filename stringlengths 16 16 | title stringlengths 22 107 | text stringlengths 132 2.1k | softlabel stringlengths 15 740 |
|---|---|---|---|
2017-040-12.json | Kontroversi di Balik Reklamasi Pantai Makassar, Antara Kepentingan Rakyat dan Pengembang | Kontroversi di Balik Reklamasi Pantai Makassar, Antara Kepentingan Rakyat dan Pengembang | [CLS] Pengerukan pasir yang dilakukan perusahaan asal Belanda, Royal Boskalis, di Pulau Tanakek dan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, mendapat kecaman dari Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA). K... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2017-040-12.json | Kontroversi di Balik Reklamasi Pantai Makassar, Antara Kepentingan Rakyat dan Pengembang | Kontroversi di Balik Reklamasi Pantai Makassar, Antara Kepentingan Rakyat dan Pengembang | Tentang Royal Boskalis, Susan kemudian mengingatkan bahwa perusahaan tersebut sebelum beroperasi di Takalar, terlebih dulu melakukan pengerukan untuk reklamasi di Teluk Jakarta. Seperti halnya di Sulsel yang dilakukan di pulau-pu... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2017-040-12.json | Kontroversi di Balik Reklamasi Pantai Makassar, Antara Kepentingan Rakyat dan Pengembang | Kontroversi di Balik Reklamasi Pantai Makassar, Antara Kepentingan Rakyat dan Pengembang | Susan Herawati melanjutkan, meski hingga kini proyek CPI terus berlanjut, namun proyek tersebut cacat secara konstitusional. Tanda ada yang tidak beres dalam kebijakan, terlihat dari tarik ulur pembahasan rancangan peraturan daer... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2017-040-12.json | Kontroversi di Balik Reklamasi Pantai Makassar, Antara Kepentingan Rakyat dan Pengembang | Kontroversi di Balik Reklamasi Pantai Makassar, Antara Kepentingan Rakyat dan Pengembang | Klaim reklamasi untuk rakyat diungkapkan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat diberondong pertanyaan oleh wartawan beberapa waktu lalu. Menurut dia, pelaksanaan reklamasi melalui pembangunan CPI akan tetap berlanjut mesk... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2017-040-12.json | Kontroversi di Balik Reklamasi Pantai Makassar, Antara Kepentingan Rakyat dan Pengembang | Kontroversi di Balik Reklamasi Pantai Makassar, Antara Kepentingan Rakyat dan Pengembang | Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Ciputra Surya Tbk Harun Hajadi di Jakarta. Menurut dia, untuk tahap pertama, pembangunan akan dilaksanakan di atas lahan seluas 106,41 hektare yang sudah direklamasi. Sebelum itu, pihaknya me... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2022-003-12.json | Cerita Konsistensi Pokmaswas Jalur Gaza Mengedukasi Masyarakat Mengkonservasi Penyu | Cerita Konsistensi Pokmaswas Jalur Gaza Mengedukasi Masyarakat Mengkonservasi Penyu | [CLS] Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Jalan Lurus Gagah Perkasa (Jalur Gaza) di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Pulau Solor merupakan salah satu kelompok konservasi penyu yang rutin beraktifitas.Sebanyak 15 anggo... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2022-003-12.json | Cerita Konsistensi Pokmaswas Jalur Gaza Mengedukasi Masyarakat Mengkonservasi Penyu | Cerita Konsistensi Pokmaswas Jalur Gaza Mengedukasi Masyarakat Mengkonservasi Penyu | Mus mengakui, bukan saja anak-anak sekolah saja, aparat pemerintah, swasta, BUMN, hingga TNI dan Polri datang melepas tukik. Beberapa wisatawan mancanegara pun telah datang melepas tukik di tempat ini.“Penjabat Bupati Flores Timur bah... | [0.25, 0.5, 0.25] |
2022-003-12.json | Cerita Konsistensi Pokmaswas Jalur Gaza Mengedukasi Masyarakat Mengkonservasi Penyu | Cerita Konsistensi Pokmaswas Jalur Gaza Mengedukasi Masyarakat Mengkonservasi Penyu | “Tanggal 7 dan 12 November kemarin, saya diminta memberikan materi mengenai konservasi penyu di Aula Setda Flores Timur. Saya juga sering ikut pelatihan mengenai pariwisata terkait konservasi penyu,” paparnya. Timbul KesadaranYayasan ... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2022-003-12.json | Cerita Konsistensi Pokmaswas Jalur Gaza Mengedukasi Masyarakat Mengkonservasi Penyu | Cerita Konsistensi Pokmaswas Jalur Gaza Mengedukasi Masyarakat Mengkonservasi Penyu | Wilhelmus berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia katakan, kelompoknya masih membutuhkan bantuan waring atau jala untuk tempat penetasan telur penyu. Pihaknya ingin merelokasi tempat pembenaman dan penetasan telur penyu.Selain... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2019-084-13.json | Masyarakat Adat Lembak: Konservasi Air Danau Dendam Tak Sudah Harus Diutamakan | Masyarakat Adat Lembak: Konservasi Air Danau Dendam Tak Sudah Harus Diutamakan | [CLS] Menjaga kelestarian Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) adalah keniscayaan bagi Masyarakat Adat Lembak, Kota Bengkulu. Selain penting bagi kehidupan, kelestarian danau yang berada di kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar (CADDB) itu juga b... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2019-084-13.json | Masyarakat Adat Lembak: Konservasi Air Danau Dendam Tak Sudah Harus Diutamakan | Masyarakat Adat Lembak: Konservasi Air Danau Dendam Tak Sudah Harus Diutamakan | Usulan perubahan sebagian fungsi Cagar Alam Danau Dusun Besar telah dikaji Tim Evaluasi Kesesuaian Fungsi yang dibentuk 30 Desember 2016. Berikutnya, Tim Terpadu dibentuk 6 September 2018 dan telah turun ke lapangan pada 29 Oktober – 2 Nov... | [0.3333333432674408, 0.6666666865348816, 0.0] |
2019-084-13.json | Masyarakat Adat Lembak: Konservasi Air Danau Dendam Tak Sudah Harus Diutamakan | Masyarakat Adat Lembak: Konservasi Air Danau Dendam Tak Sudah Harus Diutamakan | Flora yang tumbuh di sini adalah anggrek pensil (Papillionanthe hookeriana), kantung semar (Nephentes sp), pulai (Alstonia scholaris), ambacang rawa (Mangifera spp), terentang (Regraca auriculata), bakung (Crinum asiaticum), sagu (Metroxyl... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2014-003-10.json | Antan Delapan, Suara Lingkungan dari Kaki Gunung Dempo untuk Dunia | Antan Delapan, Suara Lingkungan dari Kaki Gunung Dempo untuk Dunia | [CLS] Antan Delapan adalah alat tumbuk padi dan kopi yang digunakan masyarakat di Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, dan Empat Lawang, Sumatera Selatan. Menariknya, alat ini tidak digerakkan oleh manusia melainkan oleh air melalui kincir.Masyarakat Pagar ... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2014-003-10.json | Antan Delapan, Suara Lingkungan dari Kaki Gunung Dempo untuk Dunia | Antan Delapan, Suara Lingkungan dari Kaki Gunung Dempo untuk Dunia | Harapan Jemi, yang saat ini melakukan penelitian musik tradisional di Sumatera Selatan, lagu “Antan Delapan” dapat memberikan ruang kesadaran bagi masyarakat untuk mencintai lingkungan hidup melalui musik. “Harus dikembalikan kesadaran bahwa hutan yan... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2016-015-03.json | Sistem Canggih Ini Mampu Gabungkan Kondisi Satwa Liar, Habitat, Manusia dan Konfliknya. Seperti Apa? | Sistem Canggih Ini Mampu Gabungkan Kondisi Satwa Liar, Habitat, Manusia dan Konfliknya. Seperti Apa? | [CLS] Tidak dipungkiri lagi bahwa Pulau Sumatera mempunyai kekayaan hidupan liar, baik flora maupun fauna, yang sangat tinggi. Berbagai upaya dan keberhasilan telah dicapai untuk mempertahankan keanekaragaman hayati... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-015-03.json | Sistem Canggih Ini Mampu Gabungkan Kondisi Satwa Liar, Habitat, Manusia dan Konfliknya. Seperti Apa? | Sistem Canggih Ini Mampu Gabungkan Kondisi Satwa Liar, Habitat, Manusia dan Konfliknya. Seperti Apa? | “Diperlukan baseline dan monitoring berkelanjutan, secara khusus harimau Sumatara yang dapat dilakukan secara kolaboratif,” lanjut Febri.Itulah sekelumit kegundahan peserta yang hadir saat symposium internasional sat... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-015-03.json | Sistem Canggih Ini Mampu Gabungkan Kondisi Satwa Liar, Habitat, Manusia dan Konfliknya. Seperti Apa? | Sistem Canggih Ini Mampu Gabungkan Kondisi Satwa Liar, Habitat, Manusia dan Konfliknya. Seperti Apa? | “Bisa saja dalam penilaian cepat terkait proteksi habitat di kawasan dinilai bagus, namun kondisi orang/masyarakat masih kurang aman dari konflik dengan satwa. Hal tersebut menjadi temuan dasar untuk dinilai dan diev... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2016-015-03.json | Sistem Canggih Ini Mampu Gabungkan Kondisi Satwa Liar, Habitat, Manusia dan Konfliknya. Seperti Apa? | Sistem Canggih Ini Mampu Gabungkan Kondisi Satwa Liar, Habitat, Manusia dan Konfliknya. Seperti Apa? | Masih banyak pekerjaan rumah tentunya bagaimana pelestarian satwa liar di Indonesia ini makin membaik dan bagaimana kolaborasi antar sektor/lembaga dapat terjalin untuk sama-sama berkontribusi bagi pelestarian satwa ... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2020-046-15.json | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | [CLS] Keragaman hayati Indonesia kini bisa diteliti dengan data masif. Sekelompok peneliti melakukan percobaan meneliti keragaman genetik di lima titik penyelaman populer di nusantara dan menggunakan model yang bisa memproses data besar.Hal ini didis... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2020-046-15.json | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Sementara Dita Cahyani memaparkan makin banyak penelitian genetika kelautan di dunia. Karena itu, peneliti Indonesia harus aktif berperan serta. Misalnya untuk penamaan spesies, filogenetik atau pohon kekerabatan, DNA barcoding, dan meneliti konektivi... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2020-046-15.json | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Data yang bisa diolah dengan NGS sangat masif atau istilahnya big data. Bisa jutaan sekuens DNA yang diteliti. Hasil penelitian organisme, ada sejumlah ikan unidentified atau tak teridentifikasi dengan bank sampel yang ada. Artinya, keberagamannya bag... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2020-046-15.json | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Manfaatnya juga di bidang farmakologi, makin tertarik dengan sumber-sumber genetik baru dan mencari perbedaannya di tiap lokasi. Misalnya sponge mana yang genetiknya bagus, bolehkah diambil? Dita menyebut ini yang perlu diatur, pemanfaatannya oleh pem... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2020-046-15.json | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Namun akan menyulitkan jika sudah tak bisa dilihat fisiknya. Karena itu diperkenalkan identifikasi molekuler. Identifikasi molekuler juga bisa dimanfaatkan untuk kasus mamalia terdampar. Walau sejumlah dokter hewan sudah ahli membedakan morfologi, tap... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2020-046-15.json | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Jika tidak bisa menganalisis, Dita menyebut cukup dengan memberikan ekstraksi DNA ke fasilitas sekuensing. Bagian paling menantang menurutnya adalah pengalaman menggunakan bioinformatic pipeline, mengidentifikasi data yang besar dan rumit dengan compu... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2020-046-15.json | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Tes Genetika, Cara Baru Penelitian Keragaman Hayati Laut Indonesia | Akhirnya simpulan diperkuat, Berau adalah daerah pakan bagi penyu-penyu dari berbagai daerah peneluran di sekitar laut Sulu Sulawesi, termasuk Malaysia dan Filipina. Penyu adalah satwa lintas negara, karena itu konservasinya tak bisa satu negara saja.... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2016-013-19.json | Selain Curah Hujan, Ini Penyebab Debit Air DAS Citarum Meninggi | Selain Curah Hujan, Ini Penyebab Debit Air DAS Citarum Meninggi | [CLS] Beberapa hari ini, hampir sebagian kawasan di wilayah Bandung Raya tergenang banjir. Hal ini disebabkan karena debit air sungai Citarum menjadi naik karena tingginya intensitas hujan yang terjadi di cekungan Bandung, Jawa Barat.Wilayah cekungan Ban... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2016-013-19.json | Selain Curah Hujan, Ini Penyebab Debit Air DAS Citarum Meninggi | Selain Curah Hujan, Ini Penyebab Debit Air DAS Citarum Meninggi | “Pukul 18.00 sudah terjadi penurunan kembali. Ada tim kami yang standby di Dam Control Center (DCC) yang memantau waduk dan bendungan selama 24 jam, mengingat kondisi cuaca sekarang sedang tidak menentu dan kondisi air masih fluktuatif. Pemantauan tetap ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-013-19.json | Selain Curah Hujan, Ini Penyebab Debit Air DAS Citarum Meninggi | Selain Curah Hujan, Ini Penyebab Debit Air DAS Citarum Meninggi | Berdasarkan pantauan Mongabay di lapangan, derasnya arus Sungai Citarum menenggelamkan 1 jembatan proyek PLTA Saguling. Jembatan tersebut memiliki panjang 30 dan lebar 6 meter. Jembatan yang baru dibangun tahun 2013 lalu merupakan akses yang menghubungk... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-013-19.json | Selain Curah Hujan, Ini Penyebab Debit Air DAS Citarum Meninggi | Selain Curah Hujan, Ini Penyebab Debit Air DAS Citarum Meninggi | Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, belum ada laporan banjir yang merendam desa-desa di bantaran sungai di sekitar Waduk Saguling.“Pihak BPBD terus berkoordinasi dengan semua piha... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2016-013-19.json | Selain Curah Hujan, Ini Penyebab Debit Air DAS Citarum Meninggi | Selain Curah Hujan, Ini Penyebab Debit Air DAS Citarum Meninggi | Dari data yang dikumpulkan Mongabay, telah terjadi perubahan penggunaan atau tutupan lahan di DAS Citarum hulu yang sudah berlangsung lama seperti lahan terbuka, perkebunan, pemukiman, serta kawasan industri. Sehingga jumlah hutan mengalami penurunan ya... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2023-001-16.json | Pengadilan Makassar Hukum Bos Kayu Walau Mangkir Sidang, Rasio: Sejarah Baru | Pengadilan Makassar Hukum Bos Kayu Walau Mangkir Sidang, Rasio: Sejarah Baru | [CLS] Kali pertama di Indonesia, majelis hakim menjatuhi hukuman secara in absentia pada pelaku kejahatan lingkungan hidup. Adalah dua terdakwa, Salahuddin Toto Hartono alias Toto dan Sutarmi masing-masing pidana penjara lima tahun, den... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2023-001-16.json | Pengadilan Makassar Hukum Bos Kayu Walau Mangkir Sidang, Rasio: Sejarah Baru | Pengadilan Makassar Hukum Bos Kayu Walau Mangkir Sidang, Rasio: Sejarah Baru | Menurut dia, penegakan hukum secara in absentia ini merupakan bukti komitmen pemerintah dan negara dalam melindungi sumber daya alam dan kekayaan negara dari ancaman kejahatan. Di mana sumber daya alam Indonesia, kata Roy, harus sebesar-besa... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2023-001-16.json | Pengadilan Makassar Hukum Bos Kayu Walau Mangkir Sidang, Rasio: Sejarah Baru | Pengadilan Makassar Hukum Bos Kayu Walau Mangkir Sidang, Rasio: Sejarah Baru | Empat terpidana lain sudah vonis di Pengadilan Negeri Makassar, yaitu, Daniel Garden, Direktur CV Mansinam Global Mandiri, dan Dedi Tandean sebagai Direktur CV Edom Ariha Jaya. Kemudian, Tonny Sahetapy, Direktur PT Rajawali Forestry, dan Bu... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2017-037-13.json | Ditangkap Lagi, Pedagang Satwa Liar Dilindungi di Kediri | Ditangkap Lagi, Pedagang Satwa Liar Dilindungi di Kediri | [CLS] Perdagangan satwa liar dilindungi jenis kukang (Nycticebus spp) terus terjadi di Jawa Timur. Di medio Juli ini, total 16 individu kukang yang disita dari pedagang, sebelum dijual ke berbagai kota di Jawa. Sebanyak 7 kukang diamankan dari dua tempat di K... | [0.3333333432674408, 0.6666666865348816, 0.0] |
2017-037-13.json | Ditangkap Lagi, Pedagang Satwa Liar Dilindungi di Kediri | Ditangkap Lagi, Pedagang Satwa Liar Dilindungi di Kediri | “Pengakuan tersangka, 4 kukang didapat dari Garut, Jawa Barat. Sedangkan 5 kukang diperoleh dari lereng Gunung Wilis, di daerah Poh Sarang. Kalau julang emas berasal dari Nganjuk. Pelaku sudah mendapat pesanan 10 kukang, jadi kurang 1 lagi,” terangnya.Dari peng... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2017-037-13.json | Ditangkap Lagi, Pedagang Satwa Liar Dilindungi di Kediri | Ditangkap Lagi, Pedagang Satwa Liar Dilindungi di Kediri | Adanya pernyataan mengenai anggota tubuh kukang sebagai bahan obat, menurut Wirdateti, hal tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Namun, beberapa negara seperti Vietnam, Kamboja, dan Tiongkok mengunakannya sebagai campuran obat-obatan. “Ada y... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2017-037-13.json | Ditangkap Lagi, Pedagang Satwa Liar Dilindungi di Kediri | Ditangkap Lagi, Pedagang Satwa Liar Dilindungi di Kediri | Yokyok Hadiprakarsa dari Rangkong Indonesia mengatakan, keberadaan julang atau rangkong menjadi indikasi masih sehatnya suatu hutan. Namun, bila perburuan dan perdagangan julang emas terus berlangsung, akan mempengaruhi proses penghijauan hutan secara alami.“Sa... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2022-002-14.json | Manusia dan Gajah Hidup Berdampingan Sejak Zaman Megalitikum | Manusia dan Gajah Hidup Berdampingan Sejak Zaman Megalitikum | [CLS] Di tengah kebun cabai di Desa Gunung Megang, Jarai, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tampak sebongkah batu besar berdiri kokoh. Batu itu berbentuk manusia dengan mata bulat melotot, dahi menonjol, bibir tebal, dan rahang besar.Tampak jelas, pahata... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-002-14.json | Manusia dan Gajah Hidup Berdampingan Sejak Zaman Megalitikum | Manusia dan Gajah Hidup Berdampingan Sejak Zaman Megalitikum | Dari sejumlah arca gajah, posisinya ada yang ditemukan di tempat suci di kubur batu. Ini menggambarkan gajah sebagai kendaraan saat kebaktian kepada leluhur dan segala hal yang ada di luar kemampuan manusia. Arca gajah di tempat ini, memiliki makna konotasi... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2022-002-14.json | Manusia dan Gajah Hidup Berdampingan Sejak Zaman Megalitikum | Manusia dan Gajah Hidup Berdampingan Sejak Zaman Megalitikum | Sementara figur manusia memangku gajah, umumnya menggunakan korset dan ada pula jenis tunik. Namun, ada juga figur tidak berpakaian ketika menunggang gajah seperti di Situs Rindu Hati.“Kedekatan dan keharmonisan hubungan gajah dengan manusia juga terlihat d... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2022-002-14.json | Manusia dan Gajah Hidup Berdampingan Sejak Zaman Megalitikum | Manusia dan Gajah Hidup Berdampingan Sejak Zaman Megalitikum | Penyebaran dua gelombang ini, dibuktikan dengan adanya penemuan bangunan batu besar seperti dolmen, kubur batu, menhir, hingga arca.“Arca Megalitik Pasemah menjadi benang merah bagaimana manusia Zaman Batu memiliki hubungan yang harmonis, bersahabat dengan ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2022-002-14.json | Manusia dan Gajah Hidup Berdampingan Sejak Zaman Megalitikum | Manusia dan Gajah Hidup Berdampingan Sejak Zaman Megalitikum | Sulman tak menampik, bila kisah legenda masyarakat itu berbeda secara ilmiah dalam memahami peninggalan Zaman Megalitikum. Meski demikian, dia berharap masyarakat Besemah tetap mempertahankan cerita tersebut.“Disini letak kebijaksanaan peneliti, guru, orang... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2014-003-08.json | Studi: Deforestasi Berpengaruh Kepada Produktivitas Pertanian di Wilayah yang Jaraknya Ribuan Kilometer | Studi: Deforestasi Berpengaruh Kepada Produktivitas Pertanian di Wilayah yang Jaraknya Ribuan Kilometer | [CLS] Hutan tropis bagaikan fungsi kelenjar keringat pada tubuh manusia yang membantu menjaga suhu atmosfer bumi tetap dinginIngatkah anda akan alur pertama cerita film Interstellar yang menceritakan bahwa bumi tid... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2014-003-08.json | Studi: Deforestasi Berpengaruh Kepada Produktivitas Pertanian di Wilayah yang Jaraknya Ribuan Kilometer | Studi: Deforestasi Berpengaruh Kepada Produktivitas Pertanian di Wilayah yang Jaraknya Ribuan Kilometer | “Deforestasi tropis memberikan dampak ganda terhadap iklim dan juga para petani,” jelas Deborah Lawrence, Profesor Ilmu Lingkungan di Universitas Virginia, penulis utama studi tersebut. “Kebanyakan orang tahu bahwa... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2014-003-08.json | Studi: Deforestasi Berpengaruh Kepada Produktivitas Pertanian di Wilayah yang Jaraknya Ribuan Kilometer | Studi: Deforestasi Berpengaruh Kepada Produktivitas Pertanian di Wilayah yang Jaraknya Ribuan Kilometer | Dampak dari deforestasi lengkap Amazon kemungkinan akan mengurangi curah hujan di Midwest AS, Northwest dan bagian selatan selama musim pertanian. Deforestasi di Afrika Tengah kemungkinan akan menyebabkan penurunan... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2014-003-08.json | Studi: Deforestasi Berpengaruh Kepada Produktivitas Pertanian di Wilayah yang Jaraknya Ribuan Kilometer | Studi: Deforestasi Berpengaruh Kepada Produktivitas Pertanian di Wilayah yang Jaraknya Ribuan Kilometer | Hutan akan mengubah air di permukaan tanah menjadi uap dan menjaga kelembaban di udara yang mendinginkan atmosfer. Hutan tropis sendiri merupakan ekosistem yang mengandung air lebih banyak dari ekosistem lainnya di... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2019-026-13.json | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | [CLS] Sejak Februari 2019, Mongabay Indonesia meluncurkan sejumlah artikel tentang kematian mangrove di perairan Teluk Benoa. Belasan hektar mangrove mati terdampak reklamasi perluasan Pelabuhan Benoa oleh Pelindo.baca : Areal Tahura M... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-026-13.json | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | Pelanggaran-pelanggaran serta kerusakan vegetasi mangrove ini ditemukan oleh Tim Monitoring dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali. Kepala DLH Bali, I Made Teja mengatakan sejak Februari 2019, Tim Monitoring sudah melakukan emp... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-026-13.json | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | Akhirnya UPTD Tahura Ngurah Rai berkoordinasi dengan Pelindo dan menyampaikan surat pada 5 September 2018 untuk minta pertanggungjawaban atas kematian pohon mangrove dampak reklamasi Pelindo. Areal terdampak diminta direhabilitasi denga... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-026-13.json | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | PT Pelabuhan Indonesia III berencana melakukan pengembangan Pelabuhan Benoa sesuai dengan rencana induk pelabuhan (RIP) nasional, dimana pengembangan Pelabuhan Benoa akan dijadikan Marine Tourism Hub. Dalam upaya pembangunan ini, pemrak... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-026-13.json | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | Untuk memastikan bibit yg ditanam bisa tumbuh sementara proyek masih berlangsung, ia menyebut ada mitigasi koordinasi dengan Tahura dan Litbang Kehutanan di Bogor. Selain itu sedang dibuatkan kanal untuk aliran air. Mareta mengatakan in... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2019-026-13.json | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini? | “Perawatan perlu tiap hari. Tak hanya tanam tapi juga merekayasa bentang alam biar mangrove tumbuh normal. Jangan tanam saja,” ingatnya. Ia tertarik terlibat langsung, misal membuat site plan dan pengelolaan bersama.Dari hasil observasi... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-026-18.json | Ulah Vietnam Ini Mengintimidasi Indonesia di Laut Natuna Utara | Ulah Vietnam Ini Mengintimidasi Indonesia di Laut Natuna Utara | [CLS] Perairan Laut Natuna Utara yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, sejak lama selalu menjadi kawasan yang ramai dilalui oleh kapal-kapal ikan dari berbagai penjuru dunia. Situasi itu tak berubah, meski ketegangan ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-026-18.json | Ulah Vietnam Ini Mengintimidasi Indonesia di Laut Natuna Utara | Ulah Vietnam Ini Mengintimidasi Indonesia di Laut Natuna Utara | Dengan lebih banyak melaksanakan patroli laut, Suhufan menyebut, keamanan kawasan perairan itu juga semakin meningkat dan itu berarti meningkatkan pencegahan masuknya kapal ikan asing (KIA) yang menangkap ikan di Laut Natuna Utara. Disisi lain, bakal meni... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-026-18.json | Ulah Vietnam Ini Mengintimidasi Indonesia di Laut Natuna Utara | Ulah Vietnam Ini Mengintimidasi Indonesia di Laut Natuna Utara | baca juga : Indonesia Murka pada Kapal Ikan Asing Pelaku Pencurian Ikan Sebelumnya, pada Senin (9/9/2019), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan fakta terbaru berkaitan dengan hadirnya kapal-kapal dari Vietnam. Tak hanya kapal ika... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-026-18.json | Ulah Vietnam Ini Mengintimidasi Indonesia di Laut Natuna Utara | Ulah Vietnam Ini Mengintimidasi Indonesia di Laut Natuna Utara | Masuknya kapal-kapal Vietnam di perairan Laut Natuna Utara, bisa terjadi karena saat ini tejadi saling klaim antara Indonesia dan Vietnam. Itu diakui sendiri oleh Susi pada kesempatan yang sama. Dia menyebutkan, kapal-kapal Vietnam masuk ke Indonesia mela... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-026-18.json | Ulah Vietnam Ini Mengintimidasi Indonesia di Laut Natuna Utara | Ulah Vietnam Ini Mengintimidasi Indonesia di Laut Natuna Utara | Terkait dengan perjanjian sementara (provisional arrangement), Ota menyebutkan bahwa sampai saat ini prosesnya masih dalam tahap pembicaraan awal. Untuk proses tersebut, sampai saat ini belum ada pembahasan lebih detil, dan karenanya baik Indonesia ataupu... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2017-089-18.json | 2017, KKP Fokus Dampingi Penggantian API Cantrang ke Gillnet Millenium | 2017, KKP Fokus Dampingi Penggantian API Cantrang ke Gillnet Millenium | [CLS] Bersamaan dengan berlakunya larangan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan mulai 1 Januari 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengubah fokus pendampingan kepada nelayan yang ada di sejumlah daerah. Fokus itu, ... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2017-089-18.json | 2017, KKP Fokus Dampingi Penggantian API Cantrang ke Gillnet Millenium | 2017, KKP Fokus Dampingi Penggantian API Cantrang ke Gillnet Millenium | Selama masa sosialisasi dan pendampingan, Rifky menyebutkan, pihaknya akan memberi pelatihan di sembilan lokasi yang ada di Indonesia. Metode pelatihan yang diberikan, nantinya berupa training of trainer (TOT) dan akan diberikan kepada nelayan yan... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2017-089-18.json | 2017, KKP Fokus Dampingi Penggantian API Cantrang ke Gillnet Millenium | 2017, KKP Fokus Dampingi Penggantian API Cantrang ke Gillnet Millenium | Selama proses enam bulan tersebut, Zulficar berjanji tidak akan ada penangkapan nelayan ataupun kapal yang masih menggunakan alat tangkap yang dilarang. Namun, agar para pengguna memahami, Pemerintah berjanji hanya akan memberikan teguran saja kep... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2015-057-11.json | Hasil Moratorium Kapal Eks-Asing, Perikanan Indonesia Mulai Menggeliat | Hasil Moratorium Kapal Eks-Asing, Perikanan Indonesia Mulai Menggeliat | [CLS] Kebijakan moratorium untuk kapal eks asing yang diberlakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 14 November 2014 lalu mulai dirasakan manfaatnya oleh sektor perikanan dan kelautan di Indonesia. Manfaat yang paling dirasakan adala... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2015-057-11.json | Hasil Moratorium Kapal Eks-Asing, Perikanan Indonesia Mulai Menggeliat | Hasil Moratorium Kapal Eks-Asing, Perikanan Indonesia Mulai Menggeliat | Jumlah tersebut, menjadi bagian dari total surplus perdagangan nasional pada periode yang sama sebesar USD2,77 miliar. ‘’Jadi, perikanan itu menyumbang surplus perdagangan untuk nasional sebesar USD0,4 miliar. Itu jumlah yang banyak,’’ tuturnya.Pe... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2015-057-11.json | Hasil Moratorium Kapal Eks-Asing, Perikanan Indonesia Mulai Menggeliat | Hasil Moratorium Kapal Eks-Asing, Perikanan Indonesia Mulai Menggeliat | Melihat kondisi positif, Susi berjanji akan terus menjaga perairan Indonesia dari jangkauan kapal asing yang memicu terjadinya kejahatan perikanan (illegal fishing). Karena, kerugian dari illegal fishing dirasakan sangat besar oleh Indonesia. Keru... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2015-011-06.json | Roh Illegal Logging Bercokol di Balik Kebijakan Menteri Perdagangan | Roh Illegal Logging Bercokol di Balik Kebijakan Menteri Perdagangan | [CLS] Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 89/M-DAG/PER/10/2015 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan, resmi berlaku hari ini, Kamis (19/11/2015). Salah satu poin penting dari regulasi tersebut adalah industri hilir tak... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2015-011-06.json | Roh Illegal Logging Bercokol di Balik Kebijakan Menteri Perdagangan | Roh Illegal Logging Bercokol di Balik Kebijakan Menteri Perdagangan | Sementara Direktur Titian Lestari, Sulhani mengatakan, SVLK sebagai alat perbaikan tata kelola menuntut adanya sinkronisasi peraturan. “Permendag 89/ 2015 ini sudah tidak selaras dengan tujuan SVLK,” katanya.Sebagai alat pemberantasan penebangan liar... | [0.0, 0.5, 0.5] |
2022-034-15.json | Sampah TPA di Cilacap Ini Habis Terkelola, Bagaimana Caranya? | Sampah TPA di Cilacap Ini Habis Terkelola, Bagaimana Caranya? | [CLS] Sutingah tengah beristirahat sebentar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jeruklegi, Cilacap Jawa Tengah, sore itu. Dia sudah berada di sana sejak pukul 7.00 pagi bersama suami dan anaknya.“Kadang kalau lagi penuh, mobil dateng bareng-bareng, ambilny... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2022-034-15.json | Sampah TPA di Cilacap Ini Habis Terkelola, Bagaimana Caranya? | Sampah TPA di Cilacap Ini Habis Terkelola, Bagaimana Caranya? | Mula-mula semua sampah yang tak diambil pemulung, masuk ke dalam shredder. Sampah dicacah menjadi sekitar 10 cm untuk dikeringkan di beberapa bak penampung (drying bay). Di dalam bak, sampah dikeringkan untuk kemudian dipilah kembali.“Di sini ada emisi kec... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2022-034-15.json | Sampah TPA di Cilacap Ini Habis Terkelola, Bagaimana Caranya? | Sampah TPA di Cilacap Ini Habis Terkelola, Bagaimana Caranya? | Teknologi RDF di TPA seluas tiga hektar ini dengan teknik membrane bio-dry yang menurut Sujarwanto, instalasi sederhana dan biaya operasional lebih rendah.“Seandainya tidak ada RDF, DLH terpaksa menambah lahan lagi untuk menimbun sampah,” katanya.Mulanya, ... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2022-034-15.json | Sampah TPA di Cilacap Ini Habis Terkelola, Bagaimana Caranya? | Sampah TPA di Cilacap Ini Habis Terkelola, Bagaimana Caranya? | M Istafaul Amin, General Manager SBI, mengatakan, teknik bio drying membrane ini merupakan proses pengeringan secara biologi gunakan bakteri dari sampah organik. Membran khusus atau semi permeable pada teknik ini bisa menguapkan air keluar.“Tapi air dari l... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2017-048-17.json | Sikapi Gugatan Asosiasi Bisnis, Begini Upaya Mereka Jaga UU Lingkungan | Sikapi Gugatan Asosiasi Bisnis, Begini Upaya Mereka Jaga UU Lingkungan | [CLS] Kamis, 8 Juni 2017, Walhi, Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) akan mengajukan permohonan para pihak (gugatan intervensi) terkait judicial review UU Lingkungan Hidup dan UU Kehutanan o... | [0.5, 0.5, 0.0] |
2017-048-17.json | Sikapi Gugatan Asosiasi Bisnis, Begini Upaya Mereka Jaga UU Lingkungan | Sikapi Gugatan Asosiasi Bisnis, Begini Upaya Mereka Jaga UU Lingkungan | Aksi Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) ini, katanya, merupakan salah satu upaya perlawanan. Seharusnya, kata Henry, di tengah situasi seperti ini, asosiasi memberikan sumbangsih dan solusi buk... | [0.5, 0.5, 0.0] |
2017-048-17.json | Sikapi Gugatan Asosiasi Bisnis, Begini Upaya Mereka Jaga UU Lingkungan | Sikapi Gugatan Asosiasi Bisnis, Begini Upaya Mereka Jaga UU Lingkungan | Kedua, dari kondisi itu, para pengusaha hendak merebut tanah secara ilegal. Ketiga, pengusaha seakan mau melempar tanggung jawab kepada masyarakat adat. [SEP] | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-015-03.json | Tiga Besar Persoalan Lingkungan Hidup yang Harus Diselesaikan Negara | Tiga Besar Persoalan Lingkungan Hidup yang Harus Diselesaikan Negara | [CLS] Ada tiga persoalan penting terkait lingkungan hidup yang harus diselesaikan Joko Widodo [Jokowi], ketika terpilih menjadi Presiden Indonesia, lima tahun lalu. Yakni, kebakaran hutan dan lahan [karhutla], konflik agraria antara masyarakat des... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-015-03.json | Tiga Besar Persoalan Lingkungan Hidup yang Harus Diselesaikan Negara | Tiga Besar Persoalan Lingkungan Hidup yang Harus Diselesaikan Negara | Terbukti, dari sejak pertama Siti menjabat Menteri LHK pada kabinet kerja jilid 1, dari ratusan ribu hektar yang kita ajukan melalui skema perhutanan sosial tidak bisa direalisasikan. Padahal, yang diajukan ini sebagian besar dari wilayah konflik ag... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-015-03.json | Tiga Besar Persoalan Lingkungan Hidup yang Harus Diselesaikan Negara | Tiga Besar Persoalan Lingkungan Hidup yang Harus Diselesaikan Negara | “Strateginya, jangan fokus pada tanah bebas, hingga seakan-akan ada kehendak baik membagikan tanah. Padahal, faktanya hampir 80 persen daratan Indonesia sudah dikuasai korporasi, dan inil yang menjadi sumber konflik agraria tidak berkesudahan.”Negar... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-015-03.json | Tiga Besar Persoalan Lingkungan Hidup yang Harus Diselesaikan Negara | Tiga Besar Persoalan Lingkungan Hidup yang Harus Diselesaikan Negara | “Selama ekonomi masih berbasis sumber daya alam dan rakyat tidak memiliki kekuatan modal, seperti lahan dan teknologi, maka pendekatan ekonomi hanya sebuah mitos, yang akhirnya memberikan luka bagi rakyat Indonesia. Jika terus dibiarkan, menjadi seb... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2012-036-14.json | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | [CLS] Di sela pelaksanaan Konferensi Rio+20, Center for International Forestry Research (CIFOR) menerbitkan sebuah buku berjudul Analysing REDD+: Challenges and Choices. Buku ini adalah kumpulan tulisan dari banyak pakar yang disunting oleh Arild Angels... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2012-036-14.json | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | D. REDD+ bisa menggabungkan berbagai strategi di wilayah deforestasi yang tinggi: proyek ini bisa menggabungkan strategi yang bisa menegakkan peraturan dan mendukung daya hidup alternatif dengan insentif berbasis hasil, dan proyeki ini harus dilakukan d... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-036-14.json | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Khusus untuk kasus Indonesia, salah satu permasalahan mendasar adalah sistem data dan informasi antar-lembaga di berbagai level yang masih berantakan. Ketidaksinkronan data yang dimiliki lembaga di level nasional, seperti Departemen Kehutanan RI, dengan... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-036-14.json | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Buntutnya, tidak hanya soal batas. Namun hal ini membuat kebingunan di tingkat masyarakat lokal, dan membuat sebuah tantangan baru bagi REDD+ di lapangan: apa yang membuat REDD+ lebih menguntungkan secara finansial bagi mereka di tingkat akar ketimbang ... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-036-14.json | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Tentu ini sebuah hal positif jika dilihat dari sudut pandang pelaksanaan, namun beberapa prasyarat dasar, seperti tingkat kematangan birokrasi di sebuah negara, tingkat kerapihan data administratif terkait hutan dan lingkungan, serta tingkat keseriusan ... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-036-14.json | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Kegagalan-kegagalan ini dipicu oleh beberapa hal, terutama adalah minimnya akses informasi publik dan masyarakat lokal terhadap KFCP membuat mereka tidak memiliki informasi yang cukup transparan soal pelaksanaan proyek ini. Dan ketika proyek ini diturun... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2012-036-14.json | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Salah satu contoh istimewa dalam hal ini adalah masyarakat Dayak Wehea, di Muara Wahau, Kalimantan Timur yang mengelola hutan adat mereka yang dimulai sejak 6 tahun silam. Tahun 2004. Ats inisiatif masyarakat, hutan dan desa ini mulai ditetapkan sebagai... | [0.3333333432674408, 0.3333333432674408, 0.3333333432674408] |
2012-036-14.json | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Buku Baru Analysing REDD+, Sudah Siapkah Indonesia Menjalaninya? | Hutan lindung Wehea kini juga merupakan sebuah objek pariwisata andalan, sekaligus pusat penelitian bagi dunia kehutanan. Sementara masyarakat bisa menghidupi diri mereka sendiri dengan bekerja di hutan sebagai penjaga hutan, pemandu wisata, tetap menja... | [0.0, 0.5, 0.5] |
2016-048-12.json | Alami Kekerasan dan Intimidasi, Aktivis Tolak Reklamasi Benoa Lapor Komnas HAM | Alami Kekerasan dan Intimidasi, Aktivis Tolak Reklamasi Benoa Lapor Komnas HAM | [CLS] Para aktivis penolak reklamasi Teluk Benoa Bali mendatangi Komnas HAM di Jakarta, Selasa (28/6/16) melaporkan tindakan kekerasan kala pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) 11 Juni di Lapangan Renon Denpasar. Dua aktivis ForBali, Suryad... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-048-12.json | Alami Kekerasan dan Intimidasi, Aktivis Tolak Reklamasi Benoa Lapor Komnas HAM | Alami Kekerasan dan Intimidasi, Aktivis Tolak Reklamasi Benoa Lapor Komnas HAM | “Saya terkena pukulan di rahang sebelah kanan sampai kepala berkunang-kunang. Rekan saya Adi Sumiarta terkena pukulan di leher kiri bagian belakang tiga kali. Pukulan sangat terlatih dan di titik melumpuhkan kami. Kami pikir itu itu aparat... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-048-12.json | Alami Kekerasan dan Intimidasi, Aktivis Tolak Reklamasi Benoa Lapor Komnas HAM | Alami Kekerasan dan Intimidasi, Aktivis Tolak Reklamasi Benoa Lapor Komnas HAM | Dia yakin, pelarangan ini oleh aparat Negara. Apalagi, setiap perdebatan, selalu dia mengatakan ada perintah atasan. “Kami yakin, tindakan ini terstruktur atas perintah dan komando.”Juru bicara Walhi Nasional Khalisah Khalid mengatakan, K... | [0.5, 0.5, 0.0] |
2016-048-12.json | Alami Kekerasan dan Intimidasi, Aktivis Tolak Reklamasi Benoa Lapor Komnas HAM | Alami Kekerasan dan Intimidasi, Aktivis Tolak Reklamasi Benoa Lapor Komnas HAM | Masyarakat Bali, katanya, menganggap Benoa, wilayah sangat penting. Sosialisasipun tak terbuka dan hanya sebagian. “Walaupun dijelaskan reklamasi akan memberikan dampak ekonomi tetapi belum clear mengapa wilayah konservasi jadi pemanfaata... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-048-12.json | Alami Kekerasan dan Intimidasi, Aktivis Tolak Reklamasi Benoa Lapor Komnas HAM | Alami Kekerasan dan Intimidasi, Aktivis Tolak Reklamasi Benoa Lapor Komnas HAM | Dia meminta, pemerintah mengajak masyarakat berdialog terbuka mengenai kebijakan ini. Jangan sampai kekhawatiran masyarakat kalah karena investor. Komnas HAM, katanya, akan fokus memantau berbagai proyek reklamasi. Tak hanya Bali, juga d... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-005-20.json | Begini Ajakan Melindungi Anjing dari Kota Tomohon | Begini Ajakan Melindungi Anjing dari Kota Tomohon | [CLS] Hari itu, para pecinta anjinga dan kucing berkumpul di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Sebuah komunitas pecinta anjing bernama Dog Lovers Tomohon (DLT) mendeklarasikan diri dengan menggelar Fun Dog Festival, vaksin rabies gratis serta kampanye perlindungan anjing.... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2016-005-20.json | Begini Ajakan Melindungi Anjing dari Kota Tomohon | Begini Ajakan Melindungi Anjing dari Kota Tomohon | Ada beberapa poin kampanye yang mereka tekankan. Pertama, soal kesejahteraan hewan termasuk pet ownership, yaitu tanggungjawab pemilik terhadap hewan peliharaannya. Kemudian, anti Dog and Cat Meat, yang beranjak dari penilaian masih tingginya tingkat konsumsi terhadap... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-005-20.json | Begini Ajakan Melindungi Anjing dari Kota Tomohon | Begini Ajakan Melindungi Anjing dari Kota Tomohon | Dalam kegiatan itu, Dog Lovers Tomohon juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan kota Tomohon untuk melakukan vaksinasi, pemeriksaan dan pengobatan gratis. Sebab, virus rabies yang salah satunya disebarkan oleh anjing dinilai menjadi ancaman di kota Tomoh... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2016-005-20.json | Begini Ajakan Melindungi Anjing dari Kota Tomohon | Begini Ajakan Melindungi Anjing dari Kota Tomohon | “Walikota Tomohon telah menyerahkan draft perda tersebut ke DPRD kota Tomohon. Sudah ada pula pandangan umum dari fraksi-fraksi. Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai. Tahun depan sosialisasi,” terang John Karundeng.Frank Delano Manus menambahkan, AFMI juga mendukung p... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2012-007-01.json | KePAL: Manusia Egois dan Tak Pernah Memikirkan Dampak Perilaku Terhadap Alam | KePAL: Manusia Egois dan Tak Pernah Memikirkan Dampak Perilaku Terhadap Alam | [CLS] Musisi jalanan yang tergabung dalam grup “KePAL” punya misi bahwa “Setiap orang adalah seniman dan setiap tempat adalah Panggung”. Mereka memiliki idealisme untuk terus “Bermain Seni Bersama Rakyat.” Sudah tiga album mereka buat, hampi... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-007-01.json | KePAL: Manusia Egois dan Tak Pernah Memikirkan Dampak Perilaku Terhadap Alam | KePAL: Manusia Egois dan Tak Pernah Memikirkan Dampak Perilaku Terhadap Alam | Kami muak dengan bualan janji politik pemimpin negara ini katanya mau menyelamatkan hutan, mengurai emisi karbon atau menghentikan perijinan penambangan. Itu semua bohong. Buktinya, penambangan masih terus terjadi, hutan masih terus berkuran... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-007-01.json | KePAL: Manusia Egois dan Tak Pernah Memikirkan Dampak Perilaku Terhadap Alam | KePAL: Manusia Egois dan Tak Pernah Memikirkan Dampak Perilaku Terhadap Alam | KePAL: Lagu ini punya pesan sekaligus kampanye kami untuk pemerintah dan pembuat kebijakan serta mengajak masyakarakat untuk menggunakan energi di yang lebih ramah lingkungan, yaitu energi matahari. Indonesia dengan luasan pesisir pantainya ... | [0.5, 0.5, 0.0] |
2012-007-01.json | KePAL: Manusia Egois dan Tak Pernah Memikirkan Dampak Perilaku Terhadap Alam | KePAL: Manusia Egois dan Tak Pernah Memikirkan Dampak Perilaku Terhadap Alam | KePAL: Jujur saja, berharap kepada pemerintah bagi kami adalah suatu kebodohan. Kami hanya ingin berkarya lewat lagu atas apa yang menjadi kegelisahan kami. Lewat lagu inilah pesan-pesan kami yang mungkin juga menjadi kesamaan dengan masyar... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2012-043-11.json | Taman Nasional Pulau Komodo: The New 7 Wonders! | Taman Nasional Pulau Komodo: The New 7 Wonders! | [CLS] Sebuah kabar baik datang untuk Pulau Komodo. Setelah melalui proses klarifikasi yang panjang, Taman Nasional Komodo akhirnya dinobatkan jadi salah satu New 7 Wonder of Nature (tujuh keajaiban baru dunia). “Dengan demikian, seluruh suara yang mendukung Komodo dalam... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2016-023-07.json | Cerita Festival Laut 2016: dari Memanfaatkan Barang Bekas sampai Penyelamatan Hiu | Cerita Festival Laut 2016: dari Memanfaatkan Barang Bekas sampai Penyelamatan Hiu | [CLS] Pesan dari Seasoldier, dalam menjaga lingkungan, termasuk laut. Foto: Della SyahniSabtu pagi (8/10/16) di Taman Krida Loka, Senayan, Jakarta, tampak puluhan stand berdiri meramaikan Festival Laut yang diselenggarakan Greenpeace In... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2016-023-07.json | Cerita Festival Laut 2016: dari Memanfaatkan Barang Bekas sampai Penyelamatan Hiu | Cerita Festival Laut 2016: dari Memanfaatkan Barang Bekas sampai Penyelamatan Hiu | Ada juga Srikandi Divers, komunitas pertama penyelam perempuan untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Stand mereka di Festival Laut bersama Walhi Jakarta, ForBALi dengan pesan utama tolak reklamasi.Stand lain lagi, Save Mugo. Komunitas ini ... | [0.0, 0.0, 1.0] |
Subsets and Splits
No community queries yet
The top public SQL queries from the community will appear here once available.