filename stringlengths 16 16 | title stringlengths 22 107 | text stringlengths 132 2.1k | softlabel stringlengths 15 740 |
|---|---|---|---|
2016-031-20.json | Kisah Hamzah, 9 Tahun Menghijaukan Pesisir Untia | Kisah Hamzah, 9 Tahun Menghijaukan Pesisir Untia | [CLS] Namanya Hamzah Andi Ahu (57 tahun). Sehari-hari ia adalah nelayan di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanayya, Makassar, Sulawesi Selatan. Meski usianya tak lagi muda, namun masih terlihat energik. Sore itu, Jumat (26/8/2016), ia mengajak Mongabay mengunjungi kaw... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2016-031-20.json | Kisah Hamzah, 9 Tahun Menghijaukan Pesisir Untia | Kisah Hamzah, 9 Tahun Menghijaukan Pesisir Untia | “Dari IFAD ini sendiri kita dapat 10.000 bibit. Kita juga dibantu perahu, gabus, polybag, ajir sebagai penahan, dan sebagainya. Ada juga gaji bagi yang ikut menanam, sebesar Rp1000 per batang,” jelas Hamzah.Manfaat MangroveMenurut Hamzah, awalnya keinginannya untuk bek... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2016-031-20.json | Kisah Hamzah, 9 Tahun Menghijaukan Pesisir Untia | Kisah Hamzah, 9 Tahun Menghijaukan Pesisir Untia | Jenis mangrove yang dikembangkan kelompok ini ada 3 jenis, yaitu sejenis bakau (Rhizophora), api-api (Avicennia) dan perepat atau Sonneratia alba yang oleh warga dikenal dengan nama ‘parappa’.“Namun yang paling banyak tumbuh itu Rhizophora dan Avicennia. Bisa kita liha... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2016-031-20.json | Kisah Hamzah, 9 Tahun Menghijaukan Pesisir Untia | Kisah Hamzah, 9 Tahun Menghijaukan Pesisir Untia | “Saya sekarang mulai menanam dengan menancap langsung mangrovenya, tidak lagi menggunakan polybag. Kadang kalau ditanam di polybag bisa muncul ulat yang memakan akar dan batang mangrove sampai mati. Jadi saya pikir lebih baik langsung ditanam saja di laut.”Untuk menah... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | [CLS] Desa Teluk di bibir Pantai Labuan, Pandeglang, Banten, hari ketiga pasca tsunami. Saya menginjakkan kaki di lapangan cukup luas di depan Kantor Syahbandar Desa Teluk, Banten. Bangunan cat biru tua itu masih berdiri. Saya pernah ke sini Agustus 2017.Kal... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | “Ngungsi ke Kampung Mekui. Warange wong siki-siki, kampunge siki. Sing penting selamet wonge. Barang-barang ditinggal kabeh, mlayune kakaenan doang. Atu uwu berita itu langsung jegur. Basah, boro-boro persiapan do gasak bawak duit nggak dibawa. Ayo-ayo anak urang... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | “Jangankan harta benda, pakai kolor doank,” katanya menunjuk sehelai baju kaos dan celana pendek selutut yang dia kenakan sampai hari ketiga ini. Amin bersyukur, seluruh keluarga, istri, anak dan orangtuanya selamat dari terjangan tsunami.Sejak puluhan tahun lalu... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | BPBD Lampung dan Banten, mencatat panjang pantai terdampak tsunami 312,78 km, tersebar di empat kabupaten, Tanggamus 75,38 km, Lampung Selatan 66,25 km, Pandeglang dan Serang 171,15 km.Pulau terdekat dengan Gunung Anak Krakatau, praktis jadi pulau paling terdampa... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Saat itu, alat berat masih kurang, padahal urgen guna mempercepat proses penyelamatan dan pencarian serta membuka akses jalan terputus.Dari rombongan relawan, saya mendapat informasi pada malam ketiga setelah tsunami akses jalan ke Kecamatan Sumur, satu titik ter... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Mengutip Kroeber dan Kluckhohn (1952), Sutopo mengingatkan tiga kelompok manusia berdasarkan cara pandangnya terhadap alam. Pertama, kelompok tradisional ditandai sikap tunduk dan pasrah terhadap alam.Kedua, kelompok transformasi yang berusaha mencari keselarasan... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Pembangunan sistem peringatan dini longsor kerjasama BNPB dan Universitas Gadjah Mada, kata Sutopo, juga menyelamatkan masyarakat di Karanganyar, Aceh Besar, Temanggung, dan lain-lain.“Juga ada pembangunan bendung mini untuk panen hujan di Bantul, Yogyakarta,” ka... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Akhinya, kata Sutopo, dalam penanggulangan bencana dari manusia ke manusia. Sistem peringatan dini bencana harus menyeluruh. Satu sistem terdiri dari kumpulan sub sistem, yaitu alat, sosialisasi, edukasi, kearifan lokal, partisipasi masyarakat, mata pencaharian m... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Salah satu poin evaluasi dalam masterplan ini menyebut aspek teknis peringatan dini perlu fokus pada rantai peringatan dini tsunami. Respon pemerintah pengambilan keputusan evakuasi dan arahan dukungan pemerintah daerah dalam evakuasi.Dalam rantai peringatan dini... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Dalam peringatan dini tsunami juga perlu ada pendelegasian wewenang resmi. Sebab, peringatan dini tsunami harus tersebar dalam waktu singkat. Biasa, kala terjadi gempa bumi, listrik padam dan jalur komunikasi terputus segera.Tak kalah penting, sinkronisasi protap... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Dalam kasus gempa Aceh 2012, tempat evakuasi sementara (TES) juga tak bermanfaat maksimal. Masyarakat panik, ditambah lagi tak paham makna sirine dan jalur evakuasi, berlarian dengan bingung. Mereka evakuasi mandiri, masih dengan kendaraan baik roda dua maupun ro... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Media sesuai prosedur sudah menyampaikan peringatan dini melalui breaking news. Namun, dalam masterplan disebutkan media belum mengerti makna pesan peringatan dini pertama sampai keempat. Hingga informasi yang sampai ke masyarakat terbatas. Radio komunitas berper... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Kedua, pembangunan dan pengembangan tempat evakuasi sementara. Juga harus dibuat rencana evakuasi berdasarkan informasi yang benar dengan peta bahaya tsunami atau peta risiko tsunami yang detil per kabupaten yang diperkuat dengan kerangka kebijakan hukum di daera... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-079-14.json | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Tsunami dan Ketidakjelasan Mitigasi Bencana (Bagian 1) | Bagi daerah pantai dengan perbukitan bisa cukup menggunakan bentang alam yang ada dengan membuat jalan atau rute evakuasi memadai. Rute ini bisa juga sebagai jogging track.Ketiga, penguatan kapasitas kesiapsiagaan pusat pengendalian operasi (pusdalops) penanggula... | [0.5, 0.5, 0.0] |
2020-060-04.json | Lubang Galian Batu Bata di Langkat Telan Korban, Walhi: Pengawasan Lemah | Lubang Galian Batu Bata di Langkat Telan Korban, Walhi: Pengawasan Lemah | [CLS] Siang itu, Muhammad Reza, remaja usia 16 tahun sudah berjanji dengan teman-temannya untuk bermain. Pelajar di Kota Medan ini sedang berada ke rumah neneknya, di Langkat, Sumatera Utara. Sekolah libur atau belajar di rumah karena masa p... | [0.6666666865348816, 0.3333333432674408, 0.0] |
2020-060-04.json | Lubang Galian Batu Bata di Langkat Telan Korban, Walhi: Pengawasan Lemah | Lubang Galian Batu Bata di Langkat Telan Korban, Walhi: Pengawasan Lemah | Dari pengumpulan data mereka, banyak lubang tambang tak reklamasi pasca penggalian. Teknik pengawasan inspektur tambang di pusat dan provinsi, katanya, tak berjalan. Pengawasan lapangan terhadap izin-izin pertambangan oleh Dinas Energi Sumberday... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2020-060-04.json | Lubang Galian Batu Bata di Langkat Telan Korban, Walhi: Pengawasan Lemah | Lubang Galian Batu Bata di Langkat Telan Korban, Walhi: Pengawasan Lemah | Belum lagi, katanya, perusahaan yang menambang di kawasan hutan berpotensi merusak keragamanhayati karena habitat mereka hancur. “Ini jadi tanggung jawab besar bagi pemerintah.” Keterangan foto utama: Ilustrasi. Lubang-lubang tambang menganga ta... | [0.5, 0.5, 0.0] |
2014-026-17.json | Dahas, Inilah Bank Hutan untuk Menjaga Sumber Air Kehidupan | Dahas, Inilah Bank Hutan untuk Menjaga Sumber Air Kehidupan | [CLS] Hanya sepelangkahan orang dewasa, ruas jalan itu cukup dilintasi satu sepeda motor. Di sisi kiri dan kanan, pohon-pohon besar tumbuh subur. Daunnya rindang saling bersentuhan, bak dua insan saling berjabat tangan. Dedaunan itu kemudian membentuk kanopi... | [0.25, 0.25, 0.5] |
2014-026-17.json | Dahas, Inilah Bank Hutan untuk Menjaga Sumber Air Kehidupan | Dahas, Inilah Bank Hutan untuk Menjaga Sumber Air Kehidupan | “Awalnya, tempat ini kami manfaatkan sebagai ladang. Ketika masa panen selesai, kita pindah dan membuka lahan baru. Bekas ladang yang sudah ditinggalkan kami tanami kembali dengan pohon buah, karet, dan jenis pohon berkualitas baik seperti belian dan meranti... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2014-026-17.json | Dahas, Inilah Bank Hutan untuk Menjaga Sumber Air Kehidupan | Dahas, Inilah Bank Hutan untuk Menjaga Sumber Air Kehidupan | Bagi Amid, keanekaragaman hayati di dalam dahas sudah cukup guna menghidupi keluarganya. Beras diperoleh dari ladang sendiri. Ikan bisa ditangkap di sungai. Apalagi buah-buahan, tinggal dipetik di halaman sekitar pondok.Perilaku hidup seperti ini diakui suda... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2014-026-17.json | Dahas, Inilah Bank Hutan untuk Menjaga Sumber Air Kehidupan | Dahas, Inilah Bank Hutan untuk Menjaga Sumber Air Kehidupan | Selasa (2/9/2014), matahari perlahan beranjak sekitar 40 derajat dari lokasi peraduannya. Amid beranjak dari tempat kerjanya. Parang yang semula jadi media untuk bekerja dikembalikan ke warangkanya. Dia mengajak serta keliling dahas serta melihat sumber utam... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2021-016-12.json | Pemprov NTT Terapkan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologi. Bagaimana Caranya? | Pemprov NTT Terapkan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologi. Bagaimana Caranya? | [CLS] Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar dialog daring Kebijakan Pengembangan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologis di wilayah NTT, Rabu (6/10/2011). Dalam dialog tersebut Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT Kosmas ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2021-016-12.json | Pemprov NTT Terapkan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologi. Bagaimana Caranya? | Pemprov NTT Terapkan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologi. Bagaimana Caranya? | Kosmas menjelaskan, agenda ini diterjemahkan dalam misi RPJMD 2018-2023, yakni mewujudkan masyarakat sejahtera, mandiri dan adil melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, yaitu aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan.“Deng... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2021-016-12.json | Pemprov NTT Terapkan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologi. Bagaimana Caranya? | Pemprov NTT Terapkan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologi. Bagaimana Caranya? | Lanjutnya, ada juga penyediaan ruang terbuka hijau, pengelolaan persampahan, perlindungan sumberdaya air dan pencegahan pencemaran udara yang juga sebenarnya masuk ke dalam indeks pengelolaan lingkungan hidup yang ada di provinsi tersebut... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2021-016-12.json | Pemprov NTT Terapkan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologi. Bagaimana Caranya? | Pemprov NTT Terapkan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologi. Bagaimana Caranya? | Joko menambahkan memang sering dikatakan bahwa dana bukan segalanya tapi masalahnya segalanya butuh dana. Tapi ada proses untuk itu sehingga perlu disamakan frekuensi antara pusat dan daerah.“Ketika kemudian kita bicara inovasi ekologi ma... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2021-016-12.json | Pemprov NTT Terapkan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologi. Bagaimana Caranya? | Pemprov NTT Terapkan Skema Transfer Fiskal Berbasis Ekologi. Bagaimana Caranya? | baca juga : Bagaimana agar Pembangunan Tak Perparah Krisis Iklim? Bambu AgroforestriDirektur Yayasan Bambu Lestari, Arief Rabik mengatakan NTT merupakan titik pusat bambu untuk pembangunan hijau, dengan sumber daya bambu yang besar dan m... | [0.6666666865348816, 0.3333333432674408, 0.0] |
2019-056-11.json | Pantai Mertasari Sanur, Lokasi Favorit Aksi Clean-Up ini tak Kehabisan Sampah | Pantai Mertasari Sanur, Lokasi Favorit Aksi Clean-Up ini tak Kehabisan Sampah | [CLS] Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar adalah salah satu lokasi langganan aksi clean-up di Bali. Oleh komunitas, pemerintah, dan perusahaan. Namun, sampah plastiknya tak pernah habis. Seperti aksi terakhir pekan ini yang diikuti sejumlah ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-056-11.json | Pantai Mertasari Sanur, Lokasi Favorit Aksi Clean-Up ini tak Kehabisan Sampah | Pantai Mertasari Sanur, Lokasi Favorit Aksi Clean-Up ini tak Kehabisan Sampah | Kelly Slater, salah satu legenda surfing ini menggunakan tangannya menarik plastik dari krib karang. Bersama beberapa relawan lain, ia tengkurap di karang agar tangannya menjangkau ke permukaan pasir yang tertutup krib ini. Sekitar 10 menit... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2019-056-11.json | Pantai Mertasari Sanur, Lokasi Favorit Aksi Clean-Up ini tak Kehabisan Sampah | Pantai Mertasari Sanur, Lokasi Favorit Aksi Clean-Up ini tak Kehabisan Sampah | Sementara dua perempuan muda yang bekerja di BPSPL Denpasar, Nia dan Ina menunjukkan dua wadah berisi puntung rokok. Mereka mengaku dipungut dalam waktu 30 menit di sekitar pantai, terutama tempat parkir dan bale-bale, tempat duduk. “Kami s... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2019-056-11.json | Pantai Mertasari Sanur, Lokasi Favorit Aksi Clean-Up ini tak Kehabisan Sampah | Pantai Mertasari Sanur, Lokasi Favorit Aksi Clean-Up ini tak Kehabisan Sampah | Inisiatif pembakaran sampah Get Plastic ini menargetkan plastik jenis LDPE seperti kantong/tas kresek, pembungkus makanan, dan lainnya yang jarang dikumpulkan untuk dijual. Karena nilai ekonomisnya kecil. Beda dengan botol PET dan kaleng.“J... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2019-056-11.json | Pantai Mertasari Sanur, Lokasi Favorit Aksi Clean-Up ini tak Kehabisan Sampah | Pantai Mertasari Sanur, Lokasi Favorit Aksi Clean-Up ini tak Kehabisan Sampah | Dalam kegiatan ini terkumpul lebih dari 630 kg sampah dalam waktu satu jam oleh lebih dari 700 relawan yang terdaftar terdiri siswa dan siswi SMP Wisata Sanur, SD 10 Sanur, SMP 9 Sanur dan SD 11 Sanur, dan komunitas lokal seperti Marine Bud... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2016-088-05.json | Inilah Hutang Kita pada Primata yang Masih tetap Diburu dan Diperdagangkan | Inilah Hutang Kita pada Primata yang Masih tetap Diburu dan Diperdagangkan | [CLS] Tanggal 30 Januari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Primata Indonesia, dan ProFauna Indonesia secara khusus merayakannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat kampanye anti perburuan primata.“Kita prihatin dengan per... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2016-088-05.json | Inilah Hutang Kita pada Primata yang Masih tetap Diburu dan Diperdagangkan | Inilah Hutang Kita pada Primata yang Masih tetap Diburu dan Diperdagangkan | Wirdateti, Peneliti Primata LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menuturkan, primata kita kenal sebagai non human primate yang secara genetik mirip manusia.Keberadaan primata di hutan sangat penting sebagai indikator ekologi. Artinya, hut... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-088-05.json | Inilah Hutang Kita pada Primata yang Masih tetap Diburu dan Diperdagangkan | Inilah Hutang Kita pada Primata yang Masih tetap Diburu dan Diperdagangkan | Menurut Wirdateti, dari sekitar 200 jenis primata yang ada di dunia, Indonesia memiliki 44 jenisnya atau sekitar 25 hingga 30 persen. Kemungkinan akan ada penemuan jenis baru sangat terbuka mengingat belum banyak penelitian tentang primata. Co... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2020-045-15.json | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | [CLS] Pemerintah Indonesia harus berani terbuka menjelaskan kepada publik tentang proses yang dijalankan saat ini untuk melaksanakan kebijakan ekspor benih bening Lobster. Kebijakan tersebut, sejak disahkan pada awal Mei 2020 terus mengundang pro dan kontra di m... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2020-045-15.json | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Dengan adanya koordinasi yang lebih baik, diharapkan itu akan bisa menjamin proses yang lebih sinergi dan melaksanakan koreksi secara terbuka jika ditemukan tahapan dan persyaratan yang belum terpenuhi selama pelaksanaan ekspor benih Lobster.Abdi Suhufan mendesak... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2020-045-15.json | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Merujuk pada Permen yang sudah tidak berlaku itu, ekspor hanya bisa dilakukan jika lobster sedang tidak dalam kondisi bertelur dan panjang karapas masih delapan centimeter atau berat di atas 200 gram per ekor. Sementara, ekspor benih lobster sama sekali tidak dip... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2020-045-15.json | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Menurut Susan, klaim kesejahteraan nelayan lobster akan meningkat langsung, terbantah karena sekarang fakta-fakta mulai terbuka luas. Saat ini, publik sudah mulai mengetahui bahwa pihak yang akan diuntungkan dari kebijakan ekspor benih lobster, tidak lain adalah ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2020-045-15.json | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Keberpihakan kepada pengusaha dan politisi, menegaskan bahwa KKP di masa kepemimpinan Edhy Prabowo sudah tidak lagi mau menerapkan prinsip transparansi seperti yang diterapkan pendahulunya, Susi Pudjiastuti. Padahal, akibat kebijakan tersebut ada masyarakat bahar... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2020-045-15.json | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menegaskan tak ada keistimewaan atau privilege terhadap perusahaan tertentu terkait regulasi lobster. Bahkan, dia menjamin dirinya tak memiliki motif pribadi selain demi nelayan dan kemajuan budidaya lobster.“Dulu dipe... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2020-045-15.json | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Menyelamatkan Benih Lobster dari Eksploitasi Eksportir | Sedangkan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar mengatakan, jumlah perusahaan yang sudah mendaftar hingga sekarang untuk mengajukan permohonan ekspor benih Lobster sudah mencapai 100.Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 perusahaan dinyatakan sudah... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2018-031-15.json | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | [CLS] Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Maritim, Jumat (27/7/18), bikin pernyataan yang mengundang respon publik. Di Istana Kepresidenan, Luhut bilang pemerintah akan mencabut kebijakan alokasi pasar domestik (domestic market obligation/DMO) batu... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2018-031-15.json | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | Aturan DMO berlaku sama untuk semua pemegang izin usaha produksi (IUP) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B). Jika tak memenuhi kuota, perusahaan akan kena sanksi potongan produksi tahun selanjutnya.Dalam rencana pembangunan jangka RPJMN pe... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2018-031-15.json | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | “Ini bertentangan dengan RPJMN 2015-2019 yang menetapkan produksi batubara 406 juta ton tahun 2018.”Insentif lain berupa penundaan kewajiban penggunaan kapal nasional dari 1 Mei 2018 menjadi 1 Agustus 2020. Pemerintah juga memberi penundaan kewajiban asuransi nasio... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2018-031-15.json | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | Hal ini, katanya, diperkirakan pada 2020-2022—andai rencana penambahan PLTU seperti pencanangan 35.000 megawatt–, pada tahun-tahun ini pembangunan PLTU selesai (COD) dan PLN harus membayar semua daya Independent Power Producer (IPP) sesuai Power Purchase Agreement ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2018-031-15.json | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | Kalori rendah biasa ditemukan pada potensi pembangkit mulut tambang seperti PLTU Riau 1 yang belakangan ramai karena kasus dugaan suap melibatkan anggota DPR.Menjawab alasan batubara adalah energi andalan yang menstabilkan jaringan, dibantah dengan argumen teknolog... | [0.5, 0.5, 0.0] |
2018-031-15.json | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | Menyoal Tarik Ulur Kebijakan Jatah Batubara Domestik | Keterangan foto utama: Tongkang batubara dibawa ke muara Sungai Samarinda untuk dibawa kembali ke PLTU atau ekspor ke negara luar. Foto Tommy Apriando/ Mongabay Indonesia [SEP] | [0.0, 0.5, 0.5] |
2013-028-13.json | Kehancuran Hutan Pulau Rupat, Tercerabutnya Masyarakat Adat Akit di Riau | Kehancuran Hutan Pulau Rupat, Tercerabutnya Masyarakat Adat Akit di Riau | [CLS] Kepulan asap pekat menyeruak dari bekas tebangan di atas tanah bergambut: bau asap menyengat hidung. Kiri kanan jalan bekas bakaran masih terlihat. Saya melihat ada drum berisi minyak, dan eskavator yang disewa warga untuk meratakan pohon ... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2013-028-13.json | Kehancuran Hutan Pulau Rupat, Tercerabutnya Masyarakat Adat Akit di Riau | Kehancuran Hutan Pulau Rupat, Tercerabutnya Masyarakat Adat Akit di Riau | Di tepi kanal galian PT SRL, dari jarak sekira 300 meter satu alat berat sedang menumpuk kayu di tepi kanal. Kami mendekati alat berat itu untuk memotret sambil melihat sekeliling: tanah-tanah berlubang bekas kayu dicabut, pohon dan kayu tergele... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2013-028-13.json | Kehancuran Hutan Pulau Rupat, Tercerabutnya Masyarakat Adat Akit di Riau | Kehancuran Hutan Pulau Rupat, Tercerabutnya Masyarakat Adat Akit di Riau | Eik, 55 TAHUN, warga Akit tinggal di dusun Pancur, Desa Pangkalan Nyirih menuturkan, baru saja pulang dari kebun karet miliknya. Pria berkacamata itu menuturkan 30 tahun lalu dirinya dan masyarakat Akit lainnya leluasa berburu babi di hutan alam... | [0.25, 0.5, 0.25] |
2013-028-13.json | Kehancuran Hutan Pulau Rupat, Tercerabutnya Masyarakat Adat Akit di Riau | Kehancuran Hutan Pulau Rupat, Tercerabutnya Masyarakat Adat Akit di Riau | “Hampir 17 tahun saya tidak pernah lagi berburu. Karena hasil buruan tak ada lagi di hutan, hutan tak ada lagi karena diambil perusahaan,” kata Nono, 32 tahun, warga Hutan Halus desa Hutan Panjang. “Kami pernah mau masuk ke hutan ambil kayu untu... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2021-067-14.json | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | [CLS] Nelayan tradisional Natuna menghadapi berbagai kekhawatiran dan hambatan saat melaut. Mereka tak hanya melawan badai begitu kuat di tengah laut, juga berhadapan dengan kapal asing. Belum lagi, nelayan kecil ini harus berkonflik dengan nel... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2021-067-14.json | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Pada masa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, penggunaan alat tangkap cantrang dipastikan merusak lingkungan. Namun masa Menteri Edi Prabowo, alat cantrang tak lagi masuk kategori merusak lingkungan.Seperti disebutkan dalam berita di M... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2021-067-14.json | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Baca juga: Susi : Cantrang Itu, Sekali Tangkap Bisa Buang Banyak Sumber Daya IkanHendri mengatakan, pemerintah bikin aturan tidak ada upaya survei ke lapangan seperti ke laut Natuna. Peraturan, katanya, hanya dibuat di atas meja, tanpa menimbang k... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2021-067-14.json | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Protes ke JakartaBeberapa perwakilan nelayan di Kepulauan Riau berjuang menemui menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta. Meskipun menemui banyak rintangan akhirnya menteri menunda Permen KKP 59 soal memperpanjang izin kapal cantrang melaut di ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2021-067-14.json | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Hendri bilang, saat ini penundaan baru soal cantrang, belum lagi tuntutan nelayan tentang zonasi kapal di bawah 10 GT yang hanya boleh melaut 4 mil.Susan menilai, penundaan itu hanya pencitraan. Dia khawatir terjadi lobi antara pengusaha kapal cant... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2021-067-14.json | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | “Saya terpaksa menghindar, karena kapal mereka besar dengan jumlah banyak,” katanya, belum lama ini.Nelayan tradisional Natuna, katanya, rata-rata sudah mengetahui ciri-ciri kapal asing itu mulai dari nomor hingga jenis kapal. “Saya sering melihat ... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2021-067-14.json | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Kondisi tambah berat, kata Endang, saat ada aturan yang membolehkan kapal cantrang melaut di Natuna. Padahal, katanya, alat tangkap itu dilarang pada masa Menteri Susi Pudjiastuti, karena terbukti merusak lingkungan bawah laut. Hendri bilang, beta... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2021-067-14.json | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Cerita Nelayan Natuna, Terjepit Antara Kapal Cantrang dan Kapal Asing | Kedua, pemerintah harus berhenti jadikan laut bancakan politik. “Apalagi kita sadar kebutuhan politik 2024, sistem bobrok politik kita juga harus diubah, alat tangkap sejak zaman Soeharto sudah dipermasalahkan, sekarang juga, ini adalah kemunduran,... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2016-029-04.json | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | [CLS] “Sudah dua malam torang nda besok harus kosong lokasi jadi ba paksa karja dalam lobang daripada pulang kosong, makang nyanda bisa apalagi pulang. Begitu sudah nasib penambang, diusir terus,” jelas Ari mencurahkan isi hati siang itu. Tubuh da... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2016-029-04.json | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | Tidak dipungkiri, emas memang menjadi daya tarik. Iming-iming keuntungan yang bakal diraup, menghadirkan ribuan bahkan belasan ribu orang seperti Ari. Mereka berdatangan untuk beradu nasib ke lokasi ini.Jauh berada di lokasi galian, penggalian jau... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2016-029-04.json | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | “Itu bekas penambang yang lama [sebelum penertiban I] kalau yang sekarang tidak [potong pohon lagi], mereka bawa kayu dari luar,” ujarnya.Dalam 2016, operasi penertiban kali ini adalah kali kedua dilakukan oleh aparat. Menurutnya, hanya dalam tiga ... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2016-029-04.json | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | Sejak wilayah Dongi-Dongi dikabarkan mengandung emas dalam jumlah tinggi. Ribuan orang masuk wilayah ini mengadu nasib. Juga didorong berbagai isu yang menyeruak bahwa mereka dizinkan mengolah lokasi sebelum perusahaan bakal masuk di lokasi ini.Un... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2016-029-04.json | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | Om jon warga asli setempat dari suku Da’a. Dia mengaku tidak ikut menambang. Tetapi dia turut merasakan rezeki tambang. Dia menyediakan jasa ojek. Sesekali dia dan anaknya nyambi sebagai pembuat tanggul penahan longsor di area penggalian. Dia menga... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2016-029-04.json | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | Balada Emas Dongi-Dongi, Antara Tambang Rakyat dan Kawasan Konservasi | Dia pun lalu meminta seluruh lapisan masyarakat Sulteng untuk menaati hukum dan jangan melakukan perbuatan melawan hukum, termasuk mendukung kegiatan ilegal yang dilakukan para penambang dari luar provinsi.Ari, kelompoknya dan ribuan penambang suda... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2014-043-20.json | Wah, Lahan Hutan Lindung Meranti Diperjualbelikan | Wah, Lahan Hutan Lindung Meranti Diperjualbelikan | [CLS] Masyarakat melaporkan dugaan jual beli lahan hutan lindung di Desa Meranti, Kecamatan Pintu Pohan. Setelah ditelusuri, dari pemantauan area oleh Dinas Kehutanan Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara (Sumut), memperlihatkan kawasan itu benar masuk hutan lindung.P... | [0.3333333432674408, 0.6666666865348816, 0.0] |
2014-043-20.json | Wah, Lahan Hutan Lindung Meranti Diperjualbelikan | Wah, Lahan Hutan Lindung Meranti Diperjualbelikan | “Saat ini, banyak pegawai BPN dipenjara karena bersentuhan dengan kawasan hutan,” katanya, saat memberikan sertifikasi 3.010 sertifikat, kepada masyarakat di kabupaten dan kota Sumut, di lahan budidaya, Mei 2014.Khusus lokasi kawasan hutan, tidak akan mengeluarkan ser... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2013-009-14.json | Hutan Jadi Sawit, Orangutan Panen Tikung Petani Madu Kapuas Hulu | Hutan Jadi Sawit, Orangutan Panen Tikung Petani Madu Kapuas Hulu | [CLS] Petani madu di Desa Ujungpandang dan Kapuas Raya, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), resah. Setiap menjelang panen madu tiba, orangutan di sekitar desa mulai turun dari perbukitan, dan masuk ke danau. Mereka m... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2013-009-14.json | Hutan Jadi Sawit, Orangutan Panen Tikung Petani Madu Kapuas Hulu | Hutan Jadi Sawit, Orangutan Panen Tikung Petani Madu Kapuas Hulu | Sisi lain, warga masih sangat awam soal penanganan orangutan. “Di sini warga belum sepenuhnya paham soal hukum, kecuali hukum rimba. Jadi mereka tak pernah pikir panjang. Maunya orangutan itu dimusnahkan karena dianggap hama. Kami sudah coba mengusir de... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2021-035-04.json | Daun Nyangku, Pengganti Plastik Pembungkus Daging Kurban | Daun Nyangku, Pengganti Plastik Pembungkus Daging Kurban | [CLS] Pagi-pagi buta, anak-anak MTs Pakis di Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) sudah mulai persiapan. Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, mereka salat Idul Adha berjamaah. Mereka adalah ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2021-035-04.json | Daun Nyangku, Pengganti Plastik Pembungkus Daging Kurban | Daun Nyangku, Pengganti Plastik Pembungkus Daging Kurban | Sebenarnya, banyak masyarakat di sekitar Gunung Slamet yang memanfaatkan daun nyangku sebagai pengganti bungkus plastik. Bahkan, daun nyangku menjadi salah satu pembungkus khas nasi dengan beragam lauk yang dikenal dengan nasi nyangku. “Iya memang ada di daerah... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2021-035-04.json | Daun Nyangku, Pengganti Plastik Pembungkus Daging Kurban | Daun Nyangku, Pengganti Plastik Pembungkus Daging Kurban | “Dengan menggunakan daun nyangku sebagai bungkus daging kurban, maka kami tidak lagi butuh plastik. Dan ternyata dengan daun nyangku, maka daging tidak terkontaminasi plastik. Sebab, daging dibungkus dengan daun. Inilah mengapa, kami sudah mempertahankan tradis... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2021-035-04.json | Daun Nyangku, Pengganti Plastik Pembungkus Daging Kurban | Daun Nyangku, Pengganti Plastik Pembungkus Daging Kurban | Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor SE.2/PSLB3/PS/PLB.0/7/2021 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik ... | [0.25, 0.25, 0.5] |
2015-061-03.json | Kajian Perlihatkan Titik-titik Lemah Moratorium, Pesan: Perpanjangan dengan Penguatan | Kajian Perlihatkan Titik-titik Lemah Moratorium, Pesan: Perpanjangan dengan Penguatan | [CLS] Kebijakan setop sementara (moratorium) izin hutan dan lahan gambut, 13 Mei ini berakhir. Pemerintah sudah memastikan perpanjangan. Kalangan organisasi masyarakat meminta perpanjangan dengan penguatan karena dalam dua periode b... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2015-061-03.json | Kajian Perlihatkan Titik-titik Lemah Moratorium, Pesan: Perpanjangan dengan Penguatan | Kajian Perlihatkan Titik-titik Lemah Moratorium, Pesan: Perpanjangan dengan Penguatan | I Nengah Surati Jaya, tim penganalisis mengatakan, kajian khusus PIPIB ini juga memperlihatkan, kawasan harus dilindungi karena gambut dan hutan alam selain di kawasan lindung/konservasi juga di hutan produksi konversi (HPK). “Ini l... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2015-061-03.json | Kajian Perlihatkan Titik-titik Lemah Moratorium, Pesan: Perpanjangan dengan Penguatan | Kajian Perlihatkan Titik-titik Lemah Moratorium, Pesan: Perpanjangan dengan Penguatan | Namun, selama kebijakan jeda izin, terindentifikasi pelepasan kawasan hutan APL untuk pemenuhan permintaan adaministrasi daerah seluas 7,7 juta hektar di 20 provinsi. Izin HTI, katanya, jauh lebih tinggi, dari tiga tahun sebelumnya... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2015-061-03.json | Kajian Perlihatkan Titik-titik Lemah Moratorium, Pesan: Perpanjangan dengan Penguatan | Kajian Perlihatkan Titik-titik Lemah Moratorium, Pesan: Perpanjangan dengan Penguatan | Abetnego Tarigan, Direktur Eksekutif Walhi Nasional mengatakan, tak ada satu dokumen bicara soal target-target pemerintah, terkait penggunaan dan pemanfaatan lahan. “Apakah ini mau diteruskan, ataukah mau tingkatkan prioritas? Tanah... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2015-061-03.json | Kajian Perlihatkan Titik-titik Lemah Moratorium, Pesan: Perpanjangan dengan Penguatan | Kajian Perlihatkan Titik-titik Lemah Moratorium, Pesan: Perpanjangan dengan Penguatan | Modus lain, katanya, IUP di kawasan moratorium tetapi tanggal izin dimajukan ke masa sebelum ada kebijakan itu. Tujuannya, kala mengajukan peninjauan kawasan hutan itu bisa keluar dari wilayah yang dilindungi moratorium.Dengan berba... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-052-15.json | Pertanian Berkelanjutan: Untuk Keamanan Pangan atau Untuk Ketahanan Petani? | Pertanian Berkelanjutan: Untuk Keamanan Pangan atau Untuk Ketahanan Petani? | [CLS] Pertanian berkelanjutan merupakan konsep yang digunakan oleh lembaga pangan dunia-FAO (Food and Agriculture Organization), untuk menghubungkan antara masalah ketahanan pangan dengan wacana perubahan iklim. Pertanian berkelanjutan dipand... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-052-15.json | Pertanian Berkelanjutan: Untuk Keamanan Pangan atau Untuk Ketahanan Petani? | Pertanian Berkelanjutan: Untuk Keamanan Pangan atau Untuk Ketahanan Petani? | Selain itu, praktek pertanian berkelanjutan “seakan-akan” melupakan aktor yang seharusnya menjadi faktor pendukung utama, yaitu “petani yang berketahanan”. Argumen ini tentunya relevan jika diperhadapkan dengan konsep pertanian berkelanjutan ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-052-15.json | Pertanian Berkelanjutan: Untuk Keamanan Pangan atau Untuk Ketahanan Petani? | Pertanian Berkelanjutan: Untuk Keamanan Pangan atau Untuk Ketahanan Petani? | Satu hal yang pasti, penggunaan pestisida akan menambah biaya pengeluaran petani untuk mengelola per petak lahan yang diurusnya. Mengejar keuntungan ekonomis lahan (minimal “break even point”) dengan demikian akan menjadi target yang ingin di... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-052-15.json | Pertanian Berkelanjutan: Untuk Keamanan Pangan atau Untuk Ketahanan Petani? | Pertanian Berkelanjutan: Untuk Keamanan Pangan atau Untuk Ketahanan Petani? | Negara perlu turun tangan untuk memberikan penyuluhan kepada petani dan melepaskan ketergantungan petani terhadap pesitisida. Diperlukan penyuluhan terhadap bahan aktif yang ada di dalam pestisida, termasuk yang berpengaruh buruk pada ekosist... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2018-042-19.json | Seekor Penyu Terjaring Nelayan Sikka, Bagaimana Nasibnya? | Seekor Penyu Terjaring Nelayan Sikka, Bagaimana Nasibnya? | [CLS] Seekor penyu hijau (Chelonia mydas) berukuran panjang sekitar satu meter dan lebar sekitar 70 sentimeter ditemukan terjaring pukat nelayan desa Sikka kecamatan Lela kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, di perairan laut Sawu, Jumat (29/6/2018) dini hari ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2018-042-19.json | Seekor Penyu Terjaring Nelayan Sikka, Bagaimana Nasibnya? | Seekor Penyu Terjaring Nelayan Sikka, Bagaimana Nasibnya? | Paskalis Maopa Karwayu, warga Sikka lainnya menjelaskan, sebelum penyu tersebut dilepas, dirinya mengajak serta para nelayan dan anak-anak sekolah agar bisa memberikan edukasi kepada mereka bahwa hewan laut tersebut dilindungi dan tidak boleh dikonsumsi ataupu... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2018-042-19.json | Seekor Penyu Terjaring Nelayan Sikka, Bagaimana Nasibnya? | Seekor Penyu Terjaring Nelayan Sikka, Bagaimana Nasibnya? | Vinsensius Parera seorang penyelam yang sering mengantar wisatawan menyelam di pantai selatan Sikka kepada Mongabay-Indonesia mengatakan, sebagai penyelam dirinya sering menyelam dan meneliti terumbu karang khususnya di sepanjang pantai selatan di laut Sawu.D... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2018-042-19.json | Seekor Penyu Terjaring Nelayan Sikka, Bagaimana Nasibnya? | Seekor Penyu Terjaring Nelayan Sikka, Bagaimana Nasibnya? | baca : Masyarakat Kampung Malaumkarta: Dulu Konsumsi dan Buru, Sekarang Sayangi Penyu Agustinus Djami Koreh, kepala seksi konservasi wilayah IV Balai Besar KSDA NTT saat ditemui Mongabay-Indonesia di kantornya mengaku sangat berterima kasih atas pemahaman nel... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2017-044-14.json | Mendorong Implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu | Mendorong Implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu | [CLS] Pada 2017 ini, Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan, Denpasar, Bali melakukan relokasi 93 sarang dengan jumlah telur 9306 butir. Sarang peneluran penyu ini berasal dari sejumlah kabupaten seperti Badung, Kota Denpasar, Gianyar, da... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2017-044-14.json | Mendorong Implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu | Mendorong Implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu | Tiga isu utama implementasi pengelolaan konservasi penyu, mengacu pada Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Penyu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah pengurangan perdagangan ilegal dan pengurangan konsumsi ilegal, proteksi habitat peneluran p... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2017-044-14.json | Mendorong Implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu | Mendorong Implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu | Selama berada di TCEC Serangan mereka melihat kolam perawatan penyu-penyu yang sakit atau sedang diselamatkan. Penyu-penyu ini menjadi barang bukti sitaan perdagangan atau pemanfaatan ilegal. Selain itu ada juga penyu untuk tujuan penelitian dan pemanfaata... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2017-044-14.json | Mendorong Implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu | Mendorong Implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu | Kepentingan negara-negara luar kawasan atas wilayah perairan asia tenggara menjadi perhatian. Kepentingan utama bagi negara-negara luar kawasan terutama Cina (Tiongkok), Jepang, dan Amerika Serikat, adalah kepastian akses dan atau ketersediaan sumberdaya.K... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2017-044-14.json | Mendorong Implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu | Mendorong Implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu | Pelarangan menyebabkan keresahan di kalangan nelayan, karena menyebabkan nelayan menganggur, menurunnya pendapatan, dan menyumbangkan peningkatan angka kriminalitas. Menurutnya pemerintah harus memberikan ruang bagi daerah, terutama provinsi, untuk menentu... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2018-010-07.json | Menikmati Raptor Bermigrasi di Gunung Sega Bali | Menikmati Raptor Bermigrasi di Gunung Sega Bali | [CLS] Jalan berkelok dan sangat terjal harus dilalui sekitar 30 menit berkendara sampai tiba di sebuah bukit tertinggi, di ujung timur Pulau Bali. Nama dusun dan bukitnya Gulinten, tapi kadung populer dinamakan Gunung Sega. Karena menjadi lokasi stasiun transmisi TVRI G... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2018-010-07.json | Menikmati Raptor Bermigrasi di Gunung Sega Bali | Menikmati Raptor Bermigrasi di Gunung Sega Bali | Santi memulai pemantauan dari jam 8 pagi sampai 5 sore dengan mencatat jumlah, arah, dan pola terbang, apa sendiri, bergerombol, atau bareng sesama jenisnya. Tiap hari jumlahnya fluktuatif, pernah dalam sehari sampai ribuan ekor.Salah seorang staf transmisi TVRI, Dono W... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2018-010-07.json | Menikmati Raptor Bermigrasi di Gunung Sega Bali | Menikmati Raptor Bermigrasi di Gunung Sega Bali | “Gunung Sega seperti mulut botol, titik kumpul sebelum ke Pulau Lombok,” sebutnya kenapa jumlah yang dipantau bisa sangat banyak di kawasan ini. Burung itu masuk Lombok lewat Malimbu, Gunung Tunak, pesisir Utara. Pengamatan dilakukan tiap tahun, bahkan bisa dua kali saa... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2018-010-07.json | Menikmati Raptor Bermigrasi di Gunung Sega Bali | Menikmati Raptor Bermigrasi di Gunung Sega Bali | Cerita-cerita Saifudin inilah yang membawa berkunjung ke Gunung Sega. Bukit yang memang indah dengan hamparan sawah dan pemukiman penduduk di lereng dan kakinya, megahnya bukit Lempuyang, dan panorama Gunung Agung.Menurut Udin, lokasi ini berpotensi sebagai ekowisata bi... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2018-010-07.json | Menikmati Raptor Bermigrasi di Gunung Sega Bali | Menikmati Raptor Bermigrasi di Gunung Sega Bali | menarik dibaca : Kiprah Birdwatcher, Tak Hanya Mengamati Burung, Tapi Juga Konservasi. Seperti Apakah? Ketua Unit Museum Patung Burung Unud Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni mengatakan Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa merupakan salah satu wilayah transit da... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
Subsets and Splits
No community queries yet
The top public SQL queries from the community will appear here once available.