adyoi commited on
Commit
2576455
·
verified ·
1 Parent(s): f0d34ed

Upload sample.txt with huggingface_hub

Browse files
Files changed (1) hide show
  1. sample.txt +50 -0
sample.txt ADDED
@@ -0,0 +1,50 @@
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
1
+ Indigo adalah model bahasa kecil yang dibangun dari nol.
2
+ Model ini dilatih dengan PyTorch murni tanpa pustaka tambahan.
3
+ Arsitektur Indigo berupa transformer decoder sederhana.
4
+ Setiap blok transformer memuat perhatian kausal dan jaringan saraf.
5
+ Perhatian kausal membuat model hanya melihat token masa lalu.
6
+ Token masa lalu dipakai untuk memprediksi token berikutnya.
7
+ Prediksi token berikutnya adalah inti dari pemodelan bahasa.
8
+ Pemodelan bahasa bisa dipakai untuk membuat teks baru.
9
+ Teks baru dihasilkan token demi token secara berurutan.
10
+ Urutan token ditentukan oleh distribusi probabilitas model.
11
+ Probabilitas model dipelajari dari data latih.
12
+ Data latih berupa kumpulan teks biasa dalam berkas txt.
13
+ Berkas teks dibaca lalu diubah menjadi deret angka.
14
+ Deret angka tersebut menjadi masukan bagi jaringan saraf.
15
+ Jaringan saraf belajar dengan menurunkan fungsi kerugian.
16
+ Fungsi kerugian dihitung menggunakan cross entropy.
17
+ Cross entropy mengukur selisih prediksi dengan jawaban sebenarnya.
18
+ Jawaban sebenarnya adalah token yang muncul pada data asli.
19
+ Data asli dibagi menjadi data latih dan data validasi.
20
+ Data validasi dipakai untuk memantau kemajuan pelatihan.
21
+ Pelatihan berjalan selama ribuan langkah kecil.
22
+ Setiap langkah memperbarui bobot model sedikit demi sedikit.
23
+ Bobot model diperbarui oleh optimizer AdamW.
24
+ Optimizer menurunkan kerugian dengan gradien turun.
25
+ Gradien dihitung lewat propagasi balik otomatis dari PyTorch.
26
+ Propagasi balik meneruskan kesalahan ke setiap lapisan.
27
+ Lapisan pertama adalah lapisan penyematan token.
28
+ Penyematan token mengubah angka menjadi vektor padat.
29
+ Vektor padat digabung dengan penyematan posisi.
30
+ Penyematan posisi memberi tahu urutan kata dalam kalimat.
31
+ Kalimat panjang dipotong menjadi jendela tetap.
32
+ Jendela tetap disebut block size atau konteks.
33
+ Konteks dibatasi agar perhatian tetap efisien.
34
+ Perhatian menghitung hubungan antar token dalam konteks.
35
+ Hubungan antar token membentuk pemahaman sederhana.
36
+ Pemahaman ini tumbuh seiring bertambahnya langkah latih.
37
+ Langkah latih dicatat beserta nilai kerugiannya.
38
+ Nilai kerugian yang menurun menandakan model belajar.
39
+ Model yang sudah belajar bisa menyimpan checkpoint.
40
+ Checkpoint berisi bobot, konfigurasi, dan kosakata.
41
+ Kosakata Indigo berupa karakter unik dari data.
42
+ Tokenizer karakter mengubah huruf menjadi angka sederhana.
43
+ Angka sederhana mudah dipahami tanpa pustaka eksternal.
44
+ Tanpa pustaka eksternal proyek tetap ringan dan jelas.
45
+ Proyek ringan cocok untuk belajar dari dasar.
46
+ Dasar yang kuat memudahkan eksperimen lanjutan.
47
+ Eksperimen bisa berupa penambahan lapisan atau kepala perhatian.
48
+ Kepala perhatian tambahan menangkap pola yang lebih beragam.
49
+ Pola beragam menghasilkan teks yang lebih koheren.
50
+ Teks koheren adalah tujuan akhir dari pelatihan ini.