| Indigo adalah model bahasa kecil yang dibangun dari nol. |
| Model ini dilatih dengan PyTorch murni tanpa pustaka tambahan. |
| Arsitektur Indigo berupa transformer decoder sederhana. |
| Setiap blok transformer memuat perhatian kausal dan jaringan saraf. |
| Perhatian kausal membuat model hanya melihat token masa lalu. |
| Token masa lalu dipakai untuk memprediksi token berikutnya. |
| Prediksi token berikutnya adalah inti dari pemodelan bahasa. |
| Pemodelan bahasa bisa dipakai untuk membuat teks baru. |
| Teks baru dihasilkan token demi token secara berurutan. |
| Urutan token ditentukan oleh distribusi probabilitas model. |
| Probabilitas model dipelajari dari data latih. |
| Data latih berupa kumpulan teks biasa dalam berkas txt. |
| Berkas teks dibaca lalu diubah menjadi deret angka. |
| Deret angka tersebut menjadi masukan bagi jaringan saraf. |
| Jaringan saraf belajar dengan menurunkan fungsi kerugian. |
| Fungsi kerugian dihitung menggunakan cross entropy. |
| Cross entropy mengukur selisih prediksi dengan jawaban sebenarnya. |
| Jawaban sebenarnya adalah token yang muncul pada data asli. |
| Data asli dibagi menjadi data latih dan data validasi. |
| Data validasi dipakai untuk memantau kemajuan pelatihan. |
| Pelatihan berjalan selama ribuan langkah kecil. |
| Setiap langkah memperbarui bobot model sedikit demi sedikit. |
| Bobot model diperbarui oleh optimizer AdamW. |
| Optimizer menurunkan kerugian dengan gradien turun. |
| Gradien dihitung lewat propagasi balik otomatis dari PyTorch. |
| Propagasi balik meneruskan kesalahan ke setiap lapisan. |
| Lapisan pertama adalah lapisan penyematan token. |
| Penyematan token mengubah angka menjadi vektor padat. |
| Vektor padat digabung dengan penyematan posisi. |
| Penyematan posisi memberi tahu urutan kata dalam kalimat. |
| Kalimat panjang dipotong menjadi jendela tetap. |
| Jendela tetap disebut block size atau konteks. |
| Konteks dibatasi agar perhatian tetap efisien. |
| Perhatian menghitung hubungan antar token dalam konteks. |
| Hubungan antar token membentuk pemahaman sederhana. |
| Pemahaman ini tumbuh seiring bertambahnya langkah latih. |
| Langkah latih dicatat beserta nilai kerugiannya. |
| Nilai kerugian yang menurun menandakan model belajar. |
| Model yang sudah belajar bisa menyimpan checkpoint. |
| Checkpoint berisi bobot, konfigurasi, dan kosakata. |
| Kosakata Indigo berupa karakter unik dari data. |
| Tokenizer karakter mengubah huruf menjadi angka sederhana. |
| Angka sederhana mudah dipahami tanpa pustaka eksternal. |
| Tanpa pustaka eksternal proyek tetap ringan dan jelas. |
| Proyek ringan cocok untuk belajar dari dasar. |
| Dasar yang kuat memudahkan eksperimen lanjutan. |
| Eksperimen bisa berupa penambahan lapisan atau kepala perhatian. |
| Kepala perhatian tambahan menangkap pola yang lebih beragam. |
| Pola beragam menghasilkan teks yang lebih koheren. |
| Teks koheren adalah tujuan akhir dari pelatihan ini. |
|
|