anchor
stringlengths 140
4.36k
| positive
stringlengths 237
4.36k
| negative
stringclasses 979
values |
|---|---|---|
Judul: Karakteristik Dendeng Ikan Lumat dari Surimi Ikan Layaran (Istiohorus orientalis) dengan Penambahan Kaldu Ayam
Abstrak: Penyediaan pangan bergizi merupakan masalah yang makin mendesak baik di Indonesia maupun negara yang sedang berkembang lainnya. Apalagi jika ditinjau dari keadaan masyarakat Indonesia dengan keadaan sosial ekonomi yang belum memadai, maka diperlukan usaha-usaha untuk mengatasi masalah tersebut. Usaha untuk mengetahui masalah tersebut perlu dilakukan mengingat Indonesia merupakan negara yang kondisi sosial ekonomi masyarakatnya masih belum sejahtera. Hasil olahan yang mempunyai prospek baik untuk dikembangkan salah satunya adalah dendeng ikan dalam bentuk lumat. Usaha pembuatan dendeng ikan lumat dilihat dari segi teknologinya cukup sederhana sehingga merupakan usaha padat karya yang dapat diterima secara umum oleh masyarakat. Dendeng yang terdapat di pasaran terbuat dari daging ayam atau sapi yang memiliki kandungan lemak dan kolesterol relatif tinggi yang bisa mengganggu kesehatan sehingga berpotensi menimbulkan penyakit jantung, stroke, dan hipertensi. Untuk menanggulangi hal tersebut, maka diupayakan membuat dendeng yang sehat menggunakan bahan baku daging Ikan Layaran (Istiophorus orientalis) dengan penambahan kaldu ayam. Daging dari jenis ikan ini mempunyai ciri khas tersendiri, karena memiliki tekstur daging yang lembut seperti tekstur ikan salmon dan juga memiliki rasa yang gurih dan manis. Ketika daging tersebut masih dalam keadaaan segar, teksturnya liat dan tebal seperti daging sapi. Namun daging ikan Layaran (Istiophorus orientalis) ini memiliki bau yang cukup amis sehingga diperlukan diversifikasi produk dengan cara pengurangan bau amis tersebut (dengan cara penambahan kaldu ayam) agar ikan Layaran (Istiophorus orientalis) tersebut dapat diterima oleh masyarakat setempat. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahapan, yaitu penelitian pendahuluan berupa pembuatan surimi terbaik dan penelitian utama berupa pembuatan dendeng rasa ayam. Tujuan penelitian pendahuluan yaitu untuk mendapatkan karakteristik rasa ikan laut yang paling tidak dominan pada surimi Ikan Layaran (Istiophorus orientalis) dalam produk dendeng yang dihasilkan. Tujuan penelitian utama adalah menentukan konsentrasi kaldu ayam yang menghasilkan dendeng dengan rasa ayam terbaik (yang paling disukai panelis) dan menentukan karakteristik fisika dan kimia dari dendeng Ikan Layaran (Istiophorus orientalis). Hasil penelitian menunjukan bahwa dendeng lumat pencucian dua kali dengan konsentrasi kaldu ayam 25 ml dan 40 ml disukai oleh konsumen (kenampakan, warna, aroma, tekstur, dan rasa) dengan derajat kesukaan mendekati suka sampai skor yang berskala hedonik antara 7 sampai 8. Hasil pengamatan menunjukan bahwa semakin banyak perlakuan pencucian menyebabkan kandungan protein semakin kecil dan sifat tekstur (kekuatan tarik dan elongasi) semakin besar. Dendeng berwarna coklat kekuningan dengan rasa dan aroma kaldu ayam, sedangkan tekstur agak kenyal dan tidak mudah sobek.
Keyword: Istiophorus orientalis, Cryoprotectan
|
Judul: Mempelajari Karakteristik Bakso Ikan Nila (Oreochromis nilotiais) dengan Penambahan Bubuk Flavor Dari Ekstrak Kepala Udang Windu (Penaeus monodon)
Abstrak: Salah satu bentuk produk diversifikasi pengolahan hasil perikanan adalah bakso ikan. Bakso merupakan jenis makanan yang tergolong populer di Indonesia. Bakso ikan adalah bentuk produk daging giling, digarami, diberi bumbu, dicetak menurut selera masing-masing dan bersifat kenyal (Tazwir, 1992). Hampir semua jenis ikan dapat dimanfaatkan dagingnya untuk diolah menjadi bakso (Wibowo, 2001). Ikan nila {Oreochromis niloticus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dihasilkan. Ikan nila merupakan jenis ikan berdaging putih dan berlemak rendah, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku bakso ikan. Untuk meningkatkan mutu bakso ikan nila terutama terhadap aroma dan rasa, maka diberi penambahan bubuk flavor dari ekstrak kepala udang. Kepala udang mempunyai aroma yang kuat dan khas, mudah didapat karena potensi sediaan bahan baku cukup banyak yaitu dari limbah pengolahan udang beku yang belum optimal pemanfaatannya dan harganya relatif murah. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari cara pembuatan bakso ikan nila {Oreochromis niloticus) dengan penambahan bubuk flavor dari ekstrak kepala udang windu {Penaeus monodon) dan mengetahui pengaruh penyimpanan selama 4 minggu pada suhu chilling (0-6°C). Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan bubuk flavor dari ekstrak kepala udang dengan menggunakan tiga perlakuan, yaitu perbandingan kepala udang dengan air 1:1 (Ai), perbandingan kepala udang dengan air 2:1 (A2) dan perbandingan kepala udang dengan air 3:1 (A3). Bubuk flavor kemudian diuji secara organoleptik dengan satu karakter parameter
Keyword:
|
Judul: Cycle Hamilton pada Graf Lengkap, Graf Regular, dan Graf 2-Connected 4-Regular Berorder Kurang dari Sepuluh
Abstrak: Suatu graf disebut graf Hamilton apabila graf tersebut memuat cycle Hamilton, yaitu cycle yang melewati setiap vertex tepat satu kali. Menentukan keberadaan cycle Hamilton pada suatu graf dapat menggunakan syarat cukup yang berupa teorema-teorema yang telah diperkenalkan sejak tahun 1950-an. Beberapa syarat cukup yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah syarat cukup yang berhubungan dengan graf lengkap dan graf regular. Suatu graf lengkap berorder 𝑛������ ≥ 3 dan graf r-regular berorder 𝑛������ ≤ 2𝑟������ + 1 merupakan graf Hamilton, Karena kedua graf tersebut memuat cycle Hamilton. Selanjutnya, syarat cukup tersebut digunakan untuk menentukan keberadaan cycle Hamilton pada graf 2-connected 4- regular berorder kurang dari 10.
Keyword: graf Hamilton, graf regular, graf lengkap, graf 2-connected 4-regular
|
Judul: Correlation between Intercultural Communication Competence, Host Interpersonal Communication, and Ethnic Interpersonal Communication with Cultural Adaptation
Abstrak: Gegar budaya akibat migrasi dapat diatasi pendatang dengan melakukan adaptasi. Komunikasi memiliki peran penting dalam proses adaptasi budaya pendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kompetensi komunikasi antarbudaya, komunikasi antarpribadi tuan rumah, dan komunikasi antarpribadi etnis dengan adaptasi budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif dengan metode kasus pada pedagang pendatang Jawa di Jalan Babakan Raya. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapang lalu dianalisis dengan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi komunikasi antarbudaya, komunikasi antarpribadi etnis, dan adaptasi budaya pedagang Jawa bergolongan sedang, sementara tingkat komunikasi antarpribadi tuan rumah bergolongan rendah. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kompetensi komunikasi antarbudaya dengan adaptasi budaya serta tidak terdapat hubungan signifikan antara komunikasi antarpribadi (dengan tuan rumah maupun etnis) dengan adaptasi budaya pendatang., Migrants can overcome culture shock due to migration by adapting. Communication has an important role in the cultural adaptation process of migrants. This study aims to analyze the correlation between intercultural communication competence, host interpersonal communication and ethnic interpersonal communication and cultural adaptation. This research uses quantitative approach supported by qualitative data with a case method of Javanese migrant traders on Babakan Raya Street. The data collected through questionnaires, in-depth interviews and field observations. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The results of the research show that the level of intercultural communication competence, ethnic interpersonal communication, and cultural adaptation of Javanese traders are in the medium category, meanwhile the level of host interpersonal communication is in low category. There is a positive and significant relationship between intercultural communication competence and cultural adaptation and there is no significant relationship between interpersonal communication (with host or ethnic group) and cultural adaptation of migrants.
Keyword: communication, cultural adaptation, migration, migrants
|
Judul: Proses migrasi dan dinamika kebudayaan masyarakat migran Madura : Studi kasus masyarakat migran Madura Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor Propinsi Jawa Barat
Abstrak: Pembangunan yang tidak seimbang dan disparitas antar daerah menyebabkan perpindahan penduduk dan perubahan arahnya pada gilirannya dapat menimbulkan masalah baik di daerah yang ditinggalkan maupun daerah yang dituju. Daya tarik kota, kesempatan memperoleh pendidikan, wiraswasta dan penawaran jasa lainnya, sebagai bagian dari proses modernisasi, antara lain merupakan komponen yang dapat memperbesar arus perpindahan baik untuk tujuan menetap, sementara atau mungkin perpindahan sirkuler. Umumnya proses migrasi tersebut juga disertai dengan proses penyesuaian atau adaptasi baik fisik, sosial maupun budaya. Masyarakat dengan etnik tertentu yang melakukan migrasi ke suatu tempat dengan membawa budaya yang berbeda akan mengalami proses belajar kebudayaan sehingga kebudayaan masyarakat migran tersebut dapat diterima oleh masyarakat lain atau masyarakat tersebut yang menyesuaikan diri terhadap kebudayaan masyarakat migran serta berusaha mempelajari kebudayan lain. Proses belajar kebudayaan tersebut akan berpengaruh terhadap perubahan pola sikap, pola tindak dan pola sarana masyarakat migran itu sediri ataupun masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi alasan bermigrasi yang dilakukan oleh masyarakat migran Madura yang berada di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat, (2) Mengkaji sejauh mana interaksi sosial yang terjalin antara masyarakat migran Madura dengan masyarakat setempat, (3) Mengkaji sejauhmana perubahan wujud kebudayaan yang terjadi pada masyarakat migran Madura. ...
Keyword:
|
Judul: Histerektomi Pada Anjing
Abstrak: Anjing merupakan hewan kesayangan yang banyak dipelihara hampir di setiap rumah, baik sebagai kegemaran maupun untuk keamanan pemiliknya. Histerektomi merupakan suatu tindakan bedah dan pembuangan uterus dengan tujuan untuk menanggulangi hal-hal yang patologik seperti pyometra, distokia yang berkepanjangan dan anaknya diduga masih hidup, adanya tumor uterus serta untuk tindakan fisiologik yaitu sterilisasi untuk mengatur keturunan (Arthur,197S).
Keyword:
|
Judul: Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan Service Motor pada Dealer Yamaha PT Mekar Karya Pratama, Bogor
Abstrak: Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu : 1) Mengidentifikasi karakteristik pelanggan PT MKP, 2) Menganalisis hubungan kualitas pelayanan jasa (yang meliputi responsiveness, reliability, assurance, emphaty, dan tangibles) dan kepuasan pelanggan service motor di PT MKP, 3) Menganalisis pengaruh dimensi kualitas pelayanan jasa (yang meliputi responsiveness, reliability, assurance, emphaty, dan tangibles) terhadap kepuasan pelanggan service motor PT MKP. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner yang diisi responden dan data sekunder diperoleh melalui studi literatur baik dari studi pustaka, majalah, internet, dan sumber-sumber lainnya yang telah dipublikasi. Metode penarikan sampel menggunakan non probability sampling. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik parametrik dengan metode regresi linier berganda. Pengolahan data untuk analisis statistik parametrik menggunakan Software SPSS 16 .00 for Windows Windows. Berdasarkan analisis deskriptif diketahui bahwa mayoritas pelanggan service PT. MKP adalah laki-laki yang berdomisili di kota Bogor dengan usia berkisar antara 21-30 tahun, dimana mereka telah berstatus menikah dan memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta. Tingkat pendidikan konsumen sebagian besar adalah lulusan SMA/Sederajat dengan tingkat pendapatan berkisar antara Rp 1.000.001 – Rp 2.000.000. Sebagian besar konsumen melakukan servis motor secara rutin selama sebulan sekali dengan waktu tempuh menuju bengkel Mekar Motor kurang lebih 15-30 menit dan penggunaan sepeda motor per minggu lebih dari 50 km. Waktu tunggu konsumen rata-rata berkisar 46-60 menit dan kegiatan yang dilakukan konsumen selama menunggu yaitu mengamati proses service. Untuk perawatan kendaraan rata-rata konsumen mengeluarkan sebesar Rp 20.001-Rp 50.000 per bulan dan alasan untuk kunjungan service adalah karena hasil service yang memuaskan dan penggunaan sepeda motor diperuntukkan sebagai alat transportasi pribadi. Variabel yang mempengaruhi (independent) dalam penelitian ini adalah persepsi pelanggan terhadap lima dimensi kualitas pelayanan jasa yang meliputi: (1) responsiveness, (2) reliability, (3) emphaty, (4) assurance dan (5) tangibles. Berdasarkan pengukuran sikap responden terhadap seluruh variabel penelitian menunjukkan penilaian yang baik. Dimana nilai rataan untuk variabel responsiveness sebesar 4,05, variabel reliability sebesar 4,12, variabel emphaty sebesar 4,02, variabel assurance sebesar 4,02, variabel tangibles sebesar 4,29 dan variabel satisfaction/kepuasan pelanggan sebesar 4,16. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel yang dipilih pada variabel independent dapat menerangkan keragaman variabel dependent dengan kontribusi sebesar 69,1%. Persamaan regresi yang didapat dari hasil pengolahan data adalah 1 2 3 4 5 Y' 0,349 0,022X 0,146X 0,148X 0,122X 0,491X Secara keseluruhan responsiveness, reliability, emphaty, assurance, dan tangibles berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan service motor. Secara parsial realibility, emphaty, assurance dan tangibles merupakan faktor yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan service motor PT MKP.
Keyword: Customer Satisfaction, Multiple Linear Regresion, PT Mekar Karya Pratama, Yamaha
|
Judul: Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Pelayanan Jasa Perkreditan Motor Di PT. Summit Oto Finance Cabang Bogor 2
Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui karakteristik pelanggan pada PT. Summit Oto Finance Cabang Bogor 2, (2) Untuk menganalisis sejauh mana tingkat kepuasan pelanggan dalam menggunakan jasa perkreditan PT. Summit Oto Finance Cabang Bogor 2, (3) Untuk Menganalisis hubungan karakteristik dengan tingkat kepuasan pelanggan PT. Summit Oto Finance Cabang Bogor 2. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah convinience sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan ketersediaan dan kemudahan untuk mendapatkannya. Dalam penelitian ini, karakteristik sampel untuk pengisian kuesioner diantaranya adalah konsumen yang pernah menggunakan jasa perkreditan di PT. Summit Oto finance minimal sebanyak 1 kali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, uji Chi Square, Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Pengolahan data dilakukan menggunakan software SPSS Version 16.00 for Windows dan Microsoft Excell 2007. Hasil analisis deskriptif menunjukan pelanggan PT. Summit Oto Finance didominasi oleh pria sebanyak 76 persen dan wanita 24 persen, usia 26-35 (44%), pekerjaan pegawai swasta (85%), pendidikan terakhir SLTA (43%), pendapatan per bulan Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000 (41%) dan pengeluaran per bulan Rp 500.00- Rp 1.500.000 (45%). Hasil uji Chi Squer menunjukan bahwa jenis kelamin memiliki hubungan antara karakteristik pelanggan dengan tingkat kepuasan pelanggan. Hasil pengolahan data dengan menggunakan metode important performance analysis menunjukan bahwa terdapat dua atribut yang berada pada kuadran prioritas utama (kuadran A) yaitu atribut 13 (Fasilitas ruang tunggu pembayaran angsuran yang nyaman) dan atribut 3 (Kecepatan petugas dalam melayani konsumen). Hasil pengolahan data pengunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) memberikan nilai hasil akhir sebesar (80,26%). Nilai (80,26%) ini berada pada kelas interval 0,66-0,80. Kelas interval ini merupakan kelas interval yang memiliki arti puas. Hal ini memberikan definisi bahwa setiap pelanggan PT. Summit Oto Finance Cabang Bogor 2 telah merasa puas atas pelayanan yang diberikan.
Keyword: Customer characteristic, onvinience sampling, Chi-Square method, Importance Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI)
|
Judul: Egg drop syndrome 1976 ( EDS '76 )
Abstrak: Dalam Rancangan Pelita Ketiga (1979/80 - 1983/84) dijelaskan bahwa tujuan pembangunan antara lain adalah me ningkatkan mutu gizi pola komsumsi masyarakat melalui pe- ningkatan penyediaan karbohidrat, protein dan vitamin. Selain daging dan susu, telur adalah sumber protein hewani yang sangat penting. Oleh sebab itu dalam rangka peningkatan penyediaan protein pemerintah terus berusaha meningkatakan produksi telur dengan menggalakan peternak- an rakyat dan peternakan komersil yang telah maju. Peter- nakan yang telah maju dapat berfungsi sebagai pusat latih an dan pengembangan usaha peternakan rakyat disekitarnya. Mereka dapat sebagai sumber bibit dan tehnologi bagi pe ternakan rakyat. Menurut data dari Bulletin Statistik dan Ekonomi. Ter nak (1981) produksi telur dari Repelita I sampai Repelita III terus meningkat. Dalam Repelita I terdapat kenaikan produksi telur +4,2% per tahun. Dalam Repelita II produk- si telur meningkat +13,8% per tahun dan dalam 2 tahun Re- pelita III (1979-1980) terdapat kenaikan rata-rata produk si telur +6,93% per tahun. ...
Keyword:
|
Judul: ANIMAL WELFARE AND GOOD HOUSING USING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS IN KPSBU LEMBANG SMALL DAIRY FARM
Abstrak: Peningkatan produksi susu sapi perah dapat diupayakan dengan Good Dairy Farming Practices (GDFP). Salah satu aspek penentu GDFP adalah Animal Welfare dan Good Housing. Penerapan Animal Welfare dan Good Housing yang baik dapat meningkatkan produktivitas sapi perah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan menganalisis kriteria penentu yang paling berpengaruh dalam GDFP aspek Animal Welfare dan Good Housing dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode yang digunakan yaitu metode survei dan wawancara langsung kepada 10 peternak di Manoko dan 10 peternak di Cisaroni yang merupakan anggota Koperasi Peternak Sapi Perah Bandung Utara (KPSBU) serta 4 orang ahli yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan aspek Animal Welfare lebih penting daripada Good Housing. Kriteria penentu tertinggi berdasarkan nilai gabungan pengamatan dan vektor prioritas dari Animal Welfare adalah bebas dari lapar dan haus sebesar 18,98% dengan bobot AHP 0,276, sedangkan dari Good Housing adalah peralatan susu 14,15% dengan bobot AHP 0,149., Increasing the milk production of dairy cows can be attempted with Good Dairy Farming Practices (GDFP). One of the defining aspects of GDFP is Animal Welfare and Good Housing. Good application of Animal Welfare and Good Housing can increase the productivity of dairy cows. This study aims to evaluate and analyze the most influential determining criteria in GDFP aspects of Animal Welfare and Good Housing by using the Analytical Hierarchy Process (AHP). The method used is a survey method and interviews with 10 farmers in Manoko and 10 farmers in Cisaroni who are members of the North Bandung Dairy Farmers Cooperative (KPSBU) and 4 experts consisting of academics, practitioner, and the government. The results of the research show that the Animal Welfare aspect is more important than Good Housing. The highest determining criterion based on the combined observation value and priority vectors from Animal Welfare is free from hunger and thirst 18,98% with an AHP weight of 0,276, while from Good Housing is milk equipment 14,15% with an AHP weight of 0,149.
Keyword: analytical hierarchy process, animal welfare, good dairy farming practices, good housing
|
Judul: Good Housing and Good Management Using the Analytical Hierarchy Process in Jakarta People's Dairy Farms
Abstrak: Pondok Ranggon merupakan salah satu kawasan peternakan sapi perah yang berada di Jakarta. Aspek kandang peralatan dan pengelolaan merupakan faktor dalam good dairy farming practices (GDFP). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kriteria penentu yang paling prioritas pada Good Housing dan Good Management di peternakan sapi perah rakyat Pondok Ranggon Jakarta. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data primer yang diperoleh melalui wawancara kuisioner Good Housing dan Good Management berdasarkan panduan GDFP dan data sekunder diperoleh dari keterangan peternak dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil GDFP pada Good Housing dan Good Management di peternakan sapi perah Pondok Ranggon tergolong baik dengan nilai performa 86,25% dan 85,31%. Nilai gabungan pengamatan dan vektor prioritas pada kedua aspek tersebut tergolong baik dengan nilai 85,31% pada aspek kandang dan peralatan dan 84,75% pada aspek pengelolaan. Prioritas utama pada aspek kandang dan peralatan adalah konstruksi kandang sedangkan pada aspek pengelolaan adalah pengeringan sapi laktasi., Pondok Ranggon is one of the dairy farming areas in Jakarta. Aspects of cage equipment and management are factors in good dairy farming practices (GDFP). This study aims to evaluate the criteria for determining the most priority on Good Housing and Good Management in the Pondok Ranggon people's dairy farm, Jakarta. The research was carried out by collecting primary data obtained through interviews with Good Housing and Good Management questionnaires based on GDFP guidelines and secondary data obtained from information from breeders and literature studies. Data were analyzed using descriptive analysis methods and Analytical Hierarchy Process (AHP). GDFP results on Good Housing and Good Management at the Pondok Ranggon dairy farm are classified as good with performance values of 86,25% and 85,31%. The combined value of observations and priority vectors for both aspects is classified as good with a score of 85,31% for the cage and equipment aspect and 84,75% for the management aspect. The main priority for the housing and equipment aspect is the construction of the stable, while the management aspect is drying the lactating cows.
Keyword: analytical hierarchy process, good housing, good management
|
Judul: Pembuatan dan Karakterisasi Prototipe Sel Surya Nanokristal n-TiO2/Dye/p-CuSCN
Abstrak: Dengan metode casting dan perlakuan annealing, dapat dibuat lapisan nanokristal semikonduktor TiO, pada substrat Transparant Conductive Oxide (TCO). Penambahan dye Methylviolet Thiocianate (MVSCN) dan lapisan CuSCN pada TiO, tersebut menghasilkan sel surya n-TiO,ldye/p-CuSCN yang dapat menyerap foton dan mengubahnya menjadi energi listrik.
Keyword:
|
Judul: Efek suplementasi multivitamin mineral terhadap kadar Malondialdehid (MDA) plasma remaja putri
Abstrak: The objective of this study was to analyze effect of multivitamin mineral (MVM) supplementation to malondyaldehide plasma of female adolescent. Design of this study was the quasi experimental with control, double blind. Samples were First Common Year female students of Bogor Agricultural University (TPB-IPB). The 28 samples consisted of 11 anemia and 17 non-anemia were divided into control and intervention group. There were control anemia group (6 samples), intervention anemia group (5 sampels), control non-anemia group (7 samples) and intervention non anemia group (10 samples). Intervention group received MVM supplement 15 ml/day that contained vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, ferro gluconate, calcium gluconate, mangan sulfate, and zinc sulfate, whereas control group received placebo syrup. The malondialdehyde plasma was analyzed by TBARS method. The statistical test (Anova) showed that malondialdehyde were relatively homogenous in baseline and also endline (p>0,05). The results of paired sample t-test showed that there were no significant changing in plasma malondyaldehide concentration in all groups (p>0.05) respectively. Based on this result, we concluded that there was no influence of multivitamin mineral suplementation to plasma malondialdehyde on female adolescent.
Keyword:
|
Judul: Pengaruh suplementasi multivitamin mineral terhadap status gizi, kadar hemoglobin dan tingkat kebugaran fisik mahasiswi TPB IPB
Abstrak: The aims of the study are to examine the influence of multivitamin mineral supplementation on the nutritional status, hemoglobin concentration and physical activity of Bogor Agricultural University First Common Year female students. The previous research showed that Bogor Agricultural University First Common Year female students have a high prevalence of anemia (Briawan 2008). The design of the research was a double blind-quasi experimental. Subjects consisted 27 people who were sistematically allocated into two groups. The first group consisted of 14 people (28.5% anemia), received multivitamin mineral (MVM) and the second group consisted of 13 peopole (38.4% anemia), received placebo (control group). The supplements contained of vitamin B1, B2, B3, B6, B12, vitamin C, Ca, Mn, Fe and Zn which were distributed and consumed everyday during 8 weeks. The data used were primary data in the form of characteristic samples, anthropometry (weight, height and percent body fat), food consumption, level of fitness results of speed (running at 60 meter), endurance and muscle strength (sit-up, push-up and vertical jump), agility (shuttle run 4x10 meter) and VO2max values (bleep test). The results of statistical test (paired samples t-test) showed that there were significant difference of speed (sample at 60 meter of running) (MVM: p>0,060; placebo: p<0,029), push-up (MVM: p<0,008; placebo: p<0,029), sit-up (MVM: p<0,000; placebo: p<0,020) and bleep test (MVM: p<0,011; placebo: p<0,000), but there were no significant difference (p>0,05) in vertical jump and shuttle run test in both MVM and placebo groups.
Keyword:
|
Judul: Bisnis Fotografi Snapcash : Platform Digital.
Abstrak: Fotografi merupakan bagian gaya hidup masyarakat saat ini. Namun hingga saat ini belum ada platform digital yang menawarkan jasa fotografi. Ide bisnis Snapcash diciptakan sebagai solusi berupa platform digital yang dapat digunakan oleh fotografer untuk mencari pekerjaan dan konsumen untuk mencari jasa fotografi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui permasalahan konsumen, menciptakan solusi yang tepat, dan merumuskan model bisnis yang sesuai untuk Snapcash. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan customer discovery. Pengumpulan data dilakukan secara non probability purposive sampling. Hasil pengujian masalah menunjukkan kesulitan fotografer dalam mendapatkan pelanggan dan kesulitan konsumen dalam menemukan fotografer yang sesuai kriteria. Solusi yang ditawarkan adalah aplikasi dan fitur yang ada didalamnya. Berdasarkan uji solusi yang dilakukan, solusi yang ditawarkan diterima oleh responden sehingga menjadi solusi bagi responden penelitian. Model bisnis Snapcash terverifikasi berdasarkan tiga aspek yaitu kesesuaian produk dengan pasar, segmen pelanggan dan cara mencapainya, serta cara perusahaan menghasilkan uang.
Keyword: customer discovery, fotografi, model bisnis, platform digital
|
Judul: Analisis Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard di PT XYZ
Abstrak: Pengukuran kinerja perusahaan menggunakan metode balanced scorecard diterapkan pada PT XYZ untuk melengkapi penilaian kinerja yang telah dilakukan oleh perusahaan. Metode balanced scorecard merupakan alat manajemen kinerja dengan prinsip menerjemahkan visi dan misi perusahaan ke dalam sasaran startegi yang terbagi dalam empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Metode balanced scorecard mampu memberikan gambaran kinerja perusahaan secara menyeluruh dan memudahkan mencari solusi yang dapat dilakukan perusahaan dalam memperbaiki kinerja. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menentukan persentase pencapaian masing-masing indikator tiap perspektif dan menentukan total skor kinerja perusahaan berdasarkan angka pencapaian setiap indikator pada masing-masing perspektif serta bobot kepentingannya. Persentase pencapaian diperoleh berdasarkan pencapaian indikator dalam mencapai target. Pencapaian perspektif keuangan merupakan pencapaian perspektif terbaik diantara ketiga perspektif lainnya. Total skor kinerja yang dihasilkan perusahaan dari bulan Januari hingga Juli 2017 memiliki rata-rata total skor 84.63, sehingga perusahaan termasuk kategori sangat sehat AA. Total skor kinerja bulanan menunjukan bahwa pada bulan Juni terjadi penurunan kinerja perusahaan menjadi kategori sangat sehat A. Penurunan total skor kinerja dapat ditangani dengan menjalankan inisiatif strategi yang telah dirumuskan sesuai dengan sasaran strateginya.
Keyword: Balanced scorecard, Kinerja perusahaan, Pengukuran kinerja
|
Judul: Rancangan balanced scorecard sebagai instrumen pengukuran kinerja PT Wirontono Baru
Abstrak: Penggunaan pendekatan Balanced scorecard sebagai suatu alternatif alat manajemen yang tepat yang dapat diterapkan pada sistem manajemen perusahaan agar mampu menghasilkan keunggulan kompetitif yang diharapkan serta mampu menghadapi segala perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis saat ini.
Keyword:
|
Judul: Gambaran Leukosit Domba Ekor Tipis yang Diinfeksi Haemonchus contortus.
Abstrak: The aim of this study was to investigate the effect of Haemonchus contortus infection to white blood cell profile of Javanese thin tail sheep. Twenty males Javanese thin tailed sheep were divided into five groups, namely infected group of 500 L3, 1000 L3, 2000 L3, 4000 L3 and uninfective group as control. The blood and fecal samples were collected from rectum before and three weeks after infection. The blood samples were collected using venoject® from Jugular vein. The fecal samples were collected directly from rectum. The blood samples were examined to determine total of white blood cell (leukocytes) and white blood cell differential, whereas fecal samples to determine egg per gram. The result showed that Haemonchus contortus infections cause an increased total of leukocyte but were not significantly different among of level infection doses (P>0.05). Number of eosinophils were significantly different among uninfected group (P<0.05), but were not significantly different in number of lymphocyte, monocyte, and neutrophil (P>0.05). There where positively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of eosinophil (P<0.05), however were negatively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and neutrophil’s profile (P<0.05). There where no correlation significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of white blood cell, lymphocyte, and monocyte (P>0.05).
Keyword: differential leukocyte, Haemonchus contortus, leukocyte, sheep
|
Judul: Kedalaman Lapisan Renang Tuna (Thunnus sp.) yang Tertangkap oleh Rawai Tuna di Samudera Hindia
Abstrak: The research about swimming layer of tuna conducted in February until April on Indian Ocean. The objective of research was to obtain information about processed of tuna longline operation, analyzed the composition of catches, determined the swimming layer of tuna in Indian Ocean. This research was a case study of the activities of catching tuna on KM. Bina Sejati and KM. Bintang Utara. The total catches were 998 fish from 52 setting during experiment. The member of catches consisted of target catcth were 83 (8,23%), 161 (16,13%) bycatches, and 754 (75,55%) discarded catch. The target catches consisted of bigeyes (Thunnus obesus) which was 44 (53,01%), albacores (Thunnus alalunga) 21 (25,30%), yellowfins (Thunnus albacores) 11 (13,25%), and southern bluefins (Thunnus maccoyii) 7 (8,43%). The majority of bycathes were bullet pomfret which was (Taractichthys sp.) 19,25%, black pomfret (Taractes rubescens) 17,39%, and oil fish (Lepidocybium sp.) 17,39%. The swimming layers of tuna were : albacore (Thunnus alalunga) which was at 64-232 m, bigeye (Thunnus obesus) at 64-250 m, yellowfin (Thunnus albacares) at 64-205 m, and southern bluefin (Thunnus maccoyii) at 110-205 m
Keyword:
|
Judul: Studi tentang daerah penangkapan dan laju pancing rawai tuna di Samudera Hindia dan Laut Banda periode Januari-April
Abstrak: Penyebaran tuna di perairan Indonesia sangat luas terutama untuk tuna tropis yaitu Matabesar dan Madidihang. Demikian juga potensi pasar masih memberi peluang dan saat ini volume ekspor tuna sekitar 25% dari total volume ekspor perikanan Indonesia. Seiring dengan luasnya perairan Indonesia dan potensi tersebut perlu adanya kajian daerah penangkapan yang baik untuk meningkatkan efisiensi usaha penangkapan. Adapun nilai daerah penangkapan dinyatakan dalam laju pancing. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran konsentrasi lokasi penangkapan pada daerah penangkapan dengan area 5° persegi di wilayah perairan Samudera Hindia dan Laut Banda periode Januari-April serta menyajikan laju pancing bulanan untuk Matabesar dan Madidihang menurut kelas kapal rawai tuna. Wilayah Perairan A (WP-A) adalah perairan Samudera Hindia baratdaya Sumatra terdiri dari sembilan daerah penangkapan, Wilayah Perairan B (WP-B) adalah perairan Samudera Hindia selatan Jawa-Nusa Tenggara terdiri dari enam daerah penangkapan dan Wilayah Perairan C (WP-C) adalah perairan Laut Banda terdiri dari empat daerah penangkapan. Sedang unit rawai tuna dikelompokkan menjadi kelas <50 GT, 50-100 GT, 101-200 GT dan >200 GT. Data penangkapan diperoleh dari 54 buah Laporan Praktek D-3 program studi Teknologi Penangkapan Ikan di Dikltat Ahli Usaha Perikanan/Sekolah Tinggi Perikanan periode Januari-April dalam kurun waktu tahun 1987-1995 dan data. primer KM Madidihang bulan Maret-April tahun 1989-1990. ...
Keyword:
|
Judul: Best Difference Equation Aproximation to Duffing 's Equation
Abstrak: Persamaan Duffing merupakan persamaan yang sering muncul sebagai model masalah sistem ayun mekanis atau pada masalah rangkaian listrik. Umumnya penyelesaian persamaan ini secara numerik memberikan hampiran dengan gala! yang tinggi, seperti dengan metode Runge-Kutta. Tulisan ini mengkonstruksi suatu persamaan beda untuk menghampiri persamaan Duffing tersebut. Penyelesaian dari persamaan beda ini melibatkan fungsi-fungsi eliptik Jacobi. Berdasarkan penyelesaian ini diperoleh basil bahwa penyelesaian hampirannya persis sama dengan penyelesaian analitiknya. Penyelesaian analitik yang diperolehjuga melibalkan fungsi-fungsi eliptik Jacobi.
Keyword:
|
Judul: Pengaruh Edible Coating Pati Ubi Jalar Putih (Ipomoea Batatas L.) Terhadap Perubahan Warna Apel Potong Segar (Fresh-Cut Apple)
Abstrak: Pengolahan minimal (minimal processing) atau dikenal pula dengan istilah produk potong segar (fresh-cut product) merupakan pengolahan buah atau sayuran yang melibatkan pencucian, pengupasan, dan pengirisan sebelum dikemas dan menggunakan suhu rendah untuk penyimpanan sehingga mudah dikonsumsi tanpa menghilangkan kesegaran dan nilai gizi yang dikandungnya (Perera, 2007). Perlakuan proses pengolahan menyebabkan produk terolah minimal mudah mengalami penurunan mutu. Salah satu contoh penurunan mutunya adalah akibat terjadinya pencoklatan enzimatis (enzymatic browning). Pelapisan buah menggunakan edible coating merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meminimalisir penurunan mutu buah terolah minimal. Edible coating merupakan lapisan terbuat dari bahan yang dapat dimakan dan berfungsi menahan laju perpindahan gas dan uap air (Baldwin, 1994). Komponen penyusun edible coating terdiri atas hidrokoloid, lemak, atau campurannya (Donhowe-Irene dan Fennema, 1994). Untuk mencegah terjadinya reaksi pencoklatan sebaiknya dipilih edible coating yang memiliki daya penahan gas yang baik, misalnya pati. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan edible coating dari pati ubi jalar dengan mengkombinasikannya dengan tapioka dan diaplikasikan pada apel potong segar. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh edible coating yang terbuat dari pati ubi jalar dikombinasikan dengan tapioka terhadap tingkat pencoklatan apel potong segar, (2) menentukan formulasi terbaik edible coating yang memiliki kemampuan penghambatan pencoklatan apel potong segar paling signifikan. Parameter yang diamati terutama nilai Browning Index (BI) dan laju respirasi. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, yakni penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan meliputi pembuatan pati ubi jalar sebagai bahan pembuat edible coating serta penentuan konsentrasi pati dan CMC yang memberikan viskositas tidak terlalu kental juga tidak terlalu encer melalui pengamatan secara visual (subjektif). Terdapat empat kombinasi konsentrasi pati dan CMC yang dicobakan, yaitu (1) pati ubi jalar 1% b/v; CMC 0.5% b/v, (2) pati ubi jalar 1% b/v; CMC 1% b/v, (3) pati ubi jalar 2% b/v; CMC 0.5% b/v, dan (4) pati ubi jalar 2% b/v; CMC 1% b/v. Volume yang dimaksud yakni volume larutan pati setelah ditambahkan dengan CMC. Analisis yang dilakukan pada tahap penelitian pendahuluan adalah analisis rendemen pati, derajat putih, dan densitas kamba. Penelitian utama meliputi pengukuran laju respirasi, susut bobot, warna, dan organoleptik. Faktor yang diteliti adalah suhu penyimpanan (5°C dan suhu ruang) serta perbandingan konsentrasi pati ubi jalar dan tapioka. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali ulangan. Penelitian pendahuluan menghasilkan pati ubi jalar dengan rendemen 16.1% dari bobot segar umbi, derajat putih 86.4%, dan densitas kamba 0.5 ± 0.09 g/ml. Sementara itu, formula untuk pembuatan edible coating terdiri atas pati 1% b/v larutan pati dan CMC, CMC 0.5% b/v larutan pati dan CMC, air destilata, dan gliserol 15% (v/b pati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh sangat nyata (p<0.01) terhadap nilai laju respirasi apel potong segar. Nilai laju respirasi apel potong segar yang disimpan pada suhu 5°C lebih rendah dibanding apel potong segar yang disimpan pada suhu ruang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perbandingan konsentrasi pati ubi jalar dan tapioka yang digunakan sebagai bahan pembuat edible coating tidak berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap nilai laju respirasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan edible coating yang digunakan tidak dapat berperan sebagai penahan laju respirasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu
Keyword:
|
Judul: Aplikasi pati singkong sebagai bahan baku edible coating untuk memperpanjang umur simpan pisang cavendish (Musa cavendishii)
Abstrak: Bahan makanan pada umumnya sangat sensitif dan mudah mengalami penurunan kualitas karena faktor lingkungan, kimia, biokimia, dan mikrobiologi. Penurunan kualitas dan adanya proses hidup setelah panen tersebut dapat dipercepat dengan adanya oksigen, air, cahaya, dan temperatur. Salah satu cara untuk mencegah atau memperlambat fenomena tersebut adalah dengan pengemasan yang tepat. Edible coating berbasis pati singkong dapat diaplikasikan untuk melapisi buah pisang cavendish yang utuh sehingga dapat mempertahankan kecerahan warna dan dapat mempertahankan umur simpan. Lapisan film yang dibentuk memiliki pori-pori yang lebih kecil sehingga laju transmisi terhadap uap air dan gas juga rendah.
Keyword:
|
Judul: Basis of Social Theories for Social Enterprises: Integrative Literature Review
Abstrak: Social enterprise is a hybrid organization aiming to achieve economic and social values that exist as an effective mechanism for creating value in the form of society, economy and environment. The development of social enterprise is considered to have contributed in increasing innovation as well as being a mechanism for ensuring economic development that is in line with social justice. However, the development of theory and study of social enterprise is still lagging behind in practice. The social enterprise conception is a conception that is still considered as a "young term" category in the social sciences and has not shown clear consistency linking social theories to the development of social enterprise. This study aims to identify the basic theories of social enterprise and social theories for social enterprise with used an integrated literature review approach with data sources from Scopus and ProQuest. The results of the study found that socio-economic theory is the basis for social enterprise theory. This study also found the linkages of 7 social theories for social enterprise and the mapping of social theory architecture for social enterprise which is studied on classical and contemporary social theories.
Keyword: integrative literature review, social economic, social enterprise, social theory
|
Judul: Pengaruh Dipping Didalam Larutan Formalin Sebagai Pencegahan Parasit IKan Terhadap Daya Tahan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) Dalam Transportasi dan Dalam Pemeliharaan
Abstrak: Percobaan yang dilakukan meliputi tiga fase, yakni Fase 1, Percobaan Fendahuluan; Fase 2, Perlakuan Dipping dalam Larutan Formalin dan Pengangkutan Benih Ikan dalam Kantong Pengangkut; Fase 3, Pemeliharaan/ Pendederan Benih Ikan. Masing-masing fase dilakukan untuk mencari atau mengetahui kepadatan benih ikan mas tertinggi yang bertahan baik dalam kantong pengangkut; membersihkan benih ikan dari parasit dan untuk mengetahui efektifitas dipping terhadap parasit, mortalitas dan pertumbuhan ikannya sendiri. Percobaan dilakukan di Pasar Benih Ikan Cibaraja Kabupaten Sukabumi, pada tanggal 19 September dan 20 September 1978, dan di Laboratorium Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor pada tanggal 20 September sampai tanggal 22 Oktober 1978. Pemeliharaan benih ikan mas dilakukan dalam bak- bak teraso, Mortalitas benih ikan diamati setiap hari, sedangkan pertumbuhan benih-benih ikan diukur setiap dua minggu sekali. Benih ikan diberi makanan tambahan berupa pellet, sebanyak tiga prosen dari berat total benih ikan. Makanan yang diberikan dibagi tiga bagian yang sama, dengan setiap bagian diberikan jam 07.00, 12.00 dan 17.00. Hasil fase pertama, kepadatan benih ikan mas yang bertahan baik dalam kantong pengangkut adalah 50 ekor benih dalam satu liter air pengangkut. Jumlah tersebut digunakan untuk fase-fase berikutnya. Pada kepadatan 75 ekor tidak terjadi kematian benih ikan, sedangkan pada kepadatan 100 dan 125 ekor per liter air terjadi kematian benih ikan sebanyak 5 ekor dan 20 ekor benih. Mortalitas benih ikan selama pemeliharaan mencapai kisaran antara 92% 100%. Delapan belas hari setelah penebaran telah tercatat kematian benih ikan sebesar 50% dari populasi asal (25 ekor). Pengamatan pada benih ikan yang mati, ternyata jumlah terbesar ikan terserang parasit. Parasit yang paling banyak adalah Dactylogyrus sp kemudian Myxobolus sp, jumlah yang sedikit adalah Ichthiophthirius sp dan yang paling sedikit adalah Trichodina sp.
Keyword:
|
Judul: Pengaruh Lama Waktu Penyimpanan Telur dalam Larutan Fisiologis Nacl dan Ringer terhadap Derajat Pembuahan Telur, Kelangsungan Hidup Embrio dalam Penetasan Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio Linn.)
Abstrak: Ikan mas (Cyprinus carpio Linn.) yang termasuk ke dalam golongan ovipar memiliki keterbatasan waktu menyimpan telur yang telah matang di dalam tubuh induk betina. Telur yang telah matang ini harus dikeluarkan sebelum overripenning (lewat matang) yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas telur untuk dibuahi sperma, bahkan mati. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menyimpan telur di media yang dapat memperlambat proses pematangan telur. Percobaan dilakukan di kolam Percobaan Babakan dan laboratorium Genetika Ikan, Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor, sejak bulan Mei sampai dengan Agustus 1995. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu penyimpanan telur dalam dua jenis larutan fisiologis yaitu larutan NaCl dan Ringer terhadap derajat pembuahan telur (FR) , kelangsungan hidup embrio (SRE) , penetasan telur (HR) dan derajat kelangsungan hidup larva (SRL) ikan mas berumur 7 dan 14 hari.
Keyword:
|
Judul: Basis of Social Theories for Social Enterprises: Integrative Literature Review
Abstrak: Social enterprise is a hybrid organization aiming to achieve economic and social values that exist as an effective mechanism for creating value in the form of society, economy and environment. The development of social enterprise is considered to have contributed in increasing innovation as well as being a mechanism for ensuring economic development that is in line with social justice. However, the development of theory and study of social enterprise is still lagging behind in practice. The social enterprise conception is a conception that is still considered as a "young term" category in the social sciences and has not shown clear consistency linking social theories to the development of social enterprise. This study aims to identify the basic theories of social enterprise and social theories for social enterprise with used an integrated literature review approach with data sources from Scopus and ProQuest. The results of the study found that socio-economic theory is the basis for social enterprise theory. This study also found the linkages of 7 social theories for social enterprise and the mapping of social theory architecture for social enterprise which is studied on classical and contemporary social theories.
Keyword: integrative literature review, social economic, social enterprise, social theory
|
Judul: Penetapan Status Kesehatan Kucing Kampung (Felis domestica) Melalui Pemeriksaan Leukosit
Abstrak: The objective of this experiment was to study the health status of domestic cats (Felis domestica) through leukocyte examinations, i.e total leukocyte, neutrophil, lymphocyte, monocyte, eosinophil, and basophil counts. Twelve domestic cats were used in this experiment. The blood was taken from femoralis vein to determine leukocyte, neutrophil, lymphocyte, monocyte, eosinophil, and basophil counts. Results of this study showed that the total number of leukocyte, neutrophil, lymphocyte, monocyte, eosinophil, and basophil were 13.50 ± 4.00 × 103 cells/μl, 4.93 ± 1.40 × 103 cells/μl, 6.70 ± 2.12 × 103 cells/μl, 1012 ± 580 cells/μl, 382.00 ± 141.00cells/μl, and 109.00 ± 113.00 cells/μl, respectively. In conclusion, there were several leukogram profiles, i.e leukocytosis, lymphocytosis, monocytosis, and basophilia; lymphocytosis, monocytosis, and basophilia; monocytosis; basophilia; and neutropenia in nine cats. The total leukocyte, neutrophil, lymphocyte, eosinophil, and basophil were in the normal reference range in the remaining cats
Keyword:
|
Judul: Leukemia pada kucing
Abstrak: Leukemia pada kucing adalah suatu penyakit yang sangat patogen, disebabkan oleh sejenis virus. Virus ini dikenal sebagai Feline Leukemia Virus atau FeLV. FeLV ini oleh beberapa ahli dikatakan hanya bersifat ganas pada hewan kucing. Penularannya bisa secara horizontal maupun congenital. Kucing pada semua tingkat umur dapat terserang oleh FeLV ini. Khusus pada bentuk "thymic leukemia", virus ini hanya menyerang anak-anak kucing berumur diba- wah 1 tahun. Kucing-kucing liar atau yang tidak terpeli- hara jarang sekali terinfeksi FeLV. Selain dari serangan virus FeLV itu sendiri, maka penyakit leukemia ini bisa disebabkan oleh beberapa fak- tor yang sudah ada dalam tubuh hewan dan sangat menunjang perkembangan penyakit ini, yaitu antara lain tumor, agen toksik, cedera oleh kecelakaan dan gangguan hemopoiesis. FeLV menyerang sel-sel darah dalam tubuh hewan se- hingga pembentukan darah berjalan tidak normal. Terlihat sel-sel darah yang belum dewasa sudah beredar dalam sir- kulasi darah. Bentuk dan jumlahnya tidak lagi seimbang dalam tubuh hewan kucing tersebut. Gejala klinis antara lain kekurusan, ikterus, anemia, lemah, anoreksia, dyspnoe, sulit menelan, batuk, dan membran mukosa pucat. Selain itu kelenjar pertahanan tubuh juga membengkak, kemudian terjadi hepatomegali, spleenomegali dan pembengkakan pada ginjal. Terbentuk massa tumor pada beberapa tempat. Secara biopsy pada sumsum tulang akan terlihat be- berapa perubahan. Sumsum tulang berwarna merah tua atau abu-abu. Konsistensinya lunak dan terdapat banyak sekali memproduksi sel darah putih. Melalui gambaran darah leukemia ini lebih mudah didiagnosa. Jumlah retikulosit rendah sekali. PCV 8-15%, hemoglobin menurun, sel darah putih (WBC) meningkat, lim- fosit meningkat, Alfaglobulin juga ada peningkatan, dan banyak eosinofil yang belum dewasa beredar dalam darah…dst
Keyword:
|
Judul: Marketing Strategy Development at Asana Sincerity Dorm
Abstrak: Asana Sincerity Dorm merupakan salah satu unit hotel yang milik PT. Aerowisata. Industri perhotelan yang memiliki persaingan yang ketat dan terkena dampak dari pandemi Covid-19. Asana Sincerity Dorm harus melakukan perencangan strategi untuk kedepannya. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui keadaan strategi pemasaran di Asana Sincerity Dorm, mengidentifikasi keadaan atribut bauran pemasaran di Asana Sincerity Dorm saat ini dan mengetahui keadaan atribut perlu ditingkatkan kinerjanya, dan menyusun strategi bagi pihak Asana Sincerity Dorm. Penelitian ini menggunakan bauran pemasaran dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian ini, evaluasi kinerja dari Asana Sincerity Dorm adalah baik, promosi merupakan prioritas perbaikan atribut. Rekomendasi strategi yang dihasilkan ataranya (1) meningkatkan intesitas promo online; (2) Promosi melalui media sosial; (3) Melakukan sales promosi; (4) Paket Promosi Work from hotel., Asana Sincerity Dorm is a hotel unit owned by PT. Aerowisata. The hotel industry has intense competition and has been affected by Covid-19. Asana Sincerity Dorm must to plan a strategy. The aims of the study were to determine the state of the marketing strategy at Asana Sincerity Dorm, identify the current state of the marketing mix attributes at Asana Sincerity Dorm and determine the state of the attributes that need to be improved, and develop strategies for Asana Sincerity Dorm. This research uses marketing mix and Importance Performance Analysis (IPA). the results of this study, the performance evaluation of Asana Sincerity Dorm is good, promotion is a priority for attribute improvement. The resulting strategy recommendations include (1) increasing the intensity of online promos; (2) Promotion through social media; (3) Conducting sales promotions; (4) Work from hotel Promotion Package.
Keyword: marketing mix, hotel, importance performance analysis
|
Judul: Karakteristik fisik dan pH pisang raa dan pisang ambon yang dilapisi lililn yang disimpan pada suhu kamar
Abstrak: Penelitian ini beztujuan untuk mempelajari pengaruh pelapisan lilin dan kondisi penyimpanan terhadap karakteristik fisik pisang raja dan pisang ambon dan untuk memperofeh konsentrasi yang efektif sebagai penghambat pernatangan pisang raja dan pisang ambon. Dalam penelitian ini, pisang dilapisi lilin dengan cara pencelupan ke dalam emulsi lilin. Emutsi lilin diperoleh dengan cara pemasakan lilin lebah ditambah 20 ml asam oleat dan 40 ml trietanolamin. Perlakuan yang digunakan yaitu tanpa pencelupan (blanko), konsentrasi ernulsi lilin 4%, 6% dm 8% serta lama penyimpanan yaitu pada hari ke-1, 3, 6, 9 dm 12, dimana perbedaan pedakuan tersebut dianalisis dengan menggunakan program SAS 9 dengan Rancangan Acak Kelornpok (RAK). Berdasarkzin uji statistik dari hasit karakterisasi fisik, ternyata pengaruh perlakuan yang diberikan berbeda nyata. Pelapisan lilin dapat rnengurangi susut massa kedua jenis pisang serta dapat mernperlambat Iaju kematangan kedua jenis pisang tersebut. Pisang raja mernpunyai persentase susut rnassa lebih besar daripada pisang ambon. Susut rnassa selama penyimpanan disebabkan oleh mspirasi dan respirasi. Angka pH pisang raja dm pisang ambon mengalami peningkatan selama penyimpanan kemudian menurun pada hari pengamakan ke-9. Hasil penelitian menunjukkan pelilinan makin tebal makin baik; pelilinan 8% yang terbaik pada pisang raja dan pisang ambon.
Keyword:
|
Judul: Studi Pembungkus Bahan Oksidator Etilen Dalam Penyimpanan Pascapanen Pisang Raja Bulu (Musa sp. AAB Group)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kain kassa dan serat nilon sebagai pembungkus bahan oksidator etilen serta bobot bahan oksidator etilen (tanah liat + KMnO4) yang tepat untuk penyimpanan pascapanen pisang Raja Bulu (Musa sp. AAB Group). Penelitian dilakukan di Laboratorium Pasca Panen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada bulan Februari 2011 sampai Maret 2011 yang dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas tujuh perlakuan yaitu P1: Kontrol (tanpa bahan pembungkus dan tanpa bahan oksidator etilen); P2: Kain kassa + 30 g bahan oksidator etilen (27.75 g tanah liat + 2.25 g KMnO4); P3: Kain kassa + 60 g bahan oksidator etilen (55.5 g tanah liat + 4.5 g KMnO4); P4: Kain kassa + 90 g bahan oksidator etilen (83.25 g tanah liat + 6.75 g KMnO4); P5: Serat nilon + 30 g bahan oksidator etilen (27.75 g tanah liat + 2.25 g KMnO4); P6: Serat nilon + 60 g bahan oksidator etilen (55.5 g tanah liat + 4.5 g KMnO4); P7: Serat nilon + 90 g bahan oksidator etilen (83.25 g tanah liat + 6.75 g KMnO4). Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan, sehingga terdapat 21 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan menggunakan dua kali setengah sisir pisang. Penyimpanan dilakukan pada suhu ruang 27-300C, RH 90-95% selama 21 hari setelah perlakuan (HSP). Peubah yang diamati meliputi: pengamatan non destruktif berupa umur simpan, susut bobot buah, dan pengukuran indeks skala warna kulit buah dilakukan pada 3, 6, 9, 12, 15, 18 dan 21 hari setelah perlakuan (HSP), sedangkan pengamatan destruktif berupa pengukuran kekerasan kulit buah, rasio daging buah dengan kulit buah, padatan terlarut total (PTT), asam tertitrasi total (ATT), dan kandungan vitamin C yang dilakukan pada 6, 12, dan 18 HSP. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa daya simpan buah terlama (14 hari penyimpanan) diperoleh pada perlakuan 2.25 g KMnO4 dalam serat nilon (P5) dan masih layak dikonsumsi, namun tidak terdapat perbedaan nyata dengan perlakuan 6.75 g KMnO4 dalam kain kassa (P4) dan 4.50 g KMnO4 dalam kain kassa (P3). Buah pisang dengan perlakuan kontrol (tanpa oksidator etilen) (P1) dan perlakuan 6.75 g KMnO4 dalam serat nilon (P7) tidak layak untuk konsumsi 9 hari penyimpanan. Perlakuan pembungkus bahan oksidator etilen (tanah liat + KMnO4) dapat menurunkan susut bobot buah pisang pada 3, 6, 9 dan 12 HSP. Setelah 12 hari penyimpanan, dari tiga perlakuan yang masih bertahan, perlakuan 2.25 g KMnO4 dalam serat nilon (P5) menunjukkan susut bobot yang terkecil. Perlakuan pembungkus bahan oksidator etilen tidak mempengaruhi indeks skala warna kulit buah, rasio daging buah dengan kulit buah, bagian buah yang dapat dimakan (edible part), kekerasan kulit buah, PTT, ATT kecuali pada 12 HSP, rasio PTT dengan ATT kecuali pada 12 HSP, dan kandungan vitamin C. Perlakuan oksidator etilen dengan kedua macam bahan pembungkus dapat meningkatkan daya simpan buah 5 hari lebih lama dibandingkan kontrol. Dengan demikian penggunaan bahan pembungkus serat nilon dengan 30 g bahan oksidator etilen dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam penyimpanan buah pisang Raja Bulu (Musa sp. AAB Group).
Keyword:
|
Judul: Addition of preposition word graph generator module in bogor_delft_construct application
Abstrak: Knowledge graph is a new method used to analyze text and represent in a graph form. Word graph consists of concept and relation which represents the meaning of a word in a graph form. Ontology used in a word graph structure consists of 8 binary relationships, 4 frame relationships, and a focus. Bogor_Delft_Construct is an application that implements knowledge graph method to analyze text written in Bahasa Indonesia, However, this application still has some limitations in analyzing vocabularies such as prepositions. This research aims to add a module to the application that could generate word graph of preposition based on preposition patterns prosposed by Wulan (2009). The addition of preposition word graph generator module that was done in Bogor_Delft_Construct could recognize 23 prepositions which were followed by its auxiliary words. The preposition’s auxiliary words were divided into 12 documents; each has different nominative meaning.
Keyword:
|
Judul: Pengamatan penyakit rabies pada kelelawar (Chiroptera) di daerah kota dan Kabupaten Bogor
Abstrak: Rabies pada satwa liar khususnya kelelawar sering terjadi di beberapa negara maju seperti Amerika serikat, Kanada dan Amerika Latin, ini merupakan jenis silvatik rabies yaitu rabies yang terjadi di daerah daerah pegunungan dan hutan. Banyak kasus yang telah dilaporkan sehubungan dengan kasus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya penyebaran rabies. pada kelelawar (Chiroptera) di Indonesia khususnya di Bogor. Telah dilakukan permulaan pemeriksaan terhadap sepuluh ekor kelelawar yang dikumpulkan dari kota dan kabupaten Bogor yang diambil otaknya dengan menggunakan uji Seller, FAT (Flouresecent Antibody Technique) dan biologis, untuk mengetahui ada atau tidaknya virus rabies. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari sampel otak kelelawar diperoleh hasil negatif atau tidak ditemukan adanya virus rabies pada sampel tersebut.
Keyword: Chiroptera, rabies, bats
|
Judul: Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mahasiswa Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor terhadap Rabies.
Abstrak: Rabies merupakan zoonosis yang menyerang susunan saraf pusat terutama mamalia tidak terkecuali manusia yang dapat menyebabkan kematian. Rabies disebabkan oleh virus rabies yang termasuk dalam genus Lyssavirus famili Rhabdoviridae. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (Fahutan IPB) terhadap rabies, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perilaku mahasiswa Fahutan IPB terhadap rabies, dan menguji hubungan karakteristik, pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Fahutan IPB terhadap rabies. Penelitian dirancang menggunakan kajian lapang lintas seksional. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang terstruktur. Ukuran sampel penelitian ini ditentukan dengan tingkat kepercayaan 95%, proporsi dugaan 50%, dan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh besaran sampel sebanyak 89 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan tingkat sikap mahasiswa Fahutan IPB terhadap rabies mayoritas berada pada kategori sedang. Tingkat perilaku mahasiswa Fahutan IPB terhadap rabies mayoritas berada pada kategori baik. Peubah karakteristik, yaitu angkatan mempunyai hubungan yang berbeda nyata dengan tingkat perilaku (p<0.05, r = 0.207). Peubah karakteristik yang lainnya, yaitu jenis kelamin mempunyai hubungan yang berbeda nyata terhadap tingkat perilaku (p<0.05, r = -0.213). Peubah tingkat pengetahuan mempunyai hubungan yang berbeda nyata terhadap tingkat perilaku (p<0.05, r = 0.237).
Keyword: pengetahuan, perilaku, rabies, sikap
|
Judul: Analisis Kompleksitas Masalah Optimasi Linear Menggunakan Metode Interior Primal-Dual dengan Langkah Full-Newton.
Abstrak: Primal-dual interior method with full-Newton step is a method for solving linear optimization problems. This method is designed in such a way that an optimal solution is obtained an interior of the domain. It has polynomial complexity. This paper discusses and analyzes the complexity of linear optimization problems using primal-dual interior method with full-Newton steps. From the case studies that have been conducted, can be concluded that the number of iterations is in accordance with the complexity of the algorithm.
Keyword:
|
Judul: Sifat Fisik dan Palatabilitas Pasta Daging Kambing dengan Metode Kominusi dan Frekuensi Leaching yang Berbeda
Abstrak: Goat (Capra sp.) as one of small ruminant animal has been domesticated in some countries, including Indonesia. Mutton is less acceptable by consumer due to its goaty smell, even though -as a protein source- contain essential amino acids which are needed by human body. By that means, mutton process in limited ways and resulting limited products. Leaching technique and comminuting method (a method which is reducing meat particle size), are some of technique to reduce or eliminate goaty smell in mutton. The aim of the research was to study physical characteristic and palatability of mutton pasta processed by comminuting method and different leaching frequency. The research used Complete Randomized Design Factorial Pattern with three repetitions. The first factor (A) was comminuting method consist of ground meat and small cutting meat (1.5x1.5x1.5 cm3 in size). The second factor (B) was leaching frequency which had three levels frequency: 0, 3 and 6 times. Data was analyzed by Analysis of Variants continued to Least Significant Mean if the results gave different effect. Observed parameters were color, aroma, texture, taste and spread ability, was evaluated by hedonic test using 50 panelists inexperienced. Data analyzed by Kruskal-Wallis Test and if it gave different effect continued to Rank Mean Compared Test. The research’s results showed that interaction between comminuting method and leaching frequency gave significant different effect to emulsion stability of mutton pasta.
Keyword:
|
Judul: Pengaruh pencucian daging dan penambahan otak sapi terhadap kandungan nutrisi dan palatabilitas pasta daging sapi
Abstrak: Leaching and adding of cow brain were tried on this research to improving quality of beef paste. Leaching wdd increase myofibrillar proteins c o ~ l r a t i o nan d adding of cow brain could improve textme of beef paste. The objectives of the research were to bow the effect of leaching and adding of cow brain to the nuhient content and palatability of beef paste. Completely mdornized designs with factorial treatments were used in this research. There were leaching (leaching vs. unleaching) and adding of cow brain (W, 15% 30% and 45%) as factor of treatments with three replications. Data were analyzed with ANOVA. There were no differences on treatments on nutrient content of beef paste. Hedonic test were significant differences on textures (PQ),05), and spread ability (PQ),Ol). Beef paste with cow brain (15% 30% and 45%) was most preferred.
Keyword:
|
Judul: Bisnis Fotografi Snapcash : Platform Digital.
Abstrak: Fotografi merupakan bagian gaya hidup masyarakat saat ini. Namun hingga saat ini belum ada platform digital yang menawarkan jasa fotografi. Ide bisnis Snapcash diciptakan sebagai solusi berupa platform digital yang dapat digunakan oleh fotografer untuk mencari pekerjaan dan konsumen untuk mencari jasa fotografi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui permasalahan konsumen, menciptakan solusi yang tepat, dan merumuskan model bisnis yang sesuai untuk Snapcash. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan customer discovery. Pengumpulan data dilakukan secara non probability purposive sampling. Hasil pengujian masalah menunjukkan kesulitan fotografer dalam mendapatkan pelanggan dan kesulitan konsumen dalam menemukan fotografer yang sesuai kriteria. Solusi yang ditawarkan adalah aplikasi dan fitur yang ada didalamnya. Berdasarkan uji solusi yang dilakukan, solusi yang ditawarkan diterima oleh responden sehingga menjadi solusi bagi responden penelitian. Model bisnis Snapcash terverifikasi berdasarkan tiga aspek yaitu kesesuaian produk dengan pasar, segmen pelanggan dan cara mencapainya, serta cara perusahaan menghasilkan uang.
Keyword: customer discovery, fotografi, model bisnis, platform digital
|
Judul: Pemakaian Tiga Herbisida Guna Mengendalikan Alang-Alang Untuk Pertanaman Kedelai Dengan Sistem Tanpa Olah Tanah
Abstrak: Percobaan dilakukan pada tanah Latosol di kebun perco- baan PBT-Tajur, berlangsung dari bulan Juli 1985 sampai bulan Fbruari 1986. Percobaan bertujuan untuk mendapatkan herbisida yang sesuai untuk pengelolaan lahan alang-alang sebagai persiapan tanam tanaman kedelai dan waktu tanam yang tepat setelah perlakuan. Rancangan Petak Terpisah digunakan dalam percobaan ini. Petak utama adalah waktu penanaman setelah perlakuan terdiri dari satu bulan (B₁), dua bulan (B2) dan tiga bu- lan (B3). Sedangkan anak petaknya berupa teknik pengenda- lian alang-alang untuk persiapan tanam tanaman kedelai, terdiri dari penyemprotan dengan herbisida Imazapyr 1.5 kg ae/ha, Glyphosate 2.5 kg ae/ha dan Glufosinate 3.0 kg ai/ ha serta perlakuan manual. Hasil percobaan menunjukkan bahwa waktu tanam kedelai tidak berpengaruh, sedangkan teknik pengendalian alang- alang berpengaruh terhadap pertumbuhan tetapi tidak berpe- ngaruh terhadap hasil tanaman kedelai. Kedelai yang ditanam dengan sistem tanpa olah tanah dengan mengunakan herbisida Imazapyr 1.5 kg ae/ha mempunyai tinggi tanaman, jumlah daun dan indeks luas daun yang lebih...
Keyword:
|
Judul: Pengaruh Beberapa Teknik Persiapan Lahan dan Cara Pengendalian Gulma pada Produksi Padi Gogo (Oryza sativa L.)
Abstrak: Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara teknik persiapan lahan dan cara pengendalian gulma terhadap produksi padi gogo. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan PT. Syngenta Cikampek pada bulan April sampai Agustus 2004. Bahan yang digunakan adalah benih padi gogo varietas Limboto, herbisida Sulfosat (Toupan) dan Paraquat (Gramoxone), pupuk urea, SP-36, KCI, Decis 2.5 EC, Furadan 3 G dan Matador Zeon. Percobaan disusun dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) secara faktorial. Perlakuan terdiri dari 3 perlakuan teknik persiapan lahan (A) sebagai petak utama dan 4 perlakuan cara pengendalian gulma (G) sebagai anak petak. Teknik persiapan lahan terdiri dari olah tanah sempurna (Al), tanpa olah tanah + sulfosat (A2) dan tanpa olah tanah + paraquat (A3). Sedangkan cara penendalian gulma terdiri dari kontrol (Gl), penyiangan 1 kali (G2), penyiangan 2 kali (G3) dan penyiangan 3 kali (G4). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan teknik persiapan lahan dim cara pengendalian gulma berpengaruh terhadap komposisi gulma selama percobaan. Selaian itu teknik persiapan lahan juga berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering gulma total (15 dan 30 HST), persen penutupan gulma (2 dan 6 MST), jumlah anakan (4, 6 dan 8 MST) , jumlah gabah per malai dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman ( 4 dan 6 MST), jumlah anakan produktif, bobot gabah isi (ubinan, rumpun dan malai), dan potensi hasil. Perlakuan penyiangan berpengaruh sangat nyata pada berat kering gulma total (30 dan 45 HST), persen penutupan gulma (4 dan 6 MST) dan semua pengamatan pertumbuhan tanaman maupun komponen produksi kecuali pada tinggi tanaman, jumlah anakan (2 MST) dan bobot 1000 butir. Selain itu penyiangan berpengaruh nyata pada persen penutupan gulma 2 MST. Perlakuan yang lebih baik digunakan terhadap produksi padi gogo adalah perlakuan A2G3 (Tanpa Olah Tanah + sulfosat dengan penyiangan 2 kali).
Keyword:
|
Judul: Strategi Social Media Marketing 4C Dalam Meningkatkan Brand Awareness Mooi Wear.
Abstrak: Pada era digital seperti sekarang media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk berkomunikasi dan berbagi informasi saja, namun juga untuk mengembangkan bisnis. Berbagai bisnis di Indonesia memanfaatkan media sosial sebagai media untuk memasarkan produknya. Salah satu bisnis tersebut adalah Mooi Wear. Mooi Wear melakukan pemasaran media sosial untuk meningkatkan brand awareness serta memperluas pasar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan usulan strategi pemasaran media sosial 4C dalam meningkatkan brand awareness. Wawancara mendalam dengan pihak internal Mooi Wear digunakan untuk mengetahui pemasaran media sosial 4C yang telah dilakukan Mooi Wear dan pengisian kuesioner secara online oleh pelanggan dan calon pelanggan potensial. Hasil dari penelitian ini merupakan usulan pemasaran media sosial 4C berdasarkan hasil evaluasi strategi yang telah diterapkan yaitu pada aspek co-creation; inovasi produk. currency; membuat program membership dan menerapkan harga bundling dan promosi menarik. Communal activation; melakukan kolaborasi, membuat website, menjual produk dan bekerjasama dengan berbagai ecommerce. Conversation; membuat konten kreatif
Keyword: brand awareness, Mooi Wear, social media marketing
|
Judul: Mempelajari Pengaruh Jenis Santan, Konsentarsi Gula, CMC dan Tween 40 Terhadap Stabilitas Emulsi Madu Kelapa (Coconut Honey)
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari cara pengolahan madu kelapa yang stabilitas emulsinya tinggi. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini adalah jenis santan (santan penuh dan santan krim), konsentrasi gula (55 persen dan 60 persen), konsentrasi CMC (0.500 persen, 0.625 persen dan 0.750 persen), serta konsentrasi Tween 40 (0.1 persen, 0.2 persen dan 0.3 persen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis san- tan, konsentrasi CMC dan Tween 40 berpengaruh sangat nyata terhadap stabilitas emulsi madu kelapa, sedangkan perlakuan konsentrasi gula serta interaksi perlakuan jenis santan dengan konsentrasi CMC berpengaruh nyata. Santan krim menghasilkan madu kelapa yang stabilitas emulsinya lebih tinggi dari pada santan penuh, sedangkan konsentrasi gula, CMC dan Tween 40 yang semakin besar akan semakin meningkatkan stabilitas emulsi madu kelapa yang dihasilkan. Kombinasi perlakuan yang menghasilkan madu kelapa dengan stabilitas emulsi 100 persen selama 45 hari penyimpanan pada suhu kamar adalah santan penuh, gula 55 persen, CMC 0.750 persen dan Tween 40 0.3 persen; santan penuh, gula 60 persen, CMC 0.750 persen dan Tween 40 0.3 persen; santan krim, gula 55 persen, CMC 0.750 persen dan Tween 40 0.3 persen, serta santan krim, gula 60 persen, CMC 0.750 persen dan Tween 40 0.3 persen, sedangkan menurut pengujian secara statistik, kombinasi perlakuan yang terbaik adalah santan krim, gula 60 persen, CMC 0.750 persen dan Tween 40 0.3 persen. ...
Keyword:
|
Judul: Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Emulsifier terhadap Kestabilan dan Sifat Reologi Emulsi Oil in Water Minyak Sawit Merah
Abstrak: Oil in water (o/w) emulsion are a system where an oil is dispersed in an aqueous phase. Preliminary study was fractionation of red palm oil. This process was hold at 60°C for 10 minutes to obtain olein which used as raw material of oil in water emulsion. Futhermore, an optimal oil in water emulsion formulation was selected from the best water and oil ratio that was blended with several concentration of emulsifier. The ratio of water and oil were 6:4, 7:3, 7,5:2,5 and 8:2. This study used Carboxymethylcellulose (CMC), Arabic gum and Tween 80 as emulsifier in various concentrates. The result showed that Carboxymethylcellulose (CMC) at 0,55%, 0,60%, 0,65% and 0,70% (w/v) of concentration combined with 6:4 water and oil ratio was optimal o/w emulsions formulation. The optimal formulation were evaluated for emulsion stability (colour, carotene content and droplet size distribution) and rheology properties. The result of emulsion stability indicated that 0,65% and 0,70% (w/v) of CMC concentrations were stabilized. The rheology properties showed that all of optimal o/w emulsions formulation behaved as pseudoplastic (non-newtonian). This study indicated that viscosity of o/w emulsion was significantly affected by heat. However, the stirring on viscosity of o/w emulsions effect could be ignored. Based on stability and rheology evaluation, 0,65% (w/v) of CMC concentration was the best formulation for oil in water red palm oil emulsion.
Keyword:
|
Judul: Keanekaragaman bazzania di hutan sibayak sumatra utara
Abstrak: Hutan hujan tropis, termasuk hutan sibayak di sumatra utara, memiliki keanekaragaman lumut (bryophytes) yang tinggi. Bazzania adalah nama marga lumut yang termasuk dalam kelompok lumut hati (marchantiophyta). Laporan keanekaragaman bazzania di indonesia masih sangat jarang, dan sebagian besar laporan didasarkan pada penelitian di jawa. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan menjelaskan keanekaragaman bazzania di hutan sibayak, sumatra utara. Spesimen lumut dikoleksi dari berbagai substrat (pangkal batang, kayu-kayu yang membusuk) di kanan-kiri jalur pendakian dalam hutan. Inventarisasi menghasilkan 14 jenis bazzania yaitu b. Calcarata, b. Densa, b. Erosa, b. Indica, b. Japonica, b. Loricata, b. Paradoxa, b. Pectinata, b. Praerupta, b. Spiralis, b. Subtilis, b. Tridens, b. Vittata dan bazzania sp. Hasil ini merupakan konfirmasi persebaran jenis-jenis bazzania di sumatra yang dilaporkan lebih dari 30 tahun lalu dan merupakan laporan pertama tentang keanekaragaman bazzania di hutan sibayak, sumatra utara. Habitat bazzania di hutan sibayak termasuk dalam zona vegetasi hutan dataran rendah hingga hutan pegunungan bawah (600-2000 m dpl). Jenis yang sering dijumpai dan paling melimpah adalah bazzania subtilis, sedangkan jenis yang jarang ditemukan adalah b. Calcarata, b. Loricata, b. Praerupta, dan b. Spiralis.
Keyword: bazzania, hutan sibayak, lepidoziaceae, marchantiophyta, sumatra
|
Judul: Analisis hasil tangkapan ikan tuna dan pola distribusi tinggi paras laut di Perairan Selatan Jawa - Sumbawa Pada Tahun 1999
Abstrak: Perairan Selatan Jawa - Sumbawa merupakan daerah penangkapan ikan yang potensi perikanannya belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk memanfaatkan potensi perikanan diperlukan teknologi yang lebih canggih salah satunya menggunakan satelit penginderaan jauh. Banyak satelit penginderaan jauh dan salah satunya satelit penginderaan jauh altimeter.
Keyword:
|
Judul: Studi tentang daerah penangkapan dan laju pancing rawai tuna di Samudera Hindia dan Laut Banda periode Januari-April
Abstrak: Penyebaran tuna di perairan Indonesia sangat luas terutama untuk tuna tropis yaitu Matabesar dan Madidihang. Demikian juga potensi pasar masih memberi peluang dan saat ini volume ekspor tuna sekitar 25% dari total volume ekspor perikanan Indonesia. Seiring dengan luasnya perairan Indonesia dan potensi tersebut perlu adanya kajian daerah penangkapan yang baik untuk meningkatkan efisiensi usaha penangkapan. Adapun nilai daerah penangkapan dinyatakan dalam laju pancing. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran konsentrasi lokasi penangkapan pada daerah penangkapan dengan area 5° persegi di wilayah perairan Samudera Hindia dan Laut Banda periode Januari-April serta menyajikan laju pancing bulanan untuk Matabesar dan Madidihang menurut kelas kapal rawai tuna. Wilayah Perairan A (WP-A) adalah perairan Samudera Hindia baratdaya Sumatra terdiri dari sembilan daerah penangkapan, Wilayah Perairan B (WP-B) adalah perairan Samudera Hindia selatan Jawa-Nusa Tenggara terdiri dari enam daerah penangkapan dan Wilayah Perairan C (WP-C) adalah perairan Laut Banda terdiri dari empat daerah penangkapan. Sedang unit rawai tuna dikelompokkan menjadi kelas <50 GT, 50-100 GT, 101-200 GT dan >200 GT. Data penangkapan diperoleh dari 54 buah Laporan Praktek D-3 program studi Teknologi Penangkapan Ikan di Dikltat Ahli Usaha Perikanan/Sekolah Tinggi Perikanan periode Januari-April dalam kurun waktu tahun 1987-1995 dan data. primer KM Madidihang bulan Maret-April tahun 1989-1990. ...
Keyword:
|
Judul: Granular venereal disease ( GVD ) lepuh kecil pada vagina sapi teori terbentuknya dan cara pengobatannya
Abstrak: Isseponi pada tahun 1887 (dalam Williams, W.L. 1950) pertama sekali menemukan penyakit ini dengan mengamati ada nya lepuh-lepuh atau nodul dan peradangan pada mukosa vulva dan menduga merupakan penyebab terjadinya ketidak suburan dan abortus pada sapi. Sedang beberapa ahli menyatakan bahwa GVD bukan merupakan penyebab terjadinya ketidak suburan dan abortus, hanya kemungkinan adanya infeksi sekunder yang menyebabkan terjadinya sterilitas dan abortus. Sampai sekarang agen penyebab penyakit ini masih belum diketahui dengan pasti, ada yang menyatakan disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa ataupun micoplasma. - Masa inkubasi penyakit 2 sampai 3 minggu dan dapat berjalan kronis dan ringan tanpa menimbulkan gangguan dan dapat juga berlangsung akut dan parah. Sering penyakit ini dapat sembuh sendiri tanpa diketahui pemunculannya lebih dahulu sehingga pemilik ternak tidak mengetahui hewannya pernah terserang penyakit Venereal Granular ini. Penularan paling sering terjadi melalui perkawinan alam dimana sapi-sapi jantan dapat berperan sebagai penye bar penyakit ke sapi-sapi betina lain. ...
Keyword:
|
Judul: Dampak Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Terhadap Kehidupan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Desa Bantarkaret
Abstrak: Masyarakat di Desa Bantarkaret khususnya Kampung Ciguha menggantungkan hidup mereka dari kegiatan pertambangan ilegal. Kegiatan pertambangan ini bukan hanya dilakukan oleh masyarakat lokal, namun banyak juga dilakukan oleh masyarakat pendatang di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Aktivitas ini kemudian berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dampak sosial penelitian ini difokuskan pada kelompok sosial di Kampung Ciguha, sedangkan pada dampak ekonomi difokuskan pada struktur nafkah masyarakat dan peluang usaha bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok sosial di Kampung Ciguha semakin beragam karena adanya aktifitas pertambangan emas tanpa izin (PETI). Di sisi lain, pada aspek ekonomi aktivitas pertambangan emas emas tanpa izin ini telah memunculkan peluang usaha di sektor non-pertambangan untuk menambah pendapatan rumahtangga.
Keyword: Livlihood structure, Social interaksi, Mainer household, Human ecology, Mining activity, Aditional income, Metode snwball
|
Judul: Dampak Pertambangan Batubara terhadap Kesejahteraan Petani Karet (Kasus: Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan)
Abstrak: Pertambangan di daerah pedesaan dapat dilihat sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, pertambangan membawa kemakmuran bagi penduduk setempat. Namun, di sisi lain, pertambangan juga menyebabkan perubahan kepemilikan lahan dan strategi mata pencaharian masyarakat, sehingga masyarakat menjadi rentan dalam hal sumber pendapatan dan mata pencaharian. Penelitian ini menggali dampak pertambangan batubara terhadap kesejahteraan petani karet di Desa Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi, menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Kami menemukan bahwa masyarakat Desa Padang Panjang mengalami perubahan sosial yang signifikan karena banyak yang beralih dari mata pencaharian agraris menjadi pekerja tambang. Pergeseran ini mendorong penduduk untuk mengadopsi strategi mata pencaharian yang berbeda, seperti intensifikasi-ekstensifikasi pertanian dan diversifikasi mata pencaharian ganda. Masyarakat lokal tidak bermigrasi karena masuknya orang luar yang mencari pekerjaan di perusahaan tambang batubara. Analisis regresi logistik, penelitian ini mengidentifikasi dua faktor yang secara signifikan memengaruhi kesejahteraan petani karet yang terkena dampak pertambangan batubara, yaitu aksesibilitas pendidikan dan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi. Peningkatan aspek-aspek ini berpotensi mengurangi dampak buruk pertambangan batubara terhadap kesejahteraan petani karet di desa tersebut.
Keyword: kesejahteraan, petani karet, pertambangan, perubahan sosial, strategi nafkah
|
Judul: Klasifikasi genre musik menggunakan Learning Vector Quantization (LVQ)
Abstrak: Radio stations and music television have a milion of music tapes. A lot of musical genres create a problem when people wants to determine the right genre of a new kind of music. To classify the musical genre is not an easy task, because the musical genre is really difficult to standardization. Automatic musical genre classification can assist the human role in that process and help people to searching for the song acording to the genre that people want. This research using Mel Frequency Coefficient Cepstrum (MFCC) to obtain feature extraction. Learning Vector Quantization (LVQ), one kind of artificial neural network used for classification method. The number of genres that are used were four kind of musical genre, that is rock, classic, keroncong, and jazz with four different duration that is 5 second, 10 second, 20 second and 25 second. This research using k- fold cross validation to distribute dataset for training and testing set with the number of folds as much as 2 until 10 fold. This research succesfully implemented MFCC feature exraction and classification using LVQ. Based on this research, the accuracy of the classification using Learning Vector Quantization reaches 93,75% for the four type musical genre. The highest accuracy value was obtain from the experiments with a duration of 10 second and the number of fold 4. Training time for each duration is 30 minute for 5 second music duration, 45 minute for 10 second music duration 120 minute for 20 second music duration and 150 minute for 25 second music duration.
Keyword:
|
Judul: Aplikasi sistem informasi geografis untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit Studi kasus hubungan karakteristik lahan denganproduktivitas TBS pada PT. Perkebunan Nusantara VIII Cimulang, Bogor
Abstrak: Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan komoditas perkebunan yang sangat penting bagi indonesia sebagai salah satu sumber andalan untuk ekspor non migas. Walaupun Indonesia memiliki lebih dari 6 juta hektar perkebunan kelapa sawit, tetapi produktivitas rata-rata kelapa sawit masih sangat rendah yaitu kurang dari 20 ton/ha. Sehubungan denga hal itu, perlu dilakukan pengelolaan yang terarah dan efisien untuk meningkatkan kualitas dan produktivitasnya sehingga mampu berkompetisi di pasar internasional. Pengembangan, peningkatan kualitas dan produktivitas kelapa sawit dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain sifat fisik lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara produktivitas tanaman kelapa sawit dengan sifat fisik lahan yang meliputi tanah dan lereng serta umur tanaman. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit dan berguna untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit.
Keyword:
|
Judul: Analysis of Potential Water Availability in Oil Palm Plantation using Geographic Information System (A Case Study in PT. Perkebunan Nusantara VIII Cimulang, Bogor).
Abstrak: Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan luas areal 6,78 juta ha. Tanaman kelapa sawit membutuhkan air dalam jumlah yang sangat banyak untuk mendukung produksinya. Kekurangan dan kelebihan air menjadi faktor pembatas, sehingga ketersediaan air merupakan salah satu faktor pembatas produksi kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ketersediaan air dan melihat pengaruhnya terhadap produksi kelapa sawit. Dalam menentukan potensi aliran permukaan digunakan variabel berupa jenis tanah dan kemiringan lereng dengan melakukan sistem pembobotan (skoring). Hasil skoring dengan nilai yang tinggi artinya daerah tersebut memiliki tingkat potensi aliran permukaan tinggi, sebaliknya daerah yang memiliki tingkat potensi aliran permukaan rendah memiliki jumlah skor yang rendah. Potensi aliran permukaan yang tinggi terjadi di sebagian besar wilayah perkebunan yaitu di bagian tengah wilayah perkebunan. Ketersediaan air terakumulasi pada beberapa daerah yang lebih rendah dan datar. Keterkaitan faktor-faktor fisik dengan produktivitas dianalisis dengan korelasi data produksi, kemiringan lereng, jenis tanah dan potensi aliran permukaan. Kelebihan air mengindikasikan adanya penurunan produksi, karena dari hasil korelasi potensi aliran permukaan memiliki korelasi yang signifikan terhadap penurunan produksi (nilai p-value < 0,05) yaitu 0,018, artinya semakin rendah potensi aliran permukaan maka penurunan produksi semakin tinggi. Penurunan produksi terbesar terjadi di Blok 2, yang terdapat pada jenis tanah Latosol Cokelat Kemerahan dan kemiringan lereng 0 – 8% yang merupakan daerah terakumulasinya aliran permukaan, yaitu sebesar 29,03% dari produksi 26,80 ton TBS/ha/tahun pada tahun 2009 menjadi 19,02 ton TBS/ha/tahun pada tahun 2010. Untuk memenuhi kebutuhan air di sekitar lokasi perkebunan (pemukiman dan fasilitas lainnya) untuk meningkatkan kelestarian lingkungan, perlu direkomendasikan untuk dibangun embung. Calon posisi embung terdapat pada arah aliran atau cekungan tempat dimana aliran air melintas dan berdasarkan kondisi tanah yang strukturnya kuat untuk menampung air. Calon lokasi embung yang berdasarkan pada pola aliran sungai dibuat dengan DEM (digital elevation model) adalah di blok 9, 16, 20 dan 36.
Keyword:
|
Judul: A Study of The Treatment for Feline Urethral Obstruction (FUO) at My Animal Veterinary Clinic, Melaka, Malaysia in 2021
Abstrak: Feline urethral obstruction (FUO) is a general and emergency manifestation of feline urinary tract disease. Generally, the clinical signs of FUO are stranguria, feel discomfort or vocalizing when straining to urinate, increased agitation, hematuria, lethargy, anorexia and even vomiting. This case study was designed to collect and analyze the data of treatment of feline urethral obstruction (FUO) at My Animal Veterinary Clinic, Melaka, Malaysia in 2021. The secondary data of the type of treatment used was obtained from “MedexVet Clinic Management System” in My Animal Veterinary Clinic, Melaka, Malaysia. Then, the data obtained was then recorded and analyzed descriptively using Microsoft Excel® 2016. Antibiotics are the most prescribed medications for FUO at My Animal Veterinary Clinic in 2021, accounting for 97.26%. The least prescribed medications are α1-adrenergic antagonists and antiseizures, accounting for 1.37%, respectively. In conclusion, the most used treatment combination at My Animal Veterinary Clinic, Melaka, Malaysia in 2021 was medications, IV fluids, urinary catheterization, and urologic diet., Feline urethral obstruction (FUO) adalah manifestasi umum dan darurat penyakit saluran kemih kucing. Umumnya, gejala klinis FUO termasuk stranguria, merasa tidak nyaman atau bersuara saat ingin buang air kecil, agitasi meningkat, hematuria, lesu, anoreksia dan bahkan muntah. Studi kasus ini dirancang untuk mengumpulkan dan menganalisis data pengobatan FUO di Rumah Sakit Hewan My Animal Melaka, Malaysia pada tahun 2021. Data sekunder dari jenis perawatan yang digunakan diperoleh dari “MedexVet Clinic Management System” Data yang diperoleh kemudian dicatat dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel® 2016. Antibiotik adalah obat yang paling banyak diresepkan untuk FUO di Rumah Sakit Hewan My Animal pada tahun 2021, terhitung 97,26%. Obat yang paling sedikit diresepkan adalah antagonis α1- adrenergik dan anti kejang, masing-masing menyumbang 1,37%. Kesimpulannya, kombinasi pengobatan yang paling banyak digunakan di Rumah Sakit Hewan My Animal, Melaka, Malaysia pada tahun 2021 adalah obat-obatan, cairan IV, kateterisasi urin, dan diet urologi.
Keyword: combination, feline, medications, treatment, urethral obstruction
|
Judul: Peranan Corporate Social Responsibility (Csr) Pt Rekayasa Industri Dalam Upaya Pengembangan Masyarakat
Abstrak: Corporate Social Responsibility (CSR) is one of the efforts to maintain the existence of the company. One of the CSR program is in community development. Community development program will only be done by using the approach and implementation strategies that the empower the community. This empowerment will only occur if there is participation from the community. If CSR is implemented by a company will have an impact on the company and the community. The impact of the company image can be good while for the community impact can be the sustainable of the the social-istitutional.
Keyword:
|
Judul: Pengaruh Program Corporate Social Responsibility Terhadap Pembentukan Citra Perusahaan.
Abstrak: Program CSR “Air untuk Semua” merupakan program CSR dari PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field bekerja sama dengan LSM Habitat for Humanity Indonesia yang berjalan sejak tahun 2012. Program tersebut ternyata memberikan persepsi bagi masyarakat yang kemudian membentuk citra perusahaan di masyarakat. Program tersebut diterapkan di Desa Pasirukem, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat partisipasi masyarakat dalam program terhadap pembentukan citra perusahaan, menganalisis pengaruh intensitas komunikasi antarpribadi terhadap pembentukan citra perusahaan, menganalisis pengaruh kualitas pekerja CSR terhadap pembentukan citra perusahaan serta menganalisis dampak industrialisasi perusahaan terhadap pembentukan citra perusahaan. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 40 orang yang merupakan penerima Program CSR “Air untuk Semua”. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam program CSR “Air untuk Semua” dan kualitas pekerja CSR berpengaruh terhadap pembentukan citra perusahaan.
Keyword: pekerja CSR, pembentukan citra perusahaan, program CSR
|
Judul: A Study of The Treatment for Feline Urethral Obstruction (FUO) at My Animal Veterinary Clinic, Melaka, Malaysia in 2021
Abstrak: Feline urethral obstruction (FUO) is a general and emergency manifestation of feline urinary tract disease. Generally, the clinical signs of FUO are stranguria, feel discomfort or vocalizing when straining to urinate, increased agitation, hematuria, lethargy, anorexia and even vomiting. This case study was designed to collect and analyze the data of treatment of feline urethral obstruction (FUO) at My Animal Veterinary Clinic, Melaka, Malaysia in 2021. The secondary data of the type of treatment used was obtained from “MedexVet Clinic Management System” in My Animal Veterinary Clinic, Melaka, Malaysia. Then, the data obtained was then recorded and analyzed descriptively using Microsoft Excel® 2016. Antibiotics are the most prescribed medications for FUO at My Animal Veterinary Clinic in 2021, accounting for 97.26%. The least prescribed medications are α1-adrenergic antagonists and antiseizures, accounting for 1.37%, respectively. In conclusion, the most used treatment combination at My Animal Veterinary Clinic, Melaka, Malaysia in 2021 was medications, IV fluids, urinary catheterization, and urologic diet., Feline urethral obstruction (FUO) adalah manifestasi umum dan darurat penyakit saluran kemih kucing. Umumnya, gejala klinis FUO termasuk stranguria, merasa tidak nyaman atau bersuara saat ingin buang air kecil, agitasi meningkat, hematuria, lesu, anoreksia dan bahkan muntah. Studi kasus ini dirancang untuk mengumpulkan dan menganalisis data pengobatan FUO di Rumah Sakit Hewan My Animal Melaka, Malaysia pada tahun 2021. Data sekunder dari jenis perawatan yang digunakan diperoleh dari “MedexVet Clinic Management System” Data yang diperoleh kemudian dicatat dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel® 2016. Antibiotik adalah obat yang paling banyak diresepkan untuk FUO di Rumah Sakit Hewan My Animal pada tahun 2021, terhitung 97,26%. Obat yang paling sedikit diresepkan adalah antagonis α1- adrenergik dan anti kejang, masing-masing menyumbang 1,37%. Kesimpulannya, kombinasi pengobatan yang paling banyak digunakan di Rumah Sakit Hewan My Animal, Melaka, Malaysia pada tahun 2021 adalah obat-obatan, cairan IV, kateterisasi urin, dan diet urologi.
Keyword: combination, feline, medications, treatment, urethral obstruction
|
Judul: Mempelajari Pengaruh Berat pada Roda Penggerak Traktor terhadap Slip Roda pada Pengolahan Tanah dengan Bajak Piring
Abstrak: Slip berlebihan merupakan masalah yang dihadapi pada operasi pengolahan tanah utama untuk lahan berkadar liat tinggi . Faktor yang mempengaruhi besarnya slip yang terjadi selama pengolahan tanah antara lain adalah jenis dan kondisi tanah, alat traksi , kecepatan kerja , dan perpindahan distribusi berat pada as penggerak traktor selama operasi
Keyword:
|
Judul: Mempelajari Pengaruh Lebar Bajak dan ukuran Lempengan Tapak Roda sangkar Serta Beban Tambahan Terhadap Kemampuan Traktor Tangan 4 HP Rancangan IRRI
Abstrak: Penggunaan traktor kecil di Indonesia diawali dengan introduksi melalui demontrasi dan percobaan penggunaan atau introduksi keuntungan teknis lainnya. Dari hasil demontrasi dan percobaan tersebut menunjukan bahwa traktor kecil dapat digunakan baik di sawah maupun tegalan. Dalam usaha mengintroduksi alat-alat dan mesin pertanian kepada petani, maka sebelumnya telah dilakukan serangkaian pengujian yang bertujuan untuk mendapatkan kesesuaian antara alat dan kondisi setempat dimana alat tersebut akan digunakan, sehingga produktivitas dapat ditingkatkan tanpa menimbulkan efek negatif. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh lebar bajak dan ukuran lempengan tapak roda sangkar serta beban tambahan terhadap kemampuan traktor tangan 4 HP rancangan IRRI. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok dengan percobaan faktorial dan 3 kali ulangan, dengan perlakuan lebar bajak 18 dan 22 cm, ukuran lempengan tapak roda sangkar 6 x 21 dan 7 x 30 cm, serta beban tambahan 0, 5, 10, dan 15 kg.
Keyword:
|
Judul: Gambaran darah komodo (Varanus komodoensis) di Taman Margasatwa Ragunan
Abstrak: This study was conducted to get the hematology and blood biochemistry profile of Komodo dragons at Ragunan Zoo. A total of 18 adult dragons were used. Blood was drawn as much as 2 mL whole blood for hematology and 3 mL for blood biochemistry in serum. Hematology examinations were done by automatic hemavet® machine except differential leukocytes were done manually and blood biochemistry examinations were done by biosystem® machine. Examinations results of erythrocyte parameters of total erythrocytes, hematocrit, hemoglobin, MCV, MCH, and MCHC in row are (1,24±0,21) × 106/mm3, (38,0±4,6) %, (13,3±1,6) g/dL, (311,4±49,9) fL, (109,4±18,7) pg, and (35,1±1,2) g/dL. Trombocytes count is (3,1±1.6) × 103/mm3 and erythrocyte sedimentation rate is (3,9 ± 1.7) mm/h. Leukocytes parameters indicate the values of total leukocytes, heterophils, lymphocytes, monocytes, eosinophils, and basophils in row are (6,53±9,47) × 103/mm3, (3,478±4,972) × 103/mm3, (2,959±4,694) × 103/mm3, (0,096±0,187) × 103/mm3, (0,00) /mm3, and (0,00) /mm3. Biochemical parameters indicate the values of total protein, albumin, globulin, AST, ALT, urea, and creatinine in row are (10,19±3,39) g/dL, (2,51±0,39) g/dL, (7,68±3,07) g/dL, (49,39±20,71) IU/L, (45,39±27,88) IU/L, (13,53±5,88) mg/dL, and (0,29±0,11) mg/dL. The result of examinations averagely showed values tend to normal. Some individual results demonstrated abnormalities which are suspected as acute infection in 1 dragon, foliculogenesis in 1 dragon, muscle disease in 2 dragons, and liver disease in 5 dragons.
Keyword:
|
Judul: Ethnobotany of Tengger Tribe Community: Case Studies at Ranu Pane Village Enclave area of Bromo Tengger Semeru National Park, Senduro district, Lumajang.
Abstrak: Etnobotani dapat mengungkap pengetahuan masyarakat tradisional atau lokal dalam pemanfaatan tumbuhan. Salah satu masyarakat yang memiliki pengetahuan dan terbiasa memanfaatkan tumbuhan adalah masyarakat Suku Tengger di Desa Ranu Pane wilayah enclave Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Namun tingginya kegiatan wisata di kawasan TNBTS, khususnya Resort Ranu Pane, dapat menggeser pengetahuan dan budaya asli masyarakat Suku Tengger Desa Ranu Pane. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dan data dasar bagi pihak TNBTS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan tradisonal masyarakat Suku Tengger dalam pemanfaatan tumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2011 di Desa Ranu Pane wilayah enclave TNBTS, dengan menggunakan metode wawancara/kuisioner. Responden dipilih/ditentukan dengan menggunakan teknik Snow Ball sampling dengan jumlah 30 orang responden. Pengetahuan tradisional Masyarakat Suku Tengger Desa Ranu Pane mengenai tumbuhan adalah dalam bentuk pemanfaatan spesies tumbuhan meliputi, cara pengambilan, cara pengolahan dan penggunaan, serta cara membudidayakannya, khususnya tumbuhan pangan. Masyarakat Suku Tengger Desa Ranu Pane memanfaatkan 77 spesies dari 38 famili untuk berbagai keperluan, diantaranya pangan, obat, hias, kayu bakar, upacara adat, pakan ternak, bahan bangunan. Spesies tumbuhan pangan lebih banyak dimanfaatkan dibanding dengan pemanfaatan tumbuhan untuk keperluan lain, karena tumbuhan pangan banyak dibudidayakan dan merupakan komoditas ekonomi bagi masyarakat.
Keyword:
|
Judul: Etnobotani Masyarakat Tengger: Studi Kasus Desa Ngadas Wilayah Enclave Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Abstrak: Kawasan pelestarian alam di Jawa Timur salah satunya yaitu Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Penelitian bertujuan untuk melakukan studi etnobotani dalam rangka pelestarisan pengetahuan. Prosedur penelitian meliputi studi literatur, observasi lapang, wawancara, analisis vegetasi, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Tengger Desa Ngadas sebanyak 69 jenis tumbuhan. Kelompok penggunaan terdiri dari tumbuhan pangan dan sayuran, tumbuhan obat, tumbuhan adat dan keagamaan, tumbuhan untuk kayu bakar, bahan bangunan, konservasi, dan pakan ternak. Indeks Nilai Penting tertinggi plot ladang untuk tingkat pertumbuhan pohon dimiliki oleh cemara gunung sebesar 229,56% pada plot hutan untuk tingkat pertumbuhan pohon dimiliki oleh kayu manisan sebesar 39,95%. Nilai Index of Cultural Significance tertinggi dimiliki oleh padi yang berasal dari luar Tengger sebesar 72. Indeks Nilai Penting cemara gunung di ladang sebesar 229,56% dan nilai Index of Cultural Significance sebesar 45. Hal ini menunjukkan pelestarian cemara gunung tinggi jika dilihat dari nilai INP meskipun pemanfaatan cemara gunung tergolong ke dalam kategori sangat tinggi.
Keyword: Ethnobotany, Ngadas, Tengger
|
Judul: Penyelesaian Masalah Rotasi Aliran Fluida Kental Von Karman Menggunakan Metode Homotopi
Abstrak: Von Karman equation is an equation that describes fluid viscous flow induced by infinite disk rotation. By assuming steady flow and laminar, viscous incompressible fluid flow is represented in Von Karman equation by an angular velocity and the vertical direction velocity as the independent variables. Von Karman equation is a nonlinear problem that is solved using the homotopy method. The use of homotopy method is done by defining an homotopy function that requires auxiliary parameters to control the convergent region of the solution. The solution is a recursive formula with given initial conditions. Using software based-functional shows that velocity components converge to a value.
Keyword:
|
Judul: Kandungan Fitokimia dan Toksisitas Propolis Lebah Trigona spp. Asal Propinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB dan Maluku
Abstrak: Kekayaan sumber daya hayati Indonesia berpotensi menghasilkan bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai nutraceutical dan pangan fungsional, salah satunya adalah propolis yang berasal dari lebah lokal yang tidak menyengat Trigona spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia secara kualitatif dan menilai tingkat toksisitas ekstrak propolis sebagai pangan fungsional atau nutraceutical. Propolis diekstrak dari propolis mentah yang berasal dari propinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Maluku. Analisis fitokimia secara kualitatif dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kelompok senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan untuk menilai tingkat toksisitas ekstrak propolis. Kelima sampel positif mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin namun tidak terdeteksi adanya kelompok senyawa alkaloid. Hasil perhitungan uji keamanan pangan dengan nilai LC501, sampel ekstrak propolis dari propinsi Banten memberikan sifat toksik tertinggi dibanding dengan ekstrak propolis dari propinsi lainnya. Berdasarkan perhitungan estimasi nilai LD502 untuk berat badan contoh 60 kg, semua sampel uji propolis aman dikonsumsi sebanyak 18-60 ml/hari, kecuali ekstrak propolis dari propinsi Banten sebanyak 3.6 ml/hari
Keyword: BSLT, fitokimia, keamanan pangan, propolis
|
Judul: Potensi Antibakteri Propolis Lebah Madu Trigona spp. terhadap Bakteri Kariogenik (Streptococcus mutans)
Abstrak: Sampai saat ini masalah penyakit periodontal temasuk karies gigi masih banyak terjadi di kalangan masyarakat dunia. Pasta gigi komersial biasanya mengandung fluorida yang berperan penting dalam mencegah kerusakan gigi. Over dosis penggunaan senyawa berfluorida dapat menyebabkan fluorosis kerusakan tulang dan anemia. Oleh karena itu, propolis diujikan sebagai zat alternatif antikaries dengan menghambat pertumbuhan bakteri S. mutans. Penelitian bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri propolis dan menentukan konsentrasi hambat tumbuh minimum propolis terhadap S. mutans. Rendemen ekstrak propolis yang diperoleh sebesar 8,52%. Ekstrak propolis mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, triterpenoid, dan saponin berdasarkan analisis fitokimia. Efektivitas ekstrak propolis sebesar 96,05%, 41,03%, dan 240,57% masing-masing terhadap propolis merk X, ampisilin 10 mg/mL, dan NaF 3000 ppm. Nilai konsentrasi terendah dari ekstrak yang masih menunjukkan penghambatan terhadap pertumbuhan S. mutans sebesar 6,25%. Oleh karena itu, ekstrak propolis ini dapat dijadikan zat antikaries alternatif dalam pasta gigi. Berdasarkan analisis statistik, ekstrak propolis 100%, propolis merk X, dan ampisilin 10 mg/mL dapat menurunkan jumlah koloni S. mutans.
Keyword:
|
Judul: Best Difference Equation Aproximation to Duffing 's Equation
Abstrak: Persamaan Duffing merupakan persamaan yang sering muncul sebagai model masalah sistem ayun mekanis atau pada masalah rangkaian listrik. Umumnya penyelesaian persamaan ini secara numerik memberikan hampiran dengan gala! yang tinggi, seperti dengan metode Runge-Kutta. Tulisan ini mengkonstruksi suatu persamaan beda untuk menghampiri persamaan Duffing tersebut. Penyelesaian dari persamaan beda ini melibatkan fungsi-fungsi eliptik Jacobi. Berdasarkan penyelesaian ini diperoleh basil bahwa penyelesaian hampirannya persis sama dengan penyelesaian analitiknya. Penyelesaian analitik yang diperolehjuga melibalkan fungsi-fungsi eliptik Jacobi.
Keyword:
|
Judul: Profil Leukosit Tikus Hiperkolesterolemia yang Disuplementasi Polisakarida teripang H. nobilis.
Abstrak: Hiperkolesterolemia meningkatkan enzim xanthonine oxidoreduktase (XO) penghasil radikal bebas yang berperan timbulnya inflamasi, atherosklerosis, penuaan, iskemia, hemolisis, stroke hingga kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh polisakarida H. nobilis sebagai antihiperkolesterolemia terhadap profil leukosit tikus hiperkolesterolemia. Penelitian ini dirancang dengan membagi 12 ekor tikus jantan strain Sprague Dawley menjadi dua kelompok. Kelompok pencegahan terdiri dari kelompok K+ yaitu tikus diberi pakan kolesterol 1% selama 28 hari dan Kelompok PCh yaitu tikus diberi pakan kolesterol 1% dan polisakarida H. nobilis dosis 400 mg/kg BB secara bersamaan selama 28 hari. Kelompok pengobatan terdiri dari kelompok Ch yaitu tikus diberi pakan kolesterol 1% selama 28 hari pertama dan dilanjutkan dengan pakan standard pada 28 hari berikutnya dan kelompok ChP yaitu tikus diberi pakan kolesterol 1% selama 28 hari pertama dan dilanjutkan dengan pemberian polisakarida H. nobilis 400 mg/kg BB selama 28 hari berikutnya. Parameter hematologi yang dianalisis adalah leukosit, limfosit, neutrofil, monosit, eosinofil, dan basofil. Analisis data menggunakan Analisis one way ANOVA dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah leukosit pada kelompok K+ adalah sebanyak 8883±2413 butir/mm3, Pch sebanyak 7883±728 butir/mm3, Ch sebanyak 5900±1829 butir/mm3, dan ChP sebanyak 3950±975 butir/mm3. Jumlah limfosit pada kelompok K+ adalah sebanyak 6603±892 butir/mm3, PCh sebanyak 5070±2479 butir/mm3, Ch sebanyak 4130±1776 butir/mm3, dan ChP sebanyak 2435±982 butir/mm3. Jumlah neutrofil pada kelompok K+ adalah sebanyak 2601±2258 butir/mm3, PCh sebanyak 2161±994 butir/mm3, Ch sebanyak 1593±1776 butir/mm3, dan ChP sebanyak 1448±927 butir/mm3. Jumlah eosinofil pada kelompok K+ adalah sebanyak 0±0 butir/mm3, PCh sebanyak 105±451 butir/mm3, Ch sebanyak 59±146 butir/mm3, dan ChP sebanyak 26±79 butir/mm3. Jumlah basofil pada kelompok K+ , PCh, Ch, dan ChP adalah sebanyak 0±0 butir/mm3. Pemberian polisakarida teripang H. nobilis berpengaruh nyata terhadap jumlah leukosit, Kelompok yang diberi polisakarida teripang H. nobilis jumlah leukosit lebih rendah daripada kelompok yang tidak diberikan polisakarida teripang H. nobilis. Polisakarida teripang H.nobilis lebih efektif digunakan sebagai pengobatan dari pada pencegahan. Pemberian polisakarida teripang H. nobilis berpengaruh nyata terhadap jumlah jenis-jenis leukosit., Hypercholesterolemia increases the activity of the enzyme xanthonine oxidoreductase (XO), which produces free radicals that trigger inflammation, atherosclerosis, aging, ischemia, hemolysis, stroke and mortality. This study aimed to analyze the effect of H. nobilis polysaccharide as an antihypercholesterolemic on the leukocyte profile of rats. This study was designed by dividing 12 male rats of the Sprague-Dawley strain into two groups. The prevention group consisted of the K+ group, the rats were fed 1% cholesterol for 28 days and the PCh group the rats were fed 1% cholesterol and H. nobilis polysaccharides at a dose of 400 mg/kg BW simultaneously for 28 days. The treatment group consisted of the Ch group, the rats were fed 1% cholesterol for the first 28 days and continued with the standard diet for the next 28 days and the ChP group, the rats were fed 1% cholesterol for the first 28 days and continued with H. nobilis polysaccharide administration of 400 mg/kg BW for the next 28 days. Hematological parameters analyzed were leukocytes, lymphocytes, neutrophils, monocytes, eosinophils, and basophils. Data analysis using One Way ANOVA and Duncant Analysis. The results showed that the number of leukocytes in the
Keyword: Hiperkolesteromia, Polisakarida H. nobilis, Profil leukosit
|
Judul: Pemberian simvastatin, virgin coconut oil (VCO), dan ekstrak kunyit terhadap profil leukosit kelinci (Oryctolagus cuniculus) hiperkolesterolemia
Abstrak: This study was aimed to determine the effect of cholesterol lowering drugs such as simvastatin, virgin coconut oil (VCO), and turmeric extract that is associated with the profile of leukocyte hypercholesterolemic rabbit (Oryctolagus cuniculus). Hypercholesterolemia is a increasing blood cholesterol condition. Untreated hypercholesterolemia can induce the production of plaque or atherosclerosis in the blood vessel walls. Twelve male rabbits were divided into 4 groups: control group (K), simvastatin group (KSV), VCO group (KVCO), and turmeric extract group (KKT). Each group was given the same treatment for the first week which is week of adaptation. Induction of hypercholesterolemia had done on KSV, KVCO, and KKT at week 2nd, the 3rd, and 4th. Simvastatin, VCO, and turmeric extract were give on 5th week. Blood samples were taken from the auricular vein every week to count the number of leukocyte, the leukocyte differentiation, and stress index. Analysis of the data using Microsoft Excel 2007 and Analysis of Variance (ANOVA) at the 95% confidence interval, followed by Duncan's test. Treatment of hypercholesterolemia tends to increase the number of leukocyte at week 4 and cholesterol lowering drugs administration for 1 week tended to reduce the amount of leukocyte in the blood.
Keyword: Bogor Agricultural University (IPB), VCO., turmeric extract, simvastatin, rabbit, leukocyte, hypercholesterolemia
|
Judul: Representasi digital akademic event Plaza Kampus IPB Darmaga
Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menerapkan teknologi komputer berbasis CAD dan Image Editor dalam merepresentasika suatu model lanskap Academic Event Plaza dalam bentuk peta digital 2D dan ruang lanskap 3D disertai dengan keterangan-keterangan atributif yang dapat diakses langsung dari gambar tersebut secara virtual. Hasil studi ini berupa laporan secara tertulis mengenai prosedur perancangan dengan perangkat lunak komputer, kemudahan-kemudahan yang diperoleh dengan penggunaan perangkat lunak tersebut, dan disertai dengan gambar-gambar rancangan yang dibangun dengan bantuan komputer. Waktu studi dimulai pada bulan Februari 2000 sampai dengan Agustus 2001. Tahap-tahap pelaksanaan metode studi dapat diuraikan sebagai berikut: Pengumpulan data spasial berupa gambar rancangan tapak dan gambar konstruksi bangunan arsitektural dan data atribut berupa foto lapang, foto jenis tanaman, dan deskripsi tanaman yang ada di tapak. Digitasi peta, pada tahap ini digitasi dilakukan dengan menggambar ulang peta rancangan tapak, rencana penanaman, dan rencana utilitas dengan menggunakan program AutoCAD 2000. Membangkitkan gambar 3D dari data digital 2D yang kemudian dikonversi menjadi file VRML dan QTVR. Academic Events Plaza merupakan rancangan yang simetris. Penggambaran rancangan plaza dengan AutoCad menggunakan instruksi- instruksi seperti line, pline, rectangle, dan circle. Gambar rancangan plaza mempunyai beberapa bentukan yang berulang ataupun merupakan pencerminan dari bentukan yang ada di samping atau di depannya. Bentukan yang berulang dapat dilakukan dengan perintah copy dan paste. Pencerminan objek dapat dilakukan dengan perintah mirror. Pengolahan image pada data atributif beerupa foto tanaman dan foto lapang dapat memperbaiki kualitas visual sesuai keadaan yang dikehendaki. Deskripsi tanaman dibuat dalam format file HTML. Input data berupa desripksi dan foto tanaman dilakukan melalui perangat lunak Word Editor, kemudian disimpan sebagai format HTML Document….dst
Keyword:
|
Judul: Indeks Eritrosit Pada Resusitasi Cairan Anak Babi (Sus Scrofa) Yang Diinduksi Sepsis.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks eritrosit (jumlah eritrosit, konsentrasi hemoglobin, hematokrit, VER, HER, KHER) pada anak babi (Sus scrofa) setelah diinduksi sepsis dan diresusitasi oleh cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) atau kristaloid (ringer asetat malat). Sepuluh ekor anak babi berumur 2-3 bulan dengan berat badan 8-13 kg dibagi menjadi dua kelompok. Induksi sepsis dilakukan dengan injeksi endotoksin Eschericia coli melalui rute intravena hingga terjadi renjatan sepsis. Resusitasi cairan dilakukan pada saat renjatan sepsis terjadi melalui rute intravena. Kelompok pertama menerima resusitasi cairan menggunakan modified fluid gelatin 4% (MFG 4%) dan pada kelompok yang kedua menerima resusitasi cairan menggunakan cairan ringer asetat malat (RAM). Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat setelah anestesi, saat sepsis, dan 3 jam setelah resusitasi cairan. Hasil evaluasi nilai indeks eritrosit menunjukkan bahwa hewan mengalami anemia makrositik regeneratif. Kondisi sepsis dan resusitasi cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) maupun cairan kristaloid (ringer asetat malat) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai indeks eritrosit.
Keyword: anak babi, indeks eritrosit, koloid, kristaloid, sepsis
|
Judul: Evaluasi Radiografi Jantung Anak Babi (Sus Scrofa) Sepsis Dengan Terapi Cairan Koloid Atau Kristaloid
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi radiografi kardiovaskular anak babi sepsis dan diterapi menggunakan resusitasi cairan. Sebanyak 10 anak babi berusia 2-3 bulan dan 8-13 kg berat badan dibagi kedalam dua kelompok perlakuan resusitasi. Kondisi sepsis diinduksi dengan menyuntikan lipopolisakarida (LPS) dari E.coli. Resusitasi cairan diberikan setelah renjatan sepsis terjadi. Kelompok pertama diberikan koloid (modified fluid gelatin 4% / MFG 4%) dan kelompok kedua diberikan kristaloid (ringer asetat malat / RAM). Evaluasi radiografi dilakukan sebelum induksi sepsis dan setelah resusitasi cairan. Hasil yang diperoleh menunjukan pada arah pandang lateral nilai Vertebrae Heart Score (VHS) kelompok RAM meningkat dibandingkan kelompok MFG 4%. Nilai sudut jantung berkisar 46.80-49.20 dan rasio HH:HC adalah 4:5. Peningkatan nilai ini diduga jantung mengalami kompensasi edema yang ditimbulkan akibat respon infeksi sistemik pada keadaan sepsis. Pada lapang pandang dorsoventral nilai CTR meningkat baik pada kelompok MFG 4% maupun RAM. Nilai A<LC/2 menunjukkan bahwa MFG 4% dan RAM memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan nilai normal. Resusitasi cairan MFG 4% maupun RAM dianggap belum mampu memperbaiki pembesaran jantung yang diakibatkan oleh sepsis dengan mengembalikan ukuran jantung pada nilai normal.
Keyword: induksi sepsis, LPS, MFG 4%, radiografi kardiopulmonari, RAM
|
Judul: Value Proposition Canvas design of Mie Unni Kadai business
Abstrak: Kota Padang adalah salah satu kota yang memiliki posisi yang strategis untuk menjalankan usaha kuliner dengan prospek yang menguntungkan. Tingginya jumlah usaha kuliner di Kota Padang yang terus berkembang dari tahun ke tahun dapat meningkatkan persaingan. Selama enam bulan Mie Unni Kadai beroperasi, hasil yang didapatkan belum mampu mencapai target penjualan yang telah ditetapkan. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan analisis value propotition canvas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi model bisnis yang telah Mie Unni Kadai terapkan dengan pendekatan business model canvas, (2) Menganalisis value proposition canvas pada Mie Unni Kadai, (3) Merumuskan rekomendasi strategi Mie Unni Kadai di masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya empat pembaruan yang meliputi penyediaan paket pelajar, inovasi menu, menambah level kepedasan dan bekerja sama dengan perusahaan mobile payment, tiga perbaikan pada product and services yang meliputi perbaikan dari ruangan yang terasa panas, penambahan ready stock supply dan perbaikan pada sisi interior., Padang City is one of the cities that has a strategic position to run a culinary business with favorable prospects. The increasing number of culinary businesses in the city of Padang which continues to grow from year to year could increase the competition. Since six months of opening, Mie Unni Kadai has yet reach the sales. To solve the problems, a value propotition canvas analysis can be performed. This study aims to: (1) identify the condition of the existing business model at Mie Unni Kadai by using the business model canvas, (2) analyze the value proposition canvas of Mie Unni Kadai, (3) formulate a recommendation strategy for Mie Unni Kadai for the future. This is a descriptive research with qualitative approach. The final result of this research is created four reforms which comprise student packages, menu innovations, spicy level upgrate, and collaboration with a mobile payment company, three product and service improvements involve hot room improvement, ready stock supply augment, and interior improvement.
Keyword: business model canvas, qualitative, value proposition canvas
|
Judul: Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi Pada Restoran Sate Gate Bogor
Abstrak: Industri restoran dan rumah makan hingga saat ini masih diyakini sebagai salah satu bentuk UKM yang memiliki prospek cukup bagus, bahkan dalam kondisi krisis sekalipun. Namun demikian dalam periode yang bersamaan banyak juga restoran yang gulung tikar, karena tidak mampu lagi mempertahankan jumlah pengunjungnya. Menurut beberapa pihak yang berk ompeten dalam bidang ini menyebutkan bahwa sukses usaha dibidang pelayanan makanan dan minuman ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengunjungnya, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan meningkatkan pertumbuhan pelanggannya. Penentuan harga pokok produks produksi bagi sebuah Restoran merupakan hal yang penting. Restoran Gate masih menggunakan perhitungan manual dengan cara memperhitungkan biaya bahan baku sebuah produk ditambah biaya tenaga kerja langsung, sehingga perlu dilakukan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode process c ostingosting. Metode process costing dipakai untuk menghitung harga pokok produksi di Restoran Gate karena berdasarkan karakteristik produk di Restoran Gate yang diproduksi massal dan bukan berdasarkan pesanan. Restoran Gate menera pkan perhitungan harga pokok produksi dengan sederhana. Elemen biaya yang dihitung dengan menggunakan metode perusahaan meliputi biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Perhitungan harga pokok produksi Sate Kambin g menurut Restoran Gate yaitu Rp. 22.825, 22.825,- dan Marag Kambing sebesar Rp. 18.925, 18.925,-. Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi dengan metode process costing diperoleh biaya produksi yang lebih tinggi daripada metode perhitungan dengan metode perusahaan yaitu Sate Kambing sebesar 23.941,23 dan Marag Kambing sebesar Rp. 19.916,23. Perbedaan nilai yang dihasilkan disebabkan oleh pembebanan biaya overhead pabrik dari kedua metode yang digunakan. Pada metode process costing , elemen biaya listrik, biaya sewa g edung, biaya transportasi dan biaya penyusutan dimasukkan ke dalam perhitungan biaya overhead pabrik. Proses perhitungan harga jual produk dengan menggunakan metode cost plus pricing menghasilkan nilai Rp. 32.000, 32.000,- untuk Sate Kambing dan Rp. 27.000, - untuk Marag Kambing. Perhitungan harga jual ini dengan memperhitungkan mark up sebesar 25 persen sesuai keinginan perusahaan dan dengan memperhitungkan biaya operasional Restoran Gate yang terdiri dari biaya distribusi, biaya pemasaran dan biaya administrasi. Berdasarkan perhitungan harga jual dengan metode cost plus pricing dan mark up sebesar 25 persen, Restoran Gate akan mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp. 7.932, 7.932,- untuk Sate Kambing dan Rp. 6.925, 6.925,- untuk Marag Kambing. Laba bersih ini di dapat untuk pen jualan satu porsi produk.
Keyword: Harga Pokok Penjualan, Job Costing, Akuntansi Biaya
|
Judul: Analisis kelayakan pengusahaan restoran soto kudus di jalan garuda Kemayoran Jakarta Pusat
Abstrak: Pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia yang setiap tahunnya meningkat membuka peluang untuk bisnis pengolahan dan penyediaan pangan, salah satunya bisnis tersebut adalah restoran. Semakin banyak bisnis restoran pada saat ini merupakan tanggapan dari semakin meningkatnya jumlah permintaan pangan karena semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung banyak beraktivitas diluar rumah sehingga mendorong perubahan pola konsumsi makanan. Kesibukan masyarakat terutama karena tuntutan waktu kerja yang padat, menyebabkan masyarakat mencari pola konsumsi yang lebih bersifat praktis, cepat dan sehat. Salah satu jenis usaha yang potensial atas kondisi tersebut adalah restoran, dimana restoran yang berkembang di Indonesia pada saat ini menyajikan beraneka ragam menu masakan yang khas, salah satunya adalah masakan soto. Soto merupakan masakan asli Indonesia yang memiliki rasa yang khas, yakni berkuah dan berbumbu komp!et. Menu soto sudah demikian akrab dengan masyarakat Indonesia. Tujuan Pene!itian ini adalah (1) menganalisis kelayakan usaha Restoran Soto Kudus melalui aspek pasar, teknis dan produksi, manajerial, sosial, dan finansial, (2) menganalisis tingkat kepekaan kelayakan investasi Restoran Soto Kudus. Penelitian ini dilaksanakan di Restoran Soto kudus yang terletak di JI. Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Agustus 2009. Responden penelitian ini adalah pihak manajemen dari usaha Restoran Soto Kudus dan pemilik dari usaha sejenis yang bertindak sebagai pesaing. Penelitian ini menggunakan analisis non finansial, yaitu aspek pasar, teknis dan produksi, manajemen, sosial, ekonomi dan lingkungan serta melalui analisis finansial dengan menggunakan Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback period (masa pembayaran kembali), dan Analisis sensitivitas Switching Value.
Keyword: Net Present Value, Net Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return
|
Judul: Differential Leukocytes in Mice (Mus muscullus) after Amyloid Beta Aβ40 and Aβ42 Immunization as a Marker of Alzheimer’s Disease.
Abstrak: Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang bersifat irreversibel dan progresif yang terkait dengan perubahan sel-sel saraf, sehingga menyebabkan kematian sel otak dan terjadinya demensia. Pengamatan terhadap diferensial leukosit dapat membantu dalam mendiagnosa penyakit ini dengan tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran diferensial leukosit pada mencit terhadap respon imunisasi amyloid beta Aβ40 dan Aβ42. Penelitian ini menggunakan 22 ekor mencit (Mus muscullus) Balb/c jantan dan betina dengan berat badan 20-35 gr. Mencit dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, kelompok mencit kontrol, kelompok mencit vaksinasi antigen amyloid Aβ40 dan kelompok mencit vaksinasi antigen amyloid beta Aβ42. Sampel darah dimabil melalui vena coccygea sebanyak 0,5 ml setiap mencit. Sampel darah diambil pada hari ke-0, 14 dan 24 setelah diimunisasi. Hasil menunjukkan kelompok mencit yang diimunisasi amyloid beta 40 (Aβ40) dan amyloid beta 42 (Aβ42) menyebabkan peningkatan jumlah limfosit dan neutrofil yang signifikan, sedangkan kelompok mencit kontrol tidak menunjukkan perubahan leukosit yang signifikan. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa pemberian imunisasi antigen amyloid beta Aβ40 dan Aβ42 pada mencit tidak memengaruhi jumlah basofil, eosinofil, neutrofil batang serta monosit., Alzheimer's is an irreversible and progressive neurodegenerative disease associated with changes in nerve cells, leading to brain cell death and dementia. Observation of differential leukocytes can help in diagnosing the disease precisely. This study aims to find out the differential picture of leukocytes in mice against amyloid beta Aβ40 and Aβ42 immunization responses. This study used 22 mice (Mus muscullus) Balb / c male and female with a weight of 20-35 grams. Mice were divided into three groups, namely, the control mice group, the Aβ40 amyloid antigen vaccination mice group and the Aβ42 amyloid beta antigen vaccination mice group. Blood samples are taken through the coccygea vein as much as 0.5 ml per mice. Blood samples are taken on days 0, 14 and 24 after immunization. Results showed the mice group immunized amyloid beta 40 (Aβ40) and amyloid beta 42 (Aβ42) caused a significant increase in lymphocyte and neutrophil counts, while the control mice group showed no significant leukocyte changes. Based on the observations, it can be concluded that immunization of amyloid beta Aβ40 and Aβ42 antigens on mice does not affect the number of basophils, eosinophils, bar neutrophils and monocytes.
Keyword: Alzheimer, Diferensial leukosit, Amyloid beta, Mencit, Alzheimer's, differential leukocytes, amyloid beta, mice
|
Judul: Gambaran Sel Darah Putih Domba Lokal Penderita Haemonehosis Pasca Pemberian Simplisia Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia).
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk melihat garnbaran sel darah putih (Ieukosit) domba lokal penderita haemonehosis pasea pemberian simplisia buah mengkudu (Morinda cilrifolia). Sebanyak delapan beIas ekor domba jantan yang berumur 5-7 bulan dibagi menjadi empat kelompok perIakuan. Dua minggu setelab domba dibebas eaeingkan dengan pemberian ivermeetin (dosis: 200 mgIKg BB) dan Albendazole (dosis: 3,8 mglKg BB) baru dilakukan perIakuan terhadap domba sesuai dengan kelompoknya. Kelompok pertama adalah kontrol mengkudu (KM) sebanyak 6 ekor domba yang diberi mengkudu dari awal sampai akhir penelitian. Kedua adalah kelompok mengkudu infeksi (MI) sebanyak 3 ekor dengan perIakuan sarna seperi pada KM, akan tctapi diinfeksi dengan 10.000 larva infektif Haemonchus contortus. Ketiga adalau kelompok kontrol yang tidak diberi mengkudu (KN) dan tidak diinfeksi sebanyak 6 ekor, dan keempat adalau kelompok yang tidak diberi mengkudu akan tetapi di infcksi larva infektif 10.000 H. contortus (KI) sebanyak 3 ekor domba. Infeksi H. contorlus pada kelompok KI dan MI dilakukan pada minggu ketiga penelitian. Pengambilan sampel darah dilakukan setiap minggu dengan menggunakan tabung vakum berheparin untuk pengamatan jumlah absolut sel leukosit dan jumlah diferensiasi sel leukosit (neutrofil, basofil, eosinofil, limfosit, dan monosit) melalui preparat ulas darah. Basil penelitian menunjukkan bahwa simplisia buab mengkudu tidak memberikan pengaruh yang nyata pada jumlah total sel leukosit serta terhadap jumlah sel eosinofiI, sel neutrofiI, sel basofil, sel monosit, dan sel Iimfosit (P>0,05), akan tetapi terdapat keeenderungan peningkatan jumlah sel eosinofil pada kelompok domba yang diinfeksi dengan H. contortus (MI dan KI) serta kelompok domba yang diberi mengkudu tanpa infeksi (KM).
Keyword:
|
Judul: Gambaran Leukosit Domba Ekor Tipis yang Diinfeksi Haemonchus contortus.
Abstrak: The aim of this study was to investigate the effect of Haemonchus contortus infection to white blood cell profile of Javanese thin tail sheep. Twenty males Javanese thin tailed sheep were divided into five groups, namely infected group of 500 L3, 1000 L3, 2000 L3, 4000 L3 and uninfective group as control. The blood and fecal samples were collected from rectum before and three weeks after infection. The blood samples were collected using venoject® from Jugular vein. The fecal samples were collected directly from rectum. The blood samples were examined to determine total of white blood cell (leukocytes) and white blood cell differential, whereas fecal samples to determine egg per gram. The result showed that Haemonchus contortus infections cause an increased total of leukocyte but were not significantly different among of level infection doses (P>0.05). Number of eosinophils were significantly different among uninfected group (P<0.05), but were not significantly different in number of lymphocyte, monocyte, and neutrophil (P>0.05). There where positively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of eosinophil (P<0.05), however were negatively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and neutrophil’s profile (P<0.05). There where no correlation significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of white blood cell, lymphocyte, and monocyte (P>0.05).
Keyword: differential leukocyte, Haemonchus contortus, leukocyte, sheep
|
Judul: Peningkatan Manajemen Karir Perempuan Muda Indonesia Melalui Platform Digital Career Solution Femie Academy
Abstrak: Jumlah perempuan usia produktif yang mendominasi menjadikannya peluang bagi Indonesia untuk memaksimalkan bonus demografi. Keterbatasan perempuan muda untuk memanajemen karir membuat mereka belum maksimal berkontribusi. Maka dari itu, Femie Academy hadir sebagai digital career solution yang menyediakan wadah khusus untuk perempuan muda memanajemen karir secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh perempuan muda dalam memanajemen karirnya, merancang model bisnis yang tepat untuk mengatasi permasalahan konsumen, serta merancang prototype yang sesuai. Metode penelitian menggunakan design thinking dengan alat analisis berupa empathy map, rancangan model bisnis dalam Lean Canvas, serta USE Questionnaire untuk melakukan Usability Analysis terhadap prototype yang dirancang. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa perempuan muda mengalami berbagai permasalahan dalam manajemen karir sehingga model bisnis dan prototype Femie Academy dibuat khusus untuk menyelesaikan permasalahan tersebut., The number of young women make an opportunity for Indonesia to maximize the demographic bonus. Limitations of young women in managing their careers make them not maximally contributing. Therefore, Femie Academy is here as a digital career solution that provides a special place to manage their career. This study aims to identify the young women problems in managing their careers, designing the right business model solve consumer problems, and designing the prototype that fit to the market. This research used design thinking method, empathy maps, Lean Canvas, and USE Questionnaire to carry out a Usability Analysis. The results of this study indicate that young women experience various problems in career management so that the Femie Academy business model and prototype are made to solve these problem.
Keyword: design thinking, lean canvas, manajemen karir, prototype, usability analysis
|
Judul: Perbandingan Persepsi Petani dan Bukan Petani Sawit Terhadapa Kebun Kelapa Sawit Swadaya.
Abstrak: Keuntungan ekonomi dan lemahnya regulasi pembangunan kebun sawit swadaya, mendorong perluasan signifikan kebun sawit swadaya. Pembangunan kebun sawit swadaya diduga, didasarkan atas persepsi masyarakat terhadap kebun sawit swadaya. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui persepsi petani dan bukan petani terhadap kebun sawit swadaya di Provinsi Riau, dan mengidentifikasi karakteristik masyarakat yang mempengaruhinya. Pengambilan data dilakukan menggunakan observasi lapang, studi pustaka, dan wawancara terstruktur melalui kuisioner tertutup, terdiri dari 44 orang petani, dan 30 orang bukan petani. Hasil menunjukkan persepsi masyarakat terhadap dampak kebun sawit swadaya adalah cukup. Artinya masyarakat tidak merasakan dampak yang signifikan terhadap keberadaan kebun sawit swadaya. Jumlah keluarga dan lama waktu bekerja berkorelasi dengan persepsi aspek ekonomi pada kategori petani. Tidak ada karakteristik masyarakat yang berkorelasi dengan aspek lingkungan pada kedua kategori. Lama waktu bekerja di kebun sawit swadaya berkorelasi dengan aspek sosial untuk kategori bukan petani.
Keyword: kebun sawit swadaya, persepsi, Riau
|
Judul: Analisis Struktur Nafkah dan Kecepatan Ekspansi Lahan Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit.
Abstrak: Ekspansi perkebunan sawit merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan lahan. Ekspansi ini menyebabkan perubahan strategi nafkah rumah tangga sekitar kawasan. Ekspansi kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perubahan struktur nafkah pada semua lapisan rumah tangga petani. Perkebunan kelapa sawit yang meluas menimbulkan kesulitan bagi rumah tangga petani. Kesulitan tersebut dihadapi oleh rumah tangga petani dengan cara memanfaatkan lima modal nafkah (modal alam, SDM, sosial, fisik dan finansial). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi ekspansi perkebunan yang terjadi pada rumah tangga petani sawit dan menganalisis struktur nafkah rumah tangga petani sawit. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah semakin tinggi lapisan ekonomi rumah tangga petani sawit, maka semakin cepat ekspansi lahan yang dilakukan. Sektor on farm kelapa sawit menyumbang pendapatan paling tinggi pada struktur pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit.
Keyword: ekspansi perkebunan, strategi nafkah, struktur nafkah
|
Judul: Gambaran darah komodo (Varanus komodoensis) di Taman Margasatwa Ragunan
Abstrak: This study was conducted to get the hematology and blood biochemistry profile of Komodo dragons at Ragunan Zoo. A total of 18 adult dragons were used. Blood was drawn as much as 2 mL whole blood for hematology and 3 mL for blood biochemistry in serum. Hematology examinations were done by automatic hemavet® machine except differential leukocytes were done manually and blood biochemistry examinations were done by biosystem® machine. Examinations results of erythrocyte parameters of total erythrocytes, hematocrit, hemoglobin, MCV, MCH, and MCHC in row are (1,24±0,21) × 106/mm3, (38,0±4,6) %, (13,3±1,6) g/dL, (311,4±49,9) fL, (109,4±18,7) pg, and (35,1±1,2) g/dL. Trombocytes count is (3,1±1.6) × 103/mm3 and erythrocyte sedimentation rate is (3,9 ± 1.7) mm/h. Leukocytes parameters indicate the values of total leukocytes, heterophils, lymphocytes, monocytes, eosinophils, and basophils in row are (6,53±9,47) × 103/mm3, (3,478±4,972) × 103/mm3, (2,959±4,694) × 103/mm3, (0,096±0,187) × 103/mm3, (0,00) /mm3, and (0,00) /mm3. Biochemical parameters indicate the values of total protein, albumin, globulin, AST, ALT, urea, and creatinine in row are (10,19±3,39) g/dL, (2,51±0,39) g/dL, (7,68±3,07) g/dL, (49,39±20,71) IU/L, (45,39±27,88) IU/L, (13,53±5,88) mg/dL, and (0,29±0,11) mg/dL. The result of examinations averagely showed values tend to normal. Some individual results demonstrated abnormalities which are suspected as acute infection in 1 dragon, foliculogenesis in 1 dragon, muscle disease in 2 dragons, and liver disease in 5 dragons.
Keyword:
|
Judul: Eltern: Inovasi Aplikasi Parenting
Abstrak: Pola asuh dan kesehatan mental anak menjadi salah satu kekhawatiran bagi para orang tua di Indonesia. Mudahnya penyebaran informasi membuat orang tua sulit mendapatkan informasi parenting yang akurat dan terpercaya. Eltern sebagai inovasi aplikasi parenting hadir untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi, merancang model bisnis sebagai solusi atas masalah yang ada, dan merancang prototype bisnis. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah design thinking dan customer discovery. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat sebelas masalah yang dirasakan responden dalam mencari informasi yang akurat dan Eltern memberikan solusi berupa 5 fitur yang dirumuskan berdasarkan masalah yang ada. Fitur tersebut divisualisasikan kedalam prototype yang berbentuk mockup aplikasi. Penelitian ini menghasilkan business model canvas Eltern yang telah terverifikasi berdasarkan tiga aspek yaitu kesesuaian produk dengan pasar, cara menjangkau pelanggan, dan cara bisnis menghasilkan uang., Parenting and child’s mental health is one of Indonesian parents concern. The easy dissemination of information makes it difficult for parents to get accurate and realible parenting information. Eltern as a parenting apps innovation present to solve the problem. This study intent to identifiy problems encountered, build a business model as a solution to existing problems, and build business prototype. The approach used in this study is design thinking and customer discovery. Based on study result, there is eleven problems felt by respondents in finding accurate information and Eltern provides a solution in the form of 5 features that are formulated based on the existing problem. These features visualized into prototype in the form of application mockup. This research generate a verified Eltern’s business model canvas based on three aspects which is product-market fit, how to reach customer, and how business generate money.
Keyword: Application, Customer discovery, Design thinking, Mental health, Parenting
|
Judul: Buttercup: Application for Child Growth And Development
Abstrak: Proses tumbuh kembang anak menjadi perhatian utama orang tua dan kepentingan bangsa dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Risiko jangka panjang akan gangguan kesehatan fisik dan mental pada anak yang tidak memiliki tumbuh kembang yang baik harus dikurangi dan bahkan dihilangkan. Disisi lain perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat menjadi pertimbangan untuk mengatasi permasalahan dalam proses tumbuh kembang anak. Ide bisnis Buttercup merupakan aplikasi digital yang menawarkan fitur untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ide tersebut diawali dengan analisis permasalahan yang dirasakan konsumen, menciptakan solusi yang tepat, serta merancang model bisnis yang terverifikasi melalui pendekatan customer discovery. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh permasalahan yang dirasakan konsumen terkait tumbuh kembang anak. Buttercup menawarkan solusi berupa delapan fitur dalam aplikasi digital yang dirumuskan berdasarkan tingkat kepentingan menurut konsumen dan berfungsi sebagai pengingat, konsultasi, pendataan, pemantauan, penghubung dengan komunitas dan informasi. Model bisnis Buttercup terverifikasi berdasarkan kesesuaian produk dengan pasar, segmen pelanggan, serta kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan., Child growth and development process becoming the main concern of parents and the interests of the nation in producing quality human resources. Long- term risks of physical and mental health problems in children who do not have good growth and development must be reduced and even eliminated. On the other hand, technological developments and community behavior are considered to overcome problems in child growth and development process. Buttercup business idea is a digital application that offers features to support child growth and development. The idea begins with analyzing the problems felt by consumers, creating the right solution, and designing a verified business model through a customer discovery approach. The results showed that there were seven problems perceived by consumers in child growth and development. Buttercup offers solution in the form of eight features in digital application that formulated based on the level of importance according to consumers and function as reminder, consultation, data collection, monitoring, community liaison and information. Buttercup business model is verified based on the suitability of the product to the market, customer segments, and the company's ability to generate profits.
Keyword: Customer discovery, business model, child growth and development
|
Judul: Gambaran Leukosit Domba Ekor Tipis yang Diinfeksi Haemonchus contortus.
Abstrak: The aim of this study was to investigate the effect of Haemonchus contortus infection to white blood cell profile of Javanese thin tail sheep. Twenty males Javanese thin tailed sheep were divided into five groups, namely infected group of 500 L3, 1000 L3, 2000 L3, 4000 L3 and uninfective group as control. The blood and fecal samples were collected from rectum before and three weeks after infection. The blood samples were collected using venoject® from Jugular vein. The fecal samples were collected directly from rectum. The blood samples were examined to determine total of white blood cell (leukocytes) and white blood cell differential, whereas fecal samples to determine egg per gram. The result showed that Haemonchus contortus infections cause an increased total of leukocyte but were not significantly different among of level infection doses (P>0.05). Number of eosinophils were significantly different among uninfected group (P<0.05), but were not significantly different in number of lymphocyte, monocyte, and neutrophil (P>0.05). There where positively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of eosinophil (P<0.05), however were negatively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and neutrophil’s profile (P<0.05). There where no correlation significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of white blood cell, lymphocyte, and monocyte (P>0.05).
Keyword: differential leukocyte, Haemonchus contortus, leukocyte, sheep
|
Judul: Julia as an Innovative Programming Language in Numerical Computing
Abstrak: Julia memadukan keahlian dari beragam bidang ilmu komputer dan ilmu komputasi untuk menciptakan pendekatan baru untuk komputasi numerik. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan Julia sebagai bahasa pemrograman yang dapat menyelesaikan permasalahan matematika khususnya dalam komputasi numerik kepada masyarakat. Komputasi pada Julia dirancang sedemekian rupa agar mudah dan cepat, serta mematahkan asumsi bahwa bahasa pemrograman dinamis (bahasa pemrograman tingkat tinggi) harus lambat. Sintaksi yang serupa antara Julia dengan beberapa bahasa pemrograman seperti Matlab dan Octave memudahkan pengguna untuk bertransisi. Vektorisasi pada Julia tidak menjadi prasyarat dalam hal kinerja. Multiple dispatch pada Julia memungkinkan pengguna untuk menulis fungsi beberapa kali dengan types yang berbeda. Julia didukung dengan paralelisme., Julia combines the expertise of from various field of computer science and computational science to create a new approach to numerical computing. The purpose of this research is to introduce Julia as a programming language that can solve mathematical problems, especially in numerical computing for community. Computing on Julia is designed in such a way as to be easy and fast, and break the assumption that dynamic programming languages (high-level programming languages) must be slow. Julia has similar syntax with several programming languages such as Matlab and Octave. In Julia, vectorization is not prerequisite in term of performance. In Julia, multiple dispatch allows users to write functions multiple times with different types. Julia support parallelism.
Keyword: Julia, multiple dispatch, numerical computing, parallelism, programming languange, vectorization
|
Judul: Analisis numerik model matematika fisika kelengasan tanah sebagai fungsi suhu permukaan tanah
Abstrak: Kelengasan tanah merupakan salah satu komponen pendukung untuk kelangsungan hidup tanaman, namun untuk memperoleh informasi mengenai distribusi air di dalam tanah cukup sulit. Teknik pengukuran kelengasan tanah di lapangan memerlukan waktu dan tenaga yang banyak. Oleh karena itu pengembangan model penduga yang memanfaatkan data suhu permukaan tanah menjadi alternatif untuk mengevaluasi distribusi kelengasan tanah. Perkembangan teknologi penginderaan jauh dan komputer mendukung pengembangan model penduga kelengasan tanah. Analisis numerik merupakan kunci untuk menyelesaikan model penduga yang tersusun dari persamaan-persamaan fisika aliran bahang dalam media. Model penduga kelengasan tanah yang dikembangkan dalam penelitian ini memerlukan masukan berupa suhu permukaan tanah hasil pengukuran dan suhu pada kedalaman referensi menggunakan hasil pengukuran atau menggunakan konsep damping depth serta karakteristik bahang tanah. Model penduga menyelesaikan persamaan-persamaan secara kontinu menggunakan metode numerik eksplist (Forward Euleur) dan mampu menghasilkan keluran berupa pendugaan fluktuasi suhu di bawah permukaan tanah, fluks bahang tanah dan kelengasan tanah. Nilai-nilai suhu dugaan dibandingkan dengan hasil pengukuran suhu pada kedalaman 0.20 m di bawah tajuk kelapa sawit serta 0.05 dan 0.10 m di bawah penutupan rumput. Perbedaan antara hasil dugaan dengan pengukuran berkisar antara 0.0 0.6 °C. Rata-rata fluks bahang tanah harian hasil dugaan di bawah tajuk kelapa sawit bernilai 480 kJ m2. Di bawah penutupan rumput fluks bahang bernilai 419. 8 kl m² dan mempunyai perbedaan sekitar 298 kJ m² dengan hasil pengukuran. Hasil dugaan lengas tanah di bawah tajuk kelapa sawit cenderung lebih tinggi daripada hasil pengukuran, sebaliknya di bawah penutupan rumput cenderung lebih rendah daripada nilai pengukuran. Hal ini berhubungan dengan kondisi cuaca serta model yang tidak mempertimbangkan aliran air.
Keyword: numerical method
|
Judul: Gambaran Histopatologi bursa Fabricius dan Limpa Ayam Broiler yang Diuji Tantang Virus Avian Influenza H5N1 Setelah Pemberian Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata Nees).
Abstrak: This research aim was to study the histopathology of lymphoid organ bursa of Fabricius and spleen of broiler which were challenged by H5N1 AI virus after treatment medicinal plant extract of Sambiloto (Andrographis paniculata Nees). Fourteen chickens were divided into four groups with different treatment that are K1 (without the extract of Sambiloto, without the AI virus infection), K2 (without the extract of Sambiloto, infected with AI virus), P1 (given the extract of Sambiloto without the AI virus infection), and P2 (given Sambiloto extract and infected with AI virus). Bursa of Fabricius and spleen were taken for histopathological preparations, and then were observed using light microscopy. Histopathological observations showed that the H5N1 AI virus infection causes oedema, necrotic, and depletion of lymphoid follicles on the bursa of Fabricius; and congestion, hemorrhage, and depletion of lymphoid follicles in the spleen. The treatment of extract of Sambiloto before H5N1AI virus infection can reduce lesion in the bursa of Fabricius and spleen. Sambiloto extract indicated potentially inhibit the infection of H5N1 avian influenza viruses.
Keyword:
|
Judul: Poduction Characteristics of Gecko (gekko gecko) in Intensive Maintenance.
Abstrak: Tokek merupakan bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi, bila telah mencapai berat badan tertentu. Tokek termasuk ke dalam filum Chordata, kelas Reptilia, ordo Squamanta dan sub-ordo Sauria Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik produksi tokek yang dipelihara secara intensif. Peubah yang diukur dalam penelitian adalah performa produksi meliputi identifikasi jantan dan betina berdasarkan morfologinya, pendugaan umur, pertambahan bobot badan, panjang badan, konsumsi air, serta kondisi lingkungan. Penelitian ini menggunakan enam pasang tokek yang berasal dari alam yang akan dipelihara selama 4 minggu. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan, produktivitas tokek yang dipelihara secara intensif dan diberikan pakan jangkrik menunjukan karakteristik produksi yang baik dengan meningkatnya produktivitas tokek.
Keyword: intensive maintenance, gecko, production characteristics
|
Judul: Beberapa species cicak dan tokek, Famili gekkonidae di wilayah Pandeglang dan Bandung
Abstrak: Spesies cicak dan tokek merupakan anggota famili Gekkonidae yang hidup di daerah tropis dengan jumlah yang cukup besar, yaitu sekitar 75 spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan spesies dan distribusi habitat dan famili Gekkonidae di wilayah Pandeglang dan Bandung. Penelitian ini dilakukan mulai Februari sampai Agustus 2005. Sampel ditangkap di empat lokasi untuk masing-masing wilayah. Dari 108 cicak dan tokek yang berhasil ditangkap, dapat diklasifikasikan menjadi lima spesies, yaitu Hemidactylus frenatus, Hemidactylus garnotii, Cosymbatus platyurus, Gehyra mutilata dan Gecko gecko. Hemidactylus garnotii hanya ditemukan di Pandeglang. Dalam kurun waktu 40 tahun jumlah spesies cicak di Bandung stabil.
Keyword:
|
Judul: Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Bank Syariah (Studi Kasus: Generasi Z Muslim di Jawa Barat)
Abstrak: Literasi keuangan syariah diduga memiliki pengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah bank syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tingkat literasi keuangan syariah serta menganalisis pengaruh faktor tersebut dan faktor-faktor lain terhadap keputusan Generasi Z muslim di Jawa Barat menjadi nasabah bank syariah. Metode analisis yang digunakan berupa analisis statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat literasi keuangan syariah Generasi Z muslim di Jawa Barat sebesar 86,9% serta faktor yang berpengaruh secara parsial adalah literasi keuangan syariah, religiusitas, dan sosial terhadap keputusan Generasi Z muslim di Jawa Barat menjadi nasabah bank syariah., Islamic financial literacy is thought to have an influence on the decision to become an Islamic bank customer. This study aims to explain the level of Islamic financial literacy and analyze the influence of these factors and other factors on the decision of Generation Z muslims in West Java to become Islamic bank customers. The analysis methods used are descriptive statistical analysis and multiple linear regression. The results showed that the average level of Islamic financial literacy of Generation Z muslims in West Java was 86.9%, and partially there was an influence of Islamic financial literacy, religiosity, and social factors on the decision of Generation Z muslims in West Java to become Islamic bank customers.
Keyword: islamic bank, Generation Z, islamic financial literacy, multiple linear regression
|
Judul: Evaluasi Kesadaran Adopsi Anjing dan Persepsinya Terhadap Pemilik Anjing
Abstrak: Dog adoption is a process performed by potential dog adopters to adopt their desired dog after going through a selection of process. Often dog adoption process is carried out in shelters and rescue groups. Dog adoption is practiced mostly in developed countries that prefers to adopt due to several reasons such as helps to promote good mental health, a great companionship, and builds great interaction. This study aims to examine the perceptions of potential adopters on the criteria of adopting, choosing a dog and the information that was concerned before and after pet selection process. An online questionnaire was carried out to determine the perceptions of dog owners. Out of 150 participants, 132 prefers to adopt an animal, whereas 8 of them prefers to buy. The highest picked reason to adopt a pet was to provide the pets a forever home. 69.7% of participants who wishes to adopt prefers to visit the animal before adoption. The concerned factor upon adoption was the dog’s health issue and prefers to adopt puppies (less than 6 months). 99.3% were aware of dog abuse and its welfare., Adopsi anjing adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengadopsi anjing yang diinginkan oleh calon pengadopsi (adopter) setelah melalui proses seleksi. Seringkali proses adopsi anjing dilakukan di tempat penampungan dan kelompok penyelamat. Di negara maju adopsi anjing banyak dipraktikkan karena beberapa alasan seperti meningkatkan kesehatan mental yang baik, meningkatkan nilai persahabatan, dan membangun interaksi dengan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji persepsi calon adopter terhadap kriteria adopsi, pemilihan anjing dan informasi yang diperlukan sebelum dan sesudah proses seleksi hewan peliharaan. Kuesioner online dilakukan untuk mengetahui persepsi pemilik anjing. Dari 150 peserta, 132 lebih memilih untuk mengadopsi hewan sedangkan 8 di antaranya lebih memilih untuk membeli anjing. Alasan pilihan tertinggi untuk mengadopsi hewan peliharaan adalah untuk memberikan rumah hewan peliharaan untuk selamanya. 69,7% partisipan yang ingin mengadopsi lebih suka mengunjungi hewan sebelum diadopsi. Faktor yang menjadi perhatian pada saat adopsi adalah masalah kesehatananjing dan lebih memilih untuk mengadopsi anak anjing (kurang dari 6 bulan). 99,3% sadar akan penyalagunaan anjing dan kesejahteraannya.
Keyword: adopter, dog abuse, dog adoption
|
Judul: Evaluasi Kesejahteraan Anjing Di Pet Shop Dan Animal Shelter Di Sekitar Negeri Pulau Pinang, Malaysia
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kesejahteraan anjing yang dipelihara di pet shop dan animal shelter di sekitar Negeri Pulau Pinang, Malaysia. Pengambilan data dilakukan di dua buah pet shop dan sebuah animal shelter di Negeri Pulau Pinang yang berlangsung pada bulan Juli hingga bulan Agustus 2015. Penelitian ini menggunakan formulir survei dan kuesioner dengan penilaian berdasarkan lima prinsip kesejahteraan hewan serta observasi langsung. Lima aspek dari kesejahteraan hewan meliputi kebebasan dari rasa lapar dan haus, kebebasan dari rasa tidak nyaman, kebebasan dari rasa sakit, luka dan penyakit, kebebasan dari rasa takut dan tertekan serta dapat berperilaku bebas sesuai perilaku alaminya. Dari hasil penelitian menunjukkan implementasi prinsip kesejahteraan hewan terhadap anjing-anjing di K-9 Pets relatif sangat baik diikuti dengan One Petz Store dan kemudian 4PAWS. Jumlah anjing tidak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya nilai kesejahteraan hewan tetapi lebih dipengaruhi oleh sarana dan prasarana serta pengelolaan anjing.
Keyword: kesejahteraan hewan, anjing, pet shop, shelter
|
Judul: Penyelesaian Masalah Rotasi Aliran Fluida Kental Von Karman Menggunakan Metode Homotopi
Abstrak: Von Karman equation is an equation that describes fluid viscous flow induced by infinite disk rotation. By assuming steady flow and laminar, viscous incompressible fluid flow is represented in Von Karman equation by an angular velocity and the vertical direction velocity as the independent variables. Von Karman equation is a nonlinear problem that is solved using the homotopy method. The use of homotopy method is done by defining an homotopy function that requires auxiliary parameters to control the convergent region of the solution. The solution is a recursive formula with given initial conditions. Using software based-functional shows that velocity components converge to a value.
Keyword:
|
Judul: Studi penggunaan gas CO2 sebagai bahan pembius untuk transportasi ikan nila merah (oreochromis sp.)
Abstrak: Transportasi ikan hidup pada dasarnya adalah memaksa menempatkan ikan dalam suatu lingkungan baru yang berlainan dengan lingkungan asalnya dan disertai perubahan-perubahan sifat lingkungan yang sangat mendadak. Keberhasilan mengurangi pengamh mendadak dari pembahan dan lingkungan itu memberi kemungkinan mengurangi tingkat kematian dan· tujuan transportasi. dapat tercapai. (Handisoepardjo, 1982). Sebelum ditransportasikan ikan hidup akan mengalami perubahan fisiologis dari keadaan hidup aktif menjadi dorman melalui proses pembiusan (Setiabudi et al., 1995). Salah satu cara pembiusan yang dilakukan adalah dengan menggunakan gas CO2. Karbondioksida (CO2) adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau dengan berat 1,5 kali berat udara. Karbondioksida adalah obat bius yang aman untuk pemingsanan jangka panjang maupun jangka pendek dan sangat dianjurkan untuk digunakan dalam transportasi ikan hidup karena lebih efektif, harga lebih murah dan aman (Yoshikawa et al., 1988'). Proses pemingsanan dengab gas CO₂ te1jadi melalui penghambatan sistem respirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan gas CO₂ yang efektif untuk pemingsanan dan suhu media pengemasan yang sesuai untuk transportasi ikan nila merah hidup. Tujuan lainnya untuk mengetahui bentuk pengemasan yang sesuai untuk transportasi ikan nila merah hidup, pengaruh transportasi terhadap kepadatan ikan dan efisiensi kemasan serta kualitas air terhadap kelulusan hidup ikan dalam kemasan.
Keyword:
|
Judul: Efektivitas Penambahan Zeolit, Karbon Aktif, dan Minyak Cengkeh dalam Transportasi Tertutup Ikan Nila BEST Oreochromis sp. dengan Kepadatan Tinggi.
Abstrak: Fish transportation was usually held at high density to efficient the transportation cost, but higher density of fish carried inside the container will be increase stress level of fish. Some stress will result in increased activity of fish physycology that could worst the water quality especially DO, CO2, and NH3. An attempt done to neutralize toxic ammonia that is by adding zeolite and active carbon to packing medium, and adding clove oil can condition the fish in a state of calm. Transportation is carried out for 24 hours and 20 days old maintenance with the packing of BEST tilapia fish seed 2-3 cm size with a density 700 fish/ and add the ingredients according to the dosage of 20 g of zeolite, 10 g of activated carbon. Treatment difference is the addition of clove oil dosage is 12 , 24 , 36 , and 48 . The results showed the addition of the treatment dose of clove oil 24 is more effective than other treatments with the SR of 93.36 %. It is also seen on the water quality better than other treatments, TAN 2.73±0.07, NH3 0.0137±0.0004, CO2 39.95±0, temperature 24.75±1.06, pH 6.98±0, and DO 2.20±0. Value of SR seed maintenance post treatment for 20 days was 97.12 %, higher than other treatments, with the rate of daily weight of 8.74 % and the cost for transportation of IDR 47.70, -.
Keyword:
|
Judul: Best Difference Equation Aproximation to Duffing 's Equation
Abstrak: Persamaan Duffing merupakan persamaan yang sering muncul sebagai model masalah sistem ayun mekanis atau pada masalah rangkaian listrik. Umumnya penyelesaian persamaan ini secara numerik memberikan hampiran dengan gala! yang tinggi, seperti dengan metode Runge-Kutta. Tulisan ini mengkonstruksi suatu persamaan beda untuk menghampiri persamaan Duffing tersebut. Penyelesaian dari persamaan beda ini melibatkan fungsi-fungsi eliptik Jacobi. Berdasarkan penyelesaian ini diperoleh basil bahwa penyelesaian hampirannya persis sama dengan penyelesaian analitiknya. Penyelesaian analitik yang diperolehjuga melibalkan fungsi-fungsi eliptik Jacobi.
Keyword:
|
Judul: Keragaan konsumsi buah pada beberapa daerah di empat provinsi dan hubungannya dengan faktor-faktor sosial ekonomi
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan konsumsi buah rumah tangga pada beberapa daerah di empat provinsi, yaitu Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku, mengetahui jenis-jenis buah populer dikonsumsi dan menganalisis hubungan peubah sosial ekonomi dengan konsumsi buah rumah tangga di tiga provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, NTT dan Maluku. Penelitian dilaksanakan di Bogor, dari bulan Pebruari sampai Juli 1997. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang diperoleh dari 2 studi, yaitu: (1) Studi Evaluasi Efektivitas Suplementasi Tablet Besi pada ibu Hamil di Tiga Provinsi (Jawa Barat, NTT dan Maluku), yang dilakukan oleh Tim Pusat Studi Kebijakan Pangan dan Gizi (PSKPG), IPB dan (2) Survai Konsumsi Gizi Tingkat Rumah Tangga di Provinsi DKI Jakarta, yang dilakukan oleh Direktorat Bina Gizi Masyarakat (Ditzi). Departemen Kesehatan RI (Depkes RI). Data yang diperoleh dari PSKPG adalah berupa kuesioner, yang mencakup data identitas keluarga (besar keluarga, umur, pendidikan, pekerjaan tetap dan pekerjaan tambahan), pendapatan, kebiasaan konsumsi dan konsumsi pangan dengan metode recall 2 X 24 jam. Data yang diperoleh dari Ditzi adalah berupa data entry konsumsi pangan dengan metode recall 1 X 24 jam. Wilayah penelitian pada studi yang dilakukan oleh Tim PSKPG ditetapkan secara purposive. Contoh juga ditetapkan secara purposive, yaitu rumah tangga ibu hamil, dan pengambilannya dilakukan secara acak. Jumlah contoh yang terpilih adalah 450 rumah tangga. Contoh pada studi yang dilakukan oleh Ditzi dipilih secara systematic random sampling dan jumlah contoh yang terpilih adalah 5952 rumah tangga. Data dianalisis menggunakan soft ware SPSS PC+. Rata-rata konsumsi buah rumah tangga per kapita per hari dihitung dengan cara membagi berat buah yang dikonsumsi dengan besar keluarga dan jumlah hari recall. Konsumsi buah rumah tangga dibedakan menurut wilayah provinsi, wilayah perkotaan dan pedesaan kecuali DKI Jakarta. Buah populer dikonsumsi ditetapkan dengan memilih 5 jenis buah yang paling banyak dikonsumsi oleh rumah tangga dan dihitung persentase rumah tangga yang mengkonsumsinya. Kebiasaan konsumsi buah digambarkan oleh frekuensi konsumsi buah setiap minggu. Untuk melihat hubungan peubah sosial ekonomi dengan konsumsi buah rumah tangga di tiga provinsi dilakukan analisis regresi berganda dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi buah rumah tangga Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, NTT dan Maluku berturut-turut adalah 104.8, 67.6, 25.2 dan 73.7 gram per kapita per hari. Angka ini masih rendah dibandingkan dengan anjuran Depkes RI. Rata-rata konsumsi buah yang dianjurkan oleh Depkes adalah 150 gram per orang per hari. Secara umum, rata-rata konsumsi buah rumah tangga di wilayah perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata konsumsi buah rumah tangga di wilayah pedesaan. Lima jenis buah yang populer dikonsumsi oleh rumah tangga di empat provinsi adalah pisang, pepaya, mangga, jeruk dan apel. Persentase rumah tangga yang mengkonsumsinya berturut-turut adalah 29.8%, 16.2%, 10.6%, 10.5% dan 4.4%. Dua jenis buah yang paling populer dikonsumsi di setiap provinsi adalah pisang dan pepaya. Variabel-variabel sosial ekonomi yang diduga berhubungan dengan konsumsi buah rumah tangga di tiga provinsi adalah besar keluarga, pendidikan, pendapatan dan frekuensi konsumsi buah setiap minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar keluarga dan frekuensi konsumsi buah setiap minggu berhubungan nyata terhadap konsumsi buah rumah tangga, sedangkan pendidikan dan pendapatan tidak
Keyword: konsumsi buah, rumah tangga
|
Judul: Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah dan Sayur Anak Usia Sekolah di Bogor.
Abstrak: Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya konsumsi buah dan sayur, termasuk anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada anak usia sekolah dasar di Bogor. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik penarikan contoh secara purposive sebanyak 108 contoh di dua sekolah dasar di Bogor yaitu SDN Cibanteng 01 Kabupaten Bogor dan SDN Papandayan Kota Bogor. Konsumsi buah dan sayur di SDN Papandayan lebih besar dibandingkan dengan SDN Cibanteng. Terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05) konsumsi buah anak berdasarkan suku dan pekerjaan ibu. Terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05) konsumsi sayur anak berdasarkan suku. Pengetahuan gizi anak dan pendidikan ayah dan ibu berhubungan signifikan positif (p<0.05) dengan konsumsi buah dan sayur anak, demikian pula uang saku, ketersediaan buah, dan pendapatan keluarga berhubungan signifikan positif (p<0.05) dengan konsumsi buah anak.
Keyword: konsumsi buah dan sayur anak, sosial-ekonomi
|
Judul: Penyelesaian Masalah Rotasi Aliran Fluida Kental Von Karman Menggunakan Metode Homotopi
Abstrak: Von Karman equation is an equation that describes fluid viscous flow induced by infinite disk rotation. By assuming steady flow and laminar, viscous incompressible fluid flow is represented in Von Karman equation by an angular velocity and the vertical direction velocity as the independent variables. Von Karman equation is a nonlinear problem that is solved using the homotopy method. The use of homotopy method is done by defining an homotopy function that requires auxiliary parameters to control the convergent region of the solution. The solution is a recursive formula with given initial conditions. Using software based-functional shows that velocity components converge to a value.
Keyword:
|
Judul: Suplementasi tepung rumput laut, Eucheuma cottonii pada pembuatan roti tawar dan cookies
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah diversifikasi produk pangan sumber iodium dan serat pangan hasil olahan tepung rumput laut dengan mensuplementasikannya pada terigu sebagai formula cookies dan roti tawar. Beberapa tahapan yang dilakuan dalam penelitian ini adalah, pertama pembuatan tepung rumput laut dan uji coba formula (trial and error) kedua uji organoleptik dari prototipe hasil tahap pertama dan ketiga adalah analisis proksimat, kadar serat pangan dan iodium produk terpilih. Pembuatan tepung rumput laut terdiri dari pembersihan, pencucian, perendaman, penggilingan basah (blender) dan pengeringan. Dari formulasi cookies dan roti tawar diperoleh hasil bahwa kisaran tepung rumput laut yang dapat ditambahkan ke dalam tepung terigu adonan roti tawar adalah 2.5% sampai 7%, sedangkan untuk adonan cookies berkisar dari 5% sampai 17%. Setelah diperoleh prototipe produk cookies dan roti tawar yang secara teknologi dapat diterima, maka langkah selanjutnya adalah uji organoleptik untuk mengetahui prototipe produk yang paling disukai (diterima) konsumen. Prototipe roti dengan penambahan tepung rumput laut sebesar 4% merupakan formula yang paling dapat diterima oleh panelis. Untuk cookies prototipe yang paling dapat diterima oleh panelis adalah prototipe dengan penambahan tepung rumput laut sebanyak 9%. Pada kedua prototipe ini kemudian dilakukan uji lanjutan untuk mengetahui kadar serat dan kadar iodiumnya. Hasil analisis kimia pada tepung rumput laut adalah: kadar air sebesar 20,6%, kadar abu 12,4% (b/b), kadar lemak 1,3% (b/b), kadar protein 8,5 % (b/b), kadar serat pangan 57.2% (b/b), kadar karbohidrat 57.1% (b/b) dan kadar iodium sebesar 52,1 µg/g (b/b). Hasil analisis kimia pada roti tawar terpilih adalah: kadar air sebesar 32,0%, kadar abu 1,4% (b/b), kadar lemak 12,4% (b/b), kadar protein 10,4% (b/b), kadar serat pangan 7.6% (b/b), kadar karbohidrat 43.8% (b/b) dan kadar iodium sebesar 30,5 µg/g (b/b). Hasil analisis kimia pada cookies terpilih adalah: kadar air sebesar 7,8%, kadar abu 2,6% (b/b), kadar lemak 20,4% (b/b), kadar protein 9,3% (b/b), kadar serat pangan 13.8% (b/b), kadar karbohidrat 59.8 % (b/b) dan kadar iodium sebesar 82,2 µg/g (b/b). Untuk memenuhi kebutuhan serat pangan 100% per harinya (30 gram), setiap orang dewasa dianjurkan mengkonsumsi roti tawar sebanyak 18 potong atau setara dengan 396 gram roti tawar. Dan untuk cookies, dianjurkan mengkonsumsi sebanyak 35 buah, yang setara dengan 210 gram. Lain halnya dengan Iodium. Guna memenuhi kebutuhan perharinya (150 µg/g), konsumen dianjurkan mengkonsumsi satu potong roti tawar yang setara dengan 22 gram atau satu potong cookies yang setara dengan enam gram.
Keyword: Roti tawar, Cookies
|
Judul: Karakteristik Produk Olahan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii UKM Cottoni Panrita Bulukumba
Abstrak: Rumput laut Kappaphycus alvarezii banyak dikembangkan menjadi berbagai macam produk diversifikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kimia dan organoleptik produk dodol dan permen jelly rumput laut pada UKM Cottoni Panrita dengan membandingkan produk dodol dan permen jelly rumput laut komersil yang berasal dari Lombok berdasarkan tinjauan kesesuaian dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta pengembangan informasi nilai gizi produk. Penelitian ini secara umum dilakukan melalui pengumpulan informasi mengenai proses produksi dodol dan permen jelly di UKM Cottoni Panrita Bulukumba dan Lombok, analisis bahan baku dan produk. Hasil analisis menunjukkan komposisi karbohidrat pada produk dodol dan permen jelly Bulukumba menunjukkan nilai terbesar dibanding parameter lainnya dengan nilai masing-masing 75.94±1.81% dan 80.3±2.28%. Persentase karbohidrat pada produk olahan rumput laut Bulukumba tersebut lebih kecil dibanding dodol dan permen jelly Lombok yaitu 81.69±0.94% dan 82.83±3.26%. Nilai organoleptik produk dodol dan permen jelly Lombok secara umum lebih diterima panelis dibandingkan dodol dan permen jelly Bulukumba. Penghitungan persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan acuan label gizi untuk kelompok konsumen umum menunjukkan produk dodol dan permen jelly Bulukumba dapat menyumbang pemenuhan kandungan kalori, karbohidrat 1-2%.
Keyword: dodol, gizi, jelly candy, Kappaphycus alvarezii
|
Judul: Histerektomi Pada Anjing
Abstrak: Anjing merupakan hewan kesayangan yang banyak dipelihara hampir di setiap rumah, baik sebagai kegemaran maupun untuk keamanan pemiliknya. Histerektomi merupakan suatu tindakan bedah dan pembuangan uterus dengan tujuan untuk menanggulangi hal-hal yang patologik seperti pyometra, distokia yang berkepanjangan dan anaknya diduga masih hidup, adanya tumor uterus serta untuk tindakan fisiologik yaitu sterilisasi untuk mengatur keturunan (Arthur,197S).
Keyword:
|
Judul: Strategi Bisnis untuk Meningkatkan Market Growth pada Merek Pakaian Lokal Belkins Boutique
Abstrak: Permintaan produk pakaian yang terus meningkat membuat terciptanya bisnis pakaian lokal dengan ciri khas dan keunggulannya masing-masing. Bisnis pakaian lokal ini memiliki strategi yang sesuai dengan kondisi bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan alternatif strategi sesuai kondisi bisnisnya dan menentukan prioritas strategi yang dapat diutamakan untuk meningkatkan market growth. Studi kasus pada penelitian ini yaitu merek pakaian lokal Belkins Boutique. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kondisi bisnis yaitu analisis SWOT. Metode untuk memformulasikan strategi di antaranya adalah matriks Internal Factor Evaluation, External Factor Evaluation, Strength-Weakness- Opportunity-Threat, Internal-External, dan Quantitative Strategic Planning Matrix. Terdapat 12 faktor internal dan 14 faktor eksternal yang menghasilkan 10 alternatif strategi dengan prioritas strategi di antaranya yaitu bekerjasama dengan consignment store dengan nilai TAS sebesar 7,42 dan promosi dengan mengikuti bazar produk lokal dengan nilai TAS sebesar 7,22. Strategi yang disarankan yaitu mengutamakan strategi pengembangan pasar untuk meningkatkan market growth.
Keyword: bisnis pakaian lokal, industri pakaian, kondisi bisnis, market growth, strategi
|
Judul: Strategi Pengembangan Daya Saing Fashion Lokal melalui Perbandingan dengan Fashion Impor di Indonesia
Abstrak: HILYA SARIYYA. Strategi Pengembangan Daya Saing Fashion Lokal melalui Perbandingan dengan Fashion Impor di Indonesia. Dibimbing oleh POPONG NURHAYATI dan ANI NURAISYAH. Fashion bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, tetapi fashion menunjukkan gaya hidup dan penampilan yang menjadi bagian dari identitas diri dan kelompok. Namun, konsumsi fashion di Indonesia masih didominasi oleh fashion impor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen, kondisi lingkungan eksternal dan internal, serta menyusun strategi pengembangan daya saing fashion lokal di Indonesia. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Kriteria yang ditentukan adalah generasi z dan milenial yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan usia 15 hingga 39 tahun dan pernah berbelanja fashion lokal dan impor di Indonesia. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan analisis sikap, analisis lingkungan eksternal dan internal, serta analisis SWOT. Analisis lingkungan eksternal dan internal menggunakan metode systematic literature review. Analisis SWOT didapatkan dari sikap konsumen, serta analisis lingkungan eksternal dan internal di industri fashion Indonesia. Strategi prioritas yang bisa diimplementasikan oleh fashion lokal untuk mengembangkan daya saing di industri fashion Indonesia adalah menjaga harga jual, meningkatkan kualitas, dan menerapkan diferensiasi produk.
Keyword: daya saing, fashion impor, fashion lokal, industri fashion, strategi pengembangan
|
Judul: Gambaran Leukosit Domba Ekor Tipis yang Diinfeksi Haemonchus contortus.
Abstrak: The aim of this study was to investigate the effect of Haemonchus contortus infection to white blood cell profile of Javanese thin tail sheep. Twenty males Javanese thin tailed sheep were divided into five groups, namely infected group of 500 L3, 1000 L3, 2000 L3, 4000 L3 and uninfective group as control. The blood and fecal samples were collected from rectum before and three weeks after infection. The blood samples were collected using venoject® from Jugular vein. The fecal samples were collected directly from rectum. The blood samples were examined to determine total of white blood cell (leukocytes) and white blood cell differential, whereas fecal samples to determine egg per gram. The result showed that Haemonchus contortus infections cause an increased total of leukocyte but were not significantly different among of level infection doses (P>0.05). Number of eosinophils were significantly different among uninfected group (P<0.05), but were not significantly different in number of lymphocyte, monocyte, and neutrophil (P>0.05). There where positively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of eosinophil (P<0.05), however were negatively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and neutrophil’s profile (P<0.05). There where no correlation significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of white blood cell, lymphocyte, and monocyte (P>0.05).
Keyword: differential leukocyte, Haemonchus contortus, leukocyte, sheep
|
Judul: Candlenut Oil (Aleurites moluccana L.) Immunomodulator Effect Test in Mice (Mus musculus)
Abstrak: Imunomodulator adalah sediaan obat yang dapat memperbaiki kerja sistem imun. Upaya meningkatkan imunitas tubuh dilakukan dengan mengonsumsi obat. Efek samping obat dapat dikurangi dengan penggunaan sediaan herbal seperti kemiri. Kemiri mengandung senyawa yang menstimulasi kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan menguji dan memperoleh data ilmiah efek imunomodulator minyak kemiri. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit jantan galur DDY yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (ekstrak Echinacea purpurea), minyak kemiri 1 g/kg BB, 3 g/kg BB, dan 5 g/kg BB. Perlakuan diberikan sehari sekali secara peroral selama 14 hari. Mencit diinduksi S. aureus nonpatogen pada hari ke-15 secara intraperitoneal 1 jam sebelum koleksi cairan peritoneal. Preparat ulas dibuat dan diamati makrofag aktif serta jumlah S. aureus yang terfagositosis. Parameter penelitian ini adalah nilai aktivitas fagositosis dan indeks fagositosis. Minyak kemiri dengan dosis 5 g/kg BB menunjukkan aktivitas dan indeks fagositosis makrofag tertinggi dibandingkan dosis lain dengan nilai yaitu 70,50%±4,89 dan 2,77±0,13.
Keyword: fagositosis, imunomodulator, makrofag, minyak kemiri
|
Judul: Uji Toksisitas Akut Infusa Biji Kemiri (Aleurites moluccana) pada Mencit (Mus musculus).
Abstrak: Kemiri (Aleurites moluccana) merupakan tanaman asli Indonesia yang dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit. Potensi biji kemiri sebagai bahan obat dan penyebab keracunan telah banyak diketahui, namun informasi spesifik mengenai tingkat toksisitas dan keamanan dari biji kemiri masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan tingkat toksisitas akut dari infusa biji kemiri pada mencit betina menggunakan uji Lethal Dose 50 (LD50). Sebanyak 20 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok kemudian diberi infusa biji kemiri secara oral dengan dosis 0 (kontrol), 2, 4, 8, dan 16 g/kg BB setiap kelompok. Variabel penelitian adalah jumlah kematian dalam 14 hari, bobot badan pada hari 0, 7, dan 14, dan bobot organ (absolut dan relatif). Data dianalisis dengan menggunakan probit analysis, one way analysis of variance (ANOVA) dan uji lanjut Tukey. Nilai LD50 infusa biji kemiri yang diperoleh adalah 12.20±3.35 g/kg BB. Simpulan penelitian ini ialah infusa biji kemiri termasuk bahan toksik ringan.
Keyword: biji kemiri, infusa, mencit, nilai LD50, uji toksisitas akut
|
Judul: Cycle Hamilton pada Graf Lengkap, Graf Regular, dan Graf 2-Connected 4-Regular Berorder Kurang dari Sepuluh
Abstrak: Suatu graf disebut graf Hamilton apabila graf tersebut memuat cycle Hamilton, yaitu cycle yang melewati setiap vertex tepat satu kali. Menentukan keberadaan cycle Hamilton pada suatu graf dapat menggunakan syarat cukup yang berupa teorema-teorema yang telah diperkenalkan sejak tahun 1950-an. Beberapa syarat cukup yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah syarat cukup yang berhubungan dengan graf lengkap dan graf regular. Suatu graf lengkap berorder 𝑛������ ≥ 3 dan graf r-regular berorder 𝑛������ ≤ 2𝑟������ + 1 merupakan graf Hamilton, Karena kedua graf tersebut memuat cycle Hamilton. Selanjutnya, syarat cukup tersebut digunakan untuk menentukan keberadaan cycle Hamilton pada graf 2-connected 4- regular berorder kurang dari 10.
Keyword: graf Hamilton, graf regular, graf lengkap, graf 2-connected 4-regular
|
Judul: The Effectiveness of Social Media @Kebunraya_Id as Ecotourism Marketing Communication Media Bogor Botanical Garden
Abstrak: Seiring berkembangnya teknologi dan internet di Indonesia memunculkan media-media baru dalam media promosi salah satunya adalah media sosial. Media promosi digunakan pada berbagai bidang usaha salah satunya pada bidang pariwisata khususnya ekowisata yang merupakan wisata alam berbasis pendidikan dan berkelanjutan, sehingga diperlukannya media promosi yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas media sosial @kebunraya_id sebagai media komunikasi pemasaran ekowisata di Kebun Raya Bogor. Metode yang digunakan adalah analisis data primer dan sekunder dengan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang yang merupakan pengunjung Kebun Raya Bogor. Hasil penelitian menunjukan media sosial @kebunraya_id tergolong cukup efektif sebagai media komunikasi pemasaran dengan rataan skor yang cukup tinggi yaitu 2,97 dalam skala 1-4. Faktor-faktor yang berhubungan dengan efektivitas media sosial @kebunraya_id, yaitu karakteristik media sosial berhubungan nyata dengan action dan share, serta keterdedahan media sosial yang berhubungan nyata dengan attention, interest, search, dan share., Along with the development of technology and the internet in Indonesia, new media have emerged in promotional media, one of which is social media. Promotional media is used in various business fields, one of which is in the field of tourism, especially ecotourism which is an education-based and sustainable nature tourism, so that effective promotional media is needed. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of social media @kebunraya_id as an ecotourism marketing communication media at the Bogor Botanical Garden. The method used is primary and secondary data analysis with a quantitative approach supported by qualitative data. The sampling technique used is accidental sampling technique with a total of 50 respondents who are visitors to the Bogor Botanical Garden. The results showed that social media @kebunraya_id is quite effective as a marketing communication medium with a fairly high average score of 2.97 on a scale of 1-4. Factors related to the effectiveness of social media @kebunraya_id, namely social media characteristics are significantly related to action and share, as well as social media discoverability which is significantly related to attention, interest, search, and share.
Keyword: ecoturism, marketing communication, social media effectiveness
|
Judul: The Effectiveness of Instagram Marketing Communications in Shaping Intentions for Return Visits to the Kampung Labirin Tourism Object
Abstrak: Pengembangan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama Pemkot Bogor dalam upaya pemulihan perekonomian, salah satunya berlokasi di objek wisata Kampung Labirin yang memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran utama. Pemanfaatan media sosial dinilai dapat meningkatkan jumlah kunjungan terlebih untuk membentuk niat kunjungan kembali sehingga tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas komunikasi pemasaran Instagram dalam membentuk niat kunjungan kembali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif didukung data kualitatif dengan pemilihan 44 responden menggunakan teknik accidental sampling dan diolah menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan chi square. Pengunjung yang merupakan pengikut akun Instagram menilai sangat baik terhadap konten yang memperhatikan aspek etika. Efektivitas komunikasi pemasaran dinilai efektif dalam menarik perhatian, menimbulkan ketertarikan dan menimbulkan keinginan untuk berkunjung kembali. Faktor-faktor yang berhubungan dengan efektivitas komunikasi pemasaran adalah kejelasan informasi, aspek etis, dan daya tarik visual yang ketiganya berhubungan cukup kuat dengan efektivitas komunikasi pemasaran pada tahap perhatian, keinginan, dan tindakan., The development of community empowerment-based tourism is the main focus of the Bogor City Government in an effort to restore the economy, one of which is located in the Kampung Labirin which utilizes Instagram as the main marketing communication medium. The use of social media is considered to be able to increase the number of visits especially to form return visit intentions so that the purpose of this study is to analyze the effectiveness of Instagram marketing communications in forming return visit intentions. This study uses quantitative methods supported by qualitative data with the selection of 44 respondents using accidental sampling techniques and processed using the Rank Spearman correlation test and chi square. Visitors who are followers of the Instagram account evaluate very well to the content that pays attention to ethical aspects. The effectiveness of marketing communications is considered effective in attracting attention, generating interest and creating a desire to return. Factors related to the effectiveness of marketing communications are the clarity of information, ethical aspects, and visual appeal, all three of which are quite strongly related to the effectiveness of marketing communications at the attention, desire, and action stages.
Keyword: instagram, marketing communications, return visit intention
|
Judul: Granular venereal disease ( GVD ) lepuh kecil pada vagina sapi teori terbentuknya dan cara pengobatannya
Abstrak: Isseponi pada tahun 1887 (dalam Williams, W.L. 1950) pertama sekali menemukan penyakit ini dengan mengamati ada nya lepuh-lepuh atau nodul dan peradangan pada mukosa vulva dan menduga merupakan penyebab terjadinya ketidak suburan dan abortus pada sapi. Sedang beberapa ahli menyatakan bahwa GVD bukan merupakan penyebab terjadinya ketidak suburan dan abortus, hanya kemungkinan adanya infeksi sekunder yang menyebabkan terjadinya sterilitas dan abortus. Sampai sekarang agen penyebab penyakit ini masih belum diketahui dengan pasti, ada yang menyatakan disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa ataupun micoplasma. - Masa inkubasi penyakit 2 sampai 3 minggu dan dapat berjalan kronis dan ringan tanpa menimbulkan gangguan dan dapat juga berlangsung akut dan parah. Sering penyakit ini dapat sembuh sendiri tanpa diketahui pemunculannya lebih dahulu sehingga pemilik ternak tidak mengetahui hewannya pernah terserang penyakit Venereal Granular ini. Penularan paling sering terjadi melalui perkawinan alam dimana sapi-sapi jantan dapat berperan sebagai penye bar penyakit ke sapi-sapi betina lain. ...
Keyword:
|
Judul: Evaluasi Suplementasi Mineral Kompleks pada Ransum Mengandung Level Tepung Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) yang Berbeda.
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh pakan suplemen berupa mineral kompleks yang terdiri atas FeCl2.4H2O; MnCl2.4H2O; CuSO4.5H2O; ZnSO4.7H2O; dan CoCl2.6H2O dalam ransum mengandung tepung daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius) sebagai sumber tanin pada level yang berbeda secara in vitro menggunakan metode pengukuran produksi gas. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ransum basal terdiri atas 30% rumput raja (Pennisetum purpuroides) dan 70% konsentrat (bungkil kedelai, pollard, dan jagung). Perlakuan terdiri atas ransum basal (R), Ransum basal mengandung 5% tepung daun C. aconitifolius (RCA), Ransum basal + 2% mineral kompleks (RKM), Ransum basal mengandung 5% tepung daun C. aconitifolius + 2% mineral kompleks (RCAKM). Variabel-variabel yang diamati berupa produksi gas, Kecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO), derajat keasaman, konsentrasi total Volatile Fatty Acid (VFA), asam asetat, asam propionat, asam butirat, N-amonia, Sintesis Protein Mikroba (SPM) rumen, produksi metan, dan populasi protozoa total. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan apabila hasil menunjukan respon yang signifikan terhadap perlakuan maka dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan memberikan respon yang signifikan (P<0.05) terhadap produksi gas, Kecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO), derajat keasaman, konsentrasi total Volatile Fatty Acid (VFA), dan asam propionat. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa suplementasi mineral kompleks dengan tepung daun pepaya jepang memungkinkan digunakan sebagai penyangga untuk ransum dengan konsentrat yang tinggi dan berpotensi meningkatkan sintesis protein mikroba rumen. Ransum mengandung 0% dan 5% tepung daun pepaya jepang tidak memberikan respon signifikan terhadap semua variabel (P>0.05).
Keyword: Cnidoscolus aconitifolius, in vitro, mineral, ruminansia, tanin
|
Judul: Evaluasi Penambahan Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) terhadap Kinetika Fermentabilitas dan Kecernaan In Vitro Pakan Ruminansia.
Abstrak: Penelitian bertujuan menganalisis efek daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius) pada ransum mengandung Rumput Raja (Pennisetum hybrid) dan konsentrat terhadap produksi gas, nilai pH akhir, produksi volatile fatty acid (VFA), produksi amonia (NH3), estimasi metan (CH4), sintesis protein mikroba, popuasi protozoa, serta kecernaan bahan kering dan organik. Penelitian ini menggunakan rumput pangola (Digitaria decumbens) sebagai kontrol dan daun pepaya jepang sebagai hijauan sumber tanin. Perlakuan terdiri dari CA-0 (0% C. aconitifolius), CA-2.5 (2.5% C. aconitifolius), CA-5 (5% C. aconitifolius), CA-7.5 (7.5% C. aconitifolius), dan CA-10 (10% C. aconitifolius). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut LSD. Hasil menunjukkan penambahan daun pepaya jepang pada ransum mempengaruhi produksi gas, konsentrasi asam butirat, estimasi CH4, dan sintesis protein mikroba, tetapi tidak berpengaruh terhadap nilai pH akhir, produksi total VFA, produksi VFA parsial (asetat dan propionat), nilai NGR, produksi NH3, populasi protozoa, serta kecernaan bahan kering dan organik. Penambahan 5% tepung daun pepaya jepang meningkatkan produksi gas dari 46.11 mL 200 mg BK-1 hingga 47.87 mL 200 mg BK-1 (P<0.05). Dapat disimpulkan bahwa penambahan 5% daun pepaya jepang dapat meningkatkan produksi gas.
Keyword: Cnidoscolus aconitifolius, fermentabilitas, kecernaan in vitro
|
Judul: Bifurkasi Hopf pada Model Siklus Bisnis Kaldor Kalecki tanpa dan dengan Waktu Tunda
Abstrak: Business cycle model is one of dynamical system models in economic. One of the business cycles model is Kaldor-Kalecki model. Kaldor-Kalecki business cycle model that is written in delayed defferential equations, is a business cycle model that involves gross product and capital stock of a company. In this paper Kaldor-Kalecki business cycle model is analyzed using both nondelay and delay in time of capital stock. By Taylor expansion for the time delayed model, an analysis of stability around the fixed points has been done. Furthermore, by using Hopf bifurcation theorem, it can be shown that there exists periodic orbits and limit cycle. In the nondelayed model, changing the parameter of goods market could lead to the occurrence of Hopf bifurcation and the existence of limit cycle. Similarly, for the delayed model, it has been shown that changing the time delay parameter may result in the occurrence of Hopf bifurcation and limit cycle.
Keyword:
|
Judul: Kajian metode pendugaan pada model regresi dengan peubah penjelas bersifat acak
Abstrak: Regression analysis is a statistical method to evaluate the relationship between a variable with other variables. Model I regression analysis describes the one-way relationship between variable X and variable Y with the value of X as fixed variable or measured without error. Model I regression analysis uses Ordinary Least Square (OLS) as an estimation method. Model II regression analysis is a regression model with predictors variable that becomes a random variable. There are two estimation methods of model II regression analysis, ordinary least product regression (Model IIA) and major axis regression (Model IIB). The convenience of using model I regression analysis with OLS estimation method causes many researchers to use this model as a model regression analysis with random predictor variables. The purpose of this study is to compare model I regression analysis (OLS estimation method) and model II regression analysis (ordinary least product estimation method and major axis regression estimation method). The data used in this research are simulation data where response variable (Y) and predictor variable (X) are random. The result of this study showed for predictor variable is random, ordinary least product regression is the best estimation method compared to the other methods because it produces the smallest value of bias and the smallest value of mean square error. In this condition, OLS can be used for the estimate parameter of simple linier regression model if the correlation value between predictor variable (X) and response variable (Y) is high (r ≥ 0.9).
Keyword: Bogor Agricultural University (IPB), Model IIB, Model IIA, Model I, mean square error, correlation
|
Judul: Kajian Pemodelan Regresi Kekar Menggunakan Metode Penduga-MM dan Kuadrat Median Terkecil
Abstrak: Regresi merupakan metode statistika yang digunakan untuk menduga pola hubungan dua peubah atau lebih yang disajikan dalam persamaan garis regresi. Persamaan garis ini umumnya diperoleh dari pendugaan menggunakan metode kuadrat terkecil (MKT). Namun demikian, MKT memiliki keterbatasan yaitu sangat dipengaruhi pencilan. Salah satu penyelesaian masalah pencilan pada analisis regresi adalah menggunakan metode regresi kekar. Penelitian ini menggunakan regresi kekar median kuadrat terkecil atau LMS dan multi-stage method (MM). Analisis dilakukan terhadap data simulasi hasil pembangkitan dan data aktual. Simulasi analisis regresi menghasilkan kesimpulan bahwa metode LMS maupun MM memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan MKT pada data yang mengandung pencilan. Metode MM memiliki rata-rata nilai bias pendugaan parameter terkecil, diikuti oleh LMS kemudian MKT. Metode LMS memiliki ratarata nilai root mean squares error (RMSE) terkecil dan rata-rata 𝑅������2 tertinggi, diikuti oleh MM kemudian MKT. Hasil perbandingan analisis regresi ketiga metode tersebut pada data produksi padi Indonesia tahun 2017 yang mengandung 10% pencilan diperoleh kesimpulan bahwa metode LMS merupakan metode terbaik. Metode LMS menghasilkan RMSE terkecil yaitu sebesar 4.44 dan 𝑅������2 tertinggi yaitu sebesar 98%. Metode MM berada pada posisi kedua terbaik dengan RMSE 6.78 dan 𝑅������2 96%. MKT menghasilkan RMSE terbesar dan 𝑅������2 terendah yaitu berturut-turut sebesar 23.15 dan 58%.
Keyword: least median of squares,, encilan, regresi kekar, root mean squares error
|
Judul: Morphological Characteristic of Cemani Chicken Liver (Gallus gallus domesticus)
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mempelajari morfologi hati ayam cemani (Gallus gallus domesticus) secara makroanatomi dan mikroanatomi. Penelitian ini menggunakan organ hati dari tiga ekor ayam cemani betina. Pengamatan makroanatomi untuk mempelajari morfometri yang meliputi panjang, lebar dan berat organ hati. Pengamatan mikroanatomi dilakukan dengan menggunakan pewarnaan Haematoxylin-Eosin, untuk mengamati morfologi sel hati. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriprif. Hasil dari pengamatan makroanatomi menunjukkan warna hati adalah merah kecoklatan dengan rata – rata bobot hati sebesar 19.3±2.5 gram. Hati terbagi menjadi lobus dextra dan lobus sinistra. Pengamatan mikroanatomi menunjukkan hati diselaputi oleh jaringan ikat longgar pada permukaannya, kemudian terdapat kapsula Glisson. Di setiap lobulus hati terdapat vena centralis, cabang dari vena porta hepatica, cabang dari arteri hepatica, dan ductus choledochus. Parenkim hati terdiri dari hepatosit dan sinusoid. Sel – sel non parenkim yang terdapat di hati adalah sel Kupffer dan sel endotel. Sel pigmen melanin pada parenkim hati ditemukan dalam jumlah yang sedikit, sebagian besar pigmen melanin terdapat di sekitar vena porta, arteri hepatica, dan ductus choledochus, This research aims to study the morphology of the liver of cemani chicken (Gallus gallus domesticus) macroanatomically and microanatomically. This study used three female Cemani chicken livers. The macroanatomy characteristic was observed to study the organ's morphometry which included the length, width, and weight of the liver. The microscopic characteristic was observed with a Haematoxylin-Eosin stain to observe the morphology of the liver's cells. The acquired data were analyzed descriptively. The result showed that the color of the liver was brownish red with an average weight of 19.3±2.5 grams. The liver was divided into the right lobe and left lobe. The microanatomy observation showed that the liver consisted of loose connective tissue on the surface, underneath the surface there was a Glisson’s capsule. In each lobule, there are central veins, a branch of hepatic portal veins, a branch of the hepatic artery, and a choledochus duct. Hepatic parenchyma consists of hepatocytes and sinusoids. The non- parenchyma cells that were found in the liver were Kupffer cells and endotel cells. Melanin pigment cells was found in the hepatic parenchymal, around the blood vessels in the liver such as the hepatic portal vein, hepatic artery, and the choledochus duct.
Keyword: cemani chicken (Gallus gallus domesticus), liver, melanin pigment
|
Judul: Mempelajari Pembuatan Protein Hidroisat Dari Bungkil Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) dan Bungkil Kacang Kedele (Glycine max Merr.)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan bungkil kacang-kacangan dengan cara mempelajari pembuatan protein hidrolisat dari bungkil kacang tanah dan bungkil kacang kedele untuk memperoleh suatu bahan penyedap makanan yang dapat diterima masyarakat dan diolah dalam waktu yang ce- pat. Digunakan kacang tanah varietas Gajah dan kacang ke- dele varietas Davros. Adonan bahan dibuat empat macam per- lakuan yaitu, bungkil kacang kedele dengan air, campuran bungkil kacang kedele dengan kacang kedele dan air, bung- kil kacang tanah dengan air, dan campuran bungkil kacang tanah dengan kacang tanah dan air. Bahan penghidrolisa yang digunakan adalah HCl teknis 6 N dengan perbandingan 2:1, 4:1, 6: 1 dan 8: 1 dengan adonan, hidrolisa di- lakukan selama 16, 18, 20 dan 22 jam pada suhu 110° с. Hidrolisat dengan kadar "amino nitrogen" tertinggi dihasilkan dari perbandingan HCl dengan adonan 2: 1 dan waktu hidrolisa 20 jam. Kadar gula pereduksi tertinggi di- hasilkan dari hidrolisat yang dibuat dengan perbandingan ...
Keyword:
|
Judul: Pengaruh suhu dan metoda penghembusan udara pengering terhadap beberapa sifat fisik protein kedelai ( Glycine max ( L ) Merr. )
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panas pengeringan terhadap beberapa sifat fisik protein kedelai. Sifat-sifat fisik protein kedelai ini digunakan sebagai parameter yang dapat menunjukkan terjadinya perubah- an struktur molekul protein kedelai selama proses pengering- an sehingga diperoleh informasi mengenai karakteristik pengeringan untuk biji kedelai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan suhu udara pengering memberikan pengaruh yang nyata terhadap beberapa sifat fisik protein kedelai. Sedangkan perlakuan metoda penghembusan udara pengering tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap sifat-sifat fisik protein kedelai yang diamati. Kelarutan protein dan pola sedimentasi fraksi protein dipengaruhi oleh suhu udara pengering. Makin tinggi suhu udara pengering maka makin rendah kelarutan protein kedelai dan makin sedikit komposisi fraksi dengan berat molekul besar. Viskositas larutan protein dipengaruhi oleh interak- si antara suhu dan metoda penghembusan udara pengering. Sudut putaran optik sama sekali tidak dipengaruhi oleh kondisi operasi pengeringan yang dipakai pada penelitian ini. Penurunan kelarutan protein pada pengeringan dengan suhu yang lebih tinggi dan berkurangnya komposisi fraksi protein kedelai dengan berat molekul besar menunjukkan terjadinya perubahan struktur molekul protein kedelai melalui proses denaturasi. Kelarutan tertinggi diperoleh pada suhu 50 C yaitu 83 persen…dst
Keyword:
|
Judul: The Role of Leaders in Collective Action for the Poor Urban Communities during the Covid-19 Pandemic (Case: An RW in West Bogor District, Bogor City, West Java)
Abstrak: Wabah pandemi Covid-19 sebagai bencana non alam menjadi faktor risiko bagi masyarakat terlebih bagi komunitas miskin. Upaya untuk mencegah serta menanggulangi pandemi Covid-19 ini perlu didukung dengan aksi bersama komunitas serta didorong oleh kepemimpinan yang kuat. Peranan kepemimpinan dalam mengelola bencana selama dan setelah situasi krisis dapat mendorong komunitas berperan aktif dan tangguh di masa pandemi melalui penguatan aksi kolektif. Penelitian ini menganalisis peran pemimpin pada aksi kolektif komunitas miskin perkotaan di masa pandemi Covid-19. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei pada 60 responden yang diperkuat dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara peran pemimpin dengan tingginya tingkat aksi kolektif pada komunitas miskin perkotaan selama Pandemi Covid-19. Pemimpin yang dinilai mampu menggerakkan warga komunitas untuk berpartisipasi aktif pada setiap aksi kolektif selama masa pandemi Covid-19 adalah tokoh Ketua RW, The Covid-19 pandemic as a non-natural disaster is a risk factor for the community, especially for the poor. Efforts to prevent and overcome the Covid-19 pandemic need to be supported by joint community action and strong leadership. The leadership role in managing disasters during and after crisis situations can encourage active and resilient communities during a pandemic through supportive collective action. This study analyzes the role of leaders in the collective action of urban poor communities during the Covid-19 pandemic. Data was collected using a survey method on 60 respondents who conducted interviews. The results showed that the relationship between the role of leaders and the level of collective action in urban poor communities was significant during the Covid-19 pandemic. The leader who is considered capable of mobilizing the community to actively participate in every joint action during the Covid-19 pandemic is the leader of the RW
Keyword: collective action, poor communities, the role of leaders
|
Judul: Feed Additive containing Black Soldier Fly Meal and Black Soldier Fly Oil on Blood Profile in Weaned Lambs
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui pemberian pakan tambahan mengandung tepung dan minyak black soldier fly terhadap profil darah anak domba lepas sapih. Penelitian ini menggunakan 10 ekor anak domba lepas sapih. Anak domba dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan terdiri dari P1 = konsentrat komersial + rumput, P2 = pakan tambahan mengandung tepung dan minyak BSF + rumput. Parameter yang diuji adalah hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, differensiasi leukosit (neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil), glukosa, trigliserida, kolesterol, dan blood urea nitrogen. Data dianalisis dengan menggunakan T-Test (independent sample T-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap differensiasi leukosit (neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil), glukosa, trigliserida, dan kolesterol. Perlakuan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, dan blood urea nitrogen. Pakan tambahan yang mengandung tepung dan minyak BSF diberikan secara creep feeding dan tidak mengganggu profil darah ataupun status kesehatan ternak., This research was aimed to determine the feed additive containing BSF meal and BSF oil on blood profile in weaned lambs. This research used 10 post-weaning lambs. The lambs were divided into 2 treatments consisted of P1 = commercial ration + forage, P2 = feed additive containing BSF meal and BSF oil + forage. Parameters tested were the appearance of hemoglobin, hematocrite, red blood cells, white blood cells, leukocyte differentiation (neutrophils, lymphocytes, monocytes, eosinophils, and basophils), glucose, triglycerides, cholesterol, and blood urea nitrogen. The data were analyzed using T-Test (independent sample T-Test). The results showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on leukocyte differentiation (neutrophils, lymphocytes, monocytes, eosinophils, and basophils), glucose, triglycerides, and cholesterol. The treatment had a significant effect (P<0.05) on hemoglobin, hematocrite, red blood cells, white blood cells, and blood urea nitrogen. FBSF meal and BSF oil which is given by creep fedding and does not interfere with blood profile or health status of livestock.
Keyword: black soldier fly meal, black soldier fly oil, blood profile, concentrate, lambs
|
Judul: Substitusi Bungkil Kedelai Dengan Tepung Larva Black Soldier Fly (Hermentia illucens) Terhadap Konsumsi, Hematologi Dan Metabolit Darah Domba Garut Pejantan
Abstrak: Maggot merupakan salah satu sumber protein yang berasal dari serangga. Maggot merupakan larva dari serangga Hermentia illucens yang dapat dijadikan sebagai pakan ternak sumber protein karena memiliki protein kasar yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh subtitusi bungkil kedelai dengan tepung maggot dalam pakan terhadap konsumsi, gambaran hematologi dan metabolit darah domba Garut pejantan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan menggunakan 12 ekor domba Garut pejantan dengan rataan bobot badan 26.93±2.27kg. Perlakuan terdiri dari P1 (konsentrat mengandung 20%bungkil kedelai), P2 (konsentrat mengandung 10% bungkil kedelai+10% tepung maggot), P3 (konsentrat mengandung 20% tepung maggot), semua perlakuan diberi 40% rumput Brachiaria humidicola dan 60% konsentrat. Data diuji menggunakan analisis of variance (ANOVA). Parameter yang diamati meliputi konsumsi bahan kering, konsumsi nutrien (konsumsi protein, konsumsi lemak kasar, dan konsumsi BETN), hematologi darah (hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, dan differensiasi leukosit), serta metabolit darah (glukosa, trigliserida, dan total protein). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 10% bungkil kedelai + 10% tepung maggot (P2) nyata meningkatkan (P<0.05) konsumsi lemak kasar dan total protein darah. Penggunaan 20% tepung maggot (P3) nyata meningkatkan (P<0.05) konsumsi lemak kasar dan trigliserida darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memengaruhi glukosa darah dan hematologi (hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, dan differensiasi leukosit). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung maggot dalam ransum domba pejantan dapat meningkatkan konsumsi lemak kasar, total protein darah dan trigliserida darah tanpa memengaruhi glukosa dan hematologi darah.
Keyword: domba garut jantan, tepung maggot, hematologi, metabolit darah
|
Judul: : Persamaan Tunggal sebagai Representasi Kurva Komposit
Abstrak: A mathematical method is introduced to represent a composite curve based on an extension of analytic geometry. The representation is given either with a single equation or with two equations, in the case of parametric representation. This method permits the representation of composite curves in similar manner to the conventional representation of non-composite curves. Some mathematical tools, including Heaviside unit step function and periodizer function, are used in the establishment of a single equation. In this paper, regular equations of regular and irregular polygon, as well as composite curves of two dimensions, are implemented using a computer algebraic system, Mathematica.
Keyword:
|
Judul: Penerapapan Cost Volume Profit Analysis dalam menunjang rencana pencapaian laba pia aneka rasa di UKM Pia Piaku! Bogor
Abstrak: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menghitung berapa besar volume penjualan untuk masing-masing produk agar dapat mencapai titik impas, menganalisis produk manakah yang dapat memberikan keuntungan terbesar dan produk manakah yang dapat memberikan keuntungan terkecil bagi perusahaan, dan menghitung volume penjualan untuk mencapai target laba yang ditetapkan oleh perusahaan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu berupa data-data dan laporan, yaitu berupa data biaya produksi yang mencakup biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Metode dan pengolahan analisis data yang digunakan adalah cost volume profit. Dengan analisis Cost Volume Profit yang telah dilakukan bahwa produk yang memberikan keuntungan terbesar bagi Pia PiaKu! adalah pia rasa kacang hijau dengan margin kontribusi sebesar Rp 989.648,21. Sedangkan produk yang memberikan margin kontribusi terkecil adalah pia rasa coklat dengan nilai margin kontribusinya sebesar Rp 570.901,16. Titik impas tercapai saat penjualan sebesar 922 unit. Jumlah tersebut merupakan kombinasi penjualan produk pia rasa kacang hijau sebesar 338 unit, pia rasa keju sebesar 325 unit dan pia rasa coklat sebesar 259 unit. Artinya jika Pia PiaKu! mencapai titik penjualan tersebut maka Pia PiaKu! akan memperoleh laba sebesar nol. Berdasarkan nilai penjualan, titik impas dapat dicapai pada tingkat penjualan sebesar Rp 2.767.350,00. Jika dibandingkan dengan penjualan periode April 2012 sebesar Rp 4.800.000 maka penjualan Pia PiaKu! selama periode April 2012 masih berada di atas titik impas. Berdasarkan target laba Pia PiaKu! yaitu untuk mencapai laba sebesar Rp 20.000.000 untuk periode tahun 2012 maka volume penjualan yang harus dicapai adalah sebanyak 13.884 unit, yang terdiri dari kombinasi penjualan pia rasa kacang hijau sebanyak 5.085 unit, pia rasa keju sebanyak 4.894 unit dan pia rasa coklat sebanyak 3.905 unit Dengan melakukan strategi promosi secara personal selling maka diharapkan penjualan untuk produk pia rasa coklat dapat meningkat sehingga akan memberikan margin kontribusi atau keuntungan yang cukup baik bagi Pia PiaKu!. Harga juga dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Pia PiaKu! untuk meningkatkan penjualan produk pia rasa coklat. Selain itu juga Pia PiaKu! dapat menjual dengan suatu paket yang berisi aneka rasa pia seperti coklat dan keju atau bisa juga coklat dan kacang hijau atau dengan sekaligus tiga rasa pia dalam satu paket. Hal ini bertujuan agar produk pia rasa coklat yang kurang memberikan margin kontribusi dapat meningkat penjualannya
Keyword: Combination cost production, Sales volume and profit to reach optimal profit, Pia Piaku! Bogor
|
Judul: Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Roti dengan Metode Process Costing dan Pengaruhnya Terhadap Harga Jual (Studi Kasus UKM Edie’s Bakery, Bogor)
Abstrak: Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah, tidak terkecuali di Indonesia. Peran aktif UKM terbukti berdasarkan data yang diperoleh dari Departemen Koperasi dan UKM tahun 2008 menunjukkan bahwa kontribusi UKM terhadap penciptaan devisa nasional melalui ekspor non migas mengalami peningkatan sebesar Rp. 40,75 triliun atau 28,49% yaitu dengan tercapainya angka sebesar Rp 183,76 triliun atau 20,17% dari total nilai ekspor non migas nasional. UKM telah menyerap tenaga kerja sebesar 90.896.270 orang atau 97,04% dari total penyerapan tenaga kerja yang ada, jumlah ini meningkat sebesar 2,43% atau 2.156.526 orang dibandingkan tahun 2007. Sedangkan, PDB Nasional menurut harga berlaku tahun 2007, kontribusi UMKM terhadap PDB nasional menurut harga berlaku tercatat sebesar Rp 2.105,14 triliun atau 56,23% dan pada tahun 2008 tercatat sebesar Rp 2.609,36 triliun atau 55,56% (www.depkop.go.id). Masalah dasar yang dihadapi pengusaha kecil adalah pertama, kelemahan dalam memperoleh peluang pasar dan memperbesar pangsa pasar. Kedua, kelemahan dalam struktur permodalan dan keterbatasan untuk memperoleh jalur terhadap sumber-sumber permodalan. Ketiga, kelemahan di bidang organisasi dan manajemen sumber daya manusia. Keempat, keterbatasan jaringan usaha kerjasama antar pengusaha kecil (sistem informasi pemasaran). Kelima, iklim usaha yang kurang kondusif, karena persaingan yang saling mematikan. Keenam, pembinaan yang telah dilakukan masih kurang terpadu dan kurangnya kepercayaan serta kepedulian masyarakat terhadap usaha kecil. Kendala tersebut dapat menjadi suatu kelemahan bagi UKM dalam mengembangkan usahanya. Kelemahan UKM dalam mengelola usahanya juga terjadi dalam perhitungan harga pokok produksi. Para pelaku usaha biasanya tidak detail dan kurang rinci dalam melakukan perhitungan harga pokok produksi dan mengidentifikasi biaya-biaya produksi yang ada. Hal tersebut menyebabkan kesalahan dalam penetapan harga jual produk yang dapat mengurangi keuntungan yang akan diperoleh oleh perusahaan (www.mudrajad.com). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi perhitungan harga pokok produksi yang diterapkan oleh UKM Edie’s Bakery, (2) menghitung harga pokok produksi pada UKM Edie’s Bakery dengan metode process costing, (3) menghitung harga jual produk UKM Edie’s Bakery yang ditentukan berdasarkan harga pokok produksi dengan metode process costing. Informasi dan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan dan wawancara langsung. Data sekunder diperoleh dari data yang diperoleh dari informasi-informasi yang bersifat umum seperti buku, internet, laporan penelitian, dan informasi-informasi dari instansi terkait. Alat analisis dalam penelitian ini adalah metode perhitungan harga pokok produksi dengan metode process costing dan metode penetapan harga jual dengan metode cost plus. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program Microsoft Excel 2007. Perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode perusahaan mempunyai hasil harga pokok produksi yang sama untuk setiap jenis topping yaitu sebesar Rp 641,183. Sedangkan, berdasarkan perhitungan harga pokok produksi dengan metode process costing menunjukkan bahwa harga pokok produksi setiap jenis topping berbeda-beda. Harga pokok produksi roti dengan topping coklat adalah sebesar Rp 805,316, roti dengan topping keju adalah sebesar 1.1151,470, roti dengan topping sosis adalah sebesar Rp 534,162, roti dengan topping abon sebesar Rp 555,316, dan roti dengan toping cocktail sebesar Rp 583,361. Harga jual yang ditetapkan berdasarkan metode perusahaan juga sama untuk semua jenis roti kecil yang diproduksi yaitu sebesar Rp 1.200. Sedangkan berdasarkan metode cost plus menunjukkan harga
Keyword:
|
Judul: Gambaran Leukosit Domba Ekor Tipis yang Diinfeksi Haemonchus contortus.
Abstrak: The aim of this study was to investigate the effect of Haemonchus contortus infection to white blood cell profile of Javanese thin tail sheep. Twenty males Javanese thin tailed sheep were divided into five groups, namely infected group of 500 L3, 1000 L3, 2000 L3, 4000 L3 and uninfective group as control. The blood and fecal samples were collected from rectum before and three weeks after infection. The blood samples were collected using venoject® from Jugular vein. The fecal samples were collected directly from rectum. The blood samples were examined to determine total of white blood cell (leukocytes) and white blood cell differential, whereas fecal samples to determine egg per gram. The result showed that Haemonchus contortus infections cause an increased total of leukocyte but were not significantly different among of level infection doses (P>0.05). Number of eosinophils were significantly different among uninfected group (P<0.05), but were not significantly different in number of lymphocyte, monocyte, and neutrophil (P>0.05). There where positively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of eosinophil (P<0.05), however were negatively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and neutrophil’s profile (P<0.05). There where no correlation significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of white blood cell, lymphocyte, and monocyte (P>0.05).
Keyword: differential leukocyte, Haemonchus contortus, leukocyte, sheep
|
Judul: Ekstrak dan Fraksi Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) sebagai Antioksidan dengan Metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil.
Abstrak: Sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) merupakan tanaman obat potensial yang memiliki khasiat untuk beberapa jenis penyakit seperti hiperglikemia, kanker, asam urat, dan hipertensi. Senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan dapat digunakan sebagai pencegah dan obat penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan tertinggi dari ekstrak dan fraksi daun sirih merah. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 70%, selanjutnya ekstrak kasar difraksinasi dengan 3 pelarut, yaitu n-heksana, etil asetat, dan air. Uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan identifikasi untuk sampel yang memiliki senyawa antioksidan teraktif menggunakan instrumen LC-MS. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak maupun fraksi memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat dengan nilai IC50 13.15 μg/mL. Fraksi etil asetat dan ekstrak etanol 70% termasuk sebagai antioksidan sangat kuat. Analisis senyawa aktif dengan LC-MS menunjukkan bahwa fraksi etil asetat mengandung lima senyawa berdasarkan kelimpahan paling tinggi, yaitu 60.58 (m/z), 701.54 (m/z), 701.67 (m/z), 440.82 (m/z), dan 482.93 (m/z).
Keyword: antioksidan, DPPH, LC-MS, Piper crocatum, sirih merah
|
Judul: Potensi rebusan daun sirih merah, Piper crocatum sebagai senyawa anthiperglikemia pada tikus putih galur Sprague-Dwaley
Abstrak: Sirih merah (Piper crocatum) merupakan salah satu jenis tanaman hias,yang kini berubah menjadi tanaman obat alternatif sejak diperkenalkan oleh Bambang Sudewo –produsen tanaman obat di Blunyahrejo, Yogyakarta. Rebusan sirih merah (Piper crocatum) telah digunakan secara tradisional untuk mengobati diabetes melitus. Namun demikian, sampai sekarang belum ada penelitian mengenai kandungan fitokimia dan menguji khasiat tanaman tersebut dalam menurunkan kadar glukosa darah hewan uji. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari toksisitas akut rebusan sirih merah dan mengetahui kandungan fitokimia sirih merah, serta hubungannya dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur Sprague-Dawley yang dibuat hiperglikemia.
Keyword:
|
Judul: Bifurkasi Hopf pada Model Siklus Bisnis Kaldor Kalecki tanpa dan dengan Waktu Tunda
Abstrak: Business cycle model is one of dynamical system models in economic. One of the business cycles model is Kaldor-Kalecki model. Kaldor-Kalecki business cycle model that is written in delayed defferential equations, is a business cycle model that involves gross product and capital stock of a company. In this paper Kaldor-Kalecki business cycle model is analyzed using both nondelay and delay in time of capital stock. By Taylor expansion for the time delayed model, an analysis of stability around the fixed points has been done. Furthermore, by using Hopf bifurcation theorem, it can be shown that there exists periodic orbits and limit cycle. In the nondelayed model, changing the parameter of goods market could lead to the occurrence of Hopf bifurcation and the existence of limit cycle. Similarly, for the delayed model, it has been shown that changing the time delay parameter may result in the occurrence of Hopf bifurcation and limit cycle.
Keyword:
|
Judul: Analisis beban kerja pada budidaya padi sawah: studi komparasi antara metode konvensional dan organik
Abstrak: Pertanian merupakan sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia dan dapat dikatakan bahwa mayoritas penduduk di Indonesia hidup dari sektor ini. Sebagian besar lahan pertanian rakyat di Indonesia umumnya ditanami tanaman padi sebagai penghasil beras yang merupakan bahan pangan utama rakyat Indonesia. Kebutuhan akan beras yang kian tinggi mendorong Indonesia untuk senantiasa meningkatkan produktifitas. Sistem budidaya tanaman padi yang produktif dan berkelanjutan merupakan tantangan yang harus diwujudkan demi terpenuhinya kebutuhan akan beras penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja pekerja pada rangkaian tahap proses budidaya padi sawah, baik beban kerja kualitatif (tingkat beban kerja) maupun kuantitatif (konsumsi energi kerja) dan memperbandingkan antara metode budidaya padi sawah secara organik maupun budidaya padi sawah secara konvensional. Tujuan lain dari penelitian ini adalah mengukur kebutuhan jam kerja yang dibutuhkan petani dalam membudidayakan tanaman padi sawah secara organik maupun konvensional.
Keyword:
|
Judul: Analisis Usahatani Padi Konvensional dan Padi System Of Rice Intensification (SRI) Organik (Studi Kasus di Desa Ringgit, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah)
Abstrak: Secara luas Indonesia dikenal dengan sebutan negara agraris. Sewajarnya pertanian di negara Indonesia lebih baik dibandingkan negara lain, karena pertanian memiliki peran yang penting sebagai penyedia lapangan pekerjaan, perolehan devisa, penyedia bahan pangan, serta pembentukan PDB. Akan tetapi pada kenyataannya pertanian lebih banyak dikorbankan untuk dapat menunjang pembangunan industri, sehingga kesejahteraan petani terabaikan karena adanya kebijakan pemerintah tersebut. Kesejahteraan petani semakin menurun pasca diterapkannya sistem pertanian dengan pola High Eksternal Input Agriculture (HEIA). Hal ini ditandai dengan input yang digunakan semakin tinggi, sehingga biaya produksi yang dikeluarkan semakin besar. Penggunaan input kimia pada pola HEIA mengakibatkan kerusakan pada tanah dan menjadikan produktivitas semakin menurun, sehingga keuntungan yang diterima semakin rendah. Munculnya isu-isu tersebut membuat beralihnya petani dan konsumen terhadap produk organik. Produk organik memiliki keunggulan dari segi rasa dan kandungan gizi yang lebih baik. Akan tetapi, hasil produksi pertanian organik pada penerapan awal penanaman lebih sedikit. Hal ini disebabkan karena sistem pertanian organik yang diterapkan pada umunya menggunakan metode pertanian konvensional. Namun kemudian muncul metode bertani dengan System of Rice Intensification (SRI). SRI merupakan suatu metode untuk meningkatkan produktivitas padi dengan mengubah pengaturan tanaman, tanah, dan air. Penerapan metode SRI organik telah dilakukan oleh banyak petani di Indonesia khususnya Pulau Jawa yang memiliki peranan cukup penting dalam perberasan nasional. Desa Ringgit sebagai salah satu desa yang berada di Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah telah menerapkan pertanian organik sejak tahun 1997. Kemudian pada tahun 2003 mulai menerapkan pertanian metode SRI organik. Namun demikian belum adanya kajian mengenai keragaan usahatani padi SRI organik di Desa Ringgit dan apakah terdapat perbedaan produktivitas, pendapatan, serta efisiensi apabila dibandingkan dengan pertanian konvensional. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaan usahatani padi SRI organik di Desa Ringgit dan menganalisis apakah terdapat perbedaan pendapatan, produktivitas, dan efisiensi yang signifikan antara pertanian padi konvensional dengan metode SRI organik. Terdapat dua metode analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kunatitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis keragaan usahatani, sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan produktivitas, pendapatan, dan efisiensi yang didapatkan melalui analisis usahatani. Pengambilan sampel dilakukan melalui dua cara, yaitu metode sensus dan metode simple random sampling. Metode sensus digunakan untuk pengambilan sampel petani SRI organik dengan jumlah 31 orang. Metode simple random sampling digunakan untuk pengambilan sampel petani konvensional yaitu sebanyak 30 orang dari jumlah keselurahan sebanyak 74 orang. Dengan demikian jumlah responden sebanyak 60 orang. Keragaan usahatani padi SRI organik di Desa Ringgit sudah cukup sesuai dengan panduan penerapan metode SRI organik pada umumnya. Terdapat perbedaan perlakuan antara pertanian konvensional dengan pertanian SRI organik, diantaranya yaitu pertanian konvensional menganggap tanah sebagai mesin sedangkan SRI organik sebagai aset, serangga dianggap sebagai musuh oleh pertanian kovensional dan dianggap sebagai teman oleh pertanian SRI organik, pertanian konvensional menggunakan pupuk dan obat-obatan kimia sedangkan pertanian SRI organik menggunakan pupuk alami seperti kompos dan mol, pertanian SRI organik lebih menyarankan untuk membuat benih sendiri, serta bentuk penjualan hasil panen berupa gabah untuk pertanian konvensional dan beras untuk pertanian SRI organik. Untuk analisis usahatani produktivitas dari pertanian SRI organik sebesar 4,8 ton per hektar, lebih tinggi dibandingkan dengan
Keyword:
|
Judul: Therapeutic Drugs Used Myxomatous Mitral Valve Degeneration (MMVD) in Dogs at Gasing Veterinary Hospital in Selangor,
Abstrak: Myxomatous mitral valve degeneration (MMVD) is a chronic degenerative disease in which the cardiac valves, mainly the mitral valve, undergo leaflet thickening or prolapse due to aging process or genetic factor. There are five stages of MMVD in dogs, namely stage A, stage B1, stage B2, stage C, and finally stage D. Clinical symptoms of MMVD can be seen from stage C onwards, where congestive heart failure signs are obvious. The study aims to obtain and analyze secondary data of the therapeutic drugs used in the treatment of MMVD at Gasing Veterinary Hospital in the year 2021. The highest percentage of drugs used were ACE inhibitors and positive inotropes both at 33%. Diuretics were the second most administered drug at 26%. Other therapeutic drugs which were administered in smaller proportions include bronchodilators at 5%, antiplatelet at 2%, and calcium channel blocker at 1%. It was concluded that the types of drugs that were administered in MMVD cases comprised of ACE inhibitors, positive inotropes, diuretics, bronchodilators, antiplatelet, and calcium channel blocker., Myxomatous mitral valve degeneration (MMVD) adalah suatu penyakit degeneratif kronik pada katup jantung yang ditandai dengan penebalan atau prolaps katup karena proses penuaan atau faktor genetik, terutama terjadi pada katup mitral. Terdapat lima stadium MMVD pada anjing, yaitu stadium A, stadium B1, stadium B2, stadium C, dan terakhir stadium D. Gejala klinis MMVD dapat dilihat dari stadium C dan seterusnya, ditandai dengan adanya gagal jantung kongestif yang terlihat jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan menganalisis data sekunder obat terapeutik yang digunakan dalam pengobatan MMVD di Rumah Sakit Hewan Gasing tahun 2021. Persentase obat tertinggi yang digunakan berupa ACE inhibitor dan inotrop positif dengan persentase keduanya sebesar 33%. Diuretik adalah obat kedua yang paling banyak diberikan dengan persentase sebesar 26%. Obat terapeutik lain yang diberikan dalam proporsi yang lebih kecil diantaranya bronkodilator 5%, antiplatelet 2%, dan antagonis kalsium 1%. Secara kesimpulan, jenis obat yang diberikan pada kasus MMVD terdiri dari ACE inhibitor, inotrop positif, diuretik, bronkodilator, antiplatelet, dan antagonis kalsium.
Keyword: drug, canine, MMVD, therapeutic, treatment
|
Judul: Strategi Pengembangan Wisata di Pulau Bawean Kabupaten Gersik
Abstrak: Pulau Bawean memiliki objek wisata potensial yang tersebar di darat dan di laut. Di dalamnya terdapat cagar alam dan suaka margasatwa serta Rusa Bawean (Axis kuhlii) yang merupakan spesies endemic pulau tersebut. Pengembangan bawean sebagai tujuan wisata untuk meningkatkan ekonomi lokal dan untuk mengurangi ancaman terhadap sumberdaya alam yang ada di Pulau Bawean. Penelitian tentang studi pengembangan wisata di Pulau Bawean dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:(a) Mengidentifikasi objek dan daya tarik wisata yang terdapat di Pulau Bawean, (b) Menyusun rencana pengembangan wisata di Pulau Bawean. Pengambilan data yang dilakukan meliputi sumberdaya alam dan budaya, pengelola, masyarakat, karakteristik pengunjung dan pendukung. Metode pengambilan data menggunakan tiga metode yaitu studi pustaka, observasi lapang dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats) analysis, AHP (Analytical Hierarchy Process) dan Deskriptif. Nilai analisis SWOT menunjukkan: kekuatan 2,530; kelemahan 0,773; peluang 1,15; ancaman 1,89; sehingga melalui proses perhitungan faktor internal dan eksternal, maka wisata pulau bawean berada pada kuadran dua yaitu pada posisi antara kekuatan dan ancaman. AHP menunjukkan nilai dari masing-masing dukungan sebagai berikut: masyarakat 0,438; pemerintah daerah 0,384; sarana dan prasaran 0,095; pengunjung 0,04; dan pemerintah provinsi dan swasta 0,043. Sehingga jika dilakukan perhitungan untuk menentukan skala prioritas diperoleh nilai sebagai berikut: penangkaran rusa 0,206; danau kastoba 0,220; pantai slayar 0,097; pantai pasir putih 0,114; pulau gilidan noko 0,233; air terjun 0,076; air panas 0,054. Strategi untuk mengembangkan Pulau Bawean sebagai tujuan wisata adalah dengan menggunakan seluruh sumberdaya potential bawean sebagai objek wisata, memperkuat kerjasama diantara stakeholder dan meningkatkan kualitas fasilitas wisata. Prioritas tertinggi pengembangan objek wisata bawean adalah Pulau Gili dan Noko.
Keyword:
|
Judul: Studi obyek wisata alam taman nasional komodo dan kemungkinan pengembangannya
Abstrak: Kegiatan wisata alam hutan merupakan pemanfaatan pro- duk jasa sumberdaya hutan yang secara ekologis dan ekonomis sangat menguntungkan. Dari segi ekonomi merupakan potensi bagi pengembangan kepariwisataan nasional dan sumber devisa negara, sedangkan dari segi ekologi wisata alam merupakan bentuk pemanfaatan sumberdaya alam dengan resiko lingkungan yang kecil. Jumlah kunjungan wisatawan ke tempat-tempat wisata alam, khususnya di taman nasional kini semakin meningkat. Untuk mengimbangi keadaan tersebut diperlukan upaya pengembangan terhadap obyek-obyek wisata alam yang telah tersedia serta usaha penggalian potensi wisata alam baru untuk di- kembangkan sebagai obyek wisata alam. Pengembangan tersebut harus dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pengunjung tanpa menimbulkan kerusakan atau penurunan kualitas dan kuantitas terhadap nilai sumberdaya taman nasional yang bersangkutan. Taman Nasional Komodo terletak di Propinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi wisata alam yang sangat tinggi, terutama karena adanya satwa komodo (Varanus komodoensis) yang langka dan endemik. Selain itu Taman Nasional Komodo juga memiliki tidak kurang dari 254 species flora dan 277 species fauna, serta taman laut dan pemandangan alam yang tersebar pada berbagai tempat. Dari informasi tersebut, terlihat adanya kelebihan Taman Nasional Komodo dibanding- kan dengan kawasan wisata alam lainnya di Indonesia.
Keyword:
|
Judul: Pemeriksaan Histopatologi Cardiotoxicity Yang Diinduksi Jantung Pada Tikus Yang Diobati Dengan Doxorubicin Dan Cyclophosphamide
Abstrak: Cyclophosphamide is classified as an alkylating agent, whereas doxorubicin belongs to the anthracycline class, both of which are commonly employed chemotherapy drugs. Previous research has established that the choice of chemotherapy medications significantly impacts the development of cardiotoxicity. Myocarditis, characterized by inflammation of the myocardium, adversely affects the heart's electrical system and muscle cells, leading to impaired blood pumping capabilities. Consequently, the heart becomes more susceptible to clot formation, ultimately resulting in cardiac failure. The objective of this study was to observe, compare, and describe the lesions induced by two distinct chemotherapeutic drugs in rat models, utilizing normal heart tissue as the control. Routine Hematoxyline- Eosin (HE) staining was employed for histopathological assessments. Subsequently, the histopathological images were analysed descriptively and statistically using appropriate methods. The findings revealed that the diameter of myocardial cells remained unaffected by both doxorubicin and cyclophosphamide treatments, in comparison to the normal-control group. Histopathologically, both doxorubicin- and cyclophosphamide-treated groups exhibited multiple necrotic myocardial cells and focal infiltrations of mononuclear cells, predominantly macrophages and lymphocytes, between the myocardial cells. Furthermore, distinct pathological differences were observed between the doxorubicin- and cyclophosphamide-treated groups, with cyclophosphamide toxicity additionally presenting with pericarditis alongside myocarditis, in contrast to doxorubicin toxicity. In conclusion, these results demonstrate that the type of chemotherapeutic drugs employed leads to variations in the resulting lesions.
Keyword: Cardiotoxicity, chemotherapy, cyclophosphamide, doxorubicin, myocarditis
|
Judul: Pengaruh penggunaan plastik sebagai isolator panas didalam laporan terhadap lama penyemuran padi(Oryza sativa L.)
Abstrak: Pengeringan merupakan salah satu cara penanganan hasil pertanian untuk memperpanjang masa simpan hasil pertanian. Pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengeringan secara buatan (artificial drying) atau pengeringan secara mekanis dan pengeringan secara alami (natural drying) dengan cara penjemuran (sun drying). Petani di tingkat pedesaan lebih banyak menggunakan pengeringan dengan penjemuran karena pengeringan dengan penjemuran lebih mudah dilaksanakan dan biayanya lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan plastik sebagai isolator panas didalam lamporan terhadap lama penjemuran padi. Selain itu digunakan juga lembaran plastik dengan jenis dan ketebalan yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan percobaan faktorial acak lengkap dengan dua faktor perlakuan dan dua kali ulangan. Faktor pertama yaitu jenis plastik (J) dengan empat taraf, jenis plastik PE ketebalan 0.08 mm, plastik PE ketebalan 0.06 mm, plastik PVC ketebalan 0.25 mm dan plastik PVC ketebalan 0.01 mm. Faktor kedua adalah hari (H) dengan empat taraf yaitu hari pertama, kedua ketiga dan hari keempat. Pengukuran suhu (S1) pada permukaan lapisan semen rata-rata paling tinggi dibandingkan dengan suhu pada permukaan lapisan plastik (S2) dan suhu pada permukaan bawah plastik (S3). Suhu tertinggi diperoleh pada lamporan dengan lapisan plastik PVC sebesar 36.5 °C, kemudian lamporan dengan lapisan plastik PE sebesar 36.2 °C dan lamporan tanpa plastik sebesar 34.35 °C. Dengan mempergunakan nilai AT dapat diketahui pula aliran panas dalam lamporan. Aliran panas panas dalam lamporan dengan lapisan plastik PVC sebesar 104.77 watt, lapisan plastik PE sebesar 102.69 watt dan pada lamporan tanpa lapisan plastik sebesar 42.63 watt. Kadar air akhir padi di lantai jemur yang menggunakan lapisan plastik rata-rata lebih rendah yaitu untuk lamporan dengan lapisan plastik PVC sebesar 14.16%, lapisan plastik PE sebesar 14.28% dan lamporan tanpa lapisan plastik sebesar 15.12%.
Keyword:
|
Judul: Mempelajari Penggunaan Kemasan Karung Yusup (Kombinasi Al Foil, LDPe, HDPE) Dalam Penyimpanan Padi (Oryza sativa L.) Di Tingkat Petani
Abstrak: Penyimpanan merupakan faktor penting dalam penanganan pasca panen. Petani menyimpan padi (gabah) untuk cadangan pangan dan persediaan benih dengan menggunakan karung plastik yang kurang terjamin keamanannya dari cemaran bahan ki- mia beracun dan serangan hama. Untuk melindungi bahan yang disimpan dari serangan hama dan gangguan iklim perlu dipilih jenis kemasan lain yang lebih aman. Tujuan penelitian ini mempelajari pengaruh karung Yusup terhadap beberapa faktor penyebab kerusakan selama penyimpanan. Contoh padi (gabah) diambil dari KUD setempat dan selanjutnya disimpan selama 5 bulan di dua lokasi, Desa Bongan dan Desa Pelambingan (Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung, Propinsi Bali). Kadar air awal penyimpanan 13,5-14%, dengan suhu 27-31°C dan kelembaban nisbi 70-80%. Kadar air gabah yang disimpan dalam karung tradisional mengalami peningkatan dari 13,798% menjadi 14,865% untuk pe- nyimpanan di desa Bongan dan 14,324% menjadi 15.319% untuk penyimpanan di desa Pelambingan. Pola perubahan kadar air gabah yang disimpan dalam ka- rung tradisional berlangsung wajar, terlihat jelas mengiku- ti perubahan kelembaban nisbi sedangkan yang disimpan dalam karung Yusup tidak terlihat jelas mengikuti pola perubahan kelembaban nisbi. Serangga yang dominan menyerang adalah Sitophillus sp. Rhyzooertha dominica, Tribolium castaneum. Populasi pada karung tradisional 4-5 ekor/100 gram dan pada karung Yusup 1 ekor/100 gram. Jumlah mikroorganisme yang menyerang gabah yang disimpan dalam karung Yusup dan karung tradisional sama, dimana perubahan perkembangan tidak terlalu besar, antara 109 sampai 1010 koloni/gram. Jumlah kapang pada karung tradisional meningkat 100 kali (103-105), pada karung Yusup turun 10 kali (104-103). Jenis kapang yang menyerang pada awal penyimpanan adalah Aspergillus niger, Aspergillus candidus, Fusarium sp…dst
Keyword:
|
Judul: The addition of a noun word graph dictionary module in bogordelftconstruct
Abstrak: Knowledge Graph is a new method in Natural Language Processing that is used to describe human language and displaying it into a graph form. BogorDelftConStruct is a tool to analyze Indonesian text, developed by Deni Romadoni (2009). The tool has limited feature, opening many opportunities to add some other features. The goal of this research is to develop a noun word graph dictionary module and add it in BogorDelftConStruct. The patterns of the noun word-graph are based the research of Saleh (2009). In this research, of the 20 patterns in Saleh (2009) only 13 patterns are used, since some of word graph patterns which have the same affix and also have the different meaning. As many as 144 nouns were used in scenario testing, with 1 error was generated (99,33% accuracy).
Keyword:
|
Judul: Mikroenkapsulasi Ibuprofen Menggunakan Paduan Lilin Lebah-Pektin dengan Tween 20 sebagai Pengemulsi
Abstrak: Penggunaan ibuprofen dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping antara lain tukak lambung dan pendarahan pada gastrointestinal. Salah satu cara menanganinya adalah dengan mengenkapsulasi ibuprofen sehingga pelepasannya dapat diperlambat. Penelitian ini bertujuan mengenkapsulasi ibuprofen menggunakan paduan lilin lebah-pektin dengan Tween 20 sebagai pengemulsi. Metode yang digunakan adalah emulsi penguapan pelarut dengan pelarut diklorometana. Rendemen dan efisiensi enkapsulasi teringgi berturut-turut adalah 70% dan 72% didapatkan pada mikrokapsul dengan nisbah lilin lebahpektin 6:4 dan konsentrasi Tween 20 sebesar 1%. Profil disolusi menunjukkan bahwa ibuprofen terlepas secara lambat dari mikrokapsul dengan persen pelepasan 36% setelah 6 jam. Hasil pengamatan morfologi menunjukkan bahwa mikrokapsul memiliki permukaan tidak halus dengan tonjolan-tonjolan yang tidak beraturan. Spektrum inframerah menunjukkan bahwa interaksi yang terbentuk pada mikrokapsul merupakan interaksi fisik.
Keyword: xdisolusi, efisiensi, ibuprofen, mikrokapsul
|
Judul: In Vitro Release of Ibuprofen from Microcapsules Coated Polyblend of Poly(lactic acid) and Poly(ε-caprolactone)
Abstrak: Ibuprofen is an anti-inflammatory drug that has a short biological half-life and imposes adverse gastrointestinal reaction. Microencapsulation could be used to minimize its disadvantages. In this experiment, microencapsulation of ibuprofen was done by emulsification method. Coating material which was used were polyblend of poly(lactic acid) and poly(ε-caprolactone) which are biodegradable and biocompatible. Polyvinylalcohol was used as an emulsifier at concentrations of 1.5%. The microencapsulation was carried out with various quantities of ibuprofen. The increase in quantities of ibuprofen would improve encapsulation efficiency. Encapsulation of ibuprofen showed an efficiency of more than 71% with the highest score of 84.13% in microcapsule with ratio of polyblend-ibuprofen 5:1.5. The dissolution test results in basic medium showed that the encapsulation efficiencies affected ibuprofen release from the microcapsule. Microcapsules with the higest encapsulation efficiency released ibuprofen ranged from 26.71 to 28.78% for 6 hours. Kinetic of ibuprofen release followed first order kinetic model. The microcapsules particle sizes ranged from 38 to 250 μm.
Keyword:
|
Judul: Gambaran darah komodo (Varanus komodoensis) di Taman Margasatwa Ragunan
Abstrak: This study was conducted to get the hematology and blood biochemistry profile of Komodo dragons at Ragunan Zoo. A total of 18 adult dragons were used. Blood was drawn as much as 2 mL whole blood for hematology and 3 mL for blood biochemistry in serum. Hematology examinations were done by automatic hemavet® machine except differential leukocytes were done manually and blood biochemistry examinations were done by biosystem® machine. Examinations results of erythrocyte parameters of total erythrocytes, hematocrit, hemoglobin, MCV, MCH, and MCHC in row are (1,24±0,21) × 106/mm3, (38,0±4,6) %, (13,3±1,6) g/dL, (311,4±49,9) fL, (109,4±18,7) pg, and (35,1±1,2) g/dL. Trombocytes count is (3,1±1.6) × 103/mm3 and erythrocyte sedimentation rate is (3,9 ± 1.7) mm/h. Leukocytes parameters indicate the values of total leukocytes, heterophils, lymphocytes, monocytes, eosinophils, and basophils in row are (6,53±9,47) × 103/mm3, (3,478±4,972) × 103/mm3, (2,959±4,694) × 103/mm3, (0,096±0,187) × 103/mm3, (0,00) /mm3, and (0,00) /mm3. Biochemical parameters indicate the values of total protein, albumin, globulin, AST, ALT, urea, and creatinine in row are (10,19±3,39) g/dL, (2,51±0,39) g/dL, (7,68±3,07) g/dL, (49,39±20,71) IU/L, (45,39±27,88) IU/L, (13,53±5,88) mg/dL, and (0,29±0,11) mg/dL. The result of examinations averagely showed values tend to normal. Some individual results demonstrated abnormalities which are suspected as acute infection in 1 dragon, foliculogenesis in 1 dragon, muscle disease in 2 dragons, and liver disease in 5 dragons.
Keyword:
|
Judul: Pembuatan nanosfer berbasis biodgredabel polilaktat dengan metode sonifikasi
Abstrak: Pembuatan Nanosfer Berbasis Biodgredabel Polilaktat dengan Metode Sonifikasi. Pembuatan dilakukan dengan menggunakan metode emulsifikasi-evaporasi. Pada metode ini proses emulsifikasi dibuat dengan menggunakan metode ultrasonik. Parameter yang divariasikan adalah larnanya waktu sonikasi dengan selang waktu 2,4,6,8,10 dan 15 menit pada saat proses emulsifikasi. Karakterisasi yang dilakukan adalah SEM untuk mengetahui ukuran dan morfologi dari sampel yang dihasilkan XRD dan DSC untuk mengetahui perubahan struktur yang terjadi. Hasil yang didapatkan menunjukan proses ernulsifikasi berjalan efektif pada selang waktu 8 menit yang kemudian terjadi saturasi. Ha! ini ditunjukan dengan ukuran pada SEM yang sernakin kecil sebesar 0.482 mikrorneter sebelurn rnencapai kondisi saturasi. Efek menggunakan metode sonifikasi pola struktur sarnpi menjadi berubah dari keadaan awal sampel yang kristalin menjadi lebih amorf. Sedangkan dari pola DSC didapatkan pola perubahan PLA yang semakin amorf sebelum terjadinya saturasi. Kala kunci : Nant;%r, PLA, Sonikasi, Emwlsijikasi, Satzcrus
Keyword:
|
Judul: Characterization and Biodegradation of Polyblend (Styrofoam-Starch) with Polylactid acid (PLA) as Biocompatizer.
Abstrak: Styrofoam is a kind of polystyrene which can not be naturally decomposed. The increasing amount of using styrofoam causes environment pollution. In facing this problem, modification of recyclable styrofoam is needed to produce degradable plastic. Starch can be a solution because it is a polymer that can be biologically decomposed. The mixture of starch to the styrofoam composite creates biodegradable plastic. Unfortunately, various polarity of styrofoam and starch is difficult to mixed homogenously, so we need polylactic acid (PLA) as the biocompatizer. Styrofoam and starch of four different concentrations of PLA, 5, 10, 15, and 20%. Film with the highest homogeneity was given by 80:20 concentration of styrofoam and starch combination with 20 % of PLA addition. The more PLA, the more homogenous of film we got. Film with the highest homogeneity produced substantial weight reduction which about 10%. The film that has been produced was amorphous since it had wide melting point, 155 °C to 185 °C. Infrared spectrum film showed the existence of C-O ester on 1184 cm-1 region. Ester functional group indicated that the film could be biodegraded. The infrared spectrum of the film did not show new functional groups, so we concluded that the film was a product of physical mixture between styrofoam and starch.
Keyword:
|
Judul: Bakteri dan Cacing Parasitik pada Hati dan Saluran Pencernaan Ikan Belut (Monopterus albus
Abstrak: This study aims to identified the bacterial and parasitic worms in the liver and gastrointestinal tract of eels. The identification of isolated bacteria was done by using Gram staining, triple sugar iron agar, citrate, indole and fermentation of sugar. Parasitic worms stained with KOH clove oil for semi-permanent coloring and Semichon's Acetocarmine for permanent staining. Pseudomonas maltophilia, Proteus mirabilis, Pseudomonas aeroginosa, Salmonella sp, and Vibrio cholerae was found in the liver, and Pseudomonas aeroginosa, Salmonella sp., Chromobacterium sp., Enterobacter aerogenes and Vibrio cholerae from the gastrointestinal tract. The results showed that there are two types of parasitic worms in the digestive tract, ie Procamallanus sp., And Acanthocephala sp ..
Keyword: digestive tract, liver, parasitic worms, bacteria, Monopterus albus
|
Judul: Penilaian Konsumen Terhadap Atribut Restoran Oriental Food (Kasus Restoran Makisu dan Shanghai Garden di Gedung Bursa Efek Indonesia)
Abstrak: Seiring peningkatan kegiatan perekonomian di Indonesia, terjadi perubahan gaya hidup pada masyarakat yang bekerja di Jakarta. Salah satunya adalah perubahan pola makan. Pergeseran pola konsumsi makanan dari makanan tradisional ke makanan modern disebabkan oleh (1) peningkatan pendapatan, (2) perubahan gaya hidup, (3) mobilitas yang tinggi di perkotaan, sehingga masyarakat cenderung lebih memilih makanan modern. Intensitas kerja karyawan di Jakarta yang relatif tinggi dan waktu makan siang karyawan yang sangat terbatas mendorong karyawan mendapatkan makanan untuk makan siang yang bersifat cepat, praktis dan nyaman. Kondisi ini merupakan alasan utama bagi pengusaha untuk membuka restoran modern. Bisnis restoran yang sedang berkembang pesat di Indonesia adalah bisnis waralaba yang cepat saji (fast food). Peningkatan pertumbuhan waralaba asing dan lokal di Indonesia setiap tahunnya menyebabkan persaingan yang semakin ketat antara pelaku bisnis restoran. Persaingan mendorong pelaku bisnis untuk terus membangun dan mempertahankan kesetiaan pelanggan. Sehingga setiap pelaku bisnis harus menempatkan orientasi pada kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama. Restoran Makisu dan Shanghai Garden adalah salah satu pelaku pada bisnis tersebut. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi keputusan pembelian konsumen terhadap Restoran Makisu dan Shanghai Garden dan (2) menganalisis preferensi konsumen terhadap pemilihan Restoran Makisu dibandingkan dengan Restoran Shanghai Garden.
Keyword:
|
Judul: Analisis Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Konsumen (Kasus Restoran Warnong, kota Jakarta).
Abstrak: Warnong adalah salah satu usaha dibidang kuliner yang berada di Jakarta. Sekarang ini, meningkatnya persaingan industri kuliner ditandai dengan pertumbuhan positif jumlah restoran yang bersaing. Oleh karena itu, pengambil keputusan harus dapat mengidentifikasi dan memahami perilaku konsumen sehingga usaha yang dijalankan dapat bersaing dengan usaha lain. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dan juga proses keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Metode yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian, mayoritas konsumen yang berkunjung ke Warnong adalah wanita, memiliki usia rentang 18 sampai 25 tahun, berasal dari Jakarta, berstatus belum menikah, memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA, merupakan pelajar, memiliki pendapatan kurang dari Rp 2000000. Hasil penelitian ini juga menunjukkan terdapat lima faktor utama yang mempengaruhi preferensi konsumen antara lain pelayanan dan identitas, kualitas, tampilan dan sarana pendukung, produk, dan suasana.
Keyword: Analisis faktor, karakteristik konsumen, proses pengambilan keputusan konsumen, perilaku konsumen, Warnong
|
Judul: Gambaran Leukosit Domba Ekor Tipis yang Diinfeksi Haemonchus contortus.
Abstrak: The aim of this study was to investigate the effect of Haemonchus contortus infection to white blood cell profile of Javanese thin tail sheep. Twenty males Javanese thin tailed sheep were divided into five groups, namely infected group of 500 L3, 1000 L3, 2000 L3, 4000 L3 and uninfective group as control. The blood and fecal samples were collected from rectum before and three weeks after infection. The blood samples were collected using venoject® from Jugular vein. The fecal samples were collected directly from rectum. The blood samples were examined to determine total of white blood cell (leukocytes) and white blood cell differential, whereas fecal samples to determine egg per gram. The result showed that Haemonchus contortus infections cause an increased total of leukocyte but were not significantly different among of level infection doses (P>0.05). Number of eosinophils were significantly different among uninfected group (P<0.05), but were not significantly different in number of lymphocyte, monocyte, and neutrophil (P>0.05). There where positively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of eosinophil (P<0.05), however were negatively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and neutrophil’s profile (P<0.05). There where no correlation significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of white blood cell, lymphocyte, and monocyte (P>0.05).
Keyword: differential leukocyte, Haemonchus contortus, leukocyte, sheep
|
Judul: Analisis Pengaruh Penciptaan Pengetahuan Terhadap Inovasi PT Agritani Makmur Mandiri Kabupaten Cianjur.
Abstrak: PT Agritani Makmur Mandiri adalah perusahaan swasta nasional yang berdiri pada tahun 2004. Perusahaan bergerak dalam bidang penyediaan pupuk serta solusi produk ramah lingkungan. Penciptaan pengetahuan dan inovasi sangat berperan penting dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan diagram ishikawa untuk mengidentifikasi permasalah yang dihadapi perusahaan, dan menggunakan Structural Equational Modeling (SEM) untuk menganalisis pengaruh proses penciptaan pengetahuan terhadap inovasi perusahaan. Hasil analisis diagram ishikawa menunjukkan bahwa rendahnya produktivitas perusahaan disebabkan oleh faktor yang berasal dari sumberdaya manusia. Berdasarkan hasil analisis SEM yang menyatakan bahwa penciptaan pengetahuan tidak memiliki pengaruh langsung terhadap inovasi PT Agritani Makmur Mandiri, di mana harus ada variabel yang menjadi perantara yaitu tipologi inovasi dan pemecahan masalah.
Keyword: novasi, penciptaan pengetahuan
|
Judul: Pengambilan Keputusan Inovasi Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Prima Tani) oleh Petani, Kasus di Desa Jatiwangi Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat
Abstrak: The purpose of this study are to: (1) Knowing Prima Tani innovation decision-making by farmers and (2) Analyze the factors associated with Prima Tani innovation decision-making by farmers. This research is survey explanatory research using quantitative approaches, supported by qualitative data which took place within the Jatiwangi Village, Garut in February 2009. Data collection techniques are applied by researchers using a questionnaire and interview techniques. Respondents of this study is the farmer members and non-members of farmer groups. Total respondents is 44 persons using stratified random sampling technique. The data have been analyzed using descriptive analysis and Spearman rank correlation test. Most farmers in the Jatiwangi Village Prima Tani innovation decisions. Prima Tani innovation decision-making correlate by farmer perception of extension agent abilitys, farmer perception of extension agent roles, farmer activity in farmer group, compability, complexity, triability, and observability.
Keyword:
|
Judul: Gambaran Leukosit Domba Ekor Tipis yang Diinfeksi Haemonchus contortus.
Abstrak: The aim of this study was to investigate the effect of Haemonchus contortus infection to white blood cell profile of Javanese thin tail sheep. Twenty males Javanese thin tailed sheep were divided into five groups, namely infected group of 500 L3, 1000 L3, 2000 L3, 4000 L3 and uninfective group as control. The blood and fecal samples were collected from rectum before and three weeks after infection. The blood samples were collected using venoject® from Jugular vein. The fecal samples were collected directly from rectum. The blood samples were examined to determine total of white blood cell (leukocytes) and white blood cell differential, whereas fecal samples to determine egg per gram. The result showed that Haemonchus contortus infections cause an increased total of leukocyte but were not significantly different among of level infection doses (P>0.05). Number of eosinophils were significantly different among uninfected group (P<0.05), but were not significantly different in number of lymphocyte, monocyte, and neutrophil (P>0.05). There where positively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of eosinophil (P<0.05), however were negatively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and neutrophil’s profile (P<0.05). There where no correlation significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of white blood cell, lymphocyte, and monocyte (P>0.05).
Keyword: differential leukocyte, Haemonchus contortus, leukocyte, sheep
|
Judul: Studi Kara Rawe (Mucuna Bracteata) Dan Kara Benguk (Mucuna Pruriens) Terhadap Perfoma Sapi Bali Periode Akhir Penggemukan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari performa sapi bali jantan pada akhir periode penggemukan yang mengkonsumsi ransum hijauan berupa kara rawe (Mucuna bracteata) dan growth promoter alami berupa kara benguk (Mucuna pruriens). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 9 ekor sapi bali jantan dibagi menjadi 3 kelompok dan 3 perlakuan. Perlakuan terdiri dari P1 (15% jerami padi), P2 ( 15% kara rawe), dan P3 (15% kara rawe + 16% kara benguk). Parameter yang diuji adalah konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian (PBBH), efisiensi pakan, dan IOFC (Income Over Feed Cost). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua perlakuan 15% kara rawe (P2) dan 15% kara rawe ditambah 16% kara benguk (P3) meningkatkan performa sapi lebih unggul dari P1(171% PBBH dan 160% efisiensi pakan. Nilai IOFC P2 secara ekonomis lebih tinggi yaitu Rp17 283 ekor-1. Simpulan dari penelitian ini bahwa penggantian sumber hijauan jerami padi dengan leguminosa kara rawe (Mucuna bracteata) pada periode penggemukan sapi bali jantan, menunjukkan peningkatan performa dan nilai ekonomi yang lebih baik. Suplementasi kara benguk (Mucuna pruriens) dalam ransum sapi bali jantan dengan hijauan berupa kara rawe (Mucuna bracteata) tidak tepat dilakukan.
Keyword: IOFC, kara benguk (Mucuna pruriens), kara rawe (Mucuna bracteata), performa, sapi bali jantan
|
Judul: Potensi kerbau lumpur sebagai penghasil daging ditinjau dari segi nilai karkas dibandingkan dengan sapi persilangan brahman
Abstrak: Penelitian ini dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap penggemukan dan tahap pemotongan. Tahap penggemukan untuk sapi dimulai dari tanggal 14 Nopember 1985 sampai 30 April 1986 dan untuk kerbau dimulai dari tanggal 21 Nopember 1985 sampai 7 Mei 1986 yang dilakukan di kandang Laboratorium Sapi Daging dan Kerbau Fakultas Peternakan IPB. Tahap pemo- tongan dimulai dari tanggal 21 Mei 1986 sampai 29 Mei 1986 di PT Sampico Adhi Abattoir, Cibitung-Bekasi, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi ternak kerbau sebagai penghasil daging dibandingkan dengan sapi persilangan Brahman ditinjau dari segi nilai karkas dan membandingkan penampilan (performance) selama penggemukan, serta pengaruh ransum (sumber energi konsentrat) terhadap penampilan (performance) dan nilai karkas. Sebanyak 17 ekor kerbau lumpur muda jantan dan 34 ekor sapi muda jantan dari bangsa persilangan Brahman digemukkan selama 168 hari, tetapi hanya diambil 14 ekor kerbau dan 14 ekor sapi untuk contoh. Ada tujuh perlakuan ransum dengan dua ulangan tiap perlakuan. Ransum terdiri dari konsentrat (2% dari bobot hidup) dan jerami padi (ad libitum). Konsen- trat dibedakan atas sumber energi ransum yaitu dedak padi, dedak gandum, jagung dan kombinasinya. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis ragam dengan rancangan acak kelompok berpola faktorial untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati dan interaksinya serta perbedaan parameter yang diamati antara kerbau dan sapi. Mempunyai 2 x 7 faktor perlakuan yang terdiri dari dua jenis ternak (kerbau dan sapi) dan tujuh macam ransum. Kemudian dilakukan uji jarak prosedur Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot hidup harian pada sapi nyata lebih tinggi (P0.01), sedang- kan konversi ransum dan feed cost/gain pada sapi nyata lebih rendah (P0.01) dibandingkan dengan kerbau. Konsumsi bahan kering ransum harian antara kerbau dan sapi tidak berbeda nya- ta. Rataan pertambahan bobot hidup harian pada kerbau 0.79 + 0.12 kg dan pada sapi 1.02 + 0.11 kg. Konsumsi bahan kering ransum harian pada kerbau 6.68 0.83 kg dan pada sapi…dst
Keyword:
|
Judul: Analysis of NaTFSA Electrolytes on Sodium Ion Batteries Using the DC-DFTB-MD Method
Abstrak: Pelarut air digunakan dalam sistem elektrolit NaTFSA pada baterai ion natrium karena sifatnya yang relatif aman. Namun, menghasilkan tegangan yang cukup rendah sehingga memiliki keterbatasan dalam pengaplikasiannya. Untuk mengatasi hal tersebut dikembangkan elektrolit berkonsentrasi tinggi. Pada penelitian ini, pengaruh konsentrasi elektrolit NaTFSA terhadap sifat struktur, dinamika, dan elektronik dianalisis menggunakan metode dinamika molekul pada level mekanika kuantum. Analisis mikroskopik struktur dan dinamika elektrolit NaTFSA menunjukkan bahwa seiring kenaikan konsentrasi, koefisien difusi air menurun sedangkan konduktivitas elektrolit cenderung meningkat sebanding dengan mobilitas ion-ion., The aqueous solvent is used in the NaTFSA electrolyte system in sodium ion batteries because it is relatively safer. However, the voltage window of the sodium ion battery is narrower than that of the lithium ion battery, thus it still limits its practical implementation. To overcome this problem, a high concentration of electrolyte was developed. In this present work, the salt concentration effect on structural, dynamic and electronic properties were analyzed using molecular dynamics methods at the quantum mechanical level. Microscopic analysis of the structural and dynamical properties of the NaTFSA electrolyte showed that as the concentration increased, the water diffusion coefficient decreased while the electrolyte conductivity tended to increase.
Keyword: Conductivity, DC-DFTB, Diffusion constants, NaTFSA electrolytes, Sodium ion batteries
|
Judul: The Statistical Bias Correction for Rainfall Data around Lake Toba Using the Quantile Delta Mappings
Abstrak: Danau Toba, terletak di Sumatera Utara, merupakan danau tektonik dan vulkanik terbesar di Indonesia. Danau Toba memiliki iklim ekuatorial dengan ciri curah melimpah sepanjang tahun. Curah hujan tinggi ditambah dengan peningkatan tiap tahunnya akibat perubahan iklim menyebabkan rentannya terjadi cuaca ekstrim yang tidak dapat diprediksi sehingga merugikan warga sekitar. Dengan demikian, diperlukan suatu model prediksi curah hujan yang dapat mengantisipasi dampak curah hujan ekstrim tersebut. Salah satu model prediksi curah hujan adalah ERA5-Land. Namun model prediksi ini memiliki bias yang dapat dihindari. Metode yang dapat digunakan adalah koreksi bias statistik dengan quantile delta mapping (QDM) dengan mengkoreksi data model ERA5-Land terhadap data observasi BMKG. Metode QDM yang digunakan pada penelitian ini menggunakan dua jenis metode yaitu menggunakan sebaran perbulan dan lengkap. Hasilnya, kedua metode dapat memperbaiki bias pada Stasiun Silaen, Laguboti dan Doloksanggul, dan juga memperbaiki model di musim kemarau iklim ekuatorial di Mei, Juni, Juli, dan Agustus. Namun metode pertama lebih memperbaiki sebaran model di Silaen, dan Laguboti, sedangkan metode kedua memperbaiki sebaran model di Doloksanggul., Lake Toba, located in North Sumatra, is the largest tectonic and volcanic lake in Indonesia. Lake Toba has an equatorial climate characterized by abundant rainfall throughout the year. High rainfall, coupled with annual increases due to climate change, results in vulnerability to unpredictable extreme weather, causing harm to surrounding communities. Consequently, a rainfall prediction model is needed to anticipate the impacts of such extreme rainfall. One of the rainfall prediction models used is ERA5-Land. However, this prediction model has biases that can be avoided. A method that can be used is statistical bias correction using quantile delta mapping (QDM) by correcting ERA5-Land model data against BMKG observation data. The QDM method used in this study employs two types of methods: monthly and full distribution. The results show that both methods can improve biases at Silaen, Laguboti, and Doloksanggul stations, as well as improve the model during the equatorial dry season in May, June, July, and August. However, the first method improves the model distribution more in Silaen and Laguboti, while the second method improves the model distribution more in Doloksanggul.
Keyword: curah hujan, Danau Toba, quantile delta mapping
|
Judul: Evaluasi ketepatan luaran data CMORPH untuk interpolasi data hujan di Indonesia
Abstrak: Kebutuhan akan informasi data hujan yang semakin meningkat namun tidak diiringi dengan ketersediaan tenaga kerja. Alternatif yang sedang berkembang saat ini adalah menggunakan data estimasi satelit yang umumnya masih bersifat global. Studi ini mengevaluasi tingkat ketepatan luaran data CMORPH untuk mengestimasi nilai hujan di suatu wilayah berdasarkan tipe hujan wilayah terkait. Studi ini dilakukan melalui 5 tahap yaitu: (i) Memperoleh estimasi hujan dari luaran CMORPH dengan melakukan downscaling data tersebut untuk setiap wilayah studi dengan mengambil domain 1x1 (grid sesuai dengan posisi stasiun), domain 3 * 3 dan domain 5 * 5 : (ii) Analisis komponen utama untuk mendapatkan komponen terbaik dari domain 3 * 3 dan domain 5x5; (iii) Membangun model hubungan antara hujan observasi dan CMORPH dengan regresi sederhana; (iv) Membangun model hubungan antara hujan observasi dengan komponen utama terpilih; (v) validasi keterandalan model dengan menggunakan data tahun terakhir. Hasil studi ini menunjukkan bahwa luaran data CMORPH pada domain 3x3 sudah cukup mampu menghasilkan nilai estimasi hujan pada titik tertentu yang mendekati nilai observasinya.
Keyword: Permasalahan data hujan, Penginderaan jauh, CMORPH
|
Judul: Leukemia pada kucing
Abstrak: Leukemia pada kucing adalah suatu penyakit yang sangat patogen, disebabkan oleh sejenis virus. Virus ini dikenal sebagai Feline Leukemia Virus atau FeLV. FeLV ini oleh beberapa ahli dikatakan hanya bersifat ganas pada hewan kucing. Penularannya bisa secara horizontal maupun congenital. Kucing pada semua tingkat umur dapat terserang oleh FeLV ini. Khusus pada bentuk "thymic leukemia", virus ini hanya menyerang anak-anak kucing berumur diba- wah 1 tahun. Kucing-kucing liar atau yang tidak terpeli- hara jarang sekali terinfeksi FeLV. Selain dari serangan virus FeLV itu sendiri, maka penyakit leukemia ini bisa disebabkan oleh beberapa fak- tor yang sudah ada dalam tubuh hewan dan sangat menunjang perkembangan penyakit ini, yaitu antara lain tumor, agen toksik, cedera oleh kecelakaan dan gangguan hemopoiesis. FeLV menyerang sel-sel darah dalam tubuh hewan se- hingga pembentukan darah berjalan tidak normal. Terlihat sel-sel darah yang belum dewasa sudah beredar dalam sir- kulasi darah. Bentuk dan jumlahnya tidak lagi seimbang dalam tubuh hewan kucing tersebut. Gejala klinis antara lain kekurusan, ikterus, anemia, lemah, anoreksia, dyspnoe, sulit menelan, batuk, dan membran mukosa pucat. Selain itu kelenjar pertahanan tubuh juga membengkak, kemudian terjadi hepatomegali, spleenomegali dan pembengkakan pada ginjal. Terbentuk massa tumor pada beberapa tempat. Secara biopsy pada sumsum tulang akan terlihat be- berapa perubahan. Sumsum tulang berwarna merah tua atau abu-abu. Konsistensinya lunak dan terdapat banyak sekali memproduksi sel darah putih. Melalui gambaran darah leukemia ini lebih mudah didiagnosa. Jumlah retikulosit rendah sekali. PCV 8-15%, hemoglobin menurun, sel darah putih (WBC) meningkat, lim- fosit meningkat, Alfaglobulin juga ada peningkatan, dan banyak eosinofil yang belum dewasa beredar dalam darah…dst
Keyword:
|
Judul: Perumusan Strategi Pengembangan Usaha Sirup Pala Cielo
Abstrak: Ketersediaan serta pasokan pala yang cukup melimpah dan kontinyu di daerah Bogor dapat menjadi potensi dalam pengembangan usaha industri pengolahan pala. Cielofood Pratama merupakan perusahaan industri pengolahan pala di Kota Bogor yang memproduksi sirup pala Cielo. Pertumbuhan pasar minuman sari buah yang semakin meningkat menciptakan iklim persaingan bisnis antar perusahaan menjadi kompetitif. Hal tersebut membuat Cielofood perlu melakukan pengembangan usaha agar dapat bersaing di pasar minuman sari buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal Cielofood serta melakukan perumusan alternatif strategi pengembangan usaha sirup pala Cielo. Perumusan strategi diperoleh melalui tiga tahap, yakni tahap pemasukan, tahap pencocokan, dan tahap keputusan dengan alat bantu analisis berupa matriks IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSP. Analisis menempatkan Cielofood pada tahap hold and maintain. Diperoleh tujuh alternatif strategi yang dapat diterapkan Cielofood, dan strategi untuk memperbaiki sistem manajerial perusahaan merupakan prioritas utama.
Keyword: sirup pala, formulasi strategi, pengembangan usaha
|
Judul: Strategi Pengembangan Bisnis Superfood (Studi Kasus Rumah Kurma Albarakat)
Abstrak: Bisnis superfood adalah salah satu bisnis yang sedang berkembang sejak tahun 2021. Penelitian ini berfokus di Rumah Kurma Albarakat (RKA), bisnis yang menjual produk superfood dan saat ini mengalami fluktuasi pendapatan akibat ketatnya persaingan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor internal dan eksternal RKA, menganalisis perspektif pelanggan terhadap produk dan merek RKA, serta menyusun dan menentukan alternatif prioritas strategi yang dapat dilakukan oleh RKA. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner kepada pemilik, karyawan, pelanggan RKA, dan serta para ahli. Alat analisis yang digunakan adalah matriks internal factor evaluation-external factor evaluation (IFE-EFE), matriks internal-eksternal (IE), strength-weakness-opportunity-threat (SWOT), dan quantitative strategic planning matrix (QSPM) sebagai bagian dari analisis tiga tahap formulasi, serta analisis 7P untuk mendukung perumusan strategi. Hasil penelitian diperoleh dua belas alternatif strategi dengan priortas utama yaitu memperkuat branding melalui kolaborasi dengan bisnis lain atau tokoh berpengaruh dan pengembangan konten di media sosial. Prioritas kedua adalah menghadirkan suasana atau pengalaman berbelanja yang baru bagi pelanggan RKA. Kata Kunci: analisis tiga tahap formulasi, strategi pengembangan, superfood, Superfood is one of the growing businesses since 2021. This research focuses on Rumah Kurma Albarakat (RKA), a business that sells superfood products and is currently experiencing fluctuations in revenue due to intense competition. The purpose of this research is to identify RKA's internal and external factors, analyze customer perspectives on RKA’s products and brands, and determine alternative strategic priorities that can be implemented by RKA. This research uses observation, in-depth interviews, and questionnaires to the owner, employees, RKA customers, and experts. The analytical tools used are internal factor evaluation-external factor evaluation (IFE-EFE) matrix, internal-external (IE) matrix, strength-weakness-opportunity-threat (SWOT), and quantitative strategic planning matrix (QSPM) as part of the three-stage formulation analysis as well as 7P analysis to support strategy formulation. The results obtained twelve alternative strategies with the main priority is amplify branding through collaboration with other businesses or influential figures and make content development on social media. The second priority is to present a new shopping atmosphere or experience for RKA customers. Keywords: development strategy, superfood, three-stage formulation analysis
Keyword: development strategy, superfood, three-stage formulation analysis
|
Judul: Gambaran Leukosit Mencit (Mus Musculus) Setelah Pemberian Partikel Nano Logam Mangan (Mn).
Abstrak: Mangan merupakan mineral mikro dalam jumlah yang sangat kecil di dalam tubuh, namun mempunyai peranan esensial untuk kehidupan dan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh pemberian partikel nano logam mangan (Mn) terhadap persentase diferensial leukosit mencit (Mus musculus). Hewan coba yang digunakan adalah mencit putih yang diberi partikel nano logam Mn. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima ulangan. Mencit dibagi dalam enam kelompok yaitu 1) kontrol negatif atau KN (tidak diberi partikel nano logam), 2) D1 (diberi partikel nano logam Mn dengan dosis 100 mg/kgBb), 3) D2 (diberi partikel nano logam Mn dengan dosis 300 mg/kgBb), 4) D3 (diberi partikel nano logam Mn dengan dosis 500 mg/kgBb), 5) D4 (diberi partikel nano logam Mn dengan dosis 700 mg/kgBb), 6) D5 (diberi partikel nano logam Mn dengan dosis 760 mg/kgBb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian partikel nano logam Mn secara keseluruhan tidak mempengaruhi persentase jumlah leukosit yang signifikan. Persentase leukosit masih dalam keadaan normal setelah pemberian partikel nano logam Mn.
Keyword: leukosit, logam Mn, mencit
|
Judul: Perubahan Total Suspended Solid (TSS) Pada Umur Budidaya yang Berbeda dalam Sistem Perairan Tambak Udang Intensif.
Abstrak: Penelitian ini dilakukan di kawasan budidaya tambak intensif PT. Centralpertiwi Bahari, Lampung pada bulan Agustus sampai September 2008. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar perubahan Total Suspended Solid (TSS), kandungan klorofil-a dan phaeophytin-a pada setiap tahapan perjalanan air mulai dari air baku (tepat dimulut inlet), di sepanjang saluran inlet, di dalam tambak selama budidaya dan pada saluran pembuang sebelum mencapai perairan umum. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan suatu informasi dalam pengelolaan suatu tambak udang yang ditinjau berdasarkan TSS (Total Suspended Solid) yang berkaitan dengan lingkungan perairan tambak udang intensif. Perubahan konsentrasi TSS mulai dari main inlet (MI) sampai dengan supply canal (SC) relatif mengalami penurunan baik pada sistem tertutup (DOC 30 dan 60) maupun sistem terbuka (DOC 90 dan 120). Penurunan tersebut diduga karena adanya pengendapan. Persentase TVSS lebih rendah pada sistem tertutup daripada sistem terbuka. Kemudian konsentrasi TSS dan persentase TVSS selama proses budidaya mengalami peningkatan karena adanya aktivitas budidaya di tambak dan relatif mengalami penurunan pada sub outlet dan main outlet pada sistem tertutup maupun sistem terbuka. Pada sistem tertutup persentase TVSS lebih rendah daripada sistem terbuka. Hal ini diduga karena banyaknya limbah tambak seiring meningkatnya umur budidaya. Berdasarkan uji t, perubahan TSS antara sistem tertutup dan terbuka relatif tidak berbeda nyata dimana t hitung lebih kecil dari t tabel dengan p lebih dari 0,05. Hal ini dapat berbeda tetapi tidak terlihat secara signifikan perbedaannya menurut statistik. Salah satu penyusun bahan organik TSS dalam perairan yaitu fitoplankton dimana beberapa kandungan yang dimiliki oleh fitoplankton diantaranya yaitu klorofil-a dan phaeophytin-a. Kandungan klorofil-a dan phaeophytin-a pada sistem tertutup dan sistem terbuka dari main inlet (MI) sampai supply canal (SC) tersedimentasi seiring proses pengendapan yang terjadi. Pada tambak budidaya saat DOC 30 dan 60 (pada sistem tertutup) dan saat DOC 90 dan 120 (pada sistem terbuka) kandungan klorofil-a dan phaeophytin-a relatif mengalami peningkatan. Hal ini diduga karena adanya pemberian pakan dan pemupukan di tambak. Pada sistem tertutup di main outlet kandungan klorofil-a menurun dan phaeophytin-a meningkat sedangkan pada sistem terbuka di main outlet kandungan klorofil-a dan phaeophytin-a menurun.
Keyword:
|
Judul: Pengelolaan kualitas air tambak udang di PT.Bumi Lestari Badai, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Abstrak: Selama masa pemeliharaan akan terjadi perubahan-perubahan kualitas air pada budidaya tambak udang. Bila pengelolaan pemberian pakan tidak betul maka kualitas air menjadi tidak layak untuk kehidupan dan pertumbuhan udang. Pengelolaan kualitas air merupakan upaya untuk mengendalikan penurunan dan atau meningkatkan kualitas air hingga selalu layak untuk pemeliharaan udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengelolaan kualitas air yang dilaksanakan oleh PT. Bumi Lestari Abadi pada berbagai masa pemeliharaan udang windu. Penelitian dilaksanakan pada awal Oktober - akhir November 1995 atas dasar pemantauan terhadap perubahan kualitas air di PT. Bumi Lestari Abadi, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian tersebut dilakukan pada masa pemeliharaan 54-89 hari (petak 31), 71-106 hari (petak 25) dan 91-126 hari (petak 13). Padat tebar untuk masing-masing tambak berkisar antara 21-24 ekor/m2 dengan intensitas pergantian air 1-3 hari sebesar 6.2-13.6% (petak 31), 11.1-15.0% (petak 25) dan 3.2-15.2% (petak 13). Jumlah jet O₂ pada akhir pemantauan 6-7 buah. Lokasi stasiun pemantauan ditentukan berdasarkan jarak dari pinggir tambak dan jet O2. Parameter yang dipantau meliputi parameter penting yaitu: bahan organik total tersuspensi dan terlarut (air dan tanah), redoks potensial, amonia, plankton dan konsentrasi O₂ terlarut, serta parameter penunjang yaitu kedalaman, kecerahan, suhu, salinitas, dan pH. Penelitian ini menggunakan enam ulangan dengan jarak antar ulangan satu minggu. Tiap pemantauan dilakukan pada pukul 14.00-15.00 dan 02.00- 03.00 WIB. ...
Keyword:
|
Judul: : Persamaan Tunggal sebagai Representasi Kurva Komposit
Abstrak: A mathematical method is introduced to represent a composite curve based on an extension of analytic geometry. The representation is given either with a single equation or with two equations, in the case of parametric representation. This method permits the representation of composite curves in similar manner to the conventional representation of non-composite curves. Some mathematical tools, including Heaviside unit step function and periodizer function, are used in the establishment of a single equation. In this paper, regular equations of regular and irregular polygon, as well as composite curves of two dimensions, are implemented using a computer algebraic system, Mathematica.
Keyword:
|
Judul: Ragam Jenis Lalat Pengisap Darah di Suaka Rhino Sumatera dan Potensinya sebagai Pengganggu dan Vektor Penyakit Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis).
Abstrak: Badak sumatera merupakan mamalia herbivora asal Indonesia yang terancam punah. Badak sumatera juga merupakan satwa yang sulit untuk dikonservasi secara exsitu karena merupakan satwa yang sensitif pada perubahan lingkungan dan rentan pada penyakit. Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan program konservasi exsitu yang bertujuan utama sebagai breeding center badak sumatera. Sebagai program konservasi exsitu dapat dikatakan SRS berhasil dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ragam jenis lalat pengisap darah (hematophagous flies) di SRS, TNWK serta hubungan lalat tersebut dengan lingkungan SRS. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui potensi lalat pengisap darah di SRS sebagai pengganggu dan vektor penyakit badak sumatera. Spesimen dikoleksi dengan metode Nzi trap dan sweeping net. Penangkapan spesimen dilakukan selama 10 hari dari 29 Juli-7 Agustus 2017. Lalat pengisap darah yang tertangkap kemudian diidentifikasi. Selain itu, diambil juga data suhu harian dengan termometer dan data curah hujan dari BMKG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 443 lalat pengisap darah yang dikoleksi terdiri atas 39 spesies dan 3 genus (Tabanus, Chrysops dan Stomoxys). Spesies dengan dominasi tertinggi dengan metode Nzi trap adalah C. fasciata (17.87%) dan dengan sweeping net adalah T. incultus (11.85%). Tidak ada hubungan antara curah hujan dan suhu harian dengan populasi lalat selama penelitian. Kandang observasi yang terbuka serta lembab dan berlumpur memiliki jumlah lalat terbanyak. Populasi lalat pengisap darah berpotensi sebagai pengganggu dan vektor penyakit pada badak sumatera di SRS, TNWK.
Keyword: badak sumatera, lalat pengisap darah, Suaka Rhino Sumatera, Way Kambas
|
Judul: Infestasi Lalat Penghisap Darah pada Kerbau di Musim Penghujan di Pusat Konservasi dan Pembibitan Kerbau Ciapus Bogor.
Abstrak: UPIK KESUMAWATI HADI dan SUPRIYONO. Lalat penghisap darah dapat menurunkan produktivitas ternak. Kehadiran lalat tersebut pada kerbau menimbulkan stres, menurunkan bobot badan dan berperan sebagai vektor penyakit pada ternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui infestasi lalat penghisap darah pada kerbau dan korelasi antara kepadatan lalat dengan suhu, kelembaban, dan curah hujan. Jumlah kerbau yang diamati dalam penelitian ini sebanyak 5 ekor. Koleksi lalat penghisap darah di sekitar tubuh kerbau dilakukan dengan menggunakan sweeping net, sedangkan jumlah lalat yang menempel di tubuh kerbau dihitung dengan menggunakan counter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lalat penghisap darah yang banyak ditemukan adalah Stomoxys calcitrans dan Haematobia exigua. Lalat S. calcitrans lebih mendominasi dibandingkan dengan H. exigua baik di sekitar kerbau maupun yang menempel pada tubuh kerbau. Lalat S. calcitrans banyak menghisap darah pada regio kaki dengan rata-rata 25 lalat/regio/kerbau/jam pada kisaran 14 - 45 lalat, sedangkan H. exigua banyak menghisap darah pada regio kepala dan leher dengan rata-rata 24 lalat/regio/kerbau/jam pada kisaran 7 - 42 lalat. Korelasi antara kepadatan lalat dengan suhu diperoleh (r = - 0.448), kelembaban (r = - 0.095), dan curah hujan (r = 0.590). Kondisi ini terjadi karena penelitian dilakukan pada periode waktu yang singkat (musim penghujan).
Keyword: Haematobia exigua, infestasi, kerbau, korelasi, Stomoxys calcitrans
|
Judul: : Persamaan Tunggal sebagai Representasi Kurva Komposit
Abstrak: A mathematical method is introduced to represent a composite curve based on an extension of analytic geometry. The representation is given either with a single equation or with two equations, in the case of parametric representation. This method permits the representation of composite curves in similar manner to the conventional representation of non-composite curves. Some mathematical tools, including Heaviside unit step function and periodizer function, are used in the establishment of a single equation. In this paper, regular equations of regular and irregular polygon, as well as composite curves of two dimensions, are implemented using a computer algebraic system, Mathematica.
Keyword:
|
Judul: Dinamika perikanan tuna di Palabuhanratu Sukabumi Jawa Barat
Abstrak: PPN Palabuhanratu merupakan salah satu pelabuhan yang memiliki potensi perikanan tuna yang cukup besar. Produksi ikan tuna yang dihasilkan selama sepuluh tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Alat tangkap yang sering digunakan untuk menangkap tuna di PPN Palabuhanratu adalah tuna longline dan pancing tonda. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dinamika upaya dan produksi tuna dengan alat tangkap pancing tonda dan tuna longline berdasarkan data time series, menganalisis ukuran layak tuna yang tertangkap dan menentukan musim penangkapan tuna. Produksi tuna tertinggi PPN Palabuhanratu dari tahun 2003-2013 terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar 5246,794 ton. Jenis tuna yang tertangkap nelayan pancing tonda dan tuna longline didominasi oleh jenis yellowfin dan bigeye. Berdasarkan analisis length at maturity, sebanyak 98,67% dari sampel yang diambil jenis yellowfin tuna layak tangkap dan 1,33% yang tidak layak tangkap. Sedangkan bigeye tuna 100% yang tertangkap merupakan layak tangkap. Berdasarkan analisis indeks musim penangkapan, pada perikanan tuna longline musim yang tepat untuk menangkap jenis yellowfin adalah bulan Januari, Mei, Juni, Juli, Oktober, November dan Desember Pola musim tuna bigeye terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, Juni, dan Desember. Selanjutnya jenis albacore, pola musim menunjukan waktu yang paling tepat untuk menangkap jenis tuna ini adalah bulan April sampai Agustus. Pada perikanan pancing tonda, pola musim penangkapan yellowfin terjadi pada bulan April sampai September dan November. Sedangkan untuk jenis bigeye, pela musim menunjukan waktu yang paling tepat untuk menangkap jenis bigeye adalah bulan April, Mei, Juli, Agustus, September dan November….
Keyword: Season, Trolling, Palabuhanratu fishing port, Tuna, Longline, Pelabuhan, Alat pancing, Yellowpin, Bigoye, Albacore, Mesin ikan
|
Judul: Produktivitas Armada Penangkapan Pancing di Sekitar Rumpon, Palabuhanratu Jawa Barat
Abstrak: Fishing line with rumpon is the most widely used by fishermen in Palabuhanratu water’s, Sukabumi. This research aims to estimated productivity of fishing line with rumpon in different season, to figure out fishing ground, and total catch of training vessel PSP 01 operated in PPN Palabuhanratu water’s. Surveys method was used in the research and collected the primer and secondary data. The analysis of catch per unit effort (CPUE) was estimated to determine the position of fishing ground of tuna. Result of the research showed that off season during December to February, normal season in March until May, October until November, and peak season from June to September. The productivity of fishing line was increased from off season to peak season. The average CPUE from 2007 to 2011 comprises of 419,88 kg/trip (off season), 582,07 kg/trip (normal season I), 734,47 kg/trip (normal season II), and 818,90 kg/trip (peak season) respectively. The fishing ground of training vessel PSP 01 is located at the southern water’s of Palabuhanratu (07035’188 – 07059’874 South dan 106018’096 – 106025’112 East).
Keyword:
|
Judul: Differential Leukocytes in Mice (Mus muscullus) after Amyloid Beta Aβ40 and Aβ42 Immunization as a Marker of Alzheimer’s Disease.
Abstrak: Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang bersifat irreversibel dan progresif yang terkait dengan perubahan sel-sel saraf, sehingga menyebabkan kematian sel otak dan terjadinya demensia. Pengamatan terhadap diferensial leukosit dapat membantu dalam mendiagnosa penyakit ini dengan tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran diferensial leukosit pada mencit terhadap respon imunisasi amyloid beta Aβ40 dan Aβ42. Penelitian ini menggunakan 22 ekor mencit (Mus muscullus) Balb/c jantan dan betina dengan berat badan 20-35 gr. Mencit dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, kelompok mencit kontrol, kelompok mencit vaksinasi antigen amyloid Aβ40 dan kelompok mencit vaksinasi antigen amyloid beta Aβ42. Sampel darah dimabil melalui vena coccygea sebanyak 0,5 ml setiap mencit. Sampel darah diambil pada hari ke-0, 14 dan 24 setelah diimunisasi. Hasil menunjukkan kelompok mencit yang diimunisasi amyloid beta 40 (Aβ40) dan amyloid beta 42 (Aβ42) menyebabkan peningkatan jumlah limfosit dan neutrofil yang signifikan, sedangkan kelompok mencit kontrol tidak menunjukkan perubahan leukosit yang signifikan. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa pemberian imunisasi antigen amyloid beta Aβ40 dan Aβ42 pada mencit tidak memengaruhi jumlah basofil, eosinofil, neutrofil batang serta monosit., Alzheimer's is an irreversible and progressive neurodegenerative disease associated with changes in nerve cells, leading to brain cell death and dementia. Observation of differential leukocytes can help in diagnosing the disease precisely. This study aims to find out the differential picture of leukocytes in mice against amyloid beta Aβ40 and Aβ42 immunization responses. This study used 22 mice (Mus muscullus) Balb / c male and female with a weight of 20-35 grams. Mice were divided into three groups, namely, the control mice group, the Aβ40 amyloid antigen vaccination mice group and the Aβ42 amyloid beta antigen vaccination mice group. Blood samples are taken through the coccygea vein as much as 0.5 ml per mice. Blood samples are taken on days 0, 14 and 24 after immunization. Results showed the mice group immunized amyloid beta 40 (Aβ40) and amyloid beta 42 (Aβ42) caused a significant increase in lymphocyte and neutrophil counts, while the control mice group showed no significant leukocyte changes. Based on the observations, it can be concluded that immunization of amyloid beta Aβ40 and Aβ42 antigens on mice does not affect the number of basophils, eosinophils, bar neutrophils and monocytes.
Keyword: Alzheimer, Diferensial leukosit, Amyloid beta, Mencit, Alzheimer's, differential leukocytes, amyloid beta, mice
|
Judul: Karakteristik Tegakan Hutan Alam Bekas Tebangan : Studi Kasus di Kalimantan Timur
Abstrak: Tegakan merupakan salah satu komponen penting ekosistem hutan yang selalu mengalami dinamika dari waktu ke waktu. Sebagian besar areal hutan alam di Indonesia pada saat ini merupakan areal bekas tebangan (logged-over area) karena adanya kegiatan pengusahaan hutan oleh pemegang izin UPHHK-HA. Kegiatan pengusahaan hutan ini merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik tegakan hutan. Kegiatan penebangan yang tidak sesuai dengan konsep riap dapat merubah kondisi karakteristik tegakan hutan serta berpengaruh terhadap potensi hutan untuk siklus tebang berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang karakteristik tegakan hutan alam bekas tebangan di Kalimantan Timur. Dengan informasi ini diharapkan dapat diketahui kondisi awal tegakan setelah dilakukan kegiatan penebangan. Informasi ini kemudian digunakan untuk menduga kondisi tegakan pada masa yang akan datang dengan memperhatikan riap dan dinamika struktur tegakannya. Data penelitian ini merupakan data sekunder hasil Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB). Data ini kemudian dianalisis untuk mengetahui sebaran jumlah jenis pohon, jumlah pohon (kerapatan pohon), sebaran komposisi jenis pohon (Dipterocarpaceae dan non Dipterocarpaceae), sebaran jumlah pohon pada setiap kelas diameter pohon dan sebarannya secara spasial. Pada areal hutan alam bekas tebangan ditemukan sebanyak 66 jenis pohon yang terdiri dari 10 jenis Dipterocarpaceae dan 56 jenis non Dipterocarpaceae. Jumlah pohon all species di areal ini berkisar antara 0-1217 pohon/ha dan sebagian besar tersebar antara 250-499 pohon/ha. Komposisi jenis pohon di areal penelitian didominasi oleh kelompok jenis non Dipterocarpaceae. Berdasarkan kelompok kelas diameter, jumlah rata-rata pohon tingkat tiang (diameter 10-19,9 cm) sebanyak 252 pohon/ha, pohon inti (diameter 20-49,9 cm) sebanyak 125 pohon/ha dan pohon berdiameter ≥ 50 cm sebanyak 27 pohon/ha. Berdasarkan Permenhut Nomor: P.18/Menhut-II/2004 dan Elias (2002), sebagian besar plot-plot yang diamati memiliki jumlah pohon tingkat tiang, pohon inti dan pohon berdiameter ≥ 50 cm yang termasuk dalam kategori kurang.
Keyword:
|
Judul: Kerusakan Tegakan Tinggal Akibat Kegiatan Penebangan dan Penyaradan di IUPHHK-HA PT Intertropic Aditama Kalimantan Timur
Abstrak: Pemanenan merupakan salah satu kegiatan terpenting dalam pengelolaan hutan. Penebangan dan penyaradan merupakan kegiatan pemanenan yang paling banyak menyebabkan kerusakan. Penelitian ini dilakukan pada blok tebangan RKT 2015 petak U21 dan petak U22. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe-tipe kerusakan tegakan tinggal serta tingkat keparahannya dan menghitung kerusakan tegakan tinggal akibat kegiatan penebangan dan penyaradan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe kerusakan yang paling banyak akibat kegiatan penebangan dan penyaradan adalah tipe roboh/condong, besarnya tipe kerusakan roboh/condong akibat kegiatan penebangan sebesar 35.37% pada petak U21 dan 46.63% pada petak U22, sedangkan pada kegiatan penyaradan sebesar 51.27% pada petak U21 dan sebesar 60.63% pada petak U22, berdasarkan tingkat keparahan sebagian besar dari kerusakan tegakan tinggal memiliki tingkat kerusakan berat, besarnya kerusakan berdasarkan tigkat keparahannya akibat kegiatan penebangan pada petak U21 dan U22 sebesar 69.51% dan 75.46%, sedangkan pada kegiatan penyaradan pada petak U21 dan U22 sebesar 77.22% dan 72.18%.
Keyword: kerusakan tegakan tinggal, penebangan, penyaradan, tipe kerusakan
|
Judul: Penyelesaian Masalah Rotasi Aliran Fluida Kental Von Karman Menggunakan Metode Homotopi
Abstrak: Von Karman equation is an equation that describes fluid viscous flow induced by infinite disk rotation. By assuming steady flow and laminar, viscous incompressible fluid flow is represented in Von Karman equation by an angular velocity and the vertical direction velocity as the independent variables. Von Karman equation is a nonlinear problem that is solved using the homotopy method. The use of homotopy method is done by defining an homotopy function that requires auxiliary parameters to control the convergent region of the solution. The solution is a recursive formula with given initial conditions. Using software based-functional shows that velocity components converge to a value.
Keyword:
|
Judul: Tren Produksi dan Kebutuhan Ayam Ras Pedaging Pada Masa Sebelum dan Saat Pandemi di Indonesia
Abstrak: Ayam ras pedaging merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki protein tinggi dengan cita rasa yang enak. Kebutuhan dan konsumsi ayam ras pedaging di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, terutama di masa pandemi Covid-19. Dalam upaya untuk mengetahui tren peningkatan populasi, produksi dan konsumsi ayam pedaging, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tren populasi, produksi dan konsumsi di Indonesia selama periode sebelum masa pandemi (2016-2019) dan saat masa pandemi (2020-2022). Penelitian berdasarkan data sekunder berupa data ayam ras pedaging dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016-2022. Data yang diambil meliputi populasi, produksi, sentra produksi ayam pedaging di Indonesia. Data yang diperoleh dikumpulkan, ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan konsumsi daging ayam per kapita di Indonesia masih di bawah konsumsi per kapita dunia. Daya produksi nasional ayam ras pedaging sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional daging ayam ras bahkan terjadi surplus. Namun, sebagian provinsi masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan ayam ras pedaging dari produksi di provinsinya. Sentra produksi ayam ras pedaging berada di Provinsi Jawa Barat. Masa pandemi berpengaruh terhadap kegiatan produksi ayam ras pedaging. Hal ini terbukti dengan menurunnya produksi pada tahun 2020 saat terjadi pandemi covid-19.
Keyword: ayam ras pedaging, konsumsi, populasi, produksi, tren
|
Judul: Respon Ayam Pedaging Terhadap Teknik Pertumbuhan Kompensasi:Taraf Pemakaian Serbuk Gergaji dan Minyak Ikan terhadap Karkas dan Non-Karkas.
Abstrak: Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang kaya akan gizi, memiliki cita rasa yang enak dan harganya lebih murah dibanding daging sapi. Permintaan daging ayam di pasaran semakin meningkat, hal ini disebabkan oleh beberapa factor, yaitu : meningkatnya jumlah penduduk, bertambahnya pendapatan masyarakat, meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi, menjelang hari raya dan banyak dibukanya rumah makan siap saji. Penjualan daging ayam saat ini selain dalam bentnk karkas utuh dapat juga dijual dalam bentuk potongan-potongan karkas seperti dada, paha atas, paha bawah, sayap dan punggung. Hal ini bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam memilih agar sesuai dengan selera dan daya belinya.
Keyword:
|
Judul: : Persamaan Tunggal sebagai Representasi Kurva Komposit
Abstrak: A mathematical method is introduced to represent a composite curve based on an extension of analytic geometry. The representation is given either with a single equation or with two equations, in the case of parametric representation. This method permits the representation of composite curves in similar manner to the conventional representation of non-composite curves. Some mathematical tools, including Heaviside unit step function and periodizer function, are used in the establishment of a single equation. In this paper, regular equations of regular and irregular polygon, as well as composite curves of two dimensions, are implemented using a computer algebraic system, Mathematica.
Keyword:
|
Judul: Optimizing Retention of Insurance Companies for Stop Loss Reinsurance using the Value at Risk Method
Abstrak: Perusahaan asuransi seringkali mengalami fluktuasi pendapatan dan pengeluaran pembayaran klaim yang dapat mengakibatkan kerugian atau kesulitan membayar klaim, maka dalam suatu perusahaan asuransi pembagian risiko diperlukan. Reasuransi merupakan salah satu mekanisme transfer risiko dari perusahaan asuransi kepada reasuradur. Salah satu jenis reasuransi yang sering digunakan adalah reasuransi stop loss. Dalam membagi risiko, ditentukan proporsi perusahaan dan reasuradur, hal ini disebut retensi. Retensi penting untuk ditentukan agar perusahaan tidak terlalu banyak membayar premi reasuransi namun tidak terlalu banyak menanggung risiko. Penentuan retensi yang optimal dapat dilakukan menggunakan Value at Risk dengan asumsi retensi bergantung pada distribusi besar klaim dan faktor loading. Dengan tingkat kepercayaan 90%, untuk faktor loading sebesar 10%, 20%, dan 30% diestimasi retensi optimalnya yaitu sebesar Rp. 170,351,556, Rp. 325,904,536, dan Rp. 468,982,963, dan risiko yang dialihkan ke reasuradur sebesar sisa klaim apabila besar klaim melebihi retensi optimalnya.
Keyword: reasuransi, retensi, stop loss, Value at Risk
|
Judul: Pendugaan Ukuran Risiko dari Risiko Total dengan Claim Severity yang Menyebar Exponentiated Inverted Weibull
Abstrak: Risiko total adalah jumlah dari semua risiko yang dialami dalam suatu periode waktu tertentu yang terdiri atas claim severity dan claim frequency. Claim severity merupakan sebaran kontinu taknegatif sedangkan claim frequency biasa dimodelkan dengan sebaran diskret taknegatif. Sebaran risiko total merupakan sebaran compound dari sebaran claim severity dan sebaran claim frequency. Sebaran risiko total yang digunakan pada tugas akhir ini adalah sebaran Poissonexponentiated inverted Weibull dan sebaran binomial negatif-exponentiated inveted Weibull. Pada pemodelan risiko total terdapat dua ukuran penting yaitu Value at Risk (VaR) dan Tail Value at Risk (TVaR) yang dihitung dari sebaran compound. Secara umum, sebaran compound sulit ditentukan secara analitik. Oleh karena itu, digunakan penghitungan secara numerik dengan menggunakan simulasi Monte Carlo. Data yang digunakan dibangkitkan menggunakan software Mathematica 11.0 sehingga diperoleh nilai dugaan Value at Risk (VaR) dan Tail Value at Risk (TVaR).
Keyword: exponentiated inverted Weibull, risiko total, simulasi Monte Carlo, Tail Value at Risk, Value at Risk
|
Judul: Studi Komparatif Saluran Pencernaan Parkit (Melopsittacus undulatus) dengan tinjauan Khusus terhadap Fungsi Tembolok (Telaah Pustaka)
Abstrak: The structure of the digestive tract of Budgerigar (Melopsittacus undulatus) is generally the same as the digestive tract of the other avian, which is cranially start by a pair of beaks down to ventrocaudal and ends by the cloaca. The characteristics of the digestive tract of Budgerigar are in form of its beaks, tongue, crop, stomach, and intestine, which are adapted with the type of food intake. Crop (ingluvies) is an expansible ventral wall of oesophagus with its function as storage and softening chamber. Budgerigar's crop also has the function for softening and regurgitating pellets or food for their young.
Keyword:
|
Judul: Studi pembuatan kamaboko dari ikan tawes (Punctius javanicus Blkr)
Abstrak: Ikan tawes (Puntius javanicus Blkr.) adalah ikan air tawar yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat indonesia umumnya dan memiliki rasa yang enak dan gurih serta merupakan bahan makanan yang disukai masyarakat selain pangan lainnya. Ikan ini termasuk ikan yang mudah dipijahkan secara alami. Ikan tawes pemanfaatannya belum luas sedangkan pembudidayaannya mudah dan banyak dilakukan karena memiliki sifat seperti ikan mas. Ikan tawes memiliki sisik mengkilat dan bersih. Salah satu usaha penyediaan hasil olahan perikanan yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah kamaboko. Kamaboko merupakan salah satu produk hasil diversifikasi di bidang perikanan. Produk ini mirip dengan produk olahan yang sudah lama digemari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bakso dan empek- empek sehingga diharapkan produk kamaboko juga akan digemari masyarakat Indonesia yang akhirnya dapat menambah keragaman produk hasil perikanan. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menentukan frekuensi pencucian (0, 1, 2 dan 3 kali) terbaik yang diuji dengan pengukuran kekuatan gel, pH, uji lipat, uji gigit, pH serta uji derajat putih. Sedangkan penelitian utama merupakan aplikasi dari hasil penelitian pendahuluan yang terbaik akan digunakan / dicobakan pada penelitian utama. Perlakuan yang diberikan pada penelitian utama adalah: Perlakuan keadaan surimi (A) dan konsentrasi tepung tapioka. Perlakuan keadaan surimi terdiri dari 2 taraf yaitu keadaan surimi tidak beku (A₁) dan keadaan surimi beku (A2). Perlakuan konsentrasi tepung tapioka terdiri dari 4 taraf yaitu konsentrasi tepung tapioka 0% (B₁), konsentrasi tepung tapioka 5% (B2), konsentrasi tepung tapioka 10% (B3), konsentrasi tepung tapioka 15% (B4)....
Keyword:
|
Judul: Pengaruh penggunaan jenis tepung pati pada pengolahan kamaboko dari ikan lele dumbo ( Clarias gariepinus ) dan ikan nila merah ( Oreochromis sp )
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis ikan dan jenis tepung pati yang berbeda terhadap penerimaan konsumen/panelis dan beberapa parameter mutu. Selain itu juga mempelajari teknik pengolahan kamaboko yang diharapkan menjadi produk yang dapat dikembangkan di Indonesia. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah: perlakuan jenis ikan (A) dan jenis tepung pati (8). Perlakuan jenis ikan terdiri dari 2 faktor, yaitu ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) (A1) dan ikan nila merah (Oreochro- mis sp) (A2). Perlakuan jenis tepung pati terdiri dari : tanpa penambahan tepung (B1), tepung maizena (B2), tepung terigu (B3) dan tepung tapioka (B4). Parameter yang diamati meliputi uji organoleptik yang terdiri dari penilaian kesukaan konsumen/panelis terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa produk. Sedangkan penguji an kimia dan fisik meliputi penentuan kandungan protein, kandungan lemak, kandungan air, pH dan tekstur secara ob- jektif. Sebagai alat bantu menarik kesimpulan, digunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 2x4 dengan 2 kali ulangan. Dari analisa statistik, diketahui bahwa perlakuan je- nis ikan memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 5% ter- hadap warna produk, kandungan protein, kandungan lemak, kandungan air, pH dan tekstur secara objektif. Sedangkan terhadap aroma, rasa dan tekstur organoleptik, tidak ber- pengaruh nyata. Perlakuan jenis tepung pati memberikan pengaruh nyata pada taraf 5% terhadap warna, tekstur organoleptik, kan- dungan protein, kandungan air serta tekstur secara objek- tif. Sedangkan pada aroma, rasa, kandungan lemak dan PH produk, tidak memberikan pengaruh yang nyata…dst
Keyword:
|
Judul: Cycle Hamilton pada Graf Lengkap, Graf Regular, dan Graf 2-Connected 4-Regular Berorder Kurang dari Sepuluh
Abstrak: Suatu graf disebut graf Hamilton apabila graf tersebut memuat cycle Hamilton, yaitu cycle yang melewati setiap vertex tepat satu kali. Menentukan keberadaan cycle Hamilton pada suatu graf dapat menggunakan syarat cukup yang berupa teorema-teorema yang telah diperkenalkan sejak tahun 1950-an. Beberapa syarat cukup yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah syarat cukup yang berhubungan dengan graf lengkap dan graf regular. Suatu graf lengkap berorder 𝑛������ ≥ 3 dan graf r-regular berorder 𝑛������ ≤ 2𝑟������ + 1 merupakan graf Hamilton, Karena kedua graf tersebut memuat cycle Hamilton. Selanjutnya, syarat cukup tersebut digunakan untuk menentukan keberadaan cycle Hamilton pada graf 2-connected 4- regular berorder kurang dari 10.
Keyword: graf Hamilton, graf regular, graf lengkap, graf 2-connected 4-regular
|
Judul: Kajian Kualitas Buah Delapan Genotipe Pepaya Koleksi Pkbt Pada Dua Stadia Kematangan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas buah yang meliputi sifat fisik dan kimia pada stadia kematangan buah 75 dan 100 % pada delapan genotipe pepaya koleksi PKBT (Pusat Kajian Buah-buahan Tropika). Genotipe yang diamati adalah IPB 1, IPB 2A, IPB 3, IPB 3A, IPB 4, IPB 7, IPB 8, dan IPB 9. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Desember 2008 di kebun percobaan IPB Tajur 1, Bogor. Ruangan untuk penyimpanan buah di kebun percobaan IPB Tajur 1, serta pengamatan sifat kimia dilakukan di Laboratorium Research Group on Crop Improvement (RGCI), Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang disusun secara Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Petak utama adalah perlakuan penyimpanan buah hingga mencapai stadia kematangan 75 dan 100 %. Genotipe buah pepaya yang diamati yaitu IPB 1, IPB 2A, IPB 3, IPB 3A, IPB 4, IPB 7, IPB 8, dan IPB 9 sebagai anak petak. Setiap perlakukan dilakukan 3 ulangan, sehingga terdapat 48 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari satu buah pepaya. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F, apabila terdapat perbedaan yang nyata diantara perlakuan maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Duncan pada taraf 5 %. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan stadia kematangan tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati, kecuali berpengatuh nyata terhadap pH serta berpengaruh sangat nyata terhadap kekerasan kulit buah bagian tengah. Terdapat perbedaan yang nyata diantara genotipe yang diamati pada peubah kekerasan daging buah pada bagian tengah, ATT, kandungan vitamin C, dan karoten. Perbedaan yang sangat nyata terdapat pada peubah panjang, diameter, bobot buah, bobot kulit buah, bobot daging buah, bobot biji, bobot 100 biji, jumlah biji, tebal minimal dan maksimal daging buah, kekerasan kulit buah pada bagian pangkal, tengah, ujung, serta kekerasan daging buah bagian ujung, dan pH, sedangkan pada bagian yang dapat dimakan, kekerasan daging buah bagian pangkal, PTT dan PTT/ATT tidak terdapat perbedaan yang nyata. Koefisien keragaman berkisar antara 3 – 55%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe yang diamati pada kematangan 75 dan 100% pada umumnya memiliki kualitas yang sama, kecuali pada peubah kekerasan daging buah pada bagian tengah dan ujung, kandungan vitamin C serta kandungan karoten. Kualitas buah dapat ditentukan oleh beberapa peubah, yaitu jumlah biji, bagian buah yang dapat dimakan, kekerasan daging buah, nilai PTT, ATT, perbandingan PTT dan ATT, serta kandungan vitamin C dan karoten. Genotipe IPB 4 memiliki jumlah biji yang lebih sedikit dibandingkan dengan genotipe lainnya. Genotipe IPB 3 memiliki keunggulan hampir pada semua peubah yang menentukan kualitas, kecuali pada tingkat kekerasan daging buah yang lunak, nilai ATT yang lebih tinggi serta perbandingan antara nilai PTT dan ATT lebih rendah dibandingkan dengan IPB 2A dan IPB 9. Genotipe IPB 9 dan IPB 7 memiliki keunggulan yang sama pada peubah tingkat kekerasan daging buah, kandungan ATT yang rendah, nilai perbandingan antara PTT dan ATT yang besar, serta nilai pH yang tinggi. Kandungan vitamin C dan karoten yang tinggi dimiliki oleh genotipe IPB 4.
Keyword:
|
Judul: Pengujian Pertumbuhan Tiga Genotipe Pepaya Hibrida (Carica papaya L.).
Abstrak: The research aims to examine the growth and character of three genotypes of hybrid IPB 9 x IPB 1, IPB 9 x IPB 3, and IPB 3 x IPB 9 genotypes in vegetative phase. This research was conducted at The Experimental Field Station PKBT IPB, Tajur Bogor from March to September 2011. The experiment use a randomized complete block design with six genotypes of papaya treatment. The repetition was done six times, with each unit of the experiment are five representative plants. The observation of plant growth per week was perfomed on plant height and leaf number. The observation of petiole colour, trunk diameter, petiole length, leaf length, leaf width, times of the first flowers appear, and the height position of the first flower was done once at the end of the observation that was in the week when the first flower appear. The results showed that IPB 9 x IPB 1 genotype has higher average in leaf number and trunk diameter and shorter average in height position of the first flower appear than another genotypes hybrid of papaya. Genotype of IPB 9 x IPB 3 has shorter average in plant high and smaller size in leaf which not different with IPB 9 x IPB 1. The hybrid genotypes of papaya which tested have a short score of heterosis and heterobeltiosis generally. Based on the estimation value of heterosis, genotype of IPB 9 x IPB 1 can be an alternative in obtaining hybrid because it has more superior character than two other hybrids, that of them is have higher in leaf number, bigger in trunk diameter and strong trunk, and shorter in height position of the first flower than parents genotypes.
Keyword:
|
Judul: Designing Larysa Indonesia’s Business Model: Syar’I Fashion Custom Order Website
Abstrak: Indonesia memiliki potensi pasar yang besar pada industri fesyen muslim. Namun, masih banyak muslimah kesulitan mendapatkan fesyen muslim khususnya busana syar’I sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka secara online. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan permasalahan dalam industri busana syar’I, serta merancang prototype solusi dan model bisnis yang unggul. Penelitian dilakukan pada bulan September 2020 hingga Februari 2021 melalui wawancara online terhadap delapan pihak yang mewakili industri busana syar’I dan penyebaran kuesioner online terhadap 50 responden. Metode yang digunakan adalah porter’s five forces, customer development pada tahap customer discovery, dan business model canvas. Larysa Indonesia diciptakan untuk menyelesaikan permasalahan dengan merancang model bisnis yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kondisi industri busana syar’I masih menguntungkan, menarik bagi calon pendatang baru, dan memiliki intensitas persaingan yang tinggi. Kedua, permasalahan utama yang dirasakan responden yaitu permasalahan ukuran, material, desain, warna, dan informasi produk, serta pelayanan toko. Ketiga, prototype solusi yang ditawarkan berupa website penjualan busana syar’I dengan fitur utama kustomisasi produk. Terakhir adalah model bisnis terverifikasi sesuai dengan kebutuhan dan harapan responden, channels melalui online dan offline, serta harga jual busana syar’I per potong yaitu Rp 150.000 hingga Rp 300.000., Indonesia has prominent market potential in the Muslim fashion industry. However, there are a lot of Muslimah (Muslim woman) who find it difficult to get Muslim fashion, especially syar’I fashion online, that suits their needs and desires. This study aims to identify the conditions and problems that exist in the syar'I fashion industry and to design prototypes of solutions and superior business models. This research is conducted from September 2020 until February 2021 with online interviews with eight respondentsthat represented syar’I fashion industries and online questionnaires to 50 respondents. The study employed porter's five forces, customer development at the customer discovery stage, and the business model canvas. Larysa Indonesia was created for solving problems by designing a suitable business model. The results showed that first, the condition of the syar’I fashion industry is still profitable, attractive to potential new entrants, and has a high intensity of rivalry. Second, the main problems that respondent feel are sizes, materials, designs, colours, product information, and store service. Third, the prototype solution offered is in the form of a syar’I fashion sales website with the main feature of product customization. The last is a verified business model based on the needs and desires of respondents, online and offline channels, and product selling price of syar’I fashion per piece is RP 150,000 to RP 300,000.
Keyword: business model canvas, customer development, porter’s five forces
|
Judul: Viksositas dan sifat kimia jelly drink bio yogurt dalam bentuk granul selama penyimpanan
Abstrak: Yogurt is a milk fermented product that is now very commonly consumed. Probiotic yogurt or bio yogurt, is yogurt enriched with probiotic bacteria Lactobacillus acidophillus and Bifidobacterium bifidum. Bio yogurt is categorized as functional food because of its benefit to human health. Bio yogurt can be diversified into product such as jelly drink. Jelly drink bio yogurt in the form of liquid has a few disadvantages such as low shelf life.
Keyword:
|
Judul: Sifat kimia dan viksositas minuman jelly berbahan baku yogurt probiotik selama penyimpanan pada suhu 4-7°C
Abstrak: Yogurth is a milk fermentation as a result of lactic acid bacteria, which are Streptococcus thermophillus and lactobacillus bulgaricus. Probiotic yogurt is made from yogurt and the addition of probiotic bacteria like Bifidobacterium longum and Lactobacillus acidophilus. The need for functional food increase, so that there is shape for product diversification like probiotic yoghurt to fulfill the need.
Keyword:
|
Judul: Nilai Ekonomi Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) di Kawasan Hutan Batang Toru Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
Abstrak: Satwaliar mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia baik ditinjau dari segi ekonomi, penelitian, pendidikan dan kebudayaan, maupun untuk kepentingan rekreasi dan pariwisata. Untuk menunjang kepentingan ekonomi tersebut, konservasi satwaliar sangat penting. Penelitian ini dilakukan di tujuh desa Kecamatan Sipirok Provinsi Sumatera Utara dengan tujuan mengkaji persepsi masyarakat dan organisasi serta mentukan nilai ekomomi orangutan. Metode yang dipakai untuk memperoleh persepsi adalah wawancara menggunakan skala likert dan nilai ekonomi diperoleh dengan menanyakan willingness to pay terhadap pelestarian orangutan Batang Toru. Persepsi responden masyarakat menunjukkan persentase terbesar 57,9% menyatakan setuju terhadap pelestarian orangutan, sedangkan responden organisasi menunjukkan persentase terbesar 46,6% menyatakan sangat setuju terhadap pelestarian orangutan. Nilai orangutan berdasarkan metode biaya pelestarian berkisar antara Rp390.000.000/tahun sampai dengan Rp490.775.000/tahun. Nilai orangutan berdasarkan willingness to pay menurut masyarakat sebesar Rp65.760/tahun/rumah tangga dan menurut organisasi Rp1.680.000/tahun/rumah tangga. Berdasarkan willingness to pay masyarakat, diestimasi nilai pelestarian satu ekor orangutan bagi masyarakat kecamatan Sipirok sebesar Rp213.062/tahun., Wildlife has a very important role in human life, both from an economic, research, educational and cultural perspective, as well as for recreational and tourism purposes. To support these economic interests, wildlife conservation is very important. This research was conducted in seven villages of Sipirok District, North Sumatra Province with the aim of assessing community and organizational perceptions and determining the economic value of orangutans. The method used to obtain perceptions is interview using a likert scale and economic value is obtained by asking willingness to pay for the conservation of the Batang Toru orangutan. The perception of community respondents show that the largest percentage is 57.9% who agree with orangutan preservation, while organizational respondents show that the largest percentage is 46.6% who strongly agree with orangutan preservation. The value of orangutans based on the conservation cost method ranges from Rp. 390,000,000/year to Rp. 490,775,000/year. The value of orangutans based on willingness to pay according to the community is IDR 65.760/year/household and according to the organization IDR 1.680.000/year/household. Based on the community's willingness to pay, it is estimated that the conservation value of one orangutan for the community of Sipirok sub-district is IDR 213.062/head.
Keyword: economic value, orangutan, perception, likert scale, willingness to pay
|
Judul: Prospek Pemanfaatan Imunoglobulin Y Dalam Bidang Imunoterapi Pada Ikan
Abstrak: Ikan merupakan jenis hewan yang memiliki sistem imun sederhana, sehingga rentan terhadap infeksi berbagai macam patogen. Untuk mengendalikan berbagai penyakit ikan, sejak zaman dahulu telah digunakan antibiotika. Namun, akibat dampak negatif dari penggunaan antibiotika yang relatif tinggi, maka saat ini banyak dilakukan penelitian tentang cara alternatif untuk menangani dan mengendalikan penyakit ikan sebagai bahan pengganti antibiotika. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan Imunoglobulin Y. Imunoglobulin Y merupakan antibodi yang berasal dari telur, yang dapat digunakan sebagai bahan imunoterapi spesifik terhadap berbagai penyakit. Untuk mendapatkan IgY yang spesifik terhadap penyakit ikan terlebih dahulu harus dilakukan penyuntikan antigen (patogen ikan) terhadap ayam. Beberapa penyakit yang diketahui telah berhasil dikendalikan dengan IgY yaitu penyakit bercak merah, penyakit mulut merah, edwarsielosis, vibriosis dan penyakit koi herpes virus (KHV). Cara aplikasi IgY pada ikan yaitu dengan metode perendaman (immersion), peroral, dan injeksi intraperitoneal. Metode perendaman diketahui efektif digunakan pada ikan yang dipelihara dalam skala kecil, sedangkan peroral efektif digunakan pada ikan yang dibudidayakan dalam skala besar dan lingkungan yang relatif luas. Untuk metode injeksi tidak disarankan untuk digunakan karena dapat meningkatkan stres pada ikan, yang dapat menyebabkan kematian. Efek pemberian IgY terhadap ikan yang terinfeksi patogen yaitu dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas ikan.
Keyword: Ikan, IgY, Imunoterapi, Penyakit Ikan
|
Judul: Uji tantang pada ikan gurame (Osphoronemus gouramy) yang diimunisasi peroral dengan imunoglobulin Y (lgY) anti Aeromonas hydrophila melalui pelet
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya lindung imunisasi peroral imunoglobulin Y (lg-Y) anti A. hydrophilla yang dicampurkan dalam pelet sebagai imunisasi pasif untuk mencegah aeromonosis septicaemia (MAS) oleh A. hydrophilla pada ikan gurame.
Keyword:
|
Judul: Surakarta: Perkembangan Kota Ditinjau Dari Perubahan Kondisi Sosial Pada Bekas Ibukota Kerajaan Di Jawa.
Abstrak: Suatu lanskap tidaklah terbentuk begitu saja namun memiliki sejarah perkembangannya sendiri. Pengaruh peristiwa alam dan intervensi manusia pada lanskap dan lingkungannya akan menimbulkan suatu bentukan yang khas pada wajah lanskapnya yang akan terlihat berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Lanskap yang dibangun manusia dalam suatu periode sejarah dapat merefleksikan kebudayaan, ekonomi dan "political nature" suatu masyarakat yang dengan mempelajarinya dapat lebih memahami manusia yang ada sekarang serta bagaimana mereka mengekspresikan dirinya dalam pembangunan lanskapnya (Carpenter ef.al., 1975). Dengan kata lain sejarah adalah suatu proses yang menyertai terbentuknya suatu lanskap, termasuk diantaranya lanskap suatu kota.
Keyword:
|
Judul: Gambaran darah kerbau (Bubalus bubalis) di rumah potong hewan (RPH) Cakung Jakarta Timur
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari gambaran darah kerbau dengan cara, menganalisis serum yang meliputi total 8 protein, albumin, globulin, rasio albumin dan globulin, kholesterol, betalipoprotein, bilirubin, kalsium, fosfor, magnesium, besi, Glutamat Oksaloasetat Transaminase (GOT), Glutamat Piruvat Transaminase (GPT), dan alkali fosfatase. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan yaitu pada bulan Januari sampai Februari 1990 dengan mempergunakan contoh darah kerbau (Bubalus bubalis) yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH) Cakung Jakarta Timur. Pengambilan contoh darah kerbau dilakukan tanpa memperhatikan faktor umur, jenis kelamin, gejala klinis dan patologis, dan asal- usul kerbau yang berada di RPH Cakung Jakarta. Sehingga gambaran darah kerbau ini bukan merupakan pencerminan dari kondisi hewan yang digunakan untuk penelitian. Untuk pemeriksaan semua komposisi darah digunakan serun. Diambil 10 ml darah kemudian disimpan pada suhu 37°C beberapa lama sampai terbentuk serum. Serum yang terbentuk dipisahkan dari bekuan darah dengan pipet atau jika butir-butir darah merah masih terbawa, serum dipisahkan dengan pemusingan (sentrifugasi). ...
Keyword:
|
Judul: Pemeriksaan laboratorium terhadap gambaran darah sapi di rumah potong hewan Kotamadya Bogor ( Oktober - Nopember 1985 )
Abstrak: Darah memegang peranan penting dalam sistem sirkulasi tubuh. Secara normal komposisi darah pada hewan dipertahankan selalu mantap demi kesehatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data gambaran darah hewan normal. Selain itu juga untuk mengetahui kesehatan hewan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biokimia bagian Biokimia, Institut Pertanian Bogor, yang dimulai dari tanggal 15 Oktober 1985 sampai 6 Nopember 1985. Bahan berupa darah contoh yang diambil dari sapi-sapi di Rumah Potong Hewan Kotamadya Bogor. Pemeriksaan darah dilakukan dengan metode yang biasa dilakukan di Laboratorium bagian Biokimia, Institut Pertanian Bogor. Berdasarkan hasil pemeriksaan nampaknya nilai hematologi rata-rata dari kelompok hewan yang diperiksa tidak mengalami penyimpangan atau kelainan. Walaupun bila dilihat secara individu ada yang menunjukkan peningkatan dan penurunan dari kisaran normal.
Keyword:
|
Judul: Planning for the Public Open Space of Luaha Nou-Talu Saombo-Ture Mba'a with the Integration of Historical Aspect of the Coastal Area in the Gunung Sitoli City
Abstrak: Kota Gunungsitoli merupakan kota utama, pusat perekonomian, dan pintu gerbang menuju Kepulauan Nias. Kondisi tersebut berdampak pada pertumbuhan penduduk serta kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka publik khususnya di Kecamatan Gunungsitoli. Terletak di sepanjang pesisir Kota Gunungsitoli, ruang publik Kecamatan Gunungsitoli memiliki lokasi yang strategis dan menyimpan nilai-nilai sejarah penting yang perlu dilestarikan. Namun, perlu adanya pertimbangan terhadap potensi bahaya lanskap mengingat lokasi ini berada pada area pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ruang terbuka publik di kawasan pesisir Kota Gunungsitoli yang merepresentasikan karakter sejarah lokal dan responsif terhadap potensi bahaya lanskap. Penelitian ini mengikuti proses perencanaan lanskap dan menerapkan metode spasial dan kualitatif untuk mengatasi aspek fisik-biofisik dan nonfisik. Analisis spasial menunjukkan bahwa 39% area sesuai untuk ruang publik terbuka, 31% cukup sesuai, dan 30% tidak sesuai. Hasil ini selanjutnya menjadi dasar untuk mengembangkan rencana blok berdasarkan intensitas pembangunan dan interpretasi sejarah. Konsep dasar perencanaan ruang terbuka publik ini ialah menjadikan kawasan pesisir Luaha Nou-Talu Saombo-Ture Mba’a sebagai lanskap ruang terbuka publik yang inklusif bagi semua kelompok usia, sekaligus berperan dalam pelestarian sejarah kota dan bersifat responsif terhadap bahaya lanskap.
Keyword: landscape planning, public open space, historic urban landscape, landscape hazard, coastal area
|
Judul: Produktivitas alga hydrodictyon pada sistem perairan tertutup (Closed System)
Abstrak: Keberadaan fitoplankton di perairan sering mengalami fluktuasi. Semakin meningkat kandungan nutrien di perairan, semakin meningkat pula pertumbuhan fitoplankton. Chlorophyceae berfilamen banyak ditemukan dan dapat tumbuh dengan baik di perairan tawar. Salah satu alga berfilamen dari kelas Chlorophyceae yang merupakan sumber utama makanan ikan air tawar adalah Hydrodictyon. Ikan nilem dan ikan nila memanfaatkan alga berfilamen dalam proses pembesarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produktivitas atau laju produksi alga Hydrodictyon di kolam yang mendapat tambahan nutrien tertentu. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan (Mei–Juni 2010) dan penelitian utama (Juni-Agustus 2010). Penelitian dilakukan di kolam percobaan Babakan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Dramaga, Bogor. Pada penelitian pendahuluan, alga yang digunakan adalah Spirogyra dan Hydrodictyon. Pada penelitian utama hanya satu alga yang ditumbuhkan, yaitu Hydrodictyon sebesar 5 gram berat basah pada masing-masing perlakuan pupuk. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan anorganik. Ada tiga komposisi pupuk yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 100% untuk komposisi pupuk organik (PO), 85% pupuk organik dengan 15% pupuk anorganik (POA), dan 100% pupuk anorganik (PA). Pemupukan dilakukan setiap lima hari. Pengumpulan data dilakukan setiap 7 hari meliputi pengukuran biomassa basah dan kering Hydrodictyon dengan menggunakan bingkai transek yang berukuran 15 cm x 15 cm x 10 cm, penentuan waktu penggandaan (doubling time), dan kualitas air. Model rancangan penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL), kemudian dilakukan uji F yang dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT).
Keyword:
|
Judul: Studi pemanfaatan senyawa nitrogen pada setiap fase pertumbuhan kultur chlorella sp skala laboratorium
Abstrak: Nitrogen merupakan unsur kimia paling melimpah di alam, yang menyusun + 78% dari total komposisi atmosfir (dalam bentuk N₂). Namun pada ekosistem perairan (laut maupun tawar), nitrogen menjadi salah satu faktor pembatas utama laju pertumbuhan fitoplankton. Hal ini ternyata berhubungan dengan kemampuan fitoplankton dalam memanfaatkan jenis senyawa nitrogen yang tersedia di perairan. Umumnya organisme laut memanfaatkan senyawa nitrogen dalam bentuk NH4 atau NO3 yang jumlahnya di laut lebih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menduga preferensi mikroalga Chlorella sp dalam memilih bentuk senyawa nitrogen yang tersedia di perairan dan menduga besarnya senyawa nitrogen yang dikonversi ke dalam bentuk biomassa organik Chlorella sp. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan bertujuan untuk memperoleh kurva pertumbuhan Chlorella sp dan dilakukan dengan cara mengkultur dan menghitung kepadatan sel Chlorella sp dari hari ke hari. Pada penelitian utama dilakukan pengukuran kepadatan sel, parameter fisika (suhu, pH, salinitas, intensitas cahaya), pengukuran konsentrasi senyawa N (NO3, NO2, NH4, dan N organik) dalam media kultur, dan pengukuran kandungan N dalam biomassa organik. Pengambilan dan pengukuran sampel dilakukan sebanyak 5 kali sesuai dengan fase fase - pertumbuhan Chlorella sp. Dari penelitian pendahuluan diperoleh kurva pertumbuhan dan fase pertumbuhan Chlorella sp sbb: Fase lag (hari ke-0-1), Fase Logaritmik (hari ke-1- 12), Fase Penurunan laju pertumbuhan (hari ke-12-18), Fase Stasioner (hari ke-18- 75), dan Fase Kematian setelah hari ke 76. Pertumbuhan Chlorella sp diikuti dengan perubahan warna kultur dari hijau muda (hari 0) menjadi hijau (hari 7) kemudian hijau tua (hari 22) dan hijau kekuningan (hari 77). ...
Keyword:
|
Judul: Digital Marketing Communication Strategy in Increase Brand Awareness of Gora Coffee and Eatery
Abstrak: Peningkatan jumlah konsumsi kopi di Indonesia sejalan dengan pertumbuhan bisnis kedai kopi di Indonesia yang terus meningkat. Hal ini membuat pengusaha kedai kopi perlu memperhatikan kesadaran merek dalam menghadapi persaingan. Selain itu, pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen mengalami perubahan sejak pandemi COVID-19 sehingga diperlukan strategi komunikasi melalui media digital guna menjaga eksistensi merek. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan strategi komunikasi pemasaran digital pada merek kedai kopi Gora Coffee and Eatery dalam meningkatkan kesadaran merek. Analisis deskriptif digunakan untuk melakukan analisis dan evaluasi strategi komunikasi pemasaran digital yang telah dilakukan oleh Gora Coffee and Eatery. Selain itu dilakukan pengukuran tingkat kesadaran merek melalui piramida brand awareness yang selanjutnya menganalisis pengaruh kesadaran merek terhadap keputusan pembelian konsumen. Hasil dari penelitian ini merupakan usulan strategi berdasarkan hasil evaluasi strategi dan pengukuran kesadaran merek melalui faktor-faktor pembangun kesadaran merek pada media digital yaitu brand exposure, customer engagement, dan E-WOM
Keyword: brand awareness, coffee shop, customer purchase decision, digital marketing communication
|
Judul: Penyelenggaraan Makanan serta Sumbangannya terhadap Kecukupan Gizi Karyawati di PT Unitex, T.bk
Abstrak: Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan makanan serta sumbangannya terhadap kecukupan gizi karyawati di PT.Unitex Tbk. Tujuan khususnya yaitu: (1) Mengetahui penyelenggaraan makan bagi karyawati, (2) Mengetahui karakteristik karyawati, (3) Menganalisis aktifitas fisik karyawati, (4) Menganalisis pengetahuan gizi karyawati, (5) Menganalisis tingkat kecukupan energi (berdasarkan Harris Benedict), (6) Menganalisis tingkat kecukupan zat gizi contoh berdasarkan AKG 2004 , (7) Menganalisis status gizi karyawati, (8) Menganalis kontribusi energi dan zat gizi dari kantin terhadap total konsumsi sehari, (9) Analisis uji beda Paired Sample T-test antara rata-rata konsumsi energi dan zat gizi makanan kantin terhadap rata-rata konsumsi dari luar kantin. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan metode observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner secara langsung di PT Unitex, Tbk Tajur Bogor bulan Juli-Agustus 2011. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Populasi contoh merupakan karyawati bagian produksi yang totalnya sebanyak 153 orang. Kriteria inklusi dalam pengambilan contoh adalah makan di kantin perusahaan dan tidak hamil atau menyusui. Ukuran populasi pekerja wanita pada rekap data pekerja Weaving Departmen berjumlah 124 orang, spinning departmen berjumlah 23 orang, dan dyeing departmen berjumlah 6 orang, dari populasi tersebut dipilih secara acak sederhana (Simple Random Sampling) sehingga diperoleh ukuran contoh 50 orang. Selanjutnya setelah menentukan ukuran sampel keseluruhan, selanjutnya mengalokasikan atau menyebarkan satuan-satuan sampling ke dalam strata dengan menggunakan alokasi proporsional. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi Sistem penyelenggaraan makanan, Karakteristik karyawati yang mencakup nama, umur, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, aktifitas fisik, Aktifitas fisik, Status gizi, Jumlah ketersediaan dan konsumsi makanan. Data sekunder meliputi gambaran umum perusahaan dan gambaran tentang kantin perusahaan. Data-data yang diperoleh, diolah dan dianalisis secara statistik dengan menggunakan Microsoft Excel 2007 dan SPSS Statistics 16.0 for windows. ...
Keyword: Food service, Nutritional sufficiency, Energy protein sufficiency level
|
Judul: Kualitas konsumsi makanan pekerja wanita PT Indo Rama Synthetics Spinning Division
Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas konsumsi makanan melalui nilai ragam konsumsi gizi, nilai ragam konsumsi pangan, mutu cerna dan mutu protein (skor asam amino) pangan, mengetahui kontribusi makanan suplemen terhadap kecukupan gizi pekerja wanita dan mengetahui konsumsi energi, protein, vitamin C dan zat besi pekerja wanita. Penelitian dilakukan di PT. Indo Rama Synthetis Spin- ning Division (PT. IRS sd.), dari bulan Oktober sampai De- sember 1993. Responden terdiri atas, dua kelompok berdasar kan tingkat penerimaan upah pokok harian yaitu Kelompok I antara Rp 2.500,00-Rp 2.750,00 dan Kelompok II antara Rp 3.000,00-Rp 3.500,00. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dari responden dan PT. IRS SD. Analisis data dilakukan secara manual. Kecukupan energi dan protein dihitung sesuai anjuran Komisi Ahli FAO/WHO/ UNU (Hardinsyah & Martianto, 1989). Kecukupan zat gizi lain disesuaikan dengan anjuran Widya Karya Pangan dan Gizi 1993. Konsumsi responden dikonversi ke dalam bentuk energi dan zat gizi lain dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (Departemen Kesehatan RI, 1989), dikoreksi dengan mengunakan Daftar Faktor Konversi Bahan Makanan (Krisdina- murtirin, Mahmud, dan Tarwotjo, 1979). Kualitas konsumsi makanan dihitung dengan Nilai Ragam Konsumsi Gizi (NRKG), Nilai Ragam Konsumsi Pangan (Roedjito, 1989; Guthrie dan Scheer, 1981), mutu cerna dan skor asam amino protein (Hardinsyah & Martianto, 1989).
Keyword: kualitas konsumsi
|
Judul: Mapping of Coastline Changes in the Coastal of Bantul Regency Using Sentinel-2A Satellite Imagery
Abstrak: Pesisir merupakan wilayah yang kompleks akibat interaksi darat dan laut sehingga mudah mengalami perubahan secara fisik seperti perubahan garis pantai. Perubahan garis pantai penting diketahui untuk kajian pengelolaan kawasan pesisir, pemodelan pesisir, studi akresi-abrasi, serta analisis wilayah bahaya. Penelitian bertujuan memetakan dan menghitung laju perubahan garis pantai di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan citra Sentinel-2A pada tahun 2017, 2018 dan 2021. Metode digital shoreline analysis system (DSAS) digunakan untuk menghitung perubahan garis pantai secara statistik maupun geospasial. Lokasi penelitian terbagi menjadi 15 sub-zona dimana abrasi tertinggi terjadi pada Desa Parangtritis bagian timur (Sub-zona E3) dengan laju perubahan garis pantai mencapai -10,03 m/tahun. Abrasi dipengaruhi landainya kondisi pantai, gelombang dengan tinggi mencapai 2,39 m dan arus dengan kecepatan mencapai 0,24 m/s yang menggerus garis pantai serta tidak adanya penghalang di kawasan pantai. Akresi tertinggi terjadi di Desa Parangtritis bagian barat (Sub-zona E1) dengan laju perubahan garis pantai mencapai 9,20 m/tahun. Akresi dipengaruhi material sedimen dari darat yang mengendap dan menambah area garis pantai serta bergeraknya pasir oleh angin di sekitar gumuk pasir., Coastal is a complex area due to land and sea interactions so that it is easy to experience physical changes such as changes in coastlines. Coastline changes are important to know for coastal area management studies, coastal modeling, accretion-abrasion studies, and hazard area analysis. The study aimed to map and calculate the rate of change in coastlines in Bantul Regency, Yogyakarta Special Region using Sentinel-2A imagery on 2017, 2018 and 2021. The digital shoreline analysis system (DSAS) method used to calculate shoreline changes statistically and geospatially. The research location divided into 15 sub-zones where the highest abrasion occured in east Parangtritis Village (E3 sub-zone) with a coastline change rate of -10,03 m/year. Abrasion influenced by gentle coastal conditions, waves with a height of 2.39 m and currents with a speed of 0.24 m/s which erodes the coastline and there is no barrier in the coastal area. The highest accretion occurred in west Parangtritis Village (E1 sub-zone) with a coastline change 9,20 m/year. Accretion influenced by sedimentary material from land that settled and added to the coastline area and the movement of sand by the wind around the sand dune.
Keyword: abrasi, akresi, DSAS, Kabupaten Bantul, abrasion, accretion, Bantul Regency
|
Judul: Deteksi Mycobacterium Avium Subspesies Paratuberculosis Pada Sampel Penyakit Hewan Di Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian
Abstrak: Paratuberkulosis atau Johne’s disease merupakan penyakit infeksius pada ruminansia (sapi, kerbau, domba, dan kambing), disebabkan oleh Mycobacterium avium subspesies paratuberculosis (MAP), ditandai dengan manifestasi enteritis granulomatosa pada saluran pencernaan (usus halus). Infeksi MAP terjadi sejak neonatal dengan masa inkubasi sangat panjang, beberapa bulan sampai tahunan. Gejala klinis pada stadium akhir berupa diare kronis dan kehilangan berat badan yang baru muncul setelah sapi berumur 2 sampai 10 tahun. Penelitian ini menggunakan sampel serum darah sapi sebanyak 361 dari peternakan di daerah Bandung, Bandung Barat, Lebak dan Pandenglang, Yogyakarta dan Klaten, Surabaya, Kebumen, Bandarlampung, Malang, dan Cilegon menggunakan metode sampling by judgement. Pengujian MAP menggunakan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) menunjukkan ditemukannya seropositif MAP sebanyak 7.20% (26/361) dan 0.55% (2/361) sampel suspect, kemudian dilakukan uji konfirmasi pada feses menggunakan PCR primer IS900, 8 dari 28 sampel menunjukkan hasil positif. Selanjutnya, uji konfirmasi PCR menggunakan primer F57 dan F57 Rn tidak memperlihatkan pita DNA MAP pada semua sampel positif tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini tidak ditemukan seropositif dan DNA spesifik MAP.
Keyword: Kata kunci: ELISA, Paratuberkulosis (Johne’s disease), PCR, ruminansia
|
Judul: Pemeriksaan Brucella sp. pada Sampel Penyakit Hewan di Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan koleksi serum positif dan isolat bakteri Brucella sp. di Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP). Identifikasi dilakukan dengan uji Rose Bengal Test (RBT) sebagai uji tapis, uji kultur dan Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai uji konfirmasi. RBT merupakan uji aglutinasi sederhana dengan menggunakan antigen yang direaksikan dengan reagen RBT dan dilakukan pada pH rendah. Hasil positif ditunjukan oleh adanya reaksi aglutinasi. Tiga ratus empat puluh delapan sampel serum sapi diperiksa dengan menggunakan metode RBT dan didapatkan 13 sero positif. Swab vagina dari sampel positif diperiksa dengan metode kultur dalam inkubator CO2 pada suhu 37 oC. Didapatkan satu sampel yang berhasil dibiakan pada media kultur. Hasil positif uji kultur selanjutnya diperiksa kembali dengan PCR. Pemeriksaan lanjutan ini dilakukan untuk memberikan bukti tambahan bahwa sampel berisikan bakteri Brucella sp.
Keyword: Brucella sp., kultur bakteri, PCR, RBT, pemamah biak.
|
Judul: The Effectiveness of Hyundai’s Product Placement in the Spider-Man: No Way Home Movie
Abstrak: Berkembangnya potensi strategi product placement seiring dengan perkembangan teknologi media hiburan menjadikan Hyundai tertarik untuk melakukan strategi tersebut dalam film Spider-Man: No Way Home. Kerja sama Hyundai dengan film tersebut menjadi salah satu strategi product placement yang menarik untuk diteliti lebih dalam karena film tersebut berhasil menjadi film dengan pendapatan terbesar di dunia pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas strategi product placement yang dilakukan Hyundai dalam film Spider-Man: No Way Home dengan memperhatikan beberapa faktor yakni kesesuaian dengan alur cerita, frekuensi, jangkauan, dan dampak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa strategi product placement Hyundai dalam film Spider-Man: No Way Home teridentifikasi sebagai strategi yang efektif dalam tiga dari empat faktor. Sementara pada faktor dampak belum dapat dikatakan efektif sehingga terdapat beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan Hyundai kedepannya., The development of product placement strategies in line with the advancement of media technology has led Hyundai to be interested in implementing this strategy in the Spider-Man: No Way Home movie. The collaboration between Hyundai and this movie serves as an intriguing product placement strategy to be further investigated, as the film has become the highest-grossing film in the world in 2021. This research aims to identify the effectiveness of Hyundai's product placement strategy in the Spider-Man: No Way Home movie considering several factors such as alignment with the storyline, frequency, reach, and impact. The research methodology employed is a qualitative approach using purposive sampling. The findings of the research indicate that Hyundai's product placement strategy in the film Spider-Man: No Way Home is identified as effective in three out of four factors. However, in terms of impact, Hyundai's product placement strategy has not been considered effective so there are several recommendations for Hyundai to consider in the future.
Keyword: efektivitas, Hyundai, product placement, Spider-Man: No Way Hoe
|
Judul: Faktor – Faktor yang Berkaitan dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorejo Ponorogo
Abstrak: Berat bayi lahir rendah (BBLR) merupakan suatu kejadian dimana bayi dengan berat badan kurang dari sama dengan 2500 gram. Pada tahun 2013, terjadi peningkatan kejadian BBLR di tingkat Provinsi Jawa Timur berdasarkan data Riskesdas 2013. Hal ini menjadi indikator masalah kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor yang berkaitan dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Sukorejo Ponorogo tahun 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Data ibu dan kelahiran bayi diperoleh dari register ibu yang terkumpul di bidan - bidan desa dari bulan Januari sampai Desember 2015. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang berjumlah 612. Contoh penelitian terdiri atas 41 kelahiran BBLR dan 41 kelahiran normal. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan yang bermakna paritas, dan jarak kehamilan antara bayi BBLR dan normal. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara paritas (p 0.003), jarak kehamilan (p 0.004), dan status gizi (p 0.048). Faktor yang berkaitan dengan dengan kejadian BBLR yaitu kadar hemoglobin (OR: 2.635 95%CI: 1.007-6.898) dengan nilai R square 15%.
Keyword: cross sectional study, faktor yang berkaitan
|
Judul: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Baduta di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Abstrak: Stunting merupakan tidak berhasilnya pertumbuhan linear yang terjadi pada usia anak-anak akibat kurangnya asupan zat gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang yang berlangsung dalam jangka waktu lama yang ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur kurang dari -2SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang hubungan dengan kejadian stunting di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 37 baduta. Responden merupakan ibu dari baduta yang dijadikan contoh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 37.8% baduta memiliki status gizi stunting¸dan sebanyak 62.2% baduta memiliki status gizi normal. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah adanya riwayat penyakit infeksi, berat badan lahir, tinggi aktual ibu, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu, sedangkan faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah asupan baduta, suplementasi TTD ibu saat hamil, dan paritas ibu.
Keyword: baduta, penyakit infeksi, stunting, tablet tambah darah
|
Judul: Sulfonated Polystyrene-Nafion Composite Gel Polymer Electrolyte for Dye Sensitized Solar Cells Application with Synthetic Dyes
Abstrak: Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan sel surya generasi ketiga dengan kelebihan mudah difabrikasi, biaya produksinya rendah, ramah lingkungan, serta menghasilkan efisiensi konversi daya yang cukup baik. Sistem DSSC tersusun atas elektrode kerja, zat warna, elektrolit, dan elektrode lawan. Elektrolit yang umum digunakan dalam aplikasi DSSC adalah elektrolit cair yang mengandung iodida/triiodida (I-/I3-). Elektrolit cair memiliki kelemahan mudah menguap, sehingga mengakibatkan kinerja DSSC menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan memodifikasi elektrolit cair menjadi gel polimer elektrolit komposit polistirena tersulfonasi-nafion serta membandingkan nilai efisiensi dari penggunaan zat warna merah dan kuning sebagai zat pemeka DSSC. Komposit polistirena tersulfonasi-nafion dibuat dengan lima variasi komposisi 0,00:1,00; 0,25:0,75; 0,50:0.50; 0,75;0,25; 1,00: 0,00. Hasil pengukuran menunjukkan komposisi optimum komposit polistirena tersulfonasi-nafion adalah 0,50:0,50 dengan nilai efisiensi 1,50% untuk zat warna merah dan 1,35% untuk zat warna kuning., Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) is a third generation solar cell with the advantages of being fabricated, low production costs, environmentally friendly, and producing a fairly good power conversion efficiency. The DSSC system consists of a working electrode, dyes, electrolyte, and counter electrode. The electrolyte commonly used in DSSC applications is liquid electrolyte containing iodide/triiodide (I-/I3-). The electrolyte has the weakness of being volatile, which causes the performance of the DSSC to decrease. This study aims to modify the liquid electrolyte into a gel polymer electrolyte composite PSS-nafion and compare the efficiency values of red and yellow dyes as DSSC sensitizers. Sulfonated polystirene-nafion composite was made with five composition variations 0,00:1,00; 0,25:0,75; 0,50:0,50; 0,75;0,25; 1,00: 0,00. The measurement results show that the optimal composite composition of PSS-nafion is 0,50:0,50 with an efficiency value of 1,50% for red dyes and 1,35% for yellow dyes.
Keyword: dye sensitized solar cell, dyes, gel polymer electrolyte, nafion, sulfonated solystirene
|
Judul: Evaluasi Tepung Ceratophyllum Sp. Sebagai Bahan Pakan Untuk Ikan Nila Oreochromis Niloticus
Abstrak: Ceratophyllum Sp. Merupakan Tanaman Air Yang Banyak Tumbuh Di Perairan Tawar Hingga Payau Dan Memiliki Kandungan Protein Cukup Tinggi, Sehingga Berpotensi Sebagai Bahan Pakan Ikan. Penelitian Ini Bertujuan Mengevaluasi Pemanfaatan Tepung Ceratophyllum Sp. Sebagai Bahan Pakan Untuk Pertumbuhan Ikan Nila. Empat Formula Pakan Uji Mengandung Jumlah Tepung Ceratophyllum Sp. Berbeda Yaitu: 0, 10, 20, Dan 30%. Hewan Uji Berupa Ikan Nila Dengan Bobot Awal 17,96 G Dipelihara Dalam 12 Akuarium Berukuran 60x30x40 Cm Dengan Kepadatan 10 Ekor Per Bak. Setelah Pemeliharaan Ikan Selama 45 Hari, Laju Pertumbuhan Harian, Efisiensi Pakan, Retensi Protein, Retensi Lemak Dan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Tidak Menunjukkan Perbedaaan Yang Nyata (P>0,05) Diantara Semua Perlakuan. Oleh Karena Itu Tepung Ceratophyllum Sp. Dapat Digunakan Hingga 30% Dalam Pakan Pembesaran Ikan Nila.
Keyword: Ceratophyllum, Ikan Nila, Pakan, Pertumbuhan
|
Judul: Penambahan Multienzim dalam Pakan untuk Meningkatkan Pertumbuhan Benih Ikan Nila Oreochromis niloticus
Abstrak: Produktivitas pendederan dapat dicapai melalui peningkatan efisiensi pemanfaatan pakan dengan meningkatkan kinerja saluran pencernaan ikan. Upaya dalam meningkatkan kecernaan benih yaitu dengan penambahan exogenous enzyme dalam pakan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian multienzim dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan ikan nila Oreochromis niloticus fase pendederan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan pakan komersial yang diberi multienzim dengan dosis 0, 1, 2, dan 3 g kg-1 pakan sebanyak tiga ulangan. Benih ikan nila yang dipelihara berukuran 1,12±0,09 g dan dipelihara selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukan pemberian pakan yang ditambahkan multienzim dosis 1, 2, 3 g kg-1 pakan secara ad statiation dengan frekuensi 3 kali sehari dapat meningkatkan pertumbuhan secara signifikan. Pemberian multienzim tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan rasio panjang usus/panjang total benih ikan. Kesimpulan yang didapat bahwa pemberian multienzim dengan dosis 1 g kg-1 pakan cukup efektif untuk meningkatkan produktivitas pendederan benih nila.
Keyword: benih, multienzim, nila, pencernaan
|
Judul: The Role of Leaders in Collective Action for the Poor Urban Communities during the Covid-19 Pandemic (Case: An RW in West Bogor District, Bogor City, West Java)
Abstrak: Wabah pandemi Covid-19 sebagai bencana non alam menjadi faktor risiko bagi masyarakat terlebih bagi komunitas miskin. Upaya untuk mencegah serta menanggulangi pandemi Covid-19 ini perlu didukung dengan aksi bersama komunitas serta didorong oleh kepemimpinan yang kuat. Peranan kepemimpinan dalam mengelola bencana selama dan setelah situasi krisis dapat mendorong komunitas berperan aktif dan tangguh di masa pandemi melalui penguatan aksi kolektif. Penelitian ini menganalisis peran pemimpin pada aksi kolektif komunitas miskin perkotaan di masa pandemi Covid-19. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei pada 60 responden yang diperkuat dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara peran pemimpin dengan tingginya tingkat aksi kolektif pada komunitas miskin perkotaan selama Pandemi Covid-19. Pemimpin yang dinilai mampu menggerakkan warga komunitas untuk berpartisipasi aktif pada setiap aksi kolektif selama masa pandemi Covid-19 adalah tokoh Ketua RW, The Covid-19 pandemic as a non-natural disaster is a risk factor for the community, especially for the poor. Efforts to prevent and overcome the Covid-19 pandemic need to be supported by joint community action and strong leadership. The leadership role in managing disasters during and after crisis situations can encourage active and resilient communities during a pandemic through supportive collective action. This study analyzes the role of leaders in the collective action of urban poor communities during the Covid-19 pandemic. Data was collected using a survey method on 60 respondents who conducted interviews. The results showed that the relationship between the role of leaders and the level of collective action in urban poor communities was significant during the Covid-19 pandemic. The leader who is considered capable of mobilizing the community to actively participate in every joint action during the Covid-19 pandemic is the leader of the RW
Keyword: collective action, poor communities, the role of leaders
|
Judul: Kajian Entrepreneurial Marketing Untuk Pengembangan Dan Keberlanjutan Usaha Industri Rumahan Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal
Abstrak: Industri rumahan merupakan industri padat karya yang berhasil menghasilkan berbagai produk serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Pengembangan entrepreneurial marketing dirasa sesuai dengan industri rumahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi karakteristik pelaku usaha dan profil usaha industri rumahan, (2) menganalisis pencapaian entrepreneurial marketing, pengembangan usaha, dan keberlanjutan usaha, serta (3) menganalisis pengaruh entrepreneurial marketing terhadap pengembangan dan keberlanjutan usaha industri rumahan di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, transformasi indeks, dan Structural Equation Modeling (SEM) melalui pendekatan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pelaku usaha memiliki tingkat pendidikan yang rendah namun berada pada usia produktif, kemampuan entrepreneurial marketing, pengembangan usaha, dan keberlanjutan usaha termasuk pada tingkat yang cukup tinggi, entrepreneurial marketing berpengaruh secara signifikan terhadap pengembangan usaha sebesar 53,7%.
Keyword: Industri rumahan, entrepreneurial marketing, Partial Least Square (PLS)
|
Judul: Pengaruh Karakteristik Wirausaha terhadap Kinerja Usaha Pemotongan Ayam di Kelurahan Kebon Pedes, Kota Bogor
Abstrak: Besarnya peluang usaha pemotongan ayam perlu dikembangkan untuk dapat meningkatkan kinerja usahanya. Salah satu faktor yang perlu dibangun adalah sumberdaya manusia yang terkait dengan jiwa dan karakter kewirausahaan. Karakteristik wirausaha diduga berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik wirausaha, kinerja usaha serta menganalisis pengaruh karakterisik wirausaha terhadap kinerja usaha pemotongan ayam di Kelurahan Kebon Pedes, Kota Bogor. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pemotong ayam memiliki karakteristik wirausaha dengan kategori relatif tinggi, sedangkan untuk kinerja usaha berada pada kategori tinggi dan sedang. Semua indikator karakteristik wirausaha dan kinerja usaha yang di uji memberikan pengaruh yang signifikan dengan koefisien yang positif. Secara simultan, karakteristik wirausaha berpengaruh signifikan dengan koefisien yang positif terhadap kinerja usaha pemotongan ayam di Kelurahan Kebon Pedes.
Keyword: karakteristik wirausaha, kinerja usaha, pemotongan ayam
|
Judul: Gambaran Leukosit Domba Ekor Tipis yang Diinfeksi Haemonchus contortus.
Abstrak: The aim of this study was to investigate the effect of Haemonchus contortus infection to white blood cell profile of Javanese thin tail sheep. Twenty males Javanese thin tailed sheep were divided into five groups, namely infected group of 500 L3, 1000 L3, 2000 L3, 4000 L3 and uninfective group as control. The blood and fecal samples were collected from rectum before and three weeks after infection. The blood samples were collected using venoject® from Jugular vein. The fecal samples were collected directly from rectum. The blood samples were examined to determine total of white blood cell (leukocytes) and white blood cell differential, whereas fecal samples to determine egg per gram. The result showed that Haemonchus contortus infections cause an increased total of leukocyte but were not significantly different among of level infection doses (P>0.05). Number of eosinophils were significantly different among uninfected group (P<0.05), but were not significantly different in number of lymphocyte, monocyte, and neutrophil (P>0.05). There where positively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of eosinophil (P<0.05), however were negatively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and neutrophil’s profile (P<0.05). There where no correlation significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of white blood cell, lymphocyte, and monocyte (P>0.05).
Keyword: differential leukocyte, Haemonchus contortus, leukocyte, sheep
|
Judul: Analisis persepsi dan preferensi konsumen lontong opor ayam tuyuhan : di Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang
Abstrak: Lontong Opor Ayam Tuyuhan merupakan makanan tradisional Jawa. yang menjadi masakan khas dari Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang. Masakan ini mempunyai potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan, khususnya dalam mencari nilai tambah produk peternakan khususnya ayam kampung. Karena masyarakat di desa, pada umumnya masih menyukai ayam kampung dibandingkan ayam broiler. Dengan mengetahui persepsi dan preferensi konsumen diharapkan dapat mengetahui selera konsumen. Selera konsumen tersebut dapat dijadikan pertimbangan bagi pedagang opor ayam Tuyuhan untuk mengembangkan strategi alternatif. Pemilihan sampel lokasi ini menggunakan Purposive Sampling, yaitu secara sengaja memilih tempat di pusat penjualan lontong opor ayam Tuyuhan karena tempat tersebut merupakan pusat dan sentra penjualan lontong opor ayam Tuyuhan. Dalam penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif dan Analisis Multiatribut Fishhein. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui karakteristik konsumen. 2) mengetahui tahap-tahap pengambilan keputusan pembelian (tahap menerima pengaruh, menilai. membeli dan mengkonsumsi). 3) mengetahui atribut-atribut produk (persepsi dan preferensi konsumen), dan 4) mengetahui strategi alternatif dalam mengembangkan lontong opor ayam Tuyuhan di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang.
Keyword: persepsi, preferensi, konsumen, lontong
|
Judul: Consumer’s Preference on Chicken Meat in Bengkulu Selatan Regency
Abstrak: Selera dan preferensi masyarakat Bengkulu Selatan terhadap daging unggas akan meningkat bersamaan dengan peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan, peningkatan sektor ekonomi, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pendapat dan preferensi konsumen dalam memilih daging ayam di Kabupaten Bengkulu Selatan. Data diperoleh dari 190 responden berdomisili di Kabupaten Bengkulu Selatan yang pernah membeli daging ayam. dst .., The tastes and preferences of people in South Bengkulu towards poultry meat will increase along with incrase of population and income, increase in economic sector, and development of science and technology. This study aimed to describe the opinions and preferences of consumers in choosing chicken meat in the South Bengkulu Regency. The data were obtained from 190 respondents in Bengkulu Selatan Regency and had bought chicken meat. The data was analysed descriptively by showing tables and figures and analyzed using the Chi-square test (X2) to determine the relationship between the characteristics of respondents and buying behaviour and consumer opinion of chicken meat. The results of the study reported a significant relationship (p < 0.05) between age, gender, occupation, and educational background and frequency of purchase, place of purchase, purpose of purchase, and consumer opinion of chicken meat in Bengkulu Selatan. The criteria for halal-cut chicken was the respondent's first preference in choosing chicken meat, followed by fresh chicken, clean chicken, low-priced chicken, and cold chicken.
Keyword: chicken meat, consumer’s opinion, consumer’s preference
|
Judul: Leukemia pada kucing
Abstrak: Leukemia pada kucing adalah suatu penyakit yang sangat patogen, disebabkan oleh sejenis virus. Virus ini dikenal sebagai Feline Leukemia Virus atau FeLV. FeLV ini oleh beberapa ahli dikatakan hanya bersifat ganas pada hewan kucing. Penularannya bisa secara horizontal maupun congenital. Kucing pada semua tingkat umur dapat terserang oleh FeLV ini. Khusus pada bentuk "thymic leukemia", virus ini hanya menyerang anak-anak kucing berumur diba- wah 1 tahun. Kucing-kucing liar atau yang tidak terpeli- hara jarang sekali terinfeksi FeLV. Selain dari serangan virus FeLV itu sendiri, maka penyakit leukemia ini bisa disebabkan oleh beberapa fak- tor yang sudah ada dalam tubuh hewan dan sangat menunjang perkembangan penyakit ini, yaitu antara lain tumor, agen toksik, cedera oleh kecelakaan dan gangguan hemopoiesis. FeLV menyerang sel-sel darah dalam tubuh hewan se- hingga pembentukan darah berjalan tidak normal. Terlihat sel-sel darah yang belum dewasa sudah beredar dalam sir- kulasi darah. Bentuk dan jumlahnya tidak lagi seimbang dalam tubuh hewan kucing tersebut. Gejala klinis antara lain kekurusan, ikterus, anemia, lemah, anoreksia, dyspnoe, sulit menelan, batuk, dan membran mukosa pucat. Selain itu kelenjar pertahanan tubuh juga membengkak, kemudian terjadi hepatomegali, spleenomegali dan pembengkakan pada ginjal. Terbentuk massa tumor pada beberapa tempat. Secara biopsy pada sumsum tulang akan terlihat be- berapa perubahan. Sumsum tulang berwarna merah tua atau abu-abu. Konsistensinya lunak dan terdapat banyak sekali memproduksi sel darah putih. Melalui gambaran darah leukemia ini lebih mudah didiagnosa. Jumlah retikulosit rendah sekali. PCV 8-15%, hemoglobin menurun, sel darah putih (WBC) meningkat, lim- fosit meningkat, Alfaglobulin juga ada peningkatan, dan banyak eosinofil yang belum dewasa beredar dalam darah…dst
Keyword:
|
Judul: Pengaruh Pemberian ekstrak johar (Cassia siamea lamk.) subakut terhadap fungsi hati kucing (fells catus)
Abstrak: Penyakit malaria merupakan penyakit yang tersebar merata diseluruh Indonesia, tingkat mortalistas dari penyakit ini masih tinggi, hal ini dikarenakan terjadinya resistensi terhadap klorokuin yang biasa digunakan dalam pengobatan malaria. Keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia mendukung untuk pengembangan obat-obatan tradisional menjadi fitofarmaka atau obat modern, salah satunya adalah daun Johar sebagai anti malaria. Dalam pengembangan obat diperlukan beberapa tahapan dengan syarat-syarat tertentu, penelitian ini merupakan salah satu tahapan dalam pengembangan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat toksisitas ekstrak daun johar (Cassia siamea Lamk) subakut terhadap fungsi hati kucing (Felis catus). 15 ekor kucing dibagi dalam 3 kelompok dengan perlakuan yang berbeda, yaitu TEA 5% yang merupakan bahan pelarut ekstrak johar, Johar-1; merupakan ekstrak johar dosis 41 mg/kgBB dan Johar-2, merupakan ekstrak johar dosis 205 mg/kgBB, pemberian dilakukan setiap hari dan contoh darah diambil pada hari ke-0, hari ke-45 dan hari ke-90 melalui vena Cephalica antibrachii atau vena Saphena. Pemeriksaan sel darah merah dan sel darah putih dilakukan menggunakan Sysmex K- 4500 sedangkan pemeriksaan serum Glutamat Piruvat Transaminase (GPT) dan serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (GOT) dilakukan menggunakan Cobas Mira. Hasil penelitian secara statistik (T-test) menunjukkan pemberian TEA 5%, Johar-1 dan Johar-2 tidak mempengaruhi fungsi hati secara umum (P>0,05). Dengan analisa regresi pemberian TEA 5% berhubungan erat dengan peningkatan serum GPT (1-0,938), jumlah RBC (r=0,971) dan penurunan WBC (r=-0,951). Pemberian Johar- 1 berhubungan erat dengan peningkatan serum GOT (1-0,936) dan serum GPT (-0,852). Pemberian Johar-2 berhubungan erat dengan peningkatan serum GOT (r=0,866) dan serum GPT (r=0,924).
Keyword:
|
Judul: Aktifitas Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) Terhadap Perbaikan Hati Tikus Akibat Induksi Etilen Glikol
Abstrak: Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi gambaran mikroskopis hati tikus yang diinduksi etilen glikol dan diberi ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphhon aristatus). Tiga puluh lima tikus berumur 7 bulan dibagi menjadi 7 kelompok yaitu kelompok kontrol, ekstrak daun kumis kucing, etilen glikol, kombinasi ekstrak daun kumis kucing dan etilen glikol, serta etilen glikol yang dilanjutkan dengan ekstrak daun kumis kucing. Dosis yang digunakan adalah 245 mg/kg BB untuk ekstrak daun kumis kucing dan 21.43 mg/kg BB etilen glikol. Masing-masing kelompok setelah perlakuan, dilakukan euthanasia diambil organ hati tikus untuk dibuat preparat histologi dan diwarnai dengan pewarnaan Hematoksin-Eosin. Evaluasi gambaran mikroskopis dilakukan dengan mengamati perubahan pada sel-sel hati yang mengalami nekrosis, degenerasi parenkimatosa, dan degenerasi hidrofik pada tiga sediaan (slide) dari setiap kelompok. Perubahan mikroskopis hati menunjukkan adanya kerusakan pada sel-sel hati yang mengalami nekrosis, degenerasi parenkimatosa, dan degenerasi hidrofik. Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kumis kucing setelah diinduksi etilen glikol, dapat menurunkan rerata kerusakan sel hati yang mengalami nekrosis, degenerasi parenkim, dan degenerasi hidrofik. Pemberian secara bersamaan dalam jangka waktu yang lama dapat merusak sel-sel hati. Ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) dapat menurunkan rerata kerusakan sel yang mengalami nekrosis, degenerasi parenkim, dan degenerasi hidrofik.
Keyword: Daun kumis kucing, etilen glikol, hati tikus, Orthosiphon aristatus
|
Judul: Addition of preposition word graph generator module in bogor_delft_construct application
Abstrak: Knowledge graph is a new method used to analyze text and represent in a graph form. Word graph consists of concept and relation which represents the meaning of a word in a graph form. Ontology used in a word graph structure consists of 8 binary relationships, 4 frame relationships, and a focus. Bogor_Delft_Construct is an application that implements knowledge graph method to analyze text written in Bahasa Indonesia, However, this application still has some limitations in analyzing vocabularies such as prepositions. This research aims to add a module to the application that could generate word graph of preposition based on preposition patterns prosposed by Wulan (2009). The addition of preposition word graph generator module that was done in Bogor_Delft_Construct could recognize 23 prepositions which were followed by its auxiliary words. The preposition’s auxiliary words were divided into 12 documents; each has different nominative meaning.
Keyword:
|
Judul: Studi Kasus: Tumor Kulit Pada Beruang Coklat (Ursus Arctos).
Abstrak: Seekor beruang coklat (Ursus arctos) berjenis kelamin betina yang berasal dari Taman Margasatwa Ragunan, DKI Jakarta-Indonesia didiagnosa menderita tumor kulit. Studi kasus ini bertujuan mengetahui jenis tumor pada beruang coklat yang telah berumur 39 tahun. Beruang sakit (nafsu makan dan aktifitas menurun) sekitar dua bulan dan dilakukan perawatan di kandang individu. Terapi dilakukan dengan pemberian antibiotik dan vitamin. Beruang tersebut mati pada 7 Oktober 2014, kemusian nekropsi segera dilakukan di Divisi Patologi Departemen Klinik, Reproduksi, dan Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Hasil nekropsi ditemukan multinodular berwarna merah tua dengan diameter 5,5 cm. Tumor terlihat menyatu dengan jaringan sekitar tanpa memperlihatkan batas atau tidak terlihat adanya kapsul yang membatasi, pola pertumbuhan yang tidak teratur serta menginvasi jaringan sekitar. Sampel jaringan tumor kemudian diperiksa secara histopatologi. Massa tumor terlihat sel-sel berbentuk pipih atau gelendong(spindled) poligonal dengan ukuran yang bervariasi (Anisositosis). Sitoplasma sel-sel tumor berwarna eosinofilik membentuk penjuluran, dan memiliki nukleus berbentuk bulat sampai oval (tidak seragam) dengan nukleolus berjumlah 1-2. Sel-sel tumor tersusun dalam kelompok yang tidak beraturan dengan jarak yang renggang. Kadang-kadang pada beberapa daerah ditemukan sel-sel tumor yang memiliki pigmen coklat sampai hitam (melanin). Pewarnaan Masson's Trichrome (MT) memperlihatkan adanya pertumbuhan kolagen minimal yang dihasilkan oleh jaringan ikat diantara sel-sel tumor. Pewarnaan imunohistokimia terhadap Desmin, Vimentin, dan S100 memperlihatkan hasil positif dan negatif terhadap Glial Fibrillary Acidic Protein (GFAP). Berdasarkan morfologi dan hasil imunohistokimia, tumor didiagnosa sebagai malignant melanoma.
Keyword: Beruang (Ursus arctos), malignant, melanoma, tumor kulit
|
Judul: Studi Patogenesis Infark Jantung Pada Beruang Coklat (Ursus Arctos).
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenesis infark miokardium pada beruang coklat (Ursus arctos) betina berusia 39 tahun dengan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis. Pengamatan mikroskopis dilakukan dengan menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE) dan Masson’s Trichrome (MT). Hasil pemeriksaan makroskopis menunjukkan bahwa secara umum mukosa terlihat pucat. Pengamatan makroskopis lainnya menunjukkan adanya pneumonia interstitial dan edema pulmonum, peradangan kataralis dan hemoragi pada saluran pencernaan, adanya kista dan perdarahan pada ovarium kanan, deplesi pulpa putih pada limpa, kongesti dan nekrosis multifokal pada hati, nefritis interstitial dan infark pada ginjal, serta infark multifokal pada jantung. Pengamatan histopatologi menunjukkan adanya kongesti dan degenerasi hidropis disertai nekrosis multifokal pada hepatosit, deplesi pulpa putih dan splenitis pada limpa, nefritis interstitial kronis disertai infark dan pembentukan kolagen pada ginjal, serta infark multifokal, degenerasi dan vaskulitis pada miokardium. Gambaran histopatologi menggunakan pewarnaan Masson’s Trichrome menunjukkan bahwa beberapa daerah miokardium telah digantikan oleh jaringan fibrosis dan kolagen. Nefritis interstisialis pada ginjal diduga menjadi faktor predisposisi pembentukan iskemik dan infark miokardium.
Keyword: Beruang coklat, infark, makroskopis, mikroskopis, miokardium
|
Judul: Penambahan modul pembentukan Word Graph kata kerja pada aplikasi BogorDelftConstruct
Abstrak: Knowledge Graph (KG) is one of natural language processing methods that is able to represent the result of semantic analysis of a text in a graph form. Until now, there are only a few researches using KG to do semantic analysis for texts in Indonesian language. They were mainly focus on analyzing text, constructing rules to analyze text and engineering to understand the text. Some other researches have done semantic analysis from various part-of-speech. Nevertheless, the results of the research have not been implemented yet. To realize a long term goal of doing text abstraction automatically, BogorDelftConstruct has been developed as an early stage prototype. In line with that, this research implemented semantic analysis for one part-of-speech in BogorDelftConstruct.
Keyword:
|
Judul: Analysis of M/G/1 Queue Model with Two Phases of Service and Bernoulli Feedback System
Abstrak: Model antrean M/G/1 dengan sistem feedback Bernoulli adalah model antrean dengan proses kedatangan mengikuti proses Poisson. Pada karya ilmiah ini dibahas sistem antrean M/G/1 dengan dua fase layanan. Setelah layanan pertama selesai, pelanggan dapat memilih untuk meninggalkan sistem dengan peluang ... dst, The M/G/1 queueing model with the Bernoulli feedback system is a queueing model with the arrival process following the Poisson process. In this manuscript M/G/1 queueing system with two phases of service is discussed. After the first service is completed, the customer can choose to leave the system with probability ... dst
Keyword: queue, Bernoulli, probability generating function, expected value
|
Judul: Analisis Model Antrean M/M/1 dengan Operasi Server Tiga Mode.
Abstrak: Sistem antrean dapat dideskripsikan sebagai kedatangan pelanggan untuk dilayani, menunggu pelayanan apabila masih ada pelanggan lain yang sedang dilayani, mendapatkan pelayanan kemudian meninggalkan sistem setelah dilayani. Pada karya ilmiah ini dikaji sistem antrean M/M/1 dengan operasi server tiga mode, yaitu mode aktif, mode sleep dan mode pemeliharaan. Kedatangan pelanggan hanya diperkenankan saat server dalam mode sleep dan aktif, pelanggan tidak diperbolehkan datang disaat sistem berada pada mode pemeliharaan. Apabila kedatangan pelanggan pada sistem saat mode sleep, maka server akan bangun dan beralih ke mode aktif untuk melakukan pelayanan. Dengan menggunakan hukum peluang dalam ekspresi integral serta dilakukan konvolusi dari transformasi Laplace, didapatkan solusi transien. Total penyimpanan daya hingga waktu t diperoleh dengan memperhitungkan rata-rata waktu yang dihabiskan di masing-masing mode sleep dan mode pemeliharaan pada interval [0,t]. Selain itu, diperhitungkan laju kedatangan efektif.
Keyword: queue, convolution of Laplace transform, transient, mean time
|
Judul: Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman alpukat (Persia americana Mill) pada andosol Sukamantri, latosol Ciawi dan latosol Dramaga, Bogor
Abstrak: Today in Indonesia, avocado crop still represent as a farm yard, not yet cultivated commercially in agribusiness scale. Spreading not yet flattened and rather tardy, only two provinces that are West Java and East Java, which becoming especial centre production in Indonesia.
Keyword:
|
Judul: Gambaran Histomorfologi ginjal tikus putih pada kondisi Hiperglikemia dan pemberian vitamin E.
Abstrak: Diabetes melitus merupakan penyakit yang banyak dijumpai di berbagai belahan dunia. Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk mempertahankan kadar gula darah mendekati kisaran normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histomorfologis ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) dalam kondisi hiperglikemia dan pengaruh pemberian vitamin E. Penelitian ini menggunakan 12 ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley (250 g) yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok ke-1 sebagai kontrol hanya diberi aquades, kelompok ke-2 diberi vitamin E 80 IU dengan dosis 0.2 ml/ekor, kelompok ke-3 diinduksi streptozotosin (STZ) dosis tunggal 50 mg/kgBB, dan kelompok ke-4 (perlakuan) diberi STZ dengan dosis tunggal dan vitamin E 80 IU selama 19 hari. Pengamatan histopatologi dilakukan dengan menghitung 25 glomerulus untuk setiap ginjal. Tubuli diamati secara deskriptif. Data yang didapat dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui tingkat perbedaan (p<0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin E dengan dosis 80 IU/ekor selama 19 hari dapat mengurangi lesio pada glomerulus berupa degenerasi hingga nekrosa serta pembentukan amiloid pada kelompok diabetik dan non diabetik. Jumlah lesio tertinggi yaitu 19.167±1.155 terdapat pada kelompok STZ sedangkan jumlah lesio terendah yaitu 2.833±1.258 pada kelompok vitamin E.
Keyword: Ginjal, Streptozotosin, Diabetes melitus
|
Judul: Distribusi Sel Insulin Pankreas pada Tikus Hiperglikemia yang Diberi Diet Tempe
Abstrak: Menurut data World Health Organization (WHO), Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus di dunia. Pada tahun 2000 terdapat sekitar 5.6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes. Namun pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50% yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30% yang datang berobat teratur. Komplikasi diabetes melitus terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar dengan penyebab kematian 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal ginjal. Selain kematian, diabetes melitus juga menyebabkan kecacatan. Sebanyak 30% penderita diabetes melitus mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% harus menjalani amputasi tungkai kaki. Pola hidup yang sehat dengan makanan yang terkontrol dapat menekan munculnya penyakit diabetes melitus. Selain sayuran dan buah, tempe juga merupakan makanan sumber protein nabati yang memiliki komposisi asam amino yang tinggi. Badan kesehatan dunia (WHO) bahkan mengakui bahwa tempe sebagai makanan berkhasiat yang dapat mencegah dan mengatasi berbagai penyakit. Hal inilah yang menjadi dasar peneliti untuk mengetahui tentang pengaruh diet tempe terhadap distribusi sel insulin pankreas pada tikus yang menderita diabetes melitus setelah diinduksi dengan steptozotocin (STZ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian diet tempe terhadap distribusi sel insulin pankreas pada keadaan hiperglikemia dari tikus model diabetes dengan induksi streptozotocin (STZ). Sebanyak 12 ekor tikus jantan (Rattus norvegicus) galur Sprague-Dawley berumur 8 minggu digunakan pada penelitian ini. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu K1 (kontrol), K2 (diinduksi STZ), T1 (diinduksi STZ dan diberi diet tempe mengandung arginin 1.4%) dan T2 (diinduksi STZ dan diberi diet tempe mengandung arginin 1.6%). Pada hari ke-7 pasca induksi STZ dilakukan pemberian diet tempe setiap hari sampai hari ke-21. Pada hari ke 21 pasca pemberian STZ dilakukan nekropsi, dilanjutkan dengan pembuatan preparat histopatatologi. Evaluasi histopatologi dilakukan terhadap perubahan dan populasi sel endokrin pankreas di dalam pulau Langerhans menggunakan pewarnaan hematoksilin dan eosin (HE) serta pewarnaan imunohistokimia dengan antibodi anti insulin. Hasil pengamatan histopatologis pada K1 terlihat adanya keteraturan susunan sel endokrin yang menyebar memenuhi pulau Langerhans dengan ukuran sel yang seragam dan bentuk sitoplasma terlihat proporsional terhadap besar inti serta tidak mengalami perubahan (normal). Sedangkan pada K2 menunjukkan adanya lesio pada pulau Langerhans berupa degenerasi sel-sel endokrin, dan beberapa sel menunjukkan nekrosa. Gambaran histopatologis menunjukkan perubahan morfologi pankreas pada T1 yang tidak berbeda nyata dengan K1. Perbedaan yang nyata terjadi pada T1 terhadap K2 dan T2 terhadap K1, tetapi T2 tidak berbeda nyata dengan K2. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian diet tempe mampu memperbaiki lesio sel endokrin khususnya sel beta akibat induksi STZ, sehingga sekresi insulin dapat ditingkatkan. Pengamatan dengan imunohistokimia dilakukan secara deskriptif dengan melihat populasi dan tampilan kadar reaksi Ag dan Ab sel beta yang mengalami perubahan. Reaksi positif keberadaan insulin pada sel-sel beta ditunjukkan dengan perubahan yang berwarna coklat pada sel-sel tersebut. Distribusi sel beta pada K2 lebih sedikit jika dibandingkan dengan K1, sesuai dengan hasil pewarnaan HE bahwa sebagian besar sel-sel beta mengalami degenerasi-nekrosa setelah pemberian STZ. Perusakan STZ terhadap sel beta mengakibatkan sel mengalami apoptosis bahkan sampai nekrosis, sehingga proses biosintesis dan sekresi insulin
Keyword:
|
Judul: Optimasi Penjadwalan Armada Pesawat Terbang
Abstrak: One of the common issues faced by airline companies relies on fulfilling passenger demands for Origin-Destination (O-D) routes using all fleet types. This paper presents an optimization model to determine fleet assignment for each flight route in order to minimize total costs. The total costs consist of the operating cost and passenger spill cost. The model is considered as an integer linear programming which is further implemented within the Citilink airlines schedule, and was solved using software Lingo 11.0. The model produced a fleet assignment in order to fulfill demand for all O-Ds with minimum cost.
Keyword: fleet assignment, integer linear programming, optimization
|
Judul: Sifat Fisik Daging Ayam Hasil Persilangan Pelung Sentul Kampung Ras Pedaging Arab dan Resiprokalnya.
Abstrak: Ayam kampung merupakan salah hewan ternak penghasil daging yang memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dari ayam ras pedaging. Ayam kampung memberikan kontribusi sebesar 14.6% dari total produksi daging unggas di Indonesia. Persilangan antara ayam jantan pelung, sentul, kampung, dan ras pedaging (PSKB) dengan betina arab menghasilkan ayam PSKB-arab dan jantan arab dengan betina PSKB menghasilkan ayam arab-PSKB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sifat fisik daging ayam PSKB-arab dan arab-PSKB. Daging ayam yang digunakan daging bagian dada, paha atas, dan paha bawah yang diperoleh dari 3 ekor ayam jantan dan 3 ekor ayam betina PSKB-arab, 3 ekor ayam jantan dan 3 ekor ayam betina arab-PSKB. Peubah yang diamati adalah pH, keempukan, susut masak, dan daya mengikat air. Perbedaan jenis persilangan tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap nilai pH, keempukan, susut masak, dan daya mengikat air. Perbedaan jenis kelamin berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap keempukan. Daging ayam jantan lebih empuk dibandingkan daging ayam betina. Ayam PSKB-arab dan arab-PSKB memiliki sifat fisik daging yang sama.
Keyword: ayam PSKB, ayam arab, sifat fisik daging
|
Judul: Pertumbuhan G4 Hasil Persilangan Ayam Pelung Sentul Kampung Ras Pedaging (PSKB) G3 sampai Umur 12 Minggu.
Abstrak: Ayam kampung merupakan ayam lokal Indonesia yang berasal dari ayam hutan merah yang telah berhasil dijinakkan namun memiliki produktivitas yang masih rendah. Salah satu cara meningkatkan produktivitas dapat dengan melakukan persilangan antara ayam lokal dengan ayam ras. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji performa pertumbuhan hasil persilangan (G4) antara ayam lokal (ayam pelung, sentul, kampung, dan ras pedaging) pada umur 1-12 minggu. Ayam PSKB G4 yang diukur dalam penelitian ini sebanyak 76 DOC, 18 jantan, dan 30 betina. T test digunakan untuk mengetahui perbedaan rataan bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Berdasarkan hasil penelitian, performa bobot badan, pertumbuhan, konversi pakan ayam PSKB jantan lebih baik jika dibandingkan dengan ayam PSKB betina. Bobot badan jantan PSKB G4 pada umur 12 minggu 1 193.8 dan pada betina 994.9 g. Konsumsi pakan ayam jantan PSKB G4 3 468.97 g dan 3 339.80 pada betina dengan pertumbuhan bobot badan yang fluktuatif. Konversi pakan ayam PSKB G4 terendah 1.579 dan tertinggi 6.430. Koefisien keragaman pada semua peubah PSKB G4 tergolong tinggi. Performa pertumbuhan PSKB G4 masih beragam
Keyword: ayam lokal, performa pertumbuhan, persilangan
|
Judul: Pendugaan Hazard Rate Gempa di Provinsi Aceh dengan Metode Single Decrement
Abstrak: Hazard rate has a significant effect on the earthquake forecasting. If the hazard rate is given then the joint density distribution of earthquake occurrences can be identified. Therefore we need a parametric model that accurately estimates the hazard rate. In this paper a method to estimate the hazard rate at a point ������������ is discussed. The method used is single decrement method. There are two approaches that can be used to estimate the hazard rate using the method of single decrement, those are likelihood approach and the moment approach. The likelihood approach requires an assumption on the distribution of the waiting time of earthquake occurrences. In this paper the distribution of waiting time of earthquake occurrences is assumed to be linear, exponential, and hyperbolic. Estimation of the hazard rate uses earthquake data in Aceh with power greater than or equal to 5 SR. The approach used is likelihood approach. Parametric model obtained from this method is expected to estimate the hazard rate accurately.
Keyword: waiting time., joint density distribution, hazard rate, earthquake
|
Judul: Memperpanjang Umur Simpan Bakso Sapi dengan Pelapisan Tapioka dan Pati Sagu
Abstrak: Meatball is a perishable food. Its shelf life is only about 12 hours to 1 day. Many small meatball manufacturers use prohibited chemicals to extend shelf life of meatball at room temperature. At this research, the shelf life of beef meatballs was extended through reducing the water activity by coating the meatballs with tapioca and sago starch. The meatballs were coated with tapioca and sago starches (roasted or not) in the ratios of 1:1, 1:2 and 2:1. The coated meatballs were stored at room temperature. During storage, the meatballs were observed their sensory properties. The result showed that the shelf life of meatballs could be increased up to 2 days at room temperature. The meatball coated with roasted sago starch at the ratio of 2:1 had 1.1x105 cfu/g on the second day of storage
Keyword:
|
Judul: Physicochemical and Microbiological Characteristics of Meatballs Coated with Aloe Vera Gel (Aloe Vera Linn) as an Edible Coating
Abstrak: Bakso merupakan produk yang mudah mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroba sehingga diperlukan bahan pengawet, seperti gel lidah buaya yang mengandung senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sifat fisikokimia dan mikrobiologis bakso daging sapi yang dilapisi gel lidah buaya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok berdasarkan periode pembuatan bakso dengan dua faktor perlakuan (3 x 2). Faktor pertama adalah pelapisan gel lidah buaya pada bakso sapi dengan 3 taraf perlakuan yaitu 0% lidah buaya (kontrol); 50% lidah buaya; dan 100% lidah buaya. Faktor kedua adalah penyimpanan dalam suhu lemari es (0 dan 7 hari). Hasil analisis fisikokimia menunjukkan bahwa perlakuan gel lidah buaya dan lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap nilai aw dan kadar air, tetapi perlakuan gel lidah buaya berpengaruh terhadap nilai pH bakso (p < 0,05). Perlakuan gel lidah buaya dan lama penyimpanan tidak memengaruhi jumlah E.coli bakso, tetapi berpengaruh terhadap nilai total plate count, serta positif Salmonella sp. pada bakso kontrol setelah penyimpanan hari ke-7. Dapat disimpulkan bahwa pemberian gel lidah buaya sebagai edible coating bakso memengaruhi pH bakso, serta memperbaiki mutu mikrobiologis bakso., Meatballs are easily damaged due to microbial activity, therefore preservatives are needed, such as aloe vera gel containing bioactive compounds. This study was aimed to examine physicochemical and microbiological characteristics of beef meatballs coated with aloe vera gel. The experimental design to be used was a randomized block designed with two factors of treatments. The first factor are the levels of aloe vera gel that consist of 0%, 50%, and 100%. The second factor is storage in refrigerator temperature (0 and 7 days). The results of physicochemical analysis showed that the aloe vera gel treatment and storage time were not significantly different on aw value and water content value, but the aloe vera gel treatment affect the pH value (p < 0.05). Aloe vera gel treatment and storage time did not affect the number of E. coli, but affect the value of total plate count and positive Salmonella sp. on the control meatballs on the 7th day of storage. It can be concluded that aloe vera gel as an edible coating on meatballs has an effect on the pH value, and improves microbiological quality of meatballs.
Keyword: aloe vera gel, beef meatball, microbiological
|
Judul: Best Difference Equation Aproximation to Duffing 's Equation
Abstrak: Persamaan Duffing merupakan persamaan yang sering muncul sebagai model masalah sistem ayun mekanis atau pada masalah rangkaian listrik. Umumnya penyelesaian persamaan ini secara numerik memberikan hampiran dengan gala! yang tinggi, seperti dengan metode Runge-Kutta. Tulisan ini mengkonstruksi suatu persamaan beda untuk menghampiri persamaan Duffing tersebut. Penyelesaian dari persamaan beda ini melibatkan fungsi-fungsi eliptik Jacobi. Berdasarkan penyelesaian ini diperoleh basil bahwa penyelesaian hampirannya persis sama dengan penyelesaian analitiknya. Penyelesaian analitik yang diperolehjuga melibalkan fungsi-fungsi eliptik Jacobi.
Keyword:
|
Judul: Pengaruh jenis asidulan terhadap mutu pure labu kuning (Curcubita pepo L.) selama penyimpanan dan aplikasinya dalam pembuatan puding
Abstrak: Labu kuning merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang sudah lama dikenal dan banyak digunakan masyarakat dalam olahan pangan tradisional, namum belum banyak digunakan sebagai bahan baku industri pangan serta belum banyak diusahakan pengawetannya. Padahal ketersedian labu kuning di Indonesia relatif tinggi. Data Badan Pusat Statistik tahun 2003 menunjukkan hasil rata-rata produksi labu kuning seluruh Indonesia berkisar antara 20-21 ton per hektar. Namun tingkat konsumsi labu kuning di Indonesia masih sangat renda, kurang dari 5 kg per kapita per tahun. Dilihat dari lingkup pengolahan labu kuning yang masih terbatas dan sederhana, pengolahan labu kuning menjadi pure diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah labu kuning.
Keyword:
|
Judul: Pemanfataan Edamame (Glycine max) dan Labu Kuning (Curcubita moschata) pada Pembuatan Kue Kering Sumber Beta Karoten untuk Anak Balita
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan taraf terbaik produk kue kering berbahan dasar tepung edamame dan tepung labu kuning sebagai alternatif cemilan sumber beta karoten untuk anak balita. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan penambahan konsentrasi labu kuning dalam lima taraf, yaitu 0%, 13%, 17%, 20% dan 23%. Penentuan produk kue kering terpilih berdasarkan tingkat kesukaan panelis pada uji hedonik. Secara keseluruhan, kue kering dengan nilai tertinggi adalah kue kering dengan taraf penambahan labu kuning sebesar 20%. Hasil uji kruskal walis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada atribut aroma, rasa dan tekstur (p=0.0) namun tidak pada atribut warna (p=0.166). Kue kering terpilih dengan taraf 20% memiliki berat kandungan zat gizi air, abu, protein, lemak dan karbohidrat secara berurutan sebesar 5.41 g, 0.04 g, 16.05 g, 45.26 g, 33.24 g serta beta karoten sebesar 654.4 mcg dalam 100 gram produk. Produk kue kering edamame labu kuning terpilih memiliki kandungan energi sebesar 604.5 kkal dalam 100 g dan dapat diklaim sebagai pangan sumber beta karoten yaitu sebesar 24.79% berdasarkan Acuan Label Gizi (ALG).
Keyword: beta karoten, edamame, kue kering, labu kuning
|
Judul: Cycle Hamilton pada Graf Lengkap, Graf Regular, dan Graf 2-Connected 4-Regular Berorder Kurang dari Sepuluh
Abstrak: Suatu graf disebut graf Hamilton apabila graf tersebut memuat cycle Hamilton, yaitu cycle yang melewati setiap vertex tepat satu kali. Menentukan keberadaan cycle Hamilton pada suatu graf dapat menggunakan syarat cukup yang berupa teorema-teorema yang telah diperkenalkan sejak tahun 1950-an. Beberapa syarat cukup yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah syarat cukup yang berhubungan dengan graf lengkap dan graf regular. Suatu graf lengkap berorder 𝑛������ ≥ 3 dan graf r-regular berorder 𝑛������ ≤ 2𝑟������ + 1 merupakan graf Hamilton, Karena kedua graf tersebut memuat cycle Hamilton. Selanjutnya, syarat cukup tersebut digunakan untuk menentukan keberadaan cycle Hamilton pada graf 2-connected 4- regular berorder kurang dari 10.
Keyword: graf Hamilton, graf regular, graf lengkap, graf 2-connected 4-regular
|
Judul: Pengujian Umpan Buatan (Arginin dan Leusin) terhadap Ikan Kerapu Macan pada Skala Laboratorium
Abstrak: Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan ikan karang ekonomis penting. Penangkapan ikan karang paling efektif dengan menggunakan bubu (perangkap) yang dalam pengoperasiannya dibutuhkan umpan. Syarat umpan yang baik harus disukai oleh ikan. Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya didapatkan arginin dan leusin dapat dijadikan rangsangan kimiawi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pola pergerakan ikan kerapu macan dalam merespons umpan buatan dan menguji respons ikan kerapu macan terhadap komposisi umpan buatan (arginin dan leusin) yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian pola pergerakan ikan kerapu macan dalam merespons umpan buatan diidentifikasi menjadi tiga pola. Pada kondisi dengan pencahayaan ikan merespons umpan sampai dengan fase finding, sedangkan pada kondisi tanpa pencahayaan ikan hanya merespons sampai dengan fase searching. Berdasarkan penghitungan waktu rata-rata respons arousal dan searching didapatkan hasil waktu respons tercepat terdapat pada umpan A. Perbedaan umpan memberikan pengaruh nyata terhadap waktu respons arousal dan searching baik pada kondisi dengan pencahayaan maupun tanpa pencahayaan. Namun perbedaan umpan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap waktu respons finding pada kondisi pencahayaan.
Keyword:
|
Judul: Pengaruh pakan buatan terhadap kinerja hasil reproduksi induk kerapu tikus Cromileptes altivelis
Abstrak: Penelitian ini dilakukan di BBAP Situbondo yaitu pada bulan September- Desember 2008. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara deskriptif mengenai pengaruh pakan buatan terhadap kinerja hasil reproduksi induk kerapu tikus Cromileptes altivelis. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah induk kerapu tikus Cromileptes altivelis dengan bobot induk kerapu jantan diatas 2,5 kg dan panjang tubuh 40-60 cm. Sedangkan induk betina memiliki bobot diatas 1 kg dengan panjang 25–40 cm. Seluruh induk dipelihara dalam bak beton berbentuk bulat volume 100 ton. Tiap hari air di dalam bak induk dibuang sampai ketinggian air 40-50 cm. Tiap pagi hari induk kerapu diberi perlakuan pakan ikan rucah yang dicampur dengan pakan buatan dalam bentuk moist. Pemberian pakan dilakukan secara ad Satiation atau sampai ikan tidak mau makan lagi. Pengambilan data dilakukan setiap kali induk kerapu tikus memijah yaitu pada awal bulan yang meliputi penghitungan jumlah telur, diameter telur, FR, HR, dan panjang larva awal. Seluruh data yang didapatkan selama perlakuan pakan buatan, dibandingkan dengan data sekunder atau data yang dimiliki oleh BBAP Situbondo selama 2 siklus pemijahan sebelum perlakuan pakan. Selain itu juga dilakukan analisa kualitas air dan analisa asam lemak dari telur kerapu tikus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan Fertilization Rate (FR), Hatching Rate (HR), panjang awal larva dan juga diameter telur. Secara deskriptif diketahui bahwa kuantitas dan kualitas pakan buatan yang diberikan berpengaruh terhadap kinerja hasil reproduksi induk kerapu tikus.
Keyword:
|
Judul: Work-Family Conflict, Family Interactions, and Marital Quality in Dual Earner Families During The COVID-19 Pandemic
Abstrak: Adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan munculnya kebijakan work from home (WFH). Kebijakan WFH dapat menghilangkan batasan antara kehidupan pekerjaan dan keluarga sehingga konflik kerja-keluarga rentan muncul terutama di kalangan suami-istri bekerja. Interaksi keluarga yang baik dapat menjadi salah satu mediator bagi pasangan yang mengalami tingkat konflik kerja-keluarga yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik kerja-keluarga dan interaksi keluarga terhadap kualitas perkawinan keluarga suami-istri bekerja di masa pandemi COVID-19. Responden penelitian berjumlah 65 keluarga dengan kriteria istri bekerja di sektor formal dan memiliki anak usia sekolah. Penelitian berlokasi di Kota Bogor dengan menggunakan desain penelitian cross sectional study. Metode yang digunakan adalah metode self administered dengan alat bantu kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama masa pandemi COVID-19, konflik kerja-keluarga yang dialami rendah, interaksi keluarga berada pada kategori sedang, dan kualitas perkawinan yang dimiliki tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara pendidikan suami, lama menikah, interaksi keluarga, dan kualitas perkawinan dengan konflik kerja-keluarga. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kualitas perkawinan dipengaruhi secara positif signifikan oleh lama menikah dan secara negatif signifikan oleh konflik kerja-keluarga., The existence COVID-19 pandemic resulted in the emergence of a work from home (WFH) policy. Thus can remove the boundaries between work and family life, with the result that work-family conflicts emerge, especially among dual earner families. Good family interaction can be a mediator for couples who experience high levels of work-family conflict. This study aims to analyze the effect of work-family conflict and family interaction towards marital quality of dual earners family during the COVID-19 pandemic. Respondents in this study amounted to 65 people with the criteria of wife who works in the formal sector and has school-aged children. The study was located in the city of Bogor using a cross sectional study design. The method used in this study is the self administered method with an online questionnaire. The result showed that during the COVID-19 pandemic, work-family conflict experienced was low, family interactions were in the medium category, and the marital quality was high. Also, there is a significant negative relationship between husband’s education, duration of marriage, famliy interaction, and marital quality, with the work-family conflict. The regression test results show that marital quality was positively influenced by duration of marriage and negatively influenced by work-family conflict.
Keyword: work-family conflict, work-family conflict, COVID-19 pandemic, dual-earner families, family interaction, marital quality, work-family conflict
|
Judul: Pengaruh Electric Furnace Slag, Blast Furnace Slag, dan Unsur Mikro terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L) Varietas IR 64 pada Tanah Gambut dari Kumpeh, Jambi
Abstrak: Meningkatnya jumlah penduduk Indonesia menyebabkan semakin besarnya kebutuhan pangan yang harus dipenuhi oleh pemerintah khususnya besar. Pemanfaatan lahan gambut merupakan salah satu alternatif sebagai pengembangan budidaya lahan sawah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan beras. Akan tetapi, pemanfaatan lahan gambut memiliki berbagai permasalahan, di antaranya tingginya tingkat kemasaman dan kandungan unsur hara yang sangat rendah. Salah satu cara yang pernah digunakan untuk memperbaiki sifat kimia gambut yaitu dengan menggunakan terak baja. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian electric furnace slag, blast furnace slag, dan unsur mikro terhadap sifat kimia tanah serta pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah pada tanah gambut dari Kumpeh Jambi. Dosis electric furnace slag dan blast furnace slag yang diberikan sama, yaitu 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Rancangan percobaan yang dipakai adalah rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan electric furnace slag dan blast furnace slag berpengaruh nyata meningkatkan pH tanah, Ca-dd, Mg-dd, Si tersedia pada tanah, dan sangat nyata meningkatkan pertumbuhan serta produksi tanaman padi. Perlakuan unsur mikro sangat nyata meningkatkan ketersediaan Cu dan Zn, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Pada perlakuan electric furnace slag tanaman memiliki pertumbuhan dan produksi lebih tinggi daripada perlakuan blast furnace slag, unsur mikro dan kontrol. Dengan demikian, perlakuan electric furnace slag lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi daripada blast furnace slag dan unsur mikro. Kadar logam berat ( Hg, Pb, dan Cd ) dalam beras pada perlakuan electric furnace slag dan blast furnace slag berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat dalam beras, sehingga beras yang dihasilkan dari perlakuan tersebut aman untuk dikonsumsi.
Keyword:
|
Judul: Pengaruh Slag (AgriPower) terhadap pertumbuhan dan produksi padi serta emisi gas rumah kaca (CH4 dan N2O))
Abstrak: Pemanasan global (global warming) disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca, seperti CH4, N2O, dan CO2. Salah satu sumber emisi gas rumah kaca, adalah lahan sawah. Kebutuhan beras terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, oleh karena itu diperlukan upaya untuk menekan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah tanpa menurunkan produksi padi. Salah satu upaya mitigasi pada lahan sawah adalah dengan penambahan Fet yang berperan sebagai agen oksidasi (penerima elektron) untuk menekan emisi metan dan dapat pula digunakan sebagai soil amendment untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi (Ali et al., 2008). Pada penelitian ini digunakan slag (AgriPower) sebagai amelioran. Slag (AgriPower) adalah hasil samping dari pabrik pengolahan baja yang mengandung besi (Fe) tinggi dan beberapa unsur hara (makro dan mikro) lain terutama silikat (Si). Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan slag terhadap pertumbuhan dan produktivitas padi serta emisi metan (CH4) dan nitrous oksida (N₂O) pada dua jenis tanah yang berbeda kandungan Fe³+-nya. Penelitian ini merupakan percobaan pot dengan empat perlakuan, yaitu kontrol atau tanpa tambahan apapun (TO), penambahan slag (T1), penambahan NPK (T2), dan penambahan NPK + slag (T3). Penetapan gas CH4 dan N₂O dilakukan dengan alat Gas Chromatograph (GC). Penelitian dirancang berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL). Analisis data dengan menggunakan Analysis of Variances (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%, menggunakan program SPSS versi 13.0. Dari data dilapangan yang telah di analisis, pengaruh slag terhadap pertumbuhan dan produksi padi tidak berbeda nyata menurut uji DMRT taraf 5%, namun berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi pada tanah Atang Sendjaja, tetapi tidak pada tanah Cihideung Ilir. Perlakuan slag (T1) mengurangi emisi CH4 sebesar 283.05% dan N2O sebesar 73.35% dari kontrol (TO), sedangkan perlakuan NPK + slag (T3) tidak mampu mengurangi emisi CH4 namun mampu mengurangi emisi N2O hingga 372.2% dari perlakuan NPK (T2) pada tanah Atang Sendjaja, sedangkan pada tanah Cihideung Ilir, perlakuan slag (T1) mengurangi emisi CH4 sebesar 125.25% namun meningkatkan emisi N₂O dari kontrol (TO) dan perlakuan NPK + slag (T3) mengurangi emisi CH4 37.27% dan N2O hingga 344.6% dari perlakuan NPK (T2), namun menurut uji lanjut DMRT taraf 5%, slag (AgriPower) tidak berpengaruh nyata terhadap emisi CH4 dan N2O.
Keyword: Methane, Nitrous oxide, Slag, Paddy production, Rice production
|
Judul: Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis Infectious Pustular Vulvovaginitis Pada Sapi
Abstrak: Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis - Infectious Pustular Vulvovaginitis adalah penyakit menular pada sapi selain juga dapat menyerang kerbau, babi, kambing, rusa, antilope dan wild beest. agen penyebabnya adalah virus famili Hervesviridae type 1, mempunyai simetri icosahadral, berinti DNA dan berserabut ganda (double stranded) serta mempunyai nucleocaspid.
Keyword:
|
Judul: Penerimaan dan efektivitas program pergantian bahan bakar melalui kegiatan kampanye
Abstrak: Program pergantian bahan bakar adalah suatu kebijakan yang ditetapkan pemerintah untuk mengurangi besaran subsidi bahan bakar dan memasyarakatkan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan. Program pergantian bahan bakar terutama minyak tanah ke LPG dilaksanakan dengan mekanisme pengadaan kompor dan tabung LPG 3 Kg serta pelaksanaan kampanye mengenai program tersebut. Kampanye dinilai perlu dilaksanakan untuk mengatasi goncangan budaya setelah sekian lama menggunakan minyak tanah akibat perubahan yang direncanakan secara massal. Penelitian ini berusaha memaparkan pelaksanaan kampanye pada salah satu daerah pilot project program pergantian bahan bakar dan memaparkan penerimaan masyarakat terhadap program tersebut, serta meneliti faktor apa saja yang dapat mempengaruhi efektivitas program pergantian bahan bakar yang dalam hal ini ditandai dengan perubahan bahan bakar minyak tanah menjadi LPG secara berkesinambungan.
Keyword: Pengertian kampanye, Komunikasi Interpersonal
|
Judul: Penerimaan, tingkat stres, dan coping strategy ibu terhadap program konversi minyak tanah ke LPG di Kabupaten Bogor
Abstrak: Sebagai solusi terhadap krisis ekonomi dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), pemerintah meluncurkan program konversi minyak tanah ke LPG. Namun demikian, perlu dikaji bagaimana penerimaan serta dampaknya di kalangan masyarakat. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis penerimaan, tingkat stres dan coping strategy contoh terhadap program konversi minyak tanah ke LPG di Kabupaten Bogor. Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : (1) Mengidentifikasi karakteristik contoh dan keluarga penerima program konversi minyak tanah ke LPG, (2) Mengidentifikasi tingkat penerimaan, tingkat stres, dan coping strategy contoh terhadap program konversi minyak tanah ke LPG, (3) Menganalisis hubungan antara karakteristik contoh dan keluarga dengan tingkat penerimaan contoh terhadap program konversi minyak tanah ke LPG, (4) Menganalisis hubungan antara tingkat penerimaan contoh terhadap program konversi minyak tanah ke LPG dengan tingkat stres contoh, (5) Menganalisis hubungan antara coping strategy dengan tingkat stres contoh terhadap program konversi minyak tanah ke LPG, dan (6) Menganalisis faktorfaktor yang berpengaruh terhadap coping strategy contoh. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dan wawancara menggunakan alat bantu kuesioner. Penelitian dilaksanakan di dua kecamatan di Kabupaten Bogor Jawa Barat, yaitu Kecamatan Ciomas dan Kecamatan Kemang. Pada masing-masing kecamatan tersebut diambil dua desa, yaitu Desa Sukaharja dan Desa Sukamakmur pada Kecamatan Ciomas; Desa Kemang dan Desa Tegal pada Kecamatan Kemang. Jumlah contoh pada penelitian sebanyak 80 orang ibu. Data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS 13.0 for windows untuk menganalisis penerimaan, tingkat stres, dan coping strategy contoh terhadap program konversi minyak tanah ke LPG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar contoh menggunakan LPG (Liquid Petroleum Gas). Untuk karakteristik contoh terdapat kecenderungan semakin muda umur contoh maka contoh cenderung semakin menggunakan LPG (94.50%); tidak ada kecenderungan antara pendidikan contoh dengan perilaku penggunaan LPG contoh, dimana seluruh contoh tidak sekolah, tamat SMP, dan tamat SMA cenderung menggunakan LPG dan hanya sebagian kecil contoh (9.10%) tidak tamat SD tidak menggunakan LPG; dan ada kecenderungan antara status pekerjaan contoh dengan perilaku penggunaan LPG, dimana kelompok contoh tidak bekerja cenderung lebih banyak menggunakan LPG (92.30%) dibandingkan dengan kelompok contoh bekerja (86.70%). Sementara itu, untuk karakteristik keluarga terdapat kecenderungan yaitu semakin muda umur suami contoh maka contoh cenderung semakin menggunakan LPG (93.50%); tidak ada kecenderungan antara pendidikan suami contoh dengan perilaku penggunaan LPG contoh dimana, seluruh suami contoh tidak sekolah, tamat SMP, dan tamat SMA cenderung menggunakan LPG dan hanya sebagian kecil contoh (9.10%) tidak tamat SD yang tidak menggunakan LPG; ada kecenderungan pada kelompok suami contoh yang tidak bekerja cenderung menggunakan LPG (100.00%) dibandingkan dengan kelompok suami bekerja (90.90%); tidak ada kecenderungan antara pendapatan per kapita/bulan keluarga dengan perilaku penggunaan LPG; ada kecenderungan pada keluarga dengan pengeluaran lebih dari Rp366 135.00 per kapita/bulan cenderung lebih menggunakan LPG, dan ada kecenderungan semakin kecil keluarga contoh maka contoh cenderung semakin menggunakan LPG.
Keyword: Emotion focused coping, Stressfull, Environmental psychology
|
Judul: Indeks eritrosit pada kelinci new zealand white jantan (Oryctolagus cuniculus) pasca operasi urethrotomi
Abstrak: Research was conducted to evaluate erythrocyte indices of male new zealand white rabbits undergoing the urethrotomy surgery. Fifteen males NZW rabbits used in this study and distributed to three treatment groups. Treatment groups are slicing urethra up serous layer group, slicing urethra through mucosal lining group, and abdominal skin group as control. Blood samples were collected via auricularis vein. Based on statistic test, at the end of operation (H+0) and interval 7 days postoperatively (H+7) no significant difference in the results obtained for erythrocyte indices. Erythrocyte indices (MCV and MCHC) group serous, mucous, and abdominal skin showed the same result were microcytic–normochromic anemia. However, the microcytic–normochromic anemia resulted from iron deficiency due to poor feed quality.
Keyword: erythrocyte indices, new zealand white rabbit, urethrotomy
|
Judul: Kajian Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa sebagai Bahan Koagulan Lateks dalam Pengolahan Ribbed Smoked Sheet (RSS) dan Pengurang Bau Busuk Bahan Olahan Karet
Abstrak: Ribbed Smoked Sheet (RSS) adalah salah satu jenis produk olahan karet alam yang berasal dari lateks/getah tanaman karet Hevea brasiliensis yang diolah secara teknik mekanis dan kimiawi dengan pengeringan menggunakan rumah asap serta mutunya memenuhi standard The Green Book dan konsisten. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani karet adalah rendahnya mutu sit yang dihasilkan karena bahan pembeku yang digunakan tidak dapat mencegah pertumbuhan bakteri yang merusak protein sehingga nilai plastisitas PRI (Plasticity Retention Index) menjadi rendah. Bahan baku yang diperoleh dari kelompok tani mempunyai tingkat kontaminasi yang tinggi karena bahan dasar yang digunakan sebagai bahan pembekunya bermacam-macam. Pada kebun inti bahan pembeku yang biasa digunakan adalah asam format (asam semut), sedangkan bahan pembeku yang biasa digunakan oleh para petani adalah air perasan buah-buahan, tawas dan pupuk TSP. Kerusakan serta degradasi protein pada karet akibat bahan baku yang kurang baik juga dapat menyebabkan terbentuknya gas amoniak (NH3) dan hidrogen sulfida (H2S) yang menimbulkan bau busuk menyengat pada bahan olahan karet sejak dari kebun sampai di pabrik karet. Asap cair merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Kandungan kimia yang terdapat di dalam asap cair diantaranya adalah fenol, asam dan karbonil. Komponen-komponen tersebut berpotensi sebagai alternatif bahan koagulan pengganti asam semut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan asap cair tempurung kelapa sebagai bahan koagulan lateks dalam pengolahan karet RSS serta pengurang bau tak sedap/busuk pada bahan olahan karet dalam pengolahan karet alam. Hasil yang diharapkan adalah untuk mengetahui pemanfaatan dan cara penggunaanya dalam proses pengolahan yang lebih efisien serta memenuhi standar karet sit yang sesuai dengan permintaan pasar.
Keyword:
|
Judul: Studi Pemanfaatan Karet Alam (SIR 20) yang Didegradasi secara Mekanis untuk Bahan Aditif Aspal Modifikasi
Abstrak: Karet alam merupakan komoditi yang mampu memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan devisa negara. Untuk menjaga kestabilan harga karet alam di Indonesia yang cenderung kurang stabil, perlu dilakukan perluasan pasar karet alam. Perluasan pasar karet alam dapat dilakukan dengan meningkatkan penggunaan karet pada bidang lain selain bidang otomotif. Di sisi lain, seiring dengan meningkatnya pertambahan penduduk secara terus-menerus, perkembangan ekonomi memicu bertambahnya lalu lintas, baik dalam hal jumlah, beban, maupun kecepatannya. Hal ini menyebabkan kerusakan jalan sering terjadi terutama disebabkan oleh mutu aspal yang kurang sesuai untuk penggunaan perkerasan jalan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas aspal, sehingga dapat menahan beban kendaraan dan deformasi. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan memanfaatkan karet alam (SIR 20) sebagai bahan aditif aspal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis karet alam (SIR 20) yang telah didegradasi secara mekanis dan konsentrasi penambahannya dalam aspal terhadap nilai penetrasi dan titik lembek yang mempengaruhi mutu perkerasan aspal, sehingga didapatkan campuran yang terbaik untuk memperbaiki mutu perkerasan jalan aspal. Metodologi penelitian ini terdiri dari dua tahapan, yaitu persiapan bahan baku (penentuan karakteristik SIR 20 dan proses degradasinya) dan penelitian utama (proses pencampuran karet ke dalam aspal dan pengujian). Proses degradasi SIR 20 pada penelitian ini menggunakan metode degradasi secara mekanis dengan penambahan peptizer dan HNS (hidroksilamin netral sulfat) sebagai bahan pembantu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua kali ulangan untuk masing-masing perlakuan. Faktor-faktor yang dikaji pengaruhnya adalah waktu giling SIR 20 dan konsentrasi karet dalam aspal dengan masing-masing 3 taraf dan 4 taraf. Waktu pencampuran SIR 20 terdegradasi dalam aspal berkisar antara 55 sampai 325 menit. Waktu pencampuran tertinggi terjadi pada konsentrasi karet dalam aspal 7% dengan waktu giling karet 8 menit. Waktu pencampuran terendah terjadi pada konsentrasi karet dalam aspal 5% dengan waktu giling karet 24 menit. Beberapa aspal modifikasi yang dihasilkan telah memenuhi syarat mutu untuk aspal polimer pada nilai titik lembek dan nilai penetrasinya. Titik lembek aspal modifikasi yang dihasilkan berkisar antara 53 sampai 56,5 (oC), sedangkan standar mutu nilai titik lembek adalah minimal 54 oC. Nilai penetrasi aspal modifikasi berkisar antara 41 sampai 51 dmm, sedangkan standar mutu nilai penetrasi adalah 50 – 75 dmm. Perlakuan yang terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan S24K7 (waktu giling karet 24 menit, 7% karet), aspal modifikasi dari perlakuan tersebut memiliki nilai penetrasi sebesar 50,50 dmm dan titik lembek sebesar 55,5 oC. Perlakuan tersebut menghasilkan aspal modifikasi yang memenuhi standar aspal polimer untuk jenis elastomer.
Keyword:
|
Judul: Histerektomi Pada Anjing
Abstrak: Anjing merupakan hewan kesayangan yang banyak dipelihara hampir di setiap rumah, baik sebagai kegemaran maupun untuk keamanan pemiliknya. Histerektomi merupakan suatu tindakan bedah dan pembuangan uterus dengan tujuan untuk menanggulangi hal-hal yang patologik seperti pyometra, distokia yang berkepanjangan dan anaknya diduga masih hidup, adanya tumor uterus serta untuk tindakan fisiologik yaitu sterilisasi untuk mengatur keturunan (Arthur,197S).
Keyword:
|
Judul: Perbandingan Penduga Minimum Covariance Determinant (MCD) Dengan Maximum Likelihood Estimation (MLE) pada Analisis Diskriminan untuk Data yang Mengandung Pencilan
Abstrak: Penerapan analisis diskriminan untuk mengelompokkan objek atau individu ke dalam salah satu kelompok yang telah diketahui dalam suatu populasi begitu saja tidaklah cukup, perlu dipertimbangkan adanya pengaruh pencilan peubah ganda. Fungsi diskriminan klasik dibentuk berdasarkan pada pendugaan vektor rata-rata dan mariks ragam peragam yang diukur dengan kriteria rasio kemungkinan maksimum yang disebut sebagai Wilk’s lambda. Seperti yang kita tahu bahwa statistik Wilk’s lambda yang dibangun berdasarkan penduga Maximum Likelihood Estimation (MLE) sangat sensitif terhadap pengaruh pencilan. Dalam penulisan ini, versi kekar dari statistik Wilk’s lambda akan di bangun berdasarkan penduga Minimum Covariance Determinant (MCD) yang mempunyai efisiensi lebih tinggi. Dengan menggunakan metode MCD maka akan menghasilkan vektor rata-rata dan matriks ragam-peragam yang kekar terhadap pencilan sehingga fungsi diskriminan yang dihasilkan juga kekar. Penerapan penduga MCD dan MLE dalam analisis diskriminan juga akan mempengaruhi hasil penduga tingkat kesalahan klasifikasi
Keyword:
|
Judul: Kajian Metode Penggerombolan Dua Tahap untuk Data yang Mengandung Pencilan
Abstrak: Cluster analysis is often encountered in various studies. Analysis of classical clusters, such as hierarchical clustering method and k-means clustering cannot handle categorical variables or a mixture of numerical and categorical. In addition, the determination of the optimal number of clusters are still dependent on the subjectivity of the researcher and cannot handle very large datasets, which is larger than 500. One approach to addressing this problem is to use a two-step clustering method. The accuracy of the two-step clustering method of predicting the number of clusters generated as well as the classification of cluster membership, especially in the data containing outliers is important to be studied. Outliers in the data containing a small (1%), this method provides more accurate compared with the results of data containing a large outliers (5% or 15%). Scale use of outliers handling in the data containing outliers must be greater than the amount of outliers itself. Two-step clustering method is very accurate in producing a number of clusters associated with the actual number of population clusters that do not contain data outliers, especially in the most variable of type numeric and categorical rest. Clustering villages in Indonesia by a factor of progress and backwardness villages using a two-step clustering method generates optimal cluster 7.
Keyword: two-step clustering method, data outliers, cluster analysis
|
Judul: Babesiosis pada kambing dan domba
Abstrak: Babesiosis adalah penyakit hewan menular yang tidak ditularkan secara kontak yang dapat bersifat akut atau kronis (menahun) dan disebabkan oleh parasit protozoa yang menyerang dan merusak sel darah merah yang termasuk dalam genus Babesia. Penyebab babesiosis pada kambing dan domba adalah Babesia motasi, Babesia ovis, Babesia foliata dan Babesia taylori. Tetapi Richardson dan Kendall (1957, dalam Le vine, 1961) menganggap bahwa B. foliata adalah sinonim dari B. ovis. Serangan parasit Babesia tersebut biasanya menyebabkan kerusakan eritrosit yang hebat sehingga hewan menderita anemia yang dapat mengakibatkan kematian hewan bila tidak segera mendapat pengobatan. Dalam mendiagnosa penyakit ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin dengan cara mengetahui sejarah, gejala klinik dan dengan memeriksa infestasi caplak serta melakukan preparat ulas darah. Berdasarkan pengetahuan tentang morfologi dari masing-masing jenis Babesia pada kambing dan domba, dapatlah ditentukan diagnosa jenis (spesies)nya. Pemeriksaan secara serologis dapat dilakukan untuk lebih meyakinkan diagnosa. Selain dengan cara pengobatan pada hewan-hewan sakit penanggulangan babesiosis dapat pula dilakukan dengan cara memberikan preimunisasi pada hewan-hewan yang peka terhadap babesiosis serta mengadakan pemberantasan jenis caplak yang bertindak sebagai vektor dari parasit ini.' Mengkarantinakan hewan-hewan yang akan dimasukkan ke In donesia dapat pula dilakukan dalam penolakan dan pence gahan penyakit ini.
Keyword:
|
Judul: Hubungan Karakteristik Wirausaha dengan Kinerja Usaha Pembudidaya Ikan Koi di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.
Abstrak: Kecamatan Cisaat merupakan penghasil tertinggi dan sentra kegiatan budidaya ikan koi di Kabupaten Sukabumi. Kualitas ikan koi dari Kecamatan Cisaat dikenal karena memiliki kualitas baik daripada daerah lain di Kabupaten Sukabumi. Selain faktor teknis, hal ini diduga berhubungan dengan karakteristik wirausaha yang dimiliki pembudidaya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan karakteristik wirausaha dengan kinerja usaha pembudidaya ikan koi di Kecamatan Cisaat. Karakteristik wirausaha dalam penelitian ini meliputi percaya diri, berorientasi tugas dan hasil, pengambil risiko, kepemimpinan, keorisinilan, dan berorientasi masa depan. Kinerja usaha diukur berdasarkan keuntungan dan wilayah pemasaran. Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa hampir semua karakter wirausaha berkorelasi signifikan dengan kinerja usaha secara umum kecuali pada karakter pengambil risiko. Hal ini berarti jika tingkat karakteristik wirausaha meningkat maka kinerja usaha akan cenderung meningkat, juga sebaliknya.
Keyword: karakter wirausaha, kinerja usaha, korelasi, pembudidaya ikan koi
|
Judul: Hubungan Karakteristik Wirausaha dengan Kinerja Usahatani Anggrek di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan.
Abstrak: Kecamatan Pamulang merupakan wilayah sentra anggrek yang menghasilkan produksi terbanyak dan luas tanam terbesar dibandingkan dengan daerah lainnya di wilayah Kota Tangerang Selatan. Hal ini dapat dijadikan salah satu indikator keberhasilan usaha pada wilayah tersebut. Namun walaupun Kecamatan Pamulang menjadi sentra penghasil anggrek, luas lahan pertaniannya mengalami penurunan hal ini disebabkan wilayah pamulang yang berdekatan dengan ibukota menjadikan lahannya beralih fungsi ke lahan bukan pertanian, namun masih banyak wirausaha anggrek yang tetap bertahan menjalankan usahanya, hal ini diduga ada karakteristik wirausaha yang kuat pada pelaku usaha anggrek di Kecamatan Pamulang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan karakteristik wirausaha para pelaku usaha anggrek yang masih bertahan di Kecamatan Pamulang dengan kinerja usaha yang dicapai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa keenam karakteristik wirausaha berkorelasi dengan kinerja usaha. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi karakteristik wirausaha maka kinerja usaha akan meningkat.
Keyword: karakteristik, kinerja usaha, korelasi, pelaku usahatani anggrek
|
Judul: The Half-life of 118Og294 Nuclides Using Direct Calculations and Semiempirical Formulas
Abstrak: Hingga saat ini belum ditemukan inti dengan nomor atom di atas uranium (nuklida transuranik) yang terbentuk secara alami. Para peneliti mempelajari waktu paruh nuklida transuranik menggunakan pendekatan-pendekatan secara empiris dan studi teori yang matang agar dapat dijadikan sebagai panduan eksperimen di masa depan. Nuklida transuranik yang dipelajari adalah nuklida 118Og294 dan nuklida turunannya yaitu 116Lv290 dan 114Fl286. Waktu paruh dari nuklida ini dihitung menggunakan perhitungan secara langsung yang mempertimbangkan potensial Coulomb, nuclear proximity potential 2010, dan potensial sentrifugal. Waktu paruh nuklida ini juga dihitung menggunakan formula semiempiris. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan waktu paruh hasil perhitungan secara langsung dan perhitungan menggunakan formula semiempiris terhadap hasil eksperimen. Hasil perhitungan waktu paruh secara langsung untuk ketiga nuklida tersebut sebesar 0,00075 sa, 0,0073 sa, dan 0,24 sa. Hasil perhitungan waktu paruh secara langsung ini lebih mendekati hasil eksperimen yang dilakukan di Joint Institute for Nuclear Research (JINR) dibandingkan dengan hasil perhitungan waktu paruh dengan formula semiempiris., Until now, there hasn’t been found a nucleus with an atomic number above uranium (transuranic nuclides) which is formed naturally. Researchers studied the half-lives of transuranic nuclides using empirical approaches and well-developed theoretical studies to guide the experiments in the future. The transuranic nuclides are studied were 118Og294 and its derived nuclides, namely 116Lv290 and 114Fl286. The half-lives of these nuclides are calculated using direct calculations that take into account the Coulomb potential, nuclear proximity potential 2010, and the centrifugal potential. The half-lives of these nuclides are also calculated using the semiempirical formula. This aims to determined the comparison of the half-life of the direct calculation and semiempirical formula’s results to the experiment results. The direct half-life results for these nuclides are 0.00075 sa, 0.0073 sa, and 0.24 sa. The results of this direct half-life calculation are closer to the experiments is conducted at the Joint Institute for Nuclear Research (JINR) than those of semiempirical formula.
Keyword: nuclear proximity potential 2010, semiempirical
|
Judul: Analisis Produksi dan Konsumsi Kedelai Domestik dalam Rangka Mencapai Swasembada Kedelai di Indonesia
Abstrak: Crops are used as the main focus of the food self-sufficiency target in 2014 are rice, corns, and soybeans. Rice and corns have been in self-sufficiency position, while soybeans have not been yet. In 2011, the domestic soybeans were only able to meet 29 percent of the soybeans demand, and the remaining, 71 percent were filled by the imported soybeans. Besides that, the soybeans demand will continue to increase along with the development of tecnology and knowledge, and the increasing population and income. Under these conditions, the purposes of this study were to forecast whether soybeans self-sufficiency in 2014 will be achieved in accordance with the government's target and what strategy should be taken to support the achievement of self-sufficiency in soybeans. The Projection covered forecasting of production and consumption domestic soybeans using ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). The forecasting results explained that Indonesia had not been able to achieve soybeans self-sufficiency in 2014. Forecasting of production domestic soybeans were 672.020 tons, while consumption domestic soybeans were 2.661.406 tons. It needed strategy increasing domestic soybeans production to meet the need of soybeans consumption. Efforts to increase soybeans production could be done by increasing the cultivated area and productivity.
Keyword: Soybeans, Self-Sufficiency, Production, Consumption
|
Judul: Analisis Swasembada Pajale (Padi, Jagung, Kedelai) di Jawa Barat
Abstrak: Swasembada pajale merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi konsumsi pangan penduduk melalui produksi domestik guna mengurangi impor beras, jagung, dan kedelai. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis perkembangan swasembada pajale di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data konsumsi dari SUSENAS dan produksi pajale tahun 1996−2014 dari BPS serta data potensi pengembangan lahan sawah dan tegalan/kebun tahun 2014 dari BKPD Jawa Barat. Pengolahan dan analisis data dilakukan pada bulan April−Juli 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan produksi bersih jagungdan kedelai selama tahun 1996−2014 menunjukkan kecenderungan meningkat dengan laju 18.40% dan 18.86%, namun produksi bersih beras cenderung menurun dengan laju -1.47%. Sementara itu, perkembangan konsumsi beras dan kedelai menurun (laju -3.82% dan -0.20%), sedangkan konsumsi jagung meningkat (laju 4.11%). Swasembada pajale memiliki kecenderungan meningkat dengan laju 2.35% untuk beras, 10.73% untuk jagung, dan 25.22% untuk kedelai.Hasil peramalan produksi bersih dan konsumsi pajale pada tahun 2017 menunjukkan bahwa target swasembada beras dan jagung di Provinsi Jawa Barat dapat tercapai, namun tidak demikian dengan swasembada kedelai pada tahun 2017. Provinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bogor, Tasikmalaya, dan Garut memiliki potensi yang sesuai untuk dapat mendukung swasembada pajale tahun 2017.
Keyword: pajale, perkembangan, peramalan, potensi, swasembada
|
Judul: Urolitiasis pada anjing
Abstrak: Urolitiasis adalah suatu penyakit dimana terjadi proses pengendapan batu pada traktus urinaria. Kalkuli yang paling banyak dijumpai pada kasus urolitiasis anjing adalah kalkuli magnesium amonium fosfat (struvite), jika dibandingkan dengan kalkuli oksalat, sistin dan urat (Osborne et al., 1982). Infeksi oleh Staphylococcus aureus pada traktus urinaria memgang peranan penting dalam proses pembentukan kalkuli, karena bakteri tersebut dapat menghasilkan enzim urease, raktor predisposisi tidak dapat dinisankan dari infeksi traktus urinaria. Pada anjing, tempat yang banyak didapati pengandapan kalkuli adalah kantung air kemih dan uretra, sedangkan pada ginjalnya jarang. Pada anjing jantan lebih sering kejadiannya dibanding dengan pada anjing betina, karena anatomi traktus urinaria pada anjing jantan lebih memungkinkan untuk terjadinya obstruksi, yaitu lebih panjang dan sempit. Besarnya, kalkuli bervariasi, dari kecil dan halus seperti pasir sampai besar dan kasar seperti batu karang. ...
Keyword:
|
Judul: Analisis faktor - faktor teknis unit perikanan jaring insang di Muara Binuangeun Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak
Abstrak: Muara Binuangeun merupakan salah satu pusat kegiatan perikanan tangkap di perairan Selatan Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, tennasuk wilayah perairan yang memiliki peluang pemanfaatan sumberdaya ikan cukup tinggi. Kegiatan perikanan tangkap di Muara Binuangeun saat ini dilakukan dengan berbagai jenis unit penangkapan, seperti purse seine, jaring insang, pancing, rampus, jaring dogol, jaring kantong, rawai, bagan tancap, dan bagan apung. Jaring insang merupakan alat tangkap dominan yaitu sekitar 21,33 % dari alat tangkap yang ada di Muara Binuangeun. Produksi jaring insang mell1berikan kontribusi sebesar 31,68 % terhadap total produksi di Muara Binuangeun. Hal ini yang mendasari penulis untuk meneliti faktor-faktor teknis produksi pada unit perikanan jaring insang. Jaring insang lebih dikenal oleh nelayan Muara Binuangeun dengan sebutan jaring nilon. Hal ini disebabkan bahan jaring yang digunakan terbuat dari nilon ll1ultifilall1en. Jaring nilon terdiri dari komponen badan jaring, pelampllng, pemberat, tali ris atas dan selambar. Jaring nilon tidak memiliki tali ris bawah, sehingga pemberat diletakkan di bawah badan jaring dengan diikat pada seutas tali yang terbuat dari plastik. Ukuran benang yang dipakai llntllk badan jaring adalah 21 OD/15 - 2l0D/2l dengan ukuran mata jaring 5,0 - 5,5 inci. Jumlah jaring per kapal yang digunakan bervariasi antara 24 - 40 piece.
Keyword:
|
Judul: Analisis Faktor-Faktor Produksi Dalam Perikanan Pukat Ikan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, Sumatera Utara
Abstrak: Pukat Ikan Merupakan Alat Tangkap Yang Berkontribusi Besar Dalam Produksi Perikanan Tangkap Di Pelabuhan Perikanan Samudera (Pps) Belawan. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Nilai Faktor-Faktor Produksi Yang Mempengaruhi Hasil Tangkapan Pukat Ikan Yang Didaratkan Di Pps Belawan. Metode Penelitian Menggunakan Studi Kasus. Pengumpulan Data Di Pps Belawan, Sumatera Utara, Dan Dilaksanakan Pada Bulan Agustus 2015. Faktor-Faktor Produksi Dari Pukat Ikan Yang Diambil Datanya Ialah Tonase Kapal (X1), Lama Operasi Alat Tangkap (X2), Jumlah Setting-Hauling (X3), Anak Buah Kapal (X4), Dimensi Kapal (X5, X6, X7), Daya Mesin Kapal (X8), Jumlah Hari Operasi (X9), Dan Kapasitas Palka Kapal (X10). Analisis Data Dilakukan Secara Deskriptif Dan Menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda.. Hasil Analisis Data Menghasilkan Persamaan Y = 130701,63 + 1293,29x1 – 94,22x2 + 209,08x3 – 86,71x4 – 69,02x5 – 459,97x6 + 2187,49x7 + 3,65x8 + 237,08x9 + 24,36x10 + Ɛ. Hasil Uji Statistik Dengan Selang Kepercayaan 95% Menunjukkan Bahwa Tonase Kapal (X1), Jumlah Hari Operasi (X9) Dan Kapasitas Palka (X10) Kapal Lebih Dominan Berpengaruh Terhadap Jumlah Hasil Tangkapan Pukat Ikan (Y), Dengan Nilai Pvalue Masing-Masing Faktor Ialah Tonase Kapal (X1) Sebesar 6,049×10-5, Hari Operasi (X9) Sebesar 5,76×10-12 Serta Palka Kapal (X10) Sebesar 2,46×10-5. Faktor Yang Paling Berpengaruh Dari Ketiga Faktor Tersebut Ialah Tonase Kapal (X1). Berdasarkan Hasil Penelitian Ini Penulis Menyarankan Nelayan Pukat Ikan Dari Pps Belawan Sebaiknya Lebih Memperhatikan Tonase Kapal, Hari Operasi Dan Ukuran Palka Kapal Untuk Mendapatkan Hasil Tangkapan Yang Lebih Efektif Dan Maksimal, Namun Dengan Mempertimbangkan Potensi Sumberdaya Ikan Yang Ada Agar Tetap Berkelanjutan Dan Lestari
Keyword: faktor produksi, pukat ikan, PPS Belawan
|
Judul: Digital Marketing Communication Strategy in Increase Brand Awareness of Gora Coffee and Eatery
Abstrak: Peningkatan jumlah konsumsi kopi di Indonesia sejalan dengan pertumbuhan bisnis kedai kopi di Indonesia yang terus meningkat. Hal ini membuat pengusaha kedai kopi perlu memperhatikan kesadaran merek dalam menghadapi persaingan. Selain itu, pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen mengalami perubahan sejak pandemi COVID-19 sehingga diperlukan strategi komunikasi melalui media digital guna menjaga eksistensi merek. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan strategi komunikasi pemasaran digital pada merek kedai kopi Gora Coffee and Eatery dalam meningkatkan kesadaran merek. Analisis deskriptif digunakan untuk melakukan analisis dan evaluasi strategi komunikasi pemasaran digital yang telah dilakukan oleh Gora Coffee and Eatery. Selain itu dilakukan pengukuran tingkat kesadaran merek melalui piramida brand awareness yang selanjutnya menganalisis pengaruh kesadaran merek terhadap keputusan pembelian konsumen. Hasil dari penelitian ini merupakan usulan strategi berdasarkan hasil evaluasi strategi dan pengukuran kesadaran merek melalui faktor-faktor pembangun kesadaran merek pada media digital yaitu brand exposure, customer engagement, dan E-WOM
Keyword: brand awareness, coffee shop, customer purchase decision, digital marketing communication
|
Judul: Pola reproduksi pada anoa (Bubalus (Anoa) sp.)
Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi reproduksi dari anoa dalam hubungannya dengan pelestarian dan usaha pembudidayaannya. Anoa merupakan salah satu anggota Bovidae yang dima- sukkan kedalam genus Bubalus, dengan dua species, yaitu: Bubalus (Anoa) depressicornis dan Bubalus (Anoa) quarlesi. Anoa merupakan satwa langka yang hanya terdapat di Indone- sia pulau Sulawesi, umumnya hidup di hutan-hutan yang le- bat di dekat aliran sungai, danau, rawa-rawa, sumber air panas yang mengandung belerang dan sepanjang pantai. Anoa mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: merupakan hewan herbivora, ruminansia, mammalia, hewan yang melindungi anaknya dengan ketat dan hewan yang mempunyai suhu tubuh yang tetap. Organ reproduksi jantan terdiri dari testes, epididy- mis, ductus deferens, uretra, penis dan dilengkapi dengan kelenjar vesikuler, prostata dan cowper. Organ kelamin betina terdiri dari ovarium, tuba fallopii, uterus, ser- viks, vagina, vulva dan klitoris. Anoa mencapai dewasa kelamin pada umur dua tahun, be- rahi pada anoa ditandai dengan tingkah laku betina yang sering menguaknguak dan bila diperiksa vulvanya akan ter- lihat adanya pembengkakan, kemerahan dan pengeluaran cair- an yang transfaran, anoa mempunyai siklus berahi selama satu setengah bulan. Didalam kegiatan reproduksi umumnya seekor pejantan hanya melayani seekor betina atau pasangannya. Secara ga- ris besar periode kopulasi pada anoa dapat dibagi dalam beberapa tahap, yaitu: percumbuan, penunggangan, intromisi dan ejakulasi. Kopulasi dilakukan dengan pejantan menung- gangi si betina. Kebuntingan pada anoa berlangsung selama 276 325 hari. Anoa untuk pertamakali melahirkan, umumnya pada umur tiga tahun, interval beranak selama dua tahun, anak yang dilahirkan akan disusui selama satu tahun dan umumnya melahirkan satu ekor anak setiap kelahiran atau monotocus…
Keyword:
|
Judul: Pola Reproduksi Badak
Abstrak: Badak dikenal karena culanya dimana diduga mengandung khasiat yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Cula badak berasal dari proses aglutinasi rambut yang telah memadat; dalam penelitian lebih lanjut dinyatakan bahwa bahan tersebut bersama-sama dengan serabut keratin membentuk suatu masa yang keras dan kompleks. Kebiasaan cara makan badak adalah dengan merubuhkan pohon kecil dan menekan batang pohon dengan perutnya, kemudian mengambil daunnya. Badak jantan dan betina melakukan urinasi mengarahkan kebelakang. Badak jantan menyemprotkan urine, sedangkan badak betina mengeluarkan secara menetes seperti pancuran. Peranan hormon reproduksi pada badak tidak diketahui. Dua hormon yang telah berhasil diteliti estrogen dan testosteron. banyak adalah Badak termasuk golongan hewan polyestrus yaitu menunjukkan gejala berahi beberapa kali dalam satu tahun. Pada bulan-bulan tertentu mencapai puncak berahi. Lamanya periode siklus berahi badak di Kebun Binatang adalah 21 33 hari ( rata-rata 24 hari). Sedangkan di alam bebas adalah 27 42 hari. Lamanya berahi adalah 24 jam. Umur kebuntingan pada badak rata-rata 15 18 bulan (450 545 hari ). Pada umumnya badak kawin setiap 3 atau 4 tahun sekali. Tingkah laku badak jantan sebelum kopulasi kurang agresif dan pokok rangkaian peristiwa dipegang oleh betina. Selama berahi badak betina jika makan atau istirahat, sering melakukan urinasi. Badak jantan sering mencium urine tersebut dan menunjukkan posisi "flehmen".
Keyword:
|
Judul: Rancang Bangun Platform Digital Inovatif untuk Persiapan Pendaftaran Beasiswa ke Luar Negeri IISMA
Abstrak: Jumlah pendaftar Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) terus meningkat, menciptakan persaingan yang ketat dan masalah persiapan pendaftaran bagi calon pendaftar program. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengidentifikasi masalah calon pendaftar beasiswa IISMA (2) Mengidentifikasi solusi masalah persiapan pendaftaran program (3) Membuat model bisnis persiapan pendafaran program (4) Merancang prototype persiapan pendaftaran program. Penelitian ini menggunakan metode design thinking. Masalah calon pendaftar beasiswa IISMA yaitu keterbatasan informasi yang terintegrasi, kesulitan mendapatkan detail panduan dan mentor, serta masalah dalam kesiapan tes bahasa, penulisan esai, wawancara. Solusi masalah dirancang dalam bentuk model bisnis berupa situs web berbasis digital bernama IISMAgo dengan beberapa menu yaitu persiapkan pendaftaran, konsultasi dengan mentor, forum diskusi, panduan pendaftaran, artikel bermanfaat, dan student essentials. Hasil uji penilaian menunjukan IISMAgo mendapat skor 4,37 atau 87,4%, menandakan bahwa solusi ini sangat layak untuk dikembangkan menjadi solusi persiapan pendaftaran beasiswa IISMA.
Keyword: design thinking, IISMA, scholarships candidate’s challenges, solution for registration preparation
|
Judul: Penyusunan Tabel Volume Lokal Jenis Keruing (Dipterocarpus spp.) di IUPHHK-HA PT. Sarmiento Parakantja Timber, Kalimantan Tengah
Abstrak: In order for the forest sustainability can be ensured, need to do a good forest management plan, careful and accurate information and reliable. The information needed is data about the potential of forest stands. Potential prediction of forest stands are related to the timber volume prediction. To collect such information, then the forest inventory of activities needs to be done. One of the tools to simplify and accelerate the activities of forest inventory is the volume table. Prediction tree stand volume by using the volume table will be more efficient and save costs and time. The purpose of this research is to develop a local volume table of keruing (Dipterocarpus spp.) in the area of IUPHHK-HA PT. Sarmiento Parakantja Timber, Central Kalimantan. The table volume made is table volume premises with diameter of trees as high as the chest (Dbh) as free variables. The preparation of a volume table is done using three models a regression equation with a diameter as free variables. A model of an equation probe volume was selected from third best model the regression equation is based on criteria test statistics in the preparation and validation model. The test criteria, namely the coefficient of determination (R2), standard deviation (s), diversity analysis, refraction, aggregate deviation (SA), average deviation (SR), the Root Mean Square Error (RMSE), and mean difference test chi-squared (χ2). Based on these criteria, the model equations estimators keruing (Dipterocarpus spp.) is a model equation Berkout V = 0, 0003631Dbh2, 26 with the value s = 0,059, R2 = 98,70%, Fhitung = 4875,51%, bias = 14,81%, SA = 0,03, SR = 11,04%, RMSE = 19,12,% and χ2 = 1,37.
Keyword:
|
Judul: Tabel Volume Lokal Kayu Bulat Meranti (Shorea spp.) di PT Gunung Gajah Abadi Kalimantan Timur
Abstrak: Tabel volume kayu bulat adalah suatu tabel yang berisi nilai taksiran volume kayu pada berbagai ukuran dimensi penduganya. Berbeda dengan tabel volume pohon, pada tabel volume kayu bulat hanya memperhitungkan volume kayu potensial yang dikeluarkan dari hutan tanpa memperhitungkan limbah penebangan yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tabel volume kayu bulat dalam menduga besarnya volume potensial kayu bulat yang nantinya dapat dimanfaatkan. Dimensi pohon yang digunakan adalah diemeter setinggi dada pada 103 contoh kayu bulat yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penentuan volume kayu bulat dilakukan berdasarkan pengukuran pada pohon rebah. Pemilihan model terbaik mempertimbangkan indikator nilai R2 dan uji F, pada tahap penyusunan model dan nilai chi-square (χ2), SA, SR, bias, standard error (SE), dan RMSE pada tahap validasi model untuk setiap model persamaan yang ada. Berdasarkan kriteria pemilihan model yaitu nilai R 2 model penduga terbaik adalah V = 0.000331131D2.32 dengan nilai R 2 sebesar 98.7%. Tingkat keakuratan model yang dilihat dari nilai RMSE sebesar 13.41% dipandang cukup memenuhi syarat.
Keyword: log, estimation model, Shorea spp., volume tables
|
Judul: Urolitiasis pada anjing
Abstrak: Urolitiasis adalah suatu penyakit dimana terjadi proses pengendapan batu pada traktus urinaria. Kalkuli yang paling banyak dijumpai pada kasus urolitiasis anjing adalah kalkuli magnesium amonium fosfat (struvite), jika dibandingkan dengan kalkuli oksalat, sistin dan urat (Osborne et al., 1982). Infeksi oleh Staphylococcus aureus pada traktus urinaria memgang peranan penting dalam proses pembentukan kalkuli, karena bakteri tersebut dapat menghasilkan enzim urease, raktor predisposisi tidak dapat dinisankan dari infeksi traktus urinaria. Pada anjing, tempat yang banyak didapati pengandapan kalkuli adalah kantung air kemih dan uretra, sedangkan pada ginjalnya jarang. Pada anjing jantan lebih sering kejadiannya dibanding dengan pada anjing betina, karena anatomi traktus urinaria pada anjing jantan lebih memungkinkan untuk terjadinya obstruksi, yaitu lebih panjang dan sempit. Besarnya, kalkuli bervariasi, dari kecil dan halus seperti pasir sampai besar dan kasar seperti batu karang. ...
Keyword:
|
Judul: Effectiveness of Mixture Two Biocontrol Agents (J8 & P14) against Downy Mildew of Melon (Cucumis melo L.).
Abstrak: Produksi melon terus mengalami peningkatan lima tahun terakhir sehingga pengembangan melon kedepan harus mulai memasuki pasar ekspor. Saat ini ekspor melon Indonesia masih relatif rendah karena terkendala regulasi batas maksimum residu (BMR). Tingginya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) membuat petani menggunakan pestisida secara masif hingga melebihi batas. Salah satu OPT melon adalah penyakit embun bulu yang disebabkan Pseudoperenopora cubensis. Oleh karena itu, perlu dicarikan solusi pengendalian penyakit embun bulu yang lebih sehat. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan pengendalian campuran dua agen pengendali hayati (J8 & P14) terhadap penyakit embun bulu pada melon (Cucumis melo L.) dengan berbagai cara aplikasi. Metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan analisis data one way annova dan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) dihitung secara manual. Penggunaan campuran dua bakteri J8 dan P14 dapat meningkatkan daya berkecambah melon. Perlakuan C dapat meningkatkan pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun terutama pada umur muda. Seluruh cara aplikasi APH kecuali A, efektif menekan insidensi dan keparahan penyakit. Cara aplikasi APH yang efektif dan tanpa penggunaan fungisida adalah perlakuan C. Keefektifan cara aplikasi C dalam menekan insidensi dan keparahan penyakit embun bulu pada melon sebesar 41,74%., Melon production has continued to increase in the last five years so the development of melons in the future must begin to the export market. Currently, Indonesia's melon exports are still relatively low due to constraints on the regulation of the maximum residue limit (MRLs). The high number of pest attacks makes farmers use pesticides massively to exceed the limit. One of the diseases of melons is downy mildew by Pseudoperonospora cubensis. Therefore, it is necessary to develop alternative control the disease of downy mildew. This research aims to determine the effectiveness of mixture two biocontrol agents (J8 & P14) against downy mildew of melon (Cucumis melo L.). The method used randomize complete block design with one way annova data analysis and further testing of tukey 0,05%. The results of the reasearch using two bacteria J8 and P14 can increase the germination of melons by 11%. Biocontrol agenst (J8 & P14) can improve plant growth (height and number of leaves). Most effective way of applying biocontrol agenst with minimal fungicide is the C treatment (seed treatment, one week old seedling application, and weekly applications). The effectiveness was able to suppress the severity of the disease at control rate of 41.74%.
Keyword: batas maksimum residu (BMR), insidensi, Pseudoperenopora cubensis, effective, Pseudoperonospora cubensis, way of applying
|
Judul: Penggunaan Filtrat Bakteri Endofit dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria untuk Menekan Infeksi Zucchini yellow mosaic virus pada Melon.
Abstrak: Zucchini yellow mosaic virus (ZYMV) adalah virus yang menyebabkan kehilangan hasil secara ekonomi pada Cucurbitaceae, sehingga perlu berbagai upaya untuk mengendalikannya. Bakteri endofit dan plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) telah diketahui dapat berperan sebagai agens hayati patogen dan penginduksi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui keefektivan filtrat bakteri endofit dan PGPR dalam menekan infeksi ZYMV pada melon. Berdasarkan penghambatan lesio lokal pada tanaman indikator, isolat bakteri endofit E1dan E2, dan isolat bakteri PGPR P5 dan P7 diuji efektivitasnya terhadap ZYMV. Filtrat bakteri diaplikasikan dengan perlakuan benih (B), penyemprotan daun (S), dan kombinasi kedua perlakuan tersebut (BS). Percobaan dilakukan di rumah kaca dengan rancangan acak lengkap (RAL). Setiap perlakuan terdiri atas 15 ulangan. Peubah yang diamati adalah waktu inkubasi, insidensi penyakit, keparahan penyakit, tipe gejala, titer virus, dan peubah agronomi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan filtrat bakteri dapat memperpanjang waktu inkubasi, mengurangi keparahan, dan titer virus dibandingkan kontrol tanpa perlakuan. Secara umum perlakuan filtrat bakteri dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Perlakuan E1S, E1BS, dan E2BS menunjukkan lebih mampu menekan infeksi ZYMV dan meningkatkan pertumbuhan tanaman dibandingkan perlakuan lainnya.
Keyword: bakteri endofit, induksi ketahanan, melon, PGPR, ZYMV
|
Judul: The addition of a noun word graph dictionary module in bogordelftconstruct
Abstrak: Knowledge Graph is a new method in Natural Language Processing that is used to describe human language and displaying it into a graph form. BogorDelftConStruct is a tool to analyze Indonesian text, developed by Deni Romadoni (2009). The tool has limited feature, opening many opportunities to add some other features. The goal of this research is to develop a noun word graph dictionary module and add it in BogorDelftConStruct. The patterns of the noun word-graph are based the research of Saleh (2009). In this research, of the 20 patterns in Saleh (2009) only 13 patterns are used, since some of word graph patterns which have the same affix and also have the different meaning. As many as 144 nouns were used in scenario testing, with 1 error was generated (99,33% accuracy).
Keyword:
|
Judul: Penggunaan antioksidan untuk invigorasi benih kapas(Gossypium hirsutum L.)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan antioksidan sebagai perlakuan invigorasi benih sebelum tanam pada beberapa kelompok benih kapas (Gossypium hirsutum L.) yang telah mengalami penyimpanan. Benih kapas yang digunakan adalah varietas Kanesia 8 yang dipanen pada tanggal 15 Juli 2004. Benih tersebut diperoleh dari kebun percobaan Asembagus, Situbondo melalui Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat (Balittas) Malang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor I adalah periode simpan (P) sebagai petak utama terdiri dari 6 taraf yaitu, periode simpan 0 minggu (P1), 3 minggu (P2), 6 minggu (P3), 9 minggu (P4), 12 minggu (P5) dan 15 minggu (P6). Faktor II sebagai anak petak adalah perlakuan matriconditioning (M) yang terdiri 7 perlakuan yaitu, tanpa perlakuan matriconditioning (M1), perlakuan matriconditioning dengan air (M2), dengan larutan asam askorbat 250 ppm (M3), dengan larutan asam askorbat 300 ppm (M4), dengan larutan asam askorbat 350 ppm (M5), dengan larutan a-tokoferol 150 ppm (M6) dan dengan larutan a-tokoferol 200 ppm (M7). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan sehingga secara keseluruhan terdapat 126 satuan percobaan. Variasi kelompok benih diperoleh dengan menyimpan benih dalam beberapa periode simpan. Perlakuan matriconditioning dilakukan setiap akhir periode simpan. Adapun perbandingan benih, media dan air atau larutan antioksidan yang digunakan adalah 1g: 1g 1ml. Perlakukan tersebut dilakukan selama 15 jam setelah itu benih dibersihkan dari media dan dikeringanginkan sampai kadar air semula selama 22 jam.
Keyword:
|
Judul: Perlakuan Benih antar Periode Simpan untuk Meningkatkan Daya Simpan Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merr.)
Abstrak: Perlakuan benih merupakan bagian dari sistem produksi benih. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan perlakuan benih antar periode simpan untuk meningkatkan daya simpan benih kedelai. Faktor perlakuan benih yang diaplikasikan yaitu (1) pencucian dengan air panas (50 °C), (2) pencucian dengan air dingin (27 °C), (3) pencucian dengan fungisida dengan bahan aktif mankozeb, (4) penjemuran di bawah matahari. Benih yang telah dicuci kemudian dikeringkan hingga mencapai kadar air 8–9% dengan cara dijemur di bawah matahari. Benih disimpan di ruang suhu rendah (±5 °C) dan di ruang kamar (26– 30 °C) menggunakan plastik polipropilen (0.8 mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih yang tidak diberi perlakuan hanya mampu mempertahankan daya berkecambah 80% hingga 6 minggu. Perlakuan pencucian benih dengan fungisida dengan bahan aktif mankozeb, pencucian dengan air dingin dan penjemuran benih tanpa dicuci terlebih dahulu dapat meningkatkan viabilitas benih serta dapat mempertahankan daya berkecambah > 80% hingga akhir penyimpanan, 16 minggu setelah perlakuan baik pada penyimpanan suhu rendah maupun suhu kamar. Perlakuan penjemuran di bawah sinar matahari dapat menjadi pilihan terbaik sebagai perlakuan invigorasi benih diantara periode penyimpanan karena murah dan mudah dilakukan serta memberikan hasil yang baik.
Keyword: viabilitas, vigor, invigorasi
|
Judul: : Persamaan Tunggal sebagai Representasi Kurva Komposit
Abstrak: A mathematical method is introduced to represent a composite curve based on an extension of analytic geometry. The representation is given either with a single equation or with two equations, in the case of parametric representation. This method permits the representation of composite curves in similar manner to the conventional representation of non-composite curves. Some mathematical tools, including Heaviside unit step function and periodizer function, are used in the establishment of a single equation. In this paper, regular equations of regular and irregular polygon, as well as composite curves of two dimensions, are implemented using a computer algebraic system, Mathematica.
Keyword:
|
Judul: Histopathology of Lung Acariasis Cases in Proboscis Monkey (Narsalis larvatus)
Abstrak: Bekantan (Narsalis larvatus) merupakan salah satu primata yang terdapat pada penangkaran hewan yang harus dijaga populasinya di Indonesia. Tulisan ini menjelaskan histopatologi perjalanan penyakit akibat akariasis pada paru yang menyebabkan kematian bekantan. Akariasis adalah salah satu parasit tungau yang menginfeksi saluran pernafasan. Kasus ini jarang terjadi dan belum pernah dilaporkan pada hewan primata yang dilindungi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memberikan informasi serta menambah ilmu pengetahuan tentang perubahan histopatologi paru bekantan dan akariasis serta dampaknya terhadap berbagai organ lain seperti otak, jantung, limpa, hati dan ginjal secara sistemik. Kadaver bekantan ini berasal dari kasus hasil nekropsi rutin di Taman Margasatwa Ragunan pada tahun 2012 dan memiliki nomor protokol P235/12. Sampel organ diproses di Divisi Patologi, Departemen Klinik, Reproduksi, dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Hasil pengamatan histopatologi disajikan secara deskriptif. Hasil pengamatan histopatologi menunjukkan paru mengalami metaplasia skuamosa epitel bronkhiolus, radang granuloma, atelektasis, emfisema pulmonum, edema pulmonum dan penyumbatan pembuluh darah (trombus). Ditemukannya endapan amiloid di organ hati, pembuluh darah pada limpa, dan ginjal, serta otak yang mengalami lesio anoxia., Proboscis Monkey (Narsalis larvatus) is one of the primates found in animal captivity and their population must be maintained in Indonesia. This paper describes the histopathology of the disease due to acariasis in the lungs that cause the death of proboscis monkeys. Acariasis is a mite parasite that infects the respiratory tract. Cases are rare and have not been reported in protected primates in Indonesia. This research aims to study and provide information as well as increase knowledge about lung histopathology changes and acariasis as well as to various other organs such as brain, heart, spleen, liver and kidneys in a systematic manner. This proboscis monkey cadaver comes from a routine necropsy at the Ragunan Zoo in 2012 and has protocol number P235/12. Organ samples were processed for histopathology slides at the Pathology Division, Department of Clinic, Reproduction, and Pathology, Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University. The results of histopathological observations were presented descriptively. Histopathological observations showed that he had squamous metaplasia of the bronchial epithelium, including granulomas, atelectasis, pulmonary emphysema, pulmonary edema and blood vessels (thrombus). Amyloid deposits were found in the liver, blood vessels in the spleen, and kidneys, as well as in the brain with anoxia lesions
Keyword: acariasis, histopathology, lung, pneumonyssus simicola, proboscis monkey
|
Judul: Spleen Histopathology of Macaca fascicularis with Klebsiella pneumoniae Infection
Abstrak: Satwa primata pada penangkaran rentan terhadap stress dan infeksi agen penyakit, termasuk Klebsiella sp. Keberadaan Klebsiella spp. pada satwa ini telah dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan serius, termasuk pneumonia, meningitis, peritonitis, sistitis, dan septicemia hingga bisa menimbulkan kematian. Dalam penelitian ini, telah dikonfirmasi bahwa tiga individu Macaca fascicularis (1 jantan, 2 betina) di Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) yang mati terinfeksi oleh Klebsiella pneumoniae. Organ limpa diambil untuk dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin eosin dan dievaluasi lesio yang terjadi secara mikroskopis. Hasil patologi anatomi dari limpa menunjukkan adanya lesion nodul putih berukuran 0.5-1.0cm yang berisi massa berwarna kuning, histopatologi menunjukkan adanya koagulasi nekrosis di pulpa putih, infiltrasi sel radang (neutrofil, limfosit, dan sel plasma) dan hemosiderosis di pulpa putih dan pulpa merah, serta perdarahan pada limpa di pulpa merah. Lesio yang ditemukan menunjukkan terjadinya splenitis pada limpa. Keberadaan lesiolesio ini akan menyebabkan disfungsi dari limpa., Primate animals are like humans in both anatomy and behavior and are therefore widely used in biomedical research. In captivity, primate animals are susceptible to stress and infection with disease agents, including Klebsiella sp. The presence of Klebsiella spp. in these animals has been associated with a variety of serious health conditions, including pneumonia, meningitis, peritonitis, cystitis, and septicemia, that can lead to death. In this study, it was confirmed that three Macaca fascicularis individuals (1 male and 2 females) at the Primate Research Center (PSSP) that died were infected by Klebsiella pneumoniae. Spleen organs were taken for histopathological preparations with hematoxylin and eosin staining, and the lesions were evaluated microscopically. Gross anatomy of the spleen showed white nodules measuring 0.5-1.0 cm in diameter, filled with a yellow, solid material. Histopathology results revealed coagulation necrosis in the white pulp, inflammatory cell infiltration (neutrophils, lymphocytes, and plasma cells) along with hemosiderosis in both red and white pulps, as well as hemorrhage in the red pulp. These lesions indicate the presence of splenitis in the spleen, leading to dysfunction in this organ.
Keyword: Klebsiella pneumoniae, Macaca fascicularis, histopathology, spleen
|
Judul: Analisis Pengaruh Brand Equity Terhadap Keputusan Pembelian Energen Sereal di Bogor
Abstrak: Sereal dan susu merupakan menu sarapan yang banyak menjadi pilihan saat ini. Ada beberapa pilihan produk sereal dan susu yang ditawarkan, salah satunya adalah minuman sereal merek Energen. Produk ini banyak dikenal oleh masyarakat karena kesuksesan ekuitas merek Energen di pasar domestik. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh hubungan antara ekuitas merek terhadap keputusan pembelian Energen sereal. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 145 orang responden. Pengolahan data menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan software SMART PLS versi 3.2.1. Hasil analisis menunjukkan bahwa brand awareness berpengaruh langsung terhadap current purchase dan berpengaruh tidak langsung terhadap future purchase Energen sereal. Brand image berpengaruh langsung terhadap current purchase dan berpengaruh tidak langsung terhadap future purchase Energen sereal. Current purchase berpengaruh langsung terhadap future purchase Energen sereal, sedangkan perceived quality tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Keyword: brand equity, current purchase, Energen, future purchase, SEM, cereal
|
Judul: Optimasi waktu dan volume pergantian air pada budidaya bibit ikan bawal (Colossoma macropomum) dalam akuarium menggunakan artificial neural network
Abstrak: Oksigen merupakan salah satu parameter kualitas air yang sangat penting dalam budidaya ikan. Selain untuk respirasi, oksigen juga digunakan untuk mengoksidasi bahan organik di perairan. Stickney (1979) menyebutkan bahwa kekurangan oksigen terlarut dapat membahayakan hewan air, karena dapat menyebabkan stress, mudah terkena penyakit, parasit dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Untuk mempertahankan tingkat kelarutan oksigen dalam air ada beberapa cara, diantaranуа adalah dengan melakukan pergantian air dan pengaerasian (Boyd, 1982). Pergantian air sering tidak dilakukan secara efisien karena pergantian air dilakukan secara terus menerus dengan tidak memperhitungkan waktu dan volume air yang diganti. Hal ini dilakukan karena tidak diketahui berapa konsentrasi oksigen terlarut yang terkandung di dalam air sehingga takut kekurangan kandungan oksigen terlarut tersebut yang dapat menyebabkan ikan menjadi mati. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat model pendugaan kandungan oksigen terlarut pada proses pemeliharan ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) dengan metoda jaringan saraf tiruan (artificial neural network) dan melakukan optimasi untuk menentukan waktu dan volume pergantian air yang optimum untuk memaksimumkan kandungan oksigen terlarut pada waktu pengamatan terakhir dari waktu pergantian air dan mencari periode waktu pergantian air yang maksimum pada saat kandungan oksigen terlarut pada batas minimal untuk kehidupan ikan air tawar (4 mg O2/1).
Keyword:
|
Judul: Optimalisasi produksi budidaya ikan konsumsi air tawar
Abstrak: Subsektor perikanan berperan dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2001-2004 kontribusi sektor perikanan terus meningkat dari tingkat 2,19 persen menjadi 2,4 persen terhadap PDB Indonesia. Perikanan budidaya merupakan salah satu subsektor perikanan yang sangat potensial untuk dikembangkan karena sifatnya yang dapat diperbarui sehingga dapat menciptakan produksi perikanan yang berkesinambungan. Salah satu jenis perikanan budidaya yang berkesinambungan. Salah satu perikanan budidaya adalah perikanan air tawar yang dibedakan menjadi empat jenis budidaya yaitu budidaya kolam, budidaya karamba, jaring apung dan budidaya sawah. Berdasarkan jumlah total produksi dan jumlah produsen, pada tahun 2004 budidaya kolam memiliki total produksi terbesar dan jumlah produsen terbanyak. Jumlah produsen yang semakin banyak berdampak pada intensitas persaingan yang semakin kompetitif. Salah satu alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya saing adalah dengan melakukan perencanaan produksi optimal sehingga efisiensi dan efektifitas kegiatan produksi dapat tercapai.
Keyword:
|
Judul: Gambaran Leukosit Domba Ekor Tipis yang Diinfeksi Haemonchus contortus.
Abstrak: The aim of this study was to investigate the effect of Haemonchus contortus infection to white blood cell profile of Javanese thin tail sheep. Twenty males Javanese thin tailed sheep were divided into five groups, namely infected group of 500 L3, 1000 L3, 2000 L3, 4000 L3 and uninfective group as control. The blood and fecal samples were collected from rectum before and three weeks after infection. The blood samples were collected using venoject® from Jugular vein. The fecal samples were collected directly from rectum. The blood samples were examined to determine total of white blood cell (leukocytes) and white blood cell differential, whereas fecal samples to determine egg per gram. The result showed that Haemonchus contortus infections cause an increased total of leukocyte but were not significantly different among of level infection doses (P>0.05). Number of eosinophils were significantly different among uninfected group (P<0.05), but were not significantly different in number of lymphocyte, monocyte, and neutrophil (P>0.05). There where positively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of eosinophil (P<0.05), however were negatively correlated significantly between the amount of egg per gram (EPG) and neutrophil’s profile (P<0.05). There where no correlation significantly between the amount of egg per gram (EPG) and profile of white blood cell, lymphocyte, and monocyte (P>0.05).
Keyword: differential leukocyte, Haemonchus contortus, leukocyte, sheep
|
Judul: Studi Pembuatau Bambu Lapis Pola Anyaman dan Jahitan dengan Menggunakan Perekat UF dan PF
Abstrak: Dewasa ini kebutuhan terhadap produk-produk berbahan baku kayu semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Tapi ha1 itu tidak ditunjang oleh ketersediaan pasokan bahan baku kayu solid yang semakin terbatas jumlahnya, sehingga membuat harga kayu solid mer4adi semakin mahal di pasaran. Untuk itu perlu di cari salah satu cara yang dapat memanfaatkan hasil hutan lain sebagai pengganti kayu. Salah satu cara yaitu memanfaatkan bambu sebagai pengganti kayu. Dalam pengembangan produk-produk industri pengolahan kayu dewasa ini, (Bio- Composites) merupakan salah satu produk altematif yang berkualitas tinggi untuk mengatasi pennasalahan terbatasnya ketersediaan kayu solid. Salah satu produk yang dapat menjadi aridalan bagi pengembangan industri Bio-Composites adalah harnbu lapis. Dalam penelitian ini bahan baku panil terdiri dari bilah-bilah bambu tali (Gigar?/ocl7loa apzrs (J.A. & J. H Schultes) Kurz) dan perekat UF dan PF. Sifat-sifat panil yang diuji meliputi kadar air, kerapatan, kembang susut, MOE (sejaju dan tegak lurus serat) dan MOR (sejajau dan tegak lurus serat) serta keteguhan rekat. Untuk mengetahui pengaruh jenis perekat dan pola panil balnbu lapis terhadap KA, kerapatan, kembang susut, modulus elastisitas (MOE), modulus patah (MOR) dan keteguhan rekat, digunakan analisis rancangan acak lengkap kelompok yang terdiri dari faktor jenis perekat dan kelompok dari bambu lapis, yaitu pola anyaman dan pola jahitan, dengan masing-masing sebanyak 3 (tiga) ulangan.
Keyword:
|
Judul: Studi Pembuatan Papan Komposit dari Limbah Kayu dan Anyaman Bambu Betung (dendrocalamus asper (Schultes f.) Backer ex Heyne)
Abstrak: Kesenjangan antara permintaan produk-produk berbahan dasar kayu dengan ketersediaan bahan baku kayu bulat pada saat ini mendorong dilakukannya berbagai upaya pemecahan masalah baik itu berupa efisiensi pemanfaatan kayu maupun dengan mencari bahan baku pengganti kayu. Salah satu usaha yang bisa dilakukan dalam rangka efisiensi yaitu dengan memanfaatkan atau mengolah limbah pengolahan kayu menjadi suatu produk papan komposit. Sifat fisis dan mekanis dari suatu bahan berbahan baku kayu merupakan nilai kualitas yang penting diketahui terutama untuk kesesuain penggunaannya. GUna meningkatkan kualitas produk papan komposit dari limbah kayu ini maka dilakukan penambahan lapisan pada bagian face back nya dengan anyaman bambu betung. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan besarnya solid content dan jumlah distribusi perekat yang optimum untuk face back papan komposit dari limbah kayu dan anyaman bambu betung.
Keyword:
|
Judul: Leukemia pada kucing
Abstrak: Leukemia pada kucing adalah suatu penyakit yang sangat patogen, disebabkan oleh sejenis virus. Virus ini dikenal sebagai Feline Leukemia Virus atau FeLV. FeLV ini oleh beberapa ahli dikatakan hanya bersifat ganas pada hewan kucing. Penularannya bisa secara horizontal maupun congenital. Kucing pada semua tingkat umur dapat terserang oleh FeLV ini. Khusus pada bentuk "thymic leukemia", virus ini hanya menyerang anak-anak kucing berumur diba- wah 1 tahun. Kucing-kucing liar atau yang tidak terpeli- hara jarang sekali terinfeksi FeLV. Selain dari serangan virus FeLV itu sendiri, maka penyakit leukemia ini bisa disebabkan oleh beberapa fak- tor yang sudah ada dalam tubuh hewan dan sangat menunjang perkembangan penyakit ini, yaitu antara lain tumor, agen toksik, cedera oleh kecelakaan dan gangguan hemopoiesis. FeLV menyerang sel-sel darah dalam tubuh hewan se- hingga pembentukan darah berjalan tidak normal. Terlihat sel-sel darah yang belum dewasa sudah beredar dalam sir- kulasi darah. Bentuk dan jumlahnya tidak lagi seimbang dalam tubuh hewan kucing tersebut. Gejala klinis antara lain kekurusan, ikterus, anemia, lemah, anoreksia, dyspnoe, sulit menelan, batuk, dan membran mukosa pucat. Selain itu kelenjar pertahanan tubuh juga membengkak, kemudian terjadi hepatomegali, spleenomegali dan pembengkakan pada ginjal. Terbentuk massa tumor pada beberapa tempat. Secara biopsy pada sumsum tulang akan terlihat be- berapa perubahan. Sumsum tulang berwarna merah tua atau abu-abu. Konsistensinya lunak dan terdapat banyak sekali memproduksi sel darah putih. Melalui gambaran darah leukemia ini lebih mudah didiagnosa. Jumlah retikulosit rendah sekali. PCV 8-15%, hemoglobin menurun, sel darah putih (WBC) meningkat, lim- fosit meningkat, Alfaglobulin juga ada peningkatan, dan banyak eosinofil yang belum dewasa beredar dalam darah…dst
Keyword:
|
Judul: Keragaman ordo diptera (Insecta) di gunung Kendeng wilayah taman nasional gunung Halimun Jawa Barat
Abstrak: ATMOWIDI. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman ordo Diptera (Insecta) di Gunung Kendeng wilayah Taman Nasional Gunung Halimun. Pemilihan lokasi Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) dikarenakan TNGH merupakan kawasan hutan tropik submontane terakhir di Jawa Barat. TNGH mempunyai area seluas 40.000 ha yang mencakup 3 kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan! Lebak. Ketinggian TNGH bervariasi antara 500 m sampai 1929 m diatas permukaan laut (dpl). Ordo Diptera mempunyai peranan yang sangat penting dalam kestabilan keragaman hayati maka keragamannya perlu diketahui dengan jelas di wilayah tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk melestarikan keragaman hayati di daerah tersebut dan bagi kehidupan manusia pada umumnya. Diptera dikenal sebagai pembawa bibit penyakit pada manusia seperti nyamuk dan lalat hitam (Culicidae & Simulidae), dan juga merusak hasil panen terutama tanaman pangan dan buah-buahan. Selain itu Diptera dapat pula berguna sebagai bahan percobaan (Drosophila) dan pengendali populasi hama dan serangga lainnya yang bersifat merugikan. Sampel serangga diambil dari 3 plot di gunung Kendeng yang berukuran 150x150 m, setiap plot (A. B. dan C) dibuat 9 subplot berukuran 50 x 50 m. Pada setiap plot dipasang satu Malaise trap di subplot 5 dan 12 yellow pan trap yang tersebar di bagian pinggir kiri dan pinggir kanan plot pada subplot 1. 4. 7. dan 3. 6, 9, masing-masing subplot dengan 2 yellow pan trap. Vegetasi disekitar daerah pengamatan diamati berdasarkan banyak atau sedikitnya jenis vegetasi yang dijumpai. Spesimen serangga yang didapatkan dari masing-masing perangkap diidentifikasi sampai famili. Di gunung Kendeng didapatkan 17 famili Diptera dari 335 individu. Ketujuhbelas famili tersebut adalah Acroceridae, Asilidae, Cecidomyiidae, Mycetophilidae. Drosophilidae, Phoridae, Simulidae. Anthomyiidae. Bibionidae, Empiidae, Otitidae, Rhagionidae. Tabanidae, Tephridae. Chloropidae. Dolichopodidae, dan Muscidae. Keragaman tertinggi pada Malaise trap dengan nilai indeks keragaman 1.3 berada pada lokasi A yang terletak pada hektometer 15-17, sedangkan keragaman rata-rata terendah terdapat pada lokasi B dengan nilai indeks kergaman 1,1 yang terletak pada hektometer 17-19, dengan famili Cecidomyiidae sebagai famili yang dominan. Sedangkan untuk Yellow pan trap nilai indeks keragaman tertinggi masih terdapat di lokasi A dengan nilai indeks 2.1. Sedangkan nilai indeks terendah terdapat pada lokasi C pada hektometer 25-26 dengan nilai indeks 1.5. Famili yang dominan pada daerah ini adalah famili Cecidomyiidae dan Muscidae.
Keyword: Diptera
|
Judul: Dampak Penjarangan Hutan Pinus terhadap Keanekaragaman Diptera Permukaan Tanah di BKPH Cikawung dan Gede Barat, KPH Sukabumi
Abstrak: Serangga memiliki peranan penting untuk memelihara keseimbangan atau kestabilan ekosistem di hutan. Penjarangan hutan dapat menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan di dalam hutan dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, termasuk dampak terhadap serangga. Penelitian ini bertujuan mengukur dampak penjarangan hutan tanaman pinus terhadap keanekaragaman serangga Diptera permukaan tanah di BKPH Cikawung dan Gede Barat, KPH Sukabumi. Metode yang digunakan untuk menangkap serangga adalah metode pitfall trap pada plot FHM (Forest Health Monitoring). Data yang dikumpulkan adalah data serangga dan data lingkungan. Data serangga yang diperoleh dianalisis dengan uji-t berpasangan. Hasil uji analisis pada taraf nyata 5% menunjukkan bahwa kegiatan penjarangan berdampak terhadap kelimpahan serangga Diptera.
Keyword: Diptera, keanekaragamanan, penjarangan
|
Judul: Analisis RSA dengan Penambahan Chinese Remainder Theorem untuk Mempercepat Proses Dekripsi.
Abstrak: RSA merupakan algoritma kunci publik yang keamanannya bertumpu pada kesulitan untuk memfaktorkan modulus n yang sangat besar, tetapi kelebihan ini mengakibatkan lambatnya waktu untuk menyelesaikan proses. Penambahan CRT pada RSA diperlukan untuk mengefisienkan kinerja RSA. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinerja RSA dari segi kecepatan dan keamanannya, serta menganalisis algoritmanya. Analisis kecepatan dilakukan dengan mengukur waktu kecepatan rata-rata enkripsi dan dekripsi RSA dan RSA-CRT. Analisis keamanan dilakukan melalui studi literatur. Dari hasil analisis algoritma, dapat ditarik kesimpulan bahwa RSA dan RSA-CRT memiliki kompleksitas yang sama untuk algoritma pembangkitan kunci dan proses enkripsi, yaitu O((lg n)3). Tetapi pada pembangkitan kunci RSA-CRT, ada bagian yang kompleksitasnya O((lg (n/2))2). Algoritma dekripsi RSA memiliki kompleksitas O((lg n)3), sedangkan RSA-CRT memiliki kompleksitas O((lg (n/2))3). Hasil ini dikuatkan oleh hasil implementasi yang memperoleh waktu dekripsi RSA-CRT yang lebih cepat dibandingkan waktu dekripsi RSA. Waktu rata-rata running time proses dekripsi RSA adalah 4211.79 ms, sedangkan pada RSA-CRT diperoleh running time rata-rata proses dekripsi 1372.44 ms. Kata kunci : RSA, RSA-CRT, Chinese Remainder Theorem.
Keyword:
|
Judul: Marketing Strategy to Increase the Number of Customers of Ravanaira in the Early Stage of the Business Life Cycle
Abstrak: Tahap awal merupakan tahap yang krusial bagi suatu bisnis sebab pada tahap ini bisnis baru memasuki pasar dan diperkenalkan kepada pelanggan.Ravanaira merupakan bisnis yang berada pada tahap ini dan strategi pemasaran menjadi kunci agar Ravanaira dapat bertahan dan memasuki tahap pertumbuhan (growth stage). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih Ravanaira, (2) mengembangkan karakteristik konsumen Ravanaira berdasarkan data geografis, demografis, dan perilaku untuk merancang strategi pemasaran, (3) merumuskan strategi pemasaran yang efektif dan inovatif bagi Ravanaira dalam rangka memperluas basis pelanggan. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan klaster. Hasil analisis menghasilkan tiga klaster pelanggan berdasarkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keputusan konsumen. Penelitian ini merumuskan strategi pemasaran menggunakan bauran pemasaran 4C yang terdiri dari empat elemen: co-creation, currency, communal activation, dan conversation.., The introduction stage is a crucial stage for a business because at this stage the business is just entering the market and being introduced to customers. Ravanaira is one of the businesses that is in this stage and marketing strategy is key for Ravanaira to survive and enter the growth stage. This research aims to (1) identify the factors that influence consumers' decision to choose Ravanaira. (2) develop Ravanaira's customer profile based on geographic, demographi, and behavioral data to design a marketing strategy. (3) formulate effective and innovative marketing strategies for Ravanaira in order to increase number of customers. The results of the analysis produced three customer clusters based on internal and external factors that influence consumer decision-making. This research formulated a customer marketing strategy using the marketing mix 4C’s, which consists of four elements: co-creation, currency, communal activation, and conversation.
Keyword: business life cycle, cluster analysis, marketing mix 4C
|
Judul: Strategi Minimum Viable Marketing pada Online Shop "Serasi"
Abstrak: Fenomena munculnya online shop menimbulkan perubahan perilaku belanja masyarakat menjadi tinggi dan lebih konsumtif. Pada November 2020 penjualan Serasi mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, dan dengan sumber daya manusia serta finansial yang terbatas, Serasi harus dapat tetap bertahan. Penelitian ini bertujuan: (1) mengevaluasi kinerja bauran pemasaran Serasi, (2) menganalisis atribut yang dipentingkan oleh konsumen produk fashion online, dan (3) menganalisis dan merumuskan strategi minimum viable marketing yang dapat diterapkan oleh Serasi. Hasil penelitian menunjukkan atribut pada variabel cocreation, currency, dan conversation menjadi atribut yang fokus untuk diperbaiki dalam rancangan strategi minimum viable marketing Serasi. Perbaikan atribut dilakukan dengan membuat website dan email marketing sebagai fondasi pemasaran, didukung dengan pengayaan konten kreatif di media sosial dan membuat komunitas influencer hijab tak berbayar sebagai amplification channel, The phenomenon of the online shop causes changes in people's shopping behavior to be increased and more consumptive. In November 2020, Serasi’s sales was decreased compared to the previous months and with all the limited human and financial resources, Serasi must be able to survive. The objective of this study are to: (1) evaluate the performance of Serasi’s marketing mix, (2) analyze attributes that are important for fashion online consumers, (3) analyze and formulate a minimum viable marketing strategy design that can be applied to Serasi. The results showed that the attributes of the co-creation, currency, and conversation variables were attributes that were the focus for improvement in the company's minimum viable marketing design. The attribute improvement is done by create a website and email marketing as a marketing foundation, supported by creative content enrichment on social media and create unpaid hijab influencer as an implification channel.
Keyword:
|
Judul: Histerektomi Pada Anjing
Abstrak: Anjing merupakan hewan kesayangan yang banyak dipelihara hampir di setiap rumah, baik sebagai kegemaran maupun untuk keamanan pemiliknya. Histerektomi merupakan suatu tindakan bedah dan pembuangan uterus dengan tujuan untuk menanggulangi hal-hal yang patologik seperti pyometra, distokia yang berkepanjangan dan anaknya diduga masih hidup, adanya tumor uterus serta untuk tindakan fisiologik yaitu sterilisasi untuk mengatur keturunan (Arthur,197S).
Keyword:
|
Judul: Efektivitas dan Strategi Pengembangan Sea Farming di Kabupaten Kepulauan Seribu
Abstrak: Program sea farming di Kepulauan Seribu pada awalnya merupakan kegiatan yang diharapkan dapat menjadi alternatif pencarian bagi masyarakat di Kepulauan Seribu. Dasar pemikiran yang mendasar mengapa diperlukannya alternatif pencarian bagi masyarakat di karenakan mata pencarian utama masyarakat adalah sebagai nelayan tangkap dimana sangat tergantung pada sumberdaya laut yang ada disekitar kepulauan seribu. Ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya alam terutama hasil laut yang begitu besar menjadikan hasil laut sebagai penopang kehidupan meraka. Di sisi lain sumberdaya laut semangkin lama akan berkurang atau terjadi dekradasi. Dekaradasi yang terjadi disebabkan diantaranya adalah faktor menurunya kualitas air laut yang di sebabkan pencemaran limbah baik dari manusia maupun pabrik. Penyebab lain adalah kurang bertanggung jawabnya para nelayan dalam melakukan penagkapan ikan, penggunaan alat tangkap dan bahan kima yang berbahaya mengakibatkan kerusakan laut yang berdampak pada penurunan hasil laut.
Keyword:
|
Judul: Analisis Mata Pencaharian Alternatif Nelayan Pancing di Kepulauan Seribu
Abstrak: Nelayan pancing di Kepulauan Seribu menggunakan lima jenis pancing yaitu pancing tongkol, pancing tenggiri, pancing ulur, pancing tonda, dan pancing parabola. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unit penangkapan pancing dan menentukan pendapatan nelayan dari kegiatan penangkapan dan mata pencaharian alternatif yang dilakukan nelayan pancing di Kepulauan Seribu. Hasil analisis unit penangkapan ikan menunjukan bahwa nelayan menggunakan lima jenis pancing hal ini disesuaikan dengan hasil tangkapan. Ada enam mata pencaharian alternatif yang dilakukan nelayan pancing di Kepulauan Seribu. Mata pencaharian tersebut adalah usaha budidaya kerapu, usaha penangkapan udang pengko (udang ronggeng), penyewaan kapal, usaha warung, tukang bangunan, dan usaha perbaikan mesin kapal. Berdasarkan hasil analisis usaha diperoleh rata-rata pendapatan nelayan dari kegiatan usaha penangkapan pancing sebesar Rp2.684.677,- per bulan. Kegiatan mata pencaharian alternatif yang dilakukan meningkatkan pendapatan nelayan sebesar 20,90% per bulan. Hasil analisis usaha menunjukan usaha penangkapan pancing dan mata pencaharian alternatif memiliki nilai revenue-cost ratio >1. Hal ini menunjukan bahwa semua usaha yang dilakukan oleh nelayan mendatangkan keuntungan dan layak untuk dikembangkan. Kegiatan mata pencaharian alternatif harus dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan
Keyword: Seribu Archipelago, alternative livelihood, line-fishers
|
Judul: Addition of preposition word graph generator module in bogor_delft_construct application
Abstrak: Knowledge graph is a new method used to analyze text and represent in a graph form. Word graph consists of concept and relation which represents the meaning of a word in a graph form. Ontology used in a word graph structure consists of 8 binary relationships, 4 frame relationships, and a focus. Bogor_Delft_Construct is an application that implements knowledge graph method to analyze text written in Bahasa Indonesia, However, this application still has some limitations in analyzing vocabularies such as prepositions. This research aims to add a module to the application that could generate word graph of preposition based on preposition patterns prosposed by Wulan (2009). The addition of preposition word graph generator module that was done in Bogor_Delft_Construct could recognize 23 prepositions which were followed by its auxiliary words. The preposition’s auxiliary words were divided into 12 documents; each has different nominative meaning.
Keyword:
|
Judul: Pengaruh Level Penggunaan Bungkil Inti Sawit Dalam Ransum terhadap Persentase Karkas dan Organ Dalam Ayam
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat pemberian BIS dalam ransum unggas dari fase starter hingga finisher sebagai pakan alternatif jagung dan bungkil kedelai dalam ransum dilihat dari aspek persentase karkas, bobot organ dalam, organ pencernaan dan rataan panjang relatif usus halus ayam broiler. Perlakuan yang diberikan R0 = Ransum kontrol; R1 = Ransum mengandung 5% BIS; R2 = Ransum mengandung 10% BIS; R3 = Ransum mengandung 15% BIS. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, ternak yang digunakan 240 ekor broiler jantan tipe Lohmaan ditempatkan ke dalam 24 grup dan diacak ke dalam 4 perlakuan pakan. Peubah yang diamati persentase karkas, persentase organ dalam, organ pencernaan dan panjang relatif usus halus. Data dianalisis dengan ANOVA, jika pada analisis ANOVA didapatkan hasil yang berbeda nyata (P<0.05), maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan signifikan (P<0.05) meningkatkan persentase bobot hati, gizzard, limpa, duodenum, jejenum, ileum, sekum, pankreas, dan proventrikulus tetapi menurunkan secara nyata bobot hidup, persentase bobot karkas dan abdominal. Taraf pemakaian bungkil inti sawit (BIS) yang telah diolah secara penyaringan dan peniupan dalam ransum lebih dari 5% belum mampu mengurangi penggunaan jagung dan kedelai dalam ransum dilihat dari aspek penurunan bobot hidup, persentase bobot karkas, serta peningkatan persentase bobot organ dalam dan bobot organ pencernaan.
Keyword: kunci: broiler, subtitusi pakan, persentase organ dalam, bungkil inti sawit
|
Judul: Pengaruh Penggunaan Tepung Bulu Ayam Dalam Ransum Terhadap Persentase Karkas, Giblet Dan Lemak Abdominal Ayam Broiler
Abstrak: Dalam upaya mengurangi biaya produksi di bidang peternakan, usaha penekanan biaya untuk makanan banyak diteliti. Hal ini disebabkan karena biaya makanan merupakan biaya paling besar, juga sampai saat ini banyak bahan-bahan makanan sebagai penyusun ransum ternak dikonsumsi pula oleh manusia sehingga kedua kepentingan ini sering berkompetisi. Oleh sebab itu sekarang dicari alternatif untuk memperoleh bahan pengganti, terutama sebagai sumber protein. Salah satu alternatif bahan makanan sumber protein yang memungkinkan untuk dimanfaatkan serta tidak berkompetisi dengan manusia adalah bulu ayam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan tepung bulu ayam dalam ransum terhadap berat badan akhir, persentase karkas, berat giblet dan leher serta lemak abdominal ayam broiler. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Produksi Ternak Unggas Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, yang dimulai pada tanggal 1 Februari sampai 29 Maret 1988. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tunggal, dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Pada setiap ulangan ditempatkan 10 ekor anak ayam umur sehari (DOC) strain "Starbro". Peubah yang diamati adalah berat badan akhir, karkas, giblet, leher dan lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung bulu ayam dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P/ 0.01) terhadap berat badan akhir, persentase karkas, berat giblet dan leher. Rataan berat badan akhir, persentase karkas, berat giblet dan leher ayam-ayam yang mengkonsumsi ransum tanpa penggunaan tepung bulu sangat nyata (P0.01) lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan tepung bulu. Persentase lemak abdominal pada ayam-ayam yang mengkonsumsi ransum dengan penggunaan tepung bulu tidak nyata dibandingkan dengan tanpa penggunaan tepung bulu.
Keyword:
|
Judul: : Persamaan Tunggal sebagai Representasi Kurva Komposit
Abstrak: A mathematical method is introduced to represent a composite curve based on an extension of analytic geometry. The representation is given either with a single equation or with two equations, in the case of parametric representation. This method permits the representation of composite curves in similar manner to the conventional representation of non-composite curves. Some mathematical tools, including Heaviside unit step function and periodizer function, are used in the establishment of a single equation. In this paper, regular equations of regular and irregular polygon, as well as composite curves of two dimensions, are implemented using a computer algebraic system, Mathematica.
Keyword:
|
Judul: Kelayakan Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit Skala Rakyat Di Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
Abstrak: Perkebunan kelapa sawit skala rakyat merupakan perkebunan skala kecil yang melibatkan petani dalam semua kegiatan yang ada di perkebunan kelapa sawit tersebut. Penelitian ini menganalisis kelayakan bisnis Perkebunan Kelapa Sawit Skala Rakyat dilihat dari aspek finansial dan non finansial. Aspek finansial terdiri dari NPV, IRR, Net B/C Ratio dan payback period. Pada luas lahan 5 ha, 3 ha, 2 ha dan 1.5 ha layak untuk dijalankan jika dilihat dari kriteria investasi, sedangkan luas lahan 1 ha dan 0.5 ha tidak layak untuk dijalankan jika dilihat dari kriteria investasi. Pada luas lahan 5 ha menghasilkan NPV sebesar Rp 164 466 298, IRR sebesar 36 persen, Net B/C Ratio sebesar 4 79, dan payback period selama 5 tahun 7 bulan. Semakin besar luas lahan maka semakin layak bisnis perkebunan kelapa sawit skala rakyat untuk dijalankan. Hasil analisis switching value agar bisnis tetap layak maksimum penurunan harga TBS pada luas lahan 5 ha yaitu sebesar 41.70 persen, pada luas lahan 3 ha 37.88 persen, pada luas lahan 2 ha 34.13 persen, pada luas lahan 1.5 ha 11.00 persen, sedangkan pada luas lahan 1 ha dan 0.5 ha minimum peningkatan harga TBS agar menjadi layak yaitu masing-masing sebesar 3.73 persen dan 5.55 persen.
Keyword: analisis finansial, kelapa sawit, kelayakan bisnis, switching value
|
Judul: Analisis Biaya dan Kelayakan Pabrik Kelapa Sawit Berangir PTPN IV (Persero) di Kabupaten Labuhan Batu Utara
Abstrak: Pabrik Kelapa Sawit Berangir PTPN IV (Persero) merupakan salah satu unit dari PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero). Tujuan penelitian ini ialah menganalisis biaya dan kelayakan usaha Pabrik Kelapa Sawit Berangir PTPN IV (Persero) di Kabupaten Labuhan Batu Utara dan menganalisis sensitivitas terhadap beberapa kondisi. Metode penelitan ini adalah pengumpulan data dan pengolahan data. Titik impas Pabrik Kelapa sawit Berangir PTPN IV (Persero) dicapai pada produksi 52 447 552.45 kg TBS/tahun. Analisis kelayakan menghasilkan nilai NPV adalah Rp. 269 716 581 186, nilai IRR adalah 67.04%, dan nilai BC Ratio adalah 4.67. Ini berarti, Pabrik Kelapa Sawit Berangir PTPN IV (Persero) layak. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa akan terjadi perubahan tingkat kelayakan jika terjadi kenaikan harga TBS sebesar 20%, penurunan harga CPO sebesar 15%, kenaikan biaya tidak tetap sebesar 20%, penurunan jumlah TBS yang diolah per tahun sebesar 50%, atau kenaikan harga TBS sebesar 15% dan penurunan jumlah TBS yang diolah per tahun sebesar 8%., Palm Oil Mill Berangir of PTPN IV (Persero) is one of PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) units. The objectives of this reaserch were to analyze the cost and feasibility of palm oil mill Berangir of PTPN IV (Persero), Labuhan Batu Northern District and analyze sensitivity to several conditions. The method of this reaserch are collecting data and data processing. Palm Oil Mill Berangir of PTPN IV (Persero) breakeven point is 52 447 552.45 kg FFB/year. Analysis of the feasibility represents NPV is Rp. 269 716 581 186, IRR is 67.04%, and BC Ratio is 4.67. It means, Palm Oil Mill Berangir of PTPN IV (Persero) was feasible. The sensitivity analysis indicates that changes will occur if the level of eligibility if FFB price increases by 20%, CPO prices decline by 15%, increase in variable costs by 20%, decrease the amount of processed FFB per year by 50%, or FFB price increases of 15% and a decrease in the amount of FFB processed per year by 8%.
Keyword: Pabrik Kelapa Sawit Berangir PTPN IV (Persero), nalisis biaya dan kelayakan, analisis sensitivitas
|
Judul: Differential Leukocytes in Mice (Mus muscullus) after Amyloid Beta Aβ40 and Aβ42 Immunization as a Marker of Alzheimer’s Disease.
Abstrak: Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang bersifat irreversibel dan progresif yang terkait dengan perubahan sel-sel saraf, sehingga menyebabkan kematian sel otak dan terjadinya demensia. Pengamatan terhadap diferensial leukosit dapat membantu dalam mendiagnosa penyakit ini dengan tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran diferensial leukosit pada mencit terhadap respon imunisasi amyloid beta Aβ40 dan Aβ42. Penelitian ini menggunakan 22 ekor mencit (Mus muscullus) Balb/c jantan dan betina dengan berat badan 20-35 gr. Mencit dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, kelompok mencit kontrol, kelompok mencit vaksinasi antigen amyloid Aβ40 dan kelompok mencit vaksinasi antigen amyloid beta Aβ42. Sampel darah dimabil melalui vena coccygea sebanyak 0,5 ml setiap mencit. Sampel darah diambil pada hari ke-0, 14 dan 24 setelah diimunisasi. Hasil menunjukkan kelompok mencit yang diimunisasi amyloid beta 40 (Aβ40) dan amyloid beta 42 (Aβ42) menyebabkan peningkatan jumlah limfosit dan neutrofil yang signifikan, sedangkan kelompok mencit kontrol tidak menunjukkan perubahan leukosit yang signifikan. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa pemberian imunisasi antigen amyloid beta Aβ40 dan Aβ42 pada mencit tidak memengaruhi jumlah basofil, eosinofil, neutrofil batang serta monosit., Alzheimer's is an irreversible and progressive neurodegenerative disease associated with changes in nerve cells, leading to brain cell death and dementia. Observation of differential leukocytes can help in diagnosing the disease precisely. This study aims to find out the differential picture of leukocytes in mice against amyloid beta Aβ40 and Aβ42 immunization responses. This study used 22 mice (Mus muscullus) Balb / c male and female with a weight of 20-35 grams. Mice were divided into three groups, namely, the control mice group, the Aβ40 amyloid antigen vaccination mice group and the Aβ42 amyloid beta antigen vaccination mice group. Blood samples are taken through the coccygea vein as much as 0.5 ml per mice. Blood samples are taken on days 0, 14 and 24 after immunization. Results showed the mice group immunized amyloid beta 40 (Aβ40) and amyloid beta 42 (Aβ42) caused a significant increase in lymphocyte and neutrophil counts, while the control mice group showed no significant leukocyte changes. Based on the observations, it can be concluded that immunization of amyloid beta Aβ40 and Aβ42 antigens on mice does not affect the number of basophils, eosinophils, bar neutrophils and monocytes.
Keyword: Alzheimer, Diferensial leukosit, Amyloid beta, Mencit, Alzheimer's, differential leukocytes, amyloid beta, mice
|
Judul: Pengelolaan Pemetikan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Unit Perkebunan Tambi, PT Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah
Abstrak: Manajemen pemetikan tanaman teh sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas pucuk. Kegiatan magang bertujuan mempelajari dan menimba pengalaman mahasiswa dalam aspek teknis dan pengelolaan perkebunan teh. Tujuan khusus dari kegiatan magang adalah mempelajari pengelolaan pemetikan tanaman teh di Unit Perkebunan Tambi. Metode yang digunakan dalam kegiatan magang adalah metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung dilakukan dengan cara mengikuti dan mengamati secara langsung semua kegiatan di lapangan serta wawancara. Metode tidak langsung dilakukan dengan cara mengumpulkan data pendukung dari perusahaan berupa arsip kebun, laporan manajerial, serta studi pustaka. Hasil pengamatan berdasarkan aspek khusus yaitu tinggi bidang petik, diameter bidang petik, tebal daun pemeliharaan, persentase pucuk peko dan pucuk burung, gilir dan hanca petik, jumlah tenaga kerja, analisis pucuk, sarana panen dan transportasi, sudah sesuai standar. Sementara hasil analisis petik menunjukkan perlu adanya peningkatan dalam teknik pemetikan di lapangan. Pengaruh terhadap kapasitas pemetik menurut umur pemetik, masa kerja, dan pendidikan formal terakhir tidak berbeda nyata, dimana parameter tersebut tidak mempengaruhi bobot pucuk yang didapat. Parameter jumlah tanggungan keluarga berbeda nyata, dimana perolehan pucuk pemetik yang memiliki jumlah tanggungan keluarga ≤4 lebih sedikit dibandingkan pemetik dengan jumlah tanggungan keluarga >4 orang. Hal ini disebabkan oleh beban ekonomi yang meningkat, sehingga menyebabkan wanita bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Keyword: gilir petik, analisis petik, daun pemeliharaan, kapasitas pemetik
|
Judul: Pengelolaan Pemetikan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Unit Perkebunan Rumpun Sari Kemuning, PT Sumber Abadi Tirta Sentosa, Karanganyar, Jawa Tengah
Abstrak: Kegiatan magang dilaksanakan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman teknis dan manajerial tanaman teh serta mempelajari aspek pemetikan. Kegiatan magang dilaksanakan di Perkebunan Rumpun Sari Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah pada bulan Februari sampai Juni 2014. Metode yang dilaksanakan selama kegiatan magang terbagi atas dua yaitu metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung dilakukan secara aktif mengikuti dan mengamati kegiatan teknis di lapangan dan wawancara. Metode tidak langsung dilakukan dengan mengumpulkan laporan manajemen, arsip kebun dan jurnal penelitian teh. Hasil magang menunjukkan bahwa tinggi bidang petik, diameter bidang petik, tebal daun pemeliharaan, kapasitas pemetik, gilir dan hanca petik, dan sarana transportasi telah sesuai standar PPTK Gambung. Analisis petik dan analisis pucuk masih perlu peningkatan agar kuantitas dan kualitas pucuk yang optimal. Pemangkasan mesin lebih efektif daripada pemangkasan manual dinilai dari bobot brangkasan dan manajemen waktu. Produksi dan HOK masih memerlukan jumlah tenaga kerja dalam memenuhi target produksi.
Keyword: bobot brangkasan, pemetikan, Perkebunan Rumpun Sari Kemuning, teh
|
Judul: Best Difference Equation Aproximation to Duffing 's Equation
Abstrak: Persamaan Duffing merupakan persamaan yang sering muncul sebagai model masalah sistem ayun mekanis atau pada masalah rangkaian listrik. Umumnya penyelesaian persamaan ini secara numerik memberikan hampiran dengan gala! yang tinggi, seperti dengan metode Runge-Kutta. Tulisan ini mengkonstruksi suatu persamaan beda untuk menghampiri persamaan Duffing tersebut. Penyelesaian dari persamaan beda ini melibatkan fungsi-fungsi eliptik Jacobi. Berdasarkan penyelesaian ini diperoleh basil bahwa penyelesaian hampirannya persis sama dengan penyelesaian analitiknya. Penyelesaian analitik yang diperolehjuga melibalkan fungsi-fungsi eliptik Jacobi.
Keyword:
|
Judul: Keputusan Pembelian Outdoor Equipment: Strategi untuk Consina
Abstrak: Peningkatan tren wisata alam membawa peluang sekaligus persaingan yang lebih ketat bagi industri outdoor equipment. Saat ini, pangsa pasar industri outdoor equipment di Indonesia dikuasai oleh Eiger sebesar 80%, sementara Consina sebagai salah satu brand outdoor equipment masih sebagai follower. Oleh karena itu, Consina perlu memahami faktor-faktor yang memengaruhi niat dan keputusan pembelian konsumen sehingga Consina dapat meningkatkan pangsa pasarnya di industri outdoor equipment. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen, menganalisis faktor yang memengaruhi niat dan keputusan pembelian, serta menyusun implikasi manajerial bagi Consina. Responden berjumlah 73 orang yang berasal dari gen Z dan milenial yang dipilih dengan metode convenience sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Structural Equation Model - Partially Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh niat pembelian. Niat pembelian hanya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu norma subjektif dan pengendalian perilaku.
Keyword: Consina, faktor pengaruh niat dan keputusan pembelian konsumen, industri outdoor equipment, niat dan keputusan pembelian, SEM-PLS
|
Judul: Strategi Bertahan di Pasar Ceruk: Pelajaran dari Toko Produk Outdoor SBO Majalengka
Abstrak: SBO merupakan toko produk outdoor pertama di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pelanggan outdoor, mengukur kinerja bauran pemasaran SBO, serta merumuskan strategi bertahan di pasar ceruk untuk SBO. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan survei menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 responden yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil analisis, pelanggan SBO tersegmentasi pada satu kesamaan perilaku. Secara keseluruhan, nilai rata-rata kinerja atribut bauran pemasaran SBO sebesar 4.23 dengan rata-rata nilai kepentingan sebesar 4.31. Berdasarkan hasil evaluasi diagram IPA, rancangan strategi bertahan di pasar ceruk untuk SBO meliputi menyediakan jenis produk yang beragam dan melengkapi persediaan produk outdoor di setiap toko SBO. Sedangkan strategi bertahan untuk menjaring calon pelanggan potensial meliputi menyesuaikan harga dengan kualitas produk outdoor, support events outdoor, meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan kinerja tampilan fisik.
Keyword: bauran pemasaran, pasar ceruk, sangga buana outdoor, strategi bertahan
|
Judul: Granular venereal disease ( GVD ) lepuh kecil pada vagina sapi teori terbentuknya dan cara pengobatannya
Abstrak: Isseponi pada tahun 1887 (dalam Williams, W.L. 1950) pertama sekali menemukan penyakit ini dengan mengamati ada nya lepuh-lepuh atau nodul dan peradangan pada mukosa vulva dan menduga merupakan penyebab terjadinya ketidak suburan dan abortus pada sapi. Sedang beberapa ahli menyatakan bahwa GVD bukan merupakan penyebab terjadinya ketidak suburan dan abortus, hanya kemungkinan adanya infeksi sekunder yang menyebabkan terjadinya sterilitas dan abortus. Sampai sekarang agen penyebab penyakit ini masih belum diketahui dengan pasti, ada yang menyatakan disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa ataupun micoplasma. - Masa inkubasi penyakit 2 sampai 3 minggu dan dapat berjalan kronis dan ringan tanpa menimbulkan gangguan dan dapat juga berlangsung akut dan parah. Sering penyakit ini dapat sembuh sendiri tanpa diketahui pemunculannya lebih dahulu sehingga pemilik ternak tidak mengetahui hewannya pernah terserang penyakit Venereal Granular ini. Penularan paling sering terjadi melalui perkawinan alam dimana sapi-sapi jantan dapat berperan sebagai penye bar penyakit ke sapi-sapi betina lain. ...
Keyword:
|
Subsets and Splits
No community queries yet
The top public SQL queries from the community will appear here once available.