instruction
stringlengths
12
163
input
stringclasses
13 values
output
stringlengths
27
810
Apa yang diatur dalam BAB XIII KETENTUAN PENUTUP?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
BAB XIII mengatur ketentuan penutup.
Bagaimana isi BAB XIII KETENTUAN PENUTUP?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
BAB XIII mengatur ketentuan penutup.
Berikan ringkasan BAB XIII KETENTUAN PENUTUP.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
BAB XIII mengatur ketentuan penutup.
Uraikan BAB XIII KETENTUAN PENUTUP.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
BAB XIII mengatur ketentuan penutup.
Terangkan BAB XIII KETENTUAN PENUTUP.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
BAB XIII mengatur ketentuan penutup.
Apa saja yang diatur dalam BAB XIII KETENTUAN PENUTUP?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
BAB XIII mengatur ketentuan penutup.
Jelaskan isi Pasal 1.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 1 mengatur ketentuan dalam Pasal 1.
Apa yang diatur dalam Pasal 1?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 1 mengatur ketentuan dalam Pasal 1.
Bagaimana bunyi Pasal 1?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 1 mengatur ketentuan dalam Pasal 1.
Apa isi Pasal 1?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 1 mengatur ketentuan dalam Pasal 1.
Ringkasan Pasal 1.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 1 mengatur ketentuan dalam Pasal 1.
Terangkan isi Pasal 1.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 1 mengatur ketentuan dalam Pasal 1.
Apa ketentuan Pasal 1?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 1 mengatur ketentuan dalam Pasal 1.
Uraikan Pasal 1.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 1 mengatur ketentuan dalam Pasal 1.
Jelaskan isi Pasal 2.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 2 mengatur Huruf a Yang dimaksud dengan “keterpaduan” adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kep.
Apa yang diatur dalam Pasal 2?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 2 mengatur Huruf a Yang dimaksud dengan “keterpaduan” adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kep.
Bagaimana bunyi Pasal 2?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 2 mengatur Huruf a Yang dimaksud dengan “keterpaduan” adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kep.
Apa isi Pasal 2?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 2 mengatur Huruf a Yang dimaksud dengan “keterpaduan” adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kep.
Ringkasan Pasal 2.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 2 mengatur Huruf a Yang dimaksud dengan “keterpaduan” adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kep.
Terangkan isi Pasal 2.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 2 mengatur Huruf a Yang dimaksud dengan “keterpaduan” adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kep.
Apa ketentuan Pasal 2?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 2 mengatur Huruf a Yang dimaksud dengan “keterpaduan” adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kep.
Uraikan Pasal 2.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 2 mengatur Huruf a Yang dimaksud dengan “keterpaduan” adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kep.
Jelaskan isi Pasal 3.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 3 mengatur Yang dimaksud dengan “aman” adalah situasi masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dari berbagai ancaman. Yang dimaksud dengan “nyaman” adalah keadaan masyarakat dapat m.
Apa yang diatur dalam Pasal 3?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 3 mengatur Yang dimaksud dengan “aman” adalah situasi masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dari berbagai ancaman. Yang dimaksud dengan “nyaman” adalah keadaan masyarakat dapat m.
Bagaimana bunyi Pasal 3?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 3 mengatur Yang dimaksud dengan “aman” adalah situasi masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dari berbagai ancaman. Yang dimaksud dengan “nyaman” adalah keadaan masyarakat dapat m.
Apa isi Pasal 3?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 3 mengatur Yang dimaksud dengan “aman” adalah situasi masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dari berbagai ancaman. Yang dimaksud dengan “nyaman” adalah keadaan masyarakat dapat m.
Ringkasan Pasal 3.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 3 mengatur Yang dimaksud dengan “aman” adalah situasi masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dari berbagai ancaman. Yang dimaksud dengan “nyaman” adalah keadaan masyarakat dapat m.
Terangkan isi Pasal 3.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 3 mengatur Yang dimaksud dengan “aman” adalah situasi masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dari berbagai ancaman. Yang dimaksud dengan “nyaman” adalah keadaan masyarakat dapat m.
Apa ketentuan Pasal 3?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 3 mengatur Yang dimaksud dengan “aman” adalah situasi masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dari berbagai ancaman. Yang dimaksud dengan “nyaman” adalah keadaan masyarakat dapat m.
Uraikan Pasal 3.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 3 mengatur Yang dimaksud dengan “aman” adalah situasi masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dari berbagai ancaman. Yang dimaksud dengan “nyaman” adalah keadaan masyarakat dapat m.
Jelaskan isi Pasal 4.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 4 mengatur ketentuan dalam Pasal 4.
Apa yang diatur dalam Pasal 4?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 4 mengatur ketentuan dalam Pasal 4.
Bagaimana bunyi Pasal 4?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 4 mengatur ketentuan dalam Pasal 4.
Apa isi Pasal 4?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 4 mengatur ketentuan dalam Pasal 4.
Ringkasan Pasal 4.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 4 mengatur ketentuan dalam Pasal 4.
Terangkan isi Pasal 4.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 4 mengatur ketentuan dalam Pasal 4.
Apa ketentuan Pasal 4?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 4 mengatur ketentuan dalam Pasal 4.
Uraikan Pasal 4.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 4 mengatur ketentuan dalam Pasal 4.
Jelaskan isi Pasal 5.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 5 mengatur Ayat (1) Penataan ruang berdasarkan sistem wilayah merupakan pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah. Penataan ruang berdasarkan sistem internal perkota.
Apa yang diatur dalam Pasal 5?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 5 mengatur Ayat (1) Penataan ruang berdasarkan sistem wilayah merupakan pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah. Penataan ruang berdasarkan sistem internal perkota.
Bagaimana bunyi Pasal 5?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 5 mengatur Ayat (1) Penataan ruang berdasarkan sistem wilayah merupakan pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah. Penataan ruang berdasarkan sistem internal perkota.
Apa isi Pasal 5?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 5 mengatur Ayat (1) Penataan ruang berdasarkan sistem wilayah merupakan pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah. Penataan ruang berdasarkan sistem internal perkota.
Ringkasan Pasal 5.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 5 mengatur Ayat (1) Penataan ruang berdasarkan sistem wilayah merupakan pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah. Penataan ruang berdasarkan sistem internal perkota.
Terangkan isi Pasal 5.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 5 mengatur Ayat (1) Penataan ruang berdasarkan sistem wilayah merupakan pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah. Penataan ruang berdasarkan sistem internal perkota.
Apa ketentuan Pasal 5?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 5 mengatur Ayat (1) Penataan ruang berdasarkan sistem wilayah merupakan pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah. Penataan ruang berdasarkan sistem internal perkota.
Uraikan Pasal 5.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 5 mengatur Ayat (1) Penataan ruang berdasarkan sistem wilayah merupakan pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah. Penataan ruang berdasarkan sistem internal perkota.
Jelaskan isi Pasal 6.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 6 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud “komplementer” adalah bahwa penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota saling melengkapi s.
Apa yang diatur dalam Pasal 6?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 6 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud “komplementer” adalah bahwa penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota saling melengkapi s.
Bagaimana bunyi Pasal 6?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 6 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud “komplementer” adalah bahwa penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota saling melengkapi s.
Apa isi Pasal 6?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 6 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud “komplementer” adalah bahwa penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota saling melengkapi s.
Ringkasan Pasal 6.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 6 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud “komplementer” adalah bahwa penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota saling melengkapi s.
Terangkan isi Pasal 6.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 6 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud “komplementer” adalah bahwa penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota saling melengkapi s.
Apa ketentuan Pasal 6?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 6 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud “komplementer” adalah bahwa penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota saling melengkapi s.
Uraikan Pasal 6.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 6 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud “komplementer” adalah bahwa penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota saling melengkapi s.
Jelaskan isi Pasal 7.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 7 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Hak yang dimiliki orang mencakup pula hak yang dimiliki masyarakat adat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan..
Apa yang diatur dalam Pasal 7?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 7 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Hak yang dimiliki orang mencakup pula hak yang dimiliki masyarakat adat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan..
Bagaimana bunyi Pasal 7?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 7 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Hak yang dimiliki orang mencakup pula hak yang dimiliki masyarakat adat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan..
Apa isi Pasal 7?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 7 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Hak yang dimiliki orang mencakup pula hak yang dimiliki masyarakat adat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan..
Ringkasan Pasal 7.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 7 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Hak yang dimiliki orang mencakup pula hak yang dimiliki masyarakat adat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan..
Terangkan isi Pasal 7.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 7 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Hak yang dimiliki orang mencakup pula hak yang dimiliki masyarakat adat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan..
Apa ketentuan Pasal 7?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 7 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Hak yang dimiliki orang mencakup pula hak yang dimiliki masyarakat adat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan..
Uraikan Pasal 7.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 7 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Hak yang dimiliki orang mencakup pula hak yang dimiliki masyarakat adat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan..
Jelaskan isi Pasal 8.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 8 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Kerja sama penataan ruang antarnegara melibatkan negara lain sehingga terdapat aspek hubungan antarnegara yang merupakan.
Apa yang diatur dalam Pasal 8?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 8 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Kerja sama penataan ruang antarnegara melibatkan negara lain sehingga terdapat aspek hubungan antarnegara yang merupakan.
Bagaimana bunyi Pasal 8?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 8 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Kerja sama penataan ruang antarnegara melibatkan negara lain sehingga terdapat aspek hubungan antarnegara yang merupakan.
Apa isi Pasal 8?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 8 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Kerja sama penataan ruang antarnegara melibatkan negara lain sehingga terdapat aspek hubungan antarnegara yang merupakan.
Ringkasan Pasal 8.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 8 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Kerja sama penataan ruang antarnegara melibatkan negara lain sehingga terdapat aspek hubungan antarnegara yang merupakan.
Terangkan isi Pasal 8.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 8 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Kerja sama penataan ruang antarnegara melibatkan negara lain sehingga terdapat aspek hubungan antarnegara yang merupakan.
Apa ketentuan Pasal 8?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 8 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Kerja sama penataan ruang antarnegara melibatkan negara lain sehingga terdapat aspek hubungan antarnegara yang merupakan.
Uraikan Pasal 8.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 8 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Kerja sama penataan ruang antarnegara melibatkan negara lain sehingga terdapat aspek hubungan antarnegara yang merupakan.
Jelaskan isi Pasal 9.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 9 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) . . . Ayat (2) Cukup jelas..
Apa yang diatur dalam Pasal 9?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 9 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) . . . Ayat (2) Cukup jelas..
Bagaimana bunyi Pasal 9?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 9 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) . . . Ayat (2) Cukup jelas..
Apa isi Pasal 9?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 9 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) . . . Ayat (2) Cukup jelas..
Ringkasan Pasal 9.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 9 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) . . . Ayat (2) Cukup jelas..
Terangkan isi Pasal 9.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 9 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) . . . Ayat (2) Cukup jelas..
Apa ketentuan Pasal 9?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 9 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) . . . Ayat (2) Cukup jelas..
Uraikan Pasal 9.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 9 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) . . . Ayat (2) Cukup jelas..
Jelaskan isi Pasal 10.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 10 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Pemberian wewenang kepada pemerintah daerah provinsi dalam memfasilitasi kerja sama penataan ruang antarkabupaten/kota d.
Apa yang diatur dalam Pasal 10?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 10 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Pemberian wewenang kepada pemerintah daerah provinsi dalam memfasilitasi kerja sama penataan ruang antarkabupaten/kota d.
Bagaimana bunyi Pasal 10?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 10 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Pemberian wewenang kepada pemerintah daerah provinsi dalam memfasilitasi kerja sama penataan ruang antarkabupaten/kota d.
Apa isi Pasal 10?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 10 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Pemberian wewenang kepada pemerintah daerah provinsi dalam memfasilitasi kerja sama penataan ruang antarkabupaten/kota d.
Ringkasan Pasal 10.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 10 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Pemberian wewenang kepada pemerintah daerah provinsi dalam memfasilitasi kerja sama penataan ruang antarkabupaten/kota d.
Terangkan isi Pasal 10.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 10 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Pemberian wewenang kepada pemerintah daerah provinsi dalam memfasilitasi kerja sama penataan ruang antarkabupaten/kota d.
Apa ketentuan Pasal 10?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 10 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Pemberian wewenang kepada pemerintah daerah provinsi dalam memfasilitasi kerja sama penataan ruang antarkabupaten/kota d.
Uraikan Pasal 10.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 10 mengatur Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Pemberian wewenang kepada pemerintah daerah provinsi dalam memfasilitasi kerja sama penataan ruang antarkabupaten/kota d.
Jelaskan isi Pasal 11.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 11 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) . . . Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Contoh jenis pelayanan dalam perencanaan tata ruang wilayah.
Apa yang diatur dalam Pasal 11?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 11 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) . . . Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Contoh jenis pelayanan dalam perencanaan tata ruang wilayah.
Bagaimana bunyi Pasal 11?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 11 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) . . . Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Contoh jenis pelayanan dalam perencanaan tata ruang wilayah.
Apa isi Pasal 11?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 11 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) . . . Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Contoh jenis pelayanan dalam perencanaan tata ruang wilayah.
Ringkasan Pasal 11.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 11 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) . . . Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Contoh jenis pelayanan dalam perencanaan tata ruang wilayah.
Terangkan isi Pasal 11.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 11 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) . . . Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Contoh jenis pelayanan dalam perencanaan tata ruang wilayah.
Apa ketentuan Pasal 11?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 11 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) . . . Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Contoh jenis pelayanan dalam perencanaan tata ruang wilayah.
Uraikan Pasal 11.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 11 mengatur Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) . . . Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Contoh jenis pelayanan dalam perencanaan tata ruang wilayah.
Jelaskan isi Pasal 12.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 12 mengatur ketentuan dalam Pasal 12.
Apa yang diatur dalam Pasal 12?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 12 mengatur ketentuan dalam Pasal 12.
Bagaimana bunyi Pasal 12?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 12 mengatur ketentuan dalam Pasal 12.
Apa isi Pasal 12?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 12 mengatur ketentuan dalam Pasal 12.
Ringkasan Pasal 12.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 12 mengatur ketentuan dalam Pasal 12.
Terangkan isi Pasal 12.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Pasal 12 mengatur ketentuan dalam Pasal 12.