SentenceTransformer
This model was finetuned with Unsloth.
based on unsloth/embeddinggemma-300m
This is a sentence-transformers model finetuned from unsloth/embeddinggemma-300m. It maps sentences & paragraphs to a 768-dimensional dense vector space and can be used for semantic textual similarity, semantic search, paraphrase mining, text classification, clustering, and more.
Model Details
Model Description
- Model Type: Sentence Transformer
- Base model: unsloth/embeddinggemma-300m
- Maximum Sequence Length: 1024 tokens
- Output Dimensionality: 768 dimensions
- Similarity Function: Cosine Similarity
Model Sources
Full Model Architecture
SentenceTransformer(
(0): Transformer({'max_seq_length': 1024, 'do_lower_case': False, 'architecture': 'PeftModelForFeatureExtraction'})
(1): Pooling({'word_embedding_dimension': 768, 'pooling_mode_cls_token': False, 'pooling_mode_mean_tokens': True, 'pooling_mode_max_tokens': False, 'pooling_mode_mean_sqrt_len_tokens': False, 'pooling_mode_weightedmean_tokens': False, 'pooling_mode_lasttoken': False, 'include_prompt': True})
(2): Dense({'in_features': 768, 'out_features': 3072, 'bias': False, 'activation_function': 'torch.nn.modules.linear.Identity'})
(3): Dense({'in_features': 3072, 'out_features': 768, 'bias': False, 'activation_function': 'torch.nn.modules.linear.Identity'})
(4): Normalize()
)
Usage
Direct Usage (Sentence Transformers)
First install the Sentence Transformers library:
pip install -U sentence-transformers
Then you can load this model and run inference.
from sentence_transformers import SentenceTransformer
model = SentenceTransformer("sentence_transformers_model_id")
queries = [
"polimiksin b itu antibiotik buat apa?",
]
documents = [
'Polimiksin B adalah Polimiksin B adalah antibiotik golongan polipeptida yang bekerja secara sistemik (luas) untuk mengatasi dan membantu mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Polimiksin B biasanya dikombinasikan dengan bacitracin atau neomycin . Polimikson B termasuk obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter.. Polimiksin B tersedia dalam kombinasi dengan zat aktif lain yang digunakan untuk mengatasi infeksi dan inflamasi pada mata, telinga, atau kulit. dan infeksi lainnya sesuai rekomendasi dokter. Polimiksin B bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri sehingga menghentikan pertumbuhan bakteri.. Penggunaan polimiksin B tersedia dalam sediaan kombinasi dengan obat lain dalam bentuk sediaan salep topikal, tetes mata, salep mata, dan tetes telinga. Jika Anda diresepkan bentuk sedian salep, pastikan Anda membersihkan area kulit yang akan dioleskan terlebih dahulu, lalu dioleskan pada bagian kulit yang sakit secara tipis-tipis. Jika Anda mendapat obat dalam bentuk sediaan tetes mata, lakukan langkah-langkah di bawah ini. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh mata dan menggunakan obat tetes mata. Bersihkan mata sebelum menggunakan obat tetes mata. Gunakan kapas bersih atau tisu lembut untuk membersihkan kotoran atau lendir di sekitar mata. Apabila menggunakan lensa kontak, lepaskan lensa kontak terlebih dahulu, kecuali jika dokter menyarankan Anda untuk membiarkannya tetap terpasang selama menggunakan obat. Kocok obat tetes mata terlebih dahulu. Buka tutup obat tetes mata. Namun, hindari menyentuh bagian ujung botolnya. Sebab, hal tersebut berisiko menyebabkan kontaminasi pada obat tetes mata. Dongakkan kepala ke atas. Gunakan salah satu tangan untuk menarik kelopak mata bagian bawah dan arahkan tatapan mata ke atas. Arahkan bagian ujung botol obat tepat di atas kelopak mata bagian bawah. Pastikan bagian ujung botol obat tetes mata tidak menyentuh mata ataupun kelopak mata secara langsung. Tekan botol obat secara perlahan dan biarkan tetesan cairan obat masuk ke dalam mata. Pejamkan mata, kemudian, tekan lembut sudut mata yang terletak di antara kelopak mata dan hidung selama 1–2 menit. Hal ini bertujuan untuk membantu obat agar dapat\xa0 diserap dengan baik oleh mata, bukan mengalir ke saluran hidung. Jika ada tetesan cairan obat yang keluar, gunakan tisu bersih untuk menyekanya dari kelopak mata yang tertutup. Jika diperlukan, ulangi langkah-langkah di atas pada sisi mata lainnya. Terakhir, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Sedangkan apabila Anda diresepkan bentuk sediaan salep mata, ikuti langkah-langkah berikut. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengaplikasikan obat. Pegang ujung tube di dekat mata Anda dengan tangan satunya. Hindari kontak antara ujung tube ke mata atau jari Anda. Tekan tube dan keluarkan obat ke dalam saku di antara kelopak mata bawah dan bola mata. Tutup mata Anda selama 1 hingga 2 menit. Bersihkan ujung tube dengan tisu bersih dan tutup tabung dengan rapat. Namun jika Anda mendapat resep obat tetes telinga, Anda dapat mengikuti langkah berikut. Pastikan obat tetes telinga berada pada suhu normal tubuh. Jika suhu obat tetes telinga terasa dingin, pasien dapat memegang botol obat tetes telinga atau memasukkannya ke dalam saku pakaian selama beberapa menit. Kocok botol obat terlebih dahulu sebelum digunakan, terutama jika tertera label “kocok dahulu” pada kemasan obat tetes telinga. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mulai menggunakan obat tetes telinga. Posisikan badan berbaring miring ke samping hingga telinga yang akan diberikan obat menghadap ke atas. Untuk anak-anak, arahkan si kecil berbaring menyamping atau biarkan kepalanya berada di pangkuan Anda. Pastikan saluran telinga terlihat dalam posisi lurus sehingga obat tetes telinga bisa menjangkau bagian yang perlu ditangani. Tarik bagian atas telinga ke atas dan ke bawah. Untuk anak berusia di bawah 3 tahun, orang tua dapat menarik bagian atas telinga ke bawah dan ke belakang. Pegang pipet obat tetes telinga di bagian atas telinga. Pastikan pipet tidak menyentuh telinga. Kemudian, Anda bisa meneteskan obat tetes telinga dari pipet tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Letakkan kembali pipet ke dalam botol obat tetes telinga dan pastikan pipet tersebut tidak bersentuhan dengan apa pun agar tidak terkontaminasi. Tetaplah berada dalam posisi yang sama selama 3–5 menit untuk memastikan obat tetes telinga mengalir turun ke saluran telinga. Menggerakkan telinga atau menekan daun telinga secara perlahan juga bisa membantu. Jika harus menggunakan obat tetes telinga di kedua sisi, tunggulah selama 5–10 menit sebelum meneteskan obat tersebut di sisi telinga lainnya. Hal ini bertujuan memastikan obat pada saluran telinga pertama memiliki waktu yang cukup untuk bekerja secara optimal. Ikuti aturan pakai obat sesuai petunjuk dokter yang tertera pada label resep dengan teliti. Jika merasa petunjuk atau aturan pakai kurang jelas, minta dokter atau apoteker untuk menjelaskannya secara lengkap. Selalu beritahukan dokter atau apoteker Anda bila Anda sedang hamil atau menyusui. Agar polimiksin B bekerja maksimal, pastikan Anda menggunakannya secara teratur pada waktu yang sama setiap hari. Selesaikan atau habiskan pengobatan polimiksin B sesuai dengan rekomendasi dokter, meski gejala sudah hilang. Lanjutkan pengobatan hingga jangka waktu penggunaan antibiotik selesai atau obat yang diresepkan dokter habis agar terhindar dari resistensi antibiotik (menurunnya kemampuan obat dalam membunuh bakteri). Jika Anda lupa menggunakan polimiksin B, segera gunakan dosis yang terlewat begitu Anda ingat. Namun apabila sudah mendekati waktu pakai obat berikutnya, abaikan dosis yang terlewat tadi dan kembali ke jadwal dosis normal. Jangan menggandakan dosis dalam kondisi apa pun.. Sebelum menggunakan polimiksin B, informasikan kepada dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap polimiksin B atau bahan yang terkandung di dalamnya.. Polimiksin dapat menimbulkan risiko efek samping. Konsultasikan kepada dokter bila Anda mengalami efek samping akibat polimiksin B topikal seperti berikut. Gangguan kulit: Gatal, ruam, iritasi, sensasi perih atau terbakar, kemerahan, atau kekeringan pada kulit. Sedangkan polimiksin B tetes atau salep mata dapat menimbulkan risiko efek samping seperti berikut. Gangguan mata: Gatal, iritasi, kemerahan, atau pembengkakan pada mata. Sedian polimiksin B tetes telinga mungkin menimbulkan risiko efek samping di bawah ini. Gangguan telinga: Sensasi terbakar atau perih pada telinga. Beberapa efek samping yang ditimbulkan polimiksin B mungkin membutuhkan pertolongan medis yang segera. Jika Anda mengalami gejala di bawah ini setelah penggunaan polimiksin B, segera hubungi dokter. Reaksi alergi: Gatal atau ruam, dada sesak, kesulitan bernapas, dan pembengkakan pada wajah, tangan, mulut, atau tenggorokan. Jika terdapat efek samping lain yang tak kunjung membaik selama menggunakan obat ini, segera hubungi dokter.. Obat yang digunakan pada kulit, mata, atau telinga umumnya tidak dipengaruhi oleh obat lain. Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda mengonsumsi obat lain, termasuk obat herbal seperti obat tradisional Tiongkok ( traditional Chinese medicine ), suplemen, dan obat yang Anda beli tanpa resep dokter lainnya. Pastikan untuk memberitahu dokter jika Anda menggunakan krim, salep, losion, atau obat lainnya pada bagian kulit yang terkena. Hindari penggunaan kosmetik atau produk perawatan kulit lainnya pada bagian kulit yang terkena.. Sediaan tetes mata dan tetes telinga yang telah dibuka memiliki batas waktu penggunaan obat ( beyond use date atau BUD), yang berbeda dengan tanggal kadaluarsa obat ( expired date ). Selalu periksa rekomendasi manufaktur dari produk yang Anda gunakan, atau tanyakan kepada apoteker Anda terkait penyimpanan dan pembuangan obat. Kategori Kehamilan C Kelas Terapi Antibiotik Lain; Antiinfeksi & Antiseptik Mata; Antiinfeksi & Antiseptik Telinga. Merek Dagang* Inmatrol (kombinasi dengan neomisin dan deksametason), Spectron (kombinasi dengan neomisin), Alletrol Compositum Forte (kombinasi dengan deksametason dan neomisin), Otopain (kombinasi dengan neomisin, fludrokortison, dan lidokain), Liposin (kombinasi dengan basitrasin, neomisin, dan lidokain), Enbatic Plus (kombinasi dengan neomisin dan basitrasin), Tigalin (kombinasi dengan basitrasin dan neomisin), dll. *Merek obat-obatan yang disebutkan mungkin tidak tersedia di Indonesia. Diskusikan dengan dokter atau apoteker terkait alternatif obat yang tersedia dan sesuai dengan kebutuhan medis Anda.',
'Paket: X-RAY DIGITI , Deskripsi: X\\-Ray Digiti adalah pemeriksaan x\\-ray yang cepat dan tidak invasif untuk melihat tulang dan sendi pada jari tangan atau kaki, ideal untuk mendeteksi patah tulang, dislokasi, infeksi, atau artritis. Pemeriksaan ini memberikan gambar yang jelas untuk membantu dokter menilai kelainan atau cedera pada jari... Paket ini tersedia di MRCCC SILOAM HOSPITALS SEMANGGI, RSU SYUBBANUL WATHON, RUMAH SAKIT PUTERA BAHAGIA, RUMAH SAKIT SILOAM BANGKA, SILOAM HEART HOSPITAL, SILOAM HOSPITALS AGORA CEMPAKA PUTIH, SILOAM HOSPITALS AMBON, SILOAM HOSPITALS ASRI, SILOAM HOSPITALS BALIKPAPAN, SILOAM HOSPITALS BANJARMASIN, SILOAM HOSPITALS BEKASI SEPANJANG JAYA, SILOAM HOSPITALS BEKASI TIMUR, SILOAM HOSPITALS BOGOR, SILOAM HOSPITALS BUTON, SILOAM HOSPITALS DENPASAR, SILOAM HOSPITALS DHIRGA SURYA MEDAN, SILOAM HOSPITALS JAMBI, SILOAM HOSPITALS JEMBER, SILOAM HOSPITALS KEBON JERUK, SILOAM HOSPITALS KELAPA DUA, SILOAM HOSPITALS KUPANG, SILOAM HOSPITALS LABUAN BAJO, SILOAM HOSPITALS LIPPO VILLAGE, SILOAM HOSPITALS LUBUK LINGGAU, SILOAM HOSPITALS MAKASSAR, Siloam Hospitals Mampang, SILOAM HOSPITALS MANADO, SILOAM HOSPITALS MATARAM, SILOAM HOSPITALS PAAL DUA, SILOAM HOSPITALS PALANGKARAYA, SILOAM HOSPITALS PURWAKARTA, SILOAM HOSPITALS SEMARANG, SILOAM HOSPITALS SENTOSA, SILOAM HOSPITALS SURABAYA, SILOAM HOSPITALS TB SIMATUPANG, SILOAM HOSPITALS YOGYAKARTA, SILOAM SRIWIJAYA.',
'Apa itu Flu (Influenza)? Penyebab Flu Gejala Flu Komplikasi Flu Diagnosis Flu Pengobatan Flu Cara Mencegah Flu Flu adalah gangguan sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus. Kondisi ini sering kali terjadi ketika memasuki musim pancaroba karena cenderung mudah menular ke orang lain, terutama pada 34 hari pertama saat penderitanya terinfeksi oleh virus flu. Mari kenali penyebab, gejala, pengobatan, hingga langkah pencegahan flu selengkapnya melalui ulasan berikut. Apa itu Flu (Influenz',
]
query_embeddings = model.encode_query(queries)
document_embeddings = model.encode_document(documents)
print(query_embeddings.shape, document_embeddings.shape)
similarities = model.similarity(query_embeddings, document_embeddings)
print(similarities)
Evaluation
Metrics
Information Retrieval
| Metric |
Value |
| cosine_accuracy@1 |
0.0119 |
| cosine_accuracy@3 |
0.0163 |
| cosine_accuracy@5 |
0.0282 |
| cosine_accuracy@10 |
0.0379 |
| cosine_precision@1 |
0.0119 |
| cosine_precision@3 |
0.0054 |
| cosine_precision@5 |
0.0056 |
| cosine_precision@10 |
0.0038 |
| cosine_recall@1 |
0.0119 |
| cosine_recall@3 |
0.0163 |
| cosine_recall@5 |
0.0282 |
| cosine_recall@10 |
0.0379 |
| cosine_ndcg@10 |
0.0223 |
| cosine_mrr@10 |
0.0176 |
| cosine_map@100 |
0.0211 |
Information Retrieval
| Metric |
Value |
| cosine_accuracy@1 |
0.6056 |
| cosine_accuracy@3 |
0.7627 |
| cosine_accuracy@5 |
0.8126 |
| cosine_accuracy@10 |
0.87 |
| cosine_precision@1 |
0.6056 |
| cosine_precision@3 |
0.2542 |
| cosine_precision@5 |
0.1625 |
| cosine_precision@10 |
0.087 |
| cosine_recall@1 |
0.6056 |
| cosine_recall@3 |
0.7627 |
| cosine_recall@5 |
0.8126 |
| cosine_recall@10 |
0.87 |
| cosine_ndcg@10 |
0.7358 |
| cosine_mrr@10 |
0.6931 |
| cosine_map@100 |
0.6975 |
Information Retrieval
| Metric |
Value |
| cosine_accuracy@1 |
0.6165 |
| cosine_accuracy@3 |
0.7573 |
| cosine_accuracy@5 |
0.8093 |
| cosine_accuracy@10 |
0.8646 |
| cosine_precision@1 |
0.6165 |
| cosine_precision@3 |
0.2524 |
| cosine_precision@5 |
0.1619 |
| cosine_precision@10 |
0.0865 |
| cosine_recall@1 |
0.6165 |
| cosine_recall@3 |
0.7573 |
| cosine_recall@5 |
0.8093 |
| cosine_recall@10 |
0.8646 |
| cosine_ndcg@10 |
0.7372 |
| cosine_mrr@10 |
0.6967 |
| cosine_map@100 |
0.7015 |
Training Details
Training Dataset
Unnamed Dataset
Evaluation Dataset
Unnamed Dataset
Training Hyperparameters
Non-Default Hyperparameters
eval_strategy: steps
per_device_train_batch_size: 64
per_device_eval_batch_size: 64
gradient_accumulation_steps: 2
learning_rate: 2e-05
max_steps: 30
warmup_ratio: 0.03
prompts: {'question': '', 'passage_text': ''}
batch_sampler: no_duplicates
All Hyperparameters
Click to expand
overwrite_output_dir: False
do_predict: False
eval_strategy: steps
prediction_loss_only: True
per_device_train_batch_size: 64
per_device_eval_batch_size: 64
per_gpu_train_batch_size: None
per_gpu_eval_batch_size: None
gradient_accumulation_steps: 2
eval_accumulation_steps: None
torch_empty_cache_steps: None
learning_rate: 2e-05
weight_decay: 0.0
adam_beta1: 0.9
adam_beta2: 0.999
adam_epsilon: 1e-08
max_grad_norm: 1.0
num_train_epochs: 3.0
max_steps: 30
lr_scheduler_type: linear
lr_scheduler_kwargs: {}
warmup_ratio: 0.03
warmup_steps: 0
log_level: passive
log_level_replica: warning
log_on_each_node: True
logging_nan_inf_filter: True
save_safetensors: True
save_on_each_node: False
save_only_model: False
restore_callback_states_from_checkpoint: False
no_cuda: False
use_cpu: False
use_mps_device: False
seed: 42
data_seed: None
jit_mode_eval: False
use_ipex: False
bf16: False
fp16: False
fp16_opt_level: O1
half_precision_backend: auto
bf16_full_eval: False
fp16_full_eval: False
tf32: None
local_rank: 0
ddp_backend: None
tpu_num_cores: None
tpu_metrics_debug: False
debug: []
dataloader_drop_last: False
dataloader_num_workers: 0
dataloader_prefetch_factor: None
past_index: -1
disable_tqdm: False
remove_unused_columns: True
label_names: None
load_best_model_at_end: False
ignore_data_skip: False
fsdp: []
fsdp_min_num_params: 0
fsdp_config: {'min_num_params': 0, 'xla': False, 'xla_fsdp_v2': False, 'xla_fsdp_grad_ckpt': False}
fsdp_transformer_layer_cls_to_wrap: None
accelerator_config: {'split_batches': False, 'dispatch_batches': None, 'even_batches': True, 'use_seedable_sampler': True, 'non_blocking': False, 'gradient_accumulation_kwargs': None}
parallelism_config: None
deepspeed: None
label_smoothing_factor: 0.0
optim: adamw_torch_fused
optim_args: None
adafactor: False
group_by_length: False
length_column_name: length
ddp_find_unused_parameters: None
ddp_bucket_cap_mb: None
ddp_broadcast_buffers: False
dataloader_pin_memory: True
dataloader_persistent_workers: False
skip_memory_metrics: True
use_legacy_prediction_loop: False
push_to_hub: False
resume_from_checkpoint: None
hub_model_id: None
hub_strategy: every_save
hub_private_repo: None
hub_always_push: False
hub_revision: None
gradient_checkpointing: False
gradient_checkpointing_kwargs: None
include_inputs_for_metrics: False
include_for_metrics: []
eval_do_concat_batches: True
fp16_backend: auto
push_to_hub_model_id: None
push_to_hub_organization: None
mp_parameters:
auto_find_batch_size: False
full_determinism: False
torchdynamo: None
ray_scope: last
ddp_timeout: 1800
torch_compile: False
torch_compile_backend: None
torch_compile_mode: None
include_tokens_per_second: False
include_num_input_tokens_seen: False
neftune_noise_alpha: None
optim_target_modules: None
batch_eval_metrics: False
eval_on_start: False
use_liger_kernel: False
liger_kernel_config: None
eval_use_gather_object: False
average_tokens_across_devices: False
prompts: {'question': '', 'passage_text': ''}
batch_sampler: no_duplicates
multi_dataset_batch_sampler: proportional
router_mapping: {}
learning_rate_mapping: {}
Training Logs
| Epoch |
Step |
Training Loss |
Validation Loss |
cosine_ndcg@10 |
| -1 |
-1 |
- |
- |
0.0248 |
| 0.1923 |
5 |
3.6639 |
2.1836 |
0.2744 |
| 0.3846 |
10 |
1.7712 |
1.2148 |
0.6205 |
| 0.5769 |
15 |
1.0428 |
0.7920 |
0.6602 |
| 0.7692 |
20 |
0.767 |
0.5776 |
0.6937 |
| 0.9615 |
25 |
0.5539 |
0.4934 |
0.7197 |
| 1.1538 |
30 |
0.4564 |
0.4619 |
0.7358 |
| -1 |
-1 |
- |
- |
0.7372 |
Framework Versions
- Python: 3.12.12
- Sentence Transformers: 5.2.1
- Transformers: 4.56.2
- PyTorch: 2.9.0+cu126
- Accelerate: 1.12.0
- Datasets: 4.3.0
- Tokenizers: 0.22.2
Citation
BibTeX
Sentence Transformers
@inproceedings{reimers-2019-sentence-bert,
title = "Sentence-BERT: Sentence Embeddings using Siamese BERT-Networks",
author = "Reimers, Nils and Gurevych, Iryna",
booktitle = "Proceedings of the 2019 Conference on Empirical Methods in Natural Language Processing",
month = "11",
year = "2019",
publisher = "Association for Computational Linguistics",
url = "https://arxiv.org/abs/1908.10084",
}
MultipleNegativesRankingLoss
@misc{henderson2017efficient,
title={Efficient Natural Language Response Suggestion for Smart Reply},
author={Matthew Henderson and Rami Al-Rfou and Brian Strope and Yun-hsuan Sung and Laszlo Lukacs and Ruiqi Guo and Sanjiv Kumar and Balint Miklos and Ray Kurzweil},
year={2017},
eprint={1705.00652},
archivePrefix={arXiv},
primaryClass={cs.CL}
}