tampakwilll commited on
Commit
5ec22b6
·
verified ·
1 Parent(s): 57ea7fc

Tambah dokumentasi arsitektur Split Multi-Head Total

Browse files
Files changed (1) hide show
  1. README.md +192 -0
README.md ADDED
@@ -0,0 +1,192 @@
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
1
+ ---
2
+ license: cc-by-4.0
3
+ language:
4
+ - id
5
+ tags:
6
+ - transformer
7
+ - multi-head-attention
8
+ - block-diagonal
9
+ - architecture
10
+ ---
11
+
12
+ # Split Multi-Head Total: Transformer dengan Proyeksi Block-Diagonal per Head
13
+
14
+ Artikel asli: https://catatanwildanardiansyah.blogspot.com/2026/10/split-multi-head-total-transformer.html
15
+
16
+ **Ringkasan.** Split Multi-Head Total (SMHT) adalah varian Transformer decoder yang membatasi semua proyeksi linear di dalam blok, yaitu Q, K, V, W_O, dan dua lapisan FFN, menjadi block-diagonal per head. Vektor berdimensi `d_model` dipecah menjadi `H` potongan, dan potongan ke-`i` hanya diproses oleh bobot milik head ke-`i`. Dokumen ini menjelaskan strukturnya, menelusuri cara kerjanya dari token masukan sampai logit keluaran langkah demi langkah, lalu menghitung jumlah parameternya.
17
+
18
+ ## 1. Notasi
19
+
20
+ | Simbol | Arti |
21
+ | --- | --- |
22
+ | `B, L` | ukuran batch, panjang sekuens (jumlah token) |
23
+ | `V` | ukuran kosakata |
24
+ | `d_model` | dimensi vektor tiap token di seluruh model |
25
+ | `H` | jumlah head; harus membagi `d_model` dan `d_ff` |
26
+ | `d_head` | `d_model / H`, lebar satu potongan |
27
+ | `d_ff`, `d_ff_head` | lebar hidden FFN, dan `d_ff / H` |
28
+
29
+ Semua proyeksi linear di dalam blok tidak memakai bias.
30
+
31
+ ## 2. Gagasan inti: dari matriks padat ke block-diagonal
32
+
33
+ Pada Transformer standar, proyeksi Q, K, dan V dibagi per head, tetapi setiap head membaca seluruh `d_model` dari inputnya. Setelah attention, matriks W_O berukuran penuh `d_model × d_model` mencampur semua head. FFN juga berupa dua matriks padat penuh.
34
+
35
+ SMHT mengganti setiap matriks padat itu dengan matriks block-diagonal berisi `H` blok kecil. Head ke-`i` hanya membaca potongan ke-`i` dari vektor, dan hanya menulis ke potongan ke-`i` dari keluaran. Dengan `H = 4`, matriks proyeksi yang efektif berbentuk:
36
+
37
+ ~~~text
38
+ [ A 0 0 0 ]
39
+ [ 0 B 0 0 ]
40
+ [ 0 0 C 0 ]
41
+ [ 0 0 0 D ]
42
+ ~~~
43
+
44
+ A, B, C, dan D adalah matriks `d_head × d_head`, masing-masing milik satu head. Angka 0 tidak disimpan sebagai parameter.
45
+
46
+ ## 3. Struktur model
47
+
48
+ ~~~text
49
+ token_ids (B, L)
50
+ → Embedding token + Embedding posisi (B, L, d_model)
51
+ → [ Blok SMHT ] × N (B, L, d_model)
52
+ → LayerNorm akhir (B, L, d_model)
53
+ → LM head: Linear(d_model → V, tanpa bias) (B, L, V)
54
+
55
+ Blok SMHT (pre-norm):
56
+ x = x + SplitWO( SplitAttention( LayerNorm(x) ) )
57
+ x = x + SplitFFN( LayerNorm(x) )
58
+ ~~~
59
+
60
+ Embedding posisi bersifat terpelajar (tabel dengan `max_seq` baris), bukan sinusoidal. LayerNorm, kedua embedding, dan LM head tetap padat (tidak dipecah). Weight tying antara embedding token dan LM head bersifat opsional.
61
+
62
+ ## 4. Cara kerja langkah demi langkah
63
+
64
+ Agar mudah dilacak, bagian ini memakai model mini: `V = 100`, `max_seq = 16`, `d_model = 8`, `H = 4` (jadi `d_head = 2`), `d_ff = 16` (jadi `d_ff_head = 4`), satu blok, `B = 1`, dan masukan 4 token (`L = 4`). Pada model sebenarnya hanya angkanya yang lebih besar; langkahnya sama. Bentuk tensor ditulis dalam urutan `(B, ...)`.
65
+
66
+ ### Langkah 0: masukan
67
+
68
+ `token_ids` berbentuk `(1, 4)`, berisi bilangan bulat dalam rentang `[0, V)`, misalnya `[17, 52, 3, 88]`.
69
+
70
+ ### Langkah 1: embedding token → (1, 4, 8)
71
+
72
+ Tabel `E` berukuran `100 × 8` dibaca per baris: token 17 menjadi baris ke-17 dari `E`, dan seterusnya. Setiap token kini berupa vektor 8 dimensi.
73
+
74
+ ### Langkah 2: embedding posisi, lalu dijumlahkan → (1, 4, 8)
75
+
76
+ Tabel `P` berukuran `16 × 8` dibaca pada baris 0 sampai 3 (posisi tiap token) dan dijumlahkan elemen demi elemen: `x0 = E[token] + P[posisi]`. Mulai titik ini, 8 dimensi tiap token dibagi menjadi 4 potongan: dimensi `[0,1]` milik head 0, `[2,3]` milik head 1, `[4,5]` milik head 2, dan `[6,7]` milik head 3. Pembagian ini tetap sama di seluruh blok.
77
+
78
+ ### Langkah 3: blok SMHT, sub-lapisan attention
79
+
80
+ **3a. LayerNorm pertama → (1, 4, 8).** Untuk tiap token secara terpisah, dihitung rata-rata μ dan varians σ² atas 8 dimensinya, lalu (x − μ) / √(σ² + ε) · γ + β. Parameter γ dan β berukuran 8 dan tidak dipecah per head. Perhatikan bahwa μ dan σ² dihitung dari seluruh dimensi, jadi semua potongan berbagi dua angka ini.
81
+
82
+ **3b. Pecah menjadi head → (1, 4, 4, 2).** Vektor 8 dimensi di-*reshape* menjadi 4 potongan berisi 2 dimensi. Langkah ini hanya mengubah bentuk tensor dan tidak ada perhitungan. Sumbu ketiga sekarang adalah sumbu head.
83
+
84
+ **3c. Proyeksi Q, K, V per head → masing-masing (1, 4, 4, 2).** Head `h` punya tiga matriks `2 × 2` sendiri: `Wq[h]`, `Wk[h]`, `Wv[h]`. Untuk tiap token:
85
+
86
+ ~~~text
87
+ q_h = x_h · Wq[h]
88
+ k_h = x_h · Wk[h]
89
+ v_h = x_h · Wv[h]
90
+ ~~~
91
+
92
+ Semua head dihitung serentak dengan satu `einsum` atas bobot berbentuk `(H, d_head, d_head)`:
93
+
94
+ ~~~python
95
+ # head h memakai Wq[h]
96
+ q = torch.einsum('blhd,hde->bhle', x, Wq)
97
+ ~~~
98
+
99
+ Head 0 hanya membaca dimensi 0 dan 1, sehingga tidak melihat dimensi 2 sampai 7.
100
+
101
+ **3d. Skor attention dan softmax → (1, 4, 4, 4).** Untuk tiap head: `S_h = q_h · k_hᵀ / √d_head`, yaitu matriks `4 × 4` berisi kemiripan setiap pasang posisi, dibagi √2. Lalu diterapkan mask kausal: elemen pada posisi kolom `s` yang lebih besar dari baris `t` diisi −∞, agar token tidak melihat token sesudahnya. Setelah softmax per baris, baris ke-`t` berisi bobot perhatian atas posisi `0..t` yang jumlahnya 1. Tiap head memiliki peta perhatiannya sendiri, dihitung hanya dari potongannya.
102
+
103
+ **3e. Menimbang value → (1, 4, 4, 2).** `A_h = softmax(S_h) · v_h`. Setiap token kini berisi campuran value dari token-token sebelumnya, di dalam potongannya.
104
+
105
+ **3f. Konkatenasi head → (1, 4, 8).** Sumbu head dikembalikan ke samping sumbu `d_head` lalu digabung, sehingga hasil head `h` kembali menempati dimensi `2h` dan `2h+1`. Tiap potongan tetap berada di posisinya semula.
106
+
107
+ **3g. W_O per head → (1, 4, 8).** Hasil dipecah lagi menjadi `(1, 4, 4, 2)` dan tiap potongan dikalikan `Wo[h]` (`2 × 2`): `y_h = A_h · Wo[h]`, lalu digabung kembali. Tidak ada matriks `8 × 8` yang mencampur potongan sesudahnya.
108
+
109
+ **3h. Koneksi residual → (1, 4, 8).** `x1 = x0 + y`, penjumlahan elemen demi elemen.
110
+
111
+ ### Langkah 3 (lanjutan): sub-lapisan FFN
112
+
113
+ **3i. LayerNorm kedua → (1, 4, 8).** Sama seperti 3a, dengan γ dan β miliknya sendiri.
114
+
115
+ **3j. Pecah menjadi head → (1, 4, 4, 2).** Sama seperti 3b.
116
+
117
+ **3k. FFN per head → (1, 4, 4, 2).** Head `h` punya dua matriks: `W1[h]` berukuran `2 × 4` dan `W2[h]` berukuran `4 × 2`.
118
+
119
+ ~~~text
120
+ u_h = GELU( x_h · W1[h] )
121
+ z_h = u_h · W2[h]
122
+ ~~~
123
+
124
+ Di sini `u_h` berbentuk `(1, 4, 4)`, yaitu potongan 2 dimensi dilebarkan menjadi 4, dan `z_h` berbentuk `(1, 4, 2)`, yaitu dikembalikan menjadi 2 dimensi. Bobot seluruh head berbentuk `W1: (4, 2, 4)` dan `W2: (4, 4, 2)`.
125
+
126
+ **3l. Konkatenasi dan residual → (1, 4, 8).** Hasil `z_h` digabung menjadi `(1, 4, 8)`, lalu `x2 = x1 + z`. Bila ada `N` blok, `x2` menjadi masukan blok berikutnya, yang bobotnya terpisah dari blok ini.
127
+
128
+ ### Langkah 4: LayerNorm akhir → (1, 4, 8)
129
+
130
+ Sama seperti 3a, dengan parameter sendiri.
131
+
132
+ ### Langkah 5: LM head → (1, 4, 100)
133
+
134
+ Matriks padat `U` berukuran `8 × 100` (tanpa bias) dikalikan ke tiap vektor token: `logits = x · U`. Pada langkah inilah seluruh 8 dimensi, dari semua potongan, digabung menjadi 100 skor. Bila weight tying dipakai, `U = Eᵀ`.
135
+
136
+ ### Langkah 6: membaca keluaran
137
+
138
+ Logit pada posisi `t` adalah 100 skor untuk token yang mungkin muncul *sesudah* posisi `t`. Softmax atas sumbu terakhir mengubahnya menjadi distribusi probabilitas. Saat menghasilkan teks, distribusi pada posisi terakhir (`L − 1`) dipakai untuk memilih token berikutnya.
139
+
140
+ ## 5. Jumlah parameter
141
+
142
+ - **Q, K, V:** standar `3 · d_model²`; SMHT `3 · d_model · d_head`. Model mini: 192 → 48.
143
+ - **W_O:** standar `d_model²`; SMHT `d_model · d_head`. Model mini: 64 → 16.
144
+ - **FFN:** standar `2 · d_model · d_ff`; SMHT `2 · d_model · d_ff_head`. Model mini: 256 → 64.
145
+ - **Total satu blok:** pada SMHT setiap proyeksi bernilai `1/H` dari standar. Model mini: 512 → 128.
146
+ - **LayerNorm** (2 per blok + 1 akhir): `2 · d_model` per LayerNorm, sama untuk keduanya. Model mini: 3 × 16 = 48.
147
+ - **Embedding token, embedding posisi, LM head:** `V · d_model`, `max_seq · d_model`, `V · d_model`, sama untuk keduanya. Model mini: 800, 128, 800.
148
+
149
+ Total model mini dengan SMHT: 800 + 128 + 128 + 48 + 800 = **1.904** parameter. Bila `H` dan `d_model` besar, bagian blok menjadi sangat kecil dibanding embedding dan LM head.
150
+
151
+ ## 6. Sifat struktural
152
+
153
+ ### 6.1 H Transformer sempit yang berjalan paralel
154
+
155
+ Karena semua bobot block-diagonal, potongan ke-`i` berevolusi seperti Transformer berlebar `d_head` dengan satu head attention dan hidden FFN selebar `d_ff_head`. SMHT dapat dibaca sebagai `H` model sempit yang berbagi satu lintasan komputasi.
156
+
157
+ ### 6.2 Titik kopling antar potongan
158
+
159
+ 1. **LayerNorm** (langkah 3a, 3i, 4): rata-rata dan varians dihitung atas seluruh `d_model`, sehingga semua potongan berbagi dua angka per token.
160
+ 2. **LM head** (langkah 5): karena linear atas hasil konkatenasi, logit kosakata ke-`v` adalah jumlah kontribusi tiap potongan: `logit_v = Σ_i ⟨U_v[i], z_i⟩`.
161
+
162
+ Koneksi residual hanya menjumlahkan dimensi yang sama dengan dimensi yang sama, jadi tidak mencampur potongan. Menambah jumlah blok juga tidak menambah pencampuran, kecuali lewat LayerNorm.
163
+
164
+ ### 6.3 Kasus H = 1
165
+
166
+ Seluruh bobot menjadi matriks padat `d_model × d_model`, dan FFN-nya `d_model → d_ff → d_model`. Ini identik dengan Transformer standar satu head. Untuk `H > 1`, SMHT dan Transformer multi-head standar adalah dua arsitektur yang berbeda, sebab pada yang standar tiap head membaca seluruh `d_model` dan W_O mencampur semua head.
167
+
168
+ ### 6.4 Kasus H = d_model (d_head = 1)
169
+
170
+ Setiap potongan berupa satu channel skalar. Q, K, dan V adalah skalar: dengan `a = Wq · Wk`, skor antara posisi `t` dan `s` adalah `a · x_t · x_s`. FFN-nya adalah fungsi skalar `GELU(w1 · x) · w2` bila `d_ff_head = 1`.
171
+
172
+ ## 7. Ruang lingkup
173
+
174
+ Dokumen ini hanya menjelaskan struktur dan cara kerja arsitektur SMHT. Kualitas model, kecepatan, dan perbandingan dengan Transformer standar tidak dibahas dan tidak diklaim.
175
+
176
+ ## Referensi
177
+
178
+ 1. Vaswani, A., et al. (2017). *Attention Is All You Need*. NeurIPS.
179
+ 2. Ba, J. L., Kiros, J. R., Hinton, G. E. (2016). *Layer Normalization*. arXiv:1607.06450.
180
+ 3. Hendrycks, D., Gimpel, K. (2016). *Gaussian Error Linear Units (GELUs)*. arXiv:1606.08415.
181
+
182
+ *Catatan penulisan: naskah ini disusun dengan bantuan AI, dan rumus serta jumlah parameternya dihitung ulang secara manual.*
183
+
184
+ ---
185
+
186
+ **Ahmad Wildan Ardiansyah**
187
+
188
+ D4 Teknik Jaringan Telekomunikasi Digital
189
+
190
+ Teknik Elektro
191
+
192
+ Politeknik Negeri Malang