""" Example aspirations for the DPR AI Simulator UI. """ ASPIRATION_1 = """Pendidikan Digital di Daerah Terpencil di Desa Cikadu, Cianjur Selatan, Jawa Barat LATAR BELAKANG: Desa Cikadu di Cianjur Selatan memiliki 3 sekolah dasar (SD) dan 1 SMP dengan total 850 siswa. Namun, kondisi pendidikan digital di desa ini sangat memprihatinkan. Jaringan internet tidak stabil (sering hilang sinyal), hanya ada 1 laboratorium komputer usang dengan 5 komputer yang masih menyala (berbagi untuk 850 siswa), dan guru-guru belum mendapatkan pelatihan teknologi yang memadai. DATA & FAKTA PERMASALAHAN: - Rasio komputer vs siswa: 1 komputer untuk 170 siswa (Sangat buruk) - Kecepatan internet rata-rata: < 2 Mbps (Sering putus) - 85% siswa kelas 6 SD belum pernah menggunakan laptop/komputer - Guru tidak bisa mengakses platform Merdeka Mengajar karena kendala sinyal - Anak-anak tertinggal jauh dalam literasi digital dibanding kota besar SOLUSI YANG DIUSULKAN MASYARAKAT: 1. Pembangunan menara BTS/penguat sinyal 4G di titik strategis desa 2. Pengadaan 50 unit laptop/Chromebook untuk laboratorium komputer sekolah 3. Instalasi internet satelit (Starlink/VSAT) sebagai backup 4. Pelatihan literasi digital rutin untuk 35 guru di desa tersebut 5. Program "Satu Siswa Satu Tablet" untuk kelas 5-6 SD dan SMP TARGET YANG DIHARAPKAN: - 100% siswa lulus SD sudah melek teknologi dasar - Guru bisa menggunakan metode pembelajaran digital interaktif - Akses informasi pendidikan setara dengan kota besar - Meningkatkan nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) siswa PIHAK YANG PERLU DILIBATKAN: - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Bakti Kominfo) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi - Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur - Komisi X dan Komisi I DPR RI""" ASPIRATION_2 = """Kualitas Layanan RSUD Dr. Soegiri yang Buruk di Lamongan, Jawa Timur LATAR BELAKANG: RSUD Dr. Soegiri sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Lamongan menerima keluhan terus-menerus dari masyarakat terkait antrean BPJS yang membludak (rata-rata 4-6 jam), kekurangan dokter spesialis (terutama onkologi dan jantung), serta fasilitas rawat inap kelas 3 yang kelebihan kapasitas (pasien sering dirawat di lorong). DATA & FAKTA PERMASALAHAN: - Waktu tunggu antrean obat BPJS: Rata-rata 4 jam - Rasio Bed Occupancy Rate (BOR) Kelas 3: Mencapai 110% (Overload) - Kekurangan dokter spesialis: Hanya ada 1 Onkolog untuk populasi 1.3 juta - Alat CT-Scan sering rusak dan waktu perbaikan lama (2-3 bulan) - 35% pasien rujukan terpaksa dirujuk lagi ke Surabaya karena alat tidak lengkap - Ruang tunggu sempit, panas, dan tidak manusiawi bagi lansia SOLUSI YANG DIUSULKAN MASYARAKAT: 1. Implementasi sistem antrean online BPJS yang terintegrasi penuh (Mobile JKN) 2. Penambahan gedung rawat inap baru khusus kelas 3 (kapasitas +100 bed) 3. Rekrutmen dan insentif khusus untuk menarik dokter spesialis langka 4. Peremajaan alat kesehatan vital (MRI baru, CT-Scan cadangan) 5. Perluasan ruang tunggu dan perbaikan sistem ventilasi/AC TARGET YANG DIHARAPKAN: - Waktu tunggu pasien BPJS maksimal 1 jam - Tidak ada lagi pasien yang dirawat di lorong RS - Pasien bisa ditangani tuntas di Lamongan tanpa perlu ke Surabaya - Kepuasan masyarakat terhadap RSUD meningkat >85% PIHAK YANG PERLU DILIBATKAN: - Kementerian Kesehatan RI - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur - Manajemen RSUD Dr. Soegiri - BPJS Kesehatan Cabang Lamongan - Komisi IX DPR RI""" ASPIRATION_3 = """Banjir Rob Permanen Jakarta Utara - Penjaringan, Pluit, Muara Baru LATAR BELAKANG: Kelurahan Penjaringan, Pluit, dan Muara Baru di Jakarta Utara mengalami banjir rob (air laut pasang) permanen setinggi 20-50 cm selama 6-8 jam setiap hari. Kondisi ini telah berlangsung selama 3 tahun terakhir dan semakin parah. Penurunan tanah (land subsidence) 7-15 cm per tahun memperburuk situasi. DATA & FAKTA PERMASALAHAN: - 3 kelurahan tergenang air laut 365 hari/tahun (tinggi 20-50 cm saat air pasang) - 28.500 warga terdampak langsung, ribuan rumah terendam setiap hari - 12 km jalan protokol rusak parah dan nyaris tidak bisa dilalui kendaraan - 840 rumah warga terendam permanen dan tidak layak huni - 4.200 UMKM terpaksa tutup atau pindah lokasi usaha - Sistem drainase eksisting hanya mampu menangani 40% volume air rob - 8 pompa air di titik kritis sering mati karena overload - Puskesmas Kelurahan Penjaringan terendam, layanan kesehatan terganggu - Anak-anak tidak bisa sekolah dengan normal karena akses jalan tergenang SOLUSI YANG DIUSULKAN MASYARAKAT: 1. Pembangunan tanggul laut (sea wall) yang tinggi dan kokoh sepanjang 8 km pantai 2. Perbaikan dan peningkatan kapasitas sistem drainase yang sudah tidak memadai 3. Pengadaan pompa air berkapasitas besar untuk memompa air rob keluar 4. Pembangunan kolam-kolam penampungan air (retensi) di beberapa titik strategis 5. Program relokasi prioritas untuk 840 keluarga yang rumahnya terendam permanen 6. Rehabilitasi dan elevasi (peninggian) jalan-jalan utama yang selalu tergenang 7. Sistem peringatan dini (early warning) banjir rob + pompa mobile siaga 24 jam TARGET YANG DIHARAPKAN: - Banjir rob berkurang signifikan atau hilang sama sekali - Warga bisa beraktivitas normal tanpa terganggu genangan - UMKM bisa beroperasi kembali dan ekonomi lokal pulih - Akses kesehatan dan pendidikan kembali lancar - Tidak ada lagi korban jiwa akibat banjir rob PIHAK YANG PERLU DILIBATKAN: - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta - Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) - Kementerian Kelautan dan Perikanan - Komisi V DPR RI - BPBD DKI Jakarta - Ahli teknik sipil dan hidrologi""" ASPIRATION_4 = """Tambang Ilegal & Pencemaran Sungai - Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur LATAR BELAKANG: Di Kabupaten Kutai Kartanegara, aktivitas tambang batubara ilegal telah merusak 24.800 hektar hutan lindung dan mencemari 3 sungai utama (Mahakam, Kedang Pahu, Belayan) yang menjadi sumber air bersih bagi 185.000 warga di 42 desa. Pencemaran sudah berlangsung sejak 2020 dan semakin parah setiap tahunnya. DATA & FAKTA PERMASALAHAN: - 24.800 hektar hutan lindung gundul akibat 67 lokasi tambang ilegal sejak 2020 - 3 sungai utama tercemar berat dengan kadar merkuri 0.08 mg/L (8x lipat batas aman WHO) - pH air sungai mencapai 4.2 (sangat asam) - tidak layak konsumsi - 185.000 warga di 42 desa kehilangan akses air bersih yang aman - 1.240 kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) per bulan akibat polusi udara - 18 spesies satwa dilindungi (orangutan, bekantan, dll) habitat rusak dan terancam punah - Banjir dan longsor meningkat drastis karena hilangnya tutupan hutan - Anak-anak di 42 desa mengalami masalah kesehatan kronis SOLUSI YANG DIUSULKAN MASYARAKAT: 1. Operasi gabungan Polda-TNI untuk menutup 67 lokasi tambang ilegal secara paksa 2. Penegakan hukum tegas terhadap pelaku tambang ilegal dan backing-nya 3. Rehabilitasi 24.800 hektar hutan dengan penanaman kembali (reforestasi masif) 4. Pembangunan instalasi pengolahan air minum (IPAM) di 8 titik strategis 5. Program alih profesi untuk 2.400 penambang ilegal ke usaha berkelanjutan (budidaya lebah madu, ekowisata, pertanian) 6. Penyediaan air bersih mobile darurat untuk 42 desa sampai sungai pulih 7. Sistem monitoring kualitas air real-time dengan sensor otomatis 8. Patroli drone dan satelit untuk mencegah tambang ilegal baru muncul TARGET YANG DIHARAPKAN: - Semua tambang ilegal ditutup permanen dalam 6-12 bulan - Kualitas air sungai kembali memenuhi standar WHO dalam 2 tahun - Hutan lindung pulih dengan jutaan pohon baru tertanam - 185.000 warga mendapat akses air bersih yang aman - Kasus ISPA dan masalah kesehatan turun drastis - Habitat satwa liar pulih, populasi orangutan & bekantan stabil PIHAK YANG PERLU DILIBATKAN: - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) - Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) - Polda Kalimantan Timur & TNI - Pemerintah Provinsi Kaltim - Komisi VII dan Komisi IV DPR RI - BPBD dan Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara""" ASPIRATION_5 = """Kemacetan Ekstrem Ring Road Surabaya - Juanda ke Tanjung Perak LATAR BELAKANG: Jalan Raya Juanda - Ahmad Yani - Tanjung Perak (Ring Road Surabaya) sepanjang 28 km mengalami kemacetan parah hampir sepanjang hari (14-18 jam/hari). Kecepatan rata-rata hanya 12 km/jam padahal seharusnya bisa 60 km/jam. Kemacetan ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan terus memburuk. DATA & FAKTA PERMASALAHAN: - 28 km ruas jalan macet total 14-18 jam per hari, hampir tidak bergerak - Kecepatan rata-rata hanya 12 km/jam (seharusnya minimal 40-60 km/jam) - 285.000 kendaraan per hari melewati ruas ini (jauh melampaui kapasitas maksimal 180 ribu) - Waktu tempuh Bandara Juanda ke Pelabuhan Tanjung Perak: 3-3.5 jam (normalnya 30-40 menit) - 2.400 truk kontainer parkir sembarangan di badan jalan, memperparah kemacetan - Tidak ada alternatif transportasi umum massal yang efektif dan terpercaya - Emisi kendaraan sangat tinggi, polusi udara parah - Kerugian waktu, BBM terbuang, dan produktivitas menurun drastis SOLUSI YANG DIUSULKAN MASYARAKAT: 1. Pembangunan jalan layang (elevated road) atau jalan bawah tanah sepanjang 28 km untuk enteng beban 2. Pengadaan sistem Bus Rapid Transit (BRT) massal dengan ratusan unit bus dan jadwal ketat 5 menit sekali 3. Pembangunan terminal khusus truk kontainer off-street agar tidak parkir sembarangan 4. Sistem Electronic Road Pricing (ERP) untuk membatasi kendaraan pribadi masuk di jam sibuk 5. Jalur khusus sepeda dan pejalan kaki untuk mengurangi ketergantungan kendaraan 6. Traffic Management Center (TMC) dengan teknologi AI untuk mengoptimalkan lampu merah 7. Program car-free day atau pembatasan kendaraan tertentu di hari/jam tertentu TARGET YANG DIHARAPKAN: - Kemacetan berkurang signifikan, kecepatan rata-rata naik minimal 3x lipat - Waktu tempuh Juanda-Tanjung Perak turun drastis menjadi sekitar 45-50 menit - Transportasi umum menjadi pilihan utama (target: 30-40% pengguna jalan beralih ke transportasi umum) - Konsumsi BBM dan emisi CO2 turun drastis - Produktivitas ekonomi Surabaya meningkat, tidak terbuang di jalan PIHAK YANG PERLU DILIBATKAN: - Pemerintah Kota Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur - Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) - Kementerian Perhubungan - Komisi V DPR RI - PT Angkasa Pura (Bandara Juanda) - Pelindo (Pelabuhan Tanjung Perak)""" ASPIRATION_6 = """Krisis Nelayan & Illegal Fishing - Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan LATAR BELAKANG: Nelayan tradisional di 28 desa pesisir Kabupaten Bone mengalami penurunan tangkapan ikan yang sangat drastis, dari rata-rata 450 kg per trip menjadi hanya 144 kg per trip (turun 68%) dalam 4 tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh illegal fishing kapal asing dan kerusakan terumbu karang. 8.400 nelayan terancam kehilangan mata pencaharian. DATA & FAKTA PERMASALAHAN: - Tangkapan ikan turun drastis 68% dalam 4 tahun (dari 450 kg menjadi 144 kg per trip) - Minimal 42 kapal asing melakukan illegal fishing di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Sulawesi tanpa izin - 12.500 hektar terumbu karang rusak parah akibat pengeboman ikan (40% dari total area) - 8.400 nelayan pendapatan anjlok dari Rp 4.5 juta menjadi Rp 1.4 juta per bulan - Tidak ada fasilitas cold storage di 28 desa, ikan terbuang/busuk 30% sebelum dijual - 2.100 anak nelayan terpaksa putus sekolah karena orang tua tidak mampu bayar biaya pendidikan - Nelayan tidak memiliki alat tangkap modern dan GPS untuk keselamatan di laut SOLUSI YANG DIUSULKAN MASYARAKAT: 1. Pengadaan kapal patroli cepat dan pesawat surveillance untuk monitoring illegal fishing 24/7 2. Penegakan hukum tegas terhadap kapal asing yang melanggar, ditenggelamkan sesuai UU 3. Rehabilitasi masif 12.500 hektar terumbu karang dengan transplantasi karang 4. Pembangunan cold storage (gudang pendingin) di 28 desa + pabrik es 5. Bantuan alat tangkap ikan modern dan GPS tracker untuk 8.400 nelayan 6. Program budidaya rumput laut dan kerapu sebagai sumber pendapatan alternatif 7. Beasiswa penuh untuk 2.100 anak nelayan dari SD sampai SMA TARGET YANG DIHARAPKAN: - Illegal fishing hilang total dari perairan Sulawesi - Tangkapan ikan nelayan kembali normal atau bahkan meningkat - Terumbu karang pulih sehingga ikan banyak kembali - Pendapatan nelayan meningkat dan stabil - Tidak ada lagi ikan terbuang karena ada cold storage - Semua anak nelayan bisa sekolah sampai tamat PIHAK YANG PERLU DILIBATKAN: - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) - TNI Angkatan Laut (patroli dan penegakan hukum) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone - Komisi IV DPR RI - Bakamla (Badan Keamanan Laut)""" ASPIRATION_7 = """Kabut Asap & Kebakaran Hutan Berulang - Provinsi Riau LATAR BELAKANG: Provinsi Riau mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masif seluas 94.500 hektar pada musim kemarau 2023, menghasilkan kabut asap tebal yang melumpuhkan seluruh aktivitas di 7 kabupaten/kota. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 650 (kategori berbahaya). Masalah ini berulang setiap tahun dan semakin parah. DATA & FAKTA PERMASALAHAN: - 94.500 hektar lahan terbakar pada musim kemarau 2023 (naik 120% dari tahun sebelumnya) - ISPU mencapai 650 (sangat berbahaya) selama 45 hari berturut-turut - 2.4 juta warga terdampak kabut asap, tidak bisa beraktivitas normal - 48.000 kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), 124 orang meninggal dunia - 840 sekolah terpaksa tutup selama 3 minggu, 320.000 siswa pembelajaran terganggu - Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru tutup 18 hari, ribuan penerbangan batal - Ekonomi lumpuh total: pariwisata mati, industri berhenti, pertanian hancur - Kebakaran diduga disengaja (pembakaran lahan untuk perkebunan sawit dan pertanian) SOLUSI YANG DIUSULKAN MASYARAKAT: 1. Pembangunan menara pemantau kebakaran dengan sensor IoT dan satelit real-time di seluruh Riau 2. Pengadaan helikopter water bomber dan ratusan mobil pemadam kebakaran 3. Rekrutmen dan pelatihan ribuan relawan pemadam kebakaran komunitas di setiap desa 4. Restorasi masif 94.500 hektar lahan gambut dengan sistem kanal blocking dan rewetting 5. Program alih profesi untuk petani dari pembakaran lahan ke sistem pertanian tanpa bakar 6. Penegakan hukum tegas: Pengadilan khusus karhutla dan denda berat untuk pelaku 7. Edukasi masif ke masyarakat tentang bahaya membakar lahan 8. Sistem early warning dan aplikasi mobile untuk melaporkan titik api TARGET YANG DIHARAPKAN: - Luas karhutla turun drastis minimal 80-90% dalam 2 tahun - ISPU tetap di bawah 100 (kategori baik) sepanjang tahun - Tidak ada lagi kematian akibat kabut asap - Bandara dan sekolah operasional normal 100% tanpa gangguan - Lahan gambut pulih dan tidak mudah terbakar lagi - Emisi CO2 berkurang drastis, kontribusi ke perubahan iklim turun PIHAK YANG PERLU DILIBATKAN: - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) - Pemerintah Provinsi Riau - Kepolisian Daerah Riau (Polda) - Perusahaan Perkebunan Sawit (CSR dan tanggung jawab hukum) - Komisi IV DPR RI"""