filename stringlengths 16 16 | title stringlengths 22 107 | text stringlengths 132 2.1k | softlabel stringlengths 15 740 |
|---|---|---|---|
2015-062-08.json | WALHI dan Warga Ajukan Banding Atas Putusan PTUN Semarang Terkait Pabrik Semen | WALHI dan Warga Ajukan Banding Atas Putusan PTUN Semarang Terkait Pabrik Semen | Joko menambahkan, fakta persidangan menujukkan bagaimana intimdasi terhadap warga yang menolak pabrik semen terjadi. Terjadi pula menipulasi data oleh para penyusun dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dengan tidak benarnya ... | [0.9999998211860657, 8.479273816419663e-08, 7.769674681412653e-08] |
2015-062-08.json | WALHI dan Warga Ajukan Banding Atas Putusan PTUN Semarang Terkait Pabrik Semen | WALHI dan Warga Ajukan Banding Atas Putusan PTUN Semarang Terkait Pabrik Semen | “Negara harus serius memfasilitasi terbentuknya peradilan lingkungan yang khusus menyelesaikan perkara-perkara lingkungan hidup,” tamhah Abetnego.Sementara itu, salah satu kuasa hukum warga dari Walhi, Muhnur Satyahaprabu mengatakan upaya ... | [0.9999998211860657, 8.479273816419663e-08, 7.769674681412653e-08] |
2014-042-08.json | Pemerintah Tapanuli Utara Evaluasi Izin Tebang Kayu Rakyat | Pemerintah Tapanuli Utara Evaluasi Izin Tebang Kayu Rakyat | [CLS] Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, mengevaluasi perizinan penebangan kayu lewat izin pemanfaatan kayu rakyat (IPKR) secara menyeluruh. Evaluasi dilakukan karena penebangan kayu tinggi bahkan sudah masuk kawasan hutan.Nikson Nab... | [0.9994583129882812, 0.00028047917294315994, 0.0002612548996694386] |
2014-042-08.json | Pemerintah Tapanuli Utara Evaluasi Izin Tebang Kayu Rakyat | Pemerintah Tapanuli Utara Evaluasi Izin Tebang Kayu Rakyat | Data Walhi Sumut, laju deforestasi selama 13 tahun, cukup luas. Hutan lindung dan konservasi 1.797.079 hektar. Dari angka itu, luas perlu direhabilitasi 888.805 hektar (49,5%). Untuk hutan produksi, 2.251.854 hektar, perlu direhabilitasi 1.339.981 (59,5%). Ja... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2012-032-17.json | Ikan Anemon ‘Terpaksa’ Beradaptasi Akibat Emisi Karbon Manusia ke Lautan | Ikan Anemon ‘Terpaksa’ Beradaptasi Akibat Emisi Karbon Manusia ke Lautan | [CLS] Para peneliti di ARC Pusat Penelitian Bidang Studi Terumbu Karang atau Centre of Excellence for Coral Reef Studies (CoECRS) baru-baru ini dalam sebuah laporan yang dimuat dalam Nature Climate Change menemukan bahwa beberapa jenis ikan tida... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2012-032-17.json | Ikan Anemon ‘Terpaksa’ Beradaptasi Akibat Emisi Karbon Manusia ke Lautan | Ikan Anemon ‘Terpaksa’ Beradaptasi Akibat Emisi Karbon Manusia ke Lautan | Bagaimana induk ikan bisa melampaui dan beradaptasi dengan tingkat keasaman air ini, masih merupakan sebuah misteri, ungkap Prof. Munday. “Interval waktu yang tersedia terlalu pendek untuk memungkinkan terjadinya sebuah adaptasi genetik dalam pe... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2012-032-17.json | Ikan Anemon ‘Terpaksa’ Beradaptasi Akibat Emisi Karbon Manusia ke Lautan | Ikan Anemon ‘Terpaksa’ Beradaptasi Akibat Emisi Karbon Manusia ke Lautan | Kedua ilmuwan memperingatkan bahwa dampak besar pada pengasaman laut akan cenderung pada karang sendiri, dan terumbu karang yang mereka bentuk, yang pada gilirannya menyediakan habitat untuk ikan kecil seperti ikan anemon. Nasib terumbu karang d... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2012-035-19.json | Walhi: Bersihkan Lembaga Negara dari Perusak Lingkungan | Walhi: Bersihkan Lembaga Negara dari Perusak Lingkungan | [CLS] WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) akan mengerahkan seluruh daya secara nasional guna mengembangkan sikap dan tindakan politik “memblejeti” para perusak lingkungan. Targetnya, menghentikan keterlibatan perusak lingkungan di dalam lembaga negara.“Ind... | [0.01809711940586567, 0.9629115462303162, 0.01899130828678608] |
2012-035-19.json | Walhi: Bersihkan Lembaga Negara dari Perusak Lingkungan | Walhi: Bersihkan Lembaga Negara dari Perusak Lingkungan | Menurut dia, merusak lingkungan dengan penuh kesadaran terus berlanjut. Salah satu tercermin dalam design Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Ini sebuah ironi dari negara yang rentan terhadap bencana.”Kebijakan ini, seper... | [4.426556643011281e-06, 7.228185495478101e-06, 0.9999883770942688] |
2023-006-08.json | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | [CLS] Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah kasus yang dialami para petani Pakel Banyuwangi, Jawa Timur ini. Konflik lahan berlarut, warga berupaya terus berjuang mempertahankan ruang hidup dari perkebunan skala besar, PT Bum... | [0.9992979764938354, 0.00035951982135884464, 0.00034251681063324213] |
2023-006-08.json | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | Saat ini, Mulyadi, Suwarno dan Untung, ditahan di Polda Jawa Timur. Sementara Hariri, sopir mobil desa sudah kembali ke Pakel.Penangkapan ini diduga terkait ketiga warga Pakel pada Januari 2023 mangkir dari panggilan pemeriksaan ... | [0.9992979764938354, 0.00035951982135884464, 0.00034251681063324213] |
2023-006-08.json | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | Menurut dia, Pasal 14 itu baru bisa diterapkan kalau timbul keonaran karena berita bohong. “Harus di cek, itu benar berita bohong atau tidak. Kalau beritanya benar dan bisa dibuktikan di pengadilan, tidak bisa dipidana dengan pasal... | [0.476456880569458, 0.5139302611351013, 0.009612822905182838] |
2023-006-08.json | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | Jauh hari sebelum itu, data Tim Kerja Advokasi Gerakan Rakyat untuk Kedaulatan Agraria dan Sumber Daya Alam (Tekad Garuda) menyebutkan, pada November 2021, ada 11 warga Pakel yang mendapatkan surat panggilan dari kepolisian, dua j... | [0.476456880569458, 0.5139302611351013, 0.009612822905182838] |
2023-006-08.json | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | Persoalan lahan ini berawal pada 1925, sekitar 2.956 warga mengajukan permohonan pembukaan hutan Sengkan Kandang dan Keseran, yang terletak di Pakel, Licin, Banyuwangi kepada pemerintah kolonial Belanda.Data Walhi Jawa Timur menyeb... | [0.476456880569458, 0.5139302611351013, 0.009612822905182838] |
2023-006-08.json | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | Konflik Agraria Berlarut, Lebih 20 Ribuan Orang Desak Bebaskan Petani Pakel Banyuwangi | “Dalam surat itu, kami mendesak Presiden Jokowi dan seluruh institusi pemerintah terkait segera menyelesaikan kasus yang dialami warga Pakel,” kata Taufiqurochim, pengurus Tekad Garuda. *********** [SEP] | [0.9656471014022827, 0.017137303948402405, 0.017215635627508163] |
2020-036-19.json | Bagaimana Mengelola Ekosistem Pesisir yang Tepat dan Berkelanjutan? | Bagaimana Mengelola Ekosistem Pesisir yang Tepat dan Berkelanjutan? | [CLS] Ekosistem pesisir berperan sangat besar untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan sekaligus menjaga sumber daya alam yang ada di dalamnya. Keberlanjutan ekosistem pesisir akan sangat bergantung pada pengelolaan yang dilakukan secara baik ol... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2020-036-19.json | Bagaimana Mengelola Ekosistem Pesisir yang Tepat dan Berkelanjutan? | Bagaimana Mengelola Ekosistem Pesisir yang Tepat dan Berkelanjutan? | Adapun, jenis potensi pesisir yang ada di Indonesia, mencakup sumber daya hayati, sumber daya non hayati, sumber daya buatan, jasa lingkungan, keindahan alam, dan instalasi bawah air. Khusus untuk potensi pertama, itu mencakup ikan, terumbu karang, p... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2020-036-19.json | Bagaimana Mengelola Ekosistem Pesisir yang Tepat dan Berkelanjutan? | Bagaimana Mengelola Ekosistem Pesisir yang Tepat dan Berkelanjutan? | Sedangkan, untuk luasan mangrove paling banyak ada di WPP 718 dan 711 yang meliputi perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Natuna Utara.Sebagai bagian dari pengelolaan wilayah dan ekosistem pesisir, Pemerintah Indonesia sudah menetapkan dalam... | [0.01809711940586567, 0.9629115462303162, 0.01899130828678608] |
2020-036-19.json | Bagaimana Mengelola Ekosistem Pesisir yang Tepat dan Berkelanjutan? | Bagaimana Mengelola Ekosistem Pesisir yang Tepat dan Berkelanjutan? | Senior Natural Resources Management Specialist World Bank untuk Indonesia Sustainable Ocean Program (ISOP) Andre Rodriguez de Aquino meyakini bahwa kesehatan laut bisa dijaga melalui pendekatan ekonomi biru yang saat ini sudah bergaung di seluruh dun... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2020-036-19.json | Bagaimana Mengelola Ekosistem Pesisir yang Tepat dan Berkelanjutan? | Bagaimana Mengelola Ekosistem Pesisir yang Tepat dan Berkelanjutan? | Kemudian, Tri Aryono menjelaskan tentang ekosistem terumbu karang menyebutkan bahwa dari data yang dirilis pada 2019, dari sebanyak 1153 lokasi terumbu karang, 390 terumbu karang masuk kategori buruk, 431 terumbu karang masuk kategori sedang, 258 ter... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2014-052-11.json | Belajar dari Kampung Organik di Desa Salassae | Belajar dari Kampung Organik di Desa Salassae | [CLS] Siang itu, awal April 2014, cuaca panas terik. Setelah melewati jalanan rusak dan berdebu, saya tiba di Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jalanan lengang, sesekali terlihat anak-anak berseragam SMA melintas.Di sebuah... | [0.00023018968931864947, 7.6199598879611585e-06, 0.9997621774673462] |
2014-052-11.json | Belajar dari Kampung Organik di Desa Salassae | Belajar dari Kampung Organik di Desa Salassae | Awaluddin memiliki pengalaman berkesan selama dua tahun mengubah cara bertanam konvensional ke organik.Pada tahun awal, seluruh anggota keluarga menentang keras. Ibu pernah menangis memohon tetap menggunakan pestisida dan pupuk kimiawi. Awaluddin teguh. Dia meyakinkan kel... | [4.426556643011281e-06, 7.228185495478101e-06, 0.9999883770942688] |
2014-052-11.json | Belajar dari Kampung Organik di Desa Salassae | Belajar dari Kampung Organik di Desa Salassae | Petani KSPS harus bisa membuat pupuk sendiri. Mereka biasa membuat pupuk kompos dikenal mikroba 3 (M3) secara gotong royong. Begitupun dalam penggunaan pupuk. Tempat pembuatan tersebar di halaman rumah maupun lahan warga. Kandang sapi dikelola kelompok maupun perorangan. ... | [4.426556643011281e-06, 7.228185495478101e-06, 0.9999883770942688] |
2022-016-20.json | Marselus Setia Mengawal Musik Bambu dan Kampung Adat Wogo | Marselus Setia Mengawal Musik Bambu dan Kampung Adat Wogo | [CLS] Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) terlihat mendung pagi itu. Matahari tak kunjung menampakan diri.Suara musik bambu memecah keheningan kampung adat Wogo. Musik bambu itu dimainkan oleh Marselus Selu (64). Tidak ... | [0.0002839576918631792, 0.980250358581543, 0.019465679302811623] |
2022-016-20.json | Marselus Setia Mengawal Musik Bambu dan Kampung Adat Wogo | Marselus Setia Mengawal Musik Bambu dan Kampung Adat Wogo | “Awal tahun 70-an harganya Rp5, tapi saya tidak mempunyai uang. Akhirnya saya bekerja memikul 30 batang bambu milik warga dari kebun sejauh 1,5 meter dari kampung,” kenangnya.Marselus pun berlatih otodidak cara memainkannya selama 5 bulan hingga mulai memahami... | [0.0002839576918631792, 0.980250358581543, 0.019465679302811623] |
2022-016-20.json | Marselus Setia Mengawal Musik Bambu dan Kampung Adat Wogo | Marselus Setia Mengawal Musik Bambu dan Kampung Adat Wogo | Marselus menjabat sebagai Soma, ketua dalam salah sebuah rumah adat. Rumah adat miliknya bernama Sao Liko Woe, Woe Ngate.Dia bertutur, kampung adat Wogo dipindahkan dari kampung lama sejak tahun 1935 dan setelah 10 tahun pindah baru diadakan pesta adat di kamp... | [0.0002839576918631792, 0.980250358581543, 0.019465679302811623] |
2022-016-20.json | Marselus Setia Mengawal Musik Bambu dan Kampung Adat Wogo | Marselus Setia Mengawal Musik Bambu dan Kampung Adat Wogo | baca juga : Retha, Perempuan Muda Pioner Pembibitan Bambu di Ngada Mulai TergerusJalan setapak di sekeliling kampung adat Wogo mulai disemen. Semua rumah memiliki listrik yang disuply oleh PLN melalui jaringan kabel kampung adat ini. Ada juga antena parabola ... | [0.27853596210479736, 0.3501799404621124, 0.3712840676307678] |
2020-011-04.json | Ancaman Ketika Pulau Kecil dan Pesisir jadi Kebun Sawit | Ancaman Ketika Pulau Kecil dan Pesisir jadi Kebun Sawit | [CLS] Pulau kecil atau kawasan pesisir penuh dengan hamparan kebun sawit terjadi di berbagai penjuru negeri ini. Ruang hidup warga terhimpit. Berbagai masalah pun muncul mendera warga antara lain, krisis air bersih, lahan pertanian tergerus, ekosistem perair... | [0.9999998211860657, 7.110257627118699e-08, 6.867904289720173e-08] |
2020-011-04.json | Ancaman Ketika Pulau Kecil dan Pesisir jadi Kebun Sawit | Ancaman Ketika Pulau Kecil dan Pesisir jadi Kebun Sawit | Sekitar 500.000 hektar konsesi sudah jadi kuasa perusahaan tambang timah dan mineral, dengan rincian, 150.000 hektar izin tambang di laut dan 350.000 hektar di daratan Bangka. Untuk perkebunan sawit , ada 282 .000 hektar, tetapi data resmi pemerintah pada 2019, ... | [1.0, 2.7181571229939472e-11, 2.1901744307051274e-11] |
2020-011-04.json | Ancaman Ketika Pulau Kecil dan Pesisir jadi Kebun Sawit | Ancaman Ketika Pulau Kecil dan Pesisir jadi Kebun Sawit | Dia bilang, memperjuangkan perda untuk masyarakat itu tdak mudah, terlebih menghadapi dinamika politik lokal sampai rintangan dari kepentingan pemodal. Tak heran, Perda Masyarakat Adat yang sudah diusung bertahun-tahun lalu belum ketuk palu juga. Mentawai ‘usir’... | [0.5366199016571045, 0.45439717173576355, 0.008982938714325428] |
2018-009-15.json | UNEP Report: Potensi Investasi Miliaran USD di Segitiga Terumbu Karang Indonesia | UNEP Report: Potensi Investasi Miliaran USD di Segitiga Terumbu Karang Indonesia | [CLS] Badan Dunia untuk Lingkungan (UNEP) pada 6 November 2018, merilis laporan terbaru berjudul The Coral Reef Economy.Ada tiga poin penting dalam laporan UNEP tersebut, yaitu :Temuan baru dalam laporan UNEP tersebut menawarkan peluang ... | [4.426556643011281e-06, 7.228185495478101e-06, 0.9999883770942688] |
2018-009-15.json | UNEP Report: Potensi Investasi Miliaran USD di Segitiga Terumbu Karang Indonesia | UNEP Report: Potensi Investasi Miliaran USD di Segitiga Terumbu Karang Indonesia | Terumbu karang sangat berharga karena menyediakan sumber makanan, mata pencaharian, dan peluang ekonomi bagi lebih dari setengah miliar manusia yang tersebar di hampir 100 negara, dan sebagai benteng pesisir dari hantaman cuaca ekstrem; ... | [0.007555732037872076, 0.46857914328575134, 0.5238651633262634] |
2018-009-15.json | UNEP Report: Potensi Investasi Miliaran USD di Segitiga Terumbu Karang Indonesia | UNEP Report: Potensi Investasi Miliaran USD di Segitiga Terumbu Karang Indonesia | Perlindungan dan pengelolaan ekosistem terumbu karang terutama yang didanai oleh sektor publik, diakui secara luas. Tetapi pada kondisi saat ini, belum cukup untuk menjaga kesehatan terumbu karang dan memenuhi target yang diadopsi intern... | [4.426556643011281e-06, 7.228185495478101e-06, 0.9999883770942688] |
2018-009-15.json | UNEP Report: Potensi Investasi Miliaran USD di Segitiga Terumbu Karang Indonesia | UNEP Report: Potensi Investasi Miliaran USD di Segitiga Terumbu Karang Indonesia | Perubahan menuju kondisi terumbu karang yang sehat pada tahun 2030 dapat membuka tambahan 37 miliar USD (atau 2,6 miliar USD per tahun) di Indonesia. Diperlukan mekanisme pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan akan sangat penting unt... | [4.426556643011281e-06, 7.228185495478101e-06, 0.9999883770942688] |
2018-009-15.json | UNEP Report: Potensi Investasi Miliaran USD di Segitiga Terumbu Karang Indonesia | UNEP Report: Potensi Investasi Miliaran USD di Segitiga Terumbu Karang Indonesia | Upaya untuk meningkatkan kesehatan terumbu karang harus dipertimbangkan dalam konteks jangka panjang perubahan iklim, yang menghadirkan ancaman keberadaan bagi banyak terumbu karang. Bahkan jika tujuan Kesepakatan Paris tercapai, IPCC me... | [0.00025693021598272026, 0.00035799675970338285, 0.9993850588798523] |
2021-019-07.json | Ikan di Laut Ternate Makin Sulit Didapat, Dampak Destructive Fishing? | Ikan di Laut Ternate Makin Sulit Didapat, Dampak Destructive Fishing? | [CLS] Mustadin Sidin (40) nelayan asal Kelurahan Kastela, Pulau Ternate, Maluku Utara sudah lima tahun ini menangkap ikan pelagis yang ada di sekitar rumpon di laut lepas. Dia tidak lagi mengail ikan karang yang jarak tangkapnya lebih dekat, ant... | [0.01646406203508377, 0.9831623435020447, 0.00037361495196819305] |
2021-019-07.json | Ikan di Laut Ternate Makin Sulit Didapat, Dampak Destructive Fishing? | Ikan di Laut Ternate Makin Sulit Didapat, Dampak Destructive Fishing? | Mustadin menduga akibat nelayan tidak bertanggung jawab yang menangkap ikan dengan cara merusak (destructive fishing) penyebab populasi ikan menurun drastis. Meski sudah ada larangan aktivitas perikanan merusak tetapi masih sering terjadi di lapa... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2021-019-07.json | Ikan di Laut Ternate Makin Sulit Didapat, Dampak Destructive Fishing? | Ikan di Laut Ternate Makin Sulit Didapat, Dampak Destructive Fishing? | Mustadin menyambut baik upaya DKP Pemprov Malut dengan rumah ikan sebagai salah satu cara mengatasi dampak perikanan merusak. Partisi plastik ini nanti diletakkan di laut sekira pantai Kastela dan akan dikawal langsung Dodoku Dive Center, sebuah ... | [0.9999886751174927, 5.7277034102298785e-06, 5.645468263537623e-06] |
2021-019-07.json | Ikan di Laut Ternate Makin Sulit Didapat, Dampak Destructive Fishing? | Ikan di Laut Ternate Makin Sulit Didapat, Dampak Destructive Fishing? | DKP bersama Dodoku Dive Center, meletakkan rumah ikan di di beberapa kawasan laut di Ternate dan Halmahera dalam beberapa tahun ini, termasuk di Pantai Kastela, Senin (25/9/2021) lalu.Kepala DKP Malut Abdullah Assagaf saat penyerahan tersebut men... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2021-019-07.json | Ikan di Laut Ternate Makin Sulit Didapat, Dampak Destructive Fishing? | Ikan di Laut Ternate Makin Sulit Didapat, Dampak Destructive Fishing? | Keterangan foto utama : ilustrasi. Pelaku penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di kawasan perairan TWAL Teluk Maumere ditangkap dan dibawa menggunakan perahunya menuju Pelabuhan Laurens Say Maumere, NTT. Foto : Polair Polda NTT [SEP] | [0.007496183272451162, 0.49611595273017883, 0.49638786911964417] |
2019-056-12.json | Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Jalan Keluar Terbaik bagi Indonesia | Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Jalan Keluar Terbaik bagi Indonesia | [CLS] Kebijakan penenggelaman kapal ikan asing (KIA) pelaku illegal, unreported, unregulated fishing (IUUF) yang diterapkan Pemerintah Indonesia sekarang diyakini menjadi kebijakan paling pas dan menjadi solusi untuk keluar dari persoalan IUUF. Tan... | [0.9656471014022827, 0.017137303948402405, 0.017215635627508163] |
2019-056-12.json | Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Jalan Keluar Terbaik bagi Indonesia | Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Jalan Keluar Terbaik bagi Indonesia | Susi kemudian mencontohkan negara tetangga seperti Singapura yang sukses menjaga kedaulatan lautnya dengan baik. Meski negara tersebut luasnya tidak seberapa, namun mereka bisa menaklukkan negara lain melalui akuntabilitas, integritas, dan ketegasan... | [0.007555732037872076, 0.46857914328575134, 0.5238651633262634] |
2019-056-12.json | Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Jalan Keluar Terbaik bagi Indonesia | Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Jalan Keluar Terbaik bagi Indonesia | Menurut Susi, Laut Natuna selalu menjadi buruan pelaku IUUF, karena letak geografisnya yang strategis dan menjadi sangat penting karena posisinya ada di tengah negara-negara tetangga. Agar wilayah tersebut bisa tetap aman dari serbuan KIA pelaku IUU... | [0.0002839576918631792, 0.980250358581543, 0.019465679302811623] |
2019-056-12.json | Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Jalan Keluar Terbaik bagi Indonesia | Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Jalan Keluar Terbaik bagi Indonesia | Diketahui, pada Sabtu (11/5/2019), sebanyak 13 KIA dimusnahkan di tiga lokasi berbeda, yaitu Natuna, Belawan (Sumatera Utara), dan Pontianak (Kalimantan Barat). KIA yang dimusnahkan jumlahnya terdiri dari 7 unit berbendera Vietnam dan dimusnahkan di... | [0.0002839576918631792, 0.980250358581543, 0.019465679302811623] |
2019-056-12.json | Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Jalan Keluar Terbaik bagi Indonesia | Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Jalan Keluar Terbaik bagi Indonesia | “Sebelum ditenggelamkan, dipastikan bahwa tidak terdapat bahan bakar serta bahan-bahan kimia lainnya pada kapal yang dapat menimbulkan pencemaran perairan. Penenggelaman tersebut merupakan cara pemusnahan kapal yang dipandang ramah lingkungan. Kapal... | [0.01809711940586567, 0.9629115462303162, 0.01899130828678608] |
2017-017-02.json | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | [CLS] Terpikirkah Anda, berapa banyak jenis pohon langka di Indonesia? Bagaimana kondisinya saat ini?Menurut peneliti Botani dan Ekologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Tukirin Partomihardjo, sampai saat ini belum terdata rapi berapa jenis pohon langka di... | [0.016374895349144936, 0.019575536251068115, 0.9640495181083679] |
2017-017-02.json | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Contoh, pada jenis durian (Durio sp) yang memerlukan kalelawar dalam penyerbukannya. Akibat habitat kalelawar yang hidup di gua karst banyak ditutup atau dibuat tambang, maka populasinya yang berkurang berimbas pada kelestarian jenis durian tersebut.“Upaya yang bisa d... | [0.4948588013648987, 0.4965273141860962, 0.008613888174295425] |
2017-017-02.json | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | “Pada September 2017, soft launching Dokumen SRAK 12 Jenis Pohon Langka Indonesia telah dilakukan. Tujuannya, agar pemerintah memiliki kebijakan untuk menyelamatkan pohon-pohon langka Indonesia,” jelasnya, Selasa (17/10/17).Pemilihan 12 jenis pohon langka ini bukan se... | [0.01809711940586567, 0.9629115462303162, 0.01899130828678608] |
2017-017-02.json | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Nama lokalnya pelahlar. Jenis ini termasuk Kritis (CR; Critically Endangered) menurut IUCN. Pelahlar dapat mencapai tinggi 50 m dan berdiameter lebih dari 150 cm. Jenis ini dapat hidup di hutan campuran dataran rendah, di punggung bukit, lereng dan pinggiran aliran ai... | [0.999424159526825, 0.00028237837250344455, 0.000293476419756189] |
2017-017-02.json | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Nama lokalnya damar mata kucing atau pelahlar lengo. Status jenis ini belum dinilai oleh IUCN. Berukuran besar, tinggi mencapai 40-50 m dan diameter hingga 150 cm. Sebaran alami terbatas di Sumatera dan Jawa, tumbuh di hutan primer atau sekunder pada ketinggian hingga... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2017-017-02.json | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Nama lokalnya mersawa dan ki tenjo. Jenis ini termasuk Terancam (EN; Endangered) menurut IUCN. Jenis ini cukup besar, tingginya mencapai 65 m dengan diameter mencapai 1,5 m, berbanir tinggi hingga 4 m. Sebaran alami pohon ini cukup luas di kawasan Asia Tenggara, di In... | [0.9999907612800598, 4.496447218116373e-06, 4.684098712459672e-06] |
2017-017-02.json | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Pohon-pohon Langka Indonesia, Bagaimana Nasibnya? | Nama lokalnya saninten dan berangan. Statusnya belum dinilai IUCN, ukurannya sedang dengan tinggi mencapai 30 m dan diameter 60 cm. Jenis ini tumbuh alami dalam hutan-hutan perbukitan hingga pegunungan bawah pada ketinggian 150-1750 m di Sumatera dan Jawa. Saninten se... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2021-041-04.json | BKSDA NTT kembalikan 23 Ekor Kakatua Koki ke Habitat Alaminya | BKSDA NTT kembalikan 23 Ekor Kakatua Koki ke Habitat Alaminya | [CLS] Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021 serta untuk memperkaya keanekaragaman dan meningkatkan populasi satwa di habitatnya, BKSDA NTT melepaskan 23 ekor Kakatua Koki ke habitatny... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2021-041-04.json | BKSDA NTT kembalikan 23 Ekor Kakatua Koki ke Habitat Alaminya | BKSDA NTT kembalikan 23 Ekor Kakatua Koki ke Habitat Alaminya | Dia menambahkan,diketahui pula bahwa Cacatua galerita triton area penyebarannya adalah Papuasedangkan Cacatua galerita eleonora wilayah penyebarannya adalah Kepulauan Aru, Maluku.“Seluruh burung Kakatua Koki dirawat di kandang penampungan sementara dan dit... | [0.9656471014022827, 0.017137303948402405, 0.017215635627508163] |
2021-041-04.json | BKSDA NTT kembalikan 23 Ekor Kakatua Koki ke Habitat Alaminya | BKSDA NTT kembalikan 23 Ekor Kakatua Koki ke Habitat Alaminya | Dikutip dari Kompas.com, Kamis (27/8/2020),sebanyak 47 ekor burung Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) dikembalikan ke habitat asal di Provinsi NTT.Hewan langka dan dilindungi ini telah diamankan petugas BBKSDA Jawa Tengah sejak bulan April 2020 baik... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2021-041-04.json | BKSDA NTT kembalikan 23 Ekor Kakatua Koki ke Habitat Alaminya | BKSDA NTT kembalikan 23 Ekor Kakatua Koki ke Habitat Alaminya | Baik burung Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) maupun Burung Kakatua Putih Besar Jambul Kuning (Cacatua galerita) termasuk satwa liar yang dilindungi Undang-Undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam hayati dan Ekosistemnya dan ... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2016-019-05.json | Sukses Silangkan Padi Lokal, Beatrix Rika pun Diganjar Penghargaan Perempuan Pejuang Pangan | Sukses Silangkan Padi Lokal, Beatrix Rika pun Diganjar Penghargaan Perempuan Pejuang Pangan | [CLS] Meskipun sering bersentuhan dengan urusan budidaya tanaman pangan, ternyata tidak seluruh petani mampu untuk membuat varietas padi sendiri. Ancaman kegagalan dan hama penyakit membuat petani lebih banyak tergantung kepad... | [0.27853596210479736, 0.3501799404621124, 0.3712840676307678] |
2016-019-05.json | Sukses Silangkan Padi Lokal, Beatrix Rika pun Diganjar Penghargaan Perempuan Pejuang Pangan | Sukses Silangkan Padi Lokal, Beatrix Rika pun Diganjar Penghargaan Perempuan Pejuang Pangan | Selama mengikuti proses pemuliaan padi, Beatrix melakukan pengamatan di sawah dan mendapati hama yang menyerang padi kupa yakni walang sangit dan hama penggerek batang, sedangkan padi ciherang hanya walang sangit. Dia pun menc... | [4.426556643011281e-06, 7.228185495478101e-06, 0.9999883770942688] |
2016-019-05.json | Sukses Silangkan Padi Lokal, Beatrix Rika pun Diganjar Penghargaan Perempuan Pejuang Pangan | Sukses Silangkan Padi Lokal, Beatrix Rika pun Diganjar Penghargaan Perempuan Pejuang Pangan | Dia pun berharap petani kedepannya harus lebih memilih benih lokal, selain lebih mudah mendapatkan benihnya, petani pun bisa memilih benih lokal yang dihasilkan dari petani sendiri dan dari daerahnya, sehingga tidak hanya ber... | [0.007555732037872076, 0.46857914328575134, 0.5238651633262634] |
2016-019-05.json | Sukses Silangkan Padi Lokal, Beatrix Rika pun Diganjar Penghargaan Perempuan Pejuang Pangan | Sukses Silangkan Padi Lokal, Beatrix Rika pun Diganjar Penghargaan Perempuan Pejuang Pangan | “Berinvestasi pada perempuan pejuang pangan berkontribusi besar dalam upaya mengakhiri kelaparan di komunitas dan dapat menghindarkan masyarakat dari dampak perubahan iklim secara global,” jelas Dini Widiastuti, Direktur Progr... | [4.426556643011281e-06, 7.228185495478101e-06, 0.9999883770942688] |
2013-018-09.json | Pengeboman Ikan Marak di Sulsel, Indikasi Kuat Aparat jadi Pemasok | Pengeboman Ikan Marak di Sulsel, Indikasi Kuat Aparat jadi Pemasok | [CLS] Pengawasan kawasan perairan di Sulawesi Selatan (Sulsel) lemah hingga pengeboman ikan marak. Bahkan ada indikasi keterlibatan aparat keamanan, sebagai backing pelaku hingga penyuplai detonator dan hulu ledak.Idham Malik, Seafood Savers Officer f... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2013-018-09.json | Pengeboman Ikan Marak di Sulsel, Indikasi Kuat Aparat jadi Pemasok | Pengeboman Ikan Marak di Sulsel, Indikasi Kuat Aparat jadi Pemasok | Pengeboman ini biasa melibatkan tim kecil. Dalam satu kapal tim ada delapan orang, terdiri atas nakhoda jolloro-kapal, pengebom, pendayung, dan pengambil ikan di dasar kolam (penyelam). Tim ini saling bekerjasama. Setiap orang mengerjakan peran masing... | [0.999424159526825, 0.00028237837250344455, 0.000293476419756189] |
2013-018-09.json | Pengeboman Ikan Marak di Sulsel, Indikasi Kuat Aparat jadi Pemasok | Pengeboman Ikan Marak di Sulsel, Indikasi Kuat Aparat jadi Pemasok | Apa solusi bagi nelayan? Idham mengatakan, bisa dengan memberikan alternatif mata pencarian, melalui usaha budi daya rumput laut. “Sebenarnya ada beberapa contoh alternatif, yang dilakukan beberapa desa di Sulawesi Tenggara. Sebagian besar masyarakat ... | [0.00023018968931864947, 7.6199598879611585e-06, 0.9997621774673462] |
2021-060-07.json | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | [CLS] Kebijakan pengembangan pangan skala besar (food estate) yang gunakan hutan alam dan lahan gambut khawatir memicu kerusakan parah hingga bisa memperburuk krisis iklim. Berbagai kalangan mendesak pemerintah mengeluarkan hutan alam dan gambut dar... | [0.9656471014022827, 0.017137303948402405, 0.017215635627508163] |
2021-060-07.json | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | Selain itu, lahan gambut terbuka dapat melepaskan karbon dalam jumlah besar dan menghambat ketercapaian komitmen iklim Indonesia. Terutama, hutan alam dan gambut jadi rawan kebakaran hutan dan bencana lain.Menurut dia, ancaman terbesar bukan pada hutan ... | [0.9656471014022827, 0.017137303948402405, 0.017215635627508163] |
2021-060-07.json | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | “Tidak ada larangan melepas kawasan hutan yang masih berhutan alam atau produktif dan boleh memanfaatkan (menebang) kayu.” Baca: Was-was Aturan Lahan Food Estate di Kawasan Hutan Kebijakan ini juga makin jadi ancaman hutan alam dan gambut, katanya, deng... | [0.9996156692504883, 0.00018315522174816579, 0.00020114629296585917] |
2021-060-07.json | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | “Kalau saya melihat food estate di Kalimantan Tengah selain keinginan pemerintah meningkatkan produksi sebenarnya ada nuansa batin yang lain.”Wilayah itu, katanya, sudah porak-poranda. “Sawah ada, pernah terkelola hanya 2-3%. Jangan berharap wilayah itu... | [0.9656471014022827, 0.017137303948402405, 0.017215635627508163] |
2021-060-07.json | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | Safrudin, Direktur Save Our Borneo mengatakan, di Gunung Mas sudah ada sekitar 600 hektar kawasan hutan produksi dibuka sejak November 2020. “Kajian pembukaan lahan itu tanpa didahului dengan kajian lingkungan sebagai dasar, aktivitas di lapangan sudah ... | [0.3015671968460083, 0.34722816944122314, 0.35120460391044617] |
2021-060-07.json | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | Food Estate di Hutan Alam dan Gambut Rawan Perburuk Krisis Iklim | Agustinus Teras Narang, anggota DPD Kalteng mengatakan, program food estate penting dan perlu namun dengan catatan ada prinsip keberlanjutan. Artinya, program ini harus memenuhi aspek keselamatan ekologis, sosial budaya dan ekonomi masyarakat di lokasi ... | [0.0002839576918631792, 0.980250358581543, 0.019465679302811623] |
2018-036-17.json | Mereka Tetap Menunggu RUU Masyarakat Adat Disahkan | Mereka Tetap Menunggu RUU Masyarakat Adat Disahkan | [CLS] Kampung Muser, di Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) adalah satu dari sekian banyak kampung yang menunggu disahkannya RUU Masyarakat Adat.Terjepit antara sawit dan tambang, warga adat kampung ini tetap mempertahankan kearifan loka... | [0.4948588013648987, 0.4965273141860962, 0.008613888174295425] |
2018-036-17.json | Mereka Tetap Menunggu RUU Masyarakat Adat Disahkan | Mereka Tetap Menunggu RUU Masyarakat Adat Disahkan | “Kami punya hutan yang kami sebut hutan adat, tapi hanya sebatas pengakuan. Jika nantinya RUU Masyarakat Adat disahkan, kami berupaya menjaganya dengan legalitas agar tidak dikuasai perusahaan,” jelasnya.Kepada Presiden Joko Widodo, Repan menyampaikan harapannya. Say... | [0.9999998211860657, 8.479273816419663e-08, 7.769674681412653e-08] |
2018-036-17.json | Mereka Tetap Menunggu RUU Masyarakat Adat Disahkan | Mereka Tetap Menunggu RUU Masyarakat Adat Disahkan | Adanya RUU Masyarakat Adat, Ambriansyah berharap, keadilan bagi masyarakat adat Paser segera datang. Tanah leluhur yang tergerus tambang dapat direhabilitasi kembali. “Saya sering menangis, seperti anak kecil, menghadapi perusahaan tambang. Saya mohon agar kehidupan ... | [1.0, 1.718947317819186e-09, 1.4937721060093168e-09] |
2018-036-17.json | Mereka Tetap Menunggu RUU Masyarakat Adat Disahkan | Mereka Tetap Menunggu RUU Masyarakat Adat Disahkan | Rukka meminta pemerintah untuk lebih menyederhanakan proses pengakuan masyarakat adat. “RUU Masyarakat adat ini akan memudahkan pemerintah dalam menyelesaikan segala bentuk permasalahan. Tidak perlu berbelit, karena sejatinya Indonesia dibentuk dari masyarakat adat y... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2018-005-06.json | Pemerintah Aceh Belum Bersikap Terhadap Tambang Emas di Beutong, Ada Rahasia? | Pemerintah Aceh Belum Bersikap Terhadap Tambang Emas di Beutong, Ada Rahasia? | [CLS] Aktivis lingkungan hidup dan hak asasi manusi (HAM) bersama mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Aceh mendesak Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menolak kehadiran PT. Emas Mineral Murni (EMM). Perusahaan yang telah mendapatkan iz... | [0.9999998211860657, 1.0797046456900716e-07, 9.069145079365626e-08] |
2018-005-06.json | Pemerintah Aceh Belum Bersikap Terhadap Tambang Emas di Beutong, Ada Rahasia? | Pemerintah Aceh Belum Bersikap Terhadap Tambang Emas di Beutong, Ada Rahasia? | Nasir mengatakan, IUP PT. EMM berpotensi melanggar hukum dan cacat prosedur formil dan materil. Sebelumnya, perusahaan ini juga sudah mendapat surat persetujuan penghentian sementara melalui surat Bupati Nagan Raya Nomor 545/200/2014 tertan... | [0.9999998211860657, 8.479273816419663e-08, 7.769674681412653e-08] |
2018-005-06.json | Pemerintah Aceh Belum Bersikap Terhadap Tambang Emas di Beutong, Ada Rahasia? | Pemerintah Aceh Belum Bersikap Terhadap Tambang Emas di Beutong, Ada Rahasia? | Nurzahri menambahkan, selain mendapat penolakan masyarakat, keberadaan perusahaan yang telah beraktivitas sejak 2006 itu juga bakal merusak hutan yang selama ini dijaga masyarakat. Kerusakan yang tidak akan bisa dipulihkan.“DPR Aceh merekom... | [0.999989926815033, 5.325947768142214e-06, 4.717151114164153e-06] |
2013-052-01.json | Mentan: Kebun Sawit Tak Perlu Lagi Ekspansi Lahan | Mentan: Kebun Sawit Tak Perlu Lagi Ekspansi Lahan | [CLS] Praktik kebun sawit rakyat di Desa Dosan, Riau, yang berkomitmen beroperasi ramah lingkungan, dengan tak menambah lahan dan tetap menjaga hutan bisa menjadi model pengembangan sawit di negeri ini.Menteri Pertanian (Mentan), Suswono, meyakini, dalam meningkatkan ... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2013-052-01.json | Mentan: Kebun Sawit Tak Perlu Lagi Ekspansi Lahan | Mentan: Kebun Sawit Tak Perlu Lagi Ekspansi Lahan | Bupati Siak Syamsuar mengungkapkan, sejak beberapa tahun terakhir organisasi masyarakat sipil memberikan edukasi dan menerapkan sistem pembangunan kebun sawit ramah lingkungan. “Kami berharap, ini bisa menjadi contoh di Riau dan Indonesia, bagaimana membangun sawit me... | [0.476456880569458, 0.5139302611351013, 0.009612822905182838] |
2013-052-01.json | Mentan: Kebun Sawit Tak Perlu Lagi Ekspansi Lahan | Mentan: Kebun Sawit Tak Perlu Lagi Ekspansi Lahan | Perkumpulan Elang dan Greenpeace, mendukung inisiatif ini dengan menyediakan program mentoring untuk perkebunan skala kecil. Juga mempromosikan manajemen perkebunan bertanggung jawab ini di tujuh desa lain di Distrik Siak. “Greenpeace mendesak pemerintah menggunakan c... | [4.426556643011281e-06, 7.228185495478101e-06, 0.9999883770942688] |
2021-061-05.json | Peran Penting Penjaga Ketertiban dan Pengamanan Laut | Peran Penting Penjaga Ketertiban dan Pengamanan Laut | [CLS] Keamanan dan keselamatan kapal ikan saat melakukan pelayaran untuk menangkap ikan, menjadi bagian sangat penting yang selalu diharapkan oleh semua orang yang terlibat di dalamnya. Bagi kru kapal dan nakhoda, poin tersebut harus bisa diwujudkan dengan cara ap... | [0.01809711940586567, 0.9629115462303162, 0.01899130828678608] |
2021-061-05.json | Peran Penting Penjaga Ketertiban dan Pengamanan Laut | Peran Penting Penjaga Ketertiban dan Pengamanan Laut | Tak cuma itu, di mata Muhammad Zaini, syahbandar juga berperan penting untuk memberikan perlindungan kepada awak kapal perikanan (AKP). Caranya, adalah dengan mengawal penerbitan perjanjian kerja laut (PKL) antara AKP dengan pemilik kapal perikanan.Peran tersebut s... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2021-061-05.json | Peran Penting Penjaga Ketertiban dan Pengamanan Laut | Peran Penting Penjaga Ketertiban dan Pengamanan Laut | Kelima pangkalan tersebut, adalah Pangkalan PLP Kelas 1 Tanjung Priok (Jakarta), Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban (Bintan, Kepulauan Riau), Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak (Surabaya, Jawa Timur), Pangkalan PLP Kelas II Bitung (Sulawesi Utara), dan Pangkalan... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2021-061-05.json | Peran Penting Penjaga Ketertiban dan Pengamanan Laut | Peran Penting Penjaga Ketertiban dan Pengamanan Laut | Rinciannya, Pangkalan PLP bertugas untuk mengawasi dan menertibkan kegiatan salvage dan pekerjaan bawah air, penyelaman, instalasi eksplorasi dan eksploitasi, bangunan di atas dan di bawah air. Kemudian, memberikan bantuan dan pencarian pertolongan musibah di laut,... | [0.9656471014022827, 0.017137303948402405, 0.017215635627508163] |
2021-061-05.json | Peran Penting Penjaga Ketertiban dan Pengamanan Laut | Peran Penting Penjaga Ketertiban dan Pengamanan Laut | Selain revisi, penjagan dilakukan dengan melakukan koordinasi bersama instansi lain yang terlibat, seperti TNI Angkata Laut, Kepolisian RI (Polri), Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan pihak terkait lain untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang terjadi di perairan.... | [0.01809711940586567, 0.9629115462303162, 0.01899130828678608] |
2017-081-07.json | Mongabay Travel: Pantai Koomang yang Membuat Kita Melayang | Mongabay Travel: Pantai Koomang yang Membuat Kita Melayang | [CLS] Sangat memukau. Mengunjunginya benar-benar merasakan sensasi luar biasa. “Belum banyak yang datang ke Pantai Koomang di Pulau Enggano itu,” tutur Sofian, warga Kota Bengkulu yang menceritakan pengalaman serunya kepada Mongabay.Keindahan Pantai Koomang... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2017-081-07.json | Mongabay Travel: Pantai Koomang yang Membuat Kita Melayang | Mongabay Travel: Pantai Koomang yang Membuat Kita Melayang | Secara administrasif, Pulau Enggano ditetapkan sebagai Kecamatan Pulau Enggano, bagian dari Kabupaten Bengkulu Utara. Terdiri dari Desa Malakoni, Meok, Banjarsari, Kaana, Apoho, dan Desa Kahyapu, dengan Ibu Kota Kecamatan Desa Kahyapu. Enggano merupakan wilay... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2017-081-07.json | Mongabay Travel: Pantai Koomang yang Membuat Kita Melayang | Mongabay Travel: Pantai Koomang yang Membuat Kita Melayang | Sedangkan hasil Studi Daya Dukung Pemanfaatan dan Pengembangan Kepulauaan Enggano yang dilakukan Pusat Penelitian Lingkungan Universitas Bengkulu pada 2006 menyebutkan, pengembangan pariwisata pantai sangat sesuai dilakukan. Analisa dilakukan dengan menekanka... | [0.000254815851803869, 0.01976369507610798, 0.979981541633606] |
2019-053-11.json | Jadi Sumber Ekonomi Warga, Tidak akan Lagi Mangrove Dirusak di Lubuk Kertang | Jadi Sumber Ekonomi Warga, Tidak akan Lagi Mangrove Dirusak di Lubuk Kertang | [CLS] Artikel sebelumnya: Sangkot, Mangrove dan Kembalinya Kesejahteraan Masyarakat Lubuk Kertang Situasi pasca pemulihan ekosistem mangrove menjadi cerita baik buat warga. Saat ini banyak warga Lubuk Kertang, Kecamatan Berandan Barat, Kabu... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2019-053-11.json | Jadi Sumber Ekonomi Warga, Tidak akan Lagi Mangrove Dirusak di Lubuk Kertang | Jadi Sumber Ekonomi Warga, Tidak akan Lagi Mangrove Dirusak di Lubuk Kertang | Selain mengelola mangrove, anggota kelompok pun mulai berinisiatif untuk membuat pengolahan pangan. Seperti daun muda bakau yang diolah menjadi kripik, dan buah bidada yang diolah menjadi sirup dengan nama sirup bidada.“Masyarakat pesisir da... | [4.426556643011281e-06, 7.228185495478101e-06, 0.9999883770942688] |
2019-053-11.json | Jadi Sumber Ekonomi Warga, Tidak akan Lagi Mangrove Dirusak di Lubuk Kertang | Jadi Sumber Ekonomi Warga, Tidak akan Lagi Mangrove Dirusak di Lubuk Kertang | “Kami tak kasih ampun, begitu ada yang tertangkan langsung kami beri pelajaran. Ada yang kabur saat di kejar, ada juga yang melawan. Mangrove yang kami tanam tak akan kami izinkan untuk ditebang. Karena itu sama saja akan kembali seperti dah... | [0.01646406203508377, 0.9831623435020447, 0.00037361495196819305] |
2019-053-11.json | Jadi Sumber Ekonomi Warga, Tidak akan Lagi Mangrove Dirusak di Lubuk Kertang | Jadi Sumber Ekonomi Warga, Tidak akan Lagi Mangrove Dirusak di Lubuk Kertang | Dari sisi nilai penting, keberadaan mangrove menjadi penting baik bagi ekonomi maupun ekologis kawasan. Indonesia sendiri telah mengikatkan diri lewat ratifikasi trhadap Konvensi Ramsar mengenai Lahan Basah, termasuk mengikuti Deklarasi Rio ... | [0.007555732037872076, 0.46857914328575134, 0.5238651633262634] |
2023-011-12.json | Sukabumi Jadi Pelindung Pertama Sidat di Indonesia | Sukabumi Jadi Pelindung Pertama Sidat di Indonesia | [CLS] Sumber daya ikan (SDI) yang berasal dari perairan darat di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat menjadi potensi besar yang bisa terus berkembang di masa mendatang. Salah satu di antaranya, adalah ikan sidat (Anguilla spp.) yang bernilai ekonomi tinggi di pa... | [0.9999907612800598, 4.496447218116373e-06, 4.684098712459672e-06] |
2023-011-12.json | Sukabumi Jadi Pelindung Pertama Sidat di Indonesia | Sukabumi Jadi Pelindung Pertama Sidat di Indonesia | “Itu pendataan secara resmi dilakukan sejak 2021. Dari data tersebut, diketahui sebelas persen lainnya ikan dijual sebagai mata pencaharian tambahan masyarakat di sekitar sungai,” terang dia pekan ini di Sukabumi.Bagi dia, angka tersebut menunjukkan bahwa sungai dan ... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2023-011-12.json | Sukabumi Jadi Pelindung Pertama Sidat di Indonesia | Sukabumi Jadi Pelindung Pertama Sidat di Indonesia | Latar belakang tersebut menjadi alasan kuat kalau pengelolaan SDI perairan darat di Kabupaten Sukabumi memerlukan intervensi peraturan daerah. Pasalnya, jika terus berjalan seperti sekarang, dikhawatirkan SDI potensial akan semakin menurun jumlah populasinya.Menurut ... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2023-011-12.json | Sukabumi Jadi Pelindung Pertama Sidat di Indonesia | Sukabumi Jadi Pelindung Pertama Sidat di Indonesia | Wakil Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia Ageng Setiawan Herianto pada momen yang sama juga berharap kalau dua kebijakan yang sudah diterbitkan bisa menciptakan integrasi tata kelola perikanan darat, khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan perikanan Sidat.Diket... | [0.00033922979491762817, 0.9992603659629822, 0.0004004047659691423] |
2019-080-03.json | Bedah Visi Misi Lingkungan Capres dan Cawapres, Seperti Apa? | Bedah Visi Misi Lingkungan Capres dan Cawapres, Seperti Apa? | [CLS] Pada 17 April 2019, Indonesia akan memilih presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 serta pemilihan anggota legislatif. Dua pasangan calon berlaga. Nomor urut satu, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dan kedua, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Un... | [0.9996156692504883, 0.00018315522174816579, 0.00020114629296585917] |
2019-080-03.json | Bedah Visi Misi Lingkungan Capres dan Cawapres, Seperti Apa? | Bedah Visi Misi Lingkungan Capres dan Cawapres, Seperti Apa? | Baca juga: Dua Tahun Molor, Perda Masyarakat Adat Ammatoa Kajang Akhirnya DisahkanDari 260 butir penjabaran program, yang membahas isu lingkungan hidup sekitar 20%. Terdiri dari 17% mengenai pengelolaan hutan dan gambut berkelanjutan, ketimpangan penguasaan... | [0.9999998211860657, 5.5008300137160404e-08, 5.497557609146497e-08] |
2019-080-03.json | Bedah Visi Misi Lingkungan Capres dan Cawapres, Seperti Apa? | Bedah Visi Misi Lingkungan Capres dan Cawapres, Seperti Apa? | Soal ketimpangan penguasaan lahan, katanya, dalam visi misi sebelumnya, ada dua poin komitmen. Pertama, pendistribusian aset terhadap petani melalui distribusi hak atas tanah petani melalui land reform dan program kepemilikan lahan bagi petani dan buruh tan... | [0.9999998211860657, 5.5008300137160404e-08, 5.497557609146497e-08] |
2019-080-03.json | Bedah Visi Misi Lingkungan Capres dan Cawapres, Seperti Apa? | Bedah Visi Misi Lingkungan Capres dan Cawapres, Seperti Apa? | Hal ini berbeda dengan visi misi saat ini. Jokowi-Ma’ruf, tidak tegas menyebutkan tentang korupsi terkait dengan sumber daya alam. Mereka hanya menyebutkan, pencegahan dan pemberantasan korupsi yaitu akan melaksanakan konsisten strategi nasional pencegahan ... | [0.9999998211860657, 5.5008300137160404e-08, 5.497557609146497e-08] |
2019-080-03.json | Bedah Visi Misi Lingkungan Capres dan Cawapres, Seperti Apa? | Bedah Visi Misi Lingkungan Capres dan Cawapres, Seperti Apa? | Selain itu, melanjutkan proses legislasi RUU pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat, memastikan proses-proses legislasi terkait pengelolaan tanah dan sumber daya alam, seperti RUU Pertanahan dan lain-lain. Juga dapat memastikan UU Desa, berjalan... | [0.01809711940586567, 0.9629115462303162, 0.01899130828678608] |
Subsets and Splits
No community queries yet
The top public SQL queries from the community will appear here once available.