gemma300_faq_v1 / README.md
yosriku's picture
Upload model
eaba2e9 verified
metadata
tags:
  - unsloth
  - sentence-transformers
  - sentence-similarity
  - feature-extraction
  - dense
  - generated_from_trainer
  - dataset_size:3692
  - loss:MultipleNegativesRankingLoss
  - dataset_size:3281
base_model: unsloth/embeddinggemma-300m
widget:
  - source_sentence: clear aligner itu apa? ada efek sampingnya ga sih?
    sentences:
      - >-
        Penyebab Bau Mulut Tips Menghilangkan Bau Mulut 1. Sikat Gigi dan
        Flossing 2. Rajin Berkumur 3. Minum Air Mineral 4. Memperhatikan Makanan
        dan Minuman 5. Tidak Merokok 6. Mengurangi Bernapas Melalui Mulut 7.
        Mengunyah Permen Sejak hadirnya COVID-19, semua orang diwajibkan untuk
        menggunakan masker untuk menghindari paparan virus corona. Namun,
        penggunaan masker ternyata memunculkan masalah baru seperti jerawat dan
        dapat membuat bau mulut tercium akibat kurangnya sirkulasi udara saat
        memakai maske
      - >-
        Apa itu Clear Aligner? Kondisi yang Ditangani Menggunakan Clear Aligner
        Cara Kerja Clear Aligner Risiko Efek Samping Clear Aligner Clear aligner
        adalah alat yang digunakan untuk meratakan gigi sehingga mengikuti
        bentuk yang sesuai dalam lengkungan gigi. Penggunaan clear aligner
        dianggap nyaman, praktis, dan estetik. Namun, penggunaan alat untuk
        merapikan gigi ini memiliki beberapa risiko efek samping atau komplikasi
        yang mungkin dapat terjadi. Mari kenali cara kerja dan risiko efek
        sampingnya me
      - >-
        Hal yang Perlu Diketahui tentang Diet untuk Intoleransi Laktosa A.
        Mengonsumsi Olahan Susu dalam Jumlah Kecil B. Cobalah Produk yang Bebas
        atau Sedikit Laktosa C. Mengonsumsi Suplemen Enzim Laktase Rekomendasi
        Makanan Diet untuk Intoleransi Laktosa 1. Asupan Kalsium 2. Asupan
        Vitamin D 3. Asupan Protein 4. Asupan Vitamin B12 Intoleransi laktosa
        adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki kemampuan untuk mencerna
        laktosa, yakni gula alami yang terdapat di dalam produk susu serta
        olahannya. Di sisi
  - source_sentence: Gimana sih proses pembentukan urine di tubuh? Organ apa aja yg terlibat?
    sentences:
      - >-
        Organ yang Berperan dalam Proses Pembentukan Urine 1. Ginjal 2. Ureter
        3. Kandung Kemih 4. Uretra Proses Pembentukan Urine 1. Filtrasi 2.
        Reabsorpsi 3. Augmentasi Cara Menjaga Kesehatan Sistem Urinaria Urine
        adalah hasil penyaringan darah oleh ginjal yang berisi racun dan limbah,
        kemudian dikeluarkan oleh tubuh. Proses pembentukan urine terbagi
        menjadi tiga tahap, yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Jika
        salah satu atau lebih proses ini mengalami gangguan, zat-zat beracun dan
        limbah ters
      - >-
        Berikut informasi profil dokter drg. Veronica Ivona Simanjuntak dengan
        spesialisasi Kedokteran Gigi: Sub-spesialisasi: Dokter Gigi, Rumah
        Sakit: Siloam Hospitals Bogor, Treatment: Penambalan Gigi, Pencabutan
        Gigi, Scaling Gigi dan Root Planing, Sealant Gigi, Gejala/Penyakit: Gigi
        Berlubang, Radang Gusi, Plak Gigi, Karang Gigi, Sakit Gigi, Nyeri
        Rahang, Rahang Berbunyi, Trauma Gigi, Pendidikan: Universitas Prof. Dr.
        Moestopo (Beragama)
      - >-
        Penyebab Kaki Bengkak karena Penyakit Jantung Gejala Penyakit Jantung
        Selain Kaki Bengkak 1. Sesak Napas 2. Detak Jantung Tidak Teratur 3.
        Rasa Nyeri pada Dada yang Menyebar ke Lengan Kiri 4. Pusing Cara
        Mengatasi Kaki Bengkak pada Penderita Penyakit Jantung Salah satu gejala
        penyakit jantung yang dapat dialami penderitanya adalah pembengkakan
        pada kaki. Kaki bengkak karena penyakit jantung terjadi karena darah
        tidak dapat mengalir ke jantung dengan optimal sehingga terjadi
        penumpukan cairan pad
  - source_sentence: elobixibat monohidrat itu obat buat sembelit kronis kan?
    sentences:
      - >-
        Elobixibat Monohidrat adalah Elobixibat monohidrat atau elobixibat
        monohydrate adalah obat golongan penghambat transporter asam empedu yang
        digunakan untuk mengatasi sembelit kronis. Elobixibat monohidrat
        termasuk obat keras yang diperoleh dengan resep dan anjuran dokter..
        Elobixibat monohidrat digunakan untuk mengatasi sembelit kronis.
        Elobixibat monohidrat bekerja dengan menghambat penyerapan kembali asam
        empedu di usus, sehingga meningkatkan pengeluaran cairan ke dalam usus
        dan motilitas usus. Hal ini menyebabkan pergerakan usus semakin cepat
        dan melembutkan feses, sehingga proses buang air besar menjadi lebih
        lancar.. Elobixibat monohidrat tersedia dalam bentuk tablet salut
        selaput, umumnya dikonsumsi saat perut kosong sebelum makan. Minumlah
        pada waktu yang sama setiap harinya. Pastikan untuk minum semua obat
        yang diresepkan oleh dokter Anda sesuai jadwal yang ditentukan. Jangan
        menghentikan minum obat tanpa konsultasi dokter terlebih dahulu dan
        patuhilah jadwal kontrol rutin Anda. Ikuti aturan minum obat sesuai
        petunjuk dokter yang tertera pada label resep dengan teliti. Jika merasa
        petunjuk atau aturan pakai kurang jelas, minta dokter atau apoteker
        untuk menjelaskannya secara lengkap. Selalu beritahukan dokter atau
        apoteker Anda bila Anda sedang hamil atau menyusui. Jika Anda lupa minum
        elobixibat monohidrat, segera minum dosis yang terlewat begitu Anda
        ingat. Namun, jika sudah mendekati waktu minum obat berikutnya, abaikan
        dosis yang terlewat dan kembalilah ke jadwal normal. Jangan menggandakan
        dosis dalam kondisi apa pun.. Sebelum menerima pengobatan dengan
        elobixibat monohidrat, informasikan kepada dokter jika Anda memiliki
        kondisi berikut: Memiliki riwayat alergi elobixibat monohidrat atau obat
        sejenis lainnya. Memiliki riwayat obstruksi saluran cerna yang
        berhubungan dengan tumor atau hernia.. Elobixibat monohidrat dapat
        menimbulkan risiko efek samping. Konsultasikan dengan dokter atau
        apoteker jika Anda mengalami efek samping akibat elobixibat monohidrat
        seperti berikut. Gangguan sistem pencernaan: Sakit perut, diare, mual,
        dan ketidanyamanan pada perut. Gangguan sistem saraf: Pusing dan sakit
        kepala. Gangguan lain: Gejala hot flush (sensasi panas mendadak di
        wajah/leher). Beberapa efek samping yang ditimbulkan elobixibat
        monohidrat mungkin memerlukan pertolongan medis yang segera. Jika Anda
        mengalami gejala di bawah ini, segera hubungi dokter. Reaksi alergi:
        Ruam atau gatal, dada sesak, kesulitan bernapas, dan pembengkakan pada
        wajah, tangan, mulut, atau tenggorokan. Gangguan fungsi hati: Mata atau
        kulit menguning. Gangguan sistem pencernaan: Tinja lunak dan kembung.
        Gangguan otot, sendi, dan tulang: Nyeri otot. Jika Anda mengalami efek
        samping lain yang mengganggu atau tidak kunjung sembuh, segera hubungi
        dokter.. Beberapa obat dapat memengaruhi cara kerja elobixibat
        monohidrat. Beri tahu dokter bila Anda menggunakan obat-obatan di bawah
        ini selama menggunakan elobixibat monohidrat. Antasida: Antasida dengan
        kandungan aluminium dan sukralfat. Obat kolesterol: Kolestiramin. Obat
        gangguan kardiovaskular: Digoksin. Obat pengencer darah: Dabigatran.
        Anestesi dan obat persiapan operasi: Midazolam. Lainnya: Asam
        ursodeoksikolat. Daftar obat ini belum mencakup semua obat yang mungkin
        berinteraksi dengan elobixibat monohidrat. Beri tahu dokter atau
        apoteker Anda jika Anda mengonsumsi obat lain, termasuk obat herbal
        seperti obat tradisional Tiongkok ( traditional Chinese medicine ),
        suplemen, dan obat yang Anda beli tanpa resep dokter lainnya.. Kategori
        Kehamilan MDX Kelas Terapi Laksatif, Pencahar. Merek Dagang* Goofice
        *Merek obat-obatan yang disebutkan mungkin tidak tersedia di Indonesia.
        Diskusikan dengan dokter atau apoteker terkait alternatif obat yang
        tersedia dan sesuai dengan kebutuhan medis Anda.
      - >-
        Berikut informasi profil dokter Dr. dr. Ferry Senjaya, SpBS, IFAANS
        dengan spesialisasi Bedah Saraf: Sub-spesialisasi: Spesialis Bedah
        Saraf, Rumah Sakit: Siloam Hospitals Lippo Village, Siloam Hospitals TB
        Simatupang, Treatment: Pembedahan Tumor, Kraniotomi, Kraniektomi, VP
        Shunt, Terapi Dekompresi Spinal, Pulsed Radiofrequency to the Dorsal
        Root Ganglion PRF DRG, Laminektomi: Pembedahan untuk Nyeri Punggung,
        Pulsed Radiofrequency to the Dorsal Root Ganglion PRF DRG, Endoscopic
        Spine Surgery, Cangkok Saraf, Neurolisis, Coiling dan Stenting Pembuluh
        Darah Otak, Anterior Cervical Discectomy and Fusion ACDF,
        Gejala/Penyakit: Tumor Otak, Stroke, Aneurisma, Malformasi Arteri Vena,
        Cedera Otak Traumatik COT, Kedutan Wajah, Trigeminal Neuralgia,
        Neuralgia Oksipital, Cedera Sumsum Tulang Belakang, Penyakit Degeneratif
        Diskus, Hernia Nukleus Pulposus HNP, Stenosis Spinal, Nyeri Kepala,
        Nyeri Punggung, Nyeri Muskuloskeletal, Nyeri Kanker, Cedera Saraf
        Peroneal, Cedera Pleksus Brachialis, Nyeri Neuropatik, Tumor Selubung
        Saraf, Nyeri Leher, Pendidikan: Universitas Hasanuddin, Universitas
        Padjadjaran, Universitas Udayana
      - >-
        Apa itu GVHD? Penyebab GVHD Gejala GVHD Diagnosis GVHD Pengobatan GVHD
        GVHD (graft-versus-host disease) adalah komplikasi yang dapat terjadi
        setelah transplantasi sel punca hematopoietik atau sel darah yang belum
        matang. Kondisi ini ditandai dengan sel darah putih, yang disebut sel T,
        dari donor atau cangkok menyerang sel dalam tubuh resipien (penerima).
        Untuk mengetahui cara mengobatinya, mari simak pembahasan di bawah ini.
        Apa itu GVHD? Seperti yang disebutkan sebelumnya, GVHD adalah komplikas
  - source_sentence: dr andry adysaputra spb itu dokter bedah umum ya? di siloam makassar?
    sentences:
      - "Berikut informasi terkait Siloam Hospitals Yogyakarta. Alamat: Jl. Laksda Adisucipto No. 32-24\nRT. 13, RW. 04, Demangan\nGondokusuman, Yogyakarta, 55221, Nomor Telepon: 1-500-911, Jadwal Kunjungan: 11.00 - 13.00 WIB\n18.00 - 20.00 WIB\n(Selama pandemi COVID-19, jam berkunjung ditiadakan). Rumah Sakit Siloam Yogyakarta atau Siloam Hospitals Yogyakarta adalah rumah sakit umum swasta yang berlokasi di Jl. Laksda Adisucipto No.32-34, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Siloam Hospitals Yogyakarta menyediakan berbagai layanan medis, didukung dengan peralatan medis yang canggih dan tim medis profesional\_ yang berpengalaman, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat di Yogyakarta dan daerah sekitarnya. Rumah Sakit Siloam Yogyakarta memiliki total luas bangunan 13.300 m2 dan terintegrasi dengan Lippo Plaza Yogyakarta."
      - >-
        Berikut informasi profil dokter dr. Andry Adysaputra, SpB dengan
        spesialisasi Bedah Umum: Sub-spesialisasi: Spesialis Bedah, Rumah Sakit:
        Siloam Hospitals Makassar, Treatment: Pembedahan Usus Buntu, Laparotomi,
        Anastomosis, Kolesistektomi, Pembedahan Tumor, Bedah Hipospadia, Biopsi
        Payudara, Amputasi, Hemoroidektomi, Gejala/Penyakit: Radang Usus Buntu,
        Hernia Inguinalis Lateralis, Adhesi Intra Abdomen, Gastrointestinal
        Neuroendocrine Tumors GI NET, Obstruksi Usus, Batu Empedu, Tumor Jinak
        Jaringan Lunak , Hipospadia, Benjolan Payudara, Kaki Diabetes, Gangrene
        Pedis Kaki, Hemoroid, Pendidikan: Universitas Hasanuddin, Universitas
        Hasanuddin
      - >-
        Perbedaan Hipertensi Primer dan Sekunder A. Penyebab Hipertensi Primer
        dan Sekunder B. Gejala Hipertensi Primer dan Sekunder C. Penanganan
        Hipertensi Primer dan Sekunder Hipertensi atau tekanan darah tinggi
        terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan hipertensi
        sekunder. Kedua kondisi ini sama-sama perlu ditangani dan tidak boleh
        dibiarkan begitu saja karena dapat meningkatkan risiko terjadinya
        berbagai komplikasi. Namun, apa sebenarnya perbedaan hipertensi primer
        dan sekunder? Mari s
  - source_sentence: polimiksin b itu antibiotik buat apa?
    sentences:
      - >-
        Paket: X-RAY DIGITI , Deskripsi: X\-Ray Digiti adalah pemeriksaan x\-ray
        yang cepat dan tidak invasif untuk melihat tulang dan sendi pada jari
        tangan atau kaki, ideal untuk mendeteksi patah tulang, dislokasi,
        infeksi, atau artritis. Pemeriksaan ini memberikan gambar yang jelas
        untuk membantu dokter menilai kelainan atau cedera pada jari... Paket
        ini tersedia di MRCCC SILOAM HOSPITALS SEMANGGI, RSU SYUBBANUL WATHON,
        RUMAH SAKIT PUTERA BAHAGIA, RUMAH SAKIT SILOAM BANGKA, SILOAM HEART
        HOSPITAL, SILOAM HOSPITALS AGORA CEMPAKA PUTIH, SILOAM HOSPITALS AMBON,
        SILOAM HOSPITALS ASRI, SILOAM HOSPITALS BALIKPAPAN, SILOAM HOSPITALS
        BANJARMASIN, SILOAM HOSPITALS BEKASI SEPANJANG JAYA, SILOAM HOSPITALS
        BEKASI TIMUR, SILOAM HOSPITALS BOGOR, SILOAM HOSPITALS BUTON, SILOAM
        HOSPITALS DENPASAR, SILOAM HOSPITALS DHIRGA SURYA MEDAN, SILOAM
        HOSPITALS JAMBI, SILOAM HOSPITALS JEMBER, SILOAM HOSPITALS KEBON JERUK,
        SILOAM HOSPITALS KELAPA DUA, SILOAM HOSPITALS KUPANG, SILOAM HOSPITALS
        LABUAN BAJO, SILOAM HOSPITALS LIPPO VILLAGE, SILOAM HOSPITALS LUBUK
        LINGGAU, SILOAM HOSPITALS MAKASSAR, Siloam Hospitals Mampang, SILOAM
        HOSPITALS MANADO, SILOAM HOSPITALS MATARAM, SILOAM HOSPITALS PAAL DUA,
        SILOAM HOSPITALS PALANGKARAYA, SILOAM HOSPITALS PURWAKARTA, SILOAM
        HOSPITALS SEMARANG, SILOAM HOSPITALS SENTOSA, SILOAM HOSPITALS SURABAYA,
        SILOAM HOSPITALS TB SIMATUPANG, SILOAM HOSPITALS YOGYAKARTA, SILOAM
        SRIWIJAYA.
      - >-
        Apa itu Flu (Influenza)? Penyebab Flu Gejala Flu Komplikasi Flu
        Diagnosis Flu Pengobatan Flu Cara Mencegah Flu Flu adalah gangguan
        sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus. Kondisi ini sering
        kali terjadi ketika memasuki musim pancaroba karena cenderung mudah
        menular ke orang lain, terutama pada 34 hari pertama saat penderitanya
        terinfeksi oleh virus flu. Mari kenali penyebab, gejala, pengobatan,
        hingga langkah pencegahan flu selengkapnya melalui ulasan berikut. Apa
        itu Flu (Influenz
      - "Polimiksin B adalah Polimiksin B adalah antibiotik golongan polipeptida yang bekerja secara sistemik (luas) untuk mengatasi dan membantu mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Polimiksin B biasanya dikombinasikan dengan bacitracin atau neomycin . Polimikson B termasuk obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter.. Polimiksin B tersedia dalam kombinasi dengan zat aktif lain yang digunakan untuk mengatasi infeksi dan inflamasi pada mata, telinga, atau kulit. dan infeksi lainnya sesuai rekomendasi dokter. Polimiksin B bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri sehingga menghentikan pertumbuhan bakteri.. Penggunaan polimiksin B tersedia dalam sediaan kombinasi dengan obat lain dalam bentuk sediaan salep topikal, tetes mata, salep mata, dan tetes telinga. Jika Anda diresepkan bentuk sedian salep, pastikan Anda membersihkan area kulit yang akan dioleskan terlebih dahulu, lalu dioleskan pada bagian kulit yang sakit secara tipis-tipis. Jika Anda mendapat obat dalam bentuk sediaan tetes mata, lakukan langkah-langkah di bawah ini. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh mata dan menggunakan obat tetes mata. Bersihkan mata sebelum menggunakan obat tetes mata. Gunakan kapas bersih atau tisu lembut untuk membersihkan kotoran atau lendir di sekitar mata. Apabila menggunakan lensa kontak, lepaskan lensa kontak terlebih dahulu, kecuali jika dokter menyarankan Anda untuk membiarkannya tetap terpasang selama menggunakan obat. Kocok obat tetes mata terlebih dahulu. Buka tutup obat tetes mata. Namun, hindari menyentuh bagian ujung botolnya. Sebab, hal tersebut berisiko menyebabkan kontaminasi pada obat tetes mata. Dongakkan kepala ke atas. Gunakan salah satu tangan untuk menarik kelopak mata bagian bawah dan arahkan tatapan mata ke atas. Arahkan bagian ujung botol obat tepat di atas kelopak mata bagian bawah. Pastikan bagian ujung botol obat tetes mata tidak menyentuh mata ataupun kelopak mata secara langsung. Tekan botol obat secara perlahan dan biarkan tetesan cairan obat masuk ke dalam mata. Pejamkan mata, kemudian, tekan lembut sudut mata yang terletak di antara kelopak mata dan hidung selama 1–2 menit. Hal ini bertujuan untuk membantu obat agar dapat\_ diserap dengan baik oleh mata, bukan mengalir ke saluran hidung. Jika ada tetesan cairan obat yang keluar, gunakan tisu bersih untuk menyekanya dari kelopak mata yang tertutup. Jika diperlukan, ulangi langkah-langkah di atas pada sisi mata lainnya. Terakhir, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Sedangkan apabila Anda diresepkan bentuk sediaan salep mata, ikuti langkah-langkah berikut. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengaplikasikan obat. Pegang ujung tube di dekat mata Anda dengan tangan satunya. Hindari kontak antara ujung tube ke mata atau jari Anda. Tekan tube dan keluarkan obat ke dalam saku di antara kelopak mata bawah dan bola mata. Tutup mata Anda selama 1 hingga 2 menit. Bersihkan ujung tube dengan tisu bersih dan tutup tabung dengan rapat. Namun jika Anda mendapat resep obat tetes telinga, Anda dapat mengikuti langkah berikut. Pastikan obat tetes telinga berada pada suhu normal tubuh. Jika suhu obat tetes telinga terasa dingin, pasien dapat memegang botol obat tetes telinga atau memasukkannya ke dalam saku pakaian selama beberapa menit. Kocok botol obat terlebih dahulu sebelum digunakan, terutama jika tertera label “kocok dahulu” pada kemasan obat tetes telinga. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mulai menggunakan obat tetes telinga. Posisikan badan berbaring miring ke samping hingga telinga yang akan diberikan obat menghadap ke atas. Untuk anak-anak, arahkan si kecil berbaring menyamping atau biarkan kepalanya berada di pangkuan Anda. Pastikan saluran telinga terlihat dalam posisi lurus sehingga obat tetes telinga bisa menjangkau bagian yang perlu ditangani. Tarik bagian atas telinga ke atas dan ke bawah. Untuk anak berusia di bawah 3 tahun, orang tua dapat menarik bagian atas telinga ke bawah dan ke belakang. Pegang pipet obat tetes telinga di bagian atas telinga. Pastikan pipet tidak menyentuh telinga. Kemudian, Anda bisa meneteskan obat tetes telinga dari pipet tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Letakkan kembali pipet ke dalam botol obat tetes telinga dan pastikan pipet tersebut tidak bersentuhan dengan apa pun agar tidak terkontaminasi. Tetaplah berada dalam posisi yang sama selama 3–5 menit untuk memastikan obat tetes telinga mengalir turun ke saluran telinga. Menggerakkan telinga atau menekan daun telinga secara perlahan juga bisa membantu. Jika harus menggunakan obat tetes telinga di kedua sisi, tunggulah selama 5–10 menit sebelum meneteskan obat tersebut di sisi telinga lainnya. Hal ini bertujuan memastikan obat pada saluran telinga pertama memiliki waktu yang cukup untuk bekerja secara optimal. Ikuti aturan pakai obat sesuai petunjuk dokter yang tertera pada label resep dengan teliti. Jika merasa petunjuk atau aturan pakai kurang jelas, minta dokter atau apoteker untuk menjelaskannya secara lengkap. Selalu beritahukan dokter atau apoteker Anda bila Anda sedang hamil atau menyusui. Agar polimiksin B bekerja maksimal, pastikan Anda menggunakannya secara teratur pada waktu yang sama setiap hari. Selesaikan atau habiskan pengobatan polimiksin B sesuai dengan rekomendasi dokter, meski gejala sudah hilang. Lanjutkan pengobatan hingga jangka waktu penggunaan antibiotik selesai atau obat yang diresepkan dokter habis agar terhindar dari resistensi antibiotik (menurunnya kemampuan obat dalam membunuh bakteri). Jika Anda lupa menggunakan polimiksin B, segera gunakan dosis yang terlewat begitu Anda ingat. Namun apabila sudah mendekati waktu pakai obat berikutnya, abaikan dosis yang terlewat tadi dan kembali ke jadwal dosis normal. Jangan menggandakan dosis dalam kondisi apa pun.. Sebelum menggunakan polimiksin B, informasikan kepada dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap polimiksin B atau bahan yang terkandung di dalamnya.. Polimiksin dapat menimbulkan risiko efek samping. Konsultasikan kepada dokter bila Anda mengalami efek samping akibat polimiksin B topikal seperti berikut. Gangguan kulit: Gatal, ruam, iritasi, sensasi perih atau terbakar, kemerahan, atau kekeringan pada kulit. Sedangkan polimiksin B tetes atau salep mata dapat menimbulkan risiko efek samping seperti berikut. Gangguan mata: Gatal, iritasi, kemerahan, atau pembengkakan pada mata. Sedian polimiksin B tetes telinga mungkin menimbulkan risiko efek samping di bawah ini. Gangguan telinga: Sensasi terbakar atau perih pada telinga. Beberapa efek samping yang ditimbulkan polimiksin B mungkin membutuhkan pertolongan medis yang segera. Jika Anda mengalami gejala di bawah ini setelah penggunaan polimiksin B, segera hubungi dokter. Reaksi alergi: Gatal atau ruam, dada sesak, kesulitan bernapas, dan pembengkakan pada wajah, tangan, mulut, atau tenggorokan. Jika terdapat efek samping lain yang tak kunjung membaik selama menggunakan obat ini, segera hubungi dokter.. Obat yang digunakan pada kulit, mata, atau telinga umumnya tidak dipengaruhi oleh obat lain. Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda mengonsumsi obat lain, termasuk obat herbal seperti obat tradisional Tiongkok ( traditional Chinese medicine ), suplemen, dan obat yang Anda beli tanpa resep dokter lainnya. Pastikan untuk memberitahu dokter jika Anda menggunakan krim, salep, losion, atau obat lainnya pada bagian kulit yang terkena. Hindari penggunaan kosmetik atau produk perawatan kulit lainnya pada bagian kulit yang terkena.. Sediaan tetes mata dan tetes telinga yang telah dibuka memiliki batas waktu penggunaan obat ( beyond use date atau BUD), yang berbeda dengan tanggal kadaluarsa obat ( expired date ). Selalu periksa rekomendasi manufaktur dari produk yang Anda gunakan, atau tanyakan kepada apoteker Anda terkait penyimpanan dan pembuangan obat. Kategori Kehamilan C Kelas Terapi Antibiotik Lain; Antiinfeksi & Antiseptik Mata; Antiinfeksi & Antiseptik Telinga. Merek Dagang* Inmatrol (kombinasi dengan neomisin dan deksametason), Spectron (kombinasi dengan neomisin), Alletrol Compositum Forte (kombinasi dengan deksametason dan neomisin), Otopain (kombinasi dengan neomisin, fludrokortison, dan lidokain), Liposin (kombinasi dengan basitrasin, neomisin, dan lidokain), Enbatic Plus (kombinasi dengan neomisin dan basitrasin), Tigalin (kombinasi dengan basitrasin dan neomisin), dll. *Merek obat-obatan yang disebutkan mungkin tidak tersedia di Indonesia. Diskusikan dengan dokter atau apoteker terkait alternatif obat yang tersedia dan sesuai dengan kebutuhan medis Anda."
pipeline_tag: sentence-similarity
library_name: sentence-transformers
metrics:
  - cosine_accuracy@1
  - cosine_accuracy@3
  - cosine_accuracy@5
  - cosine_accuracy@10
  - cosine_precision@1
  - cosine_precision@3
  - cosine_precision@5
  - cosine_precision@10
  - cosine_recall@1
  - cosine_recall@3
  - cosine_recall@5
  - cosine_recall@10
  - cosine_ndcg@10
  - cosine_mrr@10
  - cosine_map@100
model-index:
  - name: SentenceTransformer based on unsloth/embeddinggemma-300m
    results:
      - task:
          type: information-retrieval
          name: Information Retrieval
        dataset:
          name: Unknown
          type: unknown
        metrics:
          - type: cosine_accuracy@1
            value: 0.011917659804983749
            name: Cosine Accuracy@1
          - type: cosine_accuracy@3
            value: 0.016251354279523293
            name: Cosine Accuracy@3
          - type: cosine_accuracy@5
            value: 0.028169014084507043
            name: Cosine Accuracy@5
          - type: cosine_accuracy@10
            value: 0.03791982665222102
            name: Cosine Accuracy@10
          - type: cosine_precision@1
            value: 0.011917659804983749
            name: Cosine Precision@1
          - type: cosine_precision@3
            value: 0.005417118093174431
            name: Cosine Precision@3
          - type: cosine_precision@5
            value: 0.005633802816901409
            name: Cosine Precision@5
          - type: cosine_precision@10
            value: 0.0037919826652221024
            name: Cosine Precision@10
          - type: cosine_recall@1
            value: 0.011917659804983749
            name: Cosine Recall@1
          - type: cosine_recall@3
            value: 0.016251354279523293
            name: Cosine Recall@3
          - type: cosine_recall@5
            value: 0.028169014084507043
            name: Cosine Recall@5
          - type: cosine_recall@10
            value: 0.03791982665222102
            name: Cosine Recall@10
          - type: cosine_ndcg@10
            value: 0.0223349538441902
            name: Cosine Ndcg@10
          - type: cosine_mrr@10
            value: 0.01762455072314227
            name: Cosine Mrr@10
          - type: cosine_map@100
            value: 0.0211183683200272
            name: Cosine Map@100
          - type: cosine_accuracy@1
            value: 0.6056338028169014
            name: Cosine Accuracy@1
          - type: cosine_accuracy@3
            value: 0.7627302275189599
            name: Cosine Accuracy@3
          - type: cosine_accuracy@5
            value: 0.8125677139761647
            name: Cosine Accuracy@5
          - type: cosine_accuracy@10
            value: 0.8699891657638137
            name: Cosine Accuracy@10
          - type: cosine_precision@1
            value: 0.6056338028169014
            name: Cosine Precision@1
          - type: cosine_precision@3
            value: 0.2542434091729866
            name: Cosine Precision@3
          - type: cosine_precision@5
            value: 0.16251354279523295
            name: Cosine Precision@5
          - type: cosine_precision@10
            value: 0.08699891657638137
            name: Cosine Precision@10
          - type: cosine_recall@1
            value: 0.6056338028169014
            name: Cosine Recall@1
          - type: cosine_recall@3
            value: 0.7627302275189599
            name: Cosine Recall@3
          - type: cosine_recall@5
            value: 0.8125677139761647
            name: Cosine Recall@5
          - type: cosine_recall@10
            value: 0.8699891657638137
            name: Cosine Recall@10
          - type: cosine_ndcg@10
            value: 0.7358251086911728
            name: Cosine Ndcg@10
          - type: cosine_mrr@10
            value: 0.6930867254810916
            name: Cosine Mrr@10
          - type: cosine_map@100
            value: 0.6974587491444169
            name: Cosine Map@100
          - type: cosine_accuracy@1
            value: 0.6164680390032503
            name: Cosine Accuracy@1
          - type: cosine_accuracy@3
            value: 0.7573131094257854
            name: Cosine Accuracy@3
          - type: cosine_accuracy@5
            value: 0.80931744312026
            name: Cosine Accuracy@5
          - type: cosine_accuracy@10
            value: 0.8645720476706392
            name: Cosine Accuracy@10
          - type: cosine_precision@1
            value: 0.6164680390032503
            name: Cosine Precision@1
          - type: cosine_precision@3
            value: 0.2524377031419285
            name: Cosine Precision@3
          - type: cosine_precision@5
            value: 0.16186348862405198
            name: Cosine Precision@5
          - type: cosine_precision@10
            value: 0.08645720476706394
            name: Cosine Precision@10
          - type: cosine_recall@1
            value: 0.6164680390032503
            name: Cosine Recall@1
          - type: cosine_recall@3
            value: 0.7573131094257854
            name: Cosine Recall@3
          - type: cosine_recall@5
            value: 0.80931744312026
            name: Cosine Recall@5
          - type: cosine_recall@10
            value: 0.8645720476706392
            name: Cosine Recall@10
          - type: cosine_ndcg@10
            value: 0.7372403181658125
            name: Cosine Ndcg@10
          - type: cosine_mrr@10
            value: 0.6967290925037399
            name: Cosine Mrr@10
          - type: cosine_map@100
            value: 0.7015254380048823
            name: Cosine Map@100

SentenceTransformer

This model was finetuned with Unsloth.

based on unsloth/embeddinggemma-300m

This is a sentence-transformers model finetuned from unsloth/embeddinggemma-300m. It maps sentences & paragraphs to a 768-dimensional dense vector space and can be used for semantic textual similarity, semantic search, paraphrase mining, text classification, clustering, and more.

Model Details

Model Description

  • Model Type: Sentence Transformer
  • Base model: unsloth/embeddinggemma-300m
  • Maximum Sequence Length: 1024 tokens
  • Output Dimensionality: 768 dimensions
  • Similarity Function: Cosine Similarity

Model Sources

Full Model Architecture

SentenceTransformer(
  (0): Transformer({'max_seq_length': 1024, 'do_lower_case': False, 'architecture': 'PeftModelForFeatureExtraction'})
  (1): Pooling({'word_embedding_dimension': 768, 'pooling_mode_cls_token': False, 'pooling_mode_mean_tokens': True, 'pooling_mode_max_tokens': False, 'pooling_mode_mean_sqrt_len_tokens': False, 'pooling_mode_weightedmean_tokens': False, 'pooling_mode_lasttoken': False, 'include_prompt': True})
  (2): Dense({'in_features': 768, 'out_features': 3072, 'bias': False, 'activation_function': 'torch.nn.modules.linear.Identity'})
  (3): Dense({'in_features': 3072, 'out_features': 768, 'bias': False, 'activation_function': 'torch.nn.modules.linear.Identity'})
  (4): Normalize()
)

Usage

Direct Usage (Sentence Transformers)

First install the Sentence Transformers library:

pip install -U sentence-transformers

Then you can load this model and run inference.

from sentence_transformers import SentenceTransformer

# Download from the 🤗 Hub
model = SentenceTransformer("sentence_transformers_model_id")
# Run inference
queries = [
    "polimiksin b itu antibiotik buat apa?",
]
documents = [
    'Polimiksin B adalah Polimiksin B adalah antibiotik golongan polipeptida yang bekerja secara sistemik (luas) untuk mengatasi dan membantu mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Polimiksin B biasanya dikombinasikan dengan bacitracin atau neomycin . Polimikson B termasuk obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter.. Polimiksin B tersedia dalam kombinasi dengan zat aktif lain yang digunakan untuk mengatasi infeksi dan inflamasi pada mata, telinga, atau kulit. dan infeksi lainnya sesuai rekomendasi dokter. Polimiksin B bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri sehingga menghentikan pertumbuhan bakteri.. Penggunaan polimiksin B tersedia dalam sediaan kombinasi dengan obat lain dalam bentuk sediaan salep topikal, tetes mata, salep mata, dan tetes telinga. Jika Anda diresepkan bentuk sedian salep, pastikan Anda membersihkan area kulit yang akan dioleskan terlebih dahulu, lalu dioleskan pada bagian kulit yang sakit secara tipis-tipis. Jika Anda mendapat obat dalam bentuk sediaan tetes mata, lakukan langkah-langkah di bawah ini. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh mata dan menggunakan obat tetes mata. Bersihkan mata sebelum menggunakan obat tetes mata. Gunakan kapas bersih atau tisu lembut untuk membersihkan kotoran atau lendir di sekitar mata. Apabila menggunakan lensa kontak, lepaskan lensa kontak terlebih dahulu, kecuali jika dokter menyarankan Anda untuk membiarkannya tetap terpasang selama menggunakan obat. Kocok obat tetes mata terlebih dahulu. Buka tutup obat tetes mata. Namun, hindari menyentuh bagian ujung botolnya. Sebab, hal tersebut berisiko menyebabkan kontaminasi pada obat tetes mata. Dongakkan kepala ke atas. Gunakan salah satu tangan untuk menarik kelopak mata bagian bawah dan arahkan tatapan mata ke atas. Arahkan bagian ujung botol obat tepat di atas kelopak mata bagian bawah. Pastikan bagian ujung botol obat tetes mata tidak menyentuh mata ataupun kelopak mata secara langsung. Tekan botol obat secara perlahan dan biarkan tetesan cairan obat masuk ke dalam mata. Pejamkan mata, kemudian, tekan lembut sudut mata yang terletak di antara kelopak mata dan hidung selama 1–2 menit. Hal ini bertujuan untuk membantu obat agar dapat\xa0 diserap dengan baik oleh mata, bukan mengalir ke saluran hidung. Jika ada tetesan cairan obat yang keluar, gunakan tisu bersih untuk menyekanya dari kelopak mata yang tertutup. Jika diperlukan, ulangi langkah-langkah di atas pada sisi mata lainnya. Terakhir, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Sedangkan apabila Anda diresepkan bentuk sediaan salep mata, ikuti langkah-langkah berikut. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengaplikasikan obat. Pegang ujung tube di dekat mata Anda dengan tangan satunya. Hindari kontak antara ujung tube ke mata atau jari Anda. Tekan tube dan keluarkan obat ke dalam saku di antara kelopak mata bawah dan bola mata. Tutup mata Anda selama 1 hingga 2 menit. Bersihkan ujung tube dengan tisu bersih dan tutup tabung dengan rapat. Namun jika Anda mendapat resep obat tetes telinga, Anda dapat mengikuti langkah berikut. Pastikan obat tetes telinga berada pada suhu normal tubuh. Jika suhu obat tetes telinga terasa dingin, pasien dapat memegang botol obat tetes telinga atau memasukkannya ke dalam saku pakaian selama beberapa menit. Kocok botol obat terlebih dahulu sebelum digunakan, terutama jika tertera label “kocok dahulu” pada kemasan obat tetes telinga. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mulai menggunakan obat tetes telinga. Posisikan badan berbaring miring ke samping hingga telinga yang akan diberikan obat menghadap ke atas. Untuk anak-anak, arahkan si kecil berbaring menyamping atau biarkan kepalanya berada di pangkuan Anda. Pastikan saluran telinga terlihat dalam posisi lurus sehingga obat tetes telinga bisa menjangkau bagian yang perlu ditangani. Tarik bagian atas telinga ke atas dan ke bawah. Untuk anak berusia di bawah 3 tahun, orang tua dapat menarik bagian atas telinga ke bawah dan ke belakang. Pegang pipet obat tetes telinga di bagian atas telinga. Pastikan pipet tidak menyentuh telinga. Kemudian, Anda bisa meneteskan obat tetes telinga dari pipet tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Letakkan kembali pipet ke dalam botol obat tetes telinga dan pastikan pipet tersebut tidak bersentuhan dengan apa pun agar tidak terkontaminasi. Tetaplah berada dalam posisi yang sama selama 3–5 menit untuk memastikan obat tetes telinga mengalir turun ke saluran telinga. Menggerakkan telinga atau menekan daun telinga secara perlahan juga bisa membantu. Jika harus menggunakan obat tetes telinga di kedua sisi, tunggulah selama 5–10 menit sebelum meneteskan obat tersebut di sisi telinga lainnya. Hal ini bertujuan memastikan obat pada saluran telinga pertama memiliki waktu yang cukup untuk bekerja secara optimal. Ikuti aturan pakai obat sesuai petunjuk dokter yang tertera pada label resep dengan teliti. Jika merasa petunjuk atau aturan pakai kurang jelas, minta dokter atau apoteker untuk menjelaskannya secara lengkap. Selalu beritahukan dokter atau apoteker Anda bila Anda sedang hamil atau menyusui. Agar polimiksin B bekerja maksimal, pastikan Anda menggunakannya secara teratur pada waktu yang sama setiap hari. Selesaikan atau habiskan pengobatan polimiksin B sesuai dengan rekomendasi dokter, meski gejala sudah hilang. Lanjutkan pengobatan hingga jangka waktu penggunaan antibiotik selesai atau obat yang diresepkan dokter habis agar terhindar dari resistensi antibiotik (menurunnya kemampuan obat dalam membunuh bakteri). Jika Anda lupa menggunakan polimiksin B, segera gunakan dosis yang terlewat begitu Anda ingat. Namun apabila sudah mendekati waktu pakai obat berikutnya, abaikan dosis yang terlewat tadi dan kembali ke jadwal dosis normal. Jangan menggandakan dosis dalam kondisi apa pun.. Sebelum menggunakan polimiksin B, informasikan kepada dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap polimiksin B atau bahan yang terkandung di dalamnya.. Polimiksin dapat menimbulkan risiko efek samping. Konsultasikan kepada dokter bila Anda mengalami efek samping akibat polimiksin B topikal seperti berikut. Gangguan kulit: Gatal, ruam, iritasi, sensasi perih atau terbakar, kemerahan, atau kekeringan pada kulit. Sedangkan polimiksin B tetes atau salep mata dapat menimbulkan risiko efek samping seperti berikut. Gangguan mata: Gatal, iritasi, kemerahan, atau pembengkakan pada mata. Sedian polimiksin B tetes telinga mungkin menimbulkan risiko efek samping di bawah ini. Gangguan telinga: Sensasi terbakar atau perih pada telinga. Beberapa efek samping yang ditimbulkan polimiksin B mungkin membutuhkan pertolongan medis yang segera. Jika Anda mengalami gejala di bawah ini setelah penggunaan polimiksin B, segera hubungi dokter. Reaksi alergi: Gatal atau ruam, dada sesak, kesulitan bernapas, dan pembengkakan pada wajah, tangan, mulut, atau tenggorokan. Jika terdapat efek samping lain yang tak kunjung membaik selama menggunakan obat ini, segera hubungi dokter.. Obat yang digunakan pada kulit, mata, atau telinga umumnya tidak dipengaruhi oleh obat lain. Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda mengonsumsi obat lain, termasuk obat herbal seperti obat tradisional Tiongkok ( traditional Chinese medicine ), suplemen, dan obat yang Anda beli tanpa resep dokter lainnya. Pastikan untuk memberitahu dokter jika Anda menggunakan krim, salep, losion, atau obat lainnya pada bagian kulit yang terkena. Hindari penggunaan kosmetik atau produk perawatan kulit lainnya pada bagian kulit yang terkena.. Sediaan tetes mata dan tetes telinga yang telah dibuka memiliki batas waktu penggunaan obat ( beyond use date atau BUD), yang berbeda dengan tanggal kadaluarsa obat ( expired date ). Selalu periksa rekomendasi manufaktur dari produk yang Anda gunakan, atau tanyakan kepada apoteker Anda terkait penyimpanan dan pembuangan obat. Kategori Kehamilan C Kelas Terapi Antibiotik Lain; Antiinfeksi & Antiseptik Mata; Antiinfeksi & Antiseptik Telinga. Merek Dagang* Inmatrol (kombinasi dengan neomisin dan deksametason), Spectron (kombinasi dengan neomisin), Alletrol Compositum Forte (kombinasi dengan deksametason dan neomisin), Otopain (kombinasi dengan neomisin, fludrokortison, dan lidokain), Liposin (kombinasi dengan basitrasin, neomisin, dan lidokain), Enbatic Plus (kombinasi dengan neomisin dan basitrasin), Tigalin (kombinasi dengan basitrasin dan neomisin), dll. *Merek obat-obatan yang disebutkan mungkin tidak tersedia di Indonesia. Diskusikan dengan dokter atau apoteker terkait alternatif obat yang tersedia dan sesuai dengan kebutuhan medis Anda.',
    'Paket: X-RAY DIGITI , Deskripsi: X\\-Ray Digiti adalah pemeriksaan x\\-ray yang cepat dan tidak invasif untuk melihat tulang dan sendi pada jari tangan atau kaki, ideal untuk mendeteksi patah tulang, dislokasi, infeksi, atau artritis. Pemeriksaan ini memberikan gambar yang jelas untuk membantu dokter menilai kelainan atau cedera pada jari... Paket ini tersedia di MRCCC SILOAM HOSPITALS SEMANGGI, RSU SYUBBANUL WATHON, RUMAH SAKIT PUTERA BAHAGIA, RUMAH SAKIT SILOAM BANGKA, SILOAM HEART HOSPITAL, SILOAM HOSPITALS AGORA CEMPAKA PUTIH, SILOAM HOSPITALS AMBON, SILOAM HOSPITALS ASRI, SILOAM HOSPITALS BALIKPAPAN, SILOAM HOSPITALS BANJARMASIN, SILOAM HOSPITALS BEKASI SEPANJANG JAYA, SILOAM HOSPITALS BEKASI TIMUR, SILOAM HOSPITALS BOGOR, SILOAM HOSPITALS BUTON, SILOAM HOSPITALS DENPASAR, SILOAM HOSPITALS DHIRGA SURYA MEDAN, SILOAM HOSPITALS JAMBI, SILOAM HOSPITALS JEMBER, SILOAM HOSPITALS KEBON JERUK, SILOAM HOSPITALS KELAPA DUA, SILOAM HOSPITALS KUPANG, SILOAM HOSPITALS LABUAN BAJO, SILOAM HOSPITALS LIPPO VILLAGE, SILOAM HOSPITALS LUBUK LINGGAU, SILOAM HOSPITALS MAKASSAR, Siloam Hospitals Mampang, SILOAM HOSPITALS MANADO, SILOAM HOSPITALS MATARAM, SILOAM HOSPITALS PAAL DUA, SILOAM HOSPITALS PALANGKARAYA, SILOAM HOSPITALS PURWAKARTA, SILOAM HOSPITALS SEMARANG, SILOAM HOSPITALS SENTOSA, SILOAM HOSPITALS SURABAYA, SILOAM HOSPITALS TB SIMATUPANG, SILOAM HOSPITALS YOGYAKARTA, SILOAM SRIWIJAYA.',
    'Apa itu Flu (Influenza)? Penyebab Flu Gejala Flu Komplikasi Flu Diagnosis Flu Pengobatan Flu Cara Mencegah Flu Flu adalah gangguan sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus. Kondisi ini sering kali terjadi ketika memasuki musim pancaroba karena cenderung mudah menular ke orang lain, terutama pada 34 hari pertama saat penderitanya terinfeksi oleh virus flu. Mari kenali penyebab, gejala, pengobatan, hingga langkah pencegahan flu selengkapnya melalui ulasan berikut. Apa itu Flu (Influenz',
]
query_embeddings = model.encode_query(queries)
document_embeddings = model.encode_document(documents)
print(query_embeddings.shape, document_embeddings.shape)
# [1, 768] [3, 768]

# Get the similarity scores for the embeddings
similarities = model.similarity(query_embeddings, document_embeddings)
print(similarities)
# tensor([[0.3281, 0.0910, 0.2075]], dtype=torch.float16)

Evaluation

Metrics

Information Retrieval

Metric Value
cosine_accuracy@1 0.0119
cosine_accuracy@3 0.0163
cosine_accuracy@5 0.0282
cosine_accuracy@10 0.0379
cosine_precision@1 0.0119
cosine_precision@3 0.0054
cosine_precision@5 0.0056
cosine_precision@10 0.0038
cosine_recall@1 0.0119
cosine_recall@3 0.0163
cosine_recall@5 0.0282
cosine_recall@10 0.0379
cosine_ndcg@10 0.0223
cosine_mrr@10 0.0176
cosine_map@100 0.0211

Information Retrieval

Metric Value
cosine_accuracy@1 0.6056
cosine_accuracy@3 0.7627
cosine_accuracy@5 0.8126
cosine_accuracy@10 0.87
cosine_precision@1 0.6056
cosine_precision@3 0.2542
cosine_precision@5 0.1625
cosine_precision@10 0.087
cosine_recall@1 0.6056
cosine_recall@3 0.7627
cosine_recall@5 0.8126
cosine_recall@10 0.87
cosine_ndcg@10 0.7358
cosine_mrr@10 0.6931
cosine_map@100 0.6975

Information Retrieval

Metric Value
cosine_accuracy@1 0.6165
cosine_accuracy@3 0.7573
cosine_accuracy@5 0.8093
cosine_accuracy@10 0.8646
cosine_precision@1 0.6165
cosine_precision@3 0.2524
cosine_precision@5 0.1619
cosine_precision@10 0.0865
cosine_recall@1 0.6165
cosine_recall@3 0.7573
cosine_recall@5 0.8093
cosine_recall@10 0.8646
cosine_ndcg@10 0.7372
cosine_mrr@10 0.6967
cosine_map@100 0.7015

Training Details

Training Dataset

Unnamed Dataset

  • Size: 3,281 training samples
  • Columns: question and passage_text
  • Approximate statistics based on the first 1000 samples:
    question passage_text
    type string string
    details
    • min: 7 tokens
    • mean: 16.85 tokens
    • max: 39 tokens
    • min: 16 tokens
    • mean: 223.11 tokens
    • max: 1024 tokens
  • Samples:
    question passage_text
    dr A. A. Ayu Nancy Karang itu spesialis apa? Berikut informasi profil dokter dr. A. A. Ayu Nancy Karang, SpTHT-KL dengan spesialisasi Otorinolaringologi (THTBKL): Sub-spesialisasi: Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher, Rumah Sakit: Siloam Hospitals Denpasar, Treatment: Irigasi Nasal, Nasal Endoskopi, Esofagektomi, Tiroidektomi, Gejala/Penyakit: Radang Amandel, Sinusitis, Vertigo, Suara Serak, Rhinitis, Kanker Laring, Polip Hidung, Otitis Media Akut, Pendidikan: Universitas Udayana, Universitas Udayana
    dr. Karina Anindita Sp.PD itu dokter penyakit dalam di Siloam Mataram ya? bisa obatin diabetes? Berikut informasi profil dokter dr. Karina Anindita, M.Biomed, Sp.PD dengan spesialisasi Penyakit Dalam: Sub-spesialisasi: Spesialis Penyakit Dalam, Rumah Sakit: Siloam Hospitals Mataram, Treatment: Ultrasonografi USG, Computed Tomography CT Scan, Elektrokardiogram EKG, Gejala/Penyakit: Gastritis, Infeksi Saluran Pencernaan, Hipertensi, Hiperkolesterolemia, Diabetes Melitus Tipe 2, Penyakit Autoimun, Asam Urat, Infeksi Saluran Kemih ISK, Infeksi Virus, Pendidikan: Universitas Udayana, Universitas Katolik Atma Jaya
    isk sama mens itu ada hubungannya ga sih? trus biar ga kena isk pas mens gimana? Apakah Infeksi Saluran Kemih Bisa Menghambat Menstruasi? Apakah Antibiotik Memengaruhi Siklus Menstruasi? Apakah Menstruasi Bisa Meningkatkan Risiko Infeksi Saluran Kemih? Cara Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih saat Menstruasi Infeksi saluran kemih (ISK) dikenal sebagai salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi, terutama pada wanita. Kondisi ini ditandai dengan adanya gejala seperti nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, hingga rasa tidak nyaman di bagian perut bawa
  • Loss: MultipleNegativesRankingLoss with these parameters:
    {
        "scale": 20.0,
        "similarity_fct": "cos_sim",
        "gather_across_devices": false
    }
    

Evaluation Dataset

Unnamed Dataset

  • Size: 411 evaluation samples
  • Columns: question and passage_text
  • Approximate statistics based on the first 411 samples:
    question passage_text
    type string string
    details
    • min: 7 tokens
    • mean: 16.8 tokens
    • max: 34 tokens
    • min: 18 tokens
    • mean: 214.26 tokens
    • max: 1024 tokens
  • Samples:
    question passage_text
    gerd bisa gara2 stres ga sih? GERD karena Stres, Bisakah Terjadi? Pengaruh Stres Terhadap Sistem Pencernaan Cara Mengatasi GERD Karena Stres Lambung merupakan organ pencernaan yang memiliki lingkungan relatif asam dengan tingkat keasaman (pH) kurang dari 4.0. Produksi asam lambung memiliki peran penting dalam pencernaan dan pemecahan komponen nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh, seperti karbohidrat, asam amino, dan lemak. Ketika mengalami GERD, isi lambung dapat naik kembali ke kerongkongan sehingga menyebabkan gejala yang
    Sosmed itu ngaruh gak sih ke mental remaja? Ada tips biar gak kecanduan? Pengaruh Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja A. Dampak Positif Media Sosial B. Dampak Negatif Media Sosial Tips Mencegah Kecanduan Sosial Media pada Remaja Penggunaan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Namun, di balik keterhubungannya yang luas, terdapat dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental mereka. Bila tidak menggunakannya secara bijak, media sosial dapat meningkatkan risiko cemas dan rendah diri. Mari simak ulasan selengkapnya tentang
    bundle branch block itu apa ya? Apa itu Bundle Branch Block? Penyebab Bundle Branch Block Penyebab Right Bundle Branch Block Penyebab Left Bundle Branch Block Gejala Bundle Branch Block Diagnosis Bundle Branch Block Pengobatan Bundle Branch Block Bundle branch block (BBB) adalah salah satu gangguan pada impuls atau sinyal listrik yang bertugas untuk membuat bilik jantung (ventrikel) berkontraksi. Kondisi ini dapat menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur dan terkadang bisa menyulitkan kerja jantung dalam memompa darah k
  • Loss: MultipleNegativesRankingLoss with these parameters:
    {
        "scale": 20.0,
        "similarity_fct": "cos_sim",
        "gather_across_devices": false
    }
    

Training Hyperparameters

Non-Default Hyperparameters

  • eval_strategy: steps
  • per_device_train_batch_size: 64
  • per_device_eval_batch_size: 64
  • gradient_accumulation_steps: 2
  • learning_rate: 2e-05
  • max_steps: 30
  • warmup_ratio: 0.03
  • prompts: {'question': '', 'passage_text': ''}
  • batch_sampler: no_duplicates

All Hyperparameters

Click to expand
  • overwrite_output_dir: False
  • do_predict: False
  • eval_strategy: steps
  • prediction_loss_only: True
  • per_device_train_batch_size: 64
  • per_device_eval_batch_size: 64
  • per_gpu_train_batch_size: None
  • per_gpu_eval_batch_size: None
  • gradient_accumulation_steps: 2
  • eval_accumulation_steps: None
  • torch_empty_cache_steps: None
  • learning_rate: 2e-05
  • weight_decay: 0.0
  • adam_beta1: 0.9
  • adam_beta2: 0.999
  • adam_epsilon: 1e-08
  • max_grad_norm: 1.0
  • num_train_epochs: 3.0
  • max_steps: 30
  • lr_scheduler_type: linear
  • lr_scheduler_kwargs: {}
  • warmup_ratio: 0.03
  • warmup_steps: 0
  • log_level: passive
  • log_level_replica: warning
  • log_on_each_node: True
  • logging_nan_inf_filter: True
  • save_safetensors: True
  • save_on_each_node: False
  • save_only_model: False
  • restore_callback_states_from_checkpoint: False
  • no_cuda: False
  • use_cpu: False
  • use_mps_device: False
  • seed: 42
  • data_seed: None
  • jit_mode_eval: False
  • use_ipex: False
  • bf16: False
  • fp16: False
  • fp16_opt_level: O1
  • half_precision_backend: auto
  • bf16_full_eval: False
  • fp16_full_eval: False
  • tf32: None
  • local_rank: 0
  • ddp_backend: None
  • tpu_num_cores: None
  • tpu_metrics_debug: False
  • debug: []
  • dataloader_drop_last: False
  • dataloader_num_workers: 0
  • dataloader_prefetch_factor: None
  • past_index: -1
  • disable_tqdm: False
  • remove_unused_columns: True
  • label_names: None
  • load_best_model_at_end: False
  • ignore_data_skip: False
  • fsdp: []
  • fsdp_min_num_params: 0
  • fsdp_config: {'min_num_params': 0, 'xla': False, 'xla_fsdp_v2': False, 'xla_fsdp_grad_ckpt': False}
  • fsdp_transformer_layer_cls_to_wrap: None
  • accelerator_config: {'split_batches': False, 'dispatch_batches': None, 'even_batches': True, 'use_seedable_sampler': True, 'non_blocking': False, 'gradient_accumulation_kwargs': None}
  • parallelism_config: None
  • deepspeed: None
  • label_smoothing_factor: 0.0
  • optim: adamw_torch_fused
  • optim_args: None
  • adafactor: False
  • group_by_length: False
  • length_column_name: length
  • ddp_find_unused_parameters: None
  • ddp_bucket_cap_mb: None
  • ddp_broadcast_buffers: False
  • dataloader_pin_memory: True
  • dataloader_persistent_workers: False
  • skip_memory_metrics: True
  • use_legacy_prediction_loop: False
  • push_to_hub: False
  • resume_from_checkpoint: None
  • hub_model_id: None
  • hub_strategy: every_save
  • hub_private_repo: None
  • hub_always_push: False
  • hub_revision: None
  • gradient_checkpointing: False
  • gradient_checkpointing_kwargs: None
  • include_inputs_for_metrics: False
  • include_for_metrics: []
  • eval_do_concat_batches: True
  • fp16_backend: auto
  • push_to_hub_model_id: None
  • push_to_hub_organization: None
  • mp_parameters:
  • auto_find_batch_size: False
  • full_determinism: False
  • torchdynamo: None
  • ray_scope: last
  • ddp_timeout: 1800
  • torch_compile: False
  • torch_compile_backend: None
  • torch_compile_mode: None
  • include_tokens_per_second: False
  • include_num_input_tokens_seen: False
  • neftune_noise_alpha: None
  • optim_target_modules: None
  • batch_eval_metrics: False
  • eval_on_start: False
  • use_liger_kernel: False
  • liger_kernel_config: None
  • eval_use_gather_object: False
  • average_tokens_across_devices: False
  • prompts: {'question': '', 'passage_text': ''}
  • batch_sampler: no_duplicates
  • multi_dataset_batch_sampler: proportional
  • router_mapping: {}
  • learning_rate_mapping: {}

Training Logs

Epoch Step Training Loss Validation Loss cosine_ndcg@10
-1 -1 - - 0.0248
0.1923 5 3.6639 2.1836 0.2744
0.3846 10 1.7712 1.2148 0.6205
0.5769 15 1.0428 0.7920 0.6602
0.7692 20 0.767 0.5776 0.6937
0.9615 25 0.5539 0.4934 0.7197
1.1538 30 0.4564 0.4619 0.7358
-1 -1 - - 0.7372

Framework Versions

  • Python: 3.12.12
  • Sentence Transformers: 5.2.1
  • Transformers: 4.56.2
  • PyTorch: 2.9.0+cu126
  • Accelerate: 1.12.0
  • Datasets: 4.3.0
  • Tokenizers: 0.22.2

Citation

BibTeX

Sentence Transformers

@inproceedings{reimers-2019-sentence-bert,
    title = "Sentence-BERT: Sentence Embeddings using Siamese BERT-Networks",
    author = "Reimers, Nils and Gurevych, Iryna",
    booktitle = "Proceedings of the 2019 Conference on Empirical Methods in Natural Language Processing",
    month = "11",
    year = "2019",
    publisher = "Association for Computational Linguistics",
    url = "https://arxiv.org/abs/1908.10084",
}

MultipleNegativesRankingLoss

@misc{henderson2017efficient,
    title={Efficient Natural Language Response Suggestion for Smart Reply},
    author={Matthew Henderson and Rami Al-Rfou and Brian Strope and Yun-hsuan Sung and Laszlo Lukacs and Ruiqi Guo and Sanjiv Kumar and Balint Miklos and Ray Kurzweil},
    year={2017},
    eprint={1705.00652},
    archivePrefix={arXiv},
    primaryClass={cs.CL}
}