syntag / abstrak /testing.jsonl
dindanurdz's picture
Upload folder using huggingface_hub
e720239 verified
Raw
History Blame Contribute Delete
68.2 kB
{"id": 16, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Analisis Performa Sepeda Motor Sport 155cc 2 Tak dengan Beragam Jenis Bahan Bakar\nPerkembangan teknologi otomotif roda dua terus meningkat, termasuk dalam efisiensi bahan bakar, performa mesin, dan emisi gas buang. Salah satu faktor yang memengaruhi performa adalah jenis bahan bakar. Penelitian ini menguji pengaruh nilai oktan bahan bakar terhadap torsi dan daya mesin sepeda motor sport 155cc 2-tak pada putaran 3500–8000 rpm. Tiga jenis bahan bakar diuji: Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertalite. Hasil menunjukkan torsi maksimum terjadi pada 6000 rpm dengan nilai 11,3 Nm (Pertamax), 11,8 Nm (Pertamax Turbo), dan 11,6 Nm (Pertalite). Daya maksimum dicapai pada 8000 rpm dengan nilai 8,2 kW (Pertamax), 8,6 kW (Pertamax Turbo), dan 8,3 kW (Pertalite). Selain nilai oktan, rasio kompresi dan kecepatan putaran mesin juga memengaruhi fluktuasi torsi dan daya.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2, :Hasil_Penelitian_3, :Hasil_Penelitian_4 .\n:Penelitian :mengujiPengaruh :Nilai_Oktan .\n:Penelitian :menggunakanObjek :Sepeda_Motor_Sport_155cc_2-tak .\n:Perkembangan_Teknologi_Otomatif_Roda_Dua :mengalami :Peningkatan .\n:Perkembangan_Teknologi_Otomotif_Roda_Dua :mencakup :Efisiensi_Bahan_Bakar, :Emisi_Gas_Buang, :Performa_Mesin .\n:Jenis_Bahan_Bakar :memengaruhi :Performa_Mesin .\n:Jenis_Bahan_Bakar :terdiriDari :Pertalite, :Pertamax, :Pertamax_Turbo .\n:Nilai_Oktan :memengaruhi :Daya_Mesin, :Torsi .\n:Torsi :pada :Putaran_Mesin_3500-8000_Rpm .\n:Daya_Mesin :pada :Putaran_Mesin_3500-8000_Rpm .\n:Torsi_Maksimum :adalah :Torsi .\n:Torsi_Maksimum :pada :Putaran_Mesin_6000_Rpm .\n:Pertamax :dengan :Nilai_113_Nm, :Nilai_82_Kw .\n:Pertamax_Turbo :dengan :Nilai_118_Nm, :Nilai_86_Kw .\n:Pertalite :dengan :Nilai_116_Nm, :Nilai_83_Kw .\n:Daya_Maksimum :adalah :Daya .\n:Daya_Maksimum :pada :Putaran_Mesin_8000_Rpm .\n:Rasio_Kompresi :memengaruhi :Daya_Mesin, :Torsi .\n:Kecepatan_Putaran_Mesin :memengaruhi :Daya_Mesin, :Torsi .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Mencari tahu sejauh mana pengaruh perbedaan nilai oktan pada berbagai jenis bahan bakar terhadap fluktuasi torsi dan daya mesin pada sepeda motor sport 155cc 2-tak.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Teknik Mesin / Otomotif\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Eksperimen/Pengujian mesin dengan membandingkan tiga jenis bahan bakar pada rentang putaran mesin 3500–8000 rpm.\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Data primer hasil pengujian pada sepeda motor sport 155cc 2-tak menggunakan bahan bakar Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertalite.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Torsi maksimum pada semua jenis bahan bakar terjadi pada putaran 6000 rpm, dengan nilai tertinggi dicapai oleh Pertamax Turbo (11,8 Nm), diikuti Pertalite (11,6 Nm), dan Pertamax (11,3 Nm).\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Daya maksimum pada semua jenis bahan bakar dicapai pada putaran 8000 rpm, dengan nilai tertinggi pada Pertamax Turbo (8,6 kW), diikuti Pertalite (8,3 kW), dan Pertamax (8,2 kW).\" .\n\n:Hasil_Penelitian_3 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Nilai oktan, rasio kompresi, dan kecepatan putaran mesin secara bersama-sama memengaruhi fluktuasi torsi dan daya yang dihasilkan mesin.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_4 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Secara keseluruhan, Pertamax Turbo memberikan performa torsi dan daya yang lebih tinggi dibandingkan Pertamax dan Pertalite pada pengujian ini.\" .\n"}
{"id": 17, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Analisis Parameter Orbit Bintang di Dekat Lubang Hitam SgrA* dan Implikasinya dalam Astronomi\nPenelitian ini menjelaskan parameter-parameter orbit bintang yang mengelilingi lubang hitam di galaksi SgrA*. Data dari penelitian sebelumnya digunakan untuk menghitung rata-rata dan akurasi pengukuran parameter-parameter seperti jarak, eksentrisitas, kemiringan orbit, dan periode orbit. Selain itu, parameter orbit bintang lainnya juga dicatat, yang memberikan wawasan lebih lanjut tentang dinamika galaksi SgrA*. Hasil perhitungan teoretis menunjukkan variasi yang signifikan dalam parameter-parameter ini, mengenrich pemahaman kita tentang bintang-bintang yang berinteraksi dengan lubang hitam. Penemuan ini memberikan kontribusi berharga dalam ilmu astronomi dan fisika bintang, mengisi celah penelitian sebelumnya, dan membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut. Kesimpulannya, penelitian ini menggambarkan keragaman dalam sifat fisik dan dinamika bintang-bintang yang mengorbit lubang hitam, mendalamkan pemahaman kita tentang fenomena di sekitar lubang hitam.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menjelaskan :Parameter_Orbit_Bintang .\n:Penelitian :menggunakan :Data_Dari_Penelitian_Sebelumnya .\n:Penelitian :memberikanKontribusiPada :Astronomi, :Fisika_Bintang .\n:Penelitian :menggambarkanKeragaman :Dinamika_Galaksi_Sgra, :Sifat_Fisik .\n:Bintang :mengelilingi :Lubang_Hitam .\n:Bintang :berinteraksiDengan :Lubang_Hitam .\n:Lubang_Hitam :beradaDi :Galaksi_Sgra .\n:Data_Dari_Penelitian_Sebelumnya :digunakanUntukMenghitung :Akurasi_Pengukuran .\n:Parameter_Orbit_Bintang :memberikanWawasanTentang :Dinamika_Galaksi_Sgra .\n:Perhitungan_Teoretis :menunjukkanVariasiPada :Parameter_Orbit_Bintang .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Perlunya penjelasan mendalam mengenai parameter orbit bintang yang mengelilingi lubang hitam di SgrA serta pengisian celah penelitian sebelumnya untuk memahami dinamika dan interaksi benda langit di sekitar lubang hitam tersebut.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Astronomi / Fisika Bintang (Astrofisika)\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Perhitungan teoretis (menghitung rata-rata dan akurasi pengukuran berdasarkan data dari penelitian sebelumnya).\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Data dari penelitian sebelumnya (mencakup parameter jarak, eksentrisitas, kemiringan orbit, dan periode orbit).\" .\n"}
{"id": 18, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Perancangan Desain Digital Fotografi Produk Sebagai Media Promosi Pada UMKM Peyek Kriuk Mak Koles Untuk Meningkatkan Daya Tarik Konsumen\nPerkembangan teknologi digital mendorong UMKM untuk memanfaatkan media online dalam memasarkan produk. Salah satu strategi efektif adalah penggunaan foto produk berkualitas tinggi yang mampu menarik perhatian, membangun kepercayaan, dan memperkuat citra merek. UMKM Peyek Kriuk Mak Koles menghadapi kendala visualisasi produk yang kurang optimal di media digital, sehingga daya saingnya menurun. Penelitian ini bertujuan merancang strategi fotografi produk yang mampu meningkatkan daya tarik visual dan mendukungpromosi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, studi literatur, serta proses perancangan visual mulai dari pra-produksi hingga pasca-produksi. Hasil menunjukkan bahwa foto produk yang dirancangsecara profesional dapat meningkatkan daya tarik visual, memperkuat identitas merek, dan mendorong minat beli konsumen. Strategi ini terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan citra dan daya saing produk di tengah persaingan pasar digital.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2 .\n:Penelitian :bertujuanMerancang :Strategi_Fotografi_Produk .\n:Penelitian :menggunakan :Pendekatan_Kualitatif_Deskriptif .\n:Teknologi_Digital :mendorong :Umkm .\n:Umkm :memanfaatkan :Media_Online .\n:Media_Online :dalam :Memasarkan_Produk .\n:Memasarkan_Produk :menggunakan :Strategi_Pemasaran_Produk .\n:Strategi_Pemasaran_Produk :adalah :Foto_Produk_Berkualitas_Tinggi .\n:Foto_Produk_Berkualitas_Tinggi :menarik :Perhatian .\n:Foto_Produk_Berkualitas_Tinggi :membangun :Kepercayaan .\n:Foto_Produk_Berkualitas_Tinggi :memperkuat :Citra_Merek .\n:Umkm_Peyek_Kriuk_Mak_Koles :menghadapiKendala :Visualisasi_Produk .\n:Visualisasi_Produk :kurangOptimalDi :Media_Digital .\n:Umkm_Peyek_Kriuk_Mas_Koles :mengalamiPenurunan :Daya_Saing .\n:Strategi_Fotografi_Produk :meningkatkan :Citra_Merek, :Daya_Saing, :Daya_Tarik_Visual .\n:Strategi_Fotografi_Produk :mendukung :Promosi_Digital .\n:Strategi_Fotografi_Produk :memperkuat :Citra_Merek .\n:Strategi_Fotografi_Produk :mendorong :Minat_Beli_Konsumen .\n:Strategi_Fotografi_Produk :memperluas :Jangkauan_Pasar .\n:Pendekatan_Kualitatif_Deskriptif :melalui :Observasi, :Proses_Perancangan_Visual, :Studi_Literatur, :Wawancara .\n:Proses_Perancangan_Visual :dilakukanPada :Pasca-produksi, :Pra-produksi .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"UMKM Peyek Kriuk Mak Koles menghadapi kendala visualisasi produk yang kurang optimal di media digital, yang mengakibatkan menurunnya daya saing produk tersebut.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Komunikasi Visual / Pemasaran Digital\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, studi literatur, serta proses perancangan visual (pra-produksi hingga pasca-produksi).\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur terkait UMKM Peyek Kriuk Mak Koles.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Perancangan foto produk secara profesional terbukti meningkatkan daya tarik visual, memperkuat identitas merek, danmendorong minat beli konsumen secara signifikan.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Strategi fotografi produk efektif dalam memperluas jangkauan pasar.\" .\n"}
{"id": 19, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Kajian Pada Aerodinamika Seaplane: Pengaruh Bentuk Float Terhadap Performa dan Stabilitas Pesawat di Atas Air\nPenelitian ini membahas tentang pengaruh bentuk float terhadap performa dan stabilitas pesawat seaplane di atas air. Float pada pesawat seaplane merupakan perangkat yang sangat penting karena memungkinkan pesawat terbang ini untuk dapat mendarat dan lepas landas di atas air. Float yang dirancang dengan bentuk aerodinamis yang baik dapat meningkatkan efisiensi pesawat dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Penelitian ini menggunakan berbagai sumber literatur dan penelitian terdahulu yang membahas tentang aerodinamika, float, seaplane, performa, dan bentuk float. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk float yang aerodinamis dapat meningkatkan lift pada pesawat, mengurangi drag, dan meningkatkan kecepatan. Bentuk float yang aerodinamis juga dapat mempengaruhi handling dan stabilitas pesawat di atas air. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bentuk aerodinamis pada float pada seaplane sangat penting untuk meningkatkan performa, efisiensi, dan stabilitas pesawat. Oleh karena itu, float pada seaplane harus dirancang dengan bentuk aerodinamis yang baik untuk memastikan keselamatan dan kinerja yang optimal saat operasi di atas air.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :membahasTentangPengaruh :Bentuk_Float, :Performa_Pesawat, :Stabilitas_Pesawat .\n:Penelitian :menggunakan :Penelitian_Terdahulu, :Sumber_Literatur .\n:Float :merupakanPerangkatPada :Pesawat_Seaplane .\n:Float :memungkinkanMendaratDanLepasLandasDiAtas :Air .\n:Bentuk_Aerodinamis :meningkatkan :Efisiensi_Pesawat, :Kecepatan, :Lift .\n:Bentuk_Aerodinamis :mengurangi :Drag, :Konsumsi_Bahan_Bakar .\n:Bentuk_Aerodinamis :mempengaruhi :Handling, :Stabilitas_Pesawat .\n:Bentuk_Aerodinamis :memastikan :Keselamatan .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Pentingnya merancang bentuk float yang optimal pada pesawat seaplane karena berpengaruh langsung terhadap performa | efisiensi bahan bakar | stabilitas | dan keselamatan saat beroperasi di atas air.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Teknik Kedirgantaraan (Aerospace Engineering) / Aerodinamika\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Studi literatur (penggunaan berbagai sumber literatur dan penelitian terdahulu).\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Sumber literatur dan penelitian terdahulu yang membahas tentang aerodinamika, float, seaplane, performa, dan bentuk float.\" .\n"}
{"id": 20, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Kepastian Hukum Bagi Tenaga Kerja atas Penangguhan Upah dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan\nPengupahan di Indonesia merupakan konsep yang mengacu dari beberapa sistem perekonomian, namun memiliki karakteristik yang membedakan dengan konsep-konsep yang lain. Ini disebabkan perekonomian di Indonesia dilandasi oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sehingga dalam hal pengupahan peranan pemerintah sangat dominan dalam mengontrol pasar tenaga kerja, menciptakan kestabilan dan keseimbangan kekuatan ekonomi, serta mencegah adanya persaingan yang tidak sehat yang dapat mengganggu kepentingan pekerja/buruh. Sedangkan peraturan upah pekerja/buruh di Indonesia masih menunjukkan adanya peraturan yang merugikan kepentingan pekerja/buruh. Perlu adanya keberanian dari pemerintah untuk menolak segala bentuk konsep pengupahan murah yang menjadi syarat investor menanamkan modalnya di Indonesia, karena dengan mengikuti syarat investor tersebut berarti pemerintah lebih memihak kepada investor daripada untuk kepentingan pekerja/buruh yang jumlahnya menyangkut nasib jutaan masyarakat kelas bawah. Selain itu perlu pertimbangan untuk mengubah sistem pengupahan yang mendasarkan suatu kewilayahan tertentu (Upah Minimum Kabupaten/Kota) menjadi sistem pengupahan yang mendasarkan pada masing-masing sektor industri.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Pengupahan :mengacuPada :Sistem_Perekonomian .\n:Perekonomian :dilandasiOleh :Pancasila, :Undang-undang_Dasar_1945 .\n:Pemerintah :mengontrol :Pasar_Tenaga_Kerja .\n:Pemerintah :menciptakanKestabilan :Kekuatan_Ekonomi .\n:Pemerintah :mencegah :Persaingan_Yang_Tidak_Sehat .\n:Persaingan_Yang_Tidak_Sehat :menggangguKepentingan :Pekerjaburuh .\n:Peraturan_Upah :merugikanKepentingan :Pekerjaburuh .\n:Investor :menanamkan :Modal .\n:Modal :ditanamkanDi :Indonesia .\n:Pengupahan_Murah :menjadiSyarat :Investor .\n:Upah_Minimum_Kabupatenkota :mendasarkanPada :Kewilayahan_Tertentu .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Adanya peraturan upah di Indonesia yang masih merugikan kepentingan pekerja/buruh serta adanya tekanan dari syarat investor (konsep pengupahan murah) yang membuat pemerintah cenderung lebih memihak investor dibandingkan nasib jutaan masyarakat kelas bawah.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Hukum Ketenagakerjaan / Ekonomi Politik\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Analisis deskriptif-normatif (berdasarkan tinjauan landasan hukum Pancasila, UUD 1945, dan evaluasi kebijakan sistem pengupahan).\" .\n"}
{"id": 21, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Rekonstruksi Pendidikan Agama Formal Bagi Penghayat Kepercayaan Di Indonesia\nPendidikan agama formal bagi penghayat kepercayaan dalam kurikulum pembelajaran di Indonesia menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan globalisasi dan kompleksitas sosial-budaya. Penelitian ini mengkaji urgensi, pendekatan, dan tantangan dalam pemberlakuan pendidikan formal untuk penghayat kepercayaan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat upaya yang dilakukan dengan mengeluarkan Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 Sebagai Bentuk Solusi Atas Diskriminasi Pada Siswa Penghayat Kepercayaan. Hanya saja yang perlu digarisbawahi adalah, adanya perbedaan yang cukup banyak antar aliran penghayat yang ada di Indonesia. Ketika berbicara perihal nilai-nilai religius untuk pendidikannya maka tidak cocok ketika harus disatukan secara global. Masing-masing aliran penghayat kepercayaan memiliki entitas dan nilai-nilainya tersendiri yang akan berbeda satu sama lainnya. Terdapat alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasinya, yaitu dengan cara merangkul sekolah adat untuk bekerjasama dengan sekolah formal. Sekolah adat merupakan bentuk sekolah informal yang didirikan pada suatu daerah tertentu oleh masyarakatnya. Basis dari sekolah ini adalah kearifan lokal yang dimiliki oleh daerah yang bersangkutan agar dapat dikenalkan kepada anak-anak maupun masyarakat luas.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2, :Hasil_Penelitian_3, :Hasil_Penelitian_4 .\n:Penelitian :mengkaji :Pendekatan, :Tantangan, :Upaya, :Urgensi .\n:Pendidikan_Agama_Formal :diperuntukkanBagi :Penghayat_Kepercayaan .\n:Pendidikan_Agama_Formal :terdapatDalam :Kurikulum_Pembelajaran .\n:Pendidikan_Agama_Formal :merupakan :Kebutuhan_Mendesak .\n:Kurikulum_Pembelajaran :berlakuDi :Indonesia .\n:Kebutuhan_Mendesak :diTengah :Kompleksitas_Sosial-budaya, :Tantangan_Globalisasi .\n:Urgensi :terhadap :Pendidikan_Agama_Formal .\n:Pendekatan :terhadap :Pendidikan_Agama_Formal .\n:Tantangan :terhadap :Pendidikan_Agama_Formal .\n:Upaya :terhadap :Pendidikan_Agama_Formal .\n:Upaya :berupa :Permendikbud_Nomor_27_Tahun_2016 .\n:Permendikbud_Nomor_27_Tahun_2016 :sebagai :Solusi .\n:Solusi :terhadap :Diskriminasi .\n:Diskriminasi :terjadiPada :Siswa .\n:Siswa :yangMerupakan :Penghayat_Kepercayaan .\n:Perbedaan :antara :Aliran_Penghayat .\n:Aliran_Penghayat :beradaDi :Indonesia .\n:Aliran_Penghayat :memiliki :Nilai-nilai_Religius .\n:Alternatif_Cara_Mengatasi :untuk :Diskriminasi .\n:Alternatif_Cara_Mengatasi :adalahMerangkul :Sekolah_Adat .\n:Sekolah_Adat :bekerjasamaDengan :Sekolah_Formal .\n:Sekolah_Adat :merupakanBentuk :Sekolah_Informal .\n:Sekolah_Adat :didirikan :Masyarakat_Daerah_Tertentu .\n:Sekolah_Adat :berbasisPada :Kearifan_Lokal .\n:Sekolah_Adat :dapatDikenalkanKepada :Anak-anak .\n:Sekolah_Informal :yangDidirikanPada :Daerah_Tertentu .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Kebutuhan mendesak akan pendidikan agama formal bagi penghayat kepercayaan di Indonesia guna menghadapi tantangan globalisasi, kompleksitas sosial-budaya, serta mengatasi diskriminasi terhadap siswa penghayat kepercayaan. Selain itu, terdapat kendala berupa perbedaan nilai-nilai religius yang signifikan antar aliran penghayat yang tidak memungkinkan untuk disatukan secara global.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Pendidikan / Kebijakan Publik / Studi Kepercayaan\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Kajian analisis urgensi, pendekatan, dan tantangan (Studi kualitatif/kebijakan).\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 dan literatur mengenai aliran penghayat serta sekolah adat di Indonesia.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 telah diterbitkan sebagai solusi untuk menghapus diskriminasi terhadap siswa penghayat kepercayaan.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Setiap aliran penghayat kepercayaan memiliki entitas dan nilai-nilai religius yang unik dan berbeda satu sama lain, sehingga materi pendidikan tidak dapat disatukan secara global.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_3 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Diperlukan kerja sama antara sekolah formal dengan sekolah adat untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi penghayat kepercayaan.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_4 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Sekolah adat berperan penting sebagai wadah pendidikan informal berbasis kearifan lokal untuk memperkenalkan nilai-nilai daerah kepada anak-anak dan masyarakat.\" .\n"}
{"id": 22, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Peran Olahraga Dalam Meningkatkan Kesehatan Mental\nOlahraga memiliki banyak manfaat fisik, termasuk mengurangi stres. Orang yang berolahraga secara teratur cenderung tampak lebih rileks dan ceria, sehingga mereka lebih tangguh terhadap stres fisik dan emosional. Hal ini khususnya relevan bagi siswa yang mungkin mengalami stres karena perubahan gaya belajar dari sekolah menengah pertama hingga pendidikan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara kebiasaan olahraga dan tingkat stres di masyarakat daerah X. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan menggunakan dua instrumen dasar: Kuesioner Kebiasaan Olahraga dan DASS-42. Kuesioner ini ditujukan khusus untuk semua orang dewasa berusia 25-55 tahun, berjumlah 96 orang dan responden diambil sampelnya dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 responden (39,6%) berolahraga secara teratur, sedangkan 58 responden (60,4%) tidak berolahraga. Sebanyak 57 responden (59,4%) melaporkan tingkat stres normal, sedangkan 9 responden (9,4%) melaporkan tingkat stres ringan, 13 responden (13,5%) melaporkan tingkat stres sedang, 12 responden (12,5%) melaporkan tingkat stres berat, dan 5 responden (5,2%) melaporkan tingkat stres sangat berat. Uji Chi Square menghasilkan nilai p sebesar 0,144. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi signifikan (p=0,144) antara kebiasaan olahraga dan tingkat stres di antara penduduk Desa X.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2, :Hasil_Penelitian_3 .\n:Penelitian :bertujuanMenyelidikiHubunganAntara :Kebiasaan_Olahraga, :Tingkat_Stres .\n:Penelitian :pada :Masyarakat_Daerah_X .\n:Penelitian :menggunakan :Dass-42, :Desain_Cross-sectional, :Kuesioner_Kebiasaan_Olahraga, :Uji_Chi_Square .\n:Olahraga :memiliki :Manfaat_Fisik .\n:Manfaat_Fisik :mencakupMengurangi :Stres .\n:Orang_Yang_Berolahraga_Secara_Teratur :tampak :Ceria, :Rileks .\n:Siswa :mengalami :Stres .\n:Stres :karena :Perubahan_Gaya_Belajar .\n:Perubahan_Gaya_Belajar :dari :Sekolah_Menengah_Pertama .\n:Perubahan_Gaya_Belajar :hingga :Pendidikan_Tinggi .\n:Kebiasaan_Olahraga :memilikiHubunganDengan :Tingkat_Stres .\n:Kebiasaan_Olahraga :berkaitanDengan :Olahraga .\n:Kebiasaan_Olahraga :tidakMemilikiKorelasiSignifikanDengan :Tingkat_Stres .\n:Tingkat_Stres :berkaitanDengan :Stres .\n:Kuesioner_Kebiasaan_Olahraga :ditujukanUntuk :Orang_Dewasa_Usia_25-55_Tahun .\n:Orang_Dewasa_Usia_25-55_Tahun :berjumlah :96_Orang .\n:38_Responden_396 :menjawab :Olahraga_Teratur .\n:58_Responden_604 :menjawab :Tidak_Berolahraga .\n:Olahraga_Teratur :berkaitanDengan :Kebiasaan_Olahraga .\n:Tidak_Berolahraga :berkaitanDengan :Kebiasaan_Olahraga .\n:57_Responden_594 :memiliki :Tingkat_Stres_Normal .\n:9_Responden_94 :memiliki :Tingkat_Stres_Ringan .\n:13_Responden_135 :memiliki :Tingkat_Stres_Sedang .\n:12_Responden_125 :memiliki :Tingkat_Stres_Berat .\n:5_Responden_52 :memiliki :Tingkat_Stres_Sangat_Berat .\n:Uji_Chi_Square :menghasilkan :Nilai_P_0144 .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Adanya potensi stres fisik dan emosional, khususnya pada siswa yang mengalami perubahan gaya belajar, sehingga perlu diselidiki apakah kebiasaan olahraga memiliki hubungan dengan tingkat stres pada masyarakat.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Kesehatan / Psikologi Olahraga\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Desain cross-sectional, Kuesioner Kebiasaan, dan DASS-42.\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Data primer dari 96 responden orang dewasa berusia 25-55 tahun di daerah X yang diperoleh melalui Kuesioner Kebiasaan Olahraga dan instrumen DASS-42.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Sebanyak 39,6% responden berolahraga secara teratur, sementara mayoritas (60,4%) tidak berolahraga secara teratur.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Distribusi tingkat stres responden menunjukkan 59,4% normal, 9,4% ringan, 13,5% sedang, 12,5% berat, dan 5,2% sangat berat.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_3 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Nilai p yang dihasilkan dari uji Chi Square adalah 0,144 ($p > 0,05$).Kesimpulan akhir menunjukkan bahwa tidak ada korelasi signifikan antara kebiasaan olahraga dan tingkat stres di antara penduduk Desa X.\" .\n"}
{"id": 23, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Analisis Kesesuaian Lahan Permukiman Di Kecamatan Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan Berbasis Sistem Informasi Geografis\nKesesuaian lahan permukiman digunakan mengetahui tingkat kecocokan lahan untuk pembangunan permukiman berdasarkan kondisi fisik lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk permukiman di kecamatan Kota Soe. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara deskriptif kuantitatif dan overlaydata-data fisik dasar yang berkaitan dengan kesesuaian lahan untuk permukiman, kemudian dioverlay hasil survei dilapangan dan RTRW sehingga dapat menetapkan arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman berdasarkan karakteristik lahan yang sesuai untuk di kembangkan. Hasil analisis, diketahui bahwa semua wilayah Kecamatan Kota Soe kesesuaian lahannya sesuai untuk permukiman. Berdasarkan penjumlahan parameter kesesuaian lahan didapatkan tiga fungsi lahan yaitu lahan yang sangat sesuai , cukup sesuai dan sesuai untuk permukiman. Berdasarkan overlay kesesuaian lahan, dengan RTRW bahwa yang tersebar di kecamatan kota soe yaitu daerah permukiman tersebar dengan luas sebesar 4,50 %, hutan produksi terbatas tersebar dengan luas 9,12 %, kawasan resapan air tersebar dengan luas 0,06 %, kebun campuran tersebar dengan luas 5,65 %, lahan pengembalaan tersebar dengan luas 0,14 %, pertanian lahan kering tersebar dengan luas 11,49 % dengan sungai/danau tersebar dengan luas 0,04 Ha.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2 .\n:Penelitian :bertujuanMengetahui :Tingkat_Kecocokan_Lahan .\n:Penelitian :menggunakan :Metode_Deskriptif_Kuantitatif, :Overlay_Data-data_Fisik_Dasar .\n:Penelitian :menggunakanOverlay :Hasil_Survei_Di_Lapangan, :Rtrw .\n:Penelitian :agarDapatMenetapkan :Arahan_Pengembangan_Penggunaan_Lahan_Permukiman .\n:Kesesuaian_Lahan_Permukiman :digunakanMengetahui :Tingkat_Kecocokan_Lahan .\n:Tingkat_Kecocokan_Lahan :untuk :Pembangunan_Permukiman .\n:Tingkat_Kecocokan_Lahan :berdasarkan :Kondisi_Fisik_Lahan .\n:Tingkat_Kecocokan_Lahan :di :Kecamatan_Kota_Soe .\n:Tingkat_Kecocokan_Lahan :terbagiMenjadi :Fungsi_Lahan .\n:Arahan_Pengembangan_Penggunaan_Lahan_Permukiman :berdasarkanPada :Karakteristik_Lahan .\n:Lahan_Yang_Sangat_Sesuai :adalah :Fungsi_Lahan .\n:Lahan_Yang_Cukup_Sesuai :adalah :Fungsi_Lahan .\n:Lahan_Yang_Sesuai :adalah :Fungsi_Lahan .\n:Daerah_Permukiman :sebesar :Luas_450 .\n:Hutan_Produksi_Terbatas :sebesar :Luas_912 .\n:Kawasan_Resapan_Air :sebesar :Luas_006 .\n:Kebun_Campuran :sebesar :Luas_565 .\n:Lahan_Pengembalaan :sebesar :Luas_014 .\n:Pertanian_Lahan_Kering :sebesar :Luas_1149 .\n:Sungaidanau :sebesar :Luas_004_Ha .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Perlunya mengetahui tingkat kecocokan dan kesesuaian lahan untuk pembangunan permukiman di Kecamatan Kota Soe berdasarkan karakteristik kondisi fisik lahan serta sinkronisasinya dengan rencana tata ruang.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Geografi / Perencanaan Wilayah dan Kota\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis overlay data fisik dasar, hasil survei lapangan, dan RTRW.\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Data fisik dasar terkait kesesuaian lahan, data hasil survei lapangan, dan dokumen RTRW Kecamatan Kota Soe.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Seluruh wilayah di Kecamatan Kota Soe dinyatakan sesuai untuk peruntukan lahan permukiman.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Berdasarkan hasil overlay dengan RTRW, penggunaan lahan di Kecamatan Kota Soe terdiri dari: daerah permukiman (4,50%), hutan produksi terbatas (9,12%), kawasan resapan air (0,06%), kebun campuran (5,65%), lahan pengembalaan (0,14%), pertanian lahan kering (11,49%), dan sungai/danau (0,04 Ha).\" .\n"}
{"id": 24, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Perilaku Konsumtif Penggemar AKB48: Studi Kasus Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Airlangga\nPenggemar idol Jepang di Indonesia dapat dikatakan cukup banyak terutama untuk kalangan remaja dewasa dengan rentang usia 18-29 tahun. Penelitian ini menganalisis bagaimana perilaku konsumtif penggemar grup idola AKB48 dengan studi kasus mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Airlangga. Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang relevan untuk diteliti karena usia mereka rata-rata antara 18-29 tahun. Peneliti mengasumsikan bahwa mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang dapat mewakili sekelompok remaja dewasa awal yang memiliki ketertarikan atas budaya populer Jepang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan sendiri menggunakan teknik snowball sampling dan didapatkan empat informan. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam. Data yang ditemukan, dianalisis melalui teori konsumerisme Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perilaku konsumtif yang dilakukan oleh keempat mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang penggemar AKB48. Perilaku konsumtif yang tampak meliputi membeli produk-produk yang dipromosikan oleh anggota AKB48, mengoleksi barang-barang dan pernak-pernik dari AKB48, mengoleksi DVD/CD, menonton konser yang diadakan baik secara online maupun offline, mengikuti acara temu penggemar, mengadakan perayaan ulang tahun untuk member AKB48 dan lain-lain.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2 .\n:Penelitian :menganalisis :Perilaku_Konsumtif .\n:Penelitian :pada :Mahasiswa_Bahasa_Dan_Sastra_Jepang_Universitas_Airlangga .\n:Penelitian :menggunakanJenis :Penelitian_Kualitatif .\n:Penelitian :menggunakan :Pendekatan_Studi_Kasus, :Teknik_Wawancara_Mendalam, :Teori_Konsumerisme_Jean_Baudrillard .\n:Penggemar_Idol_Jepang :di :Indonesia .\n:Penggemar_Idol_Jepang :berasalDariKalangan :Remaja_Dewasa_Usia_18-29_Tahun .\n:Perilaku_Konsumtif :dilakukanOleh :Penggemar_Grup_Idola_Akb48 .\n:Perilaku_Konsumtif :meliputiKegiatanMembeli :Produk_Promosi_Anggota_Akb48 .\n:Perilaku_Konsumtif :meliputiKegiatanMengoleksi :Barang_Dan_Pernak-pernik_Akb48, :Dvdcd .\n:Perilaku_Konsumtif :meliputiKegiatanMenonton :Konser_Online_Dan_Offline .\n:Perilaku_Konsumtif :meliputiKegiatanMengikuti :Acara_Temu_Penggemar .\n:Perilaku_Konsumtif :meliputiKegiatanMengadakan :Perayaan_Ulang_Tahun_Member_Akb48 .\n:Mahasiswa_Bahasa_Dan_Sastra_Jepang_Universitas_Airlangga :memilikiKetertarikanAtas :Budaya_Populer_Jepang .\n:Empat_Informan :ditentukanMelalui :Teknik_Snowball_Sampling .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Menganalisis fenomena perilaku konsumtif di kalangan penggemar grup idola AKB48, khususnya pada mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap budaya populer Jepang.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Sosiologi / Studi Budaya Populer\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data dilakukan menggunakan teori konsumerisme Jean Baudrillard.\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Empat orang informan yang merupakan mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Airlangga, yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Terdapat perilaku konsumtif yang nyata pada mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang yang menjadi penggemar AKB48.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Manifestasi perilaku konsumtif tersebut meliputi pembelian produk yang dipromosikan anggota | koleksi pernak-pernik serta DVD/CD | menonton konser (baik online maupun offline) | menghadiri temu penggemar | hingga mengadakan perayaan ulang tahun untuk anggota grup idola.\" .\n"}
{"id": 25, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Volatilitas harga daging dan telur ayam ras di Indonesia\nDaging dan telur ayam ras merupakan komoditas pangan penting bagi ketahanan pangan dan gizi nasional. Volatilitas harga daging dan telur ayam ras berpotensi berpengaruh pada peningkatan inflasi pangan dan pendapatan peternak. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas harga daging dan telur ayam ras serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Data yang digunakan adalah harga harian daging dan telur ayam ras dari Juli 2017 sampai Oktober 2022. Analisis volatilitas harga menggunakan model ARCH/GARCH dan faktor-faktor yang memengaruhinya dikaji melalui grafik volatilitas harga. Hasil kajian mengestimasi harga daging ayam ras memiliki koefisien volatilitas sebesar 0,281 yang menunjukkan volatilitas rendah dan tidak berlangsung lama karena ketiadaan koefisien GARCH. Sementara itu, harga telur ayam ras memiliki koefisien volatilitas 0,028 dan persistensi 0,961 yang menandakan volatilitas rendah namun persisten dalam jangka panjang. Faktor yang memengaruhi volatilitas harga daging dan telur ayam ras diantaranya adalah karena kelebihan pasokan, keputusan peternak mengenai masa produktif ayam, hambatan produksi dan distribusi akibat musim hujan, kenaikan harga pakan dan DOC, permintaan tinggi pada hari-hari besar, dan gangguan rantai pasok saat pandemi Covid-19. Hasil analisis menunjukkan bahwa upaya peningkatan koordinasi untuk mencegah kelebihan pasokan adalah memperkuat penjadwalan produksi dan memberikan insentif bagi peternak dalam menjaga stabilitas harga daging dan telur ayam", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2, :Hasil_Penelitian_3 .\n:Daging_Dan_Telur_Ayam_Ras :merupakan :Komoditas_Pangan .\n:Komoditas_Pangan :pentingBagi :Ketahanan_Pangan_Dan_Gizi_Nasional .\n:Volatilitas_Harga :terjadiPada :Daging_Dan_Telur_Ayam_Ras .\n:Volatilitas_Harga :berpengaruhPada :Pendapatan_Peternak, :Peningkatan_Inflasi_Pangan .\n:Kajian :menganalisis :Faktor-faktor_Yang_Memengaruhi, :Volatilitas_Harga .\n:Kajian :menggunakan :Grafik_Volatilitas_Harga, :Model_Archgarch .\n:Data :berupa :Harga_Harian_Daging_Dan_Telur_Ayam_Ras .\n:Faktor-faktor_Yang_Memengaruhi :dikajiMelalui :Grafik_Volatilitas_Harga .\n:Faktor-faktor_Yang_Memengaruhi :mencakup :Gangguan_Rantai_Pasok_Saat_Pandemi_Covid-19, :Hambatan_Produksi_Dan_Distribusi_Akibat_Musim_Hujan, :Kelebihan_Pasokan, :Kenaikan_Harga_Pakan_Dan_Doc, :Keputusan_Peternak_Mengenai_Masa_Produktif_Ayam, :Permintaan_Tinggi_Pada_Hari-hari_Besar .\n:Upaya_Peningkatan_Koordinasi :bertujuan :Mencegah_Kelebihan_Pasokan .\n:Upaya_Peningkatan_Koordinasi :berupa :Memberikan_Insentif_Bagi_Peternak, :Memperkuat_Penjadwalan_Produksi .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Volatilitas harga daging dan telur ayam ras sebagai komoditas pangan penting berpotensi memengaruhi inflasi pangan dan pendapatan peternak.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Ekonomi pangan\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Analisis volatilitas menggunakan model ARCH/GARCH dan analisis faktor melalui grafik volatilitas harga.\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Data harga harian daging dan telur ayam ras dari Juli 2017 sampai Oktober 2022.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Harga daging ayam ras memiliki volatilitas rendah (koefisien 0,281) dan tidak berlangsung lama.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Harga telur ayam ras memiliki volatilitas rendah (0,028) namun persisten dalam jangka panjang (persistensi 0,961).\" .\n\n:Hasil_Penelitian_3 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Faktor utama volatilitas meliputi kelebihan pasokan, keputusan masa produktif ayam, hambatan produksi dan distribusi, kenaikan harga pakan dan DOC, permintaan hari besar, dan gangguan rantai pasok saat pandemi.\" .\n"}
{"id": 26, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Penerapan Algoritma Convolutional Neural Network (CNN) pada Aplikasi Presensi Siswa Berbasis Pengenalan Wajah\nPerkembangan teknologi kecerdasan artifisial menghadirkan peluang baru dalam peningkatan efisiensi administrasi akademik, termasuk dalam proses presensi siswa. Sistem presensi konvensional seperti barcode atau sidik jari masih dinilai kurang efektif untuk siswa sekolah dasar karena risiko kartu mudah hilang, antrian panjang, serta kegagalan pemindaian yang cukup sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan merancang dan mengimplementasikan sistem presensi siswa berbasis pengenalan wajah menggunakan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) yang mampu bekerja secara real-time. Metode penelitian mencakup studi literatur, pengumpulan data primer berupa 320 foto wajah siswa Kelas 5 di SDN 01 Muara Enim, serta proses pengolahan data melalui normalisasi, konversi ke skala abu-abu, dan augmentasi (rotasi, flip, dan zoom) untuk meningkatkan variasi data. Model CNN kustom yang dibangun terdiri dari beberapa lapisan Convolution2D, Max Pooling, Dense, dan Dropout. Hasil sementara menunjukkan bahwa model yang diusulkan mencapai akurasi 96,8%, presisi 95,4%, dan recall 94,7%, serta memiliki performa Confusion Matrix yang lebih baik dibandingkan model pre-trained seperti VGG16 dan ResNet. Model terbaik kemudian diintegrasikan ke dalam prototipe sistem presensi yang terdiri atas aplikasi Android on-device dan website admin berbasis cloud. Temuan sementara ini menunjukkan bahwa penggunaan CNN berpotensi meningkatkan keakuratan, efisiensi, dan keandalan proses presensi siswa di lingkungan sekolah dasar.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2 .\n:Perkembangan_Teknologi_Kecerdasan_Artifisial :menghadirkan :Peningkatan_Efisiensi_Administrasi_Akademik .\n:Peningkatan_Efisiensi_Administrasi_Akademik :termasuk :Proses_Presensi_Siswa .\n:Sistem_Presensi_Konversional :seperti :Barcode, :Sidik_Jari .\n:Sistem_Presensi_Konversional :dinilai :Kurang_Efektif .\n:Kurang_Efektif :karena :Antrian_Panjang, :Kegagalan_Pemindaian, :Risiko_Kartu_Mudah_Hilang .\n:Penelitian_Ini :merancang :Sistem_Presensi_Siswa_Berbasis_Pengenalan_Wajah .\n:Sistem_Presensi_Siswa_Berbasis_Pengenalan_Wajah :berbasis :Algoritma_Convolutional_Neural_Network_Cnn .\n:Sistem_Presensi_Siswa_Berbasis_Pengenalan_Wajah :bekerjaSecara :Real-time .\n:Metode_Penelitian :mencakup :Pengumpulan_Data_Primer, :Studi_Literatur .\n:Pengumpulan_Data_Primer :melalui :Augmentasi_Rotasi_Flip_Dan_Zoom, :Konversi_Ke_Skala_Abu-abu, :Normalisasi .\n:Sugmentasi_Rotasi_Flip_Dan_Zoom :untuk :Meningkatkan_Variasi_Data .\n:Algoritma_Convolutional_Neural_Network_Cnn :terdiriDari :Convolution2d, :Dense, :Dropout, :Max_Pooling .\n:Algoritma_Convolutional_Neural_Network_Cnn :berpotensiMeningkatkan :Keakuratan_Efisiensi_Dan_Keandalan_Proses_Presensi_Siswa .\n:Hasil_Sementara :menunjukkan :Akurasi_968, :Presisi_954, :Recall_947 .\n:Hasil_Sementara :memiliki :Performa_Confusion_Matrix .\n:Performa_Confusion_Matrix :lebihBaikDibandingkan :Model_Pre-trained .\n:Model_Pre-trained :seperti :Resnet, :Vgg16 .\n:Model_Terbaik :diintergrasikanKeDalam :Prototipe_Sistem_Presensi .\n:Prototipe_Sistem_Presensi :terdiriAtas :Aplikasi_Android_On-device, :Website_Admin_Berbasis_Cloud .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Sistem presensi konvensional (barcode dan sidik jari) kurang efektif untuk siswa sekolah dasar karena kartu mudah hilang, antrian panjang, dan kegagalan pemindaian yang sering terjadi.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Kecerdasan Artifisial\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Studi literatur, pengumpulan data primer, serta proses pengolahan data melalui normalisasi, konversi ke skala abu-abu, dan augmentasi (rotasi, flip, dan zoom) untuk meningkatkan variasi data.\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Data primer berupa 320 foto wajah siswa Kelas 5 di SDN 01 Muara Enim\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Hasil sementara menunjukkan bahwa model yang diusulkan mencapai akurasi 96,8%, presisi 95,4%, dan recall 94,7%, serta memiliki performa Confusion Matrix yang lebih baik dibandingkan model pre-trained seperti VGG16 dan ResNet.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Penggunaan CNN berpotensi meningkatkan keakuratan, efisiensi, dan keandalan proses presensi siswa di lingkungan sekolah dasar.\" .\n"}
{"id": 27, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Konstruksi Realitas Politik Hukum Indonesia dalam Podcast Bocor Alus Politik Tempo.Co\nKemunduran demokrasi dan pelemahan hukum selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo menjadi topik hangat yang dibahas media sosial, termasuk dalam Podcast Bocor Alus Politik di kanal YouTube tempodotco. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi realitas politik hukum Indonesia era Jokowi melalui pendekatan penelitian kualitatif analisis konten. Data berupa teks hasil transkrip rekaman video yang dianalisis menggunakan kerangka analisis wacana kritis Teun A. van Dijk (1988), mencakup tiga dimensi wacana: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Sumber data diambil dari video YouTube Podcast Bocor Alus Politik episode Nilai Rocky Gerung untuk 10 Tahun Jokowi: Dinasti Politik dan Warisan Beban untuk Prabowo Subianto, yang tayang pada 26 Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teks dalam podcast menggunakan gaya bahasa metafora dan retoris untuk menekankan penilaian kritis terhadap kebijakan politik hukum Jokowi, dengan menyoroti penurunan demokrasi dan praktik dinasti politik. Dimensi kognisi sosial merepresentasikan pengetahuan mengenai peran Jokowi sebagai Presiden yang gagal menjalankan demokrasi dan harapan untuk Prabowo memulihkan kembali nilai-nilai demokrasi. Dimensi konteks sosial memperlihatkan peran media massa dalam mempengaruhi opini publik dengan menciptakan ruang diskusi kritis menggunakan media digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kajian lebih lanjut mengenai peran media digital dalam membangun konstruksi realitas sosial di Indonesia, khususnya pada platform media sosial.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2, :Hasil_Penelitian_3, :Hasil_Penelitian_4, :Hasil_Penelitian_5 .\n:Penelitian :dilakukanMelalui :Pendekatan_Penelitian_Kualitatif_Analisis_Konten .\n:Kemunduran_Demokrasi_Dan_Pelemahan_Hukum_Selama_Dua_Periode_Pemerintahan_Presiden_Joko_Widodo :menjadi :Topik_Hangat .\n:Topik_Hangat :dibahasDi :Media_Sosial .\n:Topik_Hangat :dibahasDalam :Podcast_Bocor_Alus_Politik .\n:Podcast_Bocor_Alus_Politik :di :Kanal_Youtube_Tempodotco .\n:Penelitian_Ini :bertujuanUntukMengetahui :Konstruksi_Realitas_Politik_Hukum_Indonesia_Era_Jokowi .\n:Teks_Hasil_Transkrip_Rekaman_Video :dianalisisMenggunakan :Kerangka_Analisis_Wacana_Kritis_Teun_A_Van_Dijk_1988 .\n:Sumber_Data :diambilDari :Video_Youtube_Podcast_Bocor_Alus_Politik_Episode_Nilai_Rocky_Gerung_Untuk_10_Tahun_Jokowi_Dinasti_Politik_Dan_Warisan_Beban_Untuk_Prabowo_Subianto .\n:Video_Youtube_Podcast_Bocor_Alus_Politik_Episode_Nilai_Rocky_Gerung_Untuk_10_Tahun_Jokowi_Dinasti_Politik_Dan_Warisan_Beban_Untuk_Prabowo_Subianto :tayangPada :26_Agustus_2024 .\n:Dimensi_Teks_Dalam_Podcast :menggunakan :Gaya_Bahasa_Metafora_Dan_Retoris .\n:Dimensi_Teks_Dalam_Podcast :untukMenekankan :Penilaian_Kritis_Terhadap_Kebijakan_Politik_Hukum_Jokowi .\n:Dimensi_Teks_Dalam_Podcast :menyoroti :Penurunan_Demokrasi_Dan_Praktik_Dinasti_Politik .\n:Dimensi_Kognisi_Sosial :merepresentasikan :Pengetahuan_Mengenai_Peran_Jokowi_Sebagai_Presiden_Yang_Gagal .\n:Pengetahuan_Mengenai_Peran_Jokowi_Sebagai_Presiden_Yang_Gagal :dalamMenjalankan :Demokrasi, :Harapan_Untuk_Prabowo_Memulihkan_Kembali_Nilai-nilai_Demokrasi .\n:Dimensi_Konteks_Sosial :memperlihatkan :Peran_Media_Massa .\n:Dimensi_Konteks_Sosial :menciptakan :Ruang_Diskusi_Kritis .\n:Peran_Media_Massa :dalamMempengaruhi :Opini_Publik .\n:Ruang_Diskusi_Kritis :menggunakan :Media_Digital .\n:Kajian_Lebih_Lanjut :diperlukanMengenai :Peran_Media_Digital_Dalam_Membangun_Konstruksi_Realitas_Sosial_Di_Indonesia_Khususnya_Pada_Platform_Media_Sosial .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Bagaimana konstruksi realitas politik hukum Indonesia era Jokowi direpresentasikan dalam Podcast Bocor Alus Politik di kanal YouTube tempodotco.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"wacana politik dan konstruksi realitas sosial di media digital\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Pendekatan penelitian kualitatif dengan metode analisis konten menggunakan kerangka analisis wacana kritis Teun A. van Dijk (1988).\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Teks transkrip rekaman video dari Video YouTube Podcast Bocor Alus Politik episode “Nilai Rocky Gerung untuk 10 Tahun Jokowi: Dinasti Politik dan Warisan Beban untuk Prabowo Subianto” yang tayang pada 26 Agustus 2024.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Dimensi teks menggunakan gaya bahasa metafora dan retoris untuk menekankan penilaian kritis terhadap kebijakan politik hukum Jokowi.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Podcast menyoroti penurunan demokrasi dan praktik dinasti politik.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_3 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Dimensi kognisi sosial merepresentasikan Jokowi sebagai Presiden yang gagal menjalankan demokrasi dan adanya harapan kepada Prabowo untuk memulihkan nilai demokrasi.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_4 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Dimensi konteks sosial menunjukkan peran media massa dalam mempengaruhi opini publik melalui media digital.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_5 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Penelitian merekomendasikan kajian lebih lanjut mengenai peran media digital dalam membangun konstruksi realitas sosial di Indonesia.\" .\n"}
{"id": 28, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "ANALISIS SPASIAL INDIKATOR FAKTOR RISIKO STUNTING TERHADAP BALITA STUNTING KOTA PALEMBANG TAHUN 2022\nPenyebab stunting pada balita terlihat dari beberapa faktor risiko yaitu gizi ibu pada masa hamil, kondisi sosial dan ekonomi, penyakit pada bayi, kebutuhan gizi yang kurang pada bayi. Berbagai faktor risiko ini biasanya berlangsung dalam periode yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat distribusi sebaran kasus stunting dan indikator faktor risiko penyebab stunting di Kota Palembang Tahun 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif, desain penelitian ekologi menggunakan pendekatan spasial. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh balita stunting tahun 2022. Sampel data sekunder dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) Dinas Kesehatan Kota Palembang yaitu seluruh balita stunting tahun 2022 di Palembang berjumlah 517 balita. Hasil penelitian yaitu wilayah stunting dibagi menjadi 5 kategori warna prevalensi stunting berdasarkan WHO, dimana wilayah dengan prevalensi stunting >30% disimbolkan dengan wilayah berwarna merah gelap dan semakin rendah angka prevalensi stunting semakin pudar pula warna merah pada wilayah tersebut. Kota Palembang termasuk kota dengan prevalensi stunting paling rendah karena memiliki prevalensi stunting dibawah 2,5%. Data stunting disandingkan dengan indikator faktor risiko penyebab stunting yang disimbolkan dengan diagram pie. Kesimpulan penelitian yaitu masih banyak balita yang terkena stunting walaupun di Kota Palembang termasuk kategori stunting yang rendah dan hampir semua indikator faktor risiko sudah memenuhi target Kemenkes RI.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2, :Hasil_Penelitian_3, :Hasil_Penelitian_4 .\n:Penelitian :melihat :Distribusi_Sebaran_Kasus_Stunting, :Indikator_Faktor_Risiko_Penyebab_Stunting .\n:Penelitian :menggunakan :Desain_Penelitian_Ekologi, :Metode_Kuantitatif_Deskriptif, :Pendekatan_Spasial, :Sampel_Data_Sekunder .\n:Faktor_Risiko :menyebabkan :Stunting .\n:Faktor_Risiko :berlangsungDalam :Periode_Yang_Lama .\n:Stunting :terjadiPada :Balita .\n:Gizi_Ibu_Pada_Masa_Hamil :adalah :Faktor_Risiko .\n:Kondisi_Sosial_Dan_Ekonomi :adalah :Faktor_Risiko .\n:Penyakit_Pada_Bayi :adalah :Faktor_Risiko .\n:Kebutuhan_Gizi_Yang_Kurang_Pada_Bayi :adalah :Faktor_Risiko .\n:Sampel_Data_Sekunder :dari :Elektronik_Pencatatan_Dan_Pelaporan_Gizi_Berbasis_Masyarakat_Dinas_Kesehatan_Kota_Palembang .\n:Balita_Stunting_Kota_Palembang :berjumlah :517 .\n:Wilayah_Stunting :dibagiMenjadi :Kategori_Warna_Prevalensi_Stunting .\n:Wilayah_Stunting :memiliki :Prevalensi_Stunting .\n:Kategori_Warna_Prevalensi_Stunting :berdasarkan :Who .\n:Prevalensi_Stunting :berwarna :Merah .\n:Prevalensi_Stunting_Kota_Palembang :bernilai :25 .\n:Data_Stunding :disandingkanDengan :Indikator_Faktor_Risiko_Penyebab_Stunting .\n:Data_Stunting :diwakiliOleh :Diagram_Pie .\n:Indikator_Faktor_Risiko_Penyebab_Stunting :diwakiliOleh :Diagram_Pie .\n:Balita :banyakTerkena :Stunting .\n:Indikator_Faktor_Risiko :memenuhi :Target_Kemenkes_Ri .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Perlunya melihat distribusi sebaran kasus stunting dan indikator faktor risiko penyebab stunting di Kota Palembang tahun 2022.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Kesehatan Masyarakat / Epidemiologi\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian ekologi menggunakan pendekatan spasial\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Data sekunder dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) Dinas Kesehatan Kota Palembang dengan sampel 517 balita stunting tahun 2022.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Wilayah stunting dipetakan menjadi 5 kategori warna berdasarkan standar WHO (merah gelap untuk prevalensi >30% hingga warna pudar untuk prevalensi rendah).\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Kota Palembang termasuk kategori prevalensi stunting paling rendah (di bawah 2,5%).\" .\n\n:Hasil_Penelitian_3 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Meskipun masuk kategori rendah, masih ditemukan balita yang terkena stunting di Kota Palembang.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_4 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Hampir semua indikator faktor risiko penyebab stunting di wilayah tersebut sudah memenuhi target Kemenkes RI.\" .\n"}
{"id": 29, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Persepsi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil terhadap Telemedicine di Masa Pandemi Covid-19\nTelemedicine didefinisikan sebagai diagnosis jarak jauh dan perawatan pasien dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Baru-baru ini telemedicinemenjadi topik yang menarik di bidang kedokteran hewan. Persepsi dokter hewan khususnya praktisi hewan kecil terhadap sesuatu hal termasuk telemedicine dipengaruhi banyak faktor, contohnya: karakteristik individu dan pengalaman hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dokter hewan praktisi hewan kecil terhadap telemedicine. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan acuan penelitian selanjutnya dan dapat menjadi masukan dalam pelaksanaan/penerapan telemedicine pada praktiknya. Desain penelitian ini adalah penelitian dengan metode deskriptif, dimana metode pengambilan sampel menggunakan kuisioner yang diisi oleh dokter hewan praktisi hewan kecil secara online melalui platform Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi tidak berdampak terhadap layanan dokter hewan. Namun terjadi adaptasi terhadap tata cara praktik. Responden bersikap netral terhadap penerapan telemedicine, namun mayoritas responden yang telah menerapkan telemedicineberanggapan bahwa penerapan telemedicineberdampak baik terhadap layanan kesehatan. Banyak hambatan yang dirasakan oleh responden dalam menerapkan telemedicine, contohnya: karakteristik klien, legalitas praktik telemedicine, permasalahan biaya sebagai penghargaan jasa, dan kesulitan dalam diagnosa sehingga membutuhkan pemeriksaan lanjutan.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2, :Hasil_Penelitian_3, :Hasil_Penelitian_4 .\n:Penelitian :bertujuanUntukMengetahui :Persepsi_Dokter_Hewan_Khususnya_Praktisi_Hewan_Kecil .\n:Penelitian :menggunakan :Metode_Deskriptif .\n:Telemedicine :adalah :Diagnosis_Jarak_Jauh, :Perawatan_Pasien .\n:Telemedicine :memanfaatkan :Teknologi_Informasi_Dan_Komunikasi .\n:Telemedicine :menjadiTopikDiBidang :Kedokteran_Hewan .\n:Telemedicine :berdampakBaikTerhadap :Layanan_Kesehatan .\n:Faktor :memengaruhi :Persepsi_Dokter_Hewan_Khususnya_Praktisi_Hewan_Kecil .\n:Karakteristrik_Individu :adalah :Faktor .\n:Pengalaman_Hidup :adalah :Faktor .\n:Persepsi_Dokter_Hewan_Khususnya_Praktisi_Hewan_Kecil :terhadap :Telemedicine .\n:Metode_Deskriptif :menggunakan :Kuesioner .\n:Kuesioner :diisiOleh :Dokter_Hewan_Khususnya_Praktisi_Hewan_Kecil .\n:Kuesioner :disebarMelalui :Google_Form .\n:Pandemi :tidakBerdampakTerhadap :Layanan_Dokter_Hewan .\n:Pandemi :menyebabkanAdaptasiTerhadap :Tata_Cara_Praktik .\n:Dokter_Hewan_Khususnya_Praktisi_Hewan_Kecil :bersikap :Netral .\n:Dokter_Hewan :merasakan :Hambatan .\n:Hambatan :terkait :Telemedicine .\n:Hambatan :berupa :Karakteristik_Klien, :Kesulitan_Dalam_Diagnosa, :Legalitas_Praktik_Telemedicine, :Permasalahan_Biaya .\n:Hambatan :membutuhkan :Pemeriksaan_Lanjutan .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Belum diketahuinya persepsi dokter hewan praktisi hewan kecil terhadap penerapan telemedicine, serta adanya berbagai faktor dan hambatan yang memengaruhi implementasi diagnosis jarak jauh tersebut di bidang kedokteran hewan.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Kedokteran Hewan / Teknologi Kesehatan\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Metode penelitian deskriptif melalui survei.\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Data primer yang diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh dokter hewan praktisi hewan kecil melalui platform Google Form.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Pandemi tidak memberikan dampak signifikan terhadap layanan dokter hewan, namun memicu adaptasi pada tata cara praktik.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Secara umum, responden bersikap netral terhadap penerapan telemedicine.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_3 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Responden yang sudah menerapkan telemedicine beranggapan bahwa teknologi ini memberikan dampak baik bagi layanan kesehatan.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_4 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Ditemukan berbagai hambatan utama dalam penerapan telemedicine, antara lain: kendala karakteristik klien, ketidakjelasan legalitas praktik, masalah standarisasi biaya jasa, dan kesulitan teknis dalam menegakkan diagnosa.\" .\n"}
{"id": 30, "text_type": "abstrak", "topik": null, "title": null, "source_text": "Pengaruh Teknologi Digital terhadap Literasi Bahasa Indonesia\nPerkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan praktik literasi bahasa Indonesia dalam ranah pendidikan dan komunikasi sosial, sehingga literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis teks cetak, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan memproduksi teks digital secara kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh teknologi digital terhadap literasi bahasa Indonesia melalui pemetaan dampak positif, dampak negatif, dan tantangan literasi di era digital berdasarkan temuan penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, dengan data yang bersumber dari artikel jurnal ilmiah nasional yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital berdampak positif terhadap peningkatan minat baca, keterampilan membaca dan menulis, serta penguatan literasi multimodal melalui pemanfaatan media dan platform digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Namun demikian, teknologi digital juga memunculkan dampak negatif berupa dominasi penggunaan bahasa informal, bahasa gaul, dan alih kode yang berlebihan dalam komunikasi digital, yang berpotensi melemahkan penguasaan kaidah bahasa Indonesia yang baku. Selain itu, literasi bahasa Indonesia di era digital menghadapi tantangan kompleks, termasuk rendahnya minat baca, maraknya penyebaran informasi hoaks, lemahnya etika komunikasi digital, serta ketimpangan akses teknologi. Oleh karena itu, penguatan literasi bahasa Indonesia di era digital perlu diarahkan pada strategi pendidikan dan kebijakan bahasa yang integratif, adaptif, dan berkelanjutan guna menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan pemeliharaan kaidah bahasa Indonesia yang baku.", "graph": "@prefix : <http://example.org/> .\n@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> .\n@prefix rdfs: <http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#> .\n@prefix xsd: <http://www.w3.org/2001/XMLSchema#> .\n\n# Triples\n:Penelitian :memilikiMasalah :Masalah_Penelitian .\n:Penelitian :bertopik :Topik_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanMetodologi :Metodologi_Penelitian .\n:Penelitian :menggunakanSumberData :Sumber_Data_Penelitian .\n:Penelitian :menghasilkan :Hasil_Penelitian_1, :Hasil_Penelitian_2, :Hasil_Penelitian_3, :Hasil_Penelitian_4 .\n:Penelitian :bertujuanMengkaji :Pengaruh_Teknologi_Digital_Terhadap_Literasi_Bahasa_Indonesia .\n:Penelitian :memetakan :Dampak_Negatif, :Dampak_Positif, :Tantangan_Literasi_Di_Era_Digital .\n:Penelitian :menggunakan :Pendekatan_Kualitatif, :Studi_Literatur .\n:Teknologi_Digital :mengubah :Literasi_Bahasa_Indonesia .\n:Teknologi_Digital :berdampakPositifTerhadap :Keterampilan_Membaca_Dan_Menulis, :Penguatan_Literasi, :Peningkatan_Minat_Baca .\n:Teknologi_Digital :memunculkan :Alih_Kode_Berlebihan, :Bahasa_Gaul, :Bahasa_Informal .\n:Literasi_Bahasa_Indonesia :dalamRanah :Pendidikan_Dan_Komunikasi_Sosial .\n:Literasi_Bahasa_Indonesia :mencakup :Kemampuan_Memahami_Mengevaluasi_Dan_Memproduksi_Teks_Digital, :Kemampuan_Membaca_Dan_Menulis_Teks_Cetak .\n:Literasi_Bahasa_Indonesia :menghadapi :Tantangan_Kompleks .\n:Data :bersumberDari :Artikel_Jurnal_Ilmiah_Nasional .\n:Data :dianalisisDengan :Analisis_Deskriptif_Kualitatif .\n:Penguatan_Literasi :melalui :Pemanfaatan_Media_Dan_Platform_Digital .\n:Penguatan_Literasi :diarahkanPada :Strategi_Pendidikan_Dan_Kebijakan_Bahasa .\n:Pemanfaatan_Media_Dan_Platform_Digital :digunakanDalam :Pembelajaran_Bahasa_Indonesia .\n:Bahasa_Informal :berpotensiMelemahkan :Kaidah_Bahasa_Indonesia_Baku .\n:Bahasa_Gaul :berpotensiMelemahkan :Kaidah_Bahasa_Indonesia_Baku .\n:Alih_Kode_Berlebihan :berpotensiMelemahkan :Kaidah_Bahasa_Indonesia_Baku .\n:Penyebaran_Informasi_Hoaks :termasuk :Tantangan_Kompleks .\n:Lemahnya_Etika_Komunikasi_Digital :termasuk :Tantangan_Kompleks .\n:Ketimpangan_Akses_Teknologi :termasuk :Tantangan_Kompleks .\n:Strategi_Pendidikan_Dan_Kebijakan_Bahasa :membantuMenyeimbangkan :Pemanfaatan_Teknologi .\n:Strategi_Pendidikan_Dan_Kebijakan_Bahasa :bertujuanMenjaga :Kaidah_Bahasa_Indonesia_Baku .\n\n# Definisi Node Non-Entity\n:Masalah_Penelitian rdf:type :Problem ;\n rdfs:label \"Perubahan praktik literasi bahasa Indonesia akibat perkembangan teknologi digital yang menimbulkan dampak positif, negatif, dan berbagai tantangan literasi.\" .\n\n:Topik_Penelitian rdf:type :Topic ;\n rdfs:label \"Pendidikan bahasa / Literasi digital\" .\n\n:Metodologi_Penelitian rdf:type :Methodology ;\n rdfs:label \"Pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis deskriptif kualitatif.\" .\n\n:Sumber_Data_Penelitian rdf:type :DataSource ;\n rdfs:label \"Artikel jurnal ilmiah nasional yang relevan.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_1 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Teknologi digital meningkatkan minat baca, keterampilan membaca dan menulis, serta literasi multimodal.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_2 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Teknologi digital memunculkan penggunaan bahasa informal, bahasa gaul, dan alih kode berlebihan yang dapat melemahkan kaidah bahasa baku.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_3 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Tantangan literasi meliputi rendahnya minat baca, penyebaran hoaks, lemahnya etika komunikasi digital, dan ketimpangan akses teknologi.\" .\n\n:Hasil_Penelitian_4 rdf:type :Result ;\n rdfs:label \"Diperlukan strategi pendidikan dan kebijakan bahasa yang integratif, adaptif, dan berkelanjutan untuk menyeimbangkan teknologi dan kaidah bahasa baku.\" .\n"}