File size: 7,371 Bytes
b81a86b
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
**LAPORAN HASIL INTERVIEW PETANI (VALIDASI PLATFORM DIGITAL)**

**BAGIAN 1: PROFIL \& KARAKTERISTIK LAHAN PETANI**

* **Pertanyaan:** "Kalau boleh tahu sekarang Kakak lagi menanam apa ya?"
* **Jawaban:** Sekarang lagi musim padi, Kak. Baru masuk umur sekitar 2 bulanan, Kak.
* **Pertanyaan:** "Sudah berapa lama kakak bertani?"
* **Jawaban:** Kurang lebih udah 15 tahunan, Kak. Dari dulu ikut orang tua di sawah juga, Kak.
* **Pertanyaan:** "Untuk lahannya sendiri kira\-kira luasnya berapa ya kak?"
* **Jawaban:** Kalau punya sendiri enggak terlalu luas sih, Kak, sekitar 1 hektar tapi kadang nambah garap sawah saudara juga.

**BAGIAN 2: RIWAYAT PENJUALAN \& FLUKTUASI HARGA**

* **Pertanyaan:** "Kalau terakhir panen, biasanya hasil panennya dijual di harga berapa kak?"
* **Jawaban:** Kalau kemarin, gabah sempat dijual sekitaran Rp5\.800 per kg.
* **Pertanyaan:** "Menurut kakak, harga hasil panen akhir\-akhir ini sering naik turun nggak sih?"
* **Jawaban:** Iya, Kak. Kadang pas awal tanam dengar harga bagus, tapi pas panen malah turun, Kak.

**BAGIAN 3: SALURAN DISTRIBUSI \& TANTANGAN PASAR**

* **Pertanyaan:** "Biasanya kakak menjual hasil panen ke siapa?"
* **Jawaban:** Biasanya ketangkulak atau pengepul sekitaran sini aja, Kak. Mereka yang datang langsung ke sawah.
* **Pertanyaan:** "Pernah nggak kak mengalami harga tiba\-tiba turun saat panen?"
* **Jawaban:** Pernah, Kak. Apalagi kalau panennya bareng\-bareng. Jadi stok banyak dan harga langsung turun, Kak.
* **Pertanyaan:** "Kalau harga lagi turun seperti itu, biasanya kakak menyiasatinya bagaimana?"
* **Jawaban:** Kadang tetap dijual, Kak, karena butuh buat nutupin biaya pupuk sama pekerja. Mau disimpan juga enggak selalu punya tempat, Kak.

**BAGIAN 4: RISIKO PENYERAPAN \& KERUSAKAN HASIL PANEN**

* **Pertanyaan:** "Pernah nggak kak mengalami panen banyak tapi agak susah menjual hasilnya?"
* **Jawaban:** Kalau padi biasanya tetap kejual sih, Kak. Tapi kadang harga yang ditawar rendah banget.
* **Pertanyaan:** "Ada nggak hasil panen yang sampai rusak atau terbuang karena belum terjual?"
* **Jawaban:** Kalau gabah terlalu lama kena lembab biasanya kualitasnya turun, Kak. Jadi harganya ikut turun juga.

**BAGIAN 5: VALIDASI SOLUSI PLATFORM DIGITAL**

* **Pertanyaan:** "Biasanya hasil panennya dijual di sekitar daerah sini aja atau pernah sampai ke luar daerah juga kak?"
* **Jawaban:** Kalau saya biasanya sekitar sini aja, Kak. Belum pernah langsung jual ke luar daerah.
* **Pertanyaan:** "Menurut kakak, tantangan paling besar saat menjual hasil panen itu apa ya?"
* **Jawaban:** Paling susah itu harga nggak stabil, Kak. Kadang biaya tanam naik tapi harga jual malah turun, Kak.
* **Pertanyaan:** "Kalau menurut kakak sendiri, kenapa harga di tiap daerah bisa berbeda\-beda?"
* **Jawaban:** Mungkin karena stok dan kebutuhan tiap daerah beda ya, Kak. Ada daerah yang panennya banyak, ada yang lagi kurang, Kak.
* **Pertanyaan:** "Biasanya kakak mendapatkan informasi harga pasar dari mana?"
* **Jawaban:** Biasanya dari pengepul sesama petani atau kadang lihat info di grup WhatsApp, Kak.
* **Pertanyaan:** "Pernah nggak kak salah memperkirakan harga atau waktu panen? Misalnya sudah berharap harga bagus, ternyata saat panen malah turun 😅"
* **Jawaban:** Sering, Kak. Kadang berharap harga naik. Eh, ternyata pas panen malah turun semua, Kak.
* **Pertanyaan:** "Nah kak, sebenarnya kami sedang mengembangkan platform yang bisa membantu memberikan informasi harga pangan secara real time dan prediksi harga beberapa minggu ke depan 😄 Selain itu, platform ini juga nantinya bisa membantu memberikan rekomendasi distribusi dari daerah yang surplus ke daerah yang sedang membutuhkan stok. Kalau ada informasi harga dari daerah lain seperti itu, kira\-kira akan membantu kakak nggak?"
* **Jawaban:** Membantu sih, Kak. Jadi petani bisa punya gambaran harga di tempat lain juga.
* **Pertanyaan:** "Kalau misalnya ada pembeli dari luar kota dengan harga yang lebih baik, kakak tertarik untuk mencoba menjual ke sana nggak?"
* **Jawaban:** Tertarik, Kak. Asal jelas dan aman prosesnya.
* **Pertanyaan:** "Kalau untuk komunikasi, kakak lebih nyaman menggunakan WhatsApp atau telepon biasa?"
* **Jawaban:** WhatsApp aja, Kak. Biasanya lebih gampang.
* **Pertanyaan:** "Menurut kakak, ada nggak hal yang mungkin membuat ragu kalau menggunakan sistem seperti ini?"
* **Jawaban:** Paling takut ribet pas awal pakainya, Kak. Sama takut kalau ternyata enggak sesuai pas jual beli.
* **Pertanyaan:** "Kalau platform ini bisa membantu penjualan hasil panen atau menambah penghasilan, apakah kakak tertarik untuk mencoba menggunakannya?"
* **Jawaban:** Mau coba sih, Kak. Kalau memang bisa bantu petani dan gampang dipakainya.
* **Pertanyaan:** "Baik kak, terima kasih banyak ya atas waktu dan cerita yang sudah dibagikan Masukan dari kakak sangat membantu untuk pengembangan inovasi kami Semoga hasil panennya lancar dan harganya semakin bagus ya kak "
* **Jawaban:** Yeah, sama\-sama.

**RANGKUMAN ANALISIS EKSEKUTIF**

**1\. Masalah Utama Petani (User Pain Points)**

* **Ketergantungan dan Posisi Tawar Rendah:** Distribusi hasil tani bersifat sangat pasif karena petani hanya menunggu tengkulak lokal mendatangi sawah. Akibatnya, mereka terpaksa menerima harga yang rendah saat panen raya demi menutupi biaya operasional mendesak (pupuk dan tenaga kerja).
* **Keterbatasan Penyimpanan \& Risiko Kualitas:** Petani tidak memiliki tempat penyimpanan yang memadai untuk menahan stok. Selain itu, gabah yang disimpan terlalu lama berisiko menjadi lembab, yang justru menurunkan kualitas dan menjatuhkan nilai jualnya.
* **Kebutaan Informasi Pasar:** Petani mengandalkan sumber informasi yang tidak terstruktur (hanya dari jaringan pengepul lokal atau obrolan grup WhatsApp). Hal ini membuat perkiraan harga mereka sering meleset dan mengalami kerugian akibat harga anjlok mendadak saat panen raya serentak.

**2\. Validasi Solusi Platform (Product\-Market Fit)**

* **Kebutuhan Data Harga Real\-Time:** Petani menyetujui bahwa keterbukaan informasi harga pangan lintas daerah sangat membantu memberikan gambaran pasar yang adil.
* **Ketertarikan Ekspansi Distribusi:** Gagasan menghubungkan petani dengan pembeli dari luar kota yang menawarkan harga lebih baik mendapatkan respons positif, asalkan prosesnya transparan. Petani memahami secara logis bahwa perbedaan harga dipicu oleh ketimpangan pasokan antar\-daerah.

**3\. Hambatan Adopsi \& Hambatan UX (User Barriers)**

* **Kekhawatiran Sistem yang Rumit:** Hambatan psikologis terbesar bagi petani adalah ketakutan menghadapi sistem aplikasi yang membingungkan atau "ribet" di awal pemakaian.
* **Isu Kepercayaan Transaksi:** Ada kekhawatiran apakah sistem jual\-beli digital yang ditampilkan akan berjalan aman dan sesuai dengan kondisi fisik di lapangan.
* **Kanal Komunikasi Terfavorit:** Petani jauh lebih aktif dan nyaman berinteraksi melalui **WhatsApp** dibanding media lainnya.

**Kesimpulan Akhir:**

Petani memiliki minat yang tinggi untuk mengadopsi platform digital ini jika terbukti menambah penghasilan mereka. Kunci adopsi produk berada pada **kesederhanaan tampilan aplikasi** (disarankan terintegrasi erat dengan fitur atau notifikasi WhatsApp) serta adanya **jaminan keamanan transaksi** yang jelas untuk membangun kepercayaan pengguna.