Spaces:
Sleeping
Sleeping
Upload IPLM_QnA_Chatbot.jsonl
Browse files- IPLM_QnA_Chatbot.jsonl +20 -0
IPLM_QnA_Chatbot.jsonl
ADDED
|
@@ -0,0 +1,20 @@
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| 1 |
+
{"question": "Apa itu IPLM?", "answer": "IPLM atau Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat adalah instrumen pengukuran yang digunakan oleh Perpustakaan Nasional untuk menilai tingkat pembangunan literasi masyarakat di provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia."}
|
| 2 |
+
{"question": "Apa tujuan IPLM?", "answer": "Tujuan IPLM adalah untuk mengukur, memantau, dan mengevaluasi perkembangan literasi masyarakat di daerah, serta mendukung kebijakan pembangunan literasi nasional."}
|
| 3 |
+
{"question": "Apa manfaat IPLM bagi pemerintah daerah?", "answer": "IPLM dapat digunakan sebagai bahan evaluasi internal, penyusunan program literasi, laporan LPPD, serta dasar pengambilan kebijakan berbasis data di bidang perpustakaan dan literasi."}
|
| 4 |
+
{"question": "Apa saja dimensi IPLM?", "answer": "IPLM terdiri dari dua dimensi utama, yaitu Dimensi Kepatuhan (30%) dan Dimensi Kinerja (70%)."}
|
| 5 |
+
{"question": "Apa indikator pada dimensi kepatuhan IPLM?", "answer": "Dimensi Kepatuhan meliputi indikator koleksi, tenaga perpustakaan, dan anggaran yang dialokasikan untuk layanan perpustakaan."}
|
| 6 |
+
{"question": "Apa indikator pada dimensi kinerja IPLM?", "answer": "Dimensi Kinerja meliputi indikator pelayanan, penyelenggaraan dan pengelolaan, kerja sama, kegiatan literasi, jumlah pemustaka, dan inovasi layanan."}
|
| 7 |
+
{"question": "Bagaimana bobot penilaian IPLM?", "answer": "Dimensi Kepatuhan memiliki bobot 30%, sedangkan Dimensi Kinerja memiliki bobot 70%. Bobot ini digunakan dalam perhitungan indeks akhir IPLM."}
|
| 8 |
+
{"question": "Bagaimana cara menghitung IPLM?", "answer": "IPLM dihitung dengan mengukur nilai indikator dalam dua dimensi (kepatuhan 30% dan kinerja 70%), kemudian dijumlahkan dan dinormalisasi ke dalam skala 0-100."}
|
| 9 |
+
{"question": "Apa dasar hukum pelaksanaan IPLM?", "answer": "Pelaksanaan IPLM didasarkan pada Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, serta peraturan teknis dari Perpustakaan Nasional."}
|
| 10 |
+
{"question": "Siapa yang melaksanakan pengumpulan data IPLM?", "answer": "Pengumpulan data IPLM dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota, dengan supervisi dan verifikasi dari Perpustakaan Nasional."}
|
| 11 |
+
{"question": "Apa keluaran utama dari IPLM?", "answer": "Keluaran utama dari IPLM adalah nilai indeks 0-100 yang menggambarkan kondisi literasi masyarakat di suatu daerah, lengkap dengan kategori capaian (rendah, sedang, tinggi)."}
|
| 12 |
+
{"question": "Bagaimana kategori hasil IPLM?", "answer": "Kategori hasil IPLM biasanya dibagi menjadi rendah (0-40), sedang (41-70), dan tinggi (71-100)."}
|
| 13 |
+
{"question": "Bagaimana IPLM digunakan dalam laporan pemerintah?", "answer": "Nilai IPLM digunakan dalam laporan LPPD sebagai indikator kinerja urusan perpustakaan, serta dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan daerah."}
|
| 14 |
+
{"question": "Apa hubungan IPLM dengan TGM?", "answer": "IPLM berfokus pada pembangunan literasi masyarakat melalui indikator kepatuhan dan kinerja perpustakaan, sedangkan TGM (Tingkat Kegemaran Membaca) berfokus pada kebiasaan membaca masyarakat. Keduanya saling melengkapi."}
|
| 15 |
+
{"question": "Bagaimana proses verifikasi data IPLM?", "answer": "Data IPLM diverifikasi melalui supervisi lapangan, validasi silang antar level (kabupaten/kota, provinsi, pusat), serta berita acara verifikasi sebelum analisis."}
|
| 16 |
+
{"question": "Apa peran inovasi layanan dalam IPLM?", "answer": "Inovasi layanan menjadi salah satu indikator dimensi kinerja, dengan tujuan mendorong perpustakaan daerah berinovasi agar literasi masyarakat meningkat."}
|
| 17 |
+
{"question": "Bagaimana peran anggaran dalam IPLM?", "answer": "Anggaran perpustakaan daerah dihitung sebagai indikator kepatuhan, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung layanan literasi."}
|
| 18 |
+
{"question": "Bagaimana hasil IPLM dimanfaatkan oleh daerah?", "answer": "Hasil IPLM dapat menjadi dasar penyusunan program literasi daerah, bahan advokasi ke pemerintah daerah, dan bukti capaian dalam laporan pembangunan."}
|
| 19 |
+
{"question": "Bagaimana peran Perpusnas dalam IPLM?", "answer": "Perpustakaan Nasional berperan sebagai koordinator nasional, penyusun instrumen, pelatih operator daerah, serta pengolah dan publikasi hasil IPLM."}
|
| 20 |
+
{"question": "Apa tantangan dalam pelaksanaan IPLM?", "answer": "Tantangan utama adalah ketersediaan data akurat di daerah, keterbatasan SDM pengelola perpustakaan, variasi anggaran, dan komitmen pemerintah daerah yang berbeda-beda."}
|