filename stringlengths 16 16 | title stringlengths 22 107 | text stringlengths 132 2.1k | softlabel stringlengths 15 740 |
|---|---|---|---|
2023-009-09.json | Penampungan Arang Bakau Diduga Ilegal di Batam Kena Segel | Penampungan Arang Bakau Diduga Ilegal di Batam Kena Segel | Arang bakau itu mereka ekspor ke Jepang, Taiwan, Singapura, Hongkong dan Arab Saudi. “Satu bulan kita bisa kirim 30-an kontainer, satu kontainer 800 karung. Kita beli satu kilogram Rp5.000,” katanya.Kalau sebulan 30 kontainer, satu bulan setidaknya 24.000 kar... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-039-11.json | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | [CLS] Selama dua puluh tahun terakhir Indonesia telah kehilangan lebih dari 24 juta hektar hutannya, lebih luas dari Negara Inggris. Sebagian besar deforestasi dipicu oleh penebangan untuk pasar ekspor atau internasional. Data dari Bank Dunia meny... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-039-11.json | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Apakah ini bisa diubah? Ada tanda bahwa kondisi semacam ini bisa berubah. Indonesia mulai melihat pergeseran kembali ke model pengelolaan hutan tradisional di beberapa area. Saat hal tersebut dilakukan, hutan kembali pulih. Misalnya hutan rakyat d... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2012-039-11.json | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Telapak menyertakan pengamanan dan perlindungan kepemilikan hutan oleh masyarakat serta hak mereka untuk mengelola hutan menjadi salah satu tujuan organisasi. Dengan cakupan yang lebih luas tentunya kerja yang dilakukan lebih kompleks dari sekedar... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2012-039-11.json | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Pada awalnya, Telapak berbentuk yayasan, didirikan oleh 6 orang yang bersahabat di organisasi mahasiswa pecinta alam, Lawalata-IPB. Seharusnya kelompok tersebut fokus pada penelitian alam dan kegiatan outdoor¬-tempat dimana temah-teman bisa ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2012-039-11.json | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Tiga hari kemudian terjadi ‘tarik tambang’ antara divisi investigasi kriminal dan petugas polisi lainnya, aparat militer, serta preman perusahaan. Kami ditahan di bagian investigasi kriminal karena kantor dikelilingi oleh kerumunan massa, yang dib... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-039-11.json | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Baru-baru ini Telapak memfokuskan investigasi pada kejahatan hutan di Papua. Ini termasuk konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, penyelundupan kayu keluar dari Papua langsung ke negara lain, dan pemerintahan yang buruk terutama meny... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-039-11.json | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Dalam mendorong kampanye baru ini Telapak mengandalkan pengalaman praktek dari community logging yang sukese oleh Koperasi Hutan Jaya Lestari di Sulawesi Tenggara dan juga beberapa tempat lainnya, serta sebuah badan yang fokus pada community fores... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2012-039-11.json | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Mongabay.com: Apakah perusahaan kayu melihat Telapak sebagai ancaman?Ruwi: Belum. Kami masih berjuang dengan skala kehutanan masyarakat yang masih kecil serta keuntungan bisnis yang masih sangat kecil jika dibandingkan adengan perusahaan kayu yang... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2012-039-11.json | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Mongabay.com: Menurut Anda, apa yang paling dibutuhkan untuk membuat REDD menjadi sukses di Indonesia? (contohnya apa tantangan terbesar dan bagaimana pendekatan terbaik?)Ruwi: Pendapat saya apa yang diperulukan adalah seperti langkah-langkah yang... | [0.0, 0.5, 0.5] |
2012-039-11.json | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Mengakhiri Penebangan Liar Menuju Penebangan Berbasis Masyarakat | Ruwi: Saya yakin warga Indonesia menjadi semakin tertarik pada isu lingkungan.Mongabay.com: Apa yang dapat dilakukan oleh masyarakat di luar Indonesia untuk membantu usaha Anda?Ruwi: Secara umum, yang dapat dilakukan adalah dengan berpikir, melalu... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-015-17.json | Perambahan Hutan, Musuh Utama Taman Nasional Kerinci Sebelat | Perambahan Hutan, Musuh Utama Taman Nasional Kerinci Sebelat | [CLS] Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang terletak di 4 provinsi, yaitu : provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan merupakan Taman Nasional terluas kedua di Indonesia setelah Taman Nasional Lorentz yang terletak di provinsi Papua... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-015-17.json | Perambahan Hutan, Musuh Utama Taman Nasional Kerinci Sebelat | Perambahan Hutan, Musuh Utama Taman Nasional Kerinci Sebelat | “Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menjaga kelestarian TNKS” tegas Debbie, oleh karena itu untuk mengatasi masalah perambahan pihak TNKS berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk TNI dan kepolisian untuk melakukan operasi pemberantasan pera... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-015-17.json | Perambahan Hutan, Musuh Utama Taman Nasional Kerinci Sebelat | Perambahan Hutan, Musuh Utama Taman Nasional Kerinci Sebelat | Ketiga jalur yang menghubungkan antar kabupaten ini akan menembus zona inti TNKS, dengan kondisi hutan bertopografi tajam, dengan kemiringan rata-rata 60 derajat dalam tutupan hutan jenis primer dan sekunder. Bukan hanya pemerintah provinsi Jambi saja yang ... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2023-006-15.json | Transparansi Kunci Tata Kelola Kelautan dan Perikanan | Transparansi Kunci Tata Kelola Kelautan dan Perikanan | [CLS] Sektor kelautan dan perikanan di Indonesia masih menghadapi banyak tekanan. Tata Kelola sektor ini perlu pembenahan. Transparansi jadi kunci memperbaiki karut marut tata kelola ini.Terlebih, Indonesia, termasuk dalam daftar 10 negara di dunia dengan eks... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2023-006-15.json | Transparansi Kunci Tata Kelola Kelautan dan Perikanan | Transparansi Kunci Tata Kelola Kelautan dan Perikanan | Lalu, sumber daya manusia. Tak terbatas pada kualifikasi, juga distribusi hingga sinergi. Peran koordinatif oleh pemerintah seringkali tidak berjalan baik. Sebaliknya, yang sering terjadi justru miskoordindasi antara pusat dan daerah. Jadi, katanya, pun berjalan ... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2023-006-15.json | Transparansi Kunci Tata Kelola Kelautan dan Perikanan | Transparansi Kunci Tata Kelola Kelautan dan Perikanan | Dia bilang, dengan memahami rangkaian data, tugas aparat akan lebih mudah. Patrol juga lebih terarah. “Bisa jadi acuan aparat melakukan pengawasan, tidak blank,” katanya.Karena itulah, tranformasi digital dinilai sangat penting.Azizah Hapsari, dari Environmental J... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2023-006-15.json | Transparansi Kunci Tata Kelola Kelautan dan Perikanan | Transparansi Kunci Tata Kelola Kelautan dan Perikanan | Selain inspeksi tengah laut, pemeriksaan pelabuhan juga tak kalah penting. Menurut Hapsari, dengan inspeksi pelabuhan, pengawasan kapal akan lebih komprehensif guna melengkapi pemeriksaan tengah laut.Dalam praktiknya, pemeriksaan pada setiap kapal yang hendak kelu... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2023-006-15.json | Transparansi Kunci Tata Kelola Kelautan dan Perikanan | Transparansi Kunci Tata Kelola Kelautan dan Perikanan | Variabel lain, setup diigiital database. Mulai dari registrasi kapal, hasil tangkapan, hingga nama kru kapal. Selain itu, ada kejelasan pihak yang paling diuntungkan dari beroperasinya kapal (beneficial ownership).“Semua ini harus terintegrasi dalam database yang ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2013-027-11.json | Penelitian: Evolusi Genetika Kera Besar Dunia Lebih Rumit dari Manusia | Penelitian: Evolusi Genetika Kera Besar Dunia Lebih Rumit dari Manusia | [CLS] Upaya yang besar untuk menciptakan katalog variasi genetik dari primata besar, yaitu manusia, simpanse, gorila dan orangutan sejauh ini telah membantu banyak peneliti menciptakan sebuah model umum yang mencoba menjelaskan sejarah evolusi pri... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2013-027-11.json | Penelitian: Evolusi Genetika Kera Besar Dunia Lebih Rumit dari Manusia | Penelitian: Evolusi Genetika Kera Besar Dunia Lebih Rumit dari Manusia | Dalam penelitian yang dipimpin oleh Tomas Marques Bonet PhD dari Institut de Biologia Evolutiva di Spanyol ini menemukan bahwa variasi genetik diantara primata besar masih tidak terpetakan, terutama terkait dengan betapa sulitnya mendapatkan sampe... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2013-027-11.json | Penelitian: Evolusi Genetika Kera Besar Dunia Lebih Rumit dari Manusia | Penelitian: Evolusi Genetika Kera Besar Dunia Lebih Rumit dari Manusia | Dalam temuan ini para pakar juga menggambarkan banyaknya perubahan yang muncul di masing-masing spesies primata seiring dengan terpisahnya mereka satu sama lain akibat migrasi, perubahan geologis dan perubahan iklim.Meskipun spesies ‘mirip manusia... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2014-021-14.json | Walhi Jabar : KPK Harus Investigasi Kasus Pertambangan Pasir. Kenapa? | Walhi Jabar : KPK Harus Investigasi Kasus Pertambangan Pasir. Kenapa? | [CLS] Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Jawa Barat, pada awal Oktober 2014, telah memvonis pemilik PT ASAM, Martin Frederick untuk kasus penambangan pasir ilegal dengan vonis ringan yaitu delapan bulan penjara dengan masa percobaaan dan denda Rp 10 ju... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2014-021-14.json | Walhi Jabar : KPK Harus Investigasi Kasus Pertambangan Pasir. Kenapa? | Walhi Jabar : KPK Harus Investigasi Kasus Pertambangan Pasir. Kenapa? | Oleh karena itu, Walhi Jabar mendukung rencana Pemerintah Provinsi Jabar untuk mengevaluasi pertambangan pasir dan meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan investigasi terhadap kasus tersebut karena ada unsur kerugian neg... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2014-021-14.json | Walhi Jabar : KPK Harus Investigasi Kasus Pertambangan Pasir. Kenapa? | Walhi Jabar : KPK Harus Investigasi Kasus Pertambangan Pasir. Kenapa? | Dadan mengatakan Walhi telah melaporkan kasus pertambangan pasir ini ke Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup sejak 2011, tetapi tidak mendapatkan tanggapan.Wagub Jabar Kecewa Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar merasa sangat kecewa terh... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2014-021-14.json | Walhi Jabar : KPK Harus Investigasi Kasus Pertambangan Pasir. Kenapa? | Walhi Jabar : KPK Harus Investigasi Kasus Pertambangan Pasir. Kenapa? | Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, pada awal September 2014 telah menetapkan empat tersangka dengan lima perusahaan pada kasus tambang pasir ilegal di Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.“Lima pe... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2013-032-09.json | Sawit Masuk Nabire, Proses Amdal Mulai Kala Hutan Sudah Terbabat (Bagian 3) | Sawit Masuk Nabire, Proses Amdal Mulai Kala Hutan Sudah Terbabat (Bagian 3) | [CLS] Operasi kebun terhenti. Pada Desember 2012, pemerintah Kabupaten Nabire menyampaikan kepada Gubernur Papua agar proses Amdal PT Nabire Baru (NB) diproses. Intinya meminta Badan Pengelolaan dan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Papua... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2013-032-09.json | Sawit Masuk Nabire, Proses Amdal Mulai Kala Hutan Sudah Terbabat (Bagian 3) | Sawit Masuk Nabire, Proses Amdal Mulai Kala Hutan Sudah Terbabat (Bagian 3) | Lalu, hal negatif, terjadi perubahan vegetasi yaitu dari hutan menjadi tanaman sawit, penurunan kualitas air permukaan, dan penurunan kualitas udara dan kebisingan. Lalu, peningkatan temperatur udara lokal atau iklim mikro, sanitasi lingkunga... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2013-032-09.json | Sawit Masuk Nabire, Proses Amdal Mulai Kala Hutan Sudah Terbabat (Bagian 3) | Sawit Masuk Nabire, Proses Amdal Mulai Kala Hutan Sudah Terbabat (Bagian 3) | Dia menyarankan, proses Amdal melibatkan orang Papua. “Harus orang asli Papua. Karena ada pohon anti ular dan lainnya. Saya pesan sagu itu penting.” Sisi lain, kata Kapisa, memastikan semua keluhan masyarakat harus masuk dalam dokumen Amdal. ... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-034-08.json | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | [CLS] Terik matahari tidak menghalangi aktifitas Zainal untuk memanen garam di lahan tambak garam garapannya di Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tangannya terlihat lihai saat memindahkan hasil garam dari geomembran ke kereta sorong.Geo... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2019-034-08.json | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Dalam jurnal “Iklim Semakin Tidak Menentu Dari Pemanasan Global Menuju Perubahan Iklim” yang diterbitkan atas kerjasama Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dijelaskan cuaca yang tidak menentu itu dikare... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2019-034-08.json | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Tidak hanya Zainal, gagal panen karena cuaca yang tidak menentu itu juga dirasakan oleh Husnul Anam. Lelaki paruh baya ini juga menceritakan, setelah lahan tambak garam yang digarapnya itu terguyur hujan lebat. Dia baru bisa membenahinya kembali membutuhkan waktu dua ... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2019-034-08.json | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Agung Kuswandono, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kementerian Koordinator Kemaritiman (Kemenko Maritim), dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, pada Jumat (12/07/2019), seperti dikutip dari tirto.id, mengatakan, rendahnya harga garam ditingka... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2019-034-08.json | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Untuk garam konsumsi dan garam industri terdapat spesifikasi yang harus dipenuhi agar bisa dikategorikan sebagai garam konsumsi dan garam industri. Dia menilai, hal itu bisa menyebabkan distorsi yang kerap terjadi di kalangan pordusen lokal maupun petani garam yang di... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-034-08.json | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Ini Kendala yang Dihadapi Petambak Garam Lamongan | Selain itu, alur distribusi, sarana dan prasarana penunjang panen, serta akses informasi seluas-luasnya merupakan komponen penting dalam tata niaga garam di Indonesia. Lanjutnya, peraturan terkait dengan perlindungan terhadap petambak garam sudah diatur secara eksplis... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2015-007-01.json | Aliansi Desak Komitmen Serius Penyelamatan Bumi di COP 21 | Aliansi Desak Komitmen Serius Penyelamatan Bumi di COP 21 | [CLS] Ratusan massa Aliansi Bumi Rumah Kita, berisi organisasi masyarakat sipil, Sabtu (5/12/15) berunjukrasa di Medan, Sumatera Utara. Mereka menyerukan para pemimpin dunia di Conference of Parties (COP) 21, Paris, serius berkomitmen demi penyelamatan bumi da... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2015-007-01.json | Aliansi Desak Komitmen Serius Penyelamatan Bumi di COP 21 | Aliansi Desak Komitmen Serius Penyelamatan Bumi di COP 21 | Krisis lingkungan ini, katanya, tak lepas dari kehadiran perusahaan-perusahaan besar, yang terus mengeksploitasi bumi. “Tak ada kata lain, harus ada tindakan tegas bagi perusahaan-perusahaan ini agar bencana alam dan perubahan iklim ditekan. Pemerintah Indones... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2015-076-02.json | Ingat! PPID Gerbang Utama Menuju Transparansi Tata Kelola Hutan dan Lahan | Ingat! PPID Gerbang Utama Menuju Transparansi Tata Kelola Hutan dan Lahan | [CLS] Sejumlah lembaga swadaya masyarakat menilai transparansi pengelolaan sumberdaya alam di Kalimantan Barat masih sebatas mimpi. Jaminan keterbukaan dalam mengakses informasi terkait dokumen tata kelola hutan dan lahan kerapkali tersandung. ... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2015-076-02.json | Ingat! PPID Gerbang Utama Menuju Transparansi Tata Kelola Hutan dan Lahan | Ingat! PPID Gerbang Utama Menuju Transparansi Tata Kelola Hutan dan Lahan | Jari Indonesia Borneo Barat juga sudah mengidentifikasi sejumlah kasus yang berkaitan dengan kurangnya akses informasi bagi masyarakat. Di antaranya, permukiman masyarakat masuk dalam kawasan hutan lindung, lahan masyarakat yang dirampas perusa... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2015-076-02.json | Ingat! PPID Gerbang Utama Menuju Transparansi Tata Kelola Hutan dan Lahan | Ingat! PPID Gerbang Utama Menuju Transparansi Tata Kelola Hutan dan Lahan | Denni Nurdwiansyah dari Perkumpulan Sahabat Masyarakat Pantai (Sampan) Kalimantan mengatakan apa yang dilakukan Syamsul Rusdi hanya satu contoh kasus sengketa informasi di Kalbar. “Saya kira masih banyak sengketa informasi yang belum berjawab h... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2015-076-02.json | Ingat! PPID Gerbang Utama Menuju Transparansi Tata Kelola Hutan dan Lahan | Ingat! PPID Gerbang Utama Menuju Transparansi Tata Kelola Hutan dan Lahan | Rheinardo menegaskan bahwa masyarakat berhak tahu jika kampung halaman mereka ternyata sudah dikuasai izin konsesi perusahaan ekstraktif. “Kenapa masyarakat berhak tahu? Tujuannya supaya tidak terjadi konflik sosial di kemudian hari. Obatnya cu... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-062-11.json | Kebun Botani Atok Man dan Misi Pelestarian Anggrek Bangka Belitung | Kebun Botani Atok Man dan Misi Pelestarian Anggrek Bangka Belitung | [CLS] Mata Sartini [55] berkaca-kaca, saat mengenang suaminya Sulaiman [59], biasa dipanggil Atok Man. Lelaki yang meninggal pada September 2016 lalu.“Dia senang anggrek,” kata Sartini, di kebunnya, di Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2022-062-11.json | Kebun Botani Atok Man dan Misi Pelestarian Anggrek Bangka Belitung | Kebun Botani Atok Man dan Misi Pelestarian Anggrek Bangka Belitung | Dian bersama BFS menemui langsung Atok Man. Mereka takjub, melihat beragam jenis anggrek hidup di sejumlah pohon kopi.“Jiwa konservasi Atok Man sudah tingkat tinggi, saya belajar banyak dari beliau,” kata Dian, penerima Kalpataru, kategori Perintis Li... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-062-11.json | Kebun Botani Atok Man dan Misi Pelestarian Anggrek Bangka Belitung | Kebun Botani Atok Man dan Misi Pelestarian Anggrek Bangka Belitung | Secara geografis, Bangka Belitung diapit dua pulau besar, Sumatera dan Kalimantan. Secara literasi, dua per tiga anggrek di dunia ada di Indonesia, dan satu per tiganya ada di Indonesia bagian barat. Untuk spesies, ada 7.000 jenis anggrek di dunia, ya... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2012-005-03.json | Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali, Nasibmu Kini… | Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali, Nasibmu Kini… | [CLS] Cuaca panas di sore hari, akhir pekan lalu, membuat Kadek Sarmi dan teman-temannya memilih “bersembunyi” ke kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai di pinggiran Denpasar, berbatasan langsung dengan Kabupaten Badung. Kawasan hutan mangrove terluas di Bal... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2012-005-03.json | Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali, Nasibmu Kini… | Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali, Nasibmu Kini… | Banyaknya sampah di kawasan Tahura Ngurah Rai, sebenarnya tidak banyak disumbang oleh aksi tidak bertanggung jawab pengunjung. Posisi Tahura Ngurah Rai yang menjadi hilir sedikitnya 8 sungai, membuat kawasan ini menjadi “tempat sampah” kiriman dari berbagai wilayah di Ba... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-005-03.json | Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali, Nasibmu Kini… | Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali, Nasibmu Kini… | Menurut salah satu aktivis KEKAL Bali yang juga Ketua Dewan Daerah Walhi Bali, Wayan “Gendo” Suardana, pemberian izin kepada investor tidak menjawab persoalan menumpuknya sampah plastik di Tahura Ngurah Rai. “Kalau kita analisa izin yang diberikan, investor hanya bertang... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2012-005-03.json | Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali, Nasibmu Kini… | Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali, Nasibmu Kini… | Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT. Tirta Rahmat Bahari, Nyoman Swianta, mengaku masih menunggu hasil kajian ulang terhadap izin yang telah mereka kantongi. Swianta mengaku siap menerima apapun hasil pengkajian ulang itu. “Apapun hasilnya, kami akan terima. Pada dasarnya... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2015-029-02.json | Kala Lahan Pertanian Pati Terancam Tambang Batu Gamping | Kala Lahan Pertanian Pati Terancam Tambang Batu Gamping | [CLS] Puluhan perempuan dan laki-laki tiba di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Selasa pagi, (8/9/15). Mereka menempuh sekitar tiga jam perjalanan menggunakan bus dari Kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo 1, Pati, Jawa Tengah. Beragam tanaman pan... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2015-029-02.json | Kala Lahan Pertanian Pati Terancam Tambang Batu Gamping | Kala Lahan Pertanian Pati Terancam Tambang Batu Gamping | “Untuk pembuktian, kami meminta majelis hakim sidang lapangan. Membuktikan langsung kebohongan data dalam Amdal.”Dari persidanganPersidangan lanjutan gugatan pertambangan dan pendirian pabrik semen SMS, menghadirkan tiga saksi. Yakni Purwadi dan Sumadi, warga Su... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2015-029-02.json | Kala Lahan Pertanian Pati Terancam Tambang Batu Gamping | Kala Lahan Pertanian Pati Terancam Tambang Batu Gamping | Nur menambahkan, penggugat sudah meminta majelis hakim sidang lapangan hingga bisa melihat langsung tak hanya perkiraan. Di lapangan, hakim tahu lokasi pertambangan dan data yang tidak masuk Amdal. [SEP] | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-038-06.json | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | [CLS] Pucuk pohon kecoklatan tampak mencolok di sekitar kawasan restorasi Rawa Kadut, Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Ini tumbuhan mentru atau puspa ini, pohon endemik yang tahan api. Kalau terbakar, batang di atas tanah akan menghitam, tetapi akar mas... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-038-06.json | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Kebakaran menjadi ancaman paling besar pada upaya konservasi di Taman Nasional Way Kambas. Hal ini karena perburuan liar masif. Membakar menjadi jalan termudah bagi pemburu karena pasca kebakaran tunas baru akan muncul, dan memancing satwa keluar. Baca juga: K... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-038-06.json | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Kerentanan kebakaran hutan di TN Way Kambas tak lepas dari sejarah panjang kawasan ini. Sebelum menjadi taman nasional, kawasan ini merupakan lokasi hak pengusahaan hutan (HPH) serta pembalakan liar, kemudian jadi pemukiman dan lahan pertanian. Kini, 30% atau ... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-038-06.json | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | “Dulu, melihat ke kejauhan, masih kelihatan. Sekarang nggak bisa (terhalang pohon).”Sejak 2012, AleRT sebagai salah satu mitra Balai Taman Nasional Way Kambas merestorasi wilayah itu.Mohammad Lukman, polisi hutan TNWK mengatakan, area ini dulu padang ilalang d... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-038-06.json | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Hadi cerita, pernah jadi pemburu satwa di taman nasional awal 2000-an. Namun dia sadar, membakar dan memburu adalah perbuatan salah.“Hanya iseng karena banyak teman di kampung juga melakukan, dulu juga pakai anjing pemangsa,” katanya.Atas izin kemitraan konser... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-038-06.json | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | “Kadang api (tinggi) tinggal dua mater, lalu ditinggal keluar karena air habis, malah jadi meluas lagi,” kenang Untoro.Antara desa penyangga dan taman nasional, kata Untoro, sebenarnya sudah ada kanal pembatas. Ini untuk membatasi akses terutama bagi orang-ora... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-038-06.json | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Tangkal Api di Daerah Penyangga Taman Nasional Way Kambas | Pada program rehabilitasi ini dilakukan penanaman pakan badak berupa 61 jenis tumbuhan. “Harapannya, selain memulihkan kondisi hutan juga lumbung atau pencanangan pakan badak,” kata Rusdiyanto.Dia bilang, masyarakat harus mematuhi prasyarat tertentu semacam Pa... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2014-041-20.json | Tambang Emas Rakyat di Mandailing Natal Telan Korban | Tambang Emas Rakyat di Mandailing Natal Telan Korban | [CLS] Di tambang rakyat Mandailing Natal ini, dari catatan tim SAR, sejak 2013 hingga Juni 2014, sudah 113 penambang tewas, 98 orang tak ditemukan.Meski Dinas Pertambangan dan Energi Pemerintah Mandailing Natal (Madina) sudah melarang masyarakat menggali tambang em... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2014-041-20.json | Tambang Emas Rakyat di Mandailing Natal Telan Korban | Tambang Emas Rakyat di Mandailing Natal Telan Korban | Mereka yang menambang ada sembilan orang. Empat orang di atas, lima sudah di dinding lubang. Ketika tanah di bibir lubang longsor, kelima korban langsung terperosok kedalam, sedangkan empat orang lain berhasil menyelamatkan diri.Mereka yang meninggal dunia Khoir (1... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2014-041-20.json | Tambang Emas Rakyat di Mandailing Natal Telan Korban | Tambang Emas Rakyat di Mandailing Natal Telan Korban | Rusman Siregar, ketua Kelompok Pemuda Adat Borotan, Madina, mengatakan, berdasarkan penelusuran mereka sejak 2013 hingga akhir Mei 2014, para cukong, selalu menggunakan anak bawah umur untuk menambang emas.Lokasi terbesar penambangan tradisional menggunakan tenaga ... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-018-10.json | Empat Bayi Harimau Benggala Lahir di Kebun Binatang Semarang | Empat Bayi Harimau Benggala Lahir di Kebun Binatang Semarang | [CLS] Koleksi satwa di kebun binatang Indonesia kembali bertambah, setelah seekor induk betina Harimau Benggala melahirkan empat bayi di Taman Margasatwa/Kebun Binatang Mangkang, Semarang hari Selasa tanggal 18 September 2012 kemarin.Menurut laporan suarame... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-028-12.json | Cerita Korban Gempa Gane: Bangun Huntara Mandiri dan Hidup dari Pangan Lokal | Cerita Korban Gempa Gane: Bangun Huntara Mandiri dan Hidup dari Pangan Lokal | [CLS] Pada penghujung Juli lalu, di Desa Jibubu, Gane Barat Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, begitu ramai. Tak hanya ramai oleh keluarga korban gempa yang berkumpul dalam satu hunian sementara (huntara), juga kesibukan mereka me... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-028-12.json | Cerita Korban Gempa Gane: Bangun Huntara Mandiri dan Hidup dari Pangan Lokal | Cerita Korban Gempa Gane: Bangun Huntara Mandiri dan Hidup dari Pangan Lokal | “Kami sadar, bukan satu dua hari tinggal di sini. Mungkin bisa satu tahun bahkan lebih karena rumah-rumah sudah hancur bahkan kampung kami diusulkan pindah karena perkampungan sudah takut ditinggali,” katanya.Warga, katanya, takut kembali ke... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-028-12.json | Cerita Korban Gempa Gane: Bangun Huntara Mandiri dan Hidup dari Pangan Lokal | Cerita Korban Gempa Gane: Bangun Huntara Mandiri dan Hidup dari Pangan Lokal | Rugaya Alkatiri, istri Hasyim mengatakan, soal pangan, mereka tak khawatir karena tidak hanya beras. Mereka memiliki kebun pisang maupun ubi kayu yang bisa menjamin konsumsi hingga berbulan- bulan belum habis.“Saat kami mengungsi hari pertam... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2019-028-12.json | Cerita Korban Gempa Gane: Bangun Huntara Mandiri dan Hidup dari Pangan Lokal | Cerita Korban Gempa Gane: Bangun Huntara Mandiri dan Hidup dari Pangan Lokal | Huntara, mereka bangun di kebun selain aman, juga tidak khawatir kesulitanan makanan. “Kitorang (kami,red) di sini pangan lokal menjadi penolong utama pasca bencana ketika belum datang bantuan,” katanya.Senada dikatakan Argaia Sangaji, warga... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-028-12.json | Cerita Korban Gempa Gane: Bangun Huntara Mandiri dan Hidup dari Pangan Lokal | Cerita Korban Gempa Gane: Bangun Huntara Mandiri dan Hidup dari Pangan Lokal | Hal ini, katanya, perlu mendapat respon pemerintah hingga bisa mengembangkan jadi kampung pembelajaran bencana, terutama dalam kemandirian mereka menyikapi pasca bencana. Warga bahkan memindahkan tempat tinggal secara mandiri.“Ini sebuah lan... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2015-005-12.json | Hutan Rakyat Lestari dari Lereng Gunung Wilis | Hutan Rakyat Lestari dari Lereng Gunung Wilis | [CLS] Matahari senja tampak cerah di barat. Di Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Madiun, Jawa Timur, langit mendung. Hujan mulai turun. Gunung Wilis tertutup kabut akhir November lalu.Melewati jalan-jalan desa, pohon-pohon jati kisaran 10 meter tertanam rapi, berbaris dengan ... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2015-005-12.json | Hutan Rakyat Lestari dari Lereng Gunung Wilis | Hutan Rakyat Lestari dari Lereng Gunung Wilis | “Kami optimis hutan terus terjaga dan kesejahteraan anggota pelan-pelan meningkat.”Edy Supriyanto dari Perspepsi menceritakan, kala mendampingi Wilis Abadi mereka mulai sosialisasi, pembentukan FMU, pelatihan, penataan dokumen dan pendampingian penilaian atau audit baik s... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2015-005-12.json | Hutan Rakyat Lestari dari Lereng Gunung Wilis | Hutan Rakyat Lestari dari Lereng Gunung Wilis | Legalitas kayu, katanya, merupakan persyarat ekspor, terutama pasar Uni Eropa. Pengelola hutan rakyat, katanya, dituntut memenuhi syarat keabsahan kepemilikan lahan, peraturan penebangan, mentaati peraturan pengangkutan, serta ketertiban administrasi dengan mencatat dan m... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-008-15.json | Polisi Tangkap dan Aniaya, Ribuan Warga Batang Toru Ketakutan Sembunyi di Hutan | Polisi Tangkap dan Aniaya, Ribuan Warga Batang Toru Ketakutan Sembunyi di Hutan | [CLS] Warga yang ditangkap polisi dan dibebaskan karena tak terbukti bersalah, dalam kondisi mengenaskan. Mereka dipukuli, badan, sampai muka memar bahkan ada yang dipaksa makan batu kerikil hingga muntah darah.BUNTUT penolakan berakhir r... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-008-15.json | Polisi Tangkap dan Aniaya, Ribuan Warga Batang Toru Ketakutan Sembunyi di Hutan | Polisi Tangkap dan Aniaya, Ribuan Warga Batang Toru Ketakutan Sembunyi di Hutan | Bahkan, saking laki-laki dewasa sudah tak ada di desa, ketika ada orang meninggal dunia, tak ada yang menggali kubur. “Jadi, saat ada warga meninggal dunia, siswa laki-laki diliburkan diminta gali kubur, karena sudah tak ada lagi laki-lak... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-008-15.json | Polisi Tangkap dan Aniaya, Ribuan Warga Batang Toru Ketakutan Sembunyi di Hutan | Polisi Tangkap dan Aniaya, Ribuan Warga Batang Toru Ketakutan Sembunyi di Hutan | Menurut Hendrik Siregar dari Jatam, kepolisian cenderung hanya mengurisi rusuh yang menyebabkan satu mobil patroli polisi dibakar dan kantor camat dirusak. Masalah utama yang menjadi protes dan pengaduan warga, yakni penipuan data dokumen... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-008-15.json | Polisi Tangkap dan Aniaya, Ribuan Warga Batang Toru Ketakutan Sembunyi di Hutan | Polisi Tangkap dan Aniaya, Ribuan Warga Batang Toru Ketakutan Sembunyi di Hutan | Dikutip dari Okezone.com, Kepala Biro Operasional Polda Sumut, Kombes Pol Iwan Hary Sugiarto mengatakan, dari 37 warga yang diamankan, 12 orang ditetapkan sebagai tersangka.Sementara untuk mengamankan situasi di Batang Toru, Polda Sumut s... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2012-008-15.json | Polisi Tangkap dan Aniaya, Ribuan Warga Batang Toru Ketakutan Sembunyi di Hutan | Polisi Tangkap dan Aniaya, Ribuan Warga Batang Toru Ketakutan Sembunyi di Hutan | Warga Batang Toru menolak Sungai Batang Toru menjadi tempat pembuangan limbang tambang karena sungai ini penting bagi mereka untuk minum, mandi, memelihara ikan perairan darat. Di bagian hilir Batang Toru, terdapat Danau Siais. Daerah ini... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2013-026-11.json | Penelitian: Evolusi Spesies Terlambat 10.000 Kali Dibanding Perubahan Iklim | Penelitian: Evolusi Spesies Terlambat 10.000 Kali Dibanding Perubahan Iklim | [CLS] Banyak spesies vertebrata (satwa bertulang belakang) nampaknya harus berevolusi 10.000 kali lebih cepat di masa lalu untuk menghadapi betapa cepatnya perubahan iklim yang akan terjadi dalam 100 tahun ke depan. Hal ini diungkapkan dalam ... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2013-026-11.json | Penelitian: Evolusi Spesies Terlambat 10.000 Kali Dibanding Perubahan Iklim | Penelitian: Evolusi Spesies Terlambat 10.000 Kali Dibanding Perubahan Iklim | Wiens melakukan penelitian ini bersama dengan peneliti jenjang master di Yale University, Ignacio Quintero. “Kami menemukan bahwa rata-rata, setiap spesies umumnya beradaptasi kepada kondisi iklim yang berbeda di jangka 1 derajat celsius seti... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2013-026-11.json | Penelitian: Evolusi Spesies Terlambat 10.000 Kali Dibanding Perubahan Iklim | Penelitian: Evolusi Spesies Terlambat 10.000 Kali Dibanding Perubahan Iklim | “Kami kemudian membandingkan rata-rata perubahan yang terjadi di masa lalu dan memproyeksikannya dengan kondisi iklim seperti yang diprediksikan akan terjadi di tahun 2100 dan melihat bagaimana hal ini ternyata sangat timpang. Jika rata-rata ... | [0.0, 0.0, 1.0] |
2020-034-12.json | Saat Kita Semakin Asing dengan Berbagai Jenis Tetumbuhan | Saat Kita Semakin Asing dengan Berbagai Jenis Tetumbuhan | [CLS] Bagi generasi kakek-nenek kita, pengetahuan tentang alam tak bisa dilepaskan dalam kehidupan mereka. Alam adalah bagian dari entitas kebudayaan yang menyatu dalam diri mereka. Karena itulah, alam bukan hanya diperlakukan sebagai ibu, yang merupakan tempat... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2020-034-12.json | Saat Kita Semakin Asing dengan Berbagai Jenis Tetumbuhan | Saat Kita Semakin Asing dengan Berbagai Jenis Tetumbuhan | Salah satu kekayaan alam yang dekat dengan kita, tapi kita tak mampu menjangkaunya adalah pengetahuan tentang pohon. Pohon bagi kita kini tak lebih dari sekadar benda untuk mengurangi polusi di jalan-jalan raya.Pohon tak lebih dari sekadar benda-benda yang kita... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2020-034-12.json | Saat Kita Semakin Asing dengan Berbagai Jenis Tetumbuhan | Saat Kita Semakin Asing dengan Berbagai Jenis Tetumbuhan | Selain sebagai obat-obatan, pohon memiliki makna filosofis yang dalam. Misalnya, pohon beringin dikenal sebagai ‘pohon hayat’, yaitu sebatang pohon yang mampu memberikan pengayoman dan perlindungan serta mempertebal semangat dan keyakinan masyarakat (MM.K. Atmo... | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2020-034-12.json | Saat Kita Semakin Asing dengan Berbagai Jenis Tetumbuhan | Saat Kita Semakin Asing dengan Berbagai Jenis Tetumbuhan | * Arif Saifudin Yudistira, penulis adalah Tuan Rumah Pondok Filsafat Solo. ALUMNUS MASTERA ESAI 2019. Artikel ini adalah opini penulis. [SEP] | [0.0, 0.6666666865348816, 0.3333333432674408] |
2016-037-16.json | Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius. Kenapa? | Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius. Kenapa? | [CLS] Pemerintah saat ini tengah berupaya keras dalam menangani illegal fishing. Banyak kapal-kapal asing yang kemudian ditangkap dan ditenggelamkan karena pelanggaran jalur penangkapan atau kepemilikan dokumen perizinan yang palsu. Keseriusan pemerintah terlihat d... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-037-16.json | Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius. Kenapa? | Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius. Kenapa? | Salah satu pulau dengan intensitas destructive fishing yang tinggi adalah di Pulau Papandangan Kabupaten Pangkep, dimana di pulau ini diketahui terdapat sekitar 15-20 orang pelaku. Minimnya pengawasan otoritas kawasan menjadi penyebab aktivitas ini sulit dikendalik... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2016-037-16.json | Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius. Kenapa? | Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius. Kenapa? | Menurut Zul, untuk masuk ke Indonesia pupuk tersebut seharusnya melalui izin khusus dari Kapolri, hanya saja memang selama ini masuk dengan cara illegal melalui rute-rute khusus yang bisa berubah setiap saat. Upaya penanganan juga sudah sering dilakukan, hanya saja... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2016-037-16.json | Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius. Kenapa? | Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius. Kenapa? | Menurutnya, dari hasil penelitian yang dilakukan LIPI dan Unhas pada tahun 2015 menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang untuk wilayah Pangkep saja kini tinggal 25 persen. Padahal tahun sebelumnya masih 30 persen. Paling parah di perairan Makassar yang tutupan kara... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2016-037-16.json | Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius. Kenapa? | Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius. Kenapa? | Dalam diskusi disepakati dua pendekatan penyelesaian masalah, yaitu melalui pencegahan dan penindakan. Dari segi pencegahan itu melalui stakeholder approach, berupa edukasi dan penyadaran kepada masyarakat serta memberikan alternatif pendapatan kepada masyarakat be... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-017-14.json | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | [CLS] Tingkat kepercayaan para pekerja migran Indonesia pelaut perikanan (PMI PP) kepada aparat kepolisian masih saja rendah, walau Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus melakukan berbagai upaya perbaikan. Kesimpulan itu muncul, karena lem... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-017-14.json | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Menurut Hariyanto Suwarno, kasus yang dilaporkan ke kepolisian tersebut beberapa di antaranya melibatkan para AKP yang bekerja pada kapal ikan asing (KIA). Penanganan kasus tersebut dilakukan mulai dari tingkat Kepolisian Resor (Polres) sampai Ba... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2022-017-14.json | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Sejak 2014, dia menyebut bahwa SBMI sudah aktif mendampingi dan memberikan advokasi bagi AKP migran yang menjadi korban TPPO dan kerja paksa saat bekerja pada KIA. Kegiatan tersebut rutin dilakukan bersama Greenpeace Indonesia.Dia bilang, semua p... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2022-017-14.json | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Dia menilai kalau peran tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Polri untuk bisa mengembalikan krisis kepercayaan publik yang selama ini ragu bahwa lembaga Negara tersebut adalah pengayom bagi masyarakat.Jika Polri bisa menjalankan perannya d... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-017-14.json | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Belum lama ini, Greenpeace Indonesia juga mengungkap laporan yang dibuat Greenpeace Asia Timur tentang praktik kerja paksa yang dialami para AKP Indonesia yang bekerja di KIA berbendera Taiwan. Laporan tersebut mengungkap ada 10.925 PMI PP yang s... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2022-017-14.json | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Selain menemukan fakta dugaan kerja paksa, laporan juga merilis bukti bahwa sistem yang dianut perusahaan Bumble Bee ternyata tidak dapat diandalkan. Sistem bernama “Trace my Catch” itu diklaim sebagai platform untuk melacak dari mana ikan tuna d... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2022-017-14.json | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Aparat Penegak Hukum Masih Tumpul pada Kasus Perbudakan Modern di Laut? | Detailnya, ILO C-188 adalah norma tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan dan disahkan pada 14 Juni 2007 di Jenewa, Swiss. Kemudian, CTA adalah peraturan yang disepakati secara internasional di Cape Town, Afrika Selatan pada 2012 dengan Organisa... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2021-007-04.json | Wisata Cahaya dan Dampaknya Bagi Ekosistem Kebun Raya Bogor | Wisata Cahaya dan Dampaknya Bagi Ekosistem Kebun Raya Bogor | [CLS] Program wisata edukasi Glow di Kebun Raya Bogor [KRB] menjadi perdebatan ilmiah sejumlah peneliti dan pegiat konservasi. Banyak yang menyakini keberadaan wisata cahaya berdampak buruk bagi ekosistem KRB. Namun, ada yang berpendapat wisaya cahaya meru... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2021-007-04.json | Wisata Cahaya dan Dampaknya Bagi Ekosistem Kebun Raya Bogor | Wisata Cahaya dan Dampaknya Bagi Ekosistem Kebun Raya Bogor | “Tak menutup peluang gangguan pada manusia. Sebab, cahaya buatan ini menganggu kesehatan seperti menyebabkan penyakit insomnia, depresi, serta gangguan makan.”Baca: Kebun Raya Bogor dan Wisata Berbasis Ilmiah yang Harus Dipertahankan Bagaimana serangga mena... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2021-007-04.json | Wisata Cahaya dan Dampaknya Bagi Ekosistem Kebun Raya Bogor | Wisata Cahaya dan Dampaknya Bagi Ekosistem Kebun Raya Bogor | Pengaruh negatif pada penyerbuk nokturnal juga mempengaruhi keberadaan penyerbuk diurnal. Hal ini dikarenakan reproduksi tanaman menurun, sehingga penyerbuk diurnal sulit memperoleh nektar/polen pada tanaman tersebut.“Penggunaan cahaya buatan berdampak nega... | [1.0, 0.0, 0.0] |
2021-007-04.json | Wisata Cahaya dan Dampaknya Bagi Ekosistem Kebun Raya Bogor | Wisata Cahaya dan Dampaknya Bagi Ekosistem Kebun Raya Bogor | Bahkan, penelitian sudah berlangsung sejak September 2021. BRIN secara bertahap melakukan tiga penelitian mengenai perubahan karakteristik hewan dan tumbuhan dari faktor cahaya, polusi udara dan polusi suara.Menukil Kompas.com, penelitian pertama mengangkat ... | [0.0, 0.3333333432674408, 0.6666666865348816] |
2021-007-04.json | Wisata Cahaya dan Dampaknya Bagi Ekosistem Kebun Raya Bogor | Wisata Cahaya dan Dampaknya Bagi Ekosistem Kebun Raya Bogor | Dedy Darnaedy, Kepala Kebun Raya Bogor 1997-2003, meminta BRIN dan pengelola agar menjaga Kebun Raya Bogor dengan berpegang teguh pada lima tugas dan fungsi kebun raya, yaitu konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan, wisata ilmiah, dan jasa lingkungan.Men... | [0.0, 1.0, 0.0] |
2019-074-10.json | Tsunami dan Ketidakpastian Mitigasi Bencana (Bagian 2) | Tsunami dan Ketidakpastian Mitigasi Bencana (Bagian 2) | [CLS] Awal Januari lalu, pascatsunami menerjang Banten dan Lampung, masih menyisakan banyak pekerjaan. Hingga Sabtu (5/1/19) korban tercatat 437 orang meninggal dunia, 9.061 orang luka, 10 hilang dan 16.198 mengungsi.Berdasarkan rapat koordinasi dipimpin Gube... | [1.0, 0.0, 0.0] |
Subsets and Splits
No community queries yet
The top public SQL queries from the community will appear here once available.