instruction stringlengths 12 163 | input stringclasses 13
values | output stringlengths 27 810 |
|---|---|---|
Berikan definisi Penimbunan Terbuka. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 20, yang dimaksud dengan Penimbunan Terbuka adalah proses penimbunan sampah di TPA |
Apa yang disebut dengan Penimbunan Terbuka? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 20, yang dimaksud dengan Penimbunan Terbuka adalah proses penimbunan sampah di TPA |
Apa arti Penimbunan Terbuka dalam regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 20, yang dimaksud dengan Penimbunan Terbuka adalah proses penimbunan sampah di TPA |
Sebutkan pengertian Penimbunan Terbuka. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 20, yang dimaksud dengan Penimbunan Terbuka adalah proses penimbunan sampah di TPA |
Apa yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 21, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali adalah metode pengurugan di areal |
Apa definisi Metode Lahan Urug Terkendali? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 21, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali adalah metode pengurugan di areal |
Jelaskan pengertian Metode Lahan Urug Terkendali. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 21, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali adalah metode pengurugan di areal |
Bagaimana regulasi ini mendefinisikan Metode Lahan Urug Terkendali? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 21, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali adalah metode pengurugan di areal |
Metode Lahan Urug Terkendali adalah apa? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 21, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali adalah metode pengurugan di areal |
Apa pengertian Metode Lahan Urug Terkendali menurut regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 21, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali adalah metode pengurugan di areal |
Berikan definisi Metode Lahan Urug Terkendali. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 21, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali adalah metode pengurugan di areal |
Apa yang disebut dengan Metode Lahan Urug Terkendali? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 21, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali adalah metode pengurugan di areal |
Apa arti Metode Lahan Urug Terkendali dalam regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 21, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali adalah metode pengurugan di areal |
Sebutkan pengertian Metode Lahan Urug Terkendali. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 21, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Terkendali adalah metode pengurugan di areal |
Apa yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 22, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal |
Apa definisi Metode Lahan Urug Saniter? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 22, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal |
Jelaskan pengertian Metode Lahan Urug Saniter. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 22, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal |
Bagaimana regulasi ini mendefinisikan Metode Lahan Urug Saniter? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 22, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal |
Metode Lahan Urug Saniter adalah apa? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 22, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal |
Apa pengertian Metode Lahan Urug Saniter menurut regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 22, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal |
Berikan definisi Metode Lahan Urug Saniter. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 22, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal |
Apa yang disebut dengan Metode Lahan Urug Saniter? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 22, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal |
Apa arti Metode Lahan Urug Saniter dalam regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 22, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal |
Sebutkan pengertian Metode Lahan Urug Saniter. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 22, yang dimaksud dengan Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal |
Apa yang dimaksud dengan Orang? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 23, yang dimaksud dengan Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan 5 |
Apa definisi Orang? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 23, yang dimaksud dengan Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan 5 |
Jelaskan pengertian Orang. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 23, yang dimaksud dengan Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan 5 |
Bagaimana regulasi ini mendefinisikan Orang? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 23, yang dimaksud dengan Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan 5 |
Orang adalah apa? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 23, yang dimaksud dengan Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan 5 |
Apa pengertian Orang menurut regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 23, yang dimaksud dengan Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan 5 |
Berikan definisi Orang. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 23, yang dimaksud dengan Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan 5 |
Apa yang disebut dengan Orang? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 23, yang dimaksud dengan Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan 5 |
Apa arti Orang dalam regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 23, yang dimaksud dengan Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan 5 |
Sebutkan pengertian Orang. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 23, yang dimaksud dengan Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan 5 |
Apa yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 24, yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia |
Apa definisi Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 24, yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia |
Jelaskan pengertian Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 24, yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia |
Bagaimana regulasi ini mendefinisikan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 24, yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia |
Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah apa? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 24, yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia |
Apa pengertian Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah menurut regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 24, yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia |
Berikan definisi Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 24, yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia |
Apa yang disebut dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 24, yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia |
Apa arti Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah dalam regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 24, yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia |
Sebutkan pengertian Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 24, yang dimaksud dengan Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia |
Apa yang dimaksud dengan Menteri? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 25, yang dimaksud dengan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan |
Apa definisi Menteri? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 25, yang dimaksud dengan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan |
Jelaskan pengertian Menteri. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 25, yang dimaksud dengan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan |
Bagaimana regulasi ini mendefinisikan Menteri? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 25, yang dimaksud dengan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan |
Menteri adalah apa? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 25, yang dimaksud dengan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan |
Apa pengertian Menteri menurut regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 25, yang dimaksud dengan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan |
Berikan definisi Menteri. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 25, yang dimaksud dengan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan |
Apa yang disebut dengan Menteri? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 25, yang dimaksud dengan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan |
Apa arti Menteri dalam regulasi ini? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 25, yang dimaksud dengan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan |
Sebutkan pengertian Menteri. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Berdasarkan Pasal 1 Permen PU 03/2013 angka 25, yang dimaksud dengan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan |
Apa jenis dari Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2013? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Jenis regulasi ini adalah Peraturan Menteri. |
Berapa nomor Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2013? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Nomor Peraturan Menteri ini adalah 03/PRT/M/2013. |
Tahun berapa Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2013 ditetapkan? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Peraturan Menteri ini ditetapkan pada Tahun 2013. |
Apa judul lengkap Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2013? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Judul lengkap regulasi ini adalah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. |
Kapan Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2013 ditetapkan? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2013 ditetapkan pada tanggal N/A. |
Berapa jumlah pasal dalam Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2013? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2013 memiliki 80 pasal. |
Berapa jumlah BAB dalam Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2013? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2013 memiliki 11 BAB. |
Apa isi BAB I KETENTUAN UMUM? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB I mengatur ketentuan umum yang mencakup definisi istilah-istilah penting dalam prasarana dan sarana persampahan. |
Jelaskan BAB I KETENTUAN UMUM. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB I mengatur ketentuan umum yang mencakup definisi istilah-istilah penting dalam prasarana dan sarana persampahan. |
Apa yang diatur dalam BAB I KETENTUAN UMUM? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB I mengatur ketentuan umum yang mencakup definisi istilah-istilah penting dalam prasarana dan sarana persampahan. |
Bagaimana isi BAB I KETENTUAN UMUM? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB I mengatur ketentuan umum yang mencakup definisi istilah-istilah penting dalam prasarana dan sarana persampahan. |
Berikan ringkasan BAB I KETENTUAN UMUM. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB I mengatur ketentuan umum yang mencakup definisi istilah-istilah penting dalam prasarana dan sarana persampahan. |
Apa isi BAB II TAHAPAN PENANGANAN SAMPAH? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB II mengatur tahapan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir. |
Jelaskan BAB II TAHAPAN PENANGANAN SAMPAH. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB II mengatur tahapan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir. |
Apa yang diatur dalam BAB II TAHAPAN PENANGANAN SAMPAH? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB II mengatur tahapan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir. |
Bagaimana isi BAB II TAHAPAN PENANGANAN SAMPAH? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB II mengatur tahapan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir. |
Berikan ringkasan BAB II TAHAPAN PENANGANAN SAMPAH. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB II mengatur tahapan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir. |
Apa isi BAB III PRASARANA DAN SARANA? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB III mengatur prasarana dan sarana yang diperlukan dalam penanganan sampah. |
Jelaskan BAB III PRASARANA DAN SARANA. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB III mengatur prasarana dan sarana yang diperlukan dalam penanganan sampah. |
Apa yang diatur dalam BAB III PRASARANA DAN SARANA? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB III mengatur prasarana dan sarana yang diperlukan dalam penanganan sampah. |
Bagaimana isi BAB III PRASARANA DAN SARANA? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB III mengatur prasarana dan sarana yang diperlukan dalam penanganan sampah. |
Berikan ringkasan BAB III PRASARANA DAN SARANA. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB III mengatur prasarana dan sarana yang diperlukan dalam penanganan sampah. |
Apa isi BAB IV PERSYARATAN TEKNIS? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB IV mengatur persyaratan teknis prasarana dan sarana persampahan. |
Jelaskan BAB IV PERSYARATAN TEKNIS. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB IV mengatur persyaratan teknis prasarana dan sarana persampahan. |
Apa yang diatur dalam BAB IV PERSYARATAN TEKNIS? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB IV mengatur persyaratan teknis prasarana dan sarana persampahan. |
Bagaimana isi BAB IV PERSYARATAN TEKNIS? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB IV mengatur persyaratan teknis prasarana dan sarana persampahan. |
Berikan ringkasan BAB IV PERSYARATAN TEKNIS. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB IV mengatur persyaratan teknis prasarana dan sarana persampahan. |
Apa isi BAB V OPERASI DAN PEMELIHARAAN? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB V mengatur operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan. |
Jelaskan BAB V OPERASI DAN PEMELIHARAAN. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB V mengatur operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan. |
Apa yang diatur dalam BAB V OPERASI DAN PEMELIHARAAN? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB V mengatur operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan. |
Bagaimana isi BAB V OPERASI DAN PEMELIHARAAN? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB V mengatur operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan. |
Berikan ringkasan BAB V OPERASI DAN PEMELIHARAAN. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB V mengatur operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan. |
Apa isi BAB VI PERAN MASYARAKAT? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VI mengatur peran masyarakat dalam penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan. |
Jelaskan BAB VI PERAN MASYARAKAT. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VI mengatur peran masyarakat dalam penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan. |
Apa yang diatur dalam BAB VI PERAN MASYARAKAT? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VI mengatur peran masyarakat dalam penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan. |
Bagaimana isi BAB VI PERAN MASYARAKAT? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VI mengatur peran masyarakat dalam penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan. |
Berikan ringkasan BAB VI PERAN MASYARAKAT. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VI mengatur peran masyarakat dalam penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan. |
Apa isi BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VII mengatur pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan. |
Jelaskan BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VII mengatur pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan. |
Apa yang diatur dalam BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VII mengatur pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan. |
Bagaimana isi BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VII mengatur pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan. |
Berikan ringkasan BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VII mengatur pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan. |
Apa isi BAB VIII SANKSI? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VIII mengatur sanksi administratif. |
Jelaskan BAB VIII SANKSI. | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VIII mengatur sanksi administratif. |
Apa yang diatur dalam BAB VIII SANKSI? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VIII mengatur sanksi administratif. |
Bagaimana isi BAB VIII SANKSI? | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga | BAB VIII mengatur sanksi administratif. |
Subsets and Splits
No community queries yet
The top public SQL queries from the community will appear here once available.