id
stringlengths
36
36
url
stringlengths
46
109
text
stringlengths
5k
1.51M
19393457-218b-4bc2-832b-f393624b3daf
https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/gojhes/article/download/26191/9033
Gorontalo Journal Health and Science Community P-ISSN (2614-8676), E-ISSN (2614-8676) https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/gojhes/index ## AKTIVITAS Lactobacillus casei SEBAGAI PENURUN KADAR KOLESTEROL SECARA In Vitro ## LACTOBACILLUS CASEI ACTIVITY AS CHOLESTEROL REDUCTION IN VITRO Lestina Ritonga 1 , Ria Natalia Sar...
4566fed0-10e9-4761-91e8-a4b3acb4d197
http://ejournal.stikeselisabethmedan.ac.id:85/index.php/EHJ/article/download/614/405
## Pengaruh Terapi Aurasoma Terhadap Kecemasan Keluarga Pasien di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Sundari Medan Dahlia Purba 1 , Vitri Rokhima 2 1,2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora, Medan, Indonesia. Info Artikel _______________________ Sejarah artikel : Diterima, April 30, 2024 Disetujui, Mei 20, 2024 Dipubli...
18b2384b-ad86-4e4c-a036-dc6b193f456c
https://journal.uir.ac.id/index.php/uirlawreview/article/download/2073/1365
## PELAKSANAAN PRINSIP SUBROGASI PADA ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG ## Selvi Harvia Santri ## ABSTRAK Menurut ketentuan Hukum Dagang Pasal 284, pada Asuransi kendaraan Bermotor, jika Kerugian tertanggung disebabkan oleh pihak ketiga maka penggantian kerugiannya dial...
efe218ea-e1b6-4f0e-aa54-24b7c22374fc
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/download/7870/5719
INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024 Page 4628-4638 E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246 Website: https://j-innovative.org/index.php/Innovative ## Ekspektasi Pengguna dan Kinerja Aplikasi Pembayaran Digital: Pengaruhnya Terhadap Pengalaman Pengguna dan Keputusan Penggunaan Danisa...
1dc8ba19-512c-4ad0-ba32-b3cd17ba3aca
https://journal2.um.ac.id/index.php/jgp/article/download/12155/5177
## PEMBERDAYAAN WANITA MELALUI PELUANG USAHA DALAM PENINGKATAN EKONOMI LOKAL 1 Vidya Purnamasari, 2 Vika Annisa Qurrata, 3* Bagus Shandy Narmaditya Universitas Negeri Malang *e-mail: bagus.shandy.fe@um.ac.id Abstrak: Program pengabdian ini bertujuan memberikan keterampilan berupa pemberian pelatihan tentang k...
7bd506c2-ba7e-44e5-b2c4-c950804d4d22
https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/download/392/379
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PENANGANAN DIARE PADA BALITA MOTHER RELATIONSHIP WITH KNOWLEDGE MANAGEMENT OF DIARRHEA IN CHILDREN Supratiknyo Akademi Kebidanan Ibrahimy Sukorejo Situbondo Email : Supratiknyo@gmail.com ## ABSTRAK Diare merupakan salah satu penyakit yang paling sering dijumpai dan banyak menyerang anak...
d2b1396d-cddb-411e-a994-d6b3cbeaac21
https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/syariah/article/download/2986/4881
Konsep wakaf telah mengalami per kem- bangan yang cukup signifikan terutama sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 41 Ta hun 2004 tentang Wakaf (dalam tulisan ini di singkat UU Wakaf). Misalnya, benda wakaf tidak lagi hanya didefinisikan dengan tanah yang diwakafkan untuk selama-lamanya (se perti dalam Peraturan Pemerin...
6d082a53-5ff9-4feb-9b9b-8ee20243c718
https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/gandrung/article/download/3521/2154
Truly Wangsalegawa, Juli Candra, Suharjudin, Desy Tya Maya Ningrum, Muhammad Ziddan Ali ## Physical Fitness Assistance and Economic Strengthening Using Light Emitting Diode Technology for Youth Forum RT 04/02 (Format) Marga Mulya Subdistrict Bekasi City Truly Wangsalegawa 1 , Juli Candra 2 , Suharjudin 3 , Desy Tya Ma...
dfdafe3f-3c9f-444c-8432-f82a71937238
https://stiemuttaqien.ac.id/ojs/index.php/OJS/article/download/973/705
Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 11 No. 2 September 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837, Hal 536 – 542 ## PENINGKATAN PENDAPATAN PEREMPUAN MELALUI PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI KREATIF KERAJINAN BORDIR (Kajian Di Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar) Oleh : Filia Hanum Ekonomi /Universitas Serambi Mekkah B...
ab7158e6-b024-4d23-8153-f8092233e7bf
https://journal2.um.ac.id/index.php/basindo/article/download/7915/6812
BASINDO : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Volume 4 Nomor 2, 2020 Journal homepage : http://journal2.um.ac.id/index.php/basindo ## MODEL PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DRAMA MENGGUNAKAN MEDIA TEKS CERPEN SISWA KELAS VIII Lili Ratnasari * , Syahrul Ramadhan Universitas Negeri Padang A R T I C L E ...
255353d4-2646-4430-87bf-e3c85dc6db20
https://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JISIP/article/download/2507/2027
Vol. 5, No. 4 November 2021 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10.36312/jisip.v5i4.2507 /http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JISIP/index ## STRATEGI PEMERINTAH GAMPONG DALAM PEMBERANTASAN NARKOBA (Studi Gampong Matang Peupanji Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara) Thanthawi Ishak 1 , Miswar 2 1 Sek...
5df2971a-49ed-4809-979e-1548afcdce17
https://jmi.ipsk.lipi.go.id/index.php/jmiipsk/article/download/736/508
## DDC: 306 ## KEBANGKITAN TRADISI DI YOGYAKARTA ## THE REVIVAL OF TRADITION IN YOGYAKARTA ## Fadel Basrianto Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Email: fadel.basrianto@mail.ugm.ac.id ## ABSTRAK Tulisan ini adalah sebuah deskripsi dan analisis tentang gerakan kebangkitan tradisi di Yogyakarta pasca runtuhnya Orde ...
8d52a8fb-b238-450a-9200-3aaf31d16823
https://jurnal.politanikoe.ac.id/index.php/jvip/article/download/7022/516
Penggunaan Tepung Daun Gamal ( Gliricidia sepium) Sebagai Pakan ## Tambahan pada budidaya Ikan Bandeng ( Chanos chanos) Montanus Ronald Gonsaga 1 , Yulianus Linggi 2 , Asriati Djonu 3 1 Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan Dan Perikanan, Jl. Adisucipto, Penfui 85001, Kotak Pos 1212,Tl...
49a80460-08a3-477b-bb99-4e15b79cfcb2
https://online-journal.unja.ac.id/JurnalEngineering/article/download/29283/17580
## Perancangan Sistem Informasi Manajemen Administrasi Pengiriman Hasil Produksi Ke Buyer Pada PT Katingan Timber Celebes Design of Administrative Management Information Systems Delivery of Production Results to Buyers at Katingan Timber Celebes Plt. Anis Saleh 1* , Yan Herdianzah 2 , Andi Pawennari 3 ,...
44bd1629-bfa6-451b-a27f-11b1954494b6
http://jurnal.utu.ac.id/jcommunity/article/download/5575/3767
Community: volume 9, nomor 1, April 2023 p-ISSN: 2477-5746 e-ISSN: 2502-0544 ## Abstract This paper aims to describe the practice of dynastic politics that occurred in Banten and the strategies carried out by local elites in carrying out dynastic politics. In addition, this paper also aims ...
e2b51941-4c39-470e-9e06-40c711bec8d6
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jmr/article/download/25263/22463
Kadar Total Lipid Mikroalga Nannochloropsis oculata Hibberd, 1981 (Eustigmatophyceae : Eustigmataceae) Berdasarkan Perbedaan Salinitas dan Intensitas Cahaya Dea Davita Putri Arihanda*, Suryono, Gunawan Widi Santosa Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof.H.Soedart...
44330ca9-d818-42d5-9fcc-c3bd26c41485
https://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/download/42305/5642
Abstrak —Torsional rigidity pada chassis go-kart sangatlah penting, karena go-kart dituntut lincah saat berbelok dengan ketiadaan differential gear dan sistem suspensi dalam chassis go-kart. Maka dari itu chassis harus cukup fleksibel untuk meningkatkan kemampuan berbeloknya. Selain itu, ...
a03c533f-7f5f-4d0e-a71f-14fa0950ce22
https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/juinhum/article/download/3111/2236
Jurnal Interpretasi Hukum |ISSN: 2746-5047 Vol. 2, No. 1 – April 2021, Hal. 89-94| Tersedia online di https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/juinhum DOI: https://doi.org/10.22225/juinhum.2.1.3111.89-94 ## PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMILIK HAK CIPTA MUSIK DAN LAGU DALAM PEMBAYARAN ROYALTI OLEH YAYASAN...
8422e299-1224-4923-bcdc-06599ea4dbd2
http://journal.wima.ac.id/index.php/JAKO/article/download/2542/2221
## FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECENDERUNGAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PROPERTY, REAL ESTATE AND BUILDING YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2013-2015 ## Elysabet Christy Diandra Selano Budianto Tedjasuksmana * Rr. Puruwita Wardani Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya *budianto@ukwms.ac.id ## A ...
b264eca9-8a6d-4763-80dc-4939450e1589
https://jurnal.um-palembang.ac.id/ilmu_manajemen/article/download/2561/1908
## JURNAL ILMU MANAJEMEN Published every June and December e-ISSN: 2623-2081, p-ISSN: 2089-8177 Journal homepage: http://jurnal.um-palembang.ac.id/ilmu_manajemen Efektivitas E-Service Quality dan Customer Feedback terhadap Keputusan Menggunakan Aplikasi Reddoorz Fitriani Afifah a , Kokom Komariah b , Nor Norisanti a,b...
80109828-c171-4a3d-8b91-808bd6437c3b
https://journal2.um.ac.id/index.php/j-pek/article/download/2450/3001
Jurnal Pembelajaran Kimia OJ . No. . i Malang ## PENGEMBANGAN BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK YANG DISERTAI DENGAN MATERIAL SAFETY DATA SHEET Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku petunjuk praktikum kimia anorganik yang disertai dengan Material Data Sheet. Untuk mengetahui keval...
cb004e22-5d3a-41e7-8e7d-b254858f0c47
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPKM/article/download/15526/9994
## PENERAPAN SISTEM GARSUPATI DALAM BENTUK PENGEMBANGAN MEDIA AJAR INTERAKTIF BAGI GURU SMA NEGERI 1 SERIRIT DAN SMP NEGERI 1 SERIRIT I Ketut Resika Arthana 1 , Luh Ayu Tirtayani 2 , Kadek Eva Krishna Adnyani 3 I Nyoman Laba Jayanta 4 1 Jurusan Pendidikan Teknik Informatika 2 Jurusan Pendidikan Guru Anak Usia Dini 3 J...
77564528-f5a4-40e6-9d73-69b1057b53bd
https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/makalangan/article/download/1409/925
## “DISPLACEMENT” KARYA PENCIPTAAN TARI NON TRADISI Oleh: Denida Priliana dan Alfiyanto Jurusan Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung Jln. Buah Batu No. 212 Bandung 40265 e-mail: denidapriliana1@gmail.com , bdtwajiwa@gmail.com ## ABSTRAK Karya tari ini terinspirasi dari visualisasi rutinitas seseo...
81be664f-039e-4826-bee4-ed22b2c5e098
https://journal.ipb.ac.id/index.php/jpsp/article/download/25024/16265
Hal: 209-220 ## DINAMIKA INDUSTRI RAWAI TUNA DI PELABUHAN BENOA Dynamic of Industrial Tuna Longline in Benoa Port Oleh: Fathur Rochman 1* , Irwan Jatmiko 2 , Zulkarnaen Fahmi 3 1 Loka Riset Perikanan Tuna, Bali. fathursmasabio1@gmail.com 2 Loka Riset Perikanan Tuna, Bali. irwan.jatmiko@gmail.com 3 Loka Riset Perikana...
773ae3a4-4d61-4425-a41c-fa26eb8dd150
https://jmiki.aptirmik.or.id/jmiki/article/download/252/191
Warsi Maryati 1* , Indriyati Oktaviano Rahayuningrum 2 , Niar Perdana Sari 3 123 Fakultas Ilmu Kesehatan, universitas Duta Bangsa Surakarta Email: 1 warsi_maryati@udb.ac.id, 2 indriyati_oktaviano@udb.ac.id, 3 niar_perdana@udb.ac.id ## abstract Dr. Moewardi General Hospital is a fully accredited hospital. Based on the ...
328a656c-6c19-43fc-8c16-3e5414bbb267
http://dinarek.unsoed.ac.id/jurnal/index.php/dinarek/article/download/73/70
Analisa Beban Kerja Fisik dan Mental dengan Menggunakan Work Sampling dan NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Operator Analysis Physical and Mental Workload Uses Work Sampling and NASA-TLX To Decide Operator Number Anton Maretno 1 , Haryono 2 2 haryono@upm.ac.id Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas ...
3c5ed3a4-a5d4-4215-9b8d-5bd684b7bb22
https://ojs.cahayamandalika.com/index.php/jcm/article/download/1985/2693
## TEKNIK MAMMOGRAFI METODE DIGITAL BREAST TOMOSYNTHESIS PADA KASUS CANCER MAMMAE Fisnandya Meita Astari 1 , Ike Ade NL 2 , Sayyidah Ulfah 3 , Widya Mufida 4 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Email: fisnandyameitaastari@unisayogya.ac.id ## ABSTRAK Kata kunci: Mammografi; tomosynthesis; cancer Teknik pemeriksaan Mamm...
97312076-773b-4c8a-b2f6-11c11429fb96
http://jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/download/185/143
## JURNALISME SENSITIF BENCANA DALAM MANAJEMEN PENCARIAN, PENGELOLAAN, INFORMASI DAN PEMBERITAHUAN BENCANA DI RUANG REDAKSI Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Ring Road Barat, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55184. ## Abstract The real experience of journalists in the fie...
c865cf93-4cc9-417c-a38b-27a21f291c71
https://jiss.publikasiindonesia.id/index.php/jiss/article/download/655/1215
Pengaruh Proftabilitas, Solvabilitas, Ukuran Perusahaan dan Reputasi Auditor Terhadap Audit Report Lag pada Sektor Pertambangan Hendrick Yohannes Wijaya Tamba 1* , Tetty Tiurma Sipahutar 2 Fakultas Ekonomi, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia 1, 2 Email: hendrickjohanes3@gmail.com 1* , ratuhapis.tetty@gmail.c...
d46d89f0-217b-4e0e-915b-d6111ed9d1cf
https://ejournals.umn.ac.id/index.php/FIKOM/article/download/1178/821
## ULTIMACOMM Vol 11, No. 2 ISSN: 2085 - 4609 (Print), e- ISSN 2656-0208 Journal homepage : http://ejournals.umn.ac.id/index.php/FIKOM ## Peran Generasi Muda dalam Pemanfaatan Media Sosial untuk Mempromosikan Geopark Ciletuh ## Ravinoldy Boer To cite this article: Boer,R. (2019). Relationship Marketing dan Mata Najw...
f30cdda8-9740-4b97-8474-9394d322435d
https://jurnal.uns.ac.id/ijas/article/download/48121/35730
E-ISSN 2621–086X ## Indonesian Journal of Applied Statistics Vol. 5, No. 1, pp. 12-18, May 2022 https://jurnal.uns.ac.id/ijas/article/view/48121 https://doi.org/10.13057/ijas.v5i1.48121 Copyright 2022 The Authors ## Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Waktu Survival Pasien Penyakit Ginjal Kronis menggunakan ...
5a49071b-4836-415c-bec3-ac27d7289391
https://e-journal.unair.ac.id/NTR/article/download/36832/21588
Keterlambatan Penyampaian Dokumen Peralihan Hak Atas Tanah Kepada Kantor Pertanahan Selama Pandemi Covid-19 Siti Romlah, Eka Putri Fauzia Ikromi, Fairuz Zahirah Zihni Hamdan siti.romlah-2019@fh.unair.ac.id Universitas Airlangga ## Abstract This research is discussed by proposing the formulation of the problem what the...
ff2fc615-2f2b-4400-99d5-0af42390bbf3
http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/ptk/article/download/12473/7951
DOI : 10.31604/ptk.v6i4.647-658 PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)│647 ## STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN ETOS KERJA GURU DI SMA BUDI MULIA TELUKJAMBE KARAWANG Safira Sruie Zufari, Acep Nurlaeli, Abdul Kosim Fakultas Agama Islam, Universitas Singaperbangsa Karawang safir...
5d9d5cc5-72d2-4474-8421-87fdd9a6cbc8
https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jmi/article/download/39/38
PEMBUATAN GAME BE A HACKER MENGGUNAKAN APLIKASI MACROMEDIA FLASH 8 Asnawati 1 , Yupianti 2 Dosen Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dehasen Bengkulu ## INTISARI Flash is a multimedia graphics and animation program that can be used interactively to create exciting web applications, but Macromedia as the dev...
5b73f528-1d36-4e20-a442-a1c6b7dbd530
https://journal.trunojoyo.ac.id/metalingua/article/download/9084/5637
## KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MASA PANDEMI PADA SISWA SD NEGERI 02 PENGARASAN KECAMATAN BANTARKAWUNG Tri Andra Yani 1 , Cintya Nurika Irma 2 Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Peradaban Email: triandrayani0803@gmail.com 1, Cintya_nurikairma@yahoo.co.id 2 ## Abstrak Pene...
6ed8c5e6-86c3-4106-855d-4a78db1694f6
https://jurnal.umj.ac.id/index.php/perspektif/article/download/13988/8063
## IMPLEMENTASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK PADA SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH SE-SULAWESI SELATAN Fathur Firman Syeh 1 , Andi Subhan Amir 2 , Nosakros Arya 3 1,2,3 Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin e-mail: 1 syehff18e@student.unhas.ac.id, 2 asa@unhas.ac.id, 3 nosa...
10b998c3-f46a-407c-a945-d405f7e2c5ea
https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/psikologi/article/download/1327/884
ERROR: type should be string, got "https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/psikologi https://doi.org/10.33367/psi.v6i1.1327\n\n## Self-Healing sebagai Metode Pengendalian Emosi\nM. Anis Bachtiar 1 , Aun Falestien Faletehan 2*\n\n## UIN Sunan Ampel Surabaya\nanis.bachtiar@uinsby.ac.id , aunfalestien@uinsby.ac.id *Correspondence\nArticle Information: Received 20 September 2020 Revised 24 April 2021 Accepted 19 May 2021\nKeywords: Emotion management;\nPencak silat; Self-healing; Spiritual development\n\n## Abstract\nThe problems of stress and failure in emotion management among teenagers have always been a major concern among scholars and practitioners. Recent literature has been trying to find the best formula to help teenagers to control their emotions. This study aims to examine the influence of self-healing on teenagers' emotion management. Based on an experimental- quantitative approach including both pre-test and post-test designs, this study details how structured training and practice of self-healing may help individuals in managing their emotions. By taking a research setting in one of the theoretically selected educational institutions, this study periodically tested and observed 40 students as training participants. As a result, apart from demonstrating the uniqueness osf self-healing training which involves spiritual development processes (e.g., pembaiatan, religious learning) and physical exercise (e.g., pencak silat, relaxed breathing training), the findings also show that self-healing has a positive impact on students' ability to control their emotion. Kata Kunci: Pengendalian emosi; Pengembangan spiritual;\nPencak silat; self-healing\n\n## Abstrak\nProblematika stress dan kegagalan pengendalian emosi dikalangan remaja selalu menjadi perhatian utama dikalangan akademisi dan praktisi. Beberapa literatur mutakhir masih berusaha menemukan formula terbaik untuk membantu remaja dalam mengendalikan emosi. Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh self-healing terhadap kemampuan pengendalian emosi remaja. Dengan menggunakan pendekatan eksperimen- kuantitatif berbasis desain pre-test dan post-test , studi ini menjelaskan bagaimana sebuah pelatihan dan praktek self- healing terstruktur bisa membantu seseorang dalam mengendalikan emosi. Melalui pengambilan setting penelitian di salah satu lembaga pendidikan yang sudah terseleksi secara teoritis, studi ini menguji dan mengobservasi 40 siswa sebagai partisipan pelatihan secara berkala. Hasilnya, selain mendemonstrasikan keunikan pelatihan self-healing yang melibatkan proses pengembangan spiritual (misal: pembaiatan, pengajian) dan penguatan raga (misal: pencak silat, pelatihan pernafasan), temuan riset juga menunjukkan bahwa pelatihan self-healing berdampak positif terhadap kemampuan siswa dalam mengendalikan emosinya.\n\n## PENDAHULUAN\nKalangan remaja terutama bagi mereka yang masih berada di bangku sekolah, termasuk kelompok yang rentan mengalami stress (Ben Mabrouk dkk., 2017; Elliott, 2014; Jacob dkk., 2013; van Berkel & Reeves, 2017). Di samping masih berada dalam masa pencarian jati diri yang terkadang membingungkan, mereka juga dituntut untuk bisa berhasil dalam hal akademik dan juga kehidupan sosial (Franco dkk., 2019; Koudela-Hamila dkk., 2020). Banyak dari anak muda yang kemudian gagal dalam mengendalikan emosi akibat tidak bisa membagi waktu antara urusan akademik, kebutuhan sosial, dan keperluan relaksasi (Eltink dkk., 2018; Fogaca, 2021; Lin dkk., 2020), sehingga memicu emosi negatif atau marah yang pada akhirnya memicu penyimpangan buruk di kalangan remaja (Das & Avci, 2015). Secara khusus untuk siswa, penyebab stress biasanya muncul dari faktor terkait akademik, dinamika aktivitas kelompok, relasi sosial, aspek interpersonal, faktor dorongan dan tuntutan personal, dan proses pembelajaran di kelas (Melaku dkk., 2015).\nMelihat peliknya problem pengendalian emosi dikalangan remaja, sejumlah peneliti mengarahkan perlunya manajemen emosi untuk mengurangi tingkatan stress sekaligus bermanfaat untuk membenahi kinerja akademik siswa dan membantu mereka dalam membangun relasi sosial yang positif di lingkungan sekitar (Fogaca, 2021; Moore dkk., 2021). Pengendalian emosi, atau anger management, merupakan skill mereduksi amarah atau stress yang diperlukan semua individu (Kadiyono & Anmarlina, 2016). Amarah adalah emosi yang normal dialami setiap orang (Ayebami & Janet, 2017) dan mencakup banyak perasaan seperti takut, malu, bersalah, tidak berdaya dan lemah. Meskipun kemarahan adalah bagian penting dari fitrah manusia yang terkadang membantu untuk beradaptasi dan bertahan menghadapi tantangan hidup (Pilania dkk., 2015), kecenderungan marah yang tidak terkontrol akan berakibat pada perilaku negatif. Hal ini dikarenakan unsur-unsur emosi marah kebanyakan terdiri dari sifat-sifat negatif dan bisa terekspresikan dalam wujud kekerasan, melukai diri sendiri, dan agresi fisik ataupun verbal sehingga mengganggu orang lain (te Brinke dkk., 2021).\nOleh karenanya, setiap individu sangat penting untuk bisa mengelola emosi secara baik karena kemarahan dan emosi bukanlah sesuatu yang bisa dihilangkan sepenuhnya (Pilania dkk., 2015). Lebih rumit pula dalam mengelola amarah daripada menahan atau membiarkannya mengingat sifat amarah yang mudah naik dan turun; atau moody mengikuti alur situasi yang berkembang di sekitar (te Brinke dkk., 2021). Oleh karenanya, diperlukan banyak metode untuk bisa mengendalikan emosi secara efektif.\nSelf-healing merupakan salah satu metode yang cukup mendapatkan perhatian karena dianggap bisa membantu seseorang untuk mengendalikan emosi dan amarah (Chan dkk., 2013; Crane & Ward, 2016). Self-healing secara harfiah mengandung makna penyembuhan diri, karena kata healing sendiri diartikan sebagai “ a process of cure ”: suatu proses pengobatan/penyembuhan. Self-healing dimaksudkan sebagai suatu proses pengobatan atau penyembuhan yang dilakukan sendiri melalui proses\nkeyakinannya sendiri dan juga didukung oleh lingkungan dan faktor eksternal penunjang (Crane & Ward, 2016). Self-healing sangat berkaitan dengan keyakinan karena konteks self atau diri menjadi elemen yang penting dalam memotivasi kepercayaan diri seseorang. Selain itu, self-healing juga berkaitan dengan komunikasi intrapersonal karena adanya proses dialog internal yang terjadi di dalam ruang self itu sendiri. Self sendiri dapat dibatasi sebagai “ individu known to individual ” yang di dalamnya memuat sejumlah komponen dan proses yang dapat diidentifikasi seperti kognisi, persepsi, memori, rasa/hasrat, motivasi, kesadaran, dan hati nurani (Beck dkk., 2002).\nPenerapan self-healing bisa dalam bentuk praktek individu atau melalui bimbingan secara terstruktur seperti pelatihan (Hongo dkk., 2018). Dalam bentuk yang terakhir tersebut, self-healing bisa dimodifikasi secara komprehensif oleh seorang trainer dan kemudian diajarkan kepada individu-individu lain. Pengembangan pelatihan self-healing bisa bervariasi. Beberapa praktek terkadang memasukkan elemen-elemen pengaya seperti sisi spiritual, pembersihan jiwa, gerak fisik, bela diri, dan sebagainya. Dalam konteks Indonesia, tradisi pencak silat menjadi salah satu budaya dan seni bela diri yang memiliki unsur-unsur self-healing dalam proses pelatihannya . Literatur saat ini belum begitu banyak mengkaji peranan pelatihan self-healing dalam membantu pengendalian emosi di kalangan remaja, terutama melalui kombinasi pelatihan psikis dan fisik secara bersamaan. Oleh karena itu, dengan mengambil setting penelitian pelatihan pencak silat yang dikelola oleh Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa di Jombang, riset ini mengkaji pengaruh pelatihan self-healing (dengan kombinasi pelatihan psikis dan fisik) terhadap kemampuan siswa dalam mengontrol emosi. Hipotesis studi ini menunjukkan bahwa pelatihan self-healing memiliki dampak positif terhadap kemampuan siswa dalam mengendalikan emosi.\n\n## METODE\nMengingat pentingnya upaya pengendalian emosi dikalangan remaja melalui pelatihan self-healing , studi ini didesain untuk mengamati lebih jauh bagaimana dampak pelatihan self-healing terhadap kemampuan remaja dalam mengendalikan emosi. Dengan mengambil setting lokasi di lembaga pendidikan di Jombang, Jawa Timur, studi ini mengambil pendekatan kuantitatif eksperimental untuk menguji proposisi dan keterkaitan pelatihan self-healing terhadap kemampuan remaja dalam mengendalikan emosi.\nStudi ini menggunakan paradigma kuantitatif dengan pendekatan eksperimen pada kelompok tunggal yang menerapkan desain tempo dua tahap: pra test dan post test . Penelitian kuasi eksperimen amat bermanfaat untuk menentukan efek variabel bebas terhadap variabel tergantung, di mana pengaruh variabel-variabel lain dieliminasi sedemikian rupa secara terkontrol (Faisal, 1999). Rancangan kuasi eksperimen dibangun atas dasar materi ekuivalen pada kelompok tunggal.\nData riset berasal dari filter atas beberapa sekolah-sekolah Ma’arif NU di kabupaten Jombang, Jawa Timur yang aktif melakukan pelatihan Pagar Nusa dengan muatan pembelajaran dan praktek self-healing . Dari jumlah populasi sebanyak 426 sekolah, ditemukan 12 sekolah yang aktif mengikuti pelatihan. Kemudian peneliti memilih satu sekolah, yakni SMPNU Mojoagung, sebagai sampel utama dengan dasar tingkat intensitas dalam pelaksanaan pelatihan self-healing. Jumlah siswa yang aktif mengikuti latihan sebanyak 40 siswa. Dalam konteks ini, peneliti menggunakan rancangan sampel non-probabilitas dengan teknik pengambilan purposive sampling , yaitu sampel ditetapkan secara sengaja oleh peneliti dengan didasarkan pada kriteria dan pertimbangan tertentu. Penentuan sampel berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut: (1) kontinuitas dalam pelatihan; (2) usia peserta pelatihan hampir setara; (3) tingkat pendidikan; dan (4) tidak mengikuti kegiatan organisasi bela diri lain.\nDi fase awal dalam memahami nuansa dan profil setting penelitian, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan jajaran pengurus, dewan guru, pelatih dan siswa. Selanjutnya, dalam proses penggalian data, peneliti juga mengamati secara langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh sekolah penyelenggara pelatihan, yang meliputi teknik-teknik pelatihan atau pemberian materi, dan juga reaksi dan praktek dari para siswa di waktu sebelum dan setelah mengikuti pelatihan.\nNamun pada dasarnya, riset ini bertumpu pada data angket yang disebarkan kepada 40 siswa peserta pelatihan sebagai responden. Angket menggunakan tipe pertanyaan pilihan berganda. Jawaban sudah disediakan dalam angket dan para responden tinggal memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan opininya. Responden cukup memberikan tanda X pada jawaban yang sesuai dengan preferensi mereka. Pilihan jawaban terdiri dari empat pilihan: sering/sangat, kadang- kadang, jarang/kurang, dan tidak pernah. Isi angket menjelaskan sembilan indikator untuk mengetahui perubahan emosi: (1) merasa jengkel; (2) merasa gelisah; (3) merasa frustasi karena harus menunggu sesuatu; (4) selalu berfikir negatif; (5) merasa sulit berkonsentrasi; (6) merasa marah; (7) merasa sulit untuk mengambil keputusan; (8) merasa kehilangan rasa humor; dan (9) mengalami ledakan emosi. Indikator ini merupakan adaptasi dari Depression Anxiety Stress Scales (DASS) yang dirancang untuk mengukur besarnya tiga keadaan emosi yang bersifat negatif: depresi, kecemasan, dan stres (Crawford & Henry, 2003).\nProses penggalian data riset ini mencakup empat fase. Fase pertama meliputi seleksi terhadap populasi sekolah yang mengikuti pelatihan Pagar Nusa dengan materi self-healing untuk dijadikan sampel penelitian. Kemudian, fase kedua adalah penyebaran angket sebagai masa pelaksanaan pre-test . Fase ketiga adalah pemberian treatment eksperimental selama delapan minggu dalam bentuk praktek penerapan self- healing , yang kemudian juga dilanjutkan dengan pelaksanaan post-test berupa pertanyaan dalam bentuk angket lanjutan. Dalam fase treatment eksperimental ini, peserta pelatihan diberi materi bela diri fisik dan psikis bermuatan self-healing yang\nmenjadi ciri khas pelatihan Pagar Nusa. Pada akhirnya, fase keempat riset ini adalah analisis atas data yang sudah diperoleh dari pre-test dan post-test . Karena penelitian ini menggunakan paradigma kuantitatif, maka analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dengan rumus (Sudijono, 2012) sebagaimana berikut:\n\n## PAPARAN HASIL\nPelatihan self-healing dalam setting penelitian ini merupakan pengembangan dari pelatihan pencak silat Pagar Nusa yang menjadi tradisi dan program pembinaan siswa Lembaga Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Jombang yang bekerjasama dengan Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa. IPSNU Pagar Nusa adalah satu-satunya wadah yang sah bagi organisasi pencak silat di lingkungan NU berdasarkan keputusan Muktamar. Organisasi ini berstatus lembaga milik NU yang penyelenggaraan dan pertanggungjawabannya sama seperti lembaga–lembaga NU lainnya. Status resmi kelembagaan inilah yang menjadikan seni pelatihan pencak silat Pagar Nusa wajib dilestarikan dan dikembangkan oleh seluruh warga NU. Segala kegiatan yang berhubungan dengan pencak silat seperti pelatihan fisik hingga mental, atau muatan nilai-nilai pendidikan hingga sistem pengamanan, merupakan bidang garapan lembaga ini.\nMateri pelatihan seni bela diri pencak silat Pagar Nusa meliputi beberapa tahapan seperti wawancara, pembaiatan, pengajian, pelatihan pernafasan, dan praktek bela diri atau pencak silat. Berbagai tahapan tersebut diberikan secara holistik dan berkesinambungan. Wawancara adalah tahap awal untuk pengenalan lebih dalam antara instruktur pelatih dengan siswa. Kemudian, pembaiatan adalah proses mengajak peserta untuk mendatangi makam dan kemudian dilakukan perjanjian dan sumpah agar mereka tidak lagi melanggar lima dosa (molimo) yaitu mencuri, berzina, mencandu narkoba, meminum minuman memabukkan, dan bermain judi. Jika melanggar, mereka siap akan menerima hukuman dari organisasi dan juga sanksi transendental dari Allah. Setelah dibaiat, peserta akan mendapatkan pengajian atau pembelajaran agama secara rutin. Proses ini biasa disebut dengan pemberian tausiyah yakni pembelajaran tentang akhlak yang terpuji. Beriringan dengan proses tersebut, peserta juga rutin mendapatkan pelatihan fisik yakni berupa praktek bela diri atau pencak silat dan juga latihan olah pernafasan.\nF P = -------- x 100 %\nN Keterangan :\nP : Persentase\nF : Frekuensi yang dicari\nN : Jumlah responden\nDalam setting penelitian tersebut, studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan praktek self-healing terhadap kemampuan siswa dalam mengendalikan emosinya. Setelah dilakukan pre-test dan post-test , hasil riset menunjukkan beberapa temuan terkait sembilan indikator.\nPerubahan kemampuan siswa dalam menghadapi kebiasaan diri yang selalu merasa jengkel terhadap sesuatu (kondisi sebelum dan setelah test).\nTabel 1. Merasa jengkel (pre-test dan post-test) Alternatif Jawaban N Pre-test Post-test F % F % A. Sering jengkel B. Jengkel C. Agak jengkel D. Tidak jengkel 35 5 87,5 12,5 35 5 87,5 12,5 Jumlah 40 40 100 40 100\nTabel 1 menjelaskan kondisi awal peserta sebelum dilakukan pelatihan dan praktek self-healing yang menggambarkan bahwa sebagian besar responden (87,5%) menyatakan bahwa mereka sering mengalami perasaan jengkel. Sementara itu, terdapat 12,5% responden yang menyatakan bahwa merasa jengkel tapi tidak seberapa sering. Kemudian setelah dilakukan pelatihan dan praktek self-healing, terdapat perubahan signifikan. Sebagian besar responden (87,5%) menyatakan bahwa mereka mengalami perasaan jengkel, dan 12,5% responden menyatakan merasa agak jengkel tapi tidak sering. Sisi positifnya, tidak ada lagi responden yang merasa sering jengkel, seperti yang terjadi dalam fase pre-test yang tampak dalam tabel 1.\nPerubahan kemampuan siswa dalam menghadapi kebiasaan diri yang selalu merasa gelisah ketika merespon sesuatu (kondisi sebelum dan setelah test).\nTabel 2. Merasa gelisah (pre-test dan post-test) Alternatif Jawaban N Pre-test Post-test F % F % A. Sangat gelisah B. Gelisah C. Jarang gelisah D. Tidak gelisah 35 5 87,5 12,5 35 5 87,5 12,5 Jumlah 40 40 100 40 100\nTabel 2 menjelaskan kondisi awal peserta sebelum dilakukan pelatihan dan praktek self-healing yang menggambarkan bahwa sebagian besar responden (87,5%) menyatakan bahwa mereka merasa gelisah sementara hanya 12,5% responden yang menyatakan bahwa mereka jarang merasa gelisah. Kemudian setelah dilakukan pelatihan dan praktek self-healing, terdapat perubahan signifikan. Sebagian besar responden (87,5%) menyatakan bahwa merasa jarang gelisah dan bahkan 12,5% responden menyatakan bahwa mereka tidak lagi merasa gelisah. Sisi positifnya, tidak ada lagi responden yang merasa gelisah, seperti yang terjadi dalam fase pre-test yang tampak dalam tabel 2.\nPerubahan kemampuan siswa dalam menghadapi kebiasaan diri yang selalu merasa frustasi manakala harus menunggu sesuatu (kondisi sebelum dan setelah test).\nTabel 3. Merasa frustasi karena harus menunggu sesuatu (pre-test dan post-test)\nAlternatif Jawaban N Pre-test Post-test F % F % A. Sangat frustasi B. Frustasi C. Jarang frustasi D. Tidak frustasi 35 5 87,5 12,5 10 15 15 25 37,5 37.5 Jumlah 40 40 100 40 100\nTabel 3 menjelaskan kondisi awal peserta sebelum dilakukan pelatihan dan praktek self-healing yang menggambarkan bahwa sebagian besar responden (87,5%) merasa frustasi manakala harus menunggu sesuatu dan sebagian kecil responden (12,5%) menyatakan bahwa mereka jarang mengalami frustasi. Kemudian setelah dilakukan pelatihan dan praktek self-healing, terdapat perubahan yang cukup signifikan. Hanya 25% responden yang menyatakan merasa frustasi, 37,5% responden menyatakan jarang mengalami frustasi, dan 37,5% responden menyatakan tidak lagi merasa frustasi ketika harus menunggu sesuatu. Sisi positifnya adalah adanya penurunan secara signifikan atas jumlah responden yang merasa frustasi ketika di fase pre-test.\nPerubahan kemampuan siswa dalam menghadapi kebiasaan diri yang selalu berfikir negatif (kondisi sebelum dan setelah test).\nTabel 4. Selalu berfikir negatif (pre-test dan post-test) Alternatif Jawaban N Pre-test Post-test F % F % A. Sangat berfikir negatif B. Berfikir negatif C. Jarang berfikir negatif D. Tidak berfikir negatif 35 5 87,5 12,5 15 10 10 5 37,5 25 25 12.5 Jumlah 40 40 100 40 100\nTabel 4 menjelaskan kondisi awal peserta sebelum dilakukan pelatihan dan praktek self-healing yang menggambarkan bahwa sebagian besar responden (87,5%) menyatakan bahwa mereka sering berfikir negatif dan hanya 12,5% responden menyatakan berfikir negatif. Kemudian setelah dilakukan pelatihan dan praktek self- healing, terdapat perubahan yang cukup signifikan. 37,5% responden menyatakan bahwa mereka sering berfikir negatif, 25% responden menyatakan bahwa pernah berfikir negatif, 25% responden menyatakan jarang berfikir negatif, dan sisi positifnya, terdapat 20% responden yang menyatakan bahwa mereka tidak lagi pernah berfikir negatif.\nPerubahan kemampuan siswa dalam menghadapi kebiasaan diri yang merasa sulit berkonsentrasi (kondisi sebelum dan setelah test).\nTabel 5. Merasa sulit berkonsentrasi (pre-test dan post-test) Alternatif Jawaban N Pre-test Post-test F % F % A. Sangat merasa sulit berkonsentrasi B. Merasa sulit berkonsentrasi C. Agak merasa sulit berkonsentrasi D. Tidak merasa sulit berkonsentrasi 35 5 87,5 12,5 20 20 50 50 Jumlah 40 40 100 40 100\nTabel 5 menjelaskan kondisi awal peserta sebelum dilakukan pelatihan dan praktek self-healing yang menggambarkan bahwa sebagian besar responden (87,5%) menyatakan bahwa mereka merasa agak sulit berkonsentrasi dan sebagian kecil responden (22,5%) menyatakan bahwa mereka agak sulit berkonsentrasi. Kemudian setelah dilakukan pelatihan dan praktek self-healing, terdapat perubahan yang signifikan. 50% responden menyatakan agak merasa sulit berkonsentrasi dan 50% responden juga menyatakan bahwa mereka tidak lagi merasa sulit untuk berkonsentrasi.\nPerubahan kemampuan siswa dalam menghadapi kebiasaan diri yang merasa mudah marah (kondisi sebelum dan setelah test).\nTabel 6. Merasa marah (pre-test dan post-test) Alternatif Jawaban N Pre-test Post-test F % F % A. Sangat merasa marah B. Merasa marah C. Agak merasa marah D. Tidak merasa marah 10 25 5 25 62,5 12,5 35 5 87,5 12,5 Jumlah 40 40 100 40 100\nTabel 6 menjelaskan kondisi awal peserta sebelum dilakukan pelatihan dan praktek self-healing yang menggambarkan bahwa 25% responden menyatakan mudah merasa marah, 62,5% responden menyatakan merasa agak mudah marah, dan hanya 12,5% responden menyatakan bahwa meraka tidak mudah merasa marah. Kemudian setelah dilakukan pelatihan dan praktek self-healing, terdapat perubahan yang cukup signifikan. Sebagian besar responden (87,5%) menyatakan bahwa mereka merasa mudah agak marah dan sebagian kecil responden (12,5%) menyatakan bahwa mereka tidak mudah merasa marah lagi.\nPerubahan kemampuan siswa dalam menghadapi kebiasaan diri yang merasa mudah marah (kondisi sebelum dan setelah test).\nTabel 7. Merasa sulit untuk mengambil keputusan (pre-test dan post-test)\nAlternatif Jawaban N Pre-test Post-test F % F % A. Sangat merasa sulit untuk mengambil keputusan B. Merasa sulit untuk mengambil keputusan C. Agak merasa sulit untuk mengambil keputusan D. Tidak merasa sulit untuk mengambil keputusan 35 5 87,5 22,5 5 25 10 12.5 62,5 25 Jumlah 40 40 100 40 100\nTabel 7 menjelaskan kondisi awal peserta sebelum dilakukan pelatihan dan praktek self-healing yang menggambarkan bahwa sebagian besar responden penelitian (87,5%) menyatakan bahwa mereka merasa sulit dalam mengambil keputusan. Selain itu, sebagian kecil dari responden (22,5%) juga menyatakan bahwa mereka agak merasa sulit dalam mengambil keputusan. Kemudian setelah dilakukan pelatihan dan praktek self-healing, 12,5% responden ternyata menyatakan merasa masih sulit mengambil keputusan. Kemudian sebagian besar responden (62,5%) menyatakan merasa agak sulit mengambil keputusan dan 25% responden menyatakan bahwa mereka tidak merasa sulit dalam mengambil keputusan.\nPerubahan kemampuan siswa dalam menghadapi kebiasaan diri yang merasa kehilangan rasa humor (kondisi sebelum dan setelah test).\nTabel 8. Merasa kehilangan rasa humor (pre-test dan post-test) Alternatif Jawaban N Pre-test Post-test F % F % A. Sering merasa kehilangan rasa humor B. Merasa kehilangan rasa humor C. Agak merasa kehilangan rasa humor D. Tidak merasa kehilangan rasa humor 35 5 87,5 22,5 5 10 15 10 12,5 25 37,5 25 Jumlah 40 40 100 40 100\nTabel 8 menjelaskan kondisi awal peserta sebelum dilakukan pelatihan dan praktek self-healing yang menggambarkan bahwa sebagian besar responden (87,5%) menyatakan sering merasa kehilangan rasa humor dan sebagian kecil responden (22,5%) menyatakan bahwa mereka merasa kadang kehilangan rasa humor. Kemudian setelah dilakukan pelatihan dan praktek self-healing, terdapat perubahan yang cukup signifikan. 12,5% responden menyatakan sering merasa kehilangan rasa humor, 25% responden menyatakan merasa kehilangan rasa humor, 37,5% responden menyatakan agak merasa kehilangan rasa humor, dan 25% responden menyatakan tidak merasa kehilangan rasa humor. Dua kelompok responden terakhir adalah kelompok yang baru muncul setelah dilakukan post-test.\nPerubahan kemampuan siswa dalam menghadapi kebiasaan diri yang mengalami ledakan emosi (kondisi sebelum dan setelah test).\nTabel 9. Mengalami ledakan emosi (pre-test dan post-test)\nAlternatif Jawaban N Pre-test Post-test F % F % A. Sering mengalami ledakan emosi B. Mengalami ledakan emosi C. Kadang mengalami ledakan emosi D. Tidak mengalami ledakan emosi 10 15\n10 5 25 37,5\n25\n12,5 35 5 87,5 22,5 Jumlah 40 40 100 40 100\nTabel 9 menjelaskan kondisi awal peserta sebelum dilakukan pelatihan dan praktek self-healing yang menggambarkan bahwa 25% responden menyatakan sering mengalami ledakan emosi, 37,5% responden menyatakan mengalami ledakan emosi, 25% responden menyatakan kadang mengalami ledakan emosi, dan 12,5% responden menyatakan tidak mengalami ledakan emosi. Kemudian setelah dilakukan pelatihan dan praktek self-healing, terdapat perubahan yang cukup mengejutkan. Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana pada tabel 18, sebagian besar 87,5% responden menyatakan bahwa mereka masih sering mengalami ledakan emosi dan 22,5% responden menyatakan mengalami ledakan emosi.\n\n## PEMBAHASAN\nBerdasarkan analisis angket di pre-test dan post-test , secara umum dapat dilihat bahwa memang ada pengaruh positif terhadap kondisi emosional para siswa antara masa sebelum dan masa sesudah mengikuti pelatihan self-healing . Hal ini juga berarti bahwa materi pelatihan self-healing mengandung unsur terapi yang berguna untuk mengelola emosi para siswa. Secara umum, kondisi emosi siswa setelah mengikuti pelatihan tidak sampai pada kondisi yang mengarah pada kecemasan atau depresi.\nTemuan ini mendukung literatur berkembang yang menunjukkan adanya relasi kuat antara self-healing dan anger management . Sebagai misal, self-healing menjadi teknik prioritas dalam pengurangan stress dan menjadi alat manajemen emosi yang relevan bagi beberapa profesi khusus seperti tenaga medis dan mahasiswa keperawatan (Chan dkk., 2013; Crane & Ward, 2016). Studi lain menguraikan percontohan intervensi self-healing pada kasus perawat dan juga pasien yang ternyata dapat membantu mereka dalam mengurangi stres dan kelelahan emosi (Hongo dkk., 2018).\nPada prinsipnya, artikel ini menekankan bahwa penyelesaian manajemen emosi tidak hanya menekankan pada aspek psikologis semata, meskipun stress bermuara dari sisi psikologis. Harus ada keseimbangan dengan mengobati stress melalui penyembuhan psikis dan juga penyegaran fisik. Hal ini mendukung salah satu hasil studi lain yang mengatakan bahwa konsep kesehatan adalah konstruk multidimensional yang meliputi kesehatan fisik, psikis, dan spiritual (Litalien dkk., 2021). Ketika banyak literatur yang menggambarkan bahwa perilaku spiritual lintas agama seperti sholat atau do’a (Achour dkk., 2019) dan meditasi adalah beberapa contoh terapi yang bisa membantu mereduksi stress yang dialami individu, studi ini juga mendukung temuan populer tersebut (Innes & Selfe, 2014; Wongtongkam dkk., 2014). Bahkan studi ini mendemonstrasikan bahwa untuk metode pengendalian stress tidaklah hanya dengan terapi psikologis atau spiritual semata. Harus ada keseimbangan dengan turut menyertakan adanya penyegaran fisik, seperti melalui bela diri atau pencak silat yang sudah dimodifikasi dan diintegrasi dengan elemen spiritual, agar metode pengendalian emosi semakin bisa efektif. Hal ini dilihat dari konstruksi self-healing melalui praktik pencak silat Pagar Nusa yang mendeskripsikan dualitas keseimbangan antara pelatihan rohani dan jasmani.\nMemang, salah satu elemen penting dalam pelatihan bela diri atau pencak silat adalah adanya praktek self-healing . Sebagai salah satu budaya penting di Indonesia, pencak silat merupakan keterampilan bela diri yang memiliki ajaran filosofis yang tinggi. Pencak silat akan berbahaya jika dimiliki dan dikuasai oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Filosofi pencak silat pada hakikatnya adalah mencari kebenaran sejati yaitu pandangan hidup dan kebijaksanaan manusia dalam kaitannya dengan nilai- nilai budaya, kemasyarakatan, moral dan agama yang dihormati masyarakat Indonesia. Seorang pelaku silat dituntut memiliki sikap taqwa, tanggap, kuat, tanggon , dan trengginas . Pencak silat yang bernilai tinggi mengandung materi pendidikan untuk membentuk manusia yang berkarakter baik, berbudi pekerti yang luhur, mampu mengendalikan diri, serta mengamalkan berbagai perbuatan terpuji yang memberi implikasi positif bagi pembentukan diri dan pengembangan masyarakat (Ediyono & Widodo, 2019). Pada intinya, seseorang yang menguasai pencak silat harusnya bisa mengontrol diri dan tidak mudah terbawa amarah.\nFungsi self-healing dalam pelatihan silat begitu nampak jelas seperti pengendalian diri, menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan estetika dengan berpedoman pada moral dan agama. Hal inilah yang menjadi garansi bahwa pelatihan ketrampilan beladiri silat dapat membantu siswa untuk lebih dapat mengendalikan emosi dan mengembangkan sikap toleransi sesama manusia. Inilah yang memungkinkan seseorang terbebas dari berbagai tekanan psikologis dalam hidupnya. Salah satu studi menggambarkan bahwa amat memungkinkan bagi seseorang untuk melatih manajemen emosi dan kecemasan meskipun ia adalah seorang yang memiliki skill bela diri yang mumpuni seperti Taekwondo (Chang & Hwang, 2017).\nSalah satu temuan riset ini cukup mengejutkan manakala siswa peserta pelatihan self-healing tetap gagal mengendalikan ledakan emosi dan sedikit sulit dalam mengambil keputusan setelah mendapatkan treatment. Mereka memang berhasil dalam tujuh indikator lain seperti mengurangi rasa jengkel, marah, gelisah, frustasi, fikiran negatif, kesulitan konsentrasi, dan mudah mengekspresikan rasa humor. Beberapa studi memang menggambarkan bahwa ledakan emosi merupakan sesuatu yang sulit diprediksi dan cenderung menjadi dorongan internal yang bersifat instan dan moody (te Brinke dkk., 2021) dan terkadang setiap individu sesekali pasti merasakan pengalaman ledakan ini. Begitu pula dengan kaitan antara stress and pengambilan keputusan. Beberapa riset mengindikasikan bahwa stres dan beban tambahan pada sistem manusia, yang disebabkan oleh tugas memori kerja paralel, bisa mengganggu proses pengambilan keputusan yang sedang dilakukan individu (Gathmann dkk., 2014; Pabst dkk., 2013).\n\n## SIMPULAN\nStudi yang menekankan pada data pre-test dan post-test dalam praktek self- healing di pencak silat Pagar Nusa ini menghasilkan dua poin penting: 1). Self-healing adalah aktivitas terstruktur yang seimbang dalam hal melibatkan proses pengembangan\nspiritual (misal: pembaiatan, pengajian) dan penguatan raga (misal: pencak silat, pelatihan pernafasan. Berbagai tahapan tersebut diberikan secara holistik dan berkesinambungan. Pelaksanaan pelatihan ini juga menunjang adanya evaluasi atau ujian pada setiap tingkatan materi. Materi ujian adalah seputar isu-isu spiritual keagamaan dan praktik bela diri atau pencak silat. 2). Self-healing memiliki dampak positif terhadap kemampuan siswa dalam mengendalikan emosi. Selain indikator pada ledakan emosi dan kesulitan dalam pengambilan keputusan yang masih dialami peserta setelah post-test, mayoritas siswa menunjukkan indikasi perubahan positif karena bisa menghilangkan indikator-indikator emosi negatif lain seperti merasa jengkel, merasa gelisah, merasa frustasi karena harus menunggu sesuatu, selalu berfikir negatif, merasa sulit berkonsentrasi, merasa marah, dan merasa kehilangan rasa humor.\n\n## DAFTAR PUSTAKA\nAchour, M., Binti Abdul Ghani Azmi, I., Bin Isahak, M., Mohd Nor, M. R., & Mohd Yusoff, M. Y. Z. (2019). Job stress and nurses well-being: Prayer and age as moderators. Community Mental Health Journal , 55 (7), 1226–1235. https://doi.org/10.1007/s10597-019-00410-y\nAyebami, T. V., & Janet, K. (2017). Efficacy of anger management strategies for effective living among adolescents and youths. IFE PsychologIA , 25 (1), 47–58.\nBeck, A., Bennett, P., & Wall, P. (2002). AS Communication Studies: The Essential Introduction . London: Routledge.\nBen Mabrouk, N., Bourgou, S., Staali, N., Hamza, M., Ben Hammouda, A., Charfi, F., & Belhadj, A. (2017). Does gender matter? A comparative study of post- traumatic stress disorder among children and teenager. European Psychiatry , 41 (Supplement), S431. https://doi.org/10.1016/j.eurpsy.2017.01.413\nChan, E. S., Koh, D., Teo, Y. C., Hj Tamin, R., Lim, A., & Fredericks, S. (2013). Biochemical and psychometric evaluation of Self-Healing Qigong as a stress reduction tool among first year nursing and midwifery students. Complementary Therapies in Clinical Practice , 19 (4), 179–183.\nhttps://doi.org/10.1016/j.ctcp.2013.08.001\nChang, D., & Hwang, S. (2017). The development of anger management program based on acceptance and commitment therapy for youth taekwondo players. Journal of Exercise Rehabilitation , 13 (2), 160–167.\nhttps://doi.org/10.12965/jer.1732882.441\nCrane, P. J., & Ward, S. F. (2016). Self-healing and self-care for nurses. AORN Journal , 104 (5), 386–400. https://doi.org/10.1016/j.aorn.2016.09.007\nCrawford, J. R., & Henry, J. D. (2003). The Depression Anxiety Stress Scales (DASS): Normative data and latent structure in a large non-clinical sample. British Journal of Clinical Psychology , 42 (2), 111–131. https://doi.org/10.1348/014466503321903544\nDas, G. Y., & Avci, I. A. (2015). The effect of anger management levels and communication skills of Emergency Department staff on being exposed to violence. Medicinski Glasnik , 12 (1), 99–104.\nEdiyono, S., & Widodo, S. T. (2019). Memahami makna seni dalam pencak silat. Panggung , 29 (3), 299–313. https://doi.org/10.26742/panggung.v29i3.1014\nElliott, G. (2014). Are our kids really that angry? An empirical investigation into adolescent aggression in the South African context (1st ed. NV). Anchor Academic Publishing.\nEltink, E. M. A., Ten Hoeve, J., De Jongh, T., Van der Helm, G. H. P., Wissink, I. B., & Stams, G. J. J. M. (2018). Stability and change of adolescents’ aggressive behavior in residential youth care. Child & Youth Care Forum: Journal of Research and Practice in Children’s Services , 47 (2), 199–217. https://doi.org/10.1007/s10566-017-9425-y\nFaisal, S. (1999). Format-Format Penelitian Sosial . Bandung: Remaja Rosdakarya.\nFogaca, J. L. (2021). Combining mental health and performance interventions: Coping and social support for student-athletes. Journal of Applied Sport Psychology , 33 (1), 4–19. https://doi.org/10.1080/10413200.2019.1648326\nFranco, M., Hsiao, Y.-S., Gnilka, P. B., & Ashby, J. S. (2019). Acculturative stress, social support, and career outcome expectations among international students. International Journal for Educational and Vocational Guidance , 19 (2), 275– 291. https://doi.org/10.1007/s10775-018-9380-7\nGathmann, B., Schulte, F. P., Maderwald, S., Pawlikowski, M., Starcke, K., Schäfer, L. C., Schöler, T., Wolf, O. T., & Brand, M. (2014). Stress and decision making: Neural correlates of the interaction between stress, executive functions, and decision making under risk. Experimental brain research , 232 (3), 957–973. https://doi.org/10.1007/s00221-013-3808-6\nHongo, A., Hashimoto, R., Shibata, K., Miao, T., & Suzuki, M. (2018). Studying how the Self-healing Method can offer new hope for stressed and fatigued caregivers. Impact , 2018 (12), 87–89. https://doi.org/10.21820/23987073.2018.12.87\nInnes, K. E., & Selfe, T. K. (2014). Meditation as a therapeutic intervention for adults at risk for Alzheimer’s disease—Potential benefits and underlying mechanisms.\nFrontiers in psychiatry TA - TT - , 5 , 40.\nhttps://doi.org/10.3389/fpsyt.2014.00040\nJacob, T., EB, I., & Raz, O. (2013). Stress among healthcare students—A cross disciplinary perspective. Physiotherapy theory and practice , 29 (5), 401–412. https://doi.org/10.3109/09593985.2012.734011\nKadiyono, A. L., & Anmarlina, F. (2016). Teknik Yoga sebagai intervensi dalam melakukan anger management pada wanita dewasa awal. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP) , 8 (2), 185–201. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol8.iss2.art3\nKoudela-Hamila, S., Smyth, J., Santangelo, P., & Ebner-Priemer, U. (2020). Examination stress in academic students: A multimodal, real-time, real-life investigation of reported stress, social contact, blood pressure, and cortisol.\nJournal of American College Health , 1–12.\nhttps://doi.org/10.1080/07448481.2020.1784906\nLin, X.-J., Zhang, C.-Y., Yang, S., Hsu, M.-L., Cheng, H., Chen, J., & Yu, H. (2020). Stress and its association with academic performance among dental undergraduate students in Fujian, China: A cross-sectional online questionnaire survey. BMC Medical Education , 20 (1), 181. https://doi.org/10.1186/s12909- 020-02095-4\nLitalien, M., Atari, D. O., & Obasi, I. (2021). The influence of religiosity and spirituality on health in Canada: A systematic literature review. Journal of Religion and Health (In press) . https://doi.org/10.1007/s10943-020-01148-8\nMelaku, L., Mossie, A., & Negash, A. (2015). Stress among medical students and its association with substance use and academic performance. Journal of Biomedical Education , 2015 (3), 1–9. https://doi.org/10.1155/2015/149509\nMoore, M. F., Montgomery, L., & Cobbs, T. (2021). Increasing student success through in-class resilience education. Nurse Education in Practice , 50 , 102948. https://doi.org/10.1016/j.nepr.2020.102948\nPabst, S., Schoofs, D., Pawlikowski, M., Brand, M., & Wolf, O. T. (2013). Paradoxical effects of stress and an executive task on decisions under risk. Behavioral Neuroscience , 127 (3), 369–379. https://doi.org/10.1037/a0032334\nPilania, V. M., Mehta, M., & Sagar, R. (2015). Anger management. Dalam M. Mehta & R. Sagar (Ed.), A Practical Approach to Cognitive Behaviour Therapy for Adolescents (hlm. 109–130). Springer India. https://doi.org/10.1007/978-81-322- 2241-5_6\nSudijono, A. (2012). Pengantar Statistik Pendidikan . Jakarta: Raja Grafindo Persada (Rajawali pers).\nte Brinke, L. W., Schuiringa, H. D., & Matthys, W. (2021). Emotion regulation and angry mood among adolescents with externalizing problems and intellectual disabilities. Research in Developmental Disabilities (In press) , 109 . https://doi.org/10.1016/j.ridd.2020.103833\nvan Berkel, K., & Reeves, B. (2017). Stress among graduate students in relation to health behaviors. College Student Journal , 51 (4), 498–510.\nWongtongkam, N., Ward, P. R., Day, A., & Winefield, A. H. (2014). A trial of mindfulness meditation to reduce anger and violence in Thai youth. International Journal of Mental Health and Addiction , 12 (2), 169–180. https://doi.org/10.1007/s11469-013-9463-0\n"
b827dc45-d703-41c2-ae72-43f68e4cb6f4
https://journal.lembagakita.org/jemsi/article/download/1965/1481
## Analisis Perbandingan Laporan Keuangan Perusahaan Food Solutions (Industri Makanan Dan Minuman) Tahun 2021-2022 Aditya Rais Muhammad Program Studi Magister Manajemen, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia raiz.aditya@gmail.com Savira Ayu Pramesti Program Studi Magister Manajemen, Universitas Sarjanawiyata...
37f47685-8a30-48a5-adda-ad5bb885bccf
https://journal.stiba.ac.id/index.php/bustanul/article/download/374/228
## BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 2 No. 2 (2021): Hal. 348-362 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal.stiba.ac.id ## TINJAUAN FIKIH ISLAM TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG TALAK ## ISLAMIC JURISPRUDENCE VIEW ON LAW NUMBER 1 YEAR 1974 CONCERNING TALAK ## Kasman Bakry Sekolah Tingg...
c7d635c0-81ad-4cde-9693-3d3543f728ea
https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/tekno/article/download/1684/1443
## ANALISIS SISTEM PEMANTAUAN VIDEO MENGGUNAKAN IP CAMERA PADA SUATU UNIT USAHA DI PTN ## Tri Agus Riyadi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma ta_riyadi@staff.gunadarma.ac.id ## Abstrak Sistem pemantauan video dengan menggunakan IP camera pada saat ini sudah banyak diguna...
b4f55f6f-65ff-4e20-87b4-a5fb68d4fc23
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/ujmc/article/download/2674/1799
## Sebuah Karakteristik dari Modul Uniserial dan Gelanggang Uniserial I Gede Adhitya Wisnu Wardhana 1 , Fariz Maulana 2 1 Universitas Mataram, Jl. Majapahit no.62, Mataram, NTB, adhitya.wardhana@unram.ac.id 2 Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa 10, 20120008@mahasiswa.itb.ac.id Abstract. The module is a generalizati...
aa27707f-cdfa-4a5c-bb54-2cb26b511778
https://jurnal.darmaagung.ac.id/index.php/jurnaluda/article/download/4199/3788
History: Received : 25 November 2023 Revised : 10 Januari 2024 Accepted : 29 Februari 2024 Published : 2 M ei 2024 Publisher: LPPM Unive rsitas Darma Agung Licensed: This work is lice nse d unde r Attribution-NonComme rcial-No De rivative s 4.0 Inte rnational (CC BY-NC-ND 4.0) ## Jurnal Darma Agung Volume: 32, N...
c3cc7b52-fd7c-40ec-83f8-553b9074d04a
https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/ekbis/article/download/368/309
## ANALISIS PENGARUH PENGEMBALIAN INVESTASI DAN PENERIMAAN PER SAHAM TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAAN ROKOK DI BURSA EFEK INDONESIA) ## Widyo Nugroho Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100 Depok 16424 widyo@staff.gunadarma.ac.id ## Abstract This research is aimed to show the influence of ...
039ee1b6-6c50-4dcb-8383-724d76874aef
http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/chanos2/article/download/8977/7073
## PERAN UNIT PRAKTEK PEMASARAN “EDU MINAMART” DALAM MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA TARUNA PRODI AGRIBISNIS PERIKANAN POLITEKNIK KP SIDOARJO ## THE ROLE OF MARKETING PRACTICE UNIT “EDU MINAMART” IN IMPROVING TARUNA’S ENTREPRENEURIAL INTEREST, FISHERIES AGRIBUSSINESS STUDY PROGRAM, ## MARINE AND FISHERIES POLY...
15cf3d7d-e05e-41e7-bac2-0e34234e39e6
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/MADANI/article/download/6608/3054
## MADANI Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan Vol 16 No 1 (2024) : Februari 2024 (P-ISSN 2085 - 143X) (E-ISSN 2620 - 8857) ## DAMPAK MONEY POLITIC TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMILU DI DESA LAU CIMBA, KABUPATEN KARO Eka Mei Riska Br Sitepu 1 , Julia Ivanna 2 Universitas Negeri Medan Program Studi Pendi...
6b0afb2f-c5f6-4d9c-9bc6-8730fc158d24
http://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/revelatia/article/download/8713/3458
Rezeki dalam Al-Qur’an (Analisis Perbandingan Tafsir Al-Qur ṭ ubĭ dan Tafsir Al-Azhar) Ika Febriyanti Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember, Email: ikaaafebri@gmail.com ## Putri Purnama Sari Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember, Email: putripurnamasari2404@gmail.c...
458ae2de-f9ad-43b8-822b-551bf8971807
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/download/273/182
DOI: https://doi.org/10.54082/jupin.273 Vol. 4, No. 1, Februari 2024, Hal. 121-128 p-ISSN: 2808-148X https://jurnal-id.com/index.php/jupin e-ISSN: 2808-1366 ## Analisis Indikator Pendidikan di Indonesia Periode 1994 – 2022 Faradiba Faradiba *1 , Marteda Veronika Nomleni 2 1,2 Prodi Pendidikan Fisika, Universitas Krist...
207437af-9a6c-4d14-987c-ee3fcecefa7f
https://journal.stitaf.ac.id/index.php/cendekia/article/download/36/39
## CENDEKIA Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam p-ISSN: 2086-0641 (Print) Volume 08, No. 01, Maret 2016, Hal. 20- 25 e- ISSN: 2685-046X (Online) journal.stitaf.ac.id ## PENGEMBANGAN MODUL MATERI BILANGAN BULAT BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN GARIS BILANGAN Dwi Rosyidatul ...
639e6aab-54e5-4719-98d4-5c90b08d19af
http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/download/3832/2663
Jurnal Analis Laboratorium Medik Avalilable Online http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM © 2023 Jurnal Analis Laboratorium Medik. This is an open accessarticleunder the CC BY-SA license ## ANALISIS LOGAM TIMBAL (Pb) LIPSTIK YANG BEREDAR DI PASAR GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA Bagus Rozaq Sembada 1 , Isnin Aulia...
2967f437-675d-494a-874c-a268807f5c4a
https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/mediasi/article/download/11346/7115
## Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Kinerja Perusahaan Pada UMKM Di Palembang Delfi Panjaitan 1 , Desy Lesmana 2 , Mutiara Maimunah 3 1 Universitas Katolik Musi Charitas, delfianna_panjaitan@yahoo.com 2 Universitas Katolik Musi Charitas, desylesmana@ymail.com 3 Universitas Katolik Musi Charitas, mutiaramai@gmail.com #...
0fd10146-4c00-4951-9087-3d316f338536
https://ojs.dinamikakesehatan.unism.ac.id/index.php/dksm/article/download/487/406
Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10 No. 2 Desember 2019 ( ISSN: 2086-3454 EISSN: 2549-4058) url: http://ojs.dinamikakesehatan.unism.ac.id DOI : https://doi.org/10.33859/dksm.v10i2 Problematika Pernikahan Dini Di Kota Banjarmasin ## Problematika Pernikahan Dini Di Kota Banjarmasin 1 Esti Yuandari...
400be2c7-2731-4167-8842-c0f3a02233c4
https://ejournal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/gikes/article/download/1517/575
Perkembangan kondisi pasien sindrom nefrotik anak setelah pemberian asuhan gizi di Rumah Sakit Umum Dr. Moch. Shaleh Probolinggo Development of the condition of pediatric nefrotik syndrome patients after providing nutritional care at Dr. General Hospital Moch. Shaleh Probolinggo Razita Lauzah Diningrum 1 , Dh...
42c874d5-2eb2-4dd7-ab8e-fa006d590b5c
https://jurnal.uns.ac.id/jdk/article/download/14762/21916
## OPEN ACCESS ## FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PARIWISATA PANTAI DI KABUPATEN PURWOREJO Sri Rahayu Febrianingrum 1 , Nur Miladan 1 , Hakimatul Mukaromah 1 1 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta ## Abstrak Kabupaten Purworejo memiliki pantai ya...
7825cb00-412f-481b-a715-63f77cc2a615
https://journal.undiknas.ac.id/index.php/parta/article/download/3351/1042
## PARTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat http://journal.undiknas.ac.id/index.php/parta. Volume 2 | Nomor 2 | Desember | 2021 PENGEMBANGAN MODUL SUMBER DAYA MANUSIA DI KUSAMBA ## Ni Kadek Sukma Juninten Universitas Pendidikan Nasional Keywords : Kusamba, Strategi, Pengelolaan Sumber Daya Manusia ## Corespondensi...
0659e59d-3c13-49f1-a638-a090cc27adb9
https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/article/download/386/285
## EKSPRESI SENI Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Available online at:https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi Hal| 45 KEKOMPAKAN DAN KEBERSAMAAN ANTAR SISWA YANG DIBANGUN MELALUI LAGU-LAGU DALAM BINSIK SIANG ## Amor Seta Gilang Pratama Fakultas Ilmu Budaya -Universitas Negeri Jambi Jl. Lintas...
d71082d1-0ff2-4eaa-88d9-9624cd4b92c0
https://ejournal.pelitaindonesia.ac.id/ojs32/index.php/JOISIE/article/download/3882/1564
## PENERAPAN ALGORITMA BACKPROPAGATION DALAM MEMPREDIKSI JUMLAH JAMAAH HAJI PEMATANG SIANTAR Humaidi Hambali 1 , M. Safii 2 1,2 Ilmu Komputer, STIKOM Tunas Bangsa, Pematang Siantar, Jl. Kartini, Proklamasi, Kec. Siantar Bar., Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara email: aliesp241@gmail.com 1 , m.safii@amiktunasbangsa....
20f2a409-44da-47fe-b14a-3ad748723f94
https://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalikt/article/download/35315/25210
ERROR: type should be string, got "https://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalikt\ne-ISSN : 2620-309X\n\n## KLASIFIKASI HABITAT BENTIK ATOL KALEDUPA TAMAN NASIONAL WAKATOBI DENGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE\n\n## BENTHIC HABITAT CLASSIFICATION OF ATOL KELEDUPA WAKATOBI NATIONAL PARK USING SUPPORT VECTOR MACHINE ALGORITHM\nAlim Setiawan 1,4* , Vincentius P. Siregar 2 , Setyo B. Susilo 2 , Ani Mardiastuti 3 & Syamsul B. Agus 2\n1 Program Studi Teknologi Kelautan, Sekolah Pascasarjana, IPB, Bogor, 16680, Indonesia\n2 Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakulas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, Bogor, 16680, Indonesia\n3 Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University, Bogor, 16680, Indonesia\n4 Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau, 93711, Indonesia *E-mail: alimkaledupa@gmail.com\n\n## ABSTRACT\nKaledupa Atoll is one of the areas designated as a marine protection zone and local use zone in Wakatobi National Park. Spatial information on the benthic habitat of Kaledupa Atoll is very limited so that this information is expected to be a support in strategies and efforts to conserve marine biodiversity. This study aims to map the benthic habitat of Kaledupa Atoll using a pixel-based and object-based guided classification method/OBIA with a support vector machine (SVM) algorithm. The data used is the Sentinel-2 satellite image with a spatial resolution of 10 x10 m which was acquired on November 4, 2019. Observations of benthic habitats were carried out directly at the study site by placing quadrant transects and taking points on the dominant or homogeneous habitat area. The transect used is 100 x 100 cm2. Image classification uses thematic layer input from field data. The results of the classification of benthic habitats are grouped into six classes. Based on the OBIA method, benthic habitats can be mapped with an accuracy rate of 78.1%, while the pixel-based classification has an overall accuracy of 61.8%. Classification of benthic habitats with the SVM algorithm using the OBIA method provides better information than the pixel-based method.\nKeywords: benthic habitat, Kaledupa Atoll, sentinel-2 satellite, Wakatobi\n\n## ABSTRAK\nAtol Kaledupa merupakan salah satu kawasan yang dijadikan sebagai zona perlindungan bahari dan zona pemanfaatan lokal di Taman Nasional Wakatobi. Informasi spasial habitat bentik sangat terbatas sehingga penelitian ini diharapkan menjadi pendukung dalam strategi dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati laut Atol Kaledupa. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan habitat bentik Atol Kaledupa dengan menggunakan metode klasifikasi terbimbing berbasis piksel dan objek/OBIA dengan algoritma support vector machine (SVM). Data yang digunakan adalah citra satelit Sentinel-2 dengan resolusi spasial 10 x10 m yang diakuisisi pada tanggal 4 Nopember 2019. Pengamatan habitat bentik dilakukan secara langsung di lokasi penelitian dengan meletakkan transek kuadran dan mengambil titik pada area habitat yang dominan atau homogen. Transek yang digunakan berukuran 100 x 100 cm 2 . Klasifikasi citra menggunakan input themathic layer dari data lapangan. Hasil klasifikasi habitat bentik dikelompokan menjadi 6 kelas. Habitat bentik dapat dipetakan menggunakan metode OBIA dengan tingkat akurasi sebesar 78,1% sedangkan klasifikasi berbasis piksel memiliki akurasi keseluruhan 61,8%. Klasifikasi habitat bentik dengan algoritma SVM menggunakan metode OBIA memberikan informasi yang lebih baik dibandingkan dengan metode berbasis piksel.\nKata Kunci: Atol Kaledupa, habitat bentik, satelit sentinel-2, Wakatobi\n\n## I. PENDAHULUAN\nPemanfaatan ekosistem pesisir yang berlebihan serta perubahan iklim dapat memicu terjadinya degradasi pada sumberdaya terumbu karang (Mora et al. , 2008; Hoegh & Guldberg, 2011; Bruno & Valdivia, 2016; Hoegh-Guldberg et al ., 2017; Roth et al., 2018; Bruno et al ., 2019;\nAbelson, 2020). Kondisi ini dapat menurunkan kelimpahan dan keanekaragaman ikan di habitat bentik seperti perkembangan hidup dan migrasi ikan ke tempat lain (Wilson et al ., 2010; Brandl et al ., 2016; Mellin et al ., 2016; McCormick et al ., 2017; Rogers et al ., 2018). Terumbu karang Atol Kaledupa merupakan salah satu lokasi terumbu karang yang mendapatkan tekanan. Penetapan Atol Kaledupa sebagai Zona Perlindungan Bahari melalui Keputusan Direktur\nJenderal Perlindungan Hutan Konservasi\nAlam (PHKA) No. SK. 149/IV-KK/2007 tanggal 23 Juli 2007 merupakan salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan ancaman terhadap habitat bentik di atol tersebut.\nHabitat bentik berperan penting sebagai tempat tinggal maupun tempat berlindung bagi organisme laut dan berfungsi sebagai penangkap sedimen, pendaur zat hara, serta pelindung bagi ekosistem laut (Galparsoro & Uyarra, 2014). Fungsi yang disediakan oleh habitat bentik jika dikonversikan dalam bentuk nominal uang dapat mencapai 25.079 USD/ha (Fourqurea et al ., 2014). Informasi spasial (peta) bentik habitat sangat diperlukan untuk mendukung strategi dan upaya dalam pelestarian keanekaragaman hayati laut di Atol Kaledupa. Pemetaan habitat bentik yang akurat merupakan salah satu upaya pengelolaan yang efektif terhadap ekosistem pesisir. Pendekatan terbaik dalam mendapatkan informasi tersebut adalah dengan menggunakan data satelit penginderaan jauh (Kachelriess et al., 2014; Ouellette & Getinet, 2016; Bauer, 2020; Randin et al., 2020). Penginderaan jauh\ndapat merekam permukaan bumi pada wilayah yang luas serta sulit dijangkau dan juga menyediakan data citra terbaru dengan waktu perekaman yang berbeda sehingga memungkinkan analisi secaara multi-waktu (Lillesand & Kiefer, 1999).\nPemetaan habitat bentik memiliki beberapa keterbatasan dalam penerapannya, diantaranya adalah pengaruh kedalaman dan kekeruhan perairan (Gao, 2009; Green et al ., 2000; Zheng et al. , 2016; McCarthy et al.,\n2017; Kuhn et al. , 2019). Gangguan sun- glint dan pengaruh kedalaman pada reflektan dasar perairan sangat berpengaruh terhadap interpretasi citra, seperti pada pemetaan kualitas air, batimetri dan dasar laut pada perairan dangkal (Mumby et al ., 1997, 1978; Hedley et al ., 2005; Zoffoli et al ., 2014; Anggoro et al ., 2016; Hafizt et al ., 2017; Harmel et al ., 2018; Wicaksono et al., 2019; Vahtmäe et al ., 2020). Permasalahan lain adalah penentuan metode klasifikasi citra dengan berbagai algoritma memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dari peta yang akan dihasilkan (Li & Guo, 2013; Brovelli et al., 2015). Penelitian pemetaan habitat bentik perairan dangkal akan lebih baik jika dilakukan pada lingkungan yang memiliki kecerahan dan kejernihan suatu perairan dan menerapkan metode klasifikasi citra satelit dengan tingkat akurasi yang lebih baik. Oleh karenanya, pada penelitian ini melakukan perbandingan penerapan metode klasifikasi dengan algoritma yang sama untuk memberikan informasi habitat perairan dangkal\nKlasifikasi citra satelit secara umum dapat dilakukan dengan dua metode atau pendekatan yaitu metode berbasis piksel dan berbasis objek. Teknik klasifikasi berbasis piksel merupakan teknik klasifikasi yang telah lama digunakan dan dianggap paling mapan, akan tetapi untuk menemukan kelas yang terdistribusi secara normal masih sulit. Sementara klasifikasi digital berbasis objek adalah metode dengan paradigma baru yang telah memperlihatkan akurasi yang lebih baik dalam mengklasifikasi habitat perairan\ndangkal (Zhang et al., 2013; Pragunanti et al., 2020).\nTerdapat beberapa algoritma yang dapat digunakan antara lain adalah Support Vector Machine (SVM), k-Nearest Neighbors (kNN), Decision Trees (DT) dan Random Forest (RF). Algoritma SVM dinilai dapat memberikan hasil yang cukup baik dalam pemetaan ekosistem pesisir (Vidya et al ., 2014; Madanguit et al ., 2017; Mastu et al ., 2018). Tujuan penelitian ini adalah memetakan habitat bentik Atol Kaledupa dengan membandingkan metode klasifikasi berbasis piksel dan berbasis objek menggunakan algoritma SVM.\n\n## II. METODE PENELITIAN\n\n## 2.1. Waktu dan Lokasi\nPenelitian ini dilaksanakan pada musim peralihan antara barat – timur (bulan Maret – Mei tahun 2019). Hal ini dikarenakan pada musim ini kondisi perairan\ncukup tenang, jernih dan teduh sehingga memungkinkan untuk melakukan kegiatan penelitian. Lokasi penelitian ini adalah di Atol Kaledupa Taman Nasional Wakatobi. Atol Kaledupa merupakan salah satu atol di sebelah selatan Pulau Kaledupa. Secara geografis Atol Kaledupa terletak di 05.7481°S dan 123.6959° E (Gambar 1).\n\n## 2.2. Bahan dan Data\nCitra Satelit yang digunakan adalah citra satelit multispektral Sentinel-2A. Citra satelit ini diperoleh secara gratis dan diunduh dari website ESA Copernicus (https://scihub.copernicus.eu/dhus/#/home) yang diakuisisi pada tanggal 4 Nopember 2019. Citra Sentinel-2A terdiri dari 13 band spektral dengan resolusi spasial 10 m sebanyak 4 band (B2, B3, B4, B8); 20 m sebanyak 6 band (B5, B6, B7, B8A, B11, B12); dan 60 m sebanyak 3 band (B1, B9, B10).\nGambar 1. Peta lokasi penelitian; titik merah lokasi sampling habitat bentik.\nTitik pengamatan Habitat bentik\nPengamatan habitat bentik dilakukan secara langsung di lokasi penelitian dengan meletakkan transek kuadran dan memgambil titik pada area habitat yang dominan atau homogen. Transek yang digunakan berukuran 100 x 100 cm 2 . Data dari lokasi pengamatan terdiri dari 430 stasiun yang dibagi menjadi dua bagian yaitu sebagai acuan pada proses klasifikasi citra dan sebagai masukan untuk uji akurasi. Penentuan titik pengamatan didasarkan pada metode random sampling. Lokasi yang direncanakan menyebar di beberapa sisi Atol, namun pada kenyataannya terdapat beberapa lokasi yang sulit untuk dijangkau. Keterbatasan waktu dan juga kondisi perairan sangat berpengaruh dalam kegiatan lapangan seperti gelombang dan arus yang cukup kuat merupakan penghambat terbesar dalam mengambil sampel terutama pada titik yang berdekatan dengan laut lepas.\n\n## 2.3. Analisis Data\n2.3.1. Skema Klasfikasi Pemetaan\nhabitat bentik membutuhkan skema klasifikasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Skema klasifikasi merupakan kategori-kategori untuk mengelompokkan nilai piksel ke dalam kelas-kelas tertentu. Pembuatan skema klasifikasi dilakukan dengan mengacu pada prinsip tutupan habitat bentik dominan (Green et al., 2000). Penentuan skema klasifikasi habitat bentik sampai saat ini belum memiliki ketentuan atau standarisasi yang baku, sehingga penamaan kelas habitat bentik disesuaikan dengan komposisi penyusun habitat bentik dominan yang teramati di lapangan.\n\n## 2.3.2. Pra Pengolahan dan Klasifikasi\nCitra Pra pengolahan citra meliputi pemotongan citra, koreksi sun-glint dan koreksi kolom air. Citra Sentinel-2A level- 1C yang digunakan sudah terkoreksi atmosferik dan geometrik. Gangguan sun- glint diperbaiki dengan mengacu pada\n(Mobley, 1994). Penghapusan gangguan kolom air dilakukan dengan menggunakan Algoritma Depth Invariant Index (DII) (Lyzenga, 1978; Lyzenga, 1981). Proses pra pengolahan citra menggunakan perangkat ENVI 5.2.\nKlasifikasi dalam pendekatan berbasis piksel dan berbasis objek dilakukan menggunakan algoritma SVM. Algoritma klasifikasi ini berdasarkan prinsip linear classfier yang tergolong klasifikasi machine learning. Fungsi kernel rbf SVM dilakukan menggunakan persamaan (Vapnik, 1982):\n) ................................ (1)\nKeterangan: x merepresentasikan vektor dari setiap data, σ merepresentasikan jumlah derajat dari fungsi polynomial\nKlasifikasi berbasis piksel dilakukan dengan klasifikasi terbimbing (supervised classification). Perangkat lunak yang digunakan adalah QGIS 3.2.3 dengan Plugin Dzetsaka Tools. Klasifikasi berbasis objek dilakukan dengan tahapan yaitu segmentasi citra satelit menggunakan algoritma segmentasi multi-resolution segmentation (MRS). Proses segmentasi objek didasarkan pada parameter ukuran atau skala (scale), bentuk (shape), dan kekompakan atau compactness (Navulur, 2007). Selanjutnya adalah tahap klasifikasi yang digunakan untuk menetapkan kategori objek setiap segmen menggunakan algoritma machine learning SVM berdasarkan atribut kelas skema klasifikasi yang dikembangkan dari data lapangan dengan menerapkan teknik klasifikasi\nterbimbing. Klasifikasi\nterbimbing\nmerupakan\nproses pengelompokkan piksel pada citra menjadi beberapa kelas tertentu dengan berdasarkan pada statistik sampel piksel (training) atau region of interrest (daerah uji) yang ditentukan oleh pengguna sebagai acuan.\n\n## 2.4. Uji Akurasi\nUji akurasi dilakukan terhadap hasil klasifikasi habitat bentik untuk mengetahui\ntingkat akurasi dari kedua teknik klasifikasi yang diterapkan. Uji akurasi yang umum dilakukan pada data hasil klasifikasi penginderaan jauh adalah matriks kesalahan/confusion matrix. Hal ini dilakukan dengan membandingkan hasil klasifikasi terhadap kelas atau objek sebenarnya yang diperoleh berdasarkan pengamatan secara langsung di lapangan (Wahidin et al., 2015). Uji akurasi yang digunakan mengacu pada metode (Congalton & Green, 2009) yang komponennya terdiri dari Overall Accuracy (OA), Producer Accuracy (PA), User Accuracy (UA). Adapun perhitungan akurasi dilakukan dengan persamaan sebagai berikut: ................... (2) ................... (3) ............................ (4)\nAkurasi kedua metode klasifikasi yang digunakaan dinilai dari matriks kesalahan dengan menggunakaan uji-Z berbasis KHAT atau uji statistic K (Kappa). Uji Z statistik untuk menguji jika dua error matrix independen berbeda secara signifikan.\n\n## III. HASIL DAN PEMBAHASAN\n\n## 3.1. Skema Klasifikasi\nSkema klasifikasi menghasilkan kelompok kelas habitat bentik dengan frekuensi kehadiran minimal 4% (Green et al., 2000). Kelas dari skema klasifikasi yang tidak memenuhi nilai frekuensi kehadiran minimal dari data input, selanjutnya dikelompokkan pada kelas yang hampir sama dengan kelas yang telah dibentuk. Sampai saat ini penamaan kelas habitat bentik belum memiliki standardisasi yang baku, sehingga disesuaikan dengan komposisi penyusun habitat bentik dominan yang teramati di lapangan. Beberapa\npenelitian sebelumnya telah banyak dilakukan dan menghasilkan skema klasifikasi atau jumlah kelas yang berbeda- beda (Phinn et al., 2011; Zhang et al ., 2013; Wahidin et al., 2015; Sugara et al ., 2020;\nSiregar et al ., 2020).\nPersentase nilai frekuensi kehadiran komponen bentik berkisar antara 1 - 30% (Gambar 2). Habitat bentik kelas Lamun merupakan komponen habitat dengan persentase tertinggi yaitu 30%. Komponen habitat bentik dengan persentase terendah adalah kelas Rubble Karang Hidup yaitu 1%. Komponen habitat bentik lainnya secara berturut-turut adalah Pasir (29%), Karang Hidup (17%), Pasir Rubble (9%), Lamun Karang Hidup (6,0%), Pasir Karang Hidup (5%), Rubble (3%), Rubble Karang Hidup (1%). Komponen bentik Rubble dan Rubble Karang Hidup dengan persentase kehadiran masing-masing 3% dan 1% tidak disertakan dalam analisis pengelompokan untuk pengembangan skema klasifikasi. Komponen habitat bentik di Atol Kaledupa dikelompokkan menjadi 6 kelas. Distribusi habitat bentik yang ditemukan terdiri dari Karang Hidup (KH), Pasir (P), Lamun (L), Pasir Karang Hidup (PKH), Lamun Karang Hidup (LKH), dan Pasir Rubble (PR). Kelas- kelas ini merupakan komponen kelas habitat bentik yang memiliki frekuensi kehadiran lebih dari 4%. Kelas Rubble dan Rubble Karang Hidup tidak digunakan dalam proses klasifikasi karena memiliki frekuensi kehadiran kurang dari 4%. Pengelompokan kurang dari 4% sebaiknya dihilangkan dan tidak digunakan dalam penentuan jumlah kelas habitat pada proses klasifikasi dan validasi objek (Green et al., 2000).\n\n## 3.2. Klasifikasi Berbasis Piksel dan Objek\nCitra Satelit Sentinel 2 yang telah terkoreksi kolom air digunakan dalam proses klasifikasi. Klasifikasi berbasis piksel menggunakan metode klasifikasi terbimbing dengan algoritma SVM menunjukkan habitat bentik kelas Pasir (P) merupakan yang paling\nGambar 2. Persentase frekuensi kehadiran komponen habitat bentik.\nmendominasi di sepanjang Atol Kaledupa dengan luas sebesar 5064,8 ha. Kelas Pasir Rubble (PR) merupakan kelas dengan luasan area paling kecil 368,69 ha. Kelas lain mempunyai luas berturut-turut Karang Hidup (H) 4742,16 ha; Lamun Karang Hidup (LKH) 4693,59 ha; Lamun (L) 3953,81 ha; dan Pasir Karang Hidup (PKH) 3152,05 ha (Gambar 3A).\nKlasifikasi berbasis objek dilakukan dengan menggunakan metode multiresolution segmentation (MRS) scale parameter 10, shape 0,02 dan compactness 0,98 . Sampai saat ini belum ada framework teoritis tentang parameter segmentasi sehingga parameter-parameter segmentasi tiap level melalui metode try and error. Keseluruhan objek segmentasi kelas habitat bentik menghasilkan 547004 objek. Objek yang dihasilkan tersebut selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan data skema klasifikasi yang telah dibuat pada penelitian ini dengan menggunakan algoritma SVM.\nKlasifikasi berbasis objek menghasilkan kelas Lamun (L) mendominasi di Atol Kaledupa dengan luas sebesar 4468,86 ha. Kelas habitat dengan luas terkecil adalah Pasir Rubble (PR) sebesar 2414,61 ha. Kelas Pasir (P) 4300,42 ha; Karang Hidup (KH) 4385,9 ha; Pasir Karang Hidup (PKH) 3925,81 ha; Lamun Karang Hidup 2608 ha dan Pasir Rubble (PR) 2414,61 ha (Gambar 3B).\nKlasifikasi berbasis objek memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan klasifikasi berbasis piksel. Keunggulan klasifikasi berbasis objek adalah menggunakan tiga parameter utama sebagai pemisah objek, yaitu scale, shape, compactness sehingga dalam mengekstraksi tutupan habitat bentik dari citra satelit pada pemisahan antar objek menjadi sangat akurat dan presisi. Selain itu klasifikasi objek memiliki kelebihan dalam efisiensi waktu pengerjaan. Klasifikasi berbasis piksel kelas Lamun Karang Hidup (LKH) merupakan kelas yang mengandung banyak kesalahan klasifikasi, karena setelah dilakukan klasifikasi berbasis objek terdapat kelas lamun yang juga berada pada kelas tersebut. Beberapa kelas lain seperti kelas pasir karang hidup dan kelas lamun terdapat pada kelas pasir. Klasifikasi berbasis piksel memiliki kelemahan dalam pemisahan kelas pada citra resolusi tinggi. Kelemahan klasifikasi berbasis piksel untuk pengolahan citra resolusi tinggi dapat diantisipasi dengan memanfaatkan klasifikasi berorientasi objek (Kux & Pinho, 2006).\n\n## 3.3. Uji Akurasi\nHasil uji akurasi dari klasifikasi berbasis piksel dan objek memiliki perbedaan nilai Overall Accuracy (OA). Metode klasifikasi berbasis objek menghasilkan tingkat akurasi yang lebih baik\nGambar 3. Hasil klasifikasi habitat bentik; (A) Berbasis piksel dan (B) Berbasis objek. dibandingkan dengan klasifikasi berbasis piksel dengan nilai OA masing-masing klasifikasi 78,1% berbanding 61,8 %. Nilai akurasi klasifikasi dengan metode confusion matriks disajikan pada Tabel 1.\nKlasifikasi berbasis piksel menghasilkan 4 kelas habitat yang bercampur pada kelas lain yaitu kelas Pasir Rubble yang masuk pada kelas Lamun dan kelas Pasir Karang Hidup dan Lamun Karang Hidup atau sebaliknya yang menyebabkan pada 4 kelas ini diperoleh akurasi UA dan PA menjadi rendah dari 48%-76%. Akurasi tersebut mengindikasikan bahwa terdapat kemiripan nilai spektral pada kelas tersebut sehingga menyebabkan terjadi\nkesalahan klasifikasi. Klasifikasi berbasis objek menghasilkan 3 kelas yang bercampur diantaranya adalah kelas Pasir Rubble yang masuk pada kelas Lamun dan Karang Hidup atau sebaliknya diperoleh akurasi UA dan PA menjadi rendah dari 54%-72%. Klasifikasi berbasis obyek mempunyai kelebihan dengan homogenitas obyek yang tinggi, batas antara kelas yang jelas dan tegas, serta akurasi yang tinggi walau masih ada kesalahan pada beberapa kelas penutupan (Manula et al., 2016).\nPerbandingan antara dua atau lebih akurasi pemetaan pada klasifikasi citra diketahui melalui analisis Kappa dan Z- test. Nilai varian Kappa yang tertinggi yaitu\nTabel 1. Hasil penilaian uji akurasi klasifikasi berbasis piksel dan objek berdasarkan nilai Producer Accuracy (PA) dan User Accuracy (UA).\nKelas Habitat Bentik Klasifikasi Berbasis Piksel Klasifikasi Berbasis Objek PA (%) UA (%) PA (%) UA (%) Karang Hidup (KH) 51,4 51,4 70,2 74,2 Pasir Rubble (PR) 85 48,5 86,3 54,2 Lamun (L) 44,4 91,4 72,5 82,8 Pasir Karang Hidup (PKH) 76,9 57,1 87,8 82,8 Lamun Karang Hidup (LKH) 76,6 65,7 85,3 1,00 Pasir (P) 84,3 67,5 80,9 85,0 Overal Accuracy (%) 61,8 78,1 0,001721 pada klasifikasi berbasis objek dan yang terendah adalah 0,00028 pada klasifikasi berbasis piksel. Matriks kesalahan klasifikasi berbasis piksel dan objek dengan algoritma SVM diperoleh nilai Z 4,357, kedua klasifikasi tersebut dapat dikatakan berbeda signifikan. Nilai Z statistik dikatakan berbeda signifikan jika hasil Z statistik lebih besar dari 1,96 (Congalton & Green, 2009).\n\n## IV. KESIMPULAN\nKlasifikasi habitat bentik dengan algoritma Support Vector Machine (SVM) dengan menggunakan metode berbasis objek mampu memberikan informasi yang lebih baik dibandingkan dengan metode berbasis piksel. Habitat bentik Atol Kaledupa dapat dipetakan dengan baik menggunakan data Sentinel-2 untuk 6 kelas habitat. Overall Accuracy dari kedua metode, klasifikasi berbasis objek memiliki akurasi lebih tinggi (78,1%) dibandingkan dengan klasifikasi berbasis piksel (61,8%). Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kedua metode klasifikasi berbeda signifikan.\n\n## UCAPAN TERIMA KASIH\nPenulis mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi melalui program bantuan penelitan pascasarajana mahasiswa Wakatobi, Balai\nTaman Nasional Wakatobi atas bantuan peralatan dan fasilitas selama proses pengambilan data lapangan, serta teman- teman yang telah ikut membantu dalam pengambilan data lapangan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada reviewer yang telah memberikan masukan untuk kesempurnaan paper ini.\n\n## DAFTAR PUSTAKA\nAbelson, A. 2020. Are we sacrificing the future of coral reefs on the altar of the “climate change” narrative?. ICES J. of Marine Science , 77(1): 40-45. https://doi.org/10.1093/icesjms/fsz226 Anggoro, A., V.P. Siregar, & S.B. Agus. 2016. The effect of sunglint on benthic habitats mapping in Pari Island using worldview-2 imagery.\nProcedia\nEnvironmental Sciences, 33: 487-495.\nhttps://doi.org/10.1016/j.proenv.2016.0\n3.101\nBauer, M.E. 2020. Remote sensing of environment: history, philosophy, approach and contributions, 1969– 2019. Remote Sensing of Environment ,\n237: 111522.\nhttps://doi.org/10.1016/j.rse.2019.1115\n22 Brandl, S.J., M.J. Emslie, D.M. Ceccarelli, & T.Z. Richards. 2016. Habitat degradation increases functional\noriginality in highly diverse coral reef\nfish assemblages. Ecosphere, 7(11): e01557. https://doi.org/10.1002/ecs2.1557 Bruno, J.F. & A. Valdivia. 2016. Coral reef degradation is not correlated with local human population density. Scientific Reports, 6(1): 1-8. https://doi.org/10.1038/srep29778 Bruno, J.F., I.M. Côté & L.T. Toth. 2019. Climate change, coral loss, and the curious case of the parrotfish paradigm: Why don't marine protected areas improve reef resilience?. Annual review of marine science , 11: 307-334. https://doi.org/10.1146/annurev- marine-010318-095300\nBrovelli, M.A., M.E. Molinari, E. Hussein, J. Chen & R. Li. 2015. The first comprehensive accuracy assessment of GlobeLand30 at a national level: Methodology and results. Remote Sensing , 7(4): 4191-4212. https://doi.org/10.3390/rs70404191\nCongalton, R.G. & K. Green. 2008.\nAssessing the accuracy of remotely sensed data: principles and practices. CRC Taylor & Francis Group. 183 p. Fourqurean, J.W., C.M. Duarte, H. Kennedy,\nN. Marbà, M. Holmer, M.A. Mateo, E.T. Apostolaki, G.A. Kendrick, D. Krause-Jensen & K.J. Mcglathery.\n2012. Seagrass ecosystems as a globally significant carbon stock. Nature Geoscience, 5: 505-509. https://doi.org/10.1038/ngeo1477\nGalparsoro, I., A. Borja, & M.C. Uyarra.\n2014. Mapping ecosystem services provided by benthic habitats in the European North Atlantic Ocean. Frontiers in Marine Science , 1: 1-14. https://doi.org/10.3389/fmars.2014.000 23\nGao, J. 2009. Bathymetric mapping by means of remote sensing: methods, accuracy and limitations. Progress in Physical Geography, 33(1): 103-116. https://doi.org/10.1177/030913330910 5657\nGreen, E., P. Mumby, A. Edwards, & C.\nClark. 2000. Remote sensing: handbook for tropical coastal management. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).\nHafizt, M., M.D.M. Manessa, N.S. Adi, & B.\nPrayudha. 2017. Benthic habitat mapping by combining lyzenga’s optical model and relative water depth model in Lintea Island, Southeast Sulawesi. Earth and Environmental Sciences , (98): 012037.\nhttps://doi.org/10.1088/1755- 1315/98/1/012037\nHarmel, T., M. Chami, T. Tormos, N. Reynaud, & P.A. Danis. 2018. Sunglint correction of the Multi-Spectral\nInstrument\n(MSI)-SENTINEL-2\nimagery over inland and sea waters from SWIR bands. Remote Sensing of Environment , 204: 308-321. https://doi.org/10.1016/j.rse.2017.10.0 22\nHedley, J.D., A.R. Harborne, & P.J. Mumby. 2005. Simple and robust removal of sun glint for mapping shallow‐water benthos. International Journal of Remote Sensing , 26(10): 2107-2112. https://doi.org/10.1080/014311605000 34086\nHoegh-Guldberg, O. 2011. Coral reef ecosystems and anthropogenic climate change. Regional Environmental\nChange , 11(1): 215-227.\nhttps://doi.org/10.1007/s10113-010-\n0189-2\nHoegh-Guldberg, O., E.S. Poloczanska, W. Skirving, & S. Dove. 2017. Coral reef ecosystems under climate change and ocean acidification. Frontiers in Marine Science, 4(158): 1-20.\nhttps://doi.org/10.3389/fmars.2017.001\n58\nKachelriess, D., M. Wegmann, M. Gollock,\n& N. Pettorelli. 2014. The application of remote sensing for marine protected\narea management. Ecological\nIndicators, 36: 169-177 https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2013. 07.003\nKuhn, C., A. de Matos Valerio, N. Ward, L. Loken, H.O. Sawakuchi, M. Kampel, ... & E. Vermote. 2019. Performance of Landsat-8 and Sentinel-2 surface reflectance products for river remote sensing retrievals of chlorophyll-a and turbidity. Remote Sensing of\nEnvironment , 224: 104-118. https://doi.org/10.1016/j.rse.2019.01.0 23\nKux, H.J.H. & C.M.D. Pinho, 2006. Objek- oriented analysis of high-resolution satellite image for intra-urban land cover classification: case study in São José Dos Campos, São Paulo State, Brazil. Brazil: Instituto Nacional de Pesquisas Espaciais.\nLi, W. & Q. Guo. 2013. A new accuracy assessment method for one-class\nremote sensing classification. IEEE\ntransactions on geoscience and remote sensing, 52(8): 4621-4632.\nhttps://doi.org/10.1109/TGRS.2013.22 83082\nLillesand, T., R.W. Kiefer, & J. Chipman,\n2015. Remote sensing and image interpretation. John Wiley & Sons.\nLyzenga, D.R. 1978. Passive remote sensing techniques for mapping water depth and bottom features. Applied optics, 17(3): 379-383.\nhttps://doi.org/10.1364/AO.17.000379 Lyzenga, D.R. 1981. Remote sensing of bottom reflectance and water attenuation parameters in shallow water using aircraft and landsat data.\nInternational Journal of Remote\nSensing, 2(1): 71–82.\nhttp://doi.org/10.1080/0143116810894\n8342\nMadanguit, C.J.G., J.P.L. Oñez, H.G. Tan, M.D. Villanueva, J.E. Ordaneza, & A.U. Novero. 2017. Application of support vector machine (SVM) and\nquick unbiased efficient statistical tree (QUEST) algorithms on mangrove and agricultural resource mapping using lidar data sets. International Journal of Applied Environmental Sciences , 12(10): 1821-1830.\nManalu, R.J., Sutanto, A. & Trisakti, B.\n2016. Perbandingan metode klasifikasi penutup lahan berbasis piksel dan berbasis obyek menggunakan data pisar-L2. Jurnal Penginderaan Jauh Dan Pengolahan Data Citra Digital , 13(1): 49-60. https://doi.org/10.30536/j.pjpdcd.2016. v13.a2936\nMastu, L.O.K., B. Nababan, & J.P. Panjaitan. 2018. Pemetaan habitat bentik berbasis objek menggunakan citra unmanned aerial vehicle (UAV) dan satelit sentinel-2 di perairan Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis , 10(2): 381-396.\nhttps://doi.org/10.29244/jitkt.v10i2.210\n39\nMcCarthy, M.J., K.E. Colna, M.M. El- Mezayen, A.E. Laureano-Rosario, P. Méndez-Lázaro, D.B. Otis, ... & F.E. Muller-Karger. 2017. Satellite remote sensing for coastal management: A review of successful applications. Environmental Management, 60(2): 323-339. https://doi.org/10.1007/s00267-017-\n0880-x\nMcCormick, M.I., D.P. Chivers, B.J. Allan,\n& M.C. Ferrari. 2017. Habitat degradation disrupts neophobia in juvenile coral reef fish. Global change biology, 23(2): 719-72.\nhttps://doi.org/10.1111/gcb.13393\nMellin, C., D. Mouillot, M. Kulbicki, T.R.\nMcclanahan, L. Vigliola, C.J.A. Bradshaw,... & M.J. Caley. 2016. Humans and seasonal climate variability threaten large-bodied coral reef fish with small ranges. Nature Communications, 7(1): 1-9.\nhttps://doi.org/10.1038/ncomms10491\nMobley, C.D. 1994. Light and water radiative transfer in natural waters . California: Academic Press, lnc. 579p. Mora, C. 2008. A clear human footprint in the coral reefs of the Caribbean. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences , 275(1636): 767-\n773. https://doi.org/10.1098/rspb.2007.1472 Mumby, P.J., E.P. Green, A.J. Edwards, & C.D. Clark. 1997. Coral reef habitat mapping: how much detail can remote sensing provide?. Marine Biology, 130(2): 193-202. https://doi.org/10.1007/s002270050238\nMumby, P.J., C.D. Clark, E.P. Green, & A.J.\nEdwards. 1998. Benefits of water column correction and contextual editing for mapping coral reefs.\nInternational Journal of Remote Sensing, 19(1): 203-210.\nhttps://doi.org/10.1080/014311698216\n521\nNavulur, K. 2007. Multispektral image analysis using the object-oriented paradigm Taylor & Francis Group . LLC. 171 p.\nOuellette, W. & W. Getinet. 2016. Remote sensing for marine spatial planning and integrated coastal areas management: achievements, challenges, opportunities and future prospects. Remote Sensing Applications: Society and Environment , 4: 138-157. https://doi.org/10.1016/j.rsase.2016.07. 003\nPhinn, S.R., C.M. Roelfsema, & P.J. Mumby. 2012. Multi-scale, object- based image analysis for mapping geomorphic and ecological zones on coral reefs. International Journal of Remote Sensing, 33(12): 3768-3797. https://doi.org/10.1080/01431161.2011 .633122\nPragunanti, T., B. Nababan, H. Madduppa, &\nD. Kushardono. 2020. Accuracy assessment of several classification\nalgorithms with and without hue saturation intensity input features on object analyses on benthic habitat mapping in the Pajenekang Island Waters, South Sulawesi. In IOP conference series: Earth and environmental science. IOP Publishing. 429: 012044. https://doi.org/10.1088/1755- 1315/429/1/012044\nRandin, C.F., M.B. Ashcroft, J. Bolliger, J. Cavender-Bares, N.C. Coops, S. Dullinger,... & G. Giuliani. 2020.\nMonitoring biodiversity in the Anthropocene using remote sensing in species distribution models. Remote sensing of environment, 239: 111626. https://doi.org/10.1016/j.rse.2019.1116 26\nRogers, A., J.L. Blanchard, & P.J. Mumby.\n2018. Fisheries productivity under progressive coral reef degradation. Journal of applied ecology, 55(3): 1041-1049.\nhttps://doi.org/10.1111/1365- 2664.13051\nRoth, F., F. Saalmann, T. Thomson, D.J. Coker, R. Villalobos, B.H. Jones,… & S. Carvalho. 2018. Coral reef degradation affects the potential for reef recovery after disturbance. Marine Environmental Research, 142: 48-58. https://doi.org/10.1016/j.marenvres.20 18.09.022\nSiregar, V.P., M.S. Sangadji, S.B. Agus, A. Sunuddin, R.A. Pasaribu, & E. Kurniawati. 2020. Klasifikasi habitat perairan dangkal dari citra multispasial di Perairan Pulau Kapota dan Pulau Kompoone, Kepulauan Wakatobi.\nJurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis , 12(3): 791-803.\nhttps://doi.org/10.29244/jitkt.v12i3.320\n13\nSugara, A., V.P. Siregar, & S.B. Agus. 2020.\nKlasifikasi habitat bentik perairan dangkal dari citra worldview-2 menggunakan data in-situ dan drone.\nJurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(1): 135-150. https://doi.org/10.29244/jitkt.v12i1.264 48\nVahtmäe, E., T. Kutser, & B. Paavel. 2020.\nPerformance and applicability of water column correction models in optically complex coastal waters. Remote Sensing, 12(11): 1861.\nhttps://doi.org/10.3390/rs12111861 Vapnik, V. 1982. Estimation of Dependences Based on Empirical Data [in Russian].\nNauka, Moscow. English translation, Springer Verlag, New York. 211-222. Vidya, N.A., M.I. Fanany, & I. Budi. 2015.\nTwitter sentiment to analyze net brand reputation of mobile phone providers. Procedia Computer Science, 72: 519- 526. https://doi.org/10.1016/j.procs.2015.12\n.159\nWahidin, N., V.P. Siregar, B. Nababan, I. Jaya, & S. Wouthuyzen. 2015. Object- based image analysis for coral reef benthic habitat mapping with several classification algorithms. Procedia Environmental Sciences, 24: 222-227. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2015.0 3.029\nWicaksono, P., P.A. Aryaguna, & W.\nLazuardi. 2019. Benthic habitat mapping model and cross validation using machine-learning classification algorithms. Remote Sensing , 11(11): 1279. https://doi.org/10.3390/rs11111279\nWilson, S.K., R. Fisher, M.S. Pratchett, N.A.J. Graham, N.K. Dulvy, R.A. Turner,... & S.P. Rushton. 2010. Exploitation and habitat degradation as agents of change within coral reef fish communities. Global Change Biology , 14(12): 2796-2809. https://doi.org/10.1111/j.1365- 2486.2008.01696.x\nZhang, C., D., Selch, Z., Xie, C., Roberts, H., Cooper, & G. Chen. 2013. Object- based benthic habitat mapping in the Florida Keys from hyperspectral imagery. Estuarine, Coastal and Shelf\nScience, 134: 88-97.\nhttps://doi.org/10.1016/j.ecss.2013.09.\n018\nZheng, Z., J. Ren, Y. Li, C. Huang, G. Liu, C. Du, & H. Lyu. 2016. Remote sensing of diffuse attenuation coefficient patterns from Landsat 8 OLI imagery of turbid inland waters: A case study of Dongting Lake. Science of the Total Environment, 573: 39-54. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2016 .08.019\nZoffoli, M.L., R. Frouin, & M. Kampel.\n2014. Water column correction for coral reef studies by remote sensing.\nSensors, 14(9): 16881-16931. https://doi.org/10.3390/s140916881\nSubmitted : 16 April 2021 Reviewed : 30 June 2022 Accepted : 17 December 2022\n\n## FIGURE AND TABEL TITLES\nFigure 1. Map of research locations; red dot sampling location benthic habitat. Figure 2. Percentage of frequency of presence of benthic habitat components. Figure 3. Benthic habitat classification results; (A) Pixel-based and (B) Object-based. Table 1. The results of the assessment of the pixel-based and object-based classification accuracy tests based on the Producer Accuracy (PA) and User Accuracy (UA) values.\n"
49d59b24-c66e-44eb-83b9-642fbe3b5a1a
https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/literatify/article/download/28025/14673
PERENCANAAN STRATEGIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SAWERIGADING MAKASSAR Andi Khaerun Nisa 1 & Ayu Trysnawati 2 1 Institut Agama Islam Negeri Parepare 2 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Correspondence email: andikhaerunnisa@iainpare.ac.id ## Abstract The Library of Saw...
1ed05dc1-7a83-4d02-be62-8a671c60401f
https://ejournal.jatengprov.go.id/index.php/jurnaljateng/article/download/762/615
## PEMBERDAYAAN LITERASI MEDIA DAN INFORMASI (LMI) UNESCO SEBAGAI SARANA PENCEGAHAN PENYEBARAN HOAKS ## DISSEMINATION OF UNESCO MEDIA AND INFORMATION LITERATION (LMI) TO PREVENT THE SPREAD OF HOAX Shary Charlotte Henriette, S.I.P, M.A. dan Dr. Reni Windiani, MS Departemen Hubungan Internasional Universitas Diponegor...
55f28ddd-323f-4415-b2ee-5ca4b1db826b
https://jurnal.umpwr.ac.id/index.php/radiasi/article/download/374/246
Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Square untuk ## Peningkatan Kemampuan Kognitif C2 pada Pembelajaran Fisika di SMP Negeri 10 Purworejo Kelas VIII ## Pandu Abdul Fattaah Universitas Muhammadiyah Purworejo Jalan K.H. Ahmad Dahlan 3 Purworejo indra_pra33@yahoo.com Abstrak – Telah dilakukan peneli...
6947075b-f49b-4686-b1c1-20e04a204335
https://ejournal.b4t.go.id/index.php/JTBBT/article/download/86/74
## PENGARUH KONSENTRASI HIPOFOSFIT DAN WAKTU PELAPISAN TERHADAP KARAKTERISTIK MIKROSTRUKTUR LAPISAN ELECTROLESS Ni-P ## EFFECT OF HYPOPHOSPHITE CONCENTRATION AND PLATING TIME ON MICROSTRUCTURE CHARACTERISTICS Ni-P ELECTROLESS COATING Arini Nikitasari (1) dan Efendi Mabruri (2) Pusat Penelitian Metalurgi dan Material ...
c9828b89-e928-4f8d-b76e-93a25136488e
https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/Bahastra/article/download/725/634
ISSN: 2550-0848 Vol. 1, No. 2, Maret 2017 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS X SMA PRAYATNA MEDAN ## Nila Safina Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP UISU Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh...
398e5059-26a3-4984-8c3e-718dfce6614b
https://ejournal.itn.ac.id/index.php/jati/article/download/10270/5956
## RANCANG BANGUN APLIKASI AUGMENTED REALITY HASIL KEBUDAYAAN MASA PRAAKSARA Winda Puspita, Nur Ariesanto Ramdhan, Puji Wahyuningsih Teknik Informatika, Universitas Muhadi Setiabudi Jalan Pangeran Diponegoro No. KM2, Pesantunan, Kec. Wanasari, Kab. Brebes, Jawa Tengah windapuspita127@gmail.com ## ABSTRAK Kemajuan tek...
767965bb-d916-4145-bcef-a04a7a634061
https://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/JAIM/article/download/3176/2172
## OPTIMALISASI PERAN GURU DAN ORANG TUA DI DESA TANGGUL KULON- JEMBER DALAM PENGGUNAAN MEDIA ONLINE PENUNJANG PEMBELAJARAN SISWA Ziana Alviani, Agus Supriono Universitas Jember ( http://unej.ac.id ) e-mail: zianaalviani7@gmail.com e-mail: agus_sup.faperta@unej.ac.id ## Abstract The Covid-19 pandemic has had a ...
77bdfc4e-cbff-4081-8327-fde38b72720a
http://journal.iaincurup.ac.id/index.php/alfalah/article/download/192/142
Al Falah: Journal of Islamic Economics , Vol. 2, No. 1, 2017 STAIN Curup|E-ISSN: 2548-3102, P-ISSN: 2548-2343 Available online: http://journal.staincurup.ac.id/index.php/alfalah ## Pengaruh Kualitas Aset Terhadap Profitabilitas Pada Perbankan Syariah Di Indonesia ## Sineba Arli Silvia, S.E.I., M.E. Jurusan Syariah da...
ecdf8295-9261-4552-a1d9-9f2d691e7d33
https://jurnal.uns.ac.id/jdk/article/download/12004/19400
## KESIAPAN ASPEK SPASIAL PADA PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA BERBASIS INDUSTRI KREATIF KERAJINAN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN MOJOSONGO, KOTA SURAKARTA Dewa Putu Aris Sadana 1 , Nur Miladan 1 , Hakimatul Mukaromah 1 1 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta ## A...
e57e6667-3bea-44b4-96be-7f010a811012
https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JPSH/article/download/23864/18717
## INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF BENTUK KERJA SAMA KELOMPOK PRIMER PARA SISWA ## MA NURUL FALAH Oleh: Surahman Ardiansyah (Pendidikan Sosiologi, FKIP, Universitas Tanjungpura, Pontianak) Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk interaksi sosial asosiatif kerja sama kelompok primer para siswa di MA Nuru...
bd894427-caef-4eed-afcf-3a3753b380c0
https://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/seling/article/download/735/559
## SELING ## Jurnal Program Studi PGRA ISSN (Print): 2540-8801; ISSN (Online):2528-083X Volume 7 Nomor 1 Januari 2021 P. 82-90 82 ## IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM AHLUSSUNAH WALJAMA’AH (ASWAJA ) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD) IAIMNU METRO LAMPUNG Muhyidin Thohir 1) , Dedi Setiawan 2)...
0b8f9530-86b7-47b5-b207-586d5027078d
http://www.ejournal.stmikdumai.ac.id/index.php/path/article/download/348/181
## I N F O R M A T I K A Jurnal Informatika, Manajemen dan Komputer, Vol. 14 No. 1 , Mei 2022 eISSN : 2580-3042 pISSN : 1979-0694 ## PENERAPAN METODE ROUGH SET MENGANALISIS PENYAKIT YANG SERING DIKELUHKAN PASIEN (STUDI KASUS PUSKESMAS JAYA MUKTI DUMAI) Amat Sofiyan 1 , Ahmedika Azkiya 2 1, Sekolah Tinggi Manajemen...
8cc716dd-d42c-43e8-a960-5033362901c0
http://ekonomis.unbari.ac.id/index.php/ojsekonomis/article/download/206/165
## Ekonomis: Journal of Economics and Business, 5(1), Maret 2021, 158-167 Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Batanghari Jambi Address: Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi Kodepos: 36122 Website: http://ekonomis.unbari.ac.id, email: ekonomis.unbari@gmail.com ISSN 2597-8829 (Online), DO...
b0030b73-ea74-4b8a-8a02-1b1fbcf07c77
http://jurnal.ut.ac.id/index.php/jom/article/download/54/43
## ENAM KEKUATAN LAYANAN JASA INTERNET BANKING : ## TINJAUAN DARI PERSEPSI NASABAH Ronny STIE Perbanas Surabaya, Surabaya, Indonesia e-mail: dr.ronny@yahoo.com ## ABSTRACT The banking problem studied is the kind of strength which is become the base of services in the field of internet banking. The study was conducte...
b4d2b41a-a9c4-4bdd-b574-d1a88256c09b
https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/sus/article/download/3723/1475
## Kemampuan Literasi Numerasi Siswa melalui Outdoor Learning Berbantu Klinometer Sederhana Sri Apriatni 1* , Khaeroni 2 ## Abstrak Dalam era globalisasi dan transformasi, siswa perlu memiliki kemampuan memecahkan masalah praktis dalam berbagai konteks keseharian. Kemampuan ini dikenal sebagai literasi numerasi....
91642de3-5a3b-4f83-a8cf-09e521a45d77
http://ejurnalpatanjala.kemdikbud.go.id/patanjala/index.php/patanjala/article/download/88/43
NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PERIBAHASA SUNDA: KAJIAN SEMIOTIKA LOCAL WISDOM VALUES ## IN SUNDANESE PROVERB: A SEMIOTICS STUDY Siti Kodariah Gugun Gunardi Universitas Padjadjaran Jalan Raya Jatinangor km 21 Bandung Jatinangor 45363 e-mail: nengsitikodariah@ymail.com adeugun@gmail.com Naskah Diterima: 14 Januari 2015 Nas...
d82f387d-5b97-4e35-ac31-98edd45b756d
https://journal2.um.ac.id/index.php/JPN/article/download/3598/2069
## PARENTING DAY SEBAGAI AKTIVITAS PENINGKATAN HUBUNGAN ORANGTUA DAN ANAK Dwi Wahyu Nurpitasari, Sri Wahyuni, Edi Widianto Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP UM Jl. Semarang no. 5 Malang email: dwi_nurpitasari@yahoo.co.id Abstract: Parenting Day Activities to increase Parents and Kid Relationship. The purposes of the...
e491a271-8b1b-4391-9bfe-164ec27b2f30
https://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jumkep/article/download/3251/2156
PENGARUH PIJAT OKSITOKSIN TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM DI KLINIK DITA HUSADA TANJUNG MORAWA TAHUN 2022 Rismaida Saragih 1 , Farah Dhiba 2 , Fatwiany 3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sehat Medan Email: rismaida42@gmail.com, farahdhi4@gmail.com, wie.ranaya@gmail.com ## ABSTRACT The benefits of exc...
e96135d9-5e3a-4213-bbb9-aaa8d0fde5ed
https://jurnalbhumi.stpn.ac.id/index.php/JB/article/download/193/172
## MASALAH PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN PLTU DI BATANG Achmad Taqwa Aziz* Abstract Abstract Abstract Abstract Abstract: The availability of land is important element in development activitiesespecially for public interest. This study aims to determine the mechanisms applied in land acquisition for Batang Power Pl...
99a0de7d-80ff-48c9-85f1-f92751d21571
http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/download/477/190
DOI : 10.35311/jmpi.v10i1.477 Efektivitas Biaya Obat Kombinasi ACEI-CCB dan ARB-CCB pada Pasien Hipertensi dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit X Yulinda Pristi Dwi Hapysari, Ika Purwidyaningrum * , Samuel Budi Harsono Program Studi S2 Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi Sitasi: Hapy...
866a40c4-30c5-485f-ac21-8b4c1aa9f739
https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/download/48236/31496
Volume 19 Issue 1 April 2021, pages:127-136 Desain Lanskap Jalan Gajah Mada Kota Pekalongan untuk Mendukung Program Pariwisata Batik Landscape Design for Pekalongan Gajah Mada Street to support Tourism Program of Batik Resdo Hafizh Rizqi Amanulloh 1 , Akhmad Arifin Hadi 2 Depa rtment of Landscape Architecture, Faculty ...
7ff53bf7-0194-4956-840f-7e327cd91a1c
https://jurnal.unigal.ac.id/jwp/article/download/9649/6923
ERROR: type should be string, got "https://doi.org/ 10.25157/jwp.v%vi%i.9649\n\n## PEMANFAATAN MUSEUM PATIAYAM SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KUDUS\nLaila Gusnatul Istiqomah 1 , Atiqa Sabardila 2 1,2) Universitas Muhammadiyah Surakarta, JL. A Yani Tromol, Pos 1, Pabelan Surakarta 57162, +62 271-717417/+62 271-715448\nEmail: A3101201122@student.ums.ac.id\n\n## Abstract\nThe aim of this research is to describe the use of the Patiayam Museum in Kudus for learning history. The research method used is a qualitative method. Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation. Interviews were conducted with museum directors and visitors. The next data collection is in the form of museum fossil documentation. This research was conducted at the Patiayam Museum, Terban Village, District. Jekulo, Kudus Regency. The research results show that the Patiyam Museum in Kudus provides information about the history of life and we can see fossils and historical artifacts directly. Elementary, middle school, high school and college students really need this material. A student's visit to the Patiyam Museum is a masterful version of external elegance. Learning outside the study room can make the learning system more fun and increase student creativity .\nKeywords: Museum, History, Learning\n\n## Abstrak\nTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan Museum Patiayam di Kudus untuk pembelajaran sejarah Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan direktur museum dan pengunjung. Pengumpulan data selanjutnya berupa dokumentasi fosil museum. Penelitian ini dilakukan di Museum Patiayam, Desa Terban, Kec. Jekulo, Kab.Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Patiyam di Kudus memberikan informasi tentang sejarah kehidupan dan kita dapat melihat langsung fosil dan artefak sejarah. Siswa SD, SMP, SMA, dan mahasiswa sangat membutuhkan materi ini. Kunjungan siswa ke Museum Patiyam adalah versi penguasaan keanggunan luar. Pembelajaran di luar ruang belajar dapat membuat sistem pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan kreativitas siswa.\nKata Kunci: Museum, Sejarah, Pembelajaran\n\n## Cara sitasi:\nIstiqomah, GL & Sabardila, Atiqa. (2023). Pemanfaatan Museum Patiayam Sebagai Wisata Edukasi Di Kudus. Jurnal Wahana Pendidikan, 10 (2), 327-338\nSejarah Artikel: Dikirim 02-01-2023, Direvisi 20-08-2023, Diterima 31-08-2023.\n\n## PENDAHULUAN\nMuseum utamanya ada di setiap kota, tetapi paling efektif di sebagian wilayah saja yang terdapat banyak museum. Akibatnya, hampir setiap ibu kota provinsi di Indonesia memiliki minimal satu museum. Secara modis, museum mengabadikan barang-barang yang menyatakan kebenaran\nbahwa suatu peristiwa kuno atau lampau telah terjadi, benda tersebut juga dapat menjadi ciri khas dari tempat tersebut. Museum bukanlah tempat yang paling efektif untuk menyimpan dan memperhatikan barang-barang kuno. Namun museum juga dapat dipasang dalam rangka memelihara dan mengembangkan sejarah budaya masa lalu sehingga semangat kerukunan dan keutuhan nusantara dapat terpelihara sepenuhnya.\nMuseum merupakan salah satu wahana akademik dan tempat wisata yang bermanfaat untuk menambah wawasan, permasalahan, dan melestarikan latar belakang budaya. Bagi dunia edukasi dan pariwisata, gaya hidup museum digunakan sebagai sesuatu yang tidak dapat disingkirkan karena kehidupan museum erat berkaitan dengan perkembangan dari masa lampau, budaya, dan sekitarnya. Museum tidak hanya berfungsi suatu wadah yang memiliki proyek untuk melaksanakan pendidikan dan menjaga nilai-nilai budaya dengan tujuan untuk mendukung identifikasi di seluruh negeri. Pendekatan wisata akademik atau wisata pendidikan merupakan suatu aplikasi dimana wisatawan mengunjungi suatu kawasan wisata dengan tujuan utama memperoleh kesenangan belajar yang pasti.\nDalam Pasal 1 (1) Permendiknas Nomor 66 Tahun 2015 yang membahas hubungan dengan museum, menyebutkan bahwa museum adalah tempat perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan mediasi koleksi masyarakat. Museum adalah tempat yang menyimpan kenangan tentang peristiwa masa lalu. Menjelajahi museum tampaknya memasuki dunia dan waktu lain, namun Anda dapat merasakan skenario yang terjadi di luar. Foto museum perlu diubah, museum bukanlah tempat menyimpan barang-barang antik, tetapi sebuah kelompok yang menyediakan jaringan pendidikan, penelitian, dan hiburan (Permendiknas, 2015).\nPemerintah Republik Indonesia, melalui Keputusan No. 19 Tahun 1995, menetapkan museum ini sebagai kesaksian penting tentang budaya manusia, alam dan lingkungan, mendukung upaya untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya negara. sedang mengerjakan. dan daur ulang. Museum adalah bangunan yang melestarikan dan mengelola benda-benda yang diyakini sebagai hasil subkultur manusia di masa lalu, ditemukan dengan bantuan para arkeolog, dan dapat digunakan sebagai daya tarik wisata.\nDilihat dari catatan dan rangkaian benda cagar budaya, museum pasti memiliki merchandise pariwisata yang sangat baik untuk wisata akademik dan sejarah dibandingkan dengan gadget traveler lainnya. Namun citra museum yang antik, membosankan, dan kurang menarik membuat wisatawan enggan untuk mengunjunginya. Beberapa aspek lain mungkin berasal dari aspek pengendalian yang kurang tertata, atau pendekatan perbaikan sebagian besar museum di Indonesia yang tidak selalu memperhatikan perkembangan zaman, sehingga museum tambahan di Indonesia diatur oleh cara stagnasi dalam jumlah lalu lintas atau bahkan penurunan. Memang, kebanyakan museum di Indonesia kurang menarik, namun bukan berarti tidak ada museum menarik di Indonesia.\nSelain peristiwa-peristiwa kuno yang dapat dipelajari menurut asal-usulnya, terdapat informasi terdokumentasi yang tidak dibuat dengan bantuan sejarawan melainkan oleh orang lain dan dapat dipelajari oleh sejarawan dan direkonstruksi menjadi narasi sejarah. Studi arsip setidaknya harus mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan secara individu. Sebuah cara untuk mendorong siswa untuk mengunjungi museum di daerah tersebut.\nUntuk pengajaran dan pembelajaran internasional, gaya hidup museum mendekati beberapa hal yang tidak dapat dipisahkan dari bagaimana kita belajar tentang pembangunan manusia, tradisi dan isu-isu lingkungan. Museum merupakan sarana untuk melanjutkan dan mendokumentasikan peristiwa sejarah dan kegiatan non fisik. Dalam pembelajaran sejarah, pendidik harus menggunakan sumber belajar yang sesuai dengan materi yang terdapat dalam kurikulum dan sangat penting agar seseorang mampu menggunakan berbagai sumber ilmu yang ada. Salah satu alat peraga yang digunakan guru adalah buku metode. Alasannya, bagaimanapun, sumber informasi tidak lagi hanya berasal dari buku, tetapi bisa berasal dari apa saja yang berkaitan dengan penggunaan bahan pembelajaran.\nDi sekolah formal, mata pelajaran yang mengajarkan tentang pembelajaran di alam luar adalah topik rekaman. Penguasaan catatan selalu menjadi bagian dari elemen yang terkait secara koheren untuk mencapai tujuan pendidikan di seluruh negeri. Begitu pentingnya kedudukan mata pelajaran sejarah sehingga masalah ini harus dilatih seefektif dan seefisien mungkin untuk menumbuhkan semangat patriotisme dan semangat nasionalisme.\nPencatatan secara akurat berdasarkan metode ilmiah dan metodologi ilmiah; menumbuhkan ulasan siswa terhadap sejarah sejarah masa lalu sebagai bukti peradaban bangsa Indonesia di masa yang dahulu; menambah pengetahuan mahasiswa tentang sistem pertumbuhan negara Indonesia melalui catatan panjang; dan mengangkat kesadaran pada diri siswa untuk menjadi bagian dari tempat awal negara Indonesia yang memiliki pengalaman kesenangan dan kecintaan terhadap tempat kelahiran yang dapat dilaksanakan di berbagai kehidupan nusantara dan internasional.\nPembelajaran yang bagus dan ideal adalah pembelajaran dengan menggunakan media asal dan aplikatif serta dapat mempermudah anak-anak kuliah dalam mengenal suatu materi dalam penguasaannya. Awal penguasaan adalah semua aset (statistik, manusia, atau item) yang memungkinkan untuk digunakan dalam lingkup kecil atau campuran pembelajaran. Memperoleh pengetahuan tentang sumber dapat berupa pesan, orang, alat, teknik, dan wilayah tempat tinggal. Manfaat dari setiap persediaan mengenal tergantung pada iktikad dan kesanggupan guru dan mahasiswa untuk berkomunikasi dan terlibat dalam penggunaan pesan-pesan yang terkandung di dalam aset pembelajaran yang dapat digunakan.\nDi era teknologi dan komunikasi, dimana sumber belajar sejarah berlimpah, guru dan siswa memiliki kesempatan untuk mengajar dan belajar sejarah secara kreatif. Tendik tahu bagaimana menggunakan cara-cara tradisional melalui cerita dan mengajak siswa berimajinasi saat belajar. Guru dapat membantu siswa “melakukan perjalanan” kembali ke masa lalu untuk melakukan perubahan dan melakukan tindakan sejarah (Supriatna, 2019). Menggunakan teknik tradisional dengan segera mengundang siswa ke museum bisa lebih mendasar. Siswa dapat melihat dan mempelajari semua latar belakang kuno yang disimpan di museum. Pembelajaran sejarah situasional benar-benar dapat membawa kegembiraan bagi siswa untuk merekonstruksi informasi sejarah.\nMuseum selama ini memiliki gambaran yang kurang asyik, kegiatan wisata kurang yang menyenangkan, kurang menarik, gedung antik, kotor, tidak terawat, gelap, serta terkesan angker yang membuat kurang diminati oleh anak-anak ( Wijayanti, 2017). Melalui artikel ini, penulis ingin membahas tentang manfaat museum sebagai wisata pendidikan sebagai langkah akademik untuk meningkatkan pemahaman tentang manfaat museum sebagai sarana wisata pendidikan yaitu wisata dengan pemahaman, pengetahuan, pemahaman dan keahlian sejarah. Bagi penulis hal itu sangat urgen dan penting untuk usia bangsa. Oleh karena itu, penulis menekankan pemanfaatan museum sebagai wisata akademik dalam dunia pendidikan internasional.\nTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan museum Patiayam di Kudus. Dengan harapan dapat memberikan edukasi pada wisatawan khususnya pengunjung museum supaya mengetahui seberapa besar pentingnya wisata edukasi dan pelestarian fosil-fosil di Museum. Museum Patiayam di Kudus memberikan informasi tentang sejarah kehidupan pada masa lampau dan kita dapat melihat secara langsung fosil-fosil serta benda-benda bersejarah. Terakhir, museum sangat mendukung untuk digunakan sebagai tempat belajar, menumbuhkan rasa nasionalisme & menyayangi sejarah masa lalu, alam serta latar belakang budaya di Indonesia.\n\n## METODE PENELITIAN\nDalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan pengumpulan data merupakan langkah penting karena prinsip penyebab penelitian adalah memperoleh informasi yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang akan diteliti\n(Sugiyono, 2010). Pengumpulan arsip dilakukan melalui studi kepustakaan dengan bantuan pencarian sumber-sumber yang berhubungan dengan museum dan latar belakang budaya yang ada di kota Kudus. informasi biasanya berupa dokumen, rekaman, gambar, kumpulan fakta, dan lain- lain.\nTeknik pengumpulan data telah dilakukan dengan menggunakan pernyataan, wawancara, dan dokumentasi. Dalam keterangannya, peneliti datang ke kawasan hiburan yang akan dilokasi, khususnya di kawasan museum Purbakala Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Peneliti menggunakan saran pernyataan untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan fisik, sarana dan prasarana di Museum Pati Ayam. Selanjutnya penulis menggunakan strategi wawancara. Topik pembahasan kali ini meliputi pengurus Patiayam, bapak Jm selaku petugas pengelola museum, bapak Ys selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) museum, dan beberapa pengunjung Museum Pati Ayam (Jm, 8/10/22022)\nWawancara menunjukkan bahwa museum Patiayam dimanfaatkan oleh pengunjung museum sebagai tempat wisata akademik. Jadi, setelah semua data terkumpul, peneliti membuat hasil dan ulasan, untuk mendapatakan konsekuensi yang valid, teknik pengumpulan catatan dalam hal ini meliputi pernyataan, wawancara, dan dokumentasi.\n\n## HASIL DAN PEMBAHASAN\n\n## 1. Perananan Museum Patiayam dan Cagar Budayanya pada dunia Pendidikan\nGaya hidup merintis museum di Indonesia sudah ada sejak zaman kolonial dan diwariskan melalui mahasiswa Belanda. Pada tanggal 24 April 1778, Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenchappe atau Forum Seni dan Sains Batavia didirikan di Batavia dengan bantuan Jacobus Cornelis Mattheus Rademacher. Forum ini disetujui dengan bantuan Gubernur VOC saat itu, Reinier de Klerk. Setelah 86 tahun beroperasi, Forum cepat atau lambat membuka museum pertamanya sebagai Museum Van Het Bataviaasch Genootschap van Kunsten di Wetenchppen pada tahun 1862. Museum ini, dengan koleksi asli alat-alat arkeologi dan etnografinya, merupakan pelopor dalam tatanan mapan lainnya. museum di wilayah Hindia Belanda. Ketika Indonesia merdeka dan mendapatkan stabilitas keamanan dan politik yang baik, kelompok museum menjadi salah satu usulan penguasa untuk memajukan sektor pendidikan. Museum berkembang sangat pesat sehingga menjadi tempat yang penting bagi masyarakat. Museum sungguhan juga berfungsi sebagai tempat wisata. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 mengatur tentang wacana kepariwisataan, dengan menggunakan kepariwisataan sebagai pemenuhan intelektual dalam arti mempelajari sejarah, selain untuk pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Terkadang ada kesejajaran antara pentingnya museum dan warisan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Warisan budaya dalam arti yang lebih dewasa tidak hanya mencakup bangunan klasik, tetapi juga bangunan bersejarah yang digunakan orang di masa lalu. Dahulu kala banyak yang menggunakan benda-benda bersejarah oleh sebab itu muncullah kata benda cagar budaya.\nKadang-kadang ada beberapa pertanyaan tentang museum seperti, apakah mengunjungi museum itu ampuh? Apakah paling efektif dengan menyimak dan mencatat hal yang penting agar informasi yang disampaikan dapat dicerna dan diingat oleh anak-anak? Selanjutnya, dapatkah sebuah museum pergi untuk membangkitkan kecintaan pada rekaman dan subkultur Indonesia? Idenya adalah bahwa museum harus memainkan fungsi kritis di sekolah, tetapi dengan cara pasif kunjungan instansi ke museum yang biasa dicapai di museum Indonesia, apakah keinginan sekolah\nsudah selesai? dalam tulisan ini penulis mencoba untuk berbicara tentang fungsi museum dalam pendidikan dari sudut pandang kunjungan sekolah ke museum.\nPada dasarnya memang benar museum itu sendiri adalah tempat untuk melestarikan dan melindungi benda-benda yang berlatar belakang budaya, dan kini banyak yang memiliki reputasi dengan latar belakang budaya dari bangunan itu sendiri. Mengunjungi situs-situs tentang sejarah budaya masa lalu atau berisi koleksi budaya-sejarah secara tidak langsung menarik perhatian pada latar belakang benda-benda purbakala.Dengan begitu, semangat menjaga dan melestarikan akan muncul pada diri siswa.Di konten pembelajaran sejarah yang sudah dilaksanakan oleh pengajar dengam memanfaatkan peninggalan sejarah menjadi sumber belajar, sudah dilakukan secara aporisma. Sebab guru telah tahu perihal kurikulum yang dipergunakan dan menjadi acuan dalam merancang serta mendesain perangkat pembelajaran mirip, Silabus dan RPP (Yusuf, 2018). Museum juga mempunyai beberapa fungsi bagi global pendidikan (1) museum mempunyai fungsi pendidikan yang wajib dielaborasi serta digunakan menjadi asal, media, dan daerah pembelajaran menjadi bagian dari acara intrakurikuler pendidikan. Museum menyediakan kawasan terbuka komunikasi perihal ilham, konsep, informasi yang melibatkan eksplorasi dan penemuan. Museum adalah tempat belajar 3A (orisinil, estetis, dan aksesibel). (dua) perlu peningkatan peran, kualitas serta profesionalisme energi pengajar agar museum dapat berfungsi secara efektif serta menaikkan kualitas pendidikan. (tiga) itu adalah perlu adanya kiprah pengelola museum serta pengambil kebijakan terkait buat mengoptimalkan kualitas serta aksesibilitas sehingga museum simpel diakses oleh wisatawan serta bersifat terbuka sampai program pendidikan (Prasetyo, 2021).\nMuseum Patiayam yg terletak di Kabupaten Kudus adalah satu-satunya museum yg ada di antara perbatasan Kabupaten Pati serta Kudus. eksistensi Museum Patiayam menjadi sesuatu hal yg menukau untuk dikaji pada tinjauan perjalanan wisata peserta didik. Layanan pendidikan pariwisata meliputi peran serta masyarakat dalam pengembangan wisata edukasi berbasis benda- benda klasik sejarah. Dalam hal ini museum dipergunakan menjadi sumber pembelajaran siswa memperoleh isu dan pengetahuan mengenai situs purbakala. Hal itu jua memberikan potensi buat mengakibatkan warga mempunyai kesadaran buat mengidentifikasikan, memelihara serta melindungi situs purbakala Situs Patiayam yang mempunyai banyak sekali macam pengetahuan.\nKemunculan kawasan ini terjadi akibat ditemukannya beberapa fosil penduduk setempat, seperti kerbau purba, gajah dan lain-lain yang hanya terawetkan di rumahnya sendiri saat itu. Meskipun fosil tersebut membutuhkan perawatan yang tepat untuk mencegahnya menjadi fosil, situs arkeologi Patiam Kudus ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya (ISK) oleh Badan Perlindungan Peninggalan Purbakala Jawa Tengah pada 22/9/2005. Berita, 2019).\nBerbeda dengan pendidikan pariwisata. Dari perspektif ini, museum adalah alternatif atau kegiatan untuk menggunakan museum sebagai lingkungan belajar bagi pengunjung atau komunitas informal (Junaid, 2017). Dari sekian banyak destinasi wisata edukasi, sebagian besar dikelola oleh museum. Hal ini dikarenakan museum berfungsi sebagai tempat pengumpulan, pengolahan, pameran dan pelestarian warisan budaya suatu masyarakat untuk tujuan studi, penelitian dan kesenangan atau hiburan (Adit, 2019).\nTendik juga harus menyadari bahwa kunjungan siswa ke museum harus didasarkan pada topik yang luar biasa, daripada berkeliling satu museum (bahkan banyak museum) secara holistik pada suatu hari nanti. Namun, berkunjung ke museum bukan hanya sekedar minat wisatawan. Guru juga dapat sedikit berkreasi dan merancang kreativitas dalam kunjungan museum mereka sendiri\njika museum yang mereka kunjungi tidak memiliki perangkat lunak sains yang mereka harapkan atau inginkan. Salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan disini adalah kerjasama antara guru dan pengelola museum untuk secara efektif melaksanakan kegiatan edukasi museum, pembinaan pra-kunjungan, wisata museum, dan kegiatan kunjungan kehumasan. Dengan cara ini, museum dapat berperan langsung dan berfungsi menjadi media pendidikan. Bahkan, museum juga bisa dijadikan menjadi loka belajar, menumbuhkan rasa nasionalisme & menyayangi sejarah masa lalu, alam & latar belakang budaya Indonesia.\nMuseum Patiayam adalah salah satu tempat paling sempurna. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya manusia purba (Homo erectus), fauna vertebrata dan invertebrata. Perkakas batu dari budaya manusia purba yang berusia setidaknya satu juta tahun juga ditemukan di area lantai dasar yang masih utuh. Museum Patiayam sebagai situs cagar budaya dengan 17 fosil fauna yang dipilih khusus karena kelangkaannya dan sangat bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan, antara lain: Dubois Santeng, Maxilia Monkey, Metatarsal Hexaprotodon, Dentary Isurus sp., Dentary Notorynchus sp., Ivory Stegodon sp., Bosbubalus Palaeokarabau, Mandibula Rhinoceros, Molar Hystricidae, Dentary Crocodylidae, Cranium Cernidae dan Cranium. Sebagian besar fosil ini disusun dan dipamerkan dalam pameran Museum Patiayam agar masyarakat mengetahui nilai penting dari Museum Patiayam.\n\n## 2. Pemanfaatan Museum Patiayam menjadi sumber Belajar Sejarah\nAsal muasal berarti bahwa segala asal yang terdiri dari pesan-pesan dari manusia, bahan, indera dan latar belakang yang dimanfaatkan oleh siswa muncul sebagai bekal bagi kegiatan penguasaannya untuk meningkatkan kehebatan dalam menimba ilmu (Sustianingsih, 2020). Bisa juga diartikan bahwa tempat awal menimba ilmu tentang pendekatan semua gaya gadget dan orang- orang yang bisa membimbing mengenal, akibatnya terdiri dari semua aset yang listrik instruktur dapat digunakan agar perilaku penguasaan berlangsung (Dedeng, 2015: 129). aset belajar untuk anak kuliah bukan hanya buku pelajaran yang diberikan oleh fakultas. media mengenal adalah beberapa sumber penguasaan lain yang memiliki fungsi dan berkah penting dalam membantu prosedur penguasaan. Dalam penerapannya, bentuk pengenalan yang terletak pada media pembelajaran yang digunakan. Museum yang digunakan sebagai media dalam penelitian ini, dapat dikatakan dapat dilakukan untuk mengenal prosedur dalam segala strata pendidikan yang ada.\nPeristiwa sejarah yang dikaji didasarkan pada sumber informasi yang dibuat, didokumentasikan, dan tersedia bagi sejarawan untuk dipelajari dan direkonstruksi sebagai narasi sejarah, bukan oleh sejarawan tetapi oleh orang lain (Hasan, 2019).\nDewan Museum Dunia adalah organisasi nirlaba abadi yang terbuka untuk umum dengan misi mengumpulkan, memelihara, meneliti, dan berbicara. dan menyajikan objek berwujud dan tidak berwujud. Untuk kegiatan pendidikan, penelitian dan rekreasi (Prasetyo et al., 2021). Dari sudut pandang komunitas pendidikan, museum gaya hidup tidak terlepas dari proses pembelajaran yang membahas topik-topik yang berkaitan dengan sejarah, tradisi, dan lingkungan evolusi manusia. Dalam strategi pengembangan media pembelajaran, museum dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran sejarah interaktif lingkungan ( Birsyada dkk.,2022)\nMuseum mempunyai beberapa tujuan yaitu,1) Mengetahui pentingnya koleksi Museum Kebangkitan sebagai sumber belajar sejarah di kelas. (2) Cari tahu bagaimana guru sejarah merencanakan dan melaksanakan kelas sejarah dengan bantuan Museum Nasional. (3) Mengetahui\nketerbatasan Museum Kebangkitan Nasional dalam mengoptimalkan perannya sebagai sumber belajar sejarah. (4) Mempelajari upaya pengelola Museum Kebangkitan Nasional untuk memperkuat perannya sebagai sumber pembelajaran sejarah (Evitasari dkk.,2020)\nMuseum juga digunakan sebagai sarana mengabadikan dan mendokumentasikan peristiwa, klasik dan antik. Upaya pemanfaatan media museum sebagai sumber ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk memahami materi sejarah tidaklah asal-asalan. Dalam praktiknya, hal ini membutuhkan kematangan dalam perencanaannya dan pendekatan yang baik tentang bagaimana museum dapat digunakan sebagai cara yang baik untuk memahami efektivitas pembelajaran.\nDengan mengunjungi museum dan situs cagar budaya, siswa mencoba menggunakan sisa- sisa sejarah dari masa lalu sebagai proses yang mendalam untuk belajar sejarah di dalam dan di luar kelas (Apriyanthy, 2019). Koleksi artefak di museum yang dapat dijadikan sarana pembelajaran sejarah adalah koleksi yang lebih bersifat visual daripada membosankan (Nuryanti et.al., 2018).\nPemanfaatan museum sebagai wisata edukasi mungkin belum banyak diketahui. Untuk saat ini, museum dipahami atau digunakan untuk kegiatan wisata. Dalam hal ini, museum tetap dianggap sebagai permata kota. Sehingga tidak perlu menyediakan alat khusus terutama untuk mengunjungi museum (Syaharuddin et al., 2020). Yang lebih penting adalah menggunakan cara tradisional dengan mengundang siswa langsung ke museum. Ini memungkinkan siswa untuk mengamati dan menganalisis semua peninggalan sejarah yang disimpan di museum. Pembelajaran sejarah kontekstual dapat memberikan siswa pengalaman dunia nyata dalam merekonstruksi pengetahuan sejarah. Pembelajaran sejarah harus ditemukan ketika mencari makna dalam suatu peristiwa sejarah yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan (Sardiman, 2017).\nMenurut penulis, ada beberapa peringatan mengenai penggunaan media museum sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan. Hal ini karena museum adalah media atau wawasan terbaik, dan media memiliki kelemahan dalam hal (a) pendidikan, (b) peluang, (c) keterjangkauan, dan (d) pemanfaatan. Kedua, penting untuk memberikan pakaian tambahan kepada siswa sebelum melakukan observasi di museum. Saat mengunjungi museum, kami berharap Rencana Proses Pembelajaran (RPP) memberikan informasi yang lebih realistis yang mungkin relevan dengan materi pelajaran yang mempengaruhi proses pendidikan - Peningkatan media di kelas, bahkan jika tidak di sekolah: Dengan media yang tepat untuk membantu mahasiswa memahami materi sejarah, museum dapat mengembangkan pengetahuan tentang struktur sejarah, dapat dijadikan sebagai media yang dapat diwujudkan. Yang mampu mewujudkan pengetahuan tentang jalinan sejarah.\nBeberapa keterbatasan teridentifikasi dalam penggunaan media museum Patiayam, yang dibagi menjadi tiga (3) uji coba. Batasan mahasiswa terdiri dari: 1) Hilangnya penjelasan tentang pemanfaatan museum sebagai instrumen pembelajaran sejarah, karena dosen seringkali hanya menyajikan argumentasi yang elegan dan mahasiswa didampingi oleh pemandu atau mata kuliah ekskursi yang mentok; 2) museum yang terlalu jauh dari kampus mahal dan memakan waktu; 3) Keanekaragaman koleksi museum terkadang tidak sesuai atau tidak lengkap dengan kebutuhan materi yang berkaitan dengan pengelolaan arsip, dalam hal ini guru kurang memanfaatkan museum sebagai sumber informasi sejarah yang lengkap. Batasan guru meliputi:1) Daerah: karena tidak semua perguruan tinggi terletak di dekat museum, membutuhkan staf dan biaya yang cukup; 2) ketika tugas atau mata pelajaran di kelas setidaknya berdurasi 90 atau 100 menit, sehingga sulit untuk mengubahnya tanpa mengganggu pengajaran di kelas lain; dan 3) Lisensi: Proses clearance\ndari tempat pengajaran ke museum yang dituju membutuhkan waktu yang tidak terbatas dan membutuhkan koordinasi yang cermat antara perguruan tinggi dan pengguna museum.\nMuseum ini juga memudahkan peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi untuk mendapatkan pengetahuan mengenai benda bersejarah yang digunakan untuk belajar dengan guru atau tendik. Pengunjung atau mahasiswa yang datang disusul menyebutkan kumpulan benda-benda di dalamnya, sehingga wisatawan yang datang akan memiliki persepsi baru dalam sejarah yang ada di Indonesia pada beberapa titik revolusi pada tahun 1947-1949, khususnya di Kota Kudus.\nMuseum tidak hanya menjadi sumber belajar bagi pelajar, tetapi juga tujuan wisata yang bermanfaat bagi masyarakat umum. Karena dapat meningkatkan perspektif masyarakat terhadap cagar budaya dan museum juga dijadikan sebagai tempat wisata sejarah pendidikan (Febrianti et al., 2021).\nDalam ruang arkeologi Patiayam terdapat banyak fosil yang dapat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan siswa. Pada awalnya museum ini berubah bentuk menjadi sebuah rumah fosil yang dilindungi oleh otoritas yang berisi fosil dan alat arkeologi dan hingga saat ini telah ditemukan kurang lebih 1500 fosil di dalam kawasan Pegunungan Patiayam (Widiyati Wasino). Wisatawan yang berkunjung dapat menemukan beragam peninggalan bersejarah beserta fosil-fosil hewan invertebrata selain vertebrata dan manusia bersejarah (Homo erectus) yang dapat digunakan sebagai pendidikan untuk memperoleh pengetahuan tentang sejarah. Ada juga indera batu manusia dari gaya hidup manusia bersejarah yang ditemukan di lapisan tanah tak terputus yang kembali ke - + 1.000.000 tahun yang lalu. Berikut gambar mengenai fossil yang ada di museum Patiayam.\nGambar 1. Fossil tanduk purba\nBerdasarkan wawancara dengan pengelola website Patiayam Archaeological, kunjungan wisatawan ke website Patiayam Archaeological sangat besar, tercatat rata-rata trafik perbulan mencapai +2000. dalam hobi edukasi ini, museum edutourism dapat menginspirasi wisatawan untuk melakukan konservasi situs purbakala sekaligus mengunggah wawasan. Secara morfologi daerah sekitar Patiayam berarti kubah dengan ketinggian maksimum (Bukit Patiayam) 350 meter di atas permukaan laut. Berikut gambar mengenai fossil hewan purba yang ada di museum Patiayam.\nGambar 2. Fossil gajah purba\nDalam berkunjung ke museum tidak ada batasan usia, karena pada dasarnya Museum Patiayam dibuka untuk semua kalangan usia untuk berkunjung ke Museum Patiayam, mulai dari anak TK hingga mahasiswa. Pengkajian atau pembelajaran tidak selalu wajib di dalam ruang sekolah, mahasiswa sangat puas jika mereka bisa meneliti di luar ruang kuliah atau di luar kelas pemerolehan ilmu dengan cara langsung pergi ke museum sebagai bekal pembelajaran. Tentu saja, banyak mahasiswa yang suka menimba ilmu di luar ruang belajar atau di luar institusi, karena dapat memperbaharui persepsi mahasiswa tentang monoton mengenal keanggunan dan dapat mengunggah persepsi kepada siswa tentang gambaran konkrit tentang fosil dan manusia bersejarah\n\n## 3. Upaya yg bisa Dilakukan untuk mengembangkan Museum Patiayam\nUpaya atau solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan melalui rehabilitasi wahana dan infrastruktur. Kurangnya pengamanan pada koleksi di Museum Patiayam membuat koleksi tersebut bisa dibilang rusak atau rapuh. Oleh karena itu, pengelola perlu lebih giat lagi dalam mempertahankan setiap rangkaian agar tidak ada pengunjung situs yang ingin menghalangi koleksi di Museum Pati Ayam. dan pengendalian juga dapat meningkatkan media merchandise museum tepung burung, keberadaan manusia tidak diketahui karena museum patiayam ini memiliki daya tarik wisata yang mengagumkan, menjadi museum paling sederhana yang terletak di dalam keramat. Museum Patiayam bisa menjadi kawasan yang mendebarkan dan ramai dikunjungi jika pengelola Museum Patiayam bisa menjaga dan melestarikan koleksi fosilnya secara permanen. Namun, ada beberapa olahraga promosi yang ingin ditingkatkan atau ditingkatkan. seperti internet atau media sosial, karena di era globalisasi saat ini, manusia sangat canggih dalam mencari tempat wisata terkenal melalui media sosial, oleh karena itu pihak manajemen ataupun pengelola perlu lebih aktif melakukan promosi di media sosial atau internet, sehingga banyak wisatawan yang pergi berkunjung ke museum.\nMenurut Siswanto, Ketua Balai Arkeologi Yogyakarta, dia memperkirakan pendidikan atau latihan di Patiam sangat tinggi dan sekarang tidak kalah dengan di Sragen di Sangiran. Banyak fosil hewan bersejarah baik darat maupun laut ditemukan di tempat itu, memberikan latar belakang asal\nmuasal Museum Patiayam. Lokasinya yang berada di dekat jalan pantura Kudus-Pati juga strategis sehingga mampu menarik pengunjung.\nDirektur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud, Fitra Arda menjelaskan, selain terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan forum yang berbeda, mengubah mindset pengelola museum berarti penting sebagai tujuan akhir. Sehingga museum dapat terus mengamati ciri-ciri di era digital sehingga mampu menarik minat kaum milenial. Salah satunya adalah kami melibatkan jaringan dan spesialis untuk mengendalikan semua aktivitas museum sehingga program-program yang dibuat sesuai dengan perkembangan zaman yang saat ini kami arahkan kepada generasi milenial. Kunjungan ke museum patut dijadikan fashion traveler era milenial yang beragam. Pertanyaannya adalah \"Bagaimana?\" terutama ketika era milenial kunjungan ke fasilitas pembelian lebih tinggi daripada ke museum. Dalam menerapkan metode ini pengelola museum harus up to date terutama dalam hal keterbukaan informasi dan pemanfaatan generasi digital dan media sosial untuk menarik minat kaum milenial ke museum.\nDalam rapat koordinasi dengan Indroyono Soesilo tentang koordinasi pengawasan Museum Generasi Milenium di Jakarta, ia menyatakan bahwa sikap menyatakan museum sebagai lembaga nirlaba harus diubah, agar tidak mencari keuntungan. Museum saat ini dituntut untuk menghasilkan pendapatan guna membiayai kegiatan olahraganya agar berkembang sesuai dengan karakteristik zaman maya saat ini. Museum di Indonesia saat ini perlu mewaspadai teknologi milenium oleh Indroyono yang saat ini menjadi salah satu pasar keahlian pariwisata daerah. Milenial ini memiliki minat untuk menjelajah dan bepergian, dan mereka juga bisa lebih pintar, lebih terhubung, dan lebih energik dalam penggunaan media sosial mereka.\n\n## KESIMPULAN\nMuseum Patiayam memiliki daya tarik tersendiri yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Dari hasil dan pembahasan yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa Museum Patiayam sangat bermanfaat sebagai sumber penguasaan siswa di jenjang pendidikan dasar dan perguruan tinggi. Museum Patiayam di Kudus menawarkan informasi tentang sejarah kehidupan dan kita dapat melihat fosil dan artefak sejarah dengan mata kepala sendiri. Kunjungan siswa ke Museum Patiayam adalah versi penguasaan keanggunan luar. Pembelajaran di luar ruang belajar dapat membuat sistem pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan kreativitas siswa. Begitu pula Museum Patiayam juga bermanfaat sebagai tempat wisata bagi warga. karena kehidupan museum ini dapat memperluas pengetahuan budaya-sejarah masyarakat. Bahkan, museum juga bisa dijadikan tempat menimba ilmu yang mendorong rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap warisan budaya, alam, dan sejarah Indonesia.\n\n## DAFTAR PUSTAKA\nKementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2015. Jakarta: Kemendikbud RI. Dipetik 2023, dari https://inspirasidikti.kemdikbud.go.id/peraturan/3-yuvh6-peraturan- menteri-pendidikan-dan-kebudayaan-nomor-66-tahun-2015\n19. 7 Tempat Wisata Edukasi di Yogya Menarik saat Liburan Sekolah. kompas.com. https://edukasi.kompas.com/read/2019/12/22/11193341/7-tempatwisata-edukasi-di-yogya- menariksaat-liburan-sekolah?page=all\nApriyanthy, E. C. (2019). “Pemanfaatan Museum Kapuas Raya sebagai Media dan Sumber Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 01 Sintang”. Yogyakarta: Thesis Universitas NegeriYogyakarta.\nBirsyada, M. I., Gularso, D., & Fairuzabadi, M. 2022. “Strategi Pengembangan Pembelajaran Sejarah Masa Pendudukan Jepang di Indonesia Berbasis Diorama Museum di Sekolah”. Diakronika , 22(1): 76-95.\nhttp://diakronika.ppj.unp.ac.id/index.php/diakronika/article/view/272\nEvitasari, Okta; Lelly Qodariah; & Rudy Gunawan. 2020. “Pemanfaatan Fungsi Museum sebagai Sumber Belajar Sejarah dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis”. Estoria: Journal of Social Science and Humanities ,1(1): 43-56. https://journal.unindra.ac.id/index.php/estoria/article/view/462/412\nFebrianti, Aurora Nandia; & Wawat Suryati. 2021. “Pemanfaatan Museum Lampung sebagai Sumber Belajar dan Tempat Destinasi Wisata di Lampung”. Jurnal Istoria , 5(2): 107-115. http://istoria.unbari.ac.id/index.php/OJSISTORIA/article/view/132\nHasan, S. H. 2019. “Pendidikan Sejarah untuk Kehidupan Abad ke 21”. HISTORIA: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah , II (2): 61–72.\nISK News. 2019. “Saatnya Situs Patiayam Naik Kelas Jadi Cagar Budaya Nasional”. https://isknews.com/saatnya-situs-patiayam-naik-kelas-jadi-cagar-budaya-nasional/\nJunaid, I. 2017. Pengembangan museum dalam perspektif pariwisata (Issue November).\nNuryanti at.al. 2018. “Museum sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah: Studi Situs Pada Museum Jawa Tengah Ranggawarsito Semarang”. Pawiyatan , XXI(2): 91–99. http://ejournal.ivet.ac.id/index.php/pawiyatan/article/view/737/664 . Prasetyo, D.; Toba Sastrawan Manik; & Dwi Riyanti. 2021. “Pemanfaatan Museum sebagai Objek Wisata Edukasi”. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah , 15(1): 1-11. http://ejournal.stipram.ac.id/index.php/kepariwisataan/article/view/20 Sardiman, A. 2017. Reformulasi Pembelajaran Sejarah: Sebuah Tantangan. Istoria: Jurnal Pendidikan Dan Sejarah , 12 (2): 12–20. https://journal.uny.ac.id/index.php/istoria/article/view/17610\nSupriatna, N. 2019. “Pengembangan Kreativitas Imajinatif Abad Ke-21 dalam Pembelajaran Sejarah”. Historia:Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, II(2): 73–82. https://ejournal.upi.edu/index.php/historia/article/view/16629\nSustianingsih, Ira Miryani. 2020. “Pemanfaatan Museum SUBKOSS sebagai Sumber Belajar Sejarah di Lubuklinggau”. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah , 9(1): 1-14. https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/criksetra/article/view/10260\nSyaharuddin, Arbaniah, & Mutiani. 2020. “Utilization of Wasaka Museum as a Learning Resource on Social Studies”. The Kalimantan Social Studies Journal , 1(2): 121. https://doi.org/10.20527/kss.v1i2.2027\nWijayanti, A., Damanik, J., Fandeli, C., & Sudarmadji. 2017. “Upaya Mewujudkan Peran Edukasi melalui Budaya Berfikir di Museum Biologi Yogyakarta”. Jurnal Khasanah Ilmu , 8(2): 81–89 http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/2823\nYusuf, Maulana; Nurzengky Ibrahim; & Kurniawati. 2018. “Pemanfaatan Museum sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran Sejarah”. Visipena , 9(2): 215-235.\nhttps://ejournal.bbg.ac.id/visipena/article/view/455\n"
4240a5d3-0513-4ad1-95be-632e3a66d6d8
https://owner.polgan.ac.id/index.php/owner/article/download/487/203
Owner: Riset & Jurnal Akuntansi e –ISSN : 2548-9224 | p–ISSN : 2548-7507 Volume 5 Nomor 2, Agustus 2021 DOI : https://doi.org/10.33395/owner.v5i2.487 ## Pengaruh Tingkat Pendapatan, Penurunan Tarif, Dan Perubahan Cara Pembayaran Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Masa Pandemi Covid-19 Lutfah Fadilah 1 , Asrofi Lang...
81a20351-8389-464c-9786-755c8d89a5ea
https://journal.poltekpar-nhi.ac.id/index.php/barista/article/download/148/74
## MODEL EXPERIENTIAL LEARNING BERBASIS BERPIKIR KREATIF PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARASI Isah Cahyani, Resi Amalia, & Andoyo Sastromiharjo Universitas Pendidikan Indonesia Email: isahcahyani@upi.edu Abstrak: Fokus permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis narasi peserta did...
ad2708fc-c736-4158-9d31-f3d870957b86
https://journal.bio.unsoed.ac.id/index.php/biosfera/article/download/158/118
Konstruksi Mutan Pseudomonas sp. untuk Meningkatkan Produksi Indole Acetic Acid (IAA) melalui Mutagenesis dengan Transposon ## Aris Tri Wahyudi, Mutiha Panjaitan, dan Nisa Rachmania Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Biologi Fakultas MIPA, Institut Pertanian Bogor ## Abstract Pseudomonas sp. is one of bacterial gr...
50975e12-df06-4d9c-83de-e4f88601a560
https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JOTING/article/download/5076/4238
Volume 5, Nomor 1, Januari-Juni 2023 e-ISSN: 2684-8988 p-ISSN: 2684-8996 DOI : https://doi.org/10.31539/joting.v5i1.5076 ## PEMANFAATAN TEKNOLOGI ROBOT DALAM PENINGKATAN KUALITAS TIDUR DAN PENCEGAHAN JATUH PADA LANSIA Ida Faridah¹, Rr. Tutik Sri Hariyati², Etty Rekawaty 3 Universitas Indonesia 1,2,3 idaffaridah@gma...
5870040d-4ee2-48f1-b78a-0c3b96b50a4b
http://jurnal.pnk.ac.id/index.php/flash/article/download/207/130
## JURNAL ILMIAH FLASH Vol. 4 No. 1, Halaman: 24 - 36 Juni 2018 ## E-HEALTH (ELECTRONIC HEALTH) SOLUTION PUSKESMAS UNTUK MENENTUKAN STATUS KESEHATAN IBU DAN ANAK Petrisia Widyasari Sudarmadji 1 , Yohanes Suban Peli 2 , dan Lita Alfriany Ndoloe 3 1,2,3 Politeknik Negeri Kupang Jl. Adisucipto – Penfui Kupang NTT E-mail...
0cf28d4a-5232-4879-90f2-4eb4882838de
https://hostjournals.com/bulletincsr/article/download/223/141
ISSN 2774-3659 (Media Online) Vol 3, No 1, Desember 2022 DOI 10.47065/bulletincsr.v3i1.223 | Hal 170 − 176 https://hostjournals.com/bulletincsr ## Perancangan Aplikasi Edukasi Pembelajaran Alfabet dan Angka Berbasis Android dengan Metode Linear Congruential Generator (LCG) Agus Maringan Siahaan 1,* , Jackri Hendrik 2 ...
747b1d0d-c9bf-47f1-bd98-628b03fb0480
https://ejournal.iaiskjmalang.ac.id/index.php/ittishol/article/download/993/428
P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 2 Juli 2023 ## Retorika Dakwah Husain Basyaiban Dalam Pemanfaatan Media Sosial Tiktok ## Unsiyatul Uyun Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta unsiyatuluyun@gmail.com Abstrak. Dimulai dengan ilmu tekhnologi yang semakin pesat dalam menciptakan bebe...
507667dd-5278-463f-9999-8fa127129fb5
https://e-abdimas.unw.ac.id/index.php/jhhs/article/download/256/135
Hubungan Rheumatoid Arthritis dengan Kejadian Insomnia pada Usia Lanjut Sri Wulandari 1 , Warda Anil Masyayih 2 , Rista Dian Anggraini 3 , Hany Puspita Aryani 4 1,2,3,4 STIKes Husada Jombang, Indonesia Email Korespondensi: wulandarisri736@gmail.com ## ABSTRAK Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lans...
64b7a4ba-b8d0-44f3-be22-5d0d205ee0b1
http://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/article/download/15200/10354
## JURNAL PERENCANAAN WILAYAH e-ISSN: 2502 – 4205 Vol.IV., No.2, Oktober 20 20 http://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw PENGARUH AKTIVITAS PERTAMBANGAN TERHADAP TATA GUNA LAHAN DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PALANGGA SELATAN KABUPATEN KONAWE SELATAN Kardin 1) ,La Ode Muh. Harafah 2) , Lukman Yunus 3) 1) Mahasiswa ...
b63db70f-cc51-44c3-9c00-2049843e2663
https://ejournal.upi.edu/index.php/edutech/article/download/3088/2109
## IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI BANDUNG Abstract. 2013 Curriculum is the result of 2007 KTSP Curriculum revision which was shortly performed. The implementation of 2013 Curriculum (Kurtilas) faced several obstacles. This study aimed to find out how 2013 Curriculum was implem...
c809b955-2c21-42a7-9283-3a9fdeee64e6
https://jpk.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/jpk/article/download/134/84
Jurnal Pengabdian Kesehatan STIKES Cendekia Utama Kudus P-ISSN 2614-3593 E-ISSN 2614-3607 Vol. 4, No. 2, Juli 2021 http://jpk.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id ## PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN DAN PENGONTROLAN PENYAKIT TIDAK MENULAR : POSBINDU PTM DI DUSUN GUNUNG CILIK DESA WATU GAJAH GEDANGS...
2473d6ec-2347-4d60-abac-7c1357e2fdf7
https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JAUJ/article/download/1247/1009
## PENGARUH BESARAN PERUSAHAAN, FINANCIAL LEVERAGE DAN NET PROFIT MARGIN (NPM) TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA (INCOME SMOOTHING) PADA PERUSAHAAN INDUSTRI DASAR DAN KIMIA DI BURSA EFEK INDONESIA ## Bunga Maharani Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Jember ## Abstract The aim of this study is to ex...
36383bc4-a6e8-4ed3-81de-fa623c6b822b
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/download/3359/2383
INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research Volume 3 Nomor 3 Tahun 2023 Page 10139-10151 E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246 Website: https://j-innovative.org/index.php/Innovative Pengaruh Kualitas Produk, Kepercayaan Merek, Dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan Air Minum Dalam ## Kemasan Le Mineral...
d65694ae-9828-45bc-b271-a9ac520a3f1a
http://ekonomis.unbari.ac.id/index.php/ojsekonomis/article/download/362/201
## Ekonomis: Journal of Economics and Business, 5(2), September 2021, 429-433 Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Batanghari Jambi Address: Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi Kodepos: 36122 Website: http://ekonomis.unbari.ac.id, email: ekonomis.unbari@gmail.com ISSN 2597-8829 (Online)...
dd5a1e56-dc89-4623-b6df-e361ac596821
http://jurnal.upmk.ac.id/index.php/pelitapaud/article/download/3596/1490
Active Learning Approach.... Sean Marta Efastri 1 , Ledya O Liza 2 , Fajar Maulana 3 P ISSN 2548-6284 E ISSN 2615-0360 ## ACTIVE LEARNING APPROACH UNTUK PEDESTRIAN SAFETY (KESELAMATAN PEJALAN KAKI) SISWA TK Sean Marta Efastri 1 , Ledya O Liza 2 , Fajar Maulana 3 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas L...
225d388d-bda5-4029-a7b9-e4ebd2d49847
https://jurnal.plb.ac.id/index.php/JRAK/article/download/330/199
## ANALISIS PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI PADA KLINIK MITRA SEHATI CIBIRU BANDUNG) Hery Haerudin & Lilis Saidah Napisah – STIE Ekuitas Bandung ## ABSTRAK Sistem informasi Akuntansi merupakan salah satu bagian yang vital pada fasilitas pelayanan umum, system...
daaac7c7-0de6-44ab-93dc-742e02ce9e7a
https://journal.stekom.ac.id/index.php/pixel/article/download/592/458
JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS , Vol.14, No.2, Desember 2021, pp. 287 - 299 p-ISSN : 1979-0414(print) e-ISSN : 2621-6256 (online) http://journal.stekom.ac.id/index.php/pixel  page 287 ## SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN MURID BARU MENGGUNAKAN METODE AHP DAN SAW Maulana Ashari *1) , Siti Halimatun Jannah 2 , Sofi...
065a9853-be19-4382-a033-b59c5a406b83
https://ejournals.umn.ac.id/index.php/SI/article/download/264/230
## Penetapan Balance Scorecard untuk Mengukur Kinerja Sistem dan Teknologi Informasi di PT. DXY, Jakarta Hudiarto 1 , Fury Arifin 2 1,2 Jurusan Sistem Informasi, Universitas Bina Nusantara, Jakarta 11480 email: hudiarto@binus.edu Diterima 19 November 2014 Disetujui 11 Desember 2014 Abstract – Changing of country’s lea...
9e4fc0d9-3035-4f86-8981-46c8249a6986
https://ejournal.unis.ac.id/index.php/ISLAMIKA/article/download/4339/2226
## Islamika (Jurnal Agama, Pendidikan, dan Sosial Budaya) ## FIQH DAN KONSTRUKSI PEMIKIRANNYA: UPAYA MENJAWAB ISU-ISU KONTEMPORER DI MASYARAKAT Karmawan karmawan@unis.ac.id Universitas Islam Syekh-Yusuf ## Abstract This research discusses the crucial role of fiqh in dealing with contemporary issues face...
752ab880-3634-4b45-b163-40a1c27831d6
https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/jte/article/download/761/641
ANALISA AUDIT KONSUMSI ENERGI SISTEM HVAC (HEATING, VENTILASI, AIR CONDITIONING) DI TERMINAL 1A, 1B, DAN 1C BANDARA SOEKARNO-HATTA Budi Yanto Husodo 1 ,Nurul Atiqoh Br. Siagian 2 1,2 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana, Jakarta Email: husodo2008@gmail.com Abstrak - Audit energi pada...
f70d6a96-f3c8-4d85-bbfd-945d1b6045bf
https://journals.stie-yai.ac.id/index.php/JUMPA/article/download/207/161
## PENGARUH KEPRIBADIAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN PT. POS INDONESIA (PERSERO) WILAYAH BEKASI Lies Kantinia Rohma Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y.A.I Kantinialiez@gmail.com Alex Zami Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y.A.I alexzami@yahoo.co.id ABSTRACT: In this res...