatu atau seseorang yang selalu mengganggu dan menyakitkan hati, namun sulit untuk dihilangkan atau disingkirkan.", "usage_example": "Keberadaan pengkhianat di tengah tim itu bagai duri dalam daging, selalu meresahkan tetapi tak mudah dikeluarkan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}
{"id": 58, "proverb": "Bermain air basah, bermain api lecur", "meaning": "Setiap perbuatan pasti membawa konsekuensi; siapa yang berani berbuat harus siap menerima akibatnya, baik buruk maupun baik.", "usage_example": "Jangan kaget kalau usaha itu rugi, sebab bermain air basah, bermain api lecur.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 63, "proverb": "Besar pasak daripada tiang", "meaning": "Pengeluaran lebih besar daripada pendapatan; hidup boros melebihi kemampuan. Biasanya dipakai untuk menyindir orang yang gaya hidupnya tidak seimbang dengan penghasilannya.", "usage_example": "Jangan besar pasak daripada tiang, kalau gajimu pas-pasan ya belanjanya jangan berlebihan.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 71, "proverb": "Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi", "meaning": "Semua orang diperlakukan sederajat, tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi kedudukannya dalam suatu pergaulan atau organisasi.", "usage_example": "Di komunitas kami, semua warga duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, jadi pendapat setiap orang selalu didengar.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 7, "proverb": "Air beriak tanda tak dalam", "meaning": "Orang yang banyak bicara atau riuh belum tentu berilmu; biasanya justru orang yang diam memiliki pengetahuan yang dalam. Peribahasa ini mengingatkan agar tidak menilai kemampuan seseorang dari banyaknya omongan.", "usage_example": "Dia terus membual di depan teman-temannya, padahal air beriak tanda tak dalam.", "origin": "umum Indonesia", "type": "bidalan"}
{"id": 29, "proverb": "Bagai ayam bertelur di padi", "meaning": "Sangat senang dan merasa aman karena hidup dalam keadaan serba berkecukupan atau berkelimpahan.", "usage_example": "Sejak menang lotre, hidupnya bagai ayam bertelur di padi, segala kebutuhannya tercukupi tanpa perlu bekerja keras.", "origin": "umum Indonesia", "type": "perumpamaan"}