id
int64
1
152
proverb
stringlengths
9
96
meaning
stringlengths
70
258
usage_example
stringlengths
66
183
origin
stringclasses
5 values
type
stringclasses
3 values
67
Buang yang keruh, ambil yang jernih
Meninggalkan hal-hal yang buruk dan memilih yang baik dalam mengambil keputusan atau menjalani hidup.
Setelah kegagalan itu, ia memutuskan buang yang keruh, ambil yang jernih, dan mulai fokus pada peluang baru.
umum Indonesia
bidalan
136
Memayu hayuning bawana
Memayu hayuning bawana berarti menjaga dan memperindah dunia atau alam semesta dengan tindakan baik demi kesejahteraan bersama. Intinya, manusia bertanggung jawab merawat kehidupan yang harmonis.
Dengan menanam pohon di lingkungan rumah, kita telah ikut memayu hayuning bawana.
Jawa
pameo
101
Nasi sudah menjadi bubur
Sesuatu yang sudah terlanjur terjadi tidak bisa diubah lagi, jadi menyesali hanya membuang waktu. Maknanya mengajak kita menerima keadaan dan melanjutkan hidup.
Dia terus meratapi keputusan yang sudah diambilnya, padahal nasi sudah menjadi bubur.
umum Indonesia
bidalan
119
Tak ada rotan, akar pun jadi
Jika barang atau hal yang diinginkan tidak tersedia, barang lain yang ada bisa dipakai sebagai pengganti; yang penting tujuan tercapai.
Tidak ada gula, tak apa pakai gula kelapa — tak ada rotan, akar pun jadi.
umum Indonesia
bidalan
75
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama
Orang yang semasa hidupnya berbuat baik akan dikenang nama dan jasanya setelah meninggal dunia.
Pak Lurah itu sangat dermawan, maka wajar jika kini ia dikenang warga; gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
umum Indonesia
bidalan
39
Bagai kucing dibawakan lidi
Seseorang yang terlihat sangat ketakutan atau ketakutan luar biasa, biasanya karena merasa bersalah atau takut dihukum, sehingga sikapnya menjadi cemas dan penuh waspada seperti kucing yang takut dipukul lidi.
Sejak ketahuan meminjam uang tanpa izin, ia bagai kucing dibawakan lidi setiap kali bertemu ibunya.
umum Indonesia
perumpamaan
19
Air pun ada pasang surutnya
Kehidupan selalu berubah-ubah; tidak selamanya berada dalam keadaan baik atau buruk. Kita harus siap menghadapi naik turunnya keadaan.
Jangan terlalu bersedih dengan kegagalan ini, ingatlah bahwa air pun ada pasang surutnya.
umum Indonesia
bidalan
31
Bagai belut pulang ke lumpur
Kembali ke tempat atau keadaan asal yang sudah biasa dan terasa nyaman, meskipun sebelumnya sempat berada di tempat yang lebih baik atau terhormat.
Sudah dua tahun bekerja di Jakarta, akhirnya dia pulang kampung dan bagai belut pulang ke lumpur saja hidupnya di desa.
umum Indonesia
perumpamaan
79
Hemat pangkal kaya
Orang yang hidup hemat dan tidak boros akan mampu menabung sehingga menjadi kaya.
Sejak mulai disiplin mencatat pengeluaran, ia percaya bahwa hemat pangkal kaya dan uangnya pun semakin bertambah.
umum Indonesia
bidalan
62
Besar kapal besar gelombang
Semakin besar tanggung jawab atau kedudukan seseorang, semakin besar pula cobaan dan tantangan yang harus dihadapinya.
Sebagai pimpinam perusahaan, ia sadar besar kapal besar gelombang, jadi ia tak gentar menghadapi tekanan bisnis yang datang silih berganti.
umum Indonesia
bidalan
103
Patah tumbuh, hilang berganti
Ketika sesuatu hilang atau rusak, akan selalu ada penggantinya; setiap kekalahan atau kehilangan membuka jalan bagi hal baru untuk tumbuh.
Jangan bersedih terlalu lama, karena patah tumbuh, hilang berganti; akan ada pemimpin baru yang lebih baik.
umum Indonesia
bidalan
90
Kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu
Orang yang berpura-pura tidak tahu atau tidak melihat sesuatu padahal sebenarnya ia mengetahuinya dengan jelas, biasanya untuk menghindari tanggung jawab atau keterlibatan.
Semua saksi melihat kejadian itu, tetapi ia kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu saat ditanya polisi.
umum Indonesia
perumpamaan
1
Bagai air di daun talas
Sifat seseorang yang mudah berubah-ubah atau tidak dapat dipercaya pendiriannya, seperti air yang mengalir di permukaan daun talas. Maknanya menggambarkan ketidakteguhan hati atau mudah terpengaruh.
Jangan terlalu percaya pada janjinya, orang itu bagai air di daun talas; kemarin setuju, hari ini sudah berubah pikiran.
umum Indonesia
perumpamaan
144
Witing tresna jalaran saka kulina
Cinta dapat tumbuh karena kebiasaan dan keakraban; semakin sering berinteraksi, semakin besar kemungkinan timbul rasa sayang.
Witing tresna jalaran saka kulina, makanya dia bisa jatuh cinta dengan teman sekantornya sendiri.
Jawa
bidalan
114
Siapa menabur angin, akan menuai badai
Setiap perbuatan buruk yang dilakukan akan berbuah akibat buruk pula, sebanding dengan apa yang telah ditaburkan.
Dulu dia suka menipu banyak orang, sekarang usahanya bangkrut—siapa menabur angin, akan menuai badai.
umum Indonesia
bidalan
43
Bagai menegakkan benang basah
Melakukan usaha yang sia-sia karena mustahil berhasil, seperti usaha menegakkan benang yang basah dan lemas.
Meyakinkan dia untuk berhenti berjudi itu bagai menegakkan benang basah, percuma saja.
umum Indonesia
perumpamaan
50
Bagai pelita kehabisan minyak
Keadaan yang kehilangan sumber kekuatan atau daya hidupnya, sehingga tinggal menunggu waktu berakhir atau padam.
Setelah suaminya jatuh sakit, usaha warung itu bagai pelita kehabisan minyak, pelan-pelan mulai meredup.
umum Indonesia
perumpamaan
121
Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan
Sesuatu yang tetap bertahan dan tidak berubah meskipun diuji oleh waktu dan berbagai keadaan; bersifat abadi dan tidak lekang oleh perkembangan zaman.
Nilai gotong royong itu tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan, tetap dijunjung masyarakat hingga kini.
umum Indonesia
bidalan
148
Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah
Adat istiadat harus berlandaskan hukum agama, dan hukum agama berlandaskan Al-Qur'an. Peribahasa ini menegaskan bahwa tradisi tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam.
Dalam musyawarah itu, kami selalu ingat adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah agar setiap keputusan adat tidak melanggar ajaran agama.
Minang
bidalan
88
Kalau tak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagonya
Segala sesuatu tidak akan didapat tanpa usaha dan kerja keras; untuk memperoleh hasil, kita harus berani melewati kesulitan dan pengorbanan.
Kalau kau ingin lulus ujian, kau harus belajar giat—kalau tak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagonya.
umum Indonesia
bidalan
3
Ada gula ada semut
Di mana ada keuntungan atau kesenangan, di situ banyak orang datang mengerubung demi kepentingan masing-masing.
Begitu kabar proyek besar menyebar, banyak kontraktor berdatangan — ada gula ada semut.
umum Indonesia
bidalan
125
Udang tak tahu akan bongkoknya
Seseorang yang berbuat salah atau memiliki kekurangan tetapi tidak menyadarinya, bahkan cenderung menyalahkan orang lain. Mengingatkan agar introspeksi diri sebelum menilai orang lain.
Dia terus mengejek temannya yang salah kostum, padahal udang tak tahu akan bongkoknya, bajunya sendiri juga tidak kalah aneh.
umum Indonesia
bidalan
54
Bagai telur di ujung tanduk
Keadaan yang sangat genting dan nyaris berbahaya, seperti telur yang akan pecah sewaktu-waktu jika tanduknya bergerak.
Kondisi keuangan perusahaan itu sekarang bagai telur di ujung tanduk, satu kesalahan kecil saja bisa membuat bangkrut.
umum Indonesia
perumpamaan
76
Genggam bara api, biar sampai jadi arang
Bersabar dan bertahan dalam menghadapi kesulitan atau penderitaan sampai tujuannya tercapai, walau harus menahan sakit dan ujian berat.
Walaupun bisnisnya sempat nyaris bangkrut, ia tetap genggam bara api biar sampai jadi arang, dan akhirnya usahanya berhasil bangkit.
umum Indonesia
bidalan
112
Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga
Siapa pun, betapapun pandai atau berpengalamannya, tetap bisa berbuat salah atau mengalami kegagalan suatu saat.
Jangan sombong dengan kemampuanmu, sebab sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga.
umum Indonesia
bidalan
55
Bagai tikus jatuh ke beras
Mendapat keadaan yang sangat menyenangkan dan menguntungkan, sehingga merasa betah dan senang sekali.
Setelah diterima kerja di perusahaan besar, ia bagai tikus jatuh ke beras.
umum Indonesia
perumpamaan
61
Bertepuk sebelah tangan, tak akan berbunyi
Suatu hal tidak akan berhasil atau berjalan baik jika hanya satu pihak yang menginginkan atau berusaha; diperlukan kerja sama dan hubungan timbal balik dari kedua belah pihak.
Sudah kucoba berbagai cara mendekatinya, tetapi dia tak pernah memberi respons—bertepuk sebelah tangan, tak akan berbunyi.
umum Indonesia
bidalan
4
Bagai pungguk merindukan bulan
Menginginkan atau mengharapkan sesuatu yang mustahil atau tidak mungkin tercapai, seperti burung pungguk yang merindukan bulan.
Dia tahu gadis itu sudah bertunangan, tapi dia tetap mengejarnya—bagai pungguk merindukan bulan.
umum Indonesia
perumpamaan
40
Bagai kuku dengan daging
Hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan, seperti kuku yang melekat pada daging.
Persahabatan mereka bagai kuku dengan daging, sulit diceraikan oleh siapa pun.
umum Indonesia
perumpamaan
137
Mikul dhuwur, mendhem jero
Menjunjung tinggi nama baik dan martabat orang tua, serta menyembunyikan keburukan atau kesalahan mereka agar tidak menjadi aib keluarga.
Sebagai anak, kita harus mikul dhuwur, mendhem jero supaya kehormatan orang tua tetap terjaga.
Jawa
bidalan
97
Masuk kandang kambing mengembek, masuk kandang kerbau menguak
Kita harus menyesuaikan diri dengan keadaan atau lingkungan tempat kita berada, mengikuti kebiasaan dan cara masyarakat setempat.
Waktu dinas di kampung, jangan bawa gaya kota terus — masuk kandang kambing mengembek, masuk kandang kerbau menguak.
umum Indonesia
bidalan
132
Alon-alon asal kelakon
Pelan-pelan asal sampai, lebih baik bekerja dengan hati-hati dan tekun meski lambat daripada terburu-buru tetapi gagal.
Dia mengerjakan skripsinya alon-alon asal kelakon, setiap hari menulis beberapa paragraf sampai akhirnya selesai.
Jawa
bidalan
52
Bagai piring retak
Hubungan atau keadaan yang tampak utuh dari luar, tetapi sebenarnya sudah rusak atau retak di dalamnya, misalnya rumah tangga yang sudah tidak harmonis.
Rumah tangga mereka bagai piring retak, tetap bersama hanya demi anak-anak.
umum Indonesia
perumpamaan
33
Bagai burung dalam sangkar
Seseorang yang hidupnya tercukupi dan terawat, tetapi kehilangan kebebasan untuk bertindak atau menentukan nasib sendiri.
Meskipun hidupnya serba berkecukupan, ia bagai burung dalam sangkar karena setiap langkahnya diatur oleh keluarganya.
umum Indonesia
perumpamaan
139
Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah
Kerukunan dan persatuan akan membawa kekuatan serta ketenteraman, sedangkan perselisihan hanya akan mendatangkan kehancuran. Karena itu, menjaga kebersamaan lebih utama daripada bertengkar.
Warga desa itu selalu mengingat pepatah rukun agawe santosa, crah agawe bubrah agar tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan pendapat.
Jawa
bidalan
15
Ada nyawa ada rezeki
Selama kita masih hidup, selalu ada jalan atau kesempatan untuk memperoleh rezeki dan penghidupan.
Meski baru saja dipecat, ia tetap tenang karena percaya ada nyawa ada rezeki.
umum Indonesia
bidalan
145
Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok
Sesuatu yang dilakukan terus-menerus meski sedikit demi sedikit, lama-kelamaan akan membuahkan hasil yang nyata. Kesabaran dan ketekunan pada akhirnya mengalahkan rintangan yang tampak keras.
Belajar bahasa asing sepuluh menit setiap hari itu seperti cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok — lama-lama lancar juga.
Sunda
bidalan
135
Manungsa mung ngunduh wohing pakarti
Manusia hanya akan menuai hasil dari perbuatannya sendiri; segala yang terjadi pada diri seseorang merupakan akibat dari tindakannya dahulu.
Jangan menyalahkan nasib, sebab manungsa mung ngunduh wohing pakarti — apa yang kamu alami sekarang adalah buah dari perbuatanmu sendiri.
Jawa
bidalan
64
Biar lambat asal selamat
Lebih baik melakukan sesuatu dengan pelan tetapi aman daripada cepat tetapi berisiko celaka atau gagal. Menekankan keselamatan dan kehati-hatian di atas kecepatan.
Meski harus menempuh jalan yang jauh, Biar lambat asal selamat, kami memilih naik bus daripada naik motor di tengah hujan deras.
umum Indonesia
bidalan
124
Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi
Sindiran untuk orang tua yang bertingkah tidak sesuai umur, seperti genit, nakal, atau berbuat seperti anak muda.
Meski sudah berusia tujuh puluh tahun, kakek itu masih suka menggoda tetangga — tua-tua keladi, makin tua makin menjadi.
umum Indonesia
bidalan
96
Malu bertanya, sesat di jalan
Orang yang enggan bertanya akan kesulitan atau membuat kesalahan karena tidak mendapat petunjuk yang benar.
Jangan malu bertanya kepada kakak kelas; malu bertanya, sesat di jalan.
umum Indonesia
bidalan
83
Ingat sebelum kena, hemat sebelum habis
Nasihat agar bersikap waspada dan berhemat sejak awal, jangan menunggu sampai masalah atau kekurangan terjadi baru bertindak.
Mulai sekarang ingat sebelum kena, hemat sebelum habis, supaya gajian bulan depan kita tidak kebingungan.
umum Indonesia
bidalan
70
Diberi hati, minta jantung
Diberi sesuatu yang berharga, tetapi masih tidak merasa puas dan meminta yang lebih besar atau berlebihan; menggambarkan orang yang tidak tahu berterima kasih.
Sudah diberi gaji naik, dia minta tunjangan lagi—diberi hati, minta jantung.
umum Indonesia
bidalan
86
Jauh panggang dari api
Sangat jauh dari kebenaran atau tidak sesuai sama sekali dengan kenyataan yang diharapkan, biasanya digunakan untuk menggambarkan dugaan atau ramalan yang meleset.
Dugaan saya tentang jawabannya ternyata jauh panggang dari api, karena kenyataannya justru sebaliknya.
umum Indonesia
bidalan
106
Rambut sama hitam, hati lain-lain
Penampilan orang boleh sama atau mirip, tetapi isi hati dan pikiran setiap orang berbeda-beda, sehingga kita tidak boleh menilai orang hanya dari luarnya.
Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal—rambut sama hitam, hati lain-lain.
umum Indonesia
bidalan
95
Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih
Nasib buruk atau keberuntungan datang di luar kendali manusia, sehingga orang harus menerima apa pun yang terjadi.
Meski sudah berusaha keras, ia akhirnya pasrah karena memang malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.
umum Indonesia
bidalan
17
Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga
Sifat atau perilaku anak cenderung menurun dari orang tuanya; apa yang dilakukan orang tua biasanya diikuti oleh anaknya.
Anak petani itu sejak kecil sudah pandai menggarap sawah, air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga.
Minang
bidalan
77
Guru kencing berdiri, murid kencing berlari
Perbuatan atau contoh dari seorang pemimpin, guru, atau orang tua akan ditiru oleh orang yang berada di bawahnya, bahkan sering kali dilakukan secara lebih berlebihan.
Sejak kepala sekolahnya sering datang terlambat, para siswanya makin sering membolos—guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
umum Indonesia
bidalan
66
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya
Sifat, perilaku, atau kebiasaan anak biasanya meniru orang tuanya, seperti buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Dia memang pemalu seperti ayahnya, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
umum Indonesia
bidalan
53
Bagai sayur tanpa garam
Sesuatu yang terasa hambar, kurang semangat, atau tidak menarik karena kehilangan unsur yang membuatnya hidup.
Pesta itu bagai sayur tanpa garam karena tidak ada hiburan musiknya.
umum Indonesia
perumpamaan
149
Alam takambang jadi guru
Alam beserta segala isinya dapat dijadikan sumber pembelajaran dan teladan bagi manusia dalam menjalani kehidupan.
Sebagai orang Minang, ayah selalu mengajarkan bahwa alam takambang jadi guru, jadi kami belajar dari lingkungan sekitar.
Minang
bidalan
122
Takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah ia
Sesuatu yang sudah pasti menjadi milik atau takdir kita tidak akan hilang, jadi tidak perlu khawatir atau terburu-buru mengejarnya. Sabar menanti, pada waktunya hal itu akan tampak juga.
Jangan khawatir kalau jawabannya belum datang, takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah ia—kalau memang jodoh pasti akan bertemu.
Minang
bidalan
68
Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah
Lebih baik mati dengan terhormat daripada hidup dalam keadaan hina dan penuh kehinaan. Peribahasa ini menekankan harga diri dan kehormatan di atas segalanya.
Sang panglima memilih mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai, menyerah kalah kepada musuh.
Minang
bidalan
131
Aja dumeh
Jangan mentang-mentang atau jangan merasa lebih dari yang sebenarnya; nasihat agar tidak sombong dan tidak memanfaatkan kekuasaan atau keadaan untuk seenaknya.
Aja dumeh, kamu masih muda dan sehat, tetap jaga sopan santun kepada orang yang lebih tua.
Jawa
bidalan
73
Esa hilang dua terbilang
Kehilangan satu hal tidak akan membuat seseorang putus asa karena masih ada pengganti atau alternatif lain yang dapat diandalkan.
Walaupun satu usahanya gagal, esa hilang dua terbilang, masih banyak peluang lain yang bisa dicoba.
umum Indonesia
bidalan
100
Mulut manis mematahkan tulang
Kata-kata manis atau bujukan halus mampu meluluhkan hati seseorang yang keras kepala, sehingga ia mau menurut atau mengalah.
Walau awalnya menolak, akhirnya kepala desa setuju juga menandatangani izin itu; benar kata orang, mulut manis mematahkan tulang.
umum Indonesia
bidalan
133
Becik ketitik, ala ketara
Perbuatan baik maupun buruk pasti akan terlihat atau diketahui hasilnya pada akhirnya, tidak ada yang bisa disembunyikan selamanya.
Jangan berbuat curang, sebab becik ketitik, ala ketara — cepat atau lambat perbuatanmu akan ketahuan juga.
Jawa
bidalan
37
Bagai itik pulang petang
Orang yang bergegas pulang atau kembali ke tempat asalnya karena sudah tiba waktunya atau karena ada kepentingan di rumah, sehingga tidak lagi berlama-lama di luar. Biasanya menggambarkan keinginan kuat untuk segera sampai di rumah.
Begitu jam kantor selesai, Doni langsung pamit dan melaju cepat, bagai itik pulang petang, karena istrinya sudah menunggu di rumah.
umum Indonesia
perumpamaan
93
Lidah tak bertulang
Perkataan memang mudah diucapkan, tetapi sulit ditarik kembali. Karena itu, orang yang bicara seenaknya tanpa berpikir bisa melukai orang lain dan menyesal kemudian.
Ibu selalu mengingatkan, lidah tak bertulang, jadi pikir dulu sebelum bicara.
umum Indonesia
bidalan
120
Tak kenal maka tak sayang
Seseorang baru bisa menyukai atau mencintai sesuatu setelah mengenalnya lebih dekat; keakraban menumbuhkan rasa sayang.
Awalnya saya tidak suka tinggal di kota kecil, tapi tak kenal maka tak sayang—sekarang kota ini terasa seperti rumah.
umum Indonesia
bidalan
65
Biar putih tulang, jangan putih mata
Lebih baik mati daripada menanggung malu atau kehinaan; harga diri dan kehormatan dijaga sampai titik darah penghabisan.
Ketika ditawari menyerah, sang kapten menjawab dengan lantang, biar putih tulang, jangan putih mata.
Jawa
bidalan
18
Air diminum terasa duri, nasi dimakan terasa sekam
Ketika hati sedang susah atau sedih, segala sesuatu yang seharusnya nikmat terasa tidak enak dan serba salah.
Sejak usahanya bangkrut, air diminum terasa duri, nasi dimakan terasa sekam; semua yang ia lakukan tak lagi terasa menyenangkan.
umum Indonesia
bidalan
26
Bagai anjing dengan kucing
Tidak pernah rukun, selalu bertengkar atau berselisih ketika bertemu; menggambarkan dua pihak yang tidak bisa akur.
Kakak beradik itu bagai anjing dengan kucing, setiap bertemu selalu cekcok.
umum Indonesia
perumpamaan
129
Zaman beralih, musim bertukar
Segala sesuatu pasti berubah seiring waktu; keadaan yang berlaku sekarang belum tentu berlaku di masa depan. Mengingatkan agar kita tidak terpaku pada cara lama dan mau menyesuaikan diri.
Zaman beralih, musim bertukar, cara berdagang yang dulu jitu belum tentu berhasil sekarang.
umum Indonesia
bidalan
5
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
Segala suka dan duka ditanggung bersama-sama; kebersamaan dalam menjalani hidup, baik saat senang maupun susah.
Selama ini mereka menjalani rumah tangga dengan berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, sehingga masalah sepaham apa pun selalu bisa diselesaikan.
umum Indonesia
bidalan
89
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Satu kesalahan atau cacat kecil dapat merusak keseluruhan hal yang sudah baik, seperti setitik nila yang mengotori susu sebelanga. Karena itu, tindakan buruk sekecil apa pun bisa mencoreng nama baik.
Ibu selalu berpesan, 'Karena nila setitik, rusak susu sebelanga,' jadi jangan sekali-sekali berbuat curang.
umum Indonesia
bidalan
141
Sepi ing pamrih, rame ing gawe
Bekerja dengan giat dan sungguh-sungguh tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih pribadi; lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan sendiri.
Seorang pemimpin sejati harus sepi ing pamrih, rame ing gawe, bekerja keras untuk rakyat tanpa mengharapkan balasan.
Jawa
bidalan
42
Bagai makan buah simalakama
Situasi sulit ketika setiap pilihan yang diambil sama-sama membawa kerugian atau risiko, sehingga tidak ada pilihan yang menguntungkan.
Dia bagai makan buah simalakama: mau jujur kehilangan kepercayaan teman, mau diam hatinya tidak tenang.
umum Indonesia
perumpamaan
152
Sipakatau, sipakainge, sipakalebbi
Sipakatau, sipakainge, sipakalebbi adalah pameo Bugis tentang saling memanusiakan, saling mengingatkan, dan saling menghargai/memuliakan sesama. Prinsip ini mengajarkan agar manusia hidup rukun dengan menjunjung martabat dan saling menasihati dalam kebaikan.
Dalam pergaulan sehari-hari, mari kita terapkan sipakatau, sipakainge, sipakalebbi agar tetap rukun dan saling menghargai.
Bugis
pameo
113
Setali tiga uang
Sama saja, tidak ada bedanya; dua hal atau pilihan yang nilainya sama.
Bagi dia, bekerja di kantor atau berjualan di pasar setali tiga uang, yang penting halal.
umum Indonesia
bidalan
87
Kalah jadi abu, menang jadi arang
Dalam suatu pertengkaran atau perselisihan, tidak ada pihak yang benar-benar menang; kedua belah pihak sama-sama menderita rugi.
Percuma saja mereka berseteru memperebutkan tanah itu, kalah jadi abu, menang jadi arang.
umum Indonesia
bidalan
138
Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake
Memperjuangkan sesuatu tanpa mengerahkan banyak kekuatan atau pengikut, dan meraih kemenangan tanpa merendahkan atau mempermalukan pihak lawan. Artinya: menang secara terhormat dengan cara yang santun dan tidak meremehkan orang lain.
Dalam musyawarah itu ia menerapkan nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake sehingga semua pihak menerima hasilnya tanpa merasa dikalahkan.
Jawa
bidalan
84
Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa
Semakin banyak pengalaman hidup yang dijalani, semakin banyak pula pengetahuan dan pelajaran berharga yang diperoleh.
Setelah lima tahun merantau ke kota, ia semakin bijak—jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa.
umum Indonesia
bidalan
32
Bagai bumi dengan langit
Sangat jauh perbedaannya atau bertolak belakang, tidak ada persamaannya sama sekali. Biasanya dipakai untuk membandingkan dua hal yang tingkatannya tidak seimbang.
Kemampuan menulisnya bagai bumi dengan langit jika dibandingkan dengan penulis senior itu.
umum Indonesia
perumpamaan
107
Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya
Sekali saja seseorang berbuat curang, kepercayaan orang terhadapnya akan hilang untuk waktu yang lama, bahkan seumur hidup.
Setelah ketahuan mencontek waktu ujian, ia pun merasakan bahwa sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.
umum Indonesia
bidalan
22
Alah bisa karena biasa
Segala kesulitan akan terasa mudah jika sudah terbiasa mengerjakannya, karena kebiasaan menjadikan kemampuan.
Jangan menyerah dulu, alah bisa karena biasa—lama-lama kamu pasti mahir juga.
umum Indonesia
bidalan
10
Seperti katak dalam tempurung
Orang yang wawasan atau pengetahuannya sangat sempit sehingga menganggap hanya dunianya sendiri yang benar dan luas.
Jangan hidup seperti katak dalam tempurung, banyak belajar dan bertualanglah supaya wawasanmu terbuka.
umum Indonesia
perumpamaan
35
Bagai dakwat dengan kertas
Sangat cocok dan serasi sehingga sulit dipisahkan, seperti tinta yang melekat pada kertas.
Pasangan itu bagai dakwat dengan kertas, ke mana pun pergi selalu bersama.
umum Indonesia
perumpamaan
146
Sacangreud pageuh, sacolek pangkek
Pegang erat apa yang sudah dipegang dan ikat kuat apa yang sudah diikat; artinya setiap janji atau keputusan harus dipegang teguh dan dilaksanakan dengan konsisten.
Kalau sudah berjanji, kita harus sacangreud pageuh, sacolek pangkek supaya tidak mudah goyah.
Sunda
bidalan
116
Sikit-sikit lama-lama jadi bukit
Usaha kecil yang dilakukan terus-menerus lama-kelamaan akan membuahkan hasil yang besar. Mengajarkan agar tidak meremehkan kemajuan kecil karena akumulasinya bisa menjadi sesuatu yang besar.
Daripada langsung menabung besar, sikit-sikit lama-lama jadi bukit, asal kamu rutin setiap bulan.
umum Indonesia
bidalan
48
Bagai pagar makan tanaman
Menggambarkan orang yang dipercaya untuk menjaga atau melindungi sesuatu, tetapi justru merusak atau mengambil keuntungan dari apa yang seharusnya ia jaga.
Ketua karang taruna yang menggelapkan dana kas itu bagai pagar makan tanaman, bukannya melindungi warganya malah merugikan mereka.
umum Indonesia
perumpamaan
21
Air tenang menghanyutkan
Orang yang tampak tenang atau pendiam belum tentu tidak berbahaya; bisa saja menyimpan kemampuan, niat, atau tindakan besar yang tak terduga.
Dia jarang bicara di rapat, tapi ingat, air tenang menghanyutkan — usulannya paling tajam.
umum Indonesia
bidalan
99
Menggali lubang, menutup lubang
Berutang untuk membayar utang lain, sehingga masalah keuangan tidak selesai dan terus berlanjut.
Daripada menggali lubang menutup lubang, lebih baik ia menabung sedikit demi sedikit.
umum Indonesia
bidalan
82
Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri
Sebagaimana hebatnya kehidupan di negeri orang, tetap lebih baik tinggal di negeri sendiri karena tidak ada yang mengalahkan rasa nyaman dan tentram di tanah air.
Meski ditawari kerja dengan gaji besar di luar negeri, ia menolak karena baginya hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri.
umum Indonesia
bidalan
134
Jer basuki mawa beya
Untuk mencapai keberhasilan atau kemakmuran, diperlukan usaha, biaya, dan pengorbanan. Tidak ada hasil yang diperoleh tanpa mengeluarkan sesuatu.
Jer basuki mawa beya, jadi kalau ingin usaha maju ya harus berani mengeluarkan modal, tenaga, dan pikiran.
Jawa
bidalan
126
Ular menyusur akar, tidak akan hilang bisanya
Orang yang sudah ahli atau berwatak mulia tidak akan kehilangan keahlian atau sifat baiknya meskipun berada dalam keadaan yang sederhana atau sulit.
Meskipun sudah pensiun dan tinggal di desa, ia masih sering dimintai pendapat—ular menyusur akar, tidak akan hilang bisanya.
umum Indonesia
bidalan
105
Rajin pangkal pandai
Kerajinan merupakan pangkal atau dasar untuk menjadi pandai; orang yang tekun berlatih dan belajar akan memperoleh kepandaian.
Kamu tidak perlu khawatir jika belum pintar, karena rajin pangkal pandai asal kamu mau terus berusaha.
umum Indonesia
bidalan
117
Sudah jatuh tertimpa tangga
Seseorang yang sedang kesusahan, lalu mendapat kesusahan lagi; nasib buruk yang datang berturut-turut.
Baru saja Dompetnya hilang, motornya rusak lagi — sudah jatuh tertimpa tangga.
umum Indonesia
bidalan
92
Lepas dari mulut harimau, jatuh ke mulut buaya
Terlepas dari satu bahaya besar, lalu langsung menghadapi bahaya besar lainnya yang sama besarnya.
Baru saja kabur dari perusahaan yang bangkrut, dia malah ditipu perusahaan baru—benar-benar lepas dari mulut harimau, jatuh ke mulut buaya.
umum Indonesia
bidalan
111
Sepandai-pandai bangkai dibuang, baunya tercium juga
Keburukan atau kesalahan yang ditutup-tutupi sebaik apa pun pada akhirnya akan tetap ketahuan oleh orang lain.
Sepandai-pandai bangkai dibuang, baunya tercium juga—meski rapat menyembunyikan kecurangannya, rekan kantor tetap mengetahuinya.
umum Indonesia
bidalan
102
Panas setahun dihapuskan hujan sehari
Kebaikan atau perbuatan baik yang dilakukan di akhir dapat menghapus kesalahan-kesalahan sebelumnya, meskipun kesalahan itu sudah berlangsung lama. Maknanya, satu perbuatan baik bisa melupakan banyak keburukan yang pernah terjadi.
Walaupun sudah bertahun-tahun bermusuhan, pertolongannya tadi terasa seperti panas setahun dihapuskan hujan sehari.
umum Indonesia
bidalan
30
Bagai batu jatuh ke lubuk
Seseorang yang pergi atau menghilang tanpa meninggalkan kabar sama sekali, seperti batu yang jatuh ke lubuk yang dalam lalu tenggelam dan tidak terdengar lagi.
Sejak pindah ke luar negeri sepuluh tahun lalu, ia bagai batu jatuh ke lubuk, tak pernah sekalipun memberi kabar.
umum Indonesia
perumpamaan
85
Jauh di mata, dekat di hati
Meskipun terpisah jarak dan jarang bertemu, rasa sayang atau hubungan batin tetap erat dan tidak berubah.
Walau sudah dua tahun merantau, jauh di mata dekat di hati, aku selalu merasakan kehangatan keluarga di kampung.
umum Indonesia
bidalan
110
Selama hayat masih dikandung badan
Selama seseorang masih hidup, ia hendaknya terus berusaha atau berbakti; sepanjang hayat masih dikandung badan, kesempatan untuk berbuat masih ada.
Selama hayat masih dikandung badan, saya akan terus berjuang untuk keluarga.
umum Indonesia
bidalan
142
Suro diro joyo diningrat, lebur dening pangastuti
Segala kekuatan, kekuasaan, dan kejayaan duniawi dapat dikalahkan oleh kebaikan hati dan kasih sayang.
Meski ia orang paling berpengaruh di kota itu, ia belajar bahwa suro diro joyo diningrat, lebur dening pangastuti ketika melihat kebaikan sederhana seorang ibu mengalahkan permusuhan.
Jawa
bidalan
91
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya
Setiap tempat atau daerah memiliki adat, kebiasaan, dan keadaan yang berbeda-beda sehingga tidak bisa disamakan begitu saja. Maknanya mengajak kita untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat.
Kalau mau tinggal di kampung orang, ingatlah bahwa lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, jadi jangan memaksakan kebiasaanmu.
umum Indonesia
bidalan
25
Bagai anak ayam kehilangan induknya
Keadaan seseorang atau sekelompok orang yang kebingungan, panik, dan tidak berdaya karena kehilangan pemimpin, pelindung, atau orang yang selama ini menjadi tempat bergantung.
Sejak atasan lama mereka dipindahkan, tim itu bagai anak ayam kehilangan induknya.
umum Indonesia
perumpamaan
74
Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, kuman di seberang lautan kelihatan
Orang cenderung mudah melihat kesalahan orang lain sampai yang sekecil apa pun, tetapi tidak menyadari kesalahan besar pada dirinya sendiri.
Dia sibuk mengomeli rekannya yang terlambat lima menit, padahal dia sendiri sering bolos; gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, kuman di seberang lautan kelihatan.
umum Indonesia
bidalan
47
Bagai orang mengantuk disorongkan bantal
Mendapat pertolongan atau sesuatu yang sangat dibutuhkan tepat pada saat yang paling memerlukannya, sehingga terasa sangat pas dan melegakan.
Saat saya sedang kebingungan mencari modal, tawaran kerja sama itu datang — bagai orang mengantuk disorongkan bantal.
umum Indonesia
perumpamaan
80
Hidup segan, mati tak mau
Keadaan hidup yang sangat menderita atau tertekan sehingga merasa tidak bersemangat menjalani hidup, tetapi tidak juga berani atau rela untuk mati.
Sejak gagal usahanya, ia hidup segan, mati tak mau, hanya berdiam diri tanpa tahu arah.
umum Indonesia
bidalan