source
stringlengths
3
2.68k
target
stringlengths
2
2.55k
And when you hold those perfect little babies in your hand, our job is not to say, "Look at her, she's perfect.
Dan apabila anda mendukung bayi yang sempurna itu, tugas kita bukan untuk berkata, "Lihat, dia cukup sempurna.
My job is just to keep her perfect -- make sure she makes the tennis team by fifth grade and Yale by seventh."
Tugas saya, memastikan dia sentiasa sempurna -- pastikan dia memasuki pasukan tenis di tahun lima dan ke Yale di tingkatan satu."
That's not our job.
Itu bukan tugas kita. Tugas kita ialah, memerhati dan berkata,
Our job is to look and say, "You know what? You're imperfect, and you're wired for struggle, but you are worthy of love and belonging."
"Kamu tahu tak? Kamu tidak sempurna, dan kamu dijadikan untuk berhempas pulas, tetapi kamu berhak disayangi dan dipunyai."
That's our job.
Itu tugas kita. Tunjukkan saya generasi yang dibesarkan begitu,
Show me a generation of kids raised like that, and we'll end the problems, I think, that we see today.
maka berakhirlah masalah, yang kita hadapi hari ini.
We pretend that what we do doesn't have an effect on people.
Kita berpura-pura apa yang kita lakukan tidak mempunyai kesan ke atas orang lain.
We do that in our personal lives.
Kita lakukan itu dalam kehidupan peribadi kita.
We do that corporate -- whether it's a bailout, an oil spill ...
Kita lakukan itu dalam dunia korporat -- sama ada menyelamatkan syarikat, tumpahan minyak,
a recall.
mengingat kembali --
We pretend like what we're doing doesn't have a huge impact on other people.
kita berpura-pura apa yang kita lakukan tidak mempunyai impak ke atas orang lain.
I would say to companies, this is not our first rodeo, people.
Saya akan berkata kepada syarikat-syarikat, ini bukan rodeo pertama kami.
We just need you to be authentic and real and say ...
Kami hanya mahukan anda sahih dan tulus dan berkata, "Kami minta maaf. Kami hanya mahukan anda sahih dan tulus dan berkata,
"We're sorry. We'll fix it."
"Kami minta maaf. Kami akan membetulkannya."
But there's another way, and I'll leave you with this.
Tetapi ada kaedah lain, dan ini pesanan saya.
This is what I have found: To let ourselves be seen, deeply seen, vulnerably seen ...
Ini yang saya temui: benarkan kita dilihat, benar-benar dlihat, dilihat mudah tersinggung;
to love with our whole hearts, even though there's no guarantee -- and that's really hard, and I can tell you as a parent, that's excruciatingly difficult -- to practice gratitude and joy in those moments of terror, when we're wondering, "Can I love you this much?
menyayangi dengan sepenuh hati, walaupun tiada jaminan -- dan sebagai seorang ibu, saya akui, itu benar-benar sukar -- mengamalkan kesyukuran dan kesenangan di saat-saat mencemaskan, apabila kita tertanya-tanya, "Mampukah saya sayang kamu sedalam ini?
Can I believe in this this passionately?
Mampukah saya benar-benar percayainya? Mampukah saya bertegas?
just to be able to stop and, instead of catastrophizing what might happen, to say, "I'm just so grateful, because to feel this vulnerable means I'm alive."
Daripada mengada-adakan kemungkinan, merenung sejenak dan berkata, "Saya bersyukur, kerana merasa mudah tersinggung bererti saya hidup."
And the last, which I think is probably the most important, is to believe that we're enough.
Dan akhir sekali, saya rasa yang paling mustahak, mempercayai apa yang kita ada mencukupi.
Because when we work from a place, I believe, that says, "I'm enough" ...
Apabila kita mengamalkan kata-kata "Saya mencukupi",
then we stop screaming and start listening, we're kinder and gentler to the people around us, and we're kinder and gentler to ourselves.
kita akan berhenti menjerit dan mula mendengar, kita menjadi lebih baik dan mesra terhadap orang di sekitar kita, dan lebih lemah lembut kepada diri sendiri.
That's all I have. Thank you.
Setakat ini sahaja. Terima kasih.
(Applause)
(Tepukan)
So the Awesome story: It begins about 40 years ago, when my mom and my dad came to Canada.
Jadi, kisah Hebat ini: Ia bermula lebih kurang 40 tahun yang lalu, apabila ibu dan bapa saya datang ke Kanada.
My mom left Nairobi, Kenya.
Ibu saya meninggalkan Nairobi, Kenya.
My dad left a small village outside of Amritsar, India.
Ayah saya meninggalkan sebuah perkampungan kecil di luar kawasan Amritsar, India.
And they got here in the late 1960s.
Dan mereka sampai ke sini akhir 1960-an.
They settled in a shady suburb about an hour east of Toronto, and they settled into a new life.
Mereka menetap di sebuah penempatan di pinggir bandar sejam dari timur Toronto. Dan mereka bina kehidupan baru.
They saw their first dentist, they ate their first hamburger, and they had their first kids.
Mereka berjumpa dengan doktor gigi pertama mereka, mereka makan burger buat pertama kalinya, dan mereka dikurniakan anak yang pertama.
My sister and I grew up here, and we had quiet, happy childhoods.
Saya dan kakak saya membesar di sini, dan kami mempunyai zaman kanak-kanak yang aman dan riang.
We had close family, good friends, a quiet street.
Kami mempunyai keluarga yang rapat ramai kawan baik, kawasan kediaman yang aman.
We grew up taking for granted a lot of the things that my parents couldn't take for granted when they grew up -- things like power always on in our houses, things like schools across the street and hospitals down the road and popsicles in the backyard.
Kami membesar tanpa ambil kisah akan banyak perkara yang ibu bapa saya tidak boleh ambil ringan semasa mereka membesar-- perkara seperti bekalan elektrik yang sentiasa ada dalam rumah kami, perkara seperti sekolah di seberang jalan dan hospital-hospital yang berhampiran dan makan aiskrim di halaman belakang.
We grew up, and we grew older.
Kami membesar, dan kami semakin matang.
I went to high school.
Saya pergi ke sekolah menengah.
I graduated.
Saya peroleh ijazah.
I moved out of the house, I got a job, I found a girl, I settled down -- and I realize it sounds like a bad sitcom or a Cat Stevens' song -- (Laughter) but life was pretty good.
Saya berpindah keluar dari rumah, saya mendapat pekerjaan, saya bertemu seorang gadis, saya berkahwin-- dan saya sedar bunyinya seperti sinetron yang teruk atau seperti sebuah lagu Cat Steven. (Ketawa) Tapi kehidupan agak baik.
Life was pretty good.
Kehidupan agak baik.
2006 was a great year.
2006 adalah tahun yang bagus.
Under clear blue skies in July in the wine region of Ontario, I got married, surrounded by 150 family and friends.
Di bawah langit biru yang cerah dalam bulan Julai di daerah wain di Ontario, saya berkahwin, dikelilingi oleh 150 ahli keluarga dan rakan-rakan.
2007 was a great year.
2007 adalah tahun yang bagus.
I graduated from school, and I went on a road trip with two of my closest friends.
Saya telah menamatkan alam persekolahan, dan saya pergi makan angin bersama dua sahabat rapat saya.
Here's a picture of me and my friend, Chris, on the coast of the Pacific Ocean.
Ini merupakan gambar saya dan sahabat saya, Chris, di pantai Lautan Pasifik.
We actually saw seals out of our car window, and we pulled over to take a quick picture of them and then blocked them with our giant heads.
Kami dapat melihat anjing laut dari dalam kereta kami, dan kami cepat-cepat keluar untuk ambil gambar mereka dan gambar mereka terlindung dek kepala kami yang besar.
(Laughter) So you can't actually see them, but it was breathtaking, believe me.
(Ketawa) Sebab itu anda tak dapat melihat mereka, tapi ia sungguh mengujakan, sungguh.
(Laughter) 2008 and 2009 were a little tougher.
(Ketawa) 2008 dan 2009 sedikit mencabar.
I know that they were tougher for a lot of people, not just me.
Saya tahu ianya lebih mencabar untuk sesetengah orang, bukan saya sahaja.
First of all, the news was so heavy.
Pertama sekali, berita-berita sangat serius.
It's still heavy now, and it was heavy before that, but when you flipped open a newspaper, when you turned on the TV, it was about ice caps melting, wars going on around the world, earthquakes, hurricanes and an economy that was wobbling on the brink of collapse, and then eventually did collapse, and so many of us losi...
Ia masih serius sekarang, dan serius juga sebelum itu, tapi apabila anda menyelak surat khabar, bila anda memasang TV, ianya tentang litupan ais yang sedang cair, perang berlaku di sana sini, gempa bumi, puting beliung dan keadaan ekonomi yang tidak stabil dan hanya menunggu masa untuk merudum, dan akhirnya ia merudum,...
2008, 2009 were heavy years for me for another reason, too.
Ada satu lagi sebab 2008, 2009 tahun yang mencabar bagi saya.
I was going through a lot of personal problems at the time.
Saya menghadapi banyak masalah peribadi pada waktu itu.
My marriage wasn't going well, and we just were growing further and further apart.
Rumahtangga saya tidak berjalan lancar, dan kami semakin berjauhan hari ke hari.
One day my wife came home from work and summoned the courage, through a lot of tears, to have a very honest conversation.
Satu hari isteri saya pulang dari kerja dan mengumpul keberanian, penuh dengan air mata, untuk melakukan perbualan yang sangat jujur.
And she said, "I don't love you anymore," and it was one of the most painful things I'd ever heard and certainly the most heartbreaking thing I'd ever heard, until only a month later, when I heard something even more heartbreaking.
dan dia cakap, "Saya tak cintakan awak lagi." Dan ia merupakan antara perkara paling pedih pernah saya dengar dan semestinya perkara yang paling menghancurkan hati pernah saya dengar, sehinggalah sebulan kemudian, apabila saya mendengar sesuatu yang lebih menyayat hati.
My friend Chris, who I just showed you a picture of, had been battling mental illness for some time.
Sahabat saya Chris, dia yang saya tunjukkan gambar sebentar tadi, sudah lama bertarung dengan penyakit mental.
And for those of you whose lives have been touched by mental illness, you know how challenging it can be.
Dan kepada anda yang pernah berhadapan dengan penyakit mental, anda tahu betapa mencabarnya penyakit ini.
I spoke to him on the phone at 10:30 p.m.
Saya bercakap dengannya melalui telefon pada 10:30 malam
on a Sunday night.
pada malam Ahad.
We talked about the TV show we watched that evening.
Kami berbual tentang rancangan TV yang kami tonton di sebelah petang.
And Monday morning, I found out that he disappeared.
Dan pada pagi Isnin, saya dapat tahu dia menghilangkan diri.
Very sadly, he took his own life.
Amat menyedihkan, dia mengambil nyawanya sendiri.
And it was a really heavy time.
Dan itu merupakan saat yang amat sukar.
And as these dark clouds were circling me, and I was finding it really, really difficult to think of anything good, I said to myself that I really needed a way to focus on the positive somehow.
Dan semasa saya dihimpit dengan saat-saat susah ini, dan saya dapati ianya amat, amat sukar untuk memikirkan perkara baik-baik, saya berkata pada diri sendiri yang saya memerlukan jalan untuk fokus kearah positif walau apapun caranya.
So I came home from work one night, and I logged onto the computer, and I started up a tiny website called 1000awesomethings.com.
Jadi saya pulang dari kerja pada suatu malam, dan saya daftar masuk ke komputer, dan saya mulakan sebuah laman web kecil, yang bernama 1000awesomethings.com
I was trying to remind myself of the simple, universal, little pleasures that we all love, but we just don't talk about enough -- things like waiters and waitresses who bring you free refills without asking, being the first table to get called up to the dinner buffet at a wedding, wearing warm underwear from just out o...
Saya mahu mengingatkan diri sendiri akan perkara yang mudah, biasa, nikmat kecil-kecilan yang kita semua suka tapi kita jarang bercakap mengenainya-- perkara seperti pelayan-pelayan restoran yang bawakan anda isian percuma tanpa anda memintanya, menjadi meja pertama dipanggil untuk ke bufet makan malam di majlis perkah...
(Laughter) And slowly over time, I started putting myself in a better mood.
(Ketawa) Dan secara perlahan-lahan, diri saya mula berada dalam keadaan yang lebih baik.
I mean, 50,000 blogs are started a day, and so my blog was just one of those 50,000.
Maksud saya, 50,000 buah blog muncul setiap hari. Dan blog saya cuma satu antara 50,000 itu.
And nobody read it except for my mom.
Dan tak ada sesiapa pun yang membacanya kecuali ibu saya.
Although I should say that my traffic did skyrocket and go up by 100 percent when she forwarded it to my dad.
Walaupun saya boleh katakan yang pelawat blog saya bertambah dan meningkat hingga 100 peratus apabila dia menghantarnya kepada bapa saya.
(Laughter) And then I got excited when it started getting tens of hits, and then I started getting excited when it started getting dozens and then hundreds and then thousands and then millions.
(Ketawa) Dan kemudian saya teruja apabila ia mula mendapat puluhan pelawat. Dan kemudian saya bertambah teruja apabila pelawat makin bertambah dan kemudian ratusan dan kemudian ribuan dan kemudian jutaan.
It started getting bigger and bigger and bigger.
Ia menjadi semakin besar dan besar dan besar.
And then I got a phone call, and the voice at the other end of the line said, "You've just won the Best Blog In the World award."
Dan kemudian saya menerima panggilan telefon, dan suara di hujung talian berkata, "Anda baru sahaja memenangi anugerah blog terbaik di dunia."
I was like, that sounds totally fake.
Reaksi saya, bunyi macam menipu je.
(Laughter) (Applause) Which African country do you want me to wire all my money to?
(Ketawa) (Tepukan) Negara Afrika manakah yang anda mahu saya salurkan semua wang saya?
(Laughter) But it turns out, I jumped on a plane, and I ended up walking a red carpet between Sarah Silverman and Jimmy Fallon and Martha Stewart.
(Ketawa) Tapi sebenarnya, saya naik kapal terbang, dan akhirnya berjalan di atas karpet merah bersama Sarah Silverman dan Jimmy Fallon dan Martha Stewart.
And I went onstage to accept a Webby award for Best Blog.
Dan saya naik ke pentas untuk menerima anugerah Webby untuk Blog Terbaik.
And the surprise and just the amazement of that was only overshadowed by my return to Toronto, when, in my inbox, 10 literary agents were waiting for me to talk about putting this into a book.
Dan kejutannya dan kekaguman perkara itu hanya dibayangi dengan kepulangan saya ke Toronto, apabila, dalam peti masuk pesanan, 10 agen sastera menunggu saya untuk berbincang tentang membukukan blog saya.
Flash-forward to the next year and "The Book of Awesome" has now been number one on the bestseller list for 20 straight weeks.
Kita melangkah ke tahun depannya dan buku "The Book of Awesome" kini sudah menjadi buku terlaris nombor satu untuk 20 minggu berturut-turut.
(Applause) But look, I said I wanted to do three things with you today.
(Tepukan) Tapi saya kata saya mahu lakukan tiga perkara dengan anda hari ini.
I said I wanted to tell you the Awesome story, I wanted to share with you the three As of Awesome, and I wanted to leave you with a closing thought.
Saya kata saya akan beritahu anda kisah Kehebatan, Saya mahu berkongsi dengan anda tiga K untuk Kehebatan, dan saya mahu anda membuat kesimpulan sendiri.
So let's talk about those three As.
Jadi mari bercakap tentang tiga K ini.
Over the last few years, I haven't had that much time to really think.
Untuk beberapa tahun yang lepas, saya tak mempunyai banyak masa untuk berfikir.
But lately I have had the opportunity to take a step back and ask myself: "What is it over the last few years that helped me grow my website, but also grow myself?"
Tetapi sejak akhir-akhir ini saya berpeluang untuk berhenti sebentar untuk berfikir dan bertanya pada diri sendiri. Apa yang berlaku beberapa tahun ini yang telah membantu saya memperkembang laman web saya, dan juga membantu saya berkembang?
And I've summarized those things, for me personally, as three As.
Dan saya merumuskan semua perkara tersebut, untuk diri saya secara peribadi, sebagai tiga K.
They are Attitude, Awareness and Authenticity.
mereka adalah keperilakuan, kepekaan dan ketulenan.
I'd love to just talk about each one briefly.
Saya ingin bercakap tentang setiap satu secara ringkas.
So Attitude: Look, we're all going to get lumps, and we're all going to get bumps.
Jadi keperilakuan: Lihat, kita semua akan berhadapan dengan halangan, dan pasti ada aral yang melintang.
None of us can predict the future, but we do know one thing about it and that's that it ain't gonna go according to plan.
Tapi tiada sesiapa pun boleh meramal masa hadapan, tapi kita tahu satu perkara dan ianya takkan mengikut rancangan.
We will all have high highs and big days and proud moments of smiles on graduation stages, father-daughter dances at weddings and healthy babies screeching in the delivery room, but between those high highs, we may also have some lumps and some bumps too.
Kita semua akan kecapi masa-masa puncak dan hari yang istimewa dan saat-saat yang membanggakan kegembiraan pada hari dikurniakan ijazah, ayah-anak menari semasa majlis perkahwinan dan bayi comel yang berteriak di bilik bersalin, tapi kadang kala dalam kegembiraan itu, kita mungkin akan berhadapan dengan halangan dan du...
It's sad, and it's not pleasant to talk about, but your husband might leave you, your girlfriend could cheat, your headaches might be more serious than you thought, or your dog could get hit by a car on the street.
Ianya sedih, dan tidak enak untuk diperkatakan, tapi mungkin suami anda akan meninggalkan anda, teman wanita boleh curang, sakit kepala yang anda alami mungkin lebih serius dari yang disangkakan, atau anjing anda mungkin dilanggar kereta di jalan.
It's not a happy thought, but your kids could get mixed up in gangs or bad scenes.
Ia tidak seronok untuk difikirkan, tapi mungkin anak anda bergaul dengan samseng atau terlibat dalam situasi yang tidak elok.
Your mom could get cancer, your dad could get mean.
Ibu anda mungkin menghidap barah, ayah anda mungkin seorang yang kejam.
And there are times in life when you will be tossed in the well, too, with twists in your stomach and with holes in your heart, and when that bad news washes over you, and when that pain sponges and soaks in, I just really hope you feel like you've always got two choices.
Dan ada ketika dalam hidup bila anda akan dicampak ke dalam lubang gelap juga, dengan rasa yang perit dan hati yang terluka. Dan apabila berita buruk menghujani anda, dan bila kesakitan bertambah menyeksa, saya cuma harap anda merasakan seperti anda pasti mempunyai dua pilihan.
One, you can swirl and twirl and gloom and doom forever, or two, you can grieve and then face the future with newly sober eyes.
Satu, anda boleh mundar-mandir dan sedih dan terseksa selamanya, atau dua, anda boleh bersedih hati dan kemudian hadapi masa depan dengan pandangan baru yang tenang.
Having a great attitude is about choosing option number two, and choosing, no matter how difficult it is, no matter what pain hits you, choosing to move forward and move on and take baby steps into the future.
Mempunyai perilaku yang hebat adalah tentang memilih pilihan yang kedua, dan pilihlah, tak kira betapa sukar, tak kira apa sahaja kesengsaraan anda, pilihlah untuk bergerak kehadapan dan teruskan hidup dan ambil langkah-langkah kecil ke hadapan.
The second "A" is Awareness.
K yang kedua adalah kepekaan.
I love hanging out with three year-olds.
Saya suka meluangkan masa bersama kanak-kanak 3 tahun.
I love the way that they see the world, because they're seeing the world for the first time.
Saya suka cara mereka melihat dunia, kerana mereka melihat dunia untuk pertama kali.
I love the way that they can stare at a bug crossing the sidewalk.
Saya suka cara mereka merenung kumbang melintasi di atas lantai.
I love the way that they'll stare slack-jawed at their first baseball game with wide eyes and a mitt on their hand, soaking in the crack of the bat and the crunch of the peanuts and the smell of the hotdogs.
Saya suka cara mereka akan menonton sambil ternganga semasa pertama kali menonton permainan besbol dengan mata terbuka luas dan sarung tangan dipakai, menghayati hayunan kayu pemukul dan bunyi orang makan kacang dan menikmati bau hotdog .