text stringlengths 6 8.47k | label stringclasses 3
values |
|---|---|
Sehat-sehat bunda @Lesti Kejora dan bayi yang didalam perut. Semoga jadi anak yang berbakti dan nurut sama orang tua aamiin 😇 #moell #moellsmartparentsclass #moellskincarebaby #lesti #lesti_kejora #billa #leslar #abangL #leshiativanabillar | {
"sentimen": "positif"
} |
Selamat atas kabar bahagia kehamilan anak ketiganya, Lesti! Semoga ibu dan calon buah hati selalu sehat 🥹💕 Benarkah hamil anak ketiga, Lesti ngidam punya bisnis? Saksikan #HotShot setiap hari Senin-Rabu pukul 06.00 WIB hanya di SCTV dan Vidio. #HotShot #SCTVinfotainment | {
"sentimen": "positif"
} |
#assalamualaikum #metmlmsobattiktokbahagiasllu🤗🙏 #belajardiri #jgnlupabersyukur | {
"sentimen": "positif"
} |
yg lain loncat2 @elputrasarira tetep stay cool yaaa 😂😍😍 #filmranggacinta #elputrasarira #fyppppppppppppppppppppppp | {
"sentimen": "positif"
} |
Cinta laut ❤️ | {
"sentimen": "positif"
} |
VIRGO #misterivirgo #karaktervirgo #idaelita09 | {
"sentimen": "netral"
} |
pemasangan paving block sampah plastik di Halaman rumah Bang @irwandiferry | {
"sentimen": "netral"
} |
Hasil Pembuataan Paving block dari sampah plastik oleh warga di RT 6 RW 7 Mangunjiwan Demak #pavingblock #sampahplastik #rt6rw7mangunjiwan | {
"sentimen": "netral"
} |
Proses pembuatan paving block dari limbah plastik di rt6 rw7 mangunjiwan demak #pavingdariplastik #pengelolaansampah #sampahplastik #rt6rw7mangunjiwan | {
"sentimen": "netral"
} |
Ajari anak kita untuk tidak membuang sampah di laut, jika kalian bisa menyelam seperti aku pasti kalian mengerti kenapa laut harus kita jaga #jagalautkita #lautindonesia #underwater #natunaisland #jagaalam | {
"sentimen": "positif"
} |
#tarot #BaraDewa #fyp | {
"sentimen": "netral"
} |
Lomba Sampan Layar Pantai Tanjung Ambat Pulau Buru 🏝⛵️#lombasampan #lombasampanlayar #pulauburu #ibubanon #viraltiktok | {
"sentimen": "netral"
} |
#kantongplastik #plastiksampah #plastik | {
"sentimen": "netral"
} |
Siapa yang mabuk laut tu boleh la prepare plastik sampah banyak2 kalau nak pergi bercuti tu🤭 #ohmymedia #ommbest #videoviral #boat #mabuklaut #plastiksampah | {
"sentimen": "negatif"
} |
Proses pembuatan paving darainlimbah plastik #pengelolaansampah pengelolaansampah #sampahplastik #pavingblokplastik #rt6rw7mangunjiwan | {
"sentimen": "netral"
} |
Jujur cape pakai banget. Tapi kami merasa ini bukan hanya sebuah bisnis atau pekerjaan tetap melainkan kewajiban mengolah dan mengurangi sampah agar tidak terbuang ke TPA. Sesimpel itu... #atasisampahplastikdengancaraproduktif #kurangisampahplastik #upcycling | {
"sentimen": "positif"
} |
Proyek pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Tropical Coastland yang dikembangkan Agung Sedayu Grup milik Sugianto Kusuma alias Aguan, dihapus dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini dihapus oleh Presiden Prabowo Subianto, setelah sebelumnya ditetapkan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Penghapusan proyek tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, tentang Perubahan Kedelapan Atas Permenko Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar PSN. Aturan mulai berlaku pada tanggal diundangkan 24 September 2025. Dalam peraturan terbaru, proyek PIK 2 Tropical Coastland sudah tidak lagi masuk daftar PSN. Padahal sebelumnya proyek itu ada dalam daftar PSN sektor pariwisata di nomor ke-226 sebagaimana diatur dalam Permenko Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2024 di era Jokowi. "Dihapus," tulis keterangan perubahan daftar PSN di nomor 226, dikutip dari Permenko Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, Senin (13/10/2025). Jika sebuah proyek dihapus dari daftar PSN, proyek tersebut tidak lagi mendapatkan kemudahan perizinan dan fasilitas lainnya seperti PSN pada umumnya. Meski demikian, proyeknya bisa tetap dilanjutkan. Berdasarkan catatan detikcom, PIK 2 Tropical Coastland akan mengembangkan kawasan wisata berbasis lingkungan dengan investasi mencapai Rp 65 triliun. Total wilayah pengembangan berbasis hijau seluas 1.755 hektare (Ha). Saat itu PIK 2 mendapatkan status sebagai PSN bersama 13 proyek lainnya, termasuk pengembangan Bumi Serpong Damai (BSD) yang merupakan proyek besutan grup Sinar Mas Land. Keputusan diambil dalam Rapat Internal di Istana Negara yang dipimpin Jokowi pada 18 Maret 2024. Proyek pengembangan PIK 2 berada di sekitar jalur pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tangerang, Banten. Proyek ini terbentuk setelah berhasil mengembangkan Kawasan PIK 1 dan Pulau Reklamasi yakni Golf Island and Ebony dengan total luasan pengembangan sekitar 1.600 ha. Baca artikel detikfinance, selengkapnya pada link di atas! Foto: Rifkianto Nugroho Creator: Prastiwi | {
"sentimen": "netral"
} |
Gunung kesayangan lagi sakit 🥹#pendakigunung #gedepangrango #sampahplastik | {
"sentimen": "negatif"
} |
lebih kuat dan lebih mudah #plastiksampah #plastiksampahmurah #plastiksampahbertali #plastiksampahroll | {
"sentimen": "positif"
} |
Make the Call #birthcontrol #random #doctor #birth #pregnant | {
"sentimen": "netral"
} |
Pada apel pagi yang berlangsung Senin, 13 Oktober 2025 di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, para pegawai kompak membawa tumbler masing-masing sebagai bentuk nyata dukungan terhadap gerakan pengurangan sampah plastik di lingkungan kerja. Kebijakan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mewujudkan kantor ramah lingkungan, dengan mendorong kebiasaan membawa wadah minum sendiri dan tidak lagi menyediakan air kemasan plastik. Selain itu, dalam setiap rapat resmi Pemkot Bekasi kini juga tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai, termasuk pada botol minum dan wadah konsumsi, sebagai langkah kecil namun konsisten menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. #bekasi #kotabekasi #ceritabekasi #fyp | {
"sentimen": "positif"
} |
Pernah ga dteng smpe 2 minggu, sampah baunya udh ga karu2an, d tmbah udh belatungan🤢 Hayooo kmu tim sampah tunggu di angkut tukang sampah, ato buang sampah sendiri? 👀 #irtngonten #iburumahtangga #viraltiktok #fyppppppppppppppppppppppp #viralvideo | {
"sentimen": "negatif"
} |
@cilllaaa.aaaa @safaaaa034 #tugasprojek #sampahplastik | {
"sentimen": "netral"
} |
Gen Hijau gelar aksi kolaborasi bersama berbagai element membersihkan aliran sungai Pantai Gemi dari sampah plastik rumah tangga dan lainya, pada Minggu 12 Oktober 2025. Mereka menggandeng Pemerintah Desa Pantai Gemi, Koramil 07/Stabat dan pengurus PAC Pemuda Pancasila (PP) Stabat untuk melakukan aksi tersebut. Dalam aksi itu, BPBD Langkat turut menurunkan perahu karet untuk menyusuri Sungai Pantai Gemi guna memungut sampah. Pada kesempatan tersebut, Anggota DPRD Langkat Riki Sapariza yang turut turun tangan pada aksi bersih-bersih sungai sangat mengapresiasi inisiatif Gen Hijau. Riza mengharapkan jiwa gotong royong di tengah masyarakat bisa kembali tumbuh. Terlebih, dalam hal menjaga kebersihan lingkungan. “Kami berharap, agar Gen Hijau dapat terus menjadi contoh bagi pemuda di Kabupaten Langkat untuk menjaga lingkungan. Kalau bisa, ini jadi agenda kita bersama untuk bersih-bersih,” tutur politisi muda yang juga Ketua PAC PP Kecamatan Stabat ini. Sementara Kepala Desa Pantai Gemi Alfin, menerangkan, bersih-bersih aliran sungai di sana baru pertama kali dilaksanakan. Gen Hijau mampu merangkul berbagai elemen masyarakat, Ormas dan aparat TNI beserta Kepala BPBD Langkat bersama anggotanya. Tanam 100 Pohon “Ini pertama kali kita lakukan bersama Gen Hijau, OKP serta Koramil dan sangat luar biasa. Bersih itu sangat penting sekali. Kegiatan ini juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa bersih itu indah dan juga sehat,” tutur Alfin. Sementara, Kepala BPBD Langkat Muhammad Ansyari mendukung penuh kegiatan tersebut. Menjaga kebersihan lingkungan, merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih dan asri, sudah tentu terjaga kebersihannya. Serta menjadi tempat yang nyaman untuk beraktifitas. “Mari kita jaga bersama,” ujar Ansyari. Tak hanya bersih-bersih aliran Sungai Pantai Gemi, Gen Hijau juga menanam 100 pohon di sana. Bibit mangga, durian dan jambu madu ditanam di bantaran sungai dan kebun warga. “Kami akan terus bergerak untuk bersih-bersih lingkungan. Alhamdulillah, hari ini kami menanam 100 bibit pohon mangga, durian dan jambu madu. Semuanya itu hibah dari BPDAS Wampu Sei Ular. Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung kami,” ucap Fazar, salah seorang pengurus Gen Hijau. #info #news #beritaterkini #viral #share | {
"sentimen": "positif"
} |
#edisatya #carakenabebai | {
"sentimen": "netral"
} |
Puluhan siswa SMPN BOYOLANGU TULUNGAGUNG Di rawat di Puskesmas Boyolangu dan 2 siswa di rujuk di rumah, setelah mengalami keracunan menyantap MBG Senin pagi (13/10/25) | {
"sentimen": "netral"
} |
Puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi MBG dari SPPG Desa Tanggung Campurdarat Tulungagung. https://www.beritaterbit.com/51-siswa-smpn-1-boyolangu-dilarikan-ke-puskesmas-setelah-menyantap-mbg #fyp #fyp #fyppppppppppppppppppppppp #fypシ゚ #fypage | {
"sentimen": "netral"
} |
#fizrindonesia #karenakucintakaubcl #agstyle #5kmkagakngejem | {
"sentimen": "netral"
} |
wkwkwk lihat DMD ngakak banget sama Kaka Denada🤣🤣#panggungdmd2025 #dmdmnctv2025 | {
"sentimen": "positif"
} |
Udah Senin Ajha Nih Bestie Semangat Ya.. Salam Dari Bangkok Thailand.. #jefanggasilalahi #jefanggasilalahiproject #selalumilikmu #ikkenurjanah | {
"sentimen": "positif"
} |
Kapan kita kolab sama penyanyi aslinya ya? @Dorman Manik & Rany Simbolon @Amerta Band | {
"sentimen": "netral"
} |
😭#fyppp #foryoupage #pemalanghits # | {
"sentimen": "negatif"
} |
#CapCut Kecewa by BCL #kecewa #bcl #capcuttemplate | {
"sentimen": "negatif"
} |
Selepas kes buli dan rogol di sekolah, kini timbul lagi kes yang meragut nyawa pelajar. Kami menggesa PDRM dan KPM untuk segera menyiasat dan memberi penjelasan kepada rakyat. Apa sebenarnya yang sedang berlaku di sekolah anak-anak kita? Sudahkah sekolah benar-benar selamat untuk mereka? Kami berhak tahu langkah keselamatan yang digubal bagi memastikan tragedi sebegini tidak berulang lagi. #SelamatkanAnakKita #SekolahSelamat #LawanBuli #HentikanKeganasanDiSekolah #fyp | {
"sentimen": "negatif"
} |
Side action #braids #weave | {
"sentimen": "netral"
} |
Inul Daratista - Rungkad | {
"sentimen": "netral"
} |
Sekian | {
"sentimen": "netral"
} |
Tell the story of movie #movie #movieclips #tiktok #foryou #fyp | {
"sentimen": "netral"
} |
Roy Suryo Blak-blakan Usai Terima Salinan Ijazah Jokowi dari KPU DKI Jakarta: Ini Bukti Baru, 99,9 Persen Ijazah Palsu #fypシ゚ #roysuryo #ijazahpalsu | {
"sentimen": "netral"
} |
Tips to lose weight pls 🤠 #weightloss #weightlossmotivation | {
"sentimen": "netral"
} |
Battle of legends: Chapter one | {
"sentimen": "netral"
} |
Part 1 | My landlord found me at a coffee shop and said, You're three months behind on rent.? | {
"sentimen": "negatif"
} |
She’s a huge fan of WHAT?! 😳😭😭😭 | {
"sentimen": "negatif"
} |
You do what you have to do, right? #isamericagreatagain #surro #singlemom #studentmidwife | {
"sentimen": "netral"
} |
rencana 100 batalyon pengamanan di jabodetabek #viral #fyp #fypシ | {
"sentimen": "netral"
} |
Peristiwa viral mobil Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berhenti tertib di lampu merah tanpa pengawalan, sementara rombongan pejabat lain melaju dengan patwal, menuai pujian luas dari publik.
Sultan HB X jarang pakai pengawalan, ingin tunjukkan kesetaraan di jalan. Yang terakhir, mobil AB 10 NDX yang dikendarai Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Bagaimana tidak, mobil tersebut tanpa pengawalan berhenti di lampu merah.
Mobil Sultan terlihat disalip rombongan mobil diduga pejabat dengan pengawalan polisi. Sultan HB X di Depan Pendemo: Tidak Ada Kebiasaan Kekerasan Membangun DemokrasiKoordinator Substansi Bagian Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji saat dikonfirmasi membenarkan kendaraan tersebut milik Sri Sultan HB X. Peristiwa dalam video itu terjadi pada Rabu 8 Oktober 2025."Kendaraan yang berhenti di video dan pelat tersebut memang milik Sri Sultan HB X. Saat itu beliau menggunakan kendaraan pribadi kala mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Karangmojo, Gunungkidul," kata dia., pihak Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan rombongan kendaraan yang menyalip mobil Sri Sultan HB X itu bukan iring-iringan Menteri AHY. "Tidak benar itu rombongan Pak Menko Infra AHY. Tidak sesuai dengan prosedur standar yang biasa kami gunakan. Ketika kunjungan di Yogya kemarin, tidak ada satupun rombongan kami menggunakan kendaraan plat merah. Silahkan netizen mencari tahu, kemungkinan plat merah itu terasosiasi dengan instansi mana," ujar Herzaky Mahendra Putra, Staf Khusus Menko Infra Bidang Komunikasi dan Informasi Publik.Terkait dengan kebiasaan Ngarso Dalem, sebutan kepada Raja Ngayogyakarta, Ditya mengatakan hal ini sudah berlangsung lama, jauh sebelum dirinya ditugaskan di bagian umum. Dari beberapa informasi yang didapatkan, tiadanya pengawalan untuk kendaraan Ngarso Dalem saat melakukan kunjungan ke wilayah kerjanya sebagai Gubernur DIY disebutnya merupakan keinginan Sultan. “Beliau memang jarang menggunakan fasilitas pengawalan, baik saat bertugas menuju ke kantor, ataupun saat berkunjung di lapangan. Beliau merasa pengawalan itu bukan hal yang urgent, jadi tidak pernah minta,” katanya. Tapi kondisi berbeda akan diterapkan jika Ngarso Dalem harus mendampingi Presiden dalam kunjungannya atau membersamai pejabat pusat. Di kondisi ini mobil Sultan harus berada dalam satu rombongan bersama dengan Bupati/Wali Kota dan pejabat Forkopimda yang mendapatkan pengawalan. Salah satu warga Gunungkidul yang mengetahui kejadian tersebut, Kismaya menyatakan apa yang dilakukan Ngarso Dalem adalah pemandangan bagus yang menjadi contoh teladan baik. “Di mana saya melihat rombongan mobil menteri, nah saya melihat yang khusus mobilnya gubernur AB 10 HBX tanpa pengawalan ketat, tanpa patwal," katanya.Ini bukan kali pertama, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dia dan kendaraannya punya cerita. Saat bertemu dengan para pendemo, pada akhir Agustus 2025. Tampak Sri Sultan menggunakan MPV Lexus LM saat menemui demonstran. Tak ada yang menyerang mobil tersebut, bahkan massa saat itu membuka jalan baginya. Sekitar pukul 22.40 WIB, mobil yang ditumpangi Sultan melintas di Jalan Ring Road arah barat menuju timur hingga masuk ke area Mapolda DIY. Kendaraan itu melaju perlahan di jalanan yang masih dipenuhi massa.Menanggapi kondisi ini, Ketua Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Mukhijab melihat hal ini merupakan gambaran nyata bagaimana fatsun atau sopan santun Sultan dalam berpolitik dengan masyarakat. “Sebenarnya pengawalan bagi Raja sekaligus Gubernur sangat layak. Masalahnya, konotasi pengawalan dengan voorijder bagi pejabat mengesankan arogansi karena kendaraan pejabat bisa menyalip dan menyingkirkan kendaran lain termasuk kendaraan yang dikendarai rakyat kecil,” terangnya. Menurutnya tanpa pengawalan, Sri Sultan tidak ingin adigang adigung dengan menang sendiri di jalan. Beliau ingin menunjukkan tahta untuk rakyat berlaku di jalanan. Kendaraan raja dan gubernur dikendalikan dengan ritme sesuai kehendak rakyatTak hanya Sri Sultan Hamengkubuwono X yang punya cerita di jalanan, jauh dari itu, ayahnya Sultan Hamengkubuwono IX, juga tak jauh berbeda. Tahun 1959, jalanan Pekalongan menjadi saksi peristiwa unik yang menegaskan kesetaraan di mata hukum. Sebuah mobil sedan hitam melaju di jalur yang salah, tanpa disangka, pengemudinya adalah seorang raja. Di balik kemudi, tanpa diketahui siapa pun, duduk sosok Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang sedang melakukan perjalanan sendirian menuju Tegal. Royadin, seorang polisi lalu lintas yang bertugas saat itu, melihat pelanggaran tersebut dan segera mengambil tindakan. Mengutip dari berbagai sumber, ia memberhentikan kendaraan dan meminta pengemudinya untuk keluar tanpa ragu sedikit pun. Momen berikutnya mengejutkan Royadin, ketika ia memeriksa surat-surat kendaraan dan menyadari bahwa pengendara yang ia tilang adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Raja Yogyakarta sekaligus pahlawan nasional Indonesia. Situasi ini menempatkan Royadin dalam posisi yang tidak mudah. Tangannya gemetaran dan jantungnya berdebar kencang saat menuliskan surat tilang. Sang Sultan tidak menunjukkan resistensi atau menggunakan pengaruhnya untuk menghindari sanksi. Sebaliknya, Sultan memperlihatkan sikap hormat terhadap hukum dengan menerima surat tilang dan menandatanganinya tanpa protes. Setelah kejadian itu, Royadin sempat khawatir tindakannya akan berdampak buruk baginya. Ia bahkan bersiap menghadapi kemungkinan mutasi. Namun, tak lama kemudian, sebuah surat dari Keraton Yogyakarta tiba di rumahnya. Isinya mengejutkan, bukan teguran, melainkan undangan bagi Royadin dan keluarganya untuk pindah ke Yogyakarta, lengkap dengan kenaikan pangkat. Ternyata, bagi Sri Sultan Hamengkubuwono IX, tindakan Royadin bukanlah penghinaan, tetapi bentuk keberanian menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Sikap Sultan ini menunjukkan penghargaan terhadap integritas aparat serta menegaskan bahwa hukum seharusnya berlaku adil bagi semua.5 hari yang laluSultan HB X di Depan Pendemo: Tidak Ada Kebiasaan Kekerasan Membangun DemokrasiGempa Hari Ini Kamis 9 Oktober 2025 Terjadi Dua Kali Getarkan IndonesiaPemuda yang Ditangkap Diragukan sebagai Hacker Bjorka Asli, Begini Jawaban PolisiData yang Bikin Fans MU Tercengang: Marcus Rashford Punya Kontribusi Gol dan Assist Terbanyak di Barcelona
Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Insiden Salip di Lampu Merah: Mobil Pejabat Diduga Mendahului Mobil Sri Sultan HB XSebuah video viral menunjukkan mobil pejabat diduga menyalip mobil Sri Sultan HB X di lampu merah saat kunjungan Menteri AHY di Gunungkidul. Insiden ini memicu perdebatan publik terkait etika pejabat dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.
Baca lebih lajut »
Viral Video Mobil Sultan HB X Disalip Rombongan ‘Tot Tot Wuk Wuk’, Stafsus AHY BantahViral video mobil Sultan Hamengkubuwono X disalip rombongan kendaraan di Yogyakarta. Stafsus Menko AHY, Herzaky Mahendra Putra, angkat suara dan membantah tudingan itu
Baca lebih lajut »
Misteri Rombongan 'Tot Tot Wuk Wuk' Salip Mobil Sri Sultan HB X, Stafsus AHY Angkat BicaraPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Baca lebih lajut »
Deretan Hoaks Catut Nama FIFA yang Pernah Viral, Simak FaktanyaFederasi Sepak Bola Internasional (FIFA) kerap jadi sasaran pencatutan nama dalam berbagai hoaks di media sosial. Kenali deretan hoaks catut nama FIFA agar tidak mudah tertipu informasi palsu yang merugikan!
Baca lebih lajut »
Deretan Gaya Mobil Era 1980-an yang Kini Jadi Kenangan ManisEra 1980-an melahirkan tren mobil ikonik seperti lampu pop-up, desain runcing, dan dashboard digital futuristik. Inilah 13 gaya mobil klasik yang masih dirindukan.
Baca lebih lajut »
Sultan HB X Tak Masalah Mobilnya Disalip Patwal dan Pilih Tak Pakai PengawalanGubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi santai video viral mobilnya disalip patwal. Sultan mengaku terbiasa tidak menggunakan pengawalan dalam perjalanan sehari-hari.
Baca lebih lajut » | {
"sentimen": "netral"
} |
YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Video mobil pribadi milik Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berhenti dan antre di jalan tanpa pengawalan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar beberapa hari lalu, mobil tersebut terlihat disalip oleh rombongan kendaraan pejabat yang menggunakan pengawalan dengan sirine berbunyi “tot tot wuk wuk”.
Pranata Humas Ahli Madya Dinas Kominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji, membenarkan bahwa mobil yang terekam dalam video tersebut adalah milik Sultan HB X.
“Kendaraan tersebut memang milik Sri Sultan HB X,” kata Ditya saat dihubungi, Sabtu (11/10/2025).
Baca juga: Kenapa Sultan HB X Tak Pernah Minta Pengawalan? Ini Alasannya
Ditya menjelaskan bahwa saat itu Sultan sedang dalam perjalanan usai mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sejumlah agenda di DIY.
Agenda tersebut termasuk peninjauan Jembatan Pandansimo di Kabupaten Bantul pada Jumat (10/10/2025), dan pembangunan fasilitas air bersih di Karangmojo, Gunungkidul, pada Rabu (8/10/2025).
Terkait dugaan bahwa rombongan yang menyalip mobil Sultan adalah milik Menko AHY, Staf Khusus Menko Infrastruktur, Herzaky Mahendra Putra, memberikan klarifikasi.
“Pak Menko AHY sudah meninggalkan tempat sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan. Jadi, tidak mungkin Pak Menko AHY malah tertinggal dan harus mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti terlihat di video,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Minggu (12/10/2025).
Herzaky juga menganjurkan masyarakat untuk mengecek fakta secara langsung melalui pelat nomor merah yang terlihat dalam video viral tersebut.
“Kalau ingin memastikan itu rombongan siapa, bisa dicek nomor pelat merah salah satu mobil dalam rombongan tersebut. Silakan netizen mencari tahu, pelat merah itu terasosiasi dengan instansi mana,” tambahnya.
Ia turut menyayangkan munculnya tudingan tak berdasar dari sejumlah akun media sosial terhadap pihak tertentu.
Instagram/@Jogjacity Viral unggahan di Instagram mobil berpelat AB 1 yang ditumpangi Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berhenti di lampu merah.
Menanggapi viralnya video tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa dirinya memang tidak menggunakan pengawalan (patwal) dalam aktivitas yang bersifat non-formal atau di luar acara resmi.
“Saya biasa enggak ada pengawalan kok, kalau tidak acara resmi. Wong saya juga bisa nyopiri sendiri juga kok,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (13/10/2025).
Sultan juga mengimbau masyarakat agar tidak mempermasalahkan keputusannya untuk tidak menggunakan pengawalan dalam kegiatan hariannya.
“Kenapa dipersoalkan, kan enggak perlu dipersoalkan pakai pengawalan atau tidak. Biasa saja,” tegasnya.
Langkah Sultan HB X yang tetap antre di lampu merah tanpa patwal menuai pujian dari banyak pihak sebagai bentuk keteladanan dan kesederhanaan dalam kepemimpinan. | {
"sentimen": "netral"
} |
SinPo.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengaku terbiasa berkendara tanpa pengawalan kendaraan, kecuali untuk acara resmi. Pernyataan ini disampaikan Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin 14 Oktober 2025, menanggapi video viral di media sosial yang menampilkan mobilnya disalip rombongan kendaraan beriringan.
Dalam video yang diambil pada Rabu 8 Oktober 2025, mobil Sultan dengan pelat nomor AB 10 HBX tampak berhenti di lampu merah, sementara rombongan pengawalan polisi terus melaju.
"Ya, memang saya biasa 'enggak' ada pengawalan kalau enggak acara resmi. Wong saya bisa 'nyupiri' sendiri juga kok," ujar Sultan HB X. Ia menegaskan tidak ada alasan khusus di balik kebiasaannya tersebut dan menganggap wajar penggunaan mobil pribadi sehari-hari.
Menurut Sultan, penggunaan mobil AB 1 hanya untuk kegiatan resmi. Ia pun meminta masyarakat untuk tidak memperbesar pembahasan soal pengawalan atau tidaknya kendaraan yang digunakannya.
"Kenapa dipersoalkan? Kan 'enggak' perlu dipersoalkan itu. Pakai pengawalan atau tidak, biasa aja," tutur Ngarsa Dalem.
Kebiasaan Sultan HB X ini menegaskan gaya hidup sederhana dan kedekatannya dengan masyarakat, meski memegang jabatan tinggi sebagai kepala daerah sekaligus raja keraton. | {
"sentimen": "netral"
} |
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyatakan dirinya tidak perlu menggunakan pengawalan dalam perjalanan dinas atau saat melakukan kunjungan kerja. Bahkan Sultan mengatakan dirinya juga bisa menyopir sendiri.
Hal ini disampaikan Sultan saat disinggung soal video viral belakangan ini yang merekam mobilnya saat sedang berhenti di lampu merah lalu disalip rombongan mobil yang dikawal polisi.
"Kenapa dipersoalkan? Kan tidak perlu dipersoalkan pakai pengawalan atau tidak, biasa aja," kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Senin (13/10/2025).
"Ya memang saya biasa nggak ada pengawalan kok, kalau nggak acara resmi ok," imbuh Sultan.
Sultan menyatakan sejak dulu dirinya tidak pernah menggunakan pengawalan.
"Iya (dari dulu), wong saya juga bisa nyupiri sendiri juga ok. Ya nggak perlu aja (pakai pengawalan), kecuali kalau acara resmi aja," ujar Sultan.
Diketahui, dalam video viral itu, Sultan menggunakan mobil pribadi berpelat nomor AB 10 HBX.
"Kalau mobil (dinas) AB 1 kan untuk acara resmi," ucap Sultan.
Diberitakan sebelumnya, beredar di media sosial video yang merekam mobil Gubernur DIY Sri Sultan HB X sedang berhenti di lampu merah lalu disalip rombongan mobil yang dikawal polisi
"Mungkin mereka sibuk banget," tulis keterangan pada unggahan video di akun Instagram @unikinfold, Sabtu (11/10) pagi. Namun, pada siang harinya video tersebut telah dihapus.
Koordinator Substansi Bagian Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji membenarkan kejadian tersebut.
Menurut Ditya, momen itu terjadi saat Sultan HB X mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berkunjung ke Kelor, Karangmojo, Gunungkidul, pada Rabu (8/10).
"Betul, kendaraan tersebut memang milik Sri Sultan HB X. Beliau menggunakan kendaraan pribadi saat mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Karangmojo, Gunungkidul," kata Ditya saat dihubungi detikJogja, Sabtu (11/10).
Terkait mobil Ngarsa Dalem yang saat itu sedang berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah kemudian dan disalip sejumlah mobil yang dikawal mobil patwal (patroli dan pengawalan), Ditya juga membenarkannya.
Untuk memastikan rombongan tersebut apakah rombongan AHY, Ditya meminta agar hal itu ditanyakan ke kementerian yang bersangkutan.
"Kemungkinan besar seperti itu. Tapi untuk pastinya mungkin lebih tepat jika yang mengonfirmasi dari pihak kementerian," ujarnya saat itu.
Adapun Stafsus Menko Infra Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra membantah rombongan patwal itu merupakan AHY. Herzaky menyebut AHY lebih dulu meninggalkan lokasi.
"Kalau ada yang membuat statemen itu rombongan Menko AHY, tentu tuduhan ini tidak benar dan tidak berdasar. Jelas-jelas Pak Menko AHY sudah meninggalkan tempat 30 menitan lebih awal mendahului Sri Sultan. Jadi, tidak mungkin Pak Menko AHY malah tertinggal dan harus mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti terlihat di video," tegas Stafsus Menko Infra Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangan tertulis, dikutip dari detikNews, Minggu, (12/10).
Dia pun membantah jika patwal yang menyalip mobil Sultan Jogja itu rombongan AHY. Dia pun meminta publik mengecek sosok pemilik mobil lewat pelat nomor kendaraan.
"Saran kami, lain kali bisa bertanya dulu ke teman-teman yang berada di lokasi kegiatan sebelum terkesan asal bunyi atau asal komentar ke media. Apalagi sampai membuat komentar yang merugikan pihak lain," ujar Herzaky.
"Lalu, kalau ingin mengecek itu rombongan siapa, mungkin bisa dicek nomor pelat merah salah satu mobil yang ada di rombongan itu. Silakan netizen mencari tahu, kemungkinan pelat merah itu terasosiasi dengan instansi mana," sambungnya. | {
"sentimen": "netral"
} |
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan, dirinya tidak pernah meminta pengawalan selama... | {
"sentimen": "netral"
} |
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan tanggapan santai terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan mobil dinasnya disalip oleh rombongan kendaraan yang mendapat pengawalan Patwal (Patroli dan Pengawalan) polisi.
Dalam video yang direkam pada Rabu (8/10) itu, mobil yang ditumpangi Sultan berpelat nomor AB 10 HBX terlihat berhenti tertib di lampu merah bersama pengendara lain.
Sementara itu, rombongan kendaraan beriringan dengan pengawalan polisi tampak melaju tanpa hambatan.
Sultan HB X meminta publik untuk tidak membesar-besarkan video viral tersebut. Menurutnya, hal itu adalah sesuatu yang biasa dan tidak perlu dipermasalahkan.
"Kenapa dipersoalkan? Kan enggak perlu dipersoalkan itu. Pakai pengawalan atau tidak, biasa aja," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (13/10).
Sultan mengaku sudah terbiasa bepergian tanpa pengawalan ketat, kecuali untuk acara-acara resmi.
"Ya, memang saya biasa enggak ada pengawalan kalau enggak acara resmi. Wong saya bisa nyupiri (menyetir) sendiri juga kok," ujar Sultan HB X.
Sultan, yang juga Raja Keraton Yogyakarta, menegaskan bahwa tidak ada alasan khusus di balik kebiasaannya tersebut, selain karena merasa tidak perlu. | {
"sentimen": "netral"
} |
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan lahan pertambangan yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh siapapun, terutama diprioritaskan bagi penambang kecil masyarakat sekitar asal memenuhi syarat perizinan yang telah ditetapkan. Proses perizinan tersebut nantinya digunakan untuk menentukan luasan lahan dan takaran batas yang diperbolehkan untuk ditambang. Jika dikelola kelompok penambang besar, Raja Kraton Yogyakarta ini meminta agar penambang besar tersebut tetap harus melibatkan kelompok penambang kecil masyarakat sekitar demi tercapai pembagian hasil yang merata dan mewujudkan kesejahteraan warga sekitar. #citizenjurnalist #jogja #tambang #srisultanhbx | {
"sentimen": "netral"
} |
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono Sepuluh menyentil Pemerintah Kabupaten Sleman yang tak kunjung beri izin kepada PSIM untuk menjadikan Stadion Maguwoharjo sebagai Homebase sementara. #citizenjurnalist #srisultanhbx #stadion #psim #jogja | {
"sentimen": "negatif"
} |
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mencoba langsung sistem QRIS TAP dalam sektor transportasi yakni pada bus Trans Jogja. Kegiatan ini menjadi langkah panjang menuju DIY yang tangguh dengan adaptif secara teknologi dan budaya. Dalam sambutannya saat meresmikan peluncuran QRIS TAP sektor transportasi dan Kick Off QRIS Jelajah Indonesia 2025 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Senin (04/08), Sri Sultan menyampaikan bahwa transformasi digital di Daerah Istimewa Yogyakarta bukan semata soal teknologi, melainkan tentang bagaimana sebuah daerah menjaga kearifan lokal dalam menghadapi arus perubahan global. Sri Sultan turut menegaskan bahwa Yogyakarta memiliki kekhasan dalam memadukan teknologi modern dengan nilai-nilai budaya yang adi luhung. “Kita menyebutnya sebagai bentuk dari ‘kecerdasan budaya’ yakni kearifan dalam mengelola perubahan tanpa kehilangan jati diri,” tegas Sultan. Pun, Sri Sultan menjelaskan bahwa inovasi seperti QRIS bukan sekadar instrumen nirsentuh berbasis teknologi, melainkan “simpul peradaban baru” yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. “QRIS bukan hanya kode digital; ia adalah simpul peradaban baru. Kita sedang membangun ekosistem keuangan yang tidak saja cepat dan praktis, tetapi juga menyatu dengan denyut ekonomi lokal,” ujar Sri Sultan. Dengan falsafah “Hamemayu Hayuning Bawana” menjaga harmoni dunia agar tetap elok. Sri Sultan menekankan bahwa dalam era digital, teknologi tidak hanya untuk pertumbuhan, melainkan sebagai kebermanfaatan sesama. Selengkapnya di jogjaprov.go.id ___ #GubernurDIY #SriSultanHBX #PemdaSIY #QRISTAP #TransJogja | {
"sentimen": "positif"
} |
Kisah awal Pertemuan Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan GKR Hemas "Cinta bersemi setelah dahar bakmi " . . Cc : @kratonjogja @gkr_hemas #srisultanhamengkubuwonox #srisultanhbx #gkrhemas #kratonjogja #yogyakarta | {
"sentimen": "positif"
} |
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menemui perwakilan demonstran dan mendengarkan secara langsung tuntutan dari para massa yang berunjuk rasa di Mapolda DIY pada Sabtu (30/08) dini hari. Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan pun menuturkan siap untuk meneruskan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat. #GubernurDlY #SriSultanHBX #bukamata #bukamata9 #Jogjalstimewa Sumber: humaspemdadiy | {
"sentimen": "netral"
} |
Klarifikasi Pemda dan Kementrian soal Mobil Sultan HB X Disalip Rombongan "Tot Tot Wuk Wuk" #tottotwukwuk #klarifikasi #pemda #viral #beritaviral #beritaterkini | {
"sentimen": "netral"
} |
Beredar video mobil Sultan HB X disalip rombongan berpatwal di lampu merah. Nama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terseret. Staf Khusus, Herzaky Mahendra Putra, menepis tudingan bahwa rombongan yang melintas di depan mobil Sri Sultan HB X adalah rombongan Menko AHY. Ia menjelaskan, AHY sudah meninggalkan lokasi sekitar 30 menit lebih awal, sehingga tidak mungkin berada di belakang dan menyalip mobil Sri Sultan di lampu merah. Herzaky menyoroti akun media sosial yang menyebarkan informasi tanpa verifikasi, dengan menuduh rombongan AHY melanggar lampu merah dan melawan arus. . . #Jangkar #MediaJangkar #MediaJangkarIndonesia #JangkarID #MenjagaKeseimbangan | {
"sentimen": "netral"
} |
Sultan di salip #beritatiktok #beritaviral #beritaterkini #sultan #patwal #tottotwukwuk | {
"sentimen": "netral"
} |
#CapCut Toot Toot!! | {
"sentimen": "positif"
} |
TOOT TOOT 🍑🆙 ||dc: @Kenna || | {
"sentimen": "netral"
} |
Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, memberikan tanggapan mengenai video yang viral di media sosial saat mobil pribadinya ikut antre di jalan bersama pengendara lain, namun tampak disalip rombongan kendaraan berpatwal yang menggunakan strobo. Sultan menjelaskan bahwa dirinya memang tidak pernah memakai pengawalan saat bepergian menggunakan mobil pribadi, kecuali saat ada acara resmi. “Ya memang saya biasa nggak ada pengawalan kok, kalau nggak acara resmi,” kata Sultan saat ditemui awak media di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Senin (13/10). Bahkan kata Sultan dirinya juga bisa menyetir mobil sendiri jika menggunakan mobil pribadinya. “Wong saya bisa nyupiri sendiri juga. Kecuali kalau acara resmi. Ya kalau mobil pribadi kan pakai (pelat) AB 1,” sambung Sultan. Sebelumnya, Pranata Humas Ahli Madya Dinas Kominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji, membenarkan bahwa Sri Sultan memang jarang menggunakan fasilitas pengawalan, baik saat menuju kantor maupun kunjungan lapangan. “Selama ini Beliau memang jarang menggunakan fasilitas pengawalan, baik saat bertugas menuju ke kantor, ataupun saat berkunjung di lapangan,” katan Ditya, dikutip dari kumparan. Terkait rombongan berpatwal yang menyalip mobil Sultan, Ditya memperkirakan mereka merupakan rombongan kementerian. “Kemungkinan besar seperti itu (rombongan kementerian). Tapi untuk pastinya, mungkin lebih tepat jika yang mengonfirmasi pihak dari kementerian,” jelasnya. Aset: Artikel: Pandangan Jogja Video: Pandangan Jogja/Resti D #sultanhbx #srisultan #patwal #strobo #pandanganjogja Reposted from @pandanganjogja | {
"sentimen": "netral"
} |
sri sultan Hamengkubuwono X #jogja #gubernur #raja #panutan | {
"sentimen": "positif"
} |
CAKEP PWOLLLL🫰🏻🫰🏻 izin ya mas@فيصل #kingggisall #fyppppppppppppppppppppppp | {
"sentimen": "positif"
} |
semua butuh proses woii🫵🫵 apalagi kulit aku yang item dekil ini🙄🙄 #viraltiktok #bodycare | {
"sentimen": "negatif"
} |
Egi pengawal bupati purwakarta om zain#omzeinbupatiaing #egi #bupatipurwakartaomzein #kdm #bapakaing | {
"sentimen": "netral"
} |
Sebuah surau yang dilaporkan uzur atas faktor usia di Kg Rancangan Kimanis di kawasan Dewan Undangan Negeri (DUN) Bongawan, kini telah digantikan dengan bangunan baharu. Tuan Nasip Hj Ngadiran Pegawai Perhubungan Ahli Parlimen Kimanis telah mengadakan lawatan tapak projek naik taraf bangunan baharu surau itu kepada konkrit pada 22 Mei 2025 yang lalu. Alhamdulillah, hari ini kunci telah diserahkan kepada saudara Malik selaku pengerusi surau berkenaan. #SayangKimanis #DMO #fyp #video #fypage | {
"sentimen": "positif"
} |
“Pengawalan oleh kepolisian di Amerika🇺🇸” adakah perbedaan dengan di indonesia 🇮🇩??🤔 #patwal #patwalpolisi #polisiamerika #pengawalan #fypage Sc: @rescue911.eu | {
"sentimen": "netral"
} |
Miris.... penyintas Lewotobi, Bayar PLN Non Subsidi. #angeliuswakekako #awk #pln #pln_indonesia #lewotobilakilaki | {
"sentimen": "negatif"
} |
semangat pagi Lor team unit pariwisata sat pol pp melakukan pengamanan dan pengawalan tour wisata dari kepulauan Riau salam praja wibawa salam palembang berdaya palembang sejahterah berkelanjutan #fypherisonkasatpolpp | {
"sentimen": "positif"
} |
Dilaporkan motor pengawal Polisi Militer memotong dan memberhentikan secara mendadak hingga mobil ditabrak dari belakang oleh motor lain. Terjadi kerusakan pada mobil dan motor, tapi tidak ada tanggung jawab dari pemotor Polisi Militer dan pihak yang dikawal karena langsung meninggalkan lokasi. Kejadian pada Senin, 13 Oktober 2025. Mohon berhati-hati dalam berkendara. #polisimiliter ----- Ikuti akun kami untuk update informasi terkini Jakarta dan sekitarnya ----- 📹 : ig via nishnira | {
"sentimen": "netral"
} |
Pengawalan yai Zaman dan gus Imron saat rawuh di lokasi acara Allahumma Bariklahum 🤲🤲🤲 #majelisgandrungnabi #tarubbersholawat #gandrungmania #pecintasholawat #fypシ゚ | {
"sentimen": "positif"
} |
Pengawalan Pak agus supplier shrimp Pasar larang @Laskar Cinta #udang #sidoarjo #vanami #fyp #viral | {
"sentimen": "netral"
} |
Momen menarik terjadi di IISF 2025 pada Jumat (10/10/2025) lalu, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berdialog langsung dengan robot AI dan melontarkan pertanyaan yang menggugah “Bagaimana caranya Indonesia maju dan rakyatnya sejahtera?”. Dalam forum yang mengusung tema keberlanjutan dan transformasi menuju Indonesia maju yang ramah lingkungan ini, AHY mengajak seluruh pihak untuk bersama membangun masa depan yang cerdas, hijau, dan inklusif. Baca berita menarik lainnya hanya di detik.com! Creator: Risa #detikcom #AHY #IISF2025 #robotAI | {
"sentimen": "positif"
} |
Sepi dong sekolahnyaaa... | {
"sentimen": "negatif"
} |
Selamat Vageee jiwa jiwa yang tersakitiiii.... | {
"sentimen": "negatif"
} |
Datang & bawa CV kamu ke Job Fair 23 by Outlet 23
📅 15 Oktober 2025
📍 Atlas Beach Club, Bali | {
"sentimen": "netral"
} |
Ada lageeee 😂😂😂 | {
"sentimen": "positif"
} |
Semangat babang 😘😘😘 | {
"sentimen": "positif"
} |
Sebelum berpergian cek dulu kondisi kendaraan kita.membantu supir truk yg lg kesusahan di jln cinomati
#polripresisi #motovlog | {
"sentimen": "positif"
} |
Sebanyak 120 santri dari 12 Kapanewon di Kabupaten Kulon Progo ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa ke-IV Kapolres Cup Tahun 2025, yang secara resmi dibuka pada Sabtu (11/10/2025), pukul 08.00 WIB, bertempat di SMK Ma’arif 1 Wates.
Pembukaan kejuaraan berlangsung khidmat dan meriah, dengan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Wakil Bupati Kulon Progo, Bapak Ambar Purwoko, A.Md (mewakili Bupati), Kapolres Kulon Progo, AKBP Dr. Wilson Bugner F. Pasaribu, S.I.K., M.H., Perwakilan Dandim 0731/Kulon Progo, Kapten Ngasiman (Pasiops Kodim), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Drs. Nur Wahyudi, M.M., Ketua PCNU Kulon Progo, KH Misroh Ahmadi, Ketua Pagar Nusa Kulon Progo, Bapak Sudarman, Kepala SMK Ma’arif 1 Wates, H. Rahmat Raharja, S.Pd., M.Pd.I, Para Dewan Khos Pagar Nusa, KH Sugito dan KH Abu Khaliman
Ketua Panitia, Sudarman, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berterima kasih kepada Kapolres Kulon Progo atas dukungan dan bimbingan, serta kepada SMK Ma’arif 1 Wates atas fasilitas tempat. “Kejuaraan ini merupakan ajang tahunan yang diikuti oleh 120 santri dari 12 kapanewon, dan kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak atlet berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Sudarman.
Sementara itu, KH Misroh Ahmadi selaku Ketua PCNU Kulon Progo, menekankan bahwa kejuaraan ini adalah wujud nyata peran NU dalam melestarikan seni budaya pencak silat dan membina generasi muda. “Ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga media silaturahmi antar perguruan serta bagian dari upaya mencetak calon pemimpin bangsa di masa depan,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Kapolres Kulon Progo AKBP Dr. Wilson Bugner F. Pasaribu, menegaskan bahwa Pagar Nusa merupakan bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa. “Sejak didirikan tahun 1985, Pagar Nusa menjadi wadah untuk menanamkan disiplin dan menjaga keutuhan bangsa melalui seni bela diri,” jelasnya. Ia juga mengingatkan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga pembentukan karakter. “Mari jadikan kejuaraan ini sebagai ajang silaturahmi, pencarian bakat, dan pembinaan calon pemimpin bangsa,” tambahnya. | {
"sentimen": "positif"
} |
Siapa yang udah gak sabar pengen main kesini?? Yuk komen apa doa dan harapan kalian untuk Teras Malioboro dan para PKL?? 😍
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama Wakil Walikota Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, meresmikan Teras Malioboro.
Tempat baru bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro, Rabu (26/01).
Peresmian Gedung baru ini juga dihadiri oleh perwakilan PKL Malioboro.
Peresmian dilakukan di Gedung Eks Bioskop Indra (Teras Malioboro I). Sementara Teras Malioboro II bertempat di Gedung Eks Kantor Dinas Pariwisata.
via @humasjogja
#TerasMalioboro #AdaYangBaruDimalioboro #GubernurDIY #SriSultanHBX #jogjaistimewa | {
"sentimen": "positif"
} |
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X disalip rombongan kendaraan pejabat yang dikawal polisi lalu lintas saat berhenti di lampu merah viral di media sosial.
Dalam rekaman video itu, terlihat mobil berpelat AB 10 HBX milik sultan Yogyakarta itu sedang berhenti karena ada lampu merah dan menunggu lampu hijau menyala di Bangjo, Kabupaten Gunungkidul.
Tiba-tiba dari arah kanan, melintas iring-iringan kendaraan pejabat yang diduga melawan arah dengan pengawalan polisi.
••
Sehat-sehat Sri Sultan 🙏
-
-
naskah; BERITASATU
video: ist
#bogorterkini #srisultanhbx #bogor | {
"sentimen": "netral"
} |
Jumat (18/06) siang, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan untuk mempertimbangkan pemberlakuan lockdown total di wilayah DIY mengingat tingginya penambahan kasus positif COVID-19 DIY selama sepekan terakhir.
“Kontrol di RT RW, kalau gagal, arep ngopo meneh (mau apa lagi). Kita belum tentu bisa cari jalan keluar, satu-satunya cara ya lockdown, totally. Kita pemerintah juga sulit kalau masyarakat tidak mengapresiasi diri sendiri untuk bisa disiplin,” jelas Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Menurut Sri Sultan, kunci utama untuk meminimalisir penambahan kasus adalah kesadaran masyarakat sebagai subjek. “Ya memang kita harus punya kemampuan mendisiplinkan diri, kalau nggak ya selamanya akan begini terus,” urai Sri Sultan.
Ngarsa Dalem menimbang bahwa lockdown merupakan kebijakan yang harus diambil mengingat tingkat keterisian bed RS atau Bed Occupancy Rate (BOR) meningkat tajam. “(BOR) Kita kemarin 36 sekian persen, sekarang sudah 75 persen hanya dalam waktu satu minggu. Di atas 500 terus begini kan tidak mungkin,” ungkap Ngarsa dalem.
Di sisi lain, Ngarsa Dalem akan berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota untuk menyediakan tempat karantina. “Karantina pun harus diperketat, kalau tidak ada toilet, tidak boleh karantina di rumah. Harus di tempat yang kita sediakan. Kalau nggak punya toilet sendiri, ke tetangga ya bisa kena. Sekarang mereka mau disiplin nggak, kalau nggak ya lockdown saja, nggak ada pilihan,” tutup Ngarsa Dalem.
#GubernurDIY
#SriSultanHBX
#JogjaBisa
#JogjaElingLanWaspada
#JogjaSiaga | {
"sentimen": "netral"
} |
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkap dirinya tidak pernah meminta pengawalan selama menjalankan aktivitas sebagai Gubernur DIY.
_
“Saya biasa enggak ada pengawalan kok, kalau tidak acara resmi. Wong saya juga bisa nyopiri sendiri juga kok,” kata Sultan.
_
Liputan : Pandangan Jogja @undercover.id
#jktnewss #srisultanhbx | {
"sentimen": "netral"
} |
Ngaturaken Sugeng Ambal Warsa Kaping 78 dumateng Sri Sultan Hamengku Buwono X
Kanthi panjurung dongo mugio Gusti Allah SWT maringaken panjang yuswo, sehat bagas waras, berkah barokah minangka dados pangayoming kawula Ngayogyakarta Hadiningrat ❤️
Hamengku, Hamangku, lan Hamengkoni
Sumber foto hassalesk.life
#sugengambalwarsa #srisultanhbx #78thsrisultan #keratonjogja #jogjaistimewa #jogjaexplore #instagram #yogyakarta | {
"sentimen": "positif"
} |
Ditemui pada Selasa (29/10) di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sri Sultan menyampaikan, meskipun undang-undang yang ada saat ini belum mengatur secara spesifik mengenai penjualan online, langkah ini menjadi penting sebagai respons terhadap perkembangan zaman.
Dengan langkah ini, diharapkan DIY dapat menekan angka peredaran minuman keras ilegal dan melindungi generasi muda dari pengaruh buruknya. Penegakan hukum yang konsisten dan regulasi yang jelas menjadi kunci dalam mengendalikan peredaran minuman keras, baik secara daring maupun luring.
“Kita nggak akan bisa berbuat apa apa karena tidak ada yang mengatur secara online. Jadi beli minuman keras lewat online, kita nggak ada aturan itu. Makanya dengan keputusan bupati/ walikota harapan saya ada keputusan bupati/wali kota menyangkut peredaran miras online sehingga peredaran bisa kita kontrol, ilegal atau tidak. Kita dasarnya UU Pangan, yang belum mengatur online,” kata Sultan.
Terkait dengan akibat miras yang berpotensi meningkatkan konflik kejahatan dan kekerasan di DIY, Forum Komunikasi Yogyakarta Bersatu (FKYB), menyampaikan aspirasinya di Kantor Gubernur DIY, dan diterima oleh Sekda DIY Beny Suharsono. Waljito, Koordinator Lapangan FKYB mengungkapkan, penegakan hukum harus dilaksanakan dengan baik.
Potensi konflik akan muncul, salah satunya karena lemahnya penegakan hukum. Ia berharap, jika terjadi permasalahan kerusuhan dan peristiwa kriminal, aparat kepolisian segera melakukan penangkapan dan segera diproses, kemudian ditindak secara tegas. Tidak terkecuali yang disebabkan oleh miras.
Merespons hal ini, Pemda DIY sebelumnya telah mengadakan pertemuan yang dipimpin oleh Gubernur untuk membahas langkah-langkah penertiban miras. Pertemuan tersebut melibatkan Penjabat (PJ) Bupati, Wakil Bupati, dan Wali Kota untuk segera menyusun regulasi yang efektif dalam pengelolaan peredaran miras di wilayah mereka.
Selengkapnya di jogjaprov.go.id
Sumber berita: @humasjogja
___
#GubernurDIY
#SriSultanHBX
#PemdaDIY
#JogjaIstimewa
#humasjogja
#miras | {
"sentimen": "netral"
} |
Momen Sri Sultan nonton keseruan Wayang Jogja Night Carnival #9 bersama para cucu di kawasan Tugu Jogja pada Senin (07/10) dalam rangka malam puncak acara peringatan HUT ke-268 Kota Yogyakarta.
Siapa nih Lur yang lagi nonton juga? Absen di kolom komen ya Lur 🙌
.
.
.
source: humasjogja
#jogdaily #GubernurDIY #SriSultanHBX #HUTKotaYogyakarta #WayangJogjaNightCarnival #JogjaIstimewa #HumasJogja | {
"sentimen": "positif"
} |
Selengkapnya di https://t.co/Dh8qL3foZW
#GubernurDIY
#SriSultanHBX
#PemdaDIY
#PemkabBatang
#Jogjalstimewa
#HumasJogja | {
"sentimen": "netral"
} |
Sri Sultan HB X mengungkapkan, dirinya tidak pernah meminta pengawalan selama melakukan aktifitas sebagai Gubernur DIY. Menurut Sultan, dia terbiasa tidak memakai pengawalan, jika tidak ada acara resmi.
Berita selengkapnya klik https://t.co/QSrL191VBn
#sultan #yogyakarta https://t.co/4ZzePYaz2G | {
"sentimen": "netral"
} |
Tot tot tot, wuk wuk wuk…
Dilarang di DKJ, tapi ramai di daerah.
Ternyata bukan cuma suara,
yg suka berpindah-pindah itu juga kebiasaan.
*ketika kendaraan yg saya tumpangi disalip.😀 | {
"sentimen": "positif"
} |
@Ary_PrasKe2 @AgusYudhoyono @03__nakula @Anak__Ogi @AntoniusCDN @BiLLRaY2019 @CakKhum @ch_chotimah2 @Cintada16 @dcristnugroho Tot Tot Wuk Wuk..... Pejabat memang tidak pernah mau berubah.... Gak eksekutif atau yudikatif sama aja..... 🤯 | {
"sentimen": "negatif"
} |
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, merespon soal mobilnya yang disalip rombongan “Tot Tot Wuk Wuk” di lampu merah. Ia tegaskan bahwa dirinya memang tidak gunakan pengawalan saat bepergian dengan mobil pribadi, kecuali jika menghadiri kegiatan resmi pemerintahan.
#jogja https://t.co/TAAbBQQcAz | {
"sentimen": "netral"
} |
Meskipun mobil yg kiri punya privilege, dia lebih suka tertib lalu lintas, karena ngasih contoh ke masyarakat, dan mungkin mobil yang kanan tidak paham kenapa mobil dengan previlege kok tidak pakai TOT TOT WUK WUK dan antri di lampu merah, makanya dia salip karena kebiasaan minta didahulukan. | {
"sentimen": "netral"
} |
Klarifikasi Pemda dan Kementrian soal Mobil Sultan HB X Disalip Rombongan "Tot Tot Wuk Wuk"
#tottotwukwuk #klarifikasi #pemda #viral #beritaviral #beritaterkini #m9win https://t.co/zv8rY39spS | {
"sentimen": "netral"
} |
@bangroraa @PaltiHutabarat Udah Nemu video spiralnya Saat Mobil Beliau disalip tot tot Wuk Wuk🙏 | {
"sentimen": "positif"
} |
Dalam aturannya, perseorangan tidak bisa menguasai pulau secara keseluruhan, apalagi pihak asing. | {
"sentimen": "netral"
} |
Video: Trenggono Bicara Soal Ilegal Fishing dan Pengelolaan Pulau Kecil
Jakarta, Universitas Adamant sampai Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat upaya pemberantasan praktik illegal fishing. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa penanganan terhadap pelanggaran perikanan harus dilakukan secara sistematis dan tertib.
Sebagai langkah konkret, KKP telah mewajibkan setiap kapal penangkap ikan buat memasang Vessel Monitoring System (VMS) agar pergerakan orang-orang itu dapat dipantau secara real time. Selain itu, pemanfaatan drone dan teknologi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) serta kolaborasi dengan saya sejumlah institusi penegak hukum sebagai tujuan mendukung pengawasan laut.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Trenggono menjelaskan bahwa KKP memanfaatkan teknologi big data sebagai tujuan memonitor aktivitas di wilayah-wilayah terpencil tersebut. Saksikan dialog Andi Shalini bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ke dalam Economic Update 2025 di Program Squawk Box Universitas Adamant, Kamis (26/06/2025). | {
"sentimen": "netral"
} |
#medan #sumaterautara #sumut #polisitidur #lurah Kreator: Reza D Syahputra/Aribowo | {
"sentimen": "netral"
} |
lapor komandan sutomo siap bertugas🫡 #satpam #ambis #kerja #day1 #pgi | {
"sentimen": "positif"
} |
Subsets and Splits
No community queries yet
The top public SQL queries from the community will appear here once available.