id
stringlengths
1
7
url
stringlengths
31
389
title
stringlengths
1
250
text
stringlengths
2
534k
5808
https://id.wikipedia.org/wiki/Cuci-cetak
Cuci-cetak
Cuci-cetak adalah proses untuk mengolah film hasil pemotretan menjadi negatif atau positif film yang kemudian dicetak. Terdiri dari dua langkah yaitu cuci dan cetak. Proses cuci menggunakan larutan kimia. Dalam proses ini film yang sebelumnya sangat peka cahaya, dijadikan permanen sehingga gambar yang sudah terekam di dalamnya tidak berubah lagi dan tidak berubah ketika terkena cahaya. Proses cetak menggunakan kertas yang peka cahaya yang disinari suatu lampu melalui film yang telah di cuci di atas. Fotografi
5815
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengolahan%20citra%20digital
Pengolahan citra digital
Pengolahan citra digital adalah salah satu cabang informatika (ilmu komputer) yang berkutat pada usaha untuk melakukan transformasi suatu citra menjadi citra lain dengan menggunakan teknik tertentu. Definisi Berikut ini adalah definisi dasar yang dipergunakan dalam pengolahan citra digital. Citra Citra adalah gambar dua dimensi yang dihasilkan dari gambar analog dua dimensi yang kontinu menjadi gambar diskret melalui proses pencuplikan. Gambar analog dibagi menjadi N baris dan M kolom sehingga menjadi gambar diskret. Persilangan antara baris dan kolom tertentu disebut dengan piksel. Contohnya adalah titik pada baris n dan kolom m disebut dengan piksel . Pencuplikan Pencuplikan (sampling) adalah proses untuk menentukan warna pada piksel tertentu pada citra dari sebuah gambar yang kontinu. Pada proses ini, dicari warna rata-rata dari gambar analog yang kemudian dibulatkan (didiskretkan). Pencuplikan sering juga disebut proses digitisasi. Pencuplikan merupakan bagian dari metodologi statistika. Kuantisasi Adakalanya, dalam proses pencuplikan, warna rata-rata yang didapat dibulatkan ke tingkat warna tertentu. Contohnya, apabila dalam citra hanya terdapat 16 tingkatan warna abu-abu, nilai rata-rata yang didapat dari proses pencuplikan harus dibulatkan ke 16 tingkatan tersebut. Proses mengasosiasikan warna rata-rata dengan tingkatan warna tertentu disebut dengan kuantisasi. Derau Derau (noise) adalah gambar atau piksel yang mengganggu kualitas citra. Derau dapat disebabkan oleh gangguan fisis (optik) pada alat akuisisi ataupun secara disengaja akibat proses pengolahan yang tidak sesuai. Contohnya adalah bintik hitam atau putih yang muncul secara acak dan tidak diinginkan di dalam citra. Bintik acak ini disebut dengan derau garam–merica. Banyak metode yang ada dalam pengolahan citra digital bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan derau. Operasi Operasi yang dilakukan untuk mengubah suatu citra menjadi citra lain dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan transformasi ataupun cakupan operasi yang dilakukan terhadap citra. Berdasarkan tujuan transformasi, operasi pengolahan citra digital dikelompokkan sebagai berikut: Peningkatan kualitas citra (image enhancement) Operasi peningkatan kualitas citra bertujuan untuk meningkatkan fitur tertentu pada citra. Pemulihan citra (image restoration) Operasi pemulihan citra bertujuan untuk mengembalikan kondisi citra pada kondisi yang diketahui sebelumnya akibat adanya pengganggu yang menyebabkan penurunan kualitas citra. Berdasarkan cakupan operasi yang dilakukan terhadap citra, operasi pengolahan citra digital dikelompokkan sebagai berikut: Operasi titik, yaitu operasi yang dilakukan terhadap setiap piksel pada citra yang keluarannya hanya ditentukan oleh nilai piksel itu sendiri. Operasi area, yaitu operasi yang dilakukan terhadap setiap piksel pada citra yang keluarannya dipengaruhi oleh piksel tersebut dan piksel lainnya dalam suatu daerah tertentu. Salah satu contoh dari operasi berbasis area adalah operasi ketetanggaan yang nilai keluaran dari operasi tersebut ditentukan oleh nilai piksel-piksel yang memiliki hubungan ketetanggaan dengan piksel yang sedang diolah. Operasi global, yaitu operasi yang dilakukan terhadap setiap piksel pada citra yang keluarannya ditentukan oleh keseluruhan piksel yang membentuk citra. Alat bantu matematika Alat bantu matematika yang sering dipakai dalam pengolahan citra adalah sebagai berikut: Statistik inheren Konvolusi Transformasi Fourier Representasi kontur Algoritme Berikut ini adalah algoritme yang biasa dipakai dalam pengolahan citra. Algoritme di bawah ini dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan pendekatan yang dilakukan dalam memanipulasi citra asli. Algoritme berbasis histogram Algoritme kelompok ini menggunakan histogram citra awal untuk menghasilkan citra baru. Peregangan kontras Ekualisasi histogram Filter minimum Filter median Filter maksimum Algoritme berbasis matematika Algoritme pada kelompok ini menggunakan piksel/beberapa piksel untuk menjadi masukan suatu fungsi matematis untuk menentukan nilai piksel pada citra hasil. Biner Operasi ini berbasis operasi Boolean (AND, OR, NOT) untuk memanipulasi citra Aritmetika Operasi ini berbasis operasi aritmetika (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian citra) Geometri Algoritme berbasis konvolusi Algoritme jenis ini adalah salah satu proses penyaringan citra yang sering dilakukan pada proses pengolahan gambar dengan menggunakan masker tertentu. Lihat pula Pencitraan digital Grafika komputer Penglihatan komputer Digitisasi Analisis citra Perangkat lunak pengindraan jauh Bacaan lebih lanjut Penglihatan komputer Pencitraan digital
5830
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun%20bahasa%20Jermanik
Rumpun bahasa Jermanik
Rumpun bahasa Jermanik adalah kelompok bahasa yang menjadi subrumpun bahasa Indo-Eropa. Kelompok ini penyebarannya sangat luas di seluruh dunia, terutama setelah era penjelajahan bangsa-bangsa Eropa pada abad ke-15 dan ke-16, dilanjutkan dengan politik imperialisme pada abad ke-19. Namun demikian, sebelum era itu pun bahasa-bahasa Jermanik telah menyebar luas di kawasan Eropa Tengah, Utara, dan Barat. Berbagai bahasa Jermanik modern diperkirakan muncul dari satu bahasa purba bersama (bahasa Proto-Jermanik). Bahasa purba ini diperkirakan dipertuturkan di daerah Skandinavia selatan, di sekitar Denmark atau bagian selatan Norwegia. Bahasa Inggris adalah bahasa utama dunia yang merupakan anggota kelompok ini. Hampir seluruh penjuru dunia mengenal bahasa ini karena perannya yang utama sebagai bahasa komunikasi antarbangsa. Selain di Britania Raya, bahasa Inggris (dan berbagai dialek serta bahasa kreol turunannya) dituturkan sebagai bahasa ibu di Kanada, Amerika Serikat, Guyana Inggris, Jamaika dan beberapa tempat di Karibia, Afrika Selatan, Australia, Selandia Baru, serta beberapa negara di Oseania. Semua bahasa nasional di Skandinavia, kecuali bahasa Finlandia, adalah bahasa Jermanik. Bahasa Jerman dan bahasa Belanda juga merupakan bahasa Jermanik. Beberapa bahasa lainnya yang tidak menjadi bahasa nasional adalah bahasa Frisia, bahasa Afrikaans (dituturkan di Afrika Selatan), serta bahasa Yiddish (dituturkan di kalangan masyarakat Yahudi Eropa Timur). Pembagian bahasa-bahasa Jermanik Kelompok bahasa Jermanik Utara Barat Bahasa Faroe Bahasa Islandia Timur Bahasa Norwegia Bahasa Denmark Bahasa Swedia Kelompok bahasa Jermanik Barat Bahasa-bahasa Jerman Bahasa Jerman Hilir (bahasa Jerman: Niederdeutsch, bahasa Belanda: Nederduits). Bahasa Belanda Bahasa Afrikaans Bahasa Sachsen Hilir (Plattdeutsch) Bahasa Jerman Hulu (bahasa Jerman: Hochdeutsch, bahasa Belanda: Hoogduits). Bahasa Jerman (berbagai dialek, termasuk bahasa Jerman baku atau Hochdeutsch; dialek Alemania kadang-kadang dianggap bahasa tersendiri) Bahasa Yiddish Bahasa-bahasa Anglo-Frisia Bahasa Inggris Bahasa Skot (bukan bahasa Gaelik Skotlandia maupun bahasa Inggris Skotlandia) Bahasa Frisia Kelompok bahasa Jermanik Timur (sudah punah) Bahasa Gotik (punah pada tahun 1800-an) Bahasa Gotik Krim Bahasa Burgundia Bahasa Vandal Tabel perbandingan Dalam tabel ini perbedaan antara bahasa-bahasa Jermanik dijajarkan satu sama lain. Beberapa kata-kata di bawah ini sudah bergeser artinya secara semantis. Misalkan kata 'sterben' ("meninggal") dalam bahasa Jerman dan 'to starve' dalam bahasa Inggris ("lapar sampai mau mati") yang secara semantis sudah berbeda. Status saat ini Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa resmi di Belize, Kanada, Kepulauan Falkland, Malta, Selandia Baru, Irlandia, Afrika Selatan, Filipina, Puerto Riko, Guam, dan bekas koloni-koloni Britania di Asia, Afrika, dan Oseania. Bahasa Inggris juga menjadi bahasa de facto di Britania Raya, Amerika Serikat, dan Australia. Bahasa Jerman menjadi salah satu bahasa resmi di Austria, Belgia, Jerman, Liechtenstein, Luksemburg, dan Swiss, serta memiliki status regional di Italia, Polandia, Namibia, dan Denmark. Meskipun Jerman pernah memiliki beberapa koloni, koloni-koloni tersebut lepas setelah Perang Dunia I dan bahasa Jerman tidak lagi menjadi bahasa resmi di daerah-daerah koloni tersebut. Hanya di Namibia, bahasa Jerman masih diperlukan yang digunakan oleh orang-orang berpendudukan dan dalam perdagangan. Bahasa Jerman masih digunakan sebagai bahasa minoritas oleh masyarakat imigran di Amerika Utara dan Selatan serta Australia. Salah satu dialek bahasa Jerman, Jerman Pennsylvania, masih digunakan oleh penduduk Anabaptist di Pennsylvania, Amerika Serikat. Bahasa Belanda adalah bahasa resmi di Aruba, Belgia, Curaçao, Belanda, Sint Maarten, dan Suriname. Meskipun Belanda pernah menjajah Indonesia, bahasa Belanda tidak digunakan sebagai bahasa resmi setelah Indonesia merdeka. Referensi Bahasa Indo-Eropa
5840
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Afrikaans
Bahasa Afrikaans
Bahasa Afrikaans (Afrikaans, ) adalah suatu bahasa Jermanik Barat yang dituturkan di Afrika Selatan dan Namibia. Bahasa ini pada awalnya adalah dialek yang dituturkan oleh para pendatang Afrikaner dan budak yang dibawa ke daerah Cape Town oleh Kompeni Hindia Belanda ( [VOC]) pada tahun 1652 dan 1705. Sebagian besar pendatang ini berasal dari Perserikatan Provinsi (sekarang Belanda), tetapi ada juga pendatang dari Jerman, Prancis, Skotlandia, dan beberapa negara lainnya. Para pekerja dan budak yang dibawa serta adalah orang-orang Hindia Belanda, orang-orang Khoi, dan Bushmen. Penelitian oleh J. A. Heese menunjukan bahwa sampai tahun 1807, 39,8% nenek moyang dari penutur bahasa Afrikaans berkulit putih adalah orang Belanda, 35% Jerman, 14,6% Prancis, dan 7,2 persen orang berkulit nonputih. Dialek tersebut dikenal sebagai cape Dutch. Kemudian, bahasa Afrikaans juga dikenal sebagai "bahasa Belanda Afrika". Afrikaans dianggap sebagai Dialek Bahasa Belanda sampai dengan awal Abad 20 ketika bahasa tersebut mulai dikenal sebagai bahasa yang berbeda. Nama Afrikaans sebenarnya adalah istilah Bahasa Belanda untuk "Orang Afrika" atau "Bahasa Afrika". Etimologi Istilah "Afrikaans" diturunkan dari dalam bahasa Belanda, yaitu (sekarang dieja ), berarti "bahasa Afrika". Sebelumnya dikenal sebagai "bahasa Belanda Tanjung" (istilah yang juga digunakan untuk merujuk secara kelompok ke pemukim Tanjung awal) atau "Belanda Dapur" (istilah menghina yang digunakan untuk merujuk ke Afrikaans pada hari-hari sebelumnya). Namun, itu juga telah banyak digambarkan sebagai bahasa kreol berbasis Belanda atau kreol sebagian. Sejarah Bahasa Afrikaans secara linguistik berhubungan dekat dengan Bahasa Belanda abad ke-17, dan Bahasa Belanda modern. Penutur kedua bahasa tersebut dapat saling mengerti tanpa kesulitan. Bahasa lain yang berhubungan dengan Bahasa Afrikaans adalah Bahasa Saksen Rendah yang dituturkan di Jerman utara dan Belanda, Bahasa Jerman, dan Bahasa Inggris. Kosakata Cape Dutch semakin berbeda dengan kosakata Bahasa Belanda seiring waktu berjalan, karena kata-kata serapan yang diambil dari para pendatang Eropa lainnya, budak-budak India Timur, dan bahasa daerah Afrika. Materi tercetak pada kalangan Afrikaner pada awalnya hanya menggunakan bahasa Belanda Eropa. Menjelang pertengahan abad ke-19, makin banyak terbitan yang muncul dalam Bahssa Afrikaans, yang masih dianggap sebagai dialek pada waktu itu. Buku tata bahasa dan kamus Bahasa Afrikaans pertama diterbitkan pada tahun 1875 oleh Genootskap vir Regte Afrikaners (Perkumpulan Afrikaner Asli) di Cape Town. Pada tahun 1925 Afrikaans diproklamasikan sebagai bahasa yang berbeda dari bahasa Belanda. Sampai tanggal tersebut bahasa resmi di Uni Afrika Selatan adalah Bahasa Inggris dan Belanda. setelah itu, bahasa Belanda digantikan dengan bahasa Afrikaans. Di samping kosakata, perbedaan paling mendasar bahasa ini dari bahasa Belanda adalah tata bahasanya yang lebih teratur, yang mungkin adalah hasil dari interferensi mutual oleh Bahasa Kreol Belanda yang dituturkan sejumlah besar penutur non-Belanda pada periode formasi bahasa tersebut pada pertengahan kedua abad ke-17. Pada 1710, jumlah budak melebihi pendatang baru, dan bahasa tersebut berkembang di antara penutur yang tidak mencatat atau mempelajari lebih lanjut dialek baru mereka. Ada beberapa teori tentang bagaimana Bahasa Afrikaans tercipta. Banyak ahli linguistik yakin bahwa Bahasa Afrikaans dipengaruhi oleh Bahasa Kreol yang didasarkan dari Dialek Belanda Selatan. Sangat susah namun untuk mencari tahu bagaimana pengaruh ini berlangsung mengingat hampir tidak ada materi tertulis dalam Bahasa Kreol Belanda, hanya beberapa kalimat ditemukan pada buku yang tidak berhubungan yang biasanya bukan ditulis oleh penutur Bahasa Afrikaans. Walaupun banyak dari Kosakata Bahasa Afrikaans diambil dari Bahasa Belanda dialek Holland Selatan, Bahasa Afrikans juga mengandung kata yang diambil dari Bahasa Melayu Hindia Belanda, Bahasa Portugis, Bahasa Prancis, Bahasa Khoisan, Bahasa Inggris, Bahasa Xhosa dan banyak bahasa lainnya. Dengan itu banyak kata dalam Bahasa Afrikaans berbeda dari Bahasa Belanda, seperti contoh di bawah ini: Lihat pula Daftar Bahasa Monumen bahasa Afrikaans Perbandingan bahasa Afrikaans dan bahasa Belanda Referensi Catatan kaki Daftar pustaka Pustaka lanjutan Grieshaber, Nicky. 2011. Diacs and Quirks in a Nutshell – Afrikaans spelling explained. Pietermaritzburg. ; e-. Afrikaans Bahasa Jermanik Barat Afrika Selatan
5843
https://id.wikipedia.org/wiki/Partikel%20subatom
Partikel subatom
Partikel subatom atau zarah subatom dalam ilmu fisika adalah partikel yang jauh lebih kecil dari atom. Ada dua jenis partikel subatom, yaitu partikel dasar, yang berdasarkan teori saat ini, adalah partikel yang tidak terdiri atas partikel lain dan partikel komposit. Fisika partikel dan fisika nuklir mempelajari partikel-partikel ini dan cara mereka berinteraksi. Dalam fisika partikel, konsep dari sebuah partikel adalah salah satu dari beberapa konsep yang diturunkan dari fisika klasik. Tapi, konsep itu juga mencerminkan pemahaman modern bahwa pada skala kuantum, materi dan energi berperilaku sangat berbeda dari yang dipikirkan. Pemikiran mengenai partikel kembali menjadi hal yang serius ketika percobaan menunjukkan bahwa cahaya dapat berperilaku seperti aliran partikel (yang disebut foton) dan memperlihatkan besaran seperti gelombang. Ini mengarah pada konsep baru dualitas gelombang–partikel untuk merefleksikan bahwa "partikel-partikel" skala kuantum berperilaku baik partikel maupun gelombang (juga dikenal sebagai gelora). Konsep baru lain, yaitu prinsip ketidakpastian, menyatakan bahwa tidak dapat diukur secara tepat beberapa besaran secara bersamaan, misalnya posisi dan momentum partikel. Yang lebih baru lagi, dualitas gelombang–partikel telah terbukti berlaku tidak hanya untuk foton, tetapi juga untuk partikel yang semakin besar. Interaksi partikel dalam kerangka teori medan kuantum dipahami sebagai penciptaan dan penghancuran kuantum dari interaksi dasar yang berkaitan. Ini memadukan fisika partikel dengan teori medan kuantum. Klasifikasi Berdasarkan statistik Setiap partikel subatom, seperti setiap partikel dalam ruang 3 dimensi yang memenuhi hukum mekanika kuantum, dapat berupa sebuah boson (sebuah spin integer) atau fermion (spin setengah integer). Berdasarkan komposisi Partikel dasar Model Standar meliputi: Enam "citarasa" dari kuark: atas, bawah, dasar, puncak, asing, dan berpesona (u, d, b, t, s, c); Enam jenis lepton: elektron, elektron neutrino, muon, neutrino muon, tau, neutrino tau (e, Ve, μ, Vμ, τ, Vτ); Dua belas boson tolok (pembawa gaya): foton dari elektromagnetisme, tiga boson W dan Z dari gaya lemah, dan delapan gluon dari gaya kuat (‌‌ؼ, W, Z, g, H); Boson Higgs. Berbagai perluasan Model Standar memprediksi keberadaan sebuah partikel graviton dasar dan banyak partikel dasar lainnya. Partikel subatom komposit (seperti proton atau nukleus atom) adalah dua atau lebih partikel dasar dalam keadaan terikat. Sebagai contoh, sebuah proton terdiri atas dua kuark atas dan satu kuark bawah, sementara nukleus atom helium-4 terdiri atas dua proton dan dua neutron. Neutron terdiri atas dua kuark bawah dan satu kuark atas. Partikel komposit mencakup semua hadron, termasuk barion (seperti proton dan neutron) dan meson (seperti pion dan kaon). Berdasarkan massa Dalam relativitas khusus, energi dari sebuah partikel pada keadaan diam sama dengan massanya dikali kuadrat kecepatan cahaya. Artinya, massa dapat diekspresikan dalam istilah energi dan sebaliknya. Jika sebuah partikel memiliki kerangka acuan tempat partikel itu berada pada keadaan diam, maka partikel itu memiliki massa diam positif dan disebut sebagai masif. Semua partikel komposit masif. Barion (yang berarti "berat") cenderung memiliki massa yang lebih besar daripada meson (yang berarti "menengah"), yang pada gilirannya cenderung lebih berat daripada lepton (yang berarti "ringan"), tetapi lepton terberat (partikel tau) lebih berat daripada dua cita rasa barion paling ringan (nukleon). Diyakini juga bahwa setiap partikel dengan muatan listrik bersifat masif. Semua partikel tak bermassa (partikel massa diamnya nol) adalah partikel dasar, termasuk foton dan gluon, meskipun yang terakhir tidak dapat terisolasi. Lihat pula Materi gelap Daftar partikel Referensi Bacaan lanjutan Umum Feynman, R.P. & Weinberg, S. (1987). Elementary Particles and the Laws of Physics: The 1986 Dirac Memorial Lectures. Cambridge Univ. Press. Oerter, Robert (2006). The Theory of Almost Everything: The Standard Model, the Unsung Triumph of Modern Physics. Plume. Schumm, Bruce A. (2004). Deep Down Things: The Breathtaking Beauty of Particle Physics. Johns Hopkins University Press. ISBN 0-8018-7971-X. Buku teks Coughlan, G. D., J. E. Dodd, and B. M. Gripaios (2006). The Ideas of Particle Physics: An Introduction for Scientists, 3rd ed. Cambridge Univ. Press. An undergraduate text for those not majoring in physics. Mekanika kuantum Fisika nuklir Fisika partikel
5852
https://id.wikipedia.org/wiki/Bauhaus
Bauhaus
Bauhaus, adalah sebuah sekolah seni dan desain di Jerman yang sangat berpengaruh yang terkenal dengan keunikan gabungan antara seni dan teknik dalam produksi massal, yang dalam perkembangannya lebih dikenal sebagai nama sebuah gaya seni tersendiri. Sekolah ini berdiri pada tahun 1919 dan berdiri sampai ditutup oleh Nazi pada tahun 1933. Pertama kali dipimpin oleh Walter Gropius (1883-1969) dan Ludwig Mies van der Rohe (1886-1969). Bauhaus bergerak dalam seni artistektur, yaitu Utopia, berdasar pada idealisme dari bentuk yang sederhana dan fungsi yang lugas, dan sebuah kepercayaan bahwa mesin perekonomian dapat membawa secara elegan benda - benda yang telah didesain menjadi milik massa, menggunakan teknik - teknik dan material - material yang digunakan secara khusus untuk penggunaan pabrik dan manufaktur massal, seperti baja, beton, krom, kaca, dan lain sebagainya. Sejarah dan Perkembangan Pada tahun 1919, perekonomian di Jerman sangat kacau setelah perang dunia yang menguras segenap kekuatan Jerman. Seorang arsitek Walter Gropius ditunjuk untuk memimpin sebuah institusi yang dapat membantu membangun negara dan membentuk sebuah tatanan sosial yang baru. Diberi nama Bauhaus, institusi ini difokuskan pada sebuah bentuk baru yang rasional dari perumahan sosial bagi pekerja. Ide dasar dari pola pengajaran dari Bauhaus adalah kesatuan dari artistik itu sendiri dan dedikasi praktikal. Setiap siswa harus menyelesaikan pelajaran pengantar sebelum dia dapat memasuki sebuah workshop yang dia pilih sendiri. Ada beberapa tipe workshop yang disediakan: Metal, Tipografi, Seni Lukis Gelas, Pahatan, Mebel, Pekerjaan 3 Dimensi dan lain sebagainya. Siswa di Bauhaus mengambil 6 bulan pelajaran pengantar yang melibatkan melukis dan ekperimen dasar tentang bentuk, sebelum mereka lulus di tiga tahun pelatihan workshop oleh dua ahli: Satu seniman dan satu pengrajin. Mereka mempelajari arsitektur dalam teori dan praktik, bekerja dengan konstruksi bangunan yang nyata. Sasaran kreativitas dari kurikulum menarik keseluruhan dari staff pengajar. Di antaranya adalah Paul Klee, Wassily Kandinsky, Oskar Schlemmer, Johannes Itten, László Moholy-Nagy, Josef Albers dan Marcel Breuer. Partai Nazi dan kelompok politik fasis lainnya telah menentang berdirinya Bauhaus semenjak 1920an. Mereka menilai hal ini sebagai sebuah kedok bagi komunis, terutama karena banyak seniman Rusia yang berkecimpung di dalamnya. Sekolah Bauhaus akhirnya berpindah pertama dari Weimar ke Dessau, dari Dessau ke Berlin, dan akhirnya ditutup karena rezim Nazi pada tahun 1933. Tujuan Bauhaus Sekolah ini memiliki 3 tujuan utama Untuk mendorong seniman - seniman dan pengrajin individual untuk bekerja bersama dan mengkombinasikan semua keahlian mereka. Untuk meningkatkan stats dari kerajinan, kursi, lampu, poci, dan lain sebagainya ke dalam tingkatan yang sama dengan seni murni, lukisan, pahatan, dan lain sebagainya. Untuk secara berkelanjutan memperoleh kebebasan dari dukungan pemerintah dengan menjual berbagai rancangan desain ke industri. Lokasi Bauhaus Weimar Di Weimar, siswa mulai dengan 6 bulan pelajaran dasar, diikuti dengan kelas-kelas yang diajar oleh seorang seniman dan seorang pengrajin. Bauhaus menekankan bahwa tujuan utama dari semua aktivitas kreativitas adalah "bangunan". Siswa berpartisipasi tepat dari awal sebuah proyek bangunan. Masa ini dipengaruhi oleh gerakan Seni dan Kerajinan Ekspresionisme. Para pengajarnya antara lain adalah Paul Klee, Wassily Kandinsky, dan Oskar Schlemmer. Pertama kali dengan sukses menggelar pameran pertamanya, namun dianggap terlalu liberal, sehingga Bauhaus terpaksa meninggalkan Weimar dan beralih ke Dessau. Dessau Bauhaus disambut dengan hangat oleh Wali Kota Dessau pada tahun 1925. Dessau merupakan tempat yang cocok karena Industrinya dapat membantu Bauhaus dalam memproduksi karya - karyanya. Sebuah bentuk bangunan modern dikeluarkan untuk bangunan Bauhaus. Gropius mendesain ruang - ruang kelas, asrama, dan perumahan dosen yang kemudian menjadi sebuah kelompok dari komunitas seniman yang lengkap. Sebagai bentuk respon dari kritik mula-mula tentang kurikulum sekolah, Gropius menggabungkan bagian seni dan industri ke dalam studio yang menghasilkan tekstil, perkakas rumah tangga, aksesoris, dan mebel. Gropius dan penggantinya Hannes Meyer, dicabut posisinya karena pandangan politiknya, dan digantikan oleh Ludwig Mies van der Rohe. Untuk menghilangkan elemen - elemen yang dapat membahayakan politik dalam organisasi mahasiswa, Mies mengeluarkan semua siswa dan menerima kembali mereka yang secara politik dapat diterima. Berlin Bauhaus pindah ke Berlin secepatnya pada tahun 1933, tetapi tidak memiliki kesempatan untuk dibangun kembali. Kebangkitan dari Partai Sosialis Nasional (Nazi) di Dessau telah memaksa tutupnya sekolah pada tahun 1932. Dosen - Dosen di Bauhaus Walter Gropius (Amerika Jerman, 1883-1969) Ludwig Mies van der Rohe (Amerika Jerman, 1886-1969) Wassily Kandinsky (Jerman Russia, 1866-1944) Lyonel Feininger (Amerika, 1871-1956) Paul Klee (Swiss-Jerman, 1879-1940) Oskar Schlemmer (Jerman, 1888-1943) László Moholy-Nagy (Jerman, lahir di Hungaria, 1895-1946, aktif di Amerika) Josef Albers (Amerika Jerman, 1899-1976) Anni Fleischman Albers (Amerika Jerman, 1899-1994) Referensi Daftar pustaka Olaf Thormann: Bauhaus Saxony. arnoldsche Art Publishers 2019, . Pranala luar Bauhaus Everywhere — Google Arts & Culture Collection: Artists of the Bauhaus from the University of Michigan Museum of Art Arsitektur Seni rupa barat Gerakan seni
5855
https://id.wikipedia.org/wiki/Syahadat
Syahadat
Syahadat ( ) adalah asas dan dasar dari lima rukun Islam, juga sebagai ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Pengucapan dua kalimat syahadat menjadi syarat pertama bagi seseorang untuk menjadi muslim. Syahadat terbagi menjadi dua bagian, yaitu syahadat ketauhidan dan syahadat kerasulan. Syahadat mengandung nilai penetapan misi yang merupakan bagian dari prinsip ketangguhan pribadi. Pernyataan di dalam syahadat dapat menjadi batal oleh amalan tertentu. Jenis amalan ini dapat berbentuk perkataan, perbuatan, atau keyakinan yang menimbulkan keraguan atas syahadat itu sendiri. Etimologi Syahadat berasal dari kata bahasa Arab yaitu () yang artinya "ia telah menyaksikan". Kalimat itu dalam syariat Islam adalah sebuah pernyataan kepercayaan sekaligus pengakuan akan keesaan Tuhan (Allah) dan Muhammad sebagai rasulNya. Kalimat Syahadat disebut juga dengan Syahadatain karena terdiri dari 2 kalimat (Dalam bahasa arab Syahadatain berarti 2 kalimat Syahadat). Kalimat pertama merupakan syahadah at-tauhid, dan kalimat kedua merupakan syahadah ar-rasul. Kedua kalimat syahadat itu adalah: Kalimat pertama: ʾašhadu ʾan lā ʾilāha ʾillā -llāh artinya: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak di ibadahi selain Allah Kalimat kedua: wa ʾašhadu ʾanna muḥammadan rasūlu -llāh artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah. Jika kedua kalimat syahadat digabungkan, maka akan berbunyi: artinya: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak di ibadahi selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah. Islam Shia Islam Shia mungkin juga memasukkan kalimat ketiga yakni: artinya: Ali adalah wali Allah Yang kemudian akan berbunyi sebagai: artinya: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak di ibadahi selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah, dan saya bersaksi bahwa Ali adalah wali Allah Makna syahadat Pengakuan ketauhidan. Seorang muslim hanya mempercayai Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan tiada tuhan yang lain selain Allah. Allah adalah Tuhan dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan seseorang. Dengan mengikrarkan kalimat pertama, seorang muslim memantapkan diri untuk menjadikan hanya Allah sebagai tujuan, motivasi, dan jalan hidup. Pengakuan kerasulan. Dengan mengikrarkan kalimat ini seorang muslim memantapkan diri untuk meyakini ajaran Allah yang disampaikan melalui seorang 'Rasul Allah,' Muhammad. Makna Laa Ilaaha Illallah Kalimat Laa Ilaaha Illallah sebenarnya mengandung dua makna, yaitu makna penolakan dan bantahan terhadap segala bentuk sesembahan (baik dewa maupun ilah) selain Allah, dan makna penegasan bahwa gelar Tuhan, Ilah, Dewa atau sesembahan hanyalah milik Allah. Berdasarkan ayat ini, maka mengilmui makna syahadat tauhid adalah wajib dan mesti didahulukan daripada rukun-rukun Islam yang lain. Di samping itu Rasulullah pun menyatakan: "Barang siapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan ikhlas maka akan masuk ke dalam surga." Yang dimaksud dengan ikhlas di sini adalah memahami, mengamalkan dan mendakwahkan kalimat tersebut sebelum yang lainnya, karena di dalamnya terkandung tauhid yang karenanya Allah menciptakan alam. Rasulullah (Muhammad) tinggal selama 13 tahun di Makkah mengajak orang-orang dengan perkataan dia "Katakan Laa Ilaaha Illallah" maka orang kafir pun menjawab "Beribadah kepada sesembahan yang satu, kami tidak pernah mendengar hal yang demikian dari orang tua kami". Orang Suku Quraisy pada zaman nabi sangat paham makna kalimat tersebut, dan barangsiapa yang mengucapkannya tidak akan menyeru/berdoa kepada selain Allah. Kandungan syahadat Ikrar Ikrar adalah pernyataan seorang muslim mengenai keyakinannya. Ketika seseorang mengucapkan kalimat syahadah, maka ia memiliki kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang ia ikrarkan. Sumpah Syahadat juga bermakna sumpah. Seseorang yang bersumpah, berarti dia bersedia menerima akibat dan risiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut. Seorang muslim harus siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam. Janji Syahadat juga bermakna janji. Artinya, setiap muslim adalah orang-orang yang berserah kepada Allah dan berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah beserta segala pesan yang disampaikan oleh Allah melalui pengutusan Muhammad. Persaksian Syahadat juga bermakna penyaksian. Artinya, bahwa setiap muslim menjadi saksi atas pernyataan ikrar, sumpah dan janji yang dinyatakannya. Dalam hal ini adalah kesaksiannya terhadap keesaan Allah dan terhadap kerasulan Nabi Muhammad Syarat syahadat Syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya maka yang disyaratkannya itu batal. Apabila seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa memenuhi syarat-syaratnya, bisa dikatakan syahadatnya tidak sah. Syarat syahadat ada tujuh, yaitu: 1. Mengetahui Seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang makna dan maksud dari syahadat. Orang yang bersangkutan wajib memahami isi dari dua kalimat yang dinyatakan serta bersedia menerima konsekuensi ucapannya. 2. Yakin Orang yang mengikrarkannya harus meyakini kandungan syahadat itu. Manakala ia meragukannya maka sia-sia belaka persaksian itu. 3. Menerima Menerima kandungan dan konsekuensi dari syahadat; menyembah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya. 4. Tunduk dan Patuh dengan kandungan Makna Syahadat Yaitu tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah. 5. Jujur Yaitu kesesuaian antara ucapan dan keyakinan. Pernyataan syahadat harus dinyatakan dengan lisan dan diyakini dalam hati. 6. Ikhlas Yaitu bersihnya hati dari segala sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadat, dan membersihkan amal dari segala debu-debu kesyirikan. 7. Kecintaan Yaitu mencintai kalimat syahadat dan isinya, serta orang-orang yang mengamalkan konsekuensinya. Asas dari tauhid dan Islam Laa Ilaaha Illallah adalah asas dari tauhid dan Islam. Ibnu Rajab, seorang ulama besar, mengatakan: "Al ilaah adalah yang ditaati dan tidak dimaksiati, diagungkan dan dibesarkan dicinta, dicintai, ditakuti, dan dimintai pertolongan harapan. Itu semua tak boleh dipalingkan sedikit pun kepada selain Allah. Kalimat Laa Ilaaha Illallah bermanfaat bagi orang yang mengucapkannya selama tidak membatalkannya dengan aktivitas kesyirikan." Makna syahadat bagi Muslim Bagi penganut agama Islam, kedua kalimat syahadat memiliki makna sebagai berikut: Pintu masuk ke dalam Islam dan pembeda dari umat lain Intisari ajaran Islam Dasar-dasar perubahan Hakikah dakwah para rasul Mendapat ganjaran besar Perkara yang membatalkan Dikutip dari kitab Nawaqidhul Islam (makna harfiah: pembatal-pembatal Islam) karya Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab, pembatal keislaman ada 10: 1. Menyekutukan Allah (syirk). Yaitu menjadikan sekutu atau menjadikannya sebagai perantara antara dirinya dengan Allah. Contoh: Berdo’a, memohon syafa'at, bertawakkal, beristighatsah, bernadzar, menyembelih yang ditujukan kepada selain Allah, dengan keyakinan bahwa para sesembahan selain Allah itu dapat menolak bahaya atau dapat mendatangkan manfaat. Dalil: An-Nisa':48, Al-Ma'idah:72, dan lain-lain. 2. Membuat perantara antara dirinya dengan Allah. Yaitu dengan berdo’a, memohon syafa’at, serta bertawakkal kepada mereka. Dalil: Al-Isro':56-57, dan lain-lain. 3. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, atau meragukan kekafiran mereka, atau membenarkan pendapat mereka. Dalil: Ali-'Imron:19, Ali-'Imron 85, Al-Bayyinah:6, dan lain-lain. 4. Meyakini adanya petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalil: Al-Ma'idah:44, Al-Ma'idah:45, Al-Ma'idah:47, Al-Ma'idah:50, dan lain-lain. 5. Membenci apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu benci terhadap apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, walaupun ia melaksanakannya, maka telah batal keislamannya. Dalil: Muhammad:8-9, Muhammad:25-28, dan lain-lain. 6. Menghina Islam. Yaitu orang yang mengolok-olok (menghina) Allah dan Rasul-Nya, Al-Qur'an, agama Islam, Malaikat atau para ulama karena ilmu yang mereka miliki. Atau menghina salah satu syi’ar dari syi’ar-syi’ar Islam, seperti shalat, zakat, puasa, haji, thawaf di Ka’bah, wukuf di ‘Arafah atau menghina masjid, adzan, memelihara jenggot atau Sunnah-Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya, dan syi’ar-syi’ar agama Allah pada tempat-tempat yang disucikan dalam keyakinan Islam serta terdapat keberkahan padanya, maka telah batal keislamannya. Dalil: At-Tawbah:65-66, Al-An'am:68, dan lain-lain. 7. Melakukan sihir. Dalil: Al-Baqoroh:102, Abu Dawud:3883, dan lain-lain. 8. Memberikan pertolongan dan bantuan kepada orang-orang kafir dalam rangka memerangi kaum Muslim. Dalil: Al-Ma'idah:51, Al-Ma'idah:57, dan lain-lain. 9. Meyakini bahwa manusia bebas keluar dari syari’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalil: Al-A'rof:158, Saba':28, Al-Ambiya':107, Ali-'Imron:83, dan lain-lain. 10. Berpaling dari agama. Yaitu tidak mempelajarinya dan tidak beramal dengannya. Dalil: Al-Ahqof:3, As-Sajdah:22, Thoha:124, dan lain-lain. Catatan: Pembatal-pembatal keislaman yang disebutkan di atas adalah hukum yang bersifat umum. Maka, tidak diperbolehkan bagi seseorang tergesa-gesa dalam menetapkan bahwa orang yang melakukannya langsung keluar dari Islam. Sebagaimana Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah berkata: “Sesungguhnya pengkafiran secara umum sama dengan ancaman secara umum. Wajib bagi kita untuk berpegang kepada kemutlakan dan keumumannya. Adapun hukum kepada orang tertentu bahwa ia kafir atau dia masuk neraka, maka harus diketahui bukti dan keterangan yang jelas atas orang tersebut, karena dalam menghukumi seseorang harus terpenuhi dahulu syarat-syaratnya serta tidak adanya penghalang (kekafiran).” Penggunaan pada bendera Syahadat dapat ditemukan di beberapa bendera Islam. Bani Saud dan kelompoknya telah menggunakan Syahadat di bendera mereka sejak abad ke-18. Pada tahun 1902, Ibnu Saud, pemimpin Wangsa Saud dan pendiri Arab Saudi menambahkan pedang pada bendera ini. Bendera Arab Saudi moderen diperkenalkan kepada publik pada tahun 1973. Bendera Somaliland memiliki baris horizontal berwarna hijau, putih, dan merah dengan Syahadat ditulis di baris Hijau. Antara tahun 1997 dan 2001, dan pendudukan kembali kekuasaan Taliban pada tahun 2021, Taliban telah memiliki bendera putih dengan kalimat Syahadat yang ditulis menggunakan warna hitam dalam bendera Keamiran Islam Afganistan. Bendera Nasional dengan kalimat Syahadat Referensi Catatan kaki Daftar pustaka Pranala luar Ahammiyah Syahadatain Pentingnya Dua Kalimat Syahadat di Salimunj.com Syarat Kalimat Laa Ilaha Illallah yang Harus dipenuhi di Rumaysho.com Ucapan Islami Rukun Islam Tauhid
5856
https://id.wikipedia.org/wiki/Puasa
Puasa
Puasa adalah tindakan sukarela dengan berpantang dari makanan, minuman, atau keduanya, perbuatan buruk dan dari segala hal yang membatalkan puasa untuk periode waktu tertentu. Puasa mutlak biasanya didefinisikan sebagai berpantang dari semua makanan dan minuman untuk periode tertentu, biasanya selama satu hari (24 jam), atau beberapa hari. Puasa lain, membatasi makanan tertentu atau zat. Praktik puasa dapat menghalangi aktivitas seksual dan lainnya serta makanan. Puasa, sering dilakukan dalam rangka menunaikan ibadah, juga dilakukan di luar kewajiban ibadah untuk meningkatkan kualitas hidup spiritual seseorang yang melakukannya. Hal semacam ini sering ditemukan dalam diri pertapa atau rahib. Inti dari maksud dan tujuan puasa itu adalah pengekangan diri dari sebuah keinginan untuk mencapai sebuah tujuan. Oleh karenanya, puasa dapat didefinisikan sebagai usaha pengekangan diri dari sebuah keinginan yang dilarang untuk mencapai sebuah tujuan. Puasa dan agama Puasa sering dilakukan dalam rangka menunaikan ibadah dalam suatu agama atau sesuatu kewajiban yang harus dilakukan Manusia menurut kepercayaan Agamanya. Berdasarkan beberapa sumber bacaan, ternyata ibadah puasa dijalankan oleh beberapa agama yang ada di dunia. Walaupun cara yang dilakukan berbeda, inti dari maksud dan tujuan puasa itu adalah pengekangan diri dari sebuah keinginan untuk mencapai sebuah tujuan. Agama Yahudi Dalam Yahudi Puasa untuk umat Yahudi bermakna menahankan diri keseluruhannya dari makanan dan minuman, termasuk air. Gosok gigi diharamkan pada puasa hari besar Yom Kippur dan Tisha B'Av, tetapi dibenarkan pada puasa hari kecil. Umat Yahudi yang mengamalkan berpuasa sampai ke enam hari pada satu tahun. Dengan pengecualian Yom Kippur, puasa tidak dibenarkan pada hari Sabat, karena rukun menyimpan hari Sabat itu adalah menurut Alkitab (tanakh) ditentukan dan mengatasi hari-ari puasa berinstitusi rabbi kemudian. Yom Kippur adalah satu-satunya rukun yang mana ditentukan dalam Torah. Kekristenan Dalam Kekristenan pada umumnya, Ajaran Puasa Umat Kristen Intinya adalah pertobatan, melawan keinginan duniawi, keinginan daging yang di maksud arti daging dalam arti kristen daging adalah manusia itu sendiri karna manusia berdaging maka umat kristen lebih sering menyebutkan manusia dalam kata-kata tertentu sebagai daging jadi artinya keinginan daging yaitu keinginan manusia itu sendiri, dan juga mengajarkan berpuasa agar sebisa mungkin tidak memberitahukan atau di ketahui kepada sesamanya yang sedang berpuasa atau sesamanya yang sedang tidak berpuasa termasuk merahasiakan hari apa dia akan mulai berpuasa, menyamarkan tubuhnya agar tidak terlihat sedang berpuasa dari orang lain bahkan sesama keyakinan sendiri, itu sebabnya Puasa Kristen pada Umumnya banyak yang tidak diketahui keberadaanya oleh keyakinan non Kristen dan media publik. Dalam beberapa aliran Kristen hanya pelaksanaan dan tata caranya saja yang berbeda inti dan tujuanya sama. Gereja Katolik Roma Dalam Gereja Katolik Roma, puasa bukan menghentikan konsumsi makanan, tetapi hanya mengurangi jumlah asupannya. Puasa biasanya dilakukan dengan makan kenyang satu kali sehari (dalam waktu 24 jam), wajib dilakukan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung; masing-masing uskup dapat mengatur rincian ketentuan atas hal tersebut disesuaikan dengan keadaan di keuskupannya. Minum air tidak termasuk soal puasa. Namun saat sekarang ini lebih ditekankan makan kenyang satu kali sehari menahan hal-hal dari keinginan dunia dan keinginan daging (manusia), seperti tidak makan tidak minum termasuk menahan nafsu, sikap, dan juga hal-hal yang paling disukai. Ini dilakukan selama 40 hari menjelang Paskah atau di kenal sebagai masa Prapaskah. Di samping puasa resmi, secara pribadi umat Katolik disarankan untuk berpuasa pada hari-hari lain yang dipilihnya sendiri sebagai ungkapan tobat dan laku tapa. Selain berpuasa, Gereja juga mempunyai kebiasaan berpantang. Pantang diharapkan untuk dilakukan setiap Jumat sepanjang tahun, kecuali jika hari Jumat itu bertepatan dengan hari raya gerejawi. Pada hari-hari puasa dan pantang, Umat Katolik diharapkan dapat meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian untuk berdoa, beribadat, melaksanakan olah tobat dan karya amal. (Kan. 1249-1253) Gereja Ortodoks Timur Bagi umat Ortodoks, puasa merupakan bentuk disiplin spiritual yang sangat penting, karena sering sekali disebutkan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru serta mempunyai keterkaitan yang erat dengan teologi Kristen Ortodoks mengenai sinergi antara tubuh (bahasa Yunani: Soma) dan jiwa (bahasa Yunani: Pneuma). Selain itu, bagi umat Kristen Ortodoks, puasa bukan bertujuan untuk menderita, melainkan bertujuan untuk menjaga diri dari segala bentuk ketamakan, kerakusan, keserakahan, serta pemikiran, perkataan, dan perbuatan yang buruk. Dalam tradisi Kristen Ortodoks, kegiatan berpuasa diiringi pula dengan bentuk kebajikan lainnya seperti berderma serta perbanyak berdoa, bahkan disebutkan jika melaksanaan puasa tanpa diiringi bentuk kebajikan tersebut maka puasanya akan sia-sia. Hari-hari Puasa 40 hari pada masa Puasa Besar dan Pekan Suci. 40 hari Puasa Natal. Puasa Para Rasul. 14 hari Puasa Dormisi Bunda Allah. Hari Pemuliaan Salib Suci. Hari Kematian Yohanes Pembaptis. Malam Natal dan Malam Epifani. Hari Rabu dan Jumat sepanjang tahun liturgi (kecuali pada masa pelarangan berpuasa). Aturan Puasa Terdapat beberapa aturan berpuasa yang harus diikuti oleh umat Kristen Ortodoks, yaitu: Tidak mengonsumsi segala bentuk daging, ikan, telur, dan segala bentuk produk susu. Tidak mengonsumsi minyak dan makanan yang berbahan dasar minyak atau makanan yang pada proses pembuatannya menggunakan minyak. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Tidak melakukan aktivitas seksual selama berpuasa. Namun, terdapat beberapa keringanan untuk tidak melaksanakan puasa bagi anak-anak yang belum paham apa itu berpuasa, orang yang sudah sangat tua, ibu menyusui, mereka yang berfisik lemah, sedang sakit yang jika berpuasa akan memperparah penyakitnya dan membahayakan nyawa. Gereja Protestan Dalam Protestan, keyakinan puasa Kristen Protestan tidak ada bedanya dengan katolik melawan keinginan dunia keinginan daging (manusia) yaitu puasa makan minum dan hal-hal yang tidak baik dalam tingkah laku juga pikiran, dalam protestan dan aliran protestan yang lain ada juga Cara Puasa dalam hal-hal tertentu selain puasa makan dan minum yaitu berpuasa mengenai rutinitas yang sering dilakukan yang paling disukainya Contohnya: Puasa Tidak menonton TV atau puasa mendengarkan lagu selama 1 minggu, 1 bulan atau dalam jangka waktu tertentu, ada juga contoh-contoh lain yaitu rutinitas di mana kalau sedang tidak berpuasa itu sulit di hindari Rutinitas seperti itulah yang di puasakan dalam Protestan, umat katolik juga biasa melakukan puasa ini, karna inti dalam puasa Kristen ialah menahan hawa nafsu, keinginan duniawi. Tujuan berpuasa juga sama dengan Katolik sesuai ajaran dalam alkitab (injil), yang membedakanya hanya pelaksanaan dan tatacarannya. Puasa protestan tidak berpatokan pada hari-hari tertentu harus berpuasa, tetapi dalam keyakinan Protestan Pribadi masing-masing yaitu manusia itu sendiri yang menentukan hari untuk berpuasa yang dipilihnya sendiri selama 1 minggu, 1 bulan dan jangka waktu tertentu yang dipilihnya di harapkan bisa lagi berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Dalam melaksanakanya Pribadi yang berpuasa sebisa mungkin tidak di ketahui oleh kerabat, sanak saudara, dan orang-orang di sekitarnya di saat berpuasa, oleh sebab itu puasa Protestan tidak di umumkan secara resmi. Agama Kristen Protestan secara resmi tidak mewajibkan untuk berpuasa yang berarti tidak memiliki bulan khusus untuk berpuasa, tetapi Ketua masing- masing Gereja mengajarkan pada umatnya menyempatkan diri agar sesering mungkin Berdoa dan Berpuasalah dengan keinginan, ketulusannya sendiri bukan karena paksaan. Patokan berpuasa Umat Kristen Katolik dan Kristen Protestan sama-sama mengambil dasar dalam ajaran Alkitab. Islam Dalam Islam, puasa (disebut juga Shaum) yang bersifat wajib dilakukan pada bulan Ramadhan selama satu bulan penuh dan ditutup dengan Hari Raya Idul Fitri. Puasa dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat sesuai perintah dalam kitab suci umat Islam Al Quran. Puasa juga menolong menanam sikap yang baik dan kesemuanya itu diharapkan berlanjut ke bulan-bulan berikutnya dan tidak hanya pada bulan puasa. Jika didasarkan pada ritual puasa itu sendiri, maka jika kita hendak mengakhirinya atau berbuka, maka terasa bertolak belakang jika kita tidak berbuka sekadarnya saja. Buddhisme Dalam Buddhisme, puasa merupakan bagian dari pelaksanaan Atthasila yang bisa dilaksanakan pada hari uposatha atau hari apapun. Hari uposatha (bahasa Sanskerta: Upavasatha) adalah hari di mana umat Buddha melakukan perenungan dan pengamatan yang sudah dilakukan sejak masa kehidupan Buddha Gautama dan masih dipraktikkan hingga hari ini. Buddha mengajarkan bahwa hari Uposatha diperuntukkan "membersihkan pikiran dari hal-hal kotor," yang menyebabkan ketenangan batin dan kebahagiaan. Secara umum, Uposatha dilakukan sekali dalam seminggu di negara-negara Theravada, sesuai dengan empat fase bulan: bulan baru, bulan purnama, dan dua kali bulan separuh. Pantangan saat berpuasa dalam Atthasila adalah sebagai berikut. Aku bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup. Aku bertekad melatih diri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan. Aku bertekad melatih diri menghindari perbuatan tidak suci. Aku bertekad melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar. Aku bertekad melatih diri menghindari minuman memabukkan hasil penyulingan atau peragian yang menyebabkan lemahnya kesadaran. Aku bertekad melatih diri menghindari makan makanan setelah tengah hari. Aku bertekad melatih diri menghindari menari, menyanyi, bermain musik, dan pergi melihat pertunjukkan, memakai, berhias dengan bebungaan, wewangian, dan barang olesan (kosmetik) dengan tujuan untuk mempercantik tubuh. Aku bertekad untuk melatih diri menghindari penggunaan tempat tidur dan tempat duduk yang tinggi dan besar (mewah). Puasa dalam Buddhisme merupakan pelaksanaan sila ke-6 pada Atthasila, di mana waktu berpuasa adalah setelah tengah hari hingga setelah matahari terbit. Selain berpuasa, umat Buddha juga perlu melaksanakan seluruh pantangan yang tertera pada Atthasila. Puasa untuk kesehatan Menurut penelitian, puasa menyehatkan tubuh. Diet puasa (biasanya minimum 16 jam periode puasa dan 8 jam periode makan) mulai populer untuk menurunkan berat badan. Selama periode puasa, kadar gula menurun, sehingga aktivitas di periode puasa akan menggunakan lemak sebagai sumber energi. Makanan berkaitan erat dengan proses metabolisme. Oleh sebab itu, dalam pemeriksaan medis tertentu yang berhubungan dengan proses metabolisme, misalnya pemeriksaan kadar glukosa darah, pasien sering kali disyaratkan untuk berpuasa dahulu. Puasa menggantikan sel-sel yang rusak di dalam tubuh dan menggantinya dengan sel-sel yang baru. Selain itu, puasa mampu meningkatkan kembali hormon pertumbuhan hingga 2000% pada laki-laki dan 1300% pada perempuan. Hormon pertumbuhan ini akan memfasilitasi pembakaran cadangan lemak dalam tubuh selama berpuasa. Peningkatan kembali hormon pertumbuhan dalam tubuh juga bermanfaat dalam melawan penuaan dini. Pranala luar Hadits-hadits Bukhari tentang puasa . Referensi online Referensi Paskah en:Eight precepts
5857
https://id.wikipedia.org/wiki/Haji
Haji
Haji (; "ziarah") adalah ziarah Islam tahunan ke Mekkah, kota suci umat Islam, dan kewajiban wajib bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka. Ini adalah satu dari lima Rukun Islam, di samping Syahadat, Salat, Zakat, dan Sawm. Haji adalah pertemuan tahunan terbesar orang-orang di dunia. Keadaan yang secara fisik dan finansial mampu melakukan ibadah haji disebut istita'ah, dan seorang Muslim yang memenuhi syarat ini disebut mustati. Haji adalah demonstrasi solidaritas orang-orang Muslim, dan ketundukan mereka kepada Tuhan (Allah). Kata Haji berarti "berniat melakukan perjalanan", yang berkonotasi baik tindakan luar dari perjalanan dan tindakan ke dalam niat. Ziarah terjadi dari tanggal 8 sampai 12 (atau dalam beberapa kasus ke 13) dari Zulhijjah, bulan terakhir kalender Islam. Karena kalender Islam adalah bulan dan tahun Islam kira-kira sebelas hari lebih pendek daripada kalender Gregorian, tanggal haji Gregorian berubah dari tahun ke tahun. Ihram adalah nama yang diberikan pada keadaan spiritual khusus di mana peziarah mengenakan dua lembar putih kain halus. Dan menjauhkan diri dari tindakan tertentu. Haji dikaitkan dengan kehidupan nabi Islam Muhammad dari abad ke-7, namun ritual ziarah ke Mekkah dianggap oleh umat Islam untuk meregangkan ribuan tahun sampai Ibrahim. Selama haji, peziarah bergabung dalam prosesi ratusan ribu orang, yang secara bersamaan berkumpul di Mekkah selama minggu haji, dan melakukan serangkaian ritual: setiap orang berjalan berlawanan arah jarum jam tujuh kali di sekitar Ka'bah (berbentuk kubus Bangunan dan arah doa untuk kaum Muslim), berjalan bolak-balik antara bukit-bukit Al-Safa dan Al-Marwah, minuman dari Sumur Zamzam, sampai ke dataran Gunung Arafah untuk berjaga-jaga, menghabiskan satu malam di Dataran Muzdalifah, dan melakukan rajam simbolis iblis dengan melemparkan batu ke tiga pilar. Para peziarah kemudian mencukur kepala mereka, melakukan ritual pengorbanan hewan, dan merayakan festival global tiga hari Idul Adha. Jamaah haji juga bisa pergi ke Mekkah untuk melakukan ritual di lain waktu sepanjang tahun. Ini kadang disebut "ziarah yang lebih rendah", atau Umrah. Namun, biarpun mereka memilih untuk melakukan umrah, mereka masih diwajibkan untuk melakukan ibadah haji di lain waktu dalam hidup mereka jika mereka memiliki sarana untuk melakukannya, karena Umrah bukan pengganti haji. Definisi Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan tempat-tempat tertentu dalam definisi di atas, selain Ka'bah dan Mas'a (tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain. Latar belakang Orang-orang Arab pada zaman jahiliyah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan di sana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti tawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja, disebutkan bahwa pelaksanaannya tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul. Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama Ibrahim. Ritual Tawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibrahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjidil Haram, Mekkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua Ibrahim ketika mencari air untuk anaknya Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya Adam dan Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia. Sejarah Bangsa Arab sebelum kedatangan Islam adalah pemuja berhala. Ka'bah masih menjadi pusat pemujaan mereka, dan dipenuhi dengan berhala dan gambar Malaikat. Selama musim ziarah tahunan, orang-orang dari dalam dan luar negeri akan mengunjungi Ka'bah. Pola Haji saat ini didirikan oleh nabi Islam Muhammad yang melakukan reformasi terhadap ziarah pra-Islam orang-orang Arab pagan pada tahun 632 M, namun asal mula Haji adalah atas perintah Tuhan kepada Ibrahim untuk meninggalkan istrinya Hajar (Hagar) dan anaknya Ismail (Ismael) sendirian di padang pasir kuno Mekkah dengan sedikit makanan dan air yang segera berakhir. Mekkah kemudian menjadi tempat yang tidak berpenghuni. Untuk mencari air, Hajar dengan putus asa berlari tujuh kali di antara dua bukit Shofa dan Marwah tapi tidak menemukan satu pun. Kembali dalam keputusasaan ke di Ismail, dia melihat bayi itu menggaruk tanah dengan kakinya dan keluar air mancur di bawahnya. Karena adanya air, suku-suku mulai menetap di Mekkah, Jurhum menjadi suku pertama yang datang. Ketika dewasa, Ismail menikah di suku dan mulai tinggal bersama mereka. Al Quran menyatakan bahwa Ibrahim, bersama dengan anaknya Ismail, membangun fondasi sebuah rumah yang diidentifikasi oleh kebanyakan komentator sebagai Ka'bah. Setelah menempatkan Batu Hitam di sudut timur Ka'bah, Ibrahim menerima sebuah wahyu di mana Allah mengatakan ke Nabi Ibrahim yang sudah berusia lanjut bahwa dia sekarang harus pergi dan mengumumkan ziarah ke umat manusia. Al Quran menyebutkan kejadian ini dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat 124-127 dan Al-Hajj (22) ayat 27-30. Sesaat sebelum wafatnya, Muhammad melakukan ziarah satu-satunya dan terakhir dengan sejumlah besar pengikut, dan mengajarkan mereka ritus haji dan tata krama untuk melakukan hal itu. Di dataran Arafah, dia menyampaikan pidato terkenal - yang dikenal dengan Khotbah perpisahan Nabi Muhammad - ke mereka yang hadir di sana. Sejak saat itu, haji menjadi salah satu dari Lima Rukun Islam. Selama abad pertengahan, peziarah akan berkumpul di kota-kota besar seperti Basra, Damaskus, dan Kairo untuk pergi ke Mekkah dalam kelompok dan karavan yang terdiri dari puluhan ribu peziarah. Dalam sejarah haji yang cukup panjang, suku-suku nomaden padang pasir - yang dikenal sebagai Badui - telah menjadi isu keamanan yang agak ketat untuk kafilah haji dan untuk memastikan bahwa para peziarah diberikan perbekalan yang diperlukan. Sekali lagi, sepanjang sejarah, perjalanan ziarah ke Mekkah telah menawari para peziarah dan juga para pedagang profesional kesempatan untuk melakukan berbagai aktivitas perdagangan baik dalam perjalanan maupun di Mekkah, Damaskus, dan Kairo. Waktu Tanggal Haji dilaksanakan mengikuti kalender Islam (dikenal dengan kalender Hijriyah atau H), yang didasari penanggalan kalender bulan. Setiap tahun, ritual Haji dilaksanakan dalam periode lima hari, mulai dari tanggal 8 dan berakhir di 12 Zulhijjah, bulan kedua belas sekaligus terakhir kalender Islam. Selama lima hari tersebut, 9 Zulhijjah dikenal sebagai Hari Arafah, dan hari ini dikenal dengan nama hari Haji. Dikarenakan kalender Islam adalah jenis kalender bulan dan tahun Islam berbeda sebelas hari lebih sedikit dibanding tahun Gregorian, tanggal Haji menurut kalender Gregorian berubah dari tahun ke tahun. Para jamaah Haji pun menghitung penanggalan musim Haji sebelas atau sepuluh hari lebih awal dari tanggal Haji dari satu tahun sebelumnya. Hal ini dapat menyebabkan musim Haji jatuh dua kali dalam satu tahun kalender Gregorian, dan terjadi hanya 33 tahun sekali. Fenomena langka tersebut baru-baru ini terjadi di musim Haji 2006. Tabel di bawah ini menunjukkan penanggalan Gregorian untuk musim Haji tahun terkini (tanggal dalam tabel bertepatan dengan 9 Zulhijah tahun Hijriah): Jenis Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya; dan Nabi islam Muhammad memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut. Aisyah berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah dalam tahun Hajjatul Wada'. Di antara kami ada yang berihram, untuk Haji dan Umrah dan ada pula yang berihram untuk Haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar. Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud. Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila seseorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah. Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, pada tahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal. Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud di sini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua tawaf dan dua sa'i. Kegiatan Literatur Fikih menggambarkan cara-cara dalam melaksanakan ritus Haji, dan jamaah utamanya mengikuti kitab panduan dan menaatinya untuk memenuhi seluruh kewajiban Haji dengan sempurna. Dalam melaksanakan ibadah Haji, jamaah tidak hanya mengikuti tata cara Nabi Muhammad, tetapi juga memperingati peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan Ibrahim. Ihram Ketika jamaah mencapai niat dalam hati Miqat (batas-batas tertentu tempat atau waktu jamaah berniat melaksanakan Haji), untuk memasuki keadaan yang suci–dikenal dengan Ihram–yang hanya memakai dua lembar kain putih tanpa jahitan untuk laki-laki, dengan satu kain menutup sekitar pinggang mencapai bagian bawah lutut dan kain lain dipakai di bahu kiri mengikat di sisi kanan; mengenakan pakaian biasa untuk wanita dengan memenuhi kondisi pakaian Muslimah Islami dengan tangan dan wajah tidak ditutup; mengambil wudu; merencanakan keinginan (niyah) untuk melaksanakan ibadah Haji dan untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang seperti memotong kuku, mencukur bagian tubuh manapun, melakukan hubungan seksual; menggunakan wangi-wangian, merusak tanaman, membunuh hewan, menutup kepala (untuk laki-laki) atau wajah dan telapak tangan (untuk wanita); melakukan pernikahan; atau mengangkat senjata. Ihram memiliki makna bahwa setiap umat baik yang miskin maupun yang kaya sama di depan Tuhan: tidak ada perbedaan antara keduanya. Tawaf and sa'i Ritual Tawaf termasuk berjalan tujuh kali melawan arah jarum jam mengelilingi Ka'bah. Ketika sampai di Masjidil Haram, jamaah melakukan tawaf kedatangan yang juga bagian dari Umrah atau sebagai tawaf selamat datang. Saat tawaf, jamaah juga memasuki Hateem–sebuah wilayah di sisi utara Ka'bah \–di dalam jalan mereka. Setiap putaran dimulai dengan mencium atau menyentuh Batu Hitam (Hajar Aswad). Jika mencium batu tidak memungkinkan karena padatnya jamaah, mereka cukup menyejajarkan diri dengan arah Batu Hitam dengan mencium tangan sendiri ketika tawaf. Makan tidak diperbolehkan namun minum air tetap diizinkan, karena risiko dehidrasi. Laki-laki dianjurkan untuk melakukan tiga putaran pertama dengan cepat dikenal sebagai Ramal, dan diikuti empat putaran lainnya dengan tidak terlalu cepat. Pelengkap ibadah tawaf adalah salat dua Raka'at di belakang Tempat Ibrahim (Muqam Ibrahim), sebuah tugu dekat Ka'bah di dalam masjid. Walau demikian, dikarenakan padatnya jamaah saat musim Haji, mereka cukup melaksanakan salat di mana saja di dalam masjid. Setelah salat, jamaah juga meminum air dari sumur Zamzam, yang tersedia dalam keran Masjid. Walaupun secara tradisional ibadah tawaf dilakukan di lantai dasar, tawaf saat ini juga dapat dilakukan di lantai pertama dan atap masjid agar tidak terjadi kepadatan. Tawaf diikuti oleh sa'i, berjalan atau berlari tujuh kali antara bukit Shofa dan Marwah, berlokasi dekat Ka'bah. Sebelumnya tempat ini berada di tempat terbuka, kini tempat ini tertutup dan masuk ke dalam area Masjidil Haram, dan dapat berhubungan langung dengan terowongan. Jamaah diharuskan berjalan di antara kedua bukit ini, sampai tanda dua tiang hijau sebuah bagian kecil sebagai tanda kapan mereka harus berlari. Jalur ini kini memiliki "jalur ekspres" bagi para penyandang disabilitas atau orang-orang tua. Setelah sa'i, jamaah laki-laki mencukur rambutnya dan wanita memotong beberapa bagian rambut, ini juga sebagai pelengkap ibadah Umrah. Hari pertama: 8 Zulhijah Mina Setelah salat pagi di 8 Zulhijah, jamaah pergi ke Mina di mana mereka menghabiskan waktu untuk melaksanakan salat tengah hari, sore, petang, dan malam. Keesokan paginya setelah salat pagi, mereka meninggalkan Mina menuju Arafat. Hari kedua: 9 Zulhijah Tanggal 9 Zulhijah dikenal dengan Hari Arafah, dan tanggal inilah yang dinamakan Hari Haji. Arafah Di 9 Zulhijah sebelum siang, jamaah sampai di Arafah, sebuah wilayah datar dan berbatu berlokasi 20 kilometer di timur Mekkah. Hal yang dilakukan di Arafah termasuk berdoa, mengingat dosa masa lalu, melihat kebesaran Tuhan, dan mendengarkan nasihat-nasihat dari para sarjana Islam di dekat Jabal al-Rahmah (Gunung Kasih Sayang), di sanalah Muhammad menyampaikan khotbah terakhirnya. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan sejak siang hingga matahari terbenam, ibadah ini bernama 'berdiri sebelum Tuhan' (wuquf), salah satu ritual paling penting dalam ibadah Haji. Di Masjid Namirah, jamaah melaksanakan sembahyang siang dan sore bersamaan di waktu sore. Seorang jamaah yang tidak melaksanakan wukuf di Arafah tidak akan diterima sebagai ibadah haji, meskipun telah membayar denda. Muzdalifah Jamaah haji harus meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah setelah sore tanpa salat maghrib (sore) di Arafat. Muzdalifah adalah wilayah antara Arafat dan Mina. Ketika mereka sampai di sana, jamaah melaksanakan salat Maghrib dan Isya dengan disatukan (jama), menghabiskan malam untuk berdoa dan tidur di alas langsung tanpa atap menghadap ke langit, dan mengumpulkan tenaga untuk melaksanakan lempar jumrah di keesokan harinya. Hari ketiga: 10 Zulhijah Rami al-Jamarat Kembali di Mina, jamaah Haji melakukan upacara simbolik melempari Iblis dengan batu (Ramy al-Jamarat) dengan melontarkan tujuh buah batu hanya ke salah satu dari tiga pilar, dikenal sebagai Jamrat al-Aqabah dari matahari terbit hingga terbenam. Dua pilar (jamarah) lainnya tidak diberlakukan ibadah melempar jumrah pada hari tersebut. Ketiga tiang tersebut direpresentasikan sebagai Syetan. Jamaah naik ke Jembatan Jumrah, sebagai tempat melempar jumrah. Dikarenakan alasan keamanan, di 2004 tiang diganti dengan tembok panjang besar, dengan parit penampung kerikil di bawahnya. Kurban hewan Setelah melempar jumrah, hewan disembelih sebagai cara untuk memperingati kisah Ibrahim dan Isma'il. Secara tradisional jamaah mengorbankan hewan mereka sendiri-sendiri, atau mengatur penyembelihan. Kini beberapa jamaah Haji cukup membeli voucher kurban di Mekkah sebelum musim Haji berlangsung, yang mengeluarkan seekor hewan untuk dikurbankan dengan menyebut nama Allah pada hari kesepuluh Zulhijah, tanpa dihadiri oleh jamaah Haji pemiliknya. Proses yang modern mempercepat pengemasan daging, yang kemudian dibagikan kepada orang miskin di seluruh dunia. Di waktu yang sama seperti di Mekkah, Muslim juga melaksanakan Kurban, dalam empat hari berturut-turut (10, 11, 12, dan 13 Zulhijjah ) yang dikenal dengan nama Iduladha. Cukur rambut Setelah mengorbankan seekor hewan, ritual Haji terpenting lainnya adalah memotong atau menghabiskan rambut kepala (dikenal dengan Halak). Semua jamaah laki-laki mencukur atau menggunduli rambutnya pada hari Iduladha dan jamaah wanita memotong bagian rambutnya. Tawaf Al-Ifaadah Pada hari yang sama atau keesokan harinya, jamaah kembali mengunjungi Masjidil Haram di Mekkah untuk tawaf lainnya, dikenal sebagai Tawaf al-Ifadah, sebuah bagian pokok dari Haji. Ini melambangkan jawaban atas ketergesaan kepada Allah dan menunjukkan cinta kepada-Nya, dan diwajibkan sebagai bagian dari Haji. Malam tanggal 10 dihabiskan kembali di Mina. Hari keempat: 11 Zulhijah Dimulai di siang hingga matahari terbenam di 11 Zulhijah (dan tanggal setelahnya), jamaah Haji kembali melempar jumrah, kali ini dilemparkan ke dua dari tiga pilar di Mina. Ibadah ini termasuk ke dalam lempar jumrah. Hari kelima: 12 Zulhijah Di 12 Zulhijah ritual yang sama seperti yang dilakukan di 11 Zulhijah. Jamaah meninggalkan Mina ke ke Mekkah sebelum matahari terbenam pada tanggal 12 Zulhijah. Hari terakhir di Mina: 13 Zulhijah Jika tidak mampu meninggalkan Mina pada tanggal 12, mereka diharuskan kembali melempar jumrah sebelum kembali ke Mekkah. Tawaf al-Wadaa Akhirnya, sebelum meninggalkan Mekkah, jamaah melaksanakan tawaf perpisahan yang disebut Tawaf al-Wadaa. 'Wadaa' berarti 'undangan perpisahan'. Jamaah mengelilingi Ka'bah tujuh kali melawan arah jarum jam, dan jika memungkinkan, disunnahkan untuk mencium dan menyentuh Ka'bah. Mengunjungi Madinah Walaupun bukan bagian dari ritual Haji, dapat memilih berkunjung ke Madinah dan Masjid Nabawi (Masjid Rasulullah), yang terdapat Makam Nabi Muhammad di dalam Kubah Hijau. Masjid Quba dan Masjid Qiblatain biasanya juga turut dikunjungi. Lokasi utama Mekkah Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia, Ka'bah, yang berada di pusat Masjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jamaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji. Arafah Kota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yaitu tempat dilaksanakannya wukuf yakni pada tanggal 9 Zulhijah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah haji dari seluruh dunia dan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai. Muzdalifah Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji melakukan Mabit (Bermalam) dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumrah di Mina. Mina Tempat berdirinya tugu jumrah, yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan Nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Di masing-masing tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan: Jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap (mabit) satu malam. Madinah Madinah adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad dimakamkan di Masjid Nabawi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah haji, namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang letaknya kurang lebih 330 km (450 km melalui transportasi darat) utara Mekkah ini untuk berziarah dan melaksanakan salat di masjidnya Nabi. Salat Arbain Haji Arbain ( arba'in, artinya "empat puluh") adalah ibadah haji yang disertai dengan salat fardhu sebanyak 40 kali di Masjid An-Nabawi Madinah tanpa terputus. Ibadah ini sering kali dikerjakan oleh jamaah haji dari Indonesia. Dalam pelaksanaannya, mereka setidak-tidaknya tinggal di Madinah saat haji selama 8 atau 9 hari, dan dengan perhitungan sehari akan salat wajib sebanyak 5 kali dan selama 8 atau 9 hari maka akan tercukupi jumlah 40 kali salat wajib tanpa terputus. Persiapan dan Fasilitas Selayaknya keharusan bagi pemerintah Saudi setiap tahunnya untuk pertumbuhan jumlah jamaah Hajj poses sebuah tantangan logistik untuk pemerintah Arab Saudi, yang berwenang, sejak 1950-an, dihabiskan lebih dari $100 miliar untuk menambah sarana dan prasarana Haji. Permasalahan utama seperti perumahan, transportasi, sanitasi, dan layanan kesehatan dibenahi dan dievaluasi besar-besaran oleh pemerintah dengan memeperkenalkan beberapa progran, dengan tujuan agar jamaah haji saat ini menikmati dan fasilitas modern dalam melaksanakan ritual Haji. Pemerintah Arab Saudi kadang kala menaik-turunkan kuota untuk berbagai negara untuk mempertahankan jumlah jamaah agar terkendali, serta menyusun kekuatan petugas keamanan besar-besaran dan kamera CCTV untuk memantau keamanan situasi saat Haji. Beragam program institusi dan pemerintah, seperti Subsidi Haji di India atau Tabung Haji di Malaysia meringankan jamaah dalam biaya perjalanan haji. Untuk Haji 2014, khusus meja informasi Haji di pasang di bandara-bandara di Pakistan untuk membantu jamaah haji. Transportasi Secara tradisional, peziarah ke Mekkah kebanyakan mengadakan perjalanan ziarah dengan menaiki unta sebagai transportasi utama. Saat pertengahan abad ke sembilan belas (setelah 1850-an), kapal uap mulai digunakan untuk perjalanan jamaah Haji ke Mekkah, dan jumlah jamaah Haji yang melakukan perjalanan melalui laut pun mulai meningkat. Hal tersebut berlangsung selama beberapa masa, sampai perjalanan udara lahir dan mendominasi; Mesir memperkenalkan jasa penerbangan pertama untuk jamaah Haji di 1937. Saat ini, beberapa perusahaan penerbangan dan biro perjalanan offer Hajj packages, dan menyusun transportasi dan akomodasi untuk jamaah Haji. Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah menjadi terminal khusus bagi para Jamaah Haji untuk mempermudah pintu masuk kedatangan jamaah Haji. Bandar udara internasional lain di seluruh dunia, sepeeti Indira Gandhi dj New Delhi, Bandar Udara Internasional Rajiv Gandhi di Hyderabad, Jinnah di Karachi dan Soekarno-Hatta di Jakarta juga memiliki terminal khusus atau temporary facilities untuk melayani jamaah dalam keberangkatan maupun kedatangan kembali ke tanah air. Saat Haji, beberapa maskapai menambah jumlah penerbangan untuk memenuhi kebutuhan karena banyaknya jumlah jamaah Haji. Saat musim Haji berlangsung, jamaah Haji bepergian antara lokasi-lokasi berbeda dengan bus atau berjalan kaki. Pemerintah Saudi mengawasi dengan ketat akses kendaraan yang melewati jalur-jalur padat. Walau bagaimanapun, perjalanan masih tetap dilaksanakan dalam beberapa jam saat kepadatan lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki. Di 2010, pemerintah Saudi memulai mengoperasikan sebuah monorel yang mengangkut jamaah ke Arafat, Muzdalifah dan Mina. Jasa ini mampu mengurangi waktu perjalanan "Nafrah" dari Arafat ke Muzdalifah untuk beberapa menit. Jika angkutan ini melebihi kapasitas, penggunaan monorel tidak dibuka untuk jamaah haji dan subyeknya untuk pengawasan ketat oleh pemerintah Saudi. Saat ini, monorel mampu mengangkut hingga 500.000 jamaah haji. Masalah Berdesakan Jumlah jamaah haji meningkat secara besar-besaran akhir-akhir ini, yang menyebabkan beberapa kecelakaan dan kematian karena terlalu padat. Kecelakaan pertama di musim Haji masa modern terjadi di 1990, ketika sebuah terowongan runtuh dan merenggut 1,462 nyawa. Setelah kejadian tersebut, beragam teknik pemecah kepadatan jamaah digunakan untuk alasan keamanan. Penyebab desak-desakan besar, beberapa hal dilakukan jamaah Haji agar lebih simbolik. Untuk contohnya, ketertidakwajiban untuk mencium Hajar Aswad. Alternatifnya, jamaah hanya perlu mencium tangannya sendiri kemudian melambaikan tangannya ketika sejajar dengan Hajar Aswad saat melakukan Tawaf. Juga, pilar besar yang digunakan untuk melempar jumrah di ubah menjadi tembok panjang di 2004 dengan parit di bawahnya untuk mewadahi batu-batu. Contoh lain adalah kurban, yang saat ini ditangani rumah pemotongan hewan yang di kelola otoritas Saudi, tanpa jamaah yang hadir di sana. Untuk Haji di 2016, otoritas Saudi memberikan kalung GPS elektronik. Walaupun berbagai upaya keamanan dilakukan, berbagai insiden masih terjadi ketika musim Haji. kecelakaan Haji 2015, menyebabkan 769 meninggal dan melukai 934 lainnya, berdasarkan data pemerintah Arab Saudi. Sebuah laporan dari Associated Press menjumlahkan total sedikitnya 1470 korban dari laporan resmi negara lain, membuat kecelakaan tersebut menjadi kecelakaan paling mematikan hingga saat ini. Isu lain muncul di 2013 dan 2014 tentang penyebaran virus MERS karena antrian massa Haji. Menteri Kesehatan Arab Saudi Abdullah Al-Rabia mengatakan bahwa otoritasnya tidak menemukan kasus MERS pada jamaah sejauh ini. Ia juga berkata bahwa, dari sekian banyak kasus MERS, Arab Saudi siap untuk musim Haji 2014. Kepentingan Untuk Muslim, Haji berhubungan dengan keagamaan sebagai kepentingan di bidang sosial. Terpisah dari sebuah ketaatan dalam menjalankan kewajiban beragama, Haji terlihat untuk menjadi seseorang yang berspiritual terpuji untuk menyediakan Muslim dengan kesempatan mengintrospeksi diri. Haji disajikan sebagai sebuah pengingat Hari Pengadilan yang dipercayai umat muslim akan terjadi. Literatur Hadits (perkataan Nabi Muhammad) menyabdakan beragam kebaikan seorang jamaah Haji mencapai kesuksesan untuk memenuhi ibadah Haji mereka. Setelah berhasil melaksanakan ibadah Haji, jamaah dapat menambahkan nama depan mereka dengan gelar 'Al-Hajji', dan diadakan dengan rasa hormat dalam masyarakat Muslim. Namun, sarjana Islam berpendapat bahwa Haji dapat berarti komitmen keagamaan seorang Muslim, dan tidak dapat menjadi sebuah peningkatan status sosial mereka. Haji membawa kebersamaan dan menyatukan Muslim dari perbedaan bagian dunia tanpa memperdulikan ras, warna kulit, dan budaya, semua itu melambangkan persamaan. Sebuah studi 2008 pada pengaruh besar mengikuti ziarah Islam menemukan bahwa komunitas Muslim menjadi lebih positif dan toleran setelah berhaji. Dengan judul Memperkirakan Pengaruh Besar Haji: Agama dan Toleransi dalam Masyarakat Islam Global dan diselenggarakan dengan bantuan Harvard University's John F. Kennedy School of Government, studi mencatat bahwa Haji "meningkatkan keimanan dalam kesamaan harmoni antara grup etnik dan sekte-sekte Islam dan memimpin untuk sikap yang menguntungkan terhadap wanita, termasuk dukungan yang lebih besar untuk pendidikan dan jabatan wanita" dan bahwa "Haji menunjukkan meningkatkan keimanan dalam perdamaian, dan dalam kesamaan dan harmoni adherents perbedaan agama." Malcolm X, seorang aktivis Amerika saat Civil Rights Movement, menggambarkan atmosfer sosialnya ketika pengalaman haji 1960-an, ia menyatakan: Aspek Ekonomi Di 2014, Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka mendapatkan $8.5 miliar dari Haji. Sumber pendapatan negara Arab Saudi terbesar setelah minyak dan gas adalah Haji dan negara mengharapkan untuk mengandalkan lebih banyak pada Haji sebagai jumlah tersedianya minyak dan gas untuk kemunduran penjualan. Tempat Bersejarah Berikut ini adalah tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan rukun haji, namum biasa dikunjungi oleh para jemaah haji atau peziarah lainnya: Jabal Nur dan Gua Hira Jabal an-Nur terletak kurang lebih 6 km di sebelah utara Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5. Jabal Tsur Jabal Tsur terletak kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama 1.5 jam. Di gunung inilah Nabi Muhammad dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah. Jabal Rahmah Yaitu tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. Peristiwa pentingnya adalah tempat turunnya wahyu yang terakhir pada Nabi Muhammad, yaitu surat Al-Maidah ayat 3. Jabal Uhud Gunung Uhud teretak kurang lebih 5 km dari pusat kota Madinah. Di bukit inilah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Mekkah. Dalam pertempuran tersebut gugur 70 orang syuhada di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad. Kecintaan Rasulullah pada para syuhada Uhud, membuat dia selalu menziarahinya hampir setiap tahun. Untuk itu, Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi. Makam Baqi' Baqi' adalah tanah kuburan untuk penduduk sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi', letaknya di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Di sinilah makam Utsman bin Affan, para istri nabi, putra dan putrinya, dan para sahabat dimakamkan. Ada banyak perbedaan makam seperti di tanah suci ini dengan makam yang ada di Indonesia, terutama dalam hal peletakan batu nisan. Masjid Qiblatain Pada masa permulaan Islam, kaum muslimin melakukan salat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerusalem, Palestina. Pada tahun ke-2 H bulan Rajab pada saat Nabi Muhammad melakukan salat Zuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat salat diubah ke arah Kabah Masjidil Haram, Mekah. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua. Jumlah jamaah per tahun Terdapat pertumbuhan substansial jumlah jamaah Haji dalam 92 tahun, dan jumlah jamaah Haji luar negeri meningkat kira-kira 2,824 persen, dari 58,584 di 1920 hingga 1,712,962 di 2012. Karena perluasan dan pengembangan di Masjidil Haram, otoritas mengurangi jumlah jamaah Haji tahun 2013. Berikut adalah jumlah jamaah Haji yang sampai di Arab Saudi setiap tahun untuk melaksanakan ibadah Haji. Rekaman tragedi ibadah haji Desember 1975: 200 jamaah tewas di dekat kota Mekkah setelah sebuah pipa gas meledak dan membakar sepuluh tenda. 4 Desember 1979: 153 jamaah tewas dan 560 lainnya terluka setelah petugas keamanan Arab Saudi yang dibantu tentara Prancis mencoba membebaskan Masjidil Haram yang disandera sekelompok militan selama dua minggu. 31 Juli 1987: 402 jamaah tewas, 275 di antaranya dari Iran, setelah ribuan jamaah Iran yang melakukan demonstrasi mendapat perlawanan fisik dari keamanan Arab Saudi. Akibat dari insiden itu Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, yang akhirnya tidak mengirimkan jamaahnya ke Makkah hingga tahun 1991. 10 Juli 1989: satu jamaah tewas dan 16 terluka akibat penembakan di dalam Masjidil Haram. Akibatnya 16 orang Kuwait yang melakukan penyerangan dihukum tembak mati. 15 Juli 1989: lima jamaah asal Pakistan tewas dan 34 lainnya terluka akibat insiden penembakan oleh sekelompok orang bersenjata di perumahan mereka di Makkah. 2 Juli 1990: 1.426 jamaah tewas kebanyakan dari Asia akibat terperangkap di dalam terowongan Mina. 24 Mei 1994: 270 jamaah tewas akibat saling dorong dan injak di Mina. 7 Mei 1995: tiga jamaah tewas akibat kebakaran di Mina. 15 April 1997: 343 jamaah tewas dan 1.500 lainnya terluka karena kehabisan napas karena terjebak di dalam kebakaran tenda di Mina. 9 April 1998: 118 jamaah tewas karena berdesak–desakkan saat pelaksanaan lontar jumroh. 5 Maret 2001: 35 jamaah tewas serta puluhan lainnya luka – luka karena berdesak – desakan di Jammarat. 11 Februari 2003: 14 jamaah tewas di Jumrotul Mina – enam di antaranya wanita. 1 Februari 2004: Sebanyak 251 jamaah tewas selama pelaksanaan lontar jumrah. 23 Januari 2005: 29 jamaah tewas akibat banjir terburuk dalam 20 tahun terakhir di Madinah. 5 Januari 2006: Sebanyak 76 tewas akibat runtuhnya sebuah penginapan al-Rayahin di jalan Gaza, sekitar 200 meter sebelah barat Masjidil Haram. 12 Januari 2006: Sedikitnya 345 jamaah tewas di Jammarat selama pelaksanaan lontar jumrah. Insiden ini terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat usai salat Zuhur, setelah jutaan jamaah saling berdesak–desakkan di pintu masuk sebelah utara lantai dua Jammarat. 11 September 2015: 107 jamaah tewas dan 238 jamaah luka-luka akibat jatuhnya crane yang digunakan dalam proyek perluasan Masjidil Haram saat hujan dan angin kencang. 24 September 2015: lebih dari 700 jamaah tewas dan lebih dari 800 jamaah luka-luka akibat terinjak-injak saat melakukan lempar jumroh di Mina. Galeri Lihat pula Umrah Sejarah Haji Rukun Islam Masjidil Haram Masjid Nabawi Mekkah Madinah Miqat Tawaf Sa'i Wukuf Maqam Ibrahim Hajar Aswad Hijir Ismail Arafah Mina Shofa dan Marwah Lempar jumrah Jembatan jumrah Masjid Namirah Jabal an-Nur Gua Hira Ibrahim Isma'il Catatan Referensi Bacaan lanjutan Khan, Qaisra, "Hajj & 'Umra", in Muhammad in History, Thought, and Culture: An Encyclopedia of the Prophet of God (2 vols.), Edited by C. Fitzpatrick and A. Walker, Santa Barbara, ABC-CLIO, 2014, Vol I, pp. 239–245. Zainal (2012). Regulasi Haji Indonesia dalam Tinjauan Sejarah . JURIS Vol 2 No 2 Pranala luar Bahasa Inggris Hajj & Umrah – Journey of a Lifetime -an e-book Hajj – The Pilgrimage -Resource on Hajj Hajj Information Center – Sebuah riset Haji oleh IslamiCity Mapping Faith: The Pilgrimage to Mecca -CNN interactive feature Virtual Hajj oleh PBS The Hajj Goes High Tech -Time magazine photo essay Sequence of Hajj explained through Google Earth The Rites of Hajj and Umrah & Islamic Terminology Istilah Islam Ziarah Kata dan frasa Arab Masjidilharam Ka'bah
5858
https://id.wikipedia.org/wiki/Selat%20solo
Selat solo
Selat solo atau racikan salat adalah sebuah hidangan khas Solo, Jawa Tengah yang mendapat pengaruh dari hidangan Eropa. Walaupun memiliki nama selat solo — yang mengacu kepada "salad", bagian utamanya berupa daging sapi (umumnya has luar) menjadikan hidangan ini tidak cocok untuk dikatakan sebagai salad, melainkan sebagai sebuah bistik yang disajikan dalam kuah manis encer khas Jawa. Beberapa orang menyebut hidangan ini sebagai sebuah percampuran antara bistik, salad dan sup. Hidangan ini juga sering disebut sebagai Bistik Jawa, walaupun hidangan tersebut mengandung lebih sedikit kuah. Sejarah Pada masa kolonial Hindia Belanda, orang-orang Eropa membawa bahan-bahan masakan serta teknik-teknik memasak khas Eropa. Para ningrat dan kaum terdidik diperkenalkan pada makanan Eropa seperti roti, keju dan bistik yang dihargai sebagai sajian-sajian masyarakat kelas atas Hindia Belanda. Pada masa ini pula terjadi adaptasi serta percampuran hidangan Eropa dengan hidangan Jawa, salah satunya adalah penciptaan resep selat solo di Surakarta, yang merupakan ibu kota dari Kasunanan Surakarta. Hidangan ini diyakini merupakan sebuah masakan percampuran berupa bistik khas Eropa dengan selera Jawa. Pengaruh Eropa dapat dilihat dari penggunaan moster atau mayones dan kecap Inggris, sementara selera Jawa yang cenderung manis dapat dirasakan dari penggunaan kecap manis. Penyajian dan bahan-bahan Makanan ini terdiri dari daging sapi has luar yang direbus dalam kuah encer yang terbuat dari bawang putih, cuka, kecap manis, kecap Inggris, air serta dibumbui dengan pala dan merica. Makanan ini kemudian disajikan dengan telur rebus dan sayur-sayuran seperti buncis, kentang, tomat, selada, mentimun, kol atau brokoli dan wortel, serta ditaburi keripik kentang dan ditambahkan sedikit moster atau mayones di sampingnya. Bisa juga merupakan sup daging dan kaldu sapi digepuk, dicampur kripik kentang, irisan onion (bawang bombay), selada, wortel, buncis, telur, pakai salad thousand island/sejenis. Selad solo biasa dihidangkan sebagai makan pembuka. Namun mesti dimakan selagi hangat, sebab jika sudah dingin maka lemak daging sapi akan tampak di permukaan sup. Galeri Catatan kaki Pranala luar Resep Selat Solo Video Resep Selat Solo Hidangan Indonesia Hidangan Jawa
5859
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Jerman
Bahasa Jerman
Bahasa Jerman (Deutsch atau deutsche Sprache) adalah anggota bahasa Jermanik Barat yang dipakai sebagai bahasa pengantar terutama di kawasan Eropa Tengah. Bahasa ini adalah salah satu bahasa yang banyak dituturkan di Eropa dan pernah menjadi bahasa pengantar antarbangsa yang penting hingga awal abad ke-20. Meskipun sekarang menurun kepentingannya, bahasa ini masih luas dipelajari karena banyak literatur klasik dunia yang ditulis menggunakan bahasa ini. Dalam kontinum variasi bahasa di Eropa Tengah bagian utara, bahasa Jerman adalah semua bahasa yang telah mengalami pergeseran bunyi Jermanik kedua. Dengan demikian, ke dalam lingkup ini masuk berbagai bahasa yang dipakai di Jerman selatan, sehingga bahasa Jerman dikenal pula sebagai bahasa Jerman Hulu. Variasi Bahasa Jerman bukanlah bahasa yang tunggal, melainkan bahasa dengan banyak variasi: mulai dari dialek tempatan (lokal, berdasarkan geografi penuturnya), dialek temporal (dikenal paling tidak tiga versi dialek temporal), hingga dialek sosial (berdasarkan kelompok sosial penuturnya). Bahasa Jerman Baku atau Standar, disebut Hochdeutsch ("Jerman Tinggi") atau Standarddeutsch, adalah bahasa yang diajarkan di sekolah dan kursus bahasa serta luas dipakai sebagai bahasa sastra, surat kabar, dan bahasa pengantar di berbagai kantor serta perguruan. Varian ini lahir sebagai usaha pembakuan atas bahasa Jerman Hulu (juga disebut Hochdeutsch, atau sekarang disebut pula Oberdeutsch) oleh Martin Luther pada abad ke-16. Meskipun standar, bahasa Jerman Baku memiliki variasi pelafalan karena pengaruh dialek tempatan. Dalam kajian/linguistik bahasa Jerman, istilah "dialek" dipakai untuk menyebut variasi tempatan secara tradisional. Bagi mereka yang hanya terbiasa dengan bahasa Jerman Baku, beberapa dialek itu dapat dianggap sebagai bahasa tersendiri karena mereka tidak mampu lagi memahaminya. Variasi penuturan atau kosakata dalam bahasa Jerman (Baku) yang bersifat tempatan disebut sebagai "varian" atau "variasi". Beberapa di antara dialek bahasa Jerman Hulu sendiri sekarang telah punah. Dialek-dialek yang masih hidup hingga sekarang adalah Brandenburgisch, Niederrheinisch, Westfälisch, Ostfälisch, Nordniedersächsisch, Mecklenburgisch-Vorpommersch, Lausitzisch-Südmärkisch, Ostpommersch, Mittelpommersch, Niederpreußisch, Moselfränkisch, Rheinfränkisch, Nordhessisch, Mittelhessisch, Osthessisch, Thüringisch, Obersächsisch, Nordobersächsisch, Schlesisch, Hochpreußisch, Schwäbisch, Niederalemannisch, Mittelalemannisch, Hochalemannisch, Höchstalemannisch, Nordbairisch, Mittelbairisch, Südbairisch dan Ripuarisch. Bahasa Yiddi dianggap sebagai bahasa tersendiri, terpisah dari bahasa Jerman. Bahasa Jerman baku Bahasa Jerman Baku (, , atau ) adalah variasi bahasa Jerman yang dijadikan sebagai bahasa baku yang digunakan dalam konteks formal maupun bahasa pemersatu komunikasi antardialek. Bahasa Jerman Baku tidak berkembang secara alami dari dialek tradisional tertentu, melainkan hasil perkembangan dari bahasa kepenulisan. Struktur ketatabahasaan dan ejaan baku Bahasa Jerman Baku diatur dan dipublikasikan oleh Rat für deutsche Rechtschreibung yang mewakili tata kelola keseluruhan penutur mayoritas dan penutur minoritas di seantero Jerman dan dependensi penutur Bahasa Jerman. Standar baku tersebut dapat tidak dipatuhi secara umum kecuali pada konteks-konteks tertentu seperti situasi formal, institusi pemerintah, dan bahasa pengantar pendidikan. Di samping itu, tidak ada badan atau pembakuan tertentu yang menentukan pengucapan dan pelafalan baku. Akan tetapi, Bühnendeutsch secara de facto disetujui sebagai pelafalan baku yang sering digunakan dalam situasi formal dan materi pembelajaran. Sistem penulisan Penyebaran penutur Di Eropa Timur, bahasa ini merupakan bahasa asing kedua yang sangat luas dikenal. Beberapa daerah di Eropa Timur, zaman dahulu kala banyak dihuni oleh orang Jerman perantauan. Setelah Perang Dunia II sekitar 12-15 juta jiwa orang Jerman diusir dari Eropa Timur. Di Prancis, bahasa ini dipertuturkan oleh sekitar dua juta jiwa penduduk negara ini, khususnya di daerah Alsace-Lorraine, tetapi tidak memiliki status bahasa resmi. Di Amerika Serikat, bahasa Jerman dialek Pfalz dipakai oleh orang-orang Amish. Di Patagonia (selatan Argentina) terdapat pula komunitas berbahasa Jerman. Namibia, sebagai satu-satunya bekas koloni Jerman di Afrika, juga menjadi tempat sisa-sisa komunitas berbahasa Jerman di Afrika. Penulisan Bahasa Jerman ditulis menggunakan aksara Latin. Sebagai tambahan dari ke-26 huruf yang ada terdapat tiga simbol untuk vokal dengan umlaut (dwititik) : ä, ö dan ü, ditambah Eszett atau “scharfes S” (s tajam): ß. Eszett tidak diakui dan tidak digunakan di Swiss dan Liechtenstein. Penggunaannya digantikan dengan s rangkap, "ss". Apabila dalam penulisan menggunakan alat dan tidak memiliki fitur simbol-simbol untuk huruf tambahan tersebut, ä, ö, dan ü masing-masing dapat ditulis dengan gabungan "ae", "oe", dan "ue", serta untuk ß digantikan dengan "ss" (sebagaimana digunakan di Swiss dan Liechtenstein). Dalam kamus-kamus masa kini entri dengan umlaut diperlakukan sama dengan huruf induknya, sedangkan dalam kamus lama biasanya ia diperlakukan seperti huruf induk yang diikuti dengan "e". Eszett menurut aturan pengejaan yang baru (diperkenalkan sejak 1996 dan berlaku efektif 2006, namun ditolak oleh beberapa surat kabar dan penerbit tertentu) hanya dipakai setelah vokal panjang dan diftong. Pada pengejaan sebelumnya, eszett lebih sering ditemukan dan tidak ada aturan jelas mengenai penggunaannya. Bentuk kapital bagi eszett telah diperkenalkan dan dipakai pada penulisan yang menggunakan huruf kapital sepenuhnya. Pada masa lalu, bahasa Jerman menggunakan versi khas huruf Latin yang dikenal sebagai tipe huruf fraktur tebal (bold) atau tipe huruf Schwabacher dan disertai dengan bentuk sambung yang bersesuaian (seperti Kurrent dan Sütterlin). Bentuk-bentuk ini jauh berbeda dengan bentuk Latin yang dikenal luas pada masa kini (seperti serif atau sans-serif) dan amat menyulitkan bagi orang yang tidak terlatih. Kaum Nazi bahkan menyarankan penggunaan tipe huruf fraktur dan schwabacher, tetapi kemudian melarangnya pada tahun 1941 karena dianggap berbau Yahudi. Penggunaan istilah-istilah Jerman dalam bahasa lain Ada banyak istilah bahasa Jerman yang juga dipakai dalam bahasa-bahasa lain. Dalam bahasa Inggris istilah "Kindergarten" (taman kanak-kanak) berasal dari "Kindergarten". Orang Prancis menggunakan "leitmotiv" yang juga diambil dari bahasa Jerman. Contoh lain adalah: "butterbrot" (roti mentega) dalam bahasa Rusia, "arubaito" (dari "Arbeit" - pekerjaan) dalam bahasa Jepang, "le waldsterben" (kematian hutan) dalam Bahasa Prancis, "besserwisser" (sok tahu) dalam bahasa Finlandia. Lihat pula Daftar Bahasa Referensi Pranala luar Kamus 'Dictionarium' (bahasa Jerman <--> bahasa Indonesia), dengan daftar kata dan kuiz Situs resmi Rat für deutsche Rechtschreibung (dengan material mengenai aturan pengejaan yang berlaku sejak 2006). Learn German online Pelajaran Bahasa Jerman Kamus elektronik 'Jot' (bahasa Jerman <--> bahasa Indonesia) Kamus 'Bremis', dengan daftar kata dan kuiz Bahasa Jermanik Jerman Austria Liechtenstein Belgia Swiss
5860
https://id.wikipedia.org/wiki/Pergeseran%20bunyi%20Jermanik%20kedua
Pergeseran bunyi Jermanik kedua
Pergeseran Bunyi Jermanik Kedua (Die zweite germanische Lautverschiebung dalam bahasa Jerman), atau juga disebut sebagai Hukum Grimm Kedua, memisahkan bahasa-bahasa Jerman Hulu dari bahasa-bahasa Jerman Hilir. Kejadian ini diperkirakan terjadi pada sekitar abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Pada pergeseran bunyi ini bunyi-bunyi eksplosiva (letup) /p/, /t/, dan /k/ masing-masing berubah menjadi [pf] atau [f], [ts] atau [s], dan [ch]. Sebagai contoh, kata bahasa Jerman Hulu Straße ("jalanan") adalah padanan kata kata Belanda (salah satu bahasa Jerman Hilir) straat. Bahasa-bahasa Jerman Hilir dan Hulu dipisahkan garis Benrath. Linguistik Bahasa Jermanik
5861
https://id.wikipedia.org/wiki/Jawanisme
Jawanisme
Jawanisme adalah sebuah fenomena atau gejala dalam bahasa Indonesia di mana seorang penutur, biasanya penutur ibu bahasa Jawa terpengaruh oleh bahasa ibunya. Hal ini merupakan bagian dari fenomena campur kode yang terjadi ketika para penutur multilingual menggunakan satu bahasa yang sama atau lebih. Pengaruh ini meliputi bidang sintaksis dalam bahasa Indonesia. Beberapa contoh: "Kamu datêng-ó sini!" untuk "Kamu datanglah kemari!" atau "Kamu dari bahasa Jawa: "Kowé/Awakmu mrénéyå" "Nanti barangé tak-ambil(é)." untuk "Nanti barangnya kuambil." dari bahasa Jawa: "Mengko barangé tak-jupuk(é)." "Jalané pelan bangêt." untuk "Jalannya pelan sekali." dari bahasa Jawa: "Mlakuné alon bangêt." "Itu bukuné adékku!" untuk "Itu buku adik saya!" dari bahasa Jawa: "Iku bukuné adhékku!" Selain itu masih banyak pengaruh dalam kosakata bahasa Indonesia. Yang unik dari Jawanisme adalah sedikit sekali orang Jawa (pribumi) yang benar-benar mengalami Jawanisme ini. Yang mengherankan adalah banyak orang-orang Tionghoa (terutama yang hidup di kawasan kota-kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti; Semarang, Solo, dan Surabaya) yang mengalami gejala Jawanisme ini. sebagai contoh: "Rénéyå!": "Kesinilah" atau "Kemarilah" dalam ujaran bahasa Tionghoa-Indonesia menjadi: "Sinió" "(O)ra biså/Gak isók": "Tidak bisa" menjadi: "(E)ndhak bisa" atau "(E)ndhak isók" "Iku jarané isih nang njåbå": "Itu kudanya masih di luar", menjadi: "Itu kudané masi(h) di luar" Fenomena Jawanisme dalam bahasa Inggris Sebagai kelanjutan fenomena Jawanisme dalam bahasa Indonesia, penutur bahasa Jawa yang belajar bahasa Inggris atau tinggal di komunitas pemakai bahasa Inggris sering kali terdengar menggunakan istilah-istilah bahasa Jawa dalam kalimat bahasa Inggris ketika bercakap-cakap dengan penutur yang berasal dari wilayah yang sama. Ekspresi-ekspresi yang sering dipakai adalah 'lho', 'lha', 'to', 'kok', 'ki', 'no', dan sebagainya sebagai contoh: "Lho, I already bought that book !": "Lho, aku wis tuku buku iku!", yang berarti "Loh, saya ternyata sudah beli buku ini!" "Kok, buying again ?": "Kok tuku maning?", yang berarti "Mengapa beli lagi?" "I told you many times to !": "Wis takkandhani ping pirå toh?", yang berarti "Sudah saya beritahu berapa kali, sih!" "Lha, I didn't know ... how ki ?": "Lha aku yå ora ngerti, piyé (i)ki?", yang berarti "Ya saya tidak mengerti, bagaimana dong?" "Don't be like that, to....": "Åjå ngónó, toh...", yang berarti "Jangan begitu, dong..." Lihat pula Bahasa Peranakan Bahasa Jawa
5862
https://id.wikipedia.org/wiki/Sel%20darah%20putih
Sel darah putih
Sel darah putih, leukosit () adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara ameboid, dan dapat menembus dinding kapiler/diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4x109 hingga 11x109 sel darah putih di dalam satu liter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7.000-25.000 sel per tetes. Dalam setiap milimeter kubik darah terdapat 6.000 sampai 10.000 (rata-rata 8.000) sel darah putih. Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50.000 sel per tetes. Di dalam tubuh, leukosit tidak berhubungan secara ketat dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen seperti organisme sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. Selain itu, leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang. Leukosit turunan meliputi: sel NK, mastosit, eosinofil, basofil, dan fagosit termasuk makrofag, neutrofil, dan sel dendritik. Jenis Ada beberapa jenis sel darah putih yang disebut granulosit atau sel polimorfonuklear yaitu: Basofil Eosinofil Neutrofil Ada dua jenis lain tanpa granul dalam sitoplasma yang disebut agranulosit: Limfosit Monosit Fungsi sel darah putih Granulosit dan monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan tubuh terhadap mikroorganisme dengan kemampuannya sebagai fagosit; mereka memakan bakteria hidup yang masuk ke sistem peredaran darah. Pengamatan melalui mikroskop, dapat dijumpai sebanyak 10-20 mikroorganisme tertelan oleh sebutir granulosit. Dengan kekuatan gerakan amuboidnya, leukosit dapat bergerak bebas di dalam dan dapat keluar pembuluh darah dan bersirkulasi seluruh bagian tubuh. Dengan cara ini leukosit dapat engepung daerah yang terkena infeksi atau cedera, menangkap organisme hidup dan menghancurkannya, menyingkirkan bahan lain seperti kotoran, dan serpihan. Granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein, yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya. Dengan cara ini, jaringan yang sakit atau terluka dapat dieliminasi. Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatannya tidak berhasil dengan sempurna, maka dapat terbentuk nanah. Nanah berisi fagosit yang mati dan material yang dimakannya. Selain itu, terdapat banyak kuman yang mati dalam nanah, juga sejumlah besar jaringan yang sudah mencair. Sel nanah tersebut akan disingkirkan oleh granulosit yang sehat yang bekerja sebagai fagosit. Sel jaringan lainnya Histiosit, ada dalam sistem limfa bersama jaringan lainnya, tetapi tidak umum di dalam darah: Makrofag Sel dendritik Mastosit, yang terlibat pada proses alergi. Gambar tambahan Lihat pula Leukoreduksi Limfadenitis Fagositosis Fagosit Mekanisme Fagositosis Sumber rujukan Pranala luar Atlas of Hematology Sel darah
5864
https://id.wikipedia.org/wiki/Hemofilia
Hemofilia
Hemofilia adalah kelainan genetik pada darah yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan darah. Hemofilia A timbul jika ada kelainan pada gen yang menyebabkan kurangnya faktor pembekuan VIII (FVII). Sedangkan, hemofilia B disebabkan kurangnya faktor pembekuan IX (FIX). Hemofilia A dan B tidak dapat dibedakan karena mempunyai tampilan klinis yang mirip dan pola pewarisan gen yang serupa. Hemofilia adalah salah satu penyakit genetik tertua yang pernah dicatat. Kelainan perdarahan yang diturunkan yang terjadi pada seorang laki-laki tercatat dalam berkas Talmud pada Abad Kedua. Sejarah modern dari hemofilia dimulai pada tahun 1803 oleh John Otto yang menerangkan adanya anak yang menderita hemofilia. Pada tahun 1820, untuk pertama kalinya dilakukan ulasan tentang hemofilia oleh Nasse. Pembuktian adanya kecacatan pada proses pembekuan darah pada hemofilia dilakukan oleh Wright pada tahun 1893. Namun, faktor VIII (FVIII) belum teridentifikasi hingga tahun 1937 ketika Patek dan Taylor berhasil mengisolasi faktor pembekuan dari darah, yang saat itu disebut sebagai faktor antihemofilia (AHF). Suatu bioasai dari faktor VIII diperkenalkan pada tahun 1950. Walaupun hubungan antara FVIII dan faktor von Willbrad (vWF) telah diketahui, namun hal ini tidak disadari saat itu. Pada tahun 1953, kurangnya faktor VIII pada pasien dengan defisiensi vWF pertama kali dijelaskan. Penelitian berikutnya oleh Nilson dan kawan-kawan mengindikasikan adanya interaksi antara 2 faktor pembekuan sebelumnya. Pada tahun 1952, penyakit christmas pertama kali dideskripsikan dan nama penyakit tersebut diambil dari nama keluarga pasien pertama yang diteliti secara menyeluruh. Penyakit ini sangat berbeda dari hemofilia karena pencampuran plasma pasien penyakit christmas dengan plasma pasien hemofilia menormalkan masa pembekuan (clotting time/CT) karena itu hemofilia A dan B kemudian dibedakan. Pada awal tahun 1960an, kriopresipitat adalah konsentrat yang pertama kali ada untuk terapi hemofilia. Pada tahun 1970an, lyophilized intermediate-purity concentrates atau konsentrat murni liofil menengah pertama kali dibuat dari kumpulan darah donor. Sejak saat itu terapi hemofilia secara dramatis berhasil meningkatkan harapan hidup penderitanya dan dapat memfasilitasi mereka untuk pembedahan dan perawatan di rumah Pada tahun 1980an, risiko tertular penyakit yang berasal dari konsentrat FVII pertama kali diketahui. Kebanyakan pasien dengan hemofilia berat terinfeksi oleh penyakit hepatitis B dan hepatitis C. Pada akhir tahun 1980an hampir semua pasien hemofilia berat terinfeksi hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, dan HIV. Teknik virisidal terbaru kemudian ditemukan dan efektif membunuh virus-virus tersebut. Standar terbaru tatalaksana hemofilia sekarang menggunakan konsentrat FVIII rekombinan sehingga dapat menghilangkan risiko tertular virus. Sejarah penyakit Dalam anamnesa biasanya akan didapatkan riwayat adanya salah seorang anggota keluarga laki-laki yang menderita penyakit yang sama yaitu adanya perdarahan abnormal. Beratnya perdarahan bervariasi akan tetapi biasanya beratnya perdarahan itu sama dalam satu keluarga. Sering perdarahan akibat sirkulasi adalah manifestasi pertama pada seseorang menderita hemofili. Oleh karena perdarahan dimulai sejak kecil sehingga haemarhtros ( sebagai akibat jatuh pada saat kelenjar berjalan yang menyebabkan perdarahan sendi ) merupakan gejala yang paling sering dijumpai dari penderita hemofili ini. Epidemiologi 1. Mengenai 1 dari 10.000 laki-laki di dunia. 2. Hemofilia A mendominasi 80% kasus dari keseluruhan 3. Laki-laki terdiagnosa secara klinis, perempuan apabila karier bersifat asimtomatik. Klasifikasi Hemofili 1. Hemofilia A: akibat defisiensi faktor VIII faktor pembekuan 2. Hemofilia B: akibat defisiensi faktor IX faktor pembekuan 3. Hemofilia C: akibat defisiensi faktor XI faktor pembekuan Kelainan fisik Kelainan fisik tergantung dari perdarahan yang sedang terjadi yang dapat berupa hematom di kepala atau ekstremitas, dan juga sering dijumpai hemartrasi. Tentu didaerah hematom akan ada perasaan nyeri. Jarang terjadi gangren. Perdarahan interstial akan menyebabkan atrofi otot, pergerakan akan terganggu, dan kadang-kadang menyebabkan neuritis perifer. Perdarahan dapat terjadi semenjak lahir atau neonatus. Gejala lain yang sering timbul diantaranya mudah memar, perdarahan intramuskular, dan hemartrosis. Gangguan yang mengancam jiwa terjadi bila perdarahan terjadi di organ yang vital seperti sistem saraf,sistem pernafasan, dan sistem pencernaan. Pemeriksaan hematologis Pemeriksaan yang dilakukan untuk pasien yang dicurigai hemofili diantaranya: 1. Jumlah trombosit normal 2. Waktu perdarahan normal 3. Waktu pembekuan normal 4. Protrombin Time 5. Trombin time 6. Pemeriksaan spesifik untuk faktor VII, IX, XI. Diagnosa pasti Diagnosa pasti hemofilia atas dasar pemeriksaan generasi tromboplastin. Komplikasi Komplikasi yang dapat timbul diantaranya: 1. Akibat dari perdarahan atau transfusi darah. Komplikasi akibat perdarahan adalah anemia, ambulasis atau deformitas sendi, atrofi otot atau neuritis. 2. Kerusakan sendi dan otot 3. Hematuria, bila gumpalan darah terjadi di uretra, dapat menyebabkan nyeri yang tajam. 4. Perdarahan sistem pencernaan, kelainan yang timbul dapat berupa adanya darah pada feses dan muntah. Kehilangan darah secara kronis akibat ini dapat menyebabkan anemia pada pasien. 5. Perdarahan intrakranial 6. Sindroma kompartmen. Terapi Terapi akibat perdarahan akut adalah pemberian F VIII. Sekarang sudah ada F VIII yang dapat di berikan secara intra vena, dan apabila tidak mempunyai F VIII maka dapat diberikan kriopresipitat (plasma yang didinginkan) atau diberikan transfusi darah segar. Menghindari obat-obatan yang dapat mengganggu fungsi trombosit seperti aspirin dan ibuprofen. Prognosis 1. Prognosis baik bila diterapi dengan benar, pasien akan dapat hidup secara normal. 2. Pasien harus secara rutin berkonsultasi dengan dokter spesialisnya untuk menentukan manajemen. Referensi Darah Penyakit darah
5873
https://id.wikipedia.org/wiki/Komando%20Pasukan%20Khusus
Komando Pasukan Khusus
{{Infobox military unit |unit_name = Komando Pasukan Khusus |image = Lambang Kopassus.svg |image_size = |caption = Lambang Kopassus |start_date = |country = |branch = |command_structure = TNI Angkatan Darat |type = Pasukan khusus |role = *Operasi Khusus Rahasia Anti Gerilya Operasi Pengintaian Khusus Perang Konvensional/Unkonvensional Operasi Intelijen/Kontra Intelijen Operasi Pembebasan Sandera Sabotase Anti Teror |size = Rahasia |commander1 = Mayjen TNI Deddy Suryadi |commander1_label = Komandan Jenderal |commander2 = Brigjen TNI Achiruddin |commander2_label = Wakil Komandan Jenderal |commander3 = Brigjen TNI Husein Sagaf |commander3_label = Inspektur |garrison = Jakarta Timur |nickname = Pasukan Baret Merah Hantu Rimba Komando |motto = Berani, Benar, Berhasil |colors = Komando Pasukan Khusus yang biasa disingkat menjadi Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama Tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, penembak jitu, pengintaian jarak jauh di belakang garis pertahanan musuh, dan anti-teror. Tugas Kopassus pada ranah Operasi Militer Perang (OMP) di antaranya adalah Direct Action atau serangan langsung, untuk menghancurkan instalasi vital dan logistik musuh, Combat SAR, anti-teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Intelijen Khusus). Selain itu, tugas Kopassus pada kondisi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di antaranya adalah Humanitarian Assistance (bantuan kemanusiaan), AIRSO (Operasi Anti Insurjensi, Separatisme dan Pemberontakan), perbantuan terhadap Kepolisian (sesuai permintaan perbantuan), SAR Khusus serta Pengamanan VVIP. Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan ciri khas baret merah yang disematkan di kepalanya sehingga pasukan ini seringkali dijuluki sebagai "Pasukan Baret Merah". Kopassus memiliki moto "Berani, Benar, Berhasil". Sejarah Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, Operasi Pembebasan Sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, Operasi Mapenduma, operasi pembebasan awak kapal Indonesia dari perompak Somalia, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan Kopassus tidak pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi yang pernah dilakukan Kopassus dan tidak diketahui publik seperti penyusupan pengungsi Vietnam di Pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk dikordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh di perbatasan Papua Nugini. Kesko TT III/Siliwangi Pada tanggal 16 April 1952, Kolonel A.E. Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT). Ide pembentukan kesatuan komando ini berasal dari pengalamannya menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku. Saat itu A.E. Kawilarang bersama Letkol Slamet Rijadi (Brigjen Anumerta) merasa kesulitan menghadapi pasukan komando RMS. A.E. Kawilarang bercita-cita untuk mendirikan pasukan komando yang dapat bergerak tangkas dan cepat. Untuk membentuk unit komando maka direkrutlah seorang mantan prajurit komando Inggris No.10 (Inter Allied) Commando dan Regiment Speciale Troepen KNIL bernama Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan kapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten Rokus Bernardus Visser. Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesko TT dialihkan dari Siliwangi dan langsung berada di bawah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). KKAD (Korps Komando Angkatan Darat) Pada tanggal 18 Maret 1953 Mabes APRI mengambil alih dari komando Siliwangi dan kemudian mengubah namanya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD). RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) Tanggal 25 Juli 1955 organisasi KKAD ditingkatkan menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang tetap dipimpin oleh Mochamad Idjon Djanbi. Tahun 1959 unsur-unsur tempur dipindahkan ke Cijantung, di timur Jakarta. Dan pada tahun 1959 itu pula Kepanjangan RPKAD diubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Saat itu organisasi militer itu telah dipimpin oleh Mayor Kaharuddin Nasution. Pada saat operasi penumpasan DI/TII, komandan pertama, Mayor Idjon Djanbi terluka, dan akhirnya digantikan oleh Mayor RE Djailani. Puspassus AD (Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat) Pada tanggal 12 Desember 1966, RPKAD berubah pula menjadi Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat (Puspassus AD). Nama Puspassus AD ini hanya bertahan selama lima tahun. Sebenarnya hingga tahun 1963, Puspassus AD terdiri dari dua batalyon, yaitu batalyon 1 dan batalyon 2, kesemuanya bermarkas di Jakarta. Ketika, batalyon 1 dikerahkan ke Lumbis dan Long Bawan, saat konfrontasi dengan Malaysia, sedangkan batalyon 2 juga mengalami penderitaan juga di Kuching, Malaysia. Personel nyata Puspassus AD saat itu tak lebih dari 1 Batalyon, hal ini membuat komandan Puspassus AD saat itu, Letnan Kolonel Sarwo Edhie, karena kedekatannya pribadi dengan Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Ahmad Yani, meminta penambahan personel dari 2 batalyon Banteng di Jawa Tengah. Saat menumpas DI/TII di Jawa Tengah, Ahmad Yani membentuk operasi "Gerakan Banteng Negara" (GBN) yang sering disebut Batalyon Banteng Raiders. Ahmad Yani menyanggupi dan memberikan Batalyon 441 "Banteng Raider III", Jatingaleh, Semarang dan Batalyon Lintas Udara 436 "Banteng Raider I", Magelang. Melalui rekrutmen dan seleksi latihan Raider di Bruno Purworejo dan latihan Komando di Batujajar maka Batalyon 441 "Banteng Raider III" ditahbiskan sebagai Batalyon 3 Puspassus AD (Tri Budhi Maha Sakti) di akhir tahun 1963. Menyusul kemudian Batalyon Lintas Udara 436 "Banteng Raider I", Magelang menjadi Batalyon 2 menggantikan batalyon 2 lama yang kekurangan tenaga di pertengahan 1965. Perbedaan yang mencolok adalah prajurit Puspassus AD pada Batalyon-1 dan 2 awal di Cijantung diambil dari seleksi anak-anak muda (sipil) sementara pada Batalyon-2 dan 3 seleksi prajurit RPKAD diambil dari prajurit "jadi" yang sudah mempunyai "jam terbang" dan pengalaman dalam operasi - operasi militer. Sedangkan Batalyon 454 "Banteng Raider II" tetap menjadi batalyon di bawah naungan Kodam Diponegoro. Batalyon ini kelak berpetualang di Jakarta dan terlibat tembak menembak dengan Batalyon 1 Puspassus AD di Hek. (Bekas markas Yon-3 RPKAD kini digunakan sebagai Yon Arhanudse 15, Semarang. Bekas markas Yon-2 RPKAD Magelang yang kini digunakan Rindam IV/Diponegoro. Batalyon-454 berubah menjadi Yonif-401/BR (Banteng Raiders) (kini Yonif Raider 400/Banteng Raider berkedudukan di Srondol, Semarang)). Kopassandha (Komando Pasukan Sandhi Yudha) Tanggal 17 Februari 1971, resimen tersebut kemudian diberi nama Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha). Dalam operasi di Timor Timur pasukan ini memainkan peran sejak awal. Mereka melakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia. Pada tanggal 7 Desember 1975, pasukan ini merupakan angkatan utama yang pertama ke Dili. Pasukan ini ditugaskan untuk mengamankan lapangan udara. Sementara Angkatan Laut dan Angkatan Udara mengamankan kota. Semenjak saat itu peran pasukan ini terus berlanjut dan membentuk sebagian dari kekuatan udara yang bergerak (mobile) untuk memburu tokoh Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato pada Desember 1978. Prestasi yang melambungkan nama Kopassandha adalah saat melakukan operasi pembebasan sandera yaitu para awak dan penumpang pesawat DC-9 Woyla Garuda Indonesian Airways yang dibajak oleh lima orang yang mengaku berasal dari kelompok ekstremis Islam "Komando Jihad" yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein, 28 Maret 1981. Pesawat yang tengah menerbangi rute Palembang-Medan itu sempat didaratkan di Penang, Malaysia dan akhirnya mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok. Di bawah pimpinan Letkol Sintong Panjaitan, pasukan Kopassandha mampu membebaskan seluruh sandera dan menembak mati semua pelaku pembajakan. Korban yang jatuh dari operasi ini adalah Letda Inf Achmad Kirang yang meninggal tertembak pembajak serta pilot Kapten Herman Rante yang juga ditembak oleh pembajak. Imran bin Muhammad Zein ditangkap dalam peristiwa tersebut dan dijatuhi hukuman mati. Pada tahun 1992 menangkap penerus Lobato, Xanana Gusmao, yang bersembunyi di Dili bersama pendukungnya. Kopassus (Komando Pasukan Khusus) Dengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, sejak tanggal 26 Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengan nama Kopassus hingga kini. ABRI selanjutnya melakukan penataan kembali terhadap grup di kesatuan Kopassus. Sehingga wadah kesatuan dan pendidikan digabungkan menjadi Grup 1, Grup 2, Grup 3/Pusdikpassus, serta Detasemen 81. Sejak tanggal 25 Juni 1996 Kopasuss melakukan reorganisasi dan pengembangan grup dari tiga Grup menjadi lima Grup. Grup 1/Para Komando — berlokasi di Serang, Jawa Barat Grup 2/Parakomando — berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus — berlokasi di Batujajar, Jawa Barat Grup 4/Sandhi Yudha — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur Grup 5/Anti Teror — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur Detasemen 81, unit anti teroris Kopassus, ditiadakan dan diintegrasikan ke grup-grup tadi. Sebutan bagi pemimpin Kopassus juga ditingkatkan dari Komandan Kopassus yang berpangkat Brigjen menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus yang berpangkat Mayjen bersamaan dengan reorganisasi ini. Struktur Satuan Perbedaan struktur dengan satuan infanteri lain Struktur organisasi Kopassus berbeda dengan satuan infanteri pada umumnya. Meski dari segi korps, para anggota Kopassus pada umumnya berasal dari Korps Infanteri, namun sesuai dengan sifatnya yang khusus, maka Kopassus menciptakan strukturnya sendiri, yang berbeda dengan satuan infanteri lainnya. Kopassus sengaja untuk tidak terikat pada ukuran umum satuan infanteri, hal ini tampak pada satuan mereka yang disebut Grup. Penggunaan istilah Grup bertujuan agar satuan yang dimiliki mereka terhindar dari standar ukuran satuan infanteri pada umumnya (misalnya Brigade). Dengan satuan ini, Kopassus dapat fleksibel dalam menentukan jumlah personel, bisa lebih banyak dari ukuran brigade (sekitar 5000 personel), atau lebih sedikit. Lima Grup Kopassus Secara garis besar satuan dalam Kopassus dibagi dalam lima grup dengan rincian tiga grup tempur, satu satuan khusus, dan satu satuan Diklat yaitu: Grup 1/Para Komando (Eka Wastu Baladhika) - berlokasi di Serang, Banten Batalyon 11/Atulo Sena Baladhika bermarkas di Serang, Banten Batalyon 12/Asabha Sena Baladhika bermarkas di Serang, Banten Batalyon 13/Thikkaviro Sena Baladhika bermarkas di Serang, Banten Batalyon 14/Bhadrika Sena Baladika bermarkas di Kemang, Bogor, Bogor Grup 2/Para Komando (Dwi Dharma Bhirawa Yudha) - berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah Batalyon 21/Buhpala Yudha yang bermarkas di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah Batalyon 22/Manggala Yudha yang bermarkas di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah Batalyon 23/Dhanuja Yudha bermarkas di Kartasura, Kartasura, Kartasura Grup 3/Sandhi Yudha (Catur Kottaman Wira Naraca Byuha) - berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur Batalyon 31/Eka Sandhi Yudha Utama bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur Batalyon 32/Apta Sandhi Prayudha Utama bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur Batalyon 33/Wira Sandhi Yudha Sakti bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur Satuan 81/Penanggulangan Teror (Siap Setia Berani) - berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur Batalyon 811/Aksi Khusus bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur Batalyon 812/Bantuan Khusus bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur Detasemen Bantuan Satuan 81 Kopassus bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Tri Yudha Cakti) - berlokasi di Batujajar, Jawa Barat Sekolah Komando bermarkas di Batujajar, Jawa Barat Sekolah Para bermarkas di Batujajar, Jawa Barat Sekolah Sandhi Yudha bermarkas di Batujajar, Jawa Barat Sekolah Spesialisasi bermarkas di Batujajar, Jawa Barat Sekolah Raider bermarkas di Cilacap, Jawa Tengah Sekolah Pertempuran Khusus bermarkas di Batujajar, Jawa Barat Kecuali Pusdiklatpassus, yang berfungsi sebagai pusat pendidikan, Grup-Grup lain memiliki fungsi operasional (tempur). Dengan demikian struktur Pusdiklatpassus berbeda dengan Grup-Grup lainnya. Masing-masing Grup (kecuali Pusdiklatpassus), dibagi lagi dalam batalyon, misalnya: Yon 11, 12, 13 dan 14 (dari Grup 1), Yon 21, 22 dan 23 (dari Grup 2), serta Yon 31, 32, dan 33 (dari Grup 3). Jumlah personel Karena Kopassus merupakan pasukan khusus, maka dalam melaksanakan operasi tempur, jumlah personel yang terlibat relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah personel infanteri biasa, dengan kata lain tidak menggunakan ukuran konvensional mulai dari peleton hingga batalyon. Kopassus jarang sekali (mungkin tidak pernah) melakukan operasi dengan melibatkan kekuatan satu batalyon sekaligus. Istilah di kesatuan Karena berbeda dengan satuan pada umumnya, satuan di bawah batalyon bukan disebut kompi, tetapi detasemen, unit atau tim. Kopassus jarang melibatkan personel yang banyak dalam suatu operasi. Supaya tidak terikat dengan ukuran baku pada kompi atau peleton, maka Kopassus perlu memiliki sebutan tersendiri bagi satuannya, agar lebih fleksibel. Pangkat komandan Komandan Grup berpangkat Kolonel, Komandan Batalyon berpangkat Letnan Kolonel, atau Mayor Komandan Detasemen, Tim, Unit, atau Satuan Tugas Khusus, adalah perwira yang pangkatnya disesuaikan dengan beban tugasnya (mulai Letnan Dua sampai Mayor). Komandan Saat ini, Kopassus dipimpin oleh seorang Komandan Jenderal (Danjen) yang berpangkat Mayor Jenderal. Saat ini jabatan Danjen diduduki oleh Mayjen TNI Deddy Suryadi Pendidikan Pendidikan Komando dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Bandung, Jawa-Barat dimana seluruh siswa komando harus mengikuti 60 materi pelajaran yang sangat menantang dan berat. Diantaranya teknik tempur, membaca peta, Pionir, patroli, survival, mendaki gunung serta pendaratan dengan kapal motor & amphibi. Mereka juga dilatih pertempuran jarak dekat, perang kota, teknik gerilya, selam militer dan juga anti-teror. Pendidikan dan pelatihan Komando berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan (28 minggu) yang dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama pelaksanaan pendidikan dilakukan selama 18 minggu, tahap kedua semua peserta akan dilepas di hutan dan pegunungan masing-masing dua kali selama 6 minggu, dan tahap selanjutnya tahap ketiga diakhiri dengan 4 minggu tahap rawa laut. Dengan fase sebagai berikut: Tahap I Pelatihan Dasar / Basis 18 Minggu dengan poin kemampuan individu di Batujajar. Membentuk sikap & kepribadian, mengisi keterampilan teknis, taktik Operasi Komando, Kemampuan individu & dasar pertempuran perkotaan, Pengetahuan pendukung, manajerial lapangan, dan tes kemampuan individu. Tahap II (Hutan dan Gunung) 6 Minggu dengan penekanan anti-pemberontakan, Perang Hutan, Praktek raid, menembak, navigasi darat, survival, penjejakan dan anti penjejakan di Situ Lembang. Stabilisasi pengamatan hutan, kemampuan individu di dalam hutan / Teknik dasar pertempuran, kemampuan hutan dalam hubungan kelompok, How To Fine The Figther (HTF) hutan, dan ketahanan patroli pengintaian jarak jauh (LRRP). Di awali dengan pendakian serbu (panjat tebing) di kawasan tebing Citatah yang memiliki ketinggian 48 meter. Lalu nantinya akan dilanjutkan perang hutan / gerilya baik pemantapan individu maupun kerjasama tim di daerah Situ, Lembang. Setelah itu dilanjutkan ke latihan survival di hutan. Di tahap ini para siswa komando tidak dibekali logistik dan senjata apapun selama 5 hari. Mereka harus bertahan hidup melewati segala rintangan dan mara bahaya di hutan. Siswa para komando juga dilatih pengamatan hutan. Menganalisa tiap pergerakan sebagai data yang dapat di analisis. Ini berguna untuk melatih kepekaan dan insting seorang siswa komando di hutan. Bukan hanya individu tetapi juga kerjasama tim antar prajurit juga dipertajam dalam latihan tersebut. Tahap survival diakhiri dengan long march dengan rintangan dari Lembang ke Cilacap yang berjarak sekitar 500 km. Mereka diperlengkapi dengan ransel yang berbobot sekitar 20 kg, ditambah logistik, senjata, helm dan sepatu boot. Mereka dikondisikan dalam skenario perang menuju ruang emas atau daerah target operasi yang harus direbut dalam waktu 10 hari. Tahap III (Rawa dan Laut) 4 Minggu dengan taktik operasi Komando yang berat, taktik pertempuran laut di Cilacap dan Nusakambangan. Pengamatan konservasi Rawa Laut, kemampuan patroli, pengetahuan medan rawa dan uji ketahanan terhadap interogasi. Bagian yang paling berat adalah menyelusup ke daerah target operasi dengan berenang 1 kilometer dari Cilacap ke Nusakambangan. Tahap pertempuran laut diakhiri dengan sesi serangan fajar yang meliputi pelolosan dan kamp tawanan. Pada sesi tersebut para siswa komando harus lolos dari berbagai rintangan berat tanpa bekal dan peralatan. Jika tertangkap mereka akan dimasukkan ke dalam kamp tawanan diskenariokan seperti perang sungguhan. Para siswa komando diharuskan tiba di Save House "tempat dituju" sebelum jam 10 malam di pantai Permisan sebagai syarat lulus ujian. Para siswa komando yang berhasil menyelesaikan pendidikan Komando selama 7 Bulan dengan baik akan dilantik saat upacara penutupan di pantai Permisan dengan memakai kualifikasi brevet komando dan baret komando yang telah di sandang. Isu dan berita Nama besar dan citra yang disandang Kopassus sejak didirikannya menyebabkan banyaknya pihak yang menarik-narik Kopassus untuk masuk kedalam kegiatan bernuansa politik. Kopassus sejak dulu telah menjadi tempat persemaian perwira-perwira muda potensial, yang kelak mengisi pos-pos jabatan pimpinan TNI. Nama-nama seperti L.B. Moerdani, Sintong Panjaitan, Yunus Yosfiah, Agum Gumelar, Hendropriyono, Prabowo Subianto, dan lain-lain, adalah perwira-perwira yang sudah dikenal publik, saat mereka masih berpangkat Kapten atau Mayor, berkat prestasi mereka di lapangan. Kopassus juga kerap dituding oleh LSM dan media Barat (dan sebagian terbukti, dan penyelesaiannya tidak jelas sampai hari ini) melakukan serangkaian pelanggaran HAM di Aceh, Papua, Timor Timur, dan Jakarta (lihat bagian Kasus penculikan aktivis reformasi). Masalah HAM inilah yang sempat membuat pasukan khusus Australia Australian Special Air Service Regiment tidak lagi berlatih dengan Kopassus selama beberapa tahun, sebelum kembali diadakan pada saat ini. Kasus penculikan aktivis reformasi Pada tahun 1998, nama Kopassus sempat tercoreng berkaitan dengan aktivitas Tim Mawar yang dituding bertanggung jawab terhadap kegiatan penculikan dan penghilangan nyawa beberapa aktivis pro demokrasi. Nama Kopassus kembali tercoreng setelah Peristiwa Mei 1998, ketika banyak hasil penelitian tim pencari fakta independen menemukan adanya organisasi terstruktur rapi dalam militer yang dengan sengaja dan maksud tertentu menyulut kerusuhan massa di Jakarta dan Surakarta (kedua kota tersebut secara kebetulan adalah daerah basis/markas Kopassus, yaitu Cijantung-Jakarta dan Kandang Menjangan-Surakarta). Pada 2007 masalah Tim Mawar ini kembali mencuat ke permukaan melihat kenyataan bahwa 11 tentara yang terlibat (6 di antaranya dipecat pada 1999), ternyata tidak jadi dipecat tetapi tetap meniti karier, naik pangkat dan beberapa diketahui memegang posisi-posisi penting seperti Komandan Kodim dengan pangkat kolonel. Panglima TNI menyatakan hanya 1 dari 6 perwira tersebut yang benar-benar dipecat. Peralatan Accuracy International AW AK-47 Benelli M3T Beretta 92SB / Beretta 92F Browning Hi-Power Colt 1911 Colt M4 FN Herstal Five-Seven FN Herstal MAG FN Herstal Minimi FN Herstal P90 Franchi SPAS-12 Glock 19 Heckler & Koch G3 Heckler & Koch G36 Heckler & Koch HK53 Heckler & Koch Mk23 Heckler & Koch MP5 Pindad SS1 Pindad SS2 Pindad SS2-V5C QBZ-95 Remington 700 SIG Sauer P226 / P228 SIG Sauer SIG 552 Steyr AUG Uzi Walther PPK Kriss S.V Custom made Fairbairn-Sykes Fighting Knife Ultimax 100 Referensi Pranala luar kopassus.mil.id (website resmi) TNI-AD: Kopassus Mabes TNI-AD: Kopassus Susunan Pejabat Kopassus Pembahasan mengenai Kopassus dari GlobalSecurity.org Email: penerangan@kopassus.mil.id Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Pasukan khusus Indonesia
5890
https://id.wikipedia.org/wiki/Angkatan%20Bersenjata%20Republik%20Indonesia
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, disingkat ABRI, adalah angkatan bersenjata Indonesia dari tahun 1959 hingga 2000 yang berkombinasikan dengan TNI dan Polri. ABRI dipimpin oleh seorang Panglima ABRI (Pangab) yang membawahi empat matra yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Kepolisian. 2 tahun setelah masa reformasi 1998 MPR telah menetapkan pemisahan tugas antara tentara dan polisi. ketiga angkatan berubah nama menjadi Tentara Nasional Indonesia sedangkan Kepolisian Negara Republik Indonesia berkedudukan dibawah Presiden Republik Indonesia yang bertugas menegakkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Lihat pula Tentara Nasional Indonesia Kepolisian Negara Republik Indonesia Pranala luar Si vis pacem para bellum: membangun pertahanan negara yang modern dan efektif Oleh Satrio Arism Tentara Nasional Indonesia Militer Indonesia
5892
https://id.wikipedia.org/wiki/Mayor%20Jenderal
Mayor Jenderal
Mayor Jenderal adalah pangkat perwira militer di golongan perwira tinggi satu tingkat di atas Brigadir Jenderal dan satu tingkat di bawah Letnan Jenderal. Istilah tersebut diambil dari pangkat Mayor Jenderal. Seorang Mayor Jenderal (MAYJEN) termasuk dalam jajaran perwira tinggi, biasanya satu tingkat di atas Brigadir Jenderal, dan satu tingkat di bawah Letnan Jenderal. Pangkat ini setara dengan Inspektur Jenderal Polisi di Polri Di beberapa negara yang tidak menggunakan pangkat Mayor Jenderal (sebagian Eropa Timur dan Rusia), maka Lieutenant General merupakan pangkat menengah perwira tinggi (Jenderal Bintang 2) Kolonel Jenderal (Bintang 3), dan Jenderal (Bintang 4). Mayor Jenderal di TNI Pangkat Mayor Jenderal digunakan sebagai pangkat perwira tinggi berbintang dua. Digunakan oleh TNI-AD dan Korps Marinir (TNI-AL). Di TNI-AD, pangkat ini biasanya digunakan dalam jabatan Panglima Kodam, serta jenjang jabatan lainnya yang setara. Sedangkan di Korps Marinir, pangkat ini adalah pangkat tertinggi yang dapat diraih oleh anggota Korps Marinir, kecuali pangkat yang diberikan secara khusus seperti kepada Letnan Jenderal (Mar) Ali Sadikin. Hal ini tidak benar sepenuhnya, karena banyak prajurit Marinir yang juga mencapai pangkat bintang tiga (Letnan Jenderal KKO/Mar.), diantaranya Hartono, Kahpi Suriadiredja, Safzen Noerdin, Alfan Baharuddin), Nono Sampono, Suhartono, Raden Mas Trusono, Bambang Suswantono. Perwira tinggi berbintang dua di TNI-AL (selain Korps Marinir) digunakan pangkat Laksamana Muda dan di TNI-AU adalah Marsekal Muda. Pemegang Pangkat Kehormatan Dalam sejarah TNI Angkatan Darat. banyak Perwira TNI Angkatan Darat yang diberi kehormatan untuk menggunakan pangkat ini (sebagian di antaranya diberikan secara dinas), diantaranya adalah: Mayor Jenderal TNI (Purn.) Aang Kunaefi Mayor Jenderal TNI (Purn.) Basuki Rahmat Mayor Jenderal TNI (Anumerta) Donald Isaac Panjaitan Mayor Jenderal TNI (Purn.) M. Sarbini Mayor Jenderal TNI (Purn.) Mardiyanto Mayor Jenderal TNI (Purn.) Satrio Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Soemarno Sosroatmodjo Mayor Jenderal TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo Pemegang Pangkat Mayor Jenderal di TNI Mabes TNI Tingkat Pembantu Pimpinan Wairjen TNI: Mayjen TNI Ibnu Bintang Setiawan, S.I.P., M.M. Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI: Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum, HAM, dan Narkoba Panglima TNI: Mayjen TNI Rifky Nawawi Pa Sahli Tk. III Bid. Wassus & LH Panglima TNI: Mayjen TNI Lismer Lumban Siantar Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI: Mayjen TNI Puji Cahyono Asintel Panglima TNI: Mayjen TNI Djaka Budhi Utama Aster Panglima TNI: Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno, S.H., M.H. Danpaspampres: Mayjen TNI Rafael Granada Baay Tingkat Balakpus Wadansesko TNI: Mayjen TNI Prince Meyer Putong Kapuskes TNI: Mayjen TNI dr. Yenny Purnama Dankoopsus TNI: Mayjen TNI Joko Purwo Putranto, M.Sc. Kaskogabwilhan I: Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto Mabesad Tingkat Pembantu Pimpinan Wairjenad: Mayjen TN Irham Waroihan Pa Sahli Kasad Tk. III Bid. Polkamnas: Mayjen TNI Joko Purnomo Pa Sahli Kasad Tk. III Bid. Intekmil & Siber: Mayjen TNI - Pa Sahli Kasad Tk. III Bid. Hubinter: Mayjen TNI Gunung Iskandar Pa Sahli Kasad Tk. III Bid. Komsos: Mayjen TNI Djashar Djamil Pa Sahli Kasad Tk. III Bid. Jahpers: Mayjen TNI M. Zulkifli Pa Sahli Kasad Tk. III Bid. Banusia: Mayjen TNI Lilik Sudaryani Pa Sahli Kasad Tk. III Bid. Sosbudkum HAM & Narkoba: Mayjen TNI Candra Wijaya, M.A. Pa Sahli Kasad Tk. III Bid. Wassus & LH: Mayjen TNI Arkamelvi Karmani Pa Sahli Kasad Tk. III Bid. Ekkudag: Mayjen TNI Sulaiman Agusto Asrena Kasad: Mayjen TNI Kasuri Asintel Kasad: Mayjen TNI Jaka Tandang Asops Kasad: Mayjen TNI Dian Sundiana Aspers Kasad: Mayjen TNI Agus Prangarso, S.Sos. Aslog Kasad: Mayjen TNI Hari Arif Wibowo, S.I.P., M.Tr.(Han). Aster Kasad: Mayjen TNI H. Achmad Daniel Chardin, S.E., M.Si., Aslat Kasad: Mayjen TNI Dwi Darmadi, S.Sos. Tingkat Balakpus Gubernur Akmil: Mayjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, S.E. Danseskoad: Mayjen TNI I Ketut Duara Dansecapaad: Mayjen TNI Henra Hari Sutaryo Wadanpusterad: Mayjen TNI Herianto Syahputra Wadanpuspomad: Mayjen TNI Eka Wijaya Permana Danpuspenerbad: Mayjen TNI Toto Nugroho, S.I.P., M.Si. Danjen Kopassus: Mayjen TNI Deddy Suryadi Kapusbekangad: Mayjen TNI Diding Ahmad Kizwini, S.Sos., M.M. Kapushubad: Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie Kapuskesad: Mayjen TNI Sukirman Kapuspalad: Mayjen TNI Kuswara Harja Kapusziad: Mayjen TNI I Nengah Wiraatmadja Wadanpussenif: Mayjen TNI Toto Nurwanto, S.IP., M.Si. Danpussenkav: Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P. Danpussenarmed: Mayjen TNI M. Naudi Nurdika Danpussenarhanud: Mayjen TNI Johanis Payung Kodiklatad Wadankodiklatad: Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P. Ir Kodiklatad: Mayjen TNI Tjaturputra Gunadi Genah, S.Sos., M.M., M.Tr.(Han). Kostrad Kaskostrad: Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa Ir Kostrad: Mayjen TNI Mochamad Reza Utama Pangdivif 1/Kostrad: Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun, S.I.P. Pangdivif 2/Kostrad: Mayjen TNI Haryanto, S.I.P., M.Tr.(Han) Pangdivif 3/Kostrad: Mayjen TNI Choirul Anam, S.E, M.M. RSPAD Gatot Subroto Waka RSPAD: Mayjen TNI dr. Lukman Ma'ruf, Sp.Bs., M.Kes., M.H. Kapok Sahli RSPAD: Mayjen TNI dr. Nyoto Widyo Astoro, Sp.PD-KHOM., Finasim., M.H. Kakommed RSPAD: Mayjen TNI Purwo Setyanto Tingkat Kotama Pangdam IM: Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya, S.I.P. Pangdam I/BB: Mayjen TNI Mochammad Hasan Pangdam II/Swj: Mayjen TNI Yanuar Adil Pangdam Jaya: Mayjen TNI Mohamad Hasan, S.H. Pangdam III/Slw: Mayjen TNI Erwin Djatniko, S.Sos. Pangdam IV/Dip: Mayjen TNI Widi Prasetijono Pangdam V/Bwj: Mayjen TNI H. Farid Makruf, M.A. Pangdam VI/Mlw: Mayjen TNI Tri Budi Utomo, S.E. Pangdam IX/Udy: Mayjen TNI Harfendi, S.I.P., M.Sc. Pangdam XII/Tpr: Mayjen TNI Iwan Setiawan Pangdam XIII/Mdk: Mayjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M. Pangdam XIV/Hsn: Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos. M.Tr. (Han) Pangdam XVI/Ptm: Mayjen TNI Syafrial, P.S.C., M.Tr.(Han). Pangdam XVII/Cen: Mayjen TNI Izak Pangemanan, M.Han. Pangdam XVIII/Kas: Mayjen TNI Ilyas Alamsyah Luar TNI AD Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum & Keamanan Republik Indonesia Depbid Koorpoldagri Kemenko Polhukam: Mayjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr.(Han). Staf Ahli Bidang SDM & Teknologi Kemenko Polhukam: Mayjen TNI Burlian Sjafei Kejaksaan Agung Republik Indonesia Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer: Mayjen TNI Dr. Wahyoedho Indrajit, S.H,. M.H Kementrian Pertahanan Republik Indonesia Dirjen Strahan Kemhan RI: Mayjen TNI Bambang Trisnohadi Dirjen Pothan Kemhan RI: Mayjen TNI Mohammad Fadjar, M.PICT Kabadiklat Kemhan RI: Mayjen TNI Tandyo Budi Revita Kabainstrahan Kemhan RI: Mayjen TNI Yudi Abrimantyo, S.I.P., M.Sc. Staf Ahli Bidang Keamanan Kemhan RI: Mayjen TNI Zainul Arifin Staf Ahli Bidang Politik Kemhan RI: Mayjen TNI Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M. Staf Ahli Bidang Sosial Kemhan RI: Mayjen TNI Kartiko Wardani, M.Tr.(Han). Staf Ahli Bidang Ekonomi Kemhan RI: Mayjen TNI Piek Budyakto Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT: Mayjen TNI Roni Pasaribu Universitas Pertahanan Republik Indonesia Warek Bidang Umum dan Keuangan Unhan RI: Mayjen TNI Amad Sugiyono Warek Bidang Kerjasama Kelembagaan Unhan RI: Mayjen TNI Susilo Adi Purwantoro Direktur Pascasarjana Unhan RI: Mayjen TNI Joni Widjayanto Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan RI: Mayjen TNI Agus Winarna Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI: Mayjen TNI Priyanto Dekan Fakultas Keamanan Nasional Unhan RI: Mayjen TNI Pujo Widodo Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unhan RI: Mayjen TNI Prihati Pujowaskito Kasatwas Unhan RI: Mayjen TNI Rui Fernando Guedes Palmeiras Duarte Badan Intelijen Negara Gubernur STIN BIN: Mayjen TNI Djoko Andoko Lembaga Ketahanan Nasional TA Pengajar Bid. Strategi Lemhannas: Mayjen TNI Rano Tilaar TA Pengajar Bid. Kewaspadaan Lemhannas: Mayjen TNI Rido Hermawan TA Pengajar Bid. Geostrat & Tannas Lemhannas: Mayjen TNI Urip Wahyudi TA Pengajar Bid. Ideologi Lemhannas: Mayjen TNI Fulad TA Pengajar Bid. Geografi Lemhannas: Mayjen TNI Ramses Lumban Tobing TA Pengkaji Bid. Strategi Lemhannas: Mayjen TNI Benny Octaviar TA Pengkaji Bid. Kepemimpinan Lemhannas: Mayjen TNI Purbo Prastowo TA Pengkaji Bid. Geografi Lemhannas: Mayjen TNI Gathut Setyo Utomo Departemen Taplai Lemhannas: Mayjen TNI Agus Arif Fadila Dewan Ketahanan Nasional Depdik Bid. Sistem Nasional Wantannas: Mayjen TNI Syachriyal E. Siregar Staf Ahli Bid. Ekonomi Wantannas: Mayjen TNI Ivancius Siagian Staf Ahli Bid. Sosbud Wantannas: Mayjen TNI Tri Yuniarto Korps Marinir Komandan Korps Marinir: Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. Asintel Kasal: Mayjen TNI (Mar) Suaf Yanu Hardani Aspotmar Kasal: Mayjen TNI (Mar) Markos, S.E. TA Pengkaji Bidang Kewaspadaan Nasional Lemhanas: Mayjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M. TA Pengkaji Bidang Sumber Kekayaan Alam Lemhannas: Mayjen TNI (Mar) Siswoto TA Pengkaji Bidang Sistem Manajemen Nasional Lemhannas: Mayjen TNI (Mar) Nana Rukmana, S.E. Staf Khusus Kasal (Executive Vice President of Security PT KAI): Mayjen TNI (Mar) Endang Taryo, S.E., M.Si., CHRMP. Staf Khusus Kasal: Mayjen TNI (Mar) Edi Juardi Lihat pula Jenderal Tanda Kepangkatan TNI Angkatan Darat Tanda Kepangkatan TNI TNI Angkatan Darat Jenderal, 2
5898
https://id.wikipedia.org/wiki/Aerogen
Aerogen
Aerogen adalah istilah untuk merujuk kepada penyebaran suatu penyakit lewat perantara udara. Beberapa virus menggunakan sarana ini untuk menempati inang baru. Influenza, Cacar air bahkan SARS atau Severe Acute Respiratory Syndromme menggunakan cara ini. Penyakit
5909
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar%20frasa%20Latin
Daftar frasa Latin
Daftar di bawah ini adalah peribahasa, pepatah, kiasan dan ungkapan dalam bahasa Latin. Kata-kata atau kalimat-kalimat di bawah ini sering digunakan dan sebagian besar merupakan motto sebuah negara atau daerah. Kecewa A A bene placito Sesukanya atau Sekehendak hatinya. Ab hinc Dari sini atau dari sumber/sebab ini. Ab imo pectore Dari lubuk hati yang paling dalam Ab incunabulis Sejak dalam ayunan/buaian. Ab initio Sejak semula. Ab origine Dari asal muasalnya. Ab ovo usque ad mala Dari telur sampai apel. Sebuah ungkapan yang digunakan untuk menyatakan jamuan makan yang lengkap, mulai dari hidangan pembuka sampai penutup. Ab urbe condita Sejak berdirinya kota (Roma), yang menurut sejarah dimulai pada tanggal 21 April tahun 753 SM. Sering disingkat sebagai AUC untuk menandai Tarikh Romawi. Sejarawan Romawi Titus Livius, menggunakannya sebagai judul buku. Ab esse ad posse Dari ada menuju bisa atau Dari keadaan menjadi pengetahuan. Maksudnya ialah dari keberadaan hal, maka seseorang bisa mengetahui kemampuannya. Absentem laedit, qui cum ebrio litigat Mereka yang berdebat dengan orang mabuk, mengganggu ketertiban umum. Absit (malum) omen Semoga tidak ada pertanda (buruk) . Abusus non tollit usum Kemungkinan penyalahgunaan tidak menghalangi manfaat. Acquiris quodcumque rapis Engkau mendapatkan apa yang kau jarah Acta est fabula Apa yang terjadi adalah sebuah kisah. Ini adalah kata-kata terakhir Kaisar Agustus. Bisa pula berarti Permainan/sandiwara (the play) telah berakhir. (Ing: The play is over) Acta est fabula, plaudite! Yang berarti "Sandiwara telah berakhir! Bertepuk tanganlah!" A Deo rex, a rege lex Raja oleh Tuhan, Hukum oleh Raja. Sebuah argumen yang mendasari kekuasaan sistem pemerintahan monarki. Ad astra per aspera Sampai ke bintang dengan jerih payah. Ini adalah motto negara bagian Kansas, Amerika Serikat. Ad captandum vulgus Mengambil perhatian rakyat. Maksudnya ialah seorang politikus yang berjanji muluk-muluk terhadap rakyat. Adde parvum parvo, manus acervus erit Tambahkan, sedikit demi sedikit maka nanti akan menjadi tumpukan. Dalam bahasa Indonesia, kalimat ini diterjemahkan sebagai: Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Ad hoc Dibentuk atau dimaksudkan untuk satu tujuan khusus saja, atau sesuatu yang diimprovisasi. Contoh: Komisi ad hoc DPRAd hominemTertuju pada pribadi atau karakter seseorang. Contoh penggunaannya "Argumen anggota dewan lebih bersifat ad hominem ketimbang membahas akar permasalahan". Ad impossibilia nemo teneturTak seorangpun berkewajiban melakukan hal yang mustahil. Ad infinitumSampai tak terhingga. Maksudnya ialah tiada habis-habisnya. Ad interimSementara. Contoh penggunaan Hari Sabarno adalah, menteri Menko Polkam ad interim. Ad Majorem Dei GloriamUntuk Keagungan Allah Yang Lebih Besar. Motto Ordo Serikat Yesus dalam Agama Katolik. Ad nauseamsampai memuakkan. Maksudnya kalimat ini, adalah mengulang-ulang suatu hal berkali-kali sampai memuakkan. Aegroto dum anima est, spes estSelama seseorang yang sakit masih memiliki semangat, maka masih ada harapan. Age quod agisLakukan apa yang (harus) kau lakukan. Maksudnya ialah, lakukanlah sebaik mungkin apa yang dilakukan. Alii bella gerunt, tu felix Austria nube Orang lain berperang, tetapi engkau Austria yang beruntung, engkau menikah. Kalimat ini merujuk kepada siasat Austria yang pandai, dan mengkawini semua kerajaan-kerajaan di Eropa lainnya. A mari usque ad mareDari Laut ke Laut. Kalimat ini adalah motto negara Kanada. Amicus certus in re incerta cernitur Seorang kawan sejati dapat dikenali pada saat yang penuh ketidakpastian. Kalimat ini ditulis oleh Cicero Amor patriae nostra lex Cinta Tanah Air adalah hukum kita. Amor vincit omnia Cinta mengalahkan semuanya. A posse ad esse non valet consequentia Penalaran tak berlaku dari sebuah kemungkinan menjadi sebuah kenyataan / keberadaan. Artinya seseorang tak dapat memastikan keberadaan suatu hal berdasarkan kemungkinannya. A pedibus usque ad caput Dari kaki sampai kepala. A posteriori Secara harafiah berarti dari yang terakhir. Frasa ini digunakan sebagai sinonim untuk metode penalaran Induktif. A priori Secara harafiah berarti sejak yang pertama. Frasa ini digunakan sebagai sinonim untuk metode penalaran Deduktif. Aquila non capit muscasSeekor elang tidak menangkap lalat. Aquiris quodcumque rapisEngkau mendapatkan apa yang engkau jarah. Ars est celare artem Diperlukan sebuah keahlian/seni (yang tinggi) untuk menyembunyikan sebuah keahlian/seni sesungguhnya. Maksudnya karya seni yang sejati tidak memperlihatkan teknik yang digunakan/dimiliki oleh seniman penciptanya. Ars gratia artisSeni untuk seni. Moto perusahaan film Metro Goldwin Mayer. Ars longa, vita brevis Seni itu panjang, sedangkan hidup itu pendek. Ini adalah kalimat terjemahan Horatius dari Hippokrates yang sering dipakai di luar konteks. Yang dimaksud dengan seni di sini ialah ilmu kedokteran di mana seseorang membutuhkan waktu seumur hidup untuk mempelajarinya. Audaces fortuna iuvat Nasib baik menolong mereka yang berani. Kutipan dari karya Vergilius, Aeneid 10:284. Audi, vide, tace, si tu vis vivere Dengar, lihat dan diamlah jika engkau ingin hidup. Audi alteram partem Dengarkan pihak lain. Kalimat ini merupakan sebuah ungkapan dalam bidang hukum demi menjaga keadilan. Audiatur et altera pars Dengar semua sisi. Ini adalah sebuah ungkapan yuridis atau hukum. Aurora musis amica est Fajar adalah teman para muse, Muse adalah semacam dewi dewa pelindung seni, dari mana kata musik diambil. B Beati hispani, quibus vivere bibere estOrang-orang Spanyol yang beruntung, bagi mereka hidup adalah minum-minum. Ejekan untuk aksen orang Spanyol yang mengeja huruf v sebagai b, sehingga kata Latin vivere (hidup) terdengar bibere (minum). Beati pauperes spirituBerbahagialah mereka yang rendah hati. Kalimat ini diambil dari Kitab Suci Perjanjian Baru Injil Matius 3:5. yang lebih dikenal sebagai Khotbah di atas bukit. Beatus, qui prodest, quibus potestBerbahagialah ia yang mendapatkan keuntungan dari mereka yang bisa ia pengaruhi. Bene diagnoscitur, bene curaturSesuatu yang didiagnosa dengan baik, bisa diobati dengan baik pula. Bene qui latuit bene vixitIa yang tak menarik perhatian orang lain, hidup nyaman. Bis dat, qui cito datBarangsiapa yang dapat memberikan dengan cepat, ia memberikan dua kali lipat. Dikutip dari ucapan Publius Syrus. Bis repetita non placentPengulangan dua kali tidak menyenangkan. Bona diagnosis, bona curatioSebuah diagnosa baik adalah sebuah obat baik. Bona valetudo melior est quam maximae divitiaeKondisi badan yang sehat lebih berharga daripada kekayaan yang berlimpah-limpah. Boni pastoris est tondere pecus, non deglubereAdalah tugas seorang gembala yang baik mencukur dombanya, bukan mengulitinya. Kutipan dari karya Suetonius, De Vita Caesarum – Vita Tiberi:32. Dalam buku ini diceritakan bahwa Kaisar Tiberius menasihati para bawahannya agar jangan menarik pajak berlebihan dari rakyat mereka. C Carpe diemPetiklah hari (ini). Kalimat lengkapnya adalah: carpe diem, quam minimum credula postero yang artinya ialah: "petiklah hari, dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok.". Kutipan dari karya Horatius Carminum I:9:8. Maksudnya ialah orang dianjurkan untuk hidup dari hari ke hari. Carpe noctumTangkaplah malam. Carthago delenda est Kartago harus dihancurkan. Kalimat yang diucapkan oleh Senator Marcus Cato ini menegaskan bahwa bila Republik Romawi ingin mengukuhkan kekuasaannya di laut Tengah, maka Kartago, ibu kota Funisia, harus dihancurkan. Rencana ini akhirnya terwujud pada tahun 149 SM dalam Perang Ketiga Punik. Casus belli Aksi atau insiden yang memicu peperangan. Ceteris paribus dengan hal-hal lainnya tetap sama. Dalam ilmu ekonomi, istilah ceteris paribus sering kali digunakan, yaitu sebagai suatu asumsi untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai anggapan ekonomi. Cibi condimentum est fames Rasa lapar adalah bumbu setiap hidangan. Maksudnya ialah bagi orang lapar, semua makanan rasanya enak. Civis romanum sum Saya adalah seorang warga Romawi. Kutipan dari karya (Cicero), Orationes in Verrum II.5:147 Cogito ergo sum Aku berpikir maka aku ada. Ungkapan yang diutarakan oleh Descartes, sang filsuf ternama dari Prancis. Maksudnya kalimat ini keberadaan (eksistensi) bisa dibuktikan dengan fakta bahwa seseorang berpikir dan menjadi dasar pemikiran aliran Rasionalisme Concordia civium murus urbium Kesatuan warga adalah tembok kota. Maksudnya rasa persatuan antara warga, adalah alat pertahanan yang terbaik untuk dalam mempertahankan sebuah kota. Consuetudinis vis magna est Pengaruh sebuah kebiasaan sungguh luar biasa. Consuetudo altera natura est Kebiasaan adalah kodrat kedua. Contraria contrariis curantur Obat yang menyembuhkan Contra vim mortis non est medicamen in hortis Tidak ada obat di kebun yang dapat menanggulangi kekuatan kematian. Maksudnya tak ada obat untuk kematian. Corruptissima re publica plurimae leges Semakin korup sebuah republik, semakin banyak undang-undang. Credo ergo sum `` aku percaya maka aku ada ``. Ungkapan dari Newberg dan Waldman. Maksudnya aku percaya bahwa anda percaya pada diri sendiri, dunia menjadi milikmu. Credo quia absurdum Saya percaya karena mustahil. Cuius regio, eius religio Siapa memerintah, agamanya dianut. Hal ini merupakan sebuah hak istimewa raja yang ditetapkan pada Perdamaian Augsburg, 1555. Cuiusvis hominis est errare Setiap orang bisa berbuat salah. Kutipan dari karya Cicero, Philippica XII, 5 Cura te ipsum Urusi dirimu sendiri! Cura, ut valeas! Berusahalah agar kau berhasil! D Damnant quod non intellegunt Mereka menyalahkan/mengutuk apa yang mereka tak mengerti. De gustibus non est disputandum Tidak ada yang patut diperdebatkan menyangkut selera De minimis non curat praetor Praetor tidak mengurusi hal-hal yang sepele/remeh. Praetor adalah pejabat Romawi yang berperan sebagai hakim. De minimis non curat lex Hukum tidak mengurusi hal-hal yang sepele/remeh. De mortuis nihil nisi bene Tentang yang sudah berpulang/meninggal, tak ada dikatakan kecuali yang baik. Deliriant isti Romani Orang-orang Romawi itu memang gila. Kutipan dari kata-kata yang sering diucapkan oleh Obelix dalam serial komik Asterix. Deo Vindice (Dengan) Tuhan sebagai Pelindung (Kita). Motto Konfederasi Amerika. Deorum injuriae Diis curae Ketidakadilan terhadap dewa-dewa adalah urusan dewa-dewa. Kutipan dari karya Tacitus, Annales I:73 Desinit in piscem mulier formosa superne Deus vult! Tuhan menghendakinya!. Sebuah semboyan para ksatria Perang Salib. Diem perdidi Saya telah kehilangan satu hari. Kalimat ini diucapkan oleh Kaisar Titus kala ia menyadari bahwa satu hari terlewatkan tanpa kesempatan untuk melakukan hal-hal yang baik/berguna. Divide et impera Pecah-belah dan kuasai! Kalimat ini konon dipakai Julius Caesar. Di Indonesia kalimat ini juga digunakan sebagai kalimat yang mengungkapkan politik kaum kolonialis penjajah Belanda. Docendo discimus Kita belajar dengan mengajar. Dominus Illuminatio Mea Tuhan adalah Cahayaku. Motto dari Universitas Oxford di Inggris yang diambil dari ayat pembuka Mazmur 27 Draco dormiens nunquam titillandus Jangan pernah mengusik naga yang sedang tidur. Dulce et decorum est pro patria mori Adalah hal yang manis dan mulia apabila seseorang gugur demi negerinya. Dikutip dari karya Horatius, Carmina III:2:13 Dum spiro, spero Selama saya masih bernapas, saya tetap berharap. Duo cum faciunt idem, non est idem Apabila dua orang mengerjakan hal yang sama, maka itu tidaklah sama. Dura lex, sed lex Hukum memang keras, tetapi itulah hukum. Dura necessitas Kebutuhan adalah susah. E E fructu arbor cognoscitur Sebuah pohon bisa dikenali dari buahnya. Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Baru Injil Lukas VI:44 En todo amar y servir Dalam segalanya mencintai dan mengabdi. Ecclesia semper reformanda est Gereja harus selalu tereformasi. Errare humanum est. Perseverare diabolicum Berbuat kesalahan adalah suatu hal manusiawi. Mengulangi kesalahan adalah perbuatan iblis. Et ipsa scientia potestas est Pengetahuan itu sendiri adalah kekuasaan/kekuatan. Dikutip dari Meditationes Sacræ De Hæresibus karya Francis Bacon Et nunc reges, intelligite erudimini qui judicatis terram... Dan sekarang kalian para Raja, yang menjadi hakim di bumi, pahamlah dan terimalah pengajaran... . Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Lama, Mazmur II:10. Ex astris, Scientia atau lengkapnya Ex astris, Scientia venit, berarti dari bintang-bintang, datang pengetahuan . Varian dari moto ini digunakan oleh Apollo 13 Ex luna, scientia yang menggambarkan betapa banyaknya pengetahuan yang diperoleh dari penjelajahan manusia ke luar angkasa. Ex nihilo nihil fit Tak ada sesuatupun yang muncul dari ketiadaan. Ex oriente lux Cahaya datang dari Timur. Maksudnya ialah bahwa kebudayaan dan kebijaksanaan, sopan santun dan sebagainya berasal dari Dunia Timur. Exegi monumentum aere perennius Telah kuselesaikan sebuah monumen yang lebih kekal dari perunggu. Kutipan dari karya Horatius Odes, III, ode 30, baris pertama exempli gratia (e.g.) Untuk contohnya. Sering salah dimengerti sebagai "yaitu"; untuk hal itu, gunakan id est (i.e.) Experto credite Percayalah pada yang telah terbukti. Extra Ecclesiam Nulla Salus Di luar Gereja, tidak ada keselamatan.Sebuah dogma Gereja Katolik Roma yang dipertentangkan. Hal ini sudah dibahas panjang lebar pada Konsili Vatikan II. Ex Ungue Leonem Dari tajamnya kuku kita mengenal seekor singa. F Falsa Tidak tepat Ini adalah sebuat penjelasan dengan jelas, dari bahasa lati ke bahasa indonesia dengan singkat. Faber est suae quisque fortunae Setiap orang adalah penata/perancang nasibnya sendiri Kalimat ini diucapkan oleh Appius Claudius Caecus (340-273 SM), Sensor, Konsul dan Diktator pada era Republik Romawi. Facilis descensus Avernobegitu mudahnya turun ke dalam Averno . Averno adalah nama sebuah danau belerang di sebelah selatan Itali, dekat laut Tirenia. Karena pekatnya uap belerang yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanik, tidak ada unggas yang dapat bertahan hidup di daerah tersebut. Legenda Romawi Kuno menganggap tempat ini sebagai gerbang neraka. Felix qui potuit rerum cognoscere causas Berbahagialah, mereka yang dapat mengerti penyebab sesuatu. Kutipan dari karya Kutipan dari karya Vergilius, Georgicon II: 490 Festina lente! Bergegaslah tetapi perlahan! . Maksudnya lakukan segala sesuatu dengan cepat tetapi dengan cermat. Kalimat ini diucapkan oleh Kaisar Agustus Fiat justitia pereat mundus Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun dunia harus binasa. Kalimat ini diucapkan oleh Ferdinand I (1503–1564), Raja Hungaria dan Bohemia dari 1558 sampai dengan 1564, yang diadoptasi dari kalimat yang hampir mirip artinya Fiat justitia ruat coelum di bawah. Fiat justitia ruat caelumHendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh. . Kalimat ini diucapkan oleh Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM). Fiat lux Jadilah Terang. Kutipan dari Kitab Perjanjian Lama, Kejadian I:3 Fide, sed qui, vide, Percayalah tetapi berhati-hatilah memilih orang yang kau percayaiFluctuat nec mergitur Terombang-ambing tetapi tak tenggelam. Moto ibu kota Prancis, Paris. Fortes fortuna iuvatNasib baik membantu para pemberaniForsan et haec olim meminisse iuvabitMungkin suatu waktu nanti akan menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk mengingat hal-hal/peristiwa-peristiwa ini. G Gaudeamus igitur iuvenes dum sumusKarena itu bersukacitalah sewaktu kita masih muda. Kalimat ini merupakan baris pertama dari lagu De Brevitate Vitae Gaudeamus, yang biasanya dinyanyikan pada saat para Guru Besar memasuki ruangan. Menurut sejarahnya, lagu yang diciptakan pada abad pertengahan ini sering dinyanyikan para mahasiswa pada saat minum-minum, yang dicerminkan dari liriknya yang menggambarkan kehidupan mahasiswa yang bebas dan nyaris tanpa beban. Gloria victiskejayaan pada yang kalah. Graeca sunt, non legunturTertulis dalam bahasa Yunani, tidak bisa dibaca. Kalimat ini sering digunakan oleh kaum terdidik Romawi untuk menunjukkan keunggulannya, penguasaan bahasa Yunani. Gutta cavat lapidem non vi, sed saepe cadendo; sic homo fit sapiens bis non, sed saepe legendoBatu berlubang bukan karena kekuatan yang dashyat tetapi akibat tetesan air yang berulangkali; [[Begitu pula manusia menjadi bijak bukan karena satu dua kali tetapi karena kerapkali membaca]] H Habent sua fata libelliBuku-buku memiliki nasibnya sendiriHannibal ante portasHanibal (ada) di depan gerbang (kota Roma). Kalimat ini menggambarkan situasi genting yang dihadapi oleh Republik Romawi akibat invasi yang dipimpin Hanibal selama Perang Kedua Punik. Hic Rhodus, hic saltusInilah Rhodes (pulau di sebelah tenggara laut Aegean, Yunani), di sinilah kamu melompat. Kutipan dari karya Erasmus, Adagia 3:3:28 yang menyadur dari cerita fabel Aesop . Dalam kisah tersebut seorang pembual mengatakan bahwa ia pernah membuat lompatan yang luar biasa di Rhodes dan ada beberapa saksi yang hadir saat itu. Salah satu seorang pendengarnya mengomentari dengan mengatakan kalimat di atas. Hodie mihi, cras tibiHari ini aku, besok kamu. Kalimat ini biasanya tertulis di batu nisan, untuk mengingatkan mereka yang masih hidup bahwa suatu saat mereka akan mati. Homines quod volunt creduntManusia mudah mempercayai hal-hal yang memang diinginkannya. Homo homini lupus estManusia adalah serigala bagi sesama manusia. Homo proponit, sed Deus disponitManusia berencana, Tuhan yang memutuskanHomo sum, humani nihil a me alienum putoAku adalah seorang manusia, dan aku simpulkan tak ada satupun yang menyangkut manusia asing bagiku. Asing dalam kalimat ini bisa diartikan tidak relevan. Kalimat ini dikutip dari drama karya Terentius, Heautontimoroumenos. Hypotheses non fingoSaya tidak merekayasa hipotesis-hipotesis. Kutipan dari karya monumental Isaac Newton, Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, Scholium Generale alinea V. Kata-kata ini ditulis untuk menanggapi tudingan bahwa dia hanya memberikan rumus matematik dari hukum kinetik tetapi tidak menjelaskan penyebab keberadaan gravitasi. I id est (i.e.) yaitu. Sering salah dimengerti (terutama dalam bahasa Inggris) sebagai "contohnya" (in example); untuk hal itu, gunakan exempli gratia (e.g.) Ignorantia iuris nocetKetidaktahuan akan hukum mencelakakan. Peribahasa ini dipakai dalam dunia hukum yang menyatakan bahwa ketidaktahuan seseorang akan hukum dan peraturan, tidak dapat dijadikan alasan di pengadilan. Ignorantia legis non excusatPengabaian hukum tidak dapat dimaafkan/dimaklumi. Ignoti nulla cupidoTak ada hasrat akan sesuatu yang tidak diketahui. Artinya kebutuhan kita bertambah seiring dengan pengetahuan. In cauda venenumDi ekor terdapat racun. Artinya taruhlah yang terburuk di terakhir. In dubio pro reoDalam kesangsian demi tertuduh atau dapat diartikan demi asas praduga tak bersalah. In hoc signo vincesKau akan menang dengan lambang ini. Menurut hikayat, Semboyan ini diadaptasi oleh Kaisar Konstantin setelah ia melihat penampakan salib di langit sebelum pertempuran melawan Maxentius, tahun 312 M. In medias resdi tengah perihal. Dalam terminologi kesastraan, ungkapan ini merujuk kepada adalah kisah/penulisan cerita yang bermula langsung di tengah cerita, biasanya langsung ke bagian yang penting dari sebuah cerita In Medias Res adalah nama sebuah kelompok musik metal progresif dari Convington, Louisiana, Amerika Serikat serta nama album keduanya In necessariis unitas, in dubiis libertas, in omnibus caritasDalam kegentingan bersatu, dalam keraguan merdeka, dalam segala hal cinta atau Bersatu (unitas) dalam hal-hal penting/utama, bebas (libertas) dalam hal-hal yang tidak utama, dan cinta (caritas) dalam semua hal. Kutipan dari Rupertus Meldenius, seorang teolog Lutheran abad ke-17 dari Jerman, walaupun ada sejumlah sumber yang mengatakan bahwa kalimat ini berasal oleh Santo Augustinus dari Hippo. Kalimat ini sering kali digunakan untuk menekankan kebebasan beragama dan penafsiran teologi. In vino veritasdi dalam anggur adalah kebenaran. Maksudnya, orang yang mabuk akan mengatakan yang benar. Inter arma enim silent legesDi antara senjata undang-undang membisu. Interdum dormitat bonus HomerusKadangkala Homerus yang baik pun mengantuk. Artinya mereka yang terbaik sekalipun kadang melakukan kesalahan. Ira furor brevis estAmarah adalah kegilaan yang singkatIs fecit, cui prodest.’‘Barangsiapa yang berguna, dia telah berbuatIte Inflammate OmniaPergilah dan kobarkanlah duniaIura novat curia.’‘Undang-undang memperbaharui/menghidupkan kembali gedung Senat. Curia adalah lembaga senat Romawi yang kemudian berubah menjadi lembaga Kepausan. Iurare in verba magistriBersumpah dengan mengutip kata-kata dari sang guru. Maksudnya membeo. Ius SanguinisHak berdasarkan darah atau garis keturunan. Contohnya sistem kewarganegaraan di Indonesia yang berdasarkan kewarganegaraan ayah. Ius SoliHak berdasarkan tanah kelahiran. Contohnya sistem kewarganegaraan di Amerika Serikat J Justitia omnibus Keadilan untuk semua. Motto ibu kota Amerika Serikat, Washington DC. L Labor omnia vincit.Kerja/Usaha mengatasi segalanya. Laborare est orareBekerja adalah berdoa. M Major e longinquo reverentiaDilihat dari jarak jauh, semua hal terlihat indah. Kutipan dari karya Tacitus, Annales I:47 Mala herba cito crescitGulma/rumput liar berkembang dengan cepat. Manus manum lavatTangan yang satu mencuci tangan yang lain. Mater artium necessitasKebutuhan adalah induk dari pengetahuan. Maxima debitur puero reverentiaKasih sayang yang berlimpah wajib diberikan kepada anak. Kutipan dari karya Juvenal, Satura XIV:47 Medicus curat, natura sanatTabib/dokter mengobati, Alam menyembuhkan. Medio tutissimus ibisKau kan berjalan di tempat teraman, di jalan tengah. Artinya ketidakberpihakan adalah yang paling aman. Kutipan dari karya Ovidus, Metamorphoses II:137 Memento moriIngatlah kau akan mati. Semboyan Ordo Katolik Cistercian atau lebih dikenal dengan julukan Trappis. Mens sana in corpore sanoDalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Kutipan buku karya Juvenal, Satura X:356 Mens agitat molemPikiran yang menggerakan massa. Metri causaDemi meter. Meter adalah irama yang tersusun secara sistematik berdasarkan panjang pendeknya suku-suku kata dalam sebuah puisi. Kadangkala seorang pujangga harus bekerja keras dengan mengubah susunan kata atau mencari padanan kata demi memenuhi kaidah ini. Morituri te salutantMereka yang akan mati memberi salam padamu. Kalimat ini diucapkan para Gladiator kepada Kaisar sebelum pertarungan dimulai. Mundus vult decipi, ergo decipiaturDunia lebih suka dikelabui, oleh karena itu kelabuilah (mereka). N Natura abhorret vacuumAlam tidak menyukai kehampaan. Kutipan dari karya pujangga Prancis Francois Rabelais, Gargantua I:5 Natura non facit saltumAlam tidak membuat loncatan. Artinya alam berubah secara berangsur-angsur. Kutipan dari karya Charles Darwin, Origin of Spesies Bab VI. Naturalia non sunt turpiaGula di balas garam. Navigare necesse est, vivere non est necesseBerlayar itu perlu, hidup tidak perlu. Ne quid nimisTidak banyak. Ne sutor supra crepidamJanganlah tukang sepatu di atas sandal. Nec Hercules contra plures Bahkan Hercules pun tak sanggup melawan banyak orang. Nemo me impune lacessitTak Seorangpun Dapat Mengusikku Tanpa Dihukum. Semboyan dari Skotlandia Nemo saltat sobriusTak ada tarian yang memabukkan. Neque ignorare medicum oportet quae sit aegri naturaBukanlah seorang dokter jika ia tak tahu tentang penyakit. Nihil lacrima citius arescitTak ada lebih cepat mengeringkan dibanding air mata. Kutipan dari karya Cicero, De Inventione I:109. Nil admirariTak ada yang pantas dikagumi. Nil sine magno labore vita dedit mortalibusTanpa kerja keras, kehidupan tak memberikan apapun kepada manusiaNil sine numiniTak ada yang dapat terjadi tanpa kehendak Ilahi. Noli turbare circulos meosJangan usik lingkaran-lingkaranku! Kalimat yang diterjemahkan dari kalimat dalam bahasa Yunani Μη μου τους κύκλους τάραττε!! (me mou tous kyklous taratte), sering juga ditulis sebagai Noli tangere circulos meos. Menurut hikayat kalimat ini diucapkan oleh Archimedes sebelum dibunuh oleh seorang serdadu Romawi pada saat penaklukan Sirakus. Nomina sunt odiosaNama yang penuh dengan kebencian. Nomen est omenNama adalah satu pertanda” Non bis in idem Hukum perdata. Frasa ini menandakan bahwa tidak seorangpun dapat dua kali mencoba untuk melakukan pelanggaran yang sama, yaitu bahwa ketika suatu pihak dituduh telah sekali diadili oleh pengadilan di resor terakhir, dan baik dihukum atau dibebaskan, ia tidak akan lagi diadili. (Code 9, 2, 9 & 11. Merl. Repert. h.t. Vide art. Jeopardy) Non cuivis homini contingit adire Corinthum Tidak banyak orang yang pergi ke Korintus. Non fui, fui, non sum, non curo Aku bukan, aku adalah, aku bukan, aku tidak peduli. Non licet omnibus adire Corinthum Tidak ada yang bisa pergi ke Korintus. Non nobis solum nati sumus Kita tidak dilahirkan untuk diri kita sendiri saja. Non olet Tidak berbau. Non omnia possumus omnes Tidak semuanya bisa kita lakukan. Non scholae, sed vitae discimus Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup. Adagium ini berasal dari surat-surat Seneca Muda, Epistulae morales ad Lucilium CVI, 12. Seneca adalah seorang filsuf dan pujangga Romawi yang hidup antara 4 SM - 65 M. Non ut edam vivo, sed ut vivam edo Bukan aku hidup untuk makan Tapi aku makan untuk hidup. Non vestimentum virum ornat, sed vir vestimentum Bukan pakaian yang memberi arti pada seseorang, akan tetapi dia yang memberi arti pada pakaiannya. Non vini vi no, sed vi no aquae Aku berenang bukan berkat anggur, tetapi berkat air. Nondum amabam, et amare amabam Aku belum jatuh cinta dan aku senang jatuh cinta. Nosce te ipsum! Kenalilah dirimu sendiri. Kalimat ini adalah terjemahan Latin dari kalimat Yunani γνοθι σεαυτον (IPA:gnothi seauton) yang tertulis di gerbang pintu masuk Kuil Apolo, tempat peramal di Delphi, Yunani. Nulla dies sine linea Tak ada hari tanpa garis. Nulla est medicina sine lingua Latina Tak ada ilmu kedokteran tanpa bahasa Latin. Nulla poena sine lege Tak ada hukuman tanpa adanya undang-undang. Nulla regula sine exceptione Tak ada aturan yang tidak mengenal perkecualian. Nulla res tam necessaria est quam medicina Tak ada hal yang begitu penting melebihi ilmu kedokteran. Nunc aut numquam Sekarang atau tidak sama sekali. Terjemahan dari bahasa Inggris Now or never. Nunc est bibendum Gula dibalas garam. O O fortunatos nimium sua si bona norint, agricolas Oh petani yang beruntung, andai saja mereka melihat nasib mereka. O sancta simplicitas! O sebuah kesederhanaan nan kudus. Obscuris vera involvens Kebenaran diselimuti oleh kegelapan. Oculi plus vident quam oculus Dua mata menyaksikan lebih banyak daripada satu mata'. Omne tulit punctum, qui miscuit utile dulciDia telah mendapatkan setiap titik yang telah dicampur yang berguna dan menyenangkan. Omne vivum ex ovoSemua kehidupan berasal dari telur. Kutipan dari pernyataan Francesco Redi, ahli biologi dari Italia yang menegaskan bahwa kehidupan berasal dari sesuatu yang hidup, bukan dari benda mati. Omne vivum e vivoSemua kehidupan berasal dari kehidupan. Kutipan dari pernyataan Louis Pasteur, ahli biologi dari Prancis yang menegaskan teori Franscesco Redi di atas. Omnes homines sibi sanitatem cupiunt, saepe autem omnia, quae valetudini contraria sunt, faciuntSemua orang mengidamkan dirinya sehat/waras, akan tetapi sering kali, mereka yang sehat/waras melakukan sebaliknya. Omnia mea mecum portoKubawa seluruh milikku bersamaku. Omnia vincit amorCinta mengalahkan segalanya. Omnium artium medicina nobilissima estSetiap cabang ilmu kedokteran adalah mulia. Optimum medicamentum quies estObat yang terbaik adalah ketenangan. Ora et laboraBerdoalah dan bekerja. Kalimat ini maksudnya ialah supaya seseorang tidak hanya meminta tetapi juga berusaha. Orare labora estBerdoa adalah kerja/usaha. P Pacta sunt servandaPerjanjian wajib dipertahankan. Pars pro totoSebagian untuk seluruhnya. Pax melior est quam iustissimum bellumPerdamaian lebih baik ketimbang perang yang beralasan. Per ardua ad astra.’‘Melewati tantangan menuju bintang. Variasi dari Ad astra per aspera di atas. Per aspera ad astra lihat Ad astra per aspera di atas. per capitaper kepala/orang. Per fas et nefasMelalui yang benar dan yang salah. Artinya dengan menggunakan apa saja yang diperlukan. Per scientiam ad salutem aegrotiDengan ilmu pengetahuan untuk kesehatan pasien. Periculum in moraBahaya (mengintai) dalam sebuah penundaan. Persona non grataOrang yang tak disukai. Orang-orang yang dipersona non grata-kan biasanya tidak boleh hadir di suatu tempat atau negara. Apabila ia sudah berada di negara tersebut, maka ia harus diusir dan dideportasi. Plenus venter non studet libenterPerut yang penuh enggan belajar. Artinya kelimpahan materi cenderung membuat orang berhenti mengembangkan diri. Plures crapula quam gladius perdiditLebih banyak orang binasa akibat minuman keras daripada pedang. Poeta nascitur, non fitPujangga dilahirkan, bukan diciptakan. Post cenam non stare sed mille passus meareSetelah makan malam janganlah berdiam diri saja, tetapi berjalanlah sejauh satu mil. Post hoc non est propter hocSetelah ini bukan berarti karena iniPotius sero quam numquamLebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Terjemahan dari bahasa Inggris Better late than never. Pro aris et focisUntuk altar dan hati. Artinya demi keluarga. Kutipan dari karya Cicero De Natura Deorum, III:94 Proximus sum egomet mihiAku paling dekat dengan diriku sendiri. Artinya kemurahan hati dimulai di rumah. Kutipan dari drama karya Terentius, Andria IV:1:12 Praesente medico nihil nocetDengan kehadiran tabib/dokter tak ada yang membahayakan. Praevenire melius est quam praeveniriLebih baik mendahului daripada didahului. Primum non nocerePertama-tama janganlah menyakitiPrincipiis obstaLawan/Atasi sumbernyaPulvis et umbra sumus Kita hanyalah debu dan bayangan. Kutipan dari karya Horatius, Carminum IV:7:16. Q Quæ communiter possidentur communiter negligunturSesuatu yang dimiliki bersama, biasanya diabaikan. Qualis rex, talis grexSeperti hal rajanya, demikian pula rakyatnya. Quem di diligunt, adulescens moriturSeseorang yang disayangi oleh para dewa, mati dalam usia mudaQui bene cantat, bis oratIa yang bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali. Kalimat ini diucapkan oleh Santo Augustinus dari Hippo, uskup dan pujangga gereja. Qui dormit non peccet/peccatBarang siapa tidur, dia tidak berdosa. Qui habet aures audiendi audiatBarang siapa yang bertelinga, hendaklah dia mendengar. Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Baru Injil Matius XIII:9 Qui rogat, non erratBarang siapa bertanya, dia tidak akan melakukan kesalahan. Mirip dengan pepatah dalam bahasa Indonesia, Malu bertanya sesat di jalan. Qui scribit, bis legitBarang siapa menulis, ia membaca dua kaliQui tacet consentitBarang siapa diam, berarti ia setujuQui tacet, consentire videturBarang siapa diam, dianggap menyetujuiQui vult dare parva non debit magna rogare Seseorang yang hanya ingin memberikan sedikit, tidak pantas meminta banyak. Quia suam uxorem etiam suspiciore vacare vellet Quid Saulus inter prophetas? Quidquid agis, prudenter agas, et respice finem!Apapun yang kau lakukan, lakukanlah dengan bijak dan pertimbangkan hasil akhirnya. Quidquid discis, tibi discisApapun yang kau katakan, kau mengatakannya pada dirimu sendiri. Quidquid id est timeo puellas et oscula dantesApapun hal tersebut, saya takut akan para gadis terutama kala mereka memberikan ciuman. Quidquid latine dictum sit, altum viditur..’‘Semoga apapun yang dikatakan dalam bahasa Latin, dipandang tinggi. Quieta non movereSesuatu yang diam tidak menggerakkan. Quis custodiet ipsos custodes?Siapa yang akan menjaga para penjaga. Kutipan dari karya Juvenal, Satura VI:347 Quod licet Iovis, non licet bovis Quod medicina aliis, aliis est acre venenum Quod non est in actis, non est in mundo Quot capita, tot sententiaeBegitu banyak pendapat/opini, sebanyak orang yang adaQuo vadisKe mana engkau pergi? Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Baru, Injil Yohanes 16:5. Semenjak dahulu, kalimat ini sering kali dipergunakan. Salah satu contoh yang sangat terkenal ialah judul buku dalam bahasa Indonesia: Quo Vadis NU Setelah Kembali ke Khittah 1926, karangan Kacung Marijan (Jakarta:Erlangga) pada tahun 1992. R Radix malorum est cupiditasAkar dari kejahatan adalah nafsu. Reddite ergo quae sunt Caesaris, CaesariBerikan apa yang menjadi milik Kaisar kepada Kaisar. Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Baru, Injil Yohanes 22:21. Repetitio est mater studiorumPengulangan adalah induk dari seluruh pelajaran. Requiescat in paceSemoga ia beristirahatlah dalam damai. Seringkali disingkat menjadi RIP dan ditulis di batu nisan seseorang yang beragama Kristen. Res nullius Rete non tenditur milvio Risus abundat in ore stultorumGelak tawa yang berlebihan ada di mulut orang-orang bodoh. Artinya kegembiraan yang berlebihan menandakan kebodohan. Romani ite domum Rustica progenies semper villana fuit S Saepe morborum gravium exitus incerti suntPemecahan untuk penyakit-penyakit yang gawat sering kali tidak pasti. Salus aegroti suprema lexKesehatan pasien adalah asas tertinggi. Salus populi suprema lex estoHendaklah keselamatan rakyat menjadi hukum yang tertinggi. Semboyan dari negara bagian Missouri, Amerika Serikat. Sapere audeBeranilah menjadi bijak. Kutipan dari karya Horatius, Epistulae II:40 Si decem habeas linguas, mutum esse addecet(Bahkan) jika engkau memiliki sepuluh lidah, sebaiknya engkau tetap diam. Si quaeris peninsulam amoenam circumspiceJika kau mencari sebuah jazirah yang indah, lihatlah sekelilingmu. Semboyan dari negara bagian Michigan, Amerika Serikat. Si tacuisses, philosophus mansissesAndaikan kau tetap diam, mungkin kau akan tetap menjadi seorang filsuf. Si uno adhuc proelio Romanos vincemus, funditus peribimus!.’‘Seandainya kita harus menaklukan orang-orang Romawi dalam sebuah pertempuran semacam ini lagi, kita akan sama sekali binasa . Menurut Plutarch, kalimat ini diucapkan oleh Pyrrhus, Raja Epirus, setelah kemenangannya yang memakan banyak korban. Si vis amari, amaJika kau ingin dicintai, cintailah!. Kutipan dari karya Publilius Syrus, Sententiae Si vales, valeoJika kau dalam keadaan baik, demikian pula aku. Kalimat ini sering digunakan dalam surat menyurat. Si vis pacem, para bellumJika kau mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang. Kalimat ini sebenarnya merupakan penyederhanaan dari kalimat aslinya yang berbunyi, Igitur qui desiderat pacem, praeparet bellum (Oleh karena itu barangsiapa yang menginginkan perdamaian, hendaklah ia bersiap-siap menghadapi perang). Kalimat ini dikutip dari karya seorang ahli strategi militer, Flavius Vegetius Renatus, Epitoma rei militaris buku ketiga. Si vis pacem, para iustitiamJika kau mengidamkan perdamaian, tegakkan keadilan. Si Deus pro nobis, quis contra nos?Bila Tuhan beserta kita, siapa yang berani melawan kita?. Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Baru, Surat Rasul Paulus kepada Umat di Roma 8:31 Sic gorgiamus allos subjectatos nunc Sic semper tyrannis Sic transit gloria mundiDemikian pula berlalunya kemuliaan dunia. Kalimat ini diucapkan pada saat pentahbisanPaus Similia similibus curantur Sine anno (s.a.)Tanpa tahun. Digunakan dalam daftar kepustakaan untuk menunjukkan bahwa tarikh penerbitan dokumen tidak diketahui. Sine labore non erit panis in oreTanpa usaha tidak akan ada sepotong roti untuk dimakan. Sol lucet omnibusMatahari menyinari semua orang. Kutipan dari karya Petronius, Satiricon Liber alinea 100. Soli Deo gloriaKemulian hanya untuk Tuhan. Stat sua cuique dies sub verbo; sub voce, (s.v.)Di bawah kata; di bawah judul, Digunakan untuk menunjukkan bahwa kata yang bersangkutan berada dalam penjelasan dari kata tertentu dalam kamus. Summum ius summa inuria Sutor, ne ultra crepidam! T Tarde venientibus ossaHanya tersisa/ada tulang-belulang untuk mereka yang datang terlambat. Temet nosceKenalilah dirimu sendiri. Mirip dengan Nosce te ipsum di atas. Tempora mutantur et nos mutamur in illisWaktu berubah dan kita pun berubah seiring dengannya. Kutipan dari drama karya Edward Forsett, Pedantius babak I adegan 3 Tempus fugitWaktu berlalu. Penggalan dari kalimat aslinya yang berbunyi, Sed fugit interea, fugit inreparabile tempus (Sementara waktu yang tak tergantikan berlalu). Kutipan dari karya Vergilius, Georgicon III:284. Timeo Danaos et dona ferentesKutakut akan orang-orang Yunani dan hadiah yang mereka bawa. Kalimat ini diucapkan oleh Laocoon, yang khawatir bahwa patung Kuda yang terbuat dari kayu hanyalah sebuah tipu muslihat orang Yunani dalam rangka menaklukan kota mereka, Troya. Dikutip dari karya Vergilius, Aeneid II:49 Tres faciunt collegiumTiga (orang) menjadikan sebuah perkumpulan. Tunc tua res agitur, paries cum proximus ardet.’‘Hal ini akan menjadi pertimbanganmu, kala dinding yang paling dekat terbakar. Totum pro parte / Totem pro partePengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. Contoh: Thailand menang atas Indonesia dalam pertandingan sepak bola di Jakarta kemarin sore. Di sini disebutkan Thailand dan Indonesia (keseluruhan negara Thailand dan Indonesia, namun yang dimaksudkan adalah tim kesebelasan negara Thailand dan Indonesia) Lihat pula Pars pro toto U Ubi amicia ibi opesDi mana ada kawan di situ ada kekuatan.Ubi bene, ibi patriaDi mana seseorang merasa betah, di sana tanah airnya.Ubi concordia, ibi victoriaDi mana ada keselarasan, di sana ada kemenangan.Ubi dubium, ibi libertasDi mana ada keraguan/pertanyaan, di sana ada kebebasan.Ubi fumus, ibi ignisDi mana ada asap, di sana ada api. Mirip dengan peribahasa Tak ada asap kalau tak ada api.Ubi mel ibi apesDi mana ada madu, di sana ada lebah. Mirip dengan peribahasa Ada gula, ada semut.Ubi societas ibi ius di mana ada masyarakat di situ ada hukumUbi tu Gaius, ibi ego GaiaDi mana ada kau Gaius, di sana ada aku Gaia. Pernyataan ini sering diucapkan dalam upacara perkawinan Ultra posse nemo obligaturTak seorang pun berkewajiban melampui kemampuannya. Ulula cum lupis, cum quibus esse cupisMelolonglah bersama serigala-serigala, bersama merekalah yang kau inginkan. Una salus victis, nullam sperare salutemSatu-satunya harapan akan keselamatan untuk para pecundang, adalah dengan tidak menaruh harapan akan keselamatan. Kutipan dari karya Vergilius, Aeneid II:354 Unum castigabis, centum emendabisSatu kesalahan kau hukum, seratus kesalahan yang harus kau perbaiki. Usus magister est optimusPengalaman adalah guru yang terbaik. Ut ameris, amabilis estoRamahlah agar kau dicintai. Ut desint vires, tamen est laudanda voluntas.’‘Bahkan pada saat kekuasaan tidak ada, kemauanlah yang layak dipuji. Kutipan dari karya Ovidus, Ex Ponto III:4:79 Ut sis nocte levis, sit cena brevis!Bila kau menginginkan tidur malam yang tenang, makan malamlah secukupnya!. Unus testis nullus testisSatu saksi bukanlah saksi. V Vae VictisCelakalah orang yang kalah. Vanitas vanitatum et omnia vanitasKesombongan adalah sia-sia dan semuanya adalah kesia-siaan. Varium et mutabile semper feminaPerempuan mudah dan selalu berubah-ubah. Varitatio delectatUbah kesenangan. Veni, Vidi, ViciAku datang, aku melihat, aku menaklukkan. Ventis secundis, tene cursum Verba docent, exempla trahunt Veritas odium paret Vestigia terrent Vincere scis, Hannibal, victoria uti nescis Victrix causa diis placuit sed victa Catoni Video meliora proboque deteriora sequor Vinum et musica laetificant cor Volenti non fit iniuria Vox populi, vox deiSuara Rakyat, Suara Tuhan''. - frasa
5911
https://id.wikipedia.org/wiki/Brigadir%20Jenderal
Brigadir Jenderal
Brigadir Jenderal (sering disingkat Brigjen) adalah pangkat perwira di golongan perwira tinggi yang terendah. Pangkat ini di atas pangkat Kolonel dan di bawah pangkat Mayor Jenderal. Di beberapa negara bekas Uni Soviet seperti Rusia, Ukraina, Belarus, Georgia, Kazakhstan, serta 2 negara komunis, Vietnam dan Korea Utara, menggunakan pangkat Mayor Jenderal (dengan bintang satu) sebagai pal (bintang empats). Asal bermula menggunakan Brigadir Penggunaan pangkat brigadir jenderal dapat dilacak ke asalnya dari militer di Eropa, di mana seorang Brigadir Jenderal (disederhanakan menjadi Brigadir), mengomandoi sebuah Brigade di lapangan. Pangkat ini menyebar ke seluruh dunia pada abad ke-18 oleh Amerika Serikat, serta Kerajaan Britania Raya. Di banyak angkatan laut, Brigadir Jenderal setaraf dengan pangkat Commodore, walaupun di beberapa negara digunakan pula pangkat Rear Admiral. Brigadir Jenderal di TNI Brigadir Jenderal adalah pangkat terendah perwira tinggi di TNI Angkatan Darat, selain itu Brigadir Jenderal dipakai pula oleh Korps Marinir, TNI Angkatan Laut. Penyandang pangkat ini mengenakan tanda pangkat dengan satu bintang. Pangkat ini setara dengan Laksamana Pertama di TNI Angkatan Laut (selain Korps Marinir) dan Marsekal Pertama di TNI Angkatan Udara. Pemegang Pangkat Brigadir Jenderal di TNI Mabes TNI Insoektorat Jenderal Tentara Nasional Indonesia Irum Irjen TNI: Brigjen TNI Dedy Irwanto Irlat Irjen TNI: Brigjen TNI Penly T.P. Sinaga Irlog Irjen TNI: Brigjen TNI Josafath M. Robert Duka Staf Ahli Panglima TNI Pa Sahli Tk. II Panglima TNI Bid. Kamteror: Brigjen TNI Hendro Jatmiko H.S. Pa Sahli Tk. II Panglima TNI Bid. Kamkonf Komunal: Brigjen TNI Edi Nurhabad Pa Sahli Tk. II Panglima TNI Bid. Komsos: Brigjen TNI Isa Anshori Pa Sahli Tk. II Panglima TNI Bid. Was Eropa & Amerika: Brigjen TNI Suryo Tridoso Sapto Handono Pa Sahli Tk. II Panglima TNI Bid. Banusia: Brigjen TNI Nursyamsudin Pa Sahli Tk. II Panglima TNI Bid. Wassus: Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya Pa Sahli Tk. II Panglima TNI Bid. LH: Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi Pa Sahli Tk. II Panglima TNI Bid. Ekku: Brigjen TNI Eko Nursanto Asisten Panglima TNI Waasrenum Panglima TNI: Brigjen TNI Berlin Germany Waaspers Panglima TNI: Brigjen TNI Taufiq Hanafi Waaskomel Panglima TNI: Brigjen TNI Indra Gumay Fitri Badan Pelaksana Panglima TNI Waka Babinkum Panglima TNI: Brigjen TNI Rokhmat Waka Puspen Panglima TNI: Brigjen TNI Teguh Poedji Rahardjo Wadan POM Panglima TNI: Brigjen TNI Benyamin Wadan PMPP Panglima TNI: Brigjen TNI Heru Langlang Buana Kas Gartap I Jakarta: Brigjen TNI Edi Saputra Waka Puspsi Panglima TNI: Brigjen TNI Yuli Marjoko Waka Pusku Panglima TNI: Brigjen TNI Heri Hermawan Kapusjarah Panglima TNI: Brigjen TNI Rusmili Kapusinfolahta Panglima TNI: Brigjen TNI Iwan Sumantri Kapusjas Permildas Panglima TNI: Brigjen TNI Mahfud Dansatkomlek Panglima TNI: Brigjen TNI Muhammad Muhson Kapusdalops Panglima TNI: Brigjen TNI Putra Widiastawa Kasetum Panglima TNI: Brigjen TNI Edy Rochmatullah Sekolah Staf Komando Tentara Nasional Indonesia Ir Sesko TNI: Brigjen TNI Khoirul Hadi Kakordos Sesko TNI: Brigjen TNI Yotanabey Mulkan Dirdik Sesko TNI: Brigjen TNI Pramungkas Agus T. Dirbinjemen Sesko TNI: Brigjen TNI Djonny Indramawan Dosen Ahli Bidang Strategi Sesko TNI: Brigjen TNI Budi Hariswanto Akademi Tentara Nasional Indonesia Dirdik Akademi TNI: Brigjen TNI Dody Mukhtar Taufiq Komando Doktrin Pendidikan Pelatihan TNI Ir Kodiklat TNI: Brigjen TNI Djonny Prasetyo Dirlat Kodiklat TNI: Brigjen TNI Khairul Anwar Mandailing Dirjian Kodiklat TNI: Brigjen TNI Tarunajaya Danpusdikma Kodiklat TNI: Brigjen TNI Tomi Kaloko Utomo,M.Sc Badan Intelijen Strategis TNI Dir A Bais TNI: Brigjen TNI Joko Suparyoto Dir C Bais TNI: Brigjen TNI Mirza Patria Jaya Dir D Bais TNI: Brigjen TNI Suhardi Dir E Bais TNI: Brigjen TNI Soni Hendayana Dir H Bais TNI: Brigjen TNI Safta Feryansyah Kapoksahli Bais TNI: Brigjen TNI G. Taufan Gestoro Dansatinduk Bais TNI: Brigjen TNI Dedy Nurhadiman Dansatintel Bais TNI: Brigjen TNI Bambang Herqutanto Dansatinteltek Bais TNI: Brigjen TNI I Gusti Putu Wirejana Kadissandi Bais TNI: Brigjen TNI Suparjo Badan Pembinaan Hukum Tentara Nasional Indonesia Ir Babinkum TNI: Brigjen TNI Roedhi Soerjono Kapuslemasmil Banbinkum TNI: Brigjen TNI Agus Wijanarko Kaotmilti II Jakarta: Brigjen TNI Safrin Rachman Kaotmilti IV Makassar: Brigjen TNI Surjadi Sjamsir Pusat Pengkajian Strategis Penelitian dan Pengembangan TNI Dirlitbang Pusjianstra Litbang TNI: Brigjen TNI E.S. Erlangga Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Tentara Nasional Indonesia Kogabwilhan I Asintel Kogabwilhan I: I Wayan Suarjana Aslog Kogabwilhan I: Brigjen TNI Tarsisius Yoga Pranoto Kogabwilhan II Asintel Kogabwilhan II: Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu Asops Kogabwilhan II: Brigjen TNI Fadjar Tjahjono Aspotwil Kogabwilhan II: Brigjen TNI M. Hasyim Lalhakim Askomlek Kogabwilhan II: Brigjen TNI Tri Haryono Kogabwilhan III Asintel Kogabwilhan III: Brigjen TNI M. Nasrullah Nasution Asops Kogabwilhan III: Brigjen TNI Ari Yulianto Aspers Kogabwilhan III: Brigjen TNI Robertus Donatus Ndona Aspotwil Kogabwilhan III: Brigjen TNI Anggara Sitompul Aslog Kogabwilhan III: Brigjen TNI Handono Tri Nugroho Askomlek Kogabwilhan III: Brigjen TNI Deddy Irianto Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Setjen Kemhan Karo Peg Setjen Kemhan: Brigjen TNI Kosasih Karo Humas Setjen Kemhan: Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha Karo Renku Setjen Kemhan: Brigjen TNI Frans Dicky Tamara Itjen Kemhan Ir III Itjen Kemhan: Brigjen TNI Rusdi Ir IV Itjen Kemhan: Brigjen TNI Ade Kurnianto Ir V Itjen Kemhan: Brigjen TNI Choirul Mustofa Ditjen Strahan Kemhan Ses Ditjenstrahan Kemhan: Brigjen TNI Oktaheroe Ramsi Dirjakstrahan Kemhan: Brigjen TNI Immer Partogi Butarbutar Dirrah Komhan Kemhan: Brigjen TNI Nofri Rifai Dirkersinhan Kemhan: Brigjen TNI Steverly C. Parengkuan Ditjen Renhan Kemhan Ses Ditjenrenhan Kemhan: Brigjen TNI Rabimin Dirrenbanghan Kemhan: Brigjen TNI Djoko Wibowo Dirrenprogar Kemhan: Brigjen TNI Fitry Taufiq Sahary Ditjen Pothan Kemhan Ses Ditjenpothan Kemhan: Brigjen TNI Heri Pribadi Dirbelneg Kemhan: Brigjen TNI G. Eko Sunarto Dirsumdahan Kemhan: Brigjen TNI Agus Isrok Mikroj Dirvet Kemhan: Brigjen TNI Ayi Lesmana Ditjen Kuathan Kemhan Ses Ditjenkuathan Kemhan: Brigjen TNI Jimmy Alexander Adiman Dirsumdasia Kemhan: Brigjen TNI Hendy Antariksa Dirmateriil Kemhan: Brigjen TNI Totok Budhi Sugiarto Dirfasjas Kemhan: Brigjen TNI Andri Tobarsono Baranahan Kemhan Ses Baranahan Kemhan: Brigjen TNI Heru Sudarminto Kapus Kon Kemhan: Brigjen TNI M. Leo Pola Ardiansa Balitbang Kemhan Ses Balitbang Kemhan: Brigjen TNI Yan Namora Kapuslitbang Strahan Kemhan: Brigjen TNI Ignatius Eko Djoko Purwanto Kapuslitbang Sumdahan Kemhan: Brigjen TNI Slamet Riyadi Badiklat Kemhan Kapusdiklat Jemenhan Kemhan: Brigjen TNI Wasono Kapusdiklat Bahasa Kemhan: Brigjen TNI Imam Santosa Kapusdiklat Belneg Kemhan: Brigjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia Bainstrahan Kemhan Kapuslola Kawasan Kemhan: Brigen TNI Sudaryanto Kapusinfostrahan Kemhan: Brigjen TNI Robi Herbawan Kapushansiber Kemhan: Brigjen TNI Tri Rana S. Lembaga Ketahanan Nasional Kesettamaan Lemhannas Karo Ren: Brigjen TNI Dani Wardhana Karo Umum: Brigjen TNI Agus Sadono Karo Humas: Brigjen TNI Suratno Kedeputian Pendidikan Lemhannas Dir Opsdik Lemhannas: Brigjen TNI Raden Djaenudin Selamet Kedeputian Pengkajian Lemhannas Dirjian Program Pengembangan Pengkajian: Mohamad Rohadi Dirjian Ideologi & Politik Lemhannas: Brigjen TNI Aloysius Nugroho Santoso Widyaiswara Tenaga Ahli Pengkaji Madya Lemhannas Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Hankam Lemhannas: Brigjen TNI Apriadi Dirbas Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Sosbud Lemhannas: Brigjen TNI Makmur Umar Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Tannas Lemhannas: Brigjen TNI Yunianto Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Demografi Lemhannas: Brigjen TNI Franky Jan Hardi Watuseke Pemegang Pangkat Brigadir Jenderal di TNI AD Mabes TNI AD Inspektorat Jenderal Angkatan Darat Ses Irjenad: Brigjen TNI Mateus Jangkung Widyanto Irsus Irjenad: Brigjen TNI Muhammad Bakri Irben Irjenad: Brigjen TNI Kokom Irlog Irben Irjenad: Brigjen TNI Joko Priyanto Irren Irben Irjenad: Brigjen TNI Teguh Prayitno Irrada Irben Irjenad: Brigjen TNI Tigor Ronny M. Simanjuntak Irum Irjenad: Brigjen TNI Alvis Anwar Irintel Irum Irjenad: Brigjen TNI Bagus Antonov Irter Irum Irjenad: Brigjen TNI Eko Susetyo Irops Irum Irjenad: Brigjen TNI Afianto Irlat Irum Irjenad: Brigjen TNI Raden Agus Prasetyo Utomo Irpers Irum Irjenad: Brigjen TNI Dwi Wahyudi Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Poldagri: Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Kamteror: Brigjen TNI R. Nugraha Gumilar Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Kamkonf Komunal: Brigjen TNI Erdy Jammy Lumintang Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Komsos: Brigjen TNI Budi Suharto Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Intekmil: Brigjen TNI Amrin Ibrahim Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Siber: Brigjen TNI Junaidi Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Jahpers: Brigjen TNI Chanlan Adilane Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Was Aspas: Brigjen TNI Tofik Tofana Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Was Eropa & Amerika: Brigjen TNI Raflan Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Was Afrika & Timteng: Brigjen TNI Wahyu Jiantono Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Banusia: Brigjen TNI Hari Mulyanto Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Sosbud: Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Kumham & Narkoba: Brigjen TNI Taufik Budi Santoso Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Wassus: Brigjen TNI Danang Wiranta Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. LH: Brigjen TNI Hamim Tohari Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Ekku: Brigjen TNI Zainuddin Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Indag: Brigjen TNI Tetty Melina Lubis Asisten Kepala Staf Angkatan Darat Waasrena Kasad Bid. Ren: Brigje TNI Muhammad Rusli Waasrena Kasad Bid. Dal: Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung Waasrena Kasad Bid. Jemen & RB: Brigjen TNI Bagus Suryadi Tayo Waasintel Kasad Bid. Bin Intel: Brigjen TNI Haryantana Waasintel Kasad Bid. Jemen Intel: Brigjen TNI Antoninho Rangel da Silva Waasintel Kasad Bid. Inteltek & Hublu: Brigjen TNI Rio Firdianto Waasops Kasad Bid. Siapsat: Brigjen TNI Gregorius Suharso Waasops Kasad Bid. Renops: Brigjen TNI Bangun Nawoko Waasops Kasad Bid. Siapops: Brigjen TNI Irnando Arnold B. Sinaga Waaspers Kasad Bid. Binpers: Brigjen TNI Rudi Puruwito Waaspers Kasad Bid. Renpers: Brigjen TNI Arief Cahyono Waaspers Kasad Bid. Binwatpers: Brigjen TNI Gunawan Wijaya Waaslog Kasad Bid. Bekpalkes: Brigjen TNI Haripto Seno Budi Waaslog Kasad Bid. Faskon BMN: Brigjen TNI Mahfud Ghozali Waaslog Kasad Bid. Renbinminlog: Brigjen TNI Aji Jaya Waaster Kasad Bid. Tahwil Komsos & Bakti TNI: Brigjen TNI Taufiq Shobri Waaster Kasad Bid. Wanwil & Kermater: Brigjen TNI Heri Susanto Waaster Kasad Bid. Ren & Puanter: Brigjen TNI Terry Tresna Purnama Waaslat Kasad Bid. Renlat: Brigjen TNI Washington Simanjuntak Waaslat Kasad Bid. Lat: Brigjen TNI Fifin Firmansyah Waaslat Kasad Bid. Kermamil: Brigjen TNI Thevi Angandowa Zebua Komando Strategis Angkatan Darat Asisten Kas Kostrad Wair Kostrad: Brigjen TNI Handoko Nurseta Asren Kostrad: Brigjen TNI Saripudin Asintel Kostrad: Brigjen TNI Imam Sampurno Setiawan Asops Kostrad: Brigjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru Aspers Kostrad: Brigjen TNI Mohammad Imam Gogor Agnie Aditya Aslog Kostrad: Brigjen TNI Anton Yuliantoro Aster Kostrad: Brigjen TNI Joko Hadi Susilo Kapoksahli Kostrad: Brigjen TNI Kus Arisena Kepala Staf Divisi Infanteri Kostrad Kas Divif 1 Kostrad: Brigjen TNI Novi Rubadi Sugito Kas Divif 2 Kostrad: Brigjen TNI Primadi Saiful Sulun Kas Divif 3 Kostrad: Brigjen TNI Fritz Gerald Manusun Tua Pasaribu Inspektorat Divisi Infanteri Kostrad Ir Divif 1 Kostrad: Brigjen TNI Agus Firman Yusmono Ir Divif 2 Kostrad: Brigjen TNI Eventius Teddy Danarto Ir Divif 3 Kostrad: Brigjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw Komando Utama Pembinaan Komando doktrin Pendidikan & latihan Angkatan Darat Wair Kodiklatad: Brigjen TNI Nefra Firdaus Dirum Kodiklatad: Brigjen TNI Mochamad Luthfie Beta Dirdok Kodiklatad: Brigjen TNI Yudi Yulistyanto Dirdik Kodiklatad: Brigjen TNI Dwi Lagan Safrudin Dirlat Kodiklatad: Brigjen TNI Hartono Dirjian Kodiklatad: Brigjen TNI Esy Suharto Dirren Kodiklatad: Brigjen TNI Firmansyah Sekolah Staf Komando Angkatan Darat Wadan Seskoad: Brigjen TNI IGBN Tedjakusuma E. Ir Seskoad: Brigjen TNI Muhammad Ali Dirdik Seskoad: Brigjen TNI Achmad Budi Handoyo Dirlem Seskoad: Brigjen TNI Masduki Dirjianbang Seskoad: Brigjen TNI Josep Robert Giri Widyaiswara Bid. Wilhan Seskoad: Brigjen TNI P.R.L. Pangaribuan Widyaiswara Bid. Metodologi Riset Seskoad: Brigjen TNI Ferry Kistiana Arubinata Widyaiswara Bid. Strategi & Kawasan Seskoad: Brigjen TNI Ramadi Siregar Widyaiswara Bid. Tahnas Seskoad: Brigjen TNI Herry Steve S. Widyaiswara Bid. Juangpim Seskoad: Brigjen TNI Sukandar Widyaiswara Bid. Jemenranhat Seskoad: Brigjen TNI Fakhrudin Kakordos Seskoad: Brigjen TNI Susilo Dankorsis Seskoad: Brigjen TNI Gausudin Amin Yusuf Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat Wadan Secapaad: Brigjen TNI Agus Setiawan Ir Secapaad: Brigjen TNI Aang Gunawan Dirdik Secapaad: Brigjen TNI Musa David Marolop Hasibuan Dirjianbang Secapaad: Brigjen TNI Agustinus Purboyo Dirlem Secapaad: Brigjen TNI Mirza Agus Danmensis Secapaad: Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto Akademi Militer Angkatan Darat Ir Akmil: Brigjen TNI Dedi Prihatmodjo Dirdik Akmil: Brigjen TNI I Made Suryawan Dirum Akmil: Brigjen TNI Trenggono Dirjian Akmil: Brigjen TNI Tri Saktiyono Widyaiswara Bid. Jemen Akmil: Brigjen TNI Yos Firmansyah Widyaiswara Bid. Nik Akmil: Brigjen TNI Unang Sudargo Widyaiswara Bid. Min Akmil: Brigjen TNI Dwi Sunyata Danmentar Akmil: Brigjen TNI Dwi Sasongko Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat Wadanjen Kopassus: Brigjen TNI Achiruddin Ir Kopassus: Brigjen TNI Husein Sagaf Badan Pelaksana Pusat Angkatan Darat Pusat Teritorial Angkatan Darat Ir Pusterad: Brigjen TNI Dany Budiyanto Dirter Pusterad: Brigjen TNI Arief Gajah Mada Dirum Pusterad: Brigjen TNI Rikas Hidayatullah Dir PIT Pusterad: Brigjen TNI Agus Prasetyo Ari Wibowo Dirsismed Pusterad: Brigjen TNI Tri Nugraha Hartanta Dirdiklat Pusterad: Brigjen TNI FX Giyono Dirlitbang Pusterad: Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan Kapoksahli Pusterad: Brigjen TNI Budi Suwanto Pusat Kesenjataan Infanteri Angkatan Darat Ir Pussenif: Brigjen TNI Irwan Subekti Dirum Pussenif: Brigjen TNI Aditya Nindra Pasha Dirsen Pussenif: Brigjen TNI Windyatno Danpusdikif Pussenif: Brigjen TNI Indra Heri Pusat Kesenjataan Kavaleri Angkatan Darat Wadan Pussenkav: Brigjen TNI Supriyatna Ir Pussenkav: Brigjen TNI Marsudi Marsono Dirum Pussenkav: Brigjen TNI Jala Argananto Dirsen Pussenkav: Brigjen TNI Agus Erwan Danpusdikkav Pussenkav: Brigjen TNI Tatang Budiman Pusat Kesenjataan Armed Angkatan Darat Wadan Pussenarmed: Brigjen TNI Julius Jolly Suawa Ir Pussenarmed: Brigjen TNI Yudhi Murfi Dirum Pussenarmed: Brigjen TNI Budi Eko Mulyono Dirsen Pussenarmed: Brigjen TNI Syaiful Rahman Danpusdikarmed Pussenarmed: Brigjen TNI Agus Hadi Waluyo Pusat Kesenjataan Arhanud Angkatan Darat Wadan Pussenarhanud: Brigjen TNI I Gede Widiyana Ir Pussenarhanud: Brigjen TNI Elman Nawendro Dirum Pussenarhanud: Brigjen TNI M. Fachmi Rizal Nasution Dirsen Pussenarhanud: Brigjen TNI Jama'ah Danpusdikarhanud Pussenarhanud: Brigjen TNI Raden Edi Setiawan Pusat Zeni Angkatan Darat Wadan Pusziad: Brigjen TNI Maryono Ir Pusziad: Brigjen TNI Ahmad Faisal Dirum Pusziad: Brigjen TNI Saptono Syiwarudi Dircab Pusziad: Brigjen TNI Faried Darman Hamid Pusat Polisi Militer Angkatan Darat Ir Puspomad: Brigjen TNI Yusri Nuryanto Dirum Puspomad: Brigjen TNI Bayu Ajiwidodo Dircab Puspomad: Brigjen TNI Sain Musta'in Dansatidik Puspomad: Brigjen TNI Muhammad Yusrif Guntur Pusat Penerbang Angkatan Darat Wadan Puspenerbad: Brigjen TNI A. Yudi Hartono Ir Puspenerbad: Brigjen TNI Asyik Rudianto Dirum Puspenerbad: Brigjen TNI Anak Agung Ngurah Rommy S. Dircab Puspenerbad: Brigjen TNI Mochamad Masrukin Pusat Perbekalan Angkutan Angkatan Darat Wadan Pusbekangad: Brigjen TNI Rommy Tuwaidan Ir Pusbekangad: Brigjen TNI Gusman Hakim Dirum Pusbekangad: Brigjen TNI Hery Ismailliya Dircab Pusbekangad: Brigjen TNI Atjep Mihardja Soma Pusat Kesehatan Angkatan Darat Wadan Puskesad: Brigjen TNI Mohammad Arif Hariyanto Ir Puskesad: Brigjen TNI Kartika Agung K. Dirum Puskesad: Brigjen TNI Bidik Catur Prasetya Dircab Puskesad: Brigjen TNI Akhmad Rusli Budi Ansyah Pusat Peralatan Angkatan Darat Wadan Puspalad: Brigjen TNI R.D. Epi Setiadi Ir Puspalad: Brigjen TNI Lilik Hendro Wiyono Dirum Puspalad: Brigjen TNI Agus Trisunu Dircab Puspalad: Brigjen TNI Dwi Santoso Pusat Perhubungan Angkatan Darat Wadan Pushubad: Brigjen TNI Zakaria Ir Pushubad: Brigjen TNI I Wayan Sudarsana Dirum Pushubad: Brigjen TNI I Made Agung Ambara Dircab Pushubad: Brigjen TNI Harry Isnaeni Rusmanto Badan Kedinasan Angkatan Darat Kepala Dinas Angkatan Darat Danpusintelad: Brigjen TNI Dian Hardiana Danpussansiad: Brigjen TNI I Gusti Ngurah Wisnu Wardhana Dirajenad: Brigjen TNI Faisal Ahmadi Dirtopad: Brigjen TNI Adik Sugiyanto Dirkumad: Brigjen TNI Ateng Karsoma Ka Tua STHM Ditkuad: Brigjen TNI Mokhamad Ali Ridho Dirkuad: Brigjen TNI Andi Tjarwandi Kadisjasad: Brigjen TNI Aminuddin Kadisbintalad: Brigjen TNI Ridwan Kadispsiad: Brigjen TNI Henny Setiyono Kadislitbangad: Brigjen TNI Hery Setiyono Kadisjarahad: Brigjen TNI Sidik Kadisinfohlatad: Brigjen TNI Nugroho Septijantono Kadispenad: Brigjen TNI Kristomei Sianturi Kadislaikad: Brigjen TNI Jamalulael Kadisadaad: Brigjen TNI Hari Pahlawantoro Badan Teritorial Angkatan Darat Kepala Staf Kodam Kasdam Iskandar Muda: Brigjen TNI Hadi Basuki Kasdam I Bukit Barisan: Brigjen TNI Refrizal Kasdam II Sriwijaya: Brigjen TNI Ruslan Effendy Kasdam Jayakarta: Brigjen TNI Edy Sutrisno Kasdam III Siliwangi: Brigjen TNI Agus Saepul Kasdam IV Diponegoro: Brigjen TNI Ujang Darwis Kasdam V Brawijaya: Brigjen TNI Niko Fahrizal Kasdam VI Mulawarma:Brigjen TNI Bayu Permana Kasdam IX Udayana: Brigjen TNI Sachono Kasdam XII Tanjung Pura: Brigjen TNI Yufti Senjaya Kasdam XIII Merdeka: Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto Kasdam XIV Hasanuddin: Brigjen TNI M. Syech Ismed Kasdam XVI Pattimura:Brigjen TNI Agung Pambudi Kasdam XVII Cendrawasih: Brigjen TNI Hariyanto Kasdam XVIII Kasuari: Brigjen TNI Yusuf Ragainaga Inspektorat Kodam Irdam Iskandar Muda: Brigjen TNI Ayi Supriatna Irdam I Bukit Barisan: Brigjen TNI Boni Christian Pardede Irdam II Sriwijaya: Brigjen TNI Heru Setio Paripurnawan Irdam Jayakarta: Brigjen TNI Triadi Murwanto Irdam III Siliwangi: Brigjen TNI Dadang Arief Abdurahman Irdam IV Diponegoro: Brigjen TNI Yudi Pranoto Irdam V Brawijaya: Brigjen TNI Abdul Rahman Irdam VI Mulawarman: Brigjen TNI Udiyanto Irdam IX Udayana: Brigjen TNI Tatan Ardianto Irdam XII Tanjung Pura: Brigjen TNI Donni Hutabarat Irdam XIII Merdeka: Brigjen TNI Denny Rusano I. Masengi Irdam XIV Hasanuddin: Brigjen TNI Dwi Endrosasongko Irdam XVI Pattimura: Brigjen TNI Dadang Rukhiyana Irdam XVII Cendrawasih: Brigjen TNI Mukhlis Irdam XVIII Kasuari: Brigjen TNI Ari Estefanus Kepala Pokok Staf Ahli Kodam Kapoksahlidam Iskandar Muda: Brigjen TNI Ruly Chandrayadi Kapoksahlidam I Bukit Barisan: Brigjen TNI David Hatigoran Hutagaol Kapoksahlidam II Sriwijaya: Brigjen TNI Norman Saito Kapoksahlidam Jayakarta: Brigjen TNI Dodo Irmanto Kapoksahlidam III Siliwangi: Brigjen TNI Wawan Hermawan Kapoksahlidam IV Diponegoro: Brigjen TNI Budi Kusworo Kapoksahlidam V Brawijaya: Brigjen TNI Totok Suhartono Kapoksahlidam VI Mulawarman: Brigjen TNI Yuswandi Kapoksahlidam IX Udayana: Brigjen TNI Farouk Pakar Kapoksahlidam XII Tanjung Pura: Brigjen TNI Iskandar Kapoksahlidam XIII Merdeka: Brigjen TNI Patar Sahat Panggabean Kapoksahlidam XIV Hasanuddin: Brigjen TNI Heri Sutrisma Kapoksahlidam XVI Pattimura: Brigjen TNI Syaepul Mukti Ginanjar Kapoksahlidam XVII Cendrawasih: Brigjen TNI Achmad Fauzi Kapoksahlidam XVIII Kasuari: Brigjen TNI Juniras Lumban Toruan Komandan Resor Militer Kodam Danrem 031 Wira Bima: Brigjen TNI Dany Rakca Andalasawan Danrem 032 Wira Braja: Brigjen TNI Rayen Obersyl Danrem 033 Wira Pratama: Brigjen TNI Jimmy Watuseke Danrem 041 Garuda Emas: Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen Danrem 042 Garuda Putih: Brigjen TNI Supriono Danrem 043 Garuda Hitam: Brigjen TNI Iwan Ma'ruf Zainuddin Danrem 044 Garuda Dempo: Brigjen TNI Mohammad Tohir Danrem 045 Garuda Jaya: Brigjen TNI Agustinus Dedy Prasetyo Danrem 051 Wijayakarta: Brigjen TNI Riyanto Danrem 052 Wijayakrama: Brigjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo Danrem 061 Surya Kencana: Brigjen TNI Anan Nurakhman Danrem 064 Maulana Yusuf: Brigjen TNI Tatang Subarna Danrem 072 Pamungkas: Brigjen TNI Zainul Bahar Danrem 084 Bhaskara Jaya: Brigjen TNI Yusman Madayun Danrem 091 Aji Surya Natekusuma: Brigjen TNI Yudhi Prasetiyo Danrem 092 Maharajalilla: Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan Danrem 101 Antasari: Brigjen TNI Ari Aryanto Danrem 102 Panju Panjung: Brigjen TNI Iwan Rosandriyanto Danrem 121 Alambhana Wanawai: Brigjen TNI Luqman Arief Danrem 131 Santiago: Brigjen TNI Wakhyono Danrem 132 Tadulako: Brigjen TNI Dody Triwinarto Danrem 133 Nani Wartabone: Brigjen TNI Totok Sulistyono Danrem 141 Toddopuli: Brigjen TNI Sugeng Hartono Danrem 142 Taroada Tarogau: Brigjen TNI Deni Rejeki Danrem 143 Haluoleo: Brigjen TNI Ayub Akbar Danrem 151 Binaiya: Brigjen TNI Aminton Manurung Danrem 152 Baabullah: Brigjen TNI Elkines Villando Dewangga Kusumawide Danrem 161 Wira Sakti: Brigjen TNI Febriel Buyung Sikumbang Danrem 162 Wira Bhakti: Brigjen TNI Agus Bhakti Danrem 163 Wira Satya: Brigjen TNI Agus Muchlis Latif Danrem 172 Praja Wira Yakhti: Brigjen TNI Dedi Hardono Danrem 173 Praja Vira Braja: Brigjen TNI Franz Yohanes Purba Danrem 174 Anim Ti Waninggap: Brigjen TNI Agus Widodo Danrem 181 Praja Vira Tama: Brigjen TNI Totok Sutriono Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Kapoksahli RSPAD: Brigjen TNI dr. Subandono Bambang Indrasto Ka SPI RSPAD: Brigjen TNI Rusmanto Joko Sambodo Dirbang Riset RSPAD: Brigjen TNI Amin Ibrizatun Dirjangmed RSPAD: Brigjen dr. Puji Hartono Dirjangum RSPAD: Brigjen TNI dr. Muh. Hafid Akbar Dirprofnakes RSPAD: Brigjen TNI dr. Ismi Purnawan Dirum RSPAD: Brigjen TNI dr. Jursal Harun Dirnyakes RSPAD: Brigjen TNI dr. Sugiarto Dokter Ahli Bid. CVC RSPAD: Brigjen TNI dr. Dewi Puspitorini Dokter Ahli Bid. Cellcure RSPAD: Brigjen TNI dr. I Made Mahardika Dokter Ahli Bid. Traumatologi RSPAD: Brigjen TNI dr. Eny Ambarwati Komite Etik Perumah Sakitan RSPAD: Brigjen TNI dr. Dian Andriani Komite Hukum Perumah Sakitan RSPAD: Brigjen TNI dr. Sholihul Muhibbi Lihat pula Jenderal Tanda Kepangkatan TNI Angkatan Darat Tanda Kepangkatan TNI TNI Angkatan Darat Jenderal, 1
5912
https://id.wikipedia.org/wiki/Letnan%20jenderal%20%28Indonesia%29
Letnan jenderal (Indonesia)
Letnan Jenderal (sering disingkat Letjen) adalah pangkat perwira tinggi satu tingkat di bawah Jenderal dan satu tingkat di atas Mayor Jenderal. Istilah letnan jenderal berasal dari Abad pertengahan di mana pangkat Letnan Jenderal merupakan orang kedua yang memegang komando di lapangan tempur, ia berada di bawah Jenderal. Pangkat ini setara dengan Komisaris Jenderal Polisi di Polri. Letnan Jenderal biasanya adalah pangkat yang berada satu tingkat di bawah Jenderal, dan satu tingkat di atas Mayor Jenderal. Letnan lebih tinggi daripada mayor karena asal mula pangkat Mayor Jenderal berasal dari istilah Sersan Mayor Jenderal; Letnan lebih tinggi daripada Sersan Mayor. Di beberapa negara Eropa Timur, seperti Rusia, pangkat Letnan Jenderal merupakan pangkat jenderal berbintang dua, sedangkan pangkat jenderal berbintang tiga adalah Kolonel Jenderal. Letnan Jenderal di TNI Pangkat Letnan Jenderal digunakan sebagai pangkat perwira tinggi berbintang tiga. Digunakan hanya oleh TNI AD, jabatan yang mensyaratkan pangkat ini di antaranya adalah Panglima Kostrad serta KSAD (Letjen senior). Perwira tinggi berbintang tiga di TNI AL dinamakan Laksamana Madya (kecuali Korps Marinir tetap memakai sebutan Letnan Jenderal Marinir) dan di TNI AU adalah Marsekal Madya. Penyandang Pangkat Jenderal Bintang Tiga TNI-AD TNI Angkatan Darat Perwira Tinggi Marinir Bintang Tiga Letjen Kehormatan Pemberian Letnan Jenderal Kehormatan tak asing dilakukan di Indonesia. Gelar Letjen Kehormatan (HOR) dengan bintang tiga pernah disematkan kepada beberapa purnawiranan TNI yang sempat menjabat sebagai menteri. Letjen (Kehormatan) Bambang Sugeng (Pada November 1997) Letjen (Kehormatan) Bambang Utoyo (Pada November 1997) Catatan Lihat pula Jenderal Tanda Kepangkatan TNI Angkatan Darat Tanda Kepangkatan TNI TNI Angkatan Darat Referensi Jenderal, 3
5913
https://id.wikipedia.org/wiki/Wali%20kota
Wali kota
Wali kota adalah kepala daerah kota. Munisipalitas adalah kota yang berada di daerah yang dikepalai oleh seorang kepala daerah yaitu wali kota yang memiliki area di dalam kota. Dari tahun 2005 pemilihan umum untuk menentukan kepala daerah dilakukan dengan cara langsung melalui tahapan pemilihan umum. Untuk menjadi seorang kepala daerah ada 2 cara yang biasa dilakukan yaitu dengan pencalonan oleh partai politik yang telah memiliki anggota legislatif standar yang dipersyaratkan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia atau diusung oleh beberapa pihak tampa ada campur tangan partai yang disebut independen. Merujuk kepada seorang politikus yang bertindak sebagai pemimpin dari sebuah kota. Sebelum tahun 1999, terdapat kota administratif yang dipimpin oleh wali kota administratif. Wali Kota di Indonesia Di Indonesia, Wali Kota ialah Kepala Daerah untuk daerah Kota atau Kota madya. Seorang Wali Kota sejajar dengan Bupati, yakni Kepala Daerah untuk daerah Kabupaten. Sebelum diberlakukannya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, jabatan Wali Kota me-rujuk kepada dua jenis jabatan, yakni jabatan Wali Kota Madya yang kedudukannya sejajar dengan jabatan Bupati dan bertanggung jawab kepada Gubernur diperuntukkan sebagai kepala daerah perkotaan yang sudah maju dan padat penduduk (biasanya kota besar), Pada dasarnya, Wali Kota memiliki tugas dan wewenang memimpin penyelenggaraan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD Kota. Wali kota dipilih dalam satu paket pasangan dengan Wakil Wali Kota melalui Pilkada. Wali kota merupakan jabatan politis, dan bukan Pegawai Negeri Sipil. Ketentuan mengenai kepala daerah dan wakil kepala daerah secara umum diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (“UU 23/2014”) sebagaimana yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015. Keuangan Kepala Daerah Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, meliputi; Gaji dan Tunjangan, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah diberikan gaji, yang terdiri dari: Gaji pokok, Tunjangan jabatan, dan Tunjangan lainnya. Besarnya gaji pokok Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Tunjangan jabatan dan tunjangan lainnya ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Pejabat Negara, kecuali ditentukan lain dengan peraturan perundang-undangan. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tidak dibenarkan menerima penghasilan dan atau fasilitas rangkap dari Negara. Biaya Sarana dan Prasarana (Rumah Jabatan). Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah disediakan masing-masing sebuah rumah jabatan beserta perlengkapan dan biaya pemeliharaan. Apabila Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah berhenti dari jabatannya, rumah jabatan dan barang-barang perlengkapannya diserahkan kembali secara lengkap dan dalam keadaan baik kepada Pemerintah Daerah tanpa suatu kewajiban dari Pemerintah Daerah. Sarana Mobilitas (Kendaraan Dinas), Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah disediakan masing-masing sebuah kendaraan dinas. Apabila Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah berhenti dari jabatannya, kendaraan dinas diserahkan kembali dalam keadaan baik kepada Pemerintah Daerah. Biaya Operasional, Untuk pelaksanaan tugas-tugas kepada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah disediakan: Biaya rumah tangga dipergunakan untuk membiayai kegiatan rumah tangga Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; Biaya pembelian inventaris rumah jabatan dipergunakan untuk membeli barang-barang inventaris rumah jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; Biaya Pemeliharaan Rumah Jabatan dan barang-barang inventaris dipergunakan untuk pemeliharaan rumah jabatan dan barang-barang inventaris yang dipakai atau dipergunakan oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; biaya pemeliharaan kendaraan dinas dipergunakan untuk pemeliharaan kendaraan dinas yang dipakai atau dipergunakan oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; biaya pemeliharaan kesehatan dipergunakan untuk pengobatan, perawatan, rehabilitasi, tunjangan cacat dan uang duka bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah beserta anggota keluarga; biaya Perjalanan Dinas dipergunakan untuk membiayai perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; biaya Pakaian Dinas dipergunakan untuk pengadaan pakaian dinas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah berikut atributnya; biaya penunjang operasional dipergunakan untuk koordinasi, penanggulangan kerawanan sosial masyarakat, pengamanan dan kegiatan khusus lainnya guna mendukung pelaksanaan tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Besaran Biaya Operasional Kepala Daerah Besarnya biaya penunjang operasional Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Propinsi ditetapkan berdasarkan klasifikasi Pendapatan Asli Daerah sebagai berikut: sampai dengan Rp 15 miliar, paling rendah Rp 150 juta dan paling tinggi sebesar 1,75%; di atas Rp 15 miliar s/d Rp 50 miliar, paling rendah Rp 262,5 juta dan paling tinggi sebesar 1%; di atas Rp 50 miliar s/d Rp 100 miliar, paling rendah Rp 500 juta dan paling tinggi sebesar 0,75 %; di atas Rp 100 miliar s/d Rp 250 miliar, paling rendah Rp 750 juta dan paling tinggi sebesar 0,40 %; di atas Rp 250 miliar s/d Rp 500 miliar, paling rendah Rp 1 miliar dan paling tinggi sebesar 0,25 %. di atas Rp 500 miliar, paling rendah Rp 1,25 miliar dan paling tinggi sebesar 0,15% Besarnya biaya penunjang operasional Kepala Daerah Kabupaten/Kota, ditetapkan berdasarkan klasifikasi Pendapatan Asli Daerah sebagai berikut: sampai dengan Rp 5 miliar, paling rendah Rp 125 juta dan paling tinggi sebesar 3%; di atas Rp 5 miliar s/d Rp 10 miliar, paling rendah Rp 150 juta dan paling tinggi sebesar 2 % ; di atas 10 miliar s/d Rp 20 miliar, paling rendah Rp 200 juta dan paling tinggi sebesar 1,50 %; di atas Rp 20 miliar s/d Rp 50 miliar, paling rendah Rp 300 juta dan paling tinggi sebesar 0,80%; di atas Rp 50 miliar s/d Rp 150 miliar, paling rendah Rp 400 juta dan paling tinggi sebesar 0,40 %; di atas Rp 150 miliar, paling rendah Rp 600 juta dan paling tinggi 0,15 %. Pengeluaran yang berhubungan dengan pelaksanaan, antara lain; Biaya sarana dan prasarana (rumah jabatan); Sarana mobilitas (kendaraan dinas); Biaya operasional; dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (“APBD”). Referensi Lihat pula Kabupaten Kota Bupati World Mayor Wali kota Kepala wilayah administratif Indonesia Pejabat politik di Indonesia Indonesia
5915
https://id.wikipedia.org/wiki/Ad%20nauseam
Ad nauseam
Ad nauseam adalah kalimat Latin yang berarti "sampai memuakkan". Maksud dari kalimat ini adalah mengulang-ulang suatu hal berkali-kali sampai memuakkan. Kata nauseam merujuk kepada istilah latin "nausea" yang berarti mual. Misalnya, "topik ini telah dibahas secara " menunjukkan bahwa topik tersebut telah dibahas secara luas dan mereka yang terlibat sudah muak dengan topik tersebut. Kekeliruan yang menyeret pembicaraan ke keadaan ad nauseam untuk kemudian menegaskan kebenaran posisi seseorang karena tidak adanya kontradiksi disebut juga sebagai (argumen tak berhingga) dan argumen berulang. Singkatnya, ad nauseam adalah peribahasa untuk merujuk kepada sebuah diskusi atau argumen berulang yang bahkan "sampai tak seorang pun peduli untuk membahasnya lagi." Lihat pula Peribahasa Latin Referensi Kata dan frasa Latin
5916
https://id.wikipedia.org/wiki/Ad%20hoc
Ad hoc
Ad hoc adalah sebuah istilah dari bahasa Latin yang populer dipakai dalam bidang keorganisasian atau penelitian. Istilah ini memiliki arti "dibentuk atau dimaksudkan untuk salah satu tujuan saja" atau sesuatu yang "diimprovisasi". Contoh: "Komisi ad hoc DPR". Ad hoc adalah menerangkan suatu panitia/organisasi yang dibentuk untuk jangka waktu tertentu dalam rangka menjalankan atau melaksanakan program khusus. Panitia ad hoc biasanya dibentuk untuk mempersiapkan pendirian suatu badan atau organisasi yang sangat memerlukan penanganan panitia khusus tadi. Mungkin juga panitia khusus ini dibentuk untuk segera menyelesaikan suatu masalah yang ada dalam suatu organisasi atau suatu persidangan. Misalnya, sebelum terbentuknya ASEAN (1967), dibentuk panitia khusus yang tugasnya antara lain mempersiapkan dan merencanakan suatu bentuk kerja sama antar negara di kawasan Asia Tenggara non- komunis dibidang ekonomi dan kebudayaan. Melalui persiapan dan rencana yang telah dikerjakan oleh panitia khusus (ad hoc committee) ini, terbentuklah ASEAN seperti sekarang ini. Di dalam ketatanegaraan RI, dikenal pula Panitia Ad Hoc MPR yang dibentuk oleh Badan Pekerja MPR (BP MPR); tugasnya membantu memecahkan berbagai masalah yang berkaitan dengan Ketetapan-ketetapan MPR. Keanggotaan Panitia Ad Hoc MPR ini diusahakan sejauh mungkin mencerminkan fraksi-fraksi majelis agar kelompok-kelompok atau kekuatan-kekuatan sosial politik yang ada terwakili, sehingga MPR sebagai wakil rakyat tampak pula dalam panitia ini, meskipun susunannya tidak terikat oleh perimbangan jumlah anggota fraksi dalam majelis. Selama ini dikenal dua Panitia Ad Hoc, yakni Panitia Ad Hoc I yang membahas rancangan Ketetapan tentang GBHN, dan Panitia Ad Hoc II yang membahas rancangan Ketetapan non GBHN. Namun demikian tidak berarti bahwa dengan pembentukan Panitia Ad Hoc ini, perbedaan ataupun permasalahan yang berkaitan dengan Ketetapan MPR telah selesai. Referensi Lihat pula Post hoc Kata dan frasa Latin
5923
https://id.wikipedia.org/wiki/Peribahasa%20Belanda
Peribahasa Belanda
Ini adalah sebuah daftar ungkapan bahasa Belanda: peribahasa (spreekwoord), pepatah (gezegde) dan ungkapan-ungkapan lainnya. A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A "Aan het einde van zijn latijn zijn." "Achter het net vissen." "Als de kat van huis is, dansen de muizen op tafel." "Als hond en kat leven." "Als twee honden vechten om een been, loopt de derde ermee heen." "Appeltje voor de dorst." "Aan een boom zo vol geladen, mist men vijf, zes pruimpjes niet." "Aap wat heb je mooie jongen." "Achter de wolken schijnt de zon." "Al draagt een aap een gouden ring, het is en blijft een lelijk ding." "Al kleedt men een ezel in satijn, altijd zal het een ezel zijn." "Als de hennen beginnen te kraaien, moet je ze de nek omdraaien." "Alle beetjes helpen, zei de muis, en hij piste in zee." "Alle winden hebben keerwinden." "Allerzielensneeuw voorspelt een zacht voorjaar." "Als Allerzielen zacht begint, volgen veel regen en wind." "Als apen hoger willen klimmen, ziet men juist hun naakte billen." "Als augustus zonder regen henen gaat, de koe maar mager voor de kribbe staat." "Als de appel rijp is, valt hij, al is 't ook in een moddersloot." "Als de bijen naar huis toe vluchten zit er regen aan de luchten." "Als de bijen naar huis toe vluchten, zit er regen aan de luchten." "Als de dagen lengen, begint de kou te strengen." "Als de dagen lengen, begint de winter te strengen." "Als de dagen lengen, gaan de nachten strengen." "Als de gesmeerde bliksem." "Als de hemel valt, zijn alle mussen dood." "Als de hen kwaad is, ontziet ze de haan niet." "Als de herder doolt, dolen de schapen." "Als de hond geld heeft, zegt men meneer hond." "Als de kat van huis is, dansen de muizen op tafel." "Als de kat zich wast, komt er gewis een gast." "Als de katten muizen, mauwen ze niet." "Als de kippen schuilen gaan, houdt de regen zelden aan." "Als de koe geen melk meer geeft, dan raakt zij aan de slager." "Als de koekoek zwijgt, dan hoort men de leeuwerik." "Als de muis genoeg heeft, dan is het meel bitter." "Als de slakken kruipen gaan, is 't met het mooie weer gedaan." "Als de vos de passie preekt, boer pas dan op je ganzen." "Als de vos de passie preekt, boer pas op je kippen." "Als de zon schijnt in het westen, werken de luien als de besten." "Als drie wijzen zeggen dat je een ezel bent, balk dan." "Als een beer negen liedjes kent, gaan ze allemaal over honing." "Als een beer op sokken." "Als een donderslag bij heldere hemel." "Als een ezel het te goed gaat, gaat hij op het ijs dansen." "Als een kat om de hete brij lopen." "Als een rat in de val zitten." "Als er één schaap over de dam is, volgen er meer." "Als het appeltje rijp is, valt het vanzelf." "Als het elzeblad zo groot is als een duit, komt er de koekoek uit." "Als het getij verloopt, verzet men de bakens." "Als het hooi het paard volgt, wil het gegeten worden." "Als het ijs gebroken is." "Als het kalf verdronken is, dempt men de put." "Als het regent uit het oosten, regent het zonder vertroosten." "Als het schip lek is, springen de ratten overboord." "Als hij niets meer kan, hangt de jager zijn hond op." "Als kat en hond leven." "Als men de kat op het spek bindt, wil hij er niet van vreten." "Als men de koe verkoopt, raakt men ook de uier kwijt." "Als men een ekster uitstuurt, krijgt men een bonte vogel weer in huis." "Als oude honden blaffen is het tijd om uit te zien." "Als 't buiten woedt, is't binnen goed." "Als 't niet op mijn hooi weert, dan weert het op mijn moerasplanten." "Als 't regent, regent het op alle daken." "Als 't in november 's morgens broeit, wis dat de storm des avonds loeit." "Als twee honden vechten om een been, gaat de derde er mee heen." "Als vinken helder slaan, is 't mooie weer gedaan." "Altijd haantje de voorste zijn." "Anderhalve man en een paardekop." "Aprilletje zoet geeft nog wel eens witte hoed." "Avondrood brengt mooi weer aan boord." B "Behandeld worden als een hond." "Bekend als de bonte hond." "Bekend zijn als een snoek op de hooizolder." "Beslagen ten ijs komen." "Beter één vogel in de hand, dan tien in de lucht." "Beter een blind paard dan een leeg halster." "Beter een ezel voor de ploeg, dan twee peerden op stal." "Beter een levende hond dan een dode leeuw." (Lebih baik menjadi seekor anjing yang hidup daripada singa yang mati) "Beter een luis in de pot dan helemaal geen vlees." "Beter één vogel in de hand, dan tien in de lucht." (Seekor burung di tangan lebih berharga daripada sepuluh ekor di langit) "Bij gebrek aan tarwe nestelt de leeuwerik in de haver." "Blaffende honden bijten niet." (Anjing yang menggonggong tidak menggigit) "Blauwe bloempjes." "Blauwe duiven, blauwe jongen." "Bloeden als een rund." (Berdarah seperti seekor sapi) "Bloeien de bomen tweemaal op rij, zal de winter zich rekken tot mei." "Bloeit de stok in volle klaarheid, dat is goede wijn in waarheid." "Boeren en varkens worden knorrende vet." "Boompje groot, potertje dood." (Bila pohon menjadi besar, tanaman di dalam pot mati) "Boontje komt om zijn loontje." "Boter bij de vis." C "Commandeer je hond en blaf zelf." D "Dat is geen kattepis." "De hond in de pot vinden." "De kat uit de boom kijken." "Daar heb je de kat in 't garen." "Daar is geen kruid tegen gewassen." "Daar komt een schip met zure appelen." "Daar kraait geen haan naar." "Daar kun je donder op zeggen." "Daar lusten de honden geen brood van." "Daar schuilt een slang tussen het loof." "Daar zijn wij grote vissen weer, zei de garnaal tegen de bot." "Dansen de muggen in januaar, dan wordt de boer een bedelaar." "Danst het lammetje in maart, april vat het bij de staart." "Dat dank je de koekoek." "Dat is de hen die de eieren legt." "Dat is een vreemde eend in de bijt." "Dat is geen vis en geen vlees." "Dat is hem een doorn in het oog." "Dat is niet voor de poes." "Dat is parelen voor de zwijnen werpen." "Dat is struisvogelpolitiek." "Dat is zo rot als een mispel." "Dat kan het daglicht niet verdragen." "Dat kan hond noch kat verstaan." "Dat muisje zal een staartje krijgen." "Dat paard zal mij niet weer slaan." "Dat slaat als een tang op een varken." "Dat waait je niet vanzelf aan." "Dat werkt als een rode lap op een stier." "De aap binnen hebben." "De aap spiegelt zijn schoonheid in het glas." "De aap vlooien." "De appel valt niet ver van de boom." "De beer is los." "De berg heeft een muis gebaard." "De beste paarden moeten op stal gezocht worden." "De bloem daar de bij honing uit zuigt, daar zuigt de spin venijn uit." "De bloemetjes buiten zetten." "De bokken van de schapen gescheiden houden." "De bokken van de schapen scheiden." "De bokkepruik op hebben." "De bui afwachten." "De bui zien hangen." "De druiven zijn zuur." "De een mag een koe stelen, een ander mag nog niet over het hek kijken." "De een scheert de varkens, de ander de schapen." "De ene ezel noemt de ander altijd langoor." "De ene hond verwijt de andere, dat hij vlooien heeft." "De ganzen krijgen de kost, maar ze moeten hem plukken." "De ganzen, die eenmaal in 't koren geweest zijn, willen er altijd weer heen." "De gebeten hond zijn." "De gek die een os bezit, wordt zelden als een gek herkend." "De grootste eik was vroeger ook een eikel." "De grote vissen eten de kleine." "De grote vissen scheuren het net." "De haan is de baas, als de hen niet thuis is." "De haan van de kippen scheiden." "De handen in een wespennest steken." "De hennen die het meeste kakelen, leggen de eieren niet." "De hoenders in een andermans hof jagen." "De hommel in het hoofd hebben." "De hond in de pot vinden." "De honden blaffen, de karavaan trekt verder." "De jas aan de wilgen hangen." "De jongste ezel moet het pak dragen." "De kastanjes uit het vuur laten halen." "De kat de bel aanbinden." "De kat in de gordijnen jagen." "De kat in de kelder metselen." "De kat in het donker knijpen." "De kat komt het graatje toe." "De kat muist het best als ze jongen heeft." "De kat op het spek binden." "De kat uit de boom kijken." "De kinderen hebben last van het appelmannetje." (ze zijn ziek) "De kip met de gouden eieren slachten." "De kleine honden jagen de haas op, maar de grote pakken hem." "De koe bij de horens vatten." "De koe vergeet nogal eens dat hij vroeger eens kalf is geweest." "De koekoek en de sijs, hebben niet de zelfde wijs." "De kool en de geit sparen." "De kraaienmars blazen." "De lier aan de wilgen hangen." "De maand april heeft menige gril." "De magerste varkens schreeuwen het hardst." "De man een vogel, de boer een gans." "De man een vogelen de boer een gans." "De mensen maken de almanak, maar God maakt het weer." "De molen gaat niet om met de wind die voorbij is." "De molen naar de wind keren." "De mooiste appels hangen het hoogst." "De mug vliegt net zo lang om de kaars, totdat hij zijn vleugels zengt." "De muizen dansen om de meelton, als de kat van huis is." "De muizen vallen er dood voor de broodkast." "De mussen vallen dood van het dak." "De opgaande zon aanbidden." "De oude os maakt rechte voren." "De pisang zijn." "De rapen zijn gaar." "De ratten verlaten het zinkende schip." "De rode haan laten kraaien." (brand stichten) "De roze is gauw vergaan, maar de doornen blijven staan." "De schoonste bomen geven de schoonste vruchten niet." "De tijd baart rozen." "De tijden worden slecht, zei de kraai; toen werd de galg afgebroken." "De vis wil zwemmen." "De vlieg wil vogel zijn." "De vogel is gevlogen." "De voorste hond vangt de haas." "De vos groet dan alleen de heg als hij de tuin in wil." "De waarheid verbloemen." "De wind in de rug hebben." "De wind in de zeilen hebben." "De wind waait uit de verkeerde hoek." "De wolf in schaapskleren." "De wolf zal met het lam verkeren." "De ziekte komt te paard en gaat te voet." "De zon wil ook wel eens schijnen door kleine raampjes." "December, wind uit het oost, brengt de zieken lutt'le troost." "Die appels vaart, ook appels eet." (Die appelen vaart, die appelen eet) "Die bramen vreest, moet uit het bos blijven." "Die de koe koopt, heeft het kalf toe." "Die de koe toekomt, die vat hem bij de horens." "Die distels zaait, die doornen maait." "Die eieren vergaren wilt, moet hem 't kakelen der hennen getroosten." "Die in de wijngaard werkt mag van de vruchten eten." "Die in het riet zit, kan pijpjes maken." "Die perzik smaakt naar meer." "Die pleit voor een koe, geeft er een toe." "Die zich voor hond verhuurt, moet de botten kluiven." "Die zijn lichaam bewaart, bewaart geen rotte appel." "Doe varkens goed dan krijgt men spek; doe mensen goed dan krijgt men drek." "Doet juli en august de druiven niet zwellen, september zal nimmer hun smaak vertellen." "Door de bomen het bos niet meer zien." E "Een kat-en-muisspelletje doen." "Een kat in het nauw maakt rare sprongen." "Een kat in zak kopen." "Een kattengejank laten horen." "Een wolf in schaapskleren." "Een vogel in de hand is beter dan tien in de lucht." "Één zwaluw maakt nog geen zomer." "Een aap uit al te grote min, die perst z'n jong de lenden in." "Een aap wil met iedereen gekken, en toch kan hij z'n aars niet dekken." "Een appel die bedorven is, schendt al wat in de korven is." "Een appelboom kan geen peren voortbrengen." "Een appeltje voor de dorst bewaren." "Een bijenzwerm in mei, goed teken voor de wei." "Een blind hoen vindt wel eens een korrel." "Een blind paard kan hier geen schade doen." "Een blind paard kan hier niets kapot lopen." "Een bok schieten." "Eén bonte kraai maakt nog geen winter." "Een boom opzetten." "Een boom over iets opzetten." "Een boom valt niet bij de eerste slag." "Een boom van een kerel." "Een briesende leeuw." "Een dolle hond raast geen zeven jaar." "Een dood paard aan een boom binden." (overdreven voorzichtig zijn) "Een droge maart en een natte april is de boeren naar hun wil." "Een droge maart en een natte april, maakt het de boeren naar hun wil." "Een ezel gaat niet uit z'n tred." "Een ezel geeft een dode leeuw een schop." "Een ezel in een leeuwenhuid." "Een ezel kent men aan z'n oren." "Eén ezel overbalkt wel tien nachtegalen." "Een ezel stoot zich in 't gemeen geen tweemaal aan dezelfde steen." "Een ezelsbrug." "Een gans blaast wel maar hij bijt niet." "Een garnaal heeft ook een kop." "Een gehuurd paard en en eigen sporen maken korte mijlen." "Een gewillig paard moet men nimmer overrijden." "Een goede boom brengt goede vruchten." "Een goede haan is niet vet." "Een goede haan kraait nog weleens weer." "Een gouden zadel maakt geen ezel tot paard." "Een groene Kerstmis maakt een witte Pasen." "Een haan kraait het hardste op z'n eigen mesthoop." "Een haas wil altijd weer naar de streek, waar hij geboren is." "Een hazeslaapje doen." "Een herfst warm en klaar, is goed voor 't volgend jaar." "Een kale jakhals." "Een kale rat." "Een kat een kat noemen." "Een kat in de zak kopen." "Een kat in het nauw maakt vreemde sprongen." "Een kat komt altijd weer op zijn pootjes terecht." "Een kater hebben." "Een klap van een lamme aap krijgen." "Een kleine kip legt elke dag, een struisvogel eens per jaar." "Een koe met gouden horens beloven." "Een kring om de zon brengt regen in de ton." "Een kruidje-roer-mij-niet." "Een leven hebben als een luis op een zeer hoofd." "Een liggende hond waait geen brood in de mond." "Een lopende hond vindt altijd wat." "Een luchtje scheppen." "Een muizenmaaltijd houden (Eten zonder erbij te drinken)." "Een oud paard hoort graag het klappen van de zweep." "Een oude aap leert men geen kunsten." "Een oude bok lust nog wel een groen blaadje." "Een oude haas kent alle slopen." (paadjes) "Een paard aan de rand is een schand." "Een paard dat voor de tweede keer de sprong niet neemt, neemt hem ook voor de derde keer niet." "Een paardemiddel." "Een rijpe peer valt dikwijls in de drek." "Één rotte appel bederft de hele mand." "Één rotte appel in de mand, maakt al het gave fruit te schand." "Één rotte appel in den mande, maakt al 't gave ooit te schande." "Een schip met zure appels." "Een schot in de roos." "Een schurftig paard vreest de roskam." "Één schurftig schaap bederft de ganse kudde." "Een slak en een haas hebben op dezelfde dag nieuwjaar." "Een spaak in de wiel steken." "Een spin in de morgen, brengt altijd zorgen." "Één spreeuw op het dak, maakt de zomer niet." "Een stomme hond." "Een uilskuiken." "Een uiltje knappen." "Een vaak herhaalde kwartelslag, voorspelt de boer een droge dag." "Een vette gans bedruipt heur zelven." "Een vliegende kraai vindt altijd wat." "Een vogel die te vroeg zingt, wordt s'avonds door de kat gegeten." "Één vogel in de hand is beter als tien in de lucht." "Een vos verliest wel zijn haar, maar nooit zijn streken." "Een waarheid als een koe." "Een warme kerstnacht maakt een kouwelijke Pasen." "Een wijze hen legt wel eens een ei in de netelen." "Een winterse mug heeft vaak een natte rug." "Een wolf in schaapskleren." "Eén zwaluw maakt nog geen zomer." "Eerder verzuipt een vis, dan een boer sterft van de honger." "Eieren voor z'n geld kiezen." "Elk houdt zijn eigen spreeuw voor een lijster." "Elk meent zijn uil een valk te zijn." "Elke eik is ooit een eikel geweest." "Elke koekoek roept z'n eigen naam." "Elzehout vroeg in de knop, en strenge winter wacht ons op." "Er als de kippen bij zijn." "Er de wind onder hebben." "Er gaan veel makke schapen in één hok." "Er is geen koe zo zwart, of er zit wel een vlekje aan." "Er is geen kudde of er loopt een schurftig schaap in." "Er is niets nieuws onder de zon." "Er is onweer aan de lucht." "Er loopt een zwart schaap onder." "Er school een adder onder het gras." "Er uitzien als een ongelikte beer." "Er zijn altijd veel honden om het aas." "Er zijn meer hondjes die Fikkie heten." "Er zit broei in de lucht." "Er zit geen vuiltje aan de lucht." "Ergens een kater aan over houden." "Eten als een wolf." "Ezel geboren moet ezel sterven." "Ezel geboren wordt nooit geen paard." "Ezels dragen de haver die door paarden wordt gegeten." G "Ga tot de mieren gij luiaard, en word wijs." "Geef de ezel klaver, hij loopt naar de biezen." "Geeft Allerheiligen zonneschijn, dan zal het spoedig winter zijn." "Geeft lichtmis klaverblad, pasen dekt met sneeuw het pad." "Geeft Sint Hilarius zonneschijn, dan zal het weldra kouder zijn." "Geen ezel kan zijn eigen oren afbijten." "Geen haring zo mager of men braadt er vet uit." "Geen jaarmarkt zonder ezel." "Geen koe zo bont of er zit wel een vlekje aan." "Geen oude koeien uit de sloot halen." "Geen paardemarkt zonder ezel." "Geen rozen zonder doornen." "Geen wolkje aan de lucht." "Geen zee gaat hem te hoog." "God spijst de vogels, maar ze moeten er om vliegen." H "Haastige spoed is zelden goed." "Het bloed kruipt waar het niet kan gaan." "Het hart ligt bij haar op de tong." "Hoge bomen vangen veel wind." "Haring in 't land, dokter aan de kant." "Heb je geen paard, gebruik dan de ezel." "Heilig boontje." "Het begint hem te schemeren." "Het beste paard struikelt wel eens." "Het beste paard van stal, wordt weer vergeten." "Het eerste gewin is kattegespin." "Het ei wil wijzer zijn dan de kip." "Het gaat hem voor de wind." "Het getij mee hebben." "Het gouden kalf aanbidden." "Het gras voor de voeten weg maaien." "Het hazepad kiezen." "Het hooi moet het paard niet volgen." "Het ijs heeft nog geen balken." "Het is beter een appel gegeven dan gegeten." "Het is een kale kikker." "Het is met hem kwaad kersen eten." "Het is niet overal zomer waar de zon schijnt." "Het is nooit zo donker, of het wordt wel weer licht." "Het komt toch aan de dag, wat onder de sneeuw verborgen lag." "Het kuiken wil altijd wijzer zijn dan de hen." "Het maakt niets uit of je door de hond of door de kat wordt gebeten." "Het makke schaap wordt van alle lammeren gezogen." "Het meeste onkruid draagt de vetste bodem." "Het nest ligt onder de boom." "Het oog van de meester maakt het paard vet." "Het paard achter de wagen spannen." "Het paard bij de teugel nemen." "Het paard moet tot de kribbe komen." "Het paard van Troje binnen halen." "Het regent oude wijven." "Het schaap en het lam, kennen elkaar aan het geblaat." "Het weer dat Kinderdag wil, komt terug tot in april." "Het weer van Lieve Vrouwe Geboort, duurt gaarne zo'n vier weken voort." "Het zijn net jonge honden." "Hij broedt een slang in zijn boezem." "Hij gaat achteruit, zo hard als een paard lopen kan." "Hij hangt aan als een klis." "Hij hangt de gebraden haan uit." "Hij haspelt er mee als een aap in een garenwinkel." "Hij heeft de aap binnen." "Hij heeft de bok vet." "Hij heeft de kat gestuurd." "Hij heeft een adder aan zijn borst gekoesterd." "Hij heeft een beestje na een feestje." (kater) "Hij heeft een bokje aan het touw." (Hij loopt dronken langs de weg) "Hij heeft een geweten, waar een koets met vier paarden in rondrijden kan." "Hij heeft een hondebaan." "Hij heeft een luize baantje." "Hij heeft een snoek gevangen (Hij is in het water gevallen)." "Hij heeft haas gevreten (hij is lafhartig)." "Hij heeft het hondegeloof, hij heeft het vlees liever dan de botten." "Hij heeft het zo druk als de hoenders vóór Pasen." "Hij heeft muizenesten in zijn hoofd." "Hij heeft paardenvlees gegeten (Hij is onrustig)." "Hij heeft van de boom der kennis gegeten." "Hij heeft z'n schaapjes op het droge." "Hij huilt krokodillen tranen." "Hij huilt met de wolven waarmee hij in het bos is." "Hij is begeld als een pad met veren." "Hij is de luis in de pels." "Hij is een ongelikte beer." "Hij is een vreemde eend in de bijt." "Hij is er bekend als de bonte hond." "Hij is er gezien als een rotte appel bij de groenvrouw." "Hij is het haasje." "Hij is het zwarte schaap in de familie." "Hij is in de berebijt geweest." (toegetakeld) "Hij is in de wolken." "Hij is omgedraaid als het blad van en boom." "Hij is overal haantje de voorste." "Hij is snip verkouden." "Hij is te vangen als een aal bij de staart." "Hij is over het paard getild." "Hij is van 't hondje gebeten." "Hij is zo dood als een pier." "Hij is zo gezond als een vis." "Hij is zo levendig als 't vogeltje dat koe heet." "Hij is zo vlug als het vogeltje dat koe heet." "Hij kan de zon niet in het water zien schijnen." "Hij keek als door de donder getroffen." "Hij kent hem van haver tot gort." "Hij kijkt als een kat in een vreemd pakhuis." "Hij kijkt of hij op een adder heeft getrapt." "Hij klampt zich aan een strohalm vast." "Hij komt achteraan als het derde lam." "Hij koos het hazenpad." "Hij leeft als een os: z'n vlees neemt toe, z'n kennis niet." "Hij loert erop als een hond op een zieke koe." "Hij loopt als een kieviet." "Hij loopt als een kip die z'n ei niet kwijt kan." "Hij loopt als een kip zonder kop." "Hij loopt als een paard van een daalder." "Hij loopt er omheen als de kat om de hete brij." "Hij loopt weg als een hond met de staart tussen de poten." "Hij moest door een hennepen venster kijken." "Hij pakt zijn biezen." "Hij praat als een kip zonder kop." "Hij preekt voor de ganzen." "Hij schrijft hanepoten." "Hij slaat door als een blinde vink." "Hij spartelt als een vis op het droge." "Hij speelt ermee als de kat met de muis." "Hij speelt met hem, als de kat met de muis." "Hij springt van de bok op Jasper." "Hij staat daar als een ezel tussen twee oppers hooi." "Hij stapt als een kater in de morgendauw." "Hij steekt zich in een wespennest." "Hij stinkt als een bunzing." "Hij stond daar als door de bliksem getroffen." "Hij vliegt er op aan als een stier op een opper hooi." "Hij weet er net zo veel van als de kat van het wafelbakken." "Hij weet er net zo veel van als de kraai van zaterdag." "Hij weet meer dan huismans hen." "Hij werd als een lam ter slachtbank gebracht." "Hij werd zo rood als een kalkoense haan." "Hij zal op de hei niet lammeren." (Hij zal wel voor zichzelf zorgen) "Hij zet een gezicht als een oorworm,." "Hij ziet door de bomen het bos niet meer." "Hij ziet er uit als een uil in doodsnood." "Hij ziet leeuwen en beren op de weg." "Hij zit als een rat in de val." "Hij zit er op als een bok op een haverkist." "Hij zit met de gebakken peren." "Hij zit stevig in de beer." (in schulden) "Hij zit vol kuren als een bok vol keutels." "Hij zoekt naar zijn paard en hij zit er op." "Hijgen als een karrepaard." "Hijgen als een postpaard." "Hoe groter geest, hoe groter beest." "Hoe komt een ezel aan twee lange oren?." "Hoe meer men in een aalput roert, hoe meer hij stinkt." "Hoe ruiger hond, hoe meer vlooien." "Hoe schoner aap, hoe lelijker jongen." "Hoe schurftiger het schaap, hoe harder het blaat." "Hoge bomen vangen veel wind." "Hoge bomen vangen veel wind." "Hondenhaar dat maait zo zwaar." "Honger hebben als een paard." "Hoog en droog." "Hoort ge in juni de donder kraken, dan doet de boer goede zaken." "Houden de bomen hun bladeren lang, wees voor een lange winter bang." "Huilen met de wolven, waar men mee in 't bos is." I "In het land der blinden is eenoog koning." "Ieder moet zijn eigen boontjes doppen." "Ieder vogeltje zingt zoals het gebekt is." "Iedere appel smaakt boomig." "Iedere uil meent dat z'n jongen valken zijn." "Iemand afsnauwen, alsof men hem voor de honden gevonden heeft." "Iemand bij de bok doen." "Iemand de wind uit de zeilen nemen." "Iemand die dom is, kun je afranselen met een kippeveer." "Iemand een kool stoven." "Iemand geselen met een vossestaart." "Iemand het bos in sturen." "Iemand in het zonnetje zetten." "Iemand liefhebben als zijn oogappel." "Iemand met een kluitje in 't riet sturen." "Iemand vogelvrij verklaren." "Iemand voor aap zetten." "Iemands die in een stal geboren is, is nog geen paard." "Iets doen voor de kat z'n kut." "Iets met een slakkegang afmaken." "Iets onder de roos vertellen." "Ik heb een appeltje met hem te schillen." "Ik heb er een muisje van horen piepen." "Ik heb geen ezeltje-schijt-geld op stal." "Ik mag een boon zijn als het niet waar is." "Ik moet er haring of kuit van hebben." "In alle landen bijten de honden en lasteren de monden." "In April heldere maneschijn, zal de bloesem schadelijk zijn." "In de aap gelogeerd zijn." "In de bonen zijn." "In de schaduw van iemand staan." "In een zure appel bijten." "In februari klagen de boeren het meest." "In het donker zijn alle katjes grauw." "In katzwijm vallen." "In mei leggen alle vogels een ei, behalve de kwartel en de griet, die leggen in de maand mei niet." "Is er wind in de kerstdagen, dan zullen de bomen veel vruchten dragen." "Is het weer in mei te mooi, dan krijgt de schuur maar weinig hooi." J "Jaag een hond weg, je krijgt een rekel weer." "Januari zonder regen, is de boerenstand een zegen." "Je kunt de boom in." "Je kunt voor één mug niet je hele rug kapot krabben." "Je moet de aap niet in de garenwinkel jagen." "Je moet niet zo zwammen." "Je zal maar een eendags vlieg zijn en je dag niet hebben." "Je zal maar een eendagsvlinder zijn en je dag niet hebben." "Je ziet er uit als een verzopen kat." "Jong te paard, oud te voet." K "Kat in het bakje doen." "Kat en muis spelen." "Katten die muizen, miauwen niet." "Kerk houden onder Gods blauwe hemel." "Kind noch kraai hebben." "Kip, ik heb je." "Kleine boompjes worden groot." "Kleine vogels, kleine nesten." "Kleine vossen bederven de wijngaard." "Koe met gouden horens beloven." "Koeien die het hardste loeien, geven de minste melk." "Koeien van fouten maken." "Komt men over de hond, dan komt men over de staart." "Kosters koe mag op het kerkhof weiden." "Kraaien vlak bij schuur en huis, de winter voelt zich thuis." "Kwaad ei, kwaad kuiken." L "Laat de honden blaffen, de karavaan gaat verder." "Langzaam aan komt de hen wel op de eieren." "Late haver komt ook op." "Leven als een vis in het water." "Loop naar de bliksem." "Loop naar de duivel." "Loop naar de koekoek." "Loop naar de Mokerhei." "Lopen als een postpaard." M "Met de mantel der liefde bedekken." "Met man en muis verdronken." "Morgenstond heeft goud in de mond." "Maart heeft knepen in z'n staart." "Maart heeft venijn in de staart." "Man en paard noemen." "Meeuwen op het land, onweer aan het strand." "Mei, koud en nat, vult de schuur en ook het vat." "Meisjes die viooltjes dragen mag men kussen zonder vragen." "Melk van blauwe koeien." "Melkt de koe, maar trekt ze de spenen niet af." "Men kan beter op een zak met vlooien passen dan op een jonge meid." "Men kan een pad wel net zo lang trappen, dat hij kwaakt." "Men kan geen druiven lezen van distelen." "Men kan geen paard al lopende beslaan." "Men kan nooit weten, hoe een koe een haas vangt." "Men kan van een kromme zwijnsteert geen rechte pijl maken." "Men kan van een os niet meer snijden dan een goed stuk vlees." "Men kan wel een viool tegen een eikenboom stukslaan." "Men kent de vogel aan zijn veren." "Men melkt de koe, door de hals." "Men moet de boom buigen als hij jong is." "Men moet de ezel de rug niet stuk rijden." "Men moet de huid niet verkopen eer de beer geschoten is." "Men moet de huik naar de wind hangen." "Men moet de kat niet bij 't spek zetten." "Men moet de schapen scheren naar dat ze wol hebben." "Men moet de wolf niet tot schaapherder maken." "Men moet een gegeven paard niet in de bek kijken." "Men moet een schaap scheren, maar niet villen." "Men moet een schop van een ezel kunnen verdragen." "Men moet geen oude bomen verpoten." "Men moet geen slapende honden wakker maken." "Men moet huilen met de honden, daar men mee in 't bos is." "Men moet niet al zijn eieren onder één kip leggen." "Men moet niet op alle slakken zout leggen." "Men moet vossen met vossen vangen." "Men noemt geen koe zo bont, of er zit een vlekje op." "Men plukt de gans zolang hij veren heeft." "Men roept den ezel niet ten hove, dan als hij lasten dragen moet." "Men stuurt een kat naar Engeland en hij zegt miauw als hij weer thuiskomt." "Men vangt meer vliegen met honing dan met azijn." "Men vindt menig ezel met lange oren." "Met een big zitten." (zwanger zijn) "Met de aardappel in de keel spreken." "Met de kippen op stok gaan." "Met den eersten van de mei, hebben de vogels een nest of een ei." "Met een kanon op een mug schieten." "Met geweld kalft een os." "Met geweld krijgt men een os drachtig." "Met grote heren is het kwaad kersen eten." "Met iemand de draak steken." "Met kuit zitten." (zwanger zijn) "Met man en muis vergaan." "Met onwillige honden is het kwaad hazen vangen." "Met sintjuttemis, als de kalveren op het ijs dansen." "Met sintjuttemis, als de kalveren op het ijs dansen." "Mijd de eik, zoek een beuk." "Moet je nog peultjes." "Mooi weer spelen van een ander z'n geld." "Mooi weer spelen." "Morgenrood, brengt water in de sloot." N "Na Driekoningen wordt elke dag de stap van de haan langer." "Naar de haaien gaan." "Niet van de wind kunnen leven." "Nieuwe maan met donkere vlekken, kan tot bewijs van regen strekken." "Nieuwe maan met helder licht, brengt ons van droogte het bericht." "November met zijn regenvlagen, brengt verkoudheid, jicht en andere plagen." "Novembers laatste noot valt altijd in de sloot." "Nu spoedt de zomer weer ten end, en de hitte gaat verminderen." O "Oost west thuis best." "Oude koeien uit de sloot halen." "Oude wijn in nieuwe zakken." "Over een kam scheren." "Of je door de hond of door de kat wordt gebeten." "Om de wille van de smeer, likt de kat de kandeleer." "Om het vet likt de kat de braadpan." "Omdraaien als een blad aan de boom." "Onder het vliegen wassen de vleugels." "Onder iemands duiven schieten." "Ongeleide eiers zijn onzekere kiekens." "Ongelijke paarden trekken kwalijk." "Onze weg is met distels bezaaid." "Op distels zitten." (ongeduldig zijn) "Op Driekoningen lengt de dag, zoveel een geitje springen mag." "Op het verkeerde paard wedden." "Op het vinkentouw zitten." "Op iets vlassen." "Op oud ijs vriest het licht." "Over rozen gaan." "Op rozen zitten." "Oprecht gelijk de duiven." "Oude beren dansen leren is zwepen verknoeien." "Oude bokken hebben stijve horens." "Oude bomen moet men niet verplaatsen." "Oude paarden jaagt men aan de dijk." "Over koetjes en kalfjes praten." P "Poeslief doen." "Paarden die de haver verdienen krijgen hem niet." "Paarden vallen ook, al hebben ze vier poten." "Padden broeden geen zangvogels uit." "Pissebed wegjagen en kakkebed weerkrijgen." "Praten over bloemetjes en de bijtjes." R "Regen in september, Kerst in december." "Regent het op de baas, dan drupt het op de knecht." "Rood haar en elzenhout is op geen goede grond gebouwd." "Ruwe bolster, blanke pit." S "Slapende honden wakker maken." "Stille wateren hebben diepe gronden." "Schapen zonder herder." "Schijten als een reiger." "Schone appels zijn ook wel zuur." "Sint-Ambroos, patroon van bijen en van spreeuwen, houdt van waaien en van sneeuwen." "Sint-Ambroos, patroon van bijen en van spreeuwen, houdt van waaien." "Sint-Lieven komt ons met vorst gerieven." "Sint-Mattheus koud en guur, maakt de druiven wrang en zuur." "Sint-Mattheus helder en klaar, brengt goede wijn voor 't volgend jaar." "Sint-Michiel heeft de winter onder zijn kiel." "Slapen als een os." "Slapen als een roos." "Sneeuw op slik, geeft ijs dun of dik." "Spreeuwen eten wel kersen, maar de bomen poten ze niet." "Steelt de vos, zo steelt het vosje ook." T "'t Bier is niet voor de ganzen gebrouwen." "'t Dunkt elke uil, dat zijn jong een valke is." "'t Gemeste kalf slachten." "'t Hinkend paard komt achteraan." "'t Is beter met de uil gezeten dan met de valk gevlogen." "'t Is boter tot de boom." "'t Is een kalf van een vent." "'t Is een slechte muis die maar één hol heeft." "'t Is een slechte vogel die zijn eigen nest bevuilt." "'t Is geen katje om zonder handschoenen aan te pakken." "'t Is kwaad oude vossen te vangen." "'t Is muis als moer, een staart hebben ze allemaal." "'t Is niet altijd rozegeur en maneschijn." "'t Is niet meer dan een boon in de brouwketel." "'t Is vergeefs dat men fluit, als het paard niet pissen wil." "'t Kuiken wil wijzer zijn dan de kip." "'t Moet al een ruige hond wezen, die twee nesten warm kan houden." "'t Muist wat van katten komt." "'t Verloren schaap is terecht." "'t Zijn vogels van diverse pluimage." "Te hooi en te gras." "Te veel hooi op zijn vork nemen." "Toen kwan de aap uit de mouw." "Trap het koren niet plat om een klaproos te plukken." "Trekvogels in septembernacht maken de kersttijd zacht." "Trekvogels in septembernacht maken de kersttijd zacht." "Twaalf boeren en een hond vormen dertien rekels." "Twaalf eieren, dertien kuikens." (een onverwacht fortuin) "Twee kraaien pikken elkaar de ogen niet uit." "Twee kwade honden bijten elkaar niet." "Twee vliegen in één klap slaan." U "Uilen naar Athene brengen." (Water naar de zee dragen) "Uilen vliegen met geen bonte kraaien." "Uit de bloem waaruit de bij de honing zuigt, haalt de spin venijn." V "Valt in april veel nat, dan zwemmen de druiven tot in 't vat." "Van de bok op de ezel springen." "Van de boom der kennis gegeten hebben." "Van de hak op de tak springen." "Van de hoge boom teren." "Van de os op de ezel springen." "Van de ratten besnuffeld zijn." "Van de regen in de drup." "Van die boer geen varkens." "Van een kale kikker kan men geen veren plukken." "Van een mug een olifant maken." "Van geven kan mijn kat niet leven." "Van haver tot gort." "Van uilen komen uilen." "Vechtende koeien voegen zich tezamen als de wolf komt." "Veel honden zijn der hazen dood." "Vele varkens maken de spoeling dun." "Veranderen als een blad aan de boom." "Verdwijnt de boer van de akker dan worden hond en jager wakker." "Verhuizen kost bedstro." "Vertreed de adder in de dop." "Viegen op kerstdag de muggen rond, dan dekt op pasen het ijs de grond." "Vijf hammen uit een varken proberen te halen." "Vliegt de vleermuis 's avonds rond, dat brengt mooi weer in de morgenstond." "Vliegt de zwaluw hoog, dan blijft het weer mooi en droog." "Vlinders in de buik hebben." "Vogeltjes die zo vroeg zingen zijn 's avonds voor de poes." "Voor dag en dauw." "Voor de bui binnen zijn." "Voor een appel en een ei verkopen." "Voor een schip zonder roer is elke wind tegenwind." "Vooruit met de geit." "Vorst in september, zachte december." "Vorst met afgaande maan, houdt bijna altijd aan." "Vroeg bij de pinken zijn." "Vroeger kraaiden de hanen, zei dove Jaap, nu doen ze alleen maar de bek open." W "Waar rook is, is vuur." Di mana ada asap ada api "Water bij de wijn doen." "Waar de boom valt, blijft hij liggen." "Waar men dit het minst verwacht, springt de haas vaak uit de gracht." "Waar veel licht is, valt ook diepe schaduw." "Wanneer een boom ter aarde zijgt, maakt ieder dat hij takken krijgt." "Wat baten kaars en bril, als de uil niet zienen wil." "Wat van apen komt, wil luizen." "Wat van eksters komt, huppelt graag." "Wee de wolf die in een kwaad gerucht staat." "Weer op zijn klaver zijn." (Er weer bovenop zijn) "Wees slang in peinzen en vogel in doen." "Wie boter op z'n hoofd heeft moet niet in de zon gaan staan." "Wie de honing wil uithalen, moet het steken der bijen verdragen." "Wie de koe toe komt, vat hem bij de horens." "Wie de roos wil plukken, moet de doornen niet ontzien." "Wie een hond wil slaan, vindt licht een stok." "Wie een paard uit de wei wil halen, moet het beest niet eerst met de halster tegen de kop slaan." "Wie eieren wil vergaren, moet zich het kakelen der kippen getroosten." "Wie houdt van wind, november mint." "Wie in het veen woont, hoeft niet op een turfje te kijken." "Wie in toorn handelt, gaat in storm onder zeil." "Wie met honden naar bed gaat, staat met vlooien op." "Wie met honden omgaat krijgt vlooien." "Wie slechts één gewaad heeft, wast het niet als het regent." "Wie tegen een goede boom leunt, heeft goede schaduw." "Wie twee hazen jaagt, vangt geen enkele." "Wie zich aan een ezel schuurt, krijgt haren." "Wie zich door de zemelen laat mengen, wordt door de varkens gevreten." Z "Zo gezond als een vis zijn." Sehat seperti ikan "Zo koppig als een ezel zijn." "Zo sterk als een mier zijn." "Zo ziek als een hond zijn." "Ze zien er uit als beren." "Zend men een ezel naar Parijs, men krijgt hem weder even wijs." "Zich blij maken met een dode mus." "Zich in het hol van de leeuw wagen." "Zich op glad ijs begeven." "Zij greep naar het ei van de kip en liet het ei van de gans liggen." "Zij hangen aan elkaar als klissen." "Zij is een duifje zonder gal." "Zij is een straat madelief." "Zij kakelt als een kip die 't ei niet kwijt kan." "Zij kreeg een appelflauwte." (zij viel in zwijm maar het had niet veel te betekenen) "Zij trilt als een espenblad." "Zij voelt zich kip lekker." "Zij was een muurbloempje." "Zij was poesmooi." "Zij zingt als een lijster." "Zij zingt als een nachtegaal." Inggris "she sings like a nightingale" "Zijn de bomen om Kerstmis wit van sneeuw, ze zijn in de lente wit van bloesem." "Zijn de wespen niet in rust, dan is er stormweer op de kust." "Zijn eigen boontjes doppen." "Zijn haan wil koning kraaien." "Zijn koren groen eten." "Zijn neus in de wind steken." "Zijn woorden zijn gouden appelen in zilveren schalen." "Zo arm als de mieren." "Zo arm als een kerkmuis." "Zo bang als een wezel." "Zo blind als een mol." "Zo de wind waait, waait z'n jasje." "Zo dom als een achtereind van een varken." "Zo dom als het paard van Christus." "Zo doof als een kwartel." "Zo druk als de mieren." "Zo fris als een hoentje." "Zo gek als een rat met één oor." "Zo glad als een aal." "Zo het in september dondert, leveren de granen wel honderd." "Zo hoog in de winter de sneeuw, zo hoog in de zomer het gras." "Zo komt Jan Splinter door de winter." "Zo koud als een kikker." "Zo lopen de gootjes als het regent." "Zo nijdig als een spin." "Zo rot als een mispel." "Zo slank als een den." "Zo stil als een muis." "Zo stom als een ezel." "Zo vol als een potje met pieren." "Zo vol, als haringen in een ton." "Zo wijs als Salomo's kat." "Zo ziek als een hond." "Zoals de boom valt, blijft hij liggen." "Zoals men het boompje kweekt zal men het hebben." "Zolang de ezel zakken draagt, heeft de molenaar hem lief." "Zoveel ijzelluchten in de winter, zoveel koren in de oogst." "Zuidenwind op de dag voor Sint-Martijn, 't zal een zachte winter zijn." "Zulke bomen zulke vruchten." "Zwemmen als een otter." "Zwiert hier en daar in mei een bij, dat maakt de landman het harte blij." Lihat pula: Peribahasa Mancanegara Peribahasa
5924
https://id.wikipedia.org/wiki/Kepangkatan%20Tentara%20Nasional%20Indonesia
Kepangkatan Tentara Nasional Indonesia
Kepangkatan pada Tentara Nasional Indonesia adalah susunan sebutan dan keselarasan jenjang pangkat militer dalam Tentara Nasional Indonesia yang terdiri dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara mulai dari tingkat yang tertinggi (Perwira), Bintara, hingga yang terendah (Tamtama). Setiap prajurit diberikan pangkat sesuai dengan keabsahan wewenang dan tanggung jawab dalam hierarki keprajuritan. Jenjang kepangkatan TNI dimulai saat masih bernama Tentara Keamanan Rakyat. Dari saat dibentuk hingga saat ini, jenjang kepangkatan TNI sudah mengalami beberapa kali perubahan nama pangkat dan jenjangnya. Sejarah Pengaturan pangkat dimulai sejak TNI masih bernama TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Berdasarkan Surat Perintah Kepala Markas Tertinggi TKR (MTTKR) tanggal 5 November 1945 yang ditandatangani oleh Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo sebagai Kepala Staf Markas Besar Umum, dikeluarkan sebuah maklumat yang mengatur dan menginstruksikan tentang seragam dan tanda-tanda Tentara Keamanan Rakyat. Karena suasana saat itu masih sangat kekurangan, MTTKR memerintahkan para komandan di Jawa dan Madura untuk memperlengkapi sendiri seragam-seragam untuk para prajurit. Dalam maklumat tersebut diperintahkan bahwa warna seragam tidak diharuskan sama, tetapi tanda pangkat kemiliteran diharuskan sama di seluruh barisan TKR. Sejak dikeluarkannya maklumat dari Markas Tertinggi TKR hingga keluarnya keputusan KASAD tanggal 21 Mei 1957, tidak ada pangkat Brigadir Jenderal. Saat itu pangkat perwira tinggi bintang satu disebut dengan Djenderal Major. Pada dekade 1950-an diterbitkan Peraturan Pemerintah yang mengatur pangkat-pangkat militer dalam Angkatan Perang Republik Indonesia. Sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah pada tahun 1973, tanda kepangkatan untuk ketiga angkatan (TNI-AD, TNI-AU, dan TNI-AL) beserta Polri disetarakan. Namun sejak tahun 2001, Kepolisian Republik Indonesia dipisahkan dari TNI, dan menggunakan tanda kepangkatan tersendiri. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima ABRI Nomor 92/II/85 yang berlaku sejak 1 April 1985, terjadi perubahan yaitu golongan tamtama dibagi menjadi 2 anak golongan, yaitu Tamtama Kepala dan Tamtama. Pada tanggal 11 Maret 1990, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah yang salah satu isinya adalah menghapus pangkat Calon Perwira sebagai salah satu pangkat di atas Pembantu Letnan Satu dan pangkat Kopral Kepala dan Prajurit Kepala. Tanggal 29 September 1997, pemerintah mengeluarkan kembali Peraturan Pemerintah yang menyempurnakan peraturan pemerintah sebelumnya yang dikeluarkan pada tahun tanggal 11 Maret 1990. Pada peraturan pemerintah yang baru ini, ditambahkan pangkat kehormatan perwira tinggi pada masing angkatan yaitu Jenderal Besar untuk Angkatan Darat, Laksamana Besar untuk Angkatan Laut dan Marsekal Besar untuk Angkatan Udara. Pangkat kehormatan ini tidak membawa konsekuensi wewenang dan tanggung jawab dalam hierarki keprajuritan. Jenjang dan nama pangkat Jenjang dan tanda pangkat pertama kali diatur dalam Maklumat Kepala Markas Besar Umum TKR Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo pada tanggal 5 November 1945 di Yogyakarta. Jenjang kepangkatan Tentara Nasional Indonesia sudah mengalami beberapa kali perubahan. Periode 1945–1957 Jenjang kepangkatan pada periode ini memiliki keselarasan yang sama dengan setiap angkatan pada tingkat yang sama. Periode 1957 - 1973 Jenjang kepangkatan pada periode ini memiliki keselarasan yang berbeda dengan setiap angkatan pada tingkat yang sama. Pada periode ini ditambah pangkat baru pada perwira tinggi yaitu Brigadir Jenderal. Kepangkatan pada periode ini dimulai pada tanggal 22 Juni 1957, sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1957. Periode 1973–1990 Jenjang kepangkatan pada periode ini memiliki keselarasan tingkatan yang sama pada setiap angkatan. Mulai periode ini nama pangkat perwira tinggi pada Angkatan Udara diganti menjadi Marsekal, nama pangkat Komodor dihilangkan Mulai saat ini, di belakang setiap nama pangkat perwira tinggi ditambahkan kata TNI. Nama pangkat untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut mengikuti nama pangkat seperti pada TNI Angkatan Darat, dan ditambahkan dengan kata (Mar). Kepangkatan pada periode ini dimulai pada tanggal 21 Mei 1973, sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1973. Periode 1990–1997 Mulai periode ini ada penambahan dan pengurangan jenjang pangkat baru pada masing-masing angkatan. Pangkat Calon Perwira dihilangkan. Pangkat yang ditambahkan adalah Kopral Kepala dan Prajurit Kepala. Jenjang pangkat pada periode ini berlaku mulai tanggal 11 Maret 1990 berdasarkan kepada Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1990. Periode 1997–sekarang Mulai periode ini ditambahkan pangkat kehormatan di atas perwira tinggi pada setiap angkatan yaitu Jenderal Besar, Laksamana Besar, dan Marsekal Besar. Periode ini mulai berlaku sejak tanggal 29 September 1997 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1997. Pangkat kehormatan kemudian ditiadakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010. Tanda pangkat Tanda pangkat Tentara Keamanan Rakyat Jenjang dan tanda pangkat yang tercantum adalah yang dipakai pada saat awal pembentukan TKR hingga terbentuknya TNI dan digunakan pada kerah baju. Tanda pangkat ini dipakai untuk barisan TKR khususnya angkatan darat. Untuk TKR laut dan TKR jawatan penerbangan digunakan tanda pangkat yang berbeda. Tanda pangkat Tentara Nasional Indonesia Tanda pangkat yang tercantum adalah yang dipakai saat ini sejak diberlakukannya peraturan pemerintah terbaru pada tahun 1997. Tanda pangkat dibagi tiga macam berdasarkan kegunaan pakaian seragam yaitu pakaian dinas upacara (PDU), pakaian dinas harian (PDH) dan pakaian dinas lapangan (PDL). Penempatan tanda pangkat pada pakaian dinas upacara dan pakaian dinas harian untuk jenjang bintara tinggi hingga pangkat kehormatan ditempatkan di pundak kemeja, sedangkan untuk jenjang tamtama dan bintara ditempatkan pada lengan baju. Untuk pakaian dinas lapangan, tanda pangkat ditempatkan pada kerah baju untuk jenjang bintara tinggi hingga perwira, sedangkan untuk bintara hingga tamtama tetap ditempatkan pada lengan baju. Warna dasar strip pangkat bintara adalah kuning sedangkan warna dasar strip pangkat tamtama adalah merah untuk TNI-AD dan TNI-AU, biru untuk TNI-AL termasuk Korps Marinir. Untuk Korps Marinir nama pangkat mengikuti nama pangkat TNI Angkatan Darat, tetapi tanda pangkat tetap mengikuti tanda pangkat TNI Angkatan Laut. Lihat pula Tanda Kepangkatan Polri Tentara Keamanan Rakyat Tentara Republik Indonesia Tentara Nasional Indonesia Referensi Pranala luar Jenjang kepangkatan di situs web resmi Tentara Nasional Indonesia Gambar-gambar pangkat di situs web resmi TNI Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia A
5937
https://id.wikipedia.org/wiki/Vox%20populi%2C%20vox%20dei
Vox populi, vox dei
Vox populi, vox dei () adalah ungkapan dalam bahasa Latin yang dapat diterjemahkan sebagai "suara rakyat adalah suara Tuhan." Artinya, suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak Ilahi. Konteks dari perkataan ini ialah ucapan hakim yang meneguhkan suara para juri dalam perkara di pengadilan. Lihat pula Daftar Kalimat Latin Kalimat Latin
5938
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun%20bahasa%20Frisia
Rumpun bahasa Frisia
Bahasa Frisia adalah sebuah bahasa yang termasuk dalam rumpun bahasa Jermanik, dituturkan oleh sekitar 500.000 orang Frisia, yang berada di pesisir Laut Utara di Belanda, Jerman, dan Denmark. Bahasa Frisia memiliki keterikatan kelompok bahasa yang paling dekat dengan bahasa Inggris dan dikelompokkan bersama dalam bahasa-bahasa Anglo-Frisian. Tetapi sekarang, bahasa Inggris modern dan bahasa Frisia tidak terhubung secara erat satu sama lain. Bahasa Frisia saat ini banyak dipengaruhi oleh bahasa Belanda, bahasa Denmark, dan bahasa Jerman, tergantung letak wilayahnya. Di bawah ini akan disajikan sebuah contoh kalimat dalam bahasa Frisia dan padanannya dalam bahasa Belanda dan Inggris. Bahasa Inggris: Butter, rye bread and green cheese; whoever can't say that is no genuine Frisian. Bahasa Frisia: Bûter, brea en griene tsiis, wa't dat net sizze kin is gjin oprjochte Fries. () Bahasa Belanda:Boter, roggebrood en groene kaas (graskaas); wie dat niet kan zeggen is geen echte Fries. Artinya: "Mentega, roti hitam dan keju hijau, siapa yang tak bisa mengucapkannya, bukanlah seorang Frisia yang asli." Dialek Cabang bahasa Jermanik dari bahasa-bahasa Indo-Eropa memiliki jumlah penutur yang banyak, sekitar 450 juta penutur asli, yang sebagian merupakan penyebab dari kolonialisasi ke berbagai belahan dunia. Bagaimanapun, jumlah bahasa dalam kelompok Jermanik cukup sedikit. Secara tradisional, kelompok ini dibagi di tiga subkelompok: Jermanik Timur (Gotik, yang tidak lagi hidup), Jermanik Utara (bahasa Islan, bahasa Faroe, bahasa Norwegia, bahasa Denmark, dan bahasa Swedia), dan Jermanik Timur (bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Belanda, bahasa Afrikaans, bahasa Yiddish, dan bahasa Frisia). Beberapa bahasa ini terlihat sama sehingga pengelompokkannya sebagai bahasa tersendiri hanya karena penggunaannya yang terbatas sebagai bahasa di negara tertentu. Hal ini terjadi pada bahasa-bahasa di negara Skandinavia, yaitu bahasa Swedia, Denmark,Swedia-Finlandia,dan Norwegia, yang sebenarnya sama dan identik. Bahasa-bahasa lain justru memiliki dialek-dialek yang sangat berbeda dan sebenarnya tidak sama dan identik tetapi tetap digolongkan ke dalam satu bahasa karena standardisasi. Dialek bahasa Jerman Utara dan Selatan adalah contoh dari kasus ini. Bahasa Frisia sendiri memiliki beberapa cabang bahasa, yaitu: Bahasa Frisia Barat, dituturkan di Belanda. Frisia "Tanahliat" (Klaaifrysk) Westereendersk Frisia "Kayu" (Wâldfrysk) Noardhoeks Frisia Selatan (Súdhoeks) Frisia Baratdaya (Súdwesthoeksk) Schiermonnikoogs Frisia Hindeloopen Aasters Westers Bahasa Frisia Timur, dituturkan di Lower Saxony, Jerman Frisia Saterland Beberapa dialek punah Frisia Wangerooge Frisian Wursten Bahasa Frisia Utara, dituturkan di Schleswig-Holstein, Jerman Dialek daratan utama Mooring Frisia Goesharde (Hoorning) Frisia Wiedingharde Frisia Halligen Frisia Karrharde Dialek kepulauan Söl'ring Fering Öömrang Heligolandic (Halunder) Referensi Pranala luar Ferring Stiftung, a foundation from North Frisia West-Frisian-English dictionary [PDF]Hewett, Waterman Thomas, The Frisian language and literature 'Hover & Hear' West Frisian pronunciations, and compare with equivalents in English and other Germanic languages.   Radio in West Frisian Radio news in North Frisian Online (German-Frisian) Dictionary for multiple North Frisian dialects Frisia Frisia Bahasa di Belanda Bahasa di Jerman Bahasa di Denmark
5942
https://id.wikipedia.org/wiki/Pythagoras
Pythagoras
Pythagoras dari Samos (lahir sekitar tahun 570 SMmeninggal sekitar tahun 495 SM) adalah seorang filsuf Yunani Ionia kuno dan perintis aliran pythagoreanisme. Ajaran politik dan keagamaannya dikenal di kawasan Magna Graecia pada masanya dan telah memengaruhi pemikiran Plato dan Aristoteles, sehingga secara tidak langsung ia juga telah berdampak terhadap perkembangan filsafat Barat. Rincian mengenai kehidupannya diselubungi legenda, tetapi tampaknya ia adalah anak Mnesarkos, seorang pengukir permata atau saudagar kaya di Pulau Samos, lepas pantai Anatolia. Para ahli modern masih memperdebatkan siapa guru Pythagoras dan pemikir-pemikir mana saja yang pernah memengaruhinya. Walaupun begitu, mereka sepakat bahwa pada kisaran tahun 530 SM, Pythagoras pindah ke Kroton di pesisir Italia dan mendirikan sebuah perkumpulan dengan keanggotaan khusus. Mereka yang ingin bergabung harus diinisiasi terlebih dahulu, dan komunitasnya menjalani gaya hidup bersama dan bertarak. Komunitas ini juga memiliki aturan mengenai makanan. Konon pengikutnya harus vegetarian, tetapi ahli-ahli modern meragukan apakah Pythagoras benar-benar pernah mengharuskan para pengikutnya untuk tidak makan daging sama sekali. Ajaran yang paling jelas dikemukakan oleh Pythagoras adalah metempsikosis, yaitu keyakinan bahwa setiap jiwa itu abadi, dan setelah kematian, jiwa tersebut akan masuk ke tubuh yang baru. Ia mungkin juga merupakan penggagas doktrin musica universalis, yang menyatakan bahwa planet-planet bergerak sesuai dengan persamaan matematika, sehingga menghasilkan simfoni musik yang tak terdengar. Para ahli masih memperdebatkan apakah beberapa ajaran numerologi dan musik yang dikaitkan dengan nama Pythagoras itu benar-benar dikembangkan olehnya atau merupakan ciptaan pengikutnya setelah ia meninggal, khususnya Filolaos dari Kroton. Setelah Kroton berhasil mengalahkan tetangganya Sibaris sekitar tahun 510 SM, para pengikut Pythagoras berkonflik dengan para pendukung demokrasi, alhasil gedung pertemuan kaum pythagoreanis dibakar. Pythagoras mungkin gugur selama peristiwa ini atau lolos ke Metapontum dan menjemput ajalnya di tempat tersebut. Pada zaman kuno, nama Pythagoras dikaitkan dengan berbagai penemuan matematika dan ilmiah, seperti teorema Pythagoras, lima bangun ruang beraturan, teori kesebandingan, teori bumi bulat, dan gagasan bahwa bintang timur dan barat adalah planet yang sama, yaitu Venus. Konon ia juga adalah orang pertama yang menyebut dirinya sebagai filsuf ("pecinta kebijaksanaan") dan membagi dunia menjadi lima zona iklim. Namun, para ahli sejarah klasik masih memperdebatkan apakah Pythagoras benar-benar telah membuat temuan-temuan ini, dan banyak pencapaian yang dikaitkan dengan namanya mungkin sudah ada sebelumnya atau dicetuskan oleh orang sezaman atau penerusnya. Selain itu, masih diperdebatkan apakah ia benar-benar telah bersumbangsih terhadap bidang matematika atau filsafat alam. Pemikiran Pythagoras memengaruhi Plato, dan dialog-dialog karya Plato (khususnya Timaios) menunjukkan pengaruh dari ajaran pythagoreanisme. Gagasan pythagoreanisme mengenai kesempurnaan matematis juga berdampak terhadap seni Yunani Kuno. Ajaran pythagoreanisme kembali bangkit pada abad pertama SM di kalangan penganut platonisme pertengahan, yang beriringan dengan kemunculan neopythagoreanisme. Pythagoras terus dianggap sebagai seorang filsuf ulung pada Abad Pertengahan, dan filsafatnya sangat berpengaruh terhadap ilmuwan seperti Nicolaus Copernicus, Johannes Kepler, dan Isaac Newton. Simbolisme pythagoreanisme juga digunakan oleh para pengamal esoterisme Barat modern, dan ajarannya seperti yang dirincikan dalam Metamorphoses karya penyair zaman Romawi Ovidius telah memengaruhi gerakan vegetarian modern. Sumber biografi Tidak ada tulisan asli Pythagoras yang masih ada hingga zaman modern. Selain itu, hampir tidak ada keterangan mengenai kehidupannya yang dapat dipastikan kebenarannya. Sumber-sumber pertama mengenai kehidupan Pythagoras biasanya singkat, rancu, dan acap kali berupa satir. Sumber pertama yang membahas ajaran Pythagoras adalah sebuah puisi satir yang mungkin ditulis setelah kematiannya oleh Xenofanes dari Kolofon, salah satu orang yang hidup sezaman dengannya. Dalam puisi ini, Xenofanes menulis bahwa Pythagoras menjadi perantara seekor anjing yang sedang dipukuli, dan Pythagoras mengaku bahwa ia dapat mengenali suara temannya yang sudah tiada dari teriakan anjing tersebut. Alkmeon dari Kroton, seorang dokter yang tinggal di Kroton semasa Pythagoras tinggal di kota tersebut, memasukkan banyak ajaran Pythagoras ke dalam tulisan-tulisannya, dan tulisan-tulisannya menyiratkan bahwa ia kenal dengan Pythagoras secara langsung. Penyair Herakleitos dari Efesos, yang lahir di Pulau Samos dan mungkin hidup pada masa Pythagoras, mengolok Pythagoras sebagai seorang penipu ulung. Herakleitos bahkan pernah berujar, "Pythagoras, anak Mnesarkos, melakukan pembelajaran melalui penyelidikan melebihi siapapun, dan dari tulisan-tulisan tersebut ia menciptakan kebijaksanaan untuk dirinya sendiri—banyak pelajaran, tipuan yang berseni." Penyair Yunani Ion dari Khios (sekitar tahun 480 hingga 421 SM) dan Empedokles dari Acragas (sekitar tahun 493 hingga 432 SM) sama-sama mengagumi Pythagoras dalam puisi-puisi mereka. Sumber pertama yang membahas Pythagoras secara ringkas adalah sejarawan Herodotos dari Halikarnasos (sekitar tahun 484 hingga 420 SM), yang menyebutnya "bukan yang paling remeh" dari orang-orang bijak Yunani, dan berkata bahwa Pythagoras mengajarkan pengikutnya cara agar bisa hidup selamanya. Tulisan-tulisan yang kemungkinan ditulis oleh filsuf beraliran pythagoreanisme, Filolaos dari Kroton (yang hidup pada akhir abad kelima SM), merupakan naskah pertama yang mendeskripsikan teori numerologi dan musik yang belakangan disebut sebagai hasil pemikiran Pythagoras. Ahli retorika asal Athena yang bernama Isokrates (436–338 SM) adalah orang pertama yang menyebut bahwa Pythagoras pernah mengunjungi Mesir. Aristoteles juga pernah menulis sebuah risalah yang berjudul Tentang Para Pythagorean, tetapi risalah ini sudah hilang ditelan zaman. Sebagian dari isinya mungkin masih terkandung dalam karyanya yang lain, Protreptikos. Murid-murid Aristoteles, yaitu Dikaiarkos, Aristoksenos, dan Herakleides Pontikos, juga membahas subjek yang sama. Sebagian besar dari sumber-sumber penting mengenai kehidupan Pythagoras berasal dari zaman Romawi. Menurut ahli sejarah klasik asal Jerman Walter Burkert, pada masa tersebut "sejarah Pythagoreanisme sudah menjadi... rekonstruksi melelahkan dari sesuatu yang sudah hilang dan tiada." Terdapat tiga biografi mengenai Pythagoras dari zaman kuno akhir yang masih bertahan, dan semua karya ini penuh dengan mitos dan legenda. Dari ketiga karya ini, yang paling pertama dan juga paling dihormati adalah Kehidupan dan Pendapat Filsuf-filsuf Tersohor karya Diogenes Laërtius. Biografi yang berikutnya disusun oleh filsuf beraliran neoplatonisme, Porfirios, dan yang ketiga juga dibuat oleh seorang neoplatonis bernama Iamblikos. Salah satu tujuan penulisan kedua biografi ini adalah untuk dijadikan polemik dalam upaya membendung kebangkitan agama Kristen. Kedua sumber menggambarkan pencapaian Pythagoras dengan lebih panjang lebar dan fantastis daripada Diogenes. Porfirios dan Iamblikos menggunakan bahan dari tulisan-tulisan murid-murid Aristoteles yang sudah hilang, dan bahan-bahan yang diambil dari sumber-sumber tersebut umumnya dianggap sebagai bahan yang paling dapat diandalkan. Riwayat Kehidupan awal Herodotos, Isokrates, dan penulis-penulis awal lainnya sepakat bahwa Pythagoras adalah anak Mnesarkos, dan menurut mereka Pythagoras dilahirkan di Pulau Samos di Kepulauan Aegea timur. Ayahnya konon adalah seorang pengukir permata atau saudagar kaya, tetapi nenek moyang Pythagoras tidak diketahui dan masih dipertentangkan oleh para ahli. Nama Pythagoras membuatnya dikait-kaitkan dengan pythia (imam agung wanita) dewa Apollo; Aristippos dari Kirene menjelaskan namanya dengan berkata, "Ia menuturkan (, ) kebenaran seperti Pythia [sic] (, )". Sementara itu, sumber yang disusun belakangan menyatakan bahwa nama ibu Pythagoras adalah Pythaïs. Iamblikos menceritakan kisah pythia yang meramalkan kepada ibu Pythagoras yang sedang mengandung bahwa ia akan melahirkan anak lelaki yang sangat molek, bijaksana, dan berguna bagi umat manusia. Sehubungan dengan tanggal lahirnya, Aristoksenos menyatakan bahwa Pythagoras yang berumur 40 tahun meninggalkan Samos pada masa kekuasaan Polikrates, sehingga kemungkinan ia lahir pada tahun 570 SM. Pada masa ketika Pythagoras tumbuh besar, Samos merupakan pusat kebudayaan yang dikenal akan teknik arsitekturnya yang maju (seperti yang dapat dilihat dari pembangunan Terowongan Eupalinos) dan akan budaya berpestanya yang liar. Pulau ini merupakan pusat perdagangan di Kepulauan Aegea, dan para pedagang membawa barang-barang dari kawasan Timur Dekat ke pulau tersebut. Menurut Christiane L. Joost-Gaugier, para pedagang ini hampir pasti juga ikut membawa gagasan-gagasan dan tradisi-tradisi dari Timur Dekat. Masa-masa awal Pythagoras juga beriringan dengan perkembangan filsafat alam di daerah Ionia. Ia hidup sezaman dengan filsuf Anaksimander, Anaksimenes, dan sejarawan Hekataios; ketiga orang ini tinggal di kota Miletos yang terletak di daratan Anatolia tidak jauh dari Samos. Tempat yang konon pernah disinggahi Menurut tradisi lisan, Pythagoras mengenyam pendidikannya di kawasan Timur Dekat. Sejarawan pada zaman modern sendiri telah menunjukkan bahwa budaya Yunani Arkais sangat dipengaruhi oleh budaya-budaya di Timur Dekat. Seperti pemikir-pemikir penting lainnya di Yunani Kuno, Pythagoros konon pernah berguru di Mesir. Pada masa Isokrates pada abad keempat SM, keterangan ini sudah diterima sebagai sebuah fakta. Seorang penulis yang bernama Antifon, yang mungkin hidup pada Zaman Helenistik, mengklaim dalam karyanya yang kini sudah hilang ditelan zaman, Tentang Orang-orang dengan Kemampuan Luar Biasa (digunakan sebagai sumber oleh Porfirios), bahwa Pythagoras belajar bahasa Mesir dari Firaun Amasis II. Sumber ini juga mengklaim bahwa ia pernah berguru dengan imam-imam Mesir di Diospolis (Thebes), dan ia adalah satu-satunya orang asing yang diperbolehkan ikut serta dalam ibadah mereka. Sementara itu, menurut teolog Kristen Klemens dari Aleksandria (sekitar tahun 150 hingga 215 M), "Pythagoras adalah murid Soches, seorang nabi agung Mesir, sementara Plato [adalah murid] Sechnuphis dari Heliopolis." Beberapa penulis kuno mengklaim bahwa Pythagoras belajar ilmu geometri dan doktrin metempsikosis dari Mesir. Namun, penulis-penulis kuno lainnya mengklaim bahwa Pythagoras mempelajari ilmu-ilmu ini dari para majus di Persia atau bahkan dari Zarathustra sendiri. Diogenes Laërtius menegaskan bahwa Pythagoras belakangan mengunjungi Pulau Kreta dan di sana ia mendatangi Gua Ida bersama Epimenides. Pythagoras juga konon belajar aritmetika dari orang-orang Fenisia serta astronomi dari orang-orang Kaldea Pada abad ketiga SM, Pythagoras dilaporkan juga menimba ilmu dari orang Yahudi. Di sisi lain, seorang penulis yang bernama Antonios Diogenes pada abad kedua SM melaporkan bahwa Pythagoras menemukan ilmu-ilmu ini sendirian dengan menggunakan metode penafsiran mimpi. Tokoh sofisme dari abad ketiga Masehi yang bernama Filostratos bahkan mengklaim bahwa Pythagoras tidak hanya pernah berguru di Mesir, tetapi juga di India. Iamblikos semakin menambah jumlah tempat yang mungkin pernah disinggahi Pythagoras dengan mengklaim bahwa ia pernah belajar dari bangsa Kelt dan Iberia. Orang yang konon pernah menjadi gurunya Sumber-sumber kuno juga telah mencatat nama berbagai pemikir Yunani sebagai guru Pythagoras. Beberapa sumber menyebutkan nama Hermodamas dari Samos. Hermodamas mungkin mengikuti tradisi rhapsode asli Samos, dan ayahnya, Kreofilos, konon adalah saingan penyair Homeros. Sumber lain menyebut nama Bias dari Priene, Thales, atau Anaksimander (murid Thales). Ada pula tradisi lisan yang mengklaim bahwa guru Pythagoras adalah Orfeus, tokoh penyanyi dan penyair dalam mitologi Yunani. Porfirios dan Iamblikos menyebutkan "diskursus suci" yang ditulis oleh Pythagoras mengenai para dewa dengan menggunakan dialek Yunani Doria, dan mereka meyakini bahwa isinya dibacakan kepada Pythagoras oleh seorang imam Orfisme yang bernama Aglaofamus ketika Pythagoras sedang diinisiasi ke dalam kepercayaan orfisme di Leibethra. Iamblikos menyatakan bahwa Orfeus adalah sosok yang menjadi teladan bagi Pythagoras dalam cara berbicara dan beribadah. Iamblikos bahkan menganggap pythagoreanisme sebagai penggabungan semua hal yang dipelajari oleh Pythagoras dari Orfeus, para imam Mesir, misteri-misteri Eleusinia, dan tradisi-tradisi keagamaan dan filosofis lainnya. Riedweg sendiri berpendapat bahwa walaupun pernyataan ini hanya khayalan, ajaran-ajaran Pythagoras memang dipengaruhi oleh orfisme. Nama berbagai orang bijak di Yunani telah disebutkan sebagai guru Pythagoras, tetapi Ferekides dari Siros adalah nama yang paling sering disebut. Kisah-kisah mukjizat yang melibatkan Pythagoras maupun Ferekides sering memiliki kesamaan cerita, contohnya kisah yang tokoh utamanya memprediksi kapal karam, cerita ketika sang tokoh memprediksi penaklukan kota Messina, atau kisah lainnya ketika ia minum dari sumur dan memprediksi gempa bumi. Apolonios Paradoksografos yang mungkin hidup pada abad kedua SM menyatakan bahwa gagasan taumaturgi yang dicetuskan oleh Pythagoras itu dipengaruhi oleh Ferekides. Menurut kisah lain (yang dapat ditilik kembali ke filsuf neopitagoreanis yang bernama Nikomakos), ketika Ferekides sudah tua dan sekarat di Pulau Delos, Pythagoras pergi ke pulau tersebut, merawatnya, dan memberinya penghormatan terakhir. Duris, sejarawan dan penguasa Samos, dilaporkan pernah merasa sangat bangga dengan daerahnya karena tulisan di batu nisan Ferekides menyatakan bahwa kebijaksanaan Pythagoras melampaui Ferekides. Dengan adanya banyak sumber yang menyebutkan Ferekides sebagai guru Pythagoras, Riedweg menyimpulkan bahwa mungkin Ferekides memang pernah menjadi guru Pythagoras dalam sejarah. Pythagoras dan Ferekides tampaknya juga memiliki pandangan yang serupa mengenai jiwa dan metempsikosis. Diogenes Laërtius mengutip pernyataan dari Aristoksenos (abad keempat SM) yang menyatakan bahwa Pythagoras mempelajari sebagian besar dari doktrin moralnya dari seorang imam wanita Delphi yang bernama Themistokleia. Porfirios sepakat dengan pernyataan ini, tetapi menurutnya nama imam wanita tersebut adalah Aristokleia. Kembali ke Samos dan lalu pindah ke Kroton Porfirios mengulang catatan sejarah dari Antifon, yang melaporkan bahwa ketika Pythagoras masih berada di Samos, ia mendirikan sebuah sekolah yang disebut "setengah lingkaran". Di tempat tersebut, orang-orang Samos membahas masalah-masalah yang menyangkut kepentingan umum. Konon sekolah ini sangat terkenal sampai-sampai orang-orang terpintar dari seluruh Yunani datang ke Samos untuk mendengarkan ajaran Pythagoras. Pythagoras sendiri tinggal di sebuah gua rahasia, dan di situ ia belajar sendiri dan kadang-kadang mengadakan diskursus dengan segelintir teman dekatnya. Christoph Riedweg, seorang pakar Jerman yang mempelajari pythagoreanisme, menyatakan bahwa mungkin benar Pythagoras pernah mengajar di Samos, tetapi ia memperingatkan bahwa tulisan Antifon tampaknya dibayang-bayangi oleh kepentingan patriotisme Samos. Sekitar tahun 530 SM, ketika Pythagoras berumur kurang lebih empat puluh tahun, ia meninggalkan Pulau Samos. Sumber-sumber sejarah yang mengagumi Pythagoras mengklaim bahwa ia meninggalkan pulau tersebut karena ia tidak menyukai kekuasaan mutlak Polikrates di Samos yang bertindak sebagai tiran. Riedweg mengamati bahwa penjelasan ini sangat sejalan dengan penekanan dari Nikomakos bahwa Pythagoras mencintai kebebasan sementara musuh-musuhnya menggambarkan Pythagoras sebagai sosok yang memiliki kecenderungan untuk berkuasa dengan sewenang-wenang. Ia tiba di koloni Yunani di Kroton (kini Crotone di Calabria, Italia), yang saat itu merupakan bagian dari Magna Graecia, daerah pesisir Italia yang ditempati bangsa Yunani. Semua sumber sejarah sepakat bahwa Pythagoras adalah pribadi yang karismatik dan ia menjadi sosok yang berpengaruh secara politik di tempat tinggal barunya. Ia mengemban tugas sebagai penasihat para petinggi di Kroton. Biografi-biografi yang ditulis sesudah masanya menceritakan kisah-kisah fantasi mengenai pidato Pythagoras yang begitu meyakinkan sampai-sampai rakyat Kroton bersedia meninggalkan gaya hidup mereka yang mewah dan korup dan beralih ke sistem yang lebih "murni" yang diperkenalkan oleh Pythagoras. Keluarga dan teman Diogenes Laërtius menyatakan bahwa Pythagoras "tidak memuaskan diri dengan kenikmatan cinta", dan ia memperingatkan kepada orang lain untuk hanya berhubungan seks "ketika kamu ingin lebih lemah dari dirimu sendiri". Menurut Porfirios, Pythagoras menikahi Teano, seorang wanita dari Kreta dan putri Pitenaks, dan mereka dikaruniai beberapa anak. Porfirios menulis bahwa Pythagoras memiliki dua anak lelaki yang bernama Telauges dan Arignote, dan seorang anak perempuan yang bernama Myia, yang "diutamakan di antara para gadis di Kroton, dan, ketika menjadi istri, di antara para wanita yang sudah menikah." Iamblikos sama sekali tidak menuliskan nama-nama ini, tetapi ia hanya menyebutkan seorang anak lelaki yang bernama Mnesarkos (nama yang sama dengan ayah Pythagoras). Ia dibesarkan oleh Aristaios, seorang yang didaulat sebagai penerus Pythagoras, dan pada akhirnya Mensarkos menjadi pemimpin sekolah Pythagoras ketika Aristaios sudah terlalu uzur. Pegulat Milo dari Kroton konon merupakan rekan Pythagoras, dan ia dianggap berjasa menyelamatkan nyawa sang filsuf ketika atap di atasnya hampir runtuh. Pengaitan ini mungkin tidak tepat karena ada orang lain yang bernama Pythagoras yang merupakan seorang pelatih atletik. Diogenes Laërtius mencatat bahwa istri Milo bernama Myia. Iamblikos menyebut Teano sebagai istri Brotinos dari Kroton. Diogenes Laërtius mengatakan bahwa Teano istri Brotinos merupakan murid Pythagoras, dan istri Pythagoras, Teano, adalah putrinya. Diogenes Laërtius juga mencatat bahwa karya-karya yang mungkin ditulis oleh Teano masih ada pada kehidupan Diogenes, dan ia juga mengutip beberapa pendapat yang konon dikemukakan oleh Teano. Tulisan-tulisan ini kini dianggap sebagai sebuah pseudopigrafa, atau tulisan yang diklaim sebagai karya penulis tertentu padahal klaim tersebut salah. Kematian Ajaran Pythagoras yang menekankan pengabdian dan pertarakan dianggap membantu Kroton mengalahkan dan menghancurkan tetangganya, Sibaris, pada tahun 510 SM. Setelah itu, beberapa warga penting di Kroton mengusulkan penetapan sebuah konstitusi demokratik, tetapi kelompok pythagoreanis menolaknya. Para pendukung demokrasi yang dipimpin oleh Kilon dan Ninon (Kilon konon marah karena ia dikeluarkan dari perkumpulan Pythagoras) menggerakkan rakyat untuk menentang mereka. Amarah rakyat tampaknya tersulut akibat hasutan bahwa kaum pythagoreanis akan mendirikan sebuah tirani. Para pendukung Kilon dan Ninon menyerang anggota-anggota pythagoreanis yang sedang menggelar pertemuan, bisa jadi di rumah Milo atau di tempat pertemuan lainnya. Catatan sejarah mengenai peristiwa ini sering kali bertentangan dan mungkin tercampur dengan pemberontakan-pemberontakan antipythagoreanis yang meletus pada kemudian hari. Gedung pertemuannya konon dibakar, dan banyak anggota kelompok pythagoreanis yang tewas. Beberapa sumber memiliki rincian yang saling bertentangan mengenai kehadiran Pythagoras dalam pertemuan yang berakhir naas tersebut, dan kalau memang ia hadir, sumber-sumber ini juga tidak senada dalam menjelaskan apakah ia berhasil lolos atau tidak. Dalam beberapa sumber kuno, Pythagoras tidak hadir dalam pertemuan ini karena ia sedang berada di Delos untuk merawat Ferekides yang sedang sekarat. Menurut catatan sejarah lain yang ditulis oleh Dikaiarkos, Pythagoras ada dalam pertemuan tersebut dan berhasil lolos, dan ia bersama dengan beberapa pengikutnya melarikan diri ke kota Lokris dan memohon suaka, tetapi permintaan mereka ditolak. Mereka lalu mencapai kota Metapontum dan bernaung di kuil Musai hingga akhirnya mereka menjemput ajalnya di tempat tersebut setelah kelaparan selama empat puluh hari. Kisah lain yang dicatat oleh Porfirios mengklaim bahwa saat musuh-musuh Pythagoras sedang membakar rumah tempat pertemuan kelompoknya, para muridnya yang setia berbaring di atas tanah untuk membentuk "jembatan" yang dapat dilalui oleh Pythagoras untuk melarikan diri dari lalapan api. Pythagoras berhasil lolos, tetapi kematian murid-muridnya yang tercinta sangat meremukkan hatinya hingga ia akhirnya bunuh diri. Ada legenda lain yang diceritakan oleh Diogenes Laërtius dan Iamblikos, yang menyatakan bahwa Pythagoras nyaris lolos, tetapi ia sampai di ladang kacang dan menolak lari melewati ladang tersebut karena hal ini bertentangan dengan ajarannya, alhasil ia berhenti dan akhirnya dibunuh. Kisah ini tampaknya ditulis oleh Neanthes, tetapi agaknya yang ia ceritakan adalah para anggota pythagoreanis dari masa berikutnya dan bukan Pythagoras sendiri. Ajaran Metempsikosis Walaupun isi ajaran Pythagoras tidak diketahui secara pasti, gagasan-gagasan utamanya secara garis besar masih dapat direkonstruksi. Aristoteles banyak menulis soal ajaran Pythagorean, tetapi tidak menyebut Pythagoras secara langsung. Salah satu doktrin utama Pythagoras adalah metempsikosis, yaitu keyakinan bahwa semua jiwa itu abadi, dan setelah kematian jiwa pindah ke tubuh yang baru. Ajaran ini disebutkan oleh Xenofanes, Ion dari Kios, dan Herodotos. Namun, mekanisme atau cara jiwa berpindah ke tubuh lain tidak diketahui secara pasti. Empedokles menyinggung dalam salah satu puisinya bahwa Pythagoras mungkin pernah mengklaim punya kemampuan untuk mengingat kehidupan-kehidupannya yang sebelumnya. Diogenes Laërtius melaporkan kisah dari Heraklides Pontikos yang menyatakan bahwa Pythagoras memberitahukan kepada orang-orang mengenai empat kehidupan yang pernah ia jalani dan yang ia ingat secara rinci. Yang pertama adalah kehidupan Aitalides, anak Hermes, dan konon Pythagoras mendapatkan kemampuan tersebut dari Hermes. Kemudian ia terlahir sebagai Euforbos, salah satu tokoh dalam kisah Perang Troya yang diceritakan dalam Iliad. Ia lalu menjadi filsuf Hermotimos, yang mengenali perisai Euforbos di kuil Apollo. Setelah itu ia terlahir sebagai Piros, seorang nelayan dari Delos. Dikaiarkos juga melaporkan bahwa Pythagoras pernah terlahir sebagai seorang pelacur cantik. Mistisisme dan numerologi Keyakinan lain yang telah dikaitkan dengan konsep "keselarasan benda langit", yang menyatakan bahwa planet-planet dan bintang-bintang bergerak sesuai dengan persamaan matematika yang sejalan dengan notasi musik, sehingga menghasilkan simfoni yang tak terdengar. Menurut Porfirios, Pythagoras juga mengajarkan bahwa ketujuh Musai sebenarnya adalah tujuh planet yang bernyanyi bersama. Menurut Aristoteles, kaum pythagoreanis menggunakan matematika untuk tujuan mistis dan bukan untuk keperluan sehari-hari. Mereka meyakini bahwa segala sesuatu terdiri dari angka. Angka satu (monad) melambangkan asal mula segala hal, sedangkan nomor dua (dyad) mewakili materi. Angka tiga adalah "bilangan ideal" karena memiliki awal, tengah, dan akhir, dan juga merupakan angka terkecil yang jika dijadikan titik dapat membentuk sebuah segitiga, yang dihormati oleh penganut pythagoreanisme sebagai simbol dewa Apollo. Angka empat adalah lambang empat musim dan empat unsur. Angka tujuh juga dianggap suci karena merupakan jumlah planet (yang telah ditemukan pada saat itu) dan jumlah dawai di alat musik lira, dan juga karena ulang tahun Apollo dirayakan pada hari ketujuh setiap bulannya. Mereka meyakini bahwa bilangan ganjil bersifat maskulin, dan bilangan genap bersifat feminin, dan angka lima adalah lambang pernikahan karena merupakan hasil penjumlahan dua dan tiga. Sepuluh dianggap sebagai "bilangan sempurna" dan kaum pythagoreanis menghormatinya dengan cara tidak berkumpul dengan jumlah hadirin yang melebihi sepuluh. Pythagoras dianggap sebagai perancang tetraktis, yaitu segitiga yang terbuat dari sepuluh titik (1 titik di atas, 2 di bawahnya, 3 lagi di bawahnya, dan di paling dasar ada 4). Kaum pythagoreanis menganggap tetraktis sebagai simbol mistik yang terpenting. Iamblikos dalam Kehidupan Pythagoras menyatakan bahwa tetraktis "sangat mengagumkan, dan sangat didewakan oleh mereka yang memahami[nya]," sampai-sampai murid-murid Pythagoras bersumpah dengan menyebut tetraktis. Para ahli modern memperdebatkan apakah ajaran-ajaran mengenai numerologi ini dikembangkan oleh Pythagoras sendiri atau oleh filsuf-filsuf pythagoreanisme dari masa berikutnya seperti Filolaos dari Kroton. Dalam kajiannya yang terkenal Lore and Science in Ancient Pythagoreanism, Walter Burkert berpendapat bahwa Pythagoras adalah seorang guru politik dan agama yang karismatik, tetapi beberapa pemikiran filsafat yang dikaitkan dengan namanya mungkin merupakan terobosan karya Filolaos. Menurut Burkert, Pythagoras sama sekali tidak pernah bersinggungan dengan angka-angka, apalagi memberikan sumbangsih besar dalam bidang matematika. Pythagoreanisme Gaya hidup berkelompok Plato dan Isokrates mengatakan bahwa Pythagoras paling dikenal sebagai perintis gaya hidup yang baru. Kelompok yang didirikan oleh Pythagoras di Kroton disebut "sekolah", tetapi sebenarnya lebih menyerupai biara. Anggota kelompok ini berbagi harta benda mereka dan berbakti satu sama lain tanpa memedulikan orang luar. Sumber-sumber kuno mencatat bahwa kaum pythagoreanis makan bersama seperti orang-orang Sparta. Salah satu pepatah pythagoreanisme adalah "koinà tà phílōn" ("Semua benda bersama-sama di antara teman-teman"). Iamblikos dan Porfirios menuliskan kisah yang rinci mengenai organisasi sekolah ini, walaupun kedua penulis ini tidak tertarik dengan sejarah, tetapi lebih ingin menyajikan Pythagoras sebagai sosok dewata yang dikirim oleh para dewa untuk kemaslahatan umat manusia. Iamblikos khususnya ingin menyajikan "gaya hidup Pythagorean" sebagai alternatif dari komunitas-komunitas biarawan Kristen pada masanya. Terdapat dua kelompok dalam aliran pythagoreanisme awal: mathematikoi ("pelajar") dan akousmatikoi ("pendengar"). Akousmatikoi disebut oleh para ahli sebagai "penganut lama" mistisisme, numerologi, dan ajaran-ajaran keagamaan, sedangkan mathematikoi merupakan kelompok yang lebih intelektual dengan pendekatan yang juga lebih rasional dan ilmiah. Andrew Gregory memperingatkan bahwa bisa jadi perbedaan antara kedua kelompok ini tidaklah besar, dan banyak anggota pythagoreanis yang mungkin berkeyakinan bahwa kedua pendekatan ini sejalan. Kaum pythagoreanis percaya bahwa musik memurnikan jiwa seperti halnya pengobatan memurnikan tubuh. Salah satu anekdot mengenai Pythagoras menyatakan bahwa ketika ia berhadapan dengan beberapa pemuda mabuk yang mencoba masuk ke rumah seorang perempuan baik-baik, ia menyanyikan lantunan dengan khidmat dan "keinginan yang membara" pada benak pemuda-pemuda tersebut pun sirna. Kaum pythagoreanis juga mementingkan olahraga; tarian, jalan kaki pada pagi hari dengan pemandangan yang indah, dan atletik menjadi unsur utama dalam gaya hidup Pythagorean. Renungan pada awal dan akhir hari juga disarankan. Aturan dan larangan Ajaran Pythagoras dikenal dengan sebutan "simbol-simbol" (symbola), dan para anggota bersumpah bahwa mereka tidak akan membongkar simbol-simbol ini kepada mereka yang bukan anggota. Mereka yang tidak mematuhi aturan kelompok akan dikeluarkan, dan anggota lain akan mendirikan batu nisan untuk mereka seolah mereka sudah mati. Beberapa "pepatah lisan" (akoúsmata) yang dikaitkan dengan Pythagoras telah tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan berisi tata cara pengorbanan, penghormatan kepada para dewa, tata cara untuk "pindah dari sini" ke dunia sana, dan tata cara penguburan. Banyak dari pepatah-pepatah ini yang menegaskan pentingnya kesucian dan penghindaran diri dari kenajisan. Sebagai contoh, sebuah pepatah (yang menurut Leonid Zhmud merupakan pepatah yang benar-benar dikatakan oleh Pythagoras sendiri) melarang kaum pythagoreanis mengenakan pakaian dari bulu domba. Pepatah lisan lain melarang mereka memanggang roti, menyodok api dengan pedang, atau memungut remah-remah, dan pepatah pythagoreanis juga menyatakan bahwa seseorang yang ingin memakai sandal sebaiknya memasang yang kanan terlebih dahulu. Orang-orang yang baru bergabung konon tidak diizinkan bertemu Pythagoras hingga mereka menyelesaikan periode inisiasi selama lima tahun, dan pada masa tersebut mereka harus tetap diam. Menurut sumber-sumber sejarah, Pythagoras bisa dibilang progresif dalam memperlakukan wanita, dan wanita-wanita di sekolah Pythagoras tampaknya berperan penting dalam pengelolaannya. Iamblikos menuliskan daftar 235 pythagoreanis yang terkenal, dan 17 dari mereka adalah wanita. Pada masa berikutnya, ada banyak juga filsuf wanita yang turut bersumbangsih dalam perkembangan neopythagoreanisme. Pythagoreanisme juga mengatur soal makanan. Diduga Pythagoras melarang pengikutnya makan kacang dan daging hewan yang bukan hewan kurban seperti ikan dan unggas. Namun, kedua pernyataan ini telah dipertentangkan. Aturan makan dalam pythagoreanisme mungkin didorong oleh keyakinan akan doktrin metempsikosis. Beberapa penulis kuno menyatakan bahwa Pythagoras memberlakukan pola makan vegetarian yang ketat. Eudoksos dari Knidios (murid Arkitas) menulis bahwa Pythagoras tidak hanya menolak makanan dari hewan, tetapi juga menjaga jaraknya dari para juru masak dan pemburu. Namun, ada sumber lain yang membantah hal ini. Menurut Aristoksenos, Pythagoras mengizinkan segala jenis makanan dari hewan kecuali daging lembu yang dipakai untuk membajak dan domba. Menurut Heraklides Pontikos, Pythagoras memakan daging kurban dan juga menetapkan jenis makanan untuk atlet yang memerlukan daging. Legenda Pada masa hidupnya, sosok Pythagoras sudah menjadi subjek legenda-legenda yang mengagung-agungkan atau bersifat hagiografik. Aristoteles menggambarkan Pythagoras sebagai seorang pembuat mukjizat dan semacam sosok supernatural. Dalam sebuah penggalan tulisan, Aristoteles menyatakan bahwa Pythagoras memiliki paha emas, yang ia tunjukkan ke muka umum saat Olimpiade dan juga diperlihatkan kepada Abaris Hiperboreios sebagai bukti identitasnya sebagai "Apollo Hiperboreios". Konon Abaris memberikan sebuah panah emas kepada Pythagoras, yang lalu ia gunakan untuk terbang jarak jauh dan bersuci. Pythagoras konon pernah terlihat di Metapontum dan Kroton pada saat yang sama. Ketika Pythagoras menyeberangi Sungai Kosas (kini Sungai Basento), "beberapa saksi mata" melaporkan bahwa mereka mendengar sungai itu menyapanya dengan menyebut namanya. Pada zaman Romawi, muncul juga legenda yang mengklaim bahwa Pythagoras adalah anak Apollo. Pythagoras konon selalu berpakaian putih. Ia juga konon mengenakan bumban emas di atas kepalanya dan memakai celana seperti orang-orang Trakia. Diogenes Laërtius menulis bahwa Pythagoras sangat mahir dalam mengendalikan dirinya sendiri; ia selalu ceria, tetapi tidak pernah tertawa dan juga menjauhi kelakar dan cerita-cerita lucu. Pythagoras konon juga ahli dalam berurusan dengan hewan. Penggalan tulisan Aristoteles mencatat bahwa ketika seekor ular yang mematikan menggigit Pythagoras, ia menggigit balik dan membunuhnya. Porfirios dan Iamblikos sama-sama melaporkan bahwa Pythagoras pernah meyakinkan seekor banteng untuk tidak makan kacang, dan ia juga pernah meyakinkan seekor beruang jahat untuk bersumpah ia tidak akan melukai makhluk hidup lagi. Riedweg menduga bahwa Pythagoras sendiri mungkin mendorong penyebaran legenda-legenda ini, tetapi menurut Gregory pernyataan ini sama sekali tidak terbukti. Di sisi lain, legenda-legenda anti-Pythagoras juga menyebar. Diogenes Laërtes menceritakan kisah dari Hermippos dari Samos yang menyatakan bahwa Pythagoras pernah masuk ke ruangan bawah tanah dan memberi tahu kepada semua orang bahwa ia akan masuk ke dunia bawah. Ia berada di ruangan ini selama berbulan-bulan, sementara ibunya secara diam-diam mencatat segala hal yang terjadi saat Pythagoras sedang tiada. Sekembalinya Pythagoras dari ruangan ini, ia menceritakan kembali semua hal yang telah terjadi di dunia atas saat ia sedang tiada, dan ia berhasil meyakinkan semua orang bahwa ia benar-benar berada di dunia bawah sampai orang-orang memercayakan istri-istri mereka kepada Pythagoras. Penemuan yang dikaitkan dengan Pythagoras Matematika Walaupun Pythagoras saat ini paling dikenal akan "temuan matematika"nya, pakar sejarah klasik mempertentangkan klaim bahwa ia telah memberikan sumbangsih besar bagi bidang matematika. Paling tidak dari abad pertama SM, nama Pythagoras sudah digadang-gadang sebagai penemu "teorema Pythagoras", yaitu sebuah teorema dalam bidang geometri yang menyatakan bahwa jumlah luas bujur sangkar pada kaki sebuah segitiga siku-siku sama dengan luas bujur sangkar di hipotenusa; dalam kata lain, . Menurut legenda umum, setelah ia menemukan teorema ini, Pythagoras mengorbankan seekor lembu atau bahkan seluruh hekatomb (100 ekor sapi) kepada para dewa. Cendekiawan Romawi Cicero menampik kebenaran kisah ini karena pada masa tersebut diyakini bahwa Pythagoras melarang pengorbanan darah. Porfirios mencoba menjelaskan kisah ini dengan menegaskan bahwa lembu ini sebenarnya terbuat dari adonan. Isi dari teorema Pythagoras sendiri sebenarnya sudah dikenal dan diterapkan oleh orang-orang Babilonia dan India berabad-abad sebelum Pythagoras, tetapi ada kemungkinan bahwa Pythagoras adalah orang pertama yang memperkenalkan konsep ini kepada orang-orang Yunani. Beberapa sejarawan matematika bahkan menduga bahwa Pythagoras dan murid-muridnya adalah orang-orang pertama yang membuktikan teorema ini. Burkert menentang klaim ini dan menganggapnya tidak mungkin benar, dan ia menegaskan bahwa sumber-sumber kuno tidak pernah menyebut Pythagoras sebagai orang yang membuktikan teorema apapun. Sementara itu, beberapa sumber kuno menyatakan bahwa ia adalah orang pertama yang mengidentifikasi lima bangun ruang beraturan dan menemukan teori kesebandingan. Musik Menurut legenda, Pythagoras menemukan bahwa notasi musik dapat diubah menjadi persamaan matematika setelah ia melewati tempat kerja seorang pandai besi dan mendengar suara tempaan palu mereka. Ia merasa suara palu ini indah dan harmonis (kecuali untuk satu kombinasi), dan ia lalu bergegas ke tempat pandai besi tersebut dan mencoba palunya. Ia akhirnya sadar bahwa melodi dari tempaan palu tersebut sebanding dengan ukuran palunya, sehingga ia menyimpulkan bahwa musik itu bersifat matematis. Namun, legenda ini jelas-jelas salah, karena perbandingan yang tepat adalah panjang dawai dan bukan palu. Astronomi Pada zaman kuno, Pythagoras dan orang yang sezaman dengannya, Parmenides dari Elea, dianggap sebagai orang pertama yang mengajarkan bahwa Bumi itu bulat. Mereka juga dikatakan sebagai orang pertama yang menemukan bahwa dunia dapat dibagi menjadi lima zona iklim, dan bahwa bintang timur dan barat adalah benda langit yang sama (kini dikenal sebagai Venus). Dari dua filsuf ini, Parmenides lebih mungkin menjadi orang pertama yang menemukan hal-hal ini, dan keyakinan bahwa Pythagoras merupakan penemu hal-hal tersebut kemungkinan dapat ditilik kembali ke sebuah puisi pseudopigrafa. Empedokles (yang hidup di Magna Graecia tidak lama setelah Pythagoras dan Parmenides) sendiri sudah tahu bahwa Bumi itu bulat. Selain itu, pada akhir abad kelima SM, fakta ini sudah diterima di kalangan cendekiawan Yunani Kuno. Pengaruh pada zaman kuno Pengaruh terhadap filsafat Yunani Terdapat komunitas-komunitas pythagoreanis yang besar di Magna Graecia, Flious, dan Tiva pada awal abad keempat SM. Pada saat yang sama, filsuf Arkitas yang beraliran pythagoreanisme adalah sosok yang sangat berpengaruh secara politik di kota Tarentum, Magna Graecia. Menurut tradisi lisan, Arkitas terpilih sebagai strategos ("jenderal") sebanyak tujuh kali, padahal orang lain dilarang menjabat selama lebih dari satu tahun. Arkitas juga dikenal akan kiprahnya sebagai matematikawan dan musisi. Ia adalah sahabat karib Plato dan pernyataannya dikutip dalam dialog Republik karya Plato. Aristoteles menyatakan bahwa filsafat Plato sangat bergantung kepada ajaran pythagoreanisme. Menurut Charles H. Kahn, dialog-dialog pertengahan Plato seperti (Menon, Faidon, dan Republik) sangat dibumbui oleh unsur pythagoreanisme, dan dialog-dialognya yang terakhir (khususnya Filebos dan Timaios) sangat bersifat pythagoreanis. Menurut R. M. Hare, Republik karya Plato mungkin didasarkan pada komunitas kecil yang sangat ketat dan terdiri dari orang-orang dengan pemikiran serupa yang didirikan oleh Pythagoras di Kroton. Selain itu, Plato mungkin meminjam gagasan Pythagoras bahwa matematika dan pemikiran abstrak merupakan landasan yang kuat untuk filsafat, ilmu pengetahuan, dan moralitas. Plato dan Pythagoras sama-sama memiliki "pendekatan mistis terhadap jiwa dan kedudukannya di dunia jasmani", dan terdapat kemungkinan bahwa keduanya dipengaruhi oleh orfisme. Pakar sejarah filsafat Frederick Copleston menyatakan bahwa teori Plato bahwa jiwa terdiri dari tiga unsur mungkin dipinjam dari kaum Pythagorean. Bertrand Russell dalam karyanya A History of Western Philosophy menyatakan bahwa pengaruh Pythagoras terhadap Plato dan yang lainnya amat besar sehingga ia patut dianggap sebagai filsuf paling berpengaruh sepanjang masa. Ia menyimpulkan bahwa, "Aku tidak tahu orang lain yang sangat berpengaruh seperti dia dalam hal mazhab pemikiran." Kebangkitan ajaran pythagoreanisme berlangsung pada abad pertama SM, ketika para filsuf platonisme pertengahan seperti Eudoros dan Filon menyambut kebangkitan pythagoreanisme "baru" di kota Aleksandria. Sementara itu, neopythagoreanisme menjadi aliran yang penting. Filsuf Apollonios dari Tiana dari abad pertama Masehi mencoba meniru Pythagoras dan hidup dengan mengamalkan ajaran-ajaran pythagoreanisme. Filsuf neopythagoreanisme dari abad pertama Moderatos dari Gades juga mengembangkan filsafat bilangan pythagoreanisme dan mungkin menganggap jiwa sebagai "semacam keselarasan matematis." Seorang matematikawan dan musikolog beraliran neopythagoreanisme yang bernama Nikomakos juga mengembangkan gagasan numerologi dan musik pythagoreanisme. Numenios dari Apamea sendiri menafsirkan ajaran-ajaran Plato berdasarkan doktrin-doktrin pythagoreanisme. Pengaruh terhadap seni dan arsitektur Pahatan Yunani mencoba melambangkan kenyataan yang abadi di balik penampilan yang dangkal. Pahatan-pahatan awal dari zaman Arkais merupakan lambang kehidupan dalam bentuk yang sederhana, dan mungkin dipengaruhi oleh filsafat alam pertama Yunani. Orang Yunani Kuno meyakini bahwa alam menunjukkan bentuk idealnya dan diwakilkan oleh suatu "tipe" () yang dihitung secara matematis. Ketika dimensinya diubah, para arsitek mencoba mengungkapkan keabadian melalui matematika. Maurice Bowra meyakini bahwa gagasan ini memengaruhi pemikiran Pythagoras dan murid-muridnya yang berpandangan bahwa "semua hal adalah angka". Pada abad keenam SM, filsafat bilangan ala pythagoreanis telah merombak seni pahat Yunani. Para pemahat dan arsitek Yunani mencoba mencari hubungan matematis di balik kesempurnaan estetika. Pemahat Polikleitos (yang mungkin mengambil gagasan Pythagoras) menulis dalam karyanya, Kanon, bahwa keindahan itu berupa proporsi, bukan pada unsurnya (bahannya), tetapi pada kesinambungan satu bagian dengan bagian lainnya dan dengan keseluruhannya. Dalam ordo arsitektur Yunani, setiap unsur juga dihitung dan dibangun berdasarkan hubungan matematisnya. Bangunan tertua yang diketahui dirancang sesuai dengan ajaran pythagoreanis adalah Basilika Porta Maggiore, sebuah basilika bawah tanah yang dibangun pada masa Kaisar Romawi Nero yang dimaksudkan sebagai tempat ibadah rahasia kaum Pythagorean. Basilika ini dibangun di bawah tanah karena kaum pythagoreanis sangat mengutamakan kerahasiaan, dan juga karena adanya legenda bahwa Pythagoras pernah mengasingkan diri di sebuah gua di Pulau Samos. Apsis basilika ini terletak di timur dan atriumnya di barat untuk menghormati matahari terbit. Terdapat pintu masuk sempit yang mengarah ke sebuah kolam kecil untuk menyucikan diri. Bangunan ini juga dirancang sesuai dengan numerologi Pythagorean, dan setiap meja di basilika ini dilengkapi dengan tujuh kursi. Terdapat tiga lorong yang mengarah ke satu altar, dan ini merupakan simbol tiga bagian jiwa yang menyatu dengan Apollo. Apsisnya menggambarkan adegan penyair wanita Sapfo yang melompat dari tebing Lefkada sembari memegang alat musik lira, sementara Apollo berdiri di bawahnya dan mengulurkan tangan kanannya sebagai tanda perlindungan, dan ini merupakan simbolisasi ajaran pythagoreanisme mengenai keabadian jiwa. Bagian dalam basilika ini juga hampir seluruhnya berwarna putih karena warna ini dianggap suci oleh kaum Pythagorean. Gedung Pantheon di Roma juga dibangun sesuai dengan numerologi pythagoreanisme. Bentuk bundar kuil ini, poros tengahnya, kubahnya yang berbentuk setengah lingkaran, dan kesesuaiannya dengan empat arah mata angin merupakan simbol keteraturan alam semesta dalam aliran pythagoreanisme. Bukaan yang berbentuk bulat di puncak kubahnya merupakan simbol monad dan dewa matahari Apollo. Dua puluh delapan rusuk yang membentang dari bukaan di atas merupakan simbol bulan, karena dua puluh delapan adalah jumlah bulan dalam kalender bulan Pythagorean. Lima coffer (panel yang menjorok ke dalam) di bawah rusuknya merupakan simbol "pernikahan" atau "keselarasan" matahari dan bulan. Pengaruh terhadap gereja perdana Banyak tokoh gereja perdana yang mengagumi Pythagoras. Uskup Kaesarea Eusebius (hidup sekitar tahun 260 – 340 M) dalam karyanya, Contra Hieroclem, memuji Pythagoras berkat aturannya mengenai ketenangan, kesederhanaannya, moralitasnya yang "luar biasa", dan ajarannya yang bijaksana. Dalam karyanya yang lain, Eusebius membandingkan Pythagoras dengan Musa. Sementara itu, Bapa Gereja Hieronimus (hidup sekitar tahun 347 – 420 M) dalam salah satu suratnya memuji kebijaksanaan Pythagoras. Dalam suratnya yang lain, ia menganggap Pythagoras sebagai pencetus gagasan mengenai keabadian jiwa, dan ia mengusulkan bahwa orang Kristen mungkin mewarisi gagasan ini darinya. Agustinus dari Hippo (354 – 430 M) menolak ajaran metempsikosis tanpa menyebut nama Pythagoras, tetapi Agustinus masih menyatakan kekagumannya kepada sosok filsuf kuno tersebut. Dalam tulisannya yang berjudul De Trinitate, Agustinus menyanjung Pythagoras yang menyebut dirinya sebagai philosophos atau "pecinta kebijaksanaan" alih-alih "orang bijak". Di bagian yang lain, Agustinus membela reputasi Pythagoras dan menyatakan bahwa Pythagoras hampir pasti tidak pernah mengajarkan doktrin metempsikosis. Pengaruh setelah zaman kuno Pengaruh pada Abad Pertengahan Pada Abad Pertengahan, Pythagoras dihormati sebagai perintis bidang matematika dan musik, yang merupakan dua dari tujuh pengetahuan budaya. Ia digambarkan dalam manuskrip-manuskrip teriluminasi, dan ia juga menjadi subjek pahatan relief di salah satu pintu masuk Katedral Chartres. Timaeus sendiri adalah satu-satunya dialog Plato yang masih ada di Eropa Barat (dalam bentuk terjemahan bahasa Latin). Setelah membaca dialog ini, Guillaume de Conches (sekitar tahun 1080-1160) mengeluarkan pernyataan bahwa Plato adalah seorang Pythagorean. Pada dasawarsa 1430-an, frater Ambrogio Traversari dari Ordo Camaldolese menerjemahkan Kehidupan dan Pendapat Filsuf-filsuf Tersohor karya Diogenes Laërtius dari bahasa Yunani ke Latin, dan pada dasawarsa 1460-an, filsuf Marsilio Ficino menerjemahkan tulisan Porfirios dan Iamblikos mengenai Pythagoras ke dalam bahasa Latin, yang memungkinkan para cendekiawan di Barat untuk mengkaji kedua karya ini. Pada tahun 1494, pakar neopythagoreanisme Yunani Konstantinos Laskaris menerbitkan Ayat-ayat Emas Pythagoras, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin bersama dengan edisi cetak karyanya yang lain Grammatica Graeca, sehingga semakin banyak pembaca di Barat yang dapat mempelajarinya. Pada tahun 1499, ia menerbitkan biografi Pythagoras pertama yang ditulis pada zaman Renaisans dalam karyanya yang berjudul Vitae illustrium philosophorum siculorum et calabrorum dan diterbitkan di Messina. Pengaruh terhadap ilmu pengetahuan modern Dalam kata pengantar yang ia tulis untuk bukunya De revolutionibus orbium coelestium (1543), Nicolaus Copernicus menyebutkan berbagai tokoh pythagoreanis sebagai tokoh-tokoh yang sangat memengaruhinya dalam mengembangkan model heliosentris, dan ia dengan sengaja tidak menyebut Aristarkos dari Samos, seorang astronom di luar kelompok pythagoreanis yang telah mengembangkan model heliosentris pada abad keempat SM, karena Copernicus ingin menunjukkan bahwa modelnya itu pada dasarnya Pythagorean. Johannes Kepler juga menganggap dirinya sebagai seorang pythagoreanis. Ia percaya akan doktrin musica universalis dan upayanya untuk mencari persamaan matematis di balik doktrin ini membuatnya menemukan hukum gerakan planet. Judul buku Kepler mengenai hukum ini adalah Harmonices Mundi, yang mengacu kepada ajaran pythagoreanis yang telah mengilhami dirinya. Isaac Newton sangat percaya dengan ajaran pythagoreanis mengenai harmoni matematis dan keteraturan alam semesta. Walaupun Newton dikenal jarang mencantumkan nama penemu suatu karya, ia memberikan pengakuan kepada Pythagoras sebagai penemu hukum gravitasi universal. Albert Einstein percaya bahwa seorang ilmuwan dapat menjadi "seorang Platonis atau Pythagoreanis selama ia menganggap sudut pandang kesederhanaan logika sebagai suatu hal yang harus ada dan efektif untuk penelitiannya." Filsuf Inggris Alfred North Whitehead berpendapat bahwa "Dalam beberapa hal, Plato dan Pythagoras lebih dekat dengan ilmu fisik modern daripada Aristoteles. Keduanya adalah matematikawan, sementara Aristoteles adalah anak seorang dokter". Dengan ini Whitehead menyatakan bahwa Einstein dan ilmuwan-ilmuwan modern lain seperti dirinya "mengikuti tradisi Pythagoreanis murni." Pengaruh terhadap vegetarianisme Dalam Buku XV Metamorphoses karya Ovidius, terdapat kisah fiksi mengenai Pythagoras yang menganjurkan pengikutnya untuk menjadi vegetarian. Pythagoras kemudian menjadi dikenal oleh para penutur bahasa Inggris pada zaman modern awal melalui terjemahan karya Ovidius ke dalam bahasa Inggris yang dibuat oleh Arthur Golding pada tahun 1567. Progress of the Soul karya John Donne membahas implikasi doktrin yang disampaikan dalam pidato ini, dan Michel de Montaigne mengutip pidato ini tidak kurang dari tiga kali dalam risalahnya Of Cruelty untuk menyampaikan penolakannya secara moral terhadap penganiayaan hewan. William Shakespeare menyebutkan pidato ini dalam dramanya The Merchant of Venice. John Dryden memasukkan adaptasi kisah mengenai pidato Pythagoras ini dalam karyanya pada tahun 1700, Fables, Ancient and Modern, sementara fabel Pythagoras and the Countryman karya John Gay dari tahun 1726 menyampaikan kembali tema-tema utama pidato Pythagoras dan mengaitkan karnivorisme dengan tirani. Lord Chesterfield menulis bahwa ia terdorong untuk tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan setelah membaca pidato Pythagoras dalam Metamorphoses karya Ovidius. Sebelum istilah vegetarianisme diciptakan pada dasawarsa 1840-an, vegetarian dalam bahasa Inggris disebut Pythagoreans. Percy Bysshe Shelley menulis sebuah ode yang berjudul To the Pythagorean Diet, sementara Leo Tolstoy juga mengikuti pola makan Pythagorean. Pengaruh terhadap esoterisme Barat Esoterisme Eropa pada zaman modern awal sangat dipengaruhi oleh ajaran Pythagoras. Cendekiawan humanis Jerman Johannes Reuchlin (1455–1522) menggabungkan pythagoreanisme dengan teologi Kristen dan kabbalah Yahudi, dan ia berpendapat bahwa kabbalah dan pythagoreanisme sama-sama terilhami dari tradisi Musa, sehingga menurutnya Pythagoras adalah seorang penganut kabbala. Dalam dialognya De verbo mirifico (1494), Reuchlin membandingkan tetraktis dengan nama Tuhan yang tak terucap, YHWH, dan ia memberikan makna simbolis kepada masing-masing dari keempat huruf tersebut sesuai dengan ajaran mistis Pythagorean. Risalah tiga jilid karya Heinrich Cornelius Agrippa yang terkenal, De Occulta Philosophia, menyebut Pythagoras sebagai seorang "Majusi yang taat" dan ia menyatakan bahwa numerologi mistis Pythagoras bergerak di ranah surgawi. Kaum Freemason dengan sengaja mendasarkan perkumpulan mereka pada komunitas Pythagoras di Kroton. Gerakan rosikrusianisme menggunakan simbolisme Pythagoras, dan begitu pula dengan Robert Fludd (1574–1637) yang meyakini bahwa tulisan-tulisan musiknya terilhami dari Pythagoras. John Dee sangat dipengaruhi oleh ideologi Pythagoras, khususnya ajaran bahwa segala sesuatunya terbuat dari angka. Adam Weishaupt, pendiri Illuminati, sangat mengagumi Pythagoras, dan dalam bukunya Pythagoras (1787), ia menganjurkan agar masyarakat diubah supaya lebih menyerupai perkumpulan Pythagoras di Kroton. Wolfgang Amadeus Mozart memasukkan simbolisme pythagoreanis dan Freemason ke dalam operanya, Die Zauberflöte. Sylvain Maréchal dalam karyanya Les Voyages de Pythagore (1799) menyatakan bahwa semua pejuang revolusi dari segala masa adalah "pewaris Pythagoras". Pengaruh terhadap sastra Dante Alighieri dibuat takjub oleh numerologi Pythagorean, dan ia mendasarkan deskripsi neraka, purgatorium, dan surga pada angka-angka Pythagorean. Dante menulis bahwa Pythagoras menganggap kesatuan sebagai sesuatu yang baik dan kemajemukan sebagai yang buruk, dan dalam Paradiso XV, 56–57, ia menyatakan: "Lima dan enam, jika dipahami, bersinar dari kesatuan." Angka sebelas dan kelipatannya juga dapat ditemui dalam Divina Commedia, dan setiap buku memiliki tiga puluh tiga canto kecuali Inferno yang memiliki tiga puluh empat canto (canto pertama merupakan pengantar umum). Dalam deskripsi Dante, terdapat lingkaran neraka kedelapan yang disebut malebolge, dan lingkaran ini sendiri terbagi menjadi sepuluh bolgia ("parit"). Dante menulis bahwa bolgia kesembilan kelilingnya 22 mil dan bolgia kesepuluh kelilingnya 11 mil. Angka 22 disebutkan karena merupakan bagian dari pecahan yang merupakan perkiraan pi menurut Pythagoras. Neraka, purgatorium, dan surga disebut berbentuk bulat, dan Dante menggunakan ketidakmungkinan dalam menyelesaikan teka teki squaring the circle untuk keagungan Tuhan yang tak terlukiskan. Angka tiga juga sering muncul: Divina Commedia terdiri dari tiga bagian, sementara Beatrice dikaitkan dengan angka sembilan, yang sama dengan tiga kali tiga. Penganut transendentalisme membaca Kehidupan Pythagoras untuk dijadikan teladan kehidupan. Pemikiran transendentalis Henry David Thoreau sangat dipengaruhi oleh Kehidupan Pythagoras karya Iamblikos yang sudah diterjemahkan oleh Thomas Taylor serta Pepatah-pepatah Pythagoras karya Stobaeus. Pandangan Thoreau tentang alam mungkin juga dipengaruhi oleh gagasan pythagoreanis mengenai bayangan (image) yang sesuai dengan pola dasarnya (archetype). Ajaran musica universalis juga menjadi tema yang muncul berulang kali dalam mahakarya Thoreau yang berjudul Walden. Catatan penjelas Rujukan Daftar pustaka Pranala luar "Pythagoras of Samos", The MacTutor History of Mathematics archive, Sekolah Matematika dan Statistik, Universitas St Andrews, Skotlandia "Pythagoras and the Pythagoreans, Fragments and Commentary", Arthur Fairbanks Hanover Historical Texts Project, Hanover College Departemen Sejarah "Pythagoras and the Pythagoreans", Departemen Matematika, Texas A&M University "Pythagoras and Pythagoreanism", The Catholic Encyclopedia Filsuf Yunani Filsuf Yunani Kuno
5947
https://id.wikipedia.org/wiki/Tanda%20kepangkatan%20Polri
Tanda kepangkatan Polri
Tanda kepangkatan Kepolisian Republik adalah daftar tanda pangkat dan jenjang kepangkatan yang digunakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sejak 1 Januari 2001, Kepolisian Negara Republik Indonesia dipisahkan dari TNI dan menggunakan tanda kepangkatan tersendiri. Perubahan tersebut berdasar pada surat keputusan Kapolri No. Pol: Skep/1259/X/2000, tertanggal 3 Oktober 2000. Tanda Kepangkatan POLRI Perwira Polri Perwira Tinggi Perwira Tinggi sering juga disingkat menjadi Pati Perwira Menengah Polri Perwira Menengah sering juga disingkat menjadi Pamen Perwira Pertama Polri Perwira Pertama sering juga disingkat menjadi Pama Bintara Polri Bintara Tinggi Brigadir/Bintara Tamtama Tamtama Kepala Tamtama Sejarah Tanda Kepangkatan Polri Kepangkatan Polri (1960-1973) Perwira Tinggi Direktur Jenderal Polisi Inspektur Jenderal Polisi Direktur Polisi Perwira Menengah Komisaris Besar Polisi Ajun Komisaris Besar Polisi Komisaris Polisi Tingkat I Komisaris Polisi Tingkat II Perwira Pertama Ajun Komisaris Polisi Inspektur Polisi tingkat I Inspektur Polisi tingkat II Bintara Brigadir Polisi Tamtama Agen Polisi Kepala Agen Polisi Tingkat Satu Agen Polisi Tingkat Dua Kepangkatan Polri (1973-1988) Perwira Tinggi Jenderal Polisi Letnan Jenderal Polisi Mayor Jenderal Polisi Brigadir Jenderal Polisi Perwira Menengah Kolonel Polisi Letnan Kolonel Polisi Mayor Polisi Perwira Pertama Kapten Polisi Letnan Satu Polisi Letnan Dua Bintara Tinggi Pembantu Letnan Satu Polisi Pembantu Letnan Dua Polisi Bintara Sersan Mayor Polisi Sersan Kepala Polisi Sersan Satu Polisi Sersan Dua Polisi Tamtama Kepala Kopral Kepala Polisi Kopral Satu Polisi Kopral Dua Polisi Tamtama Bhayangkara Kepala Bhayangkara Satu Bhayangkara Dua Kepangkatan Polri (1988-2000) Perwira Tinggi Jenderal Polisi Letnan Jenderal Polisi Mayor Jenderal Polisi Brigadir Jenderal Polisi Perwira Menengah Kolonel Polisi Letnan Kolonel Polisi Mayor Polisi Perwira Pertama Kapten Polisi Letnan Satu Polisi Letnan Dua Polisi Bintara Tinggi Pembantu Letnan Satu Polisi Pembantu Letnan Dua Polisi Bintara Sersan Mayor Polisi Sersan Kepala Polisi Sersan Satu Polisi Sersan Dua Polisi Tamtama Kepala Kopral Kepala Polisi Kopral Satu Polisi Kopral Dua Polisi Tamtama Prajurit Kepala Polisi Prajurit Satu Polisi Prajurit Dua Polisi Referensi Lihat pula Kepangkatan TNI Tanda kepangkatan TNI Angkatan Darat Tanda kepangkatan TNI Angkatan Laut Tanda kepangkatan TNI Angkatan Udara Pranala luar Situs web resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia
5951
https://id.wikipedia.org/wiki/Tempus%20fugit
Tempus fugit
Ungkapan dalam bahasa Latin ini terjemahannya secara harafiah adalah, "waktu terbang", maksudnya "waktu menghilang" atau "waktu (cepat) berlalu". Ungkapan merupakan bagian dari kalimat "Sed fugit interea, fugit irreparabile tempus": "Sementara ini waktu yang tidak bisa diganti menghilang." Tempus fugit antara lain adalah juga judul sebuah episode serial Amerika The X-Files, musim 4 (1996-1997). Kata dan frasa Latin
5952
https://id.wikipedia.org/wiki/Kepolisian%20Negara%20Republik%20Indonesia
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Kepolisian Negara Republik Indonesia (disingkat Polri) adalah Lembaga Penegak hukum Nasional dan Kepolisian negara di Indonesia. Yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.Polisi Indonesia pada tanggal 21 Agustus 1945 menyatakan bahwa Kepolisian Indonesia tidak lagi dibawah pemerintahan kekaisaran Jepang yang pada saat itu mayoritas anggota sebagian besar adalah Polisi Istimewa. Kepolisian ini bernama Polisi Republik Indonesia yang terdiri atas polisi istimewa dan polisi umum yang dipersatukan menjadi kepolisian secara nasional pada tanggal 1 Juli 1946 ,lalu berubah nama menjadi Badan Polisi Negara (BPN), Djawatan Polisi Negara (DPN) dan Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI). Polri mempunyai moto Rastra Sewakotama yang artinya Abdi Utama bagi Nusa Bangsa. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian negara di seluruh wilayah Indonesia yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, penjabaran tugas kepolisian di jelaskan pada pasal 14 Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia Arti lambang Lambang dan motto Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berbunyi Rastra Sewakottama ("राष्ट्र सेवकोत्तम"), yang merupakan dari bahasa Sansekerta yang berarti "Pelayan utama Bangsa". Dalam bahasa Sansekerta, Rastra ("राष्ट्र") berarti "bangsa" atau "rakyat", dan sevakottama ("सेवकोत्तम") berarti "pelayan terbaik", maka disimpulkan bahwa Rastra Sewakottama berarti "pelayan terbaik bangsa/rakyat", dan dipahami sebagai "Polri sebagai pelayan dan abdi utama negara dan bangsa". Sebutan itu adalah Brata pertama dari Tri Brata yang diikrarkan sebagai pedoman hidup Polri sejak 1 Juli 1954. Sejarah Sebelum kemerdekaan Indonesia Masa kolonial Belanda Pada zaman Kerajaan Majapahit patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas melindungi raja dan kerajaan.. Pada masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan diawali oleh pembentukan pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu. Pada tahun 1867 sejumlah warga Eropa di Semarang, merekrut 78 orang pribumi untuk menjaga keamanan mereka. Wewenang operasional kepolisian ada pada residen yang dibantu asisten residen. Rechts politie dipertanggungjawabkan pada procureur general (Jaksa Agung). Pada masa Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan), stads politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain. Sejalan dengan administrasi negara waktu itu, pada kepolisian juga diterapkan pembedaan jabatan bagi bangsa Belanda dan pribumi. Pada dasarnya pribumi tidak diperkenankan menjabat hoofd agent (bintara), inspecteur van politie, dan commisaris van politie. Untuk pribumi selama menjadi agen polisi diciptakan jabatan seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi. Kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara tahun 1897-1920 adalah merupakan cikal bakal dari terbentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini. Pada akhir tahun 1920-an atau permulaan tahun 1930 pendidikan dan jabatan hoofd agent, inspecteur, dan commisaris van politie dibuka untuk putra-putra pejabat Hindia Belanda dari kalangan pribumi. Masa pendudukan Jepang Pada masa ini Jepang membagi wilayah kepolisian Indonesia menjadi Kepolisian Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta, Kepolisian Sumatra yang berpusat di Bukittinggi, Kepolisian wilayah Indonesia Timur berpusat di Makassar dan Kepolisian Kalimantan yang berpusat di Bandjarmasin. Tiap-tiap kantor polisi di daerah meskipun dikepalai oleh seorang pejabat kepolisian bangsa Indonesia, tetapi selalu didampingi oleh pejabat Jepang yang disebut sidookaan yang dalam praktik lebih berkuasa dari kepala polisi. Pada Tahun 1943 , Di indonesia di bentuk Kepolisian bernama Tokubetsu Keisatsutai / Pasukan Polisi Istimewa Awal kemerdekaan Indonesia Periode 1945–1950 Tidak lama setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, pemerintah militer Jepang membubarkan PETA dan Gyu-Gun, sedangkan polisi tetap bertugas, termasuk waktu Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Secara resmi kepolisian menjadi kepolisian Indonesia yang merdeka. Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia sebagai langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat maupun satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi dan kekalahan perang yang panjang. Sebelumnya pada tanggal 19 Agustus 1945 dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 29 September 1945 Presiden Soekarno melantik Komisaris Jenderal Polisi R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN). Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung. Kemudian mulai tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri. Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini. Sebagai bangsa dan negara yang berjuang mempertahankan kemerdekaan maka Polri di samping bertugas sebagai penegak hukum juga ikut bertempur di seluruh wilayah RI. Polri menyatakan dirinya “combatant” yang tidak tunduk pada Konvensi Jenewa. Polisi Istimewa diganti menjadi Mobile Brigade, sebagai kesatuan khusus untuk perjuangan bersenjata, seperti dikenal dalam pertempuran 10 November di Surabaya, di front Sumatera Utara, Sumatera Barat, penumpasan pemberontakan PKI di Madiun, dan lain-lain. Pada masa kabinet presidential, pada tanggal 4 Februari 1948 dikeluarkan Tap Pemerintah No. 1 Tahun 1948 yang menetapkan bahwa Polri dipimpin langsung oleh presiden/wakil presiden dalam kedudukan sebagai perdana menteri/wakil perdana menteri. Pada masa revolusi fisik, Kapolri Komisaris Jenderal Polisi R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo telah mulai menata organisasi kepolisian di seluruh wilayah RI. Pada Pemerintahan Darurat RI (PDRI) yang diketuai Mr. Sjafroeddin Prawiranegara berkedudukan di Sumatra Tengah, Djawatan Kepolisian dipimpin Komisaris Besar Polisi Umar Said (tanggal 22 Desember 1948). Hasil Konferensi Meja Bundar antara Indonesia dan Belanda dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS), maka R.S. Sukanto diangkat sebagai Kepala Jawatan Kepolisian Negara RIS dan R. Sumanto diangkat sebagai Kepala Kepolisian Negara RI berkedudukan di Yogyakarta. Dengan Keppres RIS No. 22 tahun 1950 dinyatakan bahwa Djawatan Kepolisian RIS dalam kebijaksanaan politik polisional berada di bawah perdana menteri dengan perantaraan jaksa agung, sedangkan dalam hal administrasi pembinaan, dipertanggung jawabkan pada menteri dalam negeri. Umur RIS hanya beberapa bulan. Sebelum dibentuk Negara Kesatuan RI pada tanggal 17 Agustus 1950, pada tanggal 7 Juni 1950 dengan Tap Presiden RIS No. 150, organisasi-organisasi kepolisian negara-negara bagian disatukan dalam Djawatan Kepolisian Indonesia. Dalam peleburan tersebut disadari adanya kepolisian negara yang dipimpin secara sentral, baik di bidang kebijaksanaan siasat kepolisian maupun administratif, organisatoris. Periode 1950–1959 Dengan dibentuknya negara kesatuan pada 17 Agustus 1950 dan diberlakukannya UUDS 1950 yang menganut sistem parlementer, Kepala Kepolisian Negara tetap dijabat Komisaris Jenderal Polisi R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo yang bertanggung jawab kepada perdana menteri/presiden. Waktu kedudukan Polri kembali ke Jakarta, karena belum ada kantor, digunakan bekas kantor Hoofd van de Dienst der Algemene Politie di Gedung Departemen Dalam Negeri. Kemudian R.S. Soekanto merencanakan kantor sendiri di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan sebutan Markas Besar Djawatan Kepolisian Negara RI (DKN) yang menjadi Markas Besar Kepolisian sampai sekarang. Ketika itu menjadi gedung perkantoran termegah setelah Istana Negara. Sampai periode ini kepolisian berstatus tersendiri antara sipil dan militer yang memiliki organisasi dan peraturan gaji tersendiri. Anggota Polri terorganisir dalam Persatuan Pegawai Polisi Republik Indonesia (P3RI) tidak ikut dalam Korpri, sedangkan bagi istri polisi semenjak zaman revolusi sudah membentuk organisasi yang sampai sekarang dikenal dengan nama Bhayangkari tidak ikut dalam Dharma Wanita ataupun Dharma Pertiwi. Organisasi P3RI dan Bhayangkari ini memiliki ketua dan pengurus secara demokratis dan pernah ikut Pemilu 1955 yang memenangkan kursi di Konstituante dan Parlemen. Waktu itu semua gaji pegawai negeri berada di bawah gaji angkatan perang, namun P3RI memperjuangkan perbaikan gaji dan berhasil melahirkan Peraturan Gaji Polisi (PGPOL) di mana gaji Polri relatif lebih baik dibanding dengan gaji pegawai negeri lainnya (mengacu standar PBB). Masa Demokrasi Terpimpin Dengan Dekret Presiden 5 Juli 1959, setelah kegagalan Konstituante, Indonesia kembali ke UUD 1945, namun dalam pelaksanaannya kemudian banyak menyimpang dari UUD 1945. Jabatan Perdana Menteri (Alm. Ir. Juanda) diganti dengan sebutan Menteri Pertama, Polri masih tetap di bawah pada Menteri Pertama sampai keluarnya Keppres No. 153/1959, tertanggal 10 Juli di mana Kepala Kepolisian Negara diberi kedudukan Menteri Negara ex-officio. Pada tanggal 13 Juli 1959 dengan Keppres No. 154/1959 Kapolri juga menjabat sebagai Menteri Muda Kepolisian dan Menteri Muda Veteran. Pada tanggal 26 Agustus 1959 dengan Surat Edaran Menteri Pertama No. 1/MP/RI/1959, ditetapkan sebutan Kepala Kepolisian Negara diubah menjadi Menteri Muda Kepolisian yang memimpin Departemen Kepolisian (sebagai ganti dari Djawatan Kepolisian Negara). Waktu Presiden Soekarno menyatakan akan membentuk ABRI yang terdiri dari Angkatan Perang dan Angkatan Kepolisian, Komisaris Jenderal Polisi R.S. Tjokrodiatmodjo menyampaikan keberatannya dengan alasan untuk menjaga profesionalisme kepolisian. Pada tanggal 15 Desember 1959 Komisaris Jenderal Polisi R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo mengundurkan diri setelah menjabat Menteri Muda Kepolisian, sehingga berakhirlah karier Bapak Kepolisian RI tersebut sejak 29 September 1945 hingga 15 Desember 1959. Berdasarkan Keppres No. 21/1960 sebutan Menteri Muda Kepolisian ditiadakan dan selanjutnya disebut Menteri Kepolisian Negara bersama Angkatan Perang lainnya dan dimasukkan dalam bidang keamanan nasional. Tanggal 19 Juni 1961, DPR-GR mengesahkan UU Pokok kepolisian No. 13/1961. Dalam UU ini dinyatakan bahwa kedudukan Polri sebagai salah satu unsur ABRI yang sama sederajat dengan TNI AD, AL, dan AU. Dengan Keppres No. 94/1962, Menteri/KASAK, Menteri/KASAD, Menteri/KASAL, Menteri/KASAU, Menteri/Jaksa Agung, Menteri Urusan Veteran dikoordinasikan oleh Wakil Menteri Pertama bidang pertahanan keamanan. Dengan Keppres No. 134/1962 menteri diganti menjadi Menteri/Kepala Staf Angkatan Kepolisian (Menkasak). Kemudian Sebutan Menkasak diganti lagi menjadi Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian (Menpangak) dan langsung bertanggung jawab kepada presiden sebagai kepala pemerintahan negara. Dengan Keppres No. 290/1964 kedudukan, tugas, dan tanggung jawab Polri ditentukan sebagai berikut: Alat Negara Penegak Hukum. Koordinator Polsus. Ikut serta dalam pertahanan. Pembinaan Kamtibmas. Kekaryaan. Sebagai alat revolusi. Berdasarkan Keppres No. 155/1965 tanggal 6 Juli 1965, pendidikan AKABRI disamakan bagi Angkatan Perang dan Polri selama satu tahun di Magelang. Sementara pada tahun 1964 dan 1965, pengaruh PKI bertambah besar karena politik NASAKOM Presiden Soekarno, dan PKI mulai menyusupi memengaruhi sebagian anggota ABRI dari keempat angkatan. Masa Orde Baru Karena pengalaman yang pahit dari peristiwa G30S/PKI yang mencerminkan tidak adanya integrasi antar unsur-unsur ABRI, maka untuk meningkatkan integrasi ABRI, tahun 1967 dengan SK Presiden No. 132/1967 tanggal 24 Agustus 1967 ditetapkan Pokok-Pokok Organisasi dan Prosedur Bidang Pertahanan dan Keamanan yang menyatakan ABRI merupakan bagian dari organisasi Departemen Hankam meliputi AD, AL, AU, dan AK yang masing-masing dipimpin oleh Panglima Angkatan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan kewajibannya kepada Menhankam/Pangab. Jenderal Soeharto sebagai Menhankam/Pangab yang pertama. Setelah Soeharto dipilih sebagai presiden pada tahun 1968, jabatan Menhankam/Pangab diserahkan kepada Jenderal M. Panggabean. Kemudian ternyata betapa ketatnya integrasi ini yang dampaknya sangat menyulitkan perkembangan Polri yang secara universal memang bukan angkatan perang. Pada tahun 1969 dengan Keppres No. 52/1969 sebutan Panglima Angkatan Kepolisian diganti kembali sesuai UU No. 13/1961 menjadi Kepala Staf Angkatan Kepolisian Negara RI, namun singkatannya tidak lagi KKN tetapi Kapolri. Pergantian sebutan ini diresmikan pada tanggal 1 Juli 1969. Pada HUT ABRI tanggal 5 Oktober 1969 sebutan Panglima AD, AL, AU, dan AK diganti menjadi Kepala Staf Angkatan. Masa reformasi Sejak bergulirnya reformasi pemerintahan 1998, terjadi banyak perubahan yang cukup besar, ditandai dengan jatuhnya pemerintahan orde baru yang kemudian digantikan oleh pemerintahan reformasi di bawah pimpinan presiden B.J. Habibie di tengah maraknya berbagai tuntutan masyarakat dalam penuntasan reformasi, muncul pada tuntutan agar Polri dikeluarkan dari ABRI dengan harapan Polri menjadi lembaga yang profesional dan mandiri, jauh dari intervensi pihak lain dalam penegakan hukum. Sejak 5 Oktober 1998, muncul perdebatan di sekitar presiden yang menginginkan pemisahan Polri dan ABRI dalam tubuh Polri sendiri sudah banyak bermunculan aspirasi-aspirasi yang serupa. Isyarat tersebut kemudian direalisasikan oleh Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie melalui instruksi Presiden No. 2 tahun 1999 yang menyatakan bahwa Polri dipisahkan dari ABRI. Upacara pemisahan Polri dari ABRI dilakukan pada tanggal 1 April 1999 di lapangan upacara Mabes ABRI di Cilangkap, Jakarta Timur. Upacara pemisahan tersebut ditandai dengan penyerahan Panji-panji Tribata Polri dari Kepala Staf Umum ABRI Letnan Jenderal TNI Sugiono kepada Sekjen Dephankam Letnan Jenderal TNI Fachrul Razi, kemudian diberikan kepada Kapolri Jenderal Polisi Roesmanhadi. Maka sejak tanggal 1 April, Polri ditempatkan di bawah Dephankam. Setahun kemudian, keluarlah TAP MPR No. VI/2000 serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI, kemandirian Polri berada di bawah Presiden secara langsung dan segera melakukan reformasi birokrasi menuju Polisi yang mandiri, bermanfaat dan professional. Pemisahan ini pun dikuatkan melalui amendemen Undang-Undang Dasar 1945 ke-2 yang dimana Polri bertanggung jawab dalam bidang keamanan dan ketertiban, sedangkan TNI bertanggung jawab dalam bidang pertahanan. Pada tanggal 8 Januari 2002, diundangkanlah UU No. 2 tahun 2002 mengenai Kepolisian Republik Indonesia oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Isi dari Undang Undang tersebut selain pemisahan tersebut, Kapolri bertanggung jawab langsung pada Presiden dibanding sebelumnya di bawah Panglima ABRI, pengangkatan Kapolri yang harus disetujui Dewan Perwakilan Rakyat, dibentuknya Komisi Kepolisian Nasional untuk membantu Presiden membuat kebijakan dan memilih Kapolri. Kemudian Polri dilarang terlibat dalam politik praktis serta dihilangkan hak pilih dan dipilih, harus tunduk dalam peradilan umum dari sebelumnya melalui peradilan militer. Internal kepolisian sendiri pun memulai reformasi internal dengan dilakukan demiliterisasi Kepolisian dengan menghilangkan corak militer dari Polri, perubahan paradigma angkatan perang menjadi institusi penegak hukum dan keamanan yang profesional, penerapan paradigma Hak Asasi Manusia, penarikan Fraksi ABRI (termasuk Polri) dari DPR, perubahan doktrin, pelatihan dan tanda kepangkatan Polri yang sebelumnya sama dengan TNI, dan lainnya. Reorganisasi Polri pasca reformasi diatur dalam Perpres No. 52 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Republik Indonesia. Selain Kepolisian, pada masa Reformasi juga banyak dibentuk lembaga baru yang bertugas untuk penegakan hukum dan pembuatan kebijakan keamanan seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (2002), Badan Narkotika Nasional (2009), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (2010), Badan Keamanan Laut (2014). Perwira aktif Polri dapat menjabat dalam lembaga ini, baik menjadi penyidik, pejabat struktural sampai pimpinan. Lembaga-lembaga ini nantinya berkoordinasi dengan Polri sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Selain dari paradigma dan organisasi, sampai saat ini polisi pun berbenah perlahan-lahan mendisiplinkan dan meningkatkan integritas anggotanya. Mengingat pada masa reformasi tidak sedikit anggota Kepolisian yang terungkap ke publik melanggar kode etik profesi bahkan terjerat hukum seperti korupsi, suap, rekening gendut, narkoba, dll. Selain kasus hukum, saling serang antara anggota Polri dan TNI dilapangan dan ketegangan antar lembaga penegak hukum masih mewarnai perjalanan reformasi Kepolisan. Tugas dan wewenang Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah: memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas: melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan; menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan; membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan; turut serta dalam pembinaan hukum nasional; memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum; melakukan koordinasi, pengawasan, dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus, penyidik pegawai negeri sipil, dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa; melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya; menyelenggarakan identifikasi kepolisian, kedokteran kepolisian, laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian; melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia; melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang; memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian; serta melaksanakan tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam rangka menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud Kepolisian Negara Republik Indonesia secara umum berwenang: menerima laporan dan/atau pengaduan; membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum; mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat; mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa; mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian; melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan; melakukan tindakan pertama di tempat kejadian; mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang; mencari keterangan dan barang bukti; menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional; mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat; memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan, kegiatan instansi lain, serta kegiatan masyarakat; menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu. Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan lainnya berwenang: memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya; menyelenggarakan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor; memberikan surat izin mengemudi kendaraan bermotor; menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik; memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api, bahan peledak, dan senjata tajam; memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di bidang jasa pengamanan; memberikan petunjuk, mendidik, dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas pengamanan swakarsa dalam bidang teknis kepolisian; melakukan kerja sama dengan kepolisian negara lain dalam menyidik dan memberantas kejahatan internasional; melakukan pengawasan fungsional kepolisian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dengan koordinasi instansi terkait; mewakili pemerintah Republik Indonesia dalam organisasi kepolisian internasional; melaksanakan kewenangan lain yang termasuk dalam lingkup tugas kepolisian. Organisasi Polri disusun secara berjenjang dari tingkat pusat sampai ke kewilayahan. Polri tingkat pusat disebut Markas Besar Polisi Negara Republik Indonesia (Mabes Polri); sedang Polri tingkat kewilayahan disebut Kepolisian Republik Indonesia Daerah (Polda) di tingkat provinsi, Kepolisian Republik Indonesia Resor (Polres) di tingkat kabupaten/kota, dan Kepolisian Republik Indonesia Sektor (Polsek) di wilayah kecamatan. Markas besar Unsur pimpinan Unsur pimpinan Mabes Polri adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Kapolri adalah Pimpinan Polri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kapolri berpangkat Jenderal Polisi. Pada 27 Januari 2021, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. resmi menjadi Kapolri baru menggantikan Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si.. Kapolri dibantu oleh seorang Wakil Kepala Polri berpangkat Komisaris Jenderal Polisi. Wakapolri saat ini dijabat oleh Komisaris Jenderal Polisi Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.. Unsur pengawas dan pelaksana pimpinan Unsur pengawas dan Pelaksana pimpinan terdiri dari: Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum), bertugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan pengawasan dan pemeriksaan umum dan perbendaharaan dalam lingkungan Polri termasuk satuan-satuan organsiasi non struktural yang berada di bawah pengendalian Kapolri. Saat ini dipimpin oleh Komisaris Jenderal Polisi Drs. H. Ahmad Dofiri, M.Si Staf Kapolri Bidang Operasi (As Ops), bertugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan fungsi manajemen bidang operasional dalam lingkungan Polri termasuk koordinasi dan kerjasama eksternal serta pemberdayaan masyarakat dan unsur-unsur pembantu Polri lainnya. Asops saat ini dipegang oleh Inspektur Jenderal Polisi Verdianto Iskandar Bitticaca, M.H. Staf Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrena), bertugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan fungsi perencanaan umum dan pengembangan, termasuk pengembangan sistem organisasi dan manajemen serta penelitian dan pengembangan dalam lingkungan Polri. Saat ini dijabat oleh Inspektur Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat, S.I.K., M.H. Staf Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM), bertugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan fungsi manajemen bidang sumber daya manusia termasuk upaya perawatan dan peningkatan kesejahteraan personel dalam lingkungan Polri. Saat ini dijabat oleh Inspektur Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Si. Staf Kapolri Bidang Logistik (Aslog), bertugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan fungsi logistik dalam lingkungan Polri. Aslog dijabat oleh Inspektur Jenderal Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si. Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam), adalah unsur pelaksana staf khusus bidang pertanggungjawaban profesi dan pengamanan internal. Kadiv Propam saat ini ialah Inspektur Jenderal Polisi Drs. Syahar Diantono, M.Si. Divisi Hukum (Div Kum) adalah unsur pengawas dan pembantu pimpinan di bidang hukum pada tingkat Mabes Polri yang berada di bawah Kapolri, dengan pimpinan Inspektur Jenderal Polisi Viktor Theodorus Sihombing, S.I.K., M.Si. Divisi Hubungan Masyarakat (Div Humas) adalah unsur pengawas dan pembantu pimpinan di bidang hubungan masyarakat pada tingkat Mabes Polri yang berada di bawah Kapolri, dengan pimpinan Inspektur Jenderal Polisi Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum Divisi Hubungan Internasional (Div Hubinter), adalah unsur pembantu pimpinan bidang hubungan internasional yang ada di bawah Kapolri. Bagian ini membawahi National Crime Bureau Interpol (NCB Interpol), untuk menangani kejahatan internasional. Dengan pimpinan Inspektur Jenderal Polisi Krishna Murti, S.I.K., M.Si. Divisi Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Div TIK), adalah unsur pembantu pimpinan di bidang informatika yang meliputi teknologi informasi dan komunikasi elektronika. Dipimpin oleh Inspektur Jenderal Polisi Slamet Uliandi, S.I.K. Staf Ahli Kapolri, bertugas memberikan telaahan mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Koordinator Staf Ahli Kapolri adalah Inspektur Jenderal Polisi Risyapudin Nursin, S.I.K. Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) adalah unsur pelayanan yang bertugas membantu Kapolri/Wakapolri dalam melaksanakan tugas kedinasan dan tugas khusus dari Kapolri/Wakapolri. Dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi Dedy Murti Haryadi, S.I.K., M.Si. Sekretariat Umum (Setum) adalah unsur pelayanan yang bertugas menyelenggarakan pembinaan fungsi kesekretariatan atau administrasi umum baik yang bersifat umum dan terpusat di lingkungan Mabes Polri. Dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi Drs. Mochammad Seno Putro. Pelayanan Markas (Yanma) adalah unsur pelayanan yang bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan dan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Mabes Polri, khususnya menyangkut fasilitas Markas. Dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K. Unsur Pelaksana Tugas Utama Unsur pelaksana tugas Utama terdiri dari: Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi intelijen dalam bidang keamanan bagi kepentingan pelaksanaan tugas operasional dan manajemen Polri maupun guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri. Kabaintelkam saat ini dijabat oleh Komisaris Jenderal Polisi Drs. Suntana, M.Si. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, termasuk fungsi identifikasi dan fungsi laboratorium forensik, dalam rangka penegakan hukum. Dipimpin oleh seorang Komisaris Jenderal Polisi. Kabareskrim saat ini dijabat oleh Komisaris Jenderal Polisi Drs. Wahyu Widada, M.Phil. Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan yang mencakup pemeliharaan dan upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri. Kabaharkam saat ini dijabat oleh Komisaris Jenderal Polisi Dr. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si. Korps Brigade Mobil (Korbrimob), bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan khususnya yang berkenaan dengan penanganan gangguan keamanan yang berintensitas tinggi (separatisme,terorisme,pemakaran,Anarkisme) dalam rangka penegakan keamanan dalam negeri. Korps ini dipimpin oleh seorang Komisaris Jenderal Polisi. Dankorbrimob saat ini dijabat oleh Komisaris Jenderal Polisi Drs. Anang Revandoko, M.I.Kom. Korps Lalu Lintas (Korlantas), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi lalu lintas yang meliputi pendidikan masyarakat, penegakan hukum, pengkajian masalah lalu lintas, registrasi, dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor, serta mengadakan patroli jalan raya. Kakorlantas saat ini dijabat oleh Inspektur Jenderal Polisi Drs. Firman Santyabudi, M.Si. Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri (Densus 88 AT), bertugas menyelenggarakan fungsi intelijen, pencegahan, investigasi, penindakan, dan bantuan operasional dalam rangka penyelidikan dan penyidikan tindak pidana terorisme. Kadensus 88 AT saat ini dijabat oleh Inspektur Jenderal Polisi Martinus Hukom, S.I.K., M.Si. Unsur pendukung Unsur pendukung, terdiri dari: Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lemdiklat Polri), bertugas merencanakan, mengembangkan, dan menyelenggarakan fungsi pendidikan pembentukan dan pengembangan berdasarkan jenis pendidikan Polri meliputi pendidikan profesi, manajerial, akademis, dan vokasi. Kalemdiklat Polri saat ini adalah Komisaris Jenderal Polisi Drs. Purwadi Arianto, M.Si. Lemdiklat Polri membawahi: Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian (Sespimpol), adalah unsur pelaksana pendidikan dan staf khusus yang berkenaan dengan pengembangan manajemen Polri. Terdiri dari Sespimma (dahulu Selapa), Sespimmen (dahulu Sespim) dan Sespimti (dahulu Sespati). Kasespimpol saat ini dijabat oleh Inspektur Jenderal Polisi Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. Akademi Kepolisian (Akpol), adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri. Gubernur Akpol dipegang oleh Inspektur Jenderal Polisi Krisno Halomoan Siregar, S.I.K., M.H. Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Calon Perwira Polri bagi para lulusan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta. Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), adalah unsur pelaksana pendidikan dan staf khusus yang berkenaan dengan pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu dan teknologi kepolisian. Ketua STIK dipegang oleh Inspektur Jenderal Polisi Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H. Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Calon Perwira Polri bagi Bintara Polri. Kepala Setukpa dipegang oleh Brigadir Jenderal Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum. Pendidikan dan Pelatihan Khusus Kejahatan Transnasional (Diklatsus Jatrans) adalah unsur pelaksana utama di bawah Lemdiklat Polri yang bertugas menyelenggarakan kerja sama, pendidikan dan pelatihan pemberantasan kejahatan transnasional bagi para penegak hukum. Diklatsusjatrans dipimpin oleh Kadiklatsusjatrans yang saat ini dijabat oleh Brigadir Jenderal Polisi Aby Nursetyanto, S.H., S.I.K. Pendidikan dan Pelatihan Reserse (Diklat Reserse) adalah unsur pelaksana utama di bawah Lemdiklat Polri yang merupakan pusat pendidikan dan pelatihan bidang penyidikan. Diklat Reserse dipimpin oleh Kadiklat Reserse yang saat ini dijabat oleh Brigadir Jenderal Polisi Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H. Pusat Pendidikan (Pusdik)/Sekolah terdiri dari: Pusdik Intelijen (Pusdikintel) Pusdik Lalulintas (Pusdiklantas) Pusdik Tugas Umum (Pusdikgasum) Pusdik Brigade Mobil (Pusdikbrimob) Pusdik Kepolisian Perairan (Pusdikpolair) Pusdik Administrasi (Pusdikmin) Pusdik Pembinaan Masyarakat (Pusdikbinmas) Sekolah Bahasa (Sebasa) Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Sekolah Polisi Negara (SPN) Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri adalah unsur pendukung di bidang kedokteran kepolisian dan kesehatan kepolisian pada tingkat Mabes Polri yang berada di bawah Kapolri yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Polisi dr. Asep Hendradiana, Sp.AN., KIC., M.Kes., termasuk didalamnya adalah Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Polisi dr. Hariyanto, Sp.PD. Pusat Keuangan (Puskeu) Polri adalah unsur pendukung di bidang pembinaan keuangan pada tingkat Mabes Polri yang berada dibawah Kapolri yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Polisi Lukas Akbar Abriari, S.I.K., M.H. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri adalah unsur pendukung di bidang penelitian, pengkajian dan pengembangan pada tingkat Mabes Polri yang berada di bawah Kapolri yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Polisi Drs. Iswyoto Agoeng Lesmana Doeta, M.Si. Pusat Sejarah (Pusjarah Polri) adalah unsur pendukung di bidang sejarah, museum, dan perpustakaan Polri pada tingkat Mabes Polri yang berada di bawah Kapolri yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Polisi Hari Nugroho, S.I.K. Kepolisian Daerah Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Polda) merupakan satuan pelaksana utama Kewilayahan yang berada di bawah Kapolri. Polda bertugas menyelenggarakan tugas Polri pada tingkat kewilayahan. Polda dipimpin oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Kapolda), yang bertanggung jawab kepada Kapolri. Kapolda dibantu oleh Wakil Kapolda (Wakapolda). Polda membawahi Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort (Polres). Ada dua tipe Polda, yakni Tipe A-K, dan Tipe A Polda Tipe A-K saat ini hanya terdapat 1 Polda, yaitu Polda Metro Jaya. Polda Tipe A-K dan Tipe A dipimpin seorang perwira tinggi berpangkat Inspektur Jenderal Polisi. Setiap Polda menjaga keamanan sebuah provinsi. Polres, membawahi Kepolisian Negara Republik Indonesia Sektor. Untuk kota - kota besar, Polres dinamai Kepolisian Resor Metro (Polres Metro – wilayah hukum Polda Metro Jaya) serta Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes), untuk tipe urban dinamai Kepolisian Resor Kota (Polresta), dan untuk tipe rural bernama Kepolisian Resor (Polres). Polres memiliki satuan tugas kepolisian yang lengkap, layaknya Polda, dan dipimpin oleh seorang Komisaris Besar Polisi (untuk Polrestabes dan Polresta) atau Ajun Komisaris Besar Polisi (untuk Polres) Setiap Polres menjaga keamanan sebuah kota atau kabupaten. Polsek maupun Polsekta dipimpin oleh seorang Ajun Komisaris Besar Polisi (khusus untuk Polda Metro Jaya) atau Komisaris Polisi (untuk tipe urban), serta Ajun Komisaris Polisi (tipe rural). Di sejumlah daerah sebuah Polsek dapat dipimpin oleh Inspektur Polisi Satu atau Inspektur Polisi Dua. Setiap Polsek menjaga keamanan sebuah kecamatan. Setiap Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Polda) memiliki sejumlah Direktorat dalam menangani tugas melayani dan melindungi, yaitu: Direktorat Reserse Kriminal Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Subdit Harta Benda Bangunan Tanah (Hardabangtah) Subdit Kriminal Umum (umum) Subdit Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) Subdit Reserse Mobile (Resmob) Subdit Remaja Anak dan Wanita (PPA) Unit Inafis (Indonesia Automatic Finger Print Identification System) / Identifikasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Subdit Tindak Pidana Industri Perdagangan dan Investasi Subdit Tindak Pidana Perbankan Subdit Tindak Pidana Korupsi Subdit Tindak Pidana Tertentu Subdit Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Narkoba Subdit Narkotika Subdit Psikotropika Direktorat Intelijen dan Keamanan Direktorat Lalu Lintas Subdit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Subdit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Subdit Patroli Pengawalan (Patwal) Subdit Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Pembinaan Masyarakat (Bimmas, dulu Bina Mitra) Bagian Pembinaan Operasional Subdit Pembinaan Ketertiban Sosial (Subditbintibsos) Subdit Pembinaan Satpam/Polsus (Satpam/Polsus) Subdit Pembinaan Perpolisian Masyarakat (Subditbinpolmas) Subdit Bhabinkamtibmas Direktorat Samapta Bagian Pembinaan Operasional Subdit Gasum (Penugasan Umum) Subdit Dalmas (Pengendalian Massa) Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Bagian Pembinaan Operasional Subdit Kawasan Tertentu (Waster) Subdit Pariwisata Subdit VIP Subdit Audit Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Biro Operasional Bag Kerma (Kerjasama) Bag Dalops (Pengendalian Operasional) Bag Binops (Pembinaan Operasional) Biro SDM Bag Binkar (Pembinaan Karir) Bag Dalpers (Pengendalian Personel) Bag Watpers (Perawatan Personel) Bag Psi (Psikologi) Biro Rena (Perencanaan Umum dan Anggaran) Bag Strajemen Bag Progar Bag RBP Bag Renprogar Biro Logistik Bag Ada (Pengadaan) Bag Faskon (Fasilitas dan Konstruksi) Bag Bekum (Perbekalan Umum) Bag Pal (Peralatan) Bag Infolog (Informasi Logistik) Bidang Keuangan Subbid BIA dan APK (Pembiayaan dan Akuntansi Pelaporan Keuangan) Subbid Dalverif (Pengendalian dan Verifikasi) Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Subbid Wabprof (Pertanggungjawaban Profesi) Subbid Paminal (Pengamanan Internal) Subbid Provos Bidang Hukum Subbid Bankum (Bantuan Hukum) Subbid Sunluhkum (Penyusunan dan Penyuluhan Hukum) Bidang Hubungan Masyarakat Subbid Penmas (Penerangan Masyarakat) Subbid PID (Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi) Subbid Multimedia Bidang Kedokteran Kesehatan Subbid Dokpol (Kedokteran Kepolisian) Subbid Kespol (Kesehatan Kepolisian) Bidang Teknologi Infomasi Polisi Subbid Tekinfo (Teknologi Informasi) Subbid Tekkom (Teknologi Komunikasi) Struktur wilayah Pembagian wilayah Polisi Republik Indonesia pada dasarnya didasarkan dan disesuaikan atas wilayah administrasi pemerintahan sipil. Komando pusat berada di Markas Besar Polri (Mabes) di Jakarta. Pada umumnya, struktur komando Polri dari pusat ke daerah adalah: Pusat Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) Tingkat provinsi Polisi Daerah (Polda) Tingkat kabupaten/kota Polisi Resor Metro (Polres Metro – Khusus di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya) Polisi Resor Kota Besar (Polrestabes) Polisi Resor Kota (Polresta) Polisi Resor (Polres) Tingkat kecamatan/distrik Polisi Sektor Kota (Polsekta) Polisi Sektor (Polsek) Wilayah hukum dari Polisi Wilayah (Polwil) adalah kawasan yang pada masa kolonial merupakan keresidenan. Karena wilayah seperti ini umumnya hanya ada di Pulau Jawa, maka di luar Jawa tidak dikenal adanya satuan berupa Polwil kecuali untuk wilayah perkotaan seperti ibu kota provinsi seperti misalnya Polwiltabes Makassar di Sulawesi Selatan. Mulai awal tahun 2010 seluruh Kepolisian Wilayah (Polwil) di Pulau Jawa sudah dihapus. Di beberapa daerah terpencil, ada pula pos-pos polisi yang merupakan perpanjangan tangan dari Kepolisian Sektor, yang dinamakan Kepolisian Sub-sektor. Alutsista Masa mendatang Dalam negeri, Polisi Republik Indonesia juga menghadapi banyak tantangan yang semakin kompleks seperti pemberantasan narkoba, korupsi dan pencucian uang, terorisme, cybercrime, perdagangan orang, kelompok-kelompok radikal dan intoleran. Kejahatan-kejahatan tersebut sudah bersifat transnasional dan memiliki jaringan global. Dalam perkembangan paling akhir dalam kepolisian yang semakin modern dan global, Polri bukan hanya mengurusi keamanan dan ketertiban di dalam negeri, akan tetapi juga terlibat dalam masalah-masalah keamanan dan ketertiban regional maupun antarabangsa, sebagaimana yang ditempuh oleh kebijakan PBB yang telah meminta pasukan-pasukan polisi, termasuk Indonesia, untuk ikut aktif dalam berbagai operasi kepolisian, misalnya di Namibia (Afrika Selatan) dan Kamboja (Asia). Begitu juga dengan mengirimkan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB yaitu Satuan Tugas Unit Polisi Berseragam / Formed Police Unit (FPU) ke misi UNAMID di Sudan dan MINUSCA di Afrika Tengah. Dalam budaya populer Film Arie Hanggara (1985) - diangkat dari kisah nyata kematian seorang anak berumur 8 tahun oleh ibu tirinya, dibintangi oleh Deddy Mizwar Singa Lodaya (1978) - Singa Lodaya, sebuah film laga yang berlatar sejarah berdurasi 1,5 jam. Disutradarai Yudhi DH dan Soeparmin film Singa Lodaya dirilis pada tahun 1978. Sederet aktor dan aktris seperti Ami Jaya, S Naryo Hadi, WD Mochtar, Pipiet Sandra dan Soeyoedi Ananta Yudha ikut membintangi film ini. Film Singa Lodaya menceritakan tentang kisah pasukan Mobrig (Mobile Brigade) yang berjuang untuk kemerdekaan melawan penjajah Belanda dan penumpasan pemberontakan PKI Muso di Madiun 1948. Menumpas Teroris (1986) - dibintangi oleh Barry Prima dan El Manik The Raid (2011) - dibintangi oleh Iko Uwais, Joe Taslim, dan Donny Alamsyah Java Heat (2013) - dibintangi oleh Kellan Lutz, Ario Bayu, T. Wifnu Wikana, dan Mickey Rourke Sang Prawira 22 Menit (2018) - dibintangi oleh Ario Bayu Sayap Sayap Patah (2022) - dibintangi oleh Ariel Tatum dan Nicholas Saputra EAGLE IN ACTION (2023)-Pemeran Utama Polri Dan Brimob Polri Televisi 86 (2014 hingga sekarang) - terinspirasi oleh acara televisi AS Cops, ditayangkan di NET TV The Police - ditayangkan di Trans 7 setiap hari pada pukul 11 malam WIB Cleansing Kalijodo (2016) - dibintangi oleh Ario Bayu yang memerankan Kapolres Penjaringan Kapten Krishna Murti, dan Fauzi Baadila yang memerankan Daeng Aziz dalam saluran TV Australia Crime + Investigation Lihat pula Tanda kepangkatan Polri Tanda Pangkat PNS Polri Badan Reserse Kriminal Korps Brigade Mobile Detasemen Khusus 88 AT Detasemen Tempur 23 Brimob Polri Korps Lalu Lintas Badan Pemeliharaan Keamanan Badan Intelijen Dan Keamanan Divisi Profesi Pengamanan Lemhanas Sespimti Referensi Sumber Djamin, Awaloedin dan Ambar Wulan, G. 2016. Jenderal Polisi R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara Pranala luar Situs web resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia IPW Lembaga nirlaba Pengawas kinerja Polri Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Pegawai negeri Penegak hukum
5953
https://id.wikipedia.org/wiki/Bob%20Hasan
Bob Hasan
Mohammad "Bob" Hasan (), adalah seorang pengusaha Indonesia, yang pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia pada tahun 1998 dan kemudian dipenjara karena korupsi. Dia adalah salah satu kroni dari etnis Tionghoa-Indonesia paling terkemuka dari presiden Indonesia Soeharto yang lama menjabat dan dijuluki "raja hutan" karena bisnis kehutanannya. Hasan menjabat sebagai Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) sejak September 1984 sampai kematiannya. Bob Hasan sejak kecil diasuh sebagai anak oleh Jenderal Gatot Subroto. Namanya mencuat karena berbisnis dalam industri kayu. Bob Hasan juga menjabat sebagai Honorary Life Council Member International Associations of Athletic Federation. Ia adalah pendiri media Gatra. Ia pernah diberi penghargaan prestisius Kalpataru pada tahun 1997. Kehidupan awal Lahir dengan nama The Kiang Seng di Semarang, Jawa Tengah, pada Februari 1931 dari seorang pedagang tembakau Tionghoa, Hasan menjadi anak angkat Gatot Soebroto, seorang jenderal TNI Angkatan Darat, yang saat itu memimpin Kolonel Soeharto pada tahun 1950-an. Karier bisnis Setelah Soeharto menggantikan Gatot Subroto sebagai Panglima Divisi Diponegoro Angkatan Darat, Hasan bekerja dengan Soeharto untuk mengembangkan berbagai bisnis sampingan, yang dikendalikan oleh militer, yang memberikan banyak dana untuk Divisi tersebut serta pendapatan tambahan bagi para perwira. Setelah Soeharto mengambil alih kursi kepresidenan pada tahun 1966, ia memprakarsai perluasan besar-besaran penebangan komersial Indonesia, terutama di pulau-pulau di luar Jawa. Pada tahun 1970-an, Hasan menjabat sebagai "mitra" Indonesia yang dibutuhkan untuk perusahaan asing yang ingin memanen kayu di Indonesia, terutama bekerja dengan perusahaan Amerika Serikat, Georgia Pacific, dan juga mendirikan sejumlah usaha patungan antara dia dan perusahaan milik pemerintah. Pada tahun 1981 pemerintah melarang ekspor kayu yang tidak digiling, yang menyebabkan banyak perusahaan asing menjual kegiatan mereka di Indonesia kepada pemilik dalam negeri yang tertarik untuk mendirikan operasi pengolahan; Hasan, yang sudah menjadi pemegang saham utama dalam operasi Georgia Pacific di Indonesia, menjadi pemilik tunggal ketika perusahaan tersebut meninggalkan Indonesia pada tahun 1983. Berawal dari perkayuan, ia mengembangkan bisnisnya ke bidang keuangan, asuransi, otomotif, dan industri lainnya, terutama melalui perusahaan induk Kalimanis miliknya. Grup Kalimanis milik Hasan dilaporkan menguasai lebih dari 2 juta hektar (7.700 mil persegi) konsesi utama di Kalimantan. Hasan juga Ketua Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo). Di bawah Hasan, Apkindo diberikan kendali penuh atas harga kayu lapis, pemasaran, dan ekspor. Apkindo membantu Indonesia memperoleh sekitar tiga perempat dari pasar ekspor kayu lapis dunia pada awal 1990-an, kadang-kadang menggunakan teknik yang digambarkan oleh pengamat sebagai "harga predator". Hasan secara pribadi mendapatkan keuntungan dari kepemimpinannya baik dengan mendukung bisnis yang dimilikinya maupun melalui pengendalian biaya yang dibayarkan kepada organisasi oleh anggota lain. Ketenarannya dalam industri kayu lapis membuatnya dijuluki "raja hutan". Hasan menjalankan PT Nusantara Ampera Bakti (Nusamba) yang 80% sahamnya dimiliki oleh yayasan yang dikendalikan oleh Suharto. Hasan menjadi mediator dalam perselisihan bisnis antara enam anak Soeharto, setelah kematian istri Soeharto pada tahun 1996. Dia mengatur kesepakatan untuk menyelesaikan perselisihan pemegang saham seputar deposit emas Busang yang ditemukan oleh Bre-X Minerals di Kalimantan sebelum penemuan emas itu terungkap sebagai tipuan. Menteri perindustrian dan perdagangan Suharto menunjuk Hasan sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada 14 Maret 1998, menjadikannya satu-satunya keturunan Tionghoa yang bergabung dengan salah satu kabinet Suharto. Pengangkatannya dipandang sebagai bukti bahwa Soeharto tidak serius melakukan perubahan fiskal yang substansial untuk mengatasi krisis keuangan Asia yang dimulai pada pertengahan 1997. Akibat persyaratan Dana Moneter Internasional (IMF) selama krisis, Apkindo ditutup pada tahun 1998. Hasan kehilangan jabatan kabinetnya ketika Suharto mundur pada 21 Mei 1998 menyusul protes dan kerusuhan massal. Hukuman korupsi dan penjara Hasan sering menjadi subyek tuduhan korupsi karena urusan bisnisnya dan kendali sebagian besar industri Indonesia. Setelah Suharto lengser pada tahun 1998, serangkaian putusan pengadilan menemukan bukti kejahatan. Hasan didenda 50 miliar rupiah sebagai akibat dari gugatan yang diajukan oleh beberapa organisasi pemuda, menuduh dia telah memerintahkan pembakaran hutan di Sumatra. Pada Februari 2001, ia dihukum karena menyebabkan kerugian sebesar 244 juta dolar AS kepada pemerintah Indonesia melalui proyek pemetaan hutan yang curang di Jawa pada awal 1990-an. Dia dipenjarakan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dan kemudian di Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusa Kambangan yang sulit diakses di lepas pantai selatan-tengah Jawa, sampai pembebasan bersyaratnya pada Februari 2004. Hasan adalah orang pertama dan di antara rekan-rekan Soeharto yang dihukum karena penipuan dan korupsi. Hasan adalah anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) dari tahun 1994 hingga 2004, ketika IOC mengeluarkannya karena tuduhan korupsi. IOC dikritik oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2000 karena menyatakan bahwa Hasan harus diizinkan untuk menghadiri Olimpiade 2000 di Sydney, Australia, meskipun dia ditahan pada saat itu. Wafat Pada 31 Maret 2020, Hasan meninggal dunia pada usia 89 tahun akibat kanker paru-paru di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Referensi Pranala luar Pengusaha Indonesia Wirausahawan kayu Indonesia Tionghoa-Indonesia Muslim Tionghoa Tokoh dari Semarang Tokoh yang berpindah agama ke Islam Koruptor Indonesia Politikus Indonesia Tokoh Orde Baru Menteri Indonesia Menteri Perindustrian Indonesia
5955
https://id.wikipedia.org/wiki/Ad%20interim
Ad interim
Ad interim adalah ungkapan Latin yang artinya adalah "sementara". Ungkapan ini sering digunakan untuk merujuk kepada pejabat sementara dalam bidang pemerintahan, misalkan "Hari Sabarno adalah Menko Polkam ad interim". Contoh Contoh dari sebuah sastra klasik: Singkatan a.i. digunakan dalam judul pekerjaan. Seperti Direktur Operasi, a.i. Referensi Lihat pula Daftar kalimat Latin Kata dan frasa Latin
5962
https://id.wikipedia.org/wiki/Voivodat%20Wielkopolska
Voivodat Wielkopolska
Daerah ini merupakan provinsi Polandia dengan luas wilayah 29,826 km² dan penduduk sebesar 3,4 juta jiwa. Kota-kota besarnya adalah: Kota-kota besar (penduduk 2003) Poznań (581.200) Kalisz (106.500) Konin, Polandia (83.600) Piła (76.800) Ostrow Wielkopolski (74.500) Gniezno (71,600) Leszno (63.500) Śrem (31.000) Turek (30.700) Krotoszyn (29.100) Wrzesnia (28.900) Swarzędz (28.200) Jarocin (26.000) Kościan (24.500) Wagrowiec (24.500) Kolo (24.300) Luboń (23.800) Środa Wielkopolska (22.200) Rawicz (21.700) Gostyń (20.800) Chodzież (20.500) Kśpno (15.500) Polandia Besar
5964
https://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi%20%C5%81%C3%B3d%C5%BA
Provinsi Łódź
Provinsi Łódź (dalam bahasa Polandia województwo łódzkie) adalah sebuah daerah administratif di pusat Polandia dengan ibu kota Łódź. Jumlah penduduk adalah 2.633.000 jiwa (2001) dan luas wilayah 18.219 km². Pembagian administratif: Bełchatów Brzeziny Kutno Łask łowicz Łódź (kota otonom) Łódź ('kabupaten') Opoczno Pabianice Pajęczno Piotrków Trybunalski Poddebice Radomsko Rawa Mazowiecka Sieradz Skierniewice Tomaszów Mazowiecki Wieluń Wieruszów Zduńska Wola Zgierz Nama keluarga Polandia yang paling populer di wilayah ini Nowak: 15.460 Kowalski: 15.005 Kowalczyk: 13.121 Sejarah Łódź telah selamanya menjadi ibu kota provinsi Łódź, tetapi wilayahnya telah berubah-ubah beberapa kali. Yang pertama adalah sebuah satuan dari divisi administratif dan pemerintahan lokal di Polandia (Republik Polandia Kedua) pada 1921-1939. Pada 1938 beberapa kabupaten di sebelah barat dimasukkan ke Provinsi Polandia Raya. Penjelmaan yang kedua terjadi antara 1945 hingga 1975. Kota Łódź dipisahkan sebagai sebuah Kabupaten kota tersendiri. Kemudian daerah ini dipecah-pecah dan digantikan oleh Łódź (lihat bawah), Sieradz, Piotrkow Trybunalski, Skierniewice dan sebagian Plock Provinsi Łódź, juga dikenal sebagai Provinsi Metropolitan Łódź (województwo miejskie łódzkie) hadir di Polandia pada 1975-1998, dan digantikan oleh Provinsi Łódź yang sekarang. Presiden Kota Łódź juga menjabat sebagai gubernur provinsi. Sejak 1995, kota-kota dan town dalan definisi yang ketiga mencakup (dengan jumlah penduduknya pada 1995) Łódź (825.600); Pabianice (75.700); Zgierz (59.100); Ozorków (21.900); Aleksandrów Łódzki (20.400). Lihat Pula Babsk Łódż
5966
https://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi%20Podkarpacie
Provinsi Podkarpacie
Provinsi Podkarpacie (dalam bahasa Polandia województwo podkarpackie, artinya Provinsi Subkarpatia) adalah sebuah daerah administratif di tenggara Polandia. Ibu kotanya adalah: Rzeszow. Kota-kota besar (penduduk tahun 1995): Rzeszów (170 000); Stalowa Wola (71,900); Przemysl (68,900); Mielec (64,400). Tarnobrzeg (50,700); Krosno (49,400); Dębica (48,700); Jarosław (41,800). Sanok (41,400); Jasło (38,900). Pranala luar https://www.podkarpackie.pl/ https://rzeszow.uw.gov.pl/ Podkarpacie
5969
https://id.wikipedia.org/wiki/Cogito%20ergo%20sum
Cogito ergo sum
Cogito ergo sum adalah sebuah ungkapan yang diutarakan oleh Descartes, sang filsuf ternama dari Prancis. Artinya adalah: "aku berpikir maka aku ada". Maksudnya kalimat ini membuktikan bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan seseorang sendiri. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa berpikir sendiri. Jika dijelaskan, kalimat "cogito ergo sum" berarti sebagai berikut. Descartes ingin mencari kebenaran dengan pertama-tama meragukan semua hal. Ia meragukan keberadaan benda-benda di sekelilingnya. Ia bahkan meragukan keberadaan dirinya sendiri. Descartes berpikir bahwa dengan cara meragukan semua hal termasuk dirinya sendiri tersebut, dia telah membersihkan dirinya dari segala prasangka yang mungkin menuntunnya ke jalan yang salah. Ia takut bahwa mungkin saja berpikir sebenarnya tidak membawanya menuju kebenaran. Mungkin saja bahwa pikiran manusia pada hakikatnya tidak membawa manusia kepada kebenaran, tetapi sebaliknya membawanya kepada kesalahan. Artinya, ada semacam kekuatan tertentu yang lebih besar dari dirinya yang mengontrol pikirannya dan selalu mengarahkan pikirannya ke jalan yang salah. Sampai di sini, Descartes tiba-tiba sadar bahwa bagaimanapun pikiran mengarahkan dirinya kepada kesalahan, tetapi ia tetaplah berpikir. Inilah satu-satunya yang jelas. Inilah satu-satunya yang tidak mungkin salah. Maksudnya, tak mungkin kekuatan tadi membuat kalimat "ketika berpikir, sayalah yang berpikir" salah. Dengan demikian, Descartes sampai pada kesimpulan bahwa ketika ia berpikir, maka ia ada. Atau dalam bahasa Latin: COGITO ERGO SUM, aku berpikir maka aku ada. Lihat pula Peribahasa Latin Filsafat Daftar Filsuf René Descartes Filsafat
5971
https://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi%20%C5%9Awi%C4%99ty%20Krzy%C5%BC
Provinsi Święty Krzyż
Provinsi Swietokrzyskie (dalam bahasa Polandia: Województwo świętokrzyskie) adalah sebuah provinsi di tengah Polandia. Ibu kotanya adalah: Kielce (213.000 jiwa pada tahun 2000). Provinsi ini memiliki penduduk 1.328.000 jiwa pada tahun (2001). Luas wilayah adalah 11.672 km² Ibu kota: Kielce Kota-kota besar lainnya: (penduduk pada tahun 1995): Kielce (213.700); Ostrowiec Świętokrzyski (79.200); Starachowice (57.500); Skarzysko-Kamienna (51.400); Sandomierz (27.000). Końskie (22.300). Pranala luar https://www.swietokrzyskie.pro/ https://www.kielce.uw.gov.pl/ Świętokrzyskie
5973
https://id.wikipedia.org/wiki/Distrik%20federal
Distrik federal
Distrik federal adalah jenis pembagian administratif federasi, yang biasanya dikendalikan langsung oleh pemerintah federal dan terkadang diorganisir oleh satu badan kotamadya. Distrik federal kebanyakan mencakup distrik ibu kota, yang ada di berbagai pemerintah federasi di seluruh dunia. Referensi Federalisme Jenis pembagian administratif
5976
https://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi%20Kujawy-Pomorze
Provinsi Kujawy-Pomorze
Provinsi Kujawy-Pomorze (dalam bahasa Polandia: województwo kujawsko-pomorskie) adalah sebuah daerah administratif di tengah Polandia. Ibukota: Bydgoszcz / Torun Penduduk: 2 068 000 jiwa (2003) Wilayah: 17 969 km2 Kota-kota besar (penduduk pada tahun 2003): Bydgoszcz (384.700); Torun (205.800); Wloclawek (123.600) Grudziadz (102.700); Inowroclaw (79.500); Brodnica (28.200); Swiecie (27.400); Chelmno (21.800); Naklo nad Notecia (20.100). Kujawy-Pomorze
5989
https://id.wikipedia.org/wiki/Dewa
Dewa
Dewa (maskulin) dan Dewi (feminin) adalah entitas supranatural yang menguasai unsur-unsur alam atau aspek-aspek tertentu dalam kehidupan manusia. Mereka disembah, dianggap suci dan keramat, serta dihormati oleh manusia. Mereka yang berjenis kelamin pria disebut "Dewa", sedangkan "Dewi" adalah sebutan untuk yang berjenis kelamin wanita. Dewa er d'jie memiliki bermacam-macam wujud, biasanya berwujud manusia atau hewan. Mereka hidup abadi dan memiliki kepribadian masing-masing. Mereka memiliki emosi dan kecerdasan seperti layaknya manusia. Beberapa fenomena alam seperti petir, hujan, banjir, badai, dan sebagainya, termasuk keajaiban dihubungkan dengan mereka sebagai pengatur alam. Mereka dapat pula memberi hukuman kepada makhluk yang lebih rendah darinya. Beberapa dewa tidak memiliki kemahakuasaan penuh sehingga mereka disembah dengan sederhana. Etimologi Kata "dewa" dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dewa atau daiwa (bahasa Sanskerta), yang berasal dari kata diw (bahasa India-Iran), yang berasal dari kata deiwos atau deywos (bahasa Proto-India-Eropa), yang merupakan turunan dari kata diw atau dyew yang bermakna "langit, surga, cahaya, atau bersinar". Kata dewa dalam bahasa Inggris (deity) berasal dari deité (bahasa Prancis Pertengahan), yang berasal dari deus (bahasa Latin), yang berasal dari devos atau deiuos (bahasa Latin Lama), yang berasal dari deiwos (bahasa Proto-Italia), yang pada akhirnya memiliki akar serupa dengan kata "dewa" dalam bahasa Indonesia, yaitu kata diw atau dyew dalam bahasa Proto-India-Eropa. Kata dewa sama sekali tidak ada hubungannya dengan kata devil (iblis, setan). Istilah dewa diidentikkan sebagai makhluk suci yang berkuasa terhadap alam semesta. Meskipun pada aliran politeisme menyebut adanya banyak tuhan, tetapi dalam bahasa Indonesia, istilah yang dipakai adalah "dewa" (contoh: dewa Zeus, bukan tuhan Zeus). Biasanya istilah dewa dipakai sebagai kata sandang untuk menyebut penguasa alam semesta yang jamak, bisa dibayangkan dan dilukiskan secara nyata, sedangkan istilah tuhan dipakai untuk penguasa alam semesta yang maha tunggal dan abstrak, tidak bisa dilukiskan, tidak bisa dibayangkan. Hubungan dengan manusia Para dewa dipercaya sebagai makhluk yang tak tampak dan tak dapat dijangkau. Mereka hidup di tempat-tempat suci atau tempat-tempat yang jauh dari jangkauan manusia, seperti surga, neraka, di atas langit, di bawah Bumi, di lautan yang dalam, di atas puncak gunung tinggi, di hutan belantara, tetapi dapat berhubungan dengan manusia karena manifestasi atau kekuatan supranaturalnya. Dalam beberapa agama monoteistik, Tuhan dianggap tinggal di surga namun karena kemahakuasaannya Dia juga ada di mana-mana sehingga dapat berhubungan dengan makhluq-Nya kapanpun dan di mana pun, tetapi secara kasatmata. Dalam pandangan umat beragama (monoteistik, politeistik, panteistik) sesungguhnya Tuhan ada di mana-mana, tetapi untuk memuliakannya Dia disebutkan tinggal di surga. Dalam politeisme, para dewa digambarkan sebagai makhluk yang memiliki emosi dan wujud seperti manusia, sangat berkuasa, dan antara manusia dan para dewa ada perbedaan yang sangat menonjol. Para Dewa tinggal di surga sedangkan manusia tinggal di bumi. Karena para dewa tinggal di surga, maka para dewa memiliki kekuasaan dan kesaktian untuk mengatur, menghukum atau memberkati umat manusia. Sementara para dewa berkuasa, maka manusia memujanya dan memberikan persembahan agar dibantu dan diberkati oleh kemahakuasaan-Nya. Dewa yang tunggal Dalam agama yang menganut paham monoteisme, dewa hanya satu dan sebutan tuhan adalah sebutan yang umum dan layak. tuhan merupakan sesuatu yang supranatural, menguasai alam semesta, maha kuasa, tidak dapat dibayangkan dan tidak bisa dilukiskan. Agama monoteisme enggan untuk mengakui adanya dewa-dewa karena dianggap sebagai tuhan tersendiri. Dalam agama Hindu dan Buddha, meskipun meyakini satu tuhan, tetapi ada makhluk yang disebut dewa yang diyakini di bawah derajat tuhan. Dalam filsafat Hindu, para dewa tunduk pada sesuatu yang mahakuasa, yang mahaesa, dan yang menciptakan mereka yang disebut Brahman (sebutan Tuhan dalam agama Hindu). Dalam agama Buddha, para dewa bukanlah makhluk sempurna dan memiliki wewenang untuk mengatur umat manusia. Para dewa tunduk pada hukum mistik yang mengikat diri mereka pada karma dan samsara. Dalam hal ini, tuhan adalah sesuatu yang agung dan mulia, tidak bisa disamakan dengan dewa dan tidak ada yang sederajat dengannya. Meskipun ada agama yang meyakini banyak dewa (seperti Hindu dan Buddha) namun jika memiliki konsep Ketuhanan yang Maha Esa, para dewa dianggap sebagai makhluk suci atau malaikat dan tidak sederajat dengan tuhan. Pandangan Agama Hindu Dalam tradisi agama Hindu umumnya, para dewa (atau "deva", "daiwa") adalah manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa (Brahman). Para dewa merupakan pengatur kehidupan dan perantara tuhan dalam berhubungan dengan umatnya. Dewa-dewi tersebut seperti: Brahma, Wisnu, Siwa, Agni, Baruna, Aswin, Kubera, Indra, Ganesa, Yama, Saraswati, Laksmi, Surya, dan lain-lain. Karena ditemukan konsep ketuhanan yang maha esa, dewa-dewi dalam agama Hindu bukan tuhan tersendiri. Dewa-dewi dalam agama Hindu hidup abadi, memiliki kesaktian dan menjadi perantara tuhan ketika memberikan berkah kepada umatnya. Musuh para dewa adalah para asura. Menurut agama Hindu, para dewa tinggal di suatu tempat yang disebut Swargaloka atau Swarga, suatu tempat di alam semesta yang sangat indah, sering disamakan dengan surga. Penguasa di sana ialah Indra, yang bergelar raja surga, atau pemimpin para dewa. Agama Buddha Dalam agama Buddha, Dewa adalah salah satu makhluk yang tidak setara dengan manusia, memiliki kesaktian, hidup panjang, tetapi tidak abadi. Agama Buddha mengenal banyak dewa, tetapi mereka bukan tuhan, mereka tidak sempurna dan tidak maha kuasa. Mereka (para dewa) adalah makhluk yang sedang dalam usaha mencari kesempurnaan hidup. Alam dewa sering juga disebut sebagai surga. Para Dewa masih terikat pada karma dan samsara. Alam dewa dalam Agama Buddha dibagi menjadi 6 yaitu: Catummaharajika Bhumi - Alam Empat Raja Dewa. Di alam ini rata- rata usia para dewa adalah 9.600.000 tahun. Tavatimsa Bhumi - Alam surga 33 dewa. Di alam ini rata- rata usia para dewa adalah 4 kali usia rata- rata dewa alam Catummaharajika. Tusita Bhumi - Alam kenikmatan. Biasanya para Bodhisattva yang hampir sempurna paramitanya hidup di alam ini sebelum terlahir menjadi manusia dan menjai Samma Sambuddha. Di alam ini rata- rata usia para dewa adalah 4 kali usia rata- rata dewa alam Tavatimsa. Nimmanarati Bhumi' - Alam surga para dewa yang menikmati kesenangan istana yang diciptakan. Dewi Mahamaya, ibu Siddharta Gautama, setelah meninggal dunia, terlahir di alam ini. Di alam ini rata- rata usia para dewa adalah 4 kali usia rata- rata dewa alam Tusita. Paranimmita-Vasavatti Bhumi - Alam surga para dewa yang menikmati ciptaan para dewa lain. Di alam ini rata- rata usia para dewa adalah 4 kali usia rata- rata dewa alam Nimmanarati''. Mesir Kuno Menurut catatan sejarah, bangsa Mesir Kuno menyembah banyak Dewa dan belum menemukan paham Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurut kepercayaan Mesir Kuno, para Dewa merupakan makhluk-makhluk yang lebih berkuasa daripada umat manusia dan mengatur aspek-aspek kehidupan umat manusia. Mereka memberkati manusia, melindungi manusia, menghukum manusia, dan mencabut ajal manusia. Dewa-Dewi dalam kepercayaan bangsa Mesir Kuno merupakan penguasa setiap bagian dan unsur alam. Para Dewa merupakan Tuhan tersendiri sesuai dengan kemahakuasaan yang dimilikinya. Para Dewa yang menentukan nasib setiap orang. Bangsa Mesir Kuno sangat memuliakan Dewa mereka.Tempat memuja para Dewa dan sesuatu yang berkaitan dengan para Dewa (seperti kitab, pusaka, dan kutukan) sangat dikeramatkan. Konon makam-makam para Raja dan kuil-kuil Mesir dilindungi Dewa dan mengandung suatu kutukan bagi orang yang berniat jahat. Pada zaman Mesir Kuno, Dewa yang banyak dipuja dan dianggap sebagai Dewa tertinggi adalah Dewa matahari, Ra (Amon-Ra). Ia merupakan Dewa yang banyak disembah di daratan Mesir. Kuil Abu Simbel didirikan untuk memujanya. Setelah itu, Dewa yang banyak dipuja adalah Osiris, Dewa kehidupan alam, penguasa akhirat. Selain itu, juga ada Anubis, Dewa kegelapan Mitologi Yunani Menurut mitologi Yunani, para Dewa adalah makhluk yang lahir seperti manusia, tetapi memiliki kemahakuasaan untuk mengatur kehidupan manusia. Mereka mengatur aspek-aspek dalam kehidupan manusia. Mereka tidak pernah sakit dan hidup abadi. Setiap Dewa memiliki kemahakuasaan tersendiri sesuai dengan kepribadiannya. Nenek moyang para Dewa adalah Khaos. Para Titan adalah anak Gaia, keturunan Khaos. Para Titan (mitologi) melahirkan Dewa-Dewi Yunani, seperti Zeus putera Kronos, yang selanjutnya Zeus melempar para Titan (mitologi) dan akhirnya ia bersama para Dewa yang lain menjadi makhluk yang berkuasa dan mengatur kehidupan manusia. Menurut mitologi Yunani, para Dewa tidak tinggal di surga, tetapi tinggal di Gunung Olimpus. Di sana mereka berkumpul dan dipimpin oleh Zeus, raja para Dewa. Sebelum kedatangan agama Kristiani, penduduk Yunani menyembah para Dewa. Mereka membuatkan kuil khusus untuk masing-masing Dewa. Dewa-Dewi yang dipuja tersebut, misalnya: Zeus, Hera, Ares, Poseidon, Afrodit, Demeter, Apollo, Artemis, Hermes, Athena, Hefaistos, Hades, Helios, dan lain-lain. Mitologi Romawi Mitologi Romawi hampir sama dengan mitologi Yunani, hanya saja nama dewanya menggunakan nama-nama Romawi. Zeus disebut Jupiter, Hera disebut Juno, Ares disebut Mars, Poseidon disebut Neptunus, Afrodit disebut Venus, Demeter disebut Keres, Apollo disebut Cupid, Artemis disebut Diana, Hermes disebut Merkurius, Athena disebut Minerva, Hefaistos disebut Vulkan, Hades disebut Pluto, Helios disebut Sol, Saturnus, Uranus, Fortuna, dan lain-lain. Mitologi Nordik Dalam mitologi Nordik, para Dewa merupakan makhluk yang mahakuasa, seperti manusia namun hidup abadi. Mereka bersaudara, beristri dan memiliki anak. Para Dewa dibagi menjadi dua golongan, Æsir dan Vanir. Æsir adalah Dewa-Dewi langit, sedangkan Vanir adalah Dewa-Dewi bumi. Æsir tinggal di Asgard sedangkan Vanir tinggal di Vanaheimr. Menurut mitologi Nordik, para Dewa tidak terkena penyakit dan tidak terkena dampak dari usia tua. Para Dewa hidup abadi meskipun dapat terbunuh dalam pertempuran. Para Dewa menjaga keabadiannya dengan memakan buah apel dari Iðunn, Dewi kesuburan dan kemudaan. Para Dewa mampu bertahan hidup sampai Ragnarok tiba. Lihat pula Dewa (Hindu), ajaran agama Hindu mengenai Dewa Dewata Bhatara Æsir Vanir 12 Dewa Olympus Mitologi Tuhan Agama Politeisme
5990
https://id.wikipedia.org/wiki/Kakawin%20Dharmasunya
Kakawin Dharmasunya
Kakawin Dharmasunya adalah sebuah kakawin didaktis dalam bahasa Jawa Kuno. Kakawin itu diperkirakan ditulis pada pertengahan abad ke 15 Masehi. Referensi Bacaan Selanjutnya I.B.M. Phalguna, Kakawin Dharmasunya. Memuja dan meneliti Siwa, Denpasar: Yayasan Dharma Sastra, 1999. Lihat pula Sastra Jawa Kuno Sastra
5997
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Yunani
Bahasa Yunani
Bahasa Yunani (bahasa Yunani Modern: Elliniká; ) adalah suatu bahasa Indo-Eropa yang dituturkan di Yunani, Siprus, Albania bagian selatan, dan sebagian daerah-daerah di pesisir Laut Hitam, Anatolia, dan Semenanjung Italia bagian selatan. Bahasa ini memiliki bukti tertulis kedua tertua dalam lingkup rumpun Indo-Eropa, setelah bahasa Het, dan bahasa Indo-Eropa hidup yang masih memiliki catatan sejarah terpanjang, selama 3.400 tahun. Bahasa ini ditulis dalam Alfabet Yunani, yang telah digunakan selama 2.800 tahun; sebelumnya, bahasa Yunani tercatat dalam aksara Linear B dan Siprus. Alfabet Yunani diturunkan dari abjad Fenisia, dan alfabet ini menurunkan alfabet Latin, Kiril, Armenia, Kubti, Gotik, dan banyak aksara lainnya lainnya. Bahasa Yunani menduduki tempat yang sangat penting dalam peradaban Dunia Barat. Dimulai dari wiracarita yang ditulis oleh Homeros, sastra Yunani Kuno mencakup banyak karya penting terhadap norma-norma kesusastraan Dunia Barat. Bahasa Yunani juga merupakan bahasa di mana banyak naskah dasar dalam ilmu pengetahuan dan filsafat awalnya disusun. Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen juga aslinya ditulis dalam bahasa Yunani. Bersama dengan bahasa Latin, naskah-naskah Yunani dan masyarakat Yunani kuno merupakan objek penelitian disiplin Peradaban Klasik Eropa. Selama Zaman Klasik Eropa, bahasa Yunani merupakan basantara yang paling banyak digunakan di pesisir Laut Tengah. Bahasa ini juga menjadi bahasa resmi Kekaisaran Romawi Timur pada tahap Pertengahan. Dalam bentuknya yang modern, bahasa Yunani merupakan bahasa resmi di Republik Yunani dan Siprus, serta salah satu dari dua puluh empat bahasa resmi di Uni Eropa. Bahasa ini memiliki jumlah penutur sebanyak 15 juta yang banyak terkonsentrasi di Yunani, Siprus, Italia bagian selatan, Albania bagian selatan, Turki, pesisir Laut Hitam di Ukraina, serta perantau lainnya di penjuru dunia. Pengakaran kata yang diadopsi dari bahasa Yunani telah digunakan secara luas selama berabad-abad dan terus digunakan secara luas untuk menciptakan kata-kata baru dalam bahasa lain. Bahasa Yunani dan Latin adalah sumber utama kosakata ilmiah internasional. Sejarah Bahasa Yunani telah digunakan di semenanjung Balkan sejak sekitar abad ke-3 SM. Bukti tertulis paling awal adalah tablet tanah liat Linear B yang ditemukan di Messenia yang ditulis sekitar 1450 dan 1350 SM. Penemuan tersebut menjadikan bahasa Yunani sebagai bahasa tertua yang masih digunakan hingga sekarang di dunia. Di antara bahasa-bahasa Indo-Eropa, tanggal pengesahan tertulis paling awal hanya cocok dengan rumpun bahasa Anatolia yang sudah punah. Tahap Bahasa Yunani secara umum dibagi menjadi periode-periode berikut: Proto-Helenik: leluhur terakhir semua ragam Yunani bersama bahasa Makedonia Kuno yang tidak memiliki bukti tertulis. Kesatuan penutur Pra-Helenik dan Proto-Helenik telah berakhir ketika memasuki Semenanjung Yunani pada zaman Neolitikum Akhir hingga Zaman Perunggu Awal. Yunani Mikenai: bahasa yang dituturkan di Peradaban Mikenai. Bahasa ini ditulis dalam aksara Linear B pada abad ke-16–12 SM. Yunani Kuno: yang terbagi-bagi menjadi banyak dialek, pada zaman Arkais hingga Klasik. Yunani Koine (juga disebut Yunani Helenistik): Hampir semua dialek-dialek kuno terlebur ke dalam tahap ini. Dialek Ionia dan Attika, memulai proses yang menghasilkan penciptaan dialek Yunani umum pertama, yang menjadi basantara di hampir seluruh pesisir Laut Tengah, Anatolia, dan Syam. Bahasa Yunani Koine awalnya dapat dilacak di dalam pasukan dan wilayah taklukan Aleksander Agung, setelah penjajahan Helenistik di dunia yang dikenal, bentuk bahasa ini juga sempat dituturkan di Mesir hingga ke pinggiran subbenua India bagian barat. Setelah penaklukan Romawi atas Yunani, dwibahasa Yunani dan Latin menjadi sumber kesusastraan di Roma dan bahasa Yunani menjadi bahasa kalangan terpelajar di Kekaisaran Romawi. Asal mula Kekristenan juga dapat ditelusuri melalui bahasa Yunani Koine karena para rasul menggunakan bentuk bahasa ini untuk menyebarkan Kekristenan. Karena bahasa ini merupakan bahasa asli Perjanjian Baru. Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa ini sebagai Septuaginta, beberapa ragam bahasa Yunani Koine untuk menulis sumber-sumber Kekristenan juga dapat disebut sebagai bahasa Yunani Perjanjian Baru atau Yunani Alkitabiah. Yunani Pertengahan (juga disebut Yunani Romawi TImur atau Yunani Bizantium): kelanjutan bahasa Yunani Koine hingga runtuhnya Romawi Timur pada abad ke-15. Yunani Abad Pertengahan adalah istilah penutup untuk kesinambungan gaya berbahasa dan penulisan yang berbeda, mulai dari kelanjutan vernakular Koine lisan yang sudah mendekati bahasa Yunani Modern dalam banyak hal, hingga bentuk yang sangat dipelajari yang meniru Attika klasik. Sebagian besar bahasa Yunani tertulis yang digunakan sebagai bahasa resmi Kekaisaran Romawi Timur adalah ragam krama yang didasarkan pada tradisi tulisan Koine. Yunani Modern (juga disebut Helenik Baru): Berasal dari bahasa Yunani Abad Pertengahan, penggunaan bahasa Yunani Modern dapat ditelusuri pada periode Romawi Timur, pada awal abad ke-11. Tahap ini adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat Yunani modern, tepatnya bahasa Yunani Baku Modern beserta dialek-dialeknya. Penggolongan Bahasa Yunani adalah cabang dari Helenik. Bahasa kuno yang paling dekat hubungannya dengan Yunani kemungkinan Makedonia (bukan Makedonia Utara yang bagian dari Slavia), yang menurut banyak pakar bahasa menduga bahwa bahasa tersebut merupakan dialek Yunani Doria, tetapi bahasa tersebut kurang memiliki bukti tertulis dan sulit untuk disimpulkan. Terlepas dari pertanyaan tentang penggolongan Makedonia, beberapa cendekiawan telah mengelompokkan bahasa Yunani ke dalam hipotesis rumpun Yunani-Frigia, karena Yunani dan Frigia yang punah sama-sama memiliki fitur yang tidak ditemukan dalam bahasa-bahasa Indo-Eropa lainnya. Di antara bahasa-bahasa yang hidup, beberapa pakar Indo-Eropa berpendapat bahwa bahasa Yunani mungkin paling dekat hubungannya dengan bahasa Armenia (lihat Hipotesis Yunani-Armenia) atau Rumpun bahasa Indo-Eropa (lihat Hipotesis Yunani-Arya), tetapi sedikit bukti pasti yang ditemukan untuk mengelompokkan cabang-cabang hidup dari bahasa-bahasa tersebut. Selain itu, bahasa Albania juga dianggap berkerabat dekat dengan bahasa Yunani dan Armenia oleh beberapa ahli bahasa. Jika terbukti dan diakui, ketiga bahasa tersebut akan membentuk sub-cabang baru Balkan dengan bahasa-bahasa Eropa punah lainnya. Daerah tutur Bahasa Yunani dituturkan di kawasan Yunani dan pulau-pulau di laut Aegea dengan jumlah penutur kurang lebih 14 juta jiwa. Meskipun demikian, penutur bahasa Yunani juga dijumpai di bagian selatan Albania, bagian selatan Republik Makedonia bekas Yugoslavia, Bulgaria, Rumania hingga kawasan Georgia dan Ukraina. Di Italia, penutur bahasa ini juga dijumpai di daerah Calabbria. Sedangkan di Turki, komunitas berbahasa Yunani banyak ditemui di Gokceada, Bozca ada dan kota Istambul dalam jumlah sangat kecil. Di luar kawasan itu, komunitas berbahasa Yunani dapat dijumpai di Mesir, khususnya wilayah Iskandariyah dan Kairo. Mereka kebanyakan telah bermukim di wilayah-wilayah tersebut semenjak zaman sebelum Masehi. Lihat pula Katharevousa Dhimotiki Daftar Bahasa Alfabet Yunani Bahasa Yunani Koine Catatan Referensi Catatan kaki Daftar pustaka Bahasa Helenik Bahasa di Yunani Bahasa di Siprus Bahasa di Italia Bahasa di Turki Bahasa di Albania Bahasa di Armenia Bahasa di Bulgaria Bahasa di Ukraina Bahasa yang mempunyai aksara tersendiri
6001
https://id.wikipedia.org/wiki/Siti%20Hardijanti%20Rukmana
Siti Hardijanti Rukmana
Siti Hardijanti Hastuti Soeharto (), atau biasa dikenal dengan nama panggilannya Tutut Soeharto, adalah Menteri Sosial Republik Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII sejak 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Anggota MPR RI Fraksi Golkar sejak 1 Oktober 1992 hingga 14 Maret 1998. Tutut merupakan putri dari mantan Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto. Keluarga Ia menikah dengan salah satu pendiri Bimantara Citra dan mantan komisaris RCTI, Indra Rukmana dan dikaruniai empat orang anak, yaitu Dandy Nugroho Hendro Maryanto (Dandy), Danty Indriastuti Purnamasari (Danty), Danny Bimo Hendro Utomo (Danny), dan Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana (Sekar). Karier Pada era 80-an, ia pernah mempelopori terbentuknya Kirab Remaja yang bertujuan untuk memupuk rasa cinta tanah air di kalangan remaja dan memperkenalkan suatu organisasi berbasis agama seperti Rohani Islam atau ROHIS sebagai wadah organisasi yang mencetak generasi beriman. Selain itu, Mbak Tutut juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial pada Kabinet Pembangunan VII yang merupakan kabinet pemerintahan Soeharto yang terakhir. Ia juga menjadi calon presiden dan juru kampanye Partai Karya Peduli Bangsa yang turut serta dalam Pemilu 2004. Partai ini didukung oleh mantan pejabat-pejabat Orde Baru yang dikenal sangat dekat dengan Soeharto, seperti Jenderal (Purn.) R. Hartono. Tutut menjabat Pelaksana tugas Ibu Negara Indonesia pada 28 April 1996, kematian Siti Hartinah / ibunya meninggal serangan jantung sampai Soeharto / ayahnya berhenti menjabat pada 21 Mei 1998 digantikan oleh Hasri Ainun Besari Istri Presiden B. J. Habibie. Di samping sebagai politisi, Mbak Tutut juga dikenal sebagai pengusaha dan menjadi ketua maupun pelindung berbagai organisasi. Kasus Pada tahun 2010, Tutut menggugat atas kepemilikan saham MNCTV seiring dengan pengalihan stasiun televisi TPI ke MNCTV. Tutut menggugat PT Berkah Karya Bersama (BKB) dan PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD), dua anak usaha Media Nusantara Citra senilai Rp 3,4 triliun. MNC dituding telah mengambil alih kepemilikan saham Mbak Tutut di PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia yang dimiliki secara sepihak. Namun 23 Agustus 2010 Mbak Tutut kalah di pengadilan atas TUN dicabut. Tanggal 20 Oktober 2010 Mbak Tutut kembali mengancam pidana kelompok MNC atas perubahan nama MNCTV. Alhasil pada 14 April 2011 Mbak Tutut memenangkan gugatan di PN Jakarta Pusat terhadap kelompok MNC atas perubahan nama MNCTV menjadi TPI. Kepemilikan perusahaan TPI, mengudara pertama kali pada tahun 1991 dan berubah nama menjadi MNCTV pada tanggal 20 Oktober 2010 Tabloid Wanita Indonesia, terbit pertama kali pada tahun 1989 Radio 103.4 DFM, mengudara pertama kali pada akhir dasawarsa 1980an dengan nama "Terminal Musik Indonesia" (TMI) Riwayat Jabatan Direktur Utama TPI (1991-1998) Anggota MPR RI (1992-1998) Pelaksana tugas Ibu Negara Indonesia (1996-1998) Menteri Sosial, Kabinet Pembangunan VII (1998) Riwayat Organisasi Ketua Koordinator Bidang (Korbid) Pemberdayaan Wanita DPP Partai Golkar (1992-1997) Penghargaan Bintang Mahaputera Pratama (11 Agustus 1997) Lihat pula Tommy Soeharto Lulu Tobing Titiek Soeharto Indra Rukmana Referensi Wirausahawan media massa Indonesia Wirausahawan Jawa Politikus wanita Indonesia Politikus Partai Golongan Karya Politikus Partai Berkarya Sosialita Indonesia Tokoh Angkatan 66 Tokoh Orde Baru Anggota DPR RI 1992–1997 Anggota DPR RI 1997–1999 Menteri Sosial Indonesia Penerima Bintang Mahaputera Pratama Tokoh Jawa Tokoh dari Surakarta Soeharto
6003
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Kirgiz
Bahasa Kirgiz
Bahasa Kirgiz merupakan salah satu bahasa dalam rumpun bahasa Turkik. Penuturnya adalah kelompok etnik dari suku Kipchak dalam bahasa-bahasa Turki yang tersebar di wilayah Asia Tengah. Jumlah penutur bahasa ini secara keseluruhan mencapai lebih kurang 5 juta jiwa termasuk 110 ribu orang Kirgiz yang hidup di Tiongkok dan masyarakat Kirgiz di wilayah Badakhsan, Afganistan. Bahasa Kirgiz dipakai sebagai bahasa resmi di Kirgistan, Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan, Tiongkok dan Afganistan. Karena kemiripan dengan Bahasa Kazak ini, maka Kirgiz kerap disalah kaprahkan sebagai satu dialek Kazak. Kirgiz menggunakan huruf Kiril disamping huruf Latin yang mulai dipakai meski sifatnya sporadis. Sedangkan masyarakat Kirgiz di Tiongkok menggunakan huruf Arab yang dimodifikasi berdasar ortografi Uighur, sementara di Turki, mereka menggunakan huruf latin Turki. Referensi Bahasa Turkik Bahasa di Kirgizstan
6004
https://id.wikipedia.org/wiki/Maya
Maya
Semu atau tidak nyata Dalam optik dikenal benda maya dan bayangan maya Dalam komputer terdapat realitas maya. Suku Maya, suku di benua Amerika Selatan. Bahasa Maya, bahasa yang dituturkan suku tersebut. Peradaban Maya, peradaban yang dibangun suku tersebut. maya is may name. Indonesian is my favorite country to become a good for study to be potret seorang putri seharusnya berbahasa dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya pesan utusan semesta pada ketetapan yang telah nyata dan budi pekerti yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya pesan utusan semesta pada ketetapan yang telah nyata ini gesit handoko hatta yang di sore senja kala itu di dunia maya's. Bantulah rasaku Menemukanmu di sore senja kala itu di dunia maya's dan budi pekerti yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya pesan utusan semesta pada ketetapan yang telah nyata ini gesit handoko hatta. Bantulah rasaku Menemukanmu yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya pesan utusan semesta pada ketetapan yang telah nyata ini gesit handoko hatta. Bantulah rasaku Menemukanmu wanita yang telah nyata ini gesit handoko hatta. Maya Tidur dan budi pekerti yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya pesan utusan semesta ir.Bantulah rasaku menemukanmu di sore senja kala itu di dunia maya's dan budi inilah yang membuat maya sengsara di sore senja kala itu di dunia maya's yang telah nyata ini gesit handoko hatta . Maya baru sholat nda. Bantulah rasaku menemukanmu hadiaqshapratama@gmail.com inilah aku fatah gagah ruh didasari di dunia maya's. Can i back to the body language yang telah nyata ini gesit handoko hatta yang di sore senja kala itu di dunia Maya's nda. May i back to the body language yang telah nyata ini gesit handoko hatta? Menjauh Sebentar dan budi pekerti yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya pesan utusan semesta pada ketetapan yang telah nyata ini gesit handoko hatta yang di dunia maya's. AKU alfatihah di dunia maya's dan budi inilah yang membuat maya sengsara. Temukanlah aku fatah gagah ruh didasari di dunia maya's yang telah nyata ini gesit handoko hatta. Bantulah Rasaku dan budi pekerti yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya pesan utusan semesta pada ketetapan yang telah nyata ini gesit handoko hatta . Akulah fatah yasin yang telah nyata ini gesit handoko hatta. Iam potret seorang putri seharusnya berbahasa dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya pesan utusan semesta pada ketetapan. Suara dewandaruh ku telah nyata ini gesit handoko hatta. Hai inilah aku fatah gagah ruh didasari di dunia maya's. Ori dan time for me to be good for study to be potret seorang putri seharusnya berbahasa with my indonesien kultur be potret seorang putri seharusnya berbahasa dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya pesan utusan semesta pada ketetapan yang telah nyata ini gesit handoko hatta. Bantulah maya berbahasa dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya pesan utusan semesta pada ketetapan yang telah nyata sebagaimana kisah poetri indonesia seharusnya yakni potret seorang putri seharusnya berbahasa dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur dari suatu pemersatu bahasa bangsa budaya yakni tutur bahasa dan tindak tunduk aku fatah gagah ruh didasari di dunia maya's . Perisai di dunia maya's yang telah nyata ini gesit handoko hatta. Salam di dunia maya's . Temukan daunnya yang telah nyata ini gesit handoko hatta. Penulis buku berjudul loose leaf. Bantulah rasaku Menemukanmu. Hai inilah aku fatah maya. Nama orang Mahamaya, Mayadewi, atau Ratu Maya; ibu Pangeran Siddharta Gautama Ira Maya Sopha Luna Maya Maya Soetoro-Ng Maya Rumantir Maya KDI Maya Yoshida, pemain sepak bola Jepang Lihat pula Istimewa:Indeksawalan/Maya
6005
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Turkmen
Bahasa Turkmen
Bahasa Turkmen adalah salah satu bahasa yang termasuk dalam rumpun bahasa Turkik. Bahasa ini sekelompok dengan bahasa Tatar Krimea, dan Salar. Bahasa ini menjadi bahasa resmi di Turkmenistan, dengan jumlah penutur sekitar 3.430.000 jiwa. Sedangkan di luar Turkmenistan terdapat kurang lebih 3 juta penutur atau suku Turkmen, seperti di Iran dengan jumlah kurang lebih 2.000.000; Afganistan: 500.000 jiwa dan Turki sekitar 1000 jiwa. Semula Bahasa Turkmen pada masa Uni Soviet menggunakan huruf Kiril, tetapi semenjak Saparmurat Niyazov, presiden Turkmenistan naik ke tampuk kekuasaan pasca kemerdekaan tahun 1991, huruf Latin mulai diberlakukan sebagai huruf resmi negara. Sedangkan huruf Arab lebih banyak dipakai oleh masyarakat Turkmen di Iran dan Afganistan. Masyarakat Turkmen di Iran umumnya tinggal di provinsi Khorasan yang berbatasan dengan Turkmenistan. Referensi Bahasa Turkik Turkmenistan
6006
https://id.wikipedia.org/wiki/Papiamento
Papiamento
Papiamento (Aruba) atau Papiamentu (Curaçao dan Bonaire) salah satu bahasa kreol yang masih dapat bertahan sampai saat ini. Bahasa ini dituturkan di wilayah-wilayah seperti Aruba, Curaçao dan Bonaire. Bahasa resminya di pulau-pulau Saba, St Eustatius dan Sint Maarten yang kesemuanya merupakan wilayah di kawasan Karibia adalah bahasa Belanda dan Inggris. Kata Papiamento berasal dari kata Bahasa Portugis, papear yang berarti bicara. Penutur Bahasa Papiamento juga menguasai Bahasa Belanda sebagai bahasa resmi, Bahasa Inggris, dan sebagian menguasai Bahasa Spanyol serta Portugis khususnya untuk tujuan wisata. Sejarah Pendapat para ahli bahasa tentang asal usul bahasa ini terbagi atas beberapa pemikiran. Menurut salah satu pendapat, bahasa ini diperkirakan berakar dari dialek Portugis yang dituturkan oleh kelompok Yahudi Sefardim dan para budaknya yang semula menetap di Brasil dan kemudian menetap di ketiga pulau di utara Venezuela tersebut pada abad 16 -17. Mereka berbicara dalam sebentuk bahasa Portugis Kreol yang kemudian bercampur dengan kata-kata Bahasa Spanyol yang dibawa oleh pemukim Spanyol berikutnya. Variasi ini juga ditambah dengan pengaruh kosakata yang dibawa para budak Afrika dari tanah leluhurnya, dan sebagai akibatnya mulai muncul bahasa baru yang disebut Papiamento. Sedangkan menurut pendapat lainnya, bahasa ini berakar langsung dari bahasa Spanyol, bukan dari bahasa Portugis. Kemudian pada tahun 1634, Belanda mulai menancapkan kekuasaannya atas ketiga pulau (Aruba, Curaçao dan Bonaire), dengan mengusir Spanyol dari wilayah tersebut. Dari sinilah, pengaruh kosakata bahasa Belanda mulai merasuk dalam bahasa tersebut. Sehingga sekitar 25 persen kosakata Bahasa Papiamento berasal dari bahasa ini. Catatan tertua dalam bahasa Papiamento pertama kali tertuang dalam surat seorang Yahudi Curaçao kepada selirnya. Surat ini ditulis pada tahun 1776. Sedangkan kamus pertama bahasa Papiamento diterbitkan pada tahun 1875 oleh van Ewijk. Status bahasa Papiamento Selama beberapa abad, bahasa ini hanya dipandang sebagai bahasa rendahan, atau tepatnya bahasa kalangan bawah. Bahasa resmi yang dipakai dalam pemerintahan di kawasan Antillen Belanda memang Bahasa Belanda. Masyarakat wilayah ini berbicara bahasa Belanda di institusi resmi, sekolah dan pertemuan resmi, sedangkan bahasa Papiamento hanya dipakai sebagai bahasa rumahan. Semenjak era 1990-an, bahasa Papiamento mulai diakui sebagai bahasa resmi Aruba dan Antillen Belanda oleh pemerintah, dan sejak itu, bahasa ini mulai dipakai dalam berbagai kesempatan resmi dan di instansi pemerintahan, meskipun bahasa Belanda tetap menjadi bahasa nasional. Meskipun berkurang intensitasnya, masih ada anggapan bahwa bahasa Papiamento merupakan bahasa kelas bawah, dan bahasa Belanda merupakan bahasa kelas atas. Bahasa ini diajarkan sebagai bahasa pengantar pada 2 tahun pertama sekolah. Sistem ejaan Bahasa Papiamento menggunakan dua sistem ejaan yang berbeda menurut wilayahnya. Aruba menggunakan sistem ejaan yang mirip dengan Spanyol, sedangkan wilayah Antila Belanda menggunakan sistem ejaan yang lebih fonetis. Sistem konsonan bahasa Papiamento adalah sebagai berikut: b, c, d, f, g, h(tetap terbaca), j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, y, z, dan tambahan khusus ñ(di Aruba) atau nj di Curaçao dan Bonaire. Sedangkan sistem vokal bahasa Papiamento terdiri dari: a, i, u, e, o dengan tambahan sesuai pelafalan á, ú, ó, è, ò, ù, ü,dan í. Namun, sistem vokal Papiamento juga mendapat pengaruh kuat dari bahasa Belanda, yakni dengan adanya huruf aa, oe, uu, ij, oo, ie, ee, eeu dan ui. Kosakata Kosakata bahasa Papiamento berakar dari bahasa-bahasa Iberia seperti Bahasa Spanyol dan Bahasa Portugis. Sebagian pakar bahasa berpendapat berasal dari Portugis, tetapi sebagian lainnya berpendapat bahwa akar bahasa ini bermula dari bahasa Spanyol, sedangkan 25 persen kosakata lainnya berasal dari Bahasa Belanda, dan sisanya berasal dari bahasa-bahasa Afrika, Inggris dan Prancis. Ungkapan dasar Bon bini : Selamat datang! Bon dia : Selamat pagi! Bon tardi : Selamat malam! Bon nochi : Selamat malam atau selamat tidur! Con ta bai? / Con ta cu bida? = Apa kabar? Mi ta bon, danki =Baik, terima kasih Tur kos ta bon = Baik-baik saja Hopi bon / Tremiento = Sangat baik Trankilo = Tenang, baik-baik Hopi kalor/caliente = Sangat panas Con bo jama? / Con ta bo nomber?= Siapa namamu? Mi jama Raul / Mi nomber ta Raul = Nama saya Raul Unda bo ta bini? = Asalmu dari mana? Mi ta bini di..... = Saya dari.... Mi ta biba na.... = Saya tinggal di..... Por fabor = Tolong, silakan Masha danki = Terima kasih banyak Di Nada = Sama-sama Si = Ya No = Tidak Ainda no = Belum Ajo! = Selamat Tinggal! Te otro biaha! = Sampai jumpa Mi ta sinti bo falta! = Saya merindukanmu Mi ta stima bo = Saya mencintaimu Awe = Sekarang Ayera = Kemarin Mi ta hamber = Saya lapar Mi ta sed = Saya haus Laga nos ban Sali! = Mari kita keluar! Te mayan!, Te aworo!, Te despues! = Sampai jumpa! Masha pabien ! = Selamat Ulang Tahun Feliz aña nobo ! = Selamat Tahun baru Bon pasco! = Selamat Natal! No lubida! = Jangan Lupa! Corda skirbi mi back masha lihe! = Jangan lupa tulis surat Señor, Meneer = Tuan Señora = Nyonya Yufrouw = Nona Mi number di telefon ta... = Nomor telepon saya..... Bél mi = Telepon saya. Nama hari dan bulan Nama hari Minggu: Diadomingo Senin: Dialuna Selasa: Diamars Rabu: Diarazon Kamis: Diahuebs Jumat: Diabierna Sabtu: Diasabra Nama bulan Januari: Januari Februari: Februari Maret: Maart April: April Mei: Mei Juni: Juni Juli: Juli Agustus: Augustus September: September Oktober: Oktober November: November Desember: December Angka Berikut adalah pembacaan angka-angka dalam bahasa Papiamento. un : satu dos : dua tres : tiga cuatro, cuater: empat cinco, cincu : lima ses : enam shete : tujuh ocho : delapan nuebe : sembilan dies : sepuluh dies un : sebelas dies dos : dua belas dies tres : tiga belas binti : dua puluh trenta : tiga puluh cuaranta : empat puluh cinquanta: lima puluh sessenta: enam puluh settenta: tujuh puluh ochenta: delapan puluh nobenta: sembilan puluh cien, shen: seratus un mil: seribu un miyon: satu juta Kekerabatan Mayornan = orang tua Papa, padu, tata = ayah Mama, madu = ibu Welo = kakek Wela = nenek Omo = paman Tanta = bibi Homber = laki-laki Muhe = perempuan Yiu Homber = anak laki-laki Yiu Muhe = anak perempuan Muchanan = anak-anak Mucha homber = anak laki-laki Mucha muhe = anak perempuan Ruman homber = saudara laki-laki Ruman muhe = saudara perempuan Subrino = keponakan laki-laki Subrina = keponakan perempuan Primu, prima = sepupu Paso papa = bapak tiri Paso mama = ibu tiri Paso yiu homber = anak tiri (lk) Paso yiu muhe = anak tiri (pr) Grand yiu homber = cucu lelaki Grand yiu muhe = cucu perempuan Chabalito = anak lelaki Esposo = Suami Esposa = Istri Amigu/o,amiga = Teman Bisiña = Tetangga Enemigo/a = Musuh Tata bahasa Seperti pada bahasa Kreol lainnya, Papiamento mempunyai sistem tata bahasa yang sederhana. Terdiri dari kala sekarang, kala lampau dan kala mendatang. Penanda ta, tabata dan lo menjadi ciri khas bahasa tersebut. Contoh: Kala Sekarang (present): Mi ta drumi na casa di mi tanta awor (saya sekarang tidur di rumah bibi saya) Kala lampau (past) : Mi tabata drumi na casa di mi tanta ayera (saya kemarin tidur di rumah bibi saya) Kala mendatang (future) : Lo mi drumi na casa di mi tanta mayan (besok saya akan tidur di rumah bibi saya) Susunan e menunjukkan kebendaan seperti: E jiu lo come hunto cu nos (anak itu akan makan bersama kita). E buki ta caru (buku itu mahal) Sedang kata ganti orang (pronomina) Bahasa Papiamento juga cukup sederhana yakni: Mi : saya Bo : kamu (informal) (pronomina ini juga lazim dijumpai di bahasa-bahasa kreol yang berakar dari Portugis) E : Dia (laki-laki, perempuan, benda) Nos: Kita Boso: kalian, anda Nan: mereka Di samping itu, bahasa Papiamento tidak mengenal sistem konjugasi yaitu perubahan kata kerja menurut pronomina yang biasanya dipakai oleh bahasa-bahasa Indo-Eropa. Jadi, sebenarnya tata bahasa Papiamento tergolong sangat sederhana. Nada Bahasa Papiamento dikenal sebagai bahasa yang bernada (tonal), dan ini hanya ditemui di bahasa-bahasa Afrika serta salah satu bahasa Kreol, yakni Bahasa Saramaka yang dipakai oleh para pelarian budak dan keturunannya di pedalaman Suriname. Bahasa Papiamento di Aruba mempunyai logat yang naik turun serta berirama, sedangkan aksen Curaçao dikenal keras dan bernada pendek. Gabungan kedua logat ini ditemukan di pulau Bonaire. Lihat pula Linguistik Bahasa Kreol Pranala luar Papiamentu: Laporan tentang Bahasa Papiamento. Kamus Inggris -Papiamento Daftar peribahasa Papiamento Harian dari Aruba Harian dari Curaçao Rujukan Bahasa kreol Papiamento
6015
https://id.wikipedia.org/wiki/Kerak%20telor
Kerak telor
Kerak telur adalah makanan asli daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam atau bebek, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, kunyit,sereh halus, merica butiran, garam dan gula pasir. Kerak telor dapat ditemukan pada hari biasa. Anda bisa menemukan kerak telor di sekitar Kota Tua, Jakarta Barat. Menurut sejarah, Kerak Telor sudah ada dari zaman kolonial Belanda, kerak telor diciptakan oleh masyarakat Betawi secara tak sengaja Pada tahun 1920-an.Makanan ini cukup digemari oleh banyak sekali masyarakat Betawi.juga kerak telor harus di lestarikan Lihat pula Masakan Betawi Resep masakan Referensi Pranala luar Wawancara dengan penjual kerak telor Hidangan Betawi Makanan ringan Indonesia
6017
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Turki
Bahasa Turki
Bahasa Turki merupakan bahasa resmi Negara Republik Turki dan Republik Turki Siprus Utara. Penutur bahasa ini tersebar di Eropa Tenggara dan Asia Barat. Bahasa Turki tergolong rumpun bahasa Turkik paling barat, dan dengan jumlah penutur terbanyak jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa Turki lainnya. Asal mula Bahasa Turki pada mulanya berasal dari Asia Tengah di mana kelompok yang disebut kelompok Oguz berpindah hingga ke semenanjung Anatolia, Asia Kecil. Bahasa cabang Oguz ini lambat laun berubah. Kelompok Oguz ini menyebar mulai Anatolia hingga Selat Bosporus. Kelompok yang membawa bahasa ini adalah kelompok Seljuk pada abad ke-10. Semenjak Islam mulai dianut masyarakat Turki, bahasa Turki di wilayah Anatolia mulai menyerap berbagai kosakata dari bahasa Arab dan bahasa Persia. Bahasa Turki kemudian pada abad 15 mencapai puncak kejayaannya pada masa Kesultanan Utsmaniyah. Pada masa Utsmaniyah ini, bahasa Turki ditulis dalam Huruf Arab. Akan tetapi, semenjak tahun 1928, Mustafa Kemal Atatürk, yang dikenal sebagai bapak Turki Sekuler berusaha membaratkan Turki dan mengganti semua ejaan bahasa Turki menjadi abjad Latin. Klasifikasi bahasa Bahasa Turki merupakan anggota cabang dari Bahasa-bahasa Turki, yang meliputi bahasa Turki Gagauz dan bahasa Turki Khorasani. Tergolong subkelompok Turki Selatan, yang tergolong dalam kelompok bahasa Altai. Daerah sebaran tutur Bahasa Turki dituturkan di Turki dan 35 negara lainnya. Bahasa ini dituturkan di Bulgaria sebanyak 1 juta jiwa, Yunani sebanyak 100 ribu jiwa, Republik Turki Siprus Utara sebanyak 18% penduduk Siprus, Makedonia sebanyak 86.591 jiwa, Rumania di kawasan Dobruja dan Uzbekistan, bahasa ini juga disebut sebagai Utsmaniyah. Status resmi Bahasa Turki menjadi bahasa resmi di Turki dan Republik Turki Siprus Utara. Selain itu, bahasa ini juga diajarkan di sekolah-sekolah komunitas Turki di Bulgaria, Yunani, Makedonia dan Rumania. Dialek dan Huruf Bahasa Turki terbagi atas beberapa dialek, seperti dialek Danubia yang dituturkan di wilayah Balkan, Gaziantep, Sanliurfa, Edirne, Razgrad, Dinler, Rumelia, Karamanli dan Eskisehir. Dalam bahasa Turki terdapat 29 huruf alfabet dengan 8 huruf vocal yang disebut dengan ünlüler dan 21 huruf konsonan yang disebut dengan ünsüzler. Huruf dalam bahasa Turki juga di bedakan menjadi dua bagian yaitu kalın atau disebut dengan huruf tebal dan ince yang di sebut dengan huruf tipis. Huruf tebal atau kalın terdiri atas 4 huruf dan huruf yang tipis atau ince juga terdiri atas 4 huruf. Sistem penulisan Pada masa Kesultanan Utsmaniyah, bahasa Turki ditulis serupa dengan Huruf Arab, tetapi sejak tahun 1928, bahasa Turki ditulis dalam Huruf Latin yang dimodifikasi. Kosakata Dahulu, pada zaman Kesultanan Utsmaniyah, bahasa Turki kaya dengan kosakata bahasa Arab yang jumlahnya 80%. Ketika berkuasa, Mustafa Kemal Atatürk mendirikan Lembaga Bahasa yang tugasnya ialah mengembangkan kosakata Turki atau Altai bahasa Turki sebagai revitalisasi bahasa ini. Kini kosakata Arab tinggal 30% saja. Contoh kata Sangat banyak - Bol bol Hotel - Otel 0 - sıfır 1 - bir 2 - iki 3 - üç 4 - dört 5 - beş 6 - altı 7 - yedi 8 - sekiz 9 - dokuz 10 - on Saya, Aku - Ben Bunga opium/ganja - Haşhaş Wawancara - Görüşme Yahudi - Yahudi Yayasan - Vakıf Biawak - Varan Baik- İyi Kaca depan mobil - Ön cam Profesi - İş Kecil - Küçük Besar - Büyük Halo, Hai - Merhaba, Selam Apa kabar? - Nasılsın? Selamat pagi - Günaydın Selamat siang - Tünaydın Selamat sore - İyi akşamlar Selamat malam - İyi geceler Oke, lumayan - İyi, fena değil Cantik - Güzel Apa Anda tidak apa-apa?: İyi misin? Terima kasih: Teşekkürler, Teşekkür ederim Bahasa Indonesia: Endonezce Orang Indonesia: Endonezyalı Bahasa Turki: Türkçe Orang Turki: Türk/Türkiyeli Apakah Anda bisa berbicara dalam bahasa Indonesia?: Endonezce konuşabiliyor musun(-uz)? Lihat pula Bahasa Bahasa Turki Ottoman Bahasa Rujukan Pranala luar Wikibooks - Belajar Bahasa Turki Bahasa Turkik Turki Siprus
6018
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Hungaria
Bahasa Hungaria
Bahasa Hungaria atau dalam bahasa Hungaria disebut magyar (IPA: [ˈmɒɟɒr]) adalah anak cabang bahasa-bahasa Fino-Ugrik. Dituturkan oleh 14 juta jiwa, dan 10 juta di antaranya hidup di Hungaria. Bahasa ini dituturkan di kawasan-kawasan seperti Rumania, Slowakia, Austria, Serbia, Kroasia, Slovenia dan Ukraina. Bahasa Hungaria merupakan bagian dari rumpun bahasa Uralik dan merupakan bahasa Uralik dengan jumlah penutur terbanyak di dunia. Sejarah Leluhur bangsa dan bahasa Hungaria diperkirakan berasal dari Siberia dengan nama Onoguoroi. Namun asal usul mereka masih sangat kabur dan sulit dibuktikan. Bahasa Hungaria juga dulunya tersebar di sekitar Pegunungan Ural namun lama-kelamaan bahasa Hungaria berpindah ke Eropa Tengah Ada juga yang mengaitkan hubungan antara bahasa Hungaria dengan bahasa kaum Hun yang pernah menguasai padang rumput Asia Tengah hingga Eropa. Namun hal ini juga masih diragukan. Sistem penulisan Alfabet Alfabet bahasa Hungaria merupakan alfabet Latin dengan beberapa diakritik untuk menunjukkan pengucapan vokal, sedangkan huruf konsonan terkadang dapat dijumpai sebagai dwihuruf maupun trihuruf. Alfabet bahasa Hungaria (yang diperluas) adalah sebagai berikut: Karena ejaan Hungaria sebagian besar mengikuti pengucapan, terjadilah perbedaan ejaan dikarenakan perbedaan transkripsi, maupun suara yang sangat rumit. Juga terdapat suara yang diucapkan berbeda dalam beberapa dialek. Ejaan untuk nama dialek Menurut ejaan Hungaria, sebuah suara maupun nama dalam dialek tertentu dapat ditulis dengan ejaan yang berbeda dari ejaan hari ini. Tabel berikut menunjukkan perbedaan antara ejaan dialek dan ejaan suara: Kelompok Bahasa Hungaria digolongkan dalam bahasa Finno-Ugrik. Menariknya, bahasa ini serumpun dengan bahasa-bahasa di kawasan Siberia yang jaraknya ribuan mil dari Hungaria sendiri. Bahasa-bahasa yang serupa dengan Hungaria ini antara lain Khanty, dan Mansi yang dituturkan di Rusia. Wilayah Sebar Tutur Bahasa Hungaria dituturkan di negara-negara berikut: Bahasa ini juga dipakai oleh komunitas Hungaria di Kanada, Amerika Serikat, dan Australia Status resmi Bahasa Hungaria selain menjadi bahasa resmi di Hungaria, juga menjadi salah satu bahasa resmi di Uni Eropa. Bahasa ini juga menjadi salah satu bahasa resmi di Vojvodina, Serbia dan diakui meski tidak resmi di Rumania. Pranala luar Learn Hungarian online Bahasa Finno-Ugrik Hungaria
6020
https://id.wikipedia.org/wiki/Khidr
Khidr
Al-Khidr () () juga ditranskripsi menjadi Khadir, Khader, al-Khidr, Khizar, Kathir, Khazer, Khadr, Khedher, Khizir, Khizar, dan Khilr adalah sosok yang dijelaskan tetapi tidak disebutkan namanya dalam al-Qur'an sebagai hamba Allah yang saleh yang memiliki kebijaksanaan besar atau pengetahuan mistik. Dalam berbagai tradisi Islam dan non-Islam, Khidr digambarkan sebagai utusan, nabi atau wali, yang menjaga laut, mengajarkan ilmu rahasia dan membantu mereka yang berada di dalam kesulitan. Dia cenderung ditonjolkan sebagai wali Islam, Ibnu Arabi. Sosok Khidr telah disinkronkan dari waktu ke waktu dengan berbagai tokoh lainnya termasuk Dūraoša dan Sroūsh di Iran, Sargis Zoravar dan Saint George di Asia Kecil dan Levant (Suriah), Sammael (penuntut ilahi) dalam Yudaisme, Elia di antara Druze, Yohanes Pembaptis di Armenia, dan Jhulelal di Sindh dan Punjab di Asia Selatan. Meskipun tidak disebutkan namanya di dalam Al-Qur'an, ia disebut oleh para cendekiawan Muslim sebagai sosok yang dijelaskan dalam al-Qur'an 18:65–82 sebagai hamba Tuhan yang telah diberi "ilmu" dan yang didampingi dan ditanyai oleh nabi Yahudi, Musa tentang banyak tindakan yang tampaknya tidak adil atau tidak pantas yang dia (Khidr) lakukan (menenggelamkan kapal, membunuh seorang pemuda, membalas ketidakramahan dengan memperbaiki tembok). Di akhir cerita Khidr menjelaskan keadaan yang tidak diketahui Musa, membuat setiap tindakan yang dilakukannya menjadi adil dan pantas. Etimologi Nama "al-Khiḍr" memiliki akar triliteral yang persis sama dengan bahasa Arab al-akhḍar atau al-khaḍra, akar kata yang ditemukan dalam beberapa bahasa Semit yang berarti "hijau" atau "hijau" (seperti dalam al-Qubbah al-Khaḍrā''' atau Kubah Hijau). Oleh karena itu, arti nama tersebut secara tradisional dianggap sebagai "Yang Hijau" atau "Sang Hijau". Beberapa sarjana kontemporer tidak setuju dengan penilaian ini; namun beberapa orang lain menunjukkan kemungkinan rujukan ke tokoh Mesopotamia Utnapishtim dari Epos Gilgames melalui Arabisasi julukannya, "Hasisatra". Menurut pandangan lain, nama Khidr bukanlah varian bahasa Arab atau singkatan dari Hasisatra, tetapi mungkin berasal dari nama dewa Kanaan Kothar-wa-Khasis dan kemudian mungkin berasimilasi ke bahasa Arab 'akhḍar'. Akhirnya, telah disarankan bahwa nama Khidr berasal dari bahasa Arab 'hāḍara' (), kata kerja yang berarti 'hadir' atau 'berada di hadapan', dan seiring waktu dijelaskan oleh arti kata Arab yang serupa: 'hijau', ( akhḍar) 'menjadi hijau' dalam bahasa Arab. Narasi al-Qur'an Dalam kitab suci Muslim, al-Qur'an, surah al-Kahf ayat 65–82, Musa bertemu dengan Hamba Allah, yang disebut dalam al-Qur'an sebagai "salah satu hamba Kami yang telah Kami beri rahmat dari Kami dan yang telah Kami ajarkan ilmu dari diri Kami sendiri". Cendekiawan Muslim mengidentifikasinya sebagai Khiḍr, meskipun ia tidak disebutkan secara eksplisit dalam al-Qur'an dan tidak ada rujukan bahwa ia abadi atau secara khusus dikaitkan dengan pengetahuan esoterik atau kesuburan. Asosiasi-asosiasi ini muncul belakangan dalam keilmuan al-Khidr. Al-Qur'an menyatakan bahwa mereka bertemu di persimpangan dua lautan, di mana seekor ikan yang ingin dimakan oleh Musa dan hambanya telah lolos. Musa meminta izin untuk menemani Hamba Allah agar Musa dapat belajar "pengetahuan yang benar tentang apa yang diajarkan (kepadanya)". Sang Hamba memberi tahu dia bahwa "sesungguhnya kamu (Musa) tidak dapat memiliki kesabaran terhadap saya. Dan bagaimana kamu dapat memiliki kesabaran tentang hal-hal yang pemahamanmu tidak lengkap?" Musa berjanji untuk bersabar dan menaatinya tanpa ragu, dan mereka berangkat bersama. Setelah mereka menaiki kapal, Hamba Tuhan merusak kapal tersebut. Melupakan sumpahnya, Musa berkata, "Apakah kamu membuat lubang di dalamnya untuk menenggelamkan penghuninya? Sungguh kamu telah melakukan hal yang menyedihkan." Sang Hamba mengingatkan Musa akan peringatannya, "Bukankah sudah kukatakan bahwa engkau tidak akan bisa bersabar terhadapku?" dan Musa memohon untuk tidak ditegur. Selanjutnya, Hamba Tuhan membunuh seorang pemuda. Sekali lagi Musa berteriak dengan heran dan cemas, dan sekali lagi Hamba mengingatkan Musa akan peringatannya, dan Musa berjanji bahwa dia tidak akan melanggar sumpahnya lagi, dan jika dia melakukannya dia akan minta diri dari kehadiran Hamba. Mereka kemudian melanjutkan ke kota di mana mereka ditolak keramahtamahannya. Kali ini, alih-alih merugikan siapa pun atau apa pun, Hamba Tuhan memperbaiki tembok tua di desa. Sekali lagi Musa heran dan melanggar sumpahnya untuk ketiga kalinya dan yang terakhir kalinya, menanyakan mengapa Hamba tidak menuntut "sebagian imbalan untuk itu". Hamba Tuhan menjawab, "Ini akan menjadi pemisahan antara aku dan kamu; sekarang aku akan memberitahumu tentang pentingnya apa yang kamu tidak bisa memiliki kesabaran. Banyak tindakan yang tampaknya jahat, jahat atau muram, sebenarnya penyayang. Perahu itu dirusak untuk mencegah pemiliknya jatuh ke tangan seorang raja yang merebut setiap perahu dengan paksa. Adapun anak laki-laki itu, orang tuanya adalah orang-orang yang beriman dan kami khawatir dia akan membuat kemaksiatan dan sikap tidak berterima kasih menimpa mereka. Tuhan akan mengganti anak itu dengan yang lebih baik dalam kesucian, kasih sayang dan ketaatan. Adapun tembok yang dipugar, di bawah tembok itu ada harta milik dua anak yatim piatu yang tak berdaya yang ayahnya adalah orang saleh. Sebagai utusan Tuhan, saya memperbaiki tembok tersebut, menunjukkan kebaikan Tuhan dengan menghadiahi kesalehan ayah anak yatim, dan agar ketika tembok tersebut menjadi lemah kembali dan runtuh, anak yatim tersebut akan menjadi lebih tua dan kuat dan akan mengambil harta milik mereka". Narasi Hadis Khiḍr adalah sosok dalam tradisi Islam yang dipercaya berpenampilan seperti orang dewasa muda namun berjenggot putih panjang. Menurut beberapa penulis, al-Khiḍr adalah Xerxes, seorang pangeran Sasaniyah abad ke-6 yang menghilang setelah menemukan mata air kehidupan dan berusaha menjalani sisa hidupnya untuk melayani Tuhan. Ada beberapa bukti yang dilaporkan tentang kehidupan Khidr, salah satunya adalah pada saat Muhammad menyatakan bahwa nabi Elia dan Khidr bertemu setiap tahun dan menghabiskan bulan Ramadhan di Yerusalem. Laporan lain menyatakan bahwa pria yang terlihat berjalan bersama khalifah Umar II sebenarnya adalah Khidr. Diriwayatkan juga bahwa Khidr bertemu dengan Ali bin Abi Thalib di Ka'bah. Juga diceritakan bahwa pada masa Mesias palsu (Muslim menyebutnya Dajjal) muncul, seorang mukmin akan menantangnya, yang akan dipotong menjadi dua bagian dan disatukan kembali, membuatnya tampak seperti dia yang menyebabkan dia mati dan dibangkitkan, dan orang ini diklaim sebagai Khidr. Muhammad bin Ismail al-Bukhari melaporkan bahwa Khiḍr mendapatkan namanya setelah dia hadir di atas permukaan tanah yang menjadi hijau akibat kehadirannya di sana. Ada laporan dari al-Baihaqi bahwa Khidr hadir di pemakaman Muhammad dan hanya dikenali oleh Ali bin Abi Thalib di antara para sahabat lainnya, dan di mana dia datang untuk menunjukkan kesedihan dan kesedihannya atas kematian Muhammad. Kemunculan Khiḍr pada pemakaman Muhammad diceritakan sebagai berikut: Seorang laki-laki berpenampilan perkasa, tampan, berjanggut putih datang melompati punggung orang-orang sampai dia mencapai tempat jenazah dibaringkan. Sambil menangis tersedu-sedu, dia menoleh ke arah para Sahabat dan menyampaikan belasungkawa. Ali mengatakan bahwa dia adalah Khidr. Ja'far ash-Shadiq meriwayatkan dalam Kitab al-Kafi bahwa setelah memasuki Masjid suci di Makkah, Ali, Hasan bin Ali, dan Husain bin Ali didatangi oleh seorang pria tampan, berpakaian bagus yang mengajukan serangkaian pertanyaan kepada mereka. Hasan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan setelah itu, orang tersebut bersaksi tentang kenabian Muhammad diikuti dengan bersaksi bahwa Ali dan Ahlul Baitnya adalah penerus dan pewaris pesannya. Ali meminta Hasan untuk melacak keberadaan pengunjung tersebut, namun karena tidak bisa, Ali membeberkan identitas pria tersebut sebagai Khidr. Cendekiawan Muslim Said Nursî percaya bahwa Khidr, seorang tokoh dalam tradisi Islam, masih hidup dan berada pada derajat kehidupan kedua. Beberapa ulama memiliki keraguan tentang kepercayaan ini. Dia mengatakan al-Khidr dan Elia bebas dan dapat hadir di banyak tempat pada waktu yang bersamaan. Mereka tidak harus makan atau minum dan tidak dibatasi oleh kebutuhan manusia. Ada tingkatan kewalian yang disebut “derajat Khidr” dimana seseorang menerima petunjuk dari Khidir dan bertemu dengannya. Namun, terkadang orang pada level ini disalahartikan sebagai Khidr sendiri. Pandangan Islam Sunni Sarjana Persia, sejarawan dan penafsir al-Qur'an Muhammad bin Jarir ath-Thabari, menulis tentang Khidr di dalam bukunya Sejarah Para Nabi dan Raja pada sebuah bab yang berjudul "Kisah al-Khidir dan Sejarahnya: Sejarah Musa, Yusya, dan Hamba Tuhan". Ath-Thabari menjelaskan beberapa versi cerita tradisional seputar Khiḍr. Di awal bab, ath-Thabari menjelaskan bahwa dalam beberapa variasi, Khiḍr adalah sezaman dengan raja mitos Persia Afridun, yang sezaman dengan Ibrahim, dan hidup sebelum zaman Musa. Al-Khiḍr juga dikatakan telah ditunjuk untuk menjadi pelopor raja Zulkarnain, yang dalam versi ini diidentifikasi sebagai raja Afridun. Dalam versi khusus ini, Khiḍr melintasi Sungai Kehidupan dan, tidak menyadari sifat-sifatnya, meminumnya dan menjadi abadi. Ath-Thabari juga menceritakan bahwa al-Khidr dikatakan sebagai putra seorang lelaki yang beriman kepada Ibrahim, dan yang beremigrasi bersama Ibrahim ketika dia meninggalkan Babilonia. Khiḍr juga biasanya diasosiasikan dengan Elia, bahkan disamakan dengannya, dan ath-Thabari membuat perbedaan dalam kisah berikutnya di mana al-Khiḍr adalah orang Persia dan Elia adalah orang Israel. Menurut versi cerita al-Khiḍr ini, Khidr dan Elia bertemu setiap tahun selama musim festival tahunan. Ath-Thabari tampaknya lebih cenderung percaya bahwa Khiḍr hidup pada masa Afridun sebelum Musa, daripada bepergian sebagai pendamping Ibrahim dan meminum air kehidupan. Dia tidak menyatakan dengan jelas mengapa dia memiliki preferensi ini, tetapi tampaknya lebih memilih rantai sumber (isnad) dari cerita sebelumnya daripada yang terakhir. Berbagai versi dalam Sejarah ath-Thabari kurang lebih sejajar satu sama lain dan catatan dalam al-Qur'an. Namun, dalam cerita yang diceritakan ath-Thabari, Musa mengaku sebagai orang yang paling berpengetahuan di bumi, dan Tuhan mengoreksinya dengan menyuruhnya mencari Khidr. Musa disuruh membawa ikan asin, dan begitu dia menemukan ikan itu hilang, dia akan menemukan Khiḍr. Musa berangkat dengan seorang teman seperjalanan, dan begitu mereka mencapai batu karang tertentu, ikan-ikan itu menjadi hidup, melompat ke dalam air, dan berenang menjauh. Pada titik inilah Musa dan temannya bertemu dengan Khidr. Ath-Thabari juga menambah pengetahuan seputar asal-usul nama al-Khiḍr. Dia merujuk pada perkataan Muhammad bahwa al-Khiḍr ("Yang Hijau" atau "Sang Hijau") dinamai karena dia duduk di atas bulu putih dan bulu itu berkilau hijau bersamanya. Syi'ah Beberapa Muslim Syiah di kalangan awam percaya Khiḍr menemani Muhammad al-Mahdi dalam pertemuan dengan Syekh Hassan bin Mutslih Jamkarani, pada tanggal 22 Februari 984 M (17 Ramadhan 373 H) dan memerintahkannya untuk membangun Masjid Jamkaran di tempat pertemuan mereka. Situs ini, enam kilometer sebelah timur Qom, Iran, telah menjadi tujuan ziarah Syiah selama beberapa waktu. Dalam Syiah Ismailiyah, Khiḍr dianggap sebagai salah satu ,Imam tetap yaitu mereka yang telah membimbing manusia sepanjang sejarah. Sufi Dalam tradisi Sufisme Tasawuf, Khiḍr menempati posisi terhormat sebagai sosok yang mendapat penerangan langsung dari Tuhan tanpa perantaraan manusia. Dia dianggap masih hidup dan banyak tokoh, syekh, dan pemimpin terkemuka dalam komunitas sufi yang dihormati mengklaim pernah bertemu secara pribadi dengannya. Contoh orang-orang yang mengklaim ini adalah Abdul Qadir Gilani, an-Nawawi, Ibnu Arabi, Sidi Abdul Aziz ad-Dabbagh dan Ahmad bin Idris al-Fasi. Lata'if al-Minan (1:84-98) karya Ibnu Ata Allah menyatakan bahwa ada konsensus di antara para sufi bahwa Khidr itu hidup. Ada juga beberapa tarekat sufi yang mengaku berasal dari al-Khiḍr atau bahwa Khiḍr adalah bagian dari mata rantai spiritual mereka, antara lain Tarekat Naqsybandi Haqqani, Muhammadiyah, Idrisiyyah dan Senussi. Dia adalah inisiator tersembunyi bagi para Sufi Uwaisi, yang memasuki jalan mistik tanpa diprakarsai oleh guru yang hidup, melainkan mengikuti cahaya penuntun dari para guru sebelumnya. Dalam sistem kepercayaan mereka, sistem ini diprakarsai oleh Khidr. Khiḍr dengan demikian melambangkan akses ke misteri ilahi (ghaib) itu sendiri, dan dalam tulisan-tulisan Abd al-Karim al-Jili, Khiḍr mengatur 'Orang-orang Gaib' (rijalu'l-ghaib). Khiḍr juga termasuk di antara apa yang dalam tasawuf klasik disebut dengan abdāl ('mereka yang bergiliran'). Dalam hirarki sufi, abdāl adalah tingkatan misterius dimana al-Khiḍr adalah kepala spiritualnya. Teolog sufi asal Sri Lanka, Bawa Muhaiyaddeen juga memberikan catatan unik tentang Khiḍr. Khiḍr sedang dalam pencarian panjang akan Tuhan, sampai Tuhan mengirimkan Malaikat Jibril untuk membimbingnya. Jibril menampakkan diri kepada Khiḍr sebagai orang bijak yang bijaksana, dan Khidr menerimanya sebagai gurunya. Jibril banyak mengajarkan Khidr dengan cara yang sama seperti yang kemudian diajarkan Khidr kepada Musa dalam al-Qur'an, dengan melakukan tindakan yang tampaknya tidak adil. Khidr berulang kali melanggar sumpahnya untuk tidak menentang tindakan Jibril, dan masih tidak menyadari bahwa guru manusia sebenarnya adalah Jibril. Jibril kemudian menjelaskan tindakannya, dan mengungkapkan wujud aslinya sebagai malaikat kepada Khidr. Khiḍr mengakuinya sebagai Malaikat Jibril, dan kemudian Jibril menganugerahkan gelar spiritual kepada Khidr, dengan memanggilnya Hayat an-Nabi, Nabi Kehidupan Abadi. Sarjana tasawuf Prancis, Henry Corbin, menafsirkan Khidr sebagai nabi misterius, pengembara abadi. Fungsi Khiḍr sebagai orang-pola dasar adalah untuk mengungkapkan setiap murid kepada dirinya sendiri, untuk memimpin setiap murid kepada teofaninya sendiri, karena teofani itu sesuai dengan surga batinnya sendiri, dengan bentuk keberadaannya sendiri, pada individualitasnya yang abadi. Dengan demikian, Khiḍr adalah pembimbing spiritual Musa, yang menginisiasi Musa ke dalam ilmu-ilmu ketuhanan, dan mengungkapkan kepadanya rahasia kebenaran mistik. Sufi Maroko Abdul Aziz ad-Dabbagh menggambarkan Khiḍr sebagai bertindak dalam bimbingan wahyu ilahi (wahy) sebagaimana para wali lainnya, tanpa memerlukan kenabian. Dibandingkan dengan wali lainnya, Tuhan memberi Khiḍr kekuatan dan pengetahuan dari wali peringkat tertinggi (al-ghawth), seperti kekuatan pembuangan bebas yang menjangkau jauh melampaui Arsy dan mengingat semua kitab suci yang dikirim Tuhan. Ahmadiyah Para ahli tafsir al-Qur'an Ahmadiyah cenderung mengidentifikasi "Hamba Tuhan" yang ditemui Musa sebagai representasi simbolis dari Muhammad sendiri. Para Ahmadi percaya bahwa ayat al-Qur'an tentang pertemuan Musa dengan "Hamba Allah" terkait erat, secara kontekstual, dengan pokok bahasan surat al-Kahfi di mana kisahnya dikutip. Menurut komentar para Ahmadiyah, perjalanan Musa dan pertemuannya dengan "hamba Tuhan" adalah pengalaman visioner yang mirip dengan Mi'raj (kenaikan) Muhammad yang ingin dilihat oleh Musa dan ditunjukkan dalam penglihatan ini. Sifat dialog antara Musa dan "Hamba Allah" dan hubungan antara mereka dilihat sebagai indikasi dari karakteristik pribadi Musa dan Muhammad serta para pengikutnya masing-masing; Tindakan Khiḍr yang tampaknya tidak pantas dan hikmah di baliknya dipahami dengan mengacu pada ciri-ciri menonjol dari kehidupan dan ajaran Muhammad; dan seluruh narasi al-Qur'an dipahami sebagai ungkapan superioritas spiritual Muhammad atas Musa dan digantikannya dispensasi Yahudi oleh dispensasi Islam. Referensi Bibliografi Michelangelo Chasseur: Oriental Elements in Surat al Kahf. Annali di Scienze Religiose 1, Brepols Publishers 2008, , p. 255-289 (Brepols Journals Online) Oliver Leaman: The Qur'an: An Encyclopedia''. Taylor & Francis 2006, , hlm. 343-345 Pranala luar Khidr (al-Khadir) Khidr in Al-hadith Al-Khidr, The Green Man Khidr in the Islamic Tradition Keberadaan Khidr as. Sebuah Misteri: Kajian Riwayat-Riwayat Khidr as. dalam Hadîtš 4 Nabi Yang Masih Hidup:Khidr, Ilyas, Isa dan Idris al-Khidr Nabi Islam Tokoh yang disebutkan dalam Al-Qur'an
6022
https://id.wikipedia.org/wiki/Blitzkrieg
Blitzkrieg
Blitzkrieg merupakan sebuah metode perang secara cepat yang diujungtombaki oleh infanteri dengan kendaraan lapis baja yang didukung oleh dukungan udara jarak dekat. Metode ini dengan cepat merusak garis pertahanan lawan dan kemudian mengacaukan barisan pertahanan, dengan menggunakan unsur kecepatan dan kejutan untuk mengelilingi mereka. Dengan penggunaan berbagai manuver, blitzkrieg berusaha merusak keseimbangan lawan dengan membuatnya kesulitan merespon perubahan front yang terus menerus, dan akhirnya diakhiri dengan Vernichtungsschlacht, pertempuran pemusnahan. Angkatan bersenjata Jerman (Wehrmacht) adalah contoh bagaimana menggunakan suatu bentuk peperangan dari kombinasi dan koordinasi kekuatan-kekuatan udara, laut dan darat. Serangan yang mendadak, cepat dan tak terduga akan membawa kekalahan yang ideal di pihak lawan dengan tidak memberikan kesempatan apapun juga untuk mengorganisasikan suatu pertahanan diri yang stabil. Namun demikian, Jerman sendiri jarang menggunakan istilah blitzkierg sebagai metode perang yang digunakan. Asal mula Kata blitzkrieg berasal dari dua kata blitz yang berarti kilat, dan krieg yang berarti perang. Kedua kata tersebut berasal dari bahasa Jerman. Konsep dari strategi blitzkrieg ini secara umum sampai dengan sekarang masih tetap diterapkan oleh dunia militer, misalnya dalam perang Afganistan (gerak cepat Taliban yang sangat mengagumkan dalam merebut hampir 80% wilayah Afganistan dari pihak pemerintah tahun 1994-1996), Perang Teluk I (gerak cepat sekutu untuk membebaskan Kuwait, tahun 1991), operasi Enduring Freedom (invasi Amerika Serikat ke Afganistan, Oktober 2001), dan operasi Iraqi Freedom (gerak cepat sekutu di bawah pimpinan Amerika Serikat dalam menginvasi Irak, tahun 2003). Konsep Ada beberapa konsep di dalam strategi blitzkrieg atau perang kilat, yaitu: Angkatan udara menyerang garis depan dan posisi samping musuh, jalan utama, bandar udara dan pusat komunikasi. Pada waktu yang bersamaan infanteri menyerang seluruh garis pertahanan (atau setidaknya pada tempat-tempat penting) dan juga menyerang musuh. Cara ini akan mengendalikan musuh untuk mengetahui kekuatan utama yang akan menyerang mereka sehingga cara ini akan membuat pihak musuh kesulitan untuk membuat strategi pertahanan. Memusatkan unit-unit tank untuk menghancurkan garis-garis pertahanan utama sekaligus menusuk masuk tank-tank jauh ke dalam wilayah musuh, sementara unit yang sudah di mekanisasi melakukan pengejaran dan pertempuran dengan pihak musuh yang bertahan sebelum mereka sempat membuat posisi pertahanan. Infanteri turut serta bertempur dengan musuh agar pihak musuh tertipu dan menjaga kekuatan musuh untuk tidak menarik diri dari pertempuran agar nantinya menghindari pihak musuh untuk membentuk pertahanan yang efektif. Infanteri dan unit pendukung lainnya menyerang sisi musuh (enemy flank) dalam rangka melengkapi hubungan dengan kelompok lainnya sekaligus mengepung musuh dan atau menguasai posisi strategis. Kelompok yang sudah dimekanisasi (seperti tank) mempelopori masuk lebih dalam ke wilayah musuh untuk mengepung posisi musuh dan memparalelkan dengan sisi musuh untuk mencegah penarikan pasukan dan pihak bertahan musuh untuk mendirikan posisi bertahan yang efektif. Pasukan utama bergabung dengan pasukan yang sudah mengepung posisi musuh untuk selanjutnya menghancurkan pertahanan musuh. Lihat pula Perang Perang gerilya Istilah Nazi Militer Jerman Nazi Strategi militer
6024
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Arab
Bahasa Arab
Bahasa Arab (; , al-lugah al-‘Arabīyah; sering disingkat sebagai ‘Arabī) adalah salah satu bahasa Semit Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa Semit dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo-Arami. Bahasa Arab memiliki lebih banyak penutur daripada bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Semit. Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Alquran dan merupakan satu-satunya bahasa yang disebut di dalam Alquran. Berdasarkan penyebaran geografisnya, bahasa Arab percakapan memiliki banyak variasi (dialek), beberapa dialeknya bahkan tidak dapat saling mengerti satu sama lain. Bahasa Arab Modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 subbahasa dalam ISO 639-3. Bahasa Arab Baku (kadang-kadang disebut Bahasa Arab Sastra) diajarkan secara luas di sekolah dan universitas, serta digunakan di tempat kerja, pemerintahan, dan media massa. Bahasa Arab Baku berasal dari Bahasa Arab Klasik, satu-satunya anggota rumpun bahasa Arabia Utara Kuno yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terlihat dalam prasasti peninggalan Arab pra-Islam yang berasal dari abad ke-4. Bahasa Arab Klasik juga telah menjadi bahasa kesusastraan dan bahasa peribadatan Islam sejak lebih kurang abad ke-6. Abjad Arab ditulis dari kanan ke kiri. Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain dari dunia Islam, sama seperti peranan Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad Pertengahan bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematika, dan filsafat, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata dari bahasa Arab. Klasifikasi Bahasa Arab biasanya diklasifikasikan sebagai salah satu bahasa Semit Tengah. Para ahli linguistik masih berbeda pandangan mengenai klasifikasi terbaik terhadap percabangan bahasa Semit. Rumpun bahasa Semit berubah secara signifikan antara masa Proto-Semit dengan kemunculan rumpun bahasa Semit Tengah, terutama dalam tata bahasa. Inovasi pada rumpun bahasa Semit Tengah—semuanya terawat dalam bahasa Arab—termasuk: konversi formasi statif berkonjugasi sufiks (jalas-) menjadi kala lampau; konversi formasi bentuk lampau berkonjugasi prefiks (yajlis-) menjadi kala sekarang; eliminasi bentuk-bentuk modal/aspek berkonjugasi prefiks lainnya (misal, kala sekarang yang dibentuk dengan mendobelkan akar tengah, kala perfek yang dibentuk dengan menyisipkan setelah konsonan akar pertama, dan mungkin kasus jusif yang dibentuk dengan pergeseran penekanan) demi moda-moda baru yang dibentuk dengan akhiran yang dilekatkan ke bentuk konjugasi prefiks (misal, -u untuk indikatif, -a untuk subjungtif, tanpa akhiran untuk jusif, -an atau -anna untuk energetik); perkembangan pasif internal. Ada beberapa fitur yang juga dimiliki oleh bahasa Arab Klassik, variasi-variasi bahasa Arab modern, dan juga prasasti-prasasti Safa dan Hisma yang belum dibuktikan keberadaannya di varietas bahasa Semit Tengah lainnya, termasuk bahasa Dadan dan Tayma di Hijaz utara. Fitur-fitur ini adalah bukti satu keturunan dari satu leluhur yang diperkirakan, yaitu bahasa Proto-Arab. Fitur-fitur berikut ini bisa dikonstruksikan ulang untuk bahasa Proto-Arab: partikel negatif * ; * hingga di bahasa Arab Klasik; pelaku pasif preposisi dan adverbia , , , , subjungtif pada - demonstratif peningkatan alomorf - dari akhiran feminin pelengkap dan subordinator penggunaan - untuk memperkenalkan klausa modal kata ganti benda independen pada jejak tanwin Di lain pihak, beberapa varietas bahasa Arab lebih dekat ke bahasa Semit lain dan masih memiliki fitur-fitur yang tidak ditemukan dalam bahasa Arab Klasik, mengindikasikan bahwa varietas ini tidak mungkin berkembang dari bahasa Arab Klasik. Dengan begitu, bahasa Arab daerah tidak lahir dari bahasa Arab Klasik: bahasa Arab Klasik adalah bahasa saudari alih-alih bahasa pendahulunya.. Kosa kata Kata serapan Sumber terpenting penyerapan ke bahasa Arab (pra-Islam) berasal dari bahasa (Semit) terkait, yaitu bahasa Aram, yang dulunya merupakan bahasa komunikasi utama antarbangsa di seluruh Timur Dekat dan Timur Tengah kuno, dan bahasa Etiopia. Sebagai tambahan, banyak istilah budaya, religius, dan politik telah memasuki bahasa Arab dari rumpun bahasa Iran, terutama Persia Pertengahan, Partia, dan Persia (Klasik), serta Yunani Helenistik (kīmiyāʼ berasal dari bahasa Yunani khymia, yang berarti pencairan logam; alembic (penyuling) from ambix (piala), almanac (iklim) from almenichiakon (kalender)). Beberapa peminjaman oleh bahasa Arab dari rumpun bahasa Semit atau Persia yaitu, sebagaimana dalam buku De Prémare yang telah dikutip: Gambaran umum komprehensif untuk pengaruh bahasa lain terhadap bahasa Arab ada di Lucas & Manfredi (2020). Pengaruh Arab pada bahasa lain Seperti pada bahasa Eropa lain, banyak kata Inggris diserap dari bahasa Arab, pada umumnya melalui bahasa Eropa lainnya, terutama dari Spanyol dan Italia, diantaranya adalah kosakata yang digunakan sehari-hari seperti "gula" (سكر sukkar), "kapas" (قطن ) atau "majalah" (مخزن makhzen). Kata-kata lain yang sangat terkenal misalnya "aljabar", "alkohol" dan "zenith". Pengaruh Arab paling mendalam pada negara-negara yang dikuasai oleh islam. Arab adalah sumber kosakata utama untuk bahasa yang berbagai seperti bahasa Berber, Kurdi, Persia, Swahili, Urdu, Hindi, Turki, Melayu, dan Indonesia, baik juga seperti bahasa lain di negara di mana bahasa ini adalah dituturkan. Contohnya perkataan Arab untuk buku /kita:b/ digunakan dalam semua bahasa di atas, kecuali pada bahasa Melayu dan Indonesia (secara spesifik yang dimaksudkan adalah "buku agama"). Istilah pinjaman dari terminologi agama seperti Berber taẓallit sembahyang "shalat", istilah akademik seperti Uighur mentiq "logika", kata hubung seperti Urdu lekin "tetapi". Kebanyakan varian Bahasa Berber (seperti Kabyle), bersama dengan Swahili, meminjam beberapa bilangan dari Bahasa Arab. Kebanyakan istilah agama yang digunakan oleh Muslim seluruh dunia adalah merupakan pinjaman langsung dari bahasa Arab, seperti صلاة sholat untuk ibadah dan imam untuk pemimpin salat. Dalam bahasa yang tidak berhubungan langsung dengan Dunia Arab, banyak kosakata bahasa Arab yang diserap melalui bahasa lain yang berhubungan dengan bahasa Arab; contohnya, banyak kata dalam bahasa Urdu dan bahasa Turki yang diserap dari bahasa Persia berasal dari bahasa Arab, dan banyak kosakata dalam bahasa Bahasa Hausa yang diserap dari bahasa Arab melalui Bahasa Kanuri. Huruf-huruf dalam bahasa Arab Sistem ortografi bahasa 'Arab memakai sistem abjad. Sistem abjad yaitu sistem tulisan yang huruf-hurufnya melambangkan bunyi konsonan sedangkan bunyi vokal dilambangkan dengan harakat. Huruf Hijaiah terdiri dari 29 huruf abjad: 26 berupa konsonan murni dan 3 berupa konsonan semivokal yaitu huruf "Alif", "Waw" dan "Ya'". Bunyi vokal tidak dilambangkan dengan abjad tetapi dengan harakat. ada 3 harokat dalam bahasa 'Arab: "Fathah" melambangkan bunyi "a" (dan pada beberapa abjad: bunyi "o"), "Kasrah" melambangkan bunyi "i", dan "Dammah" melambangkan bunyi "u". Dialek "Arab Umum" atau "Al-'Arabiyyah Al-'Ammiyah" (العربية العامية) adalah bahasa Arab yang dipakai dalam percakapan sehari-hari di dunia Arab, dan amat berbeda dengan Bahasa Arab tulisan. Perbedaan dialek paling utama ialah antara Afrika Utara (Arab Magrib) dan bagian Timur Tengah (Hijaz). Faktor yang menyebabkan perbedaan dialek bahasa Arab ialah pengaruh substrat (bahasa yang digunakan sebelum bahasa Arab datang). Seperti misalnya pada kata maujud (artinya "ada"), di Irak disebut aku, di Palestina fih, dan di Magribi disebut kayən. Daftar dialek utama di Arab adalah sebagai berikut: Dialek Mesir مصري : Dipakai oleh sekitar 76 juta rakyat Mesir. Dialek Magribi مغربي : Dipakai oleh sekitar 20 juta rakyat Afrika Utara. Dialek Levantin شامي : Disebut juga Dialek Syam. Dipakai di Suriah, Palestina, Lebanon dan Gereja Maronit Siprus. Dialek Irak عراقي : Mempunyai perbedaan khusus, yaitu perbedaan dialek di utara dan selatan Irak. Dialek Arab Timur بحريني : Dipakai di Oman, di Arab Saudi dan di Irak bagian Barat. Dialek Teluk خليجي : Dipakai di daerah Teluk, yaitu di Qatar, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Sementara beberapa dialek lainnya adalah: Hassānīya حساني : Dipakai di Mauritania dan Sahara Barat. Dialek Sudan سوداني : Dipakai di Sudan dan Chad. Dialek Hijazi حجازي : Dipakai di daerah barat dan utara Arab Saudi dan timur Yordania. Dialek Najd نجدي : Dipakai di Najd, Arab Saudi. Dialek Yamani يمني : Dipakai di Yaman. Dialek Andalus أندلسي : Dipakai di Andalus sampai abad ke-17. Dialek Sisilia صقلي : Dipakai di Sisilia. Dialek Indonesia إندونيسي : Dipakai di Indonesia oleh keturunan Arab dan kaum santri. Fonologi Vokal Bahasa Arab memiliki tiga abjad vokal, yaitu: a [ɛ̈],i [ɪ], u [ʊ]. Selain itu bahasa Arab juga memiliki dua diftong. Konsonan Berikut ini penjelasan tentang konsonan dalam Bahasa Arab: 1.[ʤ] kadang disebut [ɡ] di Mesir dan Yaman Selatan. Di daerah Afrika Utara dan di Syam diucapkan menjadi [ʒ]. /l/ diucapkan [lˁ] hanya dalam kata Allah /ʕ/ biasanya sebagai akhiran fonetik Bahasa Arab juga memiliki penekanan, yang disebut tasydid. Penekanan tasydid hanya terjadi di konsonan. Sementara itu, penekanan pada huruf vokal juga terjadi, disebut harakat panjang. Seperti misalnya pada kata KAA-tib (penulis), terjadi penekanan pada huruf vokal, yaitu pemanjangan harakat. Lalu, contoh lainnya yaitu, ma-JAL-LA (majalah), terjadi penekanan pada huruf "La" di mana la merupakan konsonan, dan mendapat penekanan tasydid yakni konsonan L ganda. Tata bahasa Kata benda dalam bahasa Arab dibagi tiga macam yaitu nominatif, akusatif, dan genitif. Bahasa Arab memiliki dua jenis kelamin, yaitu muanats (perempuan) dan Mudzakar (lelaki). Kata kerja dalam Bahasa Arab memiliki tiga waktu (zaman), yaitu lampau (madhi), sekarang (haal), dan masa depan (mustaqbal). Kata kerja dalam bahasa Arab dibagi menjadi empat, yaitu: Fi'il Madhi; Fi'il Mudhari; Fi'il Amr; Fi'il Nahi. Masing-masing kata kerja dibagi lagi sesuai dengan pelakunya, jumlah dan jenis kelamin. Sementara itu, kata sifat atau adjektiva dalam bahasa Arab dibagi sesuai dengan bentuknya, setiap bentuk terbagi lagi sesuai jumlah dan jenis kelamin. Kata ganti dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga, kata ganti orang ketiga (ghaib), orang kedua (mukhatab) dan orang pertama (mutakallim). Kosakata bahasa Arab dibagi dalam tiga kelompok, Ism (kata benda), Fi'l (kata kerja), dan Harf (partikel fungsional). Bahasa Arab termasuk bahasa infleksional. Struktur kalimatnya berupa konstruksi topik-komentar atau dikenal juga sebagai Mubtada dan Khobar. Ada dua macam frasa dalam bahasa Arab, yaitu Jumlatu-l-ismiyyah (frasa nominal) dan Jumlatu-l-fi'liyyah (frasa aktif). Ada dua macam gender pada Ism dan Fi'l yaitu Mudzakkar (maskulin) dan Muannats (feminin). Tiga macam bilangan untuk Ism dan Fi'l yaitu Mufrad (tunggal), Mutsanna (dwi), dan Jama (jamak). Bilangan jamak terbagi tiga kategori, yaitu Jama' Mudzakkar Salim (jamak biasa maskulin), Jama' Mu-annats Salim (jamak biasa feminin) dan Jama' Taksir (jamak tak beraturan). Khusus untuk Ism ada dua macam artikel, yaitu Ma'ruf (definit/tertentu) dan Nakirah (nondefinit). Ism ada tiga tingkat peran kasus gramatikal, yaitu nominatif, akusatif, dan genitif. Ism nominatif berperan sebagai subjek kalimat, Ism akusatif berperan sebagai objek (langsung atau tidak langsung), Ism genitif berperan sebagai objek preposisional atau pemilik. Contohnya pada kata Rojul (pria) dan Madinat (kota) dalam tabel dibawah ini: Bentuk kata kerja Cara membentuk Jumlatu-l-ismiyyah Frasa Kata benda biasa Seluruh anggota dalam frasa harus sesuai kasus, gender, nomor, dan artikelnya: Rojulun Hasanun– (pria tampan), Ar-rojulu l-hasanu (pria tampan itu) yang berarti frasa ini nominatif. Maka, berfungsi sebagai subjek kalimat. Rojulan Hasanan– (pria tampan), Ar-rojula l-hasana (pria tampan itu) yang berarti frasa ini akusatif. Maka, berfungsi sebagai objek. Rojulaan Hasanān– (dua pria tampan), ar-rojulaan l-hasanaa (dua pria tampan itu) yang berarti frasa ini nominatif. Madiinatin salāmin– (kota yang aman), al-madinati s-salami (kota yang aman itu) yang berarti frasa ini genitif. Maka, berfungsi sebagai objek preposisi.Contoh penggunaan: ar-Rajulu l-hasanu yamsyiy fiy l-madinati s-salami– ← perhatikan kasus subjek dan kasus objek preposisi(pria tampan itu berjalan di kota yang aman itu) Ro'aytu ar-rojula l-hasana– ← perhatikan kasus objek(ku melihat pria tampan itu) Marortu bi ar-rojuli l-hasani– ← perhatikan kasus objek preposisi(ku berpapasan dengan pria tampan itu) Frasa kepemilikan Dalam hal frasa kepemilikan, maka Ism yang dimiliki disebut terlebih dahulu daripada Ism pemiliknya. Ism pemilik pasti dalam kasus genitif.Contoh: bintu Ahmadi ← nominatif.() binta Ahmadi ← akusatif.() binti Ahmadi ← genitif.()Contoh penggunaan: Dzahabat bintu Ahmadi ila-l-madrosati— ← perhatikan bintu (putri) dalam kasus nominatif, sedangkan pemilik tetap genitif.(putri Ahmad pergi ke sekolah) Ro'aytu binta Ahmadi— ← perhatikan binta (putri) dalam kasus akusatif(ku melihat putri Ahmad) Marortu bi binti Ahmad—''' ← perhatikan binti (putri) dalam kasus genitif(ku berpapasan dengan putri Ahmad)Ism genitif bisa bertumpukan dengan nama yang dibentuk dari frasa kepemilikan. 'abdu-llahi ibnu Abiy Bakrin—Abdullah nominatif, Allah pemilik ('abdu), Abu Bakar dalam kasus genitif sebagai pemilik Abdullah.Fi'l (kata kerja) hanya ada 3 bentuk dilihat dari segi waktu, fil madhi (kata kerja bentuk lampau), fi'l mudhari (kata kerja bentuk sekarang, dan akan datang) dan fi'l amr (kata kerja bentuk perintah), masing-masing fi'l ini mempunyai tanda-tanda yang bisa dijadikan sebagai alat untuk mengidentifikasi setiap bentuk fi'l. Fi'l madhi tandanya adalah: Bisa menerima ta' fa'il, contohnya: Bisa menerima ta' ta'nits, contohnya:Fi'l mudhari tandanya adalah: Bisa dimasuki oleh huruf siin dan saufa, contohnya:Bisa dimasuki oleh huruf-huruf jazm seperti lam dan laa nahiyah (untuk melarang), contohnya:Adapun fi'l amr, tandanya adalah: Bisa menerima nun taukiid, contohnya:Bisa menerima ya' mukhatabah, contohnya:Tamyiz Pengertian Tamyiz Tamyiz merupakan sebuah kata yang dibaca mansub yang berfungsi menjelaskan isim yang samar pada sebuah kalimat. Contohnya: Jenis-jenis Tamyiz Ada dua jenis tamyiz dalam kaidah bahasa Arab. Penjelasannya adalah sebagai berikut. 1. Tamyiz Mufrad Tamyiz mufrad adalah jenis tamyiz yang berfungsi untuk menjelaskan sebuah kata, bukan satu kalimat. Biasanya, tamyiz jenis ini menjelaskan makna yang masih samar dari kata-kata besaran seperti: a. Takaran (tamyiz mikyaalaat) b. Timbangan (tamyiz mawaazinaat) c. Jarak (tamyiz misaahaat) d. Bilangan (tamyiz a’-daadan). Mumaiyyiz untuk kata ini disebut mumayyiz malfud (mumayyiz dari kalimat yang berisi mumayyiz dan tamyiz-nya). Contohnya adalah sebagai berikut. Mikyaalat اِشْتَرَيْتُ لِتْرًا رُزًّ Istaraytu litran ruzan. Aku membeli satu liter beras. Mawaazinaat اِشْتَرَيْتُ رِطْلًا رُزًّا Isytaraytu rathlan ruzan. Saya telah membeli setengah kilo padi. Misaahat بَاعَنِي التَاجِرُ مِتْرًا حَرِيْرً Baa’ani attaajiru mitran hariiran. Penjual menjual semeter kain sutera. A’daadan فِي الحَقْلِ عِشْرُوْنَ غَنَمًا Fii alhaqli ‘isyruuna ghanman. Di ladang terdapat dua puluh kambing. 2. Tamyiz Nisbah (Jumlah) Tamyiz ini bersifat membedakan suatu kalimat dengan kalimat lain. Fungsinya adalah untuk menjelaskan kaitan fi’il (kata kerja) dengan fa’il (pelaku) dan mubtada’ (pelaku) dengan khobar (perilaku pelaku). Ada dua jenis tamyiz nisbah berdasarkan bisa atau tidaknya Ia dipindahkan. 1. Tamyiz Nisbah Muhawwal (Malhud) Tamyiz yang satu ini dapat dipindah posisinya. Ia bisa berubah dari fa’il (pelaku), maf’ul bih (objek), atau mubtada’ (suatu kata yang berada di awal kalimat, bisa kata tanya / istifham atau pelaku) atau sebaliknya. Contohnya dapat dilihat dalam tabel berikut.Maf’ul bihMubtada'2. Tamyiz Nisbah Ghairu Muhawwal Dikatakan bahwa tamyiz ini jarang terjadi dan sifatnya lebih ke perkataan lisan seperti امتلا الاءناءماء (imtalaa alinaa’u maa’a) yang berarti “Wadah telah penuh, airnya”. Jika posisi kata ‘ma’a’ diganti ke depan maknanya akan aneh. Misalkan “Air wadah telah penuh”, “Wadah air telah penuh” (malah mengubah pelaku dari air menjadi wadah air). Makna “Wadah telah penuh, airnya” lebih dipahami dan masuk akal. Sistem penulisan Abjad Arab yang kadang-kadang disebut huruf hijaiah, berasal dari aksara Aramaik (dari bahasa Syria dan Nabatea), di mana abjad Aram terlihat kemiripannya dengan abjad Koptik dan Yunani. Terlihat perbedaan penulisan antara Magribi dan Timur Tengah. Di antaranya adalah penulisan huruf qaf dan fa. Di Magribi, huruf qaf dan fa dituliskan dengan memiliki titik di bawah dan satu titik di atasnya. Kaligrafi Setelah perubahan dan penetapan pada Abjad Arab oleh Khalil bin Ahmad al-Farahidi pada tahun 786, banyak macam tulisan yang dibentuk yang dikenal dengan nama kaligrafi. Kaligrafi Arab ini berfungsi sebagai cara penulisan di Alquran dan juga sebagai dekorasi. Biasanya dipakai juga dalam penulisan hadis dan peribahasa Arab. Penerjemahan lafal Penerjemahan bahasa Arab ke abjad Latin biasanya memakai standar yang berbeda, di antaranya: metode untuk menggambarkan bahasa Arab ke abjad Latin secara tepat dan efisien. Beberapa metode ilmiah dalam penerjemahan lafal Bahasa Arab memperbolehkan pembaca untuk melafalkan Bahasa Arab secara tepat dengan menyesuaikannya dengan Abjad Arab. Militer Amerika Serikat telah membuat sistem yang berkaitan dengan penerjemahan lafal berbahasa Arab, yaitu Standard Arabic Technical Transliteration System[en] (Sistem Alih Aksara Teknis Bahasa Arab Standar).'' Lembaga bahasa Akademi Bahasa Arab telah berdiri di beberapa negara berbahasa resmi Arab. Lembaga Bahasa Arab yang paling aktif di antaranya di Damaskus, Kairo, dan Rabat. Lembaga ini bertugas mengatur pengembangan bahasa, menerjemahkan kata baru, dan membuat entri kata baru bahasa Arab di kamus. Lembaga juga menerbitkan manuskrip tua dan bersejarah dalam bahasa Arab dan itu semua menunjukkan bahwa bahasa Arab begitu sulit hingga negara sejenis Amerika saja mengalami kesulitan mempelajarinya. Peranan Bahasa Arab merupakan bahasa yang dianggap suci bagi masyarakat muslim di seluruh dunia karena menjadi bahasa dalam penyampaian wahyu oleh Nabi Muhammad. Penutur bahasa Arab mencakup skala internasional dan lokal khususnya di benua Asia dan Afrika. Bahasa Arab digunakan dalam percakapan sehari-hari dan bahasa utama dalam ritual keagamaan. Pada abad pertengahan, bahasa Arab dijadikan sebagai bahasa ilmu, pengetahuan, budaya, dan pemikiran di bidang filsafat, kedokteran, dan agama. Bahasa Arab juga pernah dipakai oleh penduduk Babilonia, Kasdim, dan Bangsa Het. Bahasa Arab di Indonesia Bahasa Arab di Indonesia sering dipergunakan untuk kegiatan keagamaan, pengajian, dan pendidikan. Bahasa Arab juga digunakan saat umat Muslim beribadah, utamanya salat. Sekiranya, sebanyak 1.495 perbendaharaan kata bahasa Arab diserap dalam bahasa Indonesia. Kamus Bahasa Arab Melayu Sunda Lihat pula WikiBook: Arabic Daftar bahasa Alih aksara Arab-Latin Abjad Arab Kesusastraan Arab Tulisan Jawi Kaligrafi Test of Arabic as a Foreign Language Catatan Referensi Catatan kaki Daftar pustaka Rumpun bahasa Semit Bahasa di Arab Saudi Bahasa di Mesir Bahasa di Uni Emirat Arab Bahasa di Afganistan Bahasa di Aljazair Bahasa di Chad Bahasa di Iran Bahasa di Mauritania Bahasa di Niger Bahasa di Pakistan Bahasa di Tunisia Bahasa di Yaman Bahasa di Palestina Bahasa di Suriah Bahasa di Lebanon Bahasa berpola predikat–subjek–objek Bahasa yang mempunyai aksara tersendiri
6025
https://id.wikipedia.org/wiki/Afsaana
Afsaana
Afsaana adalah genre baru dalam cerita pendek, khususnya dalam Bahasa Urdu. Tidak diketahui persis siapa yang pertama kali menulis Afsaana ini, namun menurut pakar sastra setempat Mirza Hamid Beg, karya Afsaana yang dikenal pertama kali adalah cerita pendek berjudul Naseer aur Khadeeja (Nasir dan Khadija) yang ditulis pada tahun 1903 oleh Allama Rashidul Khairi, sekaligus menempatkan dirinya sebagai Urdu Afsaana Nigar (penulis cerpen) pertama. Afsaana mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring waktu, dan makin banyak Afsaana Nigar yang bermunculan, baik dari kalangan Muslim maupun Hindu. Genre sastra
6029
https://id.wikipedia.org/wiki/Siti%20Hartinah
Siti Hartinah
Raden Ayu Hj. Siti Hartinah (), atau lebih dikenal dengan Ibu Tien Soeharto, adalah istri Presiden Indonesia kedua, Jenderal Besar Purnawirawan Soeharto. Siti Hartinah merupakan anak kedua pasangan KPH Soemoharjomo dan Raden Ayu Hatmanti Hatmohoedojo. Ia merupakan canggah Mangkunagara III dari garis ibu. Tien menikah dengan Soeharto pada tanggal 26 Desember 1947 di Surakarta. Ibu Tien Soeharto dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia tak lama setelah kematiannya. Masa kecil dan pendidikan Tien lahir pada tanggal 23 Agustus 1923 dengan nama Fatimah Siti Hartinah. Waktu kecil, hidupnya berpindah-pindah mengikuti penempatan tugas bapaknya sebagai pamong praja, mulai dari Klaten ke Jumapolo, lalu ke Matesih, Solo, dan Kerjo. Ia juga sempat diadopsi oleh teman bapaknya, Abdul Rachman, tetapi karena sakit-sakitan, dikembalikan ke keluarga asal. Terkait pendidikan, Tien mengaku hanya mengikuti Sekolah Dasar Dua Tahun (Ongko Loro), tetapi sebenarnya masih mengikuti HIS Siswo hingga tahun 1933. Sambil sekolah, ia ikut les membatik dan mengetik. Saat tentara Jepang datang, ia ikut serta dalam Barisan Pemuda Putri di bawah Fujinkai. Setelah kemerdekaan, Barisan Pemuda Putri ini menjadi Laskar Putri Indonesia, di mana ia menjadi salah satu pelopornya. Ia ikut serta membantu perang kemerdekaan di dapur umum dan palang merah, yang menjadi alasan pengangkatannya sebagai pahlawan nasional pada 1996. Peran dalam karier Soeharto Soeharto adalah pribadi yang sangat mempercayai keyakinan diri dan masukan keluarganya. Karena itu posisi Siti Hartinah sangat menentukan dalam beberapa keputusan penting. Antara lain saat Soeharto memutuskan terus menjadi tentara saat ia merasa mengalami badai fitnah pada tahun 1950-an. Soeharto nyaris berhenti dan ingin menjadi petani atau sopir taksi pada saat itu. Ia memberikan saran, <blockquote>“Saya dulu diambil istri oleh seorang prajurit dan bukan oleh supir taksi. Seorang prajurit harus dapat mengatasi setiap persoalan dengan kepala dingin walaupun hatinya panas,”.</blockquote> Siti Hartinah juga berpengaruh dalam pelarangan poligami bagi pejabat di Indonesia. Sebagai penggerak Kongres Wanita Indonesia, ia mendesak perlunya larangan poligami yang akhirnya keluar dalam wujud Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1983 yang tegas melarang PNS untuk berpoligami dan juga UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Soeharto sendiri menegaskan kesetiaan kepadanya "Hanya ada satu Nyonya Soeharto dan tidak ada lagi yang lainnya. Jika ada, akan timbul pemberontakan yang terbuka di dalam rumah tangga Soeharto" Ia juga mempengaruhi rencana sukses Soeharto pada akhir tahun 1990-an, dengan menyarankan petinggi Golkar agar tidak lagi mencalonkan suaminya. Walaupun saran ini akhirnya terlambat dilakukan. Siti Hartinah meninggal pada tahun 1996 dan Soeharto kembali dicalonkan Meski demikian ada peninggalan dan gagasannya yang terwujud untuk bangsa, sebagai contoh Taman Mini Indonesia Indah, Taman Buah Mekarsari, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, RSAB Harapan Kita, dan lainnya. https://m.jpnn.com/amp/news/sejarawan-museum-harusnya-layak-jadi-lokasi-swafoto-dan-instagramable Meninggal dunia Berawal saat Siti Hartinah terbangun akibat sakit jantung yang menimpanya, lalu ia dilarikan ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Siti Hartinah meninggal dunia pada Minggu, 28 April 1996, jam 05.10 WIB yang bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha 1416 Hijriyah. Keesokan harinya tepat pada 29 April 1996, sekitar pukul 14.30 WIB, Siti Hartinah dimakamkan di Astana Giri Bangun, Jawa Tengah. Upacara pemakaman tersebut dipimpin oleh inspektur upacara yaitu Ketua DPR/MPR saat itu, Wahono dan Komandan upacara Kolonel Inf Getson Manurung, Komandan Brigade Ifanteri 6 Kostrad saat itu. Sedangkan sebelumnya saat pelepasan almarhumah, bertindak sebagai inspektur upacara, Letjen TNI (Purn) Achmad Tahir dan Komandan Upacara Kolonel Inf Sriyanto Muntasram, Komandan Grup 2 Kopassus Kartasura. Penghargaan Tanda Kehormatan Dalam Negeri Bintang Republik Indonesia Adipradana (10 Maret 1973) Bintang Gerilya (3 Maret 1987) Bintang Budaya Parama Dharma (17 Juni 1992) Luar Negeri Brunei: Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati (DK) (1988) Kamboja: Grand Cross of the Royal Order of Sowathara (1968) Malaysia: Darjah Utama Seri Mahkota Negara (DMN) (1988) Filipina: Grand Collar of the Order of the Golden Heart (GCGH) (1968) Thailand: Dame Grand Cross of the Most Illustrious Order of Chula Chom Klao (DGC) (1970) Austria: Grand Star (Groß-Stern) of the Decoration of Honour for Services to the Republic of Austria (1973) Belanda: Dame Grand Cross of the Order of the Crown (1970) Kekaisaran Etiopia: Grand Cordon of the Order of the Queen of Sheba (1968) Jepang: Grand Cordon of the Order of the Precious Crown (1968) Jerman: Grand Cross Special Class (Sonderstufe des Großkreuzes)'' of the Order of Merit of the Federal Republic of Germany Kuwait: First Class of the Order of Kuwait (1977) Korea Selatan: Grand Order of Mugunghwa (1981) Mesir: Supreme Class of the Order of the Virtues (Nishan al-Kamal) (1977) : Grand Cross of the National Order of Merit (Ordre national du Mérite) Rumania: The First Class of the Orders of Tudor Vladimirescu (1982) : Dame Grand Cross of the Order of Isabella the Catholic (gcYC) (1980) : Member 1st Class of the Order of the Umayyads (1977) : Grand Cordon with Collar of the Order of the Liberator (1988) : Grand Cordon of the Supreme Order of the Renaissance (1986) : Yugoslav Star with Sash of the Order of the Yugoslav Star (1975) Referensi Pranala luar Biografi di SoehartoReview.com Biografi di TokohIndonesia.com Pahlawan nasional Indonesia Pasangan Presiden Indonesia Soeharto Tokoh Jawa Tokoh Jawa Tengah Tokoh dari Surakarta Tokoh Orde Baru Tokoh Angkatan 45 Penerima Bintang Republik Indonesia Adipradana Penerima Bintang Gerilya Kematian akibat penyakit jantung Penerima Bintang Budaya Parama Dharma
6030
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Tamil
Bahasa Tamil
Bahasa Tamil (Tamil: தமிழ்) adalah salah satu bahasa dalam rumpun bahasa Dravida. Jumlah penuturnya sekitar 50 juta penutur di Tamil Nadu. Penutur bahasa Tamil juga banyak ditemukan di Srilanka (wilayah Jaffna dan Trincomalee), Malaysia, Singapura, Myanmar, Indonesia (terutama wilayah Sumatera Utara), Afrika Selatan, Fiji, dan Mauritius. Di samping itu, karena daerah Tamil Nadu telah menjadi pusat perlintasan dagang yang utama dari masa ke masa, maka daerah ini juga melakukan kontak dengan berbagai bangsa, yang dapat terlihat dari banyaknya kemiripan kosakata beberapa bahasa dengan Tamil. Kosakata rice dan sandalwood dalam bahasa Inggris, meski dikatakan berasal dari bahasa Yunani, tetapi pada kenyataannya dua kata itu justru pinjaman dari bahasa Tamil. Sistem penulisan Bahasa Tamil pada mulanya menggunakan sistem penulisan Brahmi, grantha dan vaTTezuttu. Namun dari mana sebenarnya huruf Tamil itu berakar, masih menjadi perdebatan. Sebagian besar berpendapat bahwa huruf Tamil berasal dari huruf Brahmi, akan tetapi pandangan ini pun tidak sepenuhnya mendapat pembenaran di kalangan ahli bahasa setempat. Berdasarkan fakta, yakni dengan melihat huruf Tolkaappiyam dari abad ke-3 SM, cukup jelas bahwa bahasa Tamil mempunyai sistem penulisannya sendiri. Bahkan huruf Brahmi selatan sendiri dikatakan merupakan sempalan dari huruf vaTTezuttu. Bahasa Tamil mempunyai 12 huruf hidup (vokal), 18 huruf mati (konsonan), 216 gabungan vokal-konsonan, dan 1 aaydham, sehingga total mencapai 247 huruf. Tata bahasa Tamil Bahasa Tamil ditinjau dari sisi ketatabahasaannya terbagi menjadi lima bagian, yakni: Ezuthu (Tamil: எழுத்து) (Huruf) Sol (Tamil: சொல்) (Kata) Porul (Tamil: பொருள்) (Makna) Yaappu (Tamil: யாப்பு) (struktur puitis), dan aNi (Tamil: அணி) (tata puitis) Buku tata bahasa Tamil yang pertama ditulis dalam huruf Aghatiyam, tetapi karena sumber dari huruf ini tidak tersedia, maka yang diakui adalah buku tatabahasa berhuruf Tolkappiyam. Kemudian dari susunan kata, terdapat empat jenis, yaitu: uriccol atau kata dasar yang dipakai dalam karya sastra kuno dan tidak lagi dipakai; kemudian tiNai yang dibagi menjadi uyartiNai (kata benda yang mengacu pada perorangan, mencakup manusia, dewa dan setan) dan akRiNai (untuk benda mati dan binatang kategori rendah dan netral). Sedang untuk kelompok binatang yang sederajat dengan manusia digolongkan ke dalam jenis uyortiNai. Kemudian untuk menyatakan jumlah untuk jenis kelamin netral disebut sebagai Palar paal. AkRiNai dikelompokkan lagi menjadi onRan paal (kata tunggal untuk kelompok impersonal), dan palvin paal (jamak untuk kelompok impersonal). Gerakan Pemurnian Bahasa Tamil Gerakan Pemurnian Bahasa Tamil atau Tanit-Tamil Lyakkam, muncul karena pada masa-masa silam banyak cendekiawan yang terdidik dalam bahasa Sanskerta berupaya mempengaruhi bahasa Tamil, melalui penggunaan kosakata Sanskerta secara bebas. Mereka berpendapat bahwa dengan memadukan kedua bahasa ini akan memperindah bahasa Tamil itu sendiri. Para cendekiawan ini menyebutnya sebagai manippravala dan berusaha memopulerkan penggunaan bahasa tersebut di masyarakat. Namun para cendekiawan Sanskerta penganut Jainisme dan Vaishnava yang berupaya melakukannya gagal karena bahasa Tamil sendiri sebenarnya sangat kaya kosakata dan penuh kiasan-kiasan yang tidak dijumpai dalam bahasa Dravida manapun. Akan tetapi para cendekiawan tersebut menolak mengakui kekayaan bahasa Tamil ini, meski mereka orang Tamil. Upaya-upaya terus dilakukan untuk meminggirkan peran bahasa Tamil dengan berbagai cara seperti mengklaim sejumlah karya sastra dan ritual serta huruf Tamil berakar dari bahasa Sanskerta, tetapi usaha mereka kemudian terhenti ketika para cendekia seperti V.K. Curiyanaraayana Sastiar dan Maraimalaiyatikal memfokuskan diri pada perhatian masyarakat atas kesusasteraan bahasa Tamil. Dua cendekiawan tersebut dalam karya-karya awalnya memasukkan unsur bahasa Sanskerta didalamnya, tetapi setelah para Sanskritis menyatakan bahwa Tamil tidak akan hidup tanpa adanya bahasa Sanskerta, maka keduanya mulai menulis dengan bahasa Tamil tanpa mengambil sedikitpun kata-kata bahasa Sanskerta. MaTaimalaiyaTikal kemudian mengkristalkan sikap tersebut kedalam satu gerakan pada tahun 1916 yang disebut Tanit-Tamil Lyakkam atau gerakan pemurnian bahasa Tamil. Sikap ini kemudian popular di kalangan cendekiawan Tamil, dan pihak-pihak yang merasa pentingnya bahasa Tamil yang murni. Hingga sekarang, masih terjadi pertentangan antara kalangan yang pro-penggunaan Tamil murni dengan yang kontra, walau bentuknya berbeda. Dialek Bahasa Tamil seiring dengan makin majunya perkembangan transportasi kini semakin kabur perbedaan dialeknya. Kecuali dengan bahasa Tamil Srilanka yang mengandung banyak perbedaan. Di samping itu, kalangan Muslim Tamil cenderung banyak menyisipkan kata-kata yang berakar dari bahasa Arab dan Urdu. Bahkan kelompok muslim di distrik yang berbatasan dengan Andhra Pradesh banyak yang mulai menggunakan bahasa Urdu sebagai bahasa sehari-hari. Sedangkan penganut Kristen banyak menyisipkan kosakata bahasa Inggris dalam berbahasa sehari-hari. Contoh Vanakkam (Tamil: வணக்கம்) = Halo! N’ee eppadi irukkiRay? (Tamil: நீ எப்படி இருகிறாய் ?) = Apa kabar? N’aan n’allapadiyaaka irukkiREn (Tamil: நான் நல்லபடியாக இருக்கிறேன்) = Baik-baik N’andRi (Tamil: நன்றி) = Terima kasih Un peyar enna? (Tamil: உன் பெயர் என்ன?) = Siapa namamu? Ennudaiya peyar… (Tamil: என்னுடையப் பெயர்...). = Nama saya….. SenRu varukiREn (Tamil: சென்று வருகிறேன்) = Sampai jumpa. Bahasa Tamil di Indonesia Bahasa Tamil di Indonesia kira-kira dipertuturkan oleh 50,000 jiwa etnis Tamil di Indonesia. Penuturnya tersebar di Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Lihat pula Bahasa Tamil Kuno Kata serapan dari bahasa Tamil Kuno dalam bahasa Ibrani Alkitabiah Kata serapan dari bahasa Tamil Kuno dalam bahasa Yunani Kuno Referensi Pranala luar Tamil
6032
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Malayalam
Bahasa Malayalam
Bahasa Malayalam, merupakan bahasa resmi negara bagian terselatan India, Kerala dengan jumlah penutur kurang lebih 35 juta jiwa atau 4% penduduk India. Bahasa ini juga dipakai oleh masyarakat kepulauan Lakadewa (Lakshadweep) yang mayoritas Muslim. Kecuali pulau Minicoy yang berbahasa Bahasa Divehi. Bahasa Malayalam terutamanya dituturkan oleh orang Malayali. Bahasa Malayalam tergolong dalam rumpun bahasa Dravida, sehingga mempunyai keserupaan, terutama dengan bahasa Tamil dan Kannada. Sejarah Pada mulanya Bahasa Malayalam banyak dipengaruhi oleh Bahasa Tamil, khususnya dalam dunia kesusasteraan. Namun pada perkembangan selanjutnya, bahasa ini banyak diwarnai oleh bahasa Sanskerta, disamping bahasa Tamil sebagai bahasa yang digunakan untuk urusan administrasi pada masa itu. Namun bahasa Malayalam kemudian mulai menjadi berbeda dari bahasa Tamil. Perbedaan ini diperkirakan terjadi sejak abad ke-4 dan 5 Masehi karena letak geografis Kerala yang bergunung-gunung sehingga mereka terisolir dari dunia luar. Kemudian banyak pendatang Indo-Arya yang bermukim di Kerala dan memasukkan pengaruh bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Malayalam. Untuk mengatasi kendala bahasa antara pendatang Arya dan penduduk setempat, maka diciptakan campuran kedua bahasa tersebut yang disebut Manipravalam. Leelatilakam yang ditulis pada abad ke-14 menjabarkan Manipravalam secara lengkap. Setelah masuk abad ke-15, tipe puisi gatha mulai muncul. Karya terpenting dari masa itu adalah Krishnagatha yang ditulis oleh Cherusseri. Karya ini menggunakan bahasa Malayalam dengan sedikit sekali pengaruh bahasa Sanskerta. Kemudian pada abad ke-17 dimulailah era modern bahasa Malayalam dengan penulis terkenal dimasa itu bernama Thunchath Ramanujan Ezhutachan dengan karyanya yang berjudul Adhyatma Ramayanam. Di sinilah kemudian hubungan antara Malayalam dan Tamil mulai merenggang. Bahasa Malayalam banyak mendapat pengaruh dari berbagai bahasa yakni Syria, Latin, Portugis, Inggris, Arab, Persia, Urdu, Hindi, Tamil, Sanskerta dan Pali. Dialek Bahasa Malayalam mempunyai gradasi bahasa yang berbeda antara kaum Brahmi dan kaum Harijan. Bahasa Malayalam variasi kaum Brahmi kaya dengan pengaruh bahasa Sanskerta. Sedangkan penganut Islam banyak menggunakan kosakata dari bahasa Arab dan Urdu dalam pembicaraan sehari-hari. Kalangan Kristen banyak mendapat pengaruh kosakata dari bahasa Syria, Latin, Portugis dan Inggris. Sebuah varian Malayalam juga dipakai oleh komunitas Yahudi yang kini hanya sedikit jumlahnya di Kerala. Istilah-istilah keagamaan dan kekerabatan mereka masih dipengaruhi oleh bahasa Ibrani. Bahasa Malayalam sekarang ini sangat banyak dipengaruhi oleh Bahasa Inggris, yang menduduki posisi sebagai bahasa pendidikan dan urusan antar kelompok. Kosakata bahasa Inggris banyak dipakai dalam percakapan bahasa Malayalam baik disadari maupun tidak. Sistem penulisan Bahasa Malayalam ditulis dalam sistem grantha yang masih diperdebatkan asal usulnya, atau disebut vattezuthu yakni tulisan melingkar. Terdiri dari 53 huruf yang terbagi atas 20 huruf hidup dan 33 huruf mati. Selain huruf vattezuthu itu tadi, masyarakat Muslim juga menggunakan varian huruf Arab berbahasa Malayalam. Huruf Arab-Malayalam banyak juga dipakai oleh kalangan Muslim Malayalis yang bermukim di Singapura. Contoh bahasa Namaskaram! = Halo! Sughamano? = Apa kabar? Sughamanu = Baik-baik Nandhi = Terima kasih Thankalude perenthaanu? = Siapa namamu? Ente peru…..ennanu = Nama saya….. Pinnekkanam = Sampai jumpa. Referensi Bahasa Dravida Bahasa di India Bahasa yang mempunyai aksara tersendiri
6033
https://id.wikipedia.org/wiki/Rujak%20soto
Rujak soto
Rujak Soto adalah masakan khas dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Masakan ini merupakan paduan unik antara rujak sayur dengan soto, bisa soto daging (daging sapi) atau soto babat. Bahkan ada yang memadukan dengan soto ayam atau soto ceker (kaki ayam), ini biasa dilakukan sebagai alternatif ketika ingin menikmati rujak soto tetapi harga daging sedang melambung. Biasanya rujak disajikan terlebih dahulu, kemudian disiram dengan kuah soto berikut dagingnya. Rasanya juga khas, ada unsur soto sekaligus rasa rujak dengan aroma petisnya. Rujak soto kadang disajikan dengan es temulawak. Referensi Rujak Hidangan Banyuwangi Hidangan Jawa Timur Hidangan Jawa
6034
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Sanskerta
Bahasa Sanskerta
Bahasa Sanskerta (ejaan tidak baku: Sansekerta, Sangsekerta, Sanskrit, aksara Dewanagari: संस्कृतम्, saṃskṛtam) adalah bahasa kuno Asia Selatan yang merupakan cabang Indo-Arya dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini berkembang di Asia Selatan setelah moyangnya mengalami difusi trans-budaya di wilayah barat laut Asia Selatan pada Zaman Perunggu. Bahasa Sanskerta adalah bahasa suci umat Hindu, Buddha, dan Jain. Bahasa ini merupakan basantara Asia Selatan pada zaman kuno dan pertengahan, dan menjadi bahasa agama, kebudayaan, dan politik yang tersebar di sejumlah wilayah di Asia Tenggara, dan Tengah. Bahasa ini memberikan banyak pengaruh bahasa di Asia Selatan, Tenggara, dan Timur, khususnya melalui kosakata yang dipelajari. Bahasa Sanskerta masih mempertahankan ciri-ciri bahasa Indo-Arya kuno. Bentuk arkaisnya adalah bahasa Weda yang ditemukan dalam Regweda, kumpulan 1.028 himne yang disusun oleh masyarakat suku Indo-Arya yang bermigrasi di wilayah yang kini Afganistan hingga Pakistan dan kemudian India Utara. Bahasa Weda ini berakulturasi dengan bahasa kuno yang telah ada di anak benua India, menyerap kosakata yang berkaitan dengan nama-nama hewan dan tumbuhan; dan tambahannya, rumpun bahasa Dravida kuno memengaruhi fonologi dan sintaksis Sanskerta. "Sanskerta" dapat juga merujuk pada bahasa Sanskerta klasik yang tata bahasanya dibakukan pada pertengahan milenium pertama SM secara sangat lengkap, yang termuat dalam kitab Aṣṭādhyāyī ("Delapan Bab") karya Pāṇini. Pujangga dan dramawan besar Kalidasa menulis menggunakan bahasa Sanskerta klasik, dan dasar-dasar aritmetika klasik pertama kalinya dideskripsikan dalam bahasa Sanskerta klasik. Dua wiracarita besar Mahabharata dan Ramayana, disusun menggunakan gaya bahasa cerita lisan yang digunakan di India Utara antara 400 SM dan 300 SM, dan kira-kira sezaman dengan bahasa Sanskerta klasik. Pada abad-abad berikutnya bahasa Sanskerta mulai terikat tradisi, berhenti dipelajari sebagai bahasa ibu, dan akhirnya berhenti berkembang sebagai bahasa yang hidup. Nyanyian Regweda sangat mirip dengan puisi arkais berbahasa Iran dan Yunani, Gathas dalam bahasa Avesta dan Illiad karya Homeros. Karena Regweda mengalir dari mulut ke mulut dengan cara rajin menghafal, dan dianggap sebagai sebuah teks tunggal tanpa varian apa pun, Regweda melestarikan morfologi dan sintaksis yang mendorong rekonstruksi moyang dari bahasa tersebut, bahasa Proto-Indo-Eropa. Bahasa Sanskerta tidak memiliki sistem tulisan yang spesifik: sekitar peralihan milenium pertama Masehi, bahasa ini ditulis dalam aksara-aksara berumpun Brahmi dan saat ini menggunakan aksara Dewanagari. Status, fungsi, dan penempatan bahasa Sanskerta sebagai warisan sejarah dan budaya India diakui dalam bahasa resmi di Jadwal Kedelapan dari Konstitusi India. Namun, di luar kebangkitannya, tidak ada masyarakat yang mengakui bahasa ini sebagai bahasa ibu di India. Pada sensus terakhir di India, sekitar ribuan warga negara India mengakui bahasa Sanskerta sebagai bahasa ibu mereka, dan angka itu dianggap menandakan harapan penyelarasan dengan prestise berbahasa. Bahasa Sanskerta diajarkan di gurukula sejak zaman kuno; dan kini diajarkan pada sekolah menengah pertama. Sekolah modern bahasa Sanskerta tertua adalah Sampurnanand Sanskrit Vishwavidyalaya, didirikan pada 1791 pada masa pemerintahan Perusahaan Hindia Timur Britania. Bahasa Sanskerta menjadi bahasa liturgi bagi umat Hindu dan Buddha, digunakan untuk membacakan nyanyian dan mantra. Etimologi dan penamaan Dalam bahasa Sanskerta ajektiva verbal adalah kata majemuk yang tersusun dari sam (berbudaya, bagus, baik, sempurna) dan krta- (tersusun). Maksudnya adalah suatu bahasa yang "tersusun dengan baik, murni, sempurna, suci, dan berbudaya". Menurut Biderman, kesempurnaan yang dimaksud dari etimologi tersebut cenderung memiliki kualitas tonal bukannya semantik. Tradisi lisan dianggap berharga di India Kuno, dan resi-resinya menyusun alfabet, struktur kata, dan tata bahasanya menjadi "sebuah kumpulan suara, semacam cetakan musikal yang bernilai luhur", sebagaimana yang disebut Biderman, sebagai sebuah bahasa yang disebut Sanskerta. Dari akhir periode Weda, sebagaimana yang disebut Annette Wilke dan Oliver Moebus, landasan resonansi dan musikalnya membangun "literatur linguistik, filosofis, dan religius dengan jumlah yang sangat besar" di India. Suara-suara itu divisualisiasikan "meliputi seluruh ciptaan", representasi lain dari dunia itu sendiri; sebuah "magna misterius" dari pemikiran Hindu. Pencarian kesempurnaan dalam pemikiran dan tujuan kebebasan berada di antara dimensi suara sakral, benang merah itu merangkai semua ide dan inspirasi menjadi apa yang diyakini masyarakat India kuno sebagai bahasa yang sempurna, sehingga terciptalah "epistema fonosentris" bahasa Sanskerta. Bahasa ini dianggap sebagai lawan dari bahasa-bahasa rakyat (). Kata prakrta secara literal berarti "asli, alami, normal, tak berseni", menurut Franklin Southworth. Keterkaitan antara bahasa Prakerta dan Sanskerta ditemukan dalam naskah India berangka milenium pertama Masehi. Patañjali mengakui bahasa Prakerta sebagai bahasa pertama, yang secara naluriah diadopsi oleh anak-anak yang berujung pada masalah interpretasi dan kesalahpahaman. Pemurnian struktur bahasa Sanskerta menghapus ketidaksempurnaan itu. Tatabahasawan Sanskerta awal Daṇḍin menyatakan, sebagai contoh, banyak kata bahasa Prakerta berasal dari Sanskerta, tetapi memunculkan "kehilangan suara" dan penyalahgunaan makna yang merupakan hasil dari "pengabaian tata bahasa". Daṇḍin mengakui ada kata-kata dan struktur membingungkan dari bahasa Prakerta yang lepas dari bahasa Sanskerta. Pandangan ini tampak pada gaya penulisan Bharata Muni yang mengarang naskah Natyasastra. Namisādhu, salah satu cendekiawan Jaina, mengakui adanya perbedaan tersebut, tetapi tidak setuju kalau bahasa Prakerta adalah hasil penyalahgunaan makna dari Sanskerta. Namisādhu menyatakan bahwa bahasa Prakerta bersifat pūrvam (alamiah) bagi anak-anak, dan Sanskerta adalah penyempurnaan bahasa Prakerta melalui sebuah "pemurnian tata bahasa". Sejarah Asal usul dan perkembangan Bahasa Sanskerta termasuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini menjadi salah satu dari tiga bahasa Indo-Eropa tertua yang didokumentasikan serta lahir dari suatu bahasa purba yang direkonstruksi yaitu bahasa Proto-Indo-Eropa: Bahasa Weda ( 1500–500 SM). Bahasa Yunani Mikenai ( 1450 SM) dan Yunani Kuno ( 750–400 SM). Bahasa Het ( 1750–1200 SM). Bahasa Indo-Eropa lainnya yang berhubungan dengan Sanskerta antara lain bahasa Latin arkais dan klasik ( 600 SM–100 M, Italia zaman kuno), bahasa Gotik (bahasa Jermanik arkais, 350 SM), bahasa Norse Kuno ( 200 SM ke atas), bahasa Avesta Kuno ( akhir milenium ke-2 SM), dan bahasa Avesta Muda ( 900 SM). Bahasa kuno terdekat dengan bahasa Weda adalah rumpun Nuristan yang ditemukan di wilayah Hindu Kush, timur laut Afganistan dan barat laut Himalaya, serta bahasa Avesta dan Persia Kuno yang punah — keduanya berumpun Iran. Bahasa Sanskerta adalah kelompok bahasa satem Indo-Eropa. Sejumlah sarjana zaman kolonial yang menguasai bahasa Latin dan Yunani terkejut dengan kemiripan bahasa-bahasa klasik Eropa dengan Sanskerta, baik dari kosakata dan tata bahasanya. Dalam The Oxford Introduction to Proto-Indo-European and the Proto-Indo-European World, Mallory dan Adams menjelaskan kemiripan tersebut dalam beberapa contoh berikut: {| |- ! Inggris !!   Latin !! Yunani !! Sanskerta |- |   mother||   māter||   mētēr||   mātár- |- |   father||   pater||   pater||   pitár- |- |   brother||   frāter||   phreter||   bhrātar- |- |   sister||   soror||   eor||   svásar- |- |   son||   fīlius||   huius||   sūnú- |- |   daughter||   fīlia||   thugátēr||   duhitár- |- |   cow||   bōs||   bous||   gáu- |- |   house||   domus||   do||   dām- |} Kedekatan kosakata tersebut menunjukkan adanya sebuah akar kata, serta kaitan historis antara sejumlah bahasa-bahasa kuno besar di dunia. Teori migrasi Indo-Arya menjelaskan bagaimana bahasa Sanskerta dan bahasa Indo-Eropa lainnya saling berkaitan serta menyatakan bahwa penutur asli bahasa yang kelak menjadi Sanskerta tiba di Asia Selatan dari asalnya, kemungkinan barat laut wilayah Indus pada awal milenium ke-2 SM. Bukti sejarah yang ada dalam teori tersebut adalah kedekatan antara bahasa Indo-Iran dengan rumpun bahasa Baltik dan Slavik, pertukaran dengan kosakata non-Indo-Eropa seperti rumpun bahasa Ural, dan kosakata Indo-Eropa yang berkaitan dengan flora-fauna. Masa prasejarah rumpun bahasa Indo-Arya sebagai moyang bahasa Sanskerta tidak jelas dan hipotesisnya diajukan dalam batas yang cukup luas. Menurut Thomas Burrow, dengan menghubungkannya dengan bahasa rumpun Indo Eropa, asal usul bahasa tersebut mungkin bermula dari Eropa Tengah atau Timur, dan rumpun Indo-Iran muncul dari Rusia Tengah. Cabang rumpun bahasa Indo-Iran, Indo-Arya dan Iran, berpisah. Bahasa Sanskerta adalah cabang Indo-Arya yang berpindah menuju Iran timur, kemudian mengarah ke Asia Selatan pada paruh pertama milenium ke-2 SM. Begitu permulaan India Kuno, bahasa Indo-Arya mengalami perubahan lingustik dan terciptalah bahasa Weda. Bahasa Weda Bentuk praklasik bahasa Sanskerta adalah bahasa Weda. Naskah tertulis paling awal yang menggunakan bahasa Sanskerta adalah salah satu dari kitab suci umat Hindu yang empat, Regweda, ditulis pada pertengahan hingga akhir abad ke-2 SM. Tak ada catatan tertulis dari masa-masa awal yang dilestarikan, bahkan jika ada, sejumlah sarjana percaya bahwa Regweda turun-temurun secara lisan: teks tersebut adalah teks upacara keagamaan, dengan ekspresi fonetis yang pasti dan pelestariannya menjadi bagian dari tradisi. Regweda adalah kumpulan kitab suci yang dibuat oleh banyak pengarang secara terpisah di wilayah India kuno. Penulis-penulisnya berada pada generasi yang berbeda-beda: Mandala 2 hingga 7 adalah yang tertua, sedangkan mandala 1 dan 10 adalah yang termuda. Namun bahasa Weda dalam kitab-kitab Rigveda "hampir tidak menyajikan keragaman dialektika", menurut Louis Renou — seorang Indolog yang dikenal karena penelitiannya tentang sastra Sanskerta dan khususnya Rigveda. Menurut Renou, ini menunjukkan bahwa bahasa Weda memiliki "pola linguistik yang teratur" pada paruh kedua milenium ke-2 SM. Setelah Regweda, Weda lainnya yang bertahan adalah Samaweda, Yajurweda, dan Atharwaweda, bersama naskah-naskah lain seperti Brahmana, Aranyaka, dan Upanisad. Dokumen Weda merefleksikan dialek bahasa Sanskerta pada sejumlah wilayah barat laut, utara, dan timur anak benua India. Bahasa Weda adalah bahasa lisan sekaligus tertulis pada zaman India Kuno. Menurut Michael Witzel, bahasa Weda adalah bahasa lisan suku seminomaden Arya yang kelak bertempat tinggal di satu tempat dan tetap memelihara kebiasaan sehari-hari mereka seperti beternak sapi, bertani terbatas, dan menjalankan gerobak yang disebut grama. Bahasa Weda atau varian Indo-Eropa terdekatnya diakui di seluruh wilayah India Kuno yang dibuktikan dengan "Traktat Mitanni" antara bangsa Het dan Mitanni, dipahat pada batu, di suatu wilayah yang kini menjadi Suriah dan Turki. Bagian dari traktat tersebut seperti nama-nama pangeran Mitanni dan istilah teknis yang berhubungan dengan perkudaan, dengan alasan yang tak dipahami, ditulis dalam bentuk awal bahasa Weda. Traktat ini juga memuat Dewa Baruna, Mitra, Indra, dan Nasatya yang ditemukan dalam lapisan awal literatur Weda. Bahasa Weda yang ada dalam Regweda lebih arkais daripada Weda-Weda lainnya, dan dalam banyak hal, gaya bahasa Regweda diketahui lebih mirip dengan salah satu kitab umat Majusi Gathas dan juga Iliad dan Odisseia karya Homeros. Menurut Stephanie W. Jamison dan Joel P. Brereton — Indolog yang dikenal karena penerjemahan Regweda — literatur Weda "telah jelas diwariskan" dari struktur sosial zaman Indo-Iran dan Indo-Eropa seperti peranan penyair dan pendeta, ekonomi patronasi, kemiripan frasa, dan sejumlah metrum puisi. Meski ada kemiripan, menurut Jamison dan Brereton, ada perbedaan antara sastra Weda, Avesta Kuno, dan Yunani Mikenai. Misalnya, tak seperti penggunaan majas simile dalam Regweda, teks Gathas tak memiliki simile, dan jarang digunakan pada versi bahasa yang kemudian. Bahasa Yunani Homeros, seperti Sanskerta Regweda, banyak menggunakan simile, tetapi secara struktural sangat berbeda. Bahasa Sanskerta Klasik Bentuk bahasa Weda kurang homogen, dan kemudian berevolusi menjadi bahasa yang lebih terstruktur dan homogen, yang disebut bahasa Sanskerta Klasik pada pertengahan milenium pertama SM. Menurut Richard Gombrich—Indolog dan sarjana bahasa Sanskerta, Pāli, dan studi agama Buddha—bahasa Weda yang arkais dalam Regweda sudah berevolusi pada periode Weda, seperti dibuktikan dalam karya sastra Weda berikutnya. Bahasa dalam Upanisad Hindu awal dan karya sastra Weda berikutnya menggunakan bahasa Sanskerta Klasik, sedangkan bahasa Weda yang arkais pada zaman Buddha menjadi tak bisa dipahami oleh semua orang kecuali para Resi, menurut Gombrich. Orang yang dikredit berjasa dalam formalisasi bahasa Sanskerta adalah , juga Mahabhasya karya Patanjali serta komentar Katyayana yang mendahului karya Patanjali. Panini menyusun kitab ("Delapan Bab Tata Bahasa Sanskerta"). Masa hidupnya sering diperdebatkan, tetapi umumnya disepakati bahwa karyanya dibuat antara abad ke-6 hingga ke-4 SM. bukanlah karya pertama yang mendeskripsikan tata bahasa Sanskerta, tetapi merupakan karya paling awal yang masih bisa dilestarikan secara utuh. Pāṇini mengutip sepuluh orang resi terkait aspek tata bahasa dan fonologi Sanskerta sebelumnya, serta varian penggunaan bahasa Sanskerta di wilayah India yang berbeda. Ia mengutip sepuluh orang resi yaitu Apisali, Kasyapa, Gargya, Galawa, Cakrawarmana, Bharadwaja, Sakatayana, Sakalya, Senaka, dan Sphotayana. menjadi peletak dasar salah satu Wedangga, Wyakarana, . Dalam , bahasa dipandang dengan cara yang tidak sejalan dengan tatabahasawan Yunani atau Latin. Tata bahasa Pāṇini, menurut Renou dan Filliozat, mendefinisikan ekspresi linguistik dan klasika yang menjadi acuan dari bahasa Sanskerta. Pāṇini menggunakan metabahasa teknis, seperti sintaksis, morfologi, dan leksikon. Metabahasa ini terorganisasi menurut deret aturan-meta, beberapa di antaranya dijelaskan langsung, sedangkan lainnya dapat disimpulkan sendiri. Teori komprehensif dan ilmiah tata bahasa Pāṇini kelak menjadi awal permulaan bahasa Sanskerta Klasik. Risalahnya yang sistematis mengilhami dan menjadikan bahasa Sanskerta sebagai bahasa utama dalam pembelajaraan dan sastra India selama dua milenium. Tak jelas apakah Pāṇini menulisnya sendiri, atau memberikan penjelasannya kepada murid-muridnya secara turun temurun. Sejumlah sarjana menyetujui bahwa ia sudah mengenal penulisan, berdasarkan rujukan kata lipi ("aksara") atau lipikara ("penulis") pada subbab 3.2 Aṣṭādhyāyī. Bahasa Sanskerta Klasik yang diformalkan oleh Pāṇini, menurut Renou, "bukan bahasa yang dimiskinkan", melainkan "bahasa yang diatur dan ditata dengan mengabaikan arkaisme dan alternatif formal yang tidak perlu". Bentuk klasik Sanskerta menyederhanakan hukum sandhi tetapi tetap mempertahankan ciri-ciri bahasa Weda, serta menambahkan ketelitian dan fleksibilitas, sehingga memiliki ruang yang cukup untuk mengekspresikan pikiran serta "mampu menjawab tuntutan literatur yang beragam di masa mendatang", menurut Renou. Pāṇini juga membuat "aturan pilihan" di luar kerangka kerja bahasa Weda bahulam, untuk menghargai kebebasan dan kreativitas sehingga para penulis yang berada di wilayah geografis atau waktu yang berbeda dapat bebas mengekspresikan fakta dan pandangannya sendiri. Perbedaan fonetika bahasa Weda dan Sanskerta Klasik dapat diabaikan, bila dibandingkan dengan perubahan yang terjadi pada masa pra-Weda antara bahasa Indo-Arya dan bahasa Weda. Yang membuat bahasa Weda dan Sanskerta klasik berbeda adalah tata bahasa dan kategori gramatikal yang diperluas, serta perbedaan aksen, semantik, dan sintaksis. Ada juga perbedaan bagaimana akhir dari kata benda dan kata kerja, serta juga hukum sandhi, baik internal maupun eksternal. Banyak sekali kata dalam bahasa Weda tidak ditemukan dalam literatur bahasa Weda akhir atau Sanskerta Klasik, sedangkan ada kata Sanskerta Klasik yang maknanya berbeda dan baru jika dibandingkan dengan literatur bahasa Weda. Arthur Macdonell adalah salah satu sarjana zaman kolonial yang telah merangkum sejumlah perbedaan bahasa Weda dan Sanskerta Klasik. Publikasi berbahasa Prancis kary Louis Renou tahun 1956, berisi pembahasan yang lebih rinci terkait kemiripan, perbedaan, dan evolusi bahasa Weda pada periode Weda dengan bahasa Sanskerta Klasik beserta pandangan pribadinya. Karyanya kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Jagbans Balbir. Bahasa Sanskerta dan Prakerta Kata Saṃskṛta sebagai sebuah bahasa, ditemukan dalam ayat 5.28.17–19 kitab Ramayana. Di luar bahasa Sanskerta yang tertulis dan dipelajari, sejumlah bahasa rakyat (Prakerta) muncul. Bahasa Sanskerta hadir bersama Prakerta pada zaman India kuno. Bahasa Prakerta memiliki akar bahasa Sanskerta yang disebut Apabhramsa, artinya "bahasa yang mengabaikan tata bahasa". Weda memiliki kata-kata yang ekuivalensi fonetiknya tidak ditemukan dalam bahasa Indo-Eropa lain tetapi ditemukan dalam bahasa Prakerta, yang menandai mulainya interaksi berbagi kata dan gagasan pada sejarah awal India. Semenjak pemikiran bangsa India terdiversifikasi dan ajaran awal Hindu mengalami tantangan, khususnya lahirnya agama Buddha dan Jain, bahasa Prakerta seperti Pali yang dipertuturkan umat Buddha Theravāda dan Ardhamagadhi yang dipertuturkan umat Jain bersaing dengan bahasa Sanskerta pada zaman kuno. Namun, menurut Paul Dundas, sarjana Jaina, bahasa-bahasa Prakerta kuno "dikira-kira memiliki hubungan yang dekat dengan Sanskerta, sama seperti halnya bahasa Italia pertengahan dengan Latin." Tradisi India mengakui bahwa Buddha dan Mahawira memilih bahasa Prakerta sehingga siapa pun dapat memahaminya. Namun, sarjana seperti Dundas mempertanyakan hipotesis ini. Mereka mengaku tidak ada bukti dan bahkan jika ada buktinya pada awal masa itu, orang-orang sulit mempelajari bahasa Prakerta kuno seperti Ardhamagadhi kecuali para biksu atau rahib. Sarjana era kolonial mempertanyakan apakah Sanskerta itu bahasa lisan, atau hanya bahasa sastra. Salah satu aliran menyebut bahwa Sanskerta tak pernah sebagai bahasa lisan, sedangkan yang lain dan kebanyakan sarjana India justru tidak setuju. Mereka yang menegaskan Sanskerta adalah bahasa daerah menyatakan bahwa bahasa ini dahulu adalah bahasa lisan yang dilestarikan dalam naskah-naskah tertulis Sanskerta di India kuno. Selain itu, bukti tekstual karya Yaksa, Panini, dan Patanajali menyatakan bahwa bahasa Sanskerta Klasik pada masa itu adalah bahasa yang dituturkan oleh orang terpelajar dan berbudaya. Sejumlah sutras menguraikan bentuk-bentuk bahasa Sanskerta lisan dan tertulis. Biksu pelancong abad ke-7 Xuanzang menulis dalam memoarnya bahwa perdebatan filosofis resmi di India adalah bahasa Sanskerta, bukan bahasa daerah di wilayah itu.Pakar linguistik Madhav Deshpande menyatakan bahwa bahasa Sanskerta adalah bahasa lisan sehari-hari pada pertengahan milenium pertama SM yang berdampingan dengan bahasa Sanskerta sastra yang lebih formal dan tertata. Menurut Deshpande, dibenarkan bahwa bahasa modern juga memiliki bahasa sehari-hari dan dialek yang dipertuturkan dan dipahami, bersama dengan bentuk tertulis yang "tertata, lengkap, dan akurat dari segi tata bahasa". Tradisi India, menurut Moriz Winternitz, adalah belajar dan menggunakan bermacam-macam bahasa sejak zaman dahulu. Bahasa Sanskerta adalah bahasa kaum terpelajar dan terpandang, tetapi juga bahasa yang harus dipahami dalam lingkungan sosial yang lebih luas karena wiracarita yang populer seperti Ramayana, Mahabharata, Bhagawatapurana, Pancatantra, dan teks lainnya juga ditulis dalam bahasa Sanskerta. Bahasa Sanskerta dengan tata bahasanya yang ada, menjadi bahasa kaum terpelajar India, dan yang lainnya berkomunikasi dengan bahasa sehari-hari yang dapat saja mengabaikan tata bahasa. Bahasa Sanskerta sebagai bahasa yang terpelajar, hadir bersama bahasa daerah Prakerta. Seni drama berbahasa Sanskerta juga mengindikasikan bahasa itu berdampingan dengan Prakerta. Benares, Paithan, Pune, dan Kanchipuram adalah pusat studi dan debat publik bahasa Sanskerta hingga awal mula kolonialisme di India. Menurut Étienne Lamotte, Indolog dan sarjana ilmu agama Buddha, bahasa Sanskerta menjadi dominan sebagai bahasa resmi tertulis karena presisi komunikasinya. Menurut Lamotte, bahasa ini adalah instrumen yang cukup ideal untuk menampilkan gagasan serta pengetahuan sehingga menjadi tersebar dan berpengaruh. Bahasa Sanskerta dianggap sebagai sarana gagasan yang berkebudayaan, artistik, dan mendalam. Pollock tidak setuju Lamotte, tetapi yakin bahwa pengaruh bahasa Sanskerta bertumbuh menjadi sebuah "kosmopolis" yang mencakup seluruh wilayah Asia Selatan dan sebagian besar Asia Tenggara. Kosmopolis tersebut berkembang pesat di luar India antara 300 dan 1300 M. Pengaruh rumpun Dravida Reinöhl menyebut rumpun bahasa Dravida tidak hanya menyerap kosakata Sanskerta, tetapi juga memengaruhi bahasa Sanskerta berkaitan strukturnya, "misalnya asal usul fonologi retrofleks Indo-Arya, dikaitkan dengan pengaruh rumpun bahasa Dravida". Hock et al. mengutip George Hart yang menyatakan bahwa ada pengaruh bahasa Tamil Kuno dalam bahasa Sanskerta. Hart membandingkan bahasa Tamil Kuno dan Sanskerta Klasik dan menyimpulkan bahwa ada bahasa Prakerta yang diturunkan dari kedua-duanya – "baik Tamil dan Sanskerta mendapatkan kaidah, metrum, dan teknik yang dibagi rata dari satu sumber, serta jelas tidak ada yang langsung diserap dari bahasa lainnya." Reinöhl menyatakan bahwa ada keterkaitan secara simetris antara bahasa berumpun Dravida seperti bahasa Kannada atau Tamil dengan bahasa Indo-Arya seperti Bengali atau Hindi, dibandingkan dengan bahasa Persia atau Inggris terhadap bahasa berumpun non-Indo-Arya. Dikutip dari Reinöhl – "Kalimat dalam bahasa rumpun Dravida seperti Tamil atau Kannada dapat diubah menjadi bahasa Bengali atau Hindi dengan mengganti kosakata Bengali atau Hindi yang ekuivalen dengan kata dan bentuk Dravida, tanpa mengubah urutan kata, tetapi hal yang sama tidak bisa digunakan untuk mengubah kalimat bahasa Persia atau Inggris menjadi bahasa non-Indo-Arya". Shulman menyebutkan, "Bentuk kata kerja nonfinit Dravida (disebut juga vinaiyeccam dalam bahasa Tamil) memengaruhi kata kerja nonfinit Sanskerta (aslinya berasal dari bentuk infleksi kata benda perbuatan dalam Weda). Kasus yang sangat menonjol dari pengaruh bahasa Dravida dalam bahasa Sanskerta hanyalah satu dari banyaknya asimilasi sintaktis, tak terkecuali repertoar yang besar dari aspek dan modalitas morfologis yang, jika diamati teliti, dapat ditemukan di mana saja dalam bahasa Sanskerta klasik dan pascaklasik". Distribusi geografis Kehadiran bahasa Sanskerta secara historis telah terbukti dalam lingkup geografi yang luas di Asia Selatan. Prasasti dan karya-karya sastra menunjukkan bahwa bahasa Sanskerta telah digunakan di Asia Tenggara dan Tengah pada milenium pertama SM, melalui para brahmana, peziarah, dan pedagang. Asia Selatan merupakan daerah yang kaya akan manuskrip dan prasasti berbahasa Sanskerta pada zaman kuno hingga sebelum abad ke-18. Di luar wilayah India Kuno, manuskrip dan prasasti berbahasa Sanskerta telah ditemukan di Tiongkok (terutama di Tibet), Myanmar, Indonesia, Kamboja, Laos, Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Prasati dan manuskrip Sanskerta, maupun pecahan-pecahannya, termasuk sejumlah teks tertulis berbahasa Sanskerta tertua yang diketahui, telah ditemukan di gurun-gurun kering dan pegunungan seperti di Nepal, Tibet, Afganistan, Mongolia, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, dan Kazakhstan. Sejumlah teks berbahasa Sanskerta juga ditemukan di kuil-kuil Jepang dan Korea. Status resmi Di India, bahasa Sanskerta diakui sebagai 22 bahasa resmi yang ada dalam Jadwal Kedelapan Konstitusi India. Pada 2010, Uttarakhand menjadi negara bagian India pertama yang menetapkan bahasa Sanskerta sebagai bahasa resmi kedua. Selanjutnya sejak 2019, Himachal Pradesh menjadi negara bagian kedua yang menetapkan bahasa tersebut sebagai bahasa resmi kedua. Penelitian oleh bangsa Eropa Penelitian bahasa Sanskerta oleh bangsa Eropa dimulai oleh Heinrich Roth (1620–1668) dan Johann Ernst Hanxleden (1681–1731), dan dilanjutkan dengan proposal rumpun bahasa Indo-Eropa oleh Sir William Jones. Hal ini memainkan peranan penting pada perkembangan ilmu perbandingan bahasa di Dunia Barat. Sir William Jones, pada kesempatan berceramah kepada Asiatick Society of Bengal di Calcutta, 2 Februari 1786, berkata: Memang ilmu linguistik (bersama dengan fonologi, dsb.) pertama kali muncul di antara para tata bahasawan India kuno yang berusaha menetapkan hukum-hukum bahasa Sanskerta. Ilmu linguistik modern banyak berhutang kepada mereka dan saat ini banyak istilah-istilah kunci seperti bahuvrihi dan suarabakti diambil dari bahasa Sanskerta. Beberapa ciri-ciri Kasus Salah satu ciri-ciri utama bahasa Sanskerta ialah adanya kasus dalam bahasa ini, yang berjumlah 8. Dalam bahasa Latin yang masih serumpun hanya ada 5 kasus. Selain itu ada tiga jenis kelamin dalam bahasa Sanskerta, maskulin, feminin dan netral dan tiga modus jumlah, singular, dualis dan jamak: kasus nominatif kasus vokatif kasus akusatif kasus instrumentalis kasus datif kasus ablatif kasus genetif kasus lokatif Di bawah ini disajikan sebuah contoh semua kasus sebuah kata maskulin singular deva (Dewa, Tuhan atau Raja). Singular: nom. devas arti: "Dewa" vok. (he) deva arti: "Wahai Dewa" ak. devam arti: "ke Dewa" dsb. inst. devena arti: "dengan Dewa" dsb. dat. devāya arti: "kepada Dewa" ab. devāt arti: "dari Dewa" gen. devasya arti: "milik Dewa" lok. deve arti: "di Dewa" Dualis: nva devau ida devābhyām gl devayos Jamak: nv devās a devān i devais da devebhyas g devānām l deveṣu Lalu di bawah ini disajikan dalam bentuk tabel. Skema dasar tasrifan (deklensi) sufiks untuk kata-kata benda dan sifat Skema dasar tasrifan bahasa Sanskerta untuk kata-kata benda dan sifat disajikan di bawah ini. Skema ini berlaku untuk sebagian besar kata-kata. Pokok-a Pokok-a () mencakup kelas akhiran kata benda yang terbesar. Biasanya kata-kata yang berakhir dengan -a pendek berkelamin maskulin atau netral. Kata-kata benda yang berakhirkan -a panjang () hampir selalu feminin. Kelas ini sangatlah besar karena juga mencakup akhiran -o dari bahasa proto-Indo-Eropa. Pokok -i dan -u Pokok vokal panjang Hukum sandhi Selain itu dalam bahasa Sanskerta didapatkan apa yang disebut hukum sandhi, sebuah fenomena fonetik di mana dua bunyi berbeda yang berdekatan bisa berasimilasi. Pembentukan kata majemuk Kata-kata majemuk dalam bahasa Sanskerta sangat banyak digunakan, terutama menyangkut kata-kata benda. Kata-kata ini bisa menjadi sangat panjang (lebih dari 10 kata). Nominal majemuk terjadi dengan beberapa bentuk, tetapi secara morfologis mereka sejatinya sama. Setiap kata benda (atau kata sifat) terdapat dalam bentuk akarnya (bentuk lemah), dengan unsur terakhir saja yang ditasrifkan sesuai kasusnya. Beberapa contoh kata benda atau nominal majemuk termasuk kategori-kategori yang diperikan di bawah ini. Avyayibhāva Tatpuruṣa Karmadhāraya Dvigu Dvandva Bahuvrīhi Bahasa Sanskerta di Indonesia Bahasa Sanskerta telah lama hadir di Nusantara sejak ribuan tahun lalu, bahkan banyak nama orang Indonesia yang menggunakan nama-nama India atau Hindu (Sanskerta), meskipun tidak berarti bahwa mereka beragama Hindu. Ini karena pengaruh budaya India yang datang ke Nusantara sejak ribuan tahun yang lalu selama pengindiaan kerajaan-kerajaan Asia Tenggara (Hindu-Buddha), dan sejak itu, budaya India ini dilihat sebagai bagian dari budaya Indonesia, terutama dalam budaya Jawa, Bali, dan beberapa bagian dari Nusantara lainya. Dengan demikian, budaya Hindu atau India yang terkait di Indonesia hadir tidak hanya sebagai bagian dari agama, tetapi juga budaya. Akibatnya, adalah umum untuk menemukan orang-orang Indonesia muslim atau Kristen dengan nama-nama yang bernuansa India atau Sanskerta. Tidak seperti nama-nama yang berasal dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Thai dan Khmer, pengucapan nama-nama Sanskerta dalam bahasa Jawa atau Indonesia mirip dengan pelafalan India asli, kecuali bahwa "v" diubah menjadi "w", contoh: "Vishnu" di India berubah menjadi "Wisnu" jika di Indonesia. Di kawasan Nusantara khususnya di Indonesia, Bahasa Sanskerta sangat berpengaruh penting dan sangat memiliki peran tinggi di dalam perbahasaan di Indonesia. Bahasa Sanskerta yang masuk ke Indonesia sejak ribuan tahun lalu (masa kerajaan Hindu-Buddha) datang dari India ke Indonesia melalui para kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada masa kuno ribuan tahun yang lalu di bumi Nusantara. Sangat banyak kata-kata dalam Bahasa Indonesia yang diserap dari Bahasa Sanskerta, contohnya dari kata "bahasa" भाषा (bhāṣa) itu sendiri berasal dari bahasa sanskerta berarti: "logat bicara". Bahkan, banyak nama-nama lembaga, istilah, moto, dan semboyan di pemerintahan Indonesia menggunakan bahasa Sanskerta, seperti pangkat jenderal di Angkatan Laut Indonesia (TNI AL), menggunakan kata "Laksamana" (dari tokoh Ramayana yang merupakan adik dari Rama). "Penghargaan Adipura" yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada kota-kota di seluruh Indonesia dari pemerintah pusat untuk kebersihan dan pengelolaan lingkungan juga menggunakan bahasa Sanskerta yaitu dari kata Adi (yang berarti "panutan") dan Pura (yang berarti "kota), menjadikan arti: "Kota Panutan" atau "kota yang layak menjadi contoh". Ada juga banyak moto lembaga-lembaga Indonesia yang menggunakan bahasa Sanskerta, seperti moto Akademi Militer Indonesia yang berbunyi "Adhitakarya Mahatvavirya Nagarabhakti" (अधिकाऱ्या महत्व विर्य नगरभक्ति), dan beberapa istilah-istilah lain dalam TNI juga menggunakan bahasa Sanskerta, contoh: "Adhi Makayasa", "Chandradimuka", "Tri Dharma Eka Karma", dll. Bahasa Sanskerta dalam beberapa aksara Kalimat Semoga Batara Siwa meraksa para penggemar bahasa Dewata. (Kalidasa) dalam bahasa Sanskerta menggunakan beberapa aksara turunan Brahmi. Lihat pula Bahasa Weda Romanisasi bahasa Sanskerta Kata-kata serapan dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia Modern Daftar kata serapan dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Indonesia Daftar nama yang mengandung unsur Sanskerta Catatan kaki Referensi Daftar pustaka Daftar pustaka Jan Gonda. 1952. Sanskrit in Indonesia, New Delhi: International Academy of Indian Culture. Jan Gonda. 1963. Kurze Elementar-Grammatik der Sanskrit-Sprache, Leiden: E.J. Brill Jan Gonda. 1966. A Concise Elementary Grammar of the Sanskrit Language, Tuscaloosa and London. Translated from the German by Gordon B. Ford Jr. Haryati Soebadio. 1983. Tata Bahasa Sanskerta Ringkas. Jakarta: Djambatan. Bahasa Indo-Arya Bahasa yang muncul sejak milenium ke-2 SM Bahasa berpola subjek–objek–predikat Bahasa yang dituliskan dalam aksara Dewanagari Bahasa di India Bahasa yang diakui oleh Sahitya Akademi
6036
https://id.wikipedia.org/wiki/Persona%20non%20grata
Persona non grata
Persona non grata adalah sebuah istilah dalam bahasa Latin yang dipakai dalam perkancahan politik dan diplomasi internasional. Makna harafiahnya adalah orang yang tidak diinginkan. Orang-orang yang di-persona non grata-kan biasanya tidak boleh hadir di suatu tempat atau negara. Apabila ia sudah berada di negara tersebut, maka ia harus diusir dan dideportasi Menurut Pasal 9 Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, negara penerima dapat menyatakan status persona non grata kapan saja tanpa harus menjelaskan alasan keputusannya. Catatan kaki Kata dan frasa Latin Istilah politik
6038
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20sakral
Bahasa sakral
Bahasa liturgis atau bahasa suci/sakral (dalam konteks agama; "bahasa kudus") adalah suatu bahasa yang dibudidayakan dan digunakan terutama untuk ibadah keagamaan atau alasan keagamaan lainnya oleh orang-orang yang menggunakan bahasa utama lain dalam kehidupan mereka sehari-hari. Konsep Bahasa liturgis sering kali merupakan bahasa yang diucapkan dan ditulis dalam masyarakat di mana teks-teks suci agama pertama kali ditetapkan. Namun, teks-teks ini kemudian menjadi tetap dan suci, tetap beku dan kebal terhadap perkembangan linguistik di kemudian hari. Begitu suatu bahasa dikaitkan dengan ibadah agamawi, para penganutnya dapat memberikan suatu ciri kebajikan kepada bahasa ibadah itu yang tidak akan mereka berikan kepada bahasa ibu mereka. Dalam kasus teks kitab suci, ada ketakutan kehilangan keaslian dan keakuratan akibat terjemahan atau terjemahan ulang, dan kesulitan untuk mendapatkan penerimaan bagi versi teks yang baru. Bahasa liturgis biasanya dipegang dengan kesungguhan dan martabat yang tidak dimiliki oleh bahasa sehari-hari. Konsekuensinya, pelatihan pemuka agama dalam penggunaan bahasa liturgis menjadi investasi budaya yang penting, dan penggunaan bahasa mereka dianggap memberi mereka akses ke tubuh pengetahuan yang tidak dapat (atau tidak seharusnya) diakses oleh umat awam yang tidak terlatih. Karena bahasa-bahasa sakral dianggap berasal dari kebajikan-kebajikan yang tidak dimiliki oleh bahasa sehari-hari, bahasa-bahasa sakral biasanya mempertahankan karakteristik yang akan hilang dalam perjalanan pengembangan bahasa. Dalam beberapa kasus, bahasa suci adalah bahasa mati . Dalam kasus lain, bahasa liturgis itu mungkin hanya mencerminkan bentuk kuno dari bahasa yang masih hidup. Misalnya, unsur-unsur abad ke-17 bahasa Inggris tetap digunakan saat ini dalam ibadah Kristen Protestan melalui penggunaan Alkitab Versi Raja James atau versi Buku Doa Umum Anglikan yang lebih tua. Dalam kasus yang lebih ekstrem, bahasanya telah banyak berubah dari bahasa teks-teks suci sehingga liturgi tidak lagi dapat dipahami tanpa pelatihan khusus. Konsep bahasa suci berbeda dari "bahasa ilahi", yaitu bahasa yang dianggap berasal dari ilahi (dewa atau dewi) dan mungkin belum tentu berupa bahasa alami. Konsepnya, seperti yang diungkapkan dengan nama naskah, misalnya dalam Dewanagari, nama naskah yang kira-kira berarti "[naskah] kota", dan digunakan untuk menulis banyak bahasa India. Agama Buddha Agama Buddha Theravada menggunakan bahasa Pali sebagai bahasa liturgis utamanya, dan lebih memilih tulisan suci untuk dipelajari dalam bahasa Pali asli. Pali berasal dari bahasa India Prakrit (Prakerta), yang pada gilirannya merupakan turunan dari bahasa Sanskerta. Di Thailand, Pali ditulis menggunakan abjad Thailand, menghasilkan pengucapan bahasa Thailand untuk bahasa Pali. Buddhisme Mahāyāna tidak banyak menggunakan bahasa aslinya, Sanskerta. Dalam beberapa ritual Jepang, teks-teks Cina dibacakan atau dilafalkan dengan pengucapan bahasa Jepang menurut aksara penyusunnya, menghasilkan sesuatu yang tidak dapat dipahami dalam kedua bahasa itu. Dalam Buddhisme Tibet, digunakan bahasa Tibet, tetapi mantra diucapkan dalam bahasa Sanskerta . Agama Kristen Tata ibadah, ritual dan upacara Kristen tidak diperingati menggunakan satu bahasa liturgis tertentu. Gereja-gereja yang melacak asal-usulnya dari para Rasul terus menggunakan bahasa-bahasa baku beberapa abad permulaan Masehi. Ini termasuk: Bahasa Latin Gerejawi dalam Ritus liturgi Latin Gereja Katolik Roma Bahasa Yunani Koine dalam Gereja Ortodoks Yunani dan Gereja Katolik Yunani Gereja Slavia dalam beberapa otosefalus gereja-Gereja Ortodoks Timur dan Sui iuris Gereja-Gereja Katolik Timur Bahasa Georgia tua dalam Gereja Ortodoks Georgia dan Gereja Katolik Georgia Bahasa Klasik Armenia dalam Gereja Apostolik Armenia dan Gereja Katolik Armenia Bahasa Ge'ez dalam Gereja Ortodoks Ethiopia, Gereja Katolik Ethiopia dan Gereja Ortodoks Eritrea Bahasa Koptik dalam Gereja Ortodoks Koptik Aleksandria dan Gereja Katolik Koptik Bahasa Suryani dalam kaum Kristen Siria yang diwakili oleh Gereja Ortodoks Siria, Gereja Timur, Gereja Katolik Kaldea, Gereja Katolik Siria, Gereja Maronit dan Gereja-Gereja Kristen Santo Tomas Bahasa Aram dalam Gereja-Gereja Kristen Santo Tomas Penggunaan ekstensif bahasa Yunani dalam liturgi Gereja Katolik Roma (liturgi Romawi) terus berlanjut, dalam teori; digunakan secara ekstensif secara rutin dalam Misa Kepausan, yang sudah tidak digunakan selama beberapa waktu. Menjelang pemerintahan Paus Santo Damasus I, penggunaan rutin bahasa Yunani dalam liturgi Romawi sudah digantikan sebagian dengan bahasa Latin. Lambat laun, liturgi Romawi memakai lebih banyak perkataan Latin sampai, umumnya, hanya tersisa beberapa kata bahasa Ibrani dan bahasa Yunani. Pengadopsian bahasa Latin lebih lanjut diperkuat ketika Vetus Latina (versi bahasa Latin kuno Alkitab) disunting dan sebagian diterjemahkan ulang dari bahasa asli Ibrani dan Yunani oleh Santo Hieronimus (Jerome) ke dalam Vulgata karyanya. Bahasa Latin terus menjadi bahasa liturgis dan komunikasi Gereja-gereja Ritus Barat. Salah satu alasan praktis adalah karena tidak adanya bahasa baku sehari-hari (vernakular) selama Abad Pertengahan. Agama Hindu Agama Hindu secara tradisional dianggap mempunyai bahasa Sanskerta sebagai bahasa liturgis utama. Agama Islam Bahasa Arab Klasik, atau bahasa Arab Qur'an, adalah bahasa Al-Qur'an. Kaum Muslim memahami bahwa Qur'an adalah ilham ilahi—merupakan suatu dokumen yang sakral dan kekal, karena merupakan perkataan Allah secara langsung. Sedemikian, Qur'an juga benar-benar Qur'an hanya jika tepat seperti saat diilhamkan—yaitu, dalam bahasa Arab Klasik. Terjemahan-terjemahan Qur'an dalam bahasa-bahasa lain tidak dianggap sebagai Qur'an, melainkan sebagai teks penafsiran, yang berusaha mengkomunikasikan suatu terjemahan pesan Qur'an. Agama Yahudi Inti Alkitab Ibrani ditulis dalam bahasa Ibrani Alkitabiah, dirujuk oleh sejumlah orang Yahudi sebagai Lashon Hakodesh (, "Bahasa Kekudusan"; "Language of Holiness"). Bahasa Ibrani (dan dalam sejumlah teks seperti Kaddish, bahasa Yudeo-Aram) tetap menjadi bahasa tradisional ibadah agamawi Yahudi, meskipun penggunaannya sekarang bervariasi menurut denominasi: ibadah Ortodoks hampir seluruhnya dalam bahasa Ibrani, ibadah Reform menggunakan lebih banyak bahasa nasional dan hanya menggunakan bahasa Ibrani untuk sejumlah doa dan kidung, dan ibadah Conservative biasanya di antara keduanya. Daftar bahasa liturgis Antara lain: Bahasa Arab Klasik, bahasa Al-Qur'an; berbeda dengan berbagai bentuk bahasa Arab percakapan kontemporer dalam area leksikal dan gramatika. Bahasa Aram, digunakan dalam sejumlah kitab Tanakh yang lebih muda, sejumlah doa Yahudi, dan Talmud. Bahasa Avesta, bahasa yang digunakan dalam Zend Avesta dan Gatha, teks-teks sakral Zoroastrianisme. Bahasa Ge'ez, pendahulu banyak bahasa Semitik Ethiopia (contoh: Amharik, Tigrinya, Tigre) yang digunakan sebagai bahasa liturgis oleh orang Yahudi Ethiopia dan oleh orang Kristen Ethiopia dan Eritrea (dalam Gereja Tewahedo Ortodoks Ethiopia, Gereja Tewahedo Ortodoks Eritrea, Gereja Katolik Ethiopia dan Gereja Katolik Roma). Bahasa Habla Kongo (atau Habla Bantu) adalah bahasa liturgis berdasarkan bahasa Kongo pada agama Palo yang berasal di Kuba, kemudian menyebar ke negara-negara lain dalam Cekungan Karibea. Bahasa Ibrani Alkitabiah - bahasa penulisan Alkitab Ibrani; berbeda dari bahasa Ibrani percakapan sekarang ini dalam area leksikal dan gramatika. Keturunan terdekat yang masih hidup adalah bahasa Temani (Ibrani Yaman). Bahasa Koptik, suatu bentuk bahasa Mesir kuno, digunakan dalam Gereja Ortodoks Koptik Aleksandria dan Gereja Katolik Koptik. Bahasa Suryani, suatu jenis bahasa Aram, digunakan sebagai bahasa liturgis oleh orang Kristen Suriah yang termasuk dalam Gereja Katolik Kaldea, Gereja Asiria Timur, Gereja Ortodoks Siria, Gereja Katolik Siria, dan Gereja Maronit. Bahasa Tionghoa Klasik, bahasa sastra Tiongkok yang lebih tua dan Konfusianisme, Taoisme, dan di Asia Timur juga dalam teks-teks sakral Buddha Mahayana, yang jelas berbeda dari bahasa Mandarin percakapan kontemporer. Bahasa Yunani Koine, bahasa Kekristenan perdana dan semua kitab Perjanjian Baru. Sekarang merupakan bahasa liturgis Kekristenan Yunani. Jelas berbeda dengan bahasa Yunani Modern, tetapi masih tetap dapat dimengerti oleh pemakai bahasa Yunani Modern. Referensi Bahasa
6042
https://id.wikipedia.org/wiki/Region%20%C3%9Ast%C3%AD%20nad%20Labem
Region Ústí nad Labem
Ústí nad Labem Region (Bahasa Ceko Ústecký kraj) adalah sebuah daerah administratif (Bahasa Ceko: kraj) di barat laut Ceko. Ibu kotanya adalah Ústí nad Labem atau dalam bahasa Jerman: Aussig an der Elbe. Ústí nad Labem
6044
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun%20bahasa%20Dravida
Rumpun bahasa Dravida
Keluarga Bahasa Dravida terdiri atas kurang lebih 26 bahasa yang wilayah sebarnya di India dan Sri Lanka. Namun kawasan tutur Dravida juga terdapat di wilayah-wilayah tertentu di utara India, Nepal, Pakistan, Afganistan dan Iran. Jumlah penutur bahasa-bahasa Dravida secara keseluruhan diperkirakan mencapai 200 juta jiwa. Kelompok Dravida tidak ada hubungan sama sekali dengan keluarga bahasa lain yang dikenal di wilayah tersebut, dan ada yang menduga bahwa rumpun bahasa ini memiliki hubungan dengan bahasa Elamit kuno yang berasal dari baratdaya Iran (David MacAlpin (1975)). MacAlpin lalu mengajukan hipotesis tentang rumpun bahasa Elamo-Dravida. Daftar Bahasa Dravida Bahasa Nasional India dicetak tebal. Selatan Bahasa Tamil Bahasa Kannada Bahasa Malayalam Bahasa Tulu Bahasa Toda Bahasa Kota Bahasa Koraqa Bahasa Badaqa Bahasa Kurumba Bahasa Irula Tengah Bahasa Telugu Bahasa Gondi Bahasa Kolami Bahasa Naiki Bahasa Parji Bahasa Gadaba Bahasa Koya Bahasa Konda Bahasa Manda Bahasa Pengo Bahasa Kui Bahasa Kuvi Barat Laut Bahasa Brahui Timur Laut Bahasa Kurukh Bahasa Malto Lihat pula Dravida Daftar Bahasa Rumpun bahasa Bahasa Dravida
6048
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Hindi
Bahasa Hindi
Bahasa Hindi adalah bahasa resmi di India selain bahasa Inggris, dan bahasa ini merupakan salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di dunia setelah bahasa Tionghoa dan bahasa Inggris. Bahasa ini merupakan saudara kembar bahasa Urdu. Bahasa ini dipertuturkan di India, komunitas di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Kanada, Nepal, serta kelompok kecil peranakan India di Indonesia dan Malaysia. Sejarah Hindi pada mulanya digunakan oleh kebanyakan penduduk India Utara atau Madhyadesa dan Hindavi atau Hindui adalah istilah yang umum dipakai pada masa itu. Ketika dialek Bakha mulai berkembang, India Utara menghadapi serangan dari utara, utamanya dari kesultanan Mughal dan permukimannya di India. Di sinilah situasi mulai membingungkan, para penyerbu tersebut berbahasa ibu Turki, sedangkan untuk bahasa keagamaan adalah bahasa Arab, dan bahasa resmi pemerintahan serta kesusasteraan adalah bahasa Persia. Masyarakat Madhyadesa saat itu sudah mengembangkan bahasa Brajbhasa dan bahasa Awadhi, Dingal dan Maithili. Bahasa Khariboli yang tidak dipakai untuk transaksi resmi maupun kesenian, digunakan untuk skala komunikasi yang lebih luas. Status Khariboli sebagai bahasa resmi ditetapkan pertama kali di Golkunda (saat ini bernama Bijapur dan Hyderabad, Andhra Pradesh serta Karnataka) oleh para penguasa Muslim dan ulama di India Selatan menggunakannya untuk tujuan intelektual. Akhirnya, muncullah istilah zaban-e Hind yang kemudian dinamai Dakhini. Beberapa cendekiawan berpendapat bahwa bahasa Hindi muncul sebagai akibat interaksi antara penduduk asli dan para penyerbu Muslim. Bahasa campuran ini tidak digunakan sebagai bahasa resmi dan disebut zaban-I-Urdu-e-mualla (bahasa tenda) yang kemudian disebut Urdu atau Rekhta. Pada masa itu unsure Bakha dalam bahasa Hindavi banyak diganti dengan kosakata-kosakata dari bahasa Persia. Istilah 'Urdu' baru terdengar setelah 500 tahun penyerbuan Muslim ke India Utara. Pada saat Inggris mulai berkuasa di India, terdapat jurang yang sangat tajam antara dua bentuk verbal tersebut, yakni Hindustani dan Urdu. Hal inilah yang mendorong Gilchrist mendeskripsikan adanya tiga varian yang berbeda, yakni: Bahasa tinggi atau gaya Persia Bahasa menengah Bahasa rakyat (Hindavi) Mahatma Gandhi menyadari propaganda yang dibuat Inggris untuk membesar-besarkan masalah itu khususnya dikotomi Hindi-Urdu. Dia kemudian membuat konsep bahasa persatuan, setelah menerima Hindustani sebagai varian nonformal, dengan Hindi memakai huruf Dewanagari dan Urdu dengan huruf Arab-Persia. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, para cendekiawan bahasa memasukkan berbagai kosakata yang berakar dari Bahasa Sanskerta, dan akibatnya bahasa Hindi dan bahasa Urdu semakin jauh persamaannya. Status bahasa Bahasa Hindi menjadi bahasa nasional India selain bahasa Inggris. Disamping itu menjadi bahasa resmi di negara bagian Himachal Pradesh, New Delhi, Haryana, Uttar Pradesh, Chandigarh, Bihar, Madhya Pradesh dan Rajashtan. Disamping itu, juga dipakai luas di kota Bombai dan Hyderabad. Daerah tutur Sekitar 180 juta orang India menganggap bahasa Hindi sebagai bahasa ibunya, sedangkan 300 juta lainnya menggunakannya sebagai bahasa kedua atau kesekian. Bahasa Hindi juga tersebar di beberapa negara di luar India, seperti di AS (100.000 jiwa), Mauritius (685.170 jiwa), Afrika Selatan (890.292), Yaman (232.760 jiwa), Uganda (147.000 jiwa), Singapura (5.000 jiwa), Selandia Baru (20.000 jiwa), dan Jerman (30.000 jiwa). Selain itu banyak penutur bahasa Hindi yang tinggal di negara-negara seperti: Fiji, Nepal, Suriname, Trinidad & Tobago, Guyana, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Bahasa Hindi makin populer dengan makin tenarnya film-film Bollywood. Bollywood kini semakin diakui di dunia internasional dan bahkan mampu menembus pasar dunia barat. Sistem penulisan Aksara Dewanagari digunakan sebagai abjad resmi dalam penulisan bahasa Hindi. Contoh Namastey! = Halo! Aap kaise hain? = Apa kabar? Mein acchaa hun = Baik-baik Dhanyavad = Terima kasih Aapkaa naam kyaa hai? = Siapa namamu? Meraa naam…..hai = Nama saya…. Alvida!/ Namastey! = Sampai jumpa! Aurat = Wanita Kabab = Kebab Acchaa = Baik Ghar = Rumah Angur = Anggur Lihat pula Saathiya Rujukan Daftar Pustaka Bhatia, Tej K. Colloquial Hindi: The Complete Course for Beginners. London, UK & New York, NY: Routledge, 1996. ISBN 0-415-11087-4 (Book), 0415110882 (Cassettes), 0415110890 (Book & Cassette Course) . Grierson, G. A. Linguistic Survey of India Vol I-XI, Calcutta, 1928, ISBN 81-85395-27-6 McGregor, R. S. (1977), Outline of Hindi Grammar, 2nd Ed., Oxford University Press, Oxford-Delhi, ISBN 0-19-870008-3 (3rd ed.) . . . . . Taj, Afroz (2002) A door into Hindi. Retrieved November 8, 2005. Tiwari, Bholanath ([1966] 2004) हिन्दी भाषा (Hindī Bhasha), Kitab Pustika, Allahabad, ISBN 81-225-0017-X. Kamus Oxford University . Bacaan lanjutan Bhatia, Tej K A History of the Hindi Grammatical Tradition. Leiden, Netherlands & New York, NY: E.J. Brill, 1987. ISBN 90-04-07924-6 Pranala luar The Union: Official Language Official Unicode Chart for Devanagari (PDF) USA Foreign Service Institute (FSI) Hindi basic course Bahasa Indo-Arya Bahasa di India Bahasa berpola subjek–objek–predikat Bahasa yang secara resmi ditulis menggunakan aksara Brahmi Bahasa yang ditulis menggunakan aksara Dewanagari Bahasa yang diakui oleh Sahitya Akademi
6049
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Assam
Bahasa Assam
Bahasa Assam, Assamiya, Cingalese, atau Canarese dan dalam bahasa setempat disebut Osomiya merupakan anak cabang bahasa Indo-Arya paling timur dengan penutur kurang lebih 14 juta jiwa. Daerah persebaran Bahasa Assam dituturkan terutama di negara bagian Assam, India terbentang dari Lakhimpur di timur, hingga Goalpara di ujung barat. Bahasa ini juga dituturkan di Nepal, Bhutan dan Bangladesh Sejarah bahasa Perkembangan bahasa Assam terbagi atas tiga fase: Bahasa Assam Awal Bahasa Assam Madya Bahasa Assam Modern Bahasa Assam Awal (abad 14-16 Masehi) Periode ini dibagi atas dua bagian yakni: pra-Vaishnava, dan Vaishnava. Penulis pertama yang dikenal pada masa itu adalah Hema Sarasvati yang menulis puisi kecil berjudul “Prahraada Charita”. Kemudian pada masa raja Indranarayana dari Kamatapur, dua sastrawan yakni Harihara Vipra dan Kaviratna Sarasvati menyusun Asvamedha Parva dan Jayadratha Vadha. Sastrawan lain seperti Rudra Kandali juga menerjemahkan ‘Drona Parva’ ke dalam bahasa Assam. Akan tetapi, karya yang paling terkenal sepanjang masa pra-Vaishnava adalah terjemahan Ramayana ke dalam bahasa Assam yang dibuat oleh Madhava Kandali, di bawah pengawasan Mahamanikya, raja Jayantapura. Sedangkan karya yang dibuat pada era Vaishnava adalah karya Sankara Deva (lahir 1449 M) yakni Braja-Buli Bahasa Assam Pertengahan== (abad 17-19 Masehi) Periode ini ditandai dengan berkuasanya kerajaan Ahom. Pada mulanya, Ahom menggunakan bahasa yang terkait dengan keluarga Sino-Tibet. Namun ketika orang Ahom beralih menggunakan bahasa Assam, maka banyak kisah-kisah kerajaan yang ditulis ke dalam bahasa ini. Diantaranya Buranji yang melenceng dari kisah-kisah keagamaan. Bahasa Assam Modern (abad 19-sekarang) Ditandai dengan penerbitan injil dalam bahasa ini oleh para misionaris Baptis Amerika pada tahun 1819 M. Misionaris tersebut menggunakan dialek Sibsagar dari timur Assam sebagai bahasa baku. Para misionaris ini kemudian membuat suatu penerbitan bulanan yang dinamai Arunodaya pada tahun 1846 M kemudian dilanjutkan dengan diterbitkannya buku tata bahasa Assam untuk pertama kalinya pada tahun 1848 M, oleh N.Brown, sedangkan kamus Assam-Inggris untuk pertama kalinya ditulis oleh M.Bronson pada tahun 1867. Dari sinilah kemudian bahasa Assam dijadikan sebagai bahasa resmi wilayah Assam setelah pada tahun 1836 sempat dilarang digunakan di sekolah-sekolah, kantor, dan kegiatan formal lainnya. Sistem penulisan Sistem penulisan bahasa Assam hampir serupa dengan huruf Bengali. Namun, dengan sedikit perbedaan pada huruf ‘r’ dan ‘w’ (huruf w hampir tidak dikenal dalam bahasa Bengali). Huruf Assam mempunyai 33 konsonan dan 10 huruf vokal serta 122 huruf kombinasi. Contoh Nomoskar = Halo Apuni kene ache? = Apa kabar? Moi bhale achu = Baik-baik Dhonyobad = Terima kasih Tomar nam ki? = Siapa namamu? Mor nam…… = Nama saya….. Biday = Sampai jumpa Kembali ke: Daftar Bahasa Rujukan Bahasa Indo-Arya
6050
https://id.wikipedia.org/wiki/90377%20Sedna
90377 Sedna
90377 Sedna (simbol: ) adalah sebuah objek trans-Neptunus yang ditemukan oleh Michael E. Brown (Caltech), Chad Trujillo (observatorium Gemini) dan David Rabinowitz (Universitas Yale) pada 14 November 2003. Pada waktu ditemukan, Sedna merupakan benda langit dalam Tata Surya terjauh yang pernah diamati pada saat itu. Diameter Sedna sekitar 1.180 sampai 1.800 km dengan massa 1,7 - 6,1 x 1021 kg. Perihelion Sedna 76,156 AU sedangkan aphelion-nya 975,056 AU. Sedna membutuhkan 12.000 tahun untuk satu kali mengorbit Matahari. Nama Nama Sedna diambil dari nama dewi laut bangsa Inuit, yang secara mitologis tinggal di dasar samudra Artik. Referensi Objek trans-Neptunus
6053
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Bishnupriya%20Manipuri
Bahasa Bishnupriya Manipuri
Bishnupriya Manipuri adalah anak bahasa Indo-Arya paling timur dan keturunan langsung dari bahasa Sanskerta. Bahasa ini dituturkan oleh kelompok Arya di wilayah Manipur, India. Namun mereka juga tersebar di Assam, Tripura, Meghalaya dan Arunachal Pradesh, serta di Bangladesh, khususnya distrik Moulvibazaar, Sylhet, Habigonj, Sunamgonj dan Dhaka. Persebaran ini diakibatkan berpindahnya kelompok tersebut dari Manipur pada abad ke-18. Jumlah penutur bahasa ini diperkirakan mencapai 450.000 jiwa. Bishnupriya Manipuri memiliki 10.000 kata yang berakar dari bahasa Sanskerta, 8.000 kata dari Tadbava (Indo Aria Kuno), 6.000 kata asli, 4.000 kata dari bahasa Meithei serta sejumlah kecil dari Bengali dan Assam. Bahasa ini jangan dirancukan dengan bahasa Meithei yang juga disebut Manipuri. Dialek Bishnupriya terdiri atas dua dialek yakni: Rajar Gang (dialek raja) dan Madoi Gang (dialek ratu). Untuk sistem penulisannya, Bishnupriya Manipuri menggunakan sistem tulis yang serupa dengan bahasa Bengali. Contoh: Kisare kita? / Kime' kisaade? = Apa kabar? Mi boli iya asu/ Mi hoba = Baik-baik saja Tor nanghan kihan? / Tor ki nang? = Siapa namamu? Mor nanghan..../ Mor nang.... = Nama saya..... Thakat = terima kasih Catatan Bishnupriya Manipuri
6057
https://id.wikipedia.org/wiki/Tembok%20Pemisah%20Israel
Tembok Pemisah Israel
Tembok Pemisah Israel, adalah sebuah tembok pemisah di antara daerah Israel yang sejati dan daerah-daerah Palestina. Israel membangun tembok ini guna menanggulangi ancaman bom bunuh diri dari daerah Palestina. Tetapi tembok ini banyak dikecam dunia karena tembok ini mengganggu kehidupan bangsa Palestina serta dituduh mencaplok daerah yang statusnya belum begitu jelas. Sebenarnya dunia internasional tidak berkeberatan Israel membangun tembok ini asalkan menurut perbatasan sesuai garis gencatan senjata tahun 1949. Setelah selesai, panjang pemisah ini seluruhnya adalah sekitar . Sepanjang 90% dari pemisah itu merupakan pagar dengan pemisah vehikel berkawat duri dikelilingi oleh daerah ekslusi rata-rata selebar , dan 10% pemisah ini merupakan tembok beton setinggi . Sampai tahun 2012, pemisah ini (62.1%) telah selesai dibangun, (8%) sedang dikerjakan dan (29.9%) masih direncanakan, tetapi belum dimulai pembangunannya. Pemisah ini umumnya dibangun di Tepi Barat dan sebagian menyusuri garis batas "1949 Armistice Agreements", atau "garis hijau" (Green Line) antara Tepi Barat Israel dan Palestina. Menurut organisasi hak-hak manusia Israel "B'Tselem", 8.5% area Tepi Barat itu berada di wilayah Israel dari pemisah tersebut, and 3.4% di sisi lain, tetapi "sebagian atau seluruhnya dikelilingi". Seni grafiti pada Tembok Pemisah Israel Referensi Palestina Israel
6058
https://id.wikipedia.org/wiki/Palestina%20%28wilayah%29
Palestina (wilayah)
Palestina ( , , ; , Palaistinē; ; bahasa Ibrani: פלשתינה Palestina) adalah sebuah wilayah geografis di Timur Tengah antara Laut Tengah dan Sungai Yordan. Nama "Palestina" digunakan oleh penulis-penulis Yunani Kuno, dan kemudian digunakan untuk provinsi Romawi Syria Palaestina, provinsi Romawi Timur Palaestina Prima dan provinsi Umayyah dan Abbasiyah Jund Filastin. Wilayah ini juga dikenal sebagai Tanah Israel (bahasa Ibrani: ארץ־ישראל Eretz-Yisra'el), Tanah Suci, Levant Selatan, Cisjordan, dan secara historis dikenal dengan nama-nama lainnya seperti Kanaan, Suriah Selatan dan Kerajaan Yerusalem. Terletak di lokasi yang strategis, di antara Mesir, Suriah dan Jazirah Arab, dan tempar lahirnya Agama Yahudi dan Kekristenan, wilayah ini mempunyai sejarah yang panjang dan riuh sebagai persimpangan untuk agama, budaya, peradagangan dan politik. Wilayah ini telah dikuasai oleh berbagai bangsa, yaitu: Orang Mesir Kuno, Orang Kanaan, Bani Israil, Orang Assyiria, Orang Babilonia, Orang Farsi, Orang Yunani Kuno, Orang Romawi, Orang Romawi Timur, Kekhalifahan Arab Sunni, Kekhalifahan Fatimiyah Syi'ah, Orang Salibi, Ayyubiyyah, Mamluk, Kesultanan Utsmaniyah, Orang Britania, Orang Israel modern dan Bangsa Palestina. Batas-batas dari wilayah ini selalu berubah sepanjang sejarah, dan terakhir kali ditetapkan pada zaman modern oleh Persetujuan batas Prancis-Britania (1920) dan Nota Transyordania (tanggal 16 September 1922), selama periode Mandat Palestina. Sekarang, wilayah ini terdiri dari Negara Israel dan Negara Palestina. Etimologi Istilah Peleset (Transliterasi dari Hieroglif Mesir sebagai P-r-s-t) ditemukan di berbagai dokumen Mesir yang merujuk kepada sebuah bangsa atau tanah yang berdekatan, bermula dari sekitar tahun 1150 SM selama Dinasti kedua puluh Mesir. Penyebutan pertama diperkirakan ada di dalam teks-teks dari Kuil Medinet Habu, yang merekam sebuah bangsa yang disebut Peleset ada di antara Bangsa Laut, yang menyerbu Mesir pada masa berkuasanya Ramses III, kemudian diikuti oleh sebuah ukiran pada Patung Padiiset. Orang Assyria menyebut wilayah ini sebagai Palashtu (Palasthu) atau Pilistu, dimulai Adad-nirari III pada Lempeng Nimrod sekitar tahun 800 SM, sampai kaisar Sargon II, dalam hikayatnya sekitar 1 abad setelah Lempeng Nimrod. Geografi Palestina terletak di bagian barat benua Asia yang membentang antara garis lintang meridian 15-34 dan 40-35 ke arah timur, dan antara garis lintang meridian 30-29 dan 15-33 ke arah utara. Palestina membentuk bagian tenggara dari kesatuan geografis yang besar di belahan timur dunia Arab yang disebut dengan negeri Syam. Selain Palestina, negeri Syam terdiri dari Lebanon, Suriah dan Yordania. Pada awalnya negara-negara ini punya perbatasan yang kolektif di luar perbatasannya dengan Mesir. Perbatasan Palestina dimulai dari Lebanon di Ras El-Nakoura di wilayah Laut Tengah (Laut Mediterania) dan dengan garis lurus mengarah ke timur sampai ke daerah di dekat kota kecil Lebanon yaitu kota Bent Jubayel, di mana garis pemisah antara kedua negara ini miring ke Utara dengan sudut yang hampir lurus. Pada titik ini, perbatasan berada mengitari mata air Sungai Yordan yang menjadi bagian dari Palestina dalam jalan kecil yang membatasinya dari wilayah Timur dengan wilayah Suriah dan danau Al Hola, Lout dan Tabariyya. Perbatasan dengan Yordania dimulai di wilayah selatan danau Tabariyya pada pembuangan sungai Al Yarmouk. Terus sepanjang Sungai Yordan. Dari mata air Sungai Yordan, perbatasan ini ke arah Selatan membelah pertengahan Laut Mati secara geometrikal dan lembah Araba, hingga sampai pada daerah Aqaba. Perbatasan dengan Mesir dapat digambarkan dengan garis yang hampir membentuk garis lurus yang membelah antara daerah semi-pulau Seena dan padang pasir Al Naqab. Perbatasan ini dimulai di Rafah di Laut Tengah hingga sampai ke daerah Taba di Teluk Aqaba. Di bagian Barat, Palestina terletak di sebelah perairan lepas internasional dari Laut Tengah dengan jarak sekitar 250 km dari Ras El-Nakoura di belah selatan hingga Rafah di bagian selatan. Karena lokasinya terletak di pertengahan negara-negara Arab, Palestina membentuk kombinasi geografis yang natural dan humanistik bagi medan terestrial yang luas yang memuat kehidupan orang-orang asli Badui di wilayah selatan dan gaya pendudukan yang sudah lama di bagian utara. Tanah Palestina punya keistimewaan dibanding dengan daerah lain karena merupakan bagian dari tempat diturunkannya semua agama samawi, tempat di mana peradaban kuno muncul, menjadi jembatan aktivitas komersial dan tempat penyusupan ekspedisi militer di sepanjang era bersejarah yang berbeda. Lokasi strategis yang dinikmati Palestina memungkinkannya untuk menjadi faktor penghubung antara berbagai benua bagi dunia kuno Asia, Afrika dan Eropa. Palestina juga menjadi tempat yang dijadikan pintu masuk bagi perjalanan ke negara-negara tetangga. Ia menjadi jembatan penghubung bagi manusia sejak dahulu kala, sebagaimana ia juga menikmati lokasi sentral (Pusat) yang memikat sebagian orang yang mau bermukim dan hidup dalam kemakmuran. Pemerintahan Pada saat ini daerah Palestina terbagi menjadi dua entitas politik: Daerah negara Israel Daerah Otoritas Nasional Palestina, yaitu sebagian besar Tepi Barat dan seluruh Jalur Gaza Sejarah Lihat pula Organisasi Pembebasan Palestina Yasser Arafat Konflik Israel dan Palestina Hamas Israel Referensi Pranala luar Pusat Informasi Palestina Sejarah Palestina dan Rakyatnya WAFA – kantor berita Palestina Palestine.ma The Palestine Chronicle Welcome to Palestine The Hope Simpson Report (London, 1930) Palestine Royal Commission Report (the Peel Report) (London, 1937) Report to the Council of the League of Nations (1928) Report to the Council of the League of Nations (1929) Report to the Council of the League of Nations (1934) Report to the Council of the League of Nations (1935) www.mideastweb.org – A website with a wealth of statistics regarding population in Palestine Coins and Banknotes of Palestine under the British Mandate WorldStatesmen- Maps, flags, chronology, see Israel and Palestinian National Authority hWeb – Israel-Palestine in Maps Palestine Fact Sheet from the Common Language Project 1911 Encyclopedia description of Palestine Liberal Democrat Friends of Palestine History of the Palestine Problem, UN website Peta Sykes-Picot Agreement, 1916 1947 UN Partition Plan 1949 Armisitice Lines Israel After 1949 Armistice Agreements Liberal Democrat Friends of Palestine The Ottoman Palestine Pictures Pustaka Abu-Lughod, Ibrahim (1971). (Ed)., The Transformation of Palestine. Illinois: Northwestern Press. Avneri, Arieh (1984), The Claim of Dispossession, Tel Aviv: Hidekel Press Bachi, Roberto (1974), The Population of Israel, Jerusalem: Institute of Contemporary Jewry, Hebrew University Belfer-Cohen, Anna and Bar-Yosef, Ofer (2000). Early Sedentism in the Near East. A Bumpy Ride to Village Life. In Ian Kuijt (Ed.). Life in Neolithic Farming Communities: Social Organization, Identity, and Differentiation. Springer. ISBN 0-306-46122-6 Biger, Gideon (1981). Where was Palestine? Pre-World War I perception, AREA (Journal of the Institute of British Geographers) Vol 13, No. 2, pp. 153–160. Broshi, Magen (1979). The Population of Western Palestine in the Roman-Byzantine Period, Bulletin of the American Schools of Oriental Research, No. 236, p. 7, 1979. Byatt, Anthony (1973). Josephus and population numbers in first century Palestine. Palestine Exploration Quarterly, 105, pp. 51–60. Chancey, Mark A. (2005). Greco-Roman Culture and the Galilee of Jesus. Cambridge University Press. ISBN 0-521-84647-1 Chase, Kenneth (2003). Firearms: A Global History to 1700. Cambridge University Press. ISBN 0-521-82274-2 Doumani, Beshara (1995). Rediscovering Palestine: Merchants and Peasants in Jabal Nablus 1700–1900. UC Press. ISBN 0-520-20370-4 Ember, Melvin & Peregrine, Peter N. (2002). Encyclopedia of Prehistory. Springer. ISBN 0-306-46262-1 Farsoun, Samih K. and Naseer Aruri (2006), Palestine and the Palestinians, Westview Press, 2nd edition, ISBN 0-8133-4336-4 Finkelstein, I, Mazar, A and Schmidt, B. (2007). The Quest for the Historical Israel. The Society of Biblical Literature. ISBN 978-1-58983-277-0 Gelber, Yoav (1997). Jewish-Transjordanian Relations 1921–48: Alliance of Bars Sinister. London: Routledge. ISBN 0-7146-4675-X Gerber, Haim (1998). "Palestine" and other territorial concepts in the 17th century, International Journal of Middle East Studies, Vol 30, pp. 563–572. Gilbar, Gar G. (ed.), Ottoman Palestine: 1800–1914. Leiden: Brill. ISBN 90-04-07785-5 Gilbar, Gar G. (1986). The Growing Economic Involvement of Palestine With the West, 1865–1914. In David Kushner (Ed.). Palestine in the Late Ottoman Period: Political, Social and Economic Transformation. Brill Academic Publishers. ISBN 90-04-07792-8 Gilbert, Martin (2005). The Routledge Atlas of the Arab-Israeli Conflict. Routledge. ISBN 0-415-35900-7 Gottheil, Fred M. (2003) The Smoking Gun: Arab Immigration into Palestine, 1922–1931, Middle East Quarterly, X(1). Hansen, Mogens Herman (Ed.) (2000). A Comparative Study of Thirty City-state Cultures: An Investigation. Kgl. Danske Videnskabernes Selskab. ISBN 87-7876-177-8 Harris, David Russell (1996). The Origins and Spread of Agriculture and Pastoralism in Eurasia. Routledge. ISBN 1-85728-537-9 Hayes, John H. and Mandell, Sara R. (1998). The Jewish People in Classical Antiquity: From Alexander to Bar Kochba. Westminster John Knox Press. ISBN 0-664-25727-5 Hughes, Mark (1999). Allenby and British Strategy in the Middle East, 1917–1919. London: Routledge. ISBN 0-7146-4920-1 Ingrams, Doreen (1972). Palestine Papers 1917–1922. London: John Murray. ISBN 0-8076-0648-0 Khalidi, Rashid (1997). Palestinian Identity. The Construction of Modern National Consciousness. Columbia University Press. ISBN 0-231-10515-0 Johnston, Sarah Iles (2004). Religions of the Ancient World: A Guide. Harvard University Press. ISBN 0-674-01517-7 Karpat, Kemal H. (2002). Studies on Ottoman Social and Political History. Brill. ISBN 90-04-12101-3 Katz, Shmuel (1973) Battleground: Fact and Fantasy in Palestine Shapolsky Pub; ISBN 0-933503-03-2 Killebrew, Ann E. (2005). Biblical Peoples and Ethnicity: An Archaeological Study of Egyptians, Canaanites, Philistines and Early Israel 1300-1100 BCE. Society of Biblical Literature. ISBN 1-58983-097-0 Kimmerling, Baruch and Migdal, Joel S. (1994). Palestinians: The Making of a People, Harvard University Press. ISBN 0-674-65223-1 Köchler, Hans (1981). The Legal Aspects of the Palestine Problem with Special Regard to the Question of Jerusalem. Vienna: Braumüller. ISBN 3-7003-0278-9 Kurz, Anat N. (2005) Fatah and the Politics of Violence: The Institutionalization of a Popular Struggle. Sussex Academic Press. ISBN 1-84519-032-7, 9781845190323. Lewis, B. (1993). Islam in History: Ideas, People and Events in the Middle East. Open Court Publishing. ISBN 0-8126-9518-6 Le Strange, Guy (1965). Palestine under the Moslems (Originally published in 1890; reprinted by Khayats) ISBN 0-404-56288-4 Loftus, J. P. (1948), Features of the demography of Palestine, Population Studies, Vol 2 Louis, Wm. Roger (1969). The United Kingdom and the Beginning of the Mandates System, 1919–1922. International Organization, 23(1), pp. 73–96. McCarthy, Justin (1990). The Population of Palestine. Columbia University Press. ISBN 0-231-07110-8. Mandel, Neville J. (1976). The Arabs and Zionism Before World War I. University of California Press. ISBN 0-520-02466-4 Maniscalco, Fabio. (2005). Protection, conservation and valorisation of Palestinian Cultural Patrimony Massa Publisher. ISBN 88-87835-62-4. Metzer, Jacob (1988). The Divided Economy of Mandatory Palestine. Cambridge University Press. Mills, Watson E. (1990). Mercer Dictionary of the Bible. Mercer University Press. ISBN 0-86554-373-9 Pastor, Jack (1997). Land and Economy in Ancient Palestine. London: Routledge. ISBN 0-415-15960-1 Porath, Yehoshua (1974). The Emergence of the Palestinian-Arab National Movement, 1918–1929. London: Frank Cass. ISBN 0-7146-2939-1 Redmount, Carol A. 'Bitter Lives: Israel in and out of Egypt' in The Oxford History of the Biblical World, ed: Michael D. Coogan, (Oxford University Press: 1999) Rogan, Eugene L. (2002). Frontiers of the State in the Late Ottoman Empire: Transjordan, 1850–1921. Cambridge University Press. ISBN 0-521-89223-6. Rosen, Steven A. (1997). Lithics After the Stone Age: A Handbook of Stone Tools from the Levant. Rowman Altamira. ISBN 0-7619-9124-7 Sachar, Howard M. (2006). A History of Israel: From the Rise of Zionism to Our Time, 2nd ed., revised and updated. New York: Alfred A. Knopf. ISBN 0-679-76563-8 Said, Edward W. and Christopher Hitchens (2001). Blaming the Victims: Spurious Scholarship and the Palestinian Question. Verso. ISBN 1-85984-340-9. Schlor, Joachim (1999). Tel Aviv: From Dream to City. Reaktion Books. ISBN 1-86189-033-8 Scholch, Alexander (1985) "The Demographic Development of Palestine 1850-1882", International Journal of Middle East Studies, XII, 4, November 1985, pp. 485–505 Shahin, Mariam (2005). Palestine: A Guide, Interlink Books. ISBN 1-56656-557-X Schmelz, Uziel O. (1990) Population characteristics of Jerusalem and Hebron regions according to Ottoman Census of 1905. In Gar G. Gilbar, ed., Ottoman Palestine: 1800–1914.Leiden: Brill. Shiloh, Yigal (1980). The Population of Iron Age Palestine in the Light of a Sample Analysis of Urban Plans, Areas, and Population Density, Bulletin of the American Schools of Oriental Research, No. 239, p. 33, 1980. Sicker, Martin (1999). Reshaping Palestine: From Muhammad Ali to the British Mandate, 1831–1922. Praeger/Greenwood. ISBN 0-275-96639-9 Stearns, Peter N. Twain, Mark (1867). Innocents Abroad. Penguin Classics. ISBN 0-14-243708-5 UNSCOP Report to the General Assembly Westermann, Großer Atlas zur Weltgeschichte. ISBN 3-07-509520-6 Whitelam, Keith (1997). The Invention of Ancient Israel: The Silencing of Palestinian History, Routledge, ISBN 0-415-10759-8, ISBN 978-0-415-10759-4 Buku Ensiklopedia Indonesia. |} Teritori Palestina Yahudi Wilayah yang dipertentangkan
6063
https://id.wikipedia.org/wiki/Vivere%20pericoloso
Vivere pericoloso
Vivere pericoloso, adalah sebuah frasa bahasa Italia (dari kata vivere, "hidup", dan pericoloso, "berbahaya") yang berarti "hidup penuh bahaya" atau "hidup menyerempet bahaya". Namun dalam bahasa Italia, bentuk yang benar adalah vivere pericolosamente. Di Indonesia, ungkapan ini dipopulerkan oleh Bung Karno pada tahun 1964 sebagai judul pidato kenegaraan pada peringatan HUT ke-19 RI Tahun Vivere Pericoloso (disingkat Tavip), kira-kira setahun sebelum terjadinya peristiwa Gerakan 30 September. Ungkapan ini juga dipakai oleh surat kabar Sinar Harapan untuk rubrik pojok kritiknya. Judul pidato Soekarno itu menginspirasi Christopher Koch, penulis Australia, untuk menulis novel yang terbit pada tahun 1978 di Australia, The Year of Living Dangerously, yang kemudian dijadikan film berjudul sama. Film produksi Australia buatan tahun 1982 ini dibintangi oleh artis-artis terkenal seperti Mel Gibson, Sigourney Weaver, dan Linda Hunt. Kisahnya dilatarbelakangi keadaan di Jakarta pada tahun 1965 menjelang dan saat terjadinya peristiwa G 30 S/PKI. Pranala luar Cuplikan video dokumentasi Tahun Vivere Pericoloso di YouTube Kata dan frasa Italia Sejarah Indonesia
6064
https://id.wikipedia.org/wiki/The%20Year%20of%20Living%20Dangerously%20%28film%29
The Year of Living Dangerously (film)
The Year of Living Dangerously adalah film drama romantik buatan Australia yang menceritakan kisah petualangan seorang wartawan Australia yang ditugaskan meliput situasi di Jakarta/Indonesia pada tahun 1965, sebelum hingga saat G30S. Karya layar lebar ini didasarkan pada novel Christopher Koch berjudul sama dan disutradarai oleh Peter Weir, berkewarganegaraan Australia, dan dirilis pada tahun 1983. Film ini dibintangi oleh artis-artis terkenal seperti Mel Gibson (sebagai Guy Hamilton), Sigourney Weaver (sebagai Jill Bryant), dan Linda Hunt (sebagai Billy Kwan). Melalui perannya di film inilah Mel Gibson terangkat namanya di panggung sinema dunia. Aktris Linda Hunt, yang berperan sebagai kontak Guy Hamilton, dianugerahi penghargaan untuk Aktris Pendukung Terbaik pada Perayaan Academy Award tahun 1983. Ini adalah Piala Oscar pertama yang diberikan kepada pemain yang berperan alih-jender karena Linda Hunt memerankan tokoh pria, Billy Kwan. Peran Sukarno dilakonkan oleh Mike Emperio. Pembuatan film ini dilakukan di Filipina, setelah sebelumnya permohonan untuk syuting di Indonesia tidak dikabulkan. Judul film, The Year of Living Dangerously, merujuk pada judul pidato kenegaraan Presiden Soekarno tanggal 17 Agustus 1964, "Tahun Vivere Pericoloso", yang dikenal dengan singkatan TAVIP. Ungkapan bahasa Italia vivere pericoloso berarti "hidup dalam situasi berbahaya". Oleh pemerintahan Orde Baru film ini dilarang beredar di Indonesia karena dianggap menggambarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan sejarah. Di dalam film ini terdapat adegan penembakan massal yang dilakukan oleh sepasukan tentara berbaret merah. Larangan ini dicabut pada tahun 1999, setelah rezim Orde Baru berakhir. Pranala luar Info di impawards.com Year of Living Dangerously, The Film Australia tahun 1982 Year of Living Dangerously, The Film dicekal Indonesia Film yang berlatar di Indonesia
6065
https://id.wikipedia.org/wiki/Afrika%20Utara
Afrika Utara
Daftar negara-negara di Afrika Utara, menurut definisi PBB: Aljazair Libya Maroko Mesir Sahara Barat Tunisia Daerah Afrika Utara dibatasi gurun Sahara dengan daerah Afrika yang lainnya. Data umum Kota Kota di Afrika Utara Lihat pula Timur Tengah Referensi Pranala luar North of Africa Afrika
6068
https://id.wikipedia.org/wiki/Hamzah%20Haz
Hamzah Haz
Dr. H. Hamzah Haz, M.A., Ph.D. () adalah Wakil Presiden Republik Indonesia kesembilan yang menjabat sejak tahun 2001 bersamaan dengan naiknya Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Republik Indonesia. Dalam kepartaian, Hamzah Haz menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 1998–2007. Kehidupan awal Pada 1961 setelah lulus dari Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) di Pontianak, ia menjadi Wartawan surat kabar Bebas, Hamzah pernah kuliah di Yogyakarta sampai lulus pada 1965 dan melanjutkan kuliah di Jurusan Ilmu Perusahaan Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak. Selama menuntut ilmu di Pontianak, ia juga merupakan Ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak.. Karier Pada tahun 1971 Hamzah pernah menjadi Wakil Ketua DPW Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Barat, setelah itu dia menjadi wakil rakyat bagi NU pada tahun itu juga. Pasca terjadinya fusi antara Nahdlatul Ulama (NU) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hamzah aktif bergerak menjadi anggota DPR bagi PPP serta menjadi pengurus penting PPP sampai akhirnya menjabat mejadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu. Pada 1998, Hamzah Haz diangkat menjadi Menteri Negara Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh Presiden Habibie, tetapi ia mengundurkan diri setelah satu tahun menjabat akibat desakan masyarakat agar pimpinan partai tidak menjabat menteri. Kemudian, pada 6 Oktober 1999, Hamzah Haz terpilih sebagai Wakil Ketua DPR-RI untuk periode 1999–2004. Baru beberapa minggu jadi Wakil Ketua DPR-RI, Presiden Abdurrahman Wahid memintanya menjadi menteri pada Kabinet Persatuan Nasional sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dia kembali menerima amanat tersebut, dan kembali pada 26 November 1999. Hamzah kembali mengundurkan diri dengan alasan yang sama dan ingin fokus ke partai. Aksi pengunduran itu juga merupakan aksi pengunduran diri pertama dalam kabinet Persatuan Nasional, setelah Hamzah hanya menjabat selama dua bulan. Puncak karier politik Hamzah Haz adalah ketika ia berhasil menjabat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia menggantikan Megawati Soekarnoputri yang saat itu naik jabatan menjadi Presiden Republik Indonesia menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid yang diberhentikan melalui Sidang Istimewa MPR yang dipimpin Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat saat itu, Amien Rais. Dalam pemilihan Wakil Presiden yang dilakukan oleh 700 orang anggota MPR tersebut, Hamzah Haz berhasil unggul dari Susilo Bambang Yudhoyono dan Akbar Tandjung. Pada Pemilu 2004, Partai Persatuan Pembangunan meraih posisi keempat, berada di bawah Partai Kebangkitan Bangsa dengan 8,15% suara, sehingga Hamzah Haz dicalonkan sebagai calon presiden oleh partainya, PPP, berpasangan dengan Agum Gumelar sebagai calon wakil presiden, tetapi ia kalah dengan perolehan suara hanya 3%. Pemikiran Menjelang Pemilu 2014, Hamzah Haz mengungkapkan bahwa suatu hal yang nasionalis dan agamais patut untuk digabungkan agar berhasil memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Ungkapan tersebut sejalan dengan dukungan Hamzah kepada Joko Widodo agar mencalonkan diri menjadi presiden pada Pemilu 2014 dan juga imbauan untuk Jokowi agar memilih wakil presiden dari jajaran agamawan. Kehidupan pribadi Hamzah Haz bergelar Ph.D (S3 / doktoral) dari American World University, Referensi Pranala luar Tokoh Indonesia: Hamzah Haz Poligamis Tokoh Angkatan 66 Tokoh Nahdlatul Ulama Tokoh Kalimantan Barat Tokoh Melayu Indonesia Tokoh dari Ketapang Tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Politikus Indonesia Wakil Presiden Indonesia Menteri Koordinator Indonesia Menteri Indonesia Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Politikus Partai Persatuan Pembangunan Ketua Partai Persatuan Pembangunan Anggota DPR/MPR 1982-1987 Anggota DPR RI 1987–1992 Anggota DPR RI 1992–1997 Anggota DPR RI 1999–2004 Anggota DPR RI 1971–1977 Anggota DPR RI 1977–1982 Anggota DPR RI 1982–1987 Anggota DPR RI 1997–1999 Penerima Bintang Republik Indonesia Adipradana Penerima Bintang Mahaputera Adipurna Penerima Bintang Mahaputera Adipradana
6069
https://id.wikipedia.org/wiki/Amien%20Rais
Amien Rais
Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, M.A., Ph.D. () adalah politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Syuro Partai Ummat sejak awal dideklarasikan pada tanggal 29 April 2021. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia sejak 3 Oktober 1999 hingga 30 September 2004. Ia dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah. Ia juga dikenal sebagai pendiri Partai Amanat Nasional dan pendiri Partai Ummat. Namanya mulai mencuat ke kancah perpolitikan Indonesia sebagai salah satu orang yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah menjelang berakhirnya kekuasaan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Setelah partai-partai politik dihidupkan kembali pada masa pemerintahan Presiden B. J. Habibie, dirinya ikut mendeklarasikan pendirian Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menjabat sebagai Ketua Umum PAN sejak partai tersebut berdiri sampai tahun 2005 dan tidak mencalonkan diri sebagai Ketua Umum di Kongres II. Amien menyatakan keluar dari partai besutannya itu, karena merasa PAN tidak sesuai lagi dengan asas dan gagasannya seperti dahulu. Ia bersama beberapa tokoh politik dan para loyalis beliau lainnya bersama pendukungnya di seluruh Indonesia, mendirikan organisasi politik baru bernama Partai Ummat pada tanggal 28 April 2021. Saat ini menjadi Ketua Majelis Syura Partai Ummat dan menujuk Dr. Ing. H. Ridho Rahmadi, S.Kom., M.Sc. sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Ummat untuk periode awal. Kehidupan pribadi Lahir di Surakarta pada 26 April 1944, Amien dibesarkan dalam keluarga aktivis Muhammadiyah. Orangtuanya, aktif di Muhammadiyah cabang Surakarta, yakni ibunya Sudalmijah Suhud Rais yang menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Surakarta sejak 1942 hingga 1952. Ia menikah dengan Kusnasriyati Sri Rahayu pada 1969. Dari pernikahannya, mereka dikaruniai lima orang anak, yaitu Ahmad Hanafi Rais, Hanum Salsabiela Rais, Ahmad Mumtaz Rais, Tasniem Fauzia Rais, dan Ahmad Baihaqi. Tanggal 8 Oktober 2011 putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, menikah dengan Futri Zulya Safitri, putri dari Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Karier awal Sejak lulus sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 1968 dan lulus Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1969) Amien melanglang ke berbagai negara dan baru kembali tahun 1984 dengan menggenggam gelar master (1974) dari Universitas Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat dan gelar doktor ilmu politik dari Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Amien kemudian menjadi seorang dosen pada Universitas Gadjah Mada. Ia bergiat pula dalam Muhammadiyah, ICMI, BPPT, dan beberapa organisasi lain. Terjun ke politik Amien membentuk Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998 dengan platform nasionalis terbuka. Ketika hasil pemilu 1999 tidak memuaskan bagi PAN, Amien masih mampu berhasil menjadi Ketua MPR RI. Posisinya tersebut membuat peran Amien begitu besar dalam perjalanan politik Indonesia saat ini. Pada 1999, Amien urung maju dalam pemilihan presiden. Ia maju sebagai calon presiden bersama Siswono Yudo Husodo pada pilpres 2004, akan tetapi kalah dan hanya meraih kurang dari 15% suara nasional. Pada 2006 Amien turut mendukung evaluasi kontrak karya terhadap PT Freeport Indonesia. Setelah terjadi Peristiwa Abepura, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar secara tidak langsung menuding Amien Rais dan LSM terlibat dibalik peristiwa ini. Tapi hal ini kemudian dibantah kembali oleh Syamsir Siregar. Pada Mei 2007, Amien Rais mengakui bahwa semasa kampanye pemilihan umum presiden pada tahun 2004, ia menerima dana non bujeter Departemen Kelautan dan Perikanan dari Menteri Perikanan dan Kelautan, Rokhmin Dahuri sebesar Rp 200 juta. Ia sekaligus menuduh bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden lainnya turut menerima dana dari departemen tersebut, termasuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla yang kemudian terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Kontroversi Pada Juni 2017 nama Amien Rais disebut oleh jaksa KPK dalam persidangan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Siti Fadilah Supari. Dalam surat tuntutan jaksa, sejumlah uang yang diterima sebagai keuntungan pihak swasta juga mengalir ke rekening Amien Rais. Awalnya, pada September 2005, Siti beberapa kali bertemu dengan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika dan Nuki Syahrun, selaku Ketua Soetrisno Bachir Foundation (SBF). Nuki merupakan adik ipar Soetrisno Bachir. Menurut jaksa, berdasarkan fakta persidangan, penunjukan langsung yang dilakukan Siti terhadap PT Indofarma merupakan bentuk bantuan Siti terhadap Partai Amanat Nasional (PAN). Pengangkatan Siti sebagai Menteri Kesehatan merupakan hasil rekomendasi Muhammadiyah. Tak lama kemudian, Soetrisno Bachir memberikan klarifikasi bahwa Amien Rais tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi yang sedang ditangani KPK, sehingga diduga menjadi alasan mengapa Amien Rais tidak pernah dipanggil KPK. Pada era Presiden Abdurahman wahid ( Gus Dur) , Amien Rais saat itu sebagai Ketua MPR ,dan pada saat itu Presiden Gus Dur diberhentikan MPR yang diketuai Oleh Amien Rais Penghargaan Bintang Mahaputera Utama (1998) Referensi Kelahiran 1944 Ilmuwan politik Profesor Indonesia Dosen Indonesia Dosen Universitas Gadjah Mada Alumni Universitas Chicago Alumni Universitas Notre Dame Alumni Universitas Gadjah Mada Tokoh Jawa Tokoh Jawa Tengah Tokoh dari Surakarta Tokoh Islam Indonesia Tokoh Muhammadiyah Tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Ketua Umum Muhammadiyah Politikus Indonesia Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Anggota DPR RI 1999–2004 Politikus Partai Amanat Nasional Politikus Partai Ummat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tokoh Koalisi Merah Putih Penerima Bintang Mahaputera Utama Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
6072
https://id.wikipedia.org/wiki/Zionisme
Zionisme
Zionisme () adalah gerakan nasionalis Yahudi internasional yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah negara Yahudi di wilayah Palestina. Gerakan Zionis muncul di Eropa tengah dan timur pada akhir abad kesembilan belas dan menyerukan kepada orang-orang Yahudi untuk bermigrasi ke tanah Palestina dengan tujuan kembali kepada tanah nenek moyang mereka (Eretz Israel) dan menghasilkan masyarakat ekslusif murni Yahudi untuk membebaskan diri dari Antisemitisme dan penganiayaan yang terjadi pada mereka selama ribuan tahun. Orang-orang Yahudi terakhir menempati tanah Palestina pada zaman Kekaisaran Romawi dibawah pemerintahan raja-raja dinasti Hasmonean, dan pada tahun 132-135 M mereka memberontak terhadap Romawi dan kalah dan dibuang oleh Kaisar Hadrian yang akhirnya merubah nama daerah tersebut dari Yudea menjadi Provinsi Romawi Syria-Palaestina dan menganeksasi penuh daerah tersebut sebagai balas dendam dengan tujuan untuk menghapus jejak orang-orang Yahudi. Para Diaspora dan pemimpin gerakan Zionis menyerukan pembentukan negara yang diinginkan di wilayah tersebut yang saat itu dikuasai Kesultanan Utsmaniyah. Etimologi Kata "Zionis" berasal dari kata Ibrani "Zion" (bahasa Ibrani: ציון), yang merupakan salah satu nama panggilan Gunung Sion di Yerusalem seperti yang disebutkan dalam kitab Yesaya, sementara istilah Sion pertama kali disebutkan dalam Perjanjian Lama ketika disajikan kepada Raja David, yang mendirikan kerajaannya 1000–960 SM. Istilah ini diciptakan oleh filsuf Nathan Birnbaum pada tahun 1890, untuk menggambarkan gerakan Pecinta Sion , dan penunjukan mengadopsi Kongres Zionis pertama pada tahun 1897. Istilah Zionisme juga dinisbahkan kepada sebuah tempat bernama "zion" di Yerusalem yang disebutkan di dalam Kitab Mazmur 9:12. Dalam ayat ini, Zion dinyatakan sebagai tempat bersemayam bagi Tuhan, sehingga menjadi tempat bermazmur. Zion menjadi tempat untuk mengadakan upacara persembahan kepada Tuhan. Pemilihan tempat ini dilakukan setelah Raja Daud menaklukkan Yerusalem dan menjadikannya sebagai ibu kota kerajaannya. Kronologi sejarah Pemikir Zionis mengatakan bahwa kebutuhan untuk mendirikan tanah air nasional Yahudi kuno muncul, terutama setelah penawanan Babilonia di tangan Nebukadnezar, serta kepercayaan dari orang-orang Yahudi yang beragama bahwa "tanah perjanjian" (nama Yahudi untuk tanah Palestina) "Tuhan telah menganugerahkannya kepada anak-anak Israel, pemberian ini abadi dan tidak dapat diubah" kecuali mereka tidak melakukannya. Mereka sangat antusias tentang Zionisme, mengingat bahwa Tanah Perjanjian dan Negara Israel tidak boleh didirikan oleh manusia seperti yang terjadi, tetapi harus dibangun oleh Mesias yang ditunggu-tunggu. Pada pertengahan abad kesembilan belas dua rabi muncul, menyerukan kepada orang-orang Yahudi untuk membuka jalan bagi Mesias untuk mendirikan tanah air nasional. Filsuf Jerman-Yahudi Moses Hess muncul di bukunya Roma dan Yerusalem dan mengatakan bahwa masalah Yahudi terletak pada tidak adanya tanah air nasional untuk orang-orang Yahudi. Peristiwa berturut-turut dengan cepat antara tahun 1890-1945 dan permulaan peristiwa adalah tren anti-Semit di Rusia, melalui kamp kerja keras yang didirikan oleh Nazi di Eropa dan berakhir dengan pembakaran massal orang-orang Yahudi (Holocaust) dan lainnya oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Keinginan di antara orang-orang Yahudi yang selamat tumbuh dari semua yang disebutkan untuk menciptakan entitas yang akan merangkul orang-orang Yahudi, dan mayoritas orang Yahudi diyakinkan untuk membangun sebuah entitas untuk mereka di Palestina. Dari apa yang dinyatakan Profesor Shlomo Sand tentang topik ini, wilayah Kekaisaran Rusia barat yang dihuni oleh kelompok-kelompok besar Yahudi menghadapi tekanan yang meningkat dari populasi Rusia sekitar tahun 1881, yang menciptakan kondisi kehidupan yang sulit yang menyebabkan banyak dari mereka (sekitar 2,5 juta orang Yahudi) bermigrasi. Menuju Eropa. Di Eropa, orang-orang Yahudi (Eropa) takut akan meningkatnya permusuhan terhadap Yudaisme karena imigrasi dari Rusia, dan mereka memaksa imigran untuk melanjutkan imigrasi ke Amerika Serikat. Tetapi pada saat yang sama, orang-orang Yahudi yang kaya mulai mencari solusi lain untuk mengurangi tekanan masuknya pengungsi. Baron Maurice de Hirsch menyumbangkan pendirian koloni di Argentina. Adapun Baron Edmund de Rothschild, ia melakukan hal yang sama di Palestina. Dasar keyakinan Kaum Zionis yang mengusung Zionisme memperoleh dukungan dari orang-orang Yahudi karena pengaitan namanya dengan kata "zion". Keterhubungan keduanya mengenai kisah pembuangan orang Yahudi di Babilonia yang disebutkan dalam kitab Mazmur 137:1, Kitab Yesaya 51:3 dan Kitab Yesaya 52:1–2. Ketiganya mengisahkan kerinduan bangsa Yahudi untuk kembali ke Zion yang merujuk ke Yerusalem. Dukungan dan kepercayaan kepada Zionisme merupakan akibat dari pengidentikan kondisi bangsa Yahudi dalam pengusiran ke Babilonia dengan pengusiran dan penganiayaan di Eropa. Tanggapan keagamaan Yahudi Haredi dan Neturei Karta Yahudi Haredi dan Neturei Karta merupakan dua kelompok yang menentang zionisme. Kelompok Yahudi Haredi meyakini bahwa tanah Israel memang telah menjadi tanah yang dijanjikan kepada mereka oleh Tuhan. Namun, Tuhan tidak memberikan tanah ini kepada bangsa Yahudi karena ketidakpercayaan mereka sendiri kepada perjanjian dari Tuhan. Kelompok ini meyakini bahwa tanah Israel akan dikembalikan kepada mereka setelah bangsa Yahudi kembali menaati Taurat. Yahudi Haredi meyakini bahwa segala usaha untuk mempercepat penempatan kembali wilayah Israel merupakan sebuah bentuk ketidaksabaran atas janji Tuhan. Sementara itu, Neturei Karta merupakan kelompok anti-zionisme yang tidak mengakui keberadaan negara Israel. Mereka menganggap bahwa negara Israel merupakan hasil dari zionisme yang tidak bertuhan. Kelompok ini mendukung Palestina dan memperjuangkan internasionalisasi Yerusalem. Keyakinan mereka berasal dari Kitab Talmud yang berisi perintah Tuhan untuk tidak merebut tanah Israel dengan kekerasan. Selain itu, mereka meyakini dari kitab tersebut bahwa Tuhan melarang pemberontakan di wilayah yang di dalamnya tersebar penduduk Yahudi. Neturei Karta juga meyakini bahwa Tuhan melarang bangsa Yahudi untuk mempercepat kedatangan Mesias secara prematur. Kelompok ini menganggap zionisme telah mengubah konsep "tanah yang dijanjikan" menjadi nasionalisme. Neturei Karta meyakini bahwa zionisme akan mengubah bangsa Yahudi yang tinggal di Israel dan menggunakan bahasa Ibrani akan menjadi bangsa yang tidak bertuhan. Gush Emunim Gush Emunim memiliki keyakinan agama yang bertentangan dengan Yahudi Haredi dan Neturei Karta. Setelah Israel memenangkan Perang Enam Hari pada tahun 1967, Gush Emunim memberikan pembiayaan kepada para pemukim Yahudi di Tepi Barat. Tujuan kelompok ini untuk mempromosikan kehidupan Yahudi agar Mesias dapat datang lebih cepat. Zionisme Religius Zionisme Religius merupakan kelompok lain yang memberikan dukungan kepada negara Israel, tetapi bukan dari sisi keagamaan. Kelompok ini tidak mempercayai pendirian negara Israel sebagai tanda dari kedatangan Mesias. Zionisme Religius hanya mendukung pendirian negara Israel dan menentang pengembalian wilayah Israel kepada Palestina. Salah satu tokoh utama dalam kelompok ini adalah seorang rabi bernama Yehuda Leib Maimon (1875–1962). Partai Kach Partai Kach merupakan kelompok yang meyakini keagamaan Yahudi secara ekstrem. Kelompok ini didirikan oleh Meir Kahane. Salah seorang aktivis pendukungnya yang bernama Yigal Amir melakukan pembunuhan kepada Yitzhak Rabin. Pembunuhan ini terjadi pada tanggal 4 November 1995. Kekerasan Zionis terhadap Anak-anak Disaat munculnya gerakan zionis ini membuat hak-hak Palestina dirampas haknya terutama pada Anak-anak, banyaknya kekerasan terhadap anak-anak yang dilakukan Zionis membuat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres meminta Israel untuk menghentikan penggunaan kekerasan senjata terhadap anak-anak. Israel sebagai negara Zionis diberi label oleh PBB sebagai salah satu negara yang menjadi pembunuh anak terbesar di dunia. PBB merilis Laporan menunjukkan Israel telah membunuh lebih dari 56 anak Palestina pada 2018. Itu menjadi jumlah terbesar sejak perang Israel-Hamas di Jalur Gaza pada 2014. Dalam laporan Dewan Keamanan, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengungkapkan, pasukan Israel juga melukai hampir 2.700 anak-anak saat demonstrasi, bentrokan, dan operasi penangkapan. Zionisme dan dunia Zionisme merupakan salah satu gerakan politik yang terbentuk akibat adanya penindasan atas bangsa Yahudi di Eropa. Sementara gerakan bangsa Yahudi lainnya adalah asimilasi dengan masyarakat Kristen Eropa-Amerika. Zionisme dimulai sebagai solusi secara politik atas permasalahan penindasan bangsa Yahudi di Eropa. Pada abad ke-20, tujuan Zionisme untuk membentuk sebuah negara Yahudi telah tercapai dengan sukses. Mereka mengembangkan gagasan antisemitisme di Eropa khusunya kepada Yahudi, untuk mengawali pembentukan negara. Pada tanggal 14 Mei 1948, Israel didirikan sebagai negara Yahudi. Pendirian negara Israel hanya memerlukan sekitar 50 tahun sejak diselenggarakannya Kongres Zionis Pertama. Kongres ini diadakan pada tahun 1897. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1975 menerbitkan Resolusi 3379. Resolusi ini menyatakan bahwa Zionisme adalah sebuah bentuk rasisme. Resolusi ini lolos dengan 72 suara yang mendukung, 35 menolak dan 32 abstain. Jumlah 72 suara yang mendukung ini termasuk 20 negara Arab, 12 negara lainnya dengan mayoritas Muslim, termasuk Turki yang mengakui Israel kala itu, 12 negara komunis, 14 negara Afrika non-Muslim dan 14 negara lainnya termasuk Brasil, India, Meksiko, dan Portugal. Lihat pula Anti-Zionisme Referensi Catatan kaki Daftar pustaka Bacaan lanjutan Armborst-Weihs, Kerstin: The Formation of the Jewish National Movement Through Transnational Exchange: Zionism in Europe up to the First World War, European History Online, Mainz: Institute of European History, 2011, retrieved: August 17, 2011. Beller, Steven. Herzl (2004) Brenner, Michael, and Shelley Frisch. Zionism: A Brief History (2003) excerpt and text search Cohen, Naomi. The Americanization of Zionism, 1897–1948 (2003). 304 pp. essays on specialized topics Friedman, Isaiah. "Theodor Herzl: Political Activity and Achievements," Israel Studies 2004 9(3): 46–79, online in EBSCO David Hazony, Yoram Hazony, and Michael B. Oren, eds., "New Essays on Zionism," Shalem Press, 2007. Kloke, Martin: The Development of Zionism Until the Founding of the State of Israel, European History Online, Mainz: Institute of European History, 2010, retrieved: June 13, 2012. Laqueur, Walter. A History of Zionism: From the French Revolution to the Establishment of the State of Israel (2003) survei by a leading scholar excerpt and text search Medoff, Rafael. "Recent Trends in the Historiography of American Zionism," American Jewish History 86 (March 1998), 117–134. Pawel, Ernst. The Labyrinth of Exile: A Life of Theodor Herzl (1992) excerpt and text search Sachar, Howard M. A History of Israel: From the Rise of Zionism to Our Time (2007) excerpt and text search Shimoni, Gideon. The Zionist Ideology (1995) Taub, Gadi. The Settlers and the Struggle over the Meaning of Zionism (2010, Hebrew, English) Taylor, A.R., 1971, 'Vision and intent in Zionist Thought', in 'The transformation of Palestine', ed. by I. Abu-Lughod, ISBN 0-8101-0345-1, Northwestern University Press, Evanston, USA Urofsky, Melvin I. American Zionism from Herzl to the Holocaust (1995), a standard history Wigoder, Geoffrey, ed. New Encyclopedia of Zionism and Israel (2nd ed. 2 vol. 1994); 1521pp Judith Butler: Parting Ways: Jewishness and the Critique of Zionism. Columbia University Press, 2013. ISBN 978-0-231-14611-1 (Paperback) Herzl, Theodor. A Jewish state: an attempt at a modern solution of the Jewish question (1896) full text online Herzl, Theodor. Theodor Herzl: Excerpts from His Diaries (2006) excerpt and text search Penslar, Derek J., "Zionism, Colonialism, and Postcolonialism", in Israel's Historical Revisionism: From Left to Right, Psychology Press, 2003, pp. 85-98 Gerson, Allan, "United Nations and Racism: A Case of Zionism and Racism", in Israel's Yearbook on Human Rights 1987, Volume 17; Volume 1987, Yoram Dinstein, Mala Tabory (Eds), Martinus Nijhoff Publishers, 1988, p. 68 Pranala luar Central Zionist Archives site in Jerusalem WZO website Jewish State.com Zionism, News, Links Exodus1947.com PBS Documentary Film focusing on the secret American involvement in Aliyah Bet, narrated by Morley Safer SAZ — Support Association for Zionism Hanoar Hatzioni UK A Jewish-Zionist Youth Movement Theodore Herzl and Rev. William Hechler and the Zionist Beginnings Is Zionism in Crisis? A Follow-Up Debate with Peter Beinart and Alan Dershowitz at The Graduate Center, CUNY Yahudi Gerakan politik
6073
https://id.wikipedia.org/wiki/Zion
Zion
Gunung Zion, atau juga dieja sebagai bukit Sion (dari Bahasa Ibrani: ציון, Tziyyon, Bahasa Arab: صهيون "Ṣahyūn") adalah bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Sekarang ini, perkampungan Yahudi di Kota Lama Yerusalem berdiri di atas bukit Zion. Nama Zion biasanya merujuk ke kota Yerusalem dan tanah Israel. Identifikasi sekarang Sekarang ini, nama "Gunung Zion" (Mount Zion) dipakai untuk suatu bukit di sebelah selatan kota lama Yerusalem bagian Armenia (Armenian Quarter), bukan bukit Bait Allah (Temple Mount). Tampaknya identifikasi yang kurang tepat ini berawal dari Abad Pertengahan, ketika peziarah Kristen menganggap puncak yang datang dan luas (titik tertinggi di Yerusalem kuno) sebagai lokasi Bait Allah. Biara "Hagia Maria Sion Abbey" (Dormition Church) dibangun di atas bukit yang disebut "Gunung Zion" tersebut. Penggunaan Lain Dalam trilogi film The Matrix, "Zion" adalah kota bawah tanah di mana para manusia yang bebas berlindung dan hidup. Lihat pula Zionisme atau gerakan untuk kembali ke "Tanah Zion" Yahudi Tempat di Alkitab
6075
https://id.wikipedia.org/wiki/Nafsu
Nafsu
Hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia; berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang. Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut. Dapat berupa hawa nafsu untuk pengetahuan, kekuasaan, dan lainnya; namun pada umumnya dihubungkan dengan hawa nafsu seksual. Dalam agama Agama-agama cenderung membedakan antara gairah/renjana (passion) dan nafsu dengan mengkategorikan nafsu sebagai keinginan yang tidak bermoral dan renjana dianggap sebagai nafsu yang diterima secara moral. Hawa nafsu dianggap tidak bermoral karena objek atau tindakannya bertentangan dengan hukum alam dan/atau saat hasrat (misalnya hasrat seksual) menguasai dan mengatur akal sehat orang tersebut, tidak bisa lagi dikontrol oleh akal dan kehendak orang tersebut. Sedangkan renjana, bagaimanapun kekuatannya, dipertahankan sebagai sesuatu yang diberikan Tuhan dan bermoral, karena maksud, tindakan, dan niat di baliknya adalah kebajikan dan ketertiban terhadap ciptaan, sekaligus juga diatur oleh akal dan kehendak orang tersebut. Islam Idiom 'hawa nafsu' tersusun dari kata hawa dan nafsu yang keduanya merupakan serapan dari Bahasa Arab. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), secara etimologi kata 'nafsu' memiliki beberapa makna, di antaranya: keinginan, kecenderungan, atau dorongan hati yang kuat; gairah, atau meradang. Bila ditambah dengan kata 'hawa', menjadi hawa nafsu, maka bermakna dorongan hati yang kuat untuk berbuat kurang baik. Idiom 'hawa nafsu' dibedakan dari istilah 'syahwat' yang secara spesifik dikaitkan dengan nafsu atau keinginan untuk bersetubuh atau keberahian. Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab: Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera; usaha Syahwat (الشهوة): keinginan untuk mendapatkan yang lazat (id:nikmat); berahi." Ada sekolompok orang menganggap hawa nafsu sebagai "syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia," yang bertugas untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang. Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan. Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya. Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan (dalam realita kehidupan). Maka dari itu mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan di jalur-jalur yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut. Kekristenan Dalam kitab suci Perjanjian Baru bahasa Indonesia terjemahan LAI, ditemukan (sesuai yang tertulis di Septuaginta) diterjemahkan menjadi keinginan yang tidak berhubungan dengan seksual. Dan juga dalam banyak terjemahan , misalnya pada ASV. Beberapa contohnya yaitu: Matius 13:17: Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. Lukas 22:15: Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Kisah Para Rasul 20:33: Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Secara khusus ἐπιθυμέω dalam bahasa Yunani terkait dengan keinginan seksual () misalnya pada Matius 5:28: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." Kemungkinan hal tersebut yang menyebabkan "hawa nafsu" sering dikaitkan dengan keinginan seksual, baik di Indonesia maupun di banyak negara berbahasa Inggris. Katolik Hawa nafsu berasal dari yang digunakan Santo Hieronimus untuk menerjemahkan berbagai dosa dalam kitab suci (Vulgata), termasuk kemabukan dan hasrat seksual berlebih. Santo Gregorius Agung kemudian menempatkan hawa nafsu (, ) dalam salah satu dari tujuh dosa pokok, dan mempersempit cakupannya menjadi keinginan yang tidak teratur. Lalu Santo Thomas Aquinas dalam Summa Theologia turut menegaskan bahwa hawa nafsu memang termasuk dosa pokok; sambil mengutip kata-kata St Isidorus dari Sevilla, St Thomas mengaitkan hawa nafsu sebagai kesenangan seksual yang merusakkan pikiran manusia. Perlu diketahui bahwa Alkitab Douay Rheims, yang dahulu umum digunakan kalangan Katolik berbahasa Inggris, menggunakan kata luxury bukan lust. Secara lengkap Katekismus Gereja Katolik (KGK) #2351 mendefinisikan hawa nafsu () sebagai suatu keinginan yang tidak teratur atau kenikmatan berlebihan atas kepuasan seksual, apabila kepuasan tersebut dikejar bagi dirinya sendiri dengan melepaskannya dari tujuan prokreasi (demi kelahiran manusia baru) dan persatuan dalam cinta kasih suami - isteri (Tobit 8:4-9) --KGK #2361. Ungkapan kebiasaan buruk hawa nafsu menghasilkan dosa berat (Lihat: Bobot Dosa) melawan kemurnian yaitu: perzinahan,, perselingkuhan, pornografi, pelacuran, perkosaan, dan tindakan homoseksual (yang merupakan dosa adalah tindakan/perbuatan seksualnya, bukan kecenderungan seksualnya). Dengan lebih tegas St Thomas Aquinas mengatakan bahwa setiap perbuatan yang dilakukan dengan hawa nafsu termasuk dalam dosa berat, termasuk ciuman atau sentuhan yang dilakukan dengan penuh gairah dan nafsu. Karena kadar dosa yang berat, mutlak dibutuhkan penyesalan dan rahmat dari Sakramen Pengakuan Dosa sebagai langkah awal kesembuhan dari keterikatan hawa nafsu (KGK #1856); sehingga kemudian seseorang dapat menyambut Komuni Kudus yang memampukannya untuk berjuang lebih baik dalam mengatasi bahaya dosa berat di kemudian hari (KGK #1395). Santo Paulus mengatakan bahwa hawa nafsu termasuk dalam perbuatan atau keinginan daging (Galatia 5:19), sehingga perjuangan mengatasi hawa nafsu membutuhkan keutamaan kemurnian berupa pembersihan hati dan pengendalian diri (KGK #2517). Lihat pula Konkupisensi Kam Kama Libido Cinta Masturbasi Ketertarikan seksual Seksualitas manusia Bahan bacaan Froböse, Gabriele, Rolf Froböse, and Michael Gross (translator). Lust and Love: Is it more than Chemistry? Royal Society of Chemistry, 2006. ISBN 0-85404-867-7. Catatan kaki Pranala luar "The Seven Deadly Sins: Lust" National Public Radio feature "A New Look at Lust: The Secular View" The Catholic Encyclopedia: Lust Catechism of the Catholic Church: The Sixth Commandment The Jewish Encyclopedia: Yeẓer ha-Ra impulsive lust Hukum agama Emosi Emosi seksual Kehidupan pribadi Filsafat seksualitas Tujuh dosa mematikan Ketertarikan seksual
6076
https://id.wikipedia.org/wiki/Partai%20Komunis%20Indonesia
Partai Komunis Indonesia
Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah sebuah partai politik di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) yang terlarang dan telah bubar. PKI adalah partai komunis non-penguasa terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Tiongkok, yang pada akhirnya dihancurkan pada tahun 1965 dan dinyatakan sebagai partai terlarang pada tahun berikutnya. Pelopor Henk Sneevliet dan kaum sosialis Hindia Belanda lainnya membentuk serikat tenaga kerja di pelabuhan pada tahun 1914, dengan nama Indies Social Democratic Association (dalam bahasa Belanda: Indische Sociaal Democratische Vereeniging-, ISDV). ISDV pada dasarnya dibentuk oleh 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP dan Partai Sosialis Belanda yang kemudian menjadi SDP komunis, yang berada dalam kepemimpinan Hindia Belanda. Para anggota Belanda dari ISDV memperkenalkan ide-ide Marxis untuk mengedukasi orang-orang Indonesia mencari cara untuk menentang kekuasaan kolonial. Pada Oktober 1915, ISDV mulai aktif dalam penerbitan surat kabar berbahasa Belanda, "Het Vrije Woord" (Kata yang Merdeka). Editornya adalah Adolf Baars. Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan untuk Indonesia. Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. Namun, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Perubahan terjadi kembali,ketika Sneevliet memindahkan markas mereka dari Surabaya ke Semarang dan menarik banyak penduduk asli dari berbagai elemen seperti agamawan, nasionalis dan aktivis gerakan lainnya yang akhir-akhir ini sedang tumbuh di Hindia Belanda sejak tahun 1900. Di bawah pimpinan Sneevliet, partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV dan menolak untuk bekerja sama dengan pemerintah karena menolak "berpura-pura" menjadi Dewan Masyarakat (Volksraad Volksraad (Hindia Belanda). Pada tahun 1917 kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri, dan membentuk partai sendiri dengan nama Partai Demokrat Sosial Hindia. Pada tahun 1917 ISDV meluncurkan sendiri publikasi pertama berbahasa Indonesia, Soeara Merdeka. Di bawah kepemimpinan Sneevliet, ISDV yakin bahwa Revolusi Oktober seperti yang terjadi di Rusia harus diikuti Indonesia. Kelompok ini berhasil mendapatkan pengikut di antara tentara-tentara dan pelaut Belanda yang ditempatkan di Hindia Belanda. Dibentuklah 'Pengawal Merah' dan dalam waktu tiga bulan jumlah mereka telah mencapai 3.000 orang. Pada akhir 1917, para tentara dan pelaut itu memberontak di Surabaya di sebuah pangkalan angkatan laut utama di Indonesia saat itu, dan membentuk sebuah dewan soviet. Para penguasa kolonial menindas dewan-dewan soviet di Surabaya dan ISDV. Para pemimpin ISDV dikirim kembali ke Belanda, termasuk Sneevliet. Para pemimpin pemberontakan dari kalangan militer Belanda dijatuhi hukuman penjara hingga 40 tahun. Sementara itu, ISDV membentuk blok dengan organisasi anti-kolonialis Sarekat Islam. Banyak anggota SI seperti dari Surabaya, Semaun dan Darsono dari Solo tertarik dengan ide-ide Sneevliet. Sebagai hasil dari strategi Sneevliet akan "blok dalam", banyak anggota SI dibujuk untuk mendirikan revolusioneris yang lebih dalam Marxis-didominasi Sarekat Rakjat. ISDV terus bekerja secara klandestin. Meluncurkan publikasi lain, Soeara Rakyat. Setelah kepergian paksa beberapa kader Belanda, dalam kombinasi dengan pekerjaan di dalam Sarekat Islam, keanggotaan telah berpindah dari mayoritas Belanda ke mayoritas Indonesia. Pada tahun 1919 hanya memiliki 25 anggota Belanda, dari total anggota yang kurang dari 400. Pembentukan dan pertumbuhan Pada Kongres ISDV di Semarang (Mei 1920), nama organisasi ini diubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKH). Semaun adalah ketua partai dan Darsono menjabat sebagai wakil ketua. Sekretaris, bendahara, dan tiga dari lima anggota komite adalah orang Belanda. PKH adalah partai komunis Asia pertama yang menjadi bagian dari Komunis Internasional. Henk Sneevliet mewakili partai pada kongres kedua Komunis Internasional 1921. Pada periode menjelang kongres keenam Sarekat Islam pada tahun 1921, anggota menyadari strategi Sneevliet dan mengambil langkah untuk menghentikannya. Agus Salim, sekretaris organisasi, memperkenalkan sebuah gerakan untuk melarang anggota SI memegang keanggotaan dan gelar ganda dari pihak lain di kancah perjuangan pergerakan indonesia. Keputusan tersebut tentu saja membuat para anggota komunis kecewa dan keluar dari partai, seperti oposisi dari Tan Malaka dan Semaun yang juga keluar dari gerakan karena kecewa untuk kemudian mengubah taktik dalam perjuangan pergerakan indonesia. Pada saat yang sama, pemerintah kolonial Belanda menyerukan tentang pembatasan kegiatan politik, dan Sarekat Islam memutuskan untuk lebih fokus pada urusan agama, meninggalkan komunis sebagai satu-satunya organisasi nasionalis yang aktif. Bersama Semaun yang berada jauh di Moskow untuk menghadiri Far Eastern Labor Conference pada awal 1922, Tan Malaka mencoba untuk mengubah pemogokan terhadap pekerja pegadaian pemerintah menjadi pemogokan nasional untuk mencakup semua serikat buruh Indonesia. Hal ini ternyata gagal, Tan Malaka ditangkap dan diberi pilihan antara pengasingan internal atau eksternal. Dia memilih yang terakhir dan berangkat ke Rusia. Pada Mei 1922, Semaun kembali setelah tujuh bulan di Rusia dan mulai mengatur semua serikat buruh dalam satu organisasi. Pada tanggal 22 September, Serikat Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Persatuan Vakbonded Hindia) dibentuk. Pada kongres Komintern kelima pada tahun 1924, ia menekankan bahwa "prioritas utama dari partai-partai komunis adalah untuk mendapatkan kontrol dari persatuan buruh" karena tidak mungkin ada revolusi yang sukses tanpa persatuan kelas buruh ini Pada 1924 nama partai ini sekali lagi diubah, kali ini adalah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pemberontakan 1926 Pada Mei 1925, Komite Exec dari Komintern dalam rapat pleno memerintahkan komunis di Indonesia untuk membentuk sebuah front anti-imperialis bersatu dengan organisasi nasionalis non-komunis, tetapi unsur-unsur ekstremis didominasi oleh Alimin & Musso menyerukan revolusi untuk menggulingkan pemerintahan kolonial Belanda. Dalam sebuah konferensi di Prambanan, Jawa Tengah, serikat buruh perdagangan yang dikontrol komunis memutuskan revolusi akan dimulai dengan pemogokan oleh para pekerja buruh kereta api yang akan menjadi sinyal pemogokan yang lebih umum dan luas untuk kemudian revolusi akan bisa dimulai. Hal ini akan mengarah pada PKI yang akan menggantikan pemerintah kolonial. Pada November 1926 PKI memimpin pemberontakan melawan pemerintahan kolonial di Jawa Barat dan Sumatera Barat. PKI mengumumkan terbentuknya sebuah republik. Bersama Alimin, Musso yang merupakan salah satu pemimpin PKI di era tersebut sedang tidak berada di Indonesia. Ia sedang melakukan pembicaraan dengan Tan Malaka yang tidak setuju dengan langkah pemberontakan tersebut. Pemberontakan ini akhirnya dihancurkan dengan brutal oleh penguasa kolonial. Ribuan orang dibunuh dan sekitar 13.000 orang ditahan, 4.500 dipenjara, sejumlah 1.308 yang umumnya kader-kader partai diasingkan, dan 823 dikirim ke Boven Digul, sebuah kamp tahanan di Papua . Beberapa orang meninggal di dalam tahanan. Banyak aktivis politik non-komunis yang juga menjadi sasaran pemerintahan kolonial, dengan alasan menindas pemberontakan kaum komunis. Pada 1927 PKI dinyatakan terlarang oleh pemerintahan Belanda. Karena itu, PKI kemudian bergerak di bawah tanah. Rencana pemberontakan itu sendiri sudah dirancang sejak lama. Yakni di dalam perundingan rahasia aktivis PKI di Prambanan. Rencana itu ditolak tegas oleh Tan Malaka, salah satu tokoh utama PKI yang mempunyai banyak massa terutama di Sumatra. Tan Malaka memprediksi bahwa pemberontakan akan gagal, karena menurutnya basis kaum proletar Indonesia adalah rakyat petani bukan buruh seperti di Uni Soviet. Penolakan tersebut membuat Tan Malaka di cap sebagai pengikut Leon Trotsky yang juga sebagai tokoh sentral perjuangan Revolusi Rusia. Walau begitu, beberapa aksi PKI justru terjadi setelah pemberontakan di Jawa terjadi. Semisal Pemberontakan Silungkang di Sumatra. Pada masa awal pelarangan ini, PKI berusaha untuk tidak menonjolkan diri, terutama karena banyak dari pemimpinnya yang dipenjarakan. Pada 1935 pemimpin PKI Musso kembali dari pengasingan di Moskwa, Uni Soviet, untuk menata kembali PKI dalam gerakannya di bawah tanah. Namun Musso hanya tinggal sebentar di Indonesia. Kemudian PKI bergerak di berbagai front, seperti misalnya Gerindo dan serikat-serikat buruh. Di Belanda, PKI mulai bergerak di antara mahasiswa-mahasiswa Indonesia di kalangan organisasi nasionalis, Perhimpoenan Indonesia, yang tak lama kemudian berpihak pada PKI . Kebangkitan pasca-perang PKI muncul kembali di panggung politik setelah Jepang menyerah pada tahun 1945, dan secara aktif mengambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan dari Belanda. Banyak unit bersenjata berada di bawah kontrol atau pengaruh PKI. Meskipun milisi PKI memainkan peran penting dalam memerangi Belanda, Presiden Soekarno khawatir bahwa semakin kuatnya pengaruh PKI akhirnya akan mengancam posisinya. Selain itu, pertumbuhan PKI bermasalah sektor sayap kanan lebih dari pemerintahan Indonesia serta beberapa kekuatan asing, khususnya semangat penuh anti-komunis dari Amerika Serikat. Dengan demikian hubungan antara PKI dan kekuatan lain yang juga berjuang untuk kemerdekaan pada umumnya berjalan sengit. Pada Februari 1948 PKI dan Partai Sosialis membentuk front bersama, yaitu Front Demokrasi Rakyat. Front ini tidak bertahan lama, tetapi Partai Sosialis kemudian bergabung dengan PKI. Pada saat itu milisi Pesindo berada di bawah kendali PKI. Pada tanggal 11 Agustus 1948 Musso kembali ke Jakarta setelah dua belas tahun di Uni Soviet. Politibiro PKI direkonstruksi, termasuk D.N. Aidit, M.H. Lukman dan Njoto. Pada 5 September 1948 dia memberikan pidato anjuran agar Indonesia merapat kepada Uni Soviet. Dan anjuran itu berujung pada peristiwa pemberontakan PKI di Madiun, Jawa Timur. Peristiwa Madiun 1948 Setelah penandatanganan Perjanjian Renville pada tahun 1948, hasil kesepakatan perundingan Renville dianggap menguntungkan posisi Belanda. Sebaliknya, Indonesia menjadi pihak yang dirugikan dengan semakin sempit wilayah yang dimiliki. Banyak unit bersenjata dari Partai Republik kembali dari zona konflik. Hal ini memberikan beberapa keyakinan sayap kanan Indonesia bahwa mereka akan mampu menandingi PKI secara militer. Unit gerilya dan milisi di bawah pengaruh PKI diperintahkan untuk membubarkan diri. Di Madiun kelompok militer PKI menolak untuk pergi bersama dengan perlucutan senjata para anggota yang dibunuh pada bulan September tahun yang sama. Pembunuhan itu memicu pemberontakan kekerasan. Hal Ini memberikan alasan untuk menekan PKI. Hal ini diklaim oleh sumber-sumber militer bahwa PKI telah mengumumkan proklamasi 'Republik Soviet Indonesia' pada tanggal 18 September dengan menyebut Musso sebagai presiden dan Amir Syarifuddin sebagai perdana menteri. Pada saat yang sama PKI mengecam pemberontakan dan meminta tenang. Pada 30 September Madiun diambil alih oleh TNI dari Divisi Siliwangi. Ribuan kader partai terbunuh dan 36 000 dipenjara. Di antara beberapa pemimpin yang dieksekusi termasuk Musso yang dibunuh pada 31 Oktober saat tertangkap di Desa Niten Kecamatan Sumorejo, Ponorogo. Diduga ketika Musso mencoba melarikan diri dari penjara. Aidit dan Lukman pergi ke pengasingan di Republik Rakyat Tiongkok. Namun, PKI tidak dilarang dan terus berfungsi. Rekonstruksi partai dimulai pada tahun 1949. Bangkit kembali Pada 1950, PKI memulai kembali kegiatan penerbitannya, dengan organ-organ utamanya yaitu Harian Rakjat dan Bintang Merah. Pada 1950-an, PKI mengambil posisi sebagai partai nasionalis di bawah pimpinan D.N. Aidit, dan mendukung kebijakan-kebijakan anti kolonialis dan anti Barat yang diambil oleh Presiden Soekarno. Aidit dan kelompok di sekitarnya, termasuk pemimpin-pemimpin muda seperti Sudisman, Lukman, Njoto dan Sakirman, menguasai pimpinan partai pada 1951. Pada saat itu, tak satupun di antara mereka yang berusia lebih dari 30 tahun. Di bawah Aidit, PKI berkembang dengan sangat cepat, dari sekitar 3.000-5.000 anggota pada 1950, menjadi 165.000 pada 1954 dan bahkan 1,5 juta pada 1959 Oposisi lanjutan oleh Belanda terhadap Irian Jaya adalah masalah yang sering diangkat oleh PKI selama tahun 1950. Pada Agustus 1951, PKI memimpin serangkaian pemogokan-pemogokan, yang diikuti oleh tindakan-tindakan tegas oleh kubu yang menentang PKI di Medan dan Jakarta. Akibatnya, para pemimpin PKI kembali bergerak di bawah tanah untuk sementara waktu. Pada Februari 1958 sebuah upaya kudeta yang dilakukan oleh kekuatan pro-AS antara militer dan politik sayap kanan. Para pemberontak, yang berbasis di Sumatra dan Sulawesi, memproklamasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia pada tanggal 15 Februari. Pemerintah Revolusioner yang terbentuk ini segera mulai menangkap ribuan anggota PKI di daerah di bawah kendali mereka. PKI mendukung upaya Soekarno untuk memadamkan pemberontakan, termasuk pemberlakuan hukum darurat militer. Pemberontakan itu akhirnya dikalahkan. Pada bulan Agustus 1959, terjadi upaya atas nama militer untuk mencegah penyelenggaraan kongres PKI. Namun kongres digelar sesuai jadwal, dan ditangani oleh Sukarno sendiri. Pada tahun 1960 Sukarno meluncurkan slogan Nasakom, singkatan dari Nasionalisme, Agama, Komunisme. Dengan demikian peran PKI sebagai mitra junior dalam pemerintahan Sukarno resmi dilembagakan. PKI menyambut baik peluncuran konsep Nasakom, melihatnya dari segi front persatuan multikelas. Pemilu 1955 Sebelum pemilihan 1955, PKI disukai Sukarno untuk rencana 'demokrasi terpimpin' dan merupakan pendukung aktif Sukarno. Pada Pemilu 1955, PKI menempati tempat ke empat dengan 16% dari keseluruhan suara. Partai ini memperoleh 39 kursi (dari 257 kursi yang diperebutkan) dan 80 dari 514 kursi di Konstituante. Pada Juli 1957, kantor PKI di Jakarta diserang dengan granat. Pada bulan yang sama PKI memperoleh banyak kemajuan dalam pemilihan-pemilihan di beberapa kota. Pada September 1957, Masjumi yang merasa tersaingi oleh PKI secara terbuka menuntut supaya PKI dilarang . Pada 3 Desember 1957, serikat-serikat buruh yang pada umumnya berada di bawah pengaruh PKI, mulai menguasai perusahaan-perusahaan milik Belanda. Penguasaan ini merintis nasionalisasi atas perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh asing. Perjuangan melawan para kapitalis asing memberikan PKI kesempatan untuk menampilkan diri sebagai sebuah partai nasional. Pada Februari 1958 terjadi sebuah upaya koreksi terhadap kebijakan Sukarno yang mulai condong ke timur di kalangan militer dan politik sayap kanan. Mereka juga menuntut agar pemerintah pusat konsisten dalam melaksanakan UUDS 1950, selain itu pembagian hasil bumi yang tidak merata antara pusat dan daerah menjadi pemicu. Gerakan yang berbasis di Sumatra dan Sulawesi, mengumumkan pada 15 Februari 1958 telah terbentuk Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pemerintahan yang disebut revolusioner ini segera menangkapi ribuan kader PKI di wilayah-wilayah yang berada di bawah kontrol mereka. PKI mendukung upaya-upaya Soekarno untuk memadamkan gerakan ini, termasuk pemberlakuan Undang-Undang Darurat. Gerakan ini pada akhirnya berhasil dipadamkan. Pada 1959, militer berusaha menghalangi diselenggarakannya kongres PKI. Namun, kongres ini berlangsung sesuai dengan jadwal dan Presiden Soekarno sendiri memberi angin pada komunis dalam sambutannya. Pada 1960, Soekarno melancarkan slogan Nasakom yang merupakan singkatan dari Nasionalisme, Agama, dan Komunisme. Dengan demikian peranan PKI sebagai mitra dalam politik Soekarno dilembagakan. PKI membalasnya dengan menanggapi konsep Nasakom secara positif, dan melihatnya sebagai sebuah front bersatu yang multi-kelas dan multi-golongan. 1960 Meskipun PKI mendukung Sukarno, ia tidak kehilangan otonomi politiknya. Pada bulan Maret 1960, PKI mengecam penanganan demokratis anggaran oleh Sukarno. Pada tanggal 8 Juli, Harian Rakyat menerbitkan sebuah artikel yang mengkritik kebijakan pemerintah. Pemimpin PKI sempat ditangkap oleh militer, tetapi kemudian dibebaskan atas perintah dari Sukarno. Ketika gagasan tentang Malaysia berkembang, PKI maupun Partai Komunis Malaya menolaknya, dan baik PKI maupun Partai Komunis Malaya menganggap pembentukan Malaysia sebagai proyek neo-kolonialisme dan neo-imperialisme Inggris dan sekutunya. Dengan berkembangnya dukungan dan keanggotaan yang mencapai 3 juta orang pada 1965, PKI menjadi partai komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. Partai itu mempunyai basis yang kuat dalam sejumlah organisasi massa, seperti SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, Barisan Tani Indonesia (BTI), Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) dan Himpunan Sardjana Indonesia (HSI). Menurut perkiraan seluruh anggota partai dan organisasi-organisasi yang berada di bawah payungnya mungkin mencapai seperlima dari seluruh rakyat Indonesia. Pada bulan Maret 1962, PKI bergabung dengan pemerintah. Para pemimpin PKI, Aidit dan Njoto, diangkat menjadi menteri penasihat. Pada bulan April 1962, PKI menyelenggarakan kongres partainya. Pada 1963, pemerintah Malaysia, Indonesia dan Filipina terlibat dalam pembahasan tentang pertikaian wilayah dan kemungkinan tentang pembentukan sebuah Konfederasi Maphilindo, sebuah gagasan yang dikemukakan oleh presiden Filipina, Diosdado Macapagal. PKI menolak gagasan pembentukan Maphilindo dan federasi Malaysia. Para anggota PKI yang militan menyeberang masuk ke Malaysia dan terlibat dalam pertempuran-pertempuran dengan pasukan-pasukan Inggris dan Australia. Sebagian kelompok berhasil mencapai Semenanjung Malaysia lalu bergabung dalam perjuangan di sana. Namun kebanyakan dari mereka ditangkap begitu tiba. Sebagian satuan tempur PKI aktif di wilayah perbatasan Kalimantan. Salah satu hal yang dilakukan PKI setelah masuk kedalam pemerintahan Orde Lama adalah dengan diusulkannya Angkatan ke-5 yang terdiri dari buruh dan petani, Pimpinan PKI bermaksud dengan dibentuknya angkatan kelima ini diharapkan dapat mendukung mobilisasi massa untuk menuntaskan Operasi Dwikora dalam menghadapi Malaysia. Namun, hal ini membuat TNI AD merasa khawatir takut adanya penyelewengan senjata yang dilakukan PKI. Pada Januari 1964 PKI mulai menyita properti Inggris yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan Inggris di Indonesia. Pada pertengahan 1960-an Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memperkirakan keanggotaan partai meningkat menjadi sekitar 2 juta (3,8% dari populasi usia kerja negara). Pembunuhan massal dan akhir dari PKI Sukarno bertindak menyeimbangkan antara PKI, militer, fraksi nasionalis, dan kelompok-kelompok Islam yang terancam oleh kepopuleran PKI. Pengaruh pertumbuhan PKI menimbulkan keprihatinan bagi pihak Amerika Serikat dan kekuatan barat anti-komunis lainnya. Situasi politik dan ekonomi menjadi lebih tidak stabil; Inflasi tahunan mencapai lebih dari 600 persen dan kehidupan Indonesia memburuk. PKI dirasakan oleh kalangan politik, beberapa bulan menjelang Peristiwa G30S, makin kuat. Sehingga para pesaing PKI mulai khawatir PKI akan memenangkan pemilu berikutnya. Gerakan-gerakan untuk menentang PKI mulai bermunculan, dan dipelopori oleh Angkatan Darat. Pada Desember 1964, Chaerul Saleh dari Partai Murba (dibentuk oleh mantan pemimpin PKI Tan Malaka) menyatakan bahwa PKI sedang mempersiapkan kudeta. PKI menuntut larangan Partai Murba, tuntutan itu dipaksakan kepada Soekarno pada awal 1965. Dalam konteks Konfrontasi dengan Malaysia, PKI menyerukan untuk 'mempersenjatai rakyat'. Sebagian besar pihak dari tentara Angkatan Darat melarang hal ini. Sikap Soekarno tetap secara resmi untuk tidak terlalu mengambil sikap atas hal tersebut karena Sukarno cenderung mendukung Konfrontasi dengan Malaysia seperti PKI. Pada bulan Juli sekitar 2000 anggota PKI mulai menggelar pelatihan militer di dekat pangkalan udara Halim. Terutama dalam konsep 'mempersenjatai rakyat' yang telah memenangkan banyak dukungan di antara kalangan militer Angkatan Udara dan Angkatan Laut. Pada tanggal 8 September demonstran PKI memulai untuk pengepungan selama dua hari di Konsulat AS di Surabaya. Pada tanggal 14 September, Aidit mengalamatkan kepada gerilyawan PKI untuk mendesak anggota agar waspada dari hal-hal yang akan datang. Pada 30 September Pemuda Rakyat dan Gerwani, kedua organisasi PKI terkait menggelar unjuk rasa massal di Jakarta terhadap krisis inflasi yang melanda. Pada malam 30 September dan 1 Oktober 1965, enam jenderal senior Indonesia dibunuh dan mayat mereka dibuang ke dalam sumur. Pembunuh para jenderal mengumumkan keesokan harinya bahwa Dewan Revolusi baru telah merebut kekuasaan, yang menyebut diri mereka "Gerakan 30 September ("G30S"). Dengan banyaknya jenderal tentara senior yang mati atau hilang, Jenderal Suharto mengambil alih kepemimpinan tentara dan menyatakan kudeta yang gagal pada 2 Oktober. Tentara dengan cepat menyalahkan upaya kudeta PKI dan menghasut dengan kampanye propaganda anti-Komunis di seluruh Indonesia. Dalam pembersihan anti-komunis melalui kekerasan berikutnya, diperkirakan 500.000 komunis (atau dicurigai) dibunuh, dan PKI secara efektif dihilangkan (lihat Pembantaian di Indonesia 1965–1966). Jenderal Suharto kemudian mengalahkan Sukarno secara politik dan diangkat menjadi presiden pada tahun 1968, karena mengkonsolidasikan pengaruhnya atas militer dan pemerintah. Pada tanggal 2 Oktober basis di Halim berhasil ditangkap oleh pihak tentara. Harian Rakyat mengambil isu pada sebuah artikel yang berisi untuk mendukung kudeta G30S, tetapi spekulasi kemudian bangkit mengenai apakah itu benar-benar mewakili pendapat dari PKI. Sebaliknya pernyataan resmi PKI pada saat itu adalah bahwa upaya G30S merupakan urusan internal di dalam angkatan bersenjata mereka. Pada tanggal 6 Oktober kabinet Sukarno mengadakan pertemuan pertama sejak 30 September. Menteri PKI hadir. Sebuah resolusi mengecam G30S disahkan. Njoto ditangkap langsung setelah pertemuan itu. Presiden Soekarno berkali-kali melakukan pembelaan bahwa PKI tidak terlibat dalam peristiwa sebagai partai melainkan karena adanya sejumlah tokoh partai yang bertindak di luar kontrol dan terpancing oleh inisiasi Barat, dan karena itu Soekarno tidak akan membubarkan PKI. Kemudian, pimpinan dan sejumlah perwira Angkatan Darat memberi versi keterlibatan PKI sepenuhnya, dalam penculikan dan pembunuhan enam jenderal dan seorang perwira pertama Angkatan Darat pada tengah malam 30 September menuju dinihari 1 Oktober 1965. Versi ini segera diterima secara umum sesuai fakta kasat mata yang terhidang dan ditopang pengalaman buruk bersama PKI dalam kehidupan sosial dan politik pada tahun-tahun terakhir. Hanya saja harus diakui bahwa sejumlah perwira penerangan telah menambahkan dramatisasi terhadap kekejaman, melebihi peristiwa sesungguhnya (in factum). Penculikan dan kemudian pembunuhan para jenderal menurut fakta memang sudah kejam, tetapi dramatisasi dengan pemaparan yang hiperbolis dalam penyajian, telah memberikan efek mengerikan melampaui batas yang mampu dibayangkan semula. Dan akhirnya, mengundang pembalasan yang juga tiada taranya dalam penumpasan berdarah antar manusia di Indonesia. Manifestasi besar diadakan di Jakarta dua hari kemudian, menuntut pelarangan PKI. Kantor utama milik PKI dibakar. Pada tanggal 13 Oktober organisasi Islam Ansor mengadakan aksi unjuk rasa anti-PKI di seluruh Jawa. Pada tanggal 18 Oktober sekitar seratus PKI dibunuh oleh pihak Ansor. Pemusnahan secara sistematis untuk partai telah dimulai. Antara 300.000 sampai satu juta orang Indonesia dibunuh dalam pembunuhan massal yang digelar. Para korban termasuk juga non-komunis yang dibunuh karena kesalahan identitas atau "kesalahan oleh asosiasi". Namun, kurangnya informasi menjadi tidak mungkin untuk menentukan angka pasti dari jumlah korban yang dibunuh. Banyak para peneliti hari ini menjelaskan korban yang dibunuh antara 200.000 sampai 500.000 orang. Sebuah studi dari CIA tentang peristiwa di Indonesia ini menilai bahwa "Dalam hal jumlah korban pembantaian oleh anti-PKI, Indonesia masuk dalam salah satu peringkat pembunuhan massal terburuk pada abad ke-20 ...". Time menyajikan berita berikut pada tanggal 17 Desember 1966: Komunis, simpatisan merah dan keluarga mereka dibantai yang mencapai ribuan. Unit tentara dilaporkan telah mengeksekusi ribuan komunis setelah diinterogasi di penjara-penjara terpencil. Berbekal pisau berbilah lebar yang disebut parang, kelompok Muslim merayap di malam hari ke rumah-rumah komunis, membunuh seluruh keluarga dan mengubur mayat mereka di kuburan dangkal. Kampanye pembunuhan ini sangatlah kejam di beberapa daerah pedesaan di Jawa Timur, para milisi Islam menancapkan kepala korban pada tiang dan mereka mengarak melalui desa-desa. Pembunuhan telah ada pada skala tinggi sehingga pembuangan mayat menciptakan masalah sanitasi yang serius di Jawa Timur dan Sumatera Utara di mana udara lembab penuh bau busuk daging. Pengunjung dari daerah tersebut mengatakan sungai kecil dan besar yang telah benar-benar tersumbat dengan mayat tubuh. Meskipun motif pembunuhan tampaknya bernuansa politik, beberapa ahli berpendapat bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh keadaan panik dan ketidakpastian politik. Bagian dari kekuatan anti-komunis yang bertanggung jawab atas pembantaian terdiri dari para pelaku tindak kriminal seperti para preman, yang telah diberi izin untuk terlibat dalam tindakan yang tidak masuk akal berupa kekerasan. Motif lain yang terjadi juga telah dieksplorasi. Di tingkat internasional, Kantor Berita RRT (Republik Rakyat Tiongkok), Xinhua, memberikan versi bahwa Peristiwa 30 September 1965 adalah masalah internal Angkatan Darat Indonesia yang kemudian diprovokasikan oleh dinas intelijen Barat sebagai upaya percobaan kudeta oleh PKI. Di antara daerah-daerah yang terkena dampak terburuk adalah pulau Bali, di mana PKI telah berkembang pesat sebelum tindakan kerasasan tersebut. Pada tanggal 11 November bentrokan meletus antara PKI dan PNI, yang berakhir dengan pembantaian terhadap anggota dan simpatisan yang dituduh PKI. Jika banyak dari pogrom anti-PKI di seluruh daerah lain itu dilakukan oleh organisasi-organisasi politik Islam, pembunuhan di Bali dilakukan atas nama Hindu. Bali berdiri sebagai satu-satunya tempat di Indonesia di mana tentara lokal dalam beberapa cara intervensi cenderung mengurangi praktik pembantaian tersebut. Pada tanggal 22 November, Aidit ditangkap dan dibunuh. Pada bulan Desember militer menyatakan bahwa Aceh telah dibersihkan dari komunis. Bersamaan, khusus Pengadilan Militer yang dibentuk untuk mengadili dan memenjarakan para anggota PKI. Pada 12 Maret, partai PKI secara resmi dilarang oleh Suharto, dan serikat buruh pro-PKI SOBSI dilarang pada bulan April. Penjara-penjara di Jakarta begitu penuh, hampir seluruh penjara digunakan untuk menahan anggota PKI. Banyak tahanan politik ditahan tanpa dasar yang jelas. Sejak saat itu, identitas banga Indonesia berubah total sesudah 1965. Semangat anti-kolonialisme hilang dan anti-komunisme menjadi dasar identitas bangsa. Kebencian terhadap sesama orang Indonesia menjadi basis untuk menentukan siapa warganegara yang jahat dan baik. Beberapa peristiwa yang menggemparkan itu dituangkan dalam novel fiksi populer dan difilmkan dengan judul yang sama yaitu The Year of Living Dangerously (1982). Perkembangan pasca-1965 Meskipun mendapat perlawanan secara sporadis, PKI berdiri dengan lumpuh setelah pembunuhan 1965-1966. Sebagai hasil dari pembunuhan massal ini, kepemimpinan partai lumpuh di semua tingkat, meninggalkan banyak mantan pendukung dan kekecewaan simpatisan, tanpa pemimpin lagi, dan tidak terorganisir. Pada bulan September 1966, sisa-sisa partai politbiro mengeluarkan pernyataan kritik diri, mengkritik kerja sama sebelumnya dengan rezim Sukarno. Setelah pembunuhan Aidit dan Njoto, Sudisman, pemimpin PKI di tingkat keempat sebelum Oktober 1963, mengambil alih kepemimpinan partai. Dia berusaha untuk membangun kembali partai atas dasar saling keterkaitan tiga kelompok anggota, tetapi hanya berdampak sedikit kemajuan sebelum akhirnya ia ditangkap pada Desember 1966 . Pada tahun 1967 ia dijatuhi hukuman mati. Beberapa kader PKI telah mengungsi di sebuah wilayah terpencil di selatan Blitar, Jawa Timur menyusul tindakan kekerasan terhadap partai. Di antara para pemimpin yang hadir di Blitar adalah anggota Politbiro Rewang, teoretikus partai Oloan Hutapea, dan pemimpin Jawa Timur Ruslan Widjajasastra. Blitar merupakan daerah tertinggal dengan PKI yang memiliki dukungan kuat di kalangan kaum tani. Pihak militer tidak menyadari bahwa PKI telah mampu mengkonsolidasikan dirinya di sana. Para pemimpin PKI ini bergabung dengan Letkol Pratomo, mantan komandan Distrik Militer Pandeglang di Jawa Barat, yang membantu memberikan pelatihan militer untuk Komunis lokal di Blitar. Namun pada Maret 1968 kekerasan meletus di Blitar, petani lokal menyerang para pemimpin dan kader Nahdatul Ulama, sebagai balasan atas Nahdatul Ulama yang telah memainkan peran dalam penganiayaan antikomunis. Sekitar 60 kader NU tewas. Namun ilmuwan politik Australia Harold Crouch berpendapat bahwa itu tidak mungkin bahwa pembunuhan kader NU di Blitar telah dilakukan atas perintah dari para pemimpin PKI di Blitar. Militer menyadari daerah kantong PKI di Blitar tersebut dan menghancurkannya pada pertengahan tahun 1968. Beberapa kader partai yang sementara di luar Indonesia pada saat peristiwa 30 September. Terutama delegasi yang cukup besar melakukan perjalanan ke Republik Rakyat Tiongkok untuk berpartisipasi dalam perayaan ulang tahun Revolusi Cina. Sedangkan yang lainnya telah meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan studi di Eropa Timur. Dalam pengasingan, aparatur partai terus berfungsi. Bagaimanapun, sebagian besar dari mereka terisolasi dari perkembangan politik di dalam Indonesia. Di Jawa, beberapa desa yang dikenal sebagai tempat perlindungan bagi anggota atau simpatisan yang telah diidentifikasi oleh pihak berwenang, dan dilindungi di bawah pengawasan secara hati-hati untuk waktu yang cukup. Sampai tahun 2004, mantan anggota PKI masih dilarang dan masuk daftar hitam dari banyak pekerjaan termasuk apabila ingin bekerja di pemerintahan, sebagaimana kebijakan rezim Soeharto yang telah dijalankan sejak pembersihan PKI tahun 1965. Selama masa presiden Abdurrahman Wahid, ia mengundang mantan buangan PKI untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1999, dan mengusulkan menghilangkan pembatasan diskusi terbuka atas ideologi komunis. Dalam berdebat untuk penghapusan larangan itu, Wahid mengutip dari UUD 1945 Indonesia, yang tidak melarang atau bahkan secara khusus menyebutkan komunisme. Usulan Wahid itu ditentang oleh beberapa kelompok masyarakat Indonesia, khususnya kelompok Islam konservatif. Dalam sebuah protes pada April 2000, sebuah kelompok yang disebut Front Islam Indonesia berjumlah sepuluh ribu orang datang ke Jakarta terkait usulan Wahid. Tentara tidak segera menolak proposal tersebut, tetapi menjanjikan "studi komprehensif dan teliti" terhadap ide tersebut. Wacana permintaan maaf Presiden Joko Widodo berencana akan meminta maaf kepada keluarga korban PKI yang telah menjadi korban pelanggaran Hak Asasi Manusia di masa pembangunan Orde Baru, namun kabar itu dibantah langsung oleh presiden. Menurut Menkopolhukam Luhut Panjaitan upaya-upaya untuk rekonsiliasi pelanggaran HAM masa lampau diakui sedang dilakukan dan terus mencari format yang tepat. Sedangkan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo yang tengah mengupayakan langkah non yudisial atau rekonsiliasi yang berujung pada ungkapan penyesalan negara terhadap peristiwa itu dengan tetap menolak permintaan maaf oleh Presiden. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengharapkan presiden dapat mengambil inisiatif untuk meminta maaf atau menyatakan penyesalan kepada korban pelanggaran HAM pasca 1965 mengingat dampaknya begitu besar berkelanjutan ke anak, saudara dan keturunan terkait. Dengan tidak berdirinya proses peradilan pada peristiwa 1965, tidak semua korban baik yang sudah dibunuh, dibuang ke pulau pengasingan maupun dipenjara terlibat langsung dengan PKI. Kontra Beberapa ormas dan elemen agama menolak wacana permintaan maaf tersebut dan menggelar aksi unjuk rasa. Menhan Ryamizard Ryacudu menolak permintaan maaf terhadap PKI dengan alasan PKI yang melakukan pembunuhan terhadap 7 jenderal. Permintaan maaf terhadap PKI juga ditolak oleh KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo. Penolakan permintaan maaf terhadap PKI juga datang dari budayawan Taufiq Ismail karena menurutnya PKI telah 3 kali memberontak yaitu tahun 1927, 1948 dan 1965. Lihat pula Komunisme Sosialisme Marhaenisme Karl Marx Friedrich Engels Manifesto Komunis Komunisme di Sumatra Angkatan Kelima Badan Permusjawaratan Partai-Partai Gerwani Lembaga Kebudajaan Rakjat Pemuda Rakyat Peristiwa Madiun 1948 Gerakan 30 September 1965 Pembantaian di Indonesia 1965–1966 Orde Baru Jejak Langkah Orde Baru Sarwo Edhie Wibowo Resimen Para Komando Angkatan Darat Sejarah Indonesia (1965-1966) Galeri Referensi Referensi umum Catatan Pranala luar People of Indonesia, Unite and Fight to Overthrow the Fascist Regime Defence speech given by Sudisman in 1967 Shadow Play - Information regarding the 1965 coup and subsequent persecution of the PKI. The First Period of the Indonesian Communist Party (PKI): 1914-1926 Pemberontakan Yang Gagal Pidato pembelaan Sudisman di Sidang Mahmilub Indonesian Communist Party Pernyataan Biro Politik CC-PKI, 1966 Kebangkitan dan keruntuhan PKI oleh Craig Bowen Lagu Genjer-Genjer - Lagu yang dilarang oleh Pemerintah Indonesia pada zaman Orde Baru @ YouTube.com Bacaan terkait Jochen Hippler, Nasr Hamid Abu Zaid, Amr Hamzawy: Krieg, Repression, Terrorismus.] Politische Gewalt und Zivilisation in westlichen und muslimischen Gesellschaften. ifa, Stuttgart 2006, S. 55-58 ([http://www.akweb.de/ak_s/ak515/10.htm Review) Hunter, Helen-Louise, (2007) Sukarno and the Indonesian coup: the untold story Westport, Conn.: Praeger Security International. PSI reports (Westport, Conn.)ISBN 9780275974381 (hbk.)ISBN 0275974383 (hbk.) J.L. Holzgrefe / Robert O. Keohane: Humanitarian Intervention: Ethical, Legal and Political Dilemmas. Cambridge (2003). ISBN 0-521-52928-X, S. 47 Mark Levene u. Penny Roberts: The Massacre in History. (1999). ISBN 1-57181-935-5, S. 247-251 Robert Cribb, 'The Indonesian Marxist tradition', in C.P. Mackerras and N.J. Knight, eds, Marxism in Asia (London: Croom Helm, 1985), pp. 251–272 . Partai komunis Komunis Indonesia Sejarah Indonesia Pendirian tahun 1914 di Hindia Belanda Pembubaran tahun 1966 di Indonesia Partai politik yang dibubarkan tahun 1966 Partai politik yang didirikan tahun 1914 Partai politik peserta pemilihan umum legislatif Indonesia 1955
6078
https://id.wikipedia.org/wiki/Komando%20Operasi%20Pemulihan%20Keamanan%20dan%20Ketertiban
Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban
Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban atau umumnya disingkat menjadi Kopkamtib adalah lembaga keamanan internal Pemerintah Indonesia selama era Orde Baru. Kopkamtib didirikan oleh Soeharto pada tanggal 10 Oktober 1965. Lembaga ini berada langsung di bawah komando Soeharto yang kemudian menjadi Presiden Indonesia. Kopkamtib membawahi beberapa lembaga militer atau non-militer yang melaksanakan tugas dan program mereka. Awalnya dibentuk untuk memulihkan keamanan dan ketertiban pascaperistiwa Gerakan 30 September (G30S) dan menghadapi ideologi komunisme selama masa darurat militer usai peristiwa tersebut, peran Kopkamtib diperluas untuk mengamankan kewenangan pemerintah dan organnya dari tingkat pusat sampai tingkat terendah "guna menjamin kelestarian Pancasila dan UUD 1945". Kopkamtib memiliki wewenang untuk melarang unjuk rasa, melakukan penangkapan terhadap figur politik yang "bermasalah", melarang diskusi publik terkait topik sensitif, dan penyensoran media massa. Media dan para pengamat menyebut Kopkamtib sebagai "lembaga super" dan "jantung kekuasaan Orde Baru", merujuk pada kewenangannya yang begitu besar. Kopkamtib dibubarkan pada tanggal 5 September 1988, dan tugasnya digantikan oleh Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional (Bakorstanas). Sejarah Pendirian Kopkamtib dibentuk oleh Presiden Sukarno pada tanggal 10 Oktober 1965 untuk meredakan kemarahan Suharto karena bukan dia yang ditunjuk sebagai Care taker Men Pangad menggantikan almarhum A.Yani, melainkan yang diangkat sebagai Care taker Men. Pangad Pranoto Reksasamodro sebagai sarana pemerintah Indonesia yang bertujuan memelihara dan meningkatkan stabilitas keamanan dan ketertiban akibat adanya konflik horizontal antara golongan agama dan nasionalis di satu pihak, melawan golongan komunis yang dituduh melakukan pemberontakan pasca G30S. Dalam perkembangan sejarahnya, Kopkamtib dijadiksn lembaga dibawah Menhankam Pangab dalam rangka mewujudkan stabilitas nasional sebagai syarat mutlak bagi berhasilnya pelaksanaan Repelita pada khususnya dan pembangunan jangka panjang pada umumnya. Didirikan segera setelah terjadi peristiwa Gerakan 30 September. Bisa dikatakan lembaga ini merupakan alat kekuasaan Suharto Orde Baru yang mengkoordinasi sejumlah badan intelejen, mulai dari Bakin sampai dengan intelejen dalam setiap bagian ABRI. Malahan pada kasus-kasus yang dianggap dapat mengganggu stabilitas politik dan ekonomi, Kopkamtib dapat menerobos wewenang departemen sipil, bahkan wewenang ABRI sekalipun. Dengan memperkerjakan personel militer tepercaya untuk melaksanakan tugas-tugas yang bertujuan politik dalam artian luas dan luar biasa, maka Kopkamtib merupakan inti pemerintah Indonesia pada masa hukum darurat perang yang permanen. Tanpa kontrol Pada tahun 1974 presiden mengambil alih Kopkamtib sebagai organisasi yang berada di bawah pemerintah dengan mengeluarkan Keppres No 9/1974. Bahkan pada tahun 1982, Kopkamtib telah menjadi lembaga militer yang benar-benar tidak bisa dikontrol masyarakat dengan tidak disebutnya lembaga tersebut dalam UU Hankam yang digodok DPR. Bakorstanas Tahun 1988, Presiden Soeharto membubarkan lembaga ini dan menggantikannya dengan Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional (Bakorstanas). Bakorstanas bertujuan memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan stabilitas nasional, juga bertindak sebagai penasehat dan dikepalai oleh Panglima ABRI yang langsung melapor kepada presiden. Walaupun begitu hampir seluruh staf Kopkamtib dan seluruh peran yang dimainkan oleh organisasi terdahulu juga dilakukan oleh Lembaga baru ini. 23 tahun berkuasa Selama 23 tahun dari pemerintahan Orde Baru, Kopkamtib telah menjadi gugus tugas pemerintah militer untuk melaksanakan kegiatan keamanan dan intelijen. Lewat serangkaian kegiatan tersebut, Kopkamtib dapat menggunakan seluruh aset dan personalia pemerintahan sipil di Indonesia demi kepentingan apa yang disebut pemerintah Orde Baru sebagai mempertahankan pelaksanaan pembangunan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dasar Hukum Supersemar Berdasarkan hukum, Kopkamtib tercatat memiliki dasar hukum pertama kali lewat Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) berupa perintah presiden Soekarno untuk mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menjamin stabilitas kemananan nasional kepada Mayjend Soeharto yang hingga kini Supersemar tersebut juga masih menjadi misteri. TAP MPR Pada Maret 1973, MPR mengeluarkan TAP MPR No.X/MPR/1973 tentang Peraturan dan Fungsi Kopkamtib dalam Sistem Keamanan Nasional yang memberikan kekuasaan kepada presiden sebagai mandataris MPR untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk suksesnya mengawal pembangunan nasional yang berdasarkan demokrasi Pancasila dan konstitusi UUD 1945 dengan: Menjaga keamanan nasional, Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, Mencegah bangkitnya gerakan G30S/PKI dan ancaman subversi lainnya. Fungsi dan Wewenang Fungsi Sebelum dibubarkan, Kopkamtib sesuai Keppres No.47/1978 mempunyai 4 fungsi utama: Mengkoordinasikan pelaksanaan kebijaksanaan dalam pemeliharaan stabilitas keamanan dan ketertiban nasional. Mencegah kegiatan dan menumpas sisa-sisa G30S/PKI, subversi dan golongan ekstrem lainnya yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat yang membahayakan keselamatan dan keutuhan negara, bangsa yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mencegah pengaruh moral dan mental yang di timbulkan oleh peristiwa G 30 S PKI dan aliran kebudayaan lainnya yang bertentangan dengan moral, mental dan kebudayaan berdasarkan Pancasila. Membimbing masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dan ikut bertanggung jawab dalam memelihara keamanan dan ketertiban. Badan keamanan darurat Dalam wacana hukum dan organisasi, Kopkamtib diarahkan menjadi badan keamanan militer secara darurat yang dimulai dengan dideklarasikannya undang-undang subversi tahun 1957. Struktur yang ada dalam undang-undang inilah yang kemudiaan memberi inspirasi untuk melahirkan Keppress No.47/1978 tentang organisasi Kopkamtib yang memiliki Laksusda di tingkat Kodam dan Laksuswil ditingkat Kowilhan hingga September 1988 diganti dengan Bakorstanas. Kekuasaan Sebagai koordinator kebijakan keamanan pemerintah, Kopkamtib telah menjadi bagian dari peraturan yang ada dalam negara. Fakta ini ditunjukan dengan adanya penggunaan seluruh instrumen negara dan elemen aparat negara sama halnya dengan membuat seluruh ukuran dengan merujuk pada keputusan hukum yang tercermin dalam undang-undang keamanan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945. Kopkamtib seperti yang pernah diakui mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso, memiliki kekuasaan untuk memberi perintah kepada polisi dalam melakukan proses interogasi, penangkapan, penahanan yang tidak diatur dalam peraturan nasional yang ada. Panglima Dalam sejarah pendiriannya, Kopkamtib hanya dipimpin oleh 6 orang jenderal yang disebut Panglima Kopkamtib dengan dinamika staf dan personalia yang hampir berubah setiap periode pimpinan, Hierarki Pangkopkamtib dalam pelaksanaan tugas bertanggungjawab kepada presiden. Tapi selain itu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari Pangkopkamtib bertanggungjawab pada Menhankam/Pangab. Antara tahun 1974 –1983, Struktur Pangkopkamtib didampingi oleh Kepala Staf (Kaskopkamtib) dan sekretaris pribadinya (Spri Kaskopkamtib) yang garis staff nya berada pada eselon pembantu pimpinan. Secara Hirarkis ada 6 kerangka besar pelaksana kebijakan Kopkamtib, mereka adalah: Presiden sebagai penanggungjawab seluruh pelaksanaan tugas dan dalam keadaan khusus memberi perintah langsung kepada Laksusda lewat Pangkopkamtib atau Menhankam/Pangab. Menhankam/Pangab sebagai pengendali sehari-hari dan mengawasi tugas pelaksanaan kerja Kopkamtib. Pangkopkamtib bertugas Menentukan kebijakan umum, mengendalikan dan mengambil keputusan operasi pemulihan keamanan Kopkamtib. Kaskopkamtib melakukan koordinasi dan supervisi kegiatan operasi pemulihan keamanan. Laksuswil melaksanakan kebijakan ditingkat wilayah yang pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada Pangab dan Pangkopkamtib. Laksusda melaksanakan kebijakan ditingkat daerah yang pelaksanaan tugasnya secara umum bertanggungjawab kepada Pangkowilhan dan secara khusus kepada Pangkopkamtib, Pangab dan Presiden. Organisasi Dalam susunan organisasi Kopkamtib, Presiden bersama dengan Pangkopkamtib, 5 Eselon pelaksana pusat (Dansatgas Intel, Kadispen Humas, Dan sathub, Kateperpu dan Katodsapu Kopkamtib) Laksuswil dan Laksusda dirajut dengan garis Komando. Sedangkan Menhankam bersama Pangkopkamtib, Laksuswil dan Laksusda disatukan dengan garis pengendalian dan pengawasan. Adapun selain itu, tetapi termasuk 5 eselon pelaksana di koordinasi oleh Pangkopkamtib langsung. Kopkamtib menurut Keppres No.47/1978 memiliki susunan organisasi yang terdiri dari: Eselon Pengendali (Menhankam/Pangab), Eselon Pimpinan (Pangkopkamtib), Eselon Pembantu Pimpinan yang terdiri dari: Unsur pembantu utama (Menhankam/Pangab dan Kaskopkamtib), Unsur Staf (staf umum: Assospol, Assintel, Asops, Aster dan Askamtibmas Kopkamtib dan Staf Khusus: Dansatgas Intel, Kadispen Humas, Dan sathub, Kateperpu, Katodsapu, Spri Pangkopkamtib dan Spri Kaskopkamtib) dan Unsur Pelayanan (Setkopkamtib dan Paku Kopkamtib) dan eselon pelaksana yang terbagi dalam dua unsur: Pelaksana Pusat (Satgas Intel, Dispen Humas, sathub, Teperpu, Todsapu Kopkamtib) dan Pelaksana Daerah (Laksuswil dan Laksusda). Referensi Website Buku Ahmad Hambali, Kopkamtib, Soeharto dan Kasus Tanjung Priok, Laporan Riset LPHAM Vol.1, Jakarta, 2004. Richard Tanter, tentang Kopkamtib Sejarah Indonesia Orde Baru Perserikatan Orde Baru
6079
https://id.wikipedia.org/wiki/Resolusi%203379%20Majelis%20Umum%20Perserikatan%20Bangsa-Bangsa
Resolusi 3379 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa
Resolusi 3379 dikeluarkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1975. Resolusi ini menyatakan bahwa Zionisme adalah sebuah bentuk rasisme. Resolusi ini lolos dengan 72 suara yang mendukung, 35 menolak dan 32 abstain. Jumlah 72 suara yang mendukung ini termasuk 20 negara Arab, 12 negara lainnya dengan mayoritas Muslim, termasuk Turki yang mengakui Israel kala itu, 12 negara komunis, 14 negara Afrika non-Muslim dan 14 negara lainnya termasuk Brasil, India, Meksiko, dan Portugal. Pencabutan Pada tahun 1991, situasi dunia internasional menjadi berbeda setelah runtuhnya Uni Soviet, kemenangan pasukan sekutu di Irak yang dipimpin Amerika Serikat dan hegemoni negara adidaya ini di dunia internasional. Maka pada tanggal 16 Desember 1991, Dewan Umum mengeluarkan Resolusi 46/86, yang menarik Resolusi 3379 dengan 111 suara setuju dan 25 suara menolak. Sementara itu ada 13 yang abstain dan 17 delegasi tidak hadir. Sementara itu 13 dari 19 negara Arab, termasuk yang berunding dengan Israel, menolak resolusi ini. Enam lainnya tidak hadir. Tidak ada Negara Arab yang setuju. PLO mengecam keras resolusi ini. Hanya tiga Negara non-Muslim yang menolak resolusi ini: Kuba, Korea Utara dan Vietnam. Hanya satu negara dengan mayoritas penduduk Muslim mendukung resolusi ini, yaitu Albania, lainnya abstain atau tidak hadir. Lihat pula Yahudi Zionisme Referensi Yahudi Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa
6081
https://id.wikipedia.org/wiki/Sellapan%20Ramanathan
Sellapan Ramanathan
Sellapan Ramanathan, () adalah Presiden Singapura yang keenam. Ia mendapatkan pendidikan di Singapura. Ia mulai bekerja sebelum tamat belajar di sekolah. Selepas Perang Dunia II, Ramanathan bekerja sambil kuliah di Universitas Malaya (di Singapura) hingga ia meraih gelar sarjana dalam bidang ilmu sosial. Nathan mulai bekerja sebagai Pegawai Negeri Singapura pada tahun 1955 dan telah mengemban berbagai jabatan pemerintah sebelum ia dilantik sebagai Presiden. Untuk menghargai sumbangannya kepada negara, pemerintah Singapura telah menganugerahkannya "Bintang Bakti Masyarakat" pada tahun 1964, "Pingat Pentadbiran Awam" (Perak) pada tahun 1967 dan "Pingat Jasa Gemilang" pada tahun 1974. Ia terpilih sebagai Presiden Singapura pada 18 Agustus 1999, menggantikan Ong Teng Cheong, dan dilantik pada 1 September 1999. Pada 18 Agustus 2005, Nathan kembali dinyatakan sebagai Presiden untuk masa bakti kedua selama enam tahun. Dia terpilih tanpa saingan. Nathan menikah dengan Urmila (Umi) Nandey dan dikaruniai seorang anak perempuan dan lelaki dan tiga orang cucu. Nathan terserang penyakit stroke pada 31 Juli 2016 pagi dan dimasukkan ke rumah sakit di Singapura. Beliau meninggal dunia pada 22 Augustus 2016 pada pukul 9:48 malam (UTC+8) pada usia 92 tahun di rumah sakit tersebut setelah berada dalam keadaan koma selama 3 minggu. Kehidupan awal Sellapan Ramanathan, keturunan India Tamil, lahir di Singapura pada 3 Juli 1924. Ia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tuanya, V. Sellapan dan Abirami, dan dua kakak lelaki di Muar, Johor, di sebuah rumah yang menghadap ke laut. Nathan akhirnya akan menjadi salah satu dari tujuh bersaudara; tiga kakak laki-lakinya meninggal pada masa kecil. Ayahnya telah diposkan ke kota Malaya sebagai pegawai pengacara untuk sebuah perusahaan yang melayani perkebunan karet, tetapi Depresi Hebat dan kemerosotan karet tahun 1930-an membuat kekayaan keluarga hancur. Ayah Nathan mengalami hutang dan akhirnya bunuh diri ketika Nathan berusia delapan tahun. Kembali ke Singapura, Nathan menerima pendidikan dasar di Anglo-Chinese Primary School dan Rangoon Road Afternoon School, dan pendidikan menengahnya di Victoria School. Namun, ia dikeluarkan dari sekolah dua kali dan, setelah bertengkar dengan ibunya, melarikan diri dari rumah pada usia 16 tahun. Selama pendudukan Jepang di Singapura , Nathan belajar bahasa Jepang dan bekerja untuk polisi sipil Jepang sebagai penerjemah. Setelah perang, sambil bekerja, ia menyelesaikan pendidikan menengah melalui kursus korespondensi dengan Wolsey Hall, Oxford, dan masuk ke Universitas Malaya (saat itu di Singapura), di mana ia menjadi sekretaris University Socialist Club pada tahun kedua universitasnya. Ia lulus pada 1954 dengan Diploma Studi Sosial (Perbedaan). Ia memperoleh diploma dari Universitas Malaya di Singapura pada tahun 1954. Ini diikuti oleh karier panjang di Singapore Civil Service, yang ia ikuti pada tahun 1955. Antara tahun 1962 dan 1966 ia diperbantukan ke Kongres Serikat Buruh Nasional, dan kemudian bekerja di Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri. Dia dengan Keamanan dan Intelijen Divisi dari Departemen Pertahanan ketika insiden Laju terjadi pada tahun 1974, dan berada di antara para pejabat pemerintah yang setuju untuk menemani para teroris yang telah mengebom tangki minyak ke Kuwait untuk menjamin pembebasan sandera-sandera sipil dan memastikan jalan yang aman bagi para teroris. Dia menjabat sebagai Sekretaris Tetap Pertama Kementerian Luar Negeri (1979–1982). Nathan meninggalkan Layanan Sipil pada tahun 1982 untuk menjadi ketua eksekutif Straits Times Press ; dia juga memegang jabatan direktur di perusahaan lain. Antara tahun 1988 dan 1996 ia menjabat sebagai Komisaris Tinggi Singapura untuk Malaysia dan Duta Besar untuk Amerika Serikat, sebelum 12 tahun masa jabatannya sebagai Presiden Republik Singapura sejak tahun 1999 hingga 2011. Setelah pensiun, Nathan beralih ke menulis dan juga menjadi Senior Fellow Distinguished di Sekolah Ilmu Sosial dari Singapore Management University (SMU), dan pada Institut Studi Asia Tenggara . Dia meninggal pada tahun 2016 dan diberikan pemakaman kenegaraan oleh Pemerintah. Di antara penghargaan dan penghargaan yang diterima Nathan adalah berganti nama dari Sekolah Ilmu Sosial dan Layanan Sosial Universitas Singapura (SUSS) menjadi Sekolah Pengembangan Manusia (NSHD) SR Nathan pada tahun 2018, Bintang Bakti Masyarakat (Bintang Layanan Publik) pada tahun 1964, yang Pingat Pentadbiran Awam (Perak) (Administrasi Medal Umum, Silver) pada tahun 1967, yang Pingat Pentadbiran Awam (Meritorious Service Medal) pada tahun 1975, dan Darjah Utama Temasek (Order of Temasek) (Kelas satu) pada tahun 2013; dan gelar kehormatan dari Universitas Nasional Singapura dan SMU. Masa kepresidenan Selama pemilihan presiden 1999, karena dua kandidat lainnya ternyata secara konstitusional tidak memenuhi syarat, Nathan terpilih tanpa lawan sebagai Presiden pada 18 Agustus 1999 & juga Panglima Tertinggi. Pencalonannya didukung oleh Menteri Senior Lee Kuan Yew dan mantan Presiden Wee Kim Wee. Nathan menggantikan Presiden Singapura kelima, Ong Teng Cheong, dan dilantik pada tanggal 1 September 1999. Nathan meluncurkan inisiatif penggalangan dana amal Tantangan Presiden tahunan pada tahun 2000. Berlanjut pada tahun 2012 oleh penggantinya, Presiden Tony Tan Keng Yam, pada tahun 2016 sekitar S $ 160 juta telah dikumpulkan oleh G-30-S. Untuk pemilihan presiden 2005, Komite Pemilihan Presiden (PEC) menyatakan Nathan sebagai satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat pada 13 Agustus, menolak tiga aplikasi lain berdasarkan kriteria konstitusional. Dengan demikian, Nathan terpilih tanpa lawan untuk masa jabatan kedua pada 17 Agustus 2005. Ia dilantik untuk masa jabatan kedua pada 1 September 2005, dan pada 2016, adalah satu-satunya orang yang memiliki menjabat dua istilah sebagai Presiden. Pada 21 Januari 2009, pada prinsipnya Nathan menyetujui permintaan Pemerintah untuk menarik $ 4,9 miliar dari cadangan keuangan negara masa lalu untuk mendanai Paket Ketahanan Pemerintah yang terdiri dari dua skema yang bertujuan untuk melestarikan pekerjaan dan bisnis selama krisis keuangan : skema Kredit Pekerjaan, yang menyediakan pengusaha dengan bantuan keuangan untuk membayar gaji karyawan; dan Inisiatif Pembagian Risiko Khusus, yang membantu perusahaan menengah mendapatkan kredit. Ini adalah pertama kalinya kekuasaan diskresioner Presiden dilaksanakan untuk tujuan ini. Persetujuan resmi Presiden atas penarikan tersebut kemudian ditandatangani dalam dua pemberitahuan bertanggal 13 Maret 2009 Lihat pula Daftar Presiden Singapura Presiden Singapura
6084
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar%20presiden%20Singapura
Daftar presiden Singapura
Presiden Singapura adalah kepala negara Singapura. Sebagai kepala negara, Presiden berwenang menjalankan sistem eksekutif, sedangkan perihal pemerintahan merupakan wewenang dari Perdana Menteri yang dibantu oleh kabinetnya. Presiden secara langsung dipilih melalui pemilihan umum sejak tahun 1991 dan sebelumnya dipilih oleh anggota parlemen. Sebelum menjadi sebuah negara, Singapura merupakan bagian dari Malaysia sebagai sebuah negara bagian, kemudian berpisah dari Malaysia pada tahun 1965. Jabatan Yang di-Pertuan Negara dibentuk ketika Singapura diberi hak otonomi untuk memerintah pada 1959. Yusof Ishak menjadi Yang di-Pertuan Negara yang terakhir sekaligus Presiden pertama Singapura. Pengganti Ketika presiden petahana telah habis masa jabatannya, maka perlu adanya pengganti untuk sementara, sehingga jabatan presiden diberikan kepada Ketua Dewan Penasehat Kepresidenan. Namun, apabila Ketua Dewan Penasehat Kepresidenan tidak ada, maka Ketua Parlemen berhak menjalankan tugas dan wewenang presiden. Jabatan presiden dapat diisi oleh seorang anggota dari parlemen yang telah ditunjuk jikalau Ketua Dewan Penasehat Kepresidenan dan ketua parlemen tidak ada. Daftar Mantan Presiden yang masih hidup Per September 2023, hanya terdapat 2 mantan Presiden Singapura yang masih hidup. Kematian terakhir mantan presiden adalah Sellapan Ramanathan yang meninggal pada 22 Agustus 2016 (umur 92 tahun). Referensi Pranala luar Situs web resmi Presiden Singapura
6086
https://id.wikipedia.org/wiki/Benjamin%20Sheares
Benjamin Sheares
Dr. Benjamin Henry Sheares () adalah presiden Singapura kedua. Benjamin dikaruniai 3 putra dan naik takhta pada tanggal 2 Januari 1971 dan menjabat sampai ia meninggal dunia. Awal kehidupan Benjamin Sheares dilahirkan sebagai anak kedua dari enam bersaudara di Singapura dari keluarga Eurasia dengan garis keturunan Inggris. Ayahnya Edwin H. Sheares, seorang penyelia teknis Departemen Pekerjaan Umum, lahir di Inggris dan dibesarkan di India. Edwin kemudian pindah ke Penang dan menikahi Lilian Gómez kelahiran Singapura, keturunan Cina Singapura dan Spanyol, dan memiliki enam anak - yang pertama meninggal saat masih bayi. Hidup itu sulit bagi keluarga Sheares dengan gaji yang sedikit yang diterima Edwin dari jabatannya. Sebagai anak muda, Sheares dikenal sebagai Ben atau Bennie. Dia adalah anak pendiam yang menyimpan banyak hal untuk dirinya sendiri dan suka bermain di Peirce Reservoir, tempat ayahnya bekerja. Dia memiliki hubungan dekat dengan saudara perempuannya Alice dan sering suka bermain dokter dengannya. Pada satu kesempatan, dia membuat Alice menelan koin satu sen sebagai "pil" medis dalam permainan mereka. Benjamin berusia enam tahun saat itu dan menerima persembunyian yang baik dari ibunya, Lilian. Sepanjang masa pertumbuhannya, Benjamin menunjukkan ambisi untuk menjadi dokter - mimpi yang dianggap hampir mustahil bagi seseorang yang berasal dari Asia dan berasal dari keluarga miskin pada masa kolonial awal Singapura. Namun, Alice terus membangkitkan semangatnya dengan mimpi itu, bertentangan dengan keinginan ibunya agar putranya mengambil pekerjaan sebagai juru tulis dan mulai membantu dengan tagihan keluarga segera setelah ia menyelesaikan Ujian Cambridge Senior (setara dengan O-Level). Karier Fakultas Kedokteran King Edward VII dan Sekolah Kedokteran Royal Postgraduate Sheares menghadiri Lembaga Hwa Chong dan kemudian pada tahun 1918 pergi ke Sekolah Saint Andrew, Singapura. Pada tahun 1922, ia pindah untuk belajar di Raffles Institution, satu-satunya sekolah yang dilengkapi dengan laboratorium ilmiah - menjadikannya tempat yang ideal untuk meneruskan ambisinya untuk menjadi dokter. Pada 1923, ia mendaftar ke Fakultas Kedokteran King Edward VII (pendahulu Universitas Nasional Singapura) untuk memulai pelatihan medisnya. Sheares menyadari bahwa keluarganya tidak dapat melihatnya melalui biaya sekolah yang lumayan yang diberikan oleh College, oleh karena itu ia memenangkan beasiswa yang ditawarkan oleh Dewan Medical College dengan kinerja akademisnya yang patut dicontoh. Dengan kuantum ini, ia dapat memberikan $ 50 setiap bulan kepada ibunya untuk dukungan keluarganya. Dia terus unggul dalam studinya dan dianugerahi empat medali oleh kampusnya. Kemudian, ia lulus ujian akhir Kebidanan dan Kandungan (O&G) dengan perbedaan. Setelah lulus dan bekerja sebagai dokter kandungan di Rumah Sakit Kandang Kerbau dan seorang profesor di Universitas Malaya Indonesia ia terus mendukung keluarganya, dan memikul tanggung jawab penuh untuk keluarganya ketika ayahnya meninggal pada tahun 1940. Sheares menganugerahkan Queen's Fellowship yang akan memberinya pelatihan pascasarjana dua tahun di Inggris. Namun, studinya ditunda karena Perang Dunia Kedua. Selama perang pada tahun 1941, rumah sakit tempat Sheares bekerja dirusak oleh pemboman oleh militer Jepang dan diubah menjadi rumah sakit umum untuk warga sipil yang terluka. Setelah perang, Sheares diangkat sebagai penjabat profesor O&G di rumah sakit, yang ia pegang hingga ia melanjutkan studi pascasarjana di Royal Postgraduate Medical School pada 1947. Ia kembali ke Singapura pada 1948 dan kembali ke jabatannya sebagai penjabat profesor O&G di Rumah Sakit Kandang Kerbau sebelum ia menjadi profesor penuh pada tahun 1950. Sheares kemudian pensiun dari rumah sakit pada tahun 1960 dan melakukan praktik pribadi hingga ia terpilih menjadi presiden. Ia menjadi Konsultan Kehormatan setelah pensiun dan terus mengajar mahasiswa sarjana dan pascasarjana di rumah sakit. Masa kepresidenan Benjamin Sheares menjadi presiden kedua Singapura pada 2 Januari 1971. Ibunya berusia 91 tahun ketika dia mengetahui bahwa dia telah menjadi Presiden Republik Singapura. Hanya dua minggu sebelum dia meninggal, dia berkata, "Tuhan telah memberkati Bennie terutama setelah cara dia menjaga kami dan saya." Menurut asisten medisnya, Sheares mungkin telah menyumbangkan seluruh gajinya sebagai Presiden untuk amal. Sheares telah menjabat tiga periode sebagai presiden dari 2 Januari 1971 hingga 12 Mei 1981. Dia awalnya ingin pensiun setelah menyelesaikan masa jabatan keduanya karena dia merasa tidak memiliki energi untuk masa jabatan lain, tetapi kemudian Perdana Menteri Lee Kuan Yew membujuknya dan Sheares yang berusia 70 tahun, mengambil masa jabatan ketiga sebagai presiden. Sheares memegang jabatan itu hingga kematiannya pada tahun 1981. CV Devan Nair menggantikannya sebagai Presiden. Kontribusi terkenal Selama menjabat sebagai kepala O&G di Rumah Sakit Kandang Kerbau selama Pendudukan Jepang, Sheares memelopori seksio sesarea yang lebih rendah yang menghasilkan angka mortalitas dan morbiditas yang lebih rendah pada wanita hamil daripada seksio sesaria bagian atas. Metode ini saat ini merupakan metode operasi caesar yang paling umum digunakan saat ini. Salah satu kontribusi utama Sheares lainnya untuk pengobatan adalah teknik untuk membuat vagina buatan bagi mereka yang lahir tanpa satu. Modifikasi itu masih digunakan untuk operasi perubahan jenis kelamin hari ini. Kematian Benjamin mengalami tumor di paru-parunya pada November 1980 saat menjalani masa kepresidenannya yang ketiga. Dia mengalami koma pada 3 Mei 1981 dan meninggal sembilan hari kemudian pada 12 Mei 1981. Dia dimakamkan di Pemakaman Negara Kranji. The Bridge Benjamin Sheares dan Sheares Street yang bernama setelah dia. Di dunia akademis, kediaman siswa Sheares Hall di Universitas Nasional Singapura, jabatan guru besar Benjamin Sheares, dan Sekolah Benjamin Sheares di Duke-NUS Graduate Medical School semuanya dinamai menurut namanya. Lihat pula Daftar Presiden Singapura Presiden Singapura
6087
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa%20Punjab
Bahasa Punjab
Bahasa Punjab (Gurmukhi: ਪੰਜਾਬੀ, Shahmukhi: ; ; atau disebut Panjab) adalah salah satu bahasa Indo-Arya yang dituturkan oleh kurang lebih 1.250.000 jiwa penutur di anak benua India dan orang Punjabi perantauan di seluruh dunia. Bahasa ini adalah bahasa asli Suku Punjab, suatu kelompok etnolinguistik di wilayah Punjab yang meliputi barat laut India and timur Pakistan. Kata Punjab berasal dari kata Panj dan aab yang berarti "lima sungai", karena daerah ini dilintasi oleh 5 sungai. Sungai-sungai tersebut antara lain Sungai Jhelum dan Sungai Indus. Daerah ini terkenal dengan kesuburannya sehingga kawasan ini sangatlah padat penduduk. Bahasa Punjab merupakan bahasa yang paling banyak dituturkan di Pakistan, bahasa kedua yang banyak dituturkan di India, serta bahasa ketiga yang banyak dituturkan di Asia Selatan. Bahasa ini adalah bahasa ketiga yang banyak dituturkan di Britania Raya setelah bahasa-bahasa asli Britania dan Polandia. Selain itu, bahasa ini juga merupakan bahasa kedua puluh enam dan kesepuluh yang juga banyak dituturkan secara berturut-turut di Amerika Serikat dan Australia. Bahasa ini menjadi bahasa suci bagi umat Sikh, karena menjadi identitas yang membedakan mereka dengan Hindu maupun Muslim. Guru Nanak pada abad ke-16 menciptakan sistem penulisan khusus bagi kaum Sikh yang disebut Gurmukhi, yang berarti "petuah guru", dan kitab suci kaum Sikh yakni Granth Sahib ditulis dalam huruf Gurmukhi. Huruf ini sebenarnya merupakan varian dari huruf Dewanagari yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Namun, kaum Hindu Punjab menggunakan huruf Dewanagari, sedangkan Muslim menggunakan huruf Arab-Urdu yang sering disebut sebagai Shahmukhi atau "huruf para raja". Punjab menurut para pakar bahasa dibagi menjadi dua dialek utama, yakni Lahnda atau Punjab Barat yang dituturkan di sisi Pakistan dan Punjab Timur yang dipakai di India. Di India, khususnya negara bagian Punjab, bahasa Punjab menjadi bahasa resmi dan dipakai dalam berbagai urusan tingkat negara bagian. Akan tetapi di Pakistan, meskipun penutur bahasa ini mencapai 48% penduduk namun bahasa ini tidak dijadikan sebagai bahasa resmi, dan hanya dipakai di kalangan penutur itu sendiri. Untuk semua urusan, baik pemerintahan maupun pendidikan, kesemuanya diatur dengan menggunakan Bahasa Urdu sehingga menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat Punjab Pakistan. Lihat pula Daftar Bahasa Catatan kaki Bahasa Indo-Arya Bahasa yang mempunyai aksara tersendiri
6088
https://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan%20komputer
Jaringan komputer
Jaringan komputer atau jejaring komputer (computer network) adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data. Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. Jaringan komputer terbagi menjadi beberapa macam yaitu Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN), dan Wide Area Network (WAN). Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana. Jaringan nirkabel beroperasi menggunakan standar  802.11b/g untuk frekuensi 2,4 GHz, standar  802.11a/ac beroperasi pada frekuensi 5 GHz, dan 802.11n/ax yang beroperasi pada kedua frekuensi. Perbedaan frekuensi 2,4GHz dan 5 GHz terdapat pada kecepatan transmisi data, bandwidth, dan daya cakupan. Pada 2,4GHz memiliki daya cakupan yang lebih jauh dibandingkan dengan 5 GHz, namun 5 GHz memiliki sinyal yang lebih kuat. Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti hub, bridge, switch, router, gateway sebagai peralatan interkoneksinya. Sejarah Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian. Kemudian pada tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri di setiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat. Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun 1979. Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link. Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan. Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini. Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia. Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET. Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih. Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ). Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat. tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan. Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah program penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajahi komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan. Program inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web. Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992. Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah). Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0. Klasifikasi Klasifikasi jaringan komputer terbagi menjadi: Berdasarkan geografisnya, jaringan komputer terbagi menjadi Jaringan area lokal atau Local Area Network (LAN), Jaringan area metropolitan atau Metropolitan Area Network (MAN), dan Jaringan area luas atau Wide Area Network (WAN). Jaringan area lokal merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau tempat yang berukuran sampai beberapa 1 - 10 kilometer. LAN sering kali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan stasiun kerja (workstation) dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumber daya (misalnya pencetak (printer) dan saling bertukar informasi. Sedangkan Jaringan area metropolitan merupakan perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kota yang cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 - 50 kilometer. Kabel transmisi yang digunakan adalah kabel serat optik (Fiber Optic). Jaringan area luas Merupakan jaringan antarkota, antar propinsi, antar negara, bahkan antar benua. Jaraknya bisa mencakup seluruh dunia, misalnya jaringan yang menghubungkan semua bank di Indonesia, atau jaringan yang menghubungkan semua kantor Perwakilan Indonesia di seluruh dunia. Media transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit, tetapi banyak yang mengandalkan koneksi serat optik antar negara. Berdasarkan fungsi, terbagi menjadi Jaringan Klien-server (Client-server) dan Jaringan Ujung ke ujung (Peer-to-peer). Jaringan klien-server pada dasarnya ada satu komputer yang disiapkan menjadi peladen (server) dari komputer lainnya yang sebagai klien (client). Semua permintaan layanan sumber daya dari komputer klien harus dilewatkan ke komputer peladen, komputer peladen ini yang akan mengatur pelayanannya. Apabila komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih dari satu komputer menjadi peladen, sehingga ada pembagian tugas, misalnya file-server, print-server, database server dan sebagainya. Tentu saja konfigurasi komputer peladen biasanya lebih dari konfigurasi komputer klien baik dari segi kapasitas memori, kapasitas cakram keras {harddisk), maupun kecepatan prosesornya. Sedangkan jaringan ujung ke ujung itu ditunjukkan dengan komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat meminta pemakaian bersama sumber daya dari komputer lainnya, demikian pula harus siap melayani permintaan dari komputer lainnya. Model jaringan ini biasanya hanya bisa diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlalu banyak, maksimum 25, karena komunikasi akan menjadi rumit dan macet bilamana komputer terlalu banyak. Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas: Topologi bus Topologi bintang Topologi cincin Topologi mesh Topologi pohon Topologi linier Berdasarkan distribusi sumber informasi/data Jaringan terpusat Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer peladen. Jaringan terdistribusi Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer peladen yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu. Berdasarkan media transmisi data Jaringan berkabel (Wired Network) Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi untuk mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan. Jaringan nirkabel(Wi-Fi) Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan. Lihat pula FMS Token Bus CSMA/CD Token ring Bacaan lanjutan Shelly, Gary, et al. "Discovering Computers" 2003 Edition. Wendell Odom, Rus Healy, Denise Donohue. (2010) CCIE Routing and Switching. Indianapolis, IN: Cisco Press Kurose James F and Keith W. Ross: Computer Networking: A Top-Down Approach Featuring the Internet, Pearson Education 2005. William Stallings, Computer Networking with Internet Protocols and Technology, Pearson Education 2004. Important publications in computer networks Network Communication Architecture and Protocols: OSI Network Architecture 7 Layers Model Dimitri Bertsekas, and Robert Gallager, "Data Networks," Prentice Hall, 1992. Pranala luar IEEE Ethernet Akronim Referensi Teknologi informasi
6092
https://id.wikipedia.org/wiki/Dolar%20Singapura
Dolar Singapura
Dolar Singapura (SGD atau S$) adalah mata uang negara Singapura. Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Otoritas Moneter Singapura. Satu dolar Singapura dibagi menjadi 100 sen. Sejarah Antara tahun 1845 dan 1939, Singapura menggunakan Dolar Selat. Mata uang ini digantikan oleh dolar Dolar Malaya, kemudian dari tahun 1953, Dolar Malaya dan Borneo Inggris, yang dikeluarkan oleh Dewan Komisaris Mata Uang, Malaya dan Borneo Inggris. Singapura menggunakan mata uang yang sama dengan Malaysia saat ia bergabung negara tersebut pada tahun 1963. Setelah uang ini berpisah dari Malaysia pada tahun 1965, Singapura mulai menggunakan mata uangnya sendiri. Singapura mendirikan sebuah "Dewan Komisaris Mata uang, Singapura" pada 7 April 1967 dan mengeluarkan serial mata uang yang pertama, "Orkid", pada 12 Juni 1967. Koin Pecahan uang koin yang dalam sirkulasi saat ini adalah: Satu sen Lima sen Sepuluh sen Dua puluh sen Lima puluh sen Satu dolar Kertas Pecahan uang kertas yang dalam sirkulasi saat ini adalah: Dua dolar Lima dolar Sepuluh dolar Dua puluh dolar Lima puluh dolar Seratus dolar Seribu dolar Sepuluh ribu dolar Referensi 10,000 Singapore OrchidDetail dan Gambar 1. Tulisan di Arm "Aranda Majulah" (sangat langka) / sulit ditemui. 2. Tulisan di Arm "Aranda Singapura" (sangat langka) / sulit ditemui. 3. Tulisan di Arm "Majulah Singapura" langka / jarang ditemui. Harga di atas rate 4. Cetakan terakhir "Majulah Singapura" dicetak versi REPRODUCTION (untuk charity draw collector), dijual oleh kolektor dengan tulisan REPRODUCTION * Seluruh versi cetakan tersebut di atas memiliki ciri identifikasi MICROFILM yang tidak mungkin untuk dipalsukan. Condition: 1. Masing - masing cetakan berbeda warna 2. Serial number berbeda, ada Z/1, 2/1, A/1 3. Masing-masing cetakan juga berbeda ketajaman tulisan 4. Watermark juga berbeda-beda (kepala singa, singapore arms, dan ada juga dicetak keduanya bersama) 5. Cetakan tahun 1973, benang harus 2 sesuai dengan instruksi MAS. 6. Semua versi cetakan adalah asli 7. Jenis kertas juga berbeda-beda (tahun 1973 dari Abu Ubaidah Lihat pula Daftar mata uang dollar Pranala luar Monetary Authority of Singapore Exchange Policy Mata uang Ekonomi Singapura
6093
https://id.wikipedia.org/wiki/Yusof%20Ishak
Yusof Ishak
Yang Amat Berbahagia Tun Haji Yusof bin Ishak, biasa dipanggil Encik Yusof bin Ishak () adalah Presiden Singapura yang pertama dan berketurunan dari suku Melayu dan Minangkabau Lahir di Perak, Negeri-Negeri Melayu Bersekutu dengan ayah keturunan Minangkabau dan ibu berdarah Melayu, Yusof merupakan anak sulung dalam sebuah keluarga beranggotakan sembilan orang. Pada 3 Desember 1959, Yusof dilantik sebagai kepala negara (Yang di-Pertuan Negara) Singapura. Ia merupakan warga negara Singapura yang pertama kali memegang jabatan tersebut. Pada 9 Agustus 1965, tatkala Singapura keluar dari Federasi Malaysia dan merdeka, statusnya berubah menjadi presiden negara kepulauan tersebut hingga tahun 1970, ketika Yusof meninggal. Wajah Yusof diabadikan pada pecahan-pecahan uang kertas Singapura. Galeri Lihat pula Daftar Presiden Singapura Pranala luar Biografi di situs Kepresidenan Singapura Presiden Singapura Politikus Minangkabau Tokoh politik Minangkabau Minangkabau Malaysia Indonesia-Malaysia Tokoh keturunan atau kelahiran Indonesia Dinasti Mauli Orang Singapura keturunan Melayu
6095
https://id.wikipedia.org/wiki/Asia
Asia
Asia adalah benua terbesar di Bumi baik menurut luas daratan maupun jumlah penduduk. Benua ini berbatasan dengan Pegunungan Ural dan Kaukasus serta Samudra Arktik, Pasifik, dan Hindia. Benua ini mencakup 8,7% dari total luas permukaan Bumi dan terdiri dari 30% dari luas daratannya. Dengan sekitar 4,6 miliar orang, terdapat 60% dari populasi manusia dunia saat ini. Asia memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi pada era modern. Misalnya, selama abad ke-20, Populasi Asia hampir empat kali lipat. Benua yang telah lama menjadi rumah bagi sebagian besar populasi manusia, merupakan tempat bagi banyak peradaban pertama. Benua Asia dan Eropa merupakan benua yang terhubung lewat darat dan keduanya membentuk suatu benua raksasa yang disebut sebagai Eurasia. Batas antara Asia dan Eropa sangat kabur sehingga beberapa negara seperti Turki terkadang dapat dimasukkan ke Asia maupun Eropa. Beberapa bentang alam yang sering dipakai untuk memisahkan kedua benua tersebut adalah Selat Dardanella, Laut Marmara, Selat Bosporus, Laut Hitam, Pegunungan Kaukasus, Laut Kaspia, Sungai Ural (atau Sungai Emba), dan Pegunungan Ural hingga Novaya Zemlya. Selain berbatasan langsung dengan benua Eropa, benua Asia juga memiliki batas langsung dengan benua Afrika yang memiliki perbatasan darat dan bertemu di sekitar Terusan Suez. Mengingat ukuran dan keragamannya, konsep Asia–nama tersebut kembali ke zaman klasik–yang sebenarnya mungkin lebih berkaitan dengan geografi manusia daripada geografi fisik. Asia sangat beragam dan di dalam masing-masing wilayahnya terdapat kelompok-kelompok etnik, budaya, lingkungan, ekonomi, hubungan sejarah, dan sistem pemerintahan yang mantap. Etimologi Kata "Asia" masuk ke dalam bahasa Indonesia, melalui bahasa Belanda, dari Yunani Kuno Ασία (Asia; lihat juga daftar nama nama tempat tradisional Yunani). Nama ini pertama kali dicoba di Herodotus (pada 440 sebelum Masehi), yang mana mengacu pada Asia Kecil; atau, dengan maksud menggambarkan Perang Persia, kepada Kerajaan Persia sebagai musuh Yunani dan Mesir. Meski sebelum Herodotus, Homer mengetahui celah Troya bernama Asios, anak laki-laki Hyrtacus, penguasa atas beberapa kota, dan dia menggambarkan rawa-rawa sebagai "ασιος" (ilias 2, 461). Istilah Yunani yang diturunkan dari Assuwa, suatu konfederasi negara negara di Anatolia Barat pada abad ke-14 sebelum Masehi. Hittite assu - "Bagus" kemungkinan adalah bagian dari nama itu. Selain itu, pokok asal usul kata dari istilah itu kemungkinan dari kata Akkadia (w)aṣû(m), yang masih kerabat kata Ibrani יצא, yang berarti "keluar" atau "naik", mengacu ke arah matahari pada saat fajar (matahari terbit) di Timur Tengah, dan juga tampaknya berhubungan dengan kata Fenisia asa yang berarti timur. Ini kontras mungkin dengan asal usul kata yang diusulkan Eropa, dari bahasa Arab dan Parsi erēbu "masuk" atau "terbenam" (bagi matahari). Meskipun begitu, asal usul pengharapan Mesoppotamia atau Timur Tengah tak akan menjelaskan bagaimana istilah "Asia" pertama datang yang dipadukan dengan Anatolia sebagai tinggal di barat dari bahasa daerah Arab Persia. Sejarah Sejarah Asia dapat dilihat sebagai sejarah yang berbeda dari beberapa wilayah pesisir di pinggiran, seperti Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Timur Tengah, yang dihubungkan oleh massa interior stepa Asia Tengah. Pinggiran pesisir merupakan rumah bagi beberapa peradaban paling awal yang diketahui di dunia, dan masing-masing berkembang di sekitar lembah sungai yang subur. Peradaban di Mesopotamia, Lembah Indus dan Sungai Kuning memiliki banyak kesamaan. Peradaban ini mungkin telah bertukar teknologi dan ide seperti matematika dan roda. Inovasi lain, seperti menulis, tampaknya dikembangkan secara individual di setiap daerah. Kota, negara bagian, dan kerajaan berkembang di dataran rendah ini. Wilayah stepa tengah telah lama dihuni oleh pengembara berkuda yang dapat menjangkau seluruh wilayah stepa Asia. Ekspansi paling awal dari stepa adalah Indo-Eropa yang menyebarkan bahasa mereka ke Timur Tengah, Asia Selatan, dan perbatasan Cina, di mana Bangsa Tokharia tinggal. Bagian paling utara Asia, termasuk sebagian besar Siberia, sebagian besar tidak dapat diakses oleh pengembara stepa, karena hutan lebat, iklim, dan tundra. Daerah-daerah ini sangat jarang penduduknya hingga saat ini. Pusat dan pinggiran sebagian besar dipisahkan oleh pegunungan dan gurun. Pegunungan Kaukasus dan Himalaya serta gurun Karakum dan Gobi membentuk penghalang yang hanya bisa dilintasi oleh penunggang kuda stepa dengan susah payah. Sementara penduduk kota lebih maju secara teknologi dan sosial, dalam banyak kasus mereka tidak dapat berbuat banyak dalam aspek militer untuk bertahan melawan gerombolan stepa yang berkuda. Namun, dataran rendah tidak memiliki padang rumput terbuka yang cukup untuk mendukung pasukan kuda yang besar; untuk alasan ini dan lainnya, pengembara yang menaklukkan negara-negara di Cina, India, dan Timur Tengah sering mendapati diri mereka beradaptasi dengan masyarakat lokal yang lebih makmur. Kekalahan Kekhalifahan Islam atas kekaisaran Bizantium dan Persia menyebabkan Asia Barat dan bagian selatan Asia Tengah dan bagian barat Asia Selatan berada di bawah kendalinya selama penaklukannya pada abad ke-7. Kekaisaran Mongol menaklukkan sebagian besar Asia pada abad ke-13, wilayah yang membentang dari Cina hingga Eropa. Sebelum invasi Mongol, Dinasti Song dilaporkan memiliki sekitar 120 juta warga; sensus 1300 yang mengikuti invasi melaporkan sekitar 60 juta orang. Black Death adalah salah satu pandemi yang paling menghancurkan dalam sejarah manusia, diperkirakan berasal dari dataran gersang di Asia Tengah, di mana pandemi tersebut kemudian menyebar di sepanjang Jalur Sutra. Kekaisaran Rusia mulai meluas ke Asia sejak abad ke-17, dan pada akhirnya akan menguasai seluruh Siberia dan sebagian besar Asia Tengah pada akhir abad ke-19. Kekaisaran Ottoman kemudian menguasai Anatolia, sebagian besar Timur Tengah, Afrika Utara, dan Balkan sejak pertengahan abad ke-16 dan seterusnya. Pada abad ke-17, Orang Manchu menaklukkan Tiongkok dan mendirikan Dinasti Qing. Kesultanan Mughal Islam dan Kekaisaran Maratha Hindu menguasai sebagian besar India pada abad ke-16 dan ke-18. Kekaisaran Jepang menguasai sebagian besar Asia Timur dan sebagian besar Asia Tenggara, Nugini, dan pulau-pulau Pasifik hingga akhir Perang Dunia II. Geografi Asia adalah benua terbesar di Bumi. Benua ini mencakup 9% dari total luas permukaan Bumi (atau 30% dari luas daratannya), dan memiliki garis pantai terpanjang sekitar . Asia secara umum didefinisikan terdiri dari empat perlima bagian timur Eurasia. Terletak di sebelah timur Terusan Suez dan Pegunungan Ural, di selatan Pegunungan Kaukasus (atau Cekungan Kuma–Manych), Kaspia, dan Laut Hitam. Di sebelah timur benua ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, di selatan oleh Samudra Hindia, dan di utara oleh Samudra Arktik. Asia dibagi menjadi 49 negara, lima di antaranya (Georgia, Azerbaijan, Rusia, Kazakhstan dan Turki) merupakan negara lintas benua yang terletak sebagian di Eropa. Secara geografis, Rusia sebagian berada di Asia, tetapi dianggap sebagai negara Eropa, baik secara budaya maupun secara politik. Gurun Gobi yang berada di Mongolia dan Gurun Arab membentang di sebagian besar Timur Tengah. Sungai Yangtze di Tiongkok adalah sungai terpanjang di Asia. Himalaya yang terletak di antara Nepal dan Tiongkok adalah pegunungan tertinggi di dunia. Hutan hujan tropis membentang di sebagian besar Asia selatan dan hutan jenis konifera dan gugur terletak lebih jauh ke utara. Wilayah utama Ada berbagai pendekatan untuk pembagian regional Asia. Pembagian wilayah berikut digunakan, antara lain, oleh UNSD. Pembagian Asia menjadi beberapa wilayah oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dilakukan semata-mata untuk alasan statistik dan tidak menyiratkan asumsi apa pun tentang afiliasi politik atau afiliasi lain dari negara dan wilayah. Asia Utara (Siberia) Asia Tengah (The 'stans) Asia Barat (Timur Tengah atau Timur Dekat dan Kaukasus) Asia Selatan (Anak benua India) Asia Timur (Timur Jauh) Asia Tenggara (Hindia Timur dan Indochina) Iklim Asia memiliki fitur iklim yang sangat beragam. Iklim Asia berkisar dari arktik dan subarktik di Siberia hingga tropis di India selatan dan Asia Tenggara. Beberapa rentang suhu harian terbesar di Bumi terjadi di bagian barat Asia. Sirkulasi monsun mendominasi di bagian selatan dan timur, karena kehadiran pegunungan Himalaya yang memaksa terbentuknya suhu rendah yang menarik kelembapan selama musim panas. Bagian barat daya benua itu cukup panas. Siberia adalah salah satu tempat terdingin di Belahan Bumi Utara, dan dapat menjadi sumber massa udara Arktik untuk Amerika Utara. Tempat paling aktif di Bumi untuk aktivitas siklon tropis terletak di timur laut Filipina dan selatan Jepang. Perubahan iklim Perubahan iklim berdampak besar pada banyak negara di benua ini. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2010 oleh pertanian analisis risiko global Maplecroft mengidentifikasi 16 negara yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. Kerentanan setiap negara dihitung menggunakan 42 indikator sosial, ekonomi dan lingkungan, yang mengidentifikasi kemungkinan dampak perubahan iklim selama 30 tahun ke depan. Negara-negara Asia seperti Indonesia, Bangladesh, India, Filipina, Thailand, Tiongkok dan Sri Lanka adalah di antara 16 negara menghadapi risiko ekstrim dari perubahan iklim. Beberapa pergeseran sudah terjadi. Misalnya, di bagian tropis India dengan iklim semi-kering, suhu meningkat sebesar 0,4 °C antara tahun 1901 dan 2003. Sebuah studi tahun 2013 oleh International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tropics (ICRISAT) bertujuan untuk menemukan pendekatan dan teknik berbasis ilmu pengetahuan yang berpihak pada kaum miskin yang akan memungkinkan sistem pertanian Asia untuk mengatasi perubahan iklim, sekaligus menguntungkan kaum miskin. dan petani yang rentan. Rekomendasi studi berkisar dari meningkatkan penggunaan informasi iklim dalam perencanaan lokal dan memperkuat layanan penasehat pertanian berbasis cuaca, untuk merangsang diversifikasi pendapatan rumah tangga pedesaan dan memberikan insentif kepada petani untuk mengadopsi langkah-langkah konservasi sumber daya alam untuk meningkatkan tutupan hutan, mengisi air tanah dan menggunakan energi terbarukan. Sepuluh negara Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) – Indonesia, Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam – termasuk yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim di dunia, namun upaya mitigasi iklim ASEAN tidak sepadan dengan ancaman dan risiko iklim yang dihadapinya. Ekonomi Asia memiliki ekonomi benua terbesar di dunia berdasarkan nilai PDB nominal dan PPP, dan merupakan kawasan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat. , Tiongkok sejauh ini merupakan ekonomi terbesar di benua Asia, dan menghasilkan hampir setengah dari ekonomi benua itu berdasarkan PDB nominal. Diikuti oleh Jepang, India, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Turki, yang semuanya berada di peringkat 20 ekonomi terbesar teratas baik berdasarkan nilai nominal maupun PPP. Berdasarkan Lokasi Kantor Global 2011, Asia mendominasi lokasi kantor dengan 4 dari 5 teratas berada di Asia: Hong Kong, Singapura, Tokyo dan Seoul. Sekitar 68 persen perusahaan internasional memiliki kantor di Hong Kong. Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, ekonomi Tiongkok dan India tumbuh pesat, keduanya dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata lebih dari 8%. Negara-negara dengan pertumbuhan sangat tinggi baru-baru ini di Asia termasuk Indonesia, Israel, Malaysia, Bangladesh, Thailand, Vietnam, dan Filipina, dan negara-negara kaya mineral seperti Kazakhstan, Turkmenistan, Iran, Brunei, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, dan Oman. Menurut sejarawan ekonomi Angus Maddison dalam bukunya The World Economy: A Millennial Perspective, India memiliki ekonomi terbesar di dunia selama 0 SM dan 1000 SM. Secara historis, India adalah ekonomi terbesar di dunia selama hampir dua milenium dari abad ke-1 hingga ke-19, menyumbang 25% dari hasil industri dunia. Tiongkok adalah negara dengan ekonomi terbesar dan termaju di dunia untuk sebagian besar sejarah yang tercatat dan berbagi mantel dengan India. Selama beberapa dekade di akhir abad ke-20, Jepang adalah ekonomi terbesar di Asia dan terbesar kedua di antara negara mana pun di dunia, setelah melampaui Uni Soviet (diukur dalam produk material bersih) pada tahun 1990 dan Jerman pada tahun 1968. (NB: Sejumlah ekonomi supernasional lebih besar, seperti Uni Eropa (UE), Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) atau APEC). Ini berakhir pada 2010 ketika Tiongkok mengambil alih posisi Jepang menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia. Diperkirakan bahwa India akan menyusul Jepang dalam hal PDB nominal pada tahun 2027. Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, PDB Jepang menurut nilai tukar mata uang hampir sebesar gabungan negara-negara Asia lainnya. Pada tahun 1995, ekonomi Jepang hampir menyamai AS sebagai ekonomi terbesar di dunia selama sehari, setelah mata uang Jepang mencapai rekor tertinggi 79 Yen/US$. Pertumbuhan ekonomi di Asia sejak Perang Dunia II hingga tahun 1990-an terkonsentrasi di Jepang serta empat wilayah yaitu Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong dan Singapura yang terletak di Lingkar Pasifik, yang dikenal sebagai Asian tigers, yang sekarang semuanya dianggap sebagai ekonomi maju, memiliki PDB per kapita tertinggi di Asia. Asia adalah benua terbesar di dunia dengan margin yang cukup besar, dan kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, hutan, ikan, air, beras, tembaga, dan perak. Manufaktur di Asia secara tradisional terkuat di Asia Timur dan Tenggara, terutama di Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, India, Filipina, dan Singapura. Jepang dan Korea Selatan terus mendominasi di bidang perusahaan multinasional, tetapi Tiongkok dan India semakin membuat terobosan yang signifikan. Banyak perusahaan dari Eropa, Amerika Utara, Korea Selatan, dan Jepang beroperasi di negara-negara berkembang Asia untuk memanfaatkan pasokan tenaga kerja murah yang berlimpah dan infrastruktur yang relatif maju. Menurut Citigroup pada tahun 2011, 9 dari 11 Global Growth Generators negara berasal dari Asia didorong oleh pertumbuhan populasi dan pendapatan. Mereka adalah Bangladesh, Tiongkok, India, Irak, Mongolia, Filipina, Sri Lanka, dan Vietnam. Asia memiliki tiga pusat keuangan utama: Hong Kong, Tokyo, dan Singapura. Pusat panggilan dan pengalihdayaan proses bisnis (BPO) menjadi pemberi kerja utama di India dan Filipina karena ketersediaan sejumlah besar pekerja terampil berbahasa Inggris. Meningkatnya penggunaan outsourcing telah membantu kebangkitan India dan China sebagai pusat keuangan. Karena industri teknologi informasi yang besar dan sangat kompetitif, India telah menjadi pusat utama untuk outsourcing. Perdagangan antara negara-negara Asia dengan negara-negara di benua lain sebagian besar dilakukan di jalur laut yang penting bagi Asia. Rute utama individu telah muncul dari sini. Rute utama mengarah dari pantai Cina selatan melalui Hanoi ke Jakarta, Singapura, dan Kuala Lumpur melalui Selat Malaka melalui Kolombo di Sri Lanka ke ujung selatan India melalui Malé ke Mombasa di Afrika Timur, dari dari sana ke Jibuti, lalu melalui Laut Merah melewati Terusan Suez ke Mediterania, ke sana melalui Haifa, Istanbul, dan Athena ke Adriatik atas ke hub Italia utara di Trieste dengan koneksi relnya ke Eropa Tengah dan Timur atau lebih jauh ke Barcelona dan di sekitar Spanyol dan Prancis ke pelabuhan utara Eropa. Bagian yang jauh lebih kecil dari lalu lintas barang berjalan melalui Afrika Selatan ke Eropa. Bagian yang sangat signifikan dari lalu lintas barang Asia dilakukan melintasi Pasifik menuju Los Angeles dan Long Beach. Berbeda dengan jalur laut, Jalur Sutra melalui jalur darat ke Eropa di satu sisi masih dalam pembangunan dan di sisi lain cakupannya jauh lebih kecil. Perdagangan intra-Asia, termasuk perdagangan laut, berkembang pesat. Pada tahun 2010, Asia memiliki 3,3 juta jutawan (orang dengan kekayaan bersih lebih dari US$1 juta tidak termasuk rumah mereka), sedikit di bawah Amerika Utara dengan 3,4 juta jutawan. Tahun lalu Asia telah menggulingkan Eropa. Citigroup dalam The Wealth Report 2012 menyatakan bahwa centa-miliuner Asia mengambil alih kekayaan Amerika Utara untuk pertama kalinya karena "pusat gravitasi ekonomi" dunia terus bergerak ke timur. Pada akhir tahun 2011, ada 18.000 orang Asia terutama di Asia Tenggara, Tiongkok, dan Jepang yang memiliki setidaknya $100 juta aset yang dapat dibuang, sedangkan Amerika Utara dengan 17.000 orang dan Eropa Barat dengan 14.000 orang. Pembagian wilayah Sebagaimana telah disebutkan, Asia dapat dianggap sebagai suatu bagian dari benua Eurasia yang lebih besar. Untuk pembagian berdasarkan istilah ini, lihat Eurasia Utara dan Eurasia Tengah. Asia sendiri sering dibagi-bagi menjadi beberapa wilayah: Asia Utara Rusia Asia Tengah Tidak ada konsensus pasti tentang penggunaan istilah ini, namun biasanya mencakup: Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Kirgizstan, Kazakhstan Asia Timur Asia Timur disebut juga Timur Jauh, karena orang Eropa melihat letak geografisnya sangat jauh dari Eropa. Istilah ini mencakup: Kepulauan Samudra Pasifik, dan Jepang di Semenanjung Korea: Korea Utara dan Korea Selatan Republik Rakyat Tiongkok, daerah administratif khusus Hongkong dan Makau, dan wilayah yang dipertentangkan Tibet dan Taiwan Mongolia Asia Tenggara Daerah ini mencakup Semenanjung Malaka, Indochina dan kepulauan-kepulauan di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Negara-negara yang termasuk daerah ini adalah: Di daratan Asia Tenggara: Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Di Kepulauan Asia Tenggara: Malaysia, Filipina, Singapura, Indonesia, Brunei dan Timor-Leste. Malaysia dibagi menjadi dua bagian oleh Laut Tiongkok Selatan, dan daratan, daratan pertama di Semenanjung Malaka, dan yang kedua ada di Pulau Kalimantan. Dengan ini mempunyai bagian daratan dan bagian kepulauan Nama dua kepulauan Malaysia: Kepulauan Malaysia Timur terdapat pada Pulau Kalimantan. Terdiri dari dua negara bagian Sabah dan Serawak. Kepulauan Malaysia Barat terdapat pada sebelah selatan Thailand. Terdiri dari Selangor, Negeri Sembilan, Kelantan, Johor, Perak, Pahang, dll. Pulau Papua di bagian barat dan pulau Timor di bagian selatan yang menjadi milik Indonesia dimasukkan ke Asia Tenggara karena Politik Asia Selatan Asia Selatan terdiri dari: Negara-negara Himalaya: India (julukan untuk negara India adalah Anak benua Asia atau Asia muka), Pakistan, Nepal, Bhutan dan Bangladesh Mongolia Negara-negara Samudera Hindia: Sri Lanka, Maladewa dan Wilayah Samudra Hindia Britania Afganistan dan Iran Asia Barat Sering dipanggil dengan nama Timur Tengah meski istilah ini juga kadang digunakan untuk merujuk kepada negara-negara di Afrika Utara. Asia Barat dapat dibagi lagi kepada: Georgia dan wilayah yang dipertentangkan Abkhazia dan Ossetia Selatan Armenia, Azerbaijan, dan wilayah yang dipertentangkan Republik Artsakh di Laut Tengah: negara pulau Siprus, dan wilayah yang dipertentangkan Republik Turki Siprus Utara di Levant atau Timur Dekat: Suriah, Yordania, Lebanon dan Irak di Jazirah Arab: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Oman, Yaman, Palestina dan Kuwait di Semenanjung Sinai: Mesir Juga lihat Negara-negara Teluk untuk pengelompokan berbeda yang berisi beberapa negara-negara di atas. Kepadatan penduduk Berikut ini adalah daftar negara-negara dan wilayah menurut kepadatan penduduknya dalam jumlah penduduk/km2. Berbeda dengan angka-angka dalam artikel negara-negara, angka-angka pada tabel ini didasarkan pada area yang mencakup perairan (danau, reservoir, sungai) dan karenanya mungkin angkanya lebih kecil di sini. Seluruh Rusia, Mesir, dan Turki disebutkan di dalam tabel ini, meskipun hanya sebagian dari wilayah negara-negara itu berada di Asia. Georgia, Armenia, dan Azerbaijan juga dicantumkan di sini, meskipun negara-negara itu juga dapat dianggap sebagai bagian dari Eropa. Tepi Barat dan Jalur Gaza tidak dicantumkan secara terpisah, melainkan digabungkan sebagai bagian dari wilayah Palestina. Penjelasan di atas memberikan pemahaman tentang flora dan fauna yang hidup di daerah benua Asia yang disesuaikan dengan iklim yang dimiliki. Selanjutnya, bagaimanakah keadaan penduduk di benua Asia. Yang dapat dijelaskan pada pembahasan di bawah ini. Asia adalah regional atau benua terluas dan terkenal, tergantung dari apa batasannya. Secara tradisional batasannya adalah bagian dari massa benua yang terbentang dari Afrika–Eurasia terletak di timur Terusan Suez, pegunungan Ural dan selatan dari Pegunungan Kaukasus dan Laut Kaspia serta Laut Hitam. Sekitar 60% penduduk dunia tinggal di Asia, yang mana 2% di antaranya menempati bagian utara dan separuh bagian pedalaman seperti (Siberia, Mongolia, Kazakhstan, Xinjiang, Tibet, Qinghai, bagian barat Uzbekistan dan Turkmenistan); yang 98% tinggal di separuh sisa lainnya. Flora dan fauna Flora dan fauna yang ada di benua Asia dapat dijelaskan sebagai berikut. Daerah yang memiliki iklim tropis basah akan tertutup oleh hutan hujan tropis dengan pohon–pohon yang memiliki daun lebar dan heterogen. Ada juga hutan musim yang pohon–pohonnya agak jarang dan homogen. Hewan yang hidup di iklim tropis basah, antara lain sejenis kera, badak, dan banteng. Kemudian, di daerah yang beriklim kering. Pada daerah beriklim kering akan dijumpai tumbuhan gurun yang memiliki masa tumbuh yang singkat. Tumbuhan yang dapat dijumpai pada daerah yang miliki iklim kering, yaitu sejenis kaktus berduri. Hewan yang dapat hidup di wilayah beriklim kering, antara lain hyena, singa, unta, dan keledai. Selanjutnya, pada daerah sekeliling gurun yang memiliki curah hujan lebih besar, biasanya ditumbuhi oleh padang rumput kering. Pada daerah yang agak lembap, terdapat hutan sabana. Hewan yang hidup di daerah gurun dengan curah hujan yang lebih besar dan lembap, antara lain rusa, zebra, jerapah, yak, zebu, banteng, kuda, harimau, serigala, singa, dan jaguar. Pada daerah sekitar kutub terdapat tanaman yang berdaun jarum dengan hutan campuran hutan cemara atau conifer. Kemudian, pada daerah di sepanjang pantai Laut Artik merupakan suatu daerah yang tidak terdapat pohon. Tumbuhan yang dapat ditemui pada daerah tersebut, biasanya sejenis lumut atau yang dikenal dengan hutan tundra. Hewan yang dapat hidup di daerah tersebut yaitu hewan caribou atau sejenis rusa, beruang, dan serigala. Geografi politik Referensi Benua
6098
https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas
Universitas
Universitas adalah suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian, yang memberikan gelar akademis dalam berbagai bidang. Sebuah universitas menyediakan pendidikan sarjana dan pascasarjana. Kata universitas berasal dari bahasa Latin universitas magistrorum et scholarium, yang berarti "komunitas guru dan akademisi". Pendahulu universitas sudah ada lama di Asia dan Afrika, akan tetapi sistem universitas modern berakar pada universitas Abad Pertengahan di Eropa, yang diciptakan di Italia dan pada dasarnya berakar pada Sekolah Kristen untuk pendeta pada masa Abad Pertengahan Tinggi. Sejarah Definisi Kata bahasa Latin asli, universitas, secara umum berarti "orang-orang yang terasosiasi dengan sebuah badan, masyarakat, perusahaan, komunitas, kelompok pekerja, korporasi, dll." Dengan perkembangan kehidupan urban, serta munculnya kelompok pekerja di Abad Pertengahan, arti istilah ini kemudian berkembang menjadi "asosiasi siswa dan guru dengan hak legal kolektif yang biasanya dipersetujui dalam sebuah fakta yang dikeluarkan oleh pangeran atau pemimpin kota mereka". Seperti kelompok pekerja lainnya, universitas yang ada pada masa itu memiliki peraturannya sendiri dan bebas menentukan kualifikasi anggotanya sendiri. Di masa modern, arti kata ini telah berubah menjadi "sebuah institusi pendidikan tinggi yang menawarkan pengajaran dalam bidang-bidang nonvokasi dan biasanya memiliki kekuasaan untuk memberikan gelar". Kebebasan akademis Sebuah konsep penting yang membedakan universitas dengan yang lainnya adalah konsep kebebasan akademis. Dokumen pertama yang menjadi bukti atas hal ini adalah sebuah dokumen dari Universitas Bologna, yaitu sebuah pakta akademis berjudul Constitutio Habita yang keluar pada tahun 1158 atau 1155. Dokumen ini menjamin hak jalan bagi seorang ilmuwan yang sedang bepergian atas nama pendidikan. Kini, dokumen ini diklaim sebagai asal dari konsep "kebebasan akademis". Hal ini kini sudah diketahui secara internasional. Pada 18 September 1988, 430 rektor universitas menandatangani Magna Charta Universitatum, sebuah dokumen yang menandai ulang tahun ke 900 pendirian Universitas Bologna. Jumlah universitas yang menandatangani Magna Charta Universitatum terus tumbuh dari seluruh dunia. Asal-usul Menurut Ensiklopedia Britannica, nenek moyang universitas berada di Asia dan Afrika dan sudah ada lebih dahulu daripada universitas-universitas Abad Pertengahan di Eropa. Beberapa orang menganggap Universitas Al Quaraouiyine yang didirikan di Maroko oleh Fatima al Fihri pada tahun 859 adalah universitas pemberi gelar paling tua di dunia. Ada beberapa kesamaan antara universitas-universitas awal yang didirikan di daerah sekitar Laut Mediterania dengan madrasah dalam Islam. Perbedaannya, madrasah biasanya lebih kecil dan yang memberikan gelar biasanya adalah guru-guru dalam madrasah itu sendiri dan bukan madrasahnya. Sejarawan-sejarawan seperti Arnold H. Green dan Hossein Nasr berargumen bahwa pada awal abad ke-10, ada beberapa madrasah Islam yang berubah menjadi universitas. Namun, sejarawan lain seperti George Makdisi, Toby Huff dan Norman Daniel berpendapat bahwa universitas gaya Eropa tidak memiliki kesamaan dengan apa pun yang berada dalam dunia Islam Abad Pertengahan. Ada ilmuwan lain yang berpendapat bahwa konsep universitas memang asli berasal dari Eropa, baik dalam sejarah, maupun dalam karakteristik. Darleen Pryds mempertanyakan hal ini dan menunjukkan bahwa berbagai madrasah dan universitas Eropa di daerah Laut Mediterania memiliki karakteristik yang mirip, yaitu sama-sama mendapatkan pendanaan dari kaum bangsawan dan diciptakan untuk menyuplai birokrat-birokrat lokal yang setia pada agenda pemerintahan. Ada juga ilmuwan-ilmuwan, termasuk Makdisi, yang berargumen bahwa universitas-universitas Abad Pertengahan awal terpengaruh dengan madrasah-madrasah di Al-Andalus, di Keamiran Sisilia, serta madrasah-madrasah di Timur Tengah pada saat Perang Salib. Namun, Norman Daniel mengatakan bahwa klaim ini berlebihan. Roy Lowe serta Yoshihito Yasuhara juga belakangan ini menggunakan dokumen-dokumen yang menunjukkan pengaruh pembelajaran dunia Islam pada universitas-universitas di Eropa Barat, agar para sejarawan dapat mempertimbangkan kembali pengembangan pendidikan tinggi, antara lain dengan cara menjauhkan pandangan mereka dari struktur pendidikan tinggi lokal ke konteks yang lebih global. Universitas Abad Pertengahan Universitas pada umumnya dianggap sebagai sebuah institusi formal yang berasal dari tradisi Kristen Abad Pertengahan. Selama berabad-abad, pendidikan tinggi di Eropa berasal dari sekolah katedral atau sekolah pastor () yang diajarkan oleh para pastor dan suster. Bukti atas hal ini tersedia di berbagai tempat, hingga abad ke-6. Universitas-universitas yang paling awal dikembangkan di bawah sayap Gereja Latin dengan bulla kepausan, sebagai studia generalia dan mungkin dari sekolah katedral. Tentunya mungkin sekali bahwa sangat sedikit sekolah katedral yang berkembang menjadi universitas, kecuali satu, yaitu Universitas Paris. Universitas juga kemudian didirikan oleh raja-raja (misalnya Universitas Napoli Federico II, Universitas Charles di Praha, Universitas Jagiellonia) atau pemerintahan munisipal (misalnya Universitas Koln atau Universitas Erfurt). Pada awal Abad Pertengahan, kebanyakan universitas baru dikembangkan dari sekolah yang sudah ada, biasanya ketika sekolah-sekolah tersebut sudah dianggap menjadi tempat pendidikan tinggi. Banyak sejarawan yang berpendapat bahwa universitas dan sekolah katedral adalah kelanjutan dari minat para pendeta terhadap pendidikan yang dikembangkan melalui biara. Paus Gregorius VII memegang peranan penting dalam mempromosikan dan meregulasikan konsep universitas modern melalui Dekrit Kepausan Tahun 1079 yang menentukan pendirian sekolah katedral yang kemudian berubah menjadi universitas-universitas pertama di Eropa. Universitas-universitas pertama di Eropa yang bentuknya berasal dari struktur korporat/persatuan pekerja adalah Universitas Bologna (1088), Universitas Paris (sekitar tahun 1150, kemudian disamakan dengan Sorbonne), serta Universitas Oxford (1167). Universitas Bologna pada awalnya adalah sebuah sekolah hukum yang mengajarkan ius gentium atau Hukum Romawi, yang pada waktu itu dibutuhkan orang Eropa untuk membantu membela hak-hak negara-negara yang baru muncul di hadapan Gereja. Universitas Bologna memiliki klaim spesial atas Alma Mater Studiorum, yang berdasar pada otonominya, haknya untuk memberikan gelar, dan struktur-struktur lain. Dengan demikian dapat dianggap bahwa universitas itu adalah universitas tertua yang masih berdiri, yang tidak terkait secara langsung dengan raja, kaisar, atau otoritas keagamaan lainnya. Irnerius pertama kali mengajarkan kodifikasi Hukum Romawi abad ke-6 oleh Kaisar Yustinianus I, pada tahun 1088 atau 1087. Kodifikasi ini disebut Corpus Juris Civilis dan pertama kali ditemukan di Pisa. Mahasiswa-mahasiswa baru kemudian datang ke kota itu dari berbagai tempat, untuk meminta kontrak dan mulai mempelajari dokumen itu. Mereka mengorganisasi diri ke dalam 'Nationes', yang kemudian dibagi lagi menjadi Cismontanes dan Ultramontanes. Para mahasiswa "memiliki segala hak ... dan mendominasi guru-guru mereka". Di Eropa, anak-anak muda melanjutkan pendidikan mereka ke universitas ketika mereka sudah menyelesaikan trivium pendidikan, yaitu tata bahasa, retorika dan dialektika atau logika, serta kuadrivium: aritmatika, geometri, musik, serta astronomi. Di seluruh Eropa, para pemimpin dan pemerintahan kota mulai mendirikan universitas untuk memenuhi keingintahuan mereka. Mereka juga percaya bahwa masyarakat umum akan mendapatkan untung dari keahlian ilmuwan-ilmuwan yang ada dari institusi-institusi ini. Para pangeran dan pimpinan pemerintah kota melihat keuntungan-keuntungan potensial dari keahlian ilmuwan ini berkembang seiring dengan berkembangnya kemampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah sulit dan mencapai apa yang mereka inginkan. Munculnya paradigma humanisme juga memegang peranan penting dalam perspektif mereka tentang kegunaan universitas ini. Selain itu, ada pula rasa haus baru tentang pengetahuan yang muncul dari teks-teks Yunani Kuno. Penemuan kembali karya-karya Aristoteles, yang mana lebih dari 3.000 halaman dari karya-karya tersebut kemudian akan diterjemahkan, membakar kembali semangat keingintahuan akan proses-proses alamiah. Hal ini mulai muncul pada abad ke-12. Ada ilmuwan yang percaya bahwa karya-karya ini merupakan salah satu penemuan dokumen terpenting dalam sejarah intelektual Barat. Richard Dales, misalnya, mengatakan bahwa penemuan karya Aristoteles adalah "titik balik dalam sejarah pemikiran Barat". Setelah kemunculan kembali Aristoteles, ada sekumpulan ilmuwan yang berkomunikasi dalam bahasa Latin yang mempercepat proses dan praktik merekonsiliasi pemikiran Yunani Kuno, terutama yang berhubungan dengan pemahaman mereka atas alam, dengan pemikiran Gereja. Usaha-usaha skolastikisme ini kemudian berfokus pada menggunakan logika serta pemikiran Aristotelian mengenai ilmu alam pada ayat-ayat Injil, dan mencoba untuk membuktikan ayat-ayat tersebut melalui akal budi. Hal ini kemudian menjadi misi utama para dosen dan hal yang diharapkan para mahasiswa. Budaya universitas yang berkembang di Eropa utara (terutama Jerman, Perancis, dan Inggris) berbeda dengan yang berkembang di Eropa selatan (Italia), meskipun terdapat beberapa kesamaan. Pada keduanya, bahasa Latin digunakan sebagai bahasa pengantar, yang digunakan untuk semua teks pengajaran, perkuliahan, debat, serta ujian. Buku-buku Aristoteles digunakan untuk logika, filsafat alam, serta metafisika. Sementara itu, karya-karya Hipokrates, Galen, serta Ibnu Sina digunakan untuk kedokteran. Di luar kesamaan-kesamaan ini, ada perbedaan-perbedaan besar antara universitas di utara dan selatan, antara lain di bidang pengajaran. Universitas di Italia berfokus pada hukum dan kedokteran, sementara universitas di Eropa Utara lebih berfokus pada seni dan teologi. Ada pula perbedaan-perbedaan yang besar dalam kualitas pengajaran, yang kongruen dengan bidang yang menjadi fokus masing-masing daerah; mahasiswa yang ingin belajar dalam bidang kedokteran, misalnya, akan pergi ke Eropa selatan dan bukan ke utara. Ada pula perbedaan dalam jenis gelar yang diberikan universitas-univresitas itu. Universitas-universitas di Inggris, Perancis, dan Jerman, biasanya akan memberikan gelar sarjana, kecuali untuk bidang teologi yang lebih didominasi dengan gelar doktoral. Universitas di Italia secara umum hanya memberikan gelar doktoral. Perbedaan ini dapat ditarik kembali kepada tujuan para pemegang gelar setelah lulus; pemegang gelar dari universitas di utara biasanya lebih tertarik untuk mencari posisi pengajar, sementara yang di selatan, mereka lebih ingin segera masuk ke pekerjaan profesional. Struktur universitas di utara lebih mengikuti model pemerintahan fakultas yang dikembangkan di Universitas Paris. Sementara itu, di universitas selatan lebih condong ke pola model pengendalian mahasiswa yang dimulai di Universitas Bologna. Pada universitas-universitas di selatan, ada pula perbedaan yang jelas antara universitas di Italia Utara dan Italia Selatan/Iberia: universitas di Italia Utara mengikuti pola Bologna sebagai "korporasi independen mahasiswa yang punya hukum sendiri", sementara universitas di selatan biasanya "didirikan oleh kaum bangsawan untuk mengisi kebutuhan pemerintah". Universitas periode modern awal Dalam periode modern awal (sekitar akhir abad 15 hingga tahun 1800), terdapat pertumbuhan yang besar dalam produktivitas dan riset inovatif di universitas-universitas Eropa. Pada akhir Abad Pertengahan, sekitar 400 tahun setelah pendirian universitas Eropa pertama, terdapat 29 universitas yang tersebar di seluruh Eropa. Di abad ke-15, kembali berdiri 28 universitas baru, dan 18 universitas baru berdiri dalam periode antara 1500 hingga 1625. Perkembangan cepat ini terus berlanjut hingga akhir abad ke-18. Pada masa itu terdapat 143 universitas di Eropa, dengan konsentrasi tertinggi pada Imperium Jerman (34), negara-negara Italia (26), Perancis (25), dan Spanyol (23). Ini menunjukkan perkembangan 500% dalam jumlah universitas di akhir Abad Pertengahan. Angka ini tidak termasuk banyak sekali universitas-universitas yang kemudian menghilang atau bergabung dengan universitas lainnya. Pada periode modern awal, nama "universitas" memang tidak selalu digunakan karena kata ini baru digunakan pada beberapa institusi saja. Negara-negara di sekitar Laut Mediterania lebih banyak menggunakan kata studium generale, sementara universitas-universitas di Eropa Utara lebih banyak menggunakan kata "Akademi". Universitas tidak berkembang secara stabil karena pada abad 17 banyak sekali hal-hal yang memengaruhi perkembangan universitas secara negatif. Pada saat itu terjadi banyak perang, terutama Perang Tiga Puluh Tahun, yang mengganggu lanskap universitas di seluruh Eropa. Ada pula pengaruh-pengaruh yang bersifat negatif pada dukungan masyarakat terhadap institusi universitas, misalnya perang, penyakit, bencana kelaparan, regisida, serta berbagai perubahan dalam kekuatan dan struktur keagamaan. Kerusuhan internal seperti tawuran antarmahasiswa dan dosen yang tidak hadir juga mengganggu stabilitas institusi-institusi tersebut. Universitas juga malas mengganti kurikulum lama, dan buku-buku Aristoteles terus digunakan meskipun telah terjadi perkembangan dalam sains dan seni. Dalam periode ini pula berkembanglah konsep negara kebangsaan. Universitas-universitas semakin berada di bawah kendali negara atau bahkan dibentuk dalam sayap negara; hal ini membuat model pemerintahan fakultas yang dimulai oleh Universitas Paris semakin banyak digunakan. Meskipun universitas gaya lama yang dikendalikan mahasiswa masih ada, universitas-universitas ini juga perlahan mulai bergerak ke arah organisasi struktural yang sama. Universitas juga cenderung masih independen, meskipun kepemimpinannya semakin diambil alih oleh negara. Model struktural yang dikembangkan Universitas Paris, yaitu model mahasiswa dipimpin oleh "pimpinan" fakultas, kemudian menjadi standar dalam universitas Eropa. Akan tetapi, pada praktiknya, terdapat tiga bentuk berbeda dari model ini. Ada universitas-universitas yang memiliki sistem fakultas yang mengajarkan kurikulum yang sangat spesifik dan lulusannya cenderung menjadi spesialis. Ada pula model kolegial atau tutorial yang berdasar pada sistem Universitas Oxford; pada model seperti ini, pengajaran dan organisasi lebih ter-desentralisasi dan pengetahuan berkembang secara lebih generalis. Ada pula universitas yang mengembangkan model-model tersebut, menggunakan model kolegial namun juga memiliki organisasi sentral. Universitas pada periode modern awal, pada awalnya, melanjutkan kurikulum dan riset Abad Pertengahan. Yang mereka pelajari adalah filsafat alam, logika, kedokteran, teologi, matematika, astronomi dan astrologi, hukum, tata bahasa, serta retorika. Aristoteles digunakan secara meluas di dalam kurikulum. Dalam bidang kedokteran, terdapat ketergantungan yang besar pada Galen dan ilmu-ilmu Arab. Peran humanisme dalam mengubah kurikulum ini amat penting. Dosen-dosen humanis mulai masuk ke dalam fakultas universitas dan mereka mulai mengubah studi tata bahasa dan retorika melalui studia humanitatis. Dosen humanis pada umumnya berfokus pada kemampuan mahasiswa untuk menulis dan berbicara secara akademis, menerjemahkan serta menginterpretasikan teks-teks klasik, dan hidup secara terhormat. Ilmuwan-ilmuwan lain di universitas terpengaruh dengan pendekatan humanis dalam pembelajaran, dan keahlian linguistik mereka dalam hal teks-teks kuno; ideologi yang menyatakan bahwa teks-teks kuno itu penting juga memengaruhi cara pandang mereka. Dosen kedokteran seperti Niccolò Leoniceno, Thomas Linacre dan William Cop juga mengajar dalam perspektif humanis; selain itu, mereka juga menerjemahkan teks-teks kedokteran kuno yang penting. Cara berpikir kritis yang dikembangkan humanisme menjadi amat penting bagi perubahan di universitas dan akademia. Misalnya, Andreas Vesalius dididik dalam gaya humanis sebelum akhirnya menerjemahkan Galen; dan pada akhirnya, ia memverifikasi ide-ide Galen melalui pembedahannya sendiri. Dalam bidang hukum, Andreas Alcatius memberikan perspektif humanis pada Corpus Juris dan tulisan-tulisan humanis Jacques Cujas amat penting bagi reputasinya sebagai seorang juris. Philipp Melanchthon menggunakan karya-karya Erasmus sebagai petunjuk yang sangat penting untuk mengembalikan teologi kepada teks-teks awalnya, dan hal ini penting untuk reformasi di kampus-kampus Protestan. Galileo Galilei yang mengajar di Universitas Pisa dan Padua, serta Martin Luther yang mengajar di Universitas Wittenberg (seperti Melanchthon), juga mendapatkan pendidikan dalam gaya humanis. Kaum humanis secara perlahan mulai masuk ke dalam universitas, meningkatkan keberadaan orang-orang berperspektif humanis sebagai dosen dan direktur, mengisi silabus dan buku pelajaran mereka, dan perlahan karya-karya terpublikasi mulai menggambarkan konsep ideal humanis mengenai sains dan pendidikan. Meskipun fokus awal para ilmuwan humanis adalah menemukan, menggambarkan, dan memasukkan teks-teks dan bahasa-bahasa kuno ke universitas serta ide-ide yang dibawakan teks-teks itu ke tengah-tengah masyarakat, pengaruh mereka pada akhirnya tetap progresif. Kemunculan teks-teks klasik membawakan ide-ide baru dan menciptakan iklim universitas yang lebih kreatif (sebagaimana ditunjukkan daftar ilmuwan di atas). Sebuah fokus baru pengetahuan yang lebih didasarkan pada diri sendiri, dari manusia, memiliki implikasi langsung terhadap bentuk baru pendidikan, dan hal ini pada akhirnya menjadi fondasi atas apa yang kemudian dikenal sebagai ilmu humaniora. Antusiasme terhadap pengetahuan ini tidak hanya muncul dalam bentuk penerjemahan dan penyebaran teks-teks kuno, tetapi juga pada adaptasi dan perluasan teks-teks tersebut. Misalnya, Vesalius memegang peranan penting dalam menyebarkan pentingnya pemikiran Galen, akan tetapi ia juga menambahkan teks-teks itu dengan eksperimen, argumen, dan riset lanjutan. Penyebaran teks-teks tersebut, terutama di kampus, amat dibantu dengan kemunculan mesin cetak dan penggunaan bahasa sehari-hari, yang memudahkan percetakan buku-buku teks besar dengan harga murah. Apabila melihat pengaruh humanisme pada ilmuwan-ilmuwan kedokteran, matematika, astronomi, dan fisika, seseorang mungkin akan beranggapan bahwa humanisme dan universitas merupakan impetus besar terhadap revolusi sains. Meskipun koneksi awal antara humanisme dan penemuan sains mungkin sekali pada awalnya dimulai di universitas, koneksi ini kemudian dianggap terputus karena sifat sains yang berubah pada masa revolusi sains. Sejarawan Richard S. Westfall, misalnya, berargumen bahwa tradisionalisme berlebihan di kampus-kampus mengganggu percobaan untuk mengonsepkan ulang hubungan alam dan pengetahuan, dan pada akhirnya menciptakan tegangan antara universitas dan ilmuwan. Resistensi terhadap perubahan dalam sains ini mungkin sekali merupakan faktor besar yang menyebabkan para ilmuwan bergerak menjauh dari universitas dan pada pemberi dana swasta, misalnya kaum bangsawan, serta dalam pendirian komunitas-komunitas keilmuan baru. Sejarawan lain menemukan ide ini tidak kongruen. Menurut mereka, aneh sekali bahwa tempat yang menjadi tempat pendidikan para ilmuwan yang pada akhirnya memengaruhi revolusi sains, juga merupakan tempat yang mempersulit riset serta perkembangan sains. Faktanya, lebih dari 80% peneliti Eropa pada tahun 1450-1650 yang masuk ke dalam Kamus Biografi Sains pernah dididik di universitas, dan sekitar 45% dari mereka memegang jabatan di universitas. Memang, fondasi-fondasi akademis yang berasal dari Abad Pertengahan dianggap stabil dan dapat digunakan sebagai lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan sains. Ada pula kekhawatiran universitas itu sendiri untuk berpindah dari simetri dan kelengkapan yang ada pada sistem Aristotelian, sebuah sistem yang koheren dan efektif untuk memahami dan menginterpretasi dunia. Di sisi lain, dosen-dosen universitas itu juga memiliki otonomi, setidaknya dalam ilmu pengetahuan, untuk memilih dasar-dasar dan metode epistemologis mereka. Misalnya, Melanchthon dan murid-muridnya di Universitas Wittenberg memegang peranan penting untuk mengintegrasikan konstruk matematis Kopernikus ke dalam debat dan pengajaran astronomi. Contoh lain adalah pengadopsian cepat (dan cepat juga hilangnya) epistemologi dan metodologi Kartesian di universitas-universitas di Eropa serta debat-debat mengenai adopsi tersebut, yang pada akhirnya mengantarkan pada pendekatan penyelesaian masalah sains yang lebih mekanistik dan membuka potensi perubahan. Ada banyak contoh yang melawan anggapan bahwa universitas itu kaku dan sulit berubah. Meskipun universitas memang kadang lambat untuk menerima ilmu serta metodologi baru, tetapi ketika mereka menerima sebuah ilmu atau metodologi baru, ilmu atau metodologi itu mendapatkan legitimasi dan rasa hormat. Hal ini bersifat baik bagi perubahan saintifik karena adanya lingkungan stabil untuk pengajaran dan sumber daya material. Selain ketegangan antara universitas, ilmuwan individual, serta revolusi sains, ada pula pengaruh langsung pada konstruksi pengajaran di universitas itu sendiri. Epistemologi Aristotelian memberikan wahana yang koheren bagi pengetahuan dan konstruksi pengetahuan, serta untuk pengajaran mahasiswa dalam latar belakang pendidikan tinggi. Penciptaan konstruk-konstruk ilmu baru pada masa revolusi sains serta tantangan-tantangan epistemologi baru yang inheren dalam penciptaan tersebut pada akhirnya membawakan ide otonomi sains dan hierarki disiplin ilmu. Pada masa ini, mahasiswa masuk kampus tidak untuk menjadi "ilmuwan general" yang hendak menjadi ahli dalam semua bidang di kurikulum, tetapi pada akhirnya lahirlah sejenis ilmuwan yang mengedepankan sains dan menganggap sains sebagai suatu pekerjaan. Pemisahan antara orang-orang yang menganggap sains sebagai suatu pekerjaan tersendiri, serta orang-orang yang masih ingin menjadi "ilmuwan general", pada akhirnya memperparah tensi epistemologis yang mulai muncul. Tensi epistemologis antara ilmuwan dan universitas juga diperparah dengan realita ekonomi penelitian pada masa ini. Ilmuwan-ilmuwan individual, asosiasi, serta universitas, semuanya bersaing untuk mendapatkan pendanaan yang terbatas. Ada pula persaingan dari pembangunan kolese-kolese baru yang didirikan oleh pihak-pihak swasta yang didesain untuk memberikan pendidikan gratis kepada masyarakat umum, atau diciptakan pemerintah lokal untuk memenuhi permintaan pengetahuan sebagai pengganti universitas-universitas tradisional. Meskipun universitas biasanya mendukung penelitian-penelitian saintifik baru dan menyediakan pelatihan serta otoritas dasar untuk melakukan riset dan membuat kesimpulan, universitas-universitas itu biasanya tidak dapat bersaing dengan sumber daya yang tersedia secara swasta. Pada akhir periode modern awal, struktur dan organisasi pendidikan tinggi sudah jauh berubah, lebih mirip dengan struktur serta organisasi yang ada dalam konteks modern. Aristoteles tidak lagi digunakan sebagai fokus epistemologis dan metodologis perguruan tinggi. Selain itu, ada pula orientasi sains yang lebih mekanistik. Peran pengetahuan teologis telah digantikan dan ilmu humaniora telah menjadi bidang ilmu baru. Ada pula semacam keterbukaan baru untuk mengonstruksi dan mendiseminasi pengetahuan yang kemudian menjadi hal yang diperlukan bagi pendirian negara modern. Universitas modern Pada abad ke-18, unviersitas mulai memublikasikan jurnal akademis mereka sendiri dan pada abad ke-19, muncullah model-model universitas Perancis dan Jerman. Model universitas Jerman, atau model Humboldt, diciptakan oleh Wilhelm van Humboldt dan berdasar pada ide-ide liberal Friedrich Schleiermacher tentang pentingnya kebebasan akademis, seminar, serta laboratorium di kampus-kampus. Model universitas Perancis menekankan pada disiplin ketat serta pengendalian setiap aspek universitas. Hingga abad ke-19, agama memainkan peran sentral dalam kurikulum universitas. Akan tetapi, peran agama dalam universitas riset berkurang pada abad ke-19, dan pada akhir abad ke-19, model universitas Jerman telah menyebar ke seluruh dunia. Di abad ke-19 dan 20, universitas-universitas yang berfokus pada pengembangan sains mulai mudah diakses oleh masyarakat luas. Di Amerika Serikat, Universitas Johns Hopkins adalah universitas pertama yang mengadopsi model universitas riset Jerman, dan hal ini kemudian diikuti oleh kebanyakan universitas lain di Amerika. Di Inggris, pergerakan dari Revolusi Industri ke modernitas menyebabkan berdirinya universitas-universitas sipil baru, yang menekankan pada sains dan ilmu teknik; pergerakan ini dimulai pada tahun 1960 oleh Sir Keith Murray (ketua Komite Hibah Universitas) serta Sir Samuel Curran, dengan pengembangan Universitas Strathclyde. Orang Inggris kemudian juga mendirikan universitas di seluruh dunia dan dengan demikian, pendidikan tinggi menjadi dapat diakses orang banyak, tidak hanya di Eropa. Pada awal abad ke-21, terdapat kekhawatiran mengenai berkembangnya managerialisasi dan standardisasi universitas di seluruh dunia. Dalam hal ini, model manajemen neoliberal dikritik karena dianggap telah menciptakan "universitas korporat yang memindahkan kekuasaan dari fakultas kepada para manajer, didominasi oleh justifikasi ekonomi, dan 'modal' menjadi lebih penting daripada kepentingan-kepentingan pedagogis atau intelektual". Universitas negeri Secara umum, universitas negeri atau universitas nasional adalah universitas yang diciptakan atau dijalankan oleh entitas negara, namun pada waktu yang sama juga merupakan institusi yang bersifat otonom di dalam negara. Ada universitas-universitas nasional yang berafiliasi dekat dengan kepentingan-kepentingan budaya, agama, atau politik sebuah negara, misalnya Universitas Nasional Irlandia, yang sebagiannya berdiri dari Universitas Katolik Irlandia, yang didirikan hampir sepenuhnya untuk menghadapi perkembangan universitas-universitas nondenominasional di Irlandia pada tahun 1850. Universitas antarpemerintah Ada pula universitas yang didirikan dengan perjanjian bilateral atau multilateral antarpemerintah. Salah satu contoh adalah Akademi Hukum Eropa, yang melatih hukum Eropa kepada calon pengacara, hakim, jaksa, serta akademisi. Universitas di Indonesia Universitas dalam pendidikan di Indonesia merupakan salah satu bentuk perguruan tinggi selain akademi, institut, politeknik, dan sekolah tinggi. Universitas terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademis dan/atau pendidikan vokasi pada sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Pada tahun 2015, diperkirakan terdapat 3.225 universitas di Indonesia, yang terbagi menjadi 121 universitas negeri dan 3.104 universitas swasta. Angka ini turun sedikit dari statistika tahun sebelumnya, yaitu 3.280 universitas dengan 99 universitas negeri dan 3.181 universitas swasta. Provinsi dengan jumlah universitas terbanyak adalah DKI Jakarta, dengan 393 universitas (12 negeri dan 381 swasta). Asesmen Kementerian Riset dan Penelitian Republik Indonesia pada tahun 2017 menunjukkan bahwa universitas dengan kualitas terbaik adalah Universitas Gadjah Mada, sementara Politeknik terbaik adalah Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Sejarah Salah satu universitas yang paling dikenal di Indonesia adalah Universitas Indonesia. Universitas ini diresmikan oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai Dokter Djawa School pada bulan Januari 1851 dan mengkhususkan diri pada ilmu kedokteran. Universitas ini berganti nama menjadi STOVIA dan kemudian menjadi Universitas Indonesia pada tahun 1950. Lihat pula Daftar perguruan tinggi di Indonesia Pendidikan di Indonesia Wiyata kinarya Referensi Pranala luar ESN - Erasmus Student Network Study in Europe Daftar Universitas Terbaik Indonesia 4ICU 2012 Indonesia: Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (dikti) Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi (BAN-PT) Daftar pranala situs perguruan tinggi Indonesia (di situs dikti.org) Direktori perguruan tinggi swasta (di situs dikti.org)
6099
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar%20perguruan%20tinggi%20di%20dunia
Daftar perguruan tinggi di dunia
Daftar ini memuat daftar perguruan tinggi di dunia menurut negara. Asia Timur Daftar perguruan tinggi di Jepang Daftar perguruan tinggi di Republik Rakyat Tiongkok Daftar perguruan tinggi di Korea Selatan Daftar perguruan tinggi di Korea Utara Daftar perguruan tinggi di Taiwan Asia Tenggara Daftar perguruan tinggi di Brunei Darussalam Daftar perguruan tinggi di Indonesia Daftar perguruan tinggi di Filipina Daftar perguruan tinggi di Malaysia Daftar perguruan tinggi di Singapura Daftar perguruan tinggi di Thailand Daftar perguruan tinggi di Kamboja Daftar perguruan tinggi di Laos Daftar perguruan tinggi di Myanmar Daftar perguruan tinggi di Vietnam Daftar perguruan tinggi di Timor Leste Asia Selatan dan Tengah Daftar perguruan tinggi di Afghanistan Daftar perguruan tinggi di Bangladesh Daftar perguruan tinggi di India Daftar perguruan tinggi di Kazakhstan Daftar perguruan tinggi di Mongolia Daftar perguruan tinggi di Pakistan Daftar perguruan tinggi di Rusia Daftar perguruan tinggi di Sri Lanka Daftar perguruan tinggi di Turkmenistan Daftar perguruan tinggi di Uzbekistan Asia Barat/Timur Tengah Daftar perguruan tinggi di Arab Saudi Daftar perguruan tinggi di Aljazair Daftar perguruan tinggi di Jordania Daftar perguruan tinggi di Kuwait Daftar perguruan tinggi di Lebanon Daftar perguruan tinggi di Mauritania Daftar perguruan tinggi di Iran Daftar perguruan tinggi di Irak Daftar perguruan tinggi di Israel Daftar perguruan tinggi di Palestina Daftar perguruan tinggi di Sudan Daftar perguruan tinggi di Uni Emirat Arab Daftar perguruan tinggi di Yaman Afrika Daftar perguruan tinggi di Mesir Daftar perguruan tinggi di Afrika Selatan Daftar perguruan tinggi di Pantai Gading Daftar perguruan tinggi di Kenya Daftar perguruan tinggi di Namibia Daftar perguruan tinggi di Nigeria Daftar perguruan tinggi di Senegal Daftar perguruan tinggi di Maroko Eropa Daftar perguruan tinggi di Albania Daftar perguruan tinggi di Austria Daftar perguruan tinggi di Belanda Daftar perguruan tinggi di Belgia Daftar perguruan tinggi di Britania Raya; Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara Daftar perguruan tinggi di Denmark Daftar perguruan tinggi di Estonia Daftar perguruan tinggi di Finlandia Daftar perguruan tinggi di Hungaria Daftar perguruan tinggi di Irlandia Utara Daftar perguruan tinggi di Islandia Daftar perguruan tinggi di Italia Daftar perguruan tinggi di Jerman Daftar perguruan tinggi di Malta Daftar perguruan tinggi di Norwegia Daftar perguruan tinggi di Prancis Daftar perguruan tinggi di Polandia Daftar perguruan tinggi di Portugal Daftar perguruan tinggi di Republik Ceko Daftar perguruan tinggi di Republik Irlandia Daftar perguruan tinggi di Serbia dan Montenegro Daftar perguruan tinggi di Spanyol Daftar perguruan tinggi di Slovenia Daftar perguruan tinggi di Swedia Daftar perguruan tinggi di Swiss Daftar perguruan tinggi di Turki Daftar perguruan tinggi di Ukraina Daftar perguruan tinggi di Yunani Australasia dan Pasifik Daftar perguruan tinggi di Australia Daftar perguruan tinggi di Selandia Baru Daftar perguruan tinggi di Papua Nugini Amerika Latin dan Tengah Daftar perguruan tinggi di Argentina Daftar perguruan tinggi di Bolivia Daftar perguruan tinggi di Brasil Daftar perguruan tinggi di Chili Daftar perguruan tinggi di Guatemala Daftar perguruan tinggi di Honduras Daftar perguruan tinggi di Meksiko Daftar perguruan tinggi di Panama Daftar perguruan tinggi di Venezuela Amerika Utara Daftar perguruan tinggi di Amerika Serikat Daftar perguruan tinggi di Kanada Lihat pula Universitas
6100
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar%20perguruan%20tinggi%20di%20Belanda
Daftar perguruan tinggi di Belanda
Halaman ini memuat daftar perguruan tinggi di Belanda. Daftar ini tidak dimaksudkan sebagai suatu daftar yang lengkap atau selalu terbarui. Jika Anda melihat artikel yang seharusnya tercantum di sini, silakan sunting halaman ini dan tambahkan pranala ke artikel tersebut. Perguruan tinggi riset † 2003-2004; ‡ 2004-2005; # 2005-2006; * 2006-2007; ##termasuk staf peneliti di institusi terkait. Semua angka tanpa tanda adalah perkiraan atau dari sumber yang tidak bertanggal. Perguruan tinggi vokasi Universitas Kesenian Amsterdam Institut Kesenian ArtEZ Universitas Vokasi Avans Universitas Vokasi Kristen Pertanian Dronten Universitas Vokasi Kristen Ede Universitas Vokasi Kristen Nederland Akademi Desain Eindhoven Universitas Vokasi Fontys Universitas Vokasi Jurnalistik Fontys Universitas Vokasi Reformed Akademi Gerrit Rietveld Universitas Vokasi Den Haag Universitas Vokasi Hanze Groningen Universitas Vokasi HAS Universitas Vokasi De Horst Universitas Vokasi Domstad Universitas Vokasi Drenthe Universitas Vokasi Pendidikan Driestar Universitas Vokasi Edith Stein Universitas Vokasi Helicon Universitas Vokasi IPABO Universitas Vokasi Leiden Universitas Vokasi Rotterdam Universitas Vokasi Amsterdam Universitas Vokasi Arnhem-Nijmegen Universitas Vokasi Seni Visual, Musik, dan Tari Den Haag Universitas Vokasi Van Hall Larenstein Universitas Vokasi Utrecht Universitas Vokasi KesenianUtrecht Universitas Vokasi Ilmu Ekonomi Universitas Vokasi Musik dan Tari Rotterdam PABO Katolik Zwolle Universitas Vokasi Zeeland Sekolah Hotel Terapan Den Haag Universitas Vokasi Inholland Fakultas Pendidikan Iselinge Universitas Islam Rotterdam Universitas Vokasi NHTV Breda Universitas Vokasi Leeuwarden Utara Universitas Vokasi Akademi Marnix Universitas Vokasi Pendidikan De Kempel Universitas Vokasi Saxion Universitas Vokasi NHL Stenden Universitas Vokasi Stoas Universitas Vokasi Windesheim Universitas Vokasi Wittenborg Universitas Vokasi Musik Belanda Selatan Universitas Vokasi Zuyd Akademi Seni Drama Maastricht Akademi Seni Rupa Maastricht Akademi Seni Musik Maastricht Sekolah Terjemah dan Penafsiran Bahasa Maastricht Sekolah Kedokteran Swasta Universitas Sekolah Kedokteran Aureus Universitas Sekolah Kedokteran Xavier Universitas Sekolah Kedokteran Avalon Universitas Sekolah Kedokteran Saba Universitas Fakultas Kedokteran St. Martinus Referensi Lihat pula Daftar perguruan tinggi di dunia Belanda
6101
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar%20perguruan%20tinggi%20negeri%20di%20Indonesia
Daftar perguruan tinggi negeri di Indonesia
Berikut adalah daftar perguruan tinggi negeri di Indonesia yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) di mana pada periode 2014-2019 masih di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan terdaftar di pangkalan data pendidikan tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sampai dengan 2016. Daftar ini tidak mencakup perguruan tinggi Islam negeri di bawah Kementerian Agama yang berbentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), perguruan tinggi kedinasan yang dikelola oleh Departemen/Kementerian atau Lembaga Pemerintah Non Departemen lainnya (misalnya: perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi Islam swasta), yang masing-masing mempunyai daftar tersendiri. Sesuai Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, perguruan tinggi dapat berbentuk Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik, atau Akademi. Sumatra Aceh Universitas Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe Universitas Samudra, Langsa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Universitas Teuku Umar, Meulaboh Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh Institut Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Lhokseumawe Institut Agama Islam Negeri Takengon, Aceh Tengah Institut Agama Islam Negeri Zawiyah Cot Kala Langsa, Langsa Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, Aceh Besar Akademi Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat, Meulaboh Politeknik Politeknik Negeri Lhokseumawe, Lhokseumawe Sumatera Utara Institut Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, Tapanuli Utara Universitas Universitas Sumatera Utara, Medan Universitas Negeri Medan, Medan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary, Padangsidimpuan Politeknik Politeknik Negeri Medan, Medan Sumatera Barat Institut Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Padang Panjang Politeknik Politeknik Negeri Padang, Padang Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Lima Puluh Kota Universitas Universitas Andalas, Padang Universitas Negeri Padang, Padang Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tanah Datar Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek, Bukittinggi Riau Politeknik Politeknik Negeri Bengkalis, Bengkalis Universitas Universitas Riau, Pekanbaru Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru Kepulauan Riau Politeknik Politeknik Negeri Batam, Batam Universitas Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang Jambi Institut Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Kerinci Institut Agama Islam Nusantara, Batang Hari Universitas Universitas Jambi, Jambi Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin, Jambi Bengkulu Institut Institut Agama Islam Negeri Curup, Rejang Lebong Universitas Universitas Bengkulu, Bengkulu Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno, Bengkulu Sumatera Selatan Akademi Akademi Komunitas Negeri Banyuasin, Banyuasin Politeknik Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang Universitas Universitas Sriwijaya, Palembang dan Indralaya Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang Lampung Institut Institut Agama Islam Negeri Metro, Metro Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan Politeknik Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung Universitas Universitas Lampung, Bandar Lampung Universitas Islam Negeri Raden Intan, Bandar Lampung Bangka Belitung Institut Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik, Bangka Belitung Politeknik Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Sungai Liat Universitas Universitas Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Jawa Banten Universitas Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang dan Cilegon Universitas Terbuka, Tangerang Selatan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Serang Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Tangerang Selatan Sekolah Tinggi Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya, Tangerang Politeknik Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Tangerang Politeknik Kesehatan Banten, Serang Politeknik Pelayaran Banten, Tangerang Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Tangerang Jakarta Politeknik Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta Selatan, Makassar dan Medan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta III, Jakarta Timur Politeknik APP Jakarta, Jakarta Politeknik STMI Jakarta, Jakarta Politeknik Negeri Jakarta, Jakarta Universitas Universitas Indonesia, Jakarta Pusat dan Depok Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur Universitas Veteran Jakarta, Jakarta Selatan dan Depok Universitas Terbuka Jawa Barat Universitas Universitas Islam Internasional Indonesia, Depok Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung Universitas Padjadjaran, Sumedang Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung Universitas Siliwangi, Tasikmalaya Universitas Singaperbangsa, Karawang Institut Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati, Cirebon Institut Teknologi Bandung, Bandung dan Sumedang Institut Pertanian Bogor, Bogor Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Bandung Politeknik Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran, Pangandaran Politeknik Manufaktur Bandung, Bandung Politeknik Negeri Jakarta, Depok Politeknik Negeri Bandung, Bandung Politeknik Negeri Indramayu, Indramayu Politeknik Negeri Subang, Subang Jawa Tengah Universitas Universitas Diponegoro, Semarang Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas Universitas Negeri Semarang, Semarang Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta dan Madiun Universitas Tidar, Magelang Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang Universitas Islam Negeri Raden Mas Said, Surakarta Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri, Banyumas Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan Universitas Islam Negeri Salatiga, Salatiga Institut Institut Agama Islam Negeri Kudus, Kudus Institut Seni Indonesia Surakarta, Surakarta Sekolah Tinggi Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya, Wonogiri Politeknik Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Blora Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Semarang Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu, Kendal Politeknik Kesehatan Semarang, Semarang Politeknik Kesehatan Surakarta, Surakarta Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan, Tegal Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Semarang Politeknik Negeri Cilacap, Cilacap Politeknik Negeri Semarang, Semarang Politeknik Pekerjaan Umum, Semarang Politeknik Pembangunan Pertanian YOMA, Magelang Akademi Akademi Kepolisian, Semarang Akademi Militer, Magelang Akademi Komunitas Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta, Surakarta D.I Yogyakarta Universitas Universitas Gadjah Mada, Sleman dan Yogyakarta Universitas Negeri Yogyakarta, Sleman Universitas Veteran Yogyakarta, Sleman Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sleman Institut Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Bantul Akademi Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta Jawa Timur Universitas Universitas Airlangga, Surabaya dan Banyuwangi Universitas Brawijaya, Malang, Kediri dan Jakarta Universitas Jember, Jember, Bondowoso, Lumajang dan Pasuruan Universitas Negeri Malang, Malang Universitas Negeri Surabaya, Surabaya Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan Universitas Veteran Jawa Timur, Surabaya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq, Jember Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung Institut Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya IAIN Ponorogo, Ponorogo Institut Agama Islam Negeri Kediri, Kediri Institut Agama Islam Negeri Madura, Pamekasan Politeknik Politeknik Negeri Jember, Jember, Bondowoso, Nganjuk, Ngawi, Sidoarjo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya Politeknik Negeri Malang, Malang Politeknik Negeri Madiun, Madiun Politeknik Negeri Banyuwangi, Banyuwangi Politeknik Negeri Madura, Sampang Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Sidoarjo Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Surabaya Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Malang Politeknik Penerbangan Surabaya, Surabaya Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Malang Akademi Akademi Komunitas Negeri Lumajang, Lumajang Akademi Komunitas Negeri Lamongan, Lamongan Akademi Komunitas Negeri Pacitan, Pacitan Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar, Blitar Akademi Angkatan Laut, Surabaya Bali dan Nusa Tenggara Bali Universitas Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja Universitas Udayana, Denpasar Institut Institut Seni Indonesia Denpasar, Denpasar Politeknik Politeknik Negeri Bali, Badung Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Denpasar, Denpasar Politeknik Kelautan dan Perikanan Negeri Jembrana, Negara Politeknik Pariwisata Bali, Badung Nusa Tenggara Barat Institut Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja, Mataram Universitas Universitas Mataram, Kota Mataram Universitas Islam Negeri Mataram, Kota Mataram Politeknik Politeknik Pariwisata Negeri Lombok, Praya Politeknik Vokasi Negeri Bima - Universitas Mataram, Bima Nusa Tenggara Timur Institut Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Kupang Politeknik Politeknik Negeri Kupang, Kupang Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Kupang Universitas Universitas Nusa Cendana, Kupang Universitas Timor, Kefamenanu Kalimantan Kalimantan Barat Sekolah Tinggi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Pontianak Politeknik Politeknik Negeri Ketapang, Ketapang Politeknik Negeri Pontianak, Pontianak Politeknik Negeri Sambas, Sambas Universitas Universitas Tanjungpura, Pontianak Kalimantan Tengah Universitas Universitas Palangka Raya, Palangka Raya Institut Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya Kalimantan Selatan Politeknik Politeknik Negeri Banjarmasin (POLIBAN), Banjarmasin Politeknik Negeri Tanah Laut, Pelaihari Universitas Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin Universitas Islam Negeri Antasari, Banjarmasin Kalimantan Timur Institut Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan Institut Seni Budaya Indonesia Kalimantan Timur, Tenggarong (dalam proses pendirian) Politeknik Politeknik Negeri Balikpapan, Balikpapan Politeknik Negeri Samarinda, Samarinda Politeknik Pertanian Negeri, Samarinda Universitas Universitas Mulawarman, Samarinda Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Samarinda Kalimantan Utara Universitas Universitas Borneo Tarakan, Tarakan Polineknik Politeknik Negeri Nunukan, Nunukan Sulawesi Sulawesi Utara Institut Institut Agama Kristen Negeri Manado, Manado Institut Agama Islam Negeri Manado, Manado Politeknik Politeknik Negeri Manado, Manado Politeknik Negeri Nusa Utara, Tahuna Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado, Manado Universitas Universitas Negeri Manado, Minahasa Universitas Sam Ratulangi, Manado Gorontalo Universitas Universitas Negeri Gorontalo, Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango Institut IAIN Sultan Amai, Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Politeknik Poltekkes Gorontalo, Kota Gorontalo Sulawesi Tengah Universitas Universitas Tadulako, Kota Palu Universitas Islam Negeri Datokarama, Kota Palu Sulawesi Barat Universitas Universitas Sulawesi Barat, Majene Sekolah Tinggi STAIN Majene, Majene Sulawesi Selatan Universitas Universitas Hasanuddin, Kota Makassar dan Kabupaten Gowa Universitas Negeri Makassar, Kota Makassar, Kota Parepare, dan Kabupaten Bone Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Kota Makassar dan Kabupaten Gowa Institut Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie, Kota Parepare Institut Agama Kristen Negeri Toraja, Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja Institut Agama Islam Negeri Palopo, Kota Palopo Institut Agama Islam Negeri Parepare, Kota Parepare Institut Agama Islam Negeri Bone, Kabupaten Bone Institut Seni Budaya Indonesia Sulawesi Selatan, Sulawesi Selatan (dalam proses pendirian) Politeknik Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, Watampone, Kabupaten Bone Politeknik Negeri Media Kreatif PSDD Makassar, Kota Makassar Politeknik Negeri Ujung Pandang, Kota Makassar dan Moncongloe, Kabupaten Maros Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Politeknik Teknologi Negeri Bone, Kabupaten Bone (dalam proses pendirian) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Kabupaten Gowa Sulawesi Tenggara Institut Institut Agama Islam Negeri Kendari, Kendari Universitas Universitas 19 November, Kolaka Universitas Haluoleo, Kendari Maluku dan Papua Maluku Institut Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Maluku Politeknik Politeknik Negeri Ambon, Ambon Politeknik Perikanan Negeri Tual, Tual Universitas Universitas Pattimura, Ambon Maluku Utara Universitas Universitas Khairun, Ternate Papua Institut Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk, Jayapura Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua, Jayapura Sekolah Tinggi Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani, Sentani Universitas Universitas Cendrawasih, Jayapura Papua Barat Politeknik Politeknik Negeri Fakfak, Fakfak, Papua Universitas Universitas Papua, Manokwari Papua Selatan Universitas Universitas Musamus Merauke, Merauke Negeri
6102
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar%20perguruan%20tinggi%20di%20Malaysia
Daftar perguruan tinggi di Malaysia
Universitas negeri Universitas swasta, kolese universitas dan kampus universitas asing di Malaysia Pahang Kedah Kuala Lumpur Malacca Negeri Sembilan Putrajaya Penang Perak </div> </div> Sabah Sarawak Selangor Terengganu Johor Referensi Pranala luar Direktori Universitas Negeri Malaysia (MOHE) Directory of Malaysian Private Institutions of Higher Education (MOHE) Public and Private Universities in Malaysia جامعات ماليزيا ومعاهد اللغة في ماليزيا جامعات ماليزيا الخاصة ومعاهد اللغة الأنجليزية في ماليزيا دراسة اللغة الانجليزية في ماليزيا المعهد الاسترالي في ماليزيا Malaysia
6103
https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas%20Nasional%20Malaysia
Universitas Nasional Malaysia
Universitas Nasional Malaysia (Bahasa Melayu: Universiti Kebangsaan Malaysia, Bahasa Inggris: National University of Malaysia) adalah universitas riset publik Malaysia yang berlokasi di Bandar Baru Bangi, Hulu Langat, Selangor. Pusat Medis Universitas Nasional Malaysia (PPUKM) terletak di Cheras dan juga memiliki kampus cabang di Kuala Lumpur. Ini adalah salah satu universitas paling bergengsi di Malaysia dan Asia Tenggara. Ada lebih dari 22 ribu mahasiswa terdaftar di UKM (17.500 mahasiswa sarjana, dan 5.105 mahasiswa pascasarjana yang 1.368 di antaranya adalah mahasiswa asing dari 35 negara). Universiti Nasional Malaysia adalah salah satu dari lima universitas yang mengoordinasikan penelitian di Malaysia. UNM adalah universitas terbaik ke-160 di dunia setelah QS World University Rankings yang dilakukan pada tahun 2020. UKM juga menempati peringkat ke-98 dalam 100 universitas baru terbaik yang didirikan dalam 50 tahun terakhir di dunia. Ini juga satu-satunya universitas dari Malaysia yang telah terdaftar di Quacquarelli Symonds (QS) '50 Universitas Terbaik Di Bawah 50 Tahun' yang diadakan pada tahun 2012, di mana universitas ini mendapatkan universitas terbaik ke-31. Ini juga merupakan universitas terbaik ke-56, menurut QS Top 500 Asian University Rankings yang dilakukan pada tahun 2014 dan 2015. Selain itu, ini adalah universitas terbaik ke-184 di dunia setelah QS World University Rankings 2019, yang menjadikannya universitas dengan peringkat tertinggi di internasional. Filsafat Perpaduan iman kepada Tuhan dengan ilmu yang bermanfaat serta perpaduan teori dengan amal merupakan landasan utama bagi pengembangan ilmu, proses membangun masyarakat yang terdidik dan pengembangan Universitas. Sejarah Universiti Nasional Malaysia lahir dari aspirasi kaum nasionalis untuk menjunjung bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Upaya pendirian universitas nasional diusulkan pada tahun 1923 oleh penulis Abdul Kadir Adabi sebagai langkah untuk melawan kolonialisme Inggris. Karakter nasionalis ini menjadi intelektual Melayu pada saat itu tetapi menghadapi penindasan Inggris. Namun, kaum nasionalis tidak pernah gentar dan pada tahun 1969, gerakan itu tumbuh lagi. Panitia Sponsor (Inggeris: Sponsoring Committee) diketuai oleh Syed Nasir Ismail, seorang intelektual Melayu, didirikan untuk menyiapkan laporan untuk mengusulkan pendirian UKM. Anggota lain dari komite ini termasuk Tun Dr. Mahathir bin Mohamad, dan Dr. Mohd Rashdan Haji Baba, yang kemudian menjadi Wakil Rektor pertama UNM. Universiti Kebangsaan Malaysia membuka pintunya pada tanggal 18 Mei 1970 untuk 192 mahasiswa pascasarjana di Jalan Pantai Baru, Kuala Lumpur, sebuah kampus sementara yang menampung tiga fakultas utama, Fakultas Sains, Fakultas Seni dan Fakultas Studi Islam. Pada bulan Oktober 1977, UKM pindah ke tempat yang berlanjut hingga hari ini, yang merupakan kampus utama di Bangi. Kampus ini memiliki ukuran 1.096 hektar (2.710 hektar), terletak di kota metropolitan yang mencakup Bandara Internasional Kuala Lumpur, Kuala Lumpur, pusat komersial utama, dan Putrajaya, ibukota administrasi. Kampus UKM Bangi terletak 45 km (28 mi) dari KLIA, 30 km (19 mi) dari Kuala Lumpur dan 20 km (12 mi) dari Putrajaya. Situs aslinya adalah lokasi Hutan Lindung Bangi yang diserahkan kepada universitas pada tahun 1970; daerah ini juga tanah adat suku Temuan. UNM memiliki dua kampus kesehatan, yaitu kampus Kuala Lumpur di Jalan Raja Muda Abdul Aziz, dan UNM Medical Center di Cheras. Kampus Kuala Lumpur terdiri dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran Gigi dan Departemen Praklinis Fakultas Kedokteran. Dengan luas 20 hektar (49 hektar), kampus Kuala Lumpur didirikan pada tahun 1974. Kampus di Cheras terdiri dari Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Pendidikan UKM dan UKM Institut Biologi Molekuler (UMBI). Kampus Cheras dibuka pada tahun 1997. Selain kampus, UNM mengoperasikan tujuh stasiun penelitian (RS); RS Tasik Chini, RS Ekosistem Marin, RS Langkawi Geopark, RA Marine, RS Bukit Fraser, RS Bioteknologi Tanaman dan kampus utama sendiri, UNM Campus Life Laboratory, yang terdiri dari UNM Cagar Hutan Tetap serta Fernarium dan Herbarium. Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama 30 tahun, UNM dianugerahi status Universitas Riset Malaysia pada bulan tersebut Oktober 2006 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, sebuah langkah yang dirancang untuk memindahkan empat perguruan tinggi negeri ke universitas riset terkemuka sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Tinggi 2007-2020. Tahun 2006 juga melihat UNM memenangkan Penghargaan Kualitas Perdana Menteri. Penghargaan ini membuktikan upaya UNM dalam pendidikan dan manajemen yang berkualitas, yang dituangkan dalam tujuan Rencana Strategis UNM 2000 - 2020 (PS2020). Rencana Strategis telah dilengkapi dengan Rencana Transformasi Ekosistem UNM yang baru diluncurkan, sebuah transformasi yang ditetapkan untuk membawa UNM menjadi liga universitas riset terkemuka pada tahun 2018. Daftar Fakultas, Institut dan Pusat Fakultas Institut-institut Pusat Daftar Perguruan Tinggi Perumahan Perguruan Dato' Onn (KDO) Perguruan Aminuddin Baki (KAB) Perguruan Ungku Omar (KUO) Perguruan Burhanuddin Helmi (KBH) Perguruan Ibrahim Yaakub (KIY) Perguruan Rahim Kajai (KRK) Perguruan Ibu Zain (KIZ) Perguruan Keris Mas (KKM) Perguruan Pendeta Za'ba (KPZ) Perguruan Tun Hussein Onn (KTHO) Perguruan Tun Syed Nasir (KTSN) Perguruan Tun Dr. Ismail (KTDI) Pengembangan UNM UNM telah merilis: 113,975 (per 2009) lulusan sarjana 15,895 (per 2009) tingkat sarjana 1.389 (per 2009) doktor tingkat filsafat Dari 3 fakultas menjadi 13 fakultas dan 14 institut 1494 staf pengajar termasuk dari Indonesia, Inggris, Amerika Syarikat, Thailand, Kanada, Jerman, Belanda, Mesir dan Australia. Lebih dari 30.000 siswa terdaftar Siswanya dari 55 negara termasuk Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Mali, Filipina, Indonesia, Jordan, Libya, Perancis, Brunei, China, Korea, Kenya, Singapura dan Thailand. Cabang UNM di Sabah berdiri sejak tahun 1974. Penguatan penggunaan bahasa Melayu di Malaysia dan dunia. Organisasi pentadbiran Asasnya penubuhan sebuah Universiti adalah diketuai oleh DYMM Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan DYMM Tuanku Muhriz Ibni Almarhum Tuanku Munawir. Baginda merupakan Canselor Universiti Kebangsaan Malaysia ketiga. Sebagai jawatan kehormat yang tertinggi peranan utama baginda adalah sebagai lambang pengiktirafan sesebuah universiti ini. Terdapat 3 orang Pro-Canselor iaitu Tengku Tan Sri Dato' Seri Ahmad Rithaudeen Al Haj bin Tengku Ismail, YAM Tunku Laxamana Tunku Dato' Seri Utama Naquiyuddin Ibni Almarhum Tuanku Ja'afar dan Tun (Dr.) Ahmad Sarji Abdul Hamid. Yang Teramat Mulia Tengku Panglima Besar Kedah, Dato' Seri DiRaja Tan Sri Tunku Puteri Intan Safinaz Binti Tuanku Sultan Haji Abdul Halim Mu'adzam Shah. UKM mempunyai Lembaga Pengarah Universiti yang dipengerusikan oleh YBhg. Prof. Emeritus Dato' Dr. M. Zawawi bin Ismail. Di peringkat pengurusan universiti, UKM diketuai oleh Naib Canselor yang dilantik oleh Menteri Pengajian Tinggi, dan dibantu oleh 4 orang Timbalan Naib Canselor (TNC), iaitu TNC Hal-ehwal Akademik dan Antarabangsa, TNC Hal-ehwal Penyelidikan dan Inovasi, TNC Hal-ehwal Pelajar dan Alumni, dan TNC Hal-ehwal Jaringan Industri dan Masyarakat. Selain itu terdapat 3 pegawai pengurusan utama iaitu Pendaftar, Bendahari dan Ketua Pustakawan. Dalam hal-ehwal pembangunan akademik ia di bawah tanggungjawab Senat Universiti. Kedudukan universiti Jadual berikut menunjukkan kedudukan Universiti Kebangsaan Malaysia mengikut THES - QS World University Rankings yang diterbitkan oleh Times Higher Education Supplement (THES) dan Quacquarelli Symonds (QS). Teknologi pendidikan Sejak 2008, UKM telah mula menggunakan sistem pengurusan pembelajaran yang diberi nama Sistem Pengurusan Pengajaran & Pembelajaran Interaktif UKM (SPIN). Alumni terkenal Dato' Haji Mohd Rashid bin Hasnon, mantan Timbalan Ketua Menteri Pulau Pinang merangkap Timbalan Speaker Dewan Rakyat; Syed Hussein Alatas, seorang ahli akademik; Anthony Loke Siew Fook, bekas Menteri Pengangkutan Malaysia; Liow Tiong Lai, bekas Menteri Pengangkutan Malaysia; Tan Sri Dr. Jemilah Mahmood, Ketua Cawangan Maklum Balas Kemanusiaan (UNFPA) di New York; Anwar Ibrahim, bekas Timbalan Perdana Menteri Malaysia dan kemudiannya, ketua pembangkang; Anwar Fazal, pengasas Persatuan Pengguna Pulau Pinang (CAP); Datuk Razali Ibrahim, bekas Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri dari tahun 2013 hingga 2018; Ayman Rashdan Wong, penulis dan penganalisis geopolitik; Tan Sri Dato' Seri Mohd Zuki bin Ali, Ketua Setiausaha Negara Malaysia ke-15. KH Zainuddin MZ Rujukan Pautan luar Laman web rasmi Laman SENADA UKM Lensa UKM Laman web rasmi HUKM Penerbit UKM Perguruan tinggi di Selangor
6104
https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas%20Malaya
Universitas Malaya
Universitas Malaya (bahasa Melayu: Universiti Malaya) adalah universitas yang pertama didirikan di Malaysia. Universitas ini terletak di pinggir kota Kuala Lumpur. Kampus Universitas Malaya meliputi kawasan seluas 309 hektare. Moto Universitas Malaya adalah "Ilmu Punca Kemajuan" (Ilmu Sumber Kemajuan). Pada tahun 2023, Universitas Malaya merupakan universitas yang ke-291 terbaik di dunia menurut situs webometrics.info dan memiliki pendidikan bahasa Jepang pada Fakultas Bahasa dan Linguistik. Fakultas, Pusat, Akademi, Institut UM memiliki 12 fakultas: Fakultas Bahasa dan Linguistik Fakultas Bisnis dan Ekonomi Fakultas Hukum Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Pembangunan Lingkungan (Built Environment) Fakultas Pendidikan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Fakultas IPA Fakultas Sastra dan Ilmu Sosial Fakultas Teknik UM memiliki 5 pusat: Pusat Dialog Peradaban Pusat Kebudayaan Pusat Olahraga Pusat Pembelajaran Dasar IPA (Foundation) Pusat Pendidikan Berterusan UM memiliki 2 akademi: Akademi Pembelajaran Islam Akademi Pembelajaran Melayu UM memiliki 6 institut: Institut Asia-Eropa Institut Kebijakan Umum dan Manajemen Institut Konsultasi Penyelidikan dan Manajemen Institut Pembelajaran Cina Institut Pembelajaran Kepala Sekolah Institut Pendidikan Pasca-sarjana Kolej Kediaman (Asrama) Universitas Malaya sekarang ini mempunyai 11 buah kolej kediaman di dalam kampus yaitu: Kolej Kediaman Pertama Kolej Kediaman Kedua Kolej Kediaman Ketiga Kolej Kediaman Keempat Kolej Kediaman Kelima Kolej Kediaman Keenam Kolej Kediaman Ketujuh Kolej Kediaman Kedelapan Kolej Kediaman Kesepuluh Kolej Kediaman Kesebelas Kolej Kediaman Keduabelas Juga, terdapat 4 kolej kediaman yang berada di luar kampus, yaitu: Kolej Kediaman Kesembilan Kolej Kediaman Seksyen 17 Kolej Kediaman Pantai Puteri Yayasan Pelajaran Mara Lembaga Mitra Malaysia Universitas Tunku Abdul Rahman Referensi Pranala luar Perguruan tinggi di Kuala Lumpur
6105
https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas%20Malaysia%20Sabah
Universitas Malaysia Sabah
Universitas Malaysia Sabah (bahasa Melayu: Universiti Malaysia Sabah, UMS) adalah universitas publik ke-9 Malaysia yang terletak di Kota Kinabalu, negara bagian Sabah, Malaysia. Universitas ini didirikan pada 24 November 1994. Referensi Lihat juga 24 Jam di Atas Pohon, video yang dibuat oleh salah satu mahasiswa UMS Pranala luar Situs web resmi Perguruan tinggi di Malaysia
6106
https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas%20Malaysia%20Sarawak
Universitas Malaysia Sarawak
Universitas Malaysia Sarawak (bahasa Melayu: Universiti Malaysia Sarawak) adalah salah sebuah universitas yang terletak di Sarawak, Malaysia. Universitas Malaysia Sarawak merupakan universitas kedelapan yang didirikan di Malaysia, dan merupakan yang pertama dicetuskan di bawah Wawasan 2020. Pranala luar Situs web resmi Perguruan tinggi di Malaysia Bangunan dan struktur di Sarawak Perguruan tinggi di Kalimantan